Khotbah Minggu Sore SEPTEMBER - OKTOBER 2009

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Minggu, 06 September 2009

TERLUPUT

Mazmur 

 

Mazmur 91:1-13 adalah ayat yang Tuhan inginkan kita mengalaminya. Jadi itu buat kita. Ayat 14-16 itu syaratnya, supaya kita mengalami ayat 1-13 syaratnya dari ayat 14-16. Jadi kita mau lihat dulu apa berkatnya. Ayat 1-13. 

 

91:1 Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa

91:2 akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."

91:3 Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.

91:4 Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.

91:5 Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,

91:6 terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

91:7 Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.

91:8 Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.

91:9 Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu,

91:10 malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;

91:11 sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

91:12 Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.

91:13 Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.

 

Ini berkat yang Tuhan inginkan saudara mengalaminya. Saudara yakin Tuhan kita Tuhan yang baik? Ada satu ayat berbunyi begini: Bapa manakah yang anaknya minta roti dia kasih batu, atau anaknya minta ikan dia kasih kasih ular, atau anaknya minta telor dia kasih kalajengking? Nggak ada. Lalu ayat itu berbunyi lebih lanjut: Apakah lagi Bapamu yang di sorga akan memberikan kepadamu Roh Kudus. Roh Kudus adalah pemberian yang tertinggi jadi di bawah itu Dia pasti beri kepada saudara.

 

91:11 sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

 

Saya juga agak sedih ini dengar ini pendeta … Pdt John Palit dari Banjarsari salah satu korban gempa di Cianjur, kok bisa begini meninggalnya ya. Harusnya tidak demikian maunya saya tapi saya tidak tahu kehendak Tuhan bagaimana. Tetapi Tuhan memberikan hal yang baik kepada saudara, memberikan hal yang baik kepada saya ada syaratnya. Nggak begitu saja. Kalau syarat ini saudara penuhi, itu langsung otomatis jadi bagian saudara. Syaratnya kita baca, ayat 14,

 

91:14 "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

 

Pertanyaannya sekarang: Sudahkah kita mengenal nama Tuhan? Sebab nama Tuhan itu bukan teori doang, itu harus dikenal secara pribadi secara pengalaman. Saya kasih satu ilustrasi. Salah satu nama Tuhan adalah Elohim. Elohim dipakai 2500 lebih dalam perjanjian lama. Artinya Elohim, Pencipta dan Pemelihara.

 

Sudahkah saudara mengenal nama Tuhan Dia itu Pencipta, Dia mencipta dari yang tidak ada menjadi ada. Dari yang saudara tidak lihat menjadi kelihatan. Karena Dia Pencipta. Tapi Dia bukan cuma pencipta Elohim itu berarti juga Pemelihara. Maka lagu zaman dulu gereja kita Dia p’liharaku .. Dia p’liharaku .. Di s’nang atau susah .. Dia p’liharaku. Saya yakin saudara dipelihara oleh Tuhan karena Dia Pencipta kita. Yohanes 1:3 berkata, kalau tidak ada Dia, tidak ada apapun yang sudah dijadikan. Dia itu pencipta.

 

Nama yang lain, Dia disebut El Shaddai. El Shaddai Allah yang mencukupkan diri-Nya sendiri, Dia sanggup mencukupkan diri-Nya sendiri sampai Dia bisa mencukupkan orang lain. Itu arti dari El Shaddai, shad itu payudara satu ibu yang menyusui anaknya.

 

Saudara harus tahu bahwa orang tua kita mama kita khususnya, dari kita belum bisa buka mata begitu kita dilahirkan kita tidak berdaya tapi Dia menyusui kita ibu kita sampai kita besar sampai kita bisa membedakan terang dengan gelap, kita bisa tahu ini warna putih ini warna hitam sampai kita menjadi dewasa disekolahkan oleh orang tua kita sampai selesai sekolah sampai kita sendiri menikah sampai akhirnya orang tua kita meninggal, kita ini dipelihara oleh ‘air susu ibu’ … dari kita bayi.

 

Zaman sekarang ibu-ibu tidak mau menyusui anaknya, bayinya nggak mau disusui. Karena Tuhan kita salah satu namanya El Shaddai adalah Allah yang mencukupi; air susu-Nya cukup bagi anak-anak-Nya. Kita mulai dari ayat 14.

 

91:14 "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, ...

 

Saudara, saya minta saudara datang ke gereja bukan karena cinta gereja bukan karena cinta pendeta tapi karena saudara cinta kepada Tuhan Yesus. Hati saudara harus di-set kepada Tuhan Yesus karena kalau saudara mencintai Tuhan Yesus, Dia akan memberikan 13 ayat ini menjadi pengalaman kita, diberkati kita oleh Tuhan.

 

91:14 …, Aku akan membentenginya,

 

Bahasa Inggris, I will set him on high. Karena kita mengeset pikiran kita ditujukan kepada Yesus, Yesus Tuhan bikin kita diset ada di tempat yang tinggi.

 

91:14 …, sebab ia mengenal nama-Ku.

 

Nama Yesus heranlah .. Cinta-Nya oh heranlah .. Kuasa-Nya oh heranlah .. Heran lebih dari s’mua. Tuhan. Tuhan itu damai.

Yesus amat manis nama-Mu .. Kau tak berubah .. Kuasa-Mu juga .. Sebab itu ku cinta Dia .. Yesus amat manis nama-Mu.

 

Saudara harus mengalami nama Yesus. Saudara harus mengenal nama Dia. Mengenal secara dekat nama Dia. Ada 9 nama dari Yehova - Yehova Shalom, Yehova Nisi, Yehova Rafa, Yehova Raah, Yehova Sbaot, Yehova Makadesu, … 9. Itu semua mewakili pengalaman–pengalaman kita.

 

Sebagai contoh. Yehova Shalom, Tuhan itu damai. Apa saudara ikut Yesus mengalami damai? Kalau saudara belum mengalami damai, saudara belum mengenal Tuhan. Tuhan itu damai. Coba kita lihat lebih dulu Hakim Hakim  

 

6:13 Jawab Gideon kepada-Nya: "Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian."

 

Itu jawaban Gideon kepada pernyataan malaikat Tuhan, ayat 12.

 

6:12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani."

 

Tuhan memberi nama Gideon, Tuhan beserta kamu hai pahlawan yang gagah berani. Tapi jawaban dari Gideon itu negatif.

 

6:15 Tetapi jawabnya kepada-Nya: "Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku."

 

Persis kita kalau kita sedang dalam percobaan: Kalau Tuhan bersama dengan saya, kenapa ini menimpa kami?, kenapa persoalan ini menimpa kami?, kenapa hal ini terjadi kepada kami?, kenapa kami begini kenapa kami begitu? Kenapa? Karena kita belum kenal Tuhan! Tuhan sudah Dia ngomong benar loh, yang tidak ada jadi ada. Hei, pahlawan yang gagah berani. Tetapi saudara, apa yang dia katakan, hal yang negatif.  

 

6:14 Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: "Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!"

6:15 Tetapi jawabnya kepada-Nya: "Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku."

 

Selalu mengecilkan diri: Ah, saya ini orang biasa, ah saya ini kurang ini, ah saya ini orang yang banyak kekurangan, ah saya ini orang biasa terdiri dari daging dan tulang. Siapa yang bilang dari plastik dan besi. Saya ini orang biasa. Siapa yang bilang Superman. Tuhan pakai orang biasa untuk menjadi luar biasa. Dari pada kita menganggap diri kita hebat, ya. 

 

6:16 Berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis."

6:17 Maka jawabnya kepada-Nya: "Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku.

 

Saudara, orang yang seperti Gideon ini, kalau saya jadi boss, kalau saya menerima orang kerja, orang ngomong begini, saya nggak terima. Saya banyak kekurangan om, saya banyak kekurangan ini, om. Ya, sudahlah kerja. Sudah kerja saja, kamu jangan ngomong lagi. Iya om tapi saya banyak ini, saya nggak bisa ini. Kerjanya belum sudah ngomong. Udah pergi. Kalau saya. Untung Tuhan nggak seperti saya. Dia kalau mau jadikan: Hei, kamu pahlawan yang gagah berani. Hei, jemaat Cianjur yang gagah berani. Saudara jangan bilang: Ah, saya mah tukang kue putu. Saya mah nggak bisa. Eh, Tuhan mau memberkati saudara. Saudara yang menahan berkat Tuhan, saudara yang bilang jangan, jangan, nggak mungkin, nggak mungkin. Tuhan mau bikin saudara kaya. Wah, moal, heselah. Siga urang rek beunghar? Saudara nganggap siapa Tuhan itu? Tuhan itu bukan kaya manusia. Dia kalau ngomong terjadi, amin? 

 

Dan kalau saudara buktikan nantinya memang Gideon dipakai Tuhan. Dengan segala kekurangan itu, dia dipakai Tuhan untuk menjadi pemimpin Israel melepaskan orang Israel dari orang Midian. Kenapa dia ngomong begini terus-terusan? Karena dia tidak kenal Tuhan! Dia belum kenal siapa Tuhan. Dia nggak kenal Tuhannya itu siapa. Ayat 39, 

   

6:39 Lalu berkatalah Gideon kepada Allah: "Janganlah kiranya murka-Mu bangkit terhadap aku, apabila aku berkata lagi, sekali ini saja; biarkanlah aku satu kali lagi saja mengambil percobaan dengan guntingan bulu itu: sekiranya yang kering hanya guntingan bulu itu, dan di atas seluruh tanah itu ada embun."

6:40 Dan demikianlah diperbuat Allah pada malam itu, sebab hanya guntingan bulu itu yang kering, dan di atas seluruh tanah itu ada embun.

 

Sampai Dia menganggap Tuhan itu bisa dipermainkan. Saya mau minta tanda Tuhan,  saya mau minta dulu ini. Tuhan bilang: Kamu pergi saja. Tapi Tuhan kalau bisa ini dulu. Kalau bisa itu dulu. Hakim Hakim

 

6:24 Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.

 

Bahasa Inggris, TUHAN itu damai. Sekarang dia kenal, Tuhan yang panggil dia adalah Tuhan yang namanya itu Damai. Yehova shalom. Tuhan yang damai. Makanya kalau ikut Tuhan, harus saudara ada tanda ini: Hidup saudara damai, tenteram. Oh, Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang damai. Ketika angin ribut, Dia berdiri di atas perahu dan berkata: Hei angin dan ombak … be peace, damailah. Asalnya ribut jadi tenang. Kita baca ayat 15, Mazmur

 

91:15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab,

 

Ada yang suka bersaksi: Ya saudara-saudara, saya tidak tahu Tuhan dengar doa saya apa tidak.

 

Semua doa didengar, doa orang jahatpun didengar. Tapi dijawab atau tidak, kita tidak punya jaminan. Jaminannya ayat ini. Kalau hati kita melekat kepada Tuhan, rapat sama Tuhan, kalau ia berseru kepada-Ku, ini bukan pendeta loh yang ngomong - ini Tuhan sendiri:

 

91:15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.

91:16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

 

Biar dia pendeta, kalau hatinya tidak melekat sama Tuhan, Tuhan nggak akan beserta. Biar dia jemaat biasa tapi kalau hatinya melekat kepada Tuhan di dalam keadaan yang ribut yang macam-macam, Aku akan beserta.

 

91:15 …, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.

 

Kalau Tuhan sudah tahu saudara menghormati Dia, tahu hati saudara melekat sama Tuhan, sekarang ini urusan kita jangan dekat sama presiden jangan dekat sama raja, sekalian kita dekat sama Tuhan. Kita dekat nempel sama Tuhan, Dia akan menghormati saudara. Dia taruh saudara pada kedudukan yang tinggi. Jangan saudara ukur saudara seperti saudara sekarang ini. Saudara bisa diberkati lebih dari hari ini. 

 

91:16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

 

Dengan panjang umur, Aku akan memuaskan dia. Kalau umur 73 masih bisa main tenis seperti ko Kuo Siung, itu luar biasa. Saya ketemu dengan Ko Asih di Bandung, dia lebih tua dari saya, dia dulu kerja di sini di Cianjur. Sampai sekarang nggak mau kawin, dia mau seperti Tuhan Yesus. Hampir 67. Dia kasih tangan sama saya: Sing panjang umur, sing panjang lengkah. Ke ke ke .. kalau panjang lengkah saya nggak ngerti apa? Tong make iteuk ... tidak pakai tongkat. Jadi bukan hanya panjang umur, harus panjang langkah.  

 

Dalam bahasa Inggris, Aku akan memuaskan dia dengan panjang umur. Saudara mau umur panjang? Umur panjang tapi sehat. Umur panjang ke gereja kebaktian. Jangan lupa olah raga tapi ke gereja kebaktian. Saudara akan mengalami kepuasan di hari tua. Ayub

 

42:16 Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat.

42:17 Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur.

 

Bahasa lanjut umur bahasa Inggris, penuh harinya. Nggak dikurangi. Penuh 140 tahun. Sehat. Dia masih lihat cucunya sampai generasi yang keempat. Cucu, buyut, habis buyut apa? Cicit .. cucurut, nah itu yang keempat saudara. Yang keempat dia bisa lihat, jadi matanya belum lamur. Bisa lihat sampai generasi yang keempat. Padahal dia itu waktu itu sampai miskin tidur saja di atas abu. Kalau Tuhan memberkati. Saudara nggak usah dah 140 tahun tapi cukup umur panjang tapi puas di dalam Tuhan.

 

91:16 …, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

 

Saudara masih ingat itu lagu Tuhan adalah terangku dan kes’lamatanku .. Tuhan adalah terangku .. Kepada siapakah aku harus takut .. Karena Tuhan adalah benteng hidupku.

 

Show. Tuhan mau mempertunjukkan kepada kita, nih keselamatan dari pada-Ku. Di dalam keselamatan itu ada berkat yang berkelimpahan. Di dalam keselamatan itu ada kesehatan yang tak terhingga. Di dalam keselamatan ada panjang umur, di dalam keselamatan ada segala-galanya yang saudara perlukan.

 

Pemain musik maju ke depan. 

-- o --

Minggu, 13 September 2009

ISTIRAHAT SORGA

Kita buka Markus  

 

6:30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.

6:31 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.

 

Begitu terkenalnya Tuhan Yesus karena banyak orang ditolong sama Dia. Hampir setiap hari, setiap jam begitu banyak orang. Dan murid-murid bicara kepada Tuhan Yesus, betapa banyaknya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan, ayat 30. Yang mereka kerjakan menginjil, yang mereka ajarkan PA. Hari rabu itu PA, hari minggu pagi sebetulnya PA. Sampai makanpun tidak sempat. Lalu Yesus panggil murid-murid-Nya: Mari kita ke tempat yang sunyi. Bahasa Inggris, deserted place, padang gurun, tempat yang jauh dari manusia, tempat yang sepi, tempat yang sunyi. Dan beristirahatlah seketika.

 

Coba saudara, kita ingin mengerti bahwa istirahat itu ternyata perintah Tuhan. Istirahat itu apa, saudara? Perintah Tuhan. Tuhan itu hebat, delapan jam kerja, delapan jam istirahat ... tidur, delapan jam untuk rekreasi. Tapi kita ganti sampai jam kita istirahat saja kita ganti kerja. Jam kita tidur untuk enjoy dengan keluarga, kita ganti kerja. Padahal Tuhan nggak menghendaki. Istirahat. Prinsip istirahat ini diajarkan mulai dari kitab Kejadian oleh Tuhan sendiri. Di dalam Kejadian

 

2:2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

 

Ada haleluyah? Dia memberkati kita waktu kita istirahat. Hari ke tujuh dari satu minggu itu hari libur, nggak boleh kerja, harus istirahat. Sebab Tuhan menguduskan hari itu – seperti hari ini sekarang – dan Tuhan bukan hanya menguduskan dikatakan di sana, Dia memberkati. Kalau yang enam hari saudara musti kerja dulu untuk cari berkat sekarang saudara nggak usah kerja tapi diam saja, Tuhan tetap memberkati kita. Ini undang-undangnya Tuhan, ini harinya Tuhan. Ini adalah hari yang dibuat oleh Tuhan menjadi satu prinsip undang-undang dari kitab Kejadian. Dari kita belum lahir, ini prinsip sudah ada. Kalau kerja musti tahu istirahat.

 

Dulu waktu saya di sekolah alkitab, hampir nggak ada istirahatnya. Tetapi ketika saya perhatikan firman Allah, ternyata kita perlu istirahat. Kita mulai dari Hukum Taurat. Dalam Hukum Taurat juga, yaitu dalam kitab Imamat 23:5-8, hari raya roti tidak beragi,

 

23:5 Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.

23:6 Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi.

23:7 Pada hari yang pertama kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.

23:8 Kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN tujuh hari lamanya; pada hari yang ketujuh haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat."

 

Dalam bahasa Inggris, jangan kamu melakukan pekerjaan yang biasa kamu lakukan. Tuhan larang dalam hari raya. Hari raya ini hari besar, hari libur, pesta. Tapi ingat, satu hari di mana kamu jangan bikin apa-apa. Kamu harus istirahat. Maka saya pikir kenapa orang Belanda lebih panjang umur di dunia loh. Bangsa yang paling panjang umurnya itu orang Belanda. Di dunia. Orang Amerika kalah semua, orang Rusia kalah. Orang Belanda paling panjang umurnya. Coba kita yang masih pendidikan Belanda, saya masih ngalami itu melalui papa saya. Begitu pulang sekolah jam setengah satu habis makan, tidur siang. Musti tidur.

 

Yang kedua hari raya Pantekosta, ayat 21,

 

23:21 Pada hari itu juga kamu harus mengumumkan hari raya dan kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya di segala tempat kediamanmu turun-temurun.

 

Ketetapannya berapa lama berlaku? Selama-lamanya. Sampai hari ini, selama-lamanya. Jangan melakukan pekerjaan yang berat. Saudara mau istirahat di dalam Tuhan? Sekarang kita lihat dalam kitab Ulangan

 

5:12 Tetaplah ingat dan kuduskanlah hari Sabat, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.

5:13 Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,

5:14 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau lembumu, atau keledaimu, atau hewanmu yang manapun, atau orang asing yang di tempat kediamanmu, supaya hambamu laki-laki dan hambamu perempuan berhenti seperti engkau juga.

5:15 Sebab haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau merayakan hari Sabat.

 

Sabat itu istirahat. Hari istirahat. Bagaimana pak, saya kan businessman. Saya musti kerja. Itu terserah saudara, mau nurut apa nggak. Kita mau lihat raja yang paling kaya di dunia dan tidak akan ada raja seperti dia lagi. Raja Salomo bilang apa dalam Mazmur

 

127:1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
127:2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah - sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur - Atau istirahat.
 

Om Brodland sudah 35 tahun tinggal di Indonesia. Jadi kalau saya ke Amerika dia selalu suruh take a nap, tidur sekejap, tidur saja sebentar. 10 menit tapi berkualitas. Segar rasanya. Seperti badan kita perlu istirahat, jiwa kita juga perlu istirahat. Rohani kita juga perlu istirahat. Ambil waktu untuk istirahat. Kita menarik diri dan beristirahat. 

 

Saya dengar berita di Cianjur ada gempa. Satu jemaat saya di Jakarta dia sedang membangun gedung 21 lantai. Dia bilang kalau sudah selesai om pakai lantai 21 untuk kebaktian, lantai tertinggi dia pakai untuk gereja. Waktu itu dia ada di luar di lantai 21, bayangkan itu masih rangka berputar begini, katanya. Goyang. Dia ngomong, aduh mati saya. Sudahlah ini terakhir umur saya, sebab dia sangka dia akan mati. Yang crane, yang suka mindahin barang itu, ambil barang beton dari bawah naik ke atas, taruh di lantai berapa ... 2 hari tidak bisa ngomong. Ditanya diam saja. Bayangkan di crane di atas ketinggian tingkat 21. Kalau satu tingkat saja 3 meter, 60 meteran. Lift belum ada. Yang ada lift pegawai. Itu orang yang kerja tiap lantai nggak pikir dua kali, lompat semua. 

 

Saya ngomong begini: Mungkin itu bangunan mau didur ya kerja terus siang malam. Iya. Lupa istirahat. Makanya Tuhan suruh istirahat, 2 hari nggak ngomong. Nggak bisa ngomong. Ditanya juga diam. Sudah mandi belum? Diam. Karena trauma.

 

Ayo dari Cianjur sampai di Tasikmalaya jago-jago bisnis, jago-jago kredit ke bank. Saat itu nggak ada yang kerja. Pegawai di Jakarta semua pada keluar, ada yang meninggal karena diinjak-injak. Gugup. Karena apa? Karena itu bukan kehendak Tuhan. Kita gugup kalang kabut. Tuhan memberkati pada waktu kita istirahat. Pada waktu kita santai, pada waktu kita istirahat, di situ Tuhan memberkati kita.      

 

Seperti kita tidur di tempat tidur istirahat bagi badan kita yang memerlukan istirahat, sama dengan jiwa kita di gereja ini sedang ditenangkan oleh firman Allah. Karena jiwa hati kita juga memerlukan istirahat. Itu artinya kita perlu Tuhan. Dalam membangun rumah sia-sia kalau bukan Tuhan yang bangun. Dalam menjaga kota sia-sia nyewa satpam kalau Tuhan nggak ikut jaga. Dalam bisnis sia-sia kamu bangun pagi-pagi tidur sampai jauh malam sebab rezeki itu Tuhan kasih kepada kekasih-Nya pada waktu dia tidur. Makanya ada satu ayat dikatakan, serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya karena Dia mempedulikan kita. Amin saudara? Kekuatiran itu bikin kita banyak pusing, tidak bisa berhenti.

 

Ada dua perempuan di Alkitab, Maria dan Marta. Marta ini gerecek begitu Yesus masuk ke rumah, Marta bilang: Silahkan masuk, tunggu Yesus ya saya masak dulu. Yesus nggak minta, dia masak dulu kerja. Tapi Maria dia diam, dia tenang, dia duduk di kaki Yesus, dia dengarkan Yesus bicara. Lama-lama spanengnya naik, marah: Yesus, kenapa dibiarin saja itu saudara saya diam, masa saya cape-cape dibiarin? Suruh dong dia kerja. Apa kata Yesus? Hei Marta .. Marta .. kamu kuatir dari hal banyak. Dalam bahasa lain, banyak kekuatiran. Yang tidak penting kekuatiran itu, yang bukan urusan kita sebetulnya untuk kuatir. Nggak ada di kamusnya Tuhan kuatir. Di neraka ada kamus kuatir. Di sorga tidak ada. Kalau kita punya Yesus itu kekuatiran hilang. Kamu banyak kuatir. Lihat, Maria sudah memilih yang terbaik ... duduk di kaki Tuhan. Saudara mau rest di kaki Tuhan?       

 

Kalau saya lagi sembahyang, itu waktu saya istirahat saya pakai. Saudara naik mobil ada sopir ada berkat pakai supir. Saudara bisa berdoa. Tenang. Saudara menenangkan diri meneduhkan diri. Di dalam Matius 11, Yesus berkata begini kepada murid-murid-Nya dan kepada semua orang sebetulnya termasuk kepada kita sekalian


11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

 

Jadi kekuatiran bukan kehendak Tuhan. Ketakutan kebimbangan bukan kehendak Tuhan. Tuhan mau saudara tenang. Tuhan mau saudara mengalami ketenangan. Teduh, tenteram. Saya mau bedakan istirahat jasmani badan dan istirahat rohani.

 

Saya mulai dari istirahat jasmani, tidur harus cukup. Itu buat kebaikan badan kita. Kita memerlukan hiburan. Saudara harus bebas stress. Terlalu banyak kerja, terlalu banyak tugas caka-ciki semua pengen kita pegang, saudara yang stress nanti. Dulu gereja pantekosta itu pendetanya cuma punya ukulele. Tidak ada gitar. 

 

Saya cerita satu pendeta. Jemaatnya baru 6-7 orang. Jadi dia sendiri pimpin pujian. Tuhan Yesus tidak berubah .. Tidak berubah .. Tidak berubah. Lagi nyanyi, tukang susu sapi lewat. Memang dia langganan sebab anaknya perlu susu. Lagi nyanyi ini Tuhan Yesus ... SUSU SATU ... Tidak berubah. Ini di gereja. Sekarang pendeta itu sudah bisa menikmati hidup. Anak cucunya anaknya sudah jadi hamba Tuhan, menantunya sudah hamba Tuhan; dia menikmati hidup. Dia nggak usah main ukulele lagi, sudah ada organ. Menantunya pintar main organ. Jemaat sudah banyak. Gereja sudah bagus. Hidupnya diberkati Tuhan. Itu maunya Tuhan, tenang.

 

Ini bagi anak-anak muda ya ingat ya, papa mamamu itu ingin supaya kamu berhasil. Papa mamamu ingin supaya kamu bahagia. Papa mamamu ingin supaya kamu jadi orang. Seperti itulah Bapa kita di sorga. Dia ingin kita anak-anak-Nya juga bahagia. Dia tidak mau anak-anak-Nya kalang kabut pusing stress. Tidak mau.

 

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

 

Nggak ada yang sukar, saudara. Tuhan nggak mau kasih yang berat-berat. Tugas berat, nggak. Yang ringan. Yang enak. Saudara mau hidup saudara tenang? Saudara mau hidup saudara ringan? Ini masih jasmani.

 

Sekarang secara rohani yang di dalam itu yang lebih penting. Bagaimana saya beristirahat. Ada 3 hal. Mungkin ada yang bisa cuma satu, ada yang sudah dua tapi mungkin ada yang sudah bisa tiga. 

 

Pertama, renungan harian. Baca Alkitab satu ayat. Jangan banyak-banyak. Semua yang mengandung janji itu. Nanti saudara rasanya tidak cukup satu ayat, pengen banyak bacanya. Mulai di Amsal Salomo bagaimana kita hidup. Jangan banyak-banyak, beban Tuhan itu ringan. Dia nggak mau kasih beban yang berat. Baca sedikit. Terus direnungkan. Renungan harian. Kalau saudara mengalami kesulitan memilih ayat, kan saya sudah kasih melalui handphone, ketik REG J kirim ke 3833. Saudara tiap pagi dapat renungan dari saya. Saudara tinggal renungkan itu. Itu untuk jiwa saudara bukan perut.

 

Yang kedua, doa. Doa pribadi itu penting. Doa itu sangat pribadi antara saudara dengan Tuhan. Saya nggak bisa mewakili saudara: Oh Tuhan, keluarga ini mengasihi Engkau, katanya dia bilang sama saya. Kalau lagi sekolah bisa, salam ya ke si ini. Salam kembali. Bisa dipihapekeun ... dititipkan. Kalau doa nggak bisa. Mau cinta sama Tuhan kok mau dititipkan. Musti saudara yang bilang sendiri sama Tuhan.

 

Yang ketiga, meditasi firman Allah. Meditasi. Bukan cuma renungan harian tapi baca Alkitab dimeditasikan. Kalau meditasi jangan ngomong, jangan ngobrol.

 

Ketika saudara tenang menenangkan pikiran, istirahat cukup, ada tiga hal yang terjadi: Saudara diperbaharui. Yang kedua, saudara melihat lebih jelas. Yang ketiga, saudara akan mengalami damai.

 

Sekarang saya mau akhiri dengan istirahat sorga. Dan kata-kata istirahat sorga ini terdiri dari dua hal yang berlawanan tetapi bersatu. Istirahat sorga ini. Saya pakai dalam dua kalimat. Kalimat pertama, rajin melayani Tuhan. Yang kedua, rajin mencari waktu untuk istirahat. Janji kepada diri saudara sendiri sekarang, soal kerja aku mau rajin tetapi saya tidak akan lupa istirahat. Berbahagialah orang yang Tuhannya bisa memberi damai. Saya tutup dengan kitab nabi Yesaya   


28:16 sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!
 

Kalau saudara percaya kepada Tuhan, batu penjuru itu, hidup saudara tidak akan gelisah.

 

Mari kita berdiri bersama-sama, kita mau beristirahat di dalam Tuhan.  

 

 -- o --

Minggu, 20 September 2009

SORGA

I Korintus

 

15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

 

Kita ini orang baik tapi pergaulannya sama orang buruk, jadi buruk. Kita percaya Yesus, tapi bergaulnya sama orang yang nggak percaya, akhirnya nggak percaya.

 

Ada dua teman dari sekolah sama-sama, dari SD, makannya sama-sama, minum kopinya sama-sama, kawinnyapun sama-sama. Dapat istri dari gang yang sama. Pakai baju kadang-kadang sama. Hobbynya pun sama. Satu kali mereka terpisah. Yang satu ini ada di pasar burung beo. Pilih beo. Orang kristen. Itu beonya bagus: “Puji Tuhan!”. Yang satu lagi juga lagi beli beo. Beonya tapi dari orang lain. Ngomongnya lain: “Sialan lu!”

 

Ini yang punya Puji Tuhan bilang, “Jangan takut. Dua burung beo ini kurung sama kain hitam, biarin tiga hari. Kasih makan minum tiap hari kali. Pasti dia sama ikut nanti ‘Puji Tuhan!’ Dia percaya. Tutup tiga hari. Buka, benar ngomong semua sama: “Sialan lu! Sialan lu!” Kelakuan yang baik dirusakkan oleh pergaulan yang buruk.

 

Ini masih kesaksian rasul Paulus. I Korintus

15:41 Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.

15:42 Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.

 

Mari perhatikan ke depan. Paulus tiba-tiba berbicara tentang sumber terang. Matahari, bulan, dan bintang-bintang itu sumber terang tiga-tiganya. Tapi perhatikan sekali lagi. Matahari itu bukan hanya memberi terang tapi dia juga memberi hangat. Panas. Orang kalau mau menggambar sunrise, matahari, kadang-kadang memakai yang bagus-bagus tetapi tidak bisa menggambarkan kehangatan yang diberikan oleh matahari. Sumber terang. Bulan juga terang dan juga memberi keindahan tetapi dia tidak memberikan kehangatan. Sama bintang juga dengan bulan, sumber terang. Bahkan orang Majus dipimpin oleh bintang. Tapi bintang  sepertinya berkelip-kelip padahal ia tidak berkelip-kelip. Mata kita saja yang melihatnya. Bintang kecil di langit yang tinggi.

 

Lalu Paulus bilang, kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan bintang yang lain. Di dalam rasi bintang itu ada 102 rasi bintang itu. Konstelasi itu ada 102. Dari sekian belas ribu itu terbagi dalam 102 konstelasi. Yang paling dekat matahari hanya 16. Dari 16 ini hanya 5 yang paling dekat matahari. Ini dalam susunan yang pertama, dalam lingkaran yang pertama paling dekat matahari 16. Dalam susunan yang kedua, bintang yang lain. Semuanya bintang tapi kemuliannya beda. Dalam susunan yang ke-3 itu, saya bisa tahu namanya bintang itu Virgo, Capricornus, Aries, Taurus, Cancer, Sagitarius, dan lain lain. Itu 12 itu justru di tempat yang paling jauh.

 

Nah, matahari kita cuma satu, Tuhan Yesus. Di sorga nanti Yesus akan jadi Sumber terang bagi kita. Tetapi saya mau tanya sama saudara: Saudara semua jemaat Tuhan, saudara semua umat Kristen, saudara semua masuk sorga. Tapi seberapa dekat saudara kepada Sumber kehangatan itu?

 

Dulu saya tidak ngerti ada satu pendeta bilang, “Sorga ada di matahari.” Saya nggak ngerti. Tapi sekarang saya tahu maksudnya. Sebab matahari dia gambarkan sang Bapa, Allah Bapa. Dia bukan hanya terang tapi Dia memberikan hangat. Yang paling dekat sama Dia itu cuma 5 bintang. Saudara punya kedekatan sama Tuhan sampai di mana? Kita bukan ikut Tuhan jadi orang Kristen supaya masuk sorga, bukan. Kita menjalankan agama Kristen, mengikuti Yesus itu karena kita sudah pasti masuk sorga. Karena kita sudah pasti masuk sorga, kita ingin seberapa dekat hidup kita dengan Yesus. Bukan hanya menikmati terangnya saja, sebab terang bulan dan terang bintang itu pantulan dari matahari, tetapi kita ingin menikmati hangatnya kasih dari pada Tuhan Yesus. Itu sorga. Maka saya ingin katakan kepada saudara, ayat terakhir dari pasal 15 itu indah sekali.

 

15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

 

Apa yang sia-sia di dunia ini? Sebab bekerja untuk Tuhan, Tuhan bilang tidak sia-sia. Kenapa? Karena kita tahu, di sorga kita akan ketemu kemuliaan demi kemuliaan. Kebangkitan demi kebangkitan. Yesaya

 

46:4 Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

 

Saya nggak mau digendong sama Mbah Surip. Belum ngegendong saya sudah mati. Tapi kalau Tuhan kita menggendong, Dia gendong sampai rambut kita putih. Nah, saya sudah sedang digendong sama Tuhan. Kita mau lihat yang sia-sia tadi sebab pekerjaan Tuhan tidak sia-sia. Mazmur 

 

127:1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

127:2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah - sebab Ia memberikannya - Berkat itu, roti itu - kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

 

Saudara mau bekerja tanpa Tuhan itu sia-sia. Dagang tanpa Tuhan sia-sia. Usaha tanpa Tuhan sia-sia.

 

127:3 Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.

127:4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.

127:5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

 

Kenapa kita salah, kenapa kita sia-sia? Karena kita bukan Tuhan yang membangun rumah. Kita. Bukan Tuhan yang membangun usaha. Kita. Sia-sia kita pakai satpam kalau bukan Tuhan yang menjaga. Sia-sia kamu bangun pagi-pagi kerja sampai jauh malam. Di Cianjur saya tahu satu orang duitnya ratusan milyar tapi tiap hari dia pakai bakiak, pakai celana piyama, kaos singlet, makan bubur. Dia bisa beli Mercy mau yang macam apa, yang belum dibikin juga dia bisa beli ... karena kaya. Tapi sampai dia meninggal dia makan bubur tiap hari.

 

Boleh saja saudara makan bubur nggak apa asal teman nasinya ayam … boleh, yang maksud saya itu buburnya udah bubur kemarin lagi, udah kaya tajin. Sia-sia saudara kerja pagi sampai malam. Kita makan roti dengan susah payah. Waktu muda kita pakai kesehatan kita, cari kekayaan. Udah tua kita pakai kekayaan kita cari sehat, sebab sakit-sakitan. Buat apa? Sia-sia. Tapi kalau saudara tetap dalam pekerjaan Tuhan, usahamu tidak sia-sia. Belum di sorga, masih di dunia usaha kita sudah tidak sia-sia.

 

Ini kesaksian Paulus tentang kehidupan setelah meninggal. Kadang-kadang pendeta suka bohong ya kalau di kematian. Yang meninggal malas ke gereja, pendeta bilang: Kami ingat almarhum ketika masih hidup dia seorang yang setia kepada Tuhan. Setia apanya? Ke gereja dua tahun sekali. Seringkali pendeta-pendeta ngebohong. Tapi kalau udah di sana yang nilai, nggak akan salah. Kita sudah tahu di sorga ada apa. Siapa yang dilarang masuk sorga? Kita akan lihat Wahyu 

 

19:11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

19:12 Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri.

19:13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah." - Jadi di sorga ada firman Allah. Berikut, -

19:14 Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.

19:15 Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.

19:16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

 

King of kings and Lord of the lords. Tapi kita belum lihat siapa yang tidak boleh masuk. Kita buka di dalam Wahyu

 

20:11 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.

20:12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.

20:13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.

20:14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.

20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

 

Wahyu  

 

21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. –Amin? -

21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

 

Di Jakarta ada jemaat saya. Dia agamanya cung-cung cep dulu. Tetapi waktu ikut ke Israel, ikut istrinya, di Israel dia percaya kepada Yesus. Saya baptis dia di sana. Begitu saya baptis dia di sana, keinginan merokok hilang, minuman keras diturun-turunkan. Kalau pengusaha Jepang datang mau dientertain, dia diam saja. Silakan makan, bir, apa minuman keras, dia tidak minum. Saya nggak larang jangan merokok. Tapi tiba-tiba tidak ada keinginan untuk merokok. Itu saya yakin dia bertobat sungguh-sungguh bertobat. Dia sungguh-sungguh menerima Tuhan Yesus.

 

Jangan suka takut, nggak masuk sorga. Ini yang bahaya. Jangan takut susah, jangan takut miskin, jangan takut nggak terpelihara, jangan takut ini, jangan takut itu, Jangan takut. Satu lagi, Wahyu  

 

21:27 Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

 

22:14 Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.

22:15 Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.

22:16 "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."

 

Inilah sebagian kecil dari suasana sorga. Saya tadi bilang, saudara jangan takut. Takut apa? Yang saudara takutkan sekarang apa? Nggak boleh, nggak boleh takut. Sebab takut nggak ada di kamusnya Tuhan. Saya mau persilakan saudara baca Alkitab. Saya nggak tahu berapa persen dari jemaat yang sudah baca dari Kejadian sampai Wahyu. Saudara ketemu kata jangan takut, strip. Hitung ada berapa. Ada berapa? 365 kali. Satu tahun nggak ada takut. Hari ini kita pakai satu, jangan takut. Besok kita pakai yang lain, jangan takut. Lusa pakai lagi jangan takut. Tidak ada yang perlu kita takutkan.

 

Yang saudara takutkan tidak akan terjadi. Ini kita menyiksa diri kita takut. Sekian renungan firman Allah. Kalau saudara mau masuk sorga, jadilah bintang. Jadilah anak Tuhan yang sungguh-sungguh iring kepada Tuhan. Jangan melakukan perkara-perkara yang najis. Mari pemain musik.

 

-- o --   

Minggu, 04 Oktober 2009

TUJUH BERKAT

Yoel 2. Ini janji Tuhan kepada orang Israel yang mau bertobat. Jadi latar belakang kitab Yoel ini adanya seruan pertobatan. Apalagi akhir-akhir ini banyak gempa di sana sini, banyak masalah di sana sini, bukan hanya di Amerika. Sampai Presiden Obama dari Amerika berkata, Indonesia adalah negara penuh bencana. Tidak ada negara di dunia yang paling penuh bencana seperti Indonesia. Gempa di Padang ditaksir oleh PBB, 4.000 orang meninggal karena sudah terkubur hidup-hidup.

 

Itu sebabnya ada seruan pertobatan. Ayo kita kembali kepada Tuhan, ayo kita eling, ayo kita bertobat dari kejahatan, bertobat dari hal-hal yang tidak baik dan untuk kembali kepada Tuhan. Seruan ini bukan cuma buat jemaat. Pendeta-pendeta juga diminta untuk bertobat. Yoel

  

2:17 baiklah para imam, pelayan-pelayan TUHAN, menangis di antara balai depan dan mezbah, dan berkata: "Sayangilah, ya TUHAN, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa: Di mana Allah mereka?"

 

Nabi Yoel dengan sepenuh hati dia memanggil bangsa Israel, ayo bertobat, kembali kepada Tuhan, sungguh-sungguh datang kepada Tuhan. 


2:18 TUHAN menjadi cemburu karena tanah-Nya, dan Ia belas kasihan kepada umat-Nya.
2:19 TUHAN menjawab, kata-Nya kepada umat-Nya: "Sesungguhnya, Aku akan mengirim kepadamu gandum, anggur dan minyak, dan kamu akan kenyang memakannya; Aku tidak akan menyerahkan kamu lagi menjadi cela di antara bangsa-bangsa.
2:20 Yang datang dari utara itu akan Kujauhkan dari padamu, dan akan Kuusir ke suatu negeri kering dan tandus, barisan mukanya ke laut timur, dan barisan belakangnya ke laut barat, maka bau busuknya dan bau anyirnya akan naik, sebab ia telah melakukan perkara yang besar.

2:21 Jangan takut, hai tanah, bersorak-soraklah dan bersukacitalah, sebab juga TUHAN telah melakukan perkara yang besar!
 

Bagi orang yang bertobat, saudara, janji-Nya ini dimulai dari ayat 22,


2:22 Jangan takut, hai binatang-binatang di padang, sebab tanah gembalaan di padang gurun menghijau, pohon menghasilkan buahnya, pohon ara dan pohon anggur memberi kekayaannya.

 

Berkat yang pertama adalah berkat dua kali ganda. Pohon ara dan pohon anggur memberi kekayaannya. Dalam bahasa Inggris bukan kekayaan, mereka mengeluarkan kekuatannya. Ketika orang lain banyak musibah, air mata tiada henti, negeri ini, janji Tuhan buat saudara, berkat yang pertama: Berkat dua kali ganda, yaitu pohon ara dan pohon anggur memberi kekayaannya.

 

Pohon ara berbicara kesembuhan. Pohon anggur bicara sukacita. Mana lebih saudara senang, ada di gereja yang sederhana ini atau di rumah sakit yang paling mahal di Jakarta, saudara lebih di mana? Saudara lebih senang di sini apa di rumah sakit yang paling mahal? Kita lebih senang di rumah Tuhan, amin saudara?

 

Pohon ara bicara kesembuhan. Pohon anggur bicara sukacita. Itu akan dikembalikan kepada umat-Nya kalau kita bertobat, kalau kita meninggalkan dosa-dosa kita, meninggalkan kebiasaan yang tidak baik, berbalik kepada Tuhan, kita bertobat dengan sepenuh hati, akan ada kekuatan, akan ada kesembuhan, akan ada nyanyian, akan ada sukacita. Rumah tangga kita, keluarga kita dipenuhi dengan tawa, dipenuhi dengan canda, dipenuhi dengan sukacita, dipenuhi dengan segala sukacita yang Tuhan berikan. Ini berkat yang pertama. Berapa keluarga di antara saudara yang sudah tidak ada sukacita lagi di rumah, tidak ada lagi tawa, tidak ada lagi canda, semuanya serba kaku.         

 

Kita ada pada keadaan yang baik, ada pada keadaan yang bebas, kita seharusnya bersukacita.

 

Berkat yang kedua,


2:23 Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.

 

Inipun berkat dua kali ganda. Jadi kalau petani saudara, mau menanam padi, dia tunggu dulu hujan awal. Ketika hujan awal turun, dia kerjakan itu sawah dan ditanami benih, dan setelah jadi, dia tunggu hujan akhir. Kalau hujan akhir sudah turun, baru dia akan tuai. Dalam salinan bahasa Inggris, dibaca begini: Hujan awal dan hujan akhir dikasih sekaligus pada bulan yang pertama, amin? Ini berkat dua kali ganda yang kedua. Di akhir zaman, ketika dunia mengalami kesusahan kesulitan kita pegang janji Tuhan sebab Tuhan memberikan hujan awal dan hujan akhir kalau petani dia harus tunggu berapa bulan tapi Tuhan menyebabkan, Tuhan yang membuat hujan awal dan hujan akhir diberikan pada bulan yang pertama.

 

Pada bulan yang pertama itu paskah, pada bulan yang pertama itu dimana kita bertobat, pada bulan pertama ketika kita meninggalkan kejahatan kita, pada bulan pertama itu ketika kita meninggalkan segala kebiasaan yang tidak baik, pada bulan yang pertama kita tinggalkan segala sesuatu, kita datang kepada Tuhan. Pada saat itu Tuhan memberkati saudara dengan hujan awal dan hujan akhir sekaligus. Terserah mau percaya apa tidak tapi Tuhan akan memberi berkat ini.

 

Yang ketiga,

 

2:22 Jangan takut, hai binatang-binatang di padang, sebab tanah gembalaan di padang gurun menghijau, pohon menghasilkan buahnya, pohon ara dan pohon anggur memberi kekayaannya.

 

Maaf kalau Tuhan gambarkan Israel seperti binatang. Maksudnya domba.

 

Umpamakan saudara domba, memang domba kesukaannya itu adalah rumput yang hijau. Begitu saudara lihat di depan saudara ada padang rumput yang terbuka semuanya hijau, apa saudara akan makan sedikit-sedikit? Tidak. Saudara akan makan sampai kenyang. Berkat yang ketiga ini jangan takut sebab ada persediaan. Ketika anggur habis, orang ribut, Maria datang ke dapur, mereka kehabisan air anggur. Yesus bilang: Ambil air biasa. Isi ini buyung enam buyung. Satu buyung ini berapa ratus liter. Ada persediaan makanan.

 

Apa kata Yesus? Jangan kamu takut apa yang kamu makan, apa yang kamu minum, jangan takut. Lihat burung di udara, dia tidak menanam dia tidak menuai, Tuhan pelihara. Jangan takut makan saudara, Tuhan punya persediaan makanan. Padang di hadapan saudara padang rumput yang hijau. Asal kita bertobat, asal kita kembali kepada Tuhan. 

 

Berkat yang keempat, 


2:24 Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak.

 

Dua kali ganda lagi. Akan ada kepenuhan. Siapa yang ikut family camp masih ingat pendeta Jerry Stop memakai gelas. Kalau gelas itu diisi setengah, tidak bisa disebut penuh. Tapi kalau diisi 3/4 suguhin ke tamu bisa disebut penuh. Tapi yang maksudnya penuh itu sampai luber keluar. Akan ada berkat Tuhan yang luber. Terima kasih, saya bilang Tuhan, di akhir zaman justru Tuhan mau memberkati kita dengan limpahnya luber, dibedakan dengan orang dunia. Sampai Dia bilang begini, yang pertama akan ada kepenuhan tempat pengirikan gudang penuh dengan gandum dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak.   

 

Ketika orang Samaria menolong orang yang dipukul jatuh dari Yerusalem, turun ke Yerikho, disiram dengan anggur dan minyak, baru dibebat lukanya. Di dalam kitab Wahyu, nanti gandum satu genggam satu dinar harganya, jelai tiga genggam satu dinar harganya. Satu dinar itu kerja orang satu hari. Tapi minyak dan anggur jangan kamu rusakkan. Di akhir zaman, akan ada janji Tuhan bagi kita, akan kita alami, anggur dan minyak tidak akan dirusakkan. Saudara kalau punya anggur dan minyak Roh Kudus ini, tidak akan dirusakkan. Sebab Dia yang akan memenuhi saudara.

 

Maaf ya saya pakai istilah begini, saudara akan makan sampai penuh, sampai bersendawa ... itu janji Tuhan. Saudara makan sampai penuh sampai kenyang. Akan ada kepenuhan. Saya sedih kalau dengar anak Tuhan makan dua hari sekali, sehari sekali. Tapi juga saya sedih kalau dengar anak Tuhan makan sehari delapan kali. Nggak ada kenyangnya. Tapi janji Tuhan sepenuh-penuhnya. Tuhan kita tidak itungan, saudara. Tuhan kita nggak pernah membangkit-bangkit kalau memberi berkat. Yakobus  

 

1:5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, - yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit -,maka hal itu akan diberikan kepadanya.

 

Tuh, Tuhan kita itu tidak pernah membangkit. Dari siapa itu matahari? Nggak pernah. Siapa yang ngairin sawah, kalau bukan Aku kirim hujan, tidak pernah Dia ngomong begitu. Dia memberi dengan murah hati. Nggak itungan. Saudara apa senang memiliki Tuhan yang tidak itungan?

 

Saudara mari kita dengar kata-kata dari anak yang terhilang. Dia bilang begini waktu dia di kandang babi. Mau makan ampas babi dia nggak bisa, dia ngomong begini: Betapa banyaknya bujang-bujang bapaku yang makannya berlimpah-limpah. Saudara, itu baru pembantunya. Pembantunya makannya berlimpah-limpah. Saudara adalah anak-Nya. Kita semua adalah anak Tuhan. Tuhan janji, masa Bapa kita kaya, anak-Nya di dalam kekurangan? Tidak mungkin. Kalau kita bertobat meninggalkan segala kejahatan, pasti Tuhan punya janji akan kita alami, kita akan mengalami kelimpahan demi kelimpahan. 


Kalau bisa bahasa saya, saya ceritain bagaimana Tuhan membuka itu rahasia, nanti di depan itu bakal ada apa, saudara itu orang yang paling beruntung ikut Yesus. Kita orang yang beruntung karena Yesus. Jadi dalam ayat ke-24, yang keempat itu, ada kata penuh dan ada kata kelimpahan anggur dan minyak. Luber. Anggur luber, minyak luber.

 

Yang kelima, ayat 25,  


2:25 Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu.

 

Kata memulihkan dipakai kata, restore ... diperbaiki. Wakil Presiden kita berkata, Padang memerlukan 5 trilyun dan 2 tahun baru bisa kembali seperti dulu. Untuk memulihkan, merestori kepada keadaan yang seperti dulu. Tapi dengar janji Tuhan.  

 

2:25 Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu.

 

Adakah di antara saudara mengalami tahun-tahun di mana saudara rugi? Ada tahun 2005 saya rugi. 2006 rugi. Ada yang rugi nggak? Yang usahanya rugi nggak untung, nggak balik modal, ada nggak? Kalau ada di antara saudara yang usahanya rugi pada tahun 2005, pada tahun 2006 aduh susah dagangan teh kurang payu, jualan di pasar banyak saingan, kenapa penjualan jadi kurang, penjualan jadi menurun, apa kata Tuhan? Aku akan memulihkan! Jadi dirapel yang rugi berapa, rugi tahun ini berapa, 2009 Aku kembalikan sama kamu sekaligus empat tahun berkat Tuhan. Tidak ada yang rugi ikut Tuhan. Untung besar. Ini janji Tuhan loh, dipelihara. 

 

Yang keenam,


2:26 Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.

 

Ada orang yang dikasih berkat yang besar masih belum puas. Ada orang dikasih berkat rumah gede nggak puas, ada yang dikasih sederhana kecil dia sudah puas. Itu kepuasan itu ada di hati saudara. Saudara, kalau kita sudah puas dengan keadaan kita, sudahlah cukup. Ada kepuasan sebab Tuhan memperlakukan saudara dengan ajaib.
 

Yang terakhir,

 

2:26 ...; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.

 

Ayat yang lain, engkau tidak dipermalukan lagi. Tuhan tidak izinkan engkau dipermalukan. Ada haleluyah, saudara? Saudara tidak akan dipermalukan lagi. Ke manapun saudara pergi ada janji dari Tuhan: Engkau tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya. Tidak dipermalukan. Bersaksi tidak malu, maju ke depan. Menyanyi ... tidak malu menyanyi. 

 

Gimana budak teh? Sudah dokter, sudah insinyur. Untung boga anak teh balalegeur, mararaju. Puji Tuhan.

 

Saudara tidak usah kaya perempuan Samaria timba air musti siang-siang jam 12 tengah hari, nggak usah. Nggak malu lagi. Mau ke mana? Gereja. Bawa Alkitab tidak malu lagi. Dulu mah musti dibungkus sama koran. Ditanya, ci rek kamana? Ah, nggak. Itu bawa apa? Kue cina. Jangan malu lagi. Di dalam Yesus kita mempunyai keberanian. Ayat yang paling terakhir, sebelum perjamuan kudus. Roma

 

1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

 

Aku tidak malu mengaku Injil. Rek kamana, ko? Gereja. Oh, geus kristen? Geus, rek milu, hayu. Kitu. Tidak malu. Ci, kamana? Gereja, biasa tiap minggu.

 

Saudara, jangan malu mengaku Injil karena ini kuasa Tuhan yang merubah segala suasana - yang susah jadi senang, yang lemah jadi kuat, yang sakit jadi sembuh, yang tertutup jalan dibuka jalan, yang tidak bisa menjadi bisa, yang mustahil menjadi tidak mustahil ... karena dia adalah kuasa Allah yang mendatangkan selamat. 

 

Kalau kita bertobat, tujuh berkat ini menjadi bagian saudara. Para pelayan perjamuan maju ke depan.

 

-- o --   

Minggu, 11 Oktober 2009

HASIL KARYA ROH KUDUS

II Korintus


3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

 

Sore ini saya ingin berbicara mengenai hasil karya dari Roh Kudus. Saudara, seringkali kita dengar banyak tentang Bapa. Bapa kami dalam sorga. Kita sebut Bapa. Dan kita dengar banyak tentang Yesus. Tapi kita kurang mendengar tentang Roh Kudus. Roh Kudus adalah Roh yang memerdekakan. Itu sebabnya dalam ayat ke-17,

 

3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
 

Berbahagialah kalau kita sudah mengalami pengalaman dengan Roh Kudus ini.

 

Sore ini saya ingin membagi karya Roh Kudus dalam dua bagian yang besar. Yang pertama, karya Roh kudus yang kita bisa lihat dengan mata kita. Yang kedua, karya Roh Kudus yang ada di dalam hati kita. Baik di luar maupun di dalam, Dia berkarya.  

 

Roh Kudus bekerja dalam dua ladang, yaitu di luar dan di dalam. Atau, lebih tepat kita bisa lihat karya Roh Kudus dengan mata kita, yang kedua kita bisa rasa karya Roh Kudus dengan hati kita. 

 

Kita mau lihat yang pertama dulu. Yang pertama jikalau Roh Kudus bekerja dalam hidup seseorang, kita bisa lihat dari perubahan dalam hidupnya. Tidak ada rasul, tidak ada pendeta, tidak ada nabi, tidak ada manusia bisa robah diri manusia. Tidak ada. Tetapi Roh Kudus, Dia yang merubah. Tuhan lihat perubahan. Kalau berubah itu begini. Asalnya putih jadi biru. Asalnya biru jadi kuning. Asalnya kuning jadi hijau. Itu berubah. Tapi kalau kita ikut Tuhan dari pertama sampai sekarang kita punya warna kuning terus begitu, tidak berubah. Yang tidak berubah cuma Tuhan Yesus  Tuhan Yesus tidak berubah ... 

 

Tapi kita sebagai orang kristen itu harus berubah. Di dalam ayat ke-18,

 

3:18 ..., maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

 

Kata 'dalam kemuliaan yang semakin besar' di dalam bahasa Inggris, from glory to glory ... dari kemuliaan kepada kemuliaan. Jadi kalau saudara di sini saudara berubah, tiba-tiba saudara naik, berubah, kepada kemuliaan lain. Naik lagi, berubah lagi, kepada kemuliaan yang lain. Naik lagi berubah lagi kepada kemuliaan yang lain. Maka satu kali kelak, saudara akan jadi sama dengan gambarnya Tuhan. Kita akan serupa sama seperti Dia. Tapi kita harus berubah. I Yohanes


3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Ternyata Tuhan itu adalah kita punya tujuan, kita punya target itu Tuhan. Kita di sini, kita orang berdosa; Dia di sini, Dia hidup dengan kekudusan. Oleh kasih-Nya, kita diselamatkan. Lalu kita berubah dari kemuliaan kepada kemuliaan, dari kemuliaan kepada kemuliaan ... sampai kita sama dengan gambarnya Tuhan. Ini bukan saya yang ngomong, ini firman Allah. Jadi apa karya Roh Kudus yang kita bisa lihat dengan mata? Orang itu berubah. 

 

Di Jakarta banyak ibu-ibu yang kulitnya ditarik supaya kencang. Kantong mata ini dioperasi, dihilangkan. Ini dijeksi Butox biarin mahal nggak apa-apa, sampai nggak ada garis-garis. Ada ibu yang kaya, dikencengin semua. Apa yang orang lain bilang sama dia? Eh, kenapa kamu berubah mukanya? Kamu robah loh, kelihatan lebih muda. Kamu berubah. Itu adalah perubahan luar.

 

Tapi kalau Tuhan bekerja, dia mengadakan perubahan di dalam. Perubahan di dalam ini direfleksikan kepada perubahan yang di luar. Siapa yang mau berubah? Bukan dari baik jadi jahat tetapi dari jahat jadi baik, dari baik jadi lebih baik. Kalau kita tidak berubah, itu berarti saudara belum ada Roh Kudus di dalam saudara yang bekerja. Perubahan itu dikatakan oleh rasul Paulus dalam Efesus   

 

4:17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
4:19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. - Jangan heran karena di luar Kristus kita belum tahu Tuhan, kita belum dengar firman Allah, kita belum mendengar pelajaran firman Allah. 
4:20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.
4:21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

 

Kata menanggalkan manusia yang lama, itu dipakai kata membuka pakaian. Kubuka jubahku yang lama .. Ku pakai jubah barulah. Yang lama kehidupan hawa nafsu dibuka, karena apa? Dia akan membinasakan, ayat 22.

 

4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,

 

Itu sebabnya di sini saya lihat banyak kaum muda saya ingin bicara khusus untuk kaum muda: Hati-hati dengan obat bius, hati-hati dengan narkoba. Sebab jangan ingin coba narkoba, jangan ingin ngasaan. Sebab satu kali saudara coba, ketagihan. Dan ketagihan itu akan membuat saudara pada akhirnya mati.

 

Saya berkhotbah di depan peti mayat seorang hamba Tuhan umur 40 tahun yang sudah lepas dari narkoba. Masuk sekolah alkitab kami, jadi hamba Tuhan yang baik. Temannya datang lagi dan bilang, ini gratis buat kamu, coba lagi. Padahal dia sudah lepas. Orang tua keluar banyak uang ketika dia dilepaskan itu oleh dokter. Dia coba lagi. Begitu coba, langsung meninggal. Demikianlah kalau manusia lama kita mau pakai terus, kita akan mati. Dibawa kepada kebinasaan. Manusia lama itu harus dibuang. Ditanggalkan. Jangan dicuci, jangan, buang saja ke tempat sampah. Bakar. Manusia lama, adat yang lama, karakter yang lama, tinggalkan. Supaya, ayat 23,    

 

4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,

 

Ini pekerjaan Roh Kudus di dalam kita tapi terefleksi keluar.
 

4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

 

Bagaimana sih manusia baru itu, seperti apa manusia baru itu? Diterangkan oleh rasul Paulus,

 

4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
4:26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
4:27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
4:28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.
4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

 

Kata perkataan kotor dalam bahasa Inggris, perkataan yang merusakkan. Kita ngomongin orang, itu bukan urusan kita, kita ngomongin dia, dia begini begini begini. Yang rusak bukan dia, saudara. Yang rusak saudara. Yang difitnah kalau dia nggak dengar, dia nggak apa-apa. Saudara ngomongin, dia nggak rusak ... saudara yang rusak.

 

Maka dalam pakaian yang baru, jangan berkata yang merusakkan, jangan ada perkataan kotor keluar dari mulutmu tapi pakailah perkataan yang baik. Ada satu kata yang tidak ada dalam bahasa Indonesia. Perkataan yang baik, yang dibutuhkan untuk mengangkat orang yang mendengarnya, untuk membangun orang.

 

Jadi sekarang yang dibutuhkan oleh Tuhan bukan perkataan yang rusak tapi perkataan yang baik. Selama saya mengatakan hal yang baik, sehatlah saya. Tidak akan ada penyakit, sehatlah saya. Sehat juga saudara kalau kita selalu mengatakan yang diperlukan, yaitu yang baik. Yang kotor tidak diperlukan. Tapi kenapa kita suka ngomong yang kotor? Karena masih juga yang lama kita pakai. Kalau juga yang lama dibuang, kita pakai perkataan yang diperlukan, yang baik, yang dibutuhkan. Sehingga orang yang mendengarnya beroleh kasih karunia. 


4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

 

Bayangkan semua yang mendukakan Roh Kudus ini dosa apa? Dari mulut semua. Coba kita baca.

 

4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

 

Lima dari mulut, satu dari perbuatan. Kalau kita mengata-ngatai seorang yang tidak baik, Roh Kudus itu didukakan. Kalau saudara ngomongin orang, saudara sebagai tubuh Kristus, Roh Kudus didukakan. Kalau saudara ngomongin orang, Roh Kudus didukakan, dan saudara sendiri dirusakkan.  


4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

 

Saya dididik untuk menghormati orang yang lebih tua dari saya secara umur dan menyayangi mengangkat membela mereka yang lebih muda dari saya secara umur untuk maju untuk menggapai cita-citanya. Ada peribahasa: Age first, duty second. Artinya, umur nomor satu, pekerjaan nomor dua. Saya disebut oleh saudara, bapak gembala. Saya menggembalakan sudara. Saudara menghormati saya, saudara memberi loyalitas saudara kepada saya karena saya gembala. Saudara taat kepada apa dinasehati, apa yang saya punya bimbingan begini, saudara taat karena saya gembala. Tapi dalam soal usia, saudara lebih tua satu tahun saja dari saya, saya harus menghormati saudara.

 

Imamat berkata, engkau harus menghormati orang yang rambut putih, artinya yang muda harus menghormati yang tua. Dulu kalau papa saya lagi ada tamu, lagi ngobrol, saya mau lewat, susah benar saya lewat. Kalau saudara mempunyai pakaian yang lama, nggak ada itu istilah kesopanan, mau-maunya gua. Tetapi ketika saudara pakai pakaian yang baru, saudara sayang orang tua, saudara hormat sama papa sama mama. Kalau dapat rezeki datangin papa mama, pengen makan apa? Mumpung masih hidup. Jangan sudah mati, dijejerin apel. Sudah jadi tengkorak mau disuruh makan apel apa. Lagi hidup, ma mau dodol?     

 

Yang kedua, apa yang kita bisa lihat dengan mata kepala kita Roh Kudus yang bekerja, itu dari kesaksian mereka. Yohanes


15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

 

Lihat, Roh Kudus adalah Roh Kesaksian. Tetapi kamu juga, katanya jemaat - saudara dan saya -, kamu juga harus bersaksi. Dan kalau kita bersaksi, kita bisa bersaksi dengan tingkah laku, kita bisa bersaksi dengan perkataan. Kalau di gereja kita bisa bersaksi dengan kesaksian yang kedengaran atau saudara tidak ada apa-apa tapi saudara bisa menyanyi, saudara menyanyi. Banyak saya dengar suara saudara bagus-bagus tapi tidak pernah mau menyanyi.

 

Saya yakin Tuhan tidak dengar suara saudara, Tuhan lihat hati. 

 

Saya berdoa - saat saya menjenguk seorang yang sakit -, dalam kapasitas Roh Kudus bekerja untuk saya bersaksi. Dan saya bersaksi dengan doa saya. Kalau saudara ngajak makan tiga orang dia belum anak Tuhan tapi saudara digerakkan oleh Roh Kudus: Boleh nggak saya berdoa dulu untuk kamu semua? Kalau boleh saudara berdoa. Ketika saudara berdoa, saudara sudah bersaksi. Jangan saudara kalau berdoa, malu. Di restoran pura-pura pakai topi, topi dikebawahkan. Saudara jangan malu, dalam nama Yesus kita berdoa. Haleluyah. Saya minta izin dulu. Boleh? Boleh. Dalam nama Yesus, amin, keluar air mata. Saya yakin dia mengalami damai sejahtera dari Tuhan. Saudara akan bisa bersaksi. Itu teman yang saya jenguk sudah 43 tahun tidak ketemu.     

 

Saudara ada yang lebih lagi, sudah 45 tahun serumah tapi tidak pernah diajak ke gereja. Nggak pernah didoakan. Doakan mama. Itu yang kelihatan mata. Jadi kalau saya lihat orang itu bersaksi, dan bersaksinya padat berisi, terima kasih Roh Kudus bekerja di dalam dia. Yang kedua, Roh kudus bukan bekerja di luar ... Roh Kudus bekerja di dalam hati saudara. I Korintus 


3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
3:17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.
 

I Korintus


6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, - dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

 

Makan pakai ukuran supaya tubuh kita sehat. Jangan makan teh gimana nanti, jangan. Tapi balikkan ... nanti gimana. Kalau di bawah 40 tahun saudara masih mau makan, silahkan makan. Tetapi kita harus ingat, badan ini rumah Roh Kudus. Kalau saudara ada orang penting dia tinggal Cipanas, saudara disuruh jagain rumah dia, bungalownya. Ini rumah saya kamu tolong jaga. Apa saudara tinggalkan begitu saja? Saudara digaji tiap bulan ditinggalin aja begitu? Tidak. Saudara lihatin, saudara bersihin. Semua yang jelek-jelek yang kotor-kotor semua dibersihkan, karena saudara tahu ini bukan rumah saya, ini rumah dia.

 

Tubuh saudara bukan saudara punya, Tuhan punya! Roh Kudus diam di dalam hidup saudara. Maka saya bukan bawel ngomong jangan merokok, bukan. Karena saudara ngotorin rumah Tuhan. Itu paru-paru dari Tuhan, saudara kotori.

 

Tapi kalau yang sudah berpakaian yang baru oh, ini rumah Roh Kudus. Saya harus pakai yang baru. Maaf ya, kalau ke gereja pakailah odorono avon di sini, jadi kalau kita ke gereja wangi semua. II korintus 

 

6:15 Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?
6:16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.
6:17 Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.
6:18 Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa."

 

Kalau kita sudah tahu bahwa kita memakai jubah yang baru. Kalau saudara pakai baju baru, coba saya mau tanya, apa reaksi saudara pertama ketika saudara pakai baju baru?

 

Kalau saudara punya baju baru biasanya ke kaca. Kalau kita sudah memakai jubah yang baru, kita berkaca sama cermin, sudah bagus atau belum. Oh, belum bagus. Oh, masih bawel. Oh, saya masih itungan, ampuni. Dipantes-pantesin. Malam hari ini saudara sudah dengar firman Allah. Kita berkaca. Saya berkaca, saudara berkaca, saya sudah betul nggak. Tuhan, saya sudah betul nggak. Saya itu lebih berat karena saya ngajar saudara. Tuhan saya sendiri ngajar ini, saya sendiri sudah benar belum?

 

Kalau saudara lagi ngaca, tiba-tiba ada remeh di pipi, apa saudara biarkan? Tidak, saudara buang. Kalau ada sesuatu yang tidak baik, lekas buang. Itu tidak baik. Lihat di Padang. Satu anak dia tergencet kakinya, dia potong, dia gergaji kakinya sendiri supaya dia bisa lepas. Karena kalau dia tidak potong, dia tidak bisa keluar.

 

Malam hari ini Tuhan menyayangi kita, Tuhan mengasihi kita, dan Tuhan ingin tinggal di dalam hidup kita. Dia ingin bertabernakel di dalam hidup ktia. Biarlah nampakkan keluar, kasih lihat keluar bahwa semua pengikut Tuhan itu baik. Tolong pemain musik. 

 

-- o --   

Minggu, 18 Oktober 2009

YANG LEMAH BAIKLAH BERKATA: AKU KUAT!

Mari kita buka Alkitab kita dari kitab Yoel

 

3:9 Maklumkanlah hal ini di antara bangsa-bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju!
3:10 Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!"
3:11 Bergeraklah dan datanglah, hai segala bangsa dari segenap penjuru, dan berkumpullah ke sana! Bawalah turun, ya TUHAN, pahlawan-pahlawan-Mu
3:12 Baiklah bangsa-bangsa bergerak dan maju ke lembah Yosafat, sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru.
3:13 Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian; marilah, iriklah, sebab sudah penuh tempat anggur; tempat-tempat pemerasan kelimpahan, sebab banyak kejahatan mereka.
3:14 Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan!
3:15 Matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya.
3:16 TUHAN mengaum dari Sion, dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya, dan langit dan bumi bergoncang. Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel.
3:17 "Maka kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, adalah Allahmu, yang diam di Sion, gunung-Ku yang kudus. Dan Yerusalem akan menjadi kudus, dan orang-orang luar tidak akan melintasinya lagi.

 

Puji Tuhan. Yoel pasal 1 bercerita tentang kehancuran dan seruan dari nabi Yoel untuk umat Allah supaya bertobat. Yoel 2 berisi tentang janji-janji kepada yang bertobat. Yoel 3 adalah Tuhan punya permohonan kepada saudara dan kepada saya.

 

3:9 Maklumkanlah hal ini di antara bangsa-bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju!

 

Sebelum Tuhan memberkati saudara, Dia 'menantang' kita. Dia mau memberkati kita kalau saudara dan saya menerima tantangan-Nya. Bukan tantangan untuk ribut, bukan. Coba, kata-Nya, Dia bilang begini:

 

3:9 ... bersiaplah untuk peperangan,

 

Apa saudara siap untuk perang? Karena kalau tidak siap untuk perang tidak akan ada berkat. Perang ini bukan melawan orang luar tetapi melawan diri kita sendiri. Dikatakan,  

 

3:9 ... gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju!

 

Pahlawan adalah jemaat Tuhan yang sudah lama di dalam Tuhan, mengalami pasang surutnya peperangan iman, mengalami angin ribut badai tetap ikut Tuhan, mereka disebut pahlawan. Sedangkan prajurit adalah mereka yang baru masuk baru mengenal Tuhan, jiwa-jiwa baru, baru belajar dari hal-hal alif batanya firman Allah. Jiwa baru, jiwa yang berharga, jiwa yang mahal yang baru belajar itu dipanggil oleh Tuhan sebagai prajurit. Baik pahlawan maupun prajurit diminta oleh Tuhan untuk maju.

 

Saudara adalah pahlawan dan prajurit. Saya tidak tahu yang mana pahlawan yang mana prajurit tetapi saya mau tanya: Saudara siap untuk maju apa tidak? Amin?  


3:10 Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!"

 

Tempalah mata bajak. Mata bajak adalah untuk sawah, untuk membajak sawah supaya tanahnya dikerjakan. Ini bisa dikerjakan kalau lagi aman. Tidak ada peperangan. Kita bajak sawah sebab semuanya aman. Sekarang bajak yang dari besi itu disuruh ditempa, disuruh dirubah bentuknya dari ini menjadi pedang, untuk perang. Mata bajak yang untuk aman dirubah menjadi pedang untuk perang. Lalu pisau-pisau pemangkasmu ditempa lagi dirubah lagi menjadi tombak untuk perang.

 

Saudara lihat, dari yang pasif menjadi yang aktif. Yang ketiga ini yang penting: Orang yang tidak berdaya. Bahasa Inggris, biarlah yang lemah itu ngomong ... yang lemah pasif, bicara: Aku ini pahlawan. Terjemahan lain, aku ini kuat.

 

Coba saudara bayangkan, kita ini lemah tapi diminta ngomong: Aku ini kuat. Ini bukan saya yang ngomong ... Tuhan.

 

Jadi perang ini perang melawan diri sendiri karena mulut kita suka ngomong di sini: Ya, kita susah ... ya, kita lemah ... ya, tokonya sepi ... ya, jualan nggak laku. Sekarang mah susah. Ini susah ... itu susah. Nah, itu Tuhan tidak suka. Rubah. Ngomong kiri kanan, mari kita berubah. Mau berubah, saudara? Dari apa? Yang lemah berkatalah: Aku kuat. Toko sepi tapi ngomonglah: Toko diberkati. Kurang, ngomonglah: Aku cukup di dalam Tuhan. Ini yang diminta oleh Tuhan. Cuma ini.  

 

Kalau saudara ketemu orang pagi-pagi, saudara ngomong apa? Selamat pagi. Saudara pernah ngomong, celaka pagi? Dari situ kita musti belajar, selamat pagi. Ketemu siang, selamat siang. Kalau tanya sama teman yang sudah lama nggak ketemu, kumaha cageur? Cageur. Kumaha geuring? Ngga kan. Kita belajar. Kita mengatakan yang positif. Kita tidak tanya, berapa mobilmu, berapa motormu, berapa rumahmu, berapa hektar tanahmu? Tidak. Sudah punya berapa cucu? Yang positif, yang baik, yang kita katakan. Yang lemah hendaklah berkata, aku kuat. Yang lemah hendaklah berkata, aku pahlawan. Itu saja yang Tuhan minta. Hari depan saudara begini. Kita terus. Yoel   


3:11 Bergeraklah dan datanglah, hai segala bangsa dari segenap penjuru, dan berkumpullah ke sana! Bawalah turun, ya TUHAN, pahlawan-pahlawan-Mu
3:12 Baiklah bangsa-bangsa bergerak dan maju ke lembah Yosafat, sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru.
3:13 Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian; marilah, iriklah, sebab sudah penuh tempat anggur; tempat-tempat pemerasan kelimpahan, sebab banyak kejahatan mereka.

 

Jadi kalau ada yang jahat, pasti akan dihakimi. Bukan kita. Kita tidak ada hak untuk menghakimi. Orang jahat sama kita, nanti Tuhan hakimi. Kalau saudara ikuti pembacaan tadi, turun pahlawan-pahlawan-Mu Tuhan. Dari atas gunung tentu kalau turun. Turun ke Lembah Yosafat. Sebab di sana Tuhan akan menghakimi. Dia akan membenarkan dan menyalahkan itu di lembah.

 

3:13 Ayunkanlah sabit, ...

 

Sabit selalu menuai gandum. Tetapi di sini anggur. Anggur kalau pakai sabit hancur, saudara. Ini bicara tentang murkanya Tuhan. Tuhan itu bisa murka, Tuhan itu bisa marah. Memang Dia panjang sabar, memang kasih setianya dalam, tinggi dan lebar tak terukur tapi Dia itu bisa murka. Berikut. 

 
3:14 Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan!

 

Dalam bahasa Inggris bukan lembah penentuan tapi lembah keputusan. Saya tahu ada jemaat di sini saya tahu, Roh Kudus bilang, tapi saya tidak tahu yang mana, ada orang yang senang ke gereja tapi belum mengambil keputusan. Ikut Yesus adalah mengambil keputusan. Ikut Yesus mengambil keputusan. Untuk dibaptis memerlukan keputusan Mengikut Yesus .. Keputusanku ..  Mengikut Yesus .. Keputusanku ..  Ku tak Ingkar .. Ku tak Ingkar.

 

Jadi saya tak bisa paksa orang dan nggak boleh ayo kita ke gereja nggak bisa. Orang itu musti ambil putusan ya saya mau ikut ya saya mau terima. Memang untuk mengambil keputusan itu harus dipikir dipikir dipikir. Tetapi di dalam Tuhan mengambil keputusan musti cepat mengambil keputusan. Harus cepat saudara.

 

Lembah itu tempat yang rendah. Jadi dua gunung, lembah. Disebut lembah keputusan. Jangan berat mengambil keputusan. 

 

Dan ternyata Tuhan ada di lembah itu.

 

3:14  Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan!

 

The valley of decision, di lembah keputusan. Jadi saudara-saduara yang belum mengambil keputusan, mari ambil keputusan, ah saya mau ikut Yesus Mengikut Yesus .. Keputusanku ..  Saya dibaptis .. Keputusanku .. Saya sembahyang .. Keputusanku ..  Baca Alkitab .. Keputusanku .. Semua keputusan saudara.

 

Keputusan saudara. Sebab hari Tuhan sudah dekat. Di lembah keputusan. Kalau kita masih di gunung masih jaya masih istimewa, diajak ngambil keputusan itu ah, apa sih keputusan. Saya mau tanya sekarang: Keputusan apa yang diminta oleh Tuhan? Yang lemah berkata: Aku kuat. Itu keputusannya.

 

Mulai hari ini saudara musti ngambil keputusan, saya tidak mau ngomong negatif lagi. Kalau ada yang ngomong tuh si itu tuh ... sudah, urusan dia, saya ambil putusan tidak mau ikut campur. Si itu kepilih jadi menteri, dia mah jelek ... bukan urusan kita, urusan SBY. Mau apa kita ikut campur kenal juga nggak. Miyabi, Miyabi. Ah, dari pada Miyabi lebih baik ngurus mie yamien saja. Manohara ... bukan urusan kita. Huru hara ... bukan urusan saya. Urusan saya, yang lemah berkata: Aku kuat. Jangan ada lagi yang ngomong, ah saya mah jelek saya mah goreng. Jangan. Saudara itu ganteng dan cantik di hadapan Tuhan karena kita yang lemah berkata: Aku pahlawan!

 

Sudah ambil putusan apa belum? Susah ... jangan ngomong susah.

 

Nah, ibu mertua saya sedang ada sakit. Dia diperiksa oleh dokter syaraf dan dokter tulang. Ada syarat yang kejepit. Jadi diperiksa dua dokter. Dokter pertama dokter kedua. Selalu bergerak: Aduh ... aduh. Dokter ngomong begini saudara: Tante, jangan sedikit-sedikit aduh, sedikit-sedikit aduh, jangan. Jangan kebanyakan duduk, jalan. Harus seimbanglah. Jalan, duduk. Jangan sedikit-sedikit, aduh. Sekarang Dokter Yesus ngomong sama kita: Jangan ngomong sedikit-sedikit hese ... sedikit-sedikit hese, sedikit-sedikit susah, jangan. Jangan ngomong lemah, jangan ngomong susah, jangan ngomong jelek. Jangan. Selalu baik, baik, selamat, diberkati Tuhan, haleluyah, cukup berkelimpahan, Tuhan memberkati saya, tidak ada yang kurang, semua baik semua baik semua baik. Semua baik .. Semua baik .. 

 

Kalau saudara nyanyi Semua Baik, lalu ngomong: Susah ... saudara munafik. Semua baik ... ngebohong sama Tuhan. S'mua baik ... tapi hese, jangan. Kita ngomong terima kasih Tuhan, semua baik ... semua baik.

 

Nah, itu yang penting, hidup saudara itu berarti. Saudara bukan orang biasa, saudara bukan penduduk Cianjur saja, tidak, saudara adalah berarti di pemandangan Tuhan. Makanya saudara tidak boleh bilang aku lemah tapi aku ini pahlawan. Jangan bilang aku kurang tapi aku diberkati, semua ada dalam keadaan yang baik. Puji Tuhan.   


3:15 Matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya.
3:16 TUHAN mengaum dari Sion, dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya, dan langit dan bumi bergoncang. Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel.

 

Tuhan digambarkan dalam perjanjian baru sebagai anak domba tetapi dalam perjanjian lama Dia digambarkan sebagai singa. Singa kalau mengaum, itu 2 kilometer bisa didengar. Zebra yang sedang minum air, hanya dengar aumannya saja, singanya masih jauh ... sudah ribut. Hanya dengar aumannya saja. Apalagi kalau Tuhan yang mengaum. Saudara, kita punya Pembela itu luar biasa. Lihat.

 

3:16 ..., dan langit dan bumi bergoncang. Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel.

 

Ada kata tetapi. Tetapi itu untuk menerangkan Dia itu kepada saudara.

 

3:16 ... Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, ...

 

Bahasa Inggris bukan tempat perlindungan ... a shelter. Shelter itu kalau di kota besar tempat perhentian bus. Ada orang suka berkumpul di sana duduk-duduk tunggu bus datang. Lalu di atasnya ada shelter. Kalau hujan, saya mau tanya, mereka kehujanan apa tidak? Tidak. Kalau panas mereka kehujanan apa tidak? Tidak. Itu fungsinya shelter. Tuhan mau jadi shelter buat saudara, Tuhan mau jadi shelter buat umat-Nya.

 

Saudara mau pilih shelter atau mau pilih rumah sakit yang termahal? Mending shelter.

 

Orang yang di shelter bisa lihat hujan nggak? Bisa. Ini kesusahan datang kita lihat, oh ada kesusahan, tapi kita dilindungi. Kita lihat panas, kita lihat orang kepanasan, kita lihat tapi saudara teduh, ... ini hebatnya Tuhan kita. Dia bikin shelter buat saudara. Kalau tidak ada shelter dari Tuhan, saudara akan hidup di dalam hal yang merana. Saya mau beritahu sore hari ini, jangan takut. Sebab Tuhan yang ngomong. Tuhan akan menjadi shelter, tempat berteduh.   

 

3:16 ..., dan benteng bagi orang Israel.

 

Dalam bahasa Inggris bukan benteng, kekuatan ... and the strength of the children of Israel. Haleluyah. Dia bukan hanya shelter tapi juga Dia kekuatan kita. Yesus dengan kekuatannya Roh Kudus lebih hebat dari ginseng, lebih hebat dari jamu cap Jago, lebih hebat dari pil anti tua, lebih hebat dari pil panjang umur. Sebab Dia kekuatan kita. Maksudnya saudara nggak usah panco tetapi saudara kuat di dalam hati kita, kita tabah menghadapi segala sesuatu sebab Tuhan kekuatan kita, amin saudara?

 

Kenapa itu Daud yang kecil, berani menghadapi Goliat yang besar? Karena dia bilang: Goliat, kamu datang dengan tombak dan tameng tapi aku datang dengan nama Tuhan. Nama Tuhan adalah tempat kita shelter berteduh, juga Dia adalah kekuatan kita. Yesus kekuatanku dalam hidup ini .. Yesus kekuatanku menghadapi semua ..

 

Bukan gereja, bukan pendeta kekuatan saudara. Bukan nabi tapi Tuhan Yesus Kristus. Ambil putusan sekarang. Tidak lagi ngomong lemah, tidak lagi ngomong kurang, tidak lagi ngomong susah tetapi ngomong: Aku ini pahlawan. Aku lebih dari pemenang, lebih dari pemenang, lebih dari pemenang.

 

Pemain musik.

 

-- o --   

 

Minggu, 25 Oktober 2009

TUHAN MEMBERKATI DI LUAR ZONA KENYAMANAN KITA

Kitab Kejadian 

 

28:10 Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran.
28:11 Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.
28:12 Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.
28:13 Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.
28:14 Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
28:15 Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu."
28:16 Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."
28:17 Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga."
28:18 Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya.
28:19 Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus.
28:20 Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,
28:21 sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.
28:22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

 

Mari perhatikan ke depan, saudara.

 

Di dalam Alkitab, Tuhan sering memberkati orang jauh dari rumahnya. Diambil dari rumahnya ke tempat yang jauh, baru Tuhan pakai, Tuhan berkati orang itu. Yusuf. Dia dijual ke Mesir tapi justru di Mesir Tuhan rubah dia menjadi Perdana Menteri. Rut dari Moab. Keluar dari rumah dari Moab tinggalkan Moab ke Bethlehem ke satu tempat yang dia belum tahu seperti apa. Abraham dari Urkasdim disuruh pergi ke satu tempat yang tidak tahu di mana tempat itu. Dan Paulus sebelum ketemu dengan Tuhan, dia lagi jauh dari Yerusalem, karena di Damaskus. Tuhan patahkan Paulus di sana.

 

Kenapa orang yang diberkati oleh Tuhan itu ada di luar rumah?

 

Nampaknya Tuhan mau kita keluar dari suasana kenyamanan, suasana enak, suasana kebiasaan. Biarpun hotel enak bagaimana rupa, lebih enak kita tidur di tempat tidur sendiri. Walaupun di hotel bantalnya bersih putih, lebih senang saudara dengan bantal yang penuh dengan iler asal di rumah sendiri.

 

Jadi banyak orang ada di tempat yang nyaman dan kita tidak mau berubah dari tempat yang itu. Sudah cukup begini, sudah enak begini. Nah, karena sudah keenakan, kita tidak maju lagi, kita tidak berkembang lagi. Karena kita biasa ada di tempat yang enak. Saya perhatikan saja yang sembahyang doa malam dulu banyak. Tetapi ketika semuanya enak semuanya tenang semuanya tidak ada tantangan, sedikit-sedikit berkurang. Orang-orang yang berdoa, sudah tidak berdoa lagi. Kalau saya lihat hari sabtu orang berdoa. Masih ada yang datang jam 4, setengah lima jam lima. Tapi ada yang datang jam 5 kurang seperempat, cuma ngadon nagog, berdiri sebentar lagi. Kenapa? Karena saudara sudah merasa senang, merasa tenang. Dan Tuhan tidak suka ini. Tuhan mau memberkati di luar zona kenyamanan kita. Tuhan akan pakai kita keluar. Dan itu sebabnya Dia gebrak ... dengan problem.

 

Satu anak rajawali begitu dia menetas dia tergantung orang tuanya. Dia sudah berbulu tapi belum bisa apa-apa. Rajawali mengambil mula-mula ular kecil, dikasih kepada anaknya. Makanan yang kecil-kecil. Sudah agak besar, dia boleh menangkap tikus, kelinci kasih. Kalau dia sudah besar, dia bisa tangkap monyet. Rajawali cakarnya besar. Monyet ditangkap satu tangan. Ikan. Supaya anak rajawali ini besar. Tapi anak rajawali ini belum bisa terbang. Karena dia takut, dia tidak tahu memakai sayapnya. Sayap sudah ada, sudah dikepak-kepakkan. Dia tidak bisa terbang.

 

Nah, rajawali itu ada di gunung yang tinggi. Itu anak rajawali sudah nyaman di dekat mamanya. Makanan tinggal terima. Induknya tidak suka itu. Digebrak. Dijatuhkan itu anak rajawali. Langsung dia mulai pakai sayapnya. Turun ke bawah. Jauh dari atas. Ketika sudah hampir ke tanah, secepat kilat induk rajawali menyambar di bawahnya, untuk dibawa lagi ke atas. Dilatih begitu. Tiap hari sampai satu kali rajawali itu bisa terbang.

 

Sekarang saya mau tanya, saudara mau jadi rajawali atau mau jadi kuntul? Kalau kuntul nggak usah terbang, dia di sawah, macokan belut, macokan apa. Tapi kita generasi rajawali, ada haleluyah?

 

Nah Yakub ini dari kandungannya mereka anak kembar. Esau dan Yakub. Waktu dilahirkan Esau itu berbulu tapi Yakub ini putih. Cuma waktu keluar dari kandungan, menurut Kejadian 25, tumitnya Esau dipegang sama Yakub. Jadi nampaknya Yakub sejak kecil pengen ngejar kakaknya ini. Maka ketika mereka bertambah besar, ada pilih kasih di dalam keluarga. Ishak mengasihi Esau, Rahel mengasihi Yakub. 

 

Ini menjadi tanda bagi kita jangan ada pilih kasih di dalam rumah tangga. Tidak boleh ada anak favorit, tidak boleh ada anak mami anak papi. Tidak boleh. Musti anak bersama-sama. Lalu apa yang terjadi? Ketika sudah besar karakter Yakub kelihatan, suka nipu. Dia tahu kakaknya sudah berburu, ko tukarlah hak kesulungan. Hak kesulungan itu penting untuk anak sulung. Yakub bikin sup kacang merah. Esau baru pulang dari berburu, dia lapar dia haus. Aku tidak memerlukan hak kesulungan, aku tukar sama kamu, minta kacang merah. Hanya dengan kacang merah, berpindahlah hak kesulungan dari Esau kepada Yakub. Nggak berhenti di situ, bapanyapun dia tipu.

 

Satu kali dia pakai kulit domba, karena dia tahu kokonya berbulu, lalu dia gede-gedein suaranya: Bapa. Siapa kamu?, bapanya sudah buta. Saya Esau. Padahal Yakub. Kalau suara-suara Yakub tapi kalau tangan memang tangan Esau, berbulu. Padahal itu bulu palsu. Ditipu juga bapanya. Berkatilah saya dengan hak kesulungan. Diberkati dia. Menimbulkan kemarahan di dalam rumah, Esau mau bunuh sama adiknya. Kalau ada penipuan di dalam rumah tangga, kalau ada ketidak-jujuran, kalau ada kecurigaan dalam rumah tangga, pembunuhan bisa terjadi. Jadi si mama kepepet, dia bilang sama Yakub: Yakub, lari! Dia melarikan diri dari persoalan. Dia lari 800 km menuju Haran. Kalau saudara baca ayat 10,

 

28:10 Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran.

 

Padahal Abraham dari Urkasdim lewat Haran pergi ke Bersyeba. Engkongnya. Sekarang cucunya kembali ke Haran. 800 km. Jarak cukup jauh, lebih dari jarak Jakarta-Surabaya. Meninggalkan persoalan. Meninggalkan rumah yang enak. Baru, ayat 11,  
 

28:11 Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.

 

Mari kita renungkan hal ini. Batu itu keras. Tempat dia berbaring itu juga keras. Lain sama di rumah, kasur hangat. Ada selimut, ada bantal, ada tenda, ada nyala api, ada makanan, ada minuman. Sekarang Yakub seorang diri. Memang Yakub arti namanya saja sudah penipu. Yakub sendirian. Dan di tengah malam ketika matahari sumber terang itu terbenam, dia cuma tahu ada batu, dia pegang itu batu. Sesuatu menjadi keras. Pohon yang dia bisa lihat waktu siang menjadi tidak terlihat karena tidak ada terang. Bunga yang dia bisa lihat pada waktu siang tidak kelihatan sebab waktu gelap.

 

Siapa di antara saudara sedang mengalami kegelapan, kangtaw yang biasa kita bisa lihat sekarang tidak bisa kita lihat? Rezeki yang sudah disediakan, itu tidak bisa lihat lagi. Kenapa kok dagangan di seluruh dunia menurun? Sehingga bisnispun gelap. Sehingga untuk menjadi sponsor bagi family camp pun musti papatungan. Sebab keadaan gelap. Penuh kekurangan, kenapa? Itu caranya Tuhan mengajar kita.

 

Saudara, kemapanan membuat saudara tidak aktif. Rasa sudah puas, rasa mapan, saudara tidak aktif. Kejatuhan Daud karena ia sudah merasa mapan, nggak perang lagi. Semua yang merasa mapan yang tidak berjuang lagi, dia kalah dalam peperangan iman. Maka saudara harus berjuang terus. Sama seperti seorang pilot pesawat. Ketika dia harus mendaratkan pesawat di satu lapangan terbang. Dan cuaca malam, awan yang gelap, dia tidak bisa lihat apa-apa. Hanya awan gelap. Dia hanya percaya kepada radar yang ada di depan dia bahwa pesawat tingginya sekian, jarak ke kota tinggal sekian kilometer. Tinggi dari sana dari atas tinggal berapa ribu meter lagi. Kecepatan dikurangi sampai sekian ratus kilometer. Dia tidak tahu di belakang awan ada apa. Karena gelap. Tidak tahu. Walaupun ada lampu dia tidak bisa lihat. Yang dia lihat awan gelap.

 

Begitu juga dengan kita. Ketika kita gelap, ketika kita di tempat kegelapan, kita tidak tahu harus pergi ke mana, kita tidak bisa melihat apa-apa. Tetapi Tuhan pakai luar biasa, dia pakai mimpi.      

 
28:12 Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.

 

Semua gelap. Tetapi waktu dia mimpi, dia lihat ada tangga. Berarti gelap atau tidak? Tidak. Terang. Tampaklah ... berarti dia bisa lihat dalam mimpi malaikat Allah turun naik di atas tangga itu. Tiba-tiba Tuhan berdiri di sana. Yakub mengira dia sendiri. Yakub mengira mama tidak lihat dia, papa tidak lihat dia, kokonya yang mau bunuh dia tidak lihat dia; dia sendirian. Tapi dia kaget, ketika dia lihat tangga itu dan tiba-tiba Tuhan berdiri.

 

Saudara di dalam kegelapan, jangan saudara ngomong Tuhan tidak ada. Apa artinya ayat ini? Ayat ini berarti Tuhan tetap memperhatikan saudara walaupun di dalam kegelapan. Dan ketika Dia berdiri tidak menakut-nakuti bahkan kata-kata Tuhan itu mengangkat, 

 
28:13 Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.
28:14 Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.

 

Kan bapak pendeta tadi bilang Yakub itu penipu. Kenapa orang seperti Yakub penipu, diberkati oleh Tuhan? Sayapun tidak mengerti tapi saya akan buka satu ayat. Kita pegang itu Kejadian 28, buka Roma


9:10 Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa leluhur kita.
9:11 Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, - supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya -
9:12 dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,"
9:13 seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau."

 

Ini Tuhan yang bicara. Sekarang saya tanya sama saudara: Fair nggak Tuhan mencintai Yakub, membenci Esau? Tidak fair, karena yang dirugikan Esau. Sekarang saya mau tanya sama saudara: Senang nggak saudara, Tuhan mengasihi Yakub? Sebab Yakub itu lambang kita. Kita nggak beda dari Yakub, kita suka bohong, kita tidak berbuat benar, semua manusia seperti Yakub, suka melarikan diri dari persoalan, tidak ada tanggung jawab, ngebohong papa, ngebohong koko, berdusta sini, berdusta sana. Satu lagi, Roma

 

3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
3:11 Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.
3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.
3:13 Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa.
3:14 Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah,
3:15 kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.
3:16 Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka,
3:17 dan jalan damai tidak mereka kenal;
3:18 rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu."

Ini semua orang seluruh dunia begini, semua sudah nyeleweng. Kita sudah hilang kemuliaan Allah.

 

Nah, kalau sudah tahu kita begini, senang nggak Tuhan mengasihi Yakub? Dia bebas mau mengasihi siapa, sebab Yakub bayangan orang kafir - saudara dan saya. Lihat orang Israel yang dicintai oleh Tuhan. Malah Yesus disalibkan oleh orang Yahudi. Maka kasih-Nya Dia berubah, yang bungsu akan lebih diberkati dari yang sulung. Nah, kita yang bungsu belakangan tahu kenal Yesus baru beberapa tahun, kita diselamatkan. Kalau saya baca cerita ini aduh, saya lihat diri saya sendiri. Begitu Tuhan baik, kita lari-lari di tempat yang gelap sendirian, Dia datang menemani kita sebagai seorang Bapa. Waktu malam yang gelap .. Yesus selalu serta .. Waktu engkau gembira atau waktu susah ..

 

Saya ini kagum sama Tuhan. Sama cinta-Nya Tuhan itu saya kagum. Masa orang nipu gini kaya Yakub begini malah diberkati sama Tuhan. Ini kemurahan Tuhan. Mari dengar, tidak ada satu tegoran dari Tuhan. Dia bilang:

 

28:13 ... "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.

 

Dia diganggu oleh masa lalu. Dia diganggu oleh kegagalan, dia menipu ayah dia menipu kakak. Tetapi Tuhan bicara bukan masa lalu, Dia bicara masa depan: Aku akan memberkati kamu dan keturunanmu. Sampai cucu. Keturunanmu Aku akan berkati. Tanah yang kamu lagi tidur, Aku berikan kepadamu.  


28:14 Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.

 

Bahasa Inggris bukan kaum ... setiap keluarga. Siapa di sini kepala keluarga, siapa di sini ibu, suami sudah meninggal, hanya tinggal janda? Ingat ini ayat buat saudara: Setiap keluarga akan mendapat berkat dari turunan Yakub termasuk kita, saudara-saudara. 

    
28:15 Sesungguhnya Aku menyertai engkau - Berarti dia tidak sendirian lagi. Tuhan mau menemani. Amin? - dan Aku akan melindungi engkau, - Yang kedua, melindungi. Dia tidak usah takut celaka lagi sebab ada Pelindung - ke manapun engkau pergi, - Dia tidak takut lagi arah yang dia mau pilih. Ke mana saja dia pergi akan dijaga - dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, - Dia punya jaminan bahwa Tuhan akan mengembalikan ke negeri tempat dia berbaring tadi. Berarti dia harus bertambah jauh dari rumah untuk dipisahkan sementara waktu dan nanti balik lagi ke sini. Itu janji dari Tuhan - sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, -
Aduh saudara kalau yang ngomongnya ini orang jangan percaya tapi ini yang ngomongnya Tuhan: Aku tidak akan meninggalkan engkau. Coba saudara kaya Tuhan itu jadi - maaf - pembantu - melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu."

 

Kamu mau benar mau nggak mau salah mau nggak, janji-Ku padamu tidak berubah, Aku akan melakukan apa yang Aku janjikan kepadamu. Haleluyah? Makanya kita musti malu kalau kebaktian sama Tuhan sebab Dia sangat baik. 

 

28:16 Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."
28:17 Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga."
28:18 Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya.
28:19 Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus.

 

Rumah Allah dalam bahasa Ibraninya adalah Betel. Bet itu rumah, El itu Elohim. Tapi sayang Yakub ini suka bimbang. Mirip kita. Kita sudah dengar firman Tuhan sudah dengar janji Tuhan, lihat kenyataan ... bimbang. Karena kita lebih percaya tokek .. jadi, tokek .. gagal. Kita percaya itu, kita nggak percaya firman Allah. Saudara, ini radar kita. Kalau Dia bilang, Dia cinta saudara, percayalah. Percaya Dia itu mengasihi saudara. Percaya bahwa Dia jamin hari depan saudara sampai anak cucumu. Dan ini orang nggak benar. Nipu. 

 

Tapi ketidak benaran Yakub tidak bisa merubah kebaikannya Tuhan. Ketidak benaran kita nggak bisa merubah kebaikannya Tuhan. Tapi jangan kita terus tetap tidak baik. Maka saya bilang musti malu kita sama Tuhan. Aduh Tuhan itu baik, baik sekali. Nah, dari sini kita mau lihat Kejadian 32 ... 20 tahun kemudian, kita membaca ayat 22,

 

32:22 Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok.
32:23 Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya.
32:24. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
32:25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
32:26 Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."
32:27 Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub."
32:28 Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."
32:29 Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.
32:30 Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!"
32:31 Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya.
32:32 Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena Dia telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanya.

 

Dua puluh tahun dari Betel dia kerja sama omnya. Omnya itu namanya Laban. Dia kerja, kerja. Laban mempunyai dua anak, cici dan adiknya. Adiknya cantik namanya Rahel. Jadi dia datang sama Laban: Om, saya cinta sama Rahel, saya mau kawin sama Rahel. Silakan, kamu musti kerja tujuh tahun. Kalau sudah kerja tujuh tahun, aku kasih Rahel. Tujuh tahun dia kerja. Alkitab bilang, tujuh tahun itu seperti sebentar saja karena cinta. Sudah tujuh tahun selesai. Sekarang saya minta janjinya. Kawin. Oke.

 

Pada malam pengantin, bukan Rahel yang dikasih, Lea. Marah Yakub. Kenapa kamu kasih Lea? Lea itu matanya agak juling. Kenapa kamu kasih Lea? Kenapa, saya kan kerja buat Rahel.

 

Siapa yang menipu, dia akan ditipu. Siapa menabur, dia menuai. Dia tipu papanya, dia tipu kokonya, sekarang dia ditipu omnya. Kalau begitu bagaimana saya harus minta? Nggak ada di sini adik kawin dulu, cicinya dulu. Kalau mau adiknya juga, kerja lagi tujuh tahun. Karena dia bogoh bener sama ini Rahel, dia kerja lagi tujuh tahun. Empat belas tahun tidur bersama dua istri.

 

Enam tahun dia kerja lagi sama Laban, domba-dombanya, sampai dia kaya, sampai anak sebelas. Saudara baca, dia seberangkan hartanya, dia seberangkan anaknya, dia seberangkan istrinya menyeberang sungai Yabok.

 

Ayat 24, lima kata pertama kita baca: Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Tadi di Betel seorang diri. Di Pniel seorang diri. Tuhan berurusan secara pribadi dengan saudara. Itu sebabnya saya tidak bisa menghakimi saudara. Saya tidak bisa nunjuk-nunjuk saudara. Nggak boleh. Karena itu bukan urusan pribadi saya. Urusan pribadi kita dengan Tuhan.

 

Saudara mau hidup benar atau mau hidup tidak benar, mau hidup kurang benar atau mau hidup sangat suci, terserah saudara. Hanya Tuhan menyatakan, Dia itu Tuhan yang baik. Maka ketika seorang diri, tiba-tiba ada seorang laki-laki bergumul sama dia. Ingat cerita rajawali tadi. Tiba-tiba bergumul sampai fajar menyingsing. Karena nggak kalah-kalah ini Yakub, orang ini ditanya, siapa namamu? Yakub. Jangan lagi Yakub, namamu Israel, pemenang. Dari penipu menjadi pemenang. Dari suka nipu sekarang jadi pemenang.

 

Kalau Tuhan mau robah, orang yang busuk bisa jadi baik. Orang yang sakit bisa jadi sembuh. Orang yang lemah bisa jadi kuat. Orang bodoh bisa jadi pintar. Orang yang tak mampu bisa menjadi mampu. Kalau Tuhan berencana. Orang bilang tidak mungkin, bisa mungkin. Apa yang terjadi? Namamu Israel. Lepaskan aku. Tidak, sebelum engkau memberkati aku. Ini yang saya senang dari Yakub. Lepaskan aku. Aku tidak akan melepaskan sebelum engkau memberkati aku.

 

Saya mau bicara tentang doa. Doa itu ada dua macam. Dua macam saja: Doa biasa-biasa saja dan doa yang sungguh-sungguh. Doa makan, doa biasa. Sebelum pergi ke sekolah, doa biasa. Sebelum buka toko, doa biasa. Mau tidur, doa biasa. Mau ke Jakarta, doa biasa. Mau dagang, mau beli apa-apa ke Jakarta, doa biasa. Tapi ketika saudara dapat kegelapan malam, ketika saudara dapat problem yang saudara hampir tidak kuat menahannya, bukankah saudara akan berdoa seperti Yakub? Berkati saya Tuhan, saya tidak akan lepaskan Tuhan sebelum Tuhan berkati saya. Amin?

 

Doa malam lewat empat jam karena saudara sungguh perlu Tuhan. Tadi saudara dengar kesaksian yang kena kista. Dia sungguh minta berdoa sama Tuhan. Coba kalau cuma jerawat, doanya lain. Nggak berdoa soal jerawat. Tapi kalau kista, datangnya sama Tuhan: Tuhan, dokter bilang saya begini tapi saya minta kemurahan-Mu, minta mujizat-Mu. Sungguh-sungguh nggak? Sungguh-sungguh.

 

Saya tidak tahu sus Pokeng waktu melahirkan anak siapa, nggak keluar-keluar. Mamanya, tante Suli, panggil papa saya: Tolong brur, anak saya mau melahirkan nggak keluar-keluar ini cucu. Papa saya berlutut sembahyang di rumah sakit: Tuhan tolong. Papa saya kan bukan yang melahirkan tapi dia berdoa demi nama Yesus. Eh, langsung melahirkan. Karena sungguh berdoa. Maka kalau sembahyang itu sungguh-sungguh.

 

Saya ingat Yoel 3:10, biarlah yang lemah berkata aku pahlawan, aku kuat. Ini yang ngomong Tuhan, saudara. Kamu bukan penipu lagi, kamu pahlawan. Mari saya gambarkan. Kamu - Tuhan berkata - bukan orang berdosa lagi, tapi kamu sudah disucikan. Percaya nggak saudara? Makanya itu firman Allah itu kita harus percaya. Kamu pahlawan.

 

Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Yakub pernah di Pniel karena dia sudah melihat muka Tuhan dengan muka. Waktu di Betel dia bicara dengan Tuhan. Tapi sekarang muka dengan muka, bergumul. Makanya ini melambangkan doa.

 

Apa intinya firman Tuhan sore ini? Tuhan kalau membawa kita keluar dari tempat nyaman kita, ke tempat yang tidak nyaman yang tidak biasa, jangan kecil hati. Kita di bawah, Dia menemani. Ketika saudara di atas, Dia menemani. Ketika saudara kekurangan, Dia ada. Ketika saudara berkelimpahan, Dia juga ada. Dalam setiap keadaan, Dia tetap ada.

 

Dia bersama dengan saudara, jangan takut dan jangan bimbang. Jangan lihat kekurangan kita, lihat kelebihannya Tuhan. Jangan lihat kegagalan kita, lihat keberhasilannya Tuhan. Perjamuan Kudus adalah keberhasilannya Tuhan, menolong kegagalan kita. Kita yang berdosa, diampuni. Kita yang sudah bersalah, dilupakan kesalahan kita. Kita ditebus oleh darah-Nya.

 

Mari para pemain musik dan pelayan perjamuan maju ke depan.

 

-- o --   

 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________