Khotbah Rabu Juli - Agustus 2008

Gereja Pantekosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 09 Juli 2008

LANGIT BARU, BUMI BARU

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan meneruskan kembali pelajaran injil Lukas dan kita buka Lukas

21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
21:27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
21:28 Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."

Haleluyah. Minggu yang lalu, rabu yang lalu, kita sudah belajar bagaimana keadaan Yerusalem yang terkepung oleh musuh. Dinubuatkan dan digenapi pada waktu Jenderal Titus menyerang Yerusalem pada tahun 70. Dikatakan, wai bagi ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayinya. Ayat 23-24, mereka akan tewas oleh mata pedang, dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa. Ini kita sudah alami kita sudah lewati, tetapi di depan kita masih ada perkara-perkara yang sangat mengerikan, tetapi Tuhan akan melindungi kita.

Ayat 25, dan akan ada tanda-tanda pada matahari.

Sudah sejak dulu, orang-orang Asia, khususnya orang Indonesia, sudah membaca apa yang akan terjadi kalau matahari ada gerhana. Kalau ada gerhana matahari, ada gerhana bulan, itu mereka orang Asia, khususnya Indonesia, itu waspada.

Bahkan di dalam mitos Jawa pewayangan, pada waktu gerhana bulan gerhana matahari itu, katanya Batara Kalla itu menelan si matahari jadi matahari itu tidak bercahaya. Karena mereka belum tahu ilmu pengetahuan. Maka ketika wakil presiden kita Yusuf Kalla, itu mereka hubungkan dengan Batara Kalla yang sangat merusak sehingga rusak ekonomi kita ini. Itu dikatakan oleh Amien Rais secara guyon.

Tetapi sebagai anak Tuhan kita harus tahu bahwa ada tanda melalui matahari. Tanda-tanda yang kita akan ingat melalui matahari. Salah satunya adalah global warming, yaitu pemanasan global. Coba saudara bayangkan, di Cianjur sekarang ada kekeringan. Tapi di Balikpapan banjir 1.5 meter. Hari ini. Ini disebutnya anomali. Jadi cuaca yang sudah tidak sesuai lagi. Sudah tidak 6 bulan hujan, 6 bulan kering sudah tidak demikian lagi. Dulu, walaupun kita musim panas tapi tanah masih subur. Sekarang kita sudah harusnya ini masuk bulan summer. Belum terlalu musim panas tetapi di Cianjur saja sudah kering sudah susah cari air. Itu sebabnya salah satu tanda ini disebutkan tanda dari matahari.

Menurut ahli ilmu pengetahuan, jarak matahari dan bumi itu selalu sama. Tuhan bikin keseimbangan itu ada padang gurun pasir yang panas, ada negara yang dingin, ada Kutub Utara es, ada Kutub Selatan es, anehnya itu di Utara dan Selatan es. Dan kita hidup di antara dua kutub es ini, sehingga iklim itu dijaga sama Tuhan secara alam demikian sehingga ada musimnya. Untuk mereka yang ada di agak Utara agak Selatan ada 4 musim, tapi yang ada di tengah di garis khatulistiwa termasuk Indonesia, hanya ada 2 musim, musim panas dan musim hujan.

Tapi bagi mereka yang punya empat musim: ada musim dingin, ada musim semi, ada musim gugur, ada musim panas. Dan sebagainya. Tiga bulan, tiga bulan, tiga bulan. Tetapi kita enam bulan, enam bulan. Tanda ini saudara, Tuhan memberi bahwa ini keseimbangan dari Tuhan. Ketika matahari dan bumi ini selalu jaraknya sama. Tapi iklim tidak berubah. Maka sekarang ancaman yang paling mengancam adalah panasnya bumi ini. Apa matahari bertambah panas? Tidak. Matahari saya bilang tadi jaraknya selalu sama. Kalau dia mundur setengah mili saja jarak dari bumi, bumi akan beku. Kalau dia maju saja, setengah mili saja, bumi akan terbakar.

Jadi dari abad ke abad, jarak matahari dari bumi walaupun saling mengelilingi, selalu sama. Dengan ilmu pengetahuan ini saja kita sudah harus tahu bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang sangat seimbang, Tuhan yang tahu mengatur. Atur. Dia mengatur peredaran matahari dan bumi. 

Tetapi kenapa bumi panas sekarang? Mulai orang mau menyalahkan matahari. Tetapi itu kesalahan manusia. Karena gas monooksida itu yang keluar dari knalpot, yang keluar dari pabrik-pabrik ... sudah mengotori bumi, membuat bumi ini jadi kotor. Panasnya mulai bertambah. Pada tahun 42, penduduk dunia masih 2 milyar. Sekarang, 66 tahun kemudian, sudah hampir 7 milyar.

Pada tahun 42, kendaraan bermotor bisa dihitung dengan jari. Sekarang, polusi di mana-mana. Bahkan Cianjur saja kita mau keluar mobil saja, kita sudah harus berjaga-jaga. Karena sini-sana, kanan-kiri mobil motor berseliweran. Jangan Jakarta. Jakarta sudah jadi neraka. Kalau sekarang saya musti ke Jakarta, musti 4 jam, baru sampai di tempat tujuan. 3 jam setengah. Jadi masih ada setengah jam. Kita jalan normal jalan biasa lewat Puncak, 4 jam. Saya usahakan lewat Cipularang tapi badan saya sudah ngga tahan sekarang. 

Jadi, polusi ini mulai mengotori udara. Dan panas mulai mengatapi. Dan dua negara di dunia yang paling mengotori dunia, yaitu Amerika dan Australia. Karena mereka paling senang dengan mobil besar, dengan minyak besar, dengan CC besar. Paling suka. Dan tiap hari mereka bisa jalan berapa ratus  kilometer pulang-pergi dari rumah ke pengerjaan. 

Orang California di Amerika mulai mencari hal yang lain. Diciptakanlah mobil bertenaga listrik. General Motor pada tahun 2006 sudah menghasilkan kurang lebih ada 100 mobil listrik. Uji coba. Tidak ada polusi, tidak perlu bengkel, mekanik yang dibengkel tangannya tidak pernah kotor. Tidak usah ada POM bensin. Yang punya mobil pulang ke rumah, colok aja di listrik, batere terisi kembali, bisa 200 KM jalan. Di mana saja masukkan batrenya di-charge lagi, penuh lagi. Dan dunia akan menjadi bersih.

Tetapi banyak penghalang sampai 100 mobil ini dihancurkan lagi di Amerika pada tahun 2006, karena apa? Kalau mobil listrik ini dibikin besar di seluruh dunia, pabrik-pabrik minyak seperti Shell semua PERTAMINA, bangkrut. Minyak tidak diperlukan lagi oleh mobil. Kedua, pabrik-pabrik mobil akan bangkrut juga.

Nah, George Bush itu pemilik ladang minyak, dia jual minyak, maka dia mati-matian tidak mau tanda tangan untuk mengurangi asap-asap ini. Ini baru tanda di matahari saja. Sekarang sudah kaya begini. Nah, kita itu musti terbuka mata bahwa kita sekarang sudah ada pada akhir dari akhir zaman. Amerika sudah menemukan mobil ini, ya. Jepang sekarang membuat mobil bertenaga hidrogen dan seperti listrik juga tapi lebih murah. Bikin 300 kirim ke Amerika, suruh coba. Dan kenyataannya, orang Amerika seperti tidak suka. Jadi manusia lebih senang merusak dari pada selamat, ini aneh. Manusia lebih senang mati dari pada hidup. Padahal firman Tuhan bilang, pilihlah hidup jangan maut.

Dulu mobil tidak sebanyak sekarang. Sekarang Indonesia saja pertahun, mobil itu bertambah 500 ribu pertahun. Belum motor pertahun. Makanya saudara hati-hati kalau naik sepeda motor hati-hati kalau naik mobil karena wah orang sekarang jadi cepat naik darah karena stress di jalan, stress karena harus antri. Kalau ambulans, kalau orang sudah mau meninggal harus ke Jakarta sudah pasang sirine tapi stress di jalan. Ini yang pertama tanda matahari.

Jadi pemanasan bumi bukan karena matahari tambah panas tapi karena hutan digunduli. Jadi kalau saudara punya rumah ada tanah sedikit di depan di belakang ... tanamin. Saudara tanam pake apa, kembang apa daun apa, saudara tanamin saja. Saya punya rumah temboknya asalnya tanah, saya tanamin dolar. Tanaman dolar. Sampai rimbun. Jadi teduh. Masih juga panas, apa yang saudara bisa tanam, tanam.

Dulu rumahnya Tante Idup di Gang Cikidang itu saya paling senang jalan di situ. Sebab pagarnya tanaman hidup, pagar hidup. Di dalamnya ada pohon jambu yang kita saja bisa petik dari luar. Masuk ke dalam halamannya pake koral batu. Semua di sudutnya tanaman .. tanaman, teduh sekali. Nah, sekarang rumah seperti itu sudah jarang. Orang jarang memelihara tanaman. Capelah, kotorlah, inilah, ridulah, banyak hileud lah, itulah segala rupa tapi itu akan mengurangi. Ini baru tanda dari alam. 

Yang kedua, tanda dari bulan.

Bulan - menurut Kisah Para Rasul -, akan menjadi darah. Pada kedatangan Tuhan yang kedua kali, bulan akan menjadi darah. Seorang yang bernama Gideon, dia pernah menghentikan matahari. Kalau matahari berhenti beredar berarti bulanpun berhenti. Secara rohani, matahari adalah lambang Allah Bapa. Secara rohani, bulan adalah lambang dari Tuhan Yesus. Dan secara rohani, bintang-bintang adalah tanda dari Roh Kudus. Kita mau buka Wahyu   

12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Ini adalah satu bayangan karena perempuan itu adalah gereja Tuhan ... saudara dan saya. Perempuan adalah jemaat Tuhan, calon mempelai Yesus Kristus. Dia berselubungkan matahari, dilingkupi matahari. Kita jangan cuma suka nyanyi saja Lingkupiku tapi nggak ngerti lingkupi itu. Jadi kalau matahari bulat, perempuan itu di dalamnya, itu namanya dilingkupi.

Dan ini satu bayangan. Dan bulan ada pada kakinya. Dia berdiri di atas bulan. Dan kepalanya memakai mahkota 12 bintang. Kalau kita bandingkan dengan pelajaran injil Lukas, lihat tanda-tanda matahari, bulan dan bintang, akan ada tanda, ini sekarang. Kita gereja harus berdiri, kaki kita berdiri di atas ajaran dari Tuhan Yesus Kristus, amin? Dan kita harus dilingkupi, dilindungi, dijaga oleh kemulian dari Allah Bapa, matahari. Dan kepala kita, pikiran kita yang paling banyak kuatir, paling banyak kecemasan, itu harus dimahkotai dengan bintang-bintang Roh Kudus, bayangan Roh Kudus.

Nah, sekarang kita akan mengerti kalau kita kembali baca Lukas

21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.

Kalau kita baca ini tahun 60-an, saudara anggap remeh ini. Tapi setelah kita mengalami Tsunami yang membunuh 240 ribu orang - kontan 1 hari -, memang ada keajaiban-keajaiban, memang banyak ya yang kita tidak bisa mengerti. Ada keajaiban. Orang selamat, 3-4 hari tidak makan di lautan tapi orang selamat. Ada anak kecil selamat di atas kasur yang dari plastik itu. Selamat. Kenapa dia tidak termakan gelombang? Saya juga tidak tahu. Tapi selamat, ditolong oleh angkatan laut.

Bayangkan, saudara. Tsunami hari ini terjadi, sore itu tentara Amerika sudah ada di darat, sudah menolong. Nanti sudah 3 hari, baru tentara Indonesia ke sana. Biasa tentara kita mah da lelet dari dulu juga. Pagi Tsunami, sore tentara Amerika, tentara dari Singapura sudah menolong. Dari Indonesia sendiri gelagapan, kenapa? Bingung.

Nah, itu ayat firman Allah berkata, bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Perplexed. Bingung, saya mau bikin apa, bagaimana ini? Karena apa? Karena gelora laut.

Sekarang kalau saudara di Jakarta mau ke lapangan terbang ke Soekarno Hatta, itu orang lagi bikin dinding beton sekarang karena air laut sudah nutupi jalan. Jadi mereka kalau bikin jalan itu nggak mikir. Nggak pikir bagaimana. Maka mereka bilang, satu-satunya jalan bikin jalan layang. Kenapa nggak dari dulu bikin jalan layang?

Lain dengan zaman Belanda. Zaman Belanda, sebelum bikin kota, itunya dulu dibikin, infrastrukturnya dibikin dulu. Ada dari jalan Thamrin. Itu jalan Thamrin yang bikin Belanda. Masa sampai sekarang nggak berubah-ubah? Begitu aja terus. Ada pintu air, itu Belanda semua, sudah tahu akan ada banjir, bagaimana, Belanda bikin. Dan sekarang orang Belanda juga sendiri bingung di Belanda sebab kalau pemanasan global ini terjadi, pada tahun 2020 Belanda akan terendam air laut. Berapa persen dari Tiongkok terendam air, berapa persen dari India terendam air. Orang akan bingung takut menghadapi gelora laut.

Tapi ada gelora laut yang lain. Kita buka Yesaya

57:20 Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur.
57:21 Tiada damai bagi orang-orang fasik itu," firman Allahku.

Yang mau bergelora-gelora ini orang fasik, orang yang tidak percaya Tuhan. Akan penuh dengan ombang-ambing, tidak dapat tenang; dia seperti laut yang berombak-ombak, penuh dengan kekuatiran, penuh dengan kebimbangan, penuh dengan kebingungan, penuh dengan kecemasan. Ayo, kita kembali kepada Lukas

21:25 ... , dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan -
Jadi mereka mati bukan karena penyakit tapi karena ketakutan - berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

Jadi dia bukan mati karena sakit kanker; dia mati ketakutan. Ibrani

2:15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.

Perhambaan. Perbudakan. Diperbudak oleh ketakutan, diperbudak oleh kecemasan, diperbudak oleh kekuatiran. Diperbudak; dia jadi budak. Kalau budak kan diperintah apa saja harus mau. Harus mau. Kalo nggak, mati dia. Orang diperbudak oleh ketakutan. Apa saja yang terjadi di dunia tidak bisa membuat dia damai. Tapi puji Tuhan, Tuhan sudah melepaskan manusia yang percaya kepada Dia, dari ketakutan akan mati. Amin?

Kembali kepada Lukas 21. Orang akan mati ketakutan, karena kecemasan, berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini. Sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

Pada tahun 2002, Bali digoncangkan dengan bom. 2 kali berturut-turut. 60 atau sampai 200 orang dari Australia meninggal. Yang anehnya, pelaku pembomannya ditangkap sudah tapi dihukum mati belum dieksekusi sampai sekarang. Malah dikasih kawinkan dulu. Lain dengan yang di Sulawesi, Tibo itu. Orang kristen. Musti dieksekusi. Makanya orang-orang ngamuk karena karena waktu mayat Tibo diambil, marah mereka ... penuh dengan siksaan. Sebelum ditembak, disiksa dulu. Kita dengar cerita itu saja kita sudah takut. Ketakutan ada bom. Bom meledak di Hotel Merriot. Dan kehancuran Jakarta tahun 98, baru sepuluh tahun. Lewat dua bulan.

Tapi coba lihat manusia sekarang. Sepertinya sudah lupa. Nggak waspada lagi. Sudah lupa. Tsunami begitu mengerikan, 240 orang mati. Di tujuh negara. Sudah lupa. Maka dikatakan oleh firman Allah itu, akan ada tanda. Dan Yesus itu yang sudah mengatakan, membebaskan kita dari takutnya kita dari kematian. Oke, ayat 27,

21:27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. 

Nah, di sini sekarang saya ingin beritahu sama saudara. Kalau kita panjang umur, kita belum mati, Yesus datang dulu, ayat ini berlaku buat kita. Kita akan melihat Dia datang. Semua orang akan melihat Dia. Yang selamat, yang tidak selamat akan melihat kedatangan Dia. Dia datang di mana? Masa seluruh dunia bisa lihat? Eh, ingat televisi. Pertandingan sepak bola di Swiss, kita dari Kapten Musa bisa nonton. Televisi ini untuk menggenapkan Firman Allah. Nanti Yesus datang di mana, seluruh dunia akan lihat. Ada yang lihat langsung, ada yang lihat melalui televisi.

21:27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. 

Dan ayat ini pasti terjadi. Tapi, kalau sebelum Yesus datang, Tuhan angkat kita lebih dulu, kita tetap akan lihat Dia tetapi melalui kebangkitan. Sebab di dalam Tesalonika, ketika sangkakala ditiup Yesus datang kali yang kedua, kita yang hidup tidak akan mendahului orang yang mati. Orang mati bangkit dulu. Nah, bangkit dulu diangkat ke awan-awan. Nah, berarti lihat. Kita lihat 1 Tesalonika 

4:13 Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal - yang sudah mendahului kita, ayah ibu, suami, anak, istri yang sudah meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.
4:14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.

Saya suka sedih kalau saya berkhotbah di tempat kematian untuk orang-orang yang suka palu-palu peti mati itu tidak perhatikan. Aduh, saya bilang kalau mereka tahu untungnya ikut Yesus, kalau mereka tahu jaminannya ikut Yesus itu apa? Kalau meninggal itu dibawa Tuhan. Bukan dibawa kalong wewe ... dibawa Tuhan. Apa yang terjadi? Akan dikumpulkan Allah bersama dengan Dia.

4:15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.
4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.
4:18 Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.

Saudara, Yesus pasti datang. Kita di sana di langit itu akan ada bersama dengan Tuhan 75 hari. Lebih dari 2 bulan di atas awan. Bersama dengan Tuhan. Belum ke sorga, belum. Kenapa? Sebab langit dihancurkan dulu sama Tuhan. Dibakar. Orang berdosa dibakar dibasmi dihancurkan dulu, Tuhan bikin mencipta langit baru bumi baru. Lalu Tuhan bersama dengan kita di awan itu turun ke dalam dunia yang baru, langit baru dunia baru.

Nah, kita hidup di dunia yang baru langit baru ini yang tidak ada dosa lagi tidak ada Iblis lagi, Iblis diikat, hidup 1.000 tahun. Setelah 1.000 tahun, dilepas Iblis, perang dengan Tuhan, Gog dan Magog, Iblis dikalahkan, baru kita bersama-sama dengan Yesus selama-lamanya di dalam sorga.

Tetapi ayat 17 ini, yang dikatakan bagian b, Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Artinya, di awan kita bersama dengan Tuhan. Makan apa? Ya, kita puasa. Kita nggak rasa lapar kadang-kadang. Kalau saudara puasa merasa lapar, belum puasa. Rasanya mau 2 hari saya, saya mau 3 hari. Tidak rasa lapar.

Kalau Tuhan bilang, eh kamu nggak lapar selama 75 hari. Kita akan senang. Nggak usah lagi makan roti, susu apa Indomilk. Pabriknya sudah nggak ada. Sapinya sudah nggak ada. Kita makan apa? Firman Tuhan mengenyangkan hati kita. Pada saat itu firman Allah yang tinggal di dalam hati kita. Kan Yesus bilang, Aku adalah roti hidup. Sekarang kita bersama-sama dengan Roti Hidup, mana mungkin kita lapar? Dia berkata, Akulah Air Hidup. Kita bersama dengan Yesus, mana mungkin kita haus? 75 hari. Moal lieur ke di awan-awan, kumaha? Tenang. Air saja Petrus bisa jalan di atas air, apa susahnya jalan di atas udara, kalau Tuhan bersama-sama dengan kita, amin?

Saya belum ngerti bagaimana saya bisa 75 hari di sana, ditulis di Alkitab? Ditulis. Hayang nyaho? Ya setia ikut Tuhan biar setiap rabu itu kita mau belajar ini. Hayang gancang ngarti? Ya, masuk sekolah Alkitab supaya saudara bisa mengerti itu pelajaran. Kita tundukkan kepala.      

-- o --   

Rabu, 16 Juli 2008

PERUMPAMAAN POHON ARA

Kita akan teruskan studi kita dari Injil Lukas. Lukas 

21:29 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja.
21:30 Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.
21:31 Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.
21:32 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi.
21:33 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."

Haleluyah. Saya ingin bercerita kepada saudara bahwa Tuhan Yesus itu sangat kaya dengan perumpamaan. Dia cerita tentang hal-hal yang sukar dimengerti dengan perumpamaan-perumpamaan. Saya sangat mengagumi Yesus. Dan menjadi kita punya tema Family Camp yang ke-XI bahwa kita akan menikmati Tuhan. Dan saya yakin saya sudah siapkan diri untuk memberi makan kepada saudara-saudara yang ikut Family Camp dengan satu makanan yang belum pernah saya sendiri bawakan.

Jadi saudara-saudara, saya sedang kumpul ini dan nanti akan saya beri makan kepada saudara pada Family Camp. Diharapkan yang datang ada lima ratus orang dari Jakarta, Cianjur, Rengasdengklok, Karawang, bahkan dari Bogor, dari Bandung, dan dari Cirebon.

Yesus mengatakan perumpamaan. Dalam bahasa Inggris, dipakai kata parable. Perhatikanlah pohon ara dan semua pohon. Di dalam bahasa Inggris, semua pohon. Perhatikan pohon ara dan semua pohon. Karena Yesus bicara yang pertama adalah pohon ara maka kita harus memperhatikan. Kalau Dia suruh kita perhatikan, kita harus perhatikan.

Waktu saya di sekolah Alkitab, saya diberi, diisi, diberi pengertian apa yang yang harus diperhatikan kalau di ladang Tuhan. Kalau kamu mau berhasil, perhatikan ini, perhatikan ini, perhatikan ini, perhatikan ini, kerjakan ini, kerjakan ini. Dan kalau saya perhatikan, saya lakukan semua yang dinasehatkan oleh guru-guru saya kepada saya ... berhasil. Apa yang kata firman Allah kerjakan, saya kerjakan. Berhasil. Tetapi kalau saya tidak mengerjakan apa yang disuruh perhatikan oleh guru-guru saya, saya tidak akan berhasil. Di mana saya pergi, saya gagal terus. Karena saya tidak memperhatikan.

Itu sebabnya mari kita memperhatikan. Kita harus memperhatikan. Apa yang dikatakan oleh Yesus, kita perhatikan. Dikatakan, perhatikanlah. Bahasa Inggris, lihat. Jadi perhatikan itu lihat terus menerus. Perhatikan keadaannya pohon itu. Bahkan bukan hanya pohon ara, semua pohon diperhatikan. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas. Bahasa Inggris, ketika pohon-pohon itu sudah siap bertunas, engkau akan melihat dan tahu bahwa musim panas sudah dekat. Sederhana, ya.

Yesus tuh ngomong sederhana. Lihat pohon, kalau lihat sudah bertunas, semua pohon, kata-Nya, bukan hanya pohon ara saja. Tapi pohon ara adalah pohon yang paling terkenal karena semua orang Yahudi makan buah ara. Kalau saudara sekarang kalau mau masak sehat, pakai minyak olive oil. Olive oil itu ara. Kalau mau makan sehat, minyak olive oil itu bisa untuk kulit yang keriput, bisa untuk pengobatan, bisa untuk pijat. Kalau orang baru jalan kaki 30 kilometer itu diurutnya pakai minyak ara. Maka pohon ara itu sangat terkenal di Israel sama seperti kita dengan padi. Di Israel sangat terkenal dengan pohon ara sehingga pohon ara itu semua adalah menjadi bahan baku.

Nah, Tuhan memakai yang biasa orang Israel lihat: Lihat pohon ara. Tetapi mungkin juga cerita ini akan dibaca oleh orang lain, oleh bukan orang yang non-Yahudi jadi Yesus katakan juga, lihat segala pohon. Bahasa Inggris lebih jelas, sudah ada tunas, mulai bertunas yang baru. Yang lama-lama itu sudah tua, daun-daunnya sudah mati. Mulai tunas yang baru, kamu tahu, musim panas sudah dekat.

21:31 Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.
21:32 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi.
21:33 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."

Perhatikan pohon ara. Ketika tunasnya tumbuh, musim panas, musim yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang. Dari pada dingin kedinginan. Dari pada musim gugur, mereka menunggu musim panas. Sebab pada musim panas mereka bisa bekerja. Kita buka dulu Matius 24. Dalam Matius 24, di sana kita membaca satu ayat yang dikatakan sendiri oleh Yesus. Ayat 20, 

24:20 Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.

Jadi memang musim dingin tidak disukai oleh orang Israel. Satu musim yang sangat mengerikan, sangat menakutkan. Orang bisa mati karena dingin. Salah satu mahasiswa Indonesia, mati di gunung di Kanada karena kedinginan. Karena tidak tahan dingin. Dan kalau tidak tahan dingin, umpamanya jari kita ini dingin, kena stroke dari dingin itu, lalu sampai tertolong kita, dihangatkan sampai kita hidup, ini yang kedinginan ini musti dipotong; dia sudah mati. Ini jahatnya dari musim dingin. Berkali-kali di dalam firman Allah dikatakan bahwa kamu panas pun tidak, dinginpun tidak. Aku ingin supaya kamu panas atau dingin.

Tuhan ingin ada musim panas. Tuhan ingin ada sesuatu yang panas di dalam hati kita. Dalam Matius pasal 3:11, Aku membaptis kamu dengan air tetapi Yesus akan datang membaptis kamu dengan Roh dan dengan api. Api itu panas. Maka katanya, lihat pohon. Kalau kamu melihat pohon itu bertunas, mulai bertunas tumbuhan yang baru, musim panas sudah dekat. Saya lihat pohon mangga saya bertunas, sebentar lagi musim panas. Daun-daun yang lama pada jatuh semua. Saya tidak bicara buah, saya bicara musim. Musim panas sudah dekat.

Curahkanlah curahkan sekarang .. Hujan musim semi. Hujan musim semi karena setelah hujan musim semi akan ada tuaian besar. Tuaian besar itu apa? Musim panas. Setelah hujan musim semi ada tunas. Setelah tunas ada musim panas. Ini berjalan. Makanya, kata Yesus, perhatikan pohon ara dan semua pohon. Saya mau bicara dulu sejarah. Kita nanti bicara rohani.

Pohon ara adalah lambang Israel. Israel untuk beribu-ribu tahun, beratus-ratus tahun seperti dicerai-beraikan oleh Tuhan karena mereka menyalibkan Yesus. Semua dicerai-beraikan. Tapi tiba-tiba Yesus bilang, perhatikan pohon ara. Perhatikan Israel. Kalau dia bertunas, musim panas sudah dekat. Kapan Israel bertunas secara sejarah? Tahun 48, seumur sama saya. Bulan 14 Mei 48 bangkitlah Israel. Hanya beberapa orang mendarat di Tel Aviv. Orang Inggris tahu Alkitab kan? Maka Jendral Gordon itu dia kasih kepada Israel itu pemerintahan. Hanya beberapa orang. Theodore Herzl, bapa dari orang Yahudi, dia pindah dari London. Dia pindah, lalu dia bilang: Semua orang Israel yang ada di Jerman, yang ada di mana, coba datang ke sini. Kembalilah ke Tel Aviv. Di Tel Aviv mereka punya tempat cuma segede kota Cianjur, lebih kecil. Tapi dia mulai bertunas.

Ini Mesir tidak suka, Yordania tidak suka, Syria tidak suka. Mereka serang ini Israel. Mau diusir, mau ditekan keluar supaya mereka tenggelam di laut. Tapi waktu diserang, Israel bertambah kuat, bertambah besar. Sampailah pada tahun 67. Tahun 67 terkenal dengan Perang Enam Hari. Jenderal Moshe Dayan. Tiga negara menyerang. Mesir dari selatan, Yordania dari timur, Syria dari utara, sebelah barat itu laut. Dalam waktu yang sama. Perang enam hari. Cuma enam hari saja. Semua tentara dipukul mundur. Yerusalem dikuasai oleh Israel sejak tahun 67. Karena dia diserang, bukan dia mencaplok. Karena dia diserang, dia sikat sekalian. Sudah. Tank-tank yang ditinggalkan oleh tentara Syria, 1.200 tank, semuanya masih baru. Tentaranya pada lari, kabur.

Tahun 73 diserang lagi Israel, enam hari lagi. Perangnya cuma enam hari. Selesai. Sekarang saya pakai tulisan, ya. Pada tahun 67 perang berapa hari, saudara? 6 hari. Pada tahun 73, perang berapa hari? 6 hari. Dari tahun 67 ke 73 berapa tahun? 6 tahun. 666.

Siapa ahli komputer sekarang kalau bukan orang Yahudi. Kalau mau, itu Iran mungkin enam hari saja selesai. Kalau mau. Tapi ya seluruh dunia jadi ribut. Apa maksudnya Tuhan bilang, musim panas sudah dekat? Summer. Buat sejarah ini, saudara, ada kegoncangan. Tahun ini sudah 60 tahun. Tambah lagi satu 6. 6666. Enam puluh tahun. Dan yang saya aneh, Alkitab itu terdiri dari 66 buku. Angka manusia, 666. Dan Al Quran ayatnya ada 6666. Seperti sudah diatur. Inilah firman Tuhan. Apa musim panas?

Kita baru tinggalkan hari libur yang panjang. Sampai bikin macet. Saya tidak bisa bayangkan libur panjang waktu musim hujan. Orang tidak suka liburan musim dingin. Semua inginnya musim panas liburan. Amerika juga begitu, Eropa juga begitu. Musim liburan, musim bersukacita, musim bebas dari pelajaran, bebas dari kelas, dan sebagainya.

Jadi kalau kita perhatikan ini pohon ara, musim panas sudah dekat, zaman pembebasan sudah dekat. Bisa bilang amin, haleluyah? Secara rohani, Israel sudah bertunas sekarang. Sudah enam puluh tahun, sudah besar. Dan selama itu tidak pernah ada satu negara bisa kalahkan dia. Tidak.

Bayangkan 600 juta orang Arab mengelilingi mereka tapi tidak pernah kalah dia perang. Kalau saudara lihat pesawatnya dari Israel, pesawat penumpang, namanya El Al. El itu Elohim, Allah. Al itu Yang tertinggi. Nama pesawatnya saja memuji Tuhan. Haleluyah itu bahasa Yahudi, bahasa Israel. Hallel, puji. Yah, Yahweh, Tuhan. Puji Tuhan. Ucapan syukur ini ungkapan lain dari memuji Tuhan. Tahu berterima kasih. Ayat 31,

21:31 Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi - ada gempa bumi, ada peperangan, ada gelora laut.

Kita baca ayat 25, Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Ayat 31, Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.

Kerajaan Allah sudah dekat. Yang sekarang kita nikmati adalah suasananya Kerajaan Allah. Tapi badan kita tidak ada di dalam Kerajaan Allah secara tubuh; badan kita masih bertambah tua, lelah, badan kita masih lemah. Badan kita kalau sudah sampai empat puluh tahun, top-topnya itu, mulai deh empat puluh tahun menurun.

Jadi saudara-saudara, ketika hati kita ini ada di dalam Kerajaan Allah, hati kita sedang di dalam suasana surga ... kita menyanyi, berbakti kepada Tuhan. Di mana ada tekanan, di mana ada kesusahan, di mana ada ketimpangan, di mana ada kebingungan, di mana ada ketakutan, di mana ada kecemasan, saudara di luar Kerajaan Allah. Tetapi justru ketika kita melihat banyak bangsa-bangsa ribut, gempa bumi, tanda-tanda zaman, ingat, ini sudah bertunas. Kerajaan Allah sudah dekat.

Ayat 32, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini ...

Siapa yang disebut angkatan ini? Orang Israel. Mau dibuang, mau dibunuh, mau diserang supaya rata. Kata Presiden Iran: Itu Israel musti dihilangkan, katanya, dari peta. Jadi dia sudah punya rencana mau hancurkan Israel. Tapi kalau kita melihat kata-kata Yesus, generasi ini tidak akan lalu. Artinya, Yahudi tidak akan bisa hilang. Amin, saudara? Saudara dan saya saja disebut Israel rohani, Yahudi rohani. Roma 

2:28 Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.
2:29 Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

Saudara dan saya disebut Israel. Saudara dan saya disebut Yahudi, secara rohani. Kalau Tuhan Yesus berkata, angkatan ini, generasi ini, Israel jasmani tidak akan lenyap, apalagi saudara dan saya, generasi rohani, Israel rohani, Yahudi rohani ... tidak akan lenyap. Kita akan hidup bersama dengan Tuhan sampai selama-lamanya. Ini saya harap saudara berbesar hati, mempunyai visualisasi yang positif bahwa kita tidak akan lenyap. Kita tidak akan susah, kita tidak akan ditinggalkan sebelum semuanya terjadi. Baru ayat 33 dia bilang,

21:33 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."

Bahasa Inggris saya baca supaya saudara bisa tahu apa arti sebenarnya. Langit dan bumi akan lewat, berlalu, tetapi perkataan-perkataan-Ku tidak akan berlalu dengan cara apa saja. Dibagaimanapun juga dia tidak akan berlalu, dia tidak akan lenyap. Matius

5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Apa iota itu? Titik. Saudara ambil ballpoint, taruh saja di Alkitab, titik. Itu iota. Paling kecil. Nggak akan lenyap satu titik, apalagi perjanjian-Nya Tuhan. Kembali kepada Lukas. Langit dan bumi akan berlalu. Saya paling tidak suka mengubur orang yang mati lebih muda dari saya. Tapi kalau saya baca ayat ini, ya sudahlah, muda atau tua akan lenyap kok. Lihat pemandangan yang bagus akan lenyap. Langit dan bumi akan lenyap. Saya ingin supaya jemaat ini sadar. Jangan suka keukeureuweut soal harta dunia. Jangan haweuk sama harta dunia.

Saya lihat ibu Dema dari Lembur Tengah berhenti naik angkot, dia jalan kaki. Yang seperti ini yang Tuhan cari. Walaupun jauh rumah tapi datang sama Tuhan. Kenapa? Firman Allah tidak akan lenyap. Yang kita sedang kejar-kejar ini, sabda Tuhan yang sedang kita cari, yang kita sedang dengar ini tidak akan lenyap. Langit dan bumi dengan segala kemuliaannya akan lenyap. Waktu saya lihat bangunan di Malaysia, Twin Tower, dipakai main film, akan lenyap. Ada lagu Dunia Ini Bukan Firdaus itu betul. Firdaus saja diusir itu Adam dan Hawa dari Firdaus. Apalagi cuma dunia. Dunia ini akan lenyap. Bahkan Alkitab bilang sedang lenyap. Kita buka I Yohanes

2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Haleluyah. Saudara mau mati nggak? Ada yang mau minta mati? Nggak ada. Tapi saya baru mendoakan satu ibu, dia minta mati. Umurnya sudah 98 tahun. Ingatan tidak pikun cuma tuli dan mata tidak pernah dioperasi katarak, dia buta. Ini siapa? Pendeta. Pendeta mana? Gembala. Yoyo, JE Awondatu, pendeta. Puji Tuhan.

Iman nggak hilang. Dia tahu badannya akan lenyap. Bumi ini akan lenyap. Ada satu jemaat kami, dia sungguh-sungguh. Dia kebaktian di Banten tapi dia tiap selasa di Jakarta. Dia bersaksi kemarin. Saudara, saya punya rumah kebakaran. Satu kamar di atas kebakaran. Orang lain pada risau, gelisah, jerit-jerit. Saya tenang saja karena saya sudah digembleng di sini. Tiap selasa saya digembleng oleh Firman Tuhan. Puji Tuhan, katanya, nggak lama api itu padam. Cuma satu kamar yang kebakar. Ada enam kamar, yang kebakar satu. Saya tenang saja.

Dia tahu semuanya akan lenyap. Saya akan buka satu rahasia, bagaimana Yesus, kenapa ngomong begini karena Dia alami. Matius

4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
4:2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
4:3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
4:5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
4:6 lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
4:7 Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
4:8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
4:9 dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."
4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan,

Iblis menawarkan kepada Yesus sesuatu yang sedang lenyap. Ini aku berikan kapal yang besar ini, tingkatnya empat belas, tapi yang lagi tenggelam. Ini kerajaan dunia, aku kasih sama Kamu. Yesus nggak mau karena Dia tahu dunia ini sedang lenyap. Tetapi, kata-Nya, Yesus berkata: Enyahlah engkau iblis sebab ada tertulis engkau harus menyembah Tuhan Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.

Saudara yang berbakti malam hari ini karena Yesus, saudara yang berpuasa hari ini karena Tuhan, seolah-olah saudara sedang menolak Iblis yang menawarkan dunia. Ada haleluyah?

Hari minggu saya katakan bahwa puasa adalah kebalikan dari Adam dan Hawa. Adam dan Hawa makan makanan yang dilarang dimakan, dia makan. Puasa menolak makanan yang diizinkan kita makan, kita tidak makan. Bukan untuk saya, bukan untuk aku, bukan untuk keluarga, bukan untuk apa tapi aku berpuasa untuk Tuhan. Kepada-Nyalah engkau berbakti. Saudara sedang berbakti kepada Tuhan dengan doa saudara, dengan puasa saudara, dengan ibadah saudara ... sama dengan saudara menolak iblis. Enyahlah Iblis.

Dunia ini sedang lenyap. Langit dan bumi akan lenyap tetapi Firman Allah akan tinggal tetap sampai selama-lamanya.

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________