Khotbah Rabu Januari - Februari 2006

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 11 Januari 2006

DOA

Lukas

11:1 Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya."
11:2 Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.
11:3 Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya

Bahasa Inggris, Yesus sedang berdoa di satu tempat yang tertentu. Tempat yang tertentu: di kamar doa, di Bukit Zaitun, di Taman Getsemani. Yesus ditangkap di Taman Getsemani, salah satu tempat yang Dia jadikan sebagai tempat yang tertentu untuk berdoa.

Doa jugalah yang membuat cita-cita menjadi kenyataan, membuat kita bisa mengatasi persoalan, hati yang susah penuh kesukaran mengalami kekuatan.

Yesus dan Yohanes Pembaptis keduanya adalah tokoh-tokoh yang suka berdoa, keduanya memiliki murid, keduanya mengajar doa kepada murid-murid mereka.

Yesaya 9:6 - Bapa yang kekal. Galatia 4:6

Di dalam hati, kita diberi insting untuk menyebut Tuhan itu Bapa. Sering kita lupa bahwa kita ini punya Bapa. Dalam kesedihan dan kekurangan, kita suka lupa punya Bapa. Dalam Perjanjian Lama yang terdiri dari 39 buku, tabu bagi orang Yahudi menyebut nama Yahweh - hanya 7X Yahweh disebut dalam PL. Sedangkan dalam injil Matius saja dalam Perjanjian Baru, ada 70X nama Tuhan disebut Bapa. Penekanan kepada Bapa meningkat.

Dalam anak terhilang, tokohnya adalah Bapa. Hubungan di dalam kekristenan dapat dipress jadi hubungan anak - Bapa. Kita memiliki Bapa yang kaya. Pikiran miskin tidak bisa menjadikan kaya. Apa guna secangkir air kalau ia tidak mau minum? Allah itu Boss. Tidak ada yang patut kita bingungkan. Ia adalah Yahweh yang sangat mampu. Bapa itu kaya tapi kalau si anak terhilang tidak balik, bagaimana si anak bisa tahu akan ada pesta, jubah, cincin yang menanti dia?

Ayat 2. Dikuduskanlah nama-Mu.

Harusnya, Kuduslah nama-Mu. Nama Bapa ini nama yang kudus. Kudus ini adalah sifatnya Tuhan. Agama kristen adalah agama yang meninggikan kekudusan.

Matius 19:1-10

Kemungkinan nabi Musa mengizinkan perceraian saat itu adalah untuk melindungi wanita dari kekasaran suami yang sudah tidak mencintainya lagi. Ketidak kudusan, memiliki istri/suami lebih dari satu adalah penyebab hancurnya hidup. Lihat Abraham dan Salomo. Anak-anak dari istri mereka yang lebih dari satu telah membuat hidup mereka jadi susah.  

Datanglah kerajaan-Mu.  

Kalau kita hidup kudus, kerajaan-Nya itu datang kepada kita. Apa kerajaan-Nya? Roma 14:17. Orang yang berdoa ada damai sejahtera - kerajaan Allah datang padanya.

Seharusnya dalam ayat 2 ini ada kata, jadilah kehendak-Mu. 

11:3 Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya

Berkat Tuhan itu berkat sehari-hari! Mintalah dari hari ke sehari.

Matius 6:33-34

-- o --   

Rabu, 25 Januari 2006

ROH KUDUS - PEMBERIAN DI ATAS SEGALA PEMBERIAN.

Lukas

11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Dalam perikop ini, manusia yang paling jahatpun masih bisa memberi yang baik. Injil Lukas selalu membanding-bandingkan: Marta - Maria; orang kaya - Lazarus. Sekarang, yang paling jahat bisa memberi yang baik untuk anaknya. Apalagi Bapa di Surga sanggup memberikan pemberian Roh Kudus kepada yang meminta kepada-Nya.  

Jika kamu yang jahat.

Jangan kita marah disebut demikian. Keadaan kita semua sama rata, sesuai Firman Allah. Roma 3:10-18.
Yang tidak benar: penjahat, tukang suap, tukang fitnah, pencuri, sampai yang tidak ber-Tuhan, bisa memberi yang baik untuk anaknya.

Lukas

11:11 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?

Ikan gambaran berkat jasmani/berkat materi. Ikan baik sebagai makanan anak kecil tapi ikan bisa juga untuk dijual. Dalam bahasa Gerikha, ikan adalah Ichtus. Tapi ichtus juga berarti Kristus; ia menjadi lambang orang kristen. Ikan menjadi gambaran sesuatu yang baik/berkat.

Minta ikan dikasih ular. Yesus berkata kepada orang Parisi: kamu ular beludak. Ular menjadi lambang antikris. Ikan menjadi lambang kejujuran, jiwa-jiwa, jemaat, berkat materi, makanan anak-anak. Ular adalah lambang setan, kematian. Mana mungkin anaknya minta ikan, dikasih ular. Padahal ini orang jahat.

Lukas 11:12 Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?

Telur baik karena banyak gizinya/vitamin. Kalajengking adalah musuh Tuhan, iblis.

Lukas  

10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

Ular dan kalajengking adalah kekuatan musuh. Berbahaya bagi kita. Tidak mungkin seorang anak meminta sesuatu yang baik lalu dikasih yang berbahaya oleh bapanya.

Matius 

7:9 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,

Bentuknya hampir sama tapi roti itu lembut sedangkan batu itu keras. Ingat perumpamaan Yesus tentang tanah yang berbatu-batu, yang membuat benih tidak bisa tumbuh.  Apalagi Bapa di Surga. Kalau kita meminta Roh Kudus, pastilah Ia memberi. Roh Kudus adalah pemberian di atas segala pemberian! Kisah Rasul  2:37-38

Yohanes 16:23-24

Masa murid-murid tidak pernah meminta sesuatu? Waktu akan tenggelam: Tuhan, tidak pedulikah kami binasa? Petrus: bolehkah aku berjalan di atas air? Waktu melihat orang banyak kelaparan: suruhlah mereka pulang! Tentu mereka pernah meminta sesuatu. Jadi kenapa Yesus bilang begitu? Karena mereka belum pernah meminta Roh Kudus! Kenapa? Mintalah, maka penuh sukacitamu. Diberi Roh Kudus, barulah penuh sukacita. Kita tidak pernah meminta dibimbing, dipenuhi, dikuasai oleh Roh Kudus. Kita hanya minta berkat materi. Hanya Roh Kudus yang bisa membuat sukacita kita menjadi penuh.

Lukas 2:25-32

Simeon 3X dipimpin Roh ~ ayat 25, 26, 27. Roh Kudus yang mempertemukan Simeon dengan Yesus. Dan Simeon merasa penuh dengan sukacita. Roh Kuduslah yang memimpin kita, yang membuat kita bertemu dengan Yesus. Kita minta segala macam berkat tiap-tiap hari tapi kita tidak pernah meminta Roh Kudus untuk memimpin, membimbing, dan menguasai kita dengan Roh Kudus.

Kisah Rasul 6:1-3;Wahyu 1:10

Dikuasai Roh, baru bisa mendengar. Roh Kudus membuka telinga rohani kita. Roh Kudus membuat seseorang suka memberi; Ia memberi 9 buah roh, Ia memberi 9 karunia. Bahasa asli dikuasai, dimonopoli. Kita sudah mengalami Roh Kudus di dalam diri kita tetapi apakah kita berada di dalam Roh Kudus?

Yehezkiel 47

1. Ayat 3. Pergelangan kaki. Mulai rajin pergi ke gereja. Tapi ini belum cukup.

2. Ayat 4. Lutut. Mulai suka berdoa. Ada percobaan ataupun berkat, berdoa. Tapi inipun belum cukup.

3. Ayat 4. Pinggang. Lihat Yohanes 21:18. Persiapan, berjaga-jaga, waspada. Efesus 6, ikat pinggang kebenaran.

4. Ayat 5. Tenggelam. Dimonopoli oleh Roh Kudus, dipimpin oleh Roh Kudus.

Bagaimana Roh Kudus bisa memonopoli kita, bila kita penuh saja belum?

-- o --   

Rabu, 01 Februari 2006

PADA SUATU KALI

Lukas

11:14 Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak.

Ayub 1:6 Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.
Pada suatu kali.

Dalam kehidupan kita, selalu ada pada suatu hari. Markus 6:18-21. Sampai pada suatu hari. Akan datang pada kita suatu kali. Dalam hal berdoa, akan tiba saatnya suatu kali Tuhan menjawab. Ada suatu hari di mana kita meninggal. Harus eling karena pada hidup kita ada suatu hari.

Ayat 14. Dalam perikop ini Yesus mengusir setan yang membisukan. Bisu mempunyai 2 arti: arti yang sebenarnya atau bisu rohani. Orang ini dulu tidak bisu, iblis tidak suka orang kristen bisa bicara, bisa bersaksi, bisa buka mulut. Dalam Matius 28:19 jadikanlah semua bangsa murid-Ku. Bagaimana bisa menjadikan semua bangsa murid Yesus bila kita tidak berbicara, bila kita tidak bersaksi?

Wahyu 1:2. Karena Yohanes bersaksi, bercerita betapa Tuhan itu baik maka lahirlah kitab Wahyu ini. Pilipi 4:9. Bagaimana Paulus mengajar? Dengan bersaksi, menceritakan. Untuk mengajar anakpun kita menceritakan pengalaman hidup kita.

Lukas 8:1-3. Rombongan besar. Perempuan-perempuan yang sederhana ini melayani rombongan Yesus dengan kekayaan mereka. Satu hamba Tuhan mengatakan ada +/- 100 orang rombongan yang mengiringi Yesus ... Yesus dengan 12 murid dan ke 70 murid lain serta sejumlah perempuan. Banyak yang mengiring.

Lukas 11:14-15

Dari 100an orang ini, ada juga yang tidak setuju. Tidak heran karena dari 12 murid Yesus saja, ada 1 Yudas. Beelzebul artinya penghulu setan. Jadi orang yang bisa sembuh ini belum cukup bagi mereka; mereka masih minta tanda. Sudah ada mujizat masih minta tanda. Sudah ditolong masih minta tanda. Israel dengan Laut Terbelah pun, Musa masih mau dibunuh. Paulus berkata, aku puas di dalam Kristus. Puas dengan apa yang ada.

Lukas 11:17 

Dalam bahasa Yunani, pikiran dan hati berasal dari kata yang sama, yaitu kardia. Tuhan mengetahui pikiran mereka.

Mazmur 139:2. Dia mengerti pikiran kita. Mazmur 139:23-24. Pilipi 4:8. Jangan memikirkan hal-hal yang negatif: usaha bangkrut, usaha menurun. Pikirkanlah usaha kita meningkat di tahun 2006 ini, rumah tangga kita bahagia, anak cucu kita diberkati oleh Tuhan. Pikirkan yang baik.

Lukas   
11:17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.

Tuhan pakai 2 contoh:

1. Kerajaan. Seperti di Indonesia, Aceh, Papua ingin memisahkan diri.

2. Rumah Tangga. Suami istri pikirannya lain. Adik kakak pikirannya lain.

Di sini Tuhan mengajar persatuan. Kita ada di antara kerajaan dan rumah tangga, yaitu jemaat. Jangan sampai jemaat terpecah-pecah. Mazmur 133. Anggaplah orang lain lebih hebat, lebih baik maka kita akan rendah hati. Jangan sebaliknya. Tidak bersatu, baik kerajaan, rumah tangga atau jemaat akan hancur.  

-- o -- 

Rabu, 22 Februari 2006

JAGA RUMAH KITA BAIK-BAIK

Selamat sore selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita kembali melihat Injil Lukas

11:24 "Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.
11:25 Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur.
11:26 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula." 

Cerita ini adalah terusan dari cerita yang kita sudah pelajari pada hari rabu yang lalu mengenai perbuatan iblis yang diusir oleh kekuatan dari Tuhan Yesus. Dan sekarang kita melihat bahwa cerita ini diteruskan mengenai ... apabila roh jahat itu sudah keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus.

Roh jahat atau roh Iblis, itu ada. Jangan saudara anggap tidak ada. Dan pekerjaannya adalah mengembara.  Dia pergi ke sana ke sini mau mengganggu umat Tuhan. Dia tidak usah mengganggu orang dunia sebab orang dunia sudah di genggaman dia. Yang dia ganggu adalah anak Tuhan, orang kristen: diganggu dengan penyakit, diganggu dengan persoalan, diganggu dengan problem, diganggu dengan kesulitan, diganggu dengan perpecahan, diganggu dengan keributan. Supaya kita ini hancur, supaya kita ini tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Kalau saudara membuka Zakharia

3:1 Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia.

Bayangkan ini di rumah Tuhan. Di dalam rumah kebaktian di Bait Allah. Malaikat Tuhan ada di sampingnya dari imam Yosua. Tetapi ada juga iblis, berdiri di sampingnya untuk mendakwa. Jadi Iblis ini bukan hanya beredar-edar ke sana kemari tetapi dia juga ada untuk mendakwa atau menuduh. Jadi jangan saudara kira di gereja tidak ada. Di dalam kebaktian dia ada, mau menuduh. Kalau saudara dengar Firman Tuhan: dosamu diampuni, nah dia nuduh: nggak mungkin, nggak mungkin dosamu diampuni. Kalau Firman Tuhan berkata, ampunilah sesama manusia, dia akan menuduh: orang begitu jahat mau apa diampuni. Itu kerjaan dari Iblis. Bukan hanya di gereja dia ada, Iblis juga sampai di depan Tuhan; dia turun naik sampai di depan Tuhan. Kitab Ayub

1:6 Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.
1:7 Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi."

Jadi memang dia mengembara. Tadi saya sudah tuliskan, dia berputar-putar di seluruh bumi menjelajahi  bumi bahkan sampai kepada di hadapan Tuhan. Apa pekerjaan dia di hadapan Tuhan? Menyembah Tuhan? Tidak. Dia menuduh kita. Kitab Wahyu

12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

12:7 Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya.

Jadi Iblis itu adalah malaikat-malaikat yang jatuh. Ada malaikat yang baik, ada malaikat yang jatuh. Lucifer itu dulunya malaikat, dia jadi iblis. Jadi kalau ada pendeta berkata, nanti di surga tidak ada peperangan lagi, dia nggak baca Alkitab. Karena di Alkitab ada peperangan di surga. Di surga ada peperangan antara malaikat dengan Iblis. Sekarang saudara mengerti bahwa yang suka nuduh sama kita, menuduh terus-terusan itu adalah Iblis yang berkata sama kita, kamu tidak baik, dosamu banyak, mana mungkin kamu diampuni. Itu adalah iblis. Selalu mengingat-ingatkan kegagalan kita pada waktu-waktu yang sudah lewat. Itu kerjaannya Iblis itu begitu, dia mendakwa, dia menuduh. Kalau kita kembali kepada Lukas, sekarang kita mengerti apa yang dimaksud oleh ayat 24

11:24 "Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian.

Dia selalu ada di tempat-tempat yang tandus. Kalau rohani kita kering, kalau rohani kita tandus, itu Iblis suka tempat yang tandus. Kalau kita punya kebaktian kering, kita malas, di dalam Tuhan kita tidak maju, itu tempatnya Iblis; Iblis suka tempat yang tandus. Tetapi mari saya ajak saudara buka dulu Lukas

4:9 Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,
4:10 sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,
4:11 dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
4:12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Dia beredar-edar dulu nanti dia datang lagi untuk mengganggu, itu kerjaannya Iblis. Dia kaya lalat, kita usir dia balik lagi. Kita usir terbang, balik lagi. Itu Iblis. Kita tiup, kita usir, kita pasang lilin dia lari tapi balik lagi. Iblis itu begitu. Kalau kita kembali kepada Lukas 11:24 "Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.

Jangan saudara senang kalau saudara sudah diselamatkan, sudah terima baptisan, lalu seolah-olah saudara berkata, sudah aman. Tidak. Iblis berusaha lagi datang. Dia katakan di sini, aku akan kembali ke rumah. Ternyata saudara-saudara dan saya - memang Alkitab ajarkan -, kita diumpamakan sebagai satu rumah. Dalam I Korintus 3:16, I Korintus 6:19, II Korintus 6:14-17, ayatnya sama bunyinya, tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu Rumah Roh Kudus. Kita diumpamakan sebagai Rumah. Tempat tinggal.

Di dalam Matius 7 ada perumpamaan antara orang pandai orang bijak dan orang bodoh. Orang bijak itu membangun rumah seolah-olah di atas batu. Siapa dia? Itu orang yang mendengar Tuhan serta melakukannya, dia kaya orang bijak yang bangun rumah. Orang bodoh juga dianggap sebagai orang yang membangun rumah tapi di atas pasir. Kita adalah rumah. Kita seringkali bernyanyi rumahku ada di dalam surga padahal rumahnya Tuhan itu di dalam diri kita sendiri. Tempat tinggalnya Tuhan itu ada di dalam kita.

Maka kalau bangun pagi saudara, itu yang penting bukan saudara berlututnya, tetapi saudara sembahyang sembari ngantuk. Tidak. Sapa Tuhan. Tuhan itu di dalam kita. Kalau kita bangun: Terima kasih Tuhan. Bicara sama Dia. Dia di dalam kita. Kita sembahyang Bapa kami yang di dalam Surga tapi kalau Dia sudah anggap kita ini rumah-Nya, maka Dia tinggal di dalam kita. Begitu bangun pagi buka mata, sapa Dia. Tuhan, terima kasih, saya bangun sehat, saya pada hari yang baru masih hidup. Terima kasih.        

Iblis diusir dari rumah, dia berusaha balik lagi. Ayat 25 
11:25 Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur.

Yang pertama, di waktu dia balik, dia lihat rumah itu bersih dan rapih. Bersih dan rapih adalah usaha saudara dan usaha saya, untuk menjaga hidup kita bersih dan rapih, teratur dalam hidup. Tetapi tidak ada penghuninya! Pemiliknya nggak ada. Maka saya katakan tadi kalau bangun pagi, sapa Tuhan kita. Saudara pasti rasa, Dia ada apa tidak. Saudara akan rasa.

11:25 Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur.

Iblis tidak takut kepada orang kristen yang bersih tersapu, rapi teratur. Cara kebaktiannya teratur, paduan suaranya pake seragam bersih, wah hebat. Tapi nggak ada pemiliknya, nggak ada penghuninya. Tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah Rumah Roh Kudus dan Tuhan diam di dalam kamu. Tapi kalau Tuhan tidak ada di hati kita, tinggal rapi tersapu bersih teratur, Tuhannya nggak ada. Apa yang akan terjadi, saudara lihat bahwa   

11:26 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula."

Ini bahayanya kalau hidup kita tidak ada penghuninya, tidak ada pemiliknya, tidak ada Yesusnya. Sama dengan gereja. Gereja bagus, gereja mewah, gereja hebat besar, tempat parkirnya luas, tapi nggak ada Tuhannya. Iblis tidak takut dengan hal-hal yang sedemikian. Waktu dia mau balik, lihat rumah ini dulu rumah dia sekarang sudah bersih rapih teratur, dia bawa 7 setan yang lebih jahat dari dia. Karena pertamanya dia diusir. Yang mengusir pasti lebih kuat.

Maka untuk memperkuat pertahanan, iblis itu bawa 7 roh jahat yang lain. Ini bahayanya kalau orang kristen sudah terima Tuhan, sudah dibaptis, penuh dengan Roh Kudus, jatuh malas tidak kebaktian lagi, dia jadi lebih susah untuk bertobat, dia lebih jahat. Saya lebih senang dulu dia berdosa hidupnya kacau balau lalu terima Tuhan Yesus tetap di dalam Tuhan dari pada terima Tuhan Yesus dulu beres semuanya baik, dibaptis sudah penuh Roh Kudus lalu jatuh lagi ke dalam dunia, dia lebih jahat. Bukan dianya yang jahat tapi Iblis itu dia bawa teman.

Maka kita ini mohon, Tuhan, biarlah kita tetap tinggal di dalam Tuhan. Biar Tuhan tinggal di dalam saya, saya tinggal di dalam Tuhan. Biar nggak hebat, biar nggak kaya orang lain nggak apa-apa, asal kita tetap di dalam Tuhan. Kalau kita tetap di dalam Tuhan, iblis tidak bisa berbuat apa-apa. Salahnya itu kita kosong. Maka pada hari minggu ada yang bersaksi, dia bilang nanti bulan Juni dia genap 50 tahun dia ikut Tuhan. Itu tidak gampang. 50 tahun jadi pengikut Tuhan Yesus, setia. Berarti dia sudah lewat banyak godaan banyak serangan-serangan iblis. Dia bertahan tetap di dalam Kristus. Di dalam II Petrus     
 
2:20 Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
2:21 Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.
2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

Saya tadi bilang, lebih baik dulunya kacau dulunya semrawut tapi kenal Yesus itu lebih baik dari pada sudah kenal Yesus, balik tapi dia berbuat dosa lagi, kembali lagi ke kubangannya. Ini bedanya babi sama domba. Kalau domba kena lumpur itu dia mengembik, dia menjerit-jerit dia cari air, dia bersihkan badannya. Kalau babi kena lumpur dia malah senang di lumpur berguling-guling.

Kadang-kadang kalau saya sembahyang saya lagi ngelamun saya ingat jemaat-jemaat yang dulunya baik, berbakti sama Tuhan, sudah dibaptis, setia, bawa persepuluhan, sekarang sudah tidak kebaktian lagi. Hidup serumah dengan orang yang tidak seagama. Hidup serumah. Kawin nggak. Jadi jahat dari yang semula.

Yudas kan bendaharanya Yesus tapi ketika dia jadi pencuri, akhirnya apa? Gantung diri. Apa dia nggak tahu orang yang mati gantung diri, orang mati bunuh diri itu masuk neraka? Dia tahu, Tapi kenapa sampai begitu? Begitulah, kalau dulunya baik terus jatuh, lebih baik nggak kenal Jalan Kebenaran saya bilang. Lebih enteng. Dari pada sudah kenal Jalan Kebenaran, dia jatuh lagi. Jadi mari kita pertahankan keselamatan. Kita kerjakan keselamatan. Keselamatan itu untuk dikerjakan. Itu kaya modal. Ada yang satu talenta, ada yang tiga talenta, ada yang lima talenta. Untuk dikerjakan. Kalau nggak, Iblis datang lagi untuk ganggu kita.   

Memang jijik ya kita dengarnya, anjing kembali kepada muntah. Seekor anjing kalau dia ada racun dalam perutnya dia muntahkan. Orang yang sudah di dalam Tuhan lalu jatuh lagi dalam dunia kaya begitu. Ada lulusan Sekolah Alkitab Cianjur sudah jadi hamba Tuhan. Sudah jadi pendeta, dia kawin sama orang Tionghoa, ibu rohani. Sudah ada jemaat. Di daerah Cileungsi. Sudah dilantik jadi gembala sidang. Tiba-tiba nulis surat sama kami majelis daerah: dengan ini saya mengundurkan diri dari kependetaan karena saya sudah pindah agama islam. Sudah disunat. Istrinya: tidak, saya tidak mau pindah, saya tetap percaya sama Yesus. Istrinya tetap gembala.

Banyak orang begitu saudara. Iblis ini dia hit and run, dia datang diusir dia lari. Di dalam I Petrus

5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.
5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
5:8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
5:9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

Jadi bukan hanya kita yang dapat percobaan, bukan hanya kita yang diserang oleh setan. Saudara kita seiman orang kristen di seluruh dunia mengalami penderitaan yang sama. Kita belum kaya di Afrika, 40.000 orang kristen dibunuh. Kita nggak sampai ke situ. Mudah-mudahan tidak. Kita tidak dibantai seperti binatang tapi Iblis datang menyerang. Apa usaha kita? Tuhan bilang, usir, lawan. Saudara tidak boleh takut sama Iblis, Iblis yang harus takut sama saudara. Lawan. Kalau saudara lawan dengan iman, maka apa yang terjadi? Dia akan lari dari pada kita. Dalam kitab Wahyu 

2:12 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua:
2:13 Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.

Kasihan ini jemaat Pergamus karena jemaat Pergamus ini kalau kaya kita Cianjur, ini dulunya kota kuno Babylonia penyembahan berhala itu Pergamus. Tuhan bilang, Aku tahu kamu ada di tempat setan diam sampai Antipas gembalanya itu dibunuh hidup-hidup dimasukkan ke perut sapi dari tembaga, dibakar hidup-hidup. Setiap ada gangguan kepada gereja, setiap ada gangguan kepada anak Tuhan, setiap ada gangguan kepada hamba Tuhan, itu di situlah ada operasionalnya Iblis. Di mana ada gereja dibakar, di mana ada pendeta ditembak - nah itu di sana Iblis beroperasi. Lawan dia dengan iman. Iman dari mana? Datang dari Firman. Baca Firman.  

Michael Jackson itu anggota gereja setan. Saya pernah buka situsnya gereja setan. Meniru injil. Kalau kamu diolok sama satu orang, kamu mengalah diam saja. Kalau dia mengolok terus, kamu kasih tahu sama dia jangan ngolok. Tapi kalau dia mengolok terus, bunuh dia. Gereja setan. Nama pendetanya Levi. Gambarnya bintang yang dibalik jadi kepala kambing. Micahel Jackson kalau mau keluarkan lagu-lagunya itu didoakan dulu di gereja setan itu 6 bulan. Supaya orang yang dengar lagu ini dirusak imannya. Coca-Cola itu anggota gereja setan; dia penyumbang terbesar dari gereja setan. Bahkan 85% pengusaha besar di dunia itu anggota gereja setan; dia menguasai ekonomi.

Tapi sehebat-hebatnya setan, masih lebih hebat Tuhan yang ada di dalam diri kita. Itu sebabnya jangan sampai kosong hati kita. Sewaktu-waktu setan kembali lagi, dia lihat, oh sudah ada Yesus, dia nggak berani masuk. Sudah ada Yesus. Kalau saudara berpuasa itu setan paling takut. Saudara suka menyanyi memuji Tuhan, setan akan lari. Ingat Saul? Saul itu kerasukan setan dia mau bunuh Daud pake tombak, eh Daud mah ambil kecapi dia nyanyi memuji Tuhan, hilang setannya lari.

Makanya banyaklah memuji Tuhan banyak menyanyi, setan nanti lari. Sebagai ayat terakhir kita buka I Samuel

16:22 Sebab itu Saul menyuruh orang kepada Isai mengatakan: "Biarkanlah Daud tetap menjadi pelayanku, sebab aku suka kepadanya."
16:23 Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya.

Bukan roh jahat ini dari Allah tapi iblis itu yang ngadu untuk mendakwa itu datang dari Surga memang turun. Begitu masuk merasuk Saul, Daud cuma menyanyi. Jaga rumah kita baik-baik jangan cuma rapih teratur bersih tersapu tetapi biarlah Yesus selalu tinggal. Saya serahkan kepada yang bertugas.

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________