Khotbah Rabu Juli - Agustus 2003

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 09 Juli 2003

Tuhan, apa yang harus kuperbuat?

Lukas

3:7 Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu melarikan diri dari murka yang akan datang? 
3:8 Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! 
3:9 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api." 

Ini adalah pelayanan pertama Yohanes Pembaptis. Dia berkata kepada orang banyak ini. Pelayanan dia bukan pelayanan pribadi. Yesus melayani pribadi perempuan Samaria ... berdua berbicara, Nikodemus ... berbicara berdua, dengan wanita yang tertangkap basah berbuat jinah ... dia berbicara berdua. Tetapi Yohanes Pembaptis adalah pelayanan dengan orang banyak. Dia berkata kepada orang banyak karena pelayanannya adalah pelayanan di padang gurun. 

3:7 Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan ular beludak! 

Itu dia bicara kepada orang banyak. Ada yang berkata ular ini adalah sejenis kobra tetapi ular ini adalah ular yang sangat mematikan, ular yang jahat, ular yang sangat berbisa. Kalau kita melihat ular, kita mengingat bahwa ularlah yang pertama menipu Hawa didalam kitab Kejadian    

3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." 
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, 
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka ..." 

Nah, kita akan mempelajari sedikit tentang ular ini. Dalam Kejadian 3:1 disebut binatang yang paling cerdik yang pernah dibuat oleh Tuhan adalah ular. Nah, nampaknya ular jaman dulu itu bisa berhubungan, bisa berkomunikasi dengan Hawa .. dengan manusia. Yang saya belum mengerti, bahasa apa yang digunakan oleh ular dengan Hawa? Bahasa apa, komunikasi seperti apa? Alkitab hanya berkata, ular itu berkata .. ular itu berbicara. Tetapi setelah kita mendengar mengetahui bahwa ular ini adalah binatang yang cerdik nampaknya dibelakang ular inilah siapa yang dibelakang ular ini yang berbicara.   

Kalau saudara melihat film Mickey Mouse, disana Mickey Mouse bisa bicara, Donald Duck bebek bisa ngomong, film ini. Film itu disebut film animasi. Yang ngomongnya itu perempuan, lelaki, manusia tapi yang dibikin filmnya ini binatang. Nanti tupai, nanti kancil, nanti gajah. Binatangnya besar, yang bicaranya cari yang suara besar. Binatangnya kecil, cari yang suaranya kecil. Bisa menangis, cari yang bisa menangis, dsb. Itu disebut animasi. Animasi adalah yang bicara bukanlah pribadinya. Kita putar film Mickey Mouse, nanti yang bicara manusia. Nampaknya, inilah yang digunakan oleh iblis. Jadi ular itu binatang cerdik tapi kalau sampai dia bicara, ini animasi, ini ada orang ada sesuatu, ada siapa yang dibelakangnya ular ini ... sampai ular ini bisa bicara. Karena kalau ular bisa bicara binatang lain tidak bisa bicara, ini Tuhan berat sebelah. 

Ada satu binatang lagi yang dibikin Tuhan bicara adalah keledai pada waktu jaman nabi Balhum Bileam. Bileam salah ditegur, ini keledai tidak bisa maju tidak bisa lari karena dia lihat itu malaikat pegang pedang. Karena ngamuk ini dia marah, dia pukuli ini keledai ... ini Balhum ini. Tiba-tiba Tuhan buka mulut keledai, bicara dalam bahasa Ibrani, dalam bahasanya manusia, bahasanya Bileam: "Kenapa tuan memukuli saya?" 

Keledai nggak bisa bicara, tapi kalau dirubah dianimasi, bisa saja Tuhan merubah keledai bisa bicara dalam bahasa manusia. Kalau ular ini sekarang siapa dibelakangnya tentulah iblis. Tidak mungkin Tuhan pakai ular untuk Hawa menyangkal, menabrak, melanggar peraturan yang Tuhan sendiri buat; pasti ini adalah iblis! Jadi sekali lagi kita ketemu kata animasi ini adalah seseorang, sesuatu, somebody, seseorang yang berbicara dibelakang  ini binatang. 

Nah, coba kita kembali kepada lihat dulu didalam kitab Wahyu    

13:1 Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. 
13:2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar. 
13:3 Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu. 
13:4 Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?" 
13:5 Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya. 
13:6 Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.  

Saudara, kita melihat bahwa ada binatang lagi disini berbicara. Yang dimaksud adalah antikristus. Mari kita baca pasal
13:13 Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. 
13:14 Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu. 
13:15 Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh. 

Kembali kepada injil Lukas. 

Jadi saudara mengerti sekarang bahwa siapa yang berbicara dibelakang binatang ini. Ini yang saya kasih tahu adalah animasi. Saudara tentu kenal orang Cianjur pasti itu tahu soal kesurupan, orang yang lemah imannya, yang kosong bisa kesurupan setan. Kok ini anak perempuan suaranya lelaki. Jangan saudara tidak percaya. Di Indramayu, kami pernah menginjil 4 orang, 3 jemaat saya pendeta satu dari Jakarta ikut penginjilan, ada satu gadis dirasuk setan. Dia masih didalam kamar saya belum doa. Jadi ibunya bilang sama saya, kenapa ya anak saya bisa dirasuk setan. Saya bilang, dia kosong hatinya. Itu gadis dari dalam dengan  suara laki-laki bicaranya: siapa bilang hati saya kosong? Padahal jauh, dia berteriak. Kan itu bukan suara gadis. 

Nah, ini yang saya katakan animasi. Sekarang Roh Kudus memenuhi kita, Dia berdoa melalui kita dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan, yang kita tidak mengerti. Kita berdoa berbahasa Roh, siapa yang berdoa? Roh Kudus melalui kita! Siapa yang berkata? Kita! Tapi suaranya suara siapa? Suara Roh Kudus. Kita berdoa hamba Tuhan yang membawa firman, Tuhan urapi. Tuhan, urapilah hambamu supaya kami mendengar suaraMu. Yang khotbahnya hamba Tuhan, ko Yoyo, ko Asam, Onesimus, siapa. Tapi kita sudah berdoa supaya Tuhan pake, yang berbicara itu bukan dia lagi tetapi Tuhan. Sama. Tetapi disini kita lihat bahwa yang dimaksud oleh Yohanes Pembaptis keturunan ular, itu adalah keturunan iblis, ular yang dipengaruhi oleh iblis. Kejadian

3:14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. 
3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." 

Amsal 

30:18 Ada tiga hal yang mengherankan aku, bahkan, ada empat hal yang tidak kumengerti: 
30:19 jalan rajawali di udara, jalan ular di atas cadas,  ...

Itu saja. Ini Salomo tidak mengeri. Rajawali itu makanannya ular. Berkali-kali saya lihat di televisi, elang rajawali itu menyambar ular. Ular menjadi lambang iblis, jadi lambang dosa, rajawali menjadi lambang Roh Kudus. Hukumnya selalu begitu - Roh Kuduslah yang bisa mengatasi dosa! Amin saudara? Roh Kudus yang bisa menolong kita. Jadi ini tidak dimengerti karena ular itu jalan diatas cadas. Dimana ada cadas, batu - disitu ada ular jalan. Cadas ini kan Yesus, batu karang perlindungan. Dia keturunan dari wanita, dia keturunan dari Hawa. Yesus turun. Tetapi ini ular jalan terus. Ada aja di cadas ini. Ular inilah yang suka mengganggu, bukan hanya dia mengganggu Hawa, dia juga mengganggu kita sekalian, yaitu suaranya selalu memberi kepada kita kebimbangan. 

Firman Tuhan berkata semua dosamu sudah diampuni, iblis akan bilang apa iya ... ular. Firman Tuhan bilang, Tuhan akan memberi jaminan keselamatan, ular akan bilang, apa iya. Dia akan memberi keraguan. Kalau engkau setia maka Tuhan akan memberkati engkau, apa iya? Jangan takut, Tuhan bisa memberi kesehatan kesembuhan Dia Tabib, apa iya? Dan Ayub dia tidak berdosa dengan mulutnya. Tapi dia pernah grogi dia pernah bimbang, karena apa? Karena teman-temannya ini jadi ular ... kasih nasehat tapi bukan nasehat mengangkat bikin bimbang. Itu sebabnya Yohanes Pembaptis berkata: hai, kamu keturunan ular beludak. Lukas   
3:7 Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu melarikan diri dari murka yang akan datang? 

Kenapa? Karena Yohanes Pembaptis tidak mau membaptis ini. Nggak mau. Dikira wah, ini nabi ya luar biasa khotbahnya bagus. Datanglah orang-orang Yahudi untuk dibaptis. Dia bilang, nggak, kamu keturunan ular kok. Marah. Ayat 8 
3:8 Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! 

Yohanes Pembaptis berkata: keluarkanlah buah-buah. Sebelum buah, berarti ada pohon. Kalau ini adalah pohon kehidupan rohani, maka orang-orang Yahudi, orang-orang Israel itu tidak ada buah. Sama sekali nggak ada buah. Kalau saudara ingat Markus 11, itu Yesus pernah jalan lewat ada satu pohon ara. Dia tidak berbuah, Tuhan kutuk. Kenapa? Tuhan mengharapkan ada buah. Tetapi tidak ada buah. Pohon ara selalu bicara tentang Israel. Pohon ara selalu bicara tentang Yahudi. Tuhan ingin supaya ada buah dari Israel ada buah dari Yahudi - tidak ada. Malah Yesus sendiri disalibkan sama orang Yahudi. Maka saya mah nggak suka dengan shalom-shaloman karena yang ngomong shalom itulah yang menyalibkan Yesus. Apa yang terjadi? Tidak ada buah. 

Bila Tuhan tinggalkanku .. Ku tak bisa buat apa .. Dibuangnya jadi kering .. Tentu masuk dapur api. Itu tentang pokok anggur. Yang berbuah dibersihkan, yang tidak berbuah dipotong ... dibuang kedalam dapur api. Nah, coba kamu keluarkan buah-buah yang sesuai dengan pertobatan.  

Hari minggu ada suami istri, kalau buat saya ukuran jiwa baru, membawa persepuluhan untuk pertama kalinya. Dia cegat saya: oom, ini adalah persepuluhan dari kami. Dua juta. Saya terharu karena firman membuktikan ada buah dari keluarga ini. Malam itu juga dua juta itu habis. Saya sumbang kepada ibu yang membangun gereja 500 ribu, saya sumbang lagi hal-hal yang lain. Tapi yang saya senang, keluarga ini jiwa baru sudah ada buah, mulai mengeluarkan buah. Saya tidak tahu apa yang terjadi didalam pohon hatinya tetapi dia sudah ada buah. 

Saya dengar kesaksian hari minggu. Bapak Rorong sakit. Tapi dia bilang, saya ingat khotbah dari bapak Awondatu, dari bapak gembala, bahwa disurga ada begini begini begini. Ada buah, dia mengingat, dia ingat. Ada Sabda Tuhan. Jadi yang penting bagi Tuhan, itu bukan pohon rindangnya seperti apa ... bagusnya seperti apa ... rapihnya seperti apa tapi kalau nggak ada buah - yang penting buah. 

Saudara-saudara mayoritas sudah berbuah banyak, berbuah lebat. Dalam doa, dalam berpuasa, dalam memberi, dalam mendukung pekerjaan Tuhan. Semua sudah berbuah. Tetapi ini saya sedang berbicara tentang buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Sudah tidak lagi fitnah, sudah tidak lagi ngata-ngatain orang, sudah tidak lagi cemburu, sudah tidak lagi curiga, sudah tidak lagi jengkel, sudah tidak lagi dan sebagainya, disesuaikan dengan pertobatan.  

Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami!

Nah, ini pohon yang tidak berbuah ini selalu membanggakan Abraham bapak kami. Memang paling sombong orang Yahudi ini. Keturunan Abraham kami ini. Memang keturunan betul. Kenapa? Karena dianggap dari Ishak. Kami ini dari keturunan Abraham. Tetapi, dibawah pohon ini banyak batu-batu. Batu-batu ini orang kafir. Orang kafir ini saudara dan saya. Yohanes Pembaptis berbicara tanpa dia mengerti dia sudah bernubuat: Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! 

Saudara dan saya adalah batu-batu ini. Yang sebetulnya terkapar dibawah. Bentuknya kaya apa nggak disebut, kecil atau besar nggak disebut. Tetapi Tuhan sanggup dan Dia sudah kerjakan mengangkat batu yang tidak berguna ini menjadi keturunan Abraham. 

3:9 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api." 

Sangat menarik. Disini dia berkata  kapak sudah tersedia pada akar pohon. Dekat akarnya. Yang akan ditebang oleh Tuhan bukan cabang, yang akan ditebang itu akar supaya tidak bertumbuh lagi karena memang pohon ini tidak berbuah. Sudah siap, katanya Yohanes Pembaptis, kalau kamu tidak bertobat, ini kapak sudah siap. Kamu jangan bilang saya ini bangsa pilihan Allah. Digendong diatas kepak sayap burung nasar, biji mata Tuhan. Yohanes Pembaptis itu kasar dia khotbahnya. Dia bilang, kapak sudah ditaruh pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah - berarti lebih dari satu ini pohon, setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik akan ditebang dan dibuang kedalam api. Yang berbuah juga masih dites, buahnya baik apa tidak. Kalau buahnya tidak baik terus, tahun depan buahnya tidak baik terus, tahun depan buahnya tidak baik terus ... ditebang, dibakar dalam api. 

Maka saudara jangan heran bom yang meledak hampir tidak hari, itu di Israel. Ini Palestina sama Israel, ini perang saudara. Israel anak Abraham dari Ishak, Palestina anak Abraham dari Ismail. Mukanya kan mirip, rambutnya keriting mirip. Agama beda, kulit beda tapi mukanya mirip. Tukang cari uang mirip. Pintar berlian sama. Dagang juga sama, Arab sama Israel ini. Kopet meditna sarua, irung siga cau ambon sarua. Licikna sarua. Keturunan Abraham. Karena apa? Karena ternyata anak dari Ishak ini lebih diberkati, punya tanah. Ini anak dari Ismail ini kurang diberkati, ngebom berani sampai sekarang ini. Sebab saya dari umur 14 tahun, saya sudah dikasih tahu sama papa saya, ini bakal begini, ini Israel bakal begini, ini Palestina bakal begini udah dikasih tahu. Kalau kebaktian sudah selesai kan pendeta-pendeta pada ngobrol, nguping saya. Habis makan ngobrol, saya duduk ditangga, nguping, mereka ngobrol apa? Ini sudah diceritakan. 

Nah, bagi kita adalah tenang saja, kita hanya harus keluarkan buah yang sesuai dengan pertobatan. Dulu papa mertua saya punya satu teman namanya pak Dasep. Pak Dasep itu orang islam tapi terbuka sekali pikirannya. Dia percaya Yesus juga. Dan kita ngobrol, kita ngobrol diruang makan. Dia bilang begini saudara, dia orang islam: Sebetulnya ini didunia ini, pemain utama mah orang Yahudi, dia bilang. Kalau kita perannya apa? Dia bilang, kita mah figuran. Amerika nyerang Irak, itu kan Yahudi sama Arab. Osama bin Laden nyerang Amerika, Arab sama Yahudi. Nggak ada sejarahnya Osama bin Laden menyerang Cungkuo -  nggak ada. Cungkuo mah makan bacang we jeung kue cang tiap hari. Aman terus. Jadi kita mah figuran, katanya. Dan kalau kita baca surat Roma, betul memang kita figuran. Tetapi bukan berarti Tuhan nggak bisa angkat batu-batu ini menjadi anak Abrahm. Malahan kita musti bangga didalam Yesuslah kita diangkat deri batu yang tidak berharga menjadi anak Abraham, amin?

Kita anak Abraham bukan karena keturunan, kita anak Abraham karena iman. Puji Tuhan.    

3:10 Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?" 

Ini cengli. Ini mau berubah ini orang. Pengerja kalau saya tegur lalu dia ngomong, jadi oom saya musti bagaimana, wah, saya senang. Tapi kalau ditegur dia diam saja, besok salah lagi, ... itu namanya norek atau pongo tea. Tetapi kalau pengerja selalu berusaha mau memperbaiki diri, memperbaiki bagaimana dia harus kerja, itu cepat maju, diladang Tuhan juga maju, jadi hamba Tuhan juga cepat maju. Nah, ini orang berkata: jadi, apakah yang harus kami perbuat?

Kisah Rasul 
2:37. Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" 

Tuh, mau berubah teh selalu nanyanya sama: Apakah yang harus kami perbuat? Disuruh sama Petrus disuruh menerima baptisan air, apakah yang harus kami perbuat? Kisah Rasul  
9:4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" 
9:5 Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu. 
9:6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat." 

Maaf saudara, dalam ayat 5 ada yang hilang satu kalimat. Ini saya kesal juga kenapa Lembaga Alkitab tidak perbaiki. Didalam bahasa Inggris saya baca ... Ayat 6 bagian a itu ada yang hilang, so he trembling ... lalu ia gemetar, Paulus .. and astonished, dan merasa heran. Lalu berkata: Lord, what do you want me to do? Tuhan, apa yang engkau mau aku perbuat? Itu nggak ada itu dalam bahasa Indonesia. Lalu katanya, pergilah kedalam kota disana akan dikasih tahu apa yang akan kamu perbuat. Coba Kisah Rasul

22:7 Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? 
22:8 Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu. 
22:9 Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar. 
22:10 Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.

Saya kasih 3 ayat cukup rasanya. Kalau kita itu mau bertobat, kalau kita mau berubah, kita poekeun nggak tahu harus berbuat apa, kita akan datang sama Tuhan: Tuhan, beri petunjuk, apa yang harus aku perbuat? Itu siap berubah. Orang begini sukses saudara. Lihat Paulus berhasil. Orang yang selalu datang sama Tuhan, Tuhan apa yang saya harus perbuat, pasti sukses. Sekian renungan Firman Allah, nanti kita teruskan minggu depan.   

-- o -- 

Rabu, 23 Juli 2003

Cukupkanlah dirimu

Selamat sore, selamat ketemu didalam nama Tuhan Yesus. Kita akan masuk didalam firman Allah, masih kita mempelajari injil Lukas 

3:10 Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?" 
3:11 Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian." 
3:12 Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?" 
3:13 Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu." 
3:14 Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu." 
3:15 Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias, 
3:16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. 
3:17 Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan." 
3:18 Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak. 
3:19 Akan tetapi setelah ia menegor raja wilayah Herodes karena peristiwa Herodias, isteri saudaranya, dan karena segala kejahatan lain yang dilakukannya, 
3:20 raja itu menambah kejahatannya dengan memasukkan Yohanes ke dalam penjara. 

Saudara, didalam ayat-nya yang ke 10, adalah pertanyaan dari orang banyak secara umum, orang banyak bertanya karena orang-orang ini datang untuk dibaptis. Mereka ingin dibaptis oleh Yohanes. Nah, banyak kali kita ini keliru dalam soal baptisan air. Kita dibaptis karena disuruh oleh orang tua; kita dibaptis karena mau kawin; kita dibaptis karena pacar kita orang gereja - jadi kitapun ikut-ikutan dibaptis. Nah, kalau baptisan yang seperti itu, baptisan itu bukan tidak ada gunanya, rasanya kurang afdol, kurang sreg didalam hati kita. 

Jadi saya ingin saudara memperhatikan tiga hal, yaitu pertama, pra baptisan, yaitu sebelum kita dibaptis; dua, pada waktu dibaptis, baptisan itu sendiri; dan yang ketiga, pasca dibaptis, setelah dibaptis, bagaimana kita. 

Didalam ayat 10, ini adalah pra, sebelum dibaptis ... karena mereka datang untuk dibaptis. Ayat 7. 
3:7 Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu melarikan diri dari murka yang akan datang? 
3:8 Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! 
3:10 Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?" 

Jadi orang banyak bertanya, jika demikian apakah yang harus kami perbuat? Ada hal-hal didalam pra baptisan yang harus kita kerjakan - bukan diminta - tetapi sebagai satu buah. Pada waktu kita menanam pohon mangga ya, kalau pohon mangga sudah jadi besar, sudah keluar kembang ... orang tahu ini mau berbuah. 

Tapi harus ada buah-buah yang keluar sebelum kita dibaptis. Contoh, orang itu sudah ke gereja, sudah rajin ke gereja, orang itu sudah ada kerinduan untuk berdo, orang itu sudah ada kerinduan seperti hari ini beberapa saudara berpuasa, nggak ada yang suruh. Di gereja kita diminta buka alkitab disini tapi dirumah nggak ada yang suruh, ah buka alkitab baca alkitab. Ada kerinduan - itu dikatakan dalam istilah firman Allah adalah buah-buah dari pertobatan yang sesuai. Dulu suka minuman keras, minum bir tapi sekarang sudah tidak. Bukan karena takut tapi karena kita hormat kita cinta kepada Tuhan, kita tidak lagi. Dulu judi sekarang tidak. Berubah sendiri. Dulu marah-marah sekarang agak kurang dah marahnya, kita masih manusia sih. Dulu kurang sabar, sekarang agak sabar sedikit.    

Nah, ini buah-buah dari pertobatan. Buah-buah pertobatan ini datang sebelum baptisan. Ini yang saya katakan pra. Dia harus keluar buah sebelum dibaptis. Bukan karena kita mau kawin kita dibaptis, bukan karena kita punya pacar orang kristen orang pentakosta kita mau dibaptis supaya mertuanya senang - bukan, tetapi kita dibaptis karena memang kita sudah ada buah. Ada buah, buah-buah yang keluar dari hal bertobat. 

Saya ingat satu ibu waktu didalam problem didalam percobaan sampai stress. Saking stressnya dia sampai menjerit, menjeritnya sampe satakeur keubeuk, kata orang Sunda, karena stress. Tapi ketika dia kembali sama Tuhan, mulai rajin kebaktian, saya kira nggak lama kok 6 bulan ... problemnya selesai. Ketika problemnya selesai, dia sekarang ada di kebaktian dengan muka yang berseri-seri. Kenapa? Karena dia sudah mengeluarkan buah dulu. Dia kembali sama Tuhan, dia kebaktian lagi. 

Setelah ada pra ini, baru datang baptisan. Nah, datang baptisannya ini operasionalnya didalam bahasa Yunani dipakai kata baptizo. Baptizo itu kalau ini air, kalau ada bola pimpong dilempar dia ngambang diatas, ini bukan dibaptis - karena ada diatas air. Tetapi kalau kita tekan sesuatu batu kah atau apa kita tekan kedalam permukaan air, dia lewat permukaan air, dia ada disini, itu namanya baptizo. Itu operasionalnya, dibaptis. Maka saudara, di gereja kita orang diselamkan. Lewat permukaan air, itu namanya baptizo, diselamkan kedalam air. Ini operasionalnya, baptisannya.

Sekarang yang ke tiga adalah pasca, setelah dibaptis itu apa? Ini adalah istilahnya baptisma. Setelah dibaptis bukannya tambah ngaco, setelah dibaptis bukan kembali ke dunia, setelah dibaptis bukan kembali lagi berbuat dosa. Tetapi setelah dibaptis, itu mulai belajar. Naik kelas 1, kelas 2, kelas 3, sampai kelas 6 ujian, naik SMP. Ada yang tidak naik, ada yang naik terus, kelas 1 naik kelas 2. 

Di perusahaan Freeport itu, umpamanya saudara kerja disana, anak saudara sekolah, mereka yang bayar, kita nggak bayar. Anak saudara sekolah. Dan kalau anak itu, maaf bicara, bodoh, ... nggak boleh pulang dari sekolah. Gurunya musti ajar sampai jam 4 sore, sampai anak itu ngerti, sampai anak itu maju. Musti ikut les dari guru yang sama. Sampai begitu. Ada yang tidak naik, musti belajar lagi.  

Jadi ini pra nya, harus ada buah. Setelah dibaptis, buah itu harus bisa dinikmati, baptisma. Nah, karena hal itu, kita lihat apa yang diminta dalam pra ini oleh Yohanes Pembaptis. Ayat 11      
3:11 Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian." 

Saudara, dua hal yang disebut, yaitu satu, pakaian; dua, makanan. Di dalam Matius  

6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 

Jadi ini adalah sandang pangan. Saudara tahu nggak bahwa karakter manusia itu kelihatan, bagaimana dia memperlakukan sandang pangan dengan sesamanya, itu kita kelihatan. Cuman dua, suka membagi atau tidak. Ajaran pertama dari Yohanes Pembaptis, tidak boleh serakah. Kalau kamu punya dua, saudaramu nggak punya satupun nggak punya, bagi! Begitu juga dengan makanan. Kamu punya makanan berlebih, saudaramu tidak ada makanan, bagi! 

Apa prinsip pertama buah yang diminta oleh Yohanes Pembaptis? Hidup bagi orang lain! Bahkan istilah rasul Paulus, hidup kita itu terjual untuk orang lain. Dia berkata, hidupku bukannya aku lagi, tapi Kristus yang hidup didalamku. Buah apa Kristus? Dia berikan hidupnya bagi seluruh dunia!. Maka kita sebagai orang kristen musti belajar dari yang paling rendah ... nggak boleh serakah. Nggak boleh kita pakai dua baju, sementara yang satu kedinginan. Saya kasih kesaksian. 

Sadhu Sundar Singh, pendeta orang India, sampai sekarang mayatnya tidak diketahui kuburannya dimana. Orang India percaya dia diangkat hidup-hidup oleh Tuhan. Karena sebelum dia meninggal, dia bilang saya mau naik ke Gunung Himalaya, saya mau berdoa sama Tuhan. Kalau diterkam binatang buas, ada dong pakaiannya; kalau dia mati ketemu dong bangkainya. Es putih kan, dia hitam orang India. Jubahnya juga ketemu dong. Ini nggak ketemu sampai sekarang. Dari tahun 60. Kalau dia dimakan binatang buas, binatang apa digunung es yang buas? Kalau dia jatuh kemana, pasti ketemu. Sekarang jaman canggih, kok. Tapi nggak ketemu! 

Nah, ini dia saksikan pengalaman dia, ditulis di buku, saya baca. Dia jalan sama satu orang. Jalan di salju Himalaya. Ada orang kedinginan saudara ku ... terkapar. Ini Sadhu Sundar Singh bilang, kita gotong yu, kasihan dia. Ah, kita aja ini bisa nggak sampai nih ditujuan, ayo kita jalan terus. Jangan perhatikan ini, ini dingin luar biasa. Memang saudara kalau sudah digigit sama itu hawa dingin, ini bisa mati, tangan kita bisa jadi kaku beku nggak bisa balik lagi disebutnya itu ice bite, yaitu gigitan es, kalau yang paling dingin itu. 

Lekas, lekas, katanya, jangan pedulikan. Tapi Sadhu Sundar Singh kan hamba Tuhan, nggak tega. Dia angkat ini orang. Dia angkat, taruh dibahunya, dia jalan. Saudara, karena dia jalan, dia keluarin tenaga kan, panas badannya. Karena badannya panas, ini yang dipikul juga badannya panas. Karena dua-dua dipeluk. Sadar dia yang dipikul. Udah sadar, berdiri. You kuat nggak? Kuat, karena hangat. Jalan. Orang yang duluan tadi udah terkapar ... mati, saudara. Coba kalau dia nurut ikut gotong. Hidup untuk orang lain - dia hidup! Hidup untuk orang lain didalam hal pakaian dan makanan. Filipi   

2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 
2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 
2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.  

Banyak jalan Tuhan membuat kita kembali kepada Dia. Jangan memikirkan diri sendiri tetapi orang lain juga! Kembali kepada injil Lukas 

3:12 Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?" 
3:13 Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu." 

Yang ketiga apa saudara? Kita harus jujur dengan soal uang. Di Amerika ada supir bus. Pendeta disana kalau naik bus, bayar dulu baru masuk; kalau disini kita naik dulu baru bayar. Nah, ini waktu bayar disuruh kembaliin, kembaliinnya receh. Sembari masuk dia jalan, dia hitung ini kembaliannya. Lebih kembaliannya. Jadi dia bilang sama supir, pak ini lebih kembaliannya ini. Supirnya bilang apa? Saya sengaja kok. Saya kan jemaat bapak. Bapak kan tadi malam khotbah tentang kejujuran, saya ngetes bapak jujur nggak nih. Jadi saudaraku, kita harus jujur dengan soal keuangan ini. Puji Tuhan. 

3:14 Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu." 

Ada dua hal disini. Yang pertama, tidak memakai kekerasan. Ini semua praktek, saudara. Dan yang kelima puas dengan keadaan, puas dengan apa yang ada. Ada peribahasa bilang, orang kaya belum tentu puas tapi orang yang puas itu kaya. Orang kalau sudah puas saudara, puas kok saya. Moal nambah deui? Nggeus. Puas kok, udah. Orang makan di undangan. Tambah ko? Geus. Ce pau le. Sudah. Babi hong. Nggeus. Babi kecap. Nggeus. Hiji deui we. Geus. Cukup. Karena sudah puas. 

Saya ingat Simeon dalam Lukas 2, Ya Tuhan, sekarang saya meninggal juga senang, katanya, karena saya sudah lihat Yesus. Sudah puas. Ah, meninggal juga nggak apa-apa.

Ini bapak Matius Oey, saudara, satu cucunya itu ikut pertandingan nyanyi di Beji. Anaknya ngantar kesana cucunya nyanyi. Dia tunggu. Dia tunggu sampai semua sudah pulang, anaknya pulang, cucunya pulang, baru dia meninggal, baru dia pergi. Sepertinya sudah ngatur diri, katanya. Kalau kita lihat bapak Matius Oey, kok, sederhana orangnya tapi dia sudah puas. 

Kami tadi suami istri bicara tentang bapak Samuel Kwe di Banjar. Jemaatnya kecil, istrinya adiknya pak Samuel Rahmat. Berhasil. Semua anak-anaknya berhasil. Ada yang di Amerika. Padahal dia kota kecamatan. Hamba Tuhan menggembalakan kecil. Karena dia belajar puas dengan apa yang ada. 

Orang kalau sudah puas, sudah nggak akan korupsi dia, sudah puas. Nggak mau yang boten-boten dia, nggak,  sudah puas. 
3:15. Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias, 
3:16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. 

Saudara, yang keenam, Yohanes sendiri memberikan contoh tahu menempatkan diri. Terakhir ketujuh, dia rendah hati. Tapi kita lihat menempatkan diri. Tuhan Yesus pernah ngomong begini saudara, kalau kamu kesatu tempat jangan duduk diatas, jangan duduk ditempat-tempat yang terhormat. Nanti salah, ada orang yang datang lebih tinggi dari kamu, kamu disuruh turun, dia yang duduk diatas, kamu disuruh kebawah. Lebih baik kamu duduk dibawah, kata Yesus. Karena kalau ada orang lihat kita dibawah lalu tempat diatas kosong, ayo dipanggil, naik keatas. Lebih baik kita dipanggil disuruh diajak keatas daripada sudah duduk diatas, disuruh turun kebawah. Itu maksud Yesus. Apa maksudnya? Menempatkan diri.

Saudara pernah nggak memikirkan badan kita ini luar biasa, ciptaan Tuhan. Tuhan menempatkannya. Menurut ahli manusia, kita ini punya 144.000 onderdil. Setiap manusia punya 144.000 onderdil. Coba. Diatas kulit kita digedein 4.000 X, ada binatang yang modelnya seperti lalat, giginya tajam, dan didalam bintang itu ada jantung ada hati, dia makanin kulit-kulit kita, yang bahasa Yunaninya yang disebut daki, nah, itu kulit yang sudah aus saudara, itu dimakanin sama binatang itu. Kita nggak bisa lihat. Tapi dalam binatang yang kita nggak bisa lihat itu, ada jantung, ada mata, ada hati.

Berdiri tegak, jengkal dari bawah sampai bahu saudara, 7 jengkal. Berdiri tegak gini jinjit angkat tangan keatas,  12 jengkal dari bawah keatas, jengkal saudara sendiri. Jadi Tuhan bikin kita itu sempurna sekali. Satu kepala 7 lubang, cuma banyak kaum wanita ditambah lagi lubangnya disini di kupingnya. Perhatikan aja Tuhan kasih hidung sama kita, lubangnya ngadep kebawah. Hebat. Coba kalau lobang ngadep keatas, lagi musim hujan becek saudara dan selesma semua. Tuhan itu luar biasa.

Ini otak paling susah, eh, ditaruhnya disini, tulang yang paling keras, dahi. Tidagor sampe sagede lohan, ini nggak akan rusak. Sepakbola, waduh, kop bola, ini otak nggak gegar. Lihat itu hebatnya Tuhan. Kuku digunting keluar lagi. Darimana dia keluar? Apa dari sini ada pabriknya? Digunting keluar lagi. Rambut digunting keluar lagi. Itu Tuhan. 

Pohon kelapa? Pernah saudara lihat ada pohon kelapa diatas Gunung Gede? Kalau ada pohon kelapa diatas Gunung Gede, nggak akan dipetik saudara. Keur tiris maeunya we minum kalapa. Selalu dipinggir pantai. Orang kepanasan naik kelapa. Aduh,  haus nih minum. Tuhan mah tahu menempatkan alam ini.       

Maka saya nggak protes-protes nggak pengen pindah ke kota besar. Di Cianjur, udah saya di Cianjur. Kata Tuhan di Cianjur. Iya. Teu nanaon. Kamu tetap jadi orang Cianjur, he-eh, nggak apa-apa. Ada orang Cianjur nggak puas di Cianjur pengen pindah. Pengen pindah keluar kota, keluar negeri akhirnya keluar dunia, mati. Manusia ini tidak puas. Saudara mau hidup puas dengan Tuhan? Belajarlah puas dengan Tuhan. Merasa berterimakasih kepada Tuhan. Bisa menempatkan diri. Puas dengan apa yang ada.

Lalu yang terakhir, rendah hati. Rendah hati itu bukan rendah diri. Tahu rendah diri? Segala-gala takut. Maju ... nggak,  ah. Itu mah sombong, saudara. Kalau orang rendah hati, hatinya yang rendah tapi beraninya mah berani tetap.  

Daniel rendah hati tapi  nggak takut sama singa. Daud rendah hati, Musa rendah hati. Elia rendah hati, Elisa rendah hati. Semua yang rendah hati diangkat sama Tuhan. Cuma pada malam hari ini saya kasih tanda orang yang rendah hati itu gampang dinasehati, gampang dikasih tahu. Sebab ada orang belum dikasih tahu udah nyeungor heula. Ieuh nya ... ? Dek ngomong naon? Eh, karak ngomong, ieuh nya ... dek naon sok? Batur mah rek mere duit ... jadi teu jadi. Yeuh nya, rek mere duit saya teh. Ce tiauw erek mere duit tah. Yeuh nya ... naon? Geus nyorongot heula. Teu jadi ce tiauw teh.     

Orang rendah hati gampang dinasehati. Orang rendah hati pasti akan cari Tuhan. Karena dia akan bilang, Tuhan, tanpa Engkau satupun tidak ada yang bisa aku buat. Mari kita berdiri bersama-sama.   

-- o --   

Rabu, 06 Agustus 2003

Tidak sesuai hukum

Selamat sore selamat berbakti didalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan membuka kembali injil Lukas 

3:20 raja itu menambah kejahatannya dengan memasukkan Yohanes ke dalam penjara. 

Jadi nampaknya, ada dua macam orang kalau ditegur oleh firman Allah. Ada yang ditegur memikir lalu sadar, tapi ada yang ditegur dia marah dan hatinya bertambah keras. Saya akan kasih ilustrasi dengan matahari. Ini matahari bersinar cerah terik, tertuju kepada tanah dan kepada mentega. Teriknya sama, panasnya sama, waktunya bareng. Tanah ini kalau kena matahari dia jadi keras. Tapi mentega kalau kena matahari dia jadi lumer. Hati kita ini yang mana? 

Betapapun pahitnya kerasnya sabda Tuhan, kalau kondisi hati kita seperti mentega, kita akan menjadi lembut kita akan menjadi lumer, kita akan menjadi mudah diajar. Tetapi betapapun manisnya firman Allah, kalau kondisi hati kita seperti tanah, diterangi matahari dia akan bertambah keras. Kalau saya gambarkan lebih dahulu pasal 

3:1 Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, 

Disini kaisar Tiberius, ini ada di Italia ada di Roma. Lalu dia punya nama ditaruh pada satu danau Tiberias, kota Tiberias. Adalah satu tokoh Pontius Pilatus, dalam ayat 1 itu, jadi satu wali negeri. Lalu Herodes raja wilayah Galilea. Dan Filipus, ini adik Herodes, itu raja dari Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene. 

Filipus ini adik dari Herodes dia punya istri. Istrinya, Herodias. Tetapi Herodias ini mungkin genit dan Herodes ini mata keranjang. Herodias ini diambil oleh Herodes ini menjadi istri kedua saya tidak tahu, pokoknya diambil. Kalau kita lihat pasal 3:19  

3:19 Akan tetapi setelah ia - Yohanes Pembaptis - menegor raja wilayah Herodes karena peristiwa Herodias, isteri saudaranya, dan karena segala kejahatan lain yang dilakukannya, - Ditegor bukannya tambah sadar ... tambah jahat -
3:20 raja itu menambah kejahatannya dengan memasukkan Yohanes ke dalam penjara. 

Kita buka dulu Markus 

6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. 

Ini sudah tidak sesuai dengan firman Allah. Kalau ada yang suka ngomong begini: saya dulu kawin itu sebelum kenal Yesus. Saya tidak mau adu argumentasi. Karena Herodes pun belum kenal Yesus, tidak tahu kebenaran. Tetapi firman Allah katakan Yohanes Pembaptis menegur Herodes oleh karena mengambil istri adiknya ini. Kalau saudara baca dalam Markus 6 ini, saudara, dikatakan oleh ayat 18: Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" 

Bahasa Inggris tidak halal, itu memakai kata unlawful, not lawful. Jadi Yohanes Pembaptis tidak menegur karena dosa berhubungan dengan Tuhan tapi not lawful, tidak sesuai dengan hukum. Nampaknya Herodias ini diambil begitu saja, tidak cerai dulu dari Filipus ... main rampas saja. Karena Herodes merasa dia kakak, dia lebih berkuasa, dia lebih terkenal, dia ambil saja istri dari saudaranya. 

Di Jakarta saya tahu seorang yang punya kasino, udah tua ... dia ambil istri anaknya; jadi dia ambil menantunya. Dan yang aneh anaknya kasih lagi. Ini unlawful, tidak sesuai dengan undang-undang, tidak sesuai dengan hukum. Jadi yang ditegur oleh Yohanes Pembaptis bukan karena urusan dengan Tuhan - karena Herodes belum kenal Tuhan, tapi not lawful, tidak sesuai dengan hukum. Apalagi dihadapan Tuhan. Roma

7:1. Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, --sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum--bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup? 
7:2 Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. 
7:3 Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum - law - , sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain. 

Dan Filipus disini masih hidup; dia masih hidup ... menjadi suami yang sah dari Herodias. Ini yang ditegur oleh Yohanes Pembaptis 'not lawful.' Tidak sesuai dengan hukum. Kamu masih terikat. Jadi begitu diambil, Herodes ini yang salah. Mengambil seseorang yang masih terikat dengan hukum kepada suaminya. 

Maka pernikahan itu tidaklah main-main. Saya suka ngomong sama murid-murid saya di sekolah alkitab, pikir dulu berkali-kali sebelum menikah supaya tidak salah pilih, supaya tidak keliru dan kita tidak menangis setelah menikah. Nah, saya telah terangkan ini kepada saudara, tapi kita lihat apa yang dikatakan oleh Yesus supaya kita punya pemikiran yang baik. Matius  

19:1 Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan. 
19:2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Iapun menyembuhkan mereka di sana. 
19:3. Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?" 
19:4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? 
19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 
19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." 
19:7 Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?" 
19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. 
19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah." 
19:10 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin."

Mereka salah paham. Tapi mari kita pelajari hal ini, mengenai perceraian, mengenai menikah, mengenai suami dan istri. Karena Herodes ini ngambil orang yang ada suami, diambil saja karena hawa nafsunya, diambil begitu saja. Lalu ketika ditegur, seseorang menegur dengan baik, ada ayat dalam Amsal, pukulan seorang sahabat lebih baik daripada ciuman seorang musuh. Lihat Yudas. Dia cium kan Yesus tapi kan mengkhianati. Jadi saudara dikatakan dalam firman Allah ini unlawful, mengambil istri saudaramu. 

Kenapa nabi Musa kasih surat cerai? Yesus bilang, karena kamu keras hati. Orang Israel dulu keras hati. Sudah ada firman, sudah ada nabi, sudah ada undang-undang - masih nyeleweng. Jadi nabi Musa membuat surat cerai supaya perempuan itu tidak diinjak-injak begitu saja. Kalau mau diceraikan harus ada surat cerai. Tidak gampang-gampang cerai. Tapi kata Yesus, aslinya, awalnya Adam dan hawa tidaklah demikian. Itu sebabnya seorang laki-laki akan meninggalkan ayah ibunya, bersatu dengan istrinya dan mereka akan menjadi satu daging - dua menjadi satu. Sekarang mau diceraikan berarti harus dipatah ... mati. Sudah bersatu, dua orang jadi satu sekarang mau cerai, berarti mati. Maka kata Firman Tuhan, hanya kematian yang menceraikan kamu berdua, karena sudah jadi satu.   

Nah, menurut ayat ini lebih baik - karena kalau sudah kawin diberkati disini, penganten sudah tidak dengar khotbah saya. Ini jadi pengalaman. Sekarang nih dengar yang mau kawin nanti. Buat saya lebih baik keluar dari rumah papa mama, atau papa mama yang bijaksana dia belikan rumah untuk anaknya, anak itu dengan istri dia punya rumah sendiri, biarlah mereka punya kerajaan sendiri dan papa mama jangan terlalu banyak ikut campur dengan urusan anak. Dia punya urusan sendiri, kerajaan sendiri. Jangan sedikit-sedikit telepon papa, sedikit-sedikit telepon mama. Umur sudah 40 tahun, ada urusan sedikit telepon papa, ada urusan sedikit telepon mama. Ya, kalau mau curhat sih nggak apa-apa tapi jangan sampai orang tua itu ngurus terlalu terus ikut terlalu campur tangan. 

Saya baru dari Magelang habis khotbah KKR 3 hari makan dengan gembalanya, bapak Viktor Malino. Khotbah malam hari ini mungkin ada maksud Tuhan untuk satu jemaat. Mengapa? Ini ada jemaat punya anak kawin punya mantu, masa jemaat ini majelis jemaat suruh anaknya suruh cerai. Itu bukan majelis dong. Mustinya yang ribut dihadekeun, ini yang hade diributkeun. Karena si menantu nggak tahan satu rumah dengan mertua. Si mertua piaranya anjing. Anjing nggak piara satu, diditu crot ... didieu crot. Yang menantu awewe, kerja di bank, pulang musti bersihin kotoran anjing. Ya, nggak tahan atuh ari unggal poe mah. Nggak boleh pake babu. Jadi ribut. Kesel, kesel ... cerai. 

Hanya kematian yang menceraikan. Jangan lupa ini. Kalau kita mau nurut daging, kita mau enaknya aja. Mau pake urusan kita. 

Tapi bagaimana kalau ada orang kenal Yesus sudah kadung, sudah bercerai. Firman Allah ada sejarah. Mari kita lihat I Korintus 

5:1 Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya. 

Loh, orang hidup dengan istri ayahnya, kumaha ieu bahasa teh? Apa anak itu kawin sama mamanya? Tidak. Ada orang di Korintus, dia kawin ini ada orang si anu ... dia kawin dengan istri dari ayahnya. Bukan kawin, tinggal serumah, dengan istri dari ayahnya. Masa ibunya. Kalau ibunya kan ayatnya akan berbunyi 'ada anak yang cabul sama mamanya', gitu aja kan. Tapi dikatakan oleh Paulus, istri dari ayahnya. Berarti jaman dulu di Korintus ada laki-laki yang beristri lebih dari satu. Dan itu sebabnya anak dari ayah dari istri yang benar inilah ada hubungan mungkin dengan istri yang muda dari si laki-laki ini.

Nah, itupun sudah diputus salah oleh rasul Paulus. Nah, bagaimana kalau orang kenal Yesus dalam keadaan begini? Sudah tetap begitu tapi jangan bersetubuh. Mau dipelihara, pelihara ekonominya. Kalau dia mau menikah, menikah ... tapi jangan bersetubuh. Harus kembali kepada istri yang pertama yang sah. Karena Korintus ini kota dingin, kaya Puncak, jadi kota cabul. Bayangkan saudara di Korintus, saya ini baca bukunya, ada laki-laki kawin ke lima kali dengan satu wanita yang kawin ke tiga kali dengan laki-laki ini. Geus pabaliut. Tapi kenapa di Korintus ini justru anugerah Tuhan datang? Nah, itulah kita mau dibenarkan. Semua ada jalan keluar, asal kita mau. Maka kata rasul Paulus, dalam I Korintus 

7:1 Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin, 
7:2 tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. 

Ini menjawab 1 Korintus 5 tadi yang satu laki-laki punya beberapa istri. Satu saja, kata Paulus. 

7:3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. 

Banyak kali istri nuntut suami harus mengenapi tugas-tugas untuk istrinya lahir dan batin tapi lupa istri juga harus memenuhi kebutuhan suami lahir dan batin. Dua-dua musti. Nggak boleh berat sebelah. 

7:4 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya. 
7:5 Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak. 
7:6 Hal ini kukatakan kepadamu sebagai kelonggaran, bukan sebagai perintah. 
7:7 Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu. 
7:8 Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku. 
7:9 Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu. 

Ada haleluyah? Sekarang laki-laki, kata Paulus, perempuan, janda, gadis, kalau kamu mau, ikut seperti aku, kata Paulus, aku nggak kawin, kamu single aja. Banyak di gereja Ketapang. Ada kelompoknya. Mereka menyebut diri mereka kaum single, di gereja Ketapang, pernah saya diundang untuk khotbah. Semuanya single. Perempuan ...  perempuan, lelaki ... lelaki, tapi nggak kawin, nggak mau kawin. Jadi kalau saudara, ah, urang mah moal kawin, lebih baik kata firman Allah. Saya bukannya menyesali perkawinan, tidak saudara, tapi kalau saya bandingkan sekarang dengan penginjilan, sekarang saya mengerti kenapa Paulus bilang, lebih baik jangan kawin. 

Karena kalau saya KKR 3 hari umpamanya, si pendeta bilang tambah lah 2 hari pak, saya bilang nggak bisa, saya ada keluarga, saya musti pulang. Ke Australia saya pernah 3 minggu, tapi nggak bisa lebih dari 3 minggu harus pulang ada keluarga. Ke Amerika paling lama 3 minggu. Sendirian dulu. Pulang, ada keluarga, ada jemaat. Tapi kalau tidak menikah ... 

Tapi kata firman Allah, sendiri lebih baik daripada terbakar. Tapi kalau saudara sendirian terus, ... tapi lila-lila katirisan. Minum bajigur tapi ada ketirisan yang lain. Geus minum bajigur ... kopi ... bandrek. Nah, itu mau terbakar ... hati-hati. Tong luh leh ... urang teh kesel. Kunaon kesel? Teuing. Eta teh hayang kawin. 

Nah, kata rasul Paulus, kalau begitu lebih baik kawin. Dikatakan disana pake kata, baiklah kawin. Hau, hen hau. Baiklah kawin. Menikah tidak dosa daripada terbakar hangus. 

Maka kata Paulus tadi, bagi seorang ada yang kawin ... bagi seorang ada yang tidak. Yang saya inginkan kalau kita sudah menikah, jangan cerai. Sampai kita kakek-kakek, nenek-nenek, sudah jangan cerai. Saya ini iri saudara dengan bapak Matius Oey, 50 tahun kawin emas dia lewat. Didalam Tuhan. Anak cucu mantu semua sip didalam Tuhan. Saya kemarin mimpi dia, mimpi oom Matius Oey, pakai jubah putih, cuma dia nggak ngeliat ke saya, lihatnya ke kanan terus. Pakai jubah putih, dia tersenyum. Saya belum pernah lihat dia sesenang itu, dalam mimpi saya. Eh, si oom, oom Matius Oey kok senang benar. Dipegangin jubahnya, senang benar. Rambutnya itu segar, nggak ada kumis, klimis. 

Oh, saya senang, dia selamat, dia ada didalam tangan Tuhan. Kalau ada telepon dari surga ke sini lalu keluarganya anaknya mantunya telepon istrinya mungkin, ayolah ke Cianjur sebentar saja, lihat bom di Marriot, nggak akan mau dia. Dia sudah senang, ada amin saudara? 

Yang menceraikan bapak Matius Oey dari istrinya apa? Maut. Kematian. Hanya maut yang menceraikan tidak boleh manusia menceraikan. Nampaknya, kembali kepada Lukas, Herodes mah keras hati.          

3:20 raja itu menambah kejahatannya dengan memasukkan Yohanes ke dalam penjara. 

Siapa Yohanes ini? Dia hamba Tuhan. Saya ingin meluruskan. Mungkin saudara punya pandangan agak kurang tepat. Dihati saya tidak ada sedikitpun keinginan kemauan ataupun ada sedikit saja perasaan ingin melihat saudara itu gagal dan jadi susah. Sebagai hamba Tuhan, saya berdosa, kalau saya punya hati mau menyakiti hati saudara, mau bikin susah saudara. Kenapa saya tinggalkan dunia kerja buat Tuhan? Hanya karena saya dipanggil Tuhan untuk menjadi pembawa berita, supaya kita itu ikut jalannya yang lurus, ikut jalanNya Tuhan yang lurus. 

Dari hati saya ada kerinduan supaya semua kita berhasil dan sukses. Ada satu ayat yang terakhir saya mau baca untuk saudara dan harap saudara perhatikan ayat ini sering dibaca tapi jarang diperhatikan. Yosua, kitab yang keenam dari depan. 

1:6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. 
1:7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. 
1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. 
1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi." 

Saya mau tanya, dari ayat 6,7,8, dan 9 saudara paling senang ayat berapa? Saya senang ayat 6. Kenapa? Perhatikan saudara, ayat 6 ini luar biasa buat saya. Dengar: Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah, Yosua, yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. 

Mau dikasih kepada nenek moyang tapi nenek moyang tidak dapat, kenapa? Jalannya kekiri kekanan, kekiri ke kanan, nggak renungkan firman Allah. Kenapa yang dikasih Yosua, kamu yang pimpin bangsa ini. Kenapa? Memiliki sekarang kami, bukan hanya dengar janji. Nenek moyangmu cuma dengar janji. Tapi nggak memiliki. Ada dua macam kristen. Satu, kristen yang dengar janji Allah. Dia dengar janji Allah, dia dengar khotbah orang, janji Allah, tapi dia nggak pernah memiliki. Saya tidak mau dengar janji Allah saja, saya mau memiliki, amin saudara? 

Mari kita minta kepada Tuhan supaya kita "memiliki" rumah tangga yang bahagia, "memiliki" keluarga yang bahagia, "memiliki" pekerjaan yang berhasil, "memiliki" usaha yang diberkati, "memiliki" hidup yang panjang umur dan sehat, "memiliki" hari depan yang penuh harapan, ada haleluyah? "Memiliki" ... mari kita memilki.  

Saudara tidak usah ikut yang di televisi 'Touch the car', memegang mobil. Siapa yang menang akan dapat mobil. Yang harus saudara pegang bukan the car, janji Tuhan supaya kita memiliki berkat yang daripada Tuhan. Amin? Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Rabu, 13 Agustus 2003

Doa dan Baptisan

Selamat sore, selamat bertemu, berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Lukas pasal 3, kembali kita melihat beberapa ayat. Kita akan baca Yesus Anak Allah dibaptis. Ayat 21,

3:21 Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit 
3:22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." 
3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun.

Didalam ayat 21 dikatakan, ketika seluruh orang banyak itu dibaptis. Saudara lihat, ada yang luar biasa nggak disitu. Lihat yang luar biasa nggak? Ketika seluruh orang banyak itu dibaptis. Nggak ada yang nonton lho saudara, semua dibaptis. Biasa kan kita, ada yang dibaptis, ada yang menonton karena sudah dibaptis juga yang belum dibaptis. Tetapi ini dikatakan, ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis. When all the people were baptized ... jadi sudah lewat ini, orang banyak baru selesai dibaptis semua. 

Dan ketika Yesus juga dibaptis, sudah lewat, dan ketika Dia berdoa, terbukalah langit. Ayat ini adalah satu-satunya ayat didalam empat Injil yang mengatakan Yesus berdoa waktu dibaptis. Kalau ayat-ayat yang lain kita membaca Yesus dibaptis, Yesus dibaptis, dibaptislah Yesus, Yesus dibaptis. Hanya dalam Lukaslah dikatakan bahwa Yesus itu berdoa waktu dibaptis. Kalau begitu, sebelum orang dibaptis atau sementara orang dibaptis, dia harus berdoa. 

Nampaknya berdoa dengan dibaptis ini tidak bisa dipisahkan. Banyak kali orang anggap, wah kalau saya dibaptis, sudah barangsiapa percaya dan saya dibaptis, sudahlah selamat gitu. Tapi ini ayat akan memprotes pemikiran seperti itu. Karena Yesus waktu dibaptis itu berdoa. 

Jadi kalau saudara cuma percaya dan dibaptis, tapi tidak berdoa, langit tidak akan terbuka. Pada waktu itu Yesus dibaptis, berdoa, dibaptis, lalu langit terbuka. Langit terbuka. Nah, mari saya akan terangkan mulai dari langit terbuka ini. Saudara pernah berpikir nggak, langit terbuka itu seperti apa? Orang Tiongkok bilang, diatas langit masih ada langit. Nah, langit itu yang mana? Langit ini yang mana? Pesawat terbang sudah, kalau kita naik 747 itu 11 km diatas permukaan laut. Tapi diatas pesawat ini masih ada langit. Belum sampai ke langit. 

Colombia dikirim ke Mars. Sudah sampai ke Mars 3 bulan, 4 bulan dengan Pathfinder, yang alat itu cuma 50 cm, saudara. Dikirim dengan kecepatan ribuan kilometer per jam, sampainya 3 bulan baru sampai di Mars. Hanya untuk menyelidiki di Mars itu ada air apa tidak? Ada. Bisa titik-titik kehidupan apa tidak? Diatas Mars masih ada langit. Jadi langit yang terbuka ini apa? Berapa jauh langit yang terbuka? Kita akan lihat beberapa ayat mengenai langit, supaya kita bisa mengerti apa yang dimaksud dari sabda Tuhan ini. Yang pertama, kita lihat dulu Matius 24. Dalam Matius pasal 24, saudara-saudara, disana kita akan melihat satu, dua ayat. Matius 24 ayatnya yang ke 27.

24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia. 
24:28 Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun." 

Dalam salinan lain dikatakan, itu kedatangan Tuhan adalah seperti kilat memancar dari timur ke barat membelah langit. Dia turun dari surga, Dia turun dari langit. Kita dapat ketemu satu kata dulu. Kita lihat dulu beberapa kata tentang langit. 2 Korintus pasal 12, dikatakan disana ... ada satu, dua ayat yang kita boleh baca bersama-sama. Ayatnya yang ke 2, 

12:2 Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau--entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. 
12:3 Aku juga tahu tentang orang itu, --entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya-- 
12:4 ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. 

Di dalam ayatnya yang ke 2, bahasa Inggris dikatakan, ayat terakhir, tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. Bahasa Inggris, tingkat tiga dari langit. Jadi langit ini ada tiga tingkat. 

Beberapa waktu yang lalu ada yang bersaksi disini, dia tahu katanya Yesus di langit yang ke tujuh. Saudara inget yah, pada hari minggu, bapa-bapa. Saya tahu dimana Yesus, katanya, Yesus ada di langit yang ke tujuh. Itu ungkapan orang dunia. Kalau orang baru menikah, waduh, dianggapnya enak sekali, senang menikah, naiknya ke langit ke tujuh. Ungkapan. Boro-boro ke tujuh, ke loteng aja belum pernah naik. Nah, kembali lagi kita melihat, bahwa langit ini sesuatu yang ada diatas. Kembali lagi kepada pembicaraan mengenai langit ini, saudara-saudara, mari kita lihat juga Ibrani pasal 12. Dalam Ibrani pasal 12 ayatnya yang 1. 

12:1. Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 

Awan itu ada di langit, ada di udara. Oke, puji Tuhan. Satu lagi sebelum nanti saya terangkan. Kolose pasalnya yang ke 3. Dalam Kolose pasalnya yang ke-3, supaya saudara-saudara mengambil beberapa pengertian. Kolose pasal 3, disana dikatakan ayatnya yang ke 1 dan ke 2.

3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. 
3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 
3:3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. 

Saudara-saudara, nampaknya dari beberapa ayat yang kita baca, istilah langit itu bersamaan dengan istilah sorga. Langit dan sorga ini bersamaan. Dan ini bahasa Inggrisnya sama, heaven. Jadi kalau langit bahasa Inggrisnya heaven, sorga juga heaven. Jadi bukan sky, sky itu udara. Udara yang terbatas, tapi heaven. 

Nah, sekarang terbukalah langit, ... kembali dari Lukas pasal 3. Terbukalah langit, puji Tuhan. Di dalam Lukas pasal 3 tadi maka waktu Yesus dibaptis, Ia berdoa, terbukalah langit. 

Saudara, sekarang saya mau tanya, ini langit yang mana? Langit ke satu, langit kedua, langit ketiga? Karena dari langit ini turunlah burung merpati. Saya lebih cenderung yang dimaksud oleh Alkitab, langit, heaven ini adalah sorga. Burung merpati itu adalah Roh Kudus. Sorga terbuka, Roh Kudus turun. Karena langit yang diatas ini yang mana? Terbukalah sorga, ungkapan Yahudi, kalau kita dapat berkat, kalau kita cita-cita tercapai ... terbuka sorga, pintu sorga terbuka. Kalau kita doa nggak kena-kena, nggak dijawab-jawab, ... langit kaya tembaga. Itu ada ayatnya. Langit seperti tembaga, dalam kitab Bilangan. Ungkapan Yahudi. 

Tetapi kalau kita punya doa dikabulkan, kalau kita berdoa dikabulkan, kerinduan kita dikabulkan. Setiap pagi saya suka lihat lewat jendela, tiga pengerja, siswi, cuci pakaian. Saya bisa bayangkan betapa lelahnya. Mereka harus bangun jam empat, siswa juga. Jam empat, doa. Jam lima sudah amin, harus kerja. Tapi betapa lelahnya, cuci pakaian seperti nggak ada habis-habisnya. Pakaian cuci. Saya keluar, doa. Duh Tuhan, biar mereka ini, pengerja-pengerja saya ini yang kerja dengan setia, dengan rajin walaupun lelah sekarang, biar nanti Tuhan buka jalan. Supaya mereka kalau siswa mendapatkan jemaat, jadi hamba Tuhan yang sukses. Kalau siswi, biar dia mendapat pasangan hidup dipakai Tuhan, juga di jemaat yang diberkati Tuhan. Terima kasih Tuhan. Bukalah pintu berkatMu. 

Bukalah. Kita berhenti dulu dengan langit ini. Kita buka dulu Maleakhi, mengenai persepuluhan. Saudara-saudara, kita tidak akan bicara persepuluhannya, tetapi kita mau bicara apa yang dimaksud dengan ada yang terbuka. Disana, Maleakhi pasal 3 kita membaca ayatnya yang ke 10. 

3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit - Bahasa Inggris, windows of heaven - dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. 

Nah, kalau ini langit terbuka, disini ada windows of heaven. Tuhan akan membuka jendela-jendela sorga. Windows of heaven. Yohanes 1. Dalam Yohanes pasalnya yang ke 1, puji Tuhan, disana kita melihat, membaca satu ayat lagi, yang luar biasa. Dikatakan Tuhan Yesus sendiri. Ayat 50.

1:50 Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." 
1:51 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia." 

Saya kasih ilustrasi yang lain. Sementara saya membawa Firman Tuhan, saudara masuk di pikiran saudara, mengerti, masuk di hati saudara, bisa terima, mengerti. Itu sama dengan Tuhan buka pintu sorga. Sama. Sebab ada orang yang dengar, bengong, bahasa aslinya orangnya ada disini tapi pikirannya pu cai, tidak ada. Entah kemana dia. Pintu tertutup. Saya nggak ngerti, apa yang dikhotbahkan pendeta, saya nggak ngerti. Tertutup. Engkau akan lihat langit terbuka ... kalau kamu percaya kepadaKu, kata Yesus. 

Jadi soal langit terbuka bukan waktu Yesus dibaptis saja. Pada waktu saudarapun, waktu dibaptis. Kita tidak lihat "langit" ini. Saya lebih percaya justru langit sorga. Begitu saudara dibaptis, keluar dari baptisan air, saudara cuma disambut oleh yang membawa selimut supaya tertutup badan saudara masuk di kamar mandi, tapi ketahuilah, bahwa secara rohani sorga terbuka untuk kita. Sorga terbuka untuk saudara. Saudara tidak usah takut lagi hari depan. Saudara tidak usah takut lagi apa yang dikerjakan, karena apa? Kalau sorga terbuka, jendelanya sorga terbuka. Pintu sorga terbuka untuk saudara masuk. Jendela sorga adalah untuk berkat, fasilitas. Mau takut apa lagi? Kalau pintu sorga dibuka, jendela sorga pun dibuka. Ada dua ayat berendengan, saudara. Masih dalam Yohanes. Yohanes 10. Dalam Yohanes pasal 10, dia berkata begini, ayatnya yang ke 9. 

10:9 Akulah pintu; - Yesus berkata, Akulah pintu - barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. 

Yohanes 14, berendengan. Ayat yang ke-6.  

14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 

Akulah jalan. Sudah ketemu pintu sorga. Akulah jalan. Ayo, siapa pintu? Yesus. Akulah pintu. Nggak ada nabi di dunia, saudara, yang berkata wo se ... - nah, itu nggak ada. Nggak ada. Selalu nabi-nabi di dunia nunjuk. Nanti akan datang ini, nanti akan ini. Hendaklah kamu begini. Nggak pernah ada yang bilang, wo se ... , aku adalah ... - nggak ada! Cuma Yesus! Aku adalah pintu. Aku adalah jalan. Aku adalah kebenaran. Aku adalah hidup. Aku adalah gembala yang baik. Aku adalah benih. Aku adalah taruk Daud. Aku adalah tongkat. Aku adalah kebangkitan dan hidup. Aku adalah roti hidup. Aku adalah Air Hidup. Hayo, nabi mana di dunia yang ngomong begitu? Nggak ada. Selalu nabi akan berkata, akan ada, percayalah kepada, akan ada, percayalah kepada. Begitu  terus. Tapi Yesus berkata, percayalah kepadaKu. Amin, saudara-saudara? 

Jadi Dia pintu. Nah, sekarang pintunya udah ketemu, jendelanya udah ada, jalannya udah ada. Udah mau kemana lagi kita? Pintu udah ada, jalan udah ada, jendela ada, sorganya terbuka. Maaf, saudara. Maaf yah. Iblis tuh mau tutup mata kita. Nggak kelihatan kebaikan Tuhan. Nggak kelihatan berkat Tuhan. Nggak kelihatan berkat-berkat Tuhan yang luar biasa. Nggak kelihatan. Hari minggu saya bilang ada orang Dayak di Samarinda. Sebelas tahun nganggur, tapi dia jadi supir pendeta Ekel. Dia nyupirin terus, nggak mau dibayar. Mau dibayar, nggak, nggak mau dibayar. Nyupirin aja. Sekarang dia beliin mobil buat pendeta Ekel. Anak-anaknya jadi, pegang perusahaan besar-besar. Dan dia berkata, doakan pak pendeta saya ini, saya ini lagi negosiasi dengan Jakarta mengenai pertambangan batu bara saya. Punya tambang batu bara. SD aja nggak lulus. 

Kenapa? Dia setia bawa perpuluhan. Dari dia jadi sopir, dia bawa perpuluhan. Apa yang terjadi? Jendela dibuka. Berkat Tuhan. Sekarang dia kirim satu siswa. Waktu dia jemput saya, dia bilang, saya punya satu siswa, pak. Siswa ini saya menangkan begini, begini, begini. Saya mau kirim ke Beiji. Saya diem aja, iya deh. Begitu KKR tiga hari, denger saya khotbah. Ah, saya kirim ke Cianjur aja lah. Iya lah kalau begitu ke Cianjur. Nah, akhirnya ke Cianjur, saudara. Nah, ini siswa ini yang dikirim dari sana pinter jahit. Saya pikir-pikir, saya tinggal cari bahannya aja. Saya mau suruh dia jahit. Oom, suruh saja dia jahit, pasti begini bagus. Jangan, saya bilang. Biar saja dia belajar. Nanti menjahitnya hari sabtu. 

Tapi saya bangga dengan Tuhan kita ini, saudara. Nggak pernah Dia salah. Nggak pernah Dia miss dengan janjinya. Jendela dibuka, pintu terbuka. Baru dibaptis. Baru dibaptis, jendela terbuka. Turun Roh Kudus, mempunyai bentuk seperti merpati. Ayo, kita baca Lukas 3 lagi, kembali kepada ayat 22.

3:22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." 

Mari, saya akan terangkan ini. Ini adalah Yesus. Ketika Yesus baru keluar dari baptisan air, turunlah Roh Kudus merupakan burung merpati, diatas kepala Yesus. Dari atas langit adalah suara yang terdengar. Jadi Bapa berbicara, Putra dibaptis, Roh Kudus hinggap diatasNya. Ketigaan Allah ada pada waktu baptisan air. Saya selalu yakin, siapapun dia, laki-laki atau perempuan, kaya atau miskin. Pada waktu dia dibaptis, mungkin jemaat nggak bisa tunggu. Saya bilang, ada yang akan dibaptis. Nggak bisa tunggu, lebih baik pulang. Tapi Tuhan tunggu. Bapa akan menyaksikan. Kita tidak dengar dengan telinga ini. Sebab yang dibaptisnya Yesus. Kalau kita anak-anaknya Yesus, saya yakin, dengan iman, waktu saudara keluar dari baptisan akan ada suara, inilah anakKu yang Kukasihi, kepadanya Aku berkenan. Aku disenangkan. Nah, sekarang kalau Bapa di sorga senang. Ayo, Bapa di sorga senang. Belum minta aja udah dikasih kan? Saudara belum mikir, mau kawin, udah disiapkan calon sama Tuhan. Lihat Tuhan itu baik. Cuma iblis tuh mau tutup kita dengan kain gelap. Supaya kita nggak lihat kebaikan Tuhan. 

Pada malam hari ini, baptisan, Yesus berdoa, Engkaulah anakKu yang Kukasihi, kepadaMUlah Aku berkenan. Nah inipun, AnakKu yang Kukasihi kepadaMu Aku berkenan. Aku berkenan. Saya pakai kalimat yang terakhir, Aku berkenan atau Aku senang ... dalam bahasa Inggris, I am well pleased, hatiKu itu sangat disenangkan olehMu, oleh anakKu. 

Orang islam suka ngomong begini, na ari Allah teh anakan? Memangnya Allah itu punya anak? Tidak bisa disalahkan, saudara. Karena kitapun punya ayat yang sama. Allah teh anakan? Bingung. Jemaat mau jawabnya bagaimana? Bingung. Disini ada ayat, Engkaulah anakKu yang Kukasihi. Iraha kawinna ceunah Allah teh? ~  Kapan kawinnya Allah itu? Boga anak Yesus, kawin jeung saha? ~ Punya anak Yesus, kawin sama siapa? 

Saya ingin katakan bahwa, susah kalau kita ngomong begitu, saudara yah. Yesus berkata, Aku beri kepadamu anak kunci kerajaan sorga. Ini disebut anak kunci, na mana bapana? ~ Bapanya mana? Bapa kunci mana? Ada indung ~ ibu kunci? Embah kunci? Engkong kunci? Ema kunci? Yang aneh cuma ada anak kunci. Istilah. 

Nah, ini anak buah saya. Mana bapa buahna? Mana indung buahna? Nggak ada kan? Hanya istilah. Tapi suka diteken terus kita. Na ceunah Allah didinya mah anakan? ... katanya Allah kamu itu punya anak? Jemaat GPdI Jakarta, bagaimana brur kalau ada yang nanya begitu, brur? Saya bilang, jawab aja begini: Itulah hebatnya Allah kita. Allah kita mah punya anak. Allah yang lain mah mandul! Loh, pohon pisang juga begitu jadi  punya anak cau ... pisang. Bapa cau na euweuh ... bapak pisangnya nggak ada. Indung cau na euweuh ... ibu pisangnya nggak ada. Anak cau aya! Anak pisang ada. Jadi hanya istilah. 

Bapa, Putra, Roh Kudus ini sama tingkat, tidak lebih hebat satu, tidak lebih besar yang lain. Sama. Hanya disini adalah istilah. Engkaulah anakKu, kenapa? Karena Alkitab ini adalah Alkitab yang ditulis berdasarkan patriarch. Berdasarkan kebapaan. Saya contohkan. Yang dosa Hawa, yang disebut dosa Adam. Yang salah perempuan, yang disebut salah lelaki. Karena menganut patriarch. Laki-laki terus. 

Maka supaya dimengerti, Yesus, Engkau anakKu, karena taatnya itu Dia sama perintah. Dianggap taat yang luar biasa. Cintanya Tuhan yang seperti apa yang bisa dimengerti oleh manusia? Cinta bapa kepada anak. Maka datanglah istilah ini: Inilah anakKu yang kukasihi. Bapa mah nggak usah ngomong nama Yesus, da udah tahu Yesus juga. Tapi supaya didengar oleh murid-murid. Oh, Yesus ini disenangi oleh Bapa, Aku berkenan. Tapi ini kalimat belum berakhir. Yang berikutnya, Matius. Matius 17. Dalam Matius 17, disana saudara-saudara, kita mendapatkan ayat yang luar biasa, yaitu ayatnya yang ke 5.

17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." 

Nah, ini dia, berkembang saya katakan, dengarkanlah Dia. Nurut sama Dia. Dengarkanlah Dia. Konghucu, Konfusius, waktu dia masih hidup, ditanya sama satu muridnya: Guru, kalau habis mati ada apa? Dia jawab, boro-boro kita pikirin orang mati, kita mikirin hidup saja sudah susah. Tapi kalau kamu mau tahu habis mati ada apa, tanyalah kepada orang yang lahir 500 tahun setelah aku. 

Saya denger khotbah ini tahun 66. Oom De Boer yang khotbah di Cianjur. Masuk di otak saya. Tanyalah kepada orang yang akan lahir 500 tahun setelah aku. Waktu saya di Beji tahun 73, saya sudah disuruh ngajar. Tiga puluh tahun lalu, persis. Tiga puluh tahun saya sudah disuruh ngajar di Beiji. Yang pertama Oom Brodland kasih adalah mengenai nabi-nabi. Saya lihat di situ, Konghucu dari tahun sekian, lalu 500 tahun setelah Konghucu, Yesus Kristus. 

Ingat saya kepada tahun 66. 67, 68, 69, 70, 71, 72, tujuh tahun. Saya sudah dengar khotbahnya dari Oom De Bur. Saya baca bukunya tujuh tahun kemudian. Betul. Sampai papa mertua saya tanya, dia mau lihat, bukunya dimana? Saya bilang, saya lihat waktu di sekolah Alkitab. Sekarang saya nggak tahu dimana. Tapi puji Tuhan, mertua saya sudah terima Yesus. Tanyalah. Kalau saudara mau tahu setelah mati apa? Tanya sama Yesus. Kenapa? Pintu sorga terbuka. Jendela dibuka. Roh Kudus pun turun. Akulah pintu. Akulah jalan. Ada haleluyah, saudara-saudara? Akulah jalan kebenaran dan hidup, tidak seorang pun sampai kepada Bapa, kecuali dengan Aku. Itu Yesus bilang. Dan karena saudara ada di dalam Yesus, sore hari ini mari kita bersyukur kepada Tuhan, kita ada di dalam trek yang benar, jalan yang benar. Jangan kesana kemari lagi, udah, kita didalam Yesus, sudah. 

Tadi malam ada yang bersaksi di Jakarta. Jemaat baru. Satu tahun lebih ikut kebaktian. Saya kaget. Nggak ada yang suruh dia. Saya mau saksi tentang persepuluhan. Saudara-saudara, saya ini dulu agamanya cung-cung-cep seperti pak gembala bilang. Ngacung-ngacung-nancep. Setelah terima Yesus, kebaktian di Ketapang, dibaptis sama oom Mandey. Kebaktian di Ketapang. Tapi nggak ada perubahan. Rasanya nggak ada perubahan. Ikut Yesus hanya seperti agama. Ada yang bawa ke tempat kebaktian. Langsung, dia ikut kebaktian saya. Dia bilang, selasa yang lalu saya memberi persepuluhan, hari besoknya, rabu ... Dia mau nangis dia bersaksi. Belum pernah saya dapat order begitu besar dari Tuhan. Ada haleluyah, saudara? Habis kebaktian saya diajak makan sama suami istri dari Karawang yang sudah nganggur, di PHK. Tapi waktu didoakan, waktu kebaktian disana, dia dapat pekerjaan. 

Yang dia bilang, saya ini ngeri dia bersaksi di meja makan. Karena keuangan puluhan milyar dipercayakan sama saya, apa betul apa nggak? Dia nangis juga. Bersaksi. Bukan hanya sama saya, ada satu keluarga juga denger kesaksian dia. Yang saya tangkep dari kesaksian-kesaksian itu, bener loh jendela udah dibuka. Pintu udah dibuka. Jalan terbuka. Tinggal kita mau masuk apa tidak? Tinggal kita mau ambil apa tidak? Nggak ada gunanya kita kopet, sebab Tuhan kita nggak kopet. Nggak ada gunanya kita itungan, sebab Tuhan kita nggak itungan. Dia nggak pernah nanya, bayaran. Berapa napas kita, berapa isepan? Coba kalau gini, satu sen aja. Sekali narik napas, satu sen. Coba bayar sekarang. Jangankan satu sen, seribu juga dibayar. Iya, kalau punya uang mah. Silahkan. 

Tuhan nggak pernah minta bayar. PLN sekarang susah, air susah. Tuhan mah hujan kasih, nggak pernah minta bayar. Matahari Dia kasih, nggak pernah minta bayar. Ayo, punya handphone, bayar. Punya telephone, bayar. SMS, bayar, walaupun murah. Tapi kalau berseru kepada Tuhan, ... pada masa kepicikan, Aku akan menjawab kamu. Bayar? Nggak! Gratis.

Ayolah ikut Yesus. Un cuan bo sipun. Tuhan memberkati kita. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________