KHOTBAH RABU JANUARI - FEBRUARI 2009

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 14 Januari 2009

 DOA YESUS

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus. Lukas

22:31 Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
22:32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."
22:33 Jawab Petrus: "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!"
22:34 Tetapi Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku."

Di dalam keempat ayat ini, kita melihat bahwa Tuhan Yesus memberi peringatan kepada Petrus bahwa Iblis akan menampi dia seperti gandum, kata-Nya. Ayat ini sebetulnya dimulai dengan kata, Dan Tuhan berkata: Simon, Simon, sesungguhnya  ... itu yang betul. Sesungguhnya Iblis sudah meminta kepadamu bahwa dia akan menampi.

Kata menampi di dalam bahasa Inggris, sama seperti saudara naik mobil memindahkan gigi. Dari gigi yang normal kita masuk gigi. Nah, ketika saudara masukan gigi itulah namanya shift ... merubah. Jadi kata menampi itu Iblis mau menggoyang supaya Simon berubah tidak lagi ada pada tempat yang semula tapi berubah ke tempat yang lain.

Itu sebabnya kata ini sangat penting sebab banyak anak-anak Tuhan umat Tuhan dulu dan sekarang itu berubah. Dulu beriman, sekarang berubah. Dulu rajin, sekarang berubah. Nah, orang-orang yang berubah itu sebetulnya sedang ditampi oleh Iblis. Kalau Tuhan yang menampi kita, Dia menampi kita, membuang yang jelek dari kita, membuang sekam dari kita; Dia ayak kita ... yang jelek ditiup oleh angin sekamnya tapi gandumnya tetap pada tampian. Itu kalau Tuhan yang menampi. Tapi kalau Iblis dan dia sudah menuntut kepada Simon, dia mau menampi Simon supaya Simon itu berubah. Tidak ada pada tempat yang semula tetapi berubah. Sama seperti saudara memindahkan gigi mobil dari normal dari netral masukan gigi satu atau gigi dua. Seperti itu saudara berubah.  

Masih di dalam gigi itu, masih di dalam persneling itu, tapi saudara sudah berubah. Tidak normal lagi. Saudara masuk gigi satu dirubah, gigi dua dirubah gigi tiga. Satu kali sopir sudah memutar-mutar gigi, kemana saja dia bisa bawa mobil itu kemana saja kemana dia mau. Itu yang dipakai dalam ayat ini, Iblis itu hendak merubah kita, dia tampi itu iman kita supaya iman kita berubah ... kita tidak percaya lagi kepada Tuhan tapi percaya kepada dunia. Kita tidak percaya lagi kepada Yesus, kita percaya kepada kepintaran kita. Kita tidak percaya lagi kepada kekuatan Tuhan, kita percaya kepada kekuatan diri sendiri. Inilah yang ada sama Petrus, dia bersandar kepada kekuatan diri sendiri.

Tetapi Yesus sebelumnya, Dia sudah ngomong:          

22:32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. 

Bahasa Inggris, supaya imanmu tidak gagal. Sayangnya kalau kita ikut Tuhan sepanjang umur kita ikut Tuhan, satu tahun terakhir sebelum kita meninggal, kita nggak percaya lagi sama Tuhan, kita mundur dari Tuhan. Itu iman yang gagal. Sama dengan anak sekolah ada yang naik kelas ada yang tidak naik kelas. Tapi Tuhan berkata, Aku sudah berdoa untukmu supaya imanmu supaya sekolahmu supaya pengiringanmu kepada Tuhan tidak gagal. Dan ini menjadi penghiburan kita karena Yesus sudah tahu Iblis mau menampi Simon karena Simon ini sombong mau memakai kekuatannya sendiri.    

Baru Yesus berhenti ngomong, lihat, apa jawab Petrus?

22:33 Jawab Petrus: "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!"

Coba balaganya teh. Sok. Aku siap masuk penjara dan aku siap mati bersama-sama dengan Engkau. Menurut saya, kata-kata Petrus ini didengar sama Tuhan. Dan di dalam Kisah Rasul, Petrus masuk penjara. Betul. Dan dia pernah mati dengan cara Tuhan Yesus, disalib. Tapi dia matinya kepalanya di bawah kakinya di atas. Memang untuk Tuhan.

Jadi kata-kata Petrus di sini, dia lakukan ketika dia sudah penuh dengan Roh Kudus. Ketika dia sudah penuh dengan Roh Kudus maka ketakutan hilang. Sebelumnya, Yesus bilang,   

22:34 Tetapi Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku."

Dibuktikan sama Yesus bahwa memang Petrus dipindahkan itu sama Iblis. Dari normal jadi tidak normal. Asalnya paling ketua dari rasul sekarang jadi tidak normal; dia merasa paling rohani, dia merasa paling senior. Semua orang musti tunduk sama dia. Murid-murid yang lain musti tunduk sama dia. Ah, sekarang Tuhan buktikan, Iblis memindahkan dia. Shift dia. Menampi dia. Ini ada yang berubah. Asalnya setia kepada Tuhan, dia sumpah sampai tiga kali: Aku tidak kenal Yesus.  

Coba, kepala murid, ketua dari murid, murid pertama yang dipilih oleh Yesus, dia ngomong: Aku tidak kenal Yesus. Sampai dia bersumpah, aku tidak pernah kenal Yesus. Orang itu saya tidak kenal. Di depan Yesus dia ngomong. Tetapi ini obatnya, Tuhan Yesus berkata, aku sudah berdoa untuk kamu supaya imanmu tidak gagal.

Jadi kalau saya bawa firman Tuhan ini waktu perjamuan kudus itu lebih tepat lagi. Atau, saya bawa dalam kebaktian tutup tahun, itu lebih tepat. Kita gagal pada tahun 2008 tapi kita punya doa Yesus yang mendoakan agar iman kita tidak gagal. Lalu Yesus berkata, 

22:32 ... Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, ..."

Dalam bahasa Inggris, dan kalau engkau sudah kembali kepada-Ku.

Nah, Iblis memindahkan Petrus untuk jauh dari Yesus untuk jauh dari iman tetapi Yesus bilang, Aku berdoa supaya imanmu tidak gagal. Dan nanti kalau engkau sudah kembali kepada-Ku, kuatkanlah saudara-saudaramu. Mari kita lihat lebih dahulu pengaruhnya Petrus. Kita buka Yohanes  

21:1 Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.
21:2 Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.
21:3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.

Pengaruhnya Petrus masih kuat. Dan ini terjadi setelah kematian dan kebangkitan Yesus. Putus asa Petrus. Yesus bilang, kuatkan saudaramu dia malah bikin lemah. Ah, aku mau kembali menangkap ikan. Padahal di dalam Lukas 5, Yesus sudah bilang, Aku jadikan kamu penangkap jiwa. Ah, aku mau kembali menangkap ikan. Apa murid-muridnya yang lain bilang? Ah, kalau begitu aku juga ikut bersama dengan engkau menangkap ikan. Ini pengaruh Petrus, Yesus tahu. Makanya ketika kembali kepada Lukas 22, kalau ketika Dia bilang, 

22:32  ... Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."

Saya ingin beri satu tips bagaimana kita mau menguatkan saudara kita sedangkan kita sendiri belum kembali kepada Tuhan? Kita musti kembali kepada Tuhan lalu kita bisa menguatkan saudara-saudara kita. Apa artinya, kuatkanlah saudaramu? Berarti saudara-saudara kita itu sedang dalam keadaan yang lemah. Bagaimana kita bisa menguatkan saudara yang lemah kalau kita belum kembali kepada Tuhan? Jangan sok ngasih nasehat orang, jangan sok memberikan orang ini itu sebelum kita kembali kepada Tuhan. Kita kembali dulu baru kita bisa membawa banyak orang datang kepada Tuhan.

Dalam Kidung Agung  

1:4 Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi!

Ini bahasa tidak enak. Kalau bahasa Inggris begini: Tariklah aku dekat kepadamu, kami akan berlari mengejar engkau.

Apa yang menarik di situ? Yang ditarik, aku ... satu. Tapi yang mengejar, kami ... lebih dari satu. Yang ditarik satu orang. Maka kami ... dia dengan teman-temannya, akan mengejar engkau. Saudara sudah ditarik oleh Tuhan Yesus. Saudara sudah ditarik menjadi anak ketebusan, saudara sudah ditarik menjadi umat yang dikasihi-Nya, saudara sudah ditarik dekat kepada Tuhan.

Pernahkah kita berkata sama Tuhan: Kami akan berlari mengejar Engkau. Artinya ajak keluarga, ajak family yang belum kenal kepada Tuhan, ajak teman supaya ikut kepada Tuhan. Di mana keluarga saudara ketika saudara ada di gereja ini? Dimana kakak saudara, dimana adik saudara, dimana ayah ibu saudara, dimana keponakan saudara, dimana paman saudara?

Seorang kristen tidak boleh menjadi seorang kristen yang diam. Harus lari. Dan larinya membawa banyak teman. Tariklah aku maka kami akan berlari mengejar engkau. Kembali lagi kepada Lukas   

22:32 ... Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, - Sudah kembali kepada Tuhan - kuatkanlah saudara-saudaramu."

Sekarang kita buka Amsal

1:23 Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.

Kalau kita mau dapat rahasia isi hatinya Tuhan, kita musti berpaling kepada Tuhan, kita musti menengok Dia, kita musti kembali kepada Tuhan. Ayat 24,

1:24 Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku,
1:25 bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,
1:26 maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu,
1:27 apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu.
1:28 Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku.
1:29 Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan TUHAN,
1:30 tidak mau menerima nasihatku, tetapi menolak segala teguranku,
1:31 maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka.
1:32 Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya.
1:33 Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka."

Tahun 2009, saudara yang mau hidup dekat dengan Tuhan, mau kembali kepada Tuhan, akan hidup dengan aman. Dan saudara akan mengalami perlindungan dari segala malapetaka. Wahyu  

2:1 "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.
2:2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.
2:3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.
2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
2:5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Apa katanya? Bertobat, lakukan lagi yang semula engkau lakukan. Kembali kepada Tuhan. Yang terakhir dari ayat ini, Yakobus

4:8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

Bagaimana caranya supaya Tuhan mendekat kepada saya? Saya harus mendekat kepada Tuhan, Dia pasti mendekat kepada kita. Maka orang sombong itu nggak bisa didekati Tuhan. Nggak mungkin Tuhan mendekat kepada orang sombong. Merasa lebih baik, merasa diri hebat, merasa diri benar. Sama seperti Petrus. Merasa diri kuat, siap mau masuk penjara. Dengan kekuatan sendiri.

Harus kembali kepada-Ku, kata Tuhan, baru engkau bisa menguatkan saudara-saudaramu. Karena saya pernah kehilangan anak maka saya bisa menguatkan mereka yang di dalam kesusahan karena kehilangan keluarga. Saya sudah alami dulu. Petrus belum mengalami pemulihan dari Tuhan maka dia tidak bisa menguatkan saudaranya.

Makanya Tuhan bilang, lihat Iblis, karena kamu sombong, dia akan menampi kamu, merubah kamu. Tapi Aku berdoa supaya imanmu tidak gagal. Kalau kamu nanti sudah kembali kepada-Ku, kuatkanlah saudara-saudaramu.

Kita lihat percakapan Yesus dengan Petrus waktu Petrus kembali kepada Tuhan. Yohanes 21. Dari ayat 1-14, itu Yesus tidak ngomong apa-apa kepada Petrus walau Petrus sudah serba salah karena dia merasa berdosa, tiga kali dia sumpah tidak kenal Yesus. Sekarang di dalam ayatnya yang ke-7,   

21:7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

Betul tadi kata Pengkhotbah, tarik aku maka kami akan mengejar engkau. Petrus berenang secepatnya untuk mendapatkan Yesus, untuk dapat pengampunan. Tapi Yesus tidak ngomong apa-apa: Sarapan dulu, makan ikan. Yesus nggak ngomong apa-apa. Nanti dalam ayat 15, baru Dia ngomong. 

21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, - Artinya sombong - tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

Dia dipulihkan. Karena dalam Lukas 5, Dia bilang sama Petrus, Aku akan jadikan kamu penjala manusia. Dikejar. Sebelum Yesus disalib dia sumpah-sumpah nggak kenal Yesus, digoncang imannya oleh Iblis, dia bilang, saya nggak kenal Yesus. Tapi oleh doa Yesus, dia kembali dipulihkan.

Kalau saudara dan saya ada di ruangan ini dan sedang menyembah Yesus, itu bukan karena kekuatan kita, itu karena doa Yesus bagi kita. Yesus sedang berdoa bagi kita supaya iman kita tidak gagal. Ada haleluyah, saudara?

Mana Yesus berdoa? Kita buka Yohanes 17. Sebetulnya itu doa Yesus kepada Bapa tetapi akhirnya Dia berdoa untuk manusia.   

17:6 Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
17:7 Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.
17:8 Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
17:9 Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu
17:10 dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.
17:11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
17:12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.
17:13 Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.
17:14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
17:15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.
17:16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.
17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
17:18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;
17:19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.
17:20 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;

Saudara dan saya sudah percaya kepada Yesus karena pemberitaan firman Tuhan. Saudara didoakan oleh Yesus. Kedua, saudara dipelihara oleh Yesus. Ketiga, saudara dijaga kita dilindungi. Tuhan Bapa, Engkau lindungi mereka. Itu untungnya. Oleh Tuhan Yesus.

Jadi kita ada sebagaimana kita ada, kita terpelihara ini karena doa Yesus. Apa kita bisa menyaingi doa Yesus?

Telinga kita sudah dengar firman Tuhan dari banyak pendeta. Telinga kita sudah dengar kesaksian dari banyak orang yang besaksi tentang cinta Tuhan. Iman timbul dari dalam hati kita. Aduh bagaimana iman ini supaya jangan goyah? Doa Yesus: Aku berdoa kepadamu supaya imanmu tidak berubah. Dan saya yakin iman kita tidak akan gagal kalau kita tetap berpaling kepada Tuhan dan berkata: Tuhan, aku mau mendekat kepada-Mu.

Ayat terakhir, II Timotius

4:5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Sama tadi Solamit bilang: Tarik aku, kami akan berlari. Kenapa berlari? Kenapa Petrus berenang? Karena dia rindu kepada Yesus. Kitapun harus rindu kepada kedatangan Yesus. Rindu kepada Tuhan ... kapan Engkau datang.

Sekian renungan firman Allah. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Rabu, 21 Januari 2009

 PEDANG FIRMAN ALLAH

Selamat sore, selamat beribadah di dalam nama Tuhan Yesus. Lukas  

22:35 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?"
22:36 Jawab mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.
22:37 Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi."
22:38 Kata mereka: "Tuhan, ini dua pedang." Jawab-Nya: "Sudah cukup." 

Dalam bagian ini, saya ingin menerangkan saudara-saudara, apa yang dimaksud oleh Tuhan Yesus yang sama sekali kita tidak pernah pikirkan Yesus suruh murid-murid-Nya membawa pedang. Padahal Yesus pernah bicara, jangan main pedang; siapa yang main pedang, dia akan mati dengan pedang itu. Sarungkanlah pedangmu, Dia bicara kepada Petrus. Tapi di sini kita membaca bahwa Yesus suruh jual jubah untuk membeli pedang. Juallah jubahmu bajumu untuk membeli pedang.

Nah, kita mau lihat dari ayat 35, pertama-tama kita selidiki bersama-sama. Lalu ia berkata kepada mereka: Ketika aku mengutus kamu tanpa kantong uang atau pundi-pundi, tanpa bekal, tanpa kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa? Mereka berkata, tidak kekurangan apapun juga.

Mari kita renungkan kata-kata Tuhan Yesus ini.

Mereka mengutus kedua belas murid ke manapun mereka pergi. Diutus kesana kemari. Ada yang bekas nelayan, ada yang bekas tukang pajak, Matius. Ada yang bekas olahragawan, Markus. Ada yang orangnya tidak ada salah, ya disebutnya juga orangnya polos, itu Bartolomeus atau Natanael, saudara-saudara. Latar belakang berbeda-beda. Tapi semuanya diutus tanpa dompet, tanpa bekal makanan, roti ya. Kalau sekolah suka dikasih bekal dulu waktu saya masih kecil, suka dikasih bekal. Yesus tanya: Apa kamu kekurangan apa-apa? Anehnya ini murid tidak ada satupun yang bilang ada yang kurang. Semua kedua belas murid itu berkata: Tidak ada yang kurang.

Kalau kita murid Yesus saudara, kalau kita diutus sama Tuhan tanpa uang, tanpa pundi-pundi, tanpa bekal, tanpa makanan, tanpa sandal, tanpa kasut, saudara harus percaya bahwa Tuhan kita pasti menjamin, kita tidak akan kekurangan apa-apa. Nah, saya akan bayangkan ini adalah anak terhilang.

Waktu anak terhilang pulang ke rumah bapanya, dia ciakah ... nggak pakai sepatu, dia nggak punya uang, dia nggak punya baju, baju cuma yang dipakai sudah rombeng semua, sudah robek-robek. Dia jalan kaki pulang ke rumah bapa. Sampai di rumah bapa, bapanya peluk dia, diterima dia, bapanya kasih jubah yang baru, kasih cincin yang baru, kasih sepatu yang baru, kasut yang baru, kasih pesta yang baru kepadanya dan mereka makan. Dan mereka tidak kekurangan apa-apa.

Kenapa anak terhilang ini waktu ninggalin papanya dia sampai kelaparan? Saya mau makan makanan babi. Ampas makanan babi itu tidak boleh. Karena dia tidak diutus oleh bapanya. Bapa tidak utus anaknya: Pergilah kamu! Tidak. Tapi ayat ini kita baru baca, Yesus mengutus murid tanpa makanan, tanpa uang, tanpa dompet, tanpa pundi-pundi, tanpa sandal ... ciakah, suruh berangkat, menginjil. Ditanya waktu pulang, ada yang kamu kurang? Anehnya semua bilang, tidak ada yang kurang ... semuanya cukup.

Saya yakin nanti di ujung tahun 2009, saudara akan bersaksi hal yang sama, selama tahun 2009, Tuhan mencukupkan saya. Itu saya yakin. Yesus akan bertanya, apa ada yang kurang? Kurang apa lagi untuk hidup di dunia yang sementara ini sudah cukuplah, cukup ya. Nggak usah berlebihan, cukup kita sudah cukup. Untuk hidup di dunia ini cukup. Pasti tidak ada yang kurang.

Lalu ayatnya yang ke-36,

22:36 Jawab mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang. 

Perhatikan kata-kata Tuhan Yesus. Pertama dia mengutus murid-murid-Nya tanpa pundi-pundi. Nggak ada pundi-pundi, tanpa bekal, tanpa sepatu. Ketika pulang ditanya sama Yesus, ada yang kurang? Tidak. Sekarang Yesus bertanya: Nah sekarang yang punya pundi-pundi. Asalnya tidak punya, sekarang punya.

Waktu saudara lahir ke dunia tidak punya apa-apa, sekarang saudara ada rumah, ada istri, ada anak, ada menantu. Jadi saudara masih bayi tidak punya apa-apa. Jadi kita musti sadar ketika kita datang ke dunia, kita tidak punya apa-apa, amin? Tapi sekarang sementara kita di dunia, kamu punya pundi-pundi, ini sekarang Yesus bilang. Sekarang yang punya pundi-pundi, bawa. Demikian juga yang punya bekal dan siapa yang tidak mempunyai hendaklah ia menjual jubahnya untuk membeli pedang.

Sekarang bekalnya disebut pedang. Bawa bekal. Murid-murid yang punya pundi-pundi bawa ya. Yang punya duit, yang punya dompet bawa. Yang tidak punya pundi-pundi, yang tidak punya dompet, tidak punya bekal, jubahnya jual. Jubahnya jual dan belilah pedang.

Maaf, saya ingin cerita. Ayat ini dipakai oleh pendeta-pendeta di Ambon, khususnya gereja protestan, untuk melawan waktu mereka mau dibunuh oleh komando jihad islam. Dari Pekalongan mereka kirim berapa ribu ... 3.000 orang, untuk berjihad di Ambon. Orang kristen datang ke gereja, pendeta bilang Yesus bilang boleh bawa pedang. Cuma Yesus bilang, 2 cukup. Ini semua orang bawa pedang dan mereka perang. Saya dengar dari satu orang, mereka itu sangat benci dendam kepada orang kristen makanya harus hati-hati kita.

Ada satu sumur, saudaraku, kosong, diisi semua oleh mayat-mayat mereka. Karena mereka yang mau membakar gereja mereka, diisi oleh mayat-mayat mereka. Jadi 3.000 orang itu pergi, pulang mati semua. Mereka tambah marah. Karena satu pendeta salah menerangkan ayat. Yesus sendiri boleh bawa pedang dua. Peranglah. Perang. Memang menang perang tetapi bukan itu artinya yang ini pedang. Dua pedang sudah cukup. Alkitab adalah pedang Firman Allah, ada haleluya saudara? Yang satu perjanjian lama, pedang yang pertama. Pedang yang kedua, perjanjian baru. Itu sudah cukup. Yesus berkata secara rohani tetapi murid-muridnya seringkali salah. Makanya ketika Dia bilang, ini ada pedang 2 nggak usah beli, itu 2 cukup, nggak usah dipakai. Maksudnya pedang supaya ada persiapan untuk membawa pedang Firman Tuhan. Kita buka dulu Efesus

6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

Jadi pedang Roh itu Firman Allah. Bukan pedang yang kita beli ya dan kita harus bawa pedang itu untuk mempertahankan diri. Kita buka Ibrani

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Nggak mungkin kalau disebutkan ini Firman Allah pedang yang paling tajam dari pedang mana pun, Dia masih suruh ambil pedang yang biasa. Nggak mungkin. Yesus sedang bicara hal yang rohani tetapi mereka salah menyalinnya. Dia bilang ini ada pedang 2, itu cukup, itu cukup. Bukan itu yang Aku maksudkan. Jual jubahmu untuk membeli pedang. Maksudnya, tinggalkan rumahmu, tinggalkan semua untuk membeli pedang Firman Allah. Masih saya ingin bicara sedikit lama di dalam hal ini. Di dalam Lukas

2:34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
2:35  - dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri - ,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."

Saya mau tanya sama saudara. Dari Yesus lahir sampai Dia mati di Golgota, Maria hidup atau mati? Hidup, di kuburan Maria ibu Yesus ikut. Pernahkah dalam ceritanya Maria, ada yang menusuk Maria dengan pedang sampai tembus di hati? Pernah apa tidak? Tidak. Tetapi ketika ia melihat anaknya sendiri yang dia pernah lahirkan, yang bernama Yesus sang Firman, sang Pedang Roh itu tadi disalib, ini yang menusuk hati dia. Dia merasa susah, dia merasa sedih, karena anak yang dia kandung, yang dia banggakan, yang Immanuel itu ... sekarang ditelanjangi di atas bukit Golgota. Itu pedang - Yesus yang sama - pedang itu menusuk hatimu sendiri. Supaya nyata pikiran orang banyak, tuh orang Israel teh jahat, dia mau Yesus disalib.

Untuk nyata pikiran orang banyak, kalau kita dengar Firman Allah, kenapa ya seperti pendeta tahu persoalan saya, pikiran orang banyak diketahui, kenapa, siapa yang ngadu kenapa dia khotbah seperti sudah tahu kesalahan saya? Pedang akan menyingkapkan segenap pikiran orang banyak. Ada haleluya, saudara-saudara? Pedang ini adalah pedang roh, ya. Pedang ini adalah pedang roh. Dan ketika Yesus ditangkap saudara-saudara, Yesus bilang begini sama tentara: Aku selalu ada di bait Allah dan kamu datang mendatangi Aku dengan tombak dan pedang? Seakan-akan Aku ini orang jahat?

Kita lihat Matius

26:52 Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.
26:53 Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?
26:54 Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?"
26:55 Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku.
26:56 Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi." Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

Bayangkan semua murid Yesus meninggalkan Yesus dan melarikan diri. Kalau Maria ibu Yesus tanya, mana anakku Yesus, dimana Dia? Maaf Maria, kami tidak tahu, kami lari. Kecewa Maria dengan murid-murid yang lain melarikan diri. Seperti hatinya tertusuk oleh pedang. Ini maksud Simeon, sebuah pedang akan menusuk jiwamu sendiri.

Pena lebih tajam dari pisau. Orang sangka pisau atau pedang itu cukup tajam untuk melawan. Tapi wartawan dan sastrawan memakai pena, dia memakai pena untuk menuliskan kata-kata. Dan kayanya tajam sekali kata-kata ini. Juga Firman Allah kata-kata sering kali lebih tajam dari pisau, sampai orang-orang yang dengar Petrus khotbah, hatinya pedih, perih hatinya. Kita lihat Kisah Rasul

2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"

Firman Tuhan yang dibawa oleh Petrus itu menyinggung hatinya dari orang Yahudi, memotong hati dari orang Yahudi sebab Petrus bilang begini: Yang kamu salibkan itu justru adalah Mesias, Yesus yang mati bagi semua dosamu. Kamu menyalibkan orang yang salah, kamu menyalibkan Yesus. Justru dengan kematian-Nya segala kejahatanmu, segala kemunafikanmu itu diampuni. Ayat ke-44, Dia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa. Itu khotbah dari Petrus sampai menyinggung hati ini.

Kembali kepada Lukas 22 yang kita sedang bicarakan. Dan dia berkata, kami tidak kekurangan apa-apa.

Saya ingin bicara sedikit tentang tidak kekurangan apa-apa. Saya kagum kepada seorang pendeta namanya John Muller. John Muller ini mempunyai rumah yatim, dia mengelola sekitar 60 anak. Malam ini tidak ada makanan. Malam ini makanan yang terakhir mereka makan. Anak sudah makan: Ayo tidur, tidur. Besok tidak ada lagi. Datang seorang yang kaya, datang sama dia, malam-malam anak-anak sudah tidur, ngomong begini: Apa bapak baik-baik saja? Baik-baik. Apa ada yang bisa saya bantu? Barangkali saya bisa tolong. Mungkin bapa perlu apa? Gandum berapa karung atau apa mungkin kami bisa tolong? Oh tidak, kami semua terpelihara oleh Tuhan Raja segala Raja. Belajarlah kita mengatakan yang positif, sama seperti murid Yesus. Adakah kamu kekurangan? Tidak, kami tidak kekurangan.

Ini mirip dengan Daud. Daud berkata: Tuhan adalah Gembalaku, aku tidak akan kekurangan, amin saudara? Walaupun mungkin saudara sedang memerlukan sesuatu, tapi belajar dengan iman: Kami tidak memerlukan. Tuhan memelihara. Dia berdoa: Tuhan, besok anak-anak mau makan apa? Ini rumah piatu bukan saya punya, Tuhan punya, jadi Tuhan tolong, urusan ini bukan urusan saya, urusan Tuhan. Tolonglah Tuhan, kami serahkan ke 60 anak-anak kami ke dalam tangan-Mu. Pagi-paginya dia doa lagi pagi: Tuhan, Engkau tolong anak-anak ini, dia bangun sebentar akan minta makan, Tuhan tolong supaya segala keperluan kami dicukupkan oleh Tuhan ... amin.

Ketika nyanyi-nyanyi anak-anak sudah pada bangun. Terus kedengaran pintu diketuk, buka pintu. Buka pintu. Satu anak dia lari buka pintu, nggak ada orang. Nggak ada orang, bapak, nggag ada orang. Yang ada karung-karung. Karung apa? Nggak tahu karung-karung apa. John Muller keluar. Ya itulah makanan pagimu, ada 8 karung besar-besar, gandum di bawa masuk, havermut dibawa masuk. Sampai hari ini dia tidak tahu siapa yang kirim. Mungkin orang itu diam-diam kasih tapi dia tidak tahu siapa yang kirim. Persis pada saat yang dia butuhkan.

Saudara, maka saya bilang beberapa minggu yang lalu, jangan takut korban, itu karena saudara tidak akan kekurangan. Nggak usah kopet, engkau nggak perlu kopet, jangan takut korban. Di gereja lain saudara tahu, kalau kolekte 3x, kadang-kadang di Bandung 4x. Di Cianjur kadang-kadang ada tamu, jalan cuman sekali, semuanya pakai uang pribadi saya. Tapi dengan begitu yang diberkati saya bukan saudara.

Saya baru dari Sukabumi tadi. Oom Rompas bilang: Itu coba, coba mobil saya, ini pemberian jemaat. Saya naik mobil dia, Peugeot 2000cc. Bagus oom, alus pisan ini mah. Luar biasa, bagus, nomornya tanggal lahir saya lagi 288, bagus ini. Saya dari Cikembar menetapkan 1 pendeta, coba diundur saudara. Pendeta ditetapkan jadi pendeta hari ini, tadi malam kakaknya dia meninggal, dia langsung harus ke Manado, meninggal dia, di Sulawesi Utara. Tunggu dia baru baru tutup peti.

Maka kita tidak perlu kopet, tidak perlu. Kalau Yesus tanya, apa ada kekurangan? Tidak ada, semua cukup. Belajarlah saudara berkata dengan iman, dengan yakin walaupun saudara kurang, berkata dengan iman: Semua cukup, Tuhan memelihara saya. Nggak berani saudara ngomong begitu, nggak berani ngomong amin. Berkatalah terima kasih, semuanya cukup, semua baik, Tuhan memelihara saya. Nyamanlah jiwaku jiwaku .. Nyamanlah nyamanlah jiwaku. Tadi malam saya main saxafon di Jakarta lagu itu. Biar ada kekalutan di sekitar kita jiwa kita tetap nyaman. Tidak ada yang kurang. Sampai Daud berkata: Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan apapun. 1 Korintus

1:7 Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus.

Ketika saudara menantikan kedatangan Yesus, kamu di dunia tidak kekurangan apapun. Nggak usah jualan togel, Yesus bisa memelihara. Seorang kristen kok jualan togel; jual toge lebih bagus daripada jualan togel. Saya mau bela jemaat saya kenapa di tangkap sama polisi ada apa? Togel, pak. Mau dibela, nggak bisa ... da togel, toto gelap. Nggak usah saudara nggak usah jualan lotere apalagi jual narkoba. Saudara perlu apa saja Tuhan mau mencukupkan. Maka ditanya oleh Yesus: Kamu kurang apa? Tidak ada yang kurang, kami semua cukup. Nyamanlah jiwaku.

Badan kita ini, saudara, badan kita ini seperti mobil, diisi oli yang mahal ... jalan, diisi oli pertamina yang murahan ... jalan. Maaf, diisi oli yang lebih murahan lagi cuma kuat 1000 km ... jalan. Mobil saya, saya nggak tahu diisi oli apa tapi Honda bilang, kembali saja ke sini pak sepuluh ribu km, baru kembali. Jangan kasih lihat muka bapak kalau baru 5000 km, nanti kalau sudah 10000 km baru datang ke sini. Kurang ajar amat 5000 km saya nggak boleh kembali. Tapi itulah kekuatan oli, jalan juga mobil.

Perut kita juga. Diisi bistik makanan yang mahal jalan ... hidup. Diisi nasi uduk ... jalan, pembakarannya jalan. Diisi nasi aking ... jalan. Kita nggak makan nasi hanya pisang ambon, kita makan sama salak pisang ambon alpukat ... jalan. Ada yang kirim lintah laut ... hoi sem, saya makan ... jalan juga. Ada yang kirim ikan patin masak makan ... jalan. Combro satu jalan juga. Tempe jalan. Madu, saya hanya boleh makan madu saja pagi sekali, nggak lapar lagi, jalan. Kurus amat, kata oom Rompas, jangan terlalu cape, jangan terlalu kurus. Sama saya dibalikin, oom Rompas lebih cape dari saya. Terlalu cape, ingat papa, papa teh terlalu cape sampai meninggal umur 52. Jangan terlalu cape.

Jalan. Apa saja kok jalan. Tidak ada uang untuk beli, makan sama lalap ... jalan. Tentara Amerika waktu dia ditembak jatuh di hutan Vietnam seminggu dia nggak punya makanan, rumput apa dia makan. Dia lihat monyet, monyet makan rumput dia ikut makan, apa yang monyet makan dia makan. Tapi kita mesti bisa ngatur, kapan kita makan rumput, kapan kita makan kangkung, kapan kita makan besar-besaran.

Kita kembali kepada Lukas

22:36 Jawab mereka: "Suatupun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.
22:37 Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi." 

Mari kita berhenti sebentar dan kita merenungkan yang terakhir.

Yesus meninggal pada akhir maret dan bulan april, itu pada masa-masa yang panas di Israel. Dia tidak akan suruh jual jubah kalau waktu itu musim dingin. Dia tidak pernah ngomong, gembala-gembala yang menjaga domba, bulan desember kan dingin, suruh dijual jubahnya beli pedang, tidak. Tapi maret april itu lagi panas-panasnya, jubah tidak terlalu dipikirkan. Ambil yang penting. Yang penting itu pedang, jubah tidak terlalu penting.

Saya mau khotbah pake jas bisa, tapi keringetan kecuali AC dihidupkan semua musim hujan saya khotbah tidak usah keras. Tapi ini musim dingin bisa pakai jas, ya, tidak boleh dijual jubah, harus pakai jubah supaya tidak kedinginan. Tapi karena itu musim panas, maret april sangat panas, maka Dia bilang, jual saja jubah beli yang kamu perlu, yaitu pedang.

Dia bilang itu Firman Allah maksudnya. Dibeli itu miliki Firman Tuhan. Salah paham mereka. Kami punya pedang dua. Kalau begitu sudah cukup. Sudah cukup itu. Bukan itu yang aku maksud. Yohanes 2, Yesus bikin air menjadi anggur sampai ibu-Nya berkata, apa saja yang dikatakan oleh Yesus, lakukan. Dalam Yohanes 3 datang Nikodemus. Nikodemus bilang: Apa yang harus saya perbuat supaya saya masuk surga? Yesus bilang: Kamu harus dilahirkan kembali. Salah paham. Masa saya sudah tua, masa umur 80 tahun jadi ciut lagi, kecil-kecil, muda-muda ... jadi anak-anak kecil, terus jadi bayi lagi, masuk lagi ke kandungan ibu saya lalu baru dilahirkan kembali?

Kamu dokter teologi masa kamu nggak tahu, maksudnya dilahirkan kembali secara air ... firman Allah dan roh ... secara rohani. Tetapi dia salah paham. Yohanes 4 dia ketemu dengan perempuan Samaria. Yesus bilang: Kalau kamu minum air ini kamu haus pula, kalau kamu minum air yang Aku akan berikan kepadamu kamu tidak akan haus lagi. Perempuan bilang: Tuhan nggak punya timba, mau timba air dari mana? Salah paham lagi, karena dia anggap airnya sama ditimba dari dalam sumur. Airnya yang diberikan oleh Yesus air hidup. Sama dengan Lukas ini. Pedang yang paling tajam di seluruh dunia adalah Firman Allah, lebih tajam dari pedang manapun juga. Ibrani 4:12 mana mungkin Yesus suruh kita bawa pedang yang biasa yang diasah di batu, tidak mungkin. Dia sedang bicara pedang firman Allah. Dalam Kitab Wahyu

2:12 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua.

1:11 katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."
1:12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.
1:13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
1:14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.
1:15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.
1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, ...

Dari mulut-Nya Yesus keluar pedang. Ini pedang ini adalah Firman Tuhan. Lebih baik jual jubah punya pedang dari Firman Tuhan. Sekarang musim panas nggak usah pakai baju jubah yang terlalu tebal, jual karena ini bulan maret sama april. Jual, kamu beli pedang. Maksudnya ambil Firman Allah supaya kamu tidak susah menginjil dalam musim panas bawa-bawa itu jubah, jual saja. Kamu lebih enteng, lebih dingin badan, kamu kerja lebih cepat untuk membawa Firman Allah.

Tidak ada pedang yang tajam setajam Firman Allah. Makanya saya senang kalau Tuhan percayakan saya membawakan Firman Allah karena pedang ini pedang bermata dua. Pedang yang tajam makan dalam pedang yang bermata dua. Kalau kita renungkan oom Rompas 78 tahun bandingkan dengan pendeta Lorong umur 80 tahun hidup hanya karena pedang Firman, hidup sampai sekarang terpelihara hanya dari pedang Firman Tuhan. Dia hanya memberitakan Firman Tuhan dia tetap hidup sampai sekarang.

Itu sebabnya jual jubahmu, Yesus berkata, beli pedang. Saudara-saudara, tinggalkan dunia, beli pedang Firman Allah. Menarik sekali. Tadi di mobil saya ada Alkitab mantu saya mungkin ketinggalan. Saya baca  - karena Alkitabnya beda - dari kitab Kejadian, eh, menarik sekali. Ini buku paling menarik, saudara, paling menarik. Kalau burung saya suka dengar burung. Kalau ada yang bagus sekali saya tulis di kertas: Enak sekali. Enak sekali suaranya, supaya saya nggak lupa. Tapi kalau di sini saya tidak bilang enak sekali ... indah sekali. Luar biasa.

Makanya bodoh kita kalau kita nggak suka baca Alkitab. Ini pedang.

Kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Rabu, 28 Januari 2009

MENDERITA BERSAMA KRISTUS

Dan kebetulan kita sedang menghadapi Paskah, kematian dan kebangkitan Yesus jadi sore hari ini kita akan belajar apa yang ditulis di dalam Alkitab mengenai penderitaan Yesus Kristus. Kita buka Lukas

22:39 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.
22:40 Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."
22:41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:
22:42 "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."
22:43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.
22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.
22:45 Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita.
22:46 Kata-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."

Dalam injil Matius: berjagalah dan berdoalah supaya kamu tidak jatuh ke dalam percobaan ... itu ditulis cuma satu kali. Tapi dalam injil Lukas ini, kita membaca bahwa ayat ini ditulis sampai 2 kali ... itu sangat penting.

Mari saudara buka hati menyimak baik-baik apa pesan dari Firman Tuhan sore hari ini.

22:39 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.

Kalau saudara-saudara pergi keluar kota tentu perjalanan saudara itu menyenangkan bukan? Saudara ke Bandung nengok anak, saudara ke Jakarta beli barang, saudara pergi keluar kota mungkin untuk melihat kesempatan kerja yang lain, pokoknya saudara ke luar kota itu konotasinya enak, indah. Tapi istilah keluar kota di dalam Alkitab adalah satu gambaran penderitaan. Gambaran apa, saudara? Penderitaan. Kita akan mengerti ini kalau kita mau membuka hati. Kita buka Ibrani

13:12 Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.
13:13 Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya.
13:14 Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang.
13:15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.
13:16 Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

Saudara, apakah hari ini bibir saudara dipakai untuk memuji, memuliakan Allah? Apakah mulut dan bibir kita dipakai untuk memaki orang? Karena luar kota ini adalah lambang penderitaan. Di luar perkemahaan, di luar pintu gerbang. Jadi zaman dulu itu Yerusalem itu kota yang mempunyai 12 pintu gerbang, ya. Tetapi Yesus disalibkan di luar kota, Yesus disalibkan di Golgota, di luar kota, ya.

Saudara yang pernah ke Israel saudara melihat dimana Golgota tempat Yesus disalib, itu ternyata tempat itu sekarang jadi terminal bis orang-orang Palestina. Jadi zaman dulu pun banyak orang lalu lalang begitu. Jadi memang Yesus disalibkan di luar kota supaya menjadi tontonan bagi orang banyak.

Kalau kita kembali kepada injil Lukas

22:39 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.

Seperti biasanya Dia menuju Bukit Zaitun. Bahasa Inggris, sudah menjadi kebiasaan orang-orang dan termasuk Yesus. Jadi semua murid-murid-Nya juga mengikuti Dia. Dia menuju Bukit Zaitun. Dari Yerusalem kita bisa lihat bukit Zaitun. Bukit Zaitun juga bisa lihat Yerusalem. Jaraknya kurang lebih kalau lurus 1 kilometer lah. Kalau berkelok-kelok mungkin 1.5 kilometer untuk di jalan. Tapi kalau lurus kita lihat itu Yerusalem, dari Yerusalem bisa lihat Bukit Zaitun bersama taman Getsemaninya.

Kenapa di situ ada bukit Zaitun? Karena di bukit itu banyak pohon zaitun. Dan ketika saya ke Getsemani waktu itu diperlihatkan bukit Zaitun yang sudah berusia lebih dari 2.000 tahun. Jadi begini. Bukit Zaitun itu dia terbuka gini dan yang ini yang sudah terbuka ini, kulitnya sudah mati, tapi dari dalam keluar lagi yang baru. Begitu terus. Keluar lagi yang baru, keluar lagi yang baru, yang lama mati, yang baru timbul, ya. Maka Zaitun itu menjadi lambang tentara Israel itu pakai warna zaitun itu untuk pakaian perangnya, seragamnya itu hijau tapi hijaunya itu hijau bukit zaitun.

Kita berhenti dulu di bukit Zaitun ini sebentar. Minyak zaitun saudara-saudara tahu semua. Saudara boleh ambil minyak zaitun 1 sloki minum saja begitu, itu baik untuk kesehatan. Atau saudara keseleo, saudara pijit-pijit dengan minyak zaitun, ya. Zaman dulu itu orang-orang, domba-domba yang mau mati hanya taruh saja minyak zaitun dia jadi obat. Minyak zaitun itu memang kalau dibikin masak nggak enak, tapi sehat sekali.

Dulu kalau saya makan salad, saya pakai yang gurih-gurih itu ya sausnya. Sekarang nggak, saya pakai minyak zaitun saja. Memang nggak ada rasanya. Kita nggak ada rasanya tetapi itu sehat. Maka pada waktu dilaporkan kesehatan saya, waduh saya senang sekali. Kolesterol turun. Semuanya turun, gula pun turun ya sampai dokter senang. Ini bagus, ya, profesor dokter perempuan, dokternya yang memeriksa darah saya, profesor dokter juga yang memeriksa jantung saya, ini bagus. Karena selama satu bulan itu sepertinya Tuhan nggak kasih saya nafsu makan. Kembalinya saya ada nafsu makan sedikit ini karena minyak zaitun itu. 

Saudara lihat di masakan-masakan. Orang suka taruh buah zaitun, itu menetralisir racun. Itu buah zaitun. Ada yang hijau atau hitam. Sayur apa kalau ada zaitunnya, ya itu pengaruhnya, ya. Jadi orang Arab dan orang Israel sama kalau masak apa-apa selalu ada buah zaitun, bisa dibikin asinan, bisa dibikin manisan. Zaitun makan begitu saja boleh, diperas jadi minyak zaitun.

Nah, mari kita lihat pohon zaitun. Pohon zaitun menjadi gambaran kehidupan rohani kita yang tidak ada hentinya, yaitu yang lama mati, yang baru timbul. Haleluyah?

Yang lama sudah mati lagi, nanti yang baru timbul lagi? Apa yang 30 tahun yang lalu, yang lama dari kita, lain dengan sekarang yang lama dari kita. Pada 30 tahun yang lalu, yang lama sekarang ini kita anggap masih kita penting, kita perlu. Tetapi setelah 30 tahun kita tahu ini kita tidak penting lagi. Sudah berlalu. Saya bisa angkat besi. Kalau saudara mau saya angkat besi supaya badan saya besar lagi bisa, tapi buat apa? Yang lama mulai terbuang, yang baru lebih baik. Saya menekuni musik, karena tidak terlalu berat. Olah raga main golf tidak terlalu berat dari pada angkat besi, ya.

Secara rohani, dulu kita kerja cari pujian, dulu kita kerja cari orang menyenangi kita. Kita senang dimuliakan dulu. Sekarang sudah lain. Sekarang kita kerja karena kita sadar, kita bekerja hanya untuk Tuhan. Dulu kita memberi pakai perhitungan, sekarang kita tahu Apa padaku .. Kudapat dari Bapa .. keadaanku .. Juga dari Tuhan ..  Apa kubuat .. Itu punya Tuhanku .. Dan apa yang kuperlu .. Kut'rima limpah ganda, amin? Bersuka-suka, dan seterusnya. Ku tak cari duniawi .. Tapi jalan ke surga. Jadi kita ke gereja ini tidak cari pujian, kita ke gereja bukan cari kaya. Ku tak cari duniawi .. tapi jalan ke surga. Kita sedang belajar pada sore hari ini, kita sedang belajar perkara-perkara yang penting, ya.

Tadi pagi saya jam 9 mengajar di kelas 2, saya sedang mau menceritakan satu rahasia, nggak tau bagaimana, saya juga kaget, saudara, siswi yang duduk paling depan tiba-tiba berteriak. Roh Kudus turun. Jadi saya nggak bisa terus. Nangis. Sudahlah, saya keluar. Tolong jaga sudah reda tolong aminkan. Saya mengajar di kelas 1 begitu juga. Nangis. Haleluyah. Roh Kudus turun juga. Tapi saya pulang itu dengan hati yang puas, ternyata pekerjaan saya disertai oleh Tuhan, disertai oleh Roh Kudus, ditemani oleh Tuhan. Aduh, saya senang sekali.

Maukah saudara menikmati kesenangan yang dari Tuhan? Sukacita yang dari Tuhan? Memang ada berita yang sedih, satu pendeta orang Manado namanya pendeta Wareleng, dia bonceng satu ibu rohani dari Tondano. Di Bekasi dia boncengan. Tabrakan. Bukan sama beca, bukan dengan motor, bukan juga dengan mobil ... dengan kereta api. Pdt Wareleng masih koma tapi ibu gembala langsung meninggal di tempat. Saya dikasih tahu sama wakil sekretaris, saya bilang yang saya urus ini pendeta Wareleng saja, yang saya kubur nanti kalau meninggal. Tapi nggak meninggal, katanya. Tapi ibu yang dari Tondano itu bukan urusan saya, pendeta yang dari tondano harus urus. Kalau kita hanya mengurus jenazahnya mudah saja tapi kalau di Tondano bagaimana nanti?

Jadi maut itu selalu mengejar kemana-mana, ya. Itu sebabnya kita mau belajar jalan Tuhan baik-baik supaya kita tahu bahwa di mana pun kita berada di jalannya Tuhan. Ayat 39, murid-murid-Nya mengikuti Dia. Ikut, ikutlah Tuhan sekarang .. Ikut Dia selamanya .. Segala kesusahan Dia tanggung .. Dia pimpin sampai surga.

Jadi kalau kita ikut Yesus walaupun lewat Bukit Zaitun tapi akhirnya kita akan sampai ke surga.

22:40 Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."  

Nah, bahasa Indonesia bilang ada jatuh. Tapi kata jatuh tidak ada dalam bahasa Inggris. Saya salin dari bahasa Inggris, berdoalah supaya kamu tidak masuk ke dalam godaan. Temptation itu bukan cobaan ... godaan.

22:46 Kata-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."

Sekarang ini agak lain salinannya, bangun dan berdoa nanti kamu masuk ke dalam godaan.

Jadi zaitun ada hubungan dengan doa. Sebelum kita teruskan kita buka kitab Habakuk

3:17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,
3:18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
3:19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi).

Indah sekali ini cerita, saudara. Walaupun katanya, ayat 17, hasil pohon zaitun mengecewakan. Artinya apa? Kita sudah doa, kita minta, kita sudah doa tapi kita kecewa ternyata Tuhan tidak jawab. Ternyata kita sudah sembahyang, sembahyang, sembahyang tapi belum ada jawaban. Kita doa, kita doa, kita puasa, kita doa ... kitu-kitu keneh, tidak ada perubahan.

Nah, di sini kelihatan umat Allah yang pemenang dan umat Allah yang biasa. Kalau umat Allah yang biasa begitu karena mereka mengecewakan semua, doa tidak dijawab, dia putus asa. Tapi Habakuk bilang apa?

3:17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,
3:18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
3:19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi).

Walaupun hasil ladang tidak ada, kambing domba lari, semua sapi, semua lari ... berarti rugi semua, aku akan bergembira di dalam Tuhan.

3:18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
3:19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku

Saudara, ada orang yang nggak tahan berdiri menghadapi bukit percobaan. Kalau ada permasalahan, nggak tahan dia. Baru selasa malam kemarin seorang suami, dia tembak istri - di Amerika ini - 5 anak perempuan, semua manis-manis, ditembak. Lalu dia tembak kepala, dia tinggalkan surat: saya menembak istri dan kelima anak saya dan saya sendiri karena kami tidak tahu lagi mesti kerja dimana - karena dia baru diberhentikan dari kerjaan - dan saya tidak tahu anak istri mau makan apa. Cepat putus asa begitu, saudara. Tidak seperti Habakuk. Semuanya mengecewakan, pohon ara tidak berbuah, semua pohon zaitun, orang berdoa tidak dijawab-jawab tapi tidak menghalangi aku dari bersenang-senang di dalam Tuhan, beria-ria di dalam kasih keluarga, ya.

Kalau gereja yang mengajarkan kelimpahan-kelimpahan, itu banyak. Tapi gereja-gereja yang mengajarkan saudara harus kuat, walaupun tidak dijawab doa, kaki saudara masih kuat menjejak di bukit-bukit. Saudara naik ke bukit, berarti saudara atasi itu bukit.

Kita kembali kepada Lukas. Pohon zaitun ada hubungannya dengan doa. Walaupun pohon zaitun tidak berbuah, tidak ada hasilnya, saudara, saya mau kasih tahu, ini doa Yesus sampai ketakutan. Yesus yang bilang sama murid-Nya: jangan takut, inilah aku, kenapa imanmu kecil? Sekarang ditulis di Alkitab: Yesus sangat ketakutan. Kita baca ayat 41,

22:41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:  

Saudara bisa duduk dan berdoa, bisa berdiri dan berdoa. Gereja kita sekarang tidak ada tempat untuk berlutut. Kalau maju ke depan saudara mau di doakan berlutut di depan, itu akan tidak masuk; orang-orang penuh di sana-sini. Jadi sekarang mungkin dimulai oleh saya, di mana-mana kalau di gereja lain, masih berlutut, sebab gerejanya besar. Kalau kita berdiri supaya lebih banyak orang bisa dilayani. Tapi kalau saya sendiri berdoa, saya senang berlutut, saya suka berlutut. Dengar suara Tuhan panggil datanglah .. Dengar suara Tuhan panggil datanglah .. Dengar suara Tuhan datanglah .. Mari berlutur sembahyang.

Itu orang kristen Pantekosta dulu itu kalau sembahyang berlutut, ya, sampai kalau kita nilai pendeta itu kita lihat saja pantatnya celana yang robek, apa lututnya yang robek. Kalau pantatnya yang robek, ia kebanyakan duduk. Kalau lutut yang robek dia banyak berdoa. Pendeta zaman dulu seringkali celana cuma satu atau dua, dikanji, disetrika, dikanji, supaya lurus. Belum ada Teteron zaman dulu mah. Celana aja drill, dikanji supaya ... zaman Belanda dikanji dijemur jadi keras, saudara. Nanti kepretin pakai air baru setrika, jadi lurus.

Ada banyak pendeta kalau mau sembahyang berlutut dia atur dulu celananya, diangkat lalu dia berlutut sebab celananya putih. Kalau lutut saudara bengkok, hati saudara lurus. Kalau lutut saudara lurus, hati saudara bengkok. Kalau lutut saudara bengkok artinya saudara suka berdoa, hati saudara lurus. Kalau lutut saudara lurus - artinya tidak berdoa, hati saudara bengkok. Yesus  kebetulan, bukan kebetulan, Dia memang kebiasaan, Dia berlutut dan berdoa. Kata-Nya - kita perhatikan doa Yesus nggak panjang. Dia berkata tapi to the point: ya Bapa, jikalau Engkau mau - bahasa Indonesia tidak sama dengan bahasa Inggris. Dalam bahasa Inggris bilang begini: ya Bapa, kalau kehendak-Mu, kalau ini kehendak-Mu, ambil cawan ini dari pada-Ku. Walaupun demikian bukan kehendak-Ku melainkan kehendak-Mu lah yang terjadi.

Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Yesus sudah jadi manusia biasa. Dia Allah 100% ada di dalam badan manusia 100%. Dia bisa lelah, Dia bisa sedih, Dia bisa ketakutan, Dia bisa haus. Bedanya cuma 1 Dia tidak berdosa.

Darah yang mengalir di dalam diri saya, itu turun dari papa saya. Dari papa saya itu turun ke saya. Darah saya turun ke anak saya. Helga sekarang, dia punya darah saya. Tapi dia menikah dengan Nemo, punya anak ... cucu saya tidak ada darah saya. Darah dari menantu saya.

Maka ketika Maria hamil, itu kan darah Bapanya ... Roh Kudus yang membuat, meminjam kandungannya supaya Yesus bisa lahir. Jadi darah yang ada di dalam Yesus bukan dari Yusuf, karena Yusuf bukan bapa-Nya. Tapi dari Allah. Karena kalau Yesus manusia, darah-Nya sebagai manusia, nggak mungkin bisa menyucikan dosa ... kalau darah manusia. Tapi darah yang ada di dalam Yesus adalah darah Roh Kudus, darahnya Tuhan yang begitu suci. Kita buka Ibrani 4. Dalam Ibrani 4 kita lihat bagaimana Dia sama dengan kita tetapi Dia tidak berbuat dosa. Ibrani

4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Kenapa Dia bisa nolong kita pada waktunya? Karena Dia tidak berbuat dosa. Kenapa kita bisa mengaku dosa kepada Dia? Karena Dia tidak berbuat dosa. Setetes darah Yesus cukup menebus dosa umat manusia. Dosa apapun yang sudah kita kerjakan, kalau kita mengaku kepada Yesus, mengaku dalam hati, mengaku dalam mulut, tidak usah orang dengar ... dosa saudara diampuni. Karena darah-Nya bukan darah manusia, darah yang kudus, yang tidak berbuat dosa lagi. Kembali kepada Lukas

22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

Mungkin ini agak keliru menyalinnya. Bukan ketakutan. Bahasa Inggris, ... being in agony ... Dia sangat menderita, dia ada di dalam penderitaan.

Saudara-saudara, ketika Yesus merasakan penderitaan, itu dosa manusia, disuruh minum cawan itu, cawan dosa manusia, penyakit manusia, Dia mulai merasa menderita. Kenapa menderita? Karena Dia belum pernah alami, Dia rasa menderita tapi ini jalan keluarnya. Begitu Dia rasa penderitaan, Dia lebih banyak berdoa. Saudara baca ya: Dia sangat menderita - ketakutan itu salah, Dia sangat menderita. Lalu Dia berdoa lebih sungguh lagi. Makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah. Drop itu bukan titik-titik keluar darah-Nya. Tidak. Drop itu jatuh keluar, jatuh tetesan darah dari keringat keluarnya. Peluhnya itu jadi keringat itu jadi darah. Penderitaan apa kalau sampai orang berkeringat itu darah? Seorang dokter, dia berkata: ada pembuluh-pembuluh darah pecah ketika orang menahan penderitaan. Dan itu keluarnya melalui lobang keringat. Itu yang Yesus alami. Dia memikul dosa saudara dan dosa saya. Dia minum kesalahan saudara dan kesalahan saya, kesalahan umat manusia yang bikin keringat-Nya seperti darah. Dia berkata ya kepada Tuhan sampai malaikat perlu dikirim untuk memberi kekuatan kepada Dia.

Ayat 45 lalu Dia bangkit dari doa-Nya,

Kenapa Dia bangkit dari doa-Nya? Kenapa tidak ditulis, Dia berhenti dari doa-Nya? Dia amin dari doa-Nya? Tapi, Dia bangkit.

Saudara yang berdoa dengan penuh penderitaan, dengan penuh kelelahan, dengan penuh pengorbanan, akan bangkit menghadapi percobaan, akan bangkit.

... dan kembali kepada muridNya, tapi Dia menemukan murid-Nya sedang tidur karena dukacita.

Ini yang saya bingung. Banyak orang ada masalah, dia tidak bisa tidur. Waktu anak saya meninggal, saya tidak bisa tidur: duh bagaimana ini. Papa saya meninggal, ibu saya meninggal, saya ingin tidur tapi susah. Saya dikasih obat tidur supaya bisa tidur. Waktu anak saya juga meninggal, saya dikasih obat tidur, supaya saya tidur karena saya tidak bisa tidur. Ingat terus, sedih.

Ini Petrus murid-Nya, dia tidur karena sedih. Mereka sedang tidur karena dukacita. Saking berdukacita. Tapi saya mau salin ini begini, bunyinya itu bukan begini: mereka sedang tidur karena dukacita, tidak. Bahasa Inggris, dia bilang begini: Ia menemukan mereka sedang tidur dari dukacita, jauh dari dukacita, menjauhkan diri, tidak mau ikut menderita, tidak mau ikut berdukacita; mereka lebih memilih tidur daripada berdukacita.

Pada waktu Mao Tse Tung mengajak rakyat Tiongkok long march, rakyat tanya sama Mao Tse Tung: apa yang kamu janjikan kepada kami? Mao Tse Tung  bilang: aku janjikan kepada kamu perjalanan yang sulit, aku janjikan airmata dan keringat, aku menjanjikan penderitaan. Jadi rakyat bilang, ini ceng li ngomong, nggak janji kaya caleg-caleg, capres-capres, ya. Semua janjinya bagus. Coba kalau lihat di televisi, calon presiden semua, saya mau jadi presiden, saya mau jadi presiden karena ini negara tidak benar, sekarang saya mau benarkan. Begitu jadi presiden, dia juga jadi ikut ngga benar. Mao Tse Tung bilang, saya janjikan airmata, aku janjikan dukacita. Mungkin engkau mati di tengah jalan tetapi kita lihat tujuan kita. Dan rakyat semua bilang: oke, kita berangkat jalan. Dan jalan saudara. Banyak penderitaan. Banyak long march yang terkenal itu di Tiongkok.

Yesus sedang mencari murid-murid yang mau menderita bersama dengan Dia. Bukan yang mau tidur, jauhkan diri dari penderitaan, jauhkan diri dari dukacita. Dalam 2 Timotius

2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.
2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya

Ikutlah menderita ... itu Yesus yang bilang. Paulus bilang, sebagai prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Filipi

1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

Tidak menjauhkan diri dari penderitaan lalu tidur tetapi untuk menderita bagi Dia. Apa yang terjadi kalau kita menderita bersama dengan Kristus? Roma

8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Ada haleluyah, saudara? Kita sekarang mengikuti salib tetapi akhirnya ada mahkota. Tidak ada mahkota tanpa salib dan tidak ada salib tanpa mahkota. Kalau saudara menderita, saudara punya hak dipermuliakan. Kalau saudara mau dipermuliakan, saudara harus mau melalui penderitaan.

Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Rabu, 04 Februari 2009

 PENGKHIANATAN

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus. Lukas

22:47 Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya.
22:48 Maka kata Yesus kepadanya: "Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?"
22:49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: "Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?"
22:50 Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya.
22:51 Tetapi Yesus berkata: "Sudahlah itu." Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.
22:52 Maka Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah serta tua-tua yang datang untuk menangkap Dia, kata-Nya: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung?
22:53 Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu di dalam Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi inilah saat kamu, dan inilah kuasa kegelapan itu."

Karena kita sedang menunggu kurang lebih satu bulan lagi hari raya besar Paskah maka tepat sekali cerita ini adalah cerita penderitaan Yesus di Taman Getsemani. Penderitaan Yesus yang paling menyakitkan Dia tidak datang dari orang Yahudi, penderitaan Yesus yang paling menyakitkan Dia tidak datang dari orang-orang Romawi tapi penderitaan Yesus datang oleh karena ada orang yang paling dia percaya tetapi mengkhianati Dia. 

22:46 Kata-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."

22:47 Waktu Yesus masih berbicara ...

Jadi baru saja Dia ngomong. Baru selesai bicara, masih sedang bicara, datang serombongan orang. Bahasa Indonesia pakai kata serombongan. Bahasa Inggris memakai kata multitude. Multitude itu sama dengan hampir tidak terhitung ... lebih dari 100 orang. Multitude itu orang banyak.

Siapa pemimpinnya? Yudas. Siang malam makan perjamuan Tuhan sama-sama, kemarin malam. Malam ini dia bawa banyak-banyak orang untuk menyerahkan Yesus. Inilah yang paling menyakitkan. Pengkhianatan dari orang yang kita percaya, pengkhianatan dari orang yang kita sayang, kita tinggal pergi kita tahu perusahaan beres, kita tinggal pergi pasti tidak apa-apa dia akan setia dia akan baik tetapi ternyata dia mengkhianati.

Dunia ini penuh dengan pengkhianatan. Mulai dari pengkhianatan kecil-kecilan sampai pengkhianatan besar-besaran. Saudara tahu namanya Brutus? Brutus itu pengkhianat. Sehingga Antonius itu seorang pahlawan, itu dikalahkan oleh orang kepercayaan, orang yang dia percaya betul ... Brutus. Tapi lain dengan Yesus. Yesus percaya Yudas jadi bendahara untuk atur uang karena dia Yudas paling pintar. Tetapi dia mengkhianat. 

Saya tahu satu toko di Cianjur. Saya kenal dengan pemilik toko itu bahkan anaknya dikirim ke sekolah minggu. Dia pemilik toko berubah menjadi pegawai toko karena satu pegawainya mengkhianati dia. Itu pegawai menjadi pemilik toko, pemilik toko jadi pegawai. Bahasa yang paling tidak enak dikhianati.

Satu jemaat saya di Jakarta, dia bayar pajak. Dia bayar pajak 50 juta. Di depan dia, petugas pajak tulis 5 juta, yang 45 juta dikantongin di kantong tukang pajak. Aduh, dia kesel sekali. Kenapa nggak masuk negara, saya bisa lapor? Silahkan lapor, nanti saya lapor juga kamu. Wah, dunia ini penuh dengan pengkhianatan.

Tetapi pengkhianatan yang dialami Yesus adalah pengkhianatan yang tidak ada taranya. Karena Yesus kalau percaya, percaya betul. Nggak pakai curiga-curiga, Dia percaya saja, Dia yakin Dia percaya betul. Makanya Dia sudah bilang sampai dua kali, jangan tidur bangun berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.   

22:47 Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya.

Saudara tahu bahwa Yesus turun dari suku bangsa Yehuda. Yehuda itu artinya terpuji. Sama dengan Yudas. Yudas namanya Yehuda juga ... terpuji. Dua orang ini turun dari suku yang sama. Yesus dari suku bani Yehuda, ini Yudas ini namanya saja Yehuda Yudas. Terpuji. Jadi belum tentu keturunan yang baik akan menghasilkan anak yang baik, belum tentu keturunan yang tidak baik menghasilkan anak yang tidak baik. Belum tentu. Belum tentu satu keluarga yang broken-home anaknya itu juga broken semua. Belum tentu keluarga yang rohani, anaknyapun rohani semua, belum tentu.

Lihat satu ini Yesus dari suku bangsa Yehuda, satu ini Yudas datang dari suku bangsa Yehuda juga. Yang satu yang terakhir ini mengkhianati walaupun datang dari suku yang sama. Mengkhianati. Sama khe-nya, sama hokian-nya. Tipenya sama. Tapi kalau sudah bilang pengkhianatan, Yesus saja dikhianati kok dengan 30 keping perak. Dan 30 keping perak kalau pakai uang sekarang itu 200 ribu. Beli solar saja belum tentu bisa penuh seluruh tanki dengan 200 ribu.

Bayangkan Yesus, Pemilik langit dan bumi, dikhianati hanya dengan harga solar, harga minyak tanah, harga aqua. Dan ketika Yudas datang, dia datang seperti biasanya dia mau mencium Yesus. Yesus tolak dan Yesus menantang, Dia bilang:  

22:48 Maka kata Yesus kepadanya: "Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?" - Itu kata menyerahkan nggak ada. Yang ada pengkhianatan. 
22:49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: "Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?"

22:37 Sebab Aku berkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak. Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi."
22:38 Kata mereka: "Tuhan, ini dua pedang." Jawab-Nya: "Sudah cukup."

Jadi ketika ayatnya yang ke-49 mereka melihat Yesus sudah dikerubutin orang, mau diserahkan mau dikhianati, mereka bertanya:  Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?"

22:50 Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya.

Cerita ini putus telinga kanannya, ditulis oleh 4 injil. Semua 4 Injil menulis copotnya telinga kanan dari hamba Imam Besar itu. Namanyapun disebut Malkus. Di Injil yang lain, telinga itu jatuh ke bawah. Saya tidak dapat keterangan sebab Injil yang lain berkata, Tuhan memungut telinga itu lalu ditaruh di sini. Tapi kalau kita baca di sini seperti telinganya tidak copot, hanya disembuhkan, dirapatkan kembali.  

22:51 Tetapi Yesus berkata: "Sudahlah itu." Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.

Tidak copot. Tapi di Injil yang lain, copot. Yesus harus pungut telinga dan tempel kembali di tempatnya.

Saya belajar satu hal. Copot atau tidak, kalau Tuhan berkehendak, dia nempel kembali. Dia yang membuat manusia, Dia pasti bisa bikin betul manusia. Saudara mau memperbaiki mobil Mercy ya ke bengkel Mercy. Toyota ke bengkel Toyota. Tapi kalau mau memperbaiki hati kita ya kita ke gereja bengkelnya Tuhan. Tuhan mempunyai ribuan macam onderdil, apa yang kurang Dia bisa kembalikan pada keadaan yang  semula.

22:52 Maka Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah serta tua-tua yang datang untuk menangkap Dia, kata-Nya: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung?

Siapa masih ingat, Yesus disuruh berdiri oleh Pilatus, siapa yang di sebelah Yesus namanya? Penjahat? Barabas. Nah, kalau mau ketemu Barabas kita musti siap pedang, harus siap pentung karena dia tukang berkelahi dia cross boy, tukang ganggu perempuan, dia tukang ganggu istri orang, dia tukang ganggu pacar orang, dia ahli itu. Nah, untuk orang itu harus siap pentung, harus siap pedang. Kalau Yesus mah tidak berdaya, Yesus mah tiap hari di Bait Allah, kenapa kamu datang untuk menangkap seperti ...

Ketika satu gereja ditutup-tutupin, saudara, mereka yang mengatas-namakan agama: Tutup gereja ini. Gereja sudah tiga perempat selesai. Yang punya gereja orang batak dia turunin. Besok dipasang lagi. Tutup ... kalau dicabut berarti perang. Mereka sudah datang dengan pentungan sudah datang dengan pedang di daerah Banten. Jadi orang-orang Batak tidak meneruskan dulu pembangunannya. Sabar dulu, kita cari jalan keluar dulu.

Tapi prakteknya kita bawa pentungan kepada Yesus, kita berteman sama si Barabas. Lelaki yang pacar kita, kita bawa pentungan, kita pentung dia. Lelaki musuhnya pacar kita, kita openin ... bebaskan dia .. bebaskan dia. 

Kalau saudara baca Yohanes

15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Ini dasar untuk saudara dapat kalau sembahyang itu didengar sama Tuhan, dasarnya di sini.

Dalam bahasa Inggris, bukan 'bukan kamu yang memilih Aku', bukan begitu. You did not choose Me ... kamu tidak memilih Aku. Kaget murid-murid disebut begitu. Tapi Aku tetap memilih kamu. Ketika Dia di depan Pilatus diberdirikan, Yesus di sebelah kanan Barabas di sebelah kiri, betul baru ingat murid-murid-Nya, orang Yahudi tidak ada yang pilih Yesus.  

Kalau sekarang zaman caleg, saya hadapkan dua caleg. Yang satu caleg tidak ada salah, orang buta disembuhkan, orang sakit disembuhkan, orang timpang berjalan, tidak ada salah. Inilah raja orang Yahudi. Mereka berteriak: kami tidak punya raja orang Yahudi. Justru musuh Yahudi itu adalah si Barabas ini; dia yang mencuri ternak-ternak orang Yahudi, dia yang membunuhi orang-orang Yahudi, dia yang mencemarkan istri dari orang-orang Yahudi, dia memperkosa, dia yang membunuh ... itu yang dipilih.

Maka ketika Yesus bilang, engkau tidak memilih Aku, engkau cuma angin sorga, engkau cuma basa basi melayani Aku. Tetapi sebetulnya engkau tidak memilih Aku; hatimu memilih Barabas. Termasuk Yudas. Yudas memilih tinggalkan Yesus. Jadi kalau dua utusan di perjanjian lama, 10 negatif yang 2 positif ... Yosua dan Kaleb, tapi di perjanjian baru dari 12 murid Yesus, 10 meninggalkan Yesus, 2 negatif ini. Yang satu mengkhianati, yang satu ngaku nggak kenal Yesus ... Petrus. Kembali lagi ke Lukas   

22:53 Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu di dalam Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi inilah saat kamu, dan inilah kuasa kegelapan itu."

Yesus itu rela dikhianati, saudara. Aku ini tiap hari di Bait Allah, kenapa kamu nggak nangkap Aku waktu Aku di Bait Allah? Nggak usah pakai pentungan, ngak usah pakai pedang. Kan kamu tahu Aku di Bait Allah tiap hari, kenapa kamu nggak menangkap Aku di situ? Tapi sekarang kamu memang yang menjadi lalakon, kamu yang jadi boga lakon, Aku sekarang harus ditangkap. Silahkan ditangkap.

22:54 Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.

Saya mau tanya, yang suka digiring itu siapa, saudara? Kalau artis digiring nggak? Yang suka digiring itu siapa? Penjahat atau penyamun, pencopet digiring, yang curi mobil ketangkap digiring. Jadi Yesus sudah ditangkap Dia sudah dianggap penyamun, Dia dianggap pencopet. 

22:55 Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.
22:56 Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya lalu berkata: "Juga orang ini bersama-sama dengan Dia."
22:57 Tetapi Petrus menyangkal, katanya: "Bukan, aku tidak kenal Dia!"
22:58 Tidak berapa lama kemudian seorang lain melihat dia lalu berkata: "Engkau juga seorang dari mereka!" Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak!"
22:59 Dan kira-kira sejam kemudian seorang lain berkata dengan tegas: "Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Dia, sebab ia juga orang Galilea."
22:60 Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.
22:61 Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
22:62 Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

Ini yang membedakan Petrus dari Yudas. Petrus masih bisa menangis. Dengan sedih. Sebab dia gampang kasih janji angin sorga. Beberapa ayat sebelumnya kita dengar Petrus bilang, aku mati bersama dengan Engkau. Sekali pantekosta tetap pantekosta, sekali ikut Yesus tetap ikut Yesus, sekali orang kristen tetap orang kristen. Yesus bilang, kamu nggak tahu yang kamu ngomong itu apa. Sebelum ayam berkokok satu kali kamu telah menyangkal Aku tiga kali.

Kata menyangkal dalam bahasa Yunani dipakai kata harneomai, artinya menyangkal apa yang sudah dialami. Dia sudah alami tapi dia bilang, saya nggak. Dia berbuat tapi dia bilang, saya nggak ... itu menyangkal. Dia sudah makan, dia bilang belum makan ... itu menyangkal, karena dia pengen makan lagi. Dia sudah alami dia sudah tahu tapi dia sangkal. Nah, kapan yang dialami Petrus? Kita buka Matius  

16:13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
16:14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
16:15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
16:17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Dari 12 murid Yesus, hanya Petrus yang tahu siapakah Aku ini menurut kamu? Petrus tiba-tiba berkata: "Engkaulah Mesias. Dalam bahasa Inggris, Engkaulah Kristus, Anak Allah yang hidup!"

Jadi Trinitasnya Tuhan - Bapa, Putera, Roh Kudus, dia sudah kenal. Allah yang hidup Bapa, Anak itu Yesus, Kristus itu Roh Kudus ... dia kenal. Engkaulah Kristus - Anak dari Allah yang hidup. Inilah yang disangkal oleh Petrus. Dia sudah kenal kok tapi dia bilang, saya nggak kenal Dia. Saudara sudah dibaptis tapi saudara ngaku sama orang lain, oh saya mah nggak dibaptis, itu menyangkal saudara. Harneomai, menyangkal sesuatu yang sudah dialami. Itu sebabnya dia nangis. Karena dia turun dari pengenalan akan Tuhan yang begitu tinggi - ini murid yang lain tidak tahu, loh -, jatuh kepada tingkat pengkhianat. Dan biasanya kalau pengkhianat banyak bohongnya; dia berdusta. Aku tidak kenal Orang itu ... padahal dia sudah kenal. Engkau Kristus Anak Allah yang hidup.

Wai bagi kita kalau kita sudah melakukan lalu kita bilang saya tidak pernah melakukan. Wai bagi kita kalau kita sudah disayang Tuhan ditolong, saudara bilang saya belum pernah ditolong Tuhan. Itu artinya menyangkal.

Sekarang kita mau lihat selanjutnya bagaimana cerita ini berakhir.  

22:63 Dan orang-orang yang menahan Yesus, mengolok-olokkan Dia dan memukuli-Nya. - Mustinya kita yang dipukuli, mustinya kita yang diolok -
22:64 Mereka menutupi muka-Nya dan bertanya: "Cobalah katakan siapakah yang memukul Engkau?"
22:65 Dan banyak lagi hujat yang diucapkan mereka kepada-Nya.
22:66 Dan setelah hari siang berkumpullah sidang para tua-tua bangsa Yahudi dan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu mereka menghadapkan Dia ke Mahkamah Agama mereka,
22:67 katanya: "Jikalau Engkau adalah Mesias, katakanlah kepada kami." Jawab Yesus: "Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya;
22:68 dan sekalipun Aku bertanya sesuatu kepada kamu, namun kamu tidak akan menjawab.
22:69 Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa."
22:70 Kata mereka semua: "Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?" Jawab Yesus: "Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah."
22:71 Lalu kata mereka: "Untuk apa kita perlu kesaksian lagi? Kita ini telah mendengarnya dari mulut-Nya sendiri."

Saudara, perkataan Yesus ini sangat mahal ya, menerangkannya sulit sekali. Dalam ayatnya yang ke-67: "Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya. Itu penuh kuasa itu kata-kata. Karena memang orang ini tidak percaya sama Dia, mau membunuh. Yesus tahu. Efesus

1:19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,
1:20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,

Ayat di Efesus ini Yesus sudah bilang dalam Lukas 

22:69 Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa."
22:70 Kata mereka semua: "Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?" Jawab Yesus: "Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah."
22:71 Lalu kata mereka: "Untuk apa kita perlu kesaksian lagi? Kita ini telah mendengarnya dari mulut-Nya sendiri."

Janganlah mulut kita membawa kepada kejahatan atau kepada kehancuran, membawa kepada kerugian tetapi biarlah mulut kita membawa kepada berkat, membawa kepada kelimpahan, membawa kepada umur yang panjang.

Saya akan bacakan beberapa ayat mengenai mulut ini. Mulut yang dipakai betul ... bagus, yang dipakai salah ... kacau. Amsal

6:1 Hai anakku, jikalau engkau menjadi penanggung sesamamu, dan membuat persetujuan dengan orang lain;
6:2 jikalau engkau terjerat dalam perkataan mulutmu, tertangkap dalam perkataan mulutmu.

Jadi kita bisa terjerat oleh perkataan kita sendiri. Kita bisa ditangkap oleh perkataan kita sendiri. Omongan kita ini menangkap kita. Amsal

18:4 Perkataan mulut orang adalah seperti air yang dalam, tetapi sumber hikmat adalah seperti batang air yang mengalir.

18:6 Bibir orang bebal menimbulkan perbantahan, dan mulutnya berseru meminta pukulan.
18:7 Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya, bibirnya adalah jerat bagi nyawanya.
18:8 Perkataan pemfitnah seperti sedap-sedapan, yang masuk ke lubuk hati.

18:19 Saudara yang dikhianati lebih sulit dihampiri dari pada kota yang kuat, dan pertengkaran adalah seperti palang gapura sebuah puri.
18:20 Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya, ia dikenyangkan oleh hasil bibirnya.
18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Matius

12:34 Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.
12:35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.
12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
12:37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."

II Korintus

4:13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.

Sekian dulu. Mari kita berdiri bersama-sama.  

-- o --   

Rabu, 11 Februari 2009

TUDUHAN

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus. Kita buka Injil Lukas

23:1 Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus.

23:2 Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja."

23:3 Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya."

23:4 Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini."

23:5 Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya: "Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini."

23:6 Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea.

23:7 Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.

 

Saudara, kita mau melacak, kita mau mengikuti tapak kaki Yesus, bagaimana Yesus sampai kita bisa cintai kita kasihi seperti sore hari ini.

 

23:1 Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus.

 

Jadi sidang itu ada macam-macam. Ada sidang mahkamah agama, ada sidang mahkamah militer, ada sidang sipil. Nampaknya ini sidang adalah dari mahkamah agama. Jadi orang-orang dari beragama Yahudi itu menangkap Yesus lalu ia bawa menghadap Pilatus.

 

Kita akan lihat ketidakadilan-ketidakadilan yang dialami oleh Tuhan Yesus.

 

23:2 Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, - Ini bohong semua, saudara - dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja."

 

Kita mulai dengan kata 'tuduhan'. Yesus itu pertama sekali setelah ditangkap, Ia dituduh. Yang menyedihkan kita, yang menuduh kepada Yesus itu justru orang-orang yang dikasihi-Nya. Kita buka Yohanes

 

1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, - Siapa? Orang Yahudi - tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

 

Siapa yang percaya dalam nama Tuhan itu?

 

1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

 

Jadi saudara-saudara adalah disebut anak-anak Allah kalau saudara mengalami kelahiran baru. Dilahirkan oleh Firman dan roh. Ini yang pertama. Yesus sudah ditolak oleh orang yang Dia kasihi sendiri. Di dalam Markus 4, murid-Nya sendiripun menolak Dia. Markus   

 

4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.

4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"

 

Dituding. Yang menuding justru murid sendiri. Jadi saudara ini musti biasa dengan tuduhan karena orang suka menuduh. Yesus saja dituduh. Maka kita sebagai orang kristen musti siap dituduh. Coba saudara lihat.

 

Yusuf dituduh. Padahal dia tidak berbuat apa-apa. Yusuf dituduh mau memperkosa istri Potifar padahal tidak. Dituduh macam-macam.

 

Musa dituduh. Oleh siapa? Oleh orang Israel sendiri yang dia lepaskan dari Mesir. Kamu mau membunuh kami di padang gurun.

 

Elia dituduh.

 

Elisa dituduh.

 

Semua hamba-hamba Tuhan di dalam perjanjian lama dituduh. Sekarang ini murid-Nya satu perahu, nuduh sama Yesus:

 

4:38  ...: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"

 

Di dalam kitab Ayub 2, di sana kita membaca apa kata ...

 

2:9 Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!"

 

Saudara, istri suruh Ayub mengutuk sama Tuhan lalu suruh Ayub mati. Ini siapa yang suka menuduh-menuduh begini. Ini roh siapa? Wahyu

 

12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

 

Ini Iblis ... itu biang keroknya yang suka menuduh.

 

Pada tahun 63, di Cianjur ada kerusuhan. Seluruh toko-toko dan rumah orang Tionghoa dijarah dibakar habis. Kasur dibuang ke jalan, bakar-bakarin. Saya baru 15 tahun. Dan saya mengantarkan Peggy, Peggy masih 3 tahun. Peggy saya antar pulang sebab itu hari minggu. Habis sekolah mingu. Sudah ribut.

 

Satu minggu kemudian datang pendeta Sitosuyen dari Sukabumi, datang sama ayah saya dan berkata: Katanya anak brur yang namanya Yohanes ikut menjarah ikut demonstrasi. Dipanggil saya: Kamu kemana waktu itu? Saya antar Peggy ke rumahnya. Terus kemana kamu? Saya ke sekolahan. Di sekolah main-main volley ball. Tidak ada orang. Pulangnya ya nonton lihat mobil-mobil terbalik. Tapi ada orang mungkin lihat. Dan saya tahu toko apa orangnya siapa saya tahu, dia ngomong. Nah, ini ngomong sampai ke orang Sukabumi: Anak pendeta pantekosta katanya juga ikut.

 

Ini tuduhan. Menuduh. Seperti itulah tuduhan. Memang nggak enak dituduh saudara. Apalagi kalau belum tentu betul dan memang nggak betul sama sekali, kita nggak usah takut dituduh apapun juga. Sebab di pengadilan orang melihat bukti dan sebagainya. Tetapi kalau kita memang berbuat, yang paling rusak sudah berbuat kita nggak ngaku ... itu lebih jahat dari pada yang menuduh. Sudah berbuat pura-pura bloon.  

 

Jadi Yesus itu berbuat baik tapi Dia dituduh. I Petrus 4, di sana Petrus menasehatkan kita orang yang percaya kepada Tuhan, saudara-saudara, 

 

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

4:15 Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.

4:16 Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.

4:17 Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?

4:18 Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?

4:19 Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.

 

Jadi memang orang kristen ini suka dituduh dan difitnah. Masih I Petrus

 

4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

4:3 Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.

4:4 Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu.

 

Justru karena kita jadi orang kristen, orang fitnah kita. Justru karena kita berbuat baik. Waktu kita mabuk-mabukan waktu kita berpesta pora, waktu kita berbuat jahat hawa nafsu dunia, mereka tidak fitnah. Tetapi sekarang ketika di dalam Kristus kita hidup benar, kita hidup lurus, kita hidup jujur, mereka itu rasa aneh. Malah mereka mengajak kita berbuat yang mesum, berbuat dosa, selingkuh. Saudara tidak mau lagi. Apa yang mereka perbuat? Memfitnah. Coba kita ingat Daniel. Daniel difitnah karena apa? Justru Daniel difitnah karena sembahyang.

 

Daniel sembahyang satu hari tiga kali. Pagi naik ke loteng, doa,  menghadap Yerusalem. Siang naik ke loteng. Malam naik ke loteng. Itu menteri yang lain itu iri hati. Seratus dua puluh menteri. Dia bujuk raja supaya bikin aturan yang jahat. Dilarang orang berdoa kecuali hanya kepada raja, menyembah. Ketipu raja. Tanda tangan, cap. Diintip Daniel. Tetap Daniel sembahyang tiga kali. Masuk ke kandang singa. Orang benar itu difitnah. Kalau mau jujur itu diomongin.

 

Apalagi sekarang zaman caleg. Ada pendeta sekarang pengen jadi caleg juga. Pokoknya ditaruh di Bogor. Caleg. Belum tentu dia jadi. Dulu ada pendeta pengen jadi caleg. Dan peraturan gereja kalau mau jadi caleg, berhenti jadi pendeta. Dia berhenti jadi pendeta karena mau jadi anggota DPR. Tapi nggak kepilih. Begitu nggak kepilih, dia datang lagi minta-minta: Boleh nggak saya jadi pendeta lagi? Dan pendeta seperti ini namanya pendeta sontoloyo. Yesus ditinggalkan karena dia berharap dapat jadi caleg. Begitu nggak diterima, dia datang lagi sama Yesus.  

 

Kalau kita mau benar, difitnah. Kalau kita mau benar, dituduh. Kita yang disakiti, kita yang difitnah. Kita yang dikhianati, tapi kita yang difitnah. Kan asalnya teman, gara-gara nggak mau minum sama-sama, gara-gara nggak mau mabuk sama-sama, dia fitnah kita. Aneh. Tapi teman. Nggak usah aneh karena Iblis itu penuduh. Jadi anak buahnya juga suka nuduh.

 

Saya punya rambut itu gelombang. Kalau adik saya gelombangnya kecil-kecil. Kalau saya gelombangnya besar. Jadi nanti kalau rambut saya panjang baru kelihatan gelombangnya. Satu kali saya gondrong, orang-orang mulai ngomong, jemaat ini saudara: Yoyo dikeriting. Duit dari mana? Saya anak pendeta, mau keriting di mana? Tuh si Yoyo dicatok. Kalau dicatok masuk akallah, pakai besi. Kalau ngomong dicatok, kita nggak bisa salahkan. Kalau udah ngomong dikeriting, aduh ... dituduh. Mau apa? Mau dijawab? Mau ribut? Orangnya udah nuduh.

 

Saudara mau dituduh? Keheula anan urang dituduh. Saya tanya saudara: Saudara mau dituduh karena Kristus? Matius 5. Dalam Matius 5, Tuhan Yesus berkata begini, ayat yang ke-10:

 

5:10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

 

Sekarang saya tanya, saudara mau jadi murid Yesus apa nggak? Saudara mau jadi murid Yesus nggak? Saya tanya, mau berbahagia nggak? Dikatakan ayat 11, berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan 'segala yang jahat'. Jadi saudara musti paham itu. Bukan difitnahkan yang jahat. Segala yang jahat. Tapi kata Yesus, berbahagia kalau kamu difitnah. Berbahagia. Jangan nangis, jangan sedih, jangan ngadu terus ambil pengacara. Jangan. Kalau kamu difitnah, bahagia karena kamu difitnah segala yang jahat. Bahagia.

 

Nah, kita nggak bisa terima. Iya kan? Kita nggak bisa terima. Kita maunya berkat Tuhan. Kita maunya terima pujian. Kita hayang kapuji terus. Kita pengennya dikagumi. Kita pengennya disanjung. Justru disanjung-sanjung itu jalan ke neraka. Kalau kita ikut Yesus, orang fitnah kita berbuat ini berbuat itu tapi kita nggak berbuat ... berbahagia. Apa suruhnya Tuhan? Ayat 12,

 

5:12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

 

Aduh tahu begini nggak datang hari rabu ini, seram firman Tuhannya. Dianiaya, difitnah. Kalau obat itu ada yang manis nggak? Nggak ada. Obat itu pahit, dibungkus pakai lapisan yang manis supaya anak bisa makan.

 

Semua obat itu pahit. Itu sebabnya semua yang pahit-pahit di dalam pekerjaan Tuhan, yang pahit kita alami itu baik. Orang ngomongin macam-macam, nggak apa-apa, bagus. Kamu ngalami yang pahit-pahit. Obat. Sehat buat kamu yang pahit-pahit. Bagus kamu kena yang pahit-pahit. Bagus.

 

Orang ngomongin saya. Saya jadi ketua MD, biasa banyak orang ngomongin saya. Ngomong ini, ngomong ini, macam-macam. Biarin, bagus, pahit, obat, sehat, nggak apa-apa. Bagus. Nggak diogo. Makanya saya juga nggak mau ngogo sama saudara. Kalau saudara bilang, aduh banyak percobaan, pahit, diomongin ... nggak apa-apa, bagus, obat, sehat, nggak apa-apa. Bahkan Yesus lebih lagi: Bergembira ketika kita difitnah. Saya diomongin apa? Kamu diomongin katanya begini, begini, begini. Wah haleluyah, puji Tuhan. Kamu gila, difitnah malah nyanyi?

 

Yesus bilang bergembira karena upah kita besar di sorga. Amin? Nabi-nabi kita yang kita pelajari, nabi Elia, nabi Musa, semua dituduh, semua difitnah. Bahkan Musa, cicinya sendiri adiknya sendiri, Harun dan Miryam, itu nuduh sama dia. Coba, hayo, adik sendiri sedarah sedaging nuduh sama dia. Nabi Musa itu.

 

Yesus dituduh apa, saudara? Dituduh mengusir setan dengan kepala setan, katanya, dengan kuasa kegelapan. Dia minum dengan orang berdosa. Dikritik. Kita lihat kritikan kepada Yesus. Lukas

 

19:1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.

19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.

19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.

19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."

19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."

 

Tuduhan. Satu kali waktu kebaktian di Tanah Abang, ada satu ibu umur empat puluhanlah, masuk. Merah bibir, mata pakai eye-shadow. Saya kan pendeta, siapa saja masuk, nggak tahu. Begitu dia masuk, itu jemaat khususnya kaum ibu - kaum wanita senang dengan desas desus, kaum prianya mah acuh beibeh, kaum prianya tenang. Sampai datang satu ibu: Bapak tahu siapa itu? Siapa? Itu yang masuk, tuh yang itu. Iya kenapa? Dia GM. Saya kita GM itu General Manager. Di perusahaan apa? Bukan General Manager ... Germo.

 

Tuh orang kristen teh ya nggak ada cinta, nggak ada kasih. Jadi dia pilih, yang dicintai itu yang menguntungkan dia, dia sayang, dia cinta. Yang baik sama dia, dia sayang, dia cinta. Yang merugikan dia, dia nggak sayang, dia nggak cinta. Itu cinta manusia, yang nggak ada artinya di hadapan Tuhan. Tahu saudara apa yang terjadi? Itu ibu setiap selasa kebaktian, setiap selasa kebaktian. Orang tetap ngomongin. Satu kali dia ngadep saya: Pak, saya mau kirim anak saya ke sekolah alkitab. Merinding saya. Dia kirim anaknya, ganteng ke sekolah alkitab. Saya suruh praktek di Malang, di Yusak Cong, paling keras. Dan sekarang dia jadi hamba Tuhan di Kelapa Gading.

 

Ayo ngomong germo? Perempuan Samaria juga tidak baik. Tapi ketemu Yesus, dia jadi baik. Saudara ingat Jeffry Chandra bilang: Nggak mungkin, belum tentu, keluarga yang broken-home anaknya nggak dipakai Tuhan. Belum tentu. Belum tentu anak yang dari keluarga u hau, anaknya jadi hau. Belum tentu. Itu sebabnya kita tidak boleh menghakimi, nggak boleh nuduh. Yesus juga nggak puguh-puguh, Dia menumpang di tempat orang berdosa.

 

Ini saya baru bicara mengenai tuduhan. Kembali kepada Lukas

 

23:2 Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami. Ini fitnah luar biasa. Apalagi yang kedua disebutkan: dan melarang membayar pajak kepada Kaisar.

 

Padahal kita sudah belajar di Lukas sebelumnya. Yesus yang bilang: Bayar kepada kaisar apa yang kaisar punya. Bayar kepada Tuhan apa yang Allah punya.

 

Tadi jam sepuluh sampai jam dua, kita berbicara mengenai pajak untuk sekitar lima ratus pendeta se-Jawa Barat di Yayasan Kabar Baik. Ada orang pajak, ada lima orang datang, dan bicara mereka. Diterangkan. Nampaknya pendeta-pendeta berusaha untuk tidak membayar pajak. Ribut mereka. Ada yang bilang bayar, ada yang bilang tidak. Ribut, ribut. Akhirnya datang pertanyaan sama saya: Bagaimana om? Saya kan pimpinan Majelis Daerah, omongan saya ini musti ditaati. Saya bilang, saya sendiri sudah punya NPWP.

 

Saya jawab, Yesus bilang bayar kepada kaisar apa yang kaisar punya, bawa kepada Tuhan apa yang Tuhan punya. Perpuluhan, Tuhan punya. Pajak, kaisar punya. Itu tugas kita. Bagaimana supaya kita bisa luput, nggak kena? Yang dari Bandung ngomong begini: Boleh saja bapa ngeles, bapa berdusta tapi masuk neraka. Sudah dibilang begitu baru diam. Sebab ngebohong berbuat tapi ngomong nggak berbuat, berbuat ngomong lupa, berbuat tapi bicara: Nggak saya nggak berbuat begitu ... neraka.

 

Terus bagaimana ini kami pendeta, ada yang makan hari ini besok belum tentu makan? Terserah, kalau iman saudara nggak mau bayar pajak, terserah. Dari pada ngebohong, udah masuk neraka, masuk penjara lagi.

 

23:2 ... dan melarang membayar pajak kepada Kaisar. 

 

Padahal Yesus tidak pernah larang. Justru Dia suruh. Bayar kepada kaisar apa yang kaisar punya. Dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja."

 

Dia nggak pernah bilang: Saya raja. Dia bilang 'Aku ini Kristus', nggak pernah. Dia bilang: Siapakah Aku ini menurut kata orang? Baru Petrus berkata: Engkaulah Kristus anak Allah yang hidup. Yesus nggak bilang Saya ini raja. Tetapi waktu Dia masuk Yerusalem orang pakai daun palem, hosana mubaraklah Dia yang datang dalam nama Tuhan. Ini jadi fitnah. Diada-adain, fitnah.

 

Kita seringkali nyalahkan Iblis. Yang kita sendiri berbuat salah, kita nyalahkan Iblis.

 

Amsal berkata: Mati dan hidup ada dalam kuasa lidah. Bukan cuma ngomong, makan juga di lidah. Saudara siap menghadapi fitnah? Aduh, kalau begitu saudara nggak bisa jadi orang kristen. Saudara siap kalau difitnah? Tetap bersukacita, tidak ingin membalas, tidak marah? Dia raja kita. Kita pendam saja di hati nanti Tuhan kasih bon-bon yang manis. Tenang aja. Cerita belum selesai, lalakon ini masih jalan. Biarin orang fitnah kita, nanti dia makan kata-katanya sendiri. Biarin. Ayat

 

23:3 Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya." - It is as you say -." Jadi bahasa Inggris sopan sekali Yesus jawab: It is as you say ... seperti kata tuan, seperti kata anda. Sopan -.

23:4 Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini."

 

Ini ceng li. Pilatus bukan orang bodoh. Nggak mungkin dia dipercaya oleh kaisar Romawi untuk menjadi kepala di situ, di Tiberias. Nggak mungkin Pilatus itu. Tapi dia dipercaya karena dia orang pandai. Sekilas saja matanya lihat, ini orang nggak ada salah. Wajah Yesus nggak ada wajah penjahat, nggak ada wajah penipu. Aku tidak mendapati kesalahan. Yang fitnah ngomong apa?

 

23:2 ...: "Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami. 

 

Yang fitnah ngomong: Saya mendapatkan kesalahan Yesus. Yang periksa ngomong - Pilatus -: Saya tidak dapat kesalahan.

 

Musti ada yang salah satu benar, salah satu salah. Ini sudah ceng li. Yang satu bilang, iya ada salah saya ketemu. Tapi Pilatus bilang, hakimnya ini bilang: Nggak, tidak ada yang salah orang ini.

 

23:5 Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya: "Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini."

 

Nah inilah yang membuat ketua DPR di Medan meninggal. Karena dua ribu orang merangsek masuk ke kantor DPR. Memaksa supaya bikin Tapanuli Selatan. Datang mereka. Dipukul. Dia ada jantung. Meninggal di tempat. Pemerintah nggak bisa berbuat apa-apa, polisi nggak bisa berbuat apa-apa. Pilatus juga nggak bisa berbuat apa-apa. Karena mereka makin kuat mendesak. Ia menghasut rakyat, katanya, ini orang jahat aja pokoknya. Biar bagaimana orang ini jahat saja. Bapak tidak menemukan kesalahan, itu nomor dua. Pokoknya orang ini jahat. Ayat 6,

 

23:6 Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea.

23:7 Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.

 

Pilatus sama Herodes nggak klop, nggak baik, musuhan. Herodes sama Pilatus ini musuhan. Gengsi-gengsian. Ini jelekin ini, ini jelekin ini. Tapi Pilatus ini mau cuci tangan. Karena Yesus ini orang dari Galilea, kirim saja ke Herodes. Kebetulan Herodes ada di sana. Kirim saja. Ada apa di Herodes, saudara? Nanti kita akan dengar di hari rabu yang akan datang. Kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Rabu, 18 Februari 2009

PILIHLAH YESUS

Lukas 

23:8 Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda.
23:9 Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apapun.
23:10 Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia.
23:11 Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus.
23:12 Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.

Ayat 8, kata sangat girang di dalam I Petrus 1:8, bagaimana orang bergembira, girang karena mengenal Tuhan. Kita buka I Petrus

1:8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan

Sangatnya itu sama, girangnya sama, tapi kualitasnya beda. Yang satu girang karena dia melihat Yesus secara jasmani. Sedangkan yang lain girang karena mengenal Yesus secara rohani.

Maaf, untuk orang kristen yang kalau ke gereja senang, nyanyi-nyanyi tentang Yesus senang, itu musti hati-hati. Karena yang penting itu bukan senangnya, girangnya. Sebab Herodes juga girang. Dan girangnya itu sangat girang, sangat senang. Lukas

23:8 Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang.

Ada sebabnya dia girang. Saya akan memberi tiga sebab kenapa Herodes girang melihat Yesus.

Yang pertama, dia sangat girang karena sudah lama ia ingin melihat-Nya. Sudah lama ia, Herodes, ingin melihat-Nya. Bayangkan saudara, Yesus itu melayani selama tiga setengah tahun. Sekarang pas sudah tiga setengah tahun, baru dia mempunyai kesempatan untuk melihat Yesus. Yang pertama dikatakan, ia sangat girang. Sebab yang pertama, sudah lama ingin melihat.

Yang kedua, ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus membuat tanda, ingin melihat mujizat. Jadi Yesus sudah dianggap tukang sulap sekarang karena harus performance di depan raja.

Yang ketiga, ia mengajukan banyak pertanyaan. Banyak sekali pertanyaan yang dia tanya. Nah, ini banyak orang kristen seperti Herodes begini. Datang ke gereja senang, resep. Karena sudah dengar sudah lama kalau nyanyi itu senang, kalau puji-pujian itu senang. Kalau pendeta itu yang khotbah bagus. Kalau pendeta ini yang khotbah lucu. Kalau pendeta khotbah itu saya dapat berkat.

Yang kedua, dia ingin lihat mujizat. Bahaya kalau kita ikut Yesus ingin lihat mujizat. Bahkan sekarang banyak lagu-lagu mengarah ke situ. Kita mau dicuci otak, kalau berdoa mujizat pasti nyata. Yesus waktu berdoa tiga kali minta supaya cawan itu disingkirkan, nggak ada mujizat; Dia harus lewat salib. Rasul Paulus berdoa tiga kali berturut-turut minta duri dicabut, nggak ada mujizat. Yesus bilang, anugerah-Ku cukup bagimu.

Kita tidak boleh ikut Yesus karena mujizat. Justru kita ikut Yesus karena Yesusnya. Justru kita ikut Yesus karena Dia ini Juruselamat dosa kita. Ada mujizat, tidak ada mujizat, itu bukan urusan kita ... itu urusan Tuhan. Justru mujizat yang terbesar waktu Dia menyelamatkan kita, dosa kita diampuni, itu mujizat yang terbesar.

Yang ketiga, saya ingin nanya-nanya sama Yesus. Ini Herodes. Saudara lihat reaksi dari Yesus. Apa reaksinya? Ayat 9, reaksinya apa? Tapi Yesus tidak memberi jawaban apapun. Coba, ini raja yang nanya tapi Yesus nggak jawab. Kita sekarang cerita kembali perempuan Samaria. Perempuan Samaria dalam Yohanes 4, itu sudah sampah masyarakat. Suami aja sudah lima. Kawin cerai, kawin cerai, kawin cerai. Sudah lima kali kawin. Yang keenam ini dia belum kawin tapi sudah kumpul kebo. Sampah masyarakat. Tapi Yesus ngomong, ngobrol, mau bicara. Karena Dia lihat perempuan ini hati terbuka dan memerlukan pertolongan. Kalau Herodes ini penuh dengan tipu muslihat, penuh dengan kecerdikan, licik, likiat. Maka Yesus nggak mau, jawab saja Dia nggak mau.

Kita renungkan bagaimana supaya Tuhan mau ngobrol sama kita. Kita minta, Dia beri. Kita nanya, Dia jawab. Bagaimana kita bisa berdialog dengan Tuhan. Jangan sampai kita minta, Dia nggak jawab. Kita ngomong, dicuekin. Karena Yesus tidak jawab, Herodes yang pertamanya girang, berubah. Karakter aslinya kelihatan. Ayat 10,

23:10 Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia.
23:11 Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus.

Mari saudara perhatikan kepada saya. Waktu Yesus dikirim ke Herodes, badan-Nya sudah berlumuran darah karena dipecut oleh cambuk. Dan Dia hanya memakai pakaian yang sangat minim hampir telanjang. Kaki sudah berdarah, tangan diikat ke belakang. Berbicara di depan Herodes. Herodes nanya beberapa pertanyaan tapi Dia tidak jawab. Sementara orang Yahudi menuduh Dia. Berubah Herodes, yang asalnya girang ketemu Yesus. Sudah lama ingin mendengar firman tentang Dia. Tiba-tiba sekarang berubah, karakternya kelihatan.

Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista. Dalam bahasa Inggris kata pasukan, the man of war. The man of war, orang-orang, panglima-panglima perang yang sudah melewati banyak peperangan, yang sudah membunuh banyak orang. Dan mereka ini di sekeliling Herodes. Bayangkan, Yesus di dalam Yesaya 53, Yesus disebut the man of sorrow. Lebih baik kita baca. Yesaya 

53:3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.

Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan. Bahasa Inggris, the man of sorrow. Di satu sisi ada the man of war. Biasa perang, penuh kemarahan, membunuh manusia, sembelih orang, potong leher, ibu-ibu hamil itu tentara Roma suka isi perutnya itu dibuang. Itu kejamnya tentara Roma. The man of war. Berhadapan dengan satu orang yang tidak bersenjata, yang terikat tangannya yang diberi gelar Manusia Sengsara. Di sini kita melihat kejahatan manusia yang sejahat-jahatnya dan ketulusan Yesus yang setulus-tulusnya.

Manusia yang jahat, the man of war, sukanya perang, sukanya ribut, tidak mau mengalah, penuh dengan tuduhan, mulai melaknat. Bahasa Inggris memakai kata contempt, penghinaan. Saya cerita begini. Kalau di pengadilan, pembela membela tertuduh sambil nunjuk-nunjuk hakim, nah itu disebut contempt of court ... penghinaan pengadilan. Dan ini Herodes dan orang-orang perangnya menghina. Saya bilang, aduh pengecut bener ya, yang dihadapi orang yang sudah digebukin, sudah babak belur. The man of sorrow, manusia yang penuh kesusahan, diikat tangannya ke belakang. Yesus itu tidak berdaya. Tuhan jadikan Dia tidak berdaya. Berdiri di hadapan orang yang punya kuasa.

Dan Yesus punya policy, punya cara. Tutup mulut, nggak ngomong. Herodes bilang, Dia nggak ngomong. Coba Kamu bikin mujizat di depan saya. Yesus nggak ngomong. Nanya-nanya: Apa Kamu tuli? Apa Kamu nggak mau jawab saya? Dia nggak jawab. Kenapa? Karena Yesus lihat di dalam hatinya. Pilatus masih dijawab sama Yesus. Apakah Engkau Raja orang Yahudi? Anda sudah mengatakannya. Dijawab.

Tapi Herodes Dia tidak jawab. Herodes ini adalah anak dari Herodes yang waktu Yesus masih bayi, mau membunuh. Jadi anak nggak jauh dari bapa. Buah nggak jauh jatuhnya dari pohon. Maka anak juga ngikut dari bapa, nggak jauh dari bapa. Dan semua orang yang pakai nama Herodes itu pembunuh semua. Kita lihat, ya.

Satu, Herodes yang pertama, Herodes Agung. Itu yang dalam Matius 2, mengejar-ngejar bayi Yesus. Herodes yang kedua ini anaknya. Herodes ini juga dikasih nama Herodes. Anaknya yang berhadapan dengan Yesus. Yang ketiga ada Herodes lagi. Dari zaman Kisah Para Rasul, dia bilang, akulah allah. Orang semua memuji, ya engkau allah. Dipukul sama Tuhan, jatuh. Belum satu hari, begitu jatuh, belatung sudah makan. Itu Herodes juga. Yang keempat perempuan, Herodias. Herodias inilah istri dari Filipus, adik Herodes. Tapi istrinya diambil sama Herodes ini. Herodiasnya juga centil. Sudah punya anak satu. Sudah punya suami juga masih genit.

Tapi saudara lihat, Herodes nomor satu, mau membunuh bayi Yesus. Herodes anaknya sekarang di hadapan Yesus menghina-hina Yesus. Herodes yang ketiga, Yakub dipancung - salah satu murid Yesus, dalam Kisah Para Rasul. Herodias, Yohanes Pembaptis yang dipancung. Ini empat saudara ini benci sekali sama Yesus. Maka kita tertarik dengan apa yang dikatakan oleh Yesus. Yesus bilang Herodes ini adalah serigala. Ini Yesus yang kasih tahu. Dia nggak dengar. Kenapa disebut serigala? Karena haus darah. Yakobus dipancung. Kasih anakmu jadi gundik saya. Tidak dikasih, orang tuanya dibasmi. Maka disebut serigala.

Waktu Yesus bilang: Serigala ada lobangnya .. Burung di udara ada sarangnya .. Tapi Yesus tidak ada tempat .. Untuk meletakkan kepala-Nya. Yesus itu tidur nggak bisa. Serigala ada lobang, burung di udara ada sarang.

Yesus itu ngomong begini sama murid-murid-Nya: Serigala ada lobang. Yang disebut serigala itu Herodes. Cara hidup seperti Herodes, kawin nggak karu-karuan, itu kok ada tempat di hati kita. Serigala itu ada lobang, burung di udara ada sarang. Burung bicara dari kekuatiran, burung bicara dari hal-hal yang lain, kok bisa ada tempat di hati kita? Tapi Yesus mau tidur, mau masuk di rumah rohani kita, nggak ada tempat.

Kita ada tempat untuk serigala, ada tempat untuk burung di udara tapi tidak ada tempat untuk Yesus. Kita ingat Yesus nanti natal. Sebab waktu natal Yesus tidak ada tempat di Betlehem. Nggak tempat untuk Dia menginap di Betlehem. Pendeta-pendeta berkata, saudara, dulu Yesus tidak ada tempat. Waktu Yesus mau dilahirkan tidak ada tempat, tidak ada penginapan, tidak ada satu pun penginapan yang cocok. Kiranya malam hari ini, pada natal ini, Yesus bisa lahir di hati saudara. Baru saudara ingat, aduh selama sebelas bulan aku sibuk dagang, sibuk ini, sibuk itu. Nggak pernah beri tempat kepada Yesus.

Kita baca the man of war tadi, ayat 11,

23:11 Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ...

Karena Dia telanjang, cuma pakai cawat saja. Yesus sudah digebukin, Dia babak belur. Itu film Passion of Christ itu nggak ada apa-apanya. Cuma dibikin-bikin, pakai make-up supaya kelihatan babak belur, palsu itu. Kalau Yesus, mukanya sudah nggak kelihatan lagi. Sampai Yesaya 53 tadi berkata, engkau juga - kita juga - nggak naksir sama Yesus ... kalau bisa lihat wajah-Nya. Tidak masuk hitungan.

Itu jahatnya manusia itu di situ. Yang Dia bela itu anggap remeh sama Yesus. Kejujuran itu dianggap remeh. Orang itu lebih senang bicara bohong. Lebih mencintai bohong dari pada kebenaran. Tentara-tentara kan biasa makan suap. Herodes juga suka kena suap. Hidupnya kan tidak betul. Sampai Yohanes Pembaptis kepalanya dipancung, gara-gara Herodes ini.

Apa yang terjadi? Yesus yang memberitakan: Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak sampai seorangpun kepada Bapa tanpa Aku. Aku jalan. Kalau mau cari jalan lewat Aku. Aku kebenaran. Kalau mau belajar kebenaran, lewat Aku, kata Yesus. Aku kehidupan; kalau kamu cari kehidupan, lewat Aku. Digebukin, sudah kaya pencuri ketangkap mencuri di pasar. Digebukin sampai babak belur. Mending yang ngegebuknya orang kampung. Ini yang ngegebuk departemen agama Yahudi, Imam Besar tempeleng Dia.

Sekarang saya bisa - mungkin setelah saya enam puluh tahun ini baru bisa mikir begini - aduh, dihina benar ini Yesus. Nah, sekarang kita bertanya, kenapa Yesus ini diurapi lebih dari yang lain? Kita buka Ibrani

1:8 Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.
1:9 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu."

Karena Dia cinta kebenaran, Dia tidak jawab Herodes. Karena Dia benci kejahatan, karena Dia tahu Herodes kawinnya nggak halal, istri adiknya main ambil, main rampas begitu saja. Maka ketika seseorang diam jangan saudara sangka, oh berarti dia tidak marah. Ketika seseorang diam, jangan saudara sangka oh berarti dia setuju. Kalau orang itu diam, oh berarti dia tidak apa-apa. Jangan sampai kalau saudara menganggap ada orang diam, saudara anggap, oh dia tidak sakit hatinya.

Umpamanya saudara jadi Tuhan. Saudara bikin boneka-boneka, bisa hidup jadi manusia. Akhirnya manusia yang saudara ciptakan ngegebukin saudara, meludahi saudara, mengutuk saudara, menista saudara, menelanjangi saudara, cemeti saudara, janggut saudara ditarik, pukul kepala, akhirnya disalibkan, nah perasaan saudara bagaimana?

Ketika di depan Herodes, Dia diam, tidak ngomong apa-apa. Tetapi ketika Dia disalib, Dia berkata kepada Bapa: Eloi, Eloi, lama sabakhtani ... ya Allah-Ku, ya Allah-Ku - sebagai manusia Dia berkata - mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Buka mulut kepada Tuhan. Tutup mulut sama orang. Kebau-bau mulut. Sudah, nggak usah banyak omong. Apapun permasalahannya diam saja. Karena orang yang suka menyangkal, dia akan tetap menyangkal. Itu ditulis oleh firman Allah. Orang berdosa akan terus berdosa. Kenapa Iblis cari kita? Kenapa Iblis mau hantam kita? Karena yang di luar nggak perlu dihantem, temannya. Yang di luar yang suka narkoba, yang suka berbuat jahat, berbuat kacau, itu sudah temannya, dia nggak usah ganggu. Ini yang suka ke gereja, yang suka mau hidup jujur, mau hidup benar, nah ini dikejar-kejar.

Takut nggak? Takut? Ya ampun, orang kristen takut sama Iblis. Iblis ganggu saya tiap hari, saudara. Saya tidur dia ganggu, saya bangun dia ganggu. Pernah dia bisikin saya untuk ambil pisau. Banyak kali. Iblis. Pernah suruh saya lempar badan di jagorawi, keluar dari mobil, lempar saja. Kalau kita ada di loteng, di tempat yang tinggi, dia ngomong, coba jatuhin dirimu pasti nggak apa-apa, kamu kan hamba Tuhan, pendeta. Ganggu terus, ngomong terus. Dan dia terus akan mengacau juga kepada saudara ... dengan ketakutan, dengan perasaan bersalah.

Masih mending kalau perasaan bersalah. Ini perasaan nggak bersalah, perasaan kita benar. Nah itu Iblis yang bilang, kamu mah nggak salah, dia lebih salah dari kamu. Kesalahan kamu mah kecil. Kesalahan dia besar. Membandingkan kesalahan kamu sama kesalahan dia, wah langit sama bumi, dia mah kesalahannya banyak, bekali-kali. Kalau kamu mah kan cuma sekali dua kali. Merasa diri benar. Makanya Yesus buat apa jawab? Diam. Kembali kepada Lukas.

 23:11 ..., ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus. 

Ini jubah kebesaran Herodes itu berwarna ungu, dia buka. Menghina betul, dia buka. Terus ditutupin ke badan-Nya Yesus. Ayo, kembaliin sama Pilatus. Kembaliin. Saudara mengerti nggak kira-kira di pikiran Herodes, kenapa dia tutup dengan jubah? Dia mau nyindir sama Pilatus: Hei, kalau kirim orang begini, jangan yang telanjang-telanjang begini dong pakai cawat. Kembaliin lagi sama dia. Dikasihin pakai jubah. Itu seperti gurauan, seperti suatu heureuy, nyindir. Dan saya yakin Pilatus itu terbahak-bahak waktu dia lihat terima Yesus kembali dengan jubah Herodes. Nah, itu ternyata di ayat 12,

23:12 Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.

Nampaknya persahabatan dalam menghina Yesus lebih cepat dari pada persahabatan dalam kebaktian menyembah Tuhan Yesus. Saya tuh suka ngomong gini kalau doa berkat, amin: Saudara beri jabat tangan kiri kanan depan belakang. Maksudnya supaya saudara ketemu sebagai sahabat, ngobrol. Jemaat kalau habis pulang, habis kebaktian selesai jangan pulang dulu. Diam, ngobrol dulu, bercengkerama. Sebab satu-satunya waktu saudara nggak cepat-cepat pulang, nggak kemana-mana, waktu hujan gede. Waktu hujan gede semuanya diam. Sampai saya berdoa: Tuhan, beri hujan lebih lama lagi.

Nampaknya Herodes dan Pilatus ini bersahabat karena menghina Yesus. Jangan suka ngurusin orang, saudara. Orang begini-begini, saudara ngomong. Itu urusan dia. Orang kristen yang ngaco-ngaco, saya nggak bisa betulin. Cuma Tuhan yang bisa betulin. Kalau orang cepat bertobat, cepat hidup benar itu, ya ketoknya ketok inilah kecil-kecilan. Ketok sedikit, lempeng lagi. Tapi kalau bengkoknya sudah luar biasa, ya pakai palu yang gede dong, Tuhan bilang, benjol-benjol dah ... supaya ini lempeng lagi.

Hati-hati, loh. Saudara bukannya jemaatnya saya, saudara jemaatnya Tuhan. Saya cuma disuruh menggembalakan saudara, memberikan makan saudara. Tapi tanggung jawab, masing-masing. Saudara bisa ngebohongin saya. Bisa. Bisa memutarbalikkan cerita. Bisa. Tapi saudara nggak akan pernah bisa membohongi Tuhan.

Nah, apakah persahabatan kita ini dilandaskan karena kita percaya kepada Yesus? Atau persahabatan seperti orang dunia? Mereka justru nggak percaya kepada Yesus. Mereka justru bersahabat melawan Yesus. Kita teruskan pada ayat 13,

23:13 Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat,
23:14 dan berkata kepada mereka: "Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya.
23:15 Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apapun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati.
23:16 Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya."
23:17 (Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu.)

Untuk mengambil hati rakyat banyak.

Saudara-saudara, hari-hari ini kita mesti banyak doa, ya. Karena dalam satu minggu ada empat sampai lima pilkada di seluruh Indonesia. Lurah pilkada, bupati pilkada, walikota pilkada, gubernur pilkada. Di seluruh Indonesia, satu minggu itu ada lima. Karena dalam satu tahun 550 pilkada.

Saudara lihat di televisi yang terjadi di Medan. Ketua DPR nggak ada salah, nggak ada apa sampai meninggal karena orang banyak. Waktu Yesus pun begitu. Jadi untuk ambil hati orang banyak, Pilatus bilang begini: Saudara-saudara, saya tidak ada menemukan kejahatan yang engkau tuduhkan sama Yesus. Saya kirim ke Herodes, Herodes juga tidak menemukan, dia kirim balik sama saya. Jadi saya mau menghajar Dia. Maksudnya dia pukul Yesus supaya orang ini senang. Asal Yesus tidak mati. Dan setelah itu saya mau melepaskan Dia. Jadi hatinya Pilatus baik. Mentalnya, keberaniannya jelek. Tapi hatinya baik; dia ingin melepaskan Yesus. Ayat 18,

23:18 Tetapi mereka berteriak bersama-sama: "Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!"

Nah saudara-saudara, Barabas belum ada, waktu itu belum ada. Tapi seluruh Israel tahu, penjahat kambuhan, penjahat yang sudah nggak bisa bertobat lagi itu namanya Barabas. Itu biangnya penjahat. Premannya penjahat. Jadi sementara Yesus diberdirikan sama Pilatus di depan rakyat. Orang ini nggak ada salah. Aku periksa nggak ada salah. Aku kirim sama Herodes nggak ada salah. Dikembalikan lagi ke sini. Jadi saya ambil putusan, saya harus pukul Yesus, aku akan memukuli dia, memecut dan setelah itu saya akan melepaskan Dia.

23:17 (Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu.)

Dan ini kebiasaan. Setiap hari raya paskah harus ada seorang penjahat dilepaskan. Itu sudah kebiasaan. Seorang penjahat diampuni. Tiap paskah diampuni lagi. Sekarang coba saudara, Yesus lebih dari penjahat dianggapnya. Karena mau dilepaskan, jangan ... jangan lepaskan. Lepaskan saja Barabas, kepala rampok, lepaskan dia. Kalau saudara baca Yohanes

15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Dalam bahasa Inggris bunyinya: Kamu tidak memilih Aku tapi walaupun demikian Aku memilih kamu. Kenapa? Ketika Barabas dibawa dari penjara lalu berdiri di depan Pilatus dekat Yesus. Ternyata Barabas itu namanya pun Yesus ... Yesus Barabas. Yang mana engkau mau aku lepaskan? Ditawar lagi sama Pilatus. Yesus Barabas ... supaya orang lihat ini jahatnya. Banyak yang diperkosa sama dia. Saksikan ini jahatnya. Atau, Yesus dari Nazaret yang tidak ada salah? Salibkan Yesus, bebaskan Barabas. Makanya Yesus bernubuat, you did not choose Me, kamu tidak memilih Aku.

Maaf saudara, kalau ada seorang sarjana hukum handal, pengacara yang hebat, mau memberi pertolongan kepada saudara, saudara pilih dia atau Yesus? Kalau kita mau ke undangan, pas jamnya pas jam kebaktian, kita akan ke undangan, kita tidak akan ke kebaktian. Kita pilih undangan dari pada Yesus. Setahu saya pengantin di GPdI, yang setahu saya ada dua, mungkin lebih, yang siangnya kawin, sorenya kebaktian. Satu, bapak Onesimus, dua saudara Aan Harjandi. Mungkin ada yang lain. Paginya menikah, sorenya kebaktian.

Kebanyakan dan itu tidak salah, memang harus begitu, cape barangkali, sudah menikah, pesta, sudah hilang. Nanti datang-datang lagi setelah honey-moon. Banyak di antara kita tidak pilih Yesus. Mari kita pilih Yesus.

Tapi hari ini saudara memilih Tuhan karena saudara ke gereja, saudara berdoa bahkan ada yang berpuasa. Saudara memilih Tuhan. Dan siapa saja yang memilih Tuhan pahalanya besar. Dan besarnya saya tidak bisa ceritakan dengan kata-kata. Indah sekali kalau kita memilih Tuhan.  

Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________