Khotbah Rabu Januari - Februari 2007

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 03 Januari 2007

SINDROM ANAK SULUNG

Haleluyah. Kita sudah sampai pasal berapa? Lukas 

15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
15:26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
15:28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Cerita Lukas 15 sebetulnya adalah perbandingan antara dukacita dan sukacita. Berdukacita karena satu domba hilang, bersukacita karena domba yang hilang itu ditemukan. Berdukacita karena salah satu dirham hilang, bersukacita karena yang hilang itu telah ditemukan. Yang ketiga, berdukacita karena seorang anak ... anak  yang bungsu meninggalkan rumah hilang, sukacita ketika si bungsu yang hilang itu kembali.

Saudara, kita sedang belajar sesuatu yang sangat penting dalam Alkitab, yaitu bagaimana kita berdukacita kalau kita kehilangan. Dan kita harus bersukacita kalau kita mendapatkan kembali yang hilang. Yang hilang itu bukan hanya domba. Yang hilang itu bukan hanya dirham, yang hilang itu bukan hanya anak terhilang tapi iman kita bisa hilang, kasih persaudaraan atau filadelfia kita bisa hilang. Sudah kena urusan uang, urusan warisan ... kasih persaudaran bisa hilang. Penghiburan kita juga bisa hilang.

Gereja kita GPdI ini sedang dirundung dukacita yang sangat besar. Bendera kita harus kita naikkan setengah tiang karena dalam pesawat Adam Air banyak pendeta-pendeta dari GPdI yang saya tahu saja yang saya kenal Pdt David Batubara dari GPdI Surabaya, ibu Youla Saerang gembala GPdI Tropodo Surabaya, Pdt Yonah ... itu saya tahu waktu dia masih seumur anak saya. Suami istri dengan 2-3 anak juga meninggal di dalam pesawat itu. Satu Pendeta Yosbe Kawengian dan istri dan anak mau mentahbiskan gereja sebulan lagi di Manado juga meninggal. Bahkan ada satu keluarga Wantania, itu semuanya tidak ada yang hidup ... dari suami sampai anak yang terkecil semua meninggal. Dan tadi malam jam setengah 12, Pdt Ko Rombot, gembala GPdI Rawamangun, sudah dipanggil Tuhan.

Jadi kita ini baru sampai tanggal 3 Januari sudah banyak dukacita. Karena apa? Kita kehilangan. Kita kehilangan teman, kita kehilangan saudara seiman. Apalagi saya kehilangan sesama hamba Tuhan. Belum lama kita baru kehilangan satu anak pendeta saja sudah sedih rasanya. Sekarang kita kehilangan banyak. Kita tidak tahu rencana Tuhan seperti apa tetapi betapa pedihnya hati seseorang ketika dia kehilangan.

Nah, sekarang saya akan rohanikan bagaimana hatinya Tuhan ketika Dia tahu bahwa milik-Nya sendiri - manusia itu - terhilang di dalam dosa, terhilang di dalam perkara-perkara yang tidak baik, terhilang di dalam hal-hal yang tidak enak? Sampai Dia harus kirimkan anak-Nya yang tunggal supaya domba yang hilang - itu kita - bisa di dapat kembali, dirham yang hilang - itu kita - bisa didapat kembali, anak yang hilang - itu kita - juga bisa didapat kembali. Bisa katakan amin?

Tetapi sekarang kita akan melihat satu sindrom. Sindrom ini adalah satu gejala, satu fenomena. Sindrom. Umpamanya orang kalau mau kena selesma, dia ada sindromnya ... matanya sayu, suka bersin-bersin, nah, itu sindrom dari selesma. Ini adalah sindrom anak yang sulung. Sindrom anak sulung ini terjadi di mana-mana. Kalau dia merasa dia lebih tua dari adiknya dia kakak maka dia merasa dia lebih hebat, dia merasa lebih berhak dan dia merasa dia lebih harus diutamakan. Anak bungsu kalau mendapat warisan cuma sepertiga, tetapi anak yang sulung itu 2/3. Ini laki-laki dan laki-laki. Tetapi pada zaman dulu, anak wanita tidak mendapat bagian, tidak mendapat warisan. Hanya anak laki-laki yang mendapat warisan. Kita mau baca di dalam Ayub          

42:12 TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina.
42:13 Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan;
42:14 dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh.
42:15 Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki.

Jadi memang nggak biasa zaman dulu anak perempuan dikasih warisan. Tapi karena Tuhan memberkati Ayub sampai anak perempuannya yang tiga ini dikasih bagian warisan. Belum menikah sudah dapat warisan. Karena Tuhan memberkati Ayub.

Dengan cerita ini kita tahu bahwa - kembali kepada Lukas  15, bahwa perasaan seorang sindrom anak sulung ini. Bayangkan saudara, sindrom anak sulung ini kita mulai dari  Adam dan Hawa. Di zaman Adam dan Hawa, Kain yang sulung membunuh Habel yang bungsu. Padahal Habel yang benar, Kain yang tidak benar. Esau mengejar-ngejar Yakub. Yang sulung mengejar-ngejar yang bungsu.

Sindrom ini terus terjadi sampai Tuhan Yesus pernah mengatakan perumpamaan ada dua orang anak. Yang sulung, pertama dia bilang, saya akan pergi. Yang bungsu bilang tidak mau. Tetapi akhirnya yang ngomong saya akan pergi itu malah tidak jadi pergi. Yang bilang tidak mau malah jadi pergi. Jadi ada sindrom anak sulung. Anak sulung di sini adalah bayangan orang-orang kristen yang lebih dulu mengenal Yesus dari pada yang bungsu atau yang belakangan mengenal Yesus.

Kadang-kadang jemaat yang sudah tiga puluh tahun, empat puluh tahun mengenal Yesus, merasa lebih tahu dari pada mereka yang baru lima tahun, enam tahun mengenal Yesus. Nggak bisa disalahkan. Itu sindrom anak sulung. Murid sekolah Alkitab kelas dua saja merasa lebih rohani dari pada murid kelas satu. Ini sindrom. Jarang ada seorang kakak berkata, aduh adik saya mah diberkati, nggak kaya saya. Jarang. Bayangkan seorang anak sulung yang memiliki hak untuk dapat pusaka dua per tiga, dia kerja rajin, pulang dari pekerjaan dia dengar, ayatnya yang ke- 25,

15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.

Kita lihat tiga hal. Satu, seruling. Yang kedua, nyanyian. Dan yang ketiga, tari-tarian. Bahasa Inggris, tidak ada kata seruling, tidak ada kata nyanyian. Hanya dua kata: musik dan dancing ... tari-tarian. Musik didengar dan dancing, berbuat. Itu yang saya khotbah pada hari tahun baru. Nyanyi untuk Tuhan itu campuran antara menyanyi, musik, dan tari-tarian. Nyanyi di rumah Tuhan dengan sorak sorai, ada musik dan dancing. Artinya badan kita bebas, angkat tangan. Itu adalah campuran musik dan tarian. Saudara baru tahu musik, belum kepada tari-tarian. Sama seperti anak sulung. Begitu dia dengar ada musik dan tari-tarian, dia tidak tahu, dia tidak tahu ada apa.

Ayat 26, Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.

Kata dia memanggil seorang hamba artinya dia memang putra mahkota. Dia punya hamba. Ini hamba bukan hamba bapanya saja tapi hamba dia juga. Dia panggil salah seorang hamba. Kalau bilang, dia memanggil berarti dia boss. Dia sama dengan bapanya, boss. Ketika saudara-saudara dipanggil oleh Tuhan menjadi anak-anak Tuhan, saudara juga boss sama seperti Tuhan kita adalah boss. Amin, saudara? Saudara juga punya pelayan. Sama seperti Bapa kita juga punya pelayan, saudara juga mempunyai otoritas untuk memanggil 'pelayan'. Saudara juga boss, bisa memerintah di dalam hidup.

Tapi yang dia tidak tahu - anak sulung ini, adalah musik dan tari-tarian. Banyak kita tahu firman, banyak kita tahu pekerjaan Tuhan, karena kita  kerja di ladang. Anak sulung ini kerja di ladang. Tahu pekerjaan Tuhan, tahu pelayanan, tahu doa, tahu puasa, tahu firman. Tapi begitu dia dengar musik dan tari-tarian, dia tidak ngerti. Ini sindrom anak sulung. Musik itu lagi apa? Ayat 27,

15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.

Saya mau saudara membandingkan dengan ayat sebelumnya. Kita baca ayat 24, Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Tetapi hambanya berkata - ayat 27 - karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.

Apa anak bungsu itu pulang dengan sehat? Dia sudah compang-camping, dia sudah kelaparan ... itu tidak sehat. Tapi satu kali orang dipeluk oleh bapanya dalam pandangan pelayan, anak ini sudah sehat. Betapapun berdosa saudara, betapapun compang-campingnya pakaian kita dihadapan Tuhan, begitu kita dipeluk oleh Tuhan dengan kasih sayang-Nya, dosa kita diampuni. Dalam pandangan Tuhan, saudara orang sehat. Haleluyah?

Itu sebabnya jangan mengecilkan pengampunan Tuhan, jangan mengecilkan kemurahan Tuhan. Kita yang tidak baik dibikin sehat. Dan sudah mendapatnya kembali dengan sehat. Maka ayat 28,

15:28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.

Kata berbicara dalam bahasa Inggris, memohon supaya dia masuk. Inilah sindrom anak sulung. Ketika lihat ada orang yang baru bertobat dipakai Tuhan, marah kita. Ketika ada jiwa baru bersemangat di dalam Tuhan, diberkati oleh Tuhan ... marah kita. Ketika 'adik' kita sukses bisnisnya, marah kita. Saya mau katakan, lebih gampang kita berkata turut berdukacita dari pada kita ngomong turut bersukacita. Kalau ada orang yang kematian, ada orang yang kecolongan, atau orang kena rampok, kalau orang dapat musibah, gampang hati kita itu keluar dan berkata: Saya ikut bela sungkawa, saya turut berduka.

Tapi ketika seorang diberkati rumah, diberkati kendaraan, diberkati pakaian baru, dikasih cincin berlian, pas kita lihat, susah kita berkata: Turut bersukacita.

Marahlah dan dia tidak mau masuk rumah. Tentu si pelayan bilang sama bapanya: Itu tuan pertama, tuan muda, tidak mau masuk rumah. Lalu bapanya keluar dan berbicara dengan dia. Bahasa Inggris pleaded, memohon dia untuk masuk. Ayat 29,

15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.

Yang pertama, anak sulung ini berkata tentang waktu. Yaitu telah bertahun-tahun lamanya aku ini melayani bapa, bekerja di ladang bapa. Yang kedua, dia berbicara tentang melayani. Saya kalau punya jemaat punya dua ini saja sudah senang saya. Ada jemaat yang waktunya itu panjang kepada Tuhan tetapi juga suka melayani. Saya akan senang, saya akan bahagia. Dia suka melayani.

Berikut. Belum pernah aku melanggar perintah bapa. Taat. Kalau saya punya jemaat yang ikut Tuhan setia berpuluh-puluh tahun lalu suka melayani tanpa diperintah dan taat, nurut sama gembala ... sudah surgalah saya. Senanglah saya.

Tapi inilah yang keempat, belum pernah bapa memberi aku seekor anak domba untuk aku bersukacita. Berarti dia iri hati dan kecewa. Apa artinya kita ikut Tuhan begitu lama tapi iri hati? Apa artinya kita melayani dengan baik untuk Bapa tapi dengan iri hati? Apa artinya kita taat kepada Bapa tapi juga dengan iri hati? Berikutnya. 

15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur,

Dia bandingkan dirinya dengan si bungsu. Yang si bungsu ini memboroskan. Dia boros, katanya. Yang kedua, dia suka berzinah. Dia suka berzinah dengan pelacur-pelacur. Saudara lihat nggak? Ketemu saja belum sama adiknya. Dari mana dia tahu si bungsu berzinah dengan pelacur-pelacur? Itulah kalau orang iri hati, dia suka bikin cerita. Oke, kalau memboroskan harta, betul. Dia hidup berfoya-foya. Tapi hidup dengan pelacur? Tahu dari mana dia? Ketemu saja belum. Beginilah kalau orang iri hati, orang kecewa, kejelekan orang tiba-tiba muncul.

Berikutnya. Maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. Korban. Kok bisa ada korban? Bisa ada binatang yang dikorbankan?

Kita mau berhenti sebentar. Kalau di Alkitab kita membaca domba yang disembelih, kambing yang disembelih, merpati yang disembelih, anak lembu yang disembelih, itu bayangan dan menuju kepada korban dari Tuhan Yesus Kristus. Dia adalah Anak Domba Allah. Dia juga lembu, korban yang dikorbankan untuk keampunan dosa orang Israel.

Jadi ada benarnya juga ini secara rohani si sulung ini dia berkata: Orang yang memboroskan harta, orang yang sudah berzinah, kenapa bapa masih memberikan anak lembu untuk disembelih, korban untuk disembelih? Kita berhenti sebentar, kita maju dulu kepada kitab Kejadian

15:9 Firman TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati."
15:10 Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua.
15:11 Ketika burung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya.
15:12. Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan.
15:13 Firman TUHAN kepada Abram: "Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya.

Yang saya ingin saudara lihat adalah ayatnya yang ke-9 tadi: Lembu, kambing, domba, tekukur, anak burung merpati. Semuanya membayangkan satu korban, yaitu korban Tuhan Yesus Kristus. Jadi kalau kita kembali kepada Lukas 15: Kenapa engkau, bapa, mengorbankan lembu? Kalau ini adalah lambang kita, anak yang hilang, maka Bapa di sorga sudah mengorbankan lembu di atas segala lembu, anak lembu untuk menebus dosa kita. Yang hilang sudah ketemu, yang mati sudah hidup, mari kita bersukacita. Bikinlah pesta anak lembu.

Tahukah saudara, pesta terbesar di sorga itu ada dua. Pesta terbesar di sorga hanya ada dua. Yang kedua yang terakhir adalah pesta perjamuan pernikahan Anak Domba. Ketika Yesus nanti bertemu dengan gereja, mereka dikatakan menikah, bertemu. Yesus dengan gereja bertemu sebagai suami istri. Pesta. Tapi pesta yang pertama adalah ketika orang-orang berdosa, karena orang-orang itu disebutkan menjadi satu orang. Manusia kemanusiaan, semua orang di dunia di hadapan Tuhan menjadi satu orang. Semua orang menjadi satu orang. Kita buka Efesus 4. Dalam Efesus 4, kita akan melihat bagaimana Tuhan menutup atau mengumpulkan semua manusia menjadi satu orang. Ayat 17,

4:17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
4:19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
4:20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.
4:21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
4:24 dan mengenakan manusia baru- Satu orang - , yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Kita, orang-orang, mereka - kita semua, itu di hadapan Tuhan kita harus menjadi satu orang. Sama dengan suami dan istri. Seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya, bersatu dengan istrinya sehingga mereka menjadi satu tubuh. Satu, bukan dua. Orang kalau menikah itu dua jadi satu. Di hadapan Tuhan satu. Di dalam Kristus, semua manusia yang banyak, yang miliaran itu, satu.

Jadi si sulung ini nggak mau bersatu. Kita kembali kepada Lukas

15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.

Kita lihat isi hati bapa. Isi hatinya dari bapa. Hai anakku! Jadi si sulung yang marah ini tetap disebut anak. Kalau yang bungsu, yang sudah salah itu pulang, masih diterima sama anak maka yang sindrom anak sulung juga dia tetap bilang anak. Bandingkan dengan ayatnya ke-24 tadi, Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Sekarang anak sulung. Engkau juga anak. Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku.

Lihat. Tuhan memeluk lagi yang sulung ini. Kalau yang bungsu dia peluk dengan tangannya, tanpa ngomong. Si bungsu minta ampun sama bapanya: Ampuni dosa saya. Dia nggak jawab A, nggak jawab B, diam. Dia cuma  bilang: Bawa jubah. Tetapi kepada yang sulung, dia tidak memeluk tapi kata-katanya memeluk. Kata-katanya berkata: Anakku, engkau bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Bahasa Inggris lebih tegas: Dan apa yang ada padaku itu milikmu.

Apa yang ada padaku, milikmu! Amin? Berarti si bungsu juga dapat. Apa yang ada padaku, milikmu. Apa yang sedang dia ngomong sama yang sulung? Segala harta milik bapa, yang kumiliki sekarang ini, milikmu juga. Bapa sudah mengambil si bungsu. Si bungsu sudah dipeluk, sudah jadi milik dia. Jadi apa saja yang ada milikku ini, milikmu. Lalu dia bilang, ayat terakhir,

15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu - yang milikmu itu - telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang - dan milikmu itu - dan didapat kembali."

Maka saya katakan tadi dari pertama, cerita Lukas 15 adalah mengenai kehilangan dan ditemukan. Kehilangan dan ditemukan. Dukacita karena hilang, sukacita karena menemukan. Aku sudah bersukacita karena yang hilang - si bungsu ini - telah balik kepadaku. Apa yang ada padaku, milikmu. Jadi adikmu juga milikmu. Kita buka I Korintus 

3:18 Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.
3:19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya."
3:20 Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka."
3:21 Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu:
3:22 baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya.
3:23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

Kalau si sulung ini mau menerima kekayaan bapanya - yang menjadi milik dia -,  termasuk anak bungsu ini, dia menjadi milik Allah. Kenapa saya katakan sindrom? Karena dua-dua ini salah. Yang sulung salah, yang bungsu salah. Dua-dua berdosa, dua-dua terhilang. Yang satu di luar rumah, yang satu di dalam rumah. Tapi dua-dua diampuni. Dua-dua ditolong. Dua-dua masih dianggap anak.

Kiranya cerita ini akan membuka mata rohani saudara. Saudara tidak memiliki sindrom anak sulung atau sindrom anak bungsu. Tapi kita menjadi anak yang dikasihi oleh Bapa. Puji Tuhan. Kita berdiri bersama-sama.

-- o --

Rabu, 10 Januari 2007

MEMBUAT PERSAHABATAN DENGAN MAMON

Selamat sore, selamat berbakti di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Saudara senang ada di dalam gereja? Lebih senang ada di tempat kebaktian dari pada kita di rumah sakit. Mari kita buka Alkitab kita dari Injil Lukas  

16:1 Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.
16:2 Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.
16:3 Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.
16:4 Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.
16:5 Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?
16:6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.
16:7 Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.
16:8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.
16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."

Bagian cerita ini kalau saudara tidak memperhatikan baik-baik, kita tidak concern, tidak konsentrasi, saudara tidak akan mengerti. Jangan ngelamun selama saya terangkan ini. Jadi dengar baik-baik. Tuhan Yesus memberikan perumpamaan kepada murid-murid-Nya. Jadi ini perumpamnaan supaya murid-murid-Nya tidak hanya tulus tetapi juga cerdik. Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Ini ada seorang kaya. Dia seorang yang mempunyai kekayaan. Saking kayanya, uangnya itu dikelola oleh seorang bendahara.

Bendahara itu ada dua macam: Bendahara yang baik, yang kedua, bendahara yang tidak baik. Bendahara yang baik, dia bukan hanya memegang uang tetapi dia bisa menganakkan uang. Contohnya, orang itu taruh uang itu di bank. Dengan ada uang itu di bank, maka dia akan mendapat bunga. Jadi kapan dia ditanya oleh tuannya, mana kekayaanku? Kalau dia pegang satu miliar maka dia akan kembalikan satu miliar ini dengan ada bunganya di bank. Tetapi kalau bendahara ini tidak baik, uang yang ada itu malah berkurang.

Ini terjadi di Amerika. Di Amerika, jika saudara-saudara taruh uang tidak dipakai, itu bukan tambah banyak malah berkurang. Karena pemerintah Amerika mau supaya uang itu dipakai. Mereka juga membantu keuangan rakyatnya. Karena cerita ini cerita di timur, di Israel, maka tidak jauh berbeda dengan cerita di sini. Sekarang kita sedang berbicara tentang bendahara yang tidak jujur. Dapat laporanlah orang kaya ini bahwa bendahara ini tidak baik. Bendahara ini menjalankan uangnya tidak baik, tidak jujur.

Lalu dia panggil dan dia bilang: Kamu dipecat. Karena kamu tidak bisa mengembangkan apa yang aku percaya kepadamu. Kamu dipecat. Lalu ngomonglah dia sendiri. Ayat ke-3, Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Perlu saudara tahu, bendahara itu gajinya besar sekali. Gaji orang dipercaya dengan menjadi bendahara itu gajinya besar. Besar sekali gajinya. Dengan dipecat, gaji yang besar itu akan hilang. Dengan dipecat, kemudahan-kemudahannyapun akan hilang.

Kita lihat. Apa yang harus aku perbuat? Aku dipecat sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat. Bahasa Inggris tidak memakai kata mencangkul, tapi menggali. Aku tidak dapat menggali. Aku tidak dapat, tidak bisa menggali. Berarti orang ini tidak bisa kerja. Berarti malas. Kalau mengemis, katanya, malu. Kalau mengemis, minta-minta, malu. Dari omongan dia, kita belajar dua kebenaran yang luar biasa: Siapa yang tidak kerja, dia akan mengemis!

Anak terhilang punya kekayaan banyak tapi tidak kerja. Hanya pakai uang, pakai uang, terus pakai uang, pakai uang, tidak ada penghasilan masuk, dia pakai uang. Akhirnya dia jadi pengemis. Mengemis, saya bekas bendahara ... malu saya. Jadi apa? Dia masih punya gengsi. Kerja menggali tidak bisa. Masa dari bendahara jadi tukang gali? Tidak bisa, tidak dapat. Mungkin sudah tua. Untuk mengemis? Saya malu.

Dari cerita ini, kita sedang memperhatikan betapa orang ini masih punya harga diri. Dia tidak bisa mengemis karena malu. Tidak bisa menggali karena sudah tua, cape. Apa yang harus aku lakukan? Ayat ke-4, Aku tahu apa yang akan aku perbuat. Saudara, kalau saudara tahu apa yang saudara akan perbuat, problem apapun yang saudara hadapi, saudara bisa atasi. Amin? Asal saudara tahu apa yang harus aku perbuat. Kita buka Yohanes

6:5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?"
6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.

Jadi Yesus tahu apa yang mau Dia lakukan.

Kita kembali kepada Lukas. Dia tahu apa yang dia akan perbuat supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. Ini ceritanya agak rumit tapi gampang kita mengerti. Karena dia sudah mau dipecat. Menggali dia tidak kuat. Mau minta-minta, mengemis, dia malu. Dia tahu, katanya, apa yang dia akan perbuat. Dia panggil orang-orang yang berhutang kepada orang kaya ini. Dia cari orang yang berhutang kepada tuannya. Ayatnya yang ke-5,

Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?
Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak.

Orang yang pertama, punya hutang seratus tempayan minyak. Mana surat hutangmu? Saya berhutang seratus tempayan. Sudah, saya bikinkan lagi yang baru. Kamu duduk di sini. Ini dicoret, hutang itu berubah menjadi lima puluh tempayan. Yang kedua, ayat ke-7, Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang yang lain: Delapan puluh pikul. Seratus pikul gandum, coret lagi. Tulis, delapan puluh.

Mari kita berhenti. Kalau saudara berhutang sama seseorang. Ada orang lain, you punya hutang sama dia berapa? Lima puluh juta. Saya kasih dua puluh lima juta. Suruh bayar hutang. Saya yang kasih sama saudara. Saya kasih dua puluh lima juta. Bayar hutangmu separohnya. Saudara bayar. Hutang saudara tinggal dua puluh lima juta lagi. Saudara berterima kasih nggak sama saya? Berterima kasih, dong.

Dengan cara yang sama si bendahara ini, dia tidak punya uang. Tapi dia kurangi hutang seseorang 50%. Tulis, hanya lima puluh tempayan. Lumayan, dari seratus tempayan jadi lima puluh tempayan. Ini ban, ban kamsiah sama ini. Tuan, terima kasih. Memang licik, memang licik. Yang dirugikan tuan ini. Dirugikan. Tapi kita perhatikan cerdiknya. Yang dipuji oleh tuan ini cerdiknya. Ambil lagi yang seratus pikul gandum. Sudah, saya potong 20%. Tulis delapan puluh pikul. Ini juga ban, ban kamsiah.

Pada waktu dia dipecat, orang ini dipecat karena tidak baik. Kalau dia mengemis tidak berani, menggali tidak bisa. Dia datang kepada dua orang ini. Minta tolong kemurahan, saya mau tinggal di rumahmu. Saya mau tanya sama saudara, diterima apa nggak? Diterima. Lumayan itu lima puluh tempayan minyak. Bukan main-main itu dua puluh pikul gandum.

Dari cerita ini, Tuhan Yesus bilang begini:

Ayat 8,  Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu - Jadi bendahara itu tidak jujur tapi dipuji karena cerdik -, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

Itu yang tadi licik itu anak dunia. Dalam persoalan dunia, mereka itu ahlinya. Potong hutang orang supaya saya diterima di rumahnya. Itu anak dunia. Kenapa anak terang tidak berbuat yang sama secara rohani? Yesus bilang anak terang ini bodoh. Kasarnya. Tidak cerdik seperti anak dunia. Maka Yesus bilang, anak dunia lebih cerdik dari pada anak terang karena anak terang tidak pakai pikirannya.

Ayat 9, Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur.

Yang tidak jujur ini diungkapkan oleh Tuhan Yesus adalah mamon. Mamon ini dewa uang. Uang itu tidak jujur. Sebentar kursnya sembilan ribu per satu dolar. Sebentar lima belas ribu. Bayangkan, emas tiga puluh tahun yang lalu, berapa satu gram? Sekarang seratus enam puluh ribu satu gram. Penipu uang ini. Tidak jujur. Kita lihat dulu Amsal

23:4 Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.
23:5 Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.

Belum pernah saya dengar kekayaan punya sayap. Tetapi Alkitab, firman Allah katakan, uang ... kekayaan itu punya sayap. Kalau saudara kejar uang supaya kaya, dia terbang. Tidak jujur dia. Berapa orang yang ditinggalkan istrinya - di Jakarta - karena tergoda oleh lelaki lain yang kaya, yang punya pabrik, yang punya mobil. Dia tinggalkan suaminya, dia kawin sama lelaki lain. Kesetiaannya hanya karena uang. Uang ini tidak jujur. Tapi Tuhan bilang, kamu bersahabat. Bikin persahabatan memakai mamon yang tidak jujur, dia bisa dipakai untuk membuat persahabatan.

Kita bingung, bersahabat dengan siapa? Supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di kemah abadi. Ada rumah abadi. Kamu bikin persahabatan. Kalau nanti mamon ini sudah tidak bisa, tidak berlaku lagi, kamu yang mengadakan persahabatan ini, kamu diterima di rumah abadi. Kalau ini rumah disebut rumah abadi atau rumah yang kekal maka sahabat yang kita harus bikin persahabatan haruslah sahabat yang kekal, yaitu Yesus. Pakai uang kita untuk bersahabat dengan Yesus.

Bagaimana kita pakai uang kita untuk bersahabat dengan Yesus? Kita akan lihat dalam Lukas 8. Dalam Lukas 8, alkitab menuliskan bagaimana orang-orang bersahabat dengan Yesus memakai mamon ini.

8:1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
8:2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
8:3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

Ada yang melayani dengan talenta. Ada yang melayani dengan nyanyian. Ada yang melayani dengan musik. Tapi ada yang melayani dengan kekayaan mereka. Uang, mamon yang tidak jujur itu dipakai untuk mengadakan persahabatan dengan Tuhan Yesus. Cerita ini akan lebih terang, jelas kalau kita bandingkan dengan Matius

6:19 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Amin? Saya mau tanya, berapa persenkah kekayaan yang saudara miliki, yang saudara bisa bawa ke sorga? Berapa gram emaskah yang saudara bisa bawa waktu mati? Nggak ada. Bahkan orang yang sudah pasang gigi emas dibongkar kuburannya. Ini terjadi betul. Dibuka, dicabut emasnya. Mati pun tidak dibawa. Tapi Yesus bilang, kamu bisa taruh harta di sorga. Aduh hujan, menghalangi saya kebaktian. Pakai angkot ke Waru Jajar, bayar dua ribu rupiah. Saudara sudah memakai mamon untuk mengadakan persahabatan. Korban dijalankan, kolekte. Saudara menaruh uang di kantong. Saudara sudah mengadakan persahabatan.

Harta yang mahal di sorga setelah Yesus, apa? Setelah Yesus yang paling mahal di sorga apa? Jiwa-jiwa. Masa satu jiwa bertobat, menerima baptisan, seisi sorga bersukaria? Mahal benar itu jiwa. Dengan uang kita, dengan mamon yang tidak jujur itu kita bisa bawa jiwa. Saya itu kagum kepada satu pemuda yang bersaksi di sini. Dia bilang, saya berterima kasih, saya bisa dengar firman Allah, dan saya bisa percaya dan saya bisa dibaptis. Berarti ada hasilnya. Sekarang saya ingin mengetuk hati saudara.

Yayasan Kabar Baik saya bangun tahun 86 sampai sekarang. Separuh dari kolekte yang saya terima di Jakarta, separuhnya, itu untuk Yayasan Kabar Baik. Tuhan tidak pernah tinggalkan saya. Saya beri. Saya menjual mobil saya, saya menjual cincin saya untuk bangun sekolah alkitab. Saya mau mengadakan persahabatan. Apa yang saudara bisa buat untuk Yayasan Kabar Baik? Sebab Yayasan Kabar Baik mengadakan sekolah alkitab. Sekolah alkitab menghasilkan pendeta. Pendeta akan cari jiwa.

Kalau ada jiwa yang bertobat kepada Tuhan oleh karena pelayanan murid-murid dari sekolah alkitab Cianjur, saudara yang ikut nyumbang, dapat andilnya. Saudara dapat andilnya. Jangan kita mengambil keuntungan dari Yayasan Kabar Baik. Tapi malah kita membantu Yayasan Kabar Baik. Kita punya Yayasan terbesar di Cianjur. Tapi hati-hati, orang lain bisa membangun yang lebih besar. Kalau saudara suka memberi kepada Tuhan, Dia akan lebih suka memberi.

Maka saudara anak terang harus cerdik seperti anak dunia. Kita memakai uang kita untuk mengadakan persahabatan dengan Yesus. Kalau Bos kita di sorga itu cinta jiwa-jiwa pasti saudara, anak buahnya, cinta jiwa-jiwa. Kalau Tuhan Yesus nggak pernah itungan, badan-Nya sendiri dia beri untuk dunia ini, kenapa kamu pakai itung-itungan? Jangan pakai kalkulasi Cungkuo. Kalkulasi Cungkuo bahaya, saudara. Ambil sebanyak-banyaknya, keluarkan sedikit-sedikit.

Waktu gereja pertama dibangun, bukan gereja ini. Ini gereja kedua. Gereja pertama, papa saya bangun. Ada anak sekolah minggu namanya Acil, cacat. Dia jualan es mambo. Beli semen. Harga semen itu harganya saat itu tiga ribu perak. Pakai beca dia bawanya. Pada waktu yang sama, orang Jakarta: Kami akan sumbang sepuluh ribu zak semen. Bangga dong kita mau dikasih semen. Saya saksikan, itu sepuluh ribu zak semen nggak pernah datang sampai sekarang. Tapi lebih baik satu zak semen ini dari Acil. Dia sudah mengadakan persahabatan dengan Yesus dengan memakai mamon yang tidak jujur. Dia perlu itu uang mungkin untuk sekolah dia tapi dia bawa satu zak semen.

Kesaksian terakhir. David Livingstone, dia mau jadi misionari ke Afrika. Dia naik kapal laut. Waktu dia naik kapal laut, ada satu ibu: Pak David, pak David, ini ada uang. Dikasih dua puluh dolar. Sekarang seratus delapan puluh ribu. Terima kasih. Dikantongin duitnya. Berlayar, berlayar, beberapa hari kemudian sampai di Afrika. Untuk bawa barang-barang dari kapal ke hutan diperlukan kuli. Jadi dipanggilah beberapa kuli. Coba bawa barang-barang. Berapa? Dua puluh dolar. Sudah, ini dua puluh dolar.

Di tengah hutan ada satu ekor singa menerkam David Livingstone. Tetapi karena yang si jaga barang kaget, singa berbalik menerkam kuli ini. Dibawa kuli ini oleh singa. David Livingstone selamat. Dan David Livingstone hidup dua puluh tahun di Afrika. Memenangkan ribuan orang Afrika kepada Tuhan Yesus. Dua puluh tahun di Afrika. Kembali kepada janda yang memberi dua puluh dolar. Dua puluh dolar dari janda ini sudah menyelamatkan David Livingstone. Dua puluh tahun pelayanannya di Afrika, ribuan jemaat terima Tuhan Yesus.

Sekarang David Livingstone sudah meninggal. Janda itu sudah meninggal. Tapi yang saya ingat, janda ini sudah memakai mamon yang tidak jujur untuk mengadakan persahabatan dengan Tuhan Yesus supaya ketika mereka meninggal mereka mendapat tempat di kemah, di rumah abadi. Ada haleluyah, saudara?

Apa yang kita mau bawa ke sorga? Nggak ada. Itu sebabnya semampunya kita bisa, sewaktu kita bisa, bekerja, bikin persahabatan dengan Tuhan. Memberi untuk kemuliaan bagi Tuhan. Pasti Tuhan akan membalas. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --

Rabu, 17 Januari 2007

Orang Yang Setia

Lukas

16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Dalam ayat 9 bagian akhir dikatakan kalau mamon tidak bisa menolong kita lagi, maka kita akan diterima di dalam kemah abadi. Amin? Tiba-tiba sekarang Tuhan Yesus berkata mengenai kesetiaan. Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Kehidupan kekristenan itu adalah crescendo. Crescendo adalah bertambah besar dan bertambah keras. Jadi dimulai dengan yang kecil. Inilah garis crescendo. Keadaan saudara di sini, berubah di sini, akan berubah di sini dan nanti Tuhan akan percayakan perkara yang besar, yang sangat jauh berbeda dengan titik yang kecil ini.

Tuhan Yesus berkata tentang kesetiaan. Di dalam Amsal 20:6, Dia berkata begini:

20:6 Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?

Bahasa Inggris, siapa yang bisa menemukan orang yang setia? Saudara mau cari pegawai untuk kerja di toko, saudara kan ingin yang jujur dan setia. Saudara ingin mencari pembantu rumah tangga di rumah, saudara juga ingin mencari yang setia. Tidak mau saudara ada sesuatu yang hilang. Tidak mau saudara ada sesuatu yang tidak tahu di mana hal itu ... milik saudara. Nah, kita kembali kepada Lukas 16. Demikian juga dengan Yesus. Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.

Saudara lihat bahwa ini adalah perkara besar. Tidak mungkin saudara dipercayakan ke sini langsung. Tidak. Tuhan mau lihat saudara di sini, saudara setia tidak dalam perkara yang kecil. Saya kasih ilustrasi. Dulu saya main gitar bersama dengan ayah saya. Bertahun-tahun, mulai dari okulele yang kecil. Dan akhirnya saya main gitar di gereja membantu papa. Pakai gitar besar, saya gitar yang kecil. Lalu mulailah saya dipercaya main bass. String bass. Bass nya besar. Dan saya harus berdiri di ubin sini supaya bisa main bass.

Ketika saya SMP, lulus SMP, papa saya membelikan gitar listrik. Saya tidak bisa lupa, harganya sepuluh ribu rupiah dari Solo. Suaranya jelek tapi saat itu saya tidak pikir. Tapi saya pakai itu. SMA saya main band dengan bapak Husni Husada. Kita beli gitar di Bandung buatan dalam negeri. Dan kita sudah senang sekali. Sampai saya ingin punya gitar. Saya dapat satu gitar listrik. Nggak lama saya dapat dua gitar listrik. Nggak lama, saya ke Amerika saya dapat tiga gitar listrik. Sampai saya punya empat gitar listrik. Sampai sekarang saya punya gitar empat puluh delapan. Tuhan tidak mungkin memberi saya empat puluh delapan gitar di sini. Tidak mungkin. Tapi Dia memberinya di sini. Di sini kita mulai setia dengan okulele yang kecil.

Kita mulai dari yang kecil. Saya dulu - sebelum kita punya gereja besar ini - saya disuruh pel gereja. Saya disuruh nyapu gereja. Sendirian saya. Dan saya disuruh mengatur kursi ini harus dengan benang supaya lurus. Saya harus ngepel sampai bersih supaya jemaat kalau berlutut sembahyang kakinya bersih. Itu mulanya. Sekarang saya tidak ngepel lagi. Tapi saya punya gereja yang baik, gereja yang besar. Saya dipercaya mempunyai Yayasan Kabar Baik, Sekolah Alkitab. Sekarang juga dipercaya bangunan lagi yang baru, STT. Orang begitu saja kasih uang sama saya satu miliar. Orang begitu saja kasih uang sama saya enam ratus juta untuk bangun STT. Itu dimulai dari yang kecil. Itu dimulai dari kita jujur dengan yang kecil.

Saya mulai memberi perpuluhan dengan lima ratus perak dulu di sekolah alkitab. Sampai sekarang sudah 30% dari penghasilan yang Tuhan berikan kepada saya, saya sudah kasih bukan 10% tapi 30%. Dan tidak pernah saya kekurangan karena kita harus setia mulai dari yang kecil. Kita mulai dari yang kecil. Ia akan setia juga kepada perkara yang besar. Orang yang setia dalam perusahaan yang kecil, dia akan setia juga dalam perusahaan yang besar. Kalau saudara ingin mempunyai bisnis yang besar, toko yang besar, saudara ingin menjadi sesuatu yang besar, mulailah dari yang kecil.

Kita mau lihat dari Yesus. Dalam Matius 

2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
2:5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."

Lompat kepada Filipi
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Untuk memiliki Nama di atas segala nama, Dia harus dilahirkan dulu di Betlehem, kota kecil. Apa yang terjadi sama Yesus, kita harus ikut. Kita harus awali dari yang kecil. Kita harus mulai dari yang sederhana, dari yang kecil. Nggak bisa kita ujug-ujug. Nggak bisa. Kita ikut Tuhan mulai setia dari yang kecil. Setia dengan hal yang kecil. KIta kembali kepada Lukas ayat 10b, dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Dia tidak bilang: Siapa yang tidak setia dalam perkara kecil, ia tidak setia dalam perkara besar. Dia tidak bilang begitu. Mengenai kesetiaan adalah crescendo, mulai dari yang kecil tambah besar, tambah besar, tambah besar, tambah keras, tambah keras. Tetapi mengenai soal sebaliknya, Dia tidak berkata tidak setia. Tetapi dikatakan: Barangsiapa yang tidak benar. Di dalam bahasa Inggris, kata tidak benar dipakai 'unjust'. Just ini adil. Unjust itu adalah tidak adil. Barangsiapa yang tidak adil dalam perkara-perkara kecil, ia tidak adil juga dalam perkara-perkara besar.

Mana mungkin seorang bisa jadi ketua Mahkamah Agung kalau ketika dia jadi hakim yang kecil, dia tidak benar, dia tidak adil. Tetapi karena dia adil dalam perkara yang kecil, dia bisa mengadili dengan baik, dia bisa mempunyai kedudukan sebagai hakim agung atau mahkamah agung. Diawali dari yang kecil, adil ... maka akhirnya yang besar. Kita belajar lagi dari Tuhan Yesus. Ibrani

1:9 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu."

Ini bicara tentang Yesus. Yang ditulis pertama tentang Yesus, Engkau itu mencintai keadilan. Maka - kembali kepada Lukas - siapa yang tidak adil dalam hal yang kecil. Dia tiak adil, dia tidak benar dalam perkara yang besar. Kita akan membaca ayat 11, Jadi, jikalau kamu tidak setia - sekarang Dia mulai bicara tentang mamon - dalam hal Mamon yang tidak jujur. Kemarin, minggu lalu kita sudah tahu bahwa mamon ini tidak jujur tapi kita bisa pakai untuk mengadakan persahabatan. Sekarang kalau kamu tidak setia dalam hal mamon. Mamon saja sudah tidak jujur. Kalau kita setia saja kepada mamon, tapi mamon tidak jujur, apalagi kalau kita tidak setia.

Siapa yang tidak setia soal mamon, uang? Kalau kita bicara tentang uang, kita sedang berbicara sesuatu yang peka. Sesuatu yang kalau orang kristen setengah matang, dia tidak mau ngerti. Satu kali Petrus datang sama Yesus:  Yesus, kita disuruh bayar pajak kalau masuk Yerusalem. Disuruh bayar pajak. Yesus bilang begini: Anak tidak usah bayar pajak. Dia cerita diri-Nya. Anak tidak usah bayar pajak. Tetapi dari pada ribut, kamu pergi ke sungai, cari ikan. Ikan yang pertama kamu ambil, di mulutnya ada uang. Dan uang itu pakai untuk bayar pajak.

Ini pelajaran besar sekali. Kenapa Tuhan nggak bikin tiba-tiba ada di tangan-Nya uang. Yesus mampu. Kenapa Dia suruh Petrus cari ikan dulu? Karena Dia akan memakai Petrus - di dalam Kisah Para Rasul - satu kali khotbah, tiga ribu bertobat. Dia akan pakai Petrus menemui Ananias dan Safira yang mau menyogok Petrus dengan hasil tanah, jual beli tanah.

Yang umpamanya harga itu sepuluh juta, dia bilang lima juta. Ini saya kasih sama Petrus. Ini harga tanah seluruhnya. Dia mau pakai Petrus untuk membawa Firman kepada tiga ribu orang bertobat. Dia mau pakai Petrus untuk mengadakan sesuatu yang besar ... menghukum Ananias dan Safira yang tidak jujur soal mamon. Tapi dia mulai dengan yang kecil. Petrus, kamu pergi ke danau. Ikan yang pertama kamu tangkap, ambil uang itu. Dan dia nurut. Dia dapat ikan. Dengan uang yang sangat pas-pasan ini, mereka bayar pajak untuk masuk Yerusalem.

Petrus tidak tahu apa maksud Tuhan. Tapi maksud Tuhan adalah tiga setengah tahun setelah itu, pada hari Pentakosta, Petrus mau dipakai Tuhan menjadi penginjil besar yang luar biasa. Satu kali khotbah, tiga ribu orang bertobat. Mulai dari yang kecil. Kalau Petrus tidak setia, contoh kedua. Petrus menangkap ikan semalam-malaman tidak menangkap apapun juga. Dalam Lukas pasal 5, kita sudah belajar. Ketika dia lagi membersihkan pukat, datanglah Yesus dan berkata: Pinjam perahunya. Perahu yang gagal.

Dia duduk di perahu, orang-orang duduk di pantai, diajar dengan firman Allah. Setelah itu: Coba Petrus, dorong sedikit perahunya ke tempat yang lebih dalam. Lemparkanlah pukatmu, labuhkanlah pukatmu untuk mencari ikan. Kalau pagi ikan itu tidak ada di tempat yang dalam tapi di tempat yang dangkal. Kalau malam, ikan ada di tempat yang dalam. Maka dia pakai otak dulu: Tuhan, sudah semalam-malaman saya mencari ikan namun tidak dapat apa-apa. Semalam-malaman saya tidak dapat apa-apa tetapi karena firman-Mu, saya mau nurut. Karena saya nggak ngerti, karena nggak masuk di otak saya. Tapi saya mau nurut. Jadi, dia lempar pukatnya.

Saudara ingat, dapat ikan dua perahu penuh, sampai perahu itu hampir tenggelam. Dimulai dari yang kecil tapi nurut. Dimulai dari kegagalan tetapi nurut. Sebelum Tuhan memberikan yang luar biasa, dua perahu besar itu, dia tidak akan sombong. Karena cerita selanjutnya Petrus nangis, berlutut di kaki Tuhan dan berkata: Tinggalkan saya karena saya orang berdosa. Karena saya mengkalkulasi Engkau dengan otak saya.

Maka jangan ikut Tuhan, jangan jadi kristen kalau pakai otak ini. Otak ini nggak bisa sesuai dengan jalan kristen.

Saya mau tanya, saudara percaya mujizat? Jawab jangan asal jawab. Jawab dari hati saudara. Apa saudara percaya mujizat? Saudara percaya nggak ada pendeta bisa terbang? Kok nggak ada yang bilang amin, katanya percaya mujizat? Saudara percaya ada orang suka potong lidah nggak apa-apa, kalau cap go meh? Terus potong tangannya, nggak mempan. Percaya? Karena dilihat di televisi. Kerusuhan di Palu dan di Poso sudah main ilmu. Orang tuh tidak heran lihat orang duduk di tikar terbang dari pohon kelapa satu ke pohon kelapa satu. Ilmu kegelapan.

Pernah bersaksi di sini satu pendeta yang dulu dia jadi tangsin di Tepekong. Dia mandi di minyak yang panas. Tidak apa-apa. Saudara percaya itu nggak? Percaya nggak? Orangnya bersaksi loh, percaya. Kalau saya bilang, ada pendeta terbang, kenapa saudara bilang tidak percaya? Kalau orang yang pakai ilmu kegelapan terbang. Satu orang pakai ilmu kegelapan, sekarang sudah jadi anggota full-gospel bussinessmen. Dia terbang memakai baralak dari pohon kelapa atas itu pakai baralak dia terbang dari Tahuna ke Manado. Terbang aja pakai ilmu. Itu kuda lumping makan beling, makan paku saudara percaya. Dukun bisa taruh paku, bisa taruh di dalam perut orang ... saudara percaya. 

Ketika saya bilang, ada pendeta bisa terbang, kenapa saudara nggak percaya? Ketika saya bilang, ada orang sembuh dari penyakit kanker hanya dengar lagu Indah Rencana-Mu, kita nggak percaya, kalau tidak ada bukti. Ibrani

3:12 Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.

Tidak percaya itu salah satu tanda kemurtadan. Dia tidak percaya kepada mujizat.

Apa ko Yoyo ngomong ada pendeta bisa terbang? Ini terjadi di Indramayu. Ada satu desa namanya Kresing. Ada pendeta punya jemaat kecil, ya sekitar lima belas, dua puluh orang. Masih single. Satu hari datang preman dua orang: Pak pendeta, minta duit dong. Kasih dua ribu. Besok datang lagi: Minta lagi dong, gedean dikit. Kasih. Dikasih hati begitu tambah berani. Bawa banyak orang, bawa golok. Itu bangku-bangku dari kayu dibacok-bacok. Minta dong duit. Jangan dong, pak, itu buat jemaat duduk. Ah, nggak peduli.

Nah, si pendeta tidak sadar. Tiba-tiba dia tidak sadar aja. Nggak sadar aja kaya pingsan. Sadar-sadar dia sudah dibangunkan sama polisi. Tangan dia pegang golok. Dan menurut lurah, menurut orang-orang yang hadir, dia terbang dan dia berkata: Ayo maju, siapa yang mau merusak gereja, ayo maju! Maju, ayo maju! Dia terbang di atas kepala orang itu. Dan orang itu pada lari. Dia bilang, dia tidak tahu. 

Ini terjadi di Surabaya, ada orang Tionghoa perjamuan kudus: Tuhan, saya minta ampun, tapi saya mohon, apa betul nanti di akhir zaman ada pengangkatan gereja, di mana gereja akan disingkirkan ke padang belantara? Maaf, ampuni saya yang tidak percaya ini. Tuhan buktikan kepada saya sekarang juga. Badannya itu terangkat dua puluh centi. Ketika diangkat dua puluh centi, dia bilang: Ampun Tuhan, saya bertobat. Mau nggak percaya? Orangnya masih hidup.

Kembali kepada Lukas

16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur - saya katakan tadi mamon atau uang adalah hal yang peka -, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

Ini mamon berarti uang ini di dunia, saudaraku, ini bukan harta yang sesungguhnya. Ini uang sementara, ini kekayaan sementara. Harta yang sesungguhnya ada di sorga. Saya selalu ingat lagu pantekosta yang saya masih kecil saya suka dengar: Harta di sana ... harta di sana ... Harta dunia tidak bisa b'rikan padaku ... Waktu sampai sorga ... pintu terbuka ... Saya ada harta di sana.

Arti lagu itu begini: Harta yang di sana itulah yang merubah saya. Harta dunia tidak bisa memberikan damai kepadaku. Jangan siwer sama kekayaan dunia, saudara. Mamon itu cuma sementara. Mamon itu hanya sarana saudara hidup di dunia. Emas, perak, berlian, kekayaan hanya sarana. Kalau saudara mati mah tidak dibawa. Kalau saudara mati, dipakaikan sepatu apa, saudara? Sepatu tenis. Biar saudara orang kaya, pakain sepatu tenis. Cincin berlian saudara dicabut. Ini mah untuk anak yang pertama. Ini untuk anak yang kedua. Saudara dikasih apa? Tidak dikasih apa-apa. Dibedakin didandanin supaya bagus. Diberi pakaian. Tapi yang penting-penting mah uang di bank tidak dibawa, saudara. Memang ko Yoyo ada harta di sorga? 

I Petrus 

1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,
1:4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. - Bukan sekarang diterimanya. Nanti di sorga. -
1:5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.

Di sorga ada harta? Ada. Kita kembali kepada Lukas

16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon. Kalau saudara tidak jujur dalam hal keuangan di dalam gereja - tidak jujur di dalam hal keuangan yang seharusnya Tuhan punya, saudara ambil. Yang seharusnya milik Tuhan, saudara ambil -, Bagaimana Tuhan akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya. Ayat 12,  Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

Problem dalam rumah tangga kalau orang tua meninggal. Kalau orang tua meninggal, rebutan warisan. Malu kalau kita sebagai orang kristen masih rebutan warisan. Apalagi kalau kakak kita, adik kita itu masih sesama kristen. Kalau kita bisa 'lulus' soal uang, sudah tidak ada persoalan lagi soal uang, Tuhan akan meluluskan hak saudara, Tuhan akan meluluskan berkat saudara, dan tidak ada orang yang bisa merampas hak saudara. Tidak ada orang yang bisa merampas hak saudara karena Tuhan bilang orang ini sudah lulus di ujian itu. Itu sebabnya Aku akan meluluskan permohonan mereka, apa saja, dan tidak boleh ada orang yang bisa menghalangi. Di dalam Lukas

19:1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."
19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."
19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

Zakheus tiba-tiba sadar bahwa kekayaannya nggak halal. Kekayaannya dia hasilkan dari memeras. Kekayaannya dia hasilkan dari mengambil harta orang. Dalam Lukas 16 tadi ayat 11, jikalau kamu tidak setia dalam mamon yang tidak jujur, siapa yang akan mempercayakan kepadanya harta yang sesungguhnya. Jadi dengan cepat Zakheus ini karena tukang pajak, dia bisa tahu kira-kira, aduh uang saya separuhnya ini, harta saya ini bukan milik saya. Saya sudah menipu banyak rakyat kecil. Seharusnya pajaknya cuma sepuluh ribu, saya bilang seratus ribu. Seharusnya pajaknya seratus ribu saya bilang satu juta. Saya tidak jujur. Saya tukang pajak tidak jujur. Langsung dia bilang: Kurang lebih dah separuh dari harta saya ini, saya mau berikan kepada orang miskin.

Bandingkan dengan Herodes waktu dia memenggal kepala Yohanes Pembaptis. Dia lihat anaknya, Salome, itu menari telanjang. Minta apa saja, aku kasih kepadamu walaupun setengah kerajaanku. Dia memberi setengah kerajaan hanya karena melihat tarian yang telanjang, tarian yang penuh hawa nafsu.

Tapi Zakheus memberi setengah dari kekayaannya untuk orang miskin. Sampai dia bilang: Kalau ada yang tertipu, saya akan kembalikan. Ini dari kekayaan Zakheus sudah tinggal setengah. Dari setengah dia masih kurangi. Kalau ada orang yang saya tipu sampai seratus, saya akan kembalikan empat kali lipat. Yesus nggak suruh. Yesus nggak bilang. Tetapi seseorang mulai dijamah oleh Yesus, dia lulus ujian. Dia mau setia dalam hak orang lain. Ini setengah dari kekayaan saya bukan hak saya, itu hak orang lain. Ada yang saya tipu, mau saya kembalikan.

Herodes: Setengah kerajaan aku kasih kepada anakku. Itu bukan bertobat. Istri adiknya dia ambil. Istri adiknya, istri Filipus, dia ambil. Ini Herodes. Itu hak adiknya tapi dia ambil jadi hak milik. Saya berdoa supaya jemaat lulus ujian, tidak serakah, tidak ingin menjadi kaya. Tidak. Tetapi saya tutup dengan dua ayat, yaitu Amsal 

23:4 Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.
23:5 Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.

Pak pendeta, apa orang kristen nggak boleh kaya? Boleh. Tapi lihat Amsal

22:4 Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan. 

Ada amin? Berkat yang pertama untuk orang yang rendah hati justru kekayaan. Tuhan tidak melarang. Boleh saya tambah satu ayat lagi? I Timotius

6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.

Amin? Ada kekayaan dari dunia, ada kekayaan dari Tuhan. Jangan bersusah payah untuk jadi kaya, seperti orang dunia. Tenang saja. Tetapi berharaplah kepada Allah yang dalam kekayaan-Nya akan memberikan kepada kita 'segala sesuatu'. Bukan cuma uang. Segala sesuatu untuk dinikmati! Jangan ngumpulin duit. Duit sudah satu gudang, makan bubur sama ikan asin, pakai kaos singlet, pakai bakiak. Itu tidak dinikmati. Nikmati. Tuhan akan tambahkan. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Rabu, 07 Februari 2007

UANG SEBAGAI TUAN ATAU HAMBA

Selamat sore, selamat bertemu, berbakti di dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Lukas 

16:14 Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.
16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.
16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.
16:18 Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah."

Di dalam ayat ke-14, dikatakan semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang.

Dalam bahasa Inggris dipakai kata pencinta-pencinta uang. Sore ini kita akan belajar mengenai apa yang dimaksud oleh firman Tuhan, apakah boleh atau tidak kita memiliki uang atau harta? Boleh dikatakan, uang tidak diperlukan di dalam Kerajaan Sorga. Tetapi uang diperlukan oleh manusia selama dia ada di dunia. Persoalan kita dengan uang itu adalah apakah kita diperhamba dengan uang ataukah uang menjadi hamba kita.

Sebagai contoh. Kenapa orang bangun pagi-pagi, buka toko, kerja berat? Untuk mencari nafkah. Tapi kalau dia sampai sakit, terus dia paksa untuk mencari nafkah, tidak ada waktu untuk istirahat maka orang itu disebut diperhamba oleh uang. Maka Tuhan menciptakan dunia itu dalam tujuh hari. Hari kesatu, hari kedua, hari ketiga, hari keempat, hari kelima, hari keenam, dan hari ke tujuh. Tetapi yang Dia praktekkan, hari keempat Dia bikin bumi. Dan hari keenam Dia bikin manusia baru hari ketujuh Dia istirahat atau Sabat.

Saudara melihat bahwa lima hari pertama, Tuhan bikin fasilitas. Baru hari yang keenam, Dia bikin manusia. Sebelum Tuhan bikin Adam, Dia membuat fasilitas dulu - persiapan-persiapan. Dia siapkan fasilitas. Sudah semua ada, baru Dia bikin manusia. Ketika Dia bikin manusia, ada satu kalimat. Kita buka Kitab Kejadian 

1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Jadi Tuhan punya maksud membuat manusia adalah untuk berkuasa, untuk memperhamba apa yang Dia siapkan sebagai fasilitas. Tetapi sekarang manusia terbalik ... dia diperhamba oleh fasilitas. Uang tidaklah dosa. Tapi uang kalau kita cinta kepada uang lebih dari pada Tuhan, itu menjadi dosa. Kita kembali kepada Lukas 16. Ketika kita menaruh uang menjadi tuan, itulah dosa. Jadi uang, harta ini adalah dosa kalau kita jadikan tuan. Tetapi harta ini tidak dosa kalau kita jadikan dia hamba.

Ketika uang dijadikan tuan, maka kita diperhamba oleh uang. Disebut di dalam ayat yang ke-14 tadi, yaitu hamba-hamab uang. Orang Farisi ini dia punya agama, dia punya kitab, dia hafal ayat-ayat firman Allah, dia tinggal hampir seluruh hidupnya di rumah Allah. Tetapi bukan cinta kepada firman Allah tetapi dia cinta kepada uang, dia cinta kepada harta. Saya katakan sekali lagi, uang tidak dosa ketika kita jadi tuan, ketika kita memperhamba uang. Kita perintah uang, kita pakai uang untuk keperluan kita.

Tapi kalau kita sudah menjadi orang medit skaker pelit karena uang ... itu kita diperintah, kita dijajah oleh uang. Jadi bedanya tipis sekali, apakah kita dijajah oleh uang? Apakah uang kita yang jajah, kita yang perintah? Kamu begini, kamu begini. Kita yang mengelola. Atau kita dikelola oleh uang? Ini ayat tiba-tiba saja keluar. Setelah Yesus berkata seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Bukan tidak boleh, tidak dapat! Diizinkan. Silakan kamu kalau kamu mau menyembah Allah sama-sama dengan Mamon. Silakan. Tapi tidak bisa. Kalau orang tidak menyembah Tuhan, dia pasti nyembah mamon, dewa uang. Saudara datang sore hari ini, kebaktian, karena saudara sudah bisa mengatasi mamon itu. Uang itu saudara kuasai. Uang itu saudara perintah. Saudara bisa buka toko, saudara bisa dapat penghasilan dalam satu jam ini. Tapi saudara tinggalkan itu untuk mencari Tuhan. Ini yang saya katakan, saudara memerintah uang. Saudara tidak dijajah oleh uang. Tapi saudara jadi tuan dari uang.

Ada peribahasa bilang begini: Uang adalah hamba yang baik tetapi majikan yang kejam. Kalau uang kita bikin jadi hamba, kita suruh kemana dia pergi. Saudara tidak diperintah oleh uang. Saudara akan menganggap uang itu baik bagi saudara. Tetapi kalau dia saudara jadikan majikan, kebaktian bisa ditinggalkan hanya karena uang. Dari pada kita ke gereja lebih baik kita buka toko, kita dapat hasil. Tapi terima kasih kepada Tuhan, saudara adalah pemenang-pemenang. Saudara meninggalkan usaha saudara justru pada hari rabu bukan hari minggu. Saudara tinggalkan usaha saudara yang seharusnya saudara bisa bekerja. Dan saudara datang untuk belajar firman Allah. Puji Tuhan. Amin?

Lalu ayat ke-14b, ... mereka mencemooh Dia. Mencemooh. Seorang Farisi, seorang yang menjadi orang Farisi itu tidak boleh mencemooh. Tapi ternyata karakternya orang Farisi ini suka mencemooh. Dia selalu mencemooh. Apapun yang dia kerjakan selalu dalam hubungannya mencemooh. Coba kita lompat sebentar kepada Lukas

18:9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:
18:10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
18:11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah - Perhatikan - dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;

Itu mencemooh. Dia doanya penuh cemooh. Dia berdoa sama Tuhan, di rumah Tuhan. Tapi Tuhan bilang:  Aku tidak terima doa seperti itu. Penuh dengan cemooh. Jadi kita sekarang kembali kepada Lukas 14. Kita tahu dari Lukas 16 tadi, kita tahu ayat 14 bahwa orang Farisi doanya tidak akan pernah didengar. Yesus saja dicemooh. Sekarang saya tanya, saudara yakin dan percaya Yesus itu adalah Tuhan? Tuhan dicemooh. Kita bikinan Tuhan. Tuhan kita cemooh.

Sama dengan wayang. Orang bikin wayang dari pohon pete. Dibikin jadi Gatot Kaca. Seharusnya kalau itu pohon bisa ngomong, itu Gatot Kaca musti terima kasih dong sama yang bikin, saya dijadikan Gatot Kaca. Apa yang terjadi kalau kita nyembah-nyembah apa yang dibikin manusia? Kita bikin patung, kita cat, kita bikin hidung, kita bikin mata, kita bikin telinga lalu kita sembah. Kita mencemooh Tuhan. Kita mencemooh Pencipta kita.

Ayat 15, Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.

Ini aneh, saudara, dan jarang kita perhatikan ini: Apa yang dikagumi manusia, dibenci Allah. Jadi Allah kita adalah Allah yang sanggup menbenci juga sesuatu atau seseorang yang dikagumi oleh kita. Saya pikir, kenapa Yesus ngomong begini: Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah? Untuk menerangkan ini kita harus buka ke depan, I Samuel 

16:6 Ketika mereka itu masuk - anak-anak Isai - dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya."
16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Jadi ayat ke-7, Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah, itu salinannya agak kurang enak.

Dalam bahasa Inggris, karena Tuhan tidak melihat seperti orang melihat. Manusia melihat luar. Cari mantu lihat luarnya. Cari istri lihat luarnya. Seumur hidup saya, saya sampai sekarang saya nggak bisa ngerti bekas pengerja saya, perempuan, orang Tionghoa. Kerjanya baik, rupa tidak jelek, sopan, baik ... dilamar oleh seorang pendeta yang buta matanya. Tidak lama dilamar, dia terima. Dua-duanya saya nggak ngerti. Si perempuan saya nggak ngerti, si  lelaki saya nggak ngerti. Sampai sekarang ada di daftar pendeta Jawa Barat. Sudah punya dua anak. Dia tidak pernah minder. Sedang membangun gereja. Sekarang gereja sudah selesai. Suami main organ, istri puji-pujian. Dia khotbah juga.

Yang kedua saya tidak mengerti, satu bapa di Cibeber. Dia menikah dengan satu wanita yang - maaf bicara - cacat fisik. Tidak ada yang bisa diharapkan. Tapi mau suami ini menerima.

Satu lagi yang kita kagumi, yaitu Tuhan. Tuhan itu nggak peduli saudara ke gereja pakai baju apa. Tuhan nggak peduli saudara ke gereja pakai sepatu merk apa. Tuhan nggak peduli saudara pakai mobil apa atau nggak pakai mobil. Pakai motor atau nggak pakai motor. Tuhan nggak peduli. Dia peduli hati kita. Biar dia pakai dasi, pakai jas, Tuhan nggak lihat itu jas, dasi. Nggak. Dia lihat hati.

Itu sebabnya saudara dan saya mempunyai hak yang sama untuk disenangi oleh Tuhan karena Dia melihat hati kita. Kita juga mempunyai ancaman yang sama kalau kita di hadapan Tuhan karena Dia tidak suka melihat penampilan luar. Yang Dia nilai adalah  hati.

Kalau kita kembali kepada Lukas 16:15, sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.

Abomination, suatu kebencian, satu hal yang tidak enak. Penyembahan berhala dibenci oleh Tuhan. Saudara nyembah berhala, dibenci oleh Tuhan. Tetapi juga kalau saudara mengagumi sesuatu, apa yang dikagumi manusia - apakah itu artis, apakah itu selebriti, apakah itu bentuk benda, apakah itu motor, apakah itu mobil, apakah itu pangkat, apakah itu kedudukan - kalau saudara mengagumi itu, justru itu yang dibenci oleh Tuhan.

Biarlah sore hari ini kita hanya mengagumi satu Pribadi saja - Tuhan Yesus Kristus! Dan kalau ada yang saudara harus puji, biarlah puji-pujian itu hanya kembali kepada Tuhan Yesus Kristus.

Kita datang  kepada ayatnya yang ke-16, Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.

Kalau saya bikin garis begini, bikin salib. Di sini diwakili oleh Musa, mewakili Taurat. Elia mewakili nabi-nabi. Itu hanya berakhir sampai kepada zaman Yohanes Pembaptis. Karena Yohanes Pembaptis persis tiga bulan sebelum Yesus. Setelah itu, setelah zaman Yohanes Pembaptis, setelah zaman Yesus, ini masa adalah masa dari Kerajaan Allah. Ini adalah Kerajaan Allah yang harus terjadi sampai sekarang. Kerajaan Allah.

Orang Yahudi masih menyembah Musa, memperhebat Elia. Tetapi kita sebagai orang kristen, kita harus tahu bahwa Taurat dan para nabi cuma sampai kepada Yohanes Pembaptis. Setelah zaman Yesus, Kerajaan Allah, dan orang berebut masuk.

Saya kemana-mana saya suka saksikan. Saya bangga sama jemaat saya di Cianjur. Kebaktian jam lima, setengah lima mereka sudah kumpul. Kita majukan kebaktian setengah lima, jam empat mereka sudah kumpul. Saya majukan lagi jam empat kurang seperempat. Akhirnya kita kembali saja tentukan jam empat sore. Karena kalau kita mulai jam empat kurang seperempat, setengah empat sudah jalan. Jadi jam empat saja mulai. Berebut masuk. Kalau sudah jam kebaktian, berebut masuk. Kalau sudah jam kebaktian, cari Tuhan, berebut masuk. Harus begitu.

Dulu waktu tahun 98 di Jakarta ada aksi penjarahan, pemerkosaan orang-orang Tionghoa. Ada jemaat saya, dia tinggal di daerah Jakarta Barat. Dia ingin kebaktian, susah. Pakai jilbab, saudara. Perempuan, dia pakai jilbab, tutup mukanya, pakai jilbab, berangkat ke gereja. Nggak ada yang nyetop. Kita bingung, pakai jilbab masuk ke gereja. Oom, kalau nggak pakai ini, saya bahaya, nggak bisa kebaktian. Berebut masuk. Dalam keadaan bahaya, dia tetap ingin kebaktian. Kita harus berebut masuk di dalam Kerajaan Sorga. Sebab apa? Sudah masanya. Sekarang sudah bukan zaman Taurat. Sekarang sudah bukan lagi zaman nabi-nabi. Sekarang sudah zaman Yesus Kristus.

Sekarang ada dua gereja di Cianjur, dia pakai perjanjian lama. Dia kebaktian hari sabtu. Dia percaya Yesus, tapi dia percaya juga Taurat. Tidak, Yesus bilang: Taurat dan para nabi hanya sampai kepada Yohanes Pembaptis. Setelah itu Kerajaan Allah, orang berebut masuk. Masuk dalam Kerajaan Allah.

Saya nggak tahu dari mana ya, ada satu ibu orang Tionghoa. Dia teman saya dulu. Dia ketemu saya di dalam satu kebaktian penyerahan rumah. Dia sekarang jadi guru ngaji, da'i ... agama islam. Dia kasih tangan sama saya: Waduh, puji Tuhan ya, syukur, haleluyah. Gereja anda maju sekali ya. Kalau bubaran gereja, itu jadi omongan. Orang pada bejubel keluar. Bukan keluar saja, masuknya juga bejubel.

Saudara mau masuk bejubel ke dalam Kerajaan Allah? Rebutan masuk dalam Kerajaan Allah. Saya itu iri hati ketika buku Harry Potter terbit, itu orang antri membeli buku padahal itu pelajaran setan, itu ajaran tidak baik, itu buku yang tidak baik. Tapi orang beli buku Harry Potter. Alkitab mungkin dia tidak pernah baca. Orang pada bejibun. Apa kita nggak sama Tuhan begitu. Jam empat kebaktian itu, masuk gereja kurang seperempat sudah kumpul di bawah. 

Saya tidak panjangkan firman Tuhan. Tapi kita belajar sampai sini dulu. Kita tidak mau jadi hamba uang tapi kita mau menjadi tuan dari uang. Kita berdiri bersama-sama.

-- o --

Rabu, 21 Februari 2007

YESUS KEGENAPAN HUKUM TAURAT

Selamat sore, selamat bertemu, berbakti lagi dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus.

Pada sore hari ini kita akan kembali melihat dari Injil Lukas untuk meneruskan pelajaran Alkitab kita. Lukas  

16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.
16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.
16:18 Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah."

Nah, di dalam bagian ini, saya sangat berat hati mengajarkan tetapi harus saya ajarkan. Sebab di sinilah ketegasan dari firman Tuhan, kekudusan dari Tuhan, hukum perintah Tuhan dinyatakan kepada kita.

Kita mulai baca dari ayatnya yang ke-16, Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes.

Kalau ini adalah zaman Abraham dan garis berikutnya ini adalah zaman Yesus disalibkan. Kemudian berikutnya lagi kedatangan Yesus yang kedua kali di atas awan-awan. Dan baru ada Kerajaan Seribu Tahun.

Ini kita mulai dari Abraham sampai kepada Yesus disalib ... itu dua ribu tahun. Tetapi seribu lima ratus tahun sebelum Yesus, itu Taurat diturunkan melalui nabi Musa. Jadi Musa mewakili Taurat. Sebelum Taurat ini, sebelum Abraham ini, ini adalah banyak nabi-nabi. Nabi-nabi sampai kepada zaman ini banyak nabi-nabi. Nabi-nabi besar, saudara bisa baca dari Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, Daniel ... itu nabi besar. Nabi kecil - Hosea, Amos, Obaja, Yoel, sampai Maleakhi, itu nabi kecil. Nah, itu disebutlah nabi-nabi.

Nah Yesus berkata, dikatakan ayat 16, hukum Taurat dan kitab para nabi. Karena disini ada nabi Musa juga di sini menulis surat juga. Jadi kitab Taurat dan nabi-nabi, itu hanya sampai kepada Yohanes Pembaptis. Dan Yohanes Pembaptis itu adalah tiga bulan sebelum Yesus; dia sudah bekerja tiga bulan sebelum Yesus. Sejak itu, sejak Yohanes Pembaptis, artinya setelah zaman Yesus bekerja ... hanya beda tiga bulan, mulailah zaman Kerajaan Allah dan orang berusaha mengagahinya. Itu bahasa mengagahi tidak enak kedengarannya. Yang tepat di dalam bahasa Inggris dikatakan ... and everyone is pressing into it, memaksa masuk ke sana.

Sebelum kita teruskan, kita buka dulu Matius 17. Di dalam Matius 17, di sana saudara membaca cerita bagaimana Tuhan Yesus dipermuliakan. 

17:1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
17:3 Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.

Jadi, Musa, kalau saya gambar di bukit ini di gunung ini. Kalau ini di atas bukit, maka Yesus yang sedang dipermuliakan, bercahaya. Tiba-tiba ada Musa di sebelah kiri dan Elia di sebelah kanannya ... mengapit Yesus. Sedangkan Lukas 16:16 berkata, Musa dan kitab nabi-nabi. Nabi-nabi diwakili oleh Elia. Musa mewakili Taurat. Dan baik Elia maupun Musa itu dihormati di Israel. Israel cuma nggak percaya Yesus saja. Padahal setiap tahun 9 sampai 10 juta turis masuk ke Israel. Pada waktu perang turis terus penuh. Mereka terima duitnya karena nama Yesus tapi mereka tidak mau percaya kepada Yesus. Musa mewakili Taurat Musa, dan Elia mewakili nabi-nabi, itu hanya sampai kepada Yohanes Pembaptis. Setelah itu Kerajaan Allah, orang berebut masuk.

Cenglinya, kalau kita ngomong cengli, gereja sudah tidak bisa lagi pegang Taurat. Nggak bisa. Sebab firman Allah bilang, Taurat hanya sampai Yohanes Pembaptis. Nabi-nabi hanya sampai Yohanes Pembaptis. Sejak salib Yesus, sejak Yesus, itu sudah bukan Taurat lagi, tapi Kerajaan Allah. Nah, di Cianjur ini ada 2 gereja yang masih pegang Taurat. Kebaktian hari sabtu, tidak mau kebaktian hari minggu. Saya tidak akan bilang salah tapi tidak tepat, tidak perlu. Sama dengan saudara nggak hujan nggak panas, saudara pake payung. Nggak dilarang pake payung, tapi apa perlunya pake payung? Nggak salah, tapi kan nggak perlu. Demikian juga dengan Taurat. Kita lihat dulu tentang Taurat di dalam Matius 

5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Taurat tidak hilang. Digenapi oleh Yesus. Nah, saudara tahu nggak, Taurat itu mempunyai enam ratus tiga belas hukum. Yang diajarkan cuma sepuluh hukum Taurat. Tapi ada enam ratus tiga belas. Dari soal makanan, saudara tidak boleh minum susu bersama dengan daging sapi. Kalau saudara makan daging sapi, tidak boleh ada susu. Saudara tidak boleh makan udang, saudara tidak boleh makan babi, nggak boleh, nggak bisa. Itu sudah hukum Taurat. Ada hari, ada tahun Yobel. Setiap lima puluh tahun, satu tahun kita musti tidak boleh kerja, musti istirahat. Ada enam ratus tiga belas. Kita bagaimana ngapalinnya? Susah.

Dalam Matius 5:17, tidak akan hilang Taurat tapi digenapi. Tetapi kalau kita baca Efesus

2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Yesus dengan mati-Nya disalib, Dia membatalkan hukum Taurat yang berlaku 1.500 tahun sebelum Yesus. Tetapi Yesus dengan hormat dengan sopan Dia bilang: Taurat Musa dan kitab para nabi hanya sampai Yohanes Pembaptis. Setelah itu zaman Yesus sampai sekarang adalah zaman Kerajaan Allah. Dan saudara dan saya sedang hidup di dalam zaman Kerajaan Allah. Kerajaan Allah yang secara rohani. 

16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.
16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.

Kata batal nggak enak bacanya. Maksudnya fail, gagal. Tidak mungkin hukum Taurat itu gagal. Tetapi bisa dibatalkan, Efesus 2:15. Firman Allah tidak akan gagal. Tetap. Hukum Taurat bilang, jangan membunuh. Sekarang zaman Kerajaan Allah juga masih berlaku ... kita tidak boleh membunuh. Hukum Taurat bilang jangan berzinah. Dalam hukum Kerajaan Allah juga kita tidak boleh berzinah. Hukum Taurat bilang, jangan mencuri. Di dalam Kerajaan Allah juga jangan mencuri. Apa bedanya kalau begitu?

Bedanya begini. Kalau dulu orang mencuri, potong tangannya. Saudara dipukul orang, gigi patah, saudara musti balas lagi sampai dia punya gigi patah lagi, baru adil. Mata saudara dicungkil, saudara musti cungkil lagi mata orang itu, baru adil. Maka ada peribahasa, gigi ganti gigi, mata ganti mata. Nah, sekarang bagaimana? Kalau ada orang mencuri, tetapi dia minta maaf, dia minta ampun, dia mengembalikan yang dia curi ... tidak dipotong tangannya tetapi diampuni. Jadi kalau di Taurat diamputasi, kalau di dalam Kerajaan Allah diampuni.

Contohnya siapa? Zakheus. Zakheus itu hidup dalam zaman Kerajaan Allah, zaman Yesus. Zakheus itu tukang pajak yang tidak jujur. Pajak sepuluh ribu, dia bilang empat puluh ribu. Pajak seratus ribu, dia bilang empat ratus ribu. Tetapi ketika dia ketemu Yesus ... - ini adalah pelajaran bagi kita. Saya nggak bisa paksa orang ke gereja, nggak bisa. Tapi kalau orang sudah ketemu Yesus secara pribadi, dia akan memiliki kerinduan untuk hidup benar sama seperti Tuhan. Zakheus, Yesus bilang, turun dari pohon. Aku mau masuk di rumahmu.

Dan Yesus tidak khotbah. Yesus tidak ajarkan: Hati-hati kamu, bertobat. Tidak. Yesus hanya diam. Yesus cuma makan. Aku mau masuk di rumahmu. Tiba-tiba saja Zakheus berdiri dan berkata: Ya Tuhan, separoh dari harta saya, saya mau kasih sama orang miskin. Kenapa? Karena kebenaran, terang dari Yesus menerangi hatinya. Bahwa hartanya yang separuh itu tidak halal, dia boleh curi. Dia mau serahkan kembali sama orang miskin. Dan kalau ada yang saya peras, yang saya tipu, saya mau kembalikan empat kali lipat.

Dikembalikan saja jumlah biasa sudah cengli, sudah bertobat. Ini sampai empat kali lipat. Ini pertobatan yang jarang. Kalau saya masih hutang, belum saya bayar sama satu orang, saya kembalikan empat kali lipat. Terang Tuhan menerangi hatinya.

Tadi malam ada dua orang yang bersaksi di Jakarta. Tapi yang seorang bersaksi, dia karyawan di Hero. Dia bilang, saya mula-mula gaji saya satu juta bulan. Dan saya mulai praktekkan persepuluhan. Saya kasih seratus ribu. Saya imani firman Allah. Dia bersaksi. Dan saya tidak suruh dia bersaksi. Kemudian gaji saya naik satu juta setengah. Tapi saya bilang: Tuhan, saya mau kasih persepuluhan dua ratus ribu. Dan begitu. Dia naik gajinya dua juta. Dia selalu lebih. Sampai sekarang dia punya persepuluhan sudah lima belas juta. Jadi Tuhan ini tidak bisa dibohongi. Pasti dah, kalau kita melakukan firman Allah, hati diterangi oleh Tuhan, terjadi.

Satu saudara lagi, yang pasang reling di STT. Dia bersaksi juga. Yang saya heran, saya ikut kebaktian di sini, ketika saya membawa persepuluhan. Ketika saya bawa persepuluhan, empat, lima hari, order datang ... yang besar-besar. Pernah saya lupa. Order nggak ada bulan ini. Baru saya ingat, saya belum bawa perpuluhan. Dia bawa perpuluhan. Besok order datang. Itu dia saksikan sendiri, bukan mulut saya.

Nah, sekarang Taurat itu sudah digenapi. Taurat itu sudah digenapi di dalam Yesus. Kalau kita terima Yesus, kita sudah menerima hukum Taurat. Itu sebabnya orang yang sudah menerima Yesus, dia tidak ingin berzinah, dia tidak ingin mencuri, dia tidak ingin merampok, dia tidak ingin membunuh.

Karena apa? Yesus sudah di dalam hatinya. Dan Yesuslah yang menggenapi Taurat di dalam diri-Nya. Maka Taurat yang ada di dalam Yesus, yang ada di dalam kita, itulah yang memimpin kita kepada berkat-berkat yang berkelimpahan. Jadi, Tuhan yang kita sembah itu bukan Tuhan yang kecil. Tuhan yang menciptakan langit bumi beserta segala isinya. Saudara bisa keliling dunia tapi saudara tidak bisa keliling cakrawala. Orang bisa ke bulan, bisa ke Mars, tapi harus empat bulan tanpa awak manusia, cuma mesin saja sampai ke Mars. Empat bulan baru sampai, empat bulan lagi balik.

Ketika terang Tuhan masuk di dalam hati kita, orang itu bukannya lari ... berebut mau masuk. Apa yang harus saya lakukan, saya ingin masuk. Sama orang antri beras. Saya mau beli beras. Kamu harus punya kupon. Orang berdesak-desak mau beli kupon. Sebab kalau tidak dapat kupon, dia tidak dapat beli beras. Sama dengan Kerajaan Allah. Orang harus berdesak-desak. Karena kalau kita santai-santai, kita nggak bisa masuk dalam Kerajaan Allah.

Ketika terang Tuhan di dalam kita mulai bercahaya, kita akan bersemangat, kita akan mau maju di dalam Tuhan. Kita mau berdesak-desakan, mau maju untuk Kerajaan Sorga. Puji Tuhan. Jadi tidak ada satu titik pun yang hilang, yang gagal. Tetapi dibatalkan sama Tuhan. Betapa baiknya Tuhan bagi kita. Dia wakilkan semua kelemahan kita pada satu tubuh, yaitu Yesus. Dan Yesus yang menggenapi Taurat. Sekarang kita menerima Yesus. Yesus sudah menggenapi Taurat. Jadi kalau kita terima Yesus, kita sudah mengerjakan Taurat. Buka dulu Roma

13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. - Sekarang dibikin sederhana sama Tuhan -
13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!
13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Ada haleluyah? Jadi ketika saudara mengasihi, sudah lupakan itu 613 hukum Taurat. Lupakan. Ini semua sudah dirangkum, waktu saudara mengasihi sesama manusia. Kalau mengasihi, kita tidak akan berbuat jahat sama dia. Kalau mengasihi, kita tidak akan menipu dia.  Kalau mengasihi, kita akan taat sama firman Allah dan menghargai Dia. Kalau mengasihi - ini yang saya takut - kita tidak akan menghakimi orang lain. Firman ini yang akan menghakimi kita semua. Saya dihakimi oleh Firman.

Ada yang bertanya: Bagaimana oom, kalau engkong saya masih kong hu cu, engkong saya masih budha. Dulu apa engkong dari engkong saya di Tiongkok malah nggak punya agama, kalau mati rohnya kemana? Saya punya keyakinan satu, Tuhan yang kita sembah bukan hanya maha besar, bukan hanya maha hadir, bukan hanya maha suci, bukan hanya maha adil, tapi Dia maha bijaksana. Dia sudah tulis di dalam firman Allah. Kita buka Roma

2:11 Sebab Allah tidak memandang bulu.
2:12 Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat. - Kalau saudara mau pegang Taurat, nanti Taurat yang menghukum saudara. -
2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan. - Sedangkan kita nggak bisa melakukan hukum Taurat. Jadi kita nggak bisa dibenarkan. -
2:14 Apabila bangsa-bangsa lain - Termasuk kita, yang bukan Israel saja - yang tidak memiliki hukum Taurat - Nggak punya hukum Taurat, nggak kenal hukum Taurat, nggak kenal firman Allah - oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.

Dia tidak tahu kebenaran. Kita suka dengar orang-orang tua dulu, pokoknya kita nggak pernah kua bo orang, pokoknya kita berbuat baik, pikiran baik, nggak pernah jahat. Pasti kita baik. Itu pendapat mereka dulu sebelum kenal firman, sebelum kenal Yesus. Dia akan dihakimi oleh itu.

2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Ini yang dipakai oleh Tuhan. Yang belum beragama, yang nggak tahu firman Allah. Nggak tahu kong hu cu, nggak tahu budha, nggak tahu kristen, dia juga bukan komunis, dia nggak tahu apa-apa. Tuhan kasih hukum pikiran dan angan-angan hati! Kenapa orang kalau mencuri musti lari? Kenapa orang kalau mencuri musti malam-malam, gelap-gelap? Karena hatinya menuduh: Mencuri itu salah! Nah, dia akan dihakimi oleh itu, oleh perasaan hati nanti di sorga. Tapi berbahagialah kalau kita menerima Yesus. Yang dihakimi sudah Yesus di atas Golgota.

Sekarang kita yang harusnya mati, kita hidup sampai selama-lamanya. Asal kita tetap tinggal di dalam terang firman Allah tadi! Amin, saudara? Saya akan masuk kepada bagian yang paling sukar, bagian yang paling sulit, bagian yang paling berat saya ajar. Tapi ini harus karena ada dalam firman Allah. Kita datang kepada Lukas

16:18 Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah."

Waktu Taurat - jadi sebelum salib -, Musa memberi surat cerai, orang boleh bercerai. Kita mau baca dari Matius 

19:1 Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.
19:2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Iapun menyembuhkan mereka di sana.
19:3 Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"
19:4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah - Dijodohkan Allah, dipertemukan oleh Allah -, tidak boleh diceraikan manusia." - Maksudnya manusia di sini kita juga sebagai manusia -
19:7 Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena - kekerasan atau - ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."

Sekarang saudara sudah dengar firman Allah. Tidak ada lagi yang saya bisa ngomong. Tiba-tiba besok, dua, tiga hari yang akan datang, ada orang datang bertobat, terima Yesus. Si suami sudah kawin tiga kali. Si istri sudah kawin dua kali. Ketemu dia, kawin. Dia nggak kenal firman Allah. Dia datang ke gereja ini, dia kebaktian. Saya tidak ada hak menghakimi. Saya terima apa adanya. Sebab kita harus datang sama Tuhan seperti keadaan kita. Ketika dia tahu kebenaran, oh, itu perbuatan saya salah. Apa harus dia kembali kepada istri yang pertama sedangkan istri pertama sudah kawin sama orang lain? Pemikiran kita.

Saya kenal ada pendeta di Jakarta. Sebelum jadi pendeta istrinya empat. Setelah dia jadi hamba Tuhan, dia ambil yang kedua. Kalau menurut firman Allah, musti ambil yang pertama. Karena waktu dia jatuh, yang kedua ini setia. Sekarang yang kedua sudah meninggal. Dia sekarang tidak tahu harus berbuat apa. Saya ingin beritahu kepada saudara bahwa yang kita baca tadi itu kekudusan Tuhan, kesucian Tuhan untuk mencegah kita bercerai. Jangan kita bercerai. Bukan hanya suami istri, saudara bersaudara juga jangan bercerai. Tuhan punya hati itu ingin supaya kita bersatu. Tuhan punya hati itu ingin suami istri itu tetap rukun.

Satu jemaat di Jakarta: Oom, boleh nggak saya bercerai? Saya nggak tahan lagi, oom. Pakai golok suami saya, hampir tiap hari lari-lari mau bacok saya. Saya bilang, sabar. Dia nggak akan bacok kamu, dia lagi emosi. Saya ketemu tantenya: Aduh brur, ini dua-dua samanya. Satu keras, ini keras. Dua-dua bisa cari uang. Nah, ini problem. Kalau istri tahu tempatnya, dia musti tunduk sama suami. Dan suami tahu tempatnya, dia harus mengasihi istri - nggak akan ada perceraian.

Mari kita mau lihat isi hatinya Tuhan soal perceraian itu. Maleakhi

2:10 Bukankah kita sekalian mempunyai satu bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita?
2:11 Yehuda berkhianat, dan perbuatan keji dilakukan di Israel dan di Yerusalem, sebab Yehuda telah menajiskan tempat kudus yang dikasihi TUHAN dan telah menjadi suami anak perempuan allah asing.
2:12 Biarlah TUHAN melenyapkan dari kemah-kemah Yakub segenap keturunan orang yang berbuat demikian, sekalipun ia membawa persembahan kepada TUHAN semesta alam!
2:13 Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu.
2:14 Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.
2:15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
2:16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Sulit ya, berat. Memang berat. Tetapi ini dari pihak saya, sekarang dari pihak saya. Saya ketemu dengan orang, dia kebaktian di GBI. Tua-tua sidang GBI ngomong sama saya: Pak, ini bapak ini, dia kawini istri kedua. Boleh perjamuan kudus apa tidak? Saya bilang, lebih baik jangan. Diturut. Jadi bagaimana ... dia ingin kebaktian. Terima. Tuhan yang kudus juga adalah Tuhan yang berkemurahan. Itu satu sisi, ya. Allah yang kita sembah adalah Allah yang kudus, tidak ada kompromi dengan segala perzinahan. Tidak ada kompromi dengan segala hal. Dia tidak mau ada perceraian. Dia bicara, Aku tidak berubah. Aku benci perceraian, engkau harus sayang kepada istrimu, dan istri harus setia kepada suamimu. Itu sudah fakta.

Dan saya minta saudara melakukan itu, yang baik, yang terbaik, tidak bercerai. Tetap mengasihi istri, mengasihi suami. Sebab itu yang the best. Tetapi tidak semua orang beruntung dalam perkawinan. Saya ingin supaya saudara tidak salah paham. Bagaimana oom kalau kita sampai harus bercerai karena suami begitu jahat, begitu kasar, dia mabuk. Terpaksa saudara bercerai, saudara tidak boleh kawin lagi!

Memaksa ingin kawin, saudara paksa, saudara bilang: Ini sudah. Ya, saya hanya mendoakan. Saya bukan Tuhan yang menghakimi. Saudara nanti dihakimi oleh firman Tuhan. Tetapi Yesus yang kita sembah, kita buka Matius

1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar. - Tamar ini menantunya Yehuda. Tamar, dia menyamar jadi pelacur. Dan Yehuda datang sama Tamar. Sampai punya anak Perez dan Zerah. Terus turun ke bawah. Ayat 5, 

1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab. - Rahab ini perempuan sundal, pelacur. Ayat 6,

1:6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, - Istri orang ini. Kalau saudara baca terus ... Ayat 10,

1:10 Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, - Saudara, ayat 10 ada kata Manasye. Manasye ini membakar dua anaknya sendiri. Dikorbankan kepada dewa. Anak sendiri, anak kandung, disembelih, dikorbankan. Tuhan marah sekali. Tapi akhirnya Tuhan ampuni.

Tadi kita lewat ayat 5. Ayat 5 itu ada Rut. Rut ini orang dari Moab, orang kafir.

Sampai akhirnya kita ketemu ayat 16, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Mari saudara perhatikan. Perhatikanlah firman Tuhan malam hari ini karena sangat berbahaya kalau saudara salah mengerti. Saudara dituntut oleh Tuhan, diminta oleh Tuhan setia kepada pasangan hidup kita sampai mati. Apa yang dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia. Kalaupun saudara harus bercerai, saudara tidak boleh kawin lagi.

Tetapi ketika kita melihat Matius pasal 1, bahwa nenek moyang Yesus itu seperti ditulis: Tamar kok menantu sama mertua. Terus Boaz, terus Salmon, terus Rahab, semua itu ... kenapa akhirnya keluar Yesus? Untuk membuktikan kepada saudara bahwa Yesus datang ke dalam dunia untuk menebus segala  "dosa", kekurangan, kelemahan, kelalaian, kerusakan, kebejatan kita semua. Nah, itu sebabnya saya - saya katakan sekali lagi - saya tidak bisa menghakimi. Saudara akan dihakimi oleh firman Allah.

Saudara keukeuh mau bercerai dan kawin lagi, terserah. Bukan saya yang menghakimi saudara. Tuhan yang menghakimi saudara dengan firman-Nya. Saudara bisa hidup, saudara bisa kawin lagi. Bisa. Tetapi kehidupan, berkat dari Tuhan, itu tidak ada. Bimbingan dari Tuhan tidak ada. Saudara akan kacau balau pikiran saudara. Saudara tidak akan bisa tidur nyenyak. Karena saudara sudah tahu kebenaran. Lain kalau orang tidak tahu kebenaran.

Nenek moyang kita dari Tiongkok sudah biasa punya istri dua, punya istri tiga, punya istri empat, punya istri lima. Sudah biasa. Mereka tidak tahu kebenaran. Lain kita. Kita sudah kenal kebenaran sekarang. Bagaimana oom kalau dulu saya tidak tahu kebenaran, sekarang saya tahu kebenaran? Sudah, datang kepada Yesus apa adanya sekarang. Sudah. Yang lama sudah lewat, yang baru sudah terbit. Amin, saudara?

Saudara harus berdiri di atas ajaran yang benar. Yang dilakukan saya dulu memang salah. Jangan ikuti saya. Saya memang tidak baik. Saya kurang baik, saya salah. Tapi hanya saya berharap anugerah Tuhan yang baik, anugerah Tuhan yang sempurna, Dia mau mengampuni saya. Dia mau mengampuni kekurangan saya.

Saudara puas dengan keterangan itu atau belum? Ingat ya anak-anak kita, ingat pemuda pemudi remaja kita. Kalau saudara tidak bekali dengan pengajaran yang kuat, nanti seenaknya hidup. Sebab dari televisi dibanjiri mereka dengan kawin cerai, kawin cerai, kawin cerai. Saya harap, saya berdoa supaya perkawinan saudara langgeng, sampai kakek-kakek, sampai nenek-nenek. Betapa indahnya di hadapan Tuhan dan di hadapan dunia pernikahan yang langgeng itu.

Kalau suami kita meninggal, istri kita meninggal ... saudara bebas. Saudara boleh menghadap sama saya: Oom, saya bebas oom. Boleh kawin lagi ya, oom? Boleh. Kalau apalagi musim hujan kaya begini, dingin ya. Di gereja ini memang ada beberapa janda, ada beberapa duda. Mengapa susah-susah kalau mau menghadap sama saya? Sama saya dikawinkan lagi. Tidak dosa. Satu istri meninggal, satu suami meninggal. Sudahlah. Kawin boleh. Saya tidak mendorong saudara-saudara janda dan duda kawin. Tidak. Tapi memohon, siapa yang barangkali ada.

Mari kita berdiri bersama-sama.                                                                                                                       

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________