Khotbah Rabu Juli - Agustus 2005 

Gereja Pantekosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 13 Juli 2005

FALSAFAH HIDUP

Selamat sore selamat bertemu lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan meneruskan studi kita dari injil Lukas. 

9:26 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.
9:27 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Kerajaan Allah."

Jangan salah paham, yang dimaksud Kerajaan Allah di sini bukanlah Kerajaan Surga yang akan datang. Tetapi Kerajaan Allah di sini adalah satu sistim, satu cara hidup, satu falsafah hidup. Saya kasih contoh. Falsafah hidup bangsa Indonesia itu ada di dalam Pancasila. Kalau orang yang mau kaya mau cukup, falsafahnya hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai, malas pangkal bodoh - itu adalah falsafah hidup. Dari kerja yang giat akan timbul berkat yang banyak.    

Sekali lagi, yang dimaksud dengan Kerajaan Allah adalah falsafah hidup, caranya kita hidup itu adalah Kerajaan Allah. Matius

6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Betapa indahnya janji Tuhan jikalau saudara mencari hal-hal yang berhubungan dengan falsafah hidup. Saya pakai istilah falsafah ini karena inilah yang paling dekat ... cara hidup dari orang kristen, yaitu kerajaan surga maka kehidupan yang kita butuhkan secara materi, secara ekonomi, secara kebendaan ... akan ditambahkan kepadamu. Matius

6:25. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

Dalam Matius 6:25 Tuhan Yesus sedang berkata mengenai kebutuhan badani, kebutuhan jasmani, yaitu apa yang kita makan, apa yang kita minum dan apa yang kita pakai. Termasuk rumah. Tiga ini adalah kebutuhan primer secara tubuh. Tetapi Tuhan Yesus berkata, janganlah kamu mengutamakan ini tapi utamakanlah falsafahnya, dari cari hidup orang kristen, yaitu carilah dahulu - utamakan, prioritaskan - hal-hal tentang kerajaan surga. Nanti kesemuanya, jadi ayat 25 sampai 32 itu mengenai kekuatiran, sedangkan ayat 33 cari dulu kerajaan surga, kerajaan Allah dengan segala falsafah hidupnya - maka segala keperluan ini segala kebutuhan ini akan ditambahkan, akan menjadi bonus di dalam kehidupan kita.

Nah, sangat keliru kita mengutamakan hal yang bukan utama. Kita menomorduakan yang nomor satu, kita menomorsatukan yang nomor dua. Kita mengutamakan yang nomor dua, kita menomorduakan yang utama. Kita menomorduakan surga, kita mengutamakan hal-hal dunia. Ya pantas saja terbalik. Segala sesuatu kalau terbalik saudara maka hal-hal itu tidak akan mendapatkan hasil yang positif.  

Sekarang Tuhan Yesus bilang, cari dulu kerajaan surga, carilah falsafah hidupnya dulu. Tapi berapa persen yang kita mau kerjakan, kita selalu menomorsatukan yaitu yang nomor dua, yang akan kita makan, minum, pakai dan waktu kita mati, tidak ada apa-apanya lagi. Kita nggak akan tahu siapa yang akan tidur di rumah kita, kita nggak tahu apa rumah kita akan dijual oleh anak kita, kita nggak tahu makanan yang kita sudah kumpulkan kekayaan siapa yang akan kita pakai apakah dijual apakah bertambah-tambah, kita nggak akan tahu, sudah mati sudah.

Tapi setelah kematian itu, kita tidak mati habis perkara. Ada satu masa yang tidak akan ada habis-habisnya, satu masa yang disebut masa kekekalan, entah saudara di surga hidup kekal atau saudara di neraka. Surga hanya diutamakan diberikan kepada orang yang mengutamakan falsafah hidup kerajaan surga. Neraka adalah diberikan kepada mereka yang menomorduakan falsafah atau cara hidup dari kerajaan surga. Lukas

9:27 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Kerajaan Allah."

Dia tidak akan mati sebelum dia menikmati kerajaan Allah. Tampaknya saat itu kerajaan Allah baru diberitakan. Coba kita membuka kembali Matius 

3:2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"

Berita yang pertama dari Yohanes Pembaptis adalah mengenai datangnya kerajaan surga, datangnya berita tentang kerajaan surga yang sudah sangat dekat. Kalau kita buka Matius 

4:17 Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"

Jadi baik Yohanes Pembaptis maupun Yesus beritanya sama - tentang kerajaan surga, sebagai falsafah dari kehidupan kekristenan, sebagai cara hidup. Kalau saudara membaca Matius

10:1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
10:2 Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,
10:3 Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,
10:4 Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

Pertama Yohanes Pembaptis, kedua Tuhan Yesus, ketiga murid-murid Yesus - berbicara hal yang sama tentang kerajaan surga sudah dekat, kerajaan surga sudah dekat.

Nah, seringkali kita tidak mengerti apa yang dimaksud kerajaan surga. Sama seperti murid Yesuspun tidak mengerti. Kita buka Kisah Rasul, kita membaca apa yang ditanyakan oleh murid-murid-Nya. Kisah Rasul

1:6. Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"

Saudara, yang dimaksud oleh murid adalah kerajaan apa yang dimakan apa yang diminum apa yang dipakai, sebagai satu kerajaan yang bisa dipegang, satu kerajaan yang kelihatan gedungnya. Tapi kerajaan yang kelihatan hidungnya satu kerajaan yang rajanya kelihatan dan tembok-temboknya kelihatan, yang bisa dilihat, yang bisa dimakan makanannya, yang bisa diminum airnya, yang bisa dipakai hasil tenunnya. Apa jawab Yesus?

1:7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Inilah yang dimaksud Kerajaan Allah waktu Roh Kudus menguasai saudara. Waktu saudara dipenuhkan dengan Roh Kudus, itulah awal pertamanya pintu gerbangnya saudara masuk di dalam pengalaman hidup berkerajaan Allah. Kita tidak bisa ngomong bisa tahu kapan kerajaan itu tapi kamu akan beroleh kuasa disebut kuasa kerajaan, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu karena kamu akan jadi saksi bagi-Ku. Karena waktu saudara dipenuhkan dengan Roh kudus, nampaknya sekarang banyak orang kristen agak apatis, apatis itu sudah tidak peduli dan sudah dingin kepada Roh Kudus. Lukas 

22:18 Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang."

Kalau saudara kembali kepada Lukas 9:27 bagian akhir, Dia bilang,

9:27 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Kerajaan Allah."

Jadi maksud Yesus sama. Dalam Lukas 9, Dia bilang, ada yang tidak akan mati, belum akan mati sampai dia melihat kerajaan Allah datang. Di dalam Lukas 22, dikatakan tadi, Aku tidak akan makan roti atau anggur lagi sampai Kerajaan Allah datang. Kita buka Matius 6, salah satu doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada semua pengikut dan murid-murid-Nya adalah demikian. Matius

6:9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Jadi kerajaan saudara, dihubungkan dengan kuasa dan kemuliaan. Kisah Rasul 1:8 tadi, kamu akan beroleh kuasa apabila Roh Kudus turun ke atasmu. Jadi maksud Yesus, di sini ada yang tidak akan mati sampai pada hari pantekosta. Begitu kira-kira. Karena pada hari pantekosta itulah murid-murid dipenuhi dengan Roh Kudus dan mereka melihat sendiri seperti apa kuasa dari kerajaan itu.

Karena dalam Kisah Rasul 2 ketika mereka - murid-murid - dipenuhi dengan Roh kudus, Petrus yang pengecut tiba-tiba jadi berani. Dipukulin, disuruh jangan ngajarin nama Yesus malah mengajar nama Yesus. Jam 3 mau bedston ke gereja ada orang lumpuh sama Yohanes bisa berani berkata: Demi nama Yesus angkat tempat tidurmu dan berjalan. Kuasa kerajaan itu mulai nyata.

Sekarang yang saudara harus renungkan, apa saudara hidup di atas standarnya dari kerajaan ini di atas, apa saudara hidup di sini, apa saudara hidup di bawah standar? Sebagai contoh. Yang diterima Akabri yang tingginya 165. Yang saya tanya, apa tinggi saudara 166 atau 164? Kalau 165 standar. Tapi yang saya inginkan saudara mengalami itu yang 166 - lebih dari standar. Jangan hidup di bawah standar, 164. Tidak diterima.

Nah, banyak anak Tuhan dia merasa puas dengan 160. Padahal bukan itu maksud Tuhan. Tuhan bilang, ayo kamu hidup di dalam kuasa kerajaan, di dalam pengaruh dari kerajaan surga. Sekali lagi kerajaan surga, kerajaan Allah adalah falsafah hidup. Di mana tempatnya yang menerangkan bahwa itu falsafah hidup? Kita akan membaca Roma     

14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Dalam Matius 6:25 tadi, Yesus berkata, jangan kamu kuatir dari apa yang kamu makan dan minum. Kenapa Dia bilang jangan kuatir? Baru Paulus terangkan kepada kita kerajaan Allah bukan makan minum. Ini kebutuhan primer secara tubuh. Semua orang perlu makan, perlu minum, perlu pakaian, perlu rumah - Tuhan juga tahu. Tapi Tuhan bilang, jangan kuatir. Ayat 33 bilang,

6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Apa kerajaan Surga? Bukan makan minum. Apa? Di dalam ayatnya yang ke 17, adalah kebenaran damai dan sukacita. Ini kerajaan. Kebenaran, damai dan sukacita - ini yang di atas standar. Yang di bawah standar, ini makan, minum dan pakai. Kalau saudara hanya ribut dengan makan minum pakai, apa yang kita akan makan sekarang, besok kita makan di mana, sayur apa yang kita akan makan, itu di bawah standar.  Jangan kamu kuatir soal makanan. Lihat burung di udara, dia nggak cari makanan. 
  
Falsafah hidup kita bukan di bawah standar, makan minum pakai, bukan. Falsafah hidup kita itu ini, kerajaan surga, yaitu kebenaran, damai dan sukacita. Roma 

14:18 Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

Dia tidak bilang pendeta. Barang siapa. Jemaat juga bisa melayani Kristus. Saudara kira melayani Kristus itu cuma pendeta, oh tidak. Jemaat juga melayani Kristus dengan cara masing-masing. Kalau saudara memprioritaskan selalu kerajaan Allah, falsafah hidup saudara, nomor satu dalam hidup saudara, maka yang nomor dua itu nggak usah dicari, Tuhan tambahkan. Tuhan bikin jadi bonus. Ibrani 

6:1 Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,
6:2 yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.
6:3 Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya.
6:4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,
6:5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia - Kata dunia kurang tepat, bahasa inggris zaman - yang akan datang,
6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Yang saya mau bicara tentang itu Roh Allah, ayat 4, Roh Kudus - disebut dalam ayat 5, karunia-karunia dari zaman yang akan datang. Bukankah zaman yang akan datang itu adalah Kerajaan Allah? Itulah yang dimaksud oleh Firman Allah tentang kerajaan.

Dalam Doa Bapa kami tadi: turunlah, datanglah kerajaan-Mu di bumi seperti di surga.

Jadi kita masih hidup di bumi dengan standar sorga. Kita hidup di dunia dengan standar falsafahnya falsafah dari surga. Saya yakin kalau saudara hidup dalam falsafahnya kerajaan surga, falsafahnya Tuhan, kehidupan kristen - baik soal ekonomi, pekerjaan ataupun sampai berkeluarga, pasangan hidup dan setelah mendapat pasangan hidup - itu akan dijamin oleh Tuhan. Sangat sangat pasti, carilah dulu kerajaan Allah - falsafah hidup, maka semuanya itu - apa yang kamu makan minum dan pakai - akan ditambahkan kepadamu.

Karena Kerajaan Allah bukanlah makan minum - di bawah standar, tetapi Kerajaan Allah adalah kebenaran damai sukacita dalam Roh Kudus. Saya berdoa hanya bisa memberitakan tapi untuk melangkah masuk ke dalam kerajaan surga itu ...  Lukas   

16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.

Saudara musti berebut mau masuk, baru bisa nikmati. Jadi soal masuk di Kerajaan Allah dia santai tapi kalau bubar gereja dia seperti seharusnya masuk Kerajaan Allah. Mustinya kalau masuk Kerajaan Allah kaya waktu saudara bubar. Semoga saudara dengan penuh semangat seperti sekarang saudara doa puasa. Saya mohon saudara diberkati oleh Tuhan dengan satu kerinduan ingin lebih dekat lebih maju di dalam Yesus.   

-- o --   

Rabu, 27 Juli 2005

KEROHANIAN DI ATAS GUNUNG

Selamat sore selamat bertemu lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Lukas 

9:37 Pada keesokan harinya ketika mereka turun dari gunung itu, datanglah orang banyak berbondong-bondong menemui Yesus.
9:38 Seorang dari orang banyak itu berseru, katanya: "Guru, aku memohon supaya Engkau menengok anakku, sebab ia adalah satu-satunya anakku.
9:39 Sewaktu-waktu ia diserang roh, lalu mendadak ia berteriak dan roh itu menggoncang-goncangkannya sehingga mulutnya berbusa. Roh itu terus saja menyiksa dia dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya.
9:40 Dan aku telah meminta kepada murid-murid-Mu supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat."
9:41 Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu? Bawa anakmu itu kemari!"
9:42 Dan ketika anak itu mendekati Yesus, setan itu membantingkannya ke tanah dan menggoncang-goncangnya. Tetapi Yesus menegor roh jahat itu dengan keras dan menyembuhkan anak itu, lalu mengembalikannya kepada ayahnya.
9:43 Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah.

Di dalam ayatnya yang ke 37 ini, istilah pada keesokan harinya setelah Tuhan Yesus dimuliakan di atas gunung maka ketika mereka turun dari gunung itu, datanglah orang banyak berbondong-bondong menemui Yesus. Kita melihat bahwa gunung memisahkan orang-orang yang mengiringi Yesus. Ketika Dia ada di gunung hanya 3 murid saja yang mengikut Dia tetapi ketika Dia di bawah maka banyak orang menemui Dia.

Demikian juga dalam kehidupan rohani kita. Banyak orang yang senang dengan kerohanian lereng gunung, kerohanian yang tidak terlalu berat, kerohanian yang tidak terlalu tinggi, kerohanian yang tidak terlalu dalam. Banyak orang yang berbondong-bondong. Saudara nanti baca sampai ayatnya yang ke 41, maka di sana kita membaca bahwa Yesus menegur bahkan dikatakan, hei kamu angkatan yang tidak percaya. Jadi orang yang banyak di bawah gunung ini, yang mengikuti mengelilingi Yesus ini adalah mereka yang tidak percaya, yang kurang percaya, yang cuma ingin melihat.

Tapi waktu di atas gunung hanya 3 orang murid yang dibawa oleh Tuhan Yesus. Dan itu sebabnya saya katakan ada 2 macam orang kristen, yaitu kristen puncak gunung, kristen yang mau mendaki, kristen yang mau mendalam di dalam Tuhan dan orang kristen yang di bawah. Nampaknya ini menjadi pilihan. Ada orang senang di bawah gunung saja. Saya ingin ikut Yesus tetapi di bawah gunung saja. Bahkan murid Yesus yang delapan orang saja tidak mau naik ke atas; hanya 3 orang ini yang dibawa oleh Yesus. Jadi kembali lagi bahwa naik gunung ini sesuatu hal yang tidak semua bisa ikuti. Di dalam Mazmur

24:1 Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
24:2 Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"

Bumi, isinya, dunia, lautan, sungai ... itu adalah berkat umum. Orang jahat mengalami menikmati, orang baik menikmati, orang tua orang muda menikmatinya, laki-laki dan perempuan anak kecil orang tua menikmatinya. Tetapi berkat khusus itu justru di dalam ayat ketiga.

24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN?

Kalau dikatakan siapakah maka berarti tidak semua yang bisa naik ke atas gunung Tuhan.

Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"

Tidak semua yang diijinkan berdiri di atas gunungnya yang kudus. Ternyata yang boleh naik itu ada 4 syaratnya. Ayat keempat,

24:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
24:5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.

Ini orang kristen puncak gunung, orang kristen yang mau bersusah payah naik ke gunung Tuhan, orang kristen yang mau menyangkal diri, dia naik ke gunungnya Tuhan.

Kalau saudara kembali lagi kepada injil Lukas, sekarang saudara mengerti. Lukas

9:37 Pada keesokan harinya ketika mereka turun dari gunung itu, datanglah orang banyak berbondong-bondong menemui Yesus.

Kalau saudara ingat lagi ayatnya yang ke 14 dari Lukas 

9:14 Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki.

Saya mau tanya, waktu ada 5.000 orang itu ada mujizat apa saudara? 5 roti dan 2 ikan mengenyangkan. Jadi orang itu cari Tuhan hanya untuk dikenyangkan. Naik gunung tidak mau tapi mujizatnya mau. Sama dengan jemaat yang ke gereja cuma cari berkat, cari berkat materi, cari berkat jasmani, cari pertolongan keuangan dari materi. Kalau bisa Tuhan berkati toko saya, usaha saya, pabrik saya dan lain lain, tetapi tidak mau naik ke atas gunung.

Nah, ketika Yesus turun dari gunung, yang 5.000 orang lebih ini masih berbondong-bondong di bawah. Dia tidak suka naik, dia hanya diam di bawah saja. Jadi saya perhatikan dalam jemaat juga begitu. Hanya sedikit orang yang mau naik ke puncak gunung. Hanya sedikit yang mau doa malam, hanya sedikit yang mau puasa, hanya sedikit yang mau mendalam dalam firman Allah.

Saya cukup puas dengan jumlah saudara yang datang hari rabu untuk ikut PA. Tapi bayangkan kalau hari minggu itu sampai di balkon. Sekarang di balkon hampir sama dengan di bawah. Kita bisa lihat kalau bubar gereja. Luar biasa banyaknya jiwa-jiwa. Tapi berapa banyak yang mau doa bedston, berapa banyak yang mau ikut doa malam, berapa banyak yang mau ikut puasa? Tidak banyak. Berapa banyak yang mau ikut pelajaran alkitab seperti sore ini? Tidak banyak.

Nah, itu sebabnya orang kristen terbagi dua: orang kristen puncak gunung dan orang kristen di bawah gunung. Berbondong-bondong. Lukas

9:38 Seorang dari orang banyak itu berseru, katanya: "Guru, aku memohon supaya Engkau menengok anakku, sebab ia adalah satu-satunya anakku.

Ini permintaan agak aneh, agak unik. Seorang meminta sama Tuhan untuk melihat menengok anaknya karena anaknya ini satu-satunya. Kita bisa bertanya, apa kalau anaknya dua, dia tidak mau minta Tuhan menengok? Apa kalau anaknya lima, Tuhan tidak usah nengok anak saya sebab anak saya lima? Tuhan anak saya sepuluh, Tuhan tidak usah menengok. Karena kata-kata ini aneh. Tuhan, aku memohon. Bahasa inggris, implore, memohon kepada-Mu untuk melihat. To look. Hanya untuk lihat saja anak saya karena anak saya ini satu-satunya. Nampaknya anak ini jadi berhala. Suruh Tuhan lihat anaknya karena anak ini bukan disebut sakit tapi disebut satu-satunya. Lalu baru dia kasih tahu, anak ini sudah diguncang oleh setan.      
 
9:39 Sewaktu-waktu ia diserang roh, lalu mendadak ia berteriak dan roh itu menggoncang-goncangkannya sehingga mulutnya berbusa. Roh itu terus saja menyiksa dia dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya.
9:40 Dan aku telah meminta kepada murid-murid-Mu supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat."

Menarik sekali, saudara. Coba saudara lihat ke depan. Yesus ada di gunung. Dengan berapa murid? 3 murid. Jadi berempat dengan Yesus. Sekarang begitu Dia turun, sudah banyak orang berbondong-bondong. Ada satu orang bilang, dibawah ini: Tuhan, tolong lihat anak saya yang satu-satunya; dia dirasuk setan. Diguncang-guncang dilemparkan sampai mulutnya berbusa. Saya sudah minta murid-Mu tapi murid-Mu itu tidak bisa.

Tentu yang diminta bukan murid yang naik di atas gunung; yang diminta justru murid yang di bawah gunung. Maaf saudara, kalau saya katakan, kerohanian yang hanya di bawah gunung tidak akan bisa mengusir setan. Biar dia murid Yesus. Kerohanian yang hanya di bawah gunung, kita tidak akan mampu mengalami menolong persoalan yang satu-satunya. Soal saya cuma satu, nggak banyak problem saya cuma satu - tapi tidak bisa diatasi. Karena kita nggak mau naik ke atas.  Tidak mau naik tingkat. Wahyu

4:1 Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.

Wahyu 1,2, dan 3 menerangkan kepada Yohanes tentang 7 sidang jemaat. Dari Efesus sampai Laodekia. Rahasianya, kelebihannya, kekurangannya, sudah dikasih tahu sama Yohanes. Tapi kalau kamu mau lebih mengerti, naik ke tingkat ini, ini Wahyu 1,2, 3 di sini. Coba kamu naik ke sini. Kalau kamu masih tetap di sini, kamu nggak bisa lihat apa yang Aku mau kasih lihat? Naik ke sini. Aku akan memperlihatkan sesuatu yang ingin Aku perlihatkan kepadamu.

Saya bandingkan dengan cerita tadi. Orang berbondong-bondong itu di bawah. Guru, ini anak saya sudah minta didoakan oleh murid Guru tapi yang 9 orang tidak ada yang mampu.

Jadi kualitas rohani kita yang di bawah - tingkat bawah ini, tidak mungkin akan bisa mengatasi persoalan yang lebih besar. 

Problem yang 60 persen nggak bisa diatasi dengan iman yang 30 persen. Problem yang 60 persen saudara harus atasi dengan iman yang 100 persen, amin? Kebanyakan iman kita ini 30 persen, di bawah gunung. Kita merasa sudah puas sudah ke gereja kok saya. Sudah puas kita. Sudah ke gereja kita anggap sudah punya paspor ke surga. Kita lupa bahwa banyak virus di dunia ini, banyak problem persoalan di dunia ini yang harus saya atasi.

9:39 ... Roh itu terus saja menyiksa dia dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya.

Tentu ini bukan Roh Tuhan. Tidak mungkin Roh Tuhan itu menyiksa. Roh Tuhan itu menghibur, Roh Tuhan itu menolong, Roh Tuhan itu mengkuatkan, Roh Tuhan itu memampukan, Roh Tuhan itu menemani kita, Roh Tuhan itu memenuhi kita dengan sukacita, Roh Tuhan memberikan damai. Tapi kalau yang membanting-banting sampai berbusa-busa mulutnya, dibanting ke sana dibanting ke sini, tentu ini bukan Roh Tuhan.

Sekarang saudara sudah bisa bedakan, mana Roh Tuhan mana yang bukan. Yohanes 10, Tuhan Yesus membedakan buah-buah karya dari Yesus dengan iblis,  yaitu Yohanes    

10:10 Pencuri - iblis - datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Saya yakin yang bikin saya sakit ini iblis. Mana mungkin Tuhan kasih saya sakit. Saya mau memberitakan injil kok, mana  mungkin Dia bikin saya sakit, jantung berdebar mau mati. Tetapi saya ingin katakan kepada saudara, iblis pencuri mau membunuh, merusak. Kalau keluarga dibikin cerai, dibikin marah.

Saya itu lihat orang-orang kristen yang kawin jadi bintang-bintang sinetron itu kawinnya itu nggak langgeng. Dua tahun tiga tahun. Tadi Blezynski itu sudah 8 tahun kawin, mau cerai sekarang. Jadi sudah memang iblis itu senang kalau lihat rumah tangga hancur itu dia senang; dia tidak suka kalau lihat suami istri itu repeh rapih sangat sayang. 

Iblis tidak suka melihat ada rumah tangga itu harmonis, melihat jemaat itu usahanya maju, dia nggak suka. Melihat tokonya diberkati, dagangannya laku, dia itu nggak suka. Dia mau saudara itu sulit, bangkrut malahan, ... itu maunya iblis. Makanya jangan kasih hati sama iblis. Lukas

9:40 Dan aku telah meminta kepada murid-murid-Mu supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat."

Saudara ingat kata-kata Yesus? Orang buta tidak bisa mimpin orang buta. Orang yang tenggelam tidak bisa menolong orang yang tenggelam. Kalau rohani saudara masih rohani cetek, mau tolong orang berdosa di luar supaya terima Yesus, nggak bisa. Kita musti kuat dulu, kita musti mampu dulu, baru kita bisa ajak orang. Lukas  

9:41 Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu? Bawa anakmu itu kemari!"

Jadi orang yang tidak percaya itu gampang disesatkan. Bawa anakmu itu kemari. Bahasa Yunaninya, prosago. Bawa. Dokter punya 2 macam cara menolong. Kita minta tolong dokter datang di rumah kita atau dokternya minta, bawa orang sakitnya itu ke sini. Ada pelukis diminta memperbaiki lukisan yang kena bocor. Kalau dia tidak sibuk, pelukis ini datang ke rumahnya, mana lukisan yang kena bocor. Diperbaiki oleh ahlinya, dia bisa perbaiki. Tapi ada kalanya pelukis itu minta lukisannya bawa ke sini, bawa ke rumah saya. Supaya saya kerjanya lebih tenteram lebih tenang.

Ada kalanya Yesus masuk ke rumah ibu mertua Petrus. Membawa problem kita, membawa persoalan kita kepada Tuhan. Kita belajar dari cucu saya. Kalau pistol-pistolannya patah atau berantakan, dia bawa sama saya. Opa, ini rusak. Dia tahu dia tidak bisa perbaiki. Dia tidak panggil saya untuk lihat pistolnya, dia bawa pistolnya untuk diperbaiki. Kenapa? Karena pistolnya itu dia sayang sekali.

Ini anak cuma satu-satunya. Pasti disayang, sudah seperti berhala. Maka Yesus bilang, bawa dia ke sini, jangan bikin dia berhala, bawa kesini. Persoalanmu, kebanggaanmu, apa semua bawa ke sini. Prosago. Bawa. Bawa. Dan ketika anak itu mendekati Yesus, setan itu ... ayat 39 disebut roh, ayat 42 baru disebut setan. Jadi memang roh ini datang dari setan.

9:42 ... , setan itu membantingkannya ke tanah dan menggoncang-goncangnya. Tetapi Yesus menegor roh jahat itu dengan keras dan menyembuhkan anak itu, lalu mengembalikannya kepada ayahnya.

Di sana dipakai bahasa epitimao. Tuhan Yesus menegur atau menengking. Dikatakan, Tuhan Yesus menegur atau menengking, epitimao, dengan keras.  Dan menyembuhkan anak itu, lalu mengembalikannya kepada ayahnya.

Saudara, kalau Tuhan minta sesuatu dari saudara, dia tidak ambil begitu saja. Kalau sudah baik sudah bagus sudah sehat sudah normal, Dia kembalikan kepada saudara. Contoh, perdagangan kita kurang maju, bawa sama Tuhan. Tuhan, saya punya perdagangan kok kurang maju; saya banyak hutang, saya banyak salah, Tuhan tolong. Kalau Tuhan sudah tolong, bukan berarti Tuhan yang dagang, tidak. Tuhan kembalikan kepada saudara, saudara lagi yang dagang.

Hanya Yesus yang bisa mengembalikan sesuatu yang rusak kembali seperti aslinya. Hanya Tuhan yang bisa mengembalikan bisnis kita yang mogok jadi jalan lagi. Hanya Tuhan yang bisa mengembalikan pabrik kita yang tidak jalan jadi jalan lagi. Hanya Tuhan yang bisa mengembalikan rumah tangga kita yang kurang harmonis jadi harmonis lagi. Hanya Tuhan yang bisa mengembalikan segala sesuatu pada tempatnya semula. Hanya Tuhan yang bisa memperbaiki. Matius 

4:18. Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
4:19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
4:20 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
4:21 Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
4:22 dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

Dua kali Tuhan Yesus memanggil. Kepada dua murid yang pertama Dia memanggil, murid-Nya lagi tangkap ikan ... lagi berhasil. Murid yang kedua, dua orang juga, lagi membereskan jala ... lagi gagal. Dari dua cerita ini, kita bisa belajar bahwa Tuhan bisa mengembalikan sesuatu dari yang tidak beres menjadi beres, yang beres menjadi lebih beres lagi, lebih rapih lagi.   

Sebagai renungan terakhir saya ilustrasikan. Waktu saya di Israel, ada satu keluarga dia anggota GBI, istrinya selalu panggil saya ko Yoyo padahal dia orang Ambon. Dia bilang, ko Yoyo tolong dong lihatin berlian. Ada satu berlian. Berlian itu kalau tidak salah 3 karat atau 2.5 karat. Waktu itu 30 tahun lalu. Agak kebiru-biruan, saudara. Berapa? 120 juta. Murah, kalau dihitung dengan sekarang, sekarang nggak boleh. Lalu itu ibu bilang, ko Yoyo tolong jadiin. Saya sudah punya berlian macam-macam tapi belum pernah punya berlian yang begini bagus, tolong jadiin. Suaminya telepon Jakarta, supaya credit cardnya ditambah dan akhirnya jadi.

Orang Israelnya cerita begini. Bapa tahu nggak sejarah ini berlian. Ini berlian asalnya 4 karat tapi ada cacat. Harganya cuma 60 juta ... 70 juta lah. Yang ahli berlian bilang, ini buang, cacatnya kita buang. Yang pabriknya bilang, jangan, sayang dong, besar kan lebih mahal dari kecil. Tidak pak, kalau bapak mau percaya sama saya, buang ini cacatnya. Akhirnya yang punya, terserah kamu, sembari ngegerundel. Dipoles saudara, dihilangkan cacatnya jadi kecil 3 karat, waduh jadi indah, harganya jadi mahal.

Kalau saudara dikoreksi oleh Firman Allah dan segala cacat kita diserahkan sama Tuhan, memang saya salah Tuhan, dikoreksi buang yang sebelah sini, saudara ... tambah mulia di hadapan Tuhan. Saudara kalau dipoles oleh Firman Allah setiap hari itu bukan saudara tambah kecil, tidak - tambah mulia di hadapan Tuhan.         

Dalam cerita sore hari ini, apa saudara ada di puncak gunung apa saudara hanya golongan banyak orang saja ... ikut rame tapi tidak ada mujizat yang besar. Hei kamu yang imannya kecil, berapa lama lagi Aku bersama dengan kamu. Rasanya kalau iman kita kecil, rasanya Tuhan kaya mau meninggalkan kita saja. Berapa lama lagi Aku bersama dengan kamu? Tetapi sore hari ini kita ada di dalam rumah Tuhan, kita yakin iman kita akan bertambah.  

Kita berdiri bersama-sama.   

-- o --   

Rabu, 03  Agustus 2005

                    DENGARKANLAH YESUS                     

Selamat sore, selamat bertemu, berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita mau buka kembali Injil Lukas pasal 9, dan kita akan melihat beberapa ayat lagi di sana, yaitu ayatnya yang ke-28,

9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
9:29 Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
9:30 Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.
9:31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.
9:32 Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.
9:33 Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.
9:34 Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.
9:35 Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."
9:36 Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapapun apa yang telah mereka lihat itu.

Saudara-saudara, setelah pembicaraan Tuhan Yesus tentang menyangkal diri, memikul salib mengikut Yesus, maka delapan hari setelah hal itu terjadi, segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes, dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa. Delapan hari itu supaya ajaran-Nya masuk dalam hati dari murid-murid-Nya sebelum Dia ajak untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu mengajak mereka untuk berdoa di atas gunung.

Angka delapan di dalam bahasa alkitab adalah angka kebangkitan. Kenapa? Karena diambil dari keluarga Nabi Nuh dan istrinya, tiga anak lelaki dan tiga menantunya, semua delapan orang. Itulah yang selamat ketika banjir yang pertama, air bah, melanda dunia ini. Dulu kita tidak pernah bayangkan, mana bisa ya banjir seluruh dunia? Tetapi setelah kita lihat dengan mata kepala sendiri, Tsunami itu bisa dirasakan di sebelas negara, korban dua ratus lima puluh ribu.

Nampaknya tidaklah sukar untuk Tuhan mengadakan hukuman pada zaman dahulu itu. Jadi delapan ini angka kebangkitan, karena diambil dari delapan orang yang selamat pada zaman Nabi Nuh itu. Yesus membawa Petrus, Yohanes, dan Yakobus - tiga murid ini, diajak ke gunung untuk berdoa. Saya juga bingung, kenapa Tuhan Yesus ngajak cuman tiga orang?

Bukankah dua belas-dua belasnya rasul, sudah dipilih, sudah diangkat. Tapi kenapa yang diajak cuman tiga orang ini? Nampaknya Tuhan itu selalu memberikan gambaran kepada kita bahwa Allah itu adalah Allah yang Trinitas, Allah yang satu tapi di dalam tiga - Bapa, Putra dan Roh Kudus.

Di dalam I Korintus 13, ada tiga hal: iman, kasih, dan pengharapan. Selalu ... tubuh, jiwa, dan roh. Tiga dalam satu, satu di dalam tiga. Begitu juga roh ada di dalam saudara dan saya. Halaman, ruang suci, ruang maha suci, selalu tiga. Tiga. Ini juga waktu diajak berdoa ini ternyata yang diajak cuman tiga: Petrus, Yohanes, dan Yakobus, bersama dengan Dia jadi empat orang. Ingat Sadrakh, Mesakh, Abednego, dilemparkan ke dalam api tiga orang itu tapi kelihatannya empat orang.

Sekarang Tuhan Yesus membawa Petrus untuk naik ke atas gunung untuk berdoa.

9:29 Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah. Kalau orang yang suka berdoa akan nampak dalam wajah. Dia tidak usah ngomong, saya suka doa, saya suka bedston, nggak usah. Akan kelihatan dari wajahnya, akan bercahaya- cahaya. Sama dengan orang yang takut pipinya jadi pucat, orang yang malu pipinya kemerah-merahan, orang yang marah pipinya merah gelap, orang yang kedinginan pipinya kebiru-biruan, dan sebagainya. Demikian juga orang yang berdoa, ada cahaya di dalam wajah mereka. Amin, saudara-saudara?

Saudara masih ingat itu Nabi Musa, berdoa dan puasa, empat puluh hari empat puluh malam. Waktu turun dari gunung, orang Israel tidak berani, tidak bisa lihat wajahnya. Bukan tidak berani, ingin lihat tapi tidak bisa. Cahaya. Padahal dia bukan Tuhan, dia nabi, manusia biasa yang ada kelemahannya, ada lapar, ada haus, sama, cape, lelah, marah.

Tapi ketika empat puluh hari empat puluh malam, ngobrol sama Tuhan, muka dengan muka, kata alkitab. Maka waktu dia turun itu, penampilannya Musa itu sudah bercahaya. Sampai dipakai tudung, pakai kain, untuk menutupi cahaya itu. Nanti beberapa hari kemudian baru cahaya itu berkurang. Jadi saya yakin satu hal. Saudara-saudara yang suka berdoa, saudara-saudara menghisap cahayanya dari bagian Tuhan.

Jadi jangan hanya cuman nyanyi Kucari wajah-Mu ... cuman di mulut, tetapi kita waktu doa, kita mencari wajah Tuhan. Kalau saudara mencari wajah Tuhan, kita nggak usah ngomong, saya ini banyak doa. Nggak usah. Nggak ada orang tahu saudara berdoa, lebih bagus. Tapi wajah saudara itu akan menggambarkan bahwa saudara itu suka berdoa, wajah saudara itu akan bercahaya. Pembawaan saudara itu akan menarik, pembawaan saudara itu akan lain dari yang lain, karena saudara suka berdoa. Jadi saya suka bilang sama siswa sekolah alkitab, kalau saudara berdoa, yang untung saudara. Kalau saudara tidak mau berdoa, yang rugi saudara. Kami guru-guru tidak ada rugi.

Saudara berdoa, saudara yang untung. Saudara tidak berdoa, saudara yang rugi. Nah, ketika Ia sedang berdoa - ini bukan kejadian dia sedang berkhotbah - Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

9:30 Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.
9:31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.

Saya mau berhenti di sini. Kita lihat dulu Matius 17. Dalam Matius 17, ceritanya sama tetapi hal yang tadi itu tidak disebutkan. Matius

17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
17:3 Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.
17:4 Kata Petrus kepada Yesus - Jadi langsung Petrus ngomong kepada Yesus-: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."

Kalau saudara buka kembali Lukas, ternyata kedatangan Musa dan Elia ini ada satu maksud. Ayat 31,

9:31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan - sama-sama mulia - dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.

Tujuan datang atau tujuan kedatangan-Nya - kepergian-Nya dari surga masuk ke dunia - yang akan digenapi-Nya - bahasa Inggris to accomplish,  yang akan diselesaikan-Nya - di Yerusalem. Jadi mereka itu, Musa dan Elia ini, turun. Tujuan yang sebentar lagi akan digenapkan di dalam salib-Nya. Tuhan kirim. Siapa Musa dan Elia ini? Apa yang mereka bawa? Mewakili apa? Coba kita kembali kepada Injil Lukas.

16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.

Musa nabinya yang membawa Taurat, sebab orang Yahudi sampai sekarang masih memegang Taurat. Elia, nabi yang dibikin patungnya di Israel, karena diakui sebagai nabi yang satu-satunya menurunkan api dari langit, menghentikan hujan tiga setengah tahun lalu mengembalikan hujan itu kepada hujan yang seperti sediakala. Jadi untuk orang Yahudi, dua nabi ini sudah mewakili mereka, yaitu Musa yang menggambarkan Taurat dan Elia yang menggambarkan nabi. Jadi Musa membawa lima kitab Musa - Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan -, sedangkan nabi-nabi besar -Yesaya, Yeremia, Yehezkiel -, dan nabi-nabi kecil - Daniel, Amos, Hosea, Obaja - itu diwakili oleh Elia. Jadi sekarang dua ini, baik Taurat maupun nabi-nabi itu mengakui bahwa Yesus ini akan menyelesaikan pekerjaan mereka.

Sekarang saya ingin membaca dua ayat supaya saudara mengerti. Kalau saudara ketemu orang advent dan kalau orang advent itu Gereja Yesus yang Sejati karena Gereja Yesus yang Sejati berkata kamilah gereja yang paling benar karena kami memegang Yesus, kami juga memegang Musa. Maka Gereja Yesus yang Sejati dan Gereja Advent tidak kebaktian hari minggu, tapi kebaktiannya hari sabtu. Apalagi gereja advent lebih militan lagi, bahwa mereka yakin orang kristen harus memegang Taurat, tidak boleh makan babi, hari sabtu tidak boleh bekerja, tapi berbakti.

Tapi saya ingin memberi dua ayat kepada saudara untuk menerangkan bahwa mereka salah. Mereka salah. Kita lihat yang pertama dalam Matius 

5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat - Musa - atau kitab para nabi - Elia -. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Ayat inilah yang dipakai oleh orang Advent, bahwa Yesus menggenapi Taurat. Kalau Yesus menggenapi Taurat, semua orang kristen harus melakukan Taurat. Ingat saudara, menggenapi bukan melakukan. Karena tidak seorangpun yang sanggup melakukan Taurat. Sepuluh hukum Taurat saja sudah bingung. Dia bisa kerjakan sembilan, satu gagal, gagal semua. Saudara tidak membunuh tapi berzinah, gagal. Saudara tidak membunuh, tidak berzinah, tapi mencuri, gagal. Saudara tidak membunuh, tidak berzinah, tidak mencuri, tapi piara patung, gagal. Saudara nggak piara patung, ngomong sembarangan tentang nama Tuhan, gagal.

Saudara sudah tidak ngomong sembarangan tentang nama Tuhan tapi saudara ingin barang orang, baru ingin, sudah gagal. Jadi tidak ada seorangpun yang bisa menggenapi hukum Taurat. Yesus menggenapi. Tetapi dalam Efesus pasal 2, di sana kita melihat apa yang Yesus kerjakan dengan Taurat ini. Efesus

2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Yesus tidak meniadakan. Taurat tidak dihilangkan tapi dibatalkan. Dibatalkan. Tauratnya ada, nggak dihilangkan tapi dibatalkan oleh Tuhan. Dan kita harus berterima kasih karena Tuhan membatalkan Taurat. Ada haleluyah? Sehingga kita nggak usah pelihara hari sabat, kita boleh makan daging babi. Walaupun tidak semua berguna tapi tidak diharamkan oleh Tuhan. Semua makanan halal, menurut Markus pasal 7, halal semuanya. Inilah yang seringkali mereka ambil satu ayat digedein satu, yang ayat yang lain dihilangin. Kita musti seimbang.

Jadi kalau kita kembali kepada Lukas pasal 9, saudara-saudara, kenapa Musa dan Elia? Para nabi ini datang sebab semua akan digenapkan di dalam satu nama, yaitu nama Tuhan Yesus Kristus saja.

Ayatnya yang ke 32, sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur.

Tadi di dalam Matius 17 nggak dibilangin. Di dalam Matius 17 langsung Petrus ngomong, aku mau bikin kemah. Satu buat Tuhan, satu buat Musa, satu buat Elia. Tapi dalam Injil Lukas, saya memuji Tuhan, ditulisin bahwa Petrus ini tidur. Kalau begini, kita mau bandingkan dengan satu ayat dalam Matius, yaitu Matius 26. Dalam Matius 26, di sana Tuhan Yesus menegur Petrus di Taman Getsemani. Ketika Yesus berdoa, Petrus juga tertidur. Ayat 40,

26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." Ayat 43,
26:43 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat.

Dua ayat ini, saya mau gabung dengan Lukas 9. Dalam Matius 26, ini lagi di Taman Getsemani, saudara. Masuk akal. Doanya doa malam. Ketiduran, manusiawi. Mata sudah berat, ketiduran. Tapi ini Yesus lagi dipermuliakan, dalam Lukas 9. Yesus lagi dipermuliakan, bercahaya, Petrus bisa tidur. Tapi ini Yesus dipermuliakan, bercahaya, ... bisa tidur. Kebiasaan jelek.

Di sinilah yang dalam bahasa Yunaninya dikatakan tuman. Kalau memang hobinya tidur, di mana saja tidur. Biarpun ada Yesus, ada siapa saja, langit dan bumi akan lenyap, kalau tidurnya sudah ngorok, ngorok saja. Jadi ada karakter yang harus dirubah dari Petrus.

Dalam Kisah Para Rasul, pernah Petrus dipenjara, jemaat berdoa: Tuhan tolong, Petrus di penjara. Dia mau dibunuh, Tuhan tolong. Malaikat datang malam-malam, bangunkan Petrus. Jadi Petrus di penjara juga tidur. Nah, ini yang saya angkat topi, besok dihukum mati tapi Petrus tidur. Ketenangan yang luar biasa. Tapi tidur di sini, Yesus lagi dipermuliakan, tidur. Paulus lagi khotbah, Etikhus jatuh ketiduran. Sama dengan anak ayam mati di lumbung padi. Ikut gereja pantekosta tapi mati, ketiduran rohaninya. Ada satu ayat lagi yang tidak ada di Matius. Kita baca ayat 32,

9:32 Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.
9:33 Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini.

Ngomong angin surga. Baru bangun dia, belum bisa menikmati hadirat Tuhan: Yesus, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Kadang-kadang kita juga suka ngomong angin surga. Dalam doa, dalam kesaksian, aduh ... kata-katanya muluk tentang Yesus. Sesuai sebetulnya dengan keadaan kita. Tidak sesuailah. Masih kelas 1 SD tapi ngomong sudah ngomong pelajaran kelas lima SD. Duh Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Saking bahagianya sampai ketiduran. Kalau saudara melihat pemandangan yang indah, bisa ketiduran nggak? Nggak dong. Menikmati, baru itu kita bisa merasa bahagia. Ini mah ujug-ujug, tiga-tiganya tidur.

Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, yaitu untuk Engkau satu, satu untuk Musa dan satu untuk Elia. Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya. Saya senang dengan ayat ini, not knowing what he said. Kata "tetapi Petrus", itu tidak ada dalam bahasa Inggris. Jadi kalau saya baca dalam bahasa Indonesianya begini: baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa, dan satu untuk Elia, tanpa dia tahu apa yang dikatakannya itu. Ayat 34

9:34 Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.

Kemuliaan Allah seperti awan. Mereka masuk ke dalam awan itu, ... ketakutan. Nggak ngomong lagi, kami bahagia ada di tempat ini. Kalau kita lagi sembahyang biasa, kita lagi bicara sama Tuhan, saudara masuk ke dalam kemuliaan, nggak bisa ngomong apa-apa, cuman nangis, takut kengerian, takut kesucian. Pasti di antara saudara pernah mengalami itu. Saudara sembahyang, saudara menangis, merasakan kehadirat-Nya. Itu awan kemuliaan. Di sana tiba-tiba ada suara, ayat 35,

9:35 Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."

Bahasa Indonesia memakai kata yang Kupilih, bahasa Inggris tetap memakai kata yang Kukasihi. Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.

9:36 Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri.

Bukan Musa, bukan Elia, bukan Taurat, bukan para nabi tapi anugerah yang dibawa oleh Tuhan Yesus. Haleluyah, saudara? Yesus datang dengan membawa anugerah, ... dengar akan Dia. Ini Anak-Ku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia. Tuhan sudah menyerahkan otoritas-Nya kepada Yesus. Dengar Dia, nggak usah lagi tanya Aku di surga, dengar Yesus, dengar akan Dia. Otoritas Aku berikan, dengar saja Dia. Sekarang kalau kamu mau berdoa, dengarkan Dia. Saudara mau dengarkan Yesus? Ibrani

1:1 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,
1:2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
1:4. jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.

Pada sore hari ini, kita konsentrasikan perhatian dan harapan saudara hanya kepada Yesus. Kita tidak mengharapkan Musa dengan Taurat. Kita tidak mengharapkan Elia dengan nabi-nabi. Kita mengharapkan Yesus. Dulu Perjanjian Lama, Tuhan berbicara langsung melalui mulut nabi-nabi. Tetapi sekarang Dia berbicara melalui Yesus. Otoritas sudah diberikan. Saudara ada keperluan apa? Ngomong sama Yesus. Ada sakit penyakit? Ceritakan sama Yesus. Ada kasus apa, problem apa, percobaan apa, beban apa - Yesus dan Yesus saja. Dengarkanlah akan Dia, inilah anak-Ku yang Kukasihi. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Rabu, 10 Agustus  2005

YESUS DAN AJARAN-NYA

Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan membuka kembali Injil Lukas pasal 9, kita akan membaca beberapa ayat.

9:43a Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah. 43b Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
9:44 "Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia."
9:45 Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

Ada dua hal yang ingin saya bicara pada sore hari ini, yaitu mengenai kata heran. Heran itu ditulis dengan dua arti di dalam cerita pertama. Yang pertama, mereka takjub pada Yesus. Yang kedua, kepada ajaran-Nya.

Di dalam ayat ke 43 dikatakan, maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah. Di dalam bahasa Inggris ini agak lain sedikit, and they were all amazed at the majesty of God. Kata kebesaran itu dipakai kata majesty. Saudara tentu ingat itu lagu Mulia sembah raja mulia, itu bahasa Inggrisnya majesty. Jadi yang orang-orang ini takjub orang-orang itu kepada Allah itu karena kemuliaan-Nya. Saudara suka menyanyi juga Yesus kemuliaan-Mu.

Saya harap semua jemaat tidak mengagumi siapapun kecuali Yesus dan ajaran-Nya. Biarlah kita takjub kepada kebesaran-Nya Yesus. Takjub bukan kepada kebaikan manusia. Takjub bukan karena kehebatan seseorang tetapi kita takjub karena kebesaran Tuhan. Amin? Di dalam ayat 43b, ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu - tentu saja masih termasuk dalam nomor satu, karena apa yang diperbuat itu adalah oleh Yesus, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia."

Nah, inilah keheranan yang kedua, mereka tidak mengerti apa maksud dari firman Allah ini. Di dalam bahasa Inggris lebih jelas lagi dikatakan, let this word sink down into your ears, ... biarlah perkataan ini tenggelam dalam-dalam ke dalam telingamu. Bahasa Indonesia hanya memakai kata, camkan. Karena Anak Manusia itu akan segera diserahkan ke dalam tangan manusia.

Kata diserahkan artinya diserahkan secara mengkhianat. Camkanlah ajaran ini bahwa Anak Manusia - Tuhan Yesus, akan diserahkan. Bahasa Inggris to be betrayed, akan dikhianati. Inilah yang diajarkan oleh Yesus, yang kitapun merasa heran. Kok Yesus orang baik, Penasehat Ajaib, Allah Mahabesar, kok bisa dikhianati?

Di dalam cerita ini, semoga saudara bisa mengerti, karena di dalam Matius

24:9 Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,
24:10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan - Bahasa Inggris, will betray, akan saling mengkhianati - dan saling membenci.

Saya cuma mau tanya saja, saudara sudah siap belum mendapat pelajaran ini? Berani nggak kita menghadapinya. Saat ini adalah saat di mana saudara akan mengkhianati saudara, kakak mengkhianati adik, adik mengkhianati saudaranya, istri mengkhianati suami, suami mengkhianati istri, jemaat mengkhianati gembala, gembala mengkhianati jemaat. Ini musimnya sekarang. Pengikut mengkhianati pemimpin. Belum pernah di dalam sejarah negara kita, Indonesia ini, punya presiden yang nggak dihargai sama sekali. Sekarang sudah terpilih bupati, orang nggak suka, demonstrasi. Mengkhianati hati nuraninya sendiri.

Sekarang hanya karena uang, istri nekat ninggalin suami. Ini zaman sekarang. Karena uang, suami ceraikan istri. Ini zaman sekarang, orang saling mengkhianati. Inilah yang kita tidak mengerti, orang merasa heran akan ajaran Yesus. Camkanlah ini, tenggelamkan ke dasar telinga yang paling dalam bahwa Aku Anak Manusia akan dikhianati. Janji di gereja sehidup semati, sepenanggungan.

Berapa banyak orang ke gereja, istri ke gereja, suami tidak. Suami ke gereja, istrinya tidak. Jarang yang ada suami istri itu ada di gereja dua-duanya. Kalau ada sampai suami istri ada di gereja dua-duanya, itu satu berkat dari Tuhan yang luar biasa. Nah inilah, memang dia tidak masuk kelas pengkhianatan. Tidak. Tetapi sukar sekali sekarang untuk melihat hal ini terjadi.

Jadi kalau sekarang saudara kembali kepada Injil Lukas 9 dan membaca apa kata-kata Yesus, bahwa janganlah kaget kalau Aku dikhianati. Dikatakan di sana, camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan, akan dikhianati ke dalam tangan manusia. Mereka tidak mengerti perkataan itu sebab artinya tersembunyi. Maka firman Tuhan yang saudara gamblang bisa mengerti, jelas, bentes, enak didengar, gampang dimengerti. Tapi ada kalanya firman Tuhan, kita bingung ... ini maksudnya ke mana? Ini apa maksudnya?

Saya kasih contoh, Tuhan bilang begini - Injil Lukas juga - dulu Aku bilang, kamu jangan bawa pedang, sekarang bawa pedang. Ketika Petrus memukul telinga hamba imam besar, Yesus bilang, sarungkan pedangmu. Siapa yang main pedang akan mati dengan pedang. Kalau begitu kenapa Dia suruh bawa pedang? Ini kita belum mengerti. Ada lagi, Yesus pernah berkata begini, siapa yang tidak membenci ayahnya, tidak membenci ibunya, tidak membenci saudaranya karena Aku - dia tidak layak dalam kerajaan surga. Itu kita belum mengerti. Apa maksudnya kita benci papa, benci mama? Padahal di ayat yang lain, kasihilah orang tuamu, sayangilah anak-anakmu, sayangilah ibumu.

Jadi banyak hal yang bisa kita ngerti tapi ada juga hal yang kita  belum secara jelas kita mengerti. Itu sebabnya kita ada di PA, supaya kita pelan-pelan, kita mengerti, kita mengerti.

Di dalam ayat yang berikutnya, kenapa harus diserahkan ke tangan manusia? Bukankah tangan Allah itu penuh kuasa? Mari kita buka Mazmur 118. Di dalam Mazmur 118 kita akan membaca satu, dua ayat di sana yang sungguh luar biasa. Mazmur 

118:15 Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
118:16 tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

Loh, kenapa sekarang Yesus yang penuh dengan kuasa tangan-Nya itu mau diserahkan ke tangan manusia? Yohanes

10. Di dalam Yohanes pasal 10, di sana kita melihat, saudara-saudara, satu kebenaran yang lain. Yohanes

10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
10:29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
10:30 Aku dan Bapa adalah satu."

Baru Yesus saja sudah kuat. Sekarang ditambah dengan tangan Bapa, super kuat. Tapi kenapa tiba-tiba, sekarang dalam Injil Lukas tadi, hai camkanlah baik-baik, bahwa Aku sekarang akan diserahkan ke tangan manusia. Saya mohon perhatian saudara untuk bagian ini, perhatikan betul-betul.

Artinya ini, saudara, Tuhan itu mati - Yesus itu mati - disalib dengan rela! Bisa haleluyah? Bukan dengan terpaksa, bukan karena dibikin, ditangkap, bukan. Tidak ada yang bisa melepaskan sesuatupun dari tangan-Ku. Tangan Tuhan penuh keperkasaan, kata Mazmur. Tangan Allah penuh keperkasaan, tiga kali. Aku dan Bapa satu. Satu tangan saja sudah hebat, apalagi dua tangan.

Tapi sekarang camkanlah di telingamu, Aku - Anak Manusia, akan diserahkan kepada tangan manusia. Ini yang membuat murid-murid heran akan ajaran-Nya. Bingung. Ketika Yesus disalib, Dia juga nggak mati. Nanti setelah Dia bilang: Bapa, kepada-Mu Aku serahkan Roh-Ku ... baru Dia mati. Sudah ditusuk lambung-Nya, sudah dipaku, banyak yang lain sudah mati .... Yesus tidak mati. Nanti Dia berkata: Ya Bapa, kepada-Mu Aku serahkan Roh-Ku, barulah Dia mati.

Kalau begitu saudara, kitapun kalau belum waktunya mati, kita tidak akan mati. Tapi kalau sudah waktunya, walaupun kita masih ingin hidup, pasti meninggal.

Jadi Yesus mati, diserahkan kepada tangan manusia itu, Dia dengan rela. Dia izinkan manusia menangkap Dia. Dia izinkan Yudas mengkhianati. Dia izinkan, saudaraku, imam besar tempeleng Dia. Dia izinkan Herodes sama Pilatus itu menghukum Dia. Dia izinkan tangan-Nya dipaku. Dia tidak menjawab sepatah katapun. Dia izinkan kepala-Nya dimahkota duri. Dia biarkan punggung-Nya dicambuk sampai seratus dua puluh lobang. Dia izinkan itu karena Dia rela mati bagi kita. Karena Dia rela sudah mati bagi kita!

Saya ingin memberikan satu pengertian kepada saudara dalam Mazmur 103. Di dalam Mazmur 103, di sana ditulis oleh firman Tuhan bunyinya demikian, Mazmur

103:8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
103:9 Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.
103:10 Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,
103:11 tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;
103:12 sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.
103:13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
103:14 Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.

Saudara, renungkanlah ayat ini. Kita ini debu ... ditiup saja hilang. Kita bisa jadi orang kaya, bisa jadi orang terkenal, bisa jadi raja, bisa jadi presiden. Tapi di depan Tuhan kita debu. Renungkan, renungkan, renungkan. Saudara bisa panjang umur. Yang paling panjang umurnya Metusalah, 969 tahun. Saudara bisa umpamanya panjang umur, seribu tahun tapi tetap saja kita debu. Debu, saudara-saudara.

Sekarang kita kembali lagi kepada ayat 8, Mazmur 103, TUHAN adalah penyayang dan pengasih. Saya yakin di antara saudara ada yang punya anjing dan saudara suka menyayangi anjing. Tapi saya mau tanya sama saudara, siapa yang pernah menyayangi daki? Ada saudara yang menyayangi daki? Kita ruru supaya bersih, daki-daki dibuang.

Tapi ayat ini, Tuhan penyayang kepada debu. Kita ini cuman debu, tiada harganya, tapi Tuhan menyayangi kita. Panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tuhan nggak suka nuntut kita. Dia tahu kita debu. Tapi kenapa kita sudah tahu kita debu, kita suka nuntut sama Tuhan? Musti begini Tuhan, musti begitu Tuhan, saya klaim janji Tuhan. Memangnya apa kita? Kita ini cuma debu.

Kita merasa hebat, kita merasa pintar, kita merasa mampu, kita merasa berhak mengatur uang kita. Kita tidak mau mengerti tentang persepuluhan, kita tidak mau mengerti tentang pengertian apapun juga. Kita menuntut Tuhan membela kita. Tapi kita tidak mau hidup sesuai dengan firman Allah. Tuhan nggak nuntut. Coba kalau Tuhan nuntut. Daud berkata, kalau Engkau menuntut kami Tuhan, siapa yang sanggup berdiri di hadapan Engkau? Engkau yang Mahasuci, kami yang maha jahat, kotor ini.

Berikutnya Dia bilang, Dia tidak mendendam. Saya suka heran kalau ada orang kristen, pendeta lagi, ... pendendam, simpan salah orang. Tuhan nggak dendaman. Dia tahu kita debu, Dia nggak dendam. Tapi aneh, kitanya ini, yang debunya, suka dendam sama orang. Ada dendam yang kasar, dia marah; ada dendam yang tidak ngomong, tapi hatinya pahit. Sama juga dendam. Tuhan nggak nuntut, kita nuntut. Tuhan nggak mendendam, kita mendendam.

Berikutnya dikatakan, tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita. Padahal ini Mazmur, masih Perjanjian Lama. Taurat. Gigi ganti gigi, mata ganti mata. Kalau saudara pukul orang, giginya patah, saudara harus dipukul lagi sampai gigi saudara patah. Itu artinya zaman Taurat. Kalau saudara pukul orang matanya bengkak, orang itu diizinkan pukul saudara balik sampai mata saudara bengkak. Kalau belum bengkak, dipukul lagi sampai bengkak sama-sama. Itu namanya mata ganti mata.

Jadi mulai Mazmur sebetulnya Injil sudah mulai diselundupkan, disisipkan oleh Tuhan untuk persiapan Perjanjian Baru. Bahwa Tuhan itu tidak menghakimi kita sesuai dengan salah kita. Contohnya begini saudara. Koruptor, masa koruptor sudah nyolong duit negara ratusan milyar, cuman dihukum dua tahun? Tidak sesuai dengan kesalahannya. Umpamanya kan, penilaian kita begitu kan? Coba tuh ayam dicolong. Orang nyolong ayam saja tiga bulan. Masa koruptor cuma setengah tahun sudah lepas. Nggak sesuai dengan kesalahannya. Sebetulnya Tuhan pun begitu. Sebetulnya kita harus mati semuanya. Tapi Tuhan tidak menghukum kita sesuai dengan salah kita. Dia menghukum kita dengan hukum kasih-Nya supaya kita kembali kepada Dia. Betapa baiknya Tuhan kita. Betapa indahnya perjanjian-Nya.

Berikutnya dikatakan, sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya daripada kita pelanggaran kita. Siapa yang tahu ujungnya timur? Sejauh timur dari barat dijauhkannya pelanggaran kita. Dibuang jauh-jauh pelanggaran kita. Tapi kitanya yang nggak mau lupa, Tuhan mah lupa. Dia sudah ampuni dosa kita, Dia sudah lupakan salah kita. Kitanya yang nggak bisa lupa salah orang. Debu yang seringkali tidak tahu diri. Sudah dibikin manusia. Kita adalah debu yang dipadatkan, dihembuskan nafas Allah, barulah kita jadi manusia.

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita. Dia ingat bahwa kita ini debu. Mungkin anak saudara cacat, mungkin anak saudara jelek. Tapi siapa yang bisa bantah saudara itu sayang anak, sayang cucu. Kalau jalan-jalan, belanja, suami istri ingat anak. Kalau saudara sudah punya cucu, ingat cucu.

Tuhan itu seperti begitu. Dia nggak pernah jalan kemanapun tanpa ingat kepada kita. Dia selalu ingat kepada kita. Aneh, kita yang suka lupa sama Dia. Padahal Dia tahu kita ini debu. Ayub pernah ngamuk sama Tuhan, ngambek. Dia bilang, saya nggak ada salah kok sama Tuhan. Saya sudah pelihara benar, saya doa tiap pagi. Tidak pernah saya merampas orang. Saya tidak pernah berzinah, bersalah, tidak mata keranjang. Sampai akhirnya Tuhan jadi marah sama Ayub. Dan ketika Tuhan marah, Tuhan bilang: Siapa yang kasih makan itu burung elang? Ayub jawab. Siapa yang kasih makan itu buaya? Siapa yang mengatur itu bintang aljabar di udara? Siapa yang mengatur langit dan bumi? Siapa yang mengatur masa? Dan ketika musim-musim hujan dan kemarau? Siapa, Ayub, jawab kepada-Ku, siapa yang mengatur itu? Sadar Ayub.

Saudara baca kata-kata Ayub yang sadar dalam Ayub 

42:1 Maka jawab Ayub kepada TUHAN:
42:2 "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
42:3 Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.
42:4 Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.
42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

Tuhan, saya cabut perkataan saya. Siapa di antara saudara pernah berdoa salah? Pernah berdoa kecewa sama Tuhan, marah, ngambek sama Tuhan. Cabut perkataan itu. Tuhan, saya cabut, saya tarik kembali kata-kata itu. Saya sadar, saya cuma debu saja. Dia duduk di atas debu. Tapi sebelumnya Ayub pernah ngomong, Tuhan akan duduk di atas debu, bangkit, Ayub 19. Dalam Ayub 19, di sana Ayub berkata, ayat 25,

19:25 Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.

Ayub duduk di atas debu. Tuhan, penebusku, aku lihat berdiri di atas debu. Sekarang yang duduk di atas debu dan yang berdiri di atas debu, siapa yang lebih hebat? Saudara sendiri bisa jawab. Maka aku cabut perkataanku. Kita harus heran kepada pribadi Yesus dan ajaran-Nya. Tidak ada yang bisa mengajar seperti Yesus. Tetapi tidak ada juga yang bisa mencintai manusia, mencintai kita seperti Yesus. Dia tidak menghukum kita sesuai dengan pelanggaran kita. Dia sangat panjang sabar, Dia tidak menuntut, Dia tidak mendendam. Itu sebab-Nya Dia turunkan satu contoh, teladan bagi kita. Walaupun kita masih belang-bentong, banyak kekurangan sana sini tapi kita belajar sehari demi sehari, sedikit demi sedikit, mungkin di sebelah kiri, mungkin disebelah kanan, kita mulai perbaiki hidup kita, perbaiki cara berpikir kita.

Sebab itu sore hari ini, mari kita pelajari dua hal. Satu Yesusnya, dua ajaran-Nya. Ada yang belum mengerti seperti murid tadi katakan? Mereka belum, mereka tidak mengerti. Kalau ada yang saudara belum mengerti, belum mengerti tentang ini, belum mengerti tentang itu, tenang saja, simpan dalam hati. Sebagai ayat terakhir. Injil Lukas

2:49 Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"
2:50 Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
2:51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu - yang mereka belum mengerti - di dalam hatinya.

Kalau ada saudara dengar firman Allah, saudara belum mengerti, apa maksudnya ini? Simpan dulu di dalam hati. Nanti pada saatnya, dia akan mengerti. Pohon mangga nggak semuanya langsung matang sekaligus. Satu matang, satu belum. Yang matang dipetik, yang masih mentah dia mulai besar, yang mengkel dia menjadi matang, yang matang dipetik.

Begitu juga hidup kita. Ada kalanya kita sudah matang, mengerti, ada yang masih mengkel, ada yang masih setengah matang. Simpan semua. Itu benih di dalam hati. Karena itu benih yang akan membesarkan kita sampai kita mati. Sampai kita tidak asam lagi tapi kita menjadi mangga yang manis, kalau kita sudah menjadi dewasa.

Sekian renungan firman Allah. Tapi saya mau kasih tahu sama saudara sebagai kalimat terakhir. Di Cianjur tidak ada tempat yang seindah di kebaktian. Dalam kebaktian kita bertemu dengan Tuhan, muka dengan muka. Kita berdiri bersama-sama. Saya serahkan kepada yang bertugas.

-- o -- 

Rabu, 17 Agustus  2005

PIKIRAN

Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Alangkah bahagianya kita sore hari ini ada di rumah Tuhan dari pada kita di rumah sakit. Di dalam Injil Lukas pasal 9, kita akan meneruskan studi kita. Lukas

9:46 Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka.
9:47 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya,
9:48 dan berkata kepada mereka: "Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar."

Di dalam ayat yang ke-46, dimulai dengan kata timbullah, yang ditulis dalam bahasa Yunani eiserchomai, seperti satu kulit yang rata, tiba-tiba ada benjolan. Itu eiserchomai. Nggak puguh-puguh, nggak terpikir sesuatu, timbul pikiran  tidak baik. Itu juga dipakai kata eiserchomai.  Saya lagi duduk-duduk, lagi ngelamun-ngelamun, tiba-tiba terpikir oleh saya ... nah itu eiserchomai. Tiba-tiba muncul, tiba-tiba keluar.

Kalau saudara merendam kacang hijau, mula-mula disiram dengan air panas, dibiarkan satu hari, dia mulai mengembang. Tetapi ketika sudah dua hari dibiarkan dalam air, mulai timbullah kecambah, dia cikal bakalnya toge. Disiram saja itu kacang hijau dengan air, nanti timbul taoge.

Selama beberapa bulan ini, beberapa tahun ini murid-murid Yesus itu baik-baik saja kelihatannya, semuanya baik. Tetapi pada mulai akhir dari pelayanan Yesus mulai timbul, mulai ada benjolan. Saya batal juga ke Mamasa untuk KKR tiga hari di lapangan. Karena saudara Nathan Sore tidak bisa tembus ke Mamasa karena timbul kerusakan jalan. Jalan itu bergelombang-gelombang sampai mobil kecil empat jam saja sampai setengah jalan. Jadi dibatalkan saja demi keamanan. Kalau saudara menjerang air, kalau mulai panas airnya mau mendidih, timbul itu uap air, kelihatan.

Jadi kata eiserchomai ini, sesuatu yang timbul setelah dalam satu proses, setelah dalam satu masa. Ketan kalau dierami, dikasih ragi, timbul, mulai menjadi arak. Setelah ada proses, tape dikasih ragi, ditaruh, timbul menjadi tape, singkong menjadi tape.

Nah, yang timbul disini justru nggak enak kedengarannya, yaitu pertengkaran. Pertengkaran dalam bahasa Yunani dipakai kata dialogismos. Dan dialogismos, nanti kita akan baca bersama-sama, di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Ayat 47, Tetapi Yesus mengetahui pikiran. Ternyata kata pikiran di sana bahasa Yunaninya sama, dialogismos.

Jadi dialogismos ini berarti pertengkaran tetapi dalam waktu yang sama juga berarti pikiran. Nanti ada kata pikiran yang lain. Jadi dialogismos itu adalah seperti ribut pendapat, berbeda pendapat, pertengkaran secara pikiran. Bukan ribut-ribut keras, teriak-teriak, bukan. Tetapi secara ngobrol, tetapi bertukar pikiran. Ini diantara kita, dua belas ini, siapa yang paling besar?

Ayat 46, siapakah yang terbesar? Kalau saudara baca ayatnya yang ke 48 bagian akhir, dialah yang terbesar. Ada dua kata terbesar tapi katanya lain dalam bahasa Yunani. Kata terbesar di dalam ayat 46 dipakai kata meizon, yang artinya terpenting. Siapa nih di antara saya, di antara kita ini yang terpenting?

Dari dua belas rasul ini pada mulai mengeluarkan pendapat, ngobrol-ngobrol: eh, diantara kita ini, siapa ya yang nomor satu? Siapa yang terpenting? Kemarin saya dengar sejarahnya bagaimana Bung Karno, Sayeti Melik, Bung Hatta, dan dua orang lagi, masuk ke kamar. Lalu Bung Hatta menyusun kata-kata proklamasi. Bung Hatta minta Bung Karno yang tulis. Setelah selesai mereka minta supaya Bung Karno yang kasih baca. Diputuskan, bertukar pikiran. Sejak itu mulailah ada terbelah pikiran, yang mana lebih besar? Bung Karno atau Bung Hatta? Bung Hatta atau Bung Karno?

Jadi yang ditakutkan oleh saya adalah kalau di antara gembala kecil mulai ada pemikiran ini: saya lebih baik dari orang itu. Siapa di antara gembala kecil ini yang terbesar, terpenting? Paling bahaya kalau kita merasa kita orang yang paling penting, paling diperlukan. Itu maunya iblis, sebab itu awal kejatuhan. Begitu kita merasa kita ini orang yang paling penting di antara sesama kita, tidak ngomong tapi di pikiran - dialogismos -, ini kita sudah kena jerat dari  iblis. Kalau kita merasa diri kitalah yang paling penting. Siapa yang paling penting? Who is the greatest? Siapa yang paling meizon? Dari kata meizon ini datang kata meizonet.

Kalau saudara bisa beli meizonet, itu rumah yang besar, rumah orang penting. Demikian juga kita, jangan sampai kita ini mengerjakan pekerjaan Tuhan, menjalankan pekerjaan Tuhan, merasa kita lebih dari yang lain, merasa kita first belong top side number one, kitalah yang terpenting. Kalau tidak ada kita, nggak bisa jalan. Untung ada saya, kalau bukan saya, nggak jalan. Ini yang bahaya.

Di dalam Filipi pasal 2, Rasul Paulus memutar balik prinsip itu dengan menyadarkan jemaat di Filipi bahwa kita harus berpikir terbalik persoalan-persoalan, hal yang sedemikian. Dalam Filipi 

2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama - lebih meizon - dari pada dirinya sendiri;

Hanya anak Tuhan yang dewasa, hanya anak Tuhan yang matang, hanya anak Tuhan yang ada isi, yang bisa punya perasaan seperti Yesus ini - selalu menganggap orang lain lebih penting dari dirinya, selalu menganggap keperluan orang lain lebih diutamakan dari dia. Saudara, mungkin saja kaget kalau kita kembali kepada Lukas 9. Dalam Lukas 9 tiba-tiba saja murid-murid Yesus ini menjadi sakit. Sakitnya sakit mental, mau menonjolkan diri: siapa di antara kita yang paling penting? Coba kita lihat Gurunya bilang apa? Matius

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya,

Berarti murid-murid dalam Lukas 9 nggak belajar dari gurunya. Gurunya bilang suruh rendah hati, mereka lebih mementingkan diri sendiri. Kita kembali kepada Lukas 9. Saya ulangi, hanya anak Tuhan yang matang, yang dewasa, yang mampu mengelola perasaan hatinya dan selalu dengan rendah hati akan melihat kelebihan orang lain dari pada dirinya sendiri. Dia akan melihat kekurangan dirinya lebih banyak dari kekurangan orang lain; dia akan melihat kelebihan orang lain lebih banyak dari kelebihan dirinya. Itu orang yang matang. Ini orang yang sudah dewasa rohaninya. Orang yang mengalah. Kita kembali ke Lukas 

9:46 Maka timbullah pertengkaran - dialogismos - di antara murid-murid Yesus - mereka itu murid tapi nggak belajar dari guru - tentang siapakah yang - meizon - terbesar di antara mereka.
9:47 Tetapi Yesus mengetahui pikiran - dialogismos lagi - mereka.

Pikiran. Ada 2 kata pikiran, satu lagi kardia. Tapi di sini dipakai kata dialogismos. Jadi Tuhan tahu apa yang sedang berkecamuk di pikiran manusia itu, Dia tahu. Dia tahu apa yang berkecamuk di dalam pikiran kita. Saudara mau sembunyikan bagaimana, Dia tahu saudara lagi susah. Saudara mau sembunyikan bagaimana, Dia tahu saudara lagi senang. Saudara mau bikin topeng bagaimana, Dia tahu, kita orang kikir. Saudara mau pura-pura, Dia tahu, kita orang suka memberi. Saudara mau tutup-tutup, Dia tahu, kita suka berdoa. Saudara mau beraksi, Dia tahu, kita tidak suka berdoa. Jadi Tuhan tahu pikiran kita.

Nah mari kita lihat satu raja bersaksi, minta-minta ampun sama Tuhan karena begitu luar biasanya Tuhan kepada dia. Dalam Mazmur 139. raja ini, Raja Daud, dia mengaku kemahatahuan Tuhan itu. Ayatnya yang ke 1,

139:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
139:2 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh - Betapa jauhnya surga dari dunia tapi Dia tahu pikiran kita. Bayangkan setiap pikiran manusia, Dia tahu. -
139:3 Engkau memeriksa aku - bukan hanya menyelidiki, Dia periksa -, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.

Ada organ-organ tubuh saudara yang tidak berfungsi normal, Dia tahu. Sebab kita buatan Dia. Jadi jangan terlalu repot. Tuhan tahu kok. Biar semua fungsi tidak berfungsi lagi, kalau Tuhan bilang, engkau masih hidup, kita akan tetap hidup. Biarpun semua berfungsi normal, tapi kalau Tuhan bilang engkau mati sekarang, mati kita. Jadi jangan takut soal kalau ada anggota tubuh yang kurang berfungsi. Jantung, ginjal, syaraf kurang berfungsi baik, pendengaran, pernapasan, jangan takut. Dia selidiki waktu kita berbaring. Kalau dokter 24 jam, mungkin dibezuk sekali kita, bayar lagi. Kalau Tuhan nggak. Dia selidiki. Mazmur

139:4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN.
139:5 Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.
139:6 Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

Kalau kita lompat kepada ayat yang terakhir. Ayat 23,

139:23 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;
139:24 lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!,

Ini orang yang matang, saudara. Dia minta diselidiki: aduh Tuhan, jangan-jangan jalan saya serong. Raja loh, ini raja. Tuhan selidiki ya hati saya, Tuhan. Jangan sampai saya ini mulai tidak cinta kepada Engkau. Jangan sampai aku hatinya jauh dari Tuhan, katanya. Jangan sampai ketahuan hati saya ini serong. Saudara tahu serong? Serong itu hampir sejajar dengan garisnya, tapi tambah lama tambah jauh. Itu serong.

Pertama, mulai nggak di garis Tuhan. Lama-lama jauh, lama-lama jauh. Dulu suka memberi tapi mulai kurang memberi, lama-lama tidak memberi, lama-lama jadi kikir. Dulu suka mengasihi, lama-lama mulai tidak mengasihi, terus antipati, sudah antipati mulai benci, sudah mulai benci ... kepahitan. Itu serong. Betapa bahayanya serong. Saya ingin agar saudara minta sama Tuhan, sama-sama dengan saya, supaya Tuhan selalu kita selidiki pikiran kita. Jangan hati kita serong, hati kita jauh dari Tuhan.

Kembali kepada Lukas pasal 9, ayatnya yang ke 47, Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil, took a little child. Betul-betul ini anak kecil karena disebut paidion. Yang saya kagum ini begini, lagi dengar Yesus punya pelajaran, itu ada anak kecil. Bayangkan, bapa-bapa yang besar lagi ribut soal kedudukan, siapa di antara kita yang paling besar, siapa di antara kita yang paling penting? Di tengah-tengah itu ada anak kecil, yang luput dari perhatian dua belas murid ini. Kita pun hampir nggak tahu kalau nggak ditulis.

Mungkin ini percakapan di tengah kerumunan orang: Siapa ya di antara kita yang penting nih? Siapa di antara kita yang first belong top side number one? Itu anak kecil itu luput dari perhatian. Kita lihat dulu Yohanes 6. Dalam Yohanes pasal 6, saudara, di sana ada satu kejadian yang indah sekali, ayat ke 5,

6:5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?"
6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.
6:7 Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."
6:8 Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
6:9 "Di sini ada seorang anak - Bahasa Inggrisnya a lad, anak kecil -, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"

Tuh saudara, kita seringkali menilai yang kecil-kecil ini nggak ada artinya untuk orang sebanyak ini. Kembali kepada Lukas. Anak kecil ini juga luput dari perhatian murid-murid-Nya. Semuanya ngomongnya ngomong yang gede, siapa di antara kita paling meizon? Siapa di antara kita paling penting, paling terpenting?

Lalu berkatalah di sana, Tuhan Yesus mengambil satu anak kecil, dan menempatkannya di samping-Nya. Bahasa Inggris, and set him by Him. Jadi begini, Yesus ambil anak kecil diberdirikan disamping-Nya. Saudara bisa bayangkan, Yesus tingginya ya satu tujuh lima, satu delapan puluh, anak itu kecil, kecilnya kaya apa. Yesus tinggi. Lalu anak kecilnya ditaruh di samping-Nya.

Yesus memegang anak kecil ini. Siapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Ini anak kecil, ini Yesus yang besar. Siapa yang menyambut anak kecil ini, dechomai, menyambut, menerima, ... ia menyambut Aku. Dan barang siapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Ia menyambut Dia - Bapa -, dia menyambut Aku. Jadi Yesus sedang ajarkan trapnya, tangganya. Kalau mau mengenal Bapa, melalui Aku. Kalau mau mengenal Aku, sambut dulu anak kecil.

Di manakah kami melihat Bapa? Akulah jalan kebenaran dan hidup, tidak seorangpun sampai kepada Bapa kecuali dengan Aku, Yohanes 14:6.

Tidak ada seorangpun sampai kepada Bapa kecuali dengan Aku. Bagaimana kami mau kenal Engkau? Nyambut anak kecil. Kembali lagi kepada Matius 11. Di dalam Matius 11 yang tadi kita baca, ada ayat juga yang sering kali kita lewat begitu saja padahal artinya sangat besar. Matius

11:25. Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.

Orang besar, orang bijak, orang pandai, ini nggak bisa lihat. Karena Tuhan kasih lihat justru kepada anak kecil. Sekarang Tuhan Yesus berkata sama murid-murid-Nya, dechomai, siapa menerima anak kecil ini, dia menerima Aku yang besar. Siapa menerima Aku, dia menerima Bapa-Ku yang ada di atas Aku.

Maka sebetulnya dari dulu saya bilang, mengajar sekolah minggu adalah pekerjaan yang paling berat tapi mulia. Hanya kualifikasi guru itu yang saya masih belum puas. Yang dicari Tuhan bukan yang bisa ngajar. Yang dicari Tuhan yang bisa menyambut anak kecil. Jadi kalau anak itu tidak datang, kaya anaknya sendiri, dia cari. Itu guru yang bagus.

Kalau guru yang bisa ngajar mah banyak, yang belum dipenuhkan Roh Kudus juga bisa ngomong. Tapi belum tentu dia nyambut anak. Ini Yesus bilang, siapa menyambut anak ini karena Aku, dia menyambut Aku. Pertanyaan kita, apakah kita sudah menyambut anak-anak? Apa anak itu tersambut di hati kita? Apakah anak itu terbayang-bayang? Ini untuk guru sekolah minggu. Kalau untuk orang tua, apakah anak itu selalu kita sayang? Dalam Efesus pasal 6, Rasul Paulus berbicara pada bapa-bapa, kepada saudara, kepada saya, khususnya pria, bapa-bapa. Efesus

6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan

Kenapa nggak disebut ibu-ibu? Karena ibu-ibu selalu menerima anak; dia yang melahirkan anak, dia yang mengerang antara hidup dan mati waktu melahirkan anak. Dia gampang menerima anak. Laki-laki yang jarang bisa "menerima" anak. Padahal mujizat lima roti dan dua ikan, anak kecil; yang dipakai contoh oleh Yesus, anak kecil. Siapa yang terima anak kecil, dia menerima Aku. Barangsiapa menyambut Aku, dia menyambut Dia yang mengutus Aku. Karena yang terkecil, kalau kamu mau menjadi yang terkecil, mikros, kamu akan menjadi yang terbesar, megas. Megas ini bukan lagi meizon. Sudah megas, sudah besar sekali.

Tapi kamu harus jadi yang terkecil. Lebih kecil dari anak kecil. Karena hanya yang lebih kecil yang bisa menerima. Kalau kita mau menerima anak kecil, kita musti jadi anak kecil. Kita musti jadi kecil. Kalau dia ngomong bahasanya bahasa anak, kita musti ngomong bahasa dia. Nggak bisa kita paksa dia ngomong bahasa kita. Saya belajar dari anak dan cucu saya. Kita musti layani omongan dia. Anak kecil itu suka ngelamun, suka ngebayang, suka ngarang.

Iman saudara seperti anak kecil. Saya bisa bayangkan, hai gunung yang berat, hai gunung yang besar, engkau terangkat, tercampak ke dalam laut. Dia tidak bimbang hatinya. Anak kecil nggak pernah bimbang. Dia yakin bapanya bisa lakukan.

Kalau iman saudara seperti anak kecil, saudara berani melompat dari atas meja kepada ayah saudara, kepada bapa saudara. Kenapa kalau kita nyanyi, kalau angkat tangan selalu setengah tiang? Paling kesel saya kalau mari kita angkat tangan sama Tuhan, selalu setengah tiang. Makanya berkat dari Tuhan juga setengah matang. Habis kita penyerahannya setengah tiang.

Marilah kita berserah kepada Tuhan dengan segenap hati. Kasih saudara seperti anak kecil. Saya berharap kepada Tuhan seperti anak kecil. Saudara bisa mengingat seperti anak kecil.

Saudara-saudara, saudara punya iman seperti anak kecil, saudara selalu akan mengingat janji Tuhan. Ketika dalam kesusahan, saudara tidak akan grogi. Saudara ingat janji Tuhan, ya dan amin. Ketika saudara lemah, saudara tidak akan grogi. Saudara ingat janji Tuhan. Walaupun jatuh tidak akan tergeletak sebab tangan Tuhan menopang. Ketika perdagangan kurang laku, saudara tidak akan grogi karena kita tahu, Dia memelihara. Burung di udara, bunga lili di padang, bahkan pakaian tidak usah kita takut dan bimbang. Kalau kita punya iman seperti anak kecil.

Saudara, anak kecil itu mempunyai segala-galanya itu elastis. Anak kalau jatuh cepat baik, luka cepat kering, keseleo cepat sembuh karena tulangnya masih muda. Kalau kita seperti anak kecil, kita tidak akan menaruh dendam. Sebentar musuhan, lima menit lagi sudah cantelan lagi. Kalau kita seperti anak kecil, kita tidak akan menaruh dendam. Kalau kita seperti anak kecil, yang mustahil menjadi tidak mustahil. Kalau kita seperti anak kecil, saudara-saudara, apa katanya firman? Engkau akan dijadikan besar.

Maka itu biarlah kita melihat beberapa ayat dulu. Yang pertama Yohanes

3:30 Ia - Yesus - harus makin besar - megas -, tetapi aku - Yohanes Pembaptis - harus makin kecil.

Bukan begini, Ia mau makin besar, aku mau makin kecil. Tidak. Ia harus, Yesus harus jadi besar di dalam diri kita. Keakuan kita harus bertambah kecil. Bisa bilang amin, saudara? Mazmur 115, di sanapun kita membaca satu ayat yang indah dari pemazmur. Ayatnya yang ke 1, pemazmur ini berkata,

115:1 Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!

Jadi saudara-saudara, marilah kita belajar dari hal-hal yang kecil. Mazmur 119:141, pernah kita membaca, tetapi tidak salah kita membaca sekali lagi. Ayat 141,

119:141 Aku ini kecil dan hina, tetapi titah-titah-Mu tidak kulupakan.

Yang ngomong ini raja yang besar. Tapi dia bilang, aku ini kecil dan hina, tidak berdaya. Tidak berdaya, aku orang kecil dan hina. Matius

2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
2:5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."

Mulai dari yang kecil. Setia dari yang kecil maka Tuhan akan menjadikan saudara megas, sesuatu yang besar. Sebagai ayat penutup, kita akan membaca Lukas 

16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Waktu susah dia setia, waktu tidak punya apa-apa dia setia. Tuhan yakin, Dia kasih berkat besarpun dia tetap akan setia. Tapi waktu susah dia nggak setia, waktu berkekurangan dia malas, Tuhan juga tahu, kalau dikasih banyak juga dia tetap malas. Seorang yang setia dalam perkara yang besar, seorang setia waktu dia kaya, justru adalah orang yang setia waktu dia kecil, waktu dia miskin dia setia. Jadi Tuhan nggak sayang ngasih berkat juga karena Dia tahu, pasti orang ini setia. Ayatnya yang ke-11,

16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Kenapa pak Awondatu kasih PA hari rabu? Saya mau setia kok dengan pekerjaan yang Tuhan percayakan kepada saya. Matius 25. Saya mau didapati setia. Matius

25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Saya ingin bandingkan dua kata ini, untuk saudara mengerti. Bahasa Yesus sama - baik kepada yang lima, baik kepada yang dua. Bahasa itu sama: engkau setia dalam hal yang kecil, Aku akan kasih hal yang besar! Engkau setia kepada yang kecil, kepada yang dua juga, Aku akan berikan kepercayaan kepada yang besar.

Jadi bukan talentanya. Perbuatan kitanya yang dilihat. Dikasih lima macam tugas, dikerjakan karena merasa diri kecil. Yang dikasih satu, nggak dikerjakan, merasa dirinya besar. Maka daripada kita dialogismos, bertengkar di pikiran, siapa kita lebih penting, marilah kita berlomba-lomba menjadi orang kecil supaya nanti Tuhan menjadikan kita  orang besar.

Sekian renungan firman Allah. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________