Khotbah Rabu Maret - April 2003

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, KKR Paskah, 16 April 2003

TUHAN Abraham, Ishak, dan Yakub

Ada satu cara untuk mengerti Perjanjian Baru, kita bisa melihat dari perjanjian Lama. Perjanjian Baru tersembunyi ... tersimpan di dalam Perjanjian Lama. Untuk mengerti Paskah, kita harus mengerti dan bisa melihat dari Perjanjian Lama. Kita buka bersama-sama Keluaran 

3:1 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb. 
3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. 
3:3 Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapa tidak terbakar semak duri itu?" 
3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah." 
3:5 Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus." 
3:6 Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.

Tiba-tiba Musa didekati oleh Tuhan. Tuhan memperkenalkan diri sebagai "Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub." Yang saya heran, kenapa Tuhan tidak bilang "Akulah Allah yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi." Kenapa Dia tidak berkata: "Akulah Allah yang menguasai api, Akulah Allah penguasa Surga, Akulah Allah yang bisa membunuh engkau, Akulah Allah yang Mahakuasa." Kenapa Dia tidak bilang: "Aku Allah ini, Aku Allah itu." Tetapi Dia berkata ... tiga orang: "Aku Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub." 

Belum pernah saya khotbah ini di jemaat sini. Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Mari kita lihat satu persatu. Abraham itu adalah bapak patriakh dari tiga agama besar dunia. Siapa yang tadi pagi jam 7 stel TVRI. Ada yang lihat saya? Karena diwawancara tadi malam di KKR. Saudara, saya bicara hal ini, Abraham dihormati oleh agama Yahudi, agama Kristen, agama Islam. Tiga agama ini menghargai ... menghormati Abraham sebagai bapak leluhur mereka secara agama dan secara keturunan.

Abraham, Ishak dan Yakub, Musa dan semua tokoh-tokoh - itu semua orang Yahudi. Nggak ada satu nabi orang Arab, nggak ada. Apalagi orang Indonesia, orang Jawa, orang Sunda, Manado, uh, dulu belum ada rw. Jadi nggak bisa ada nabi dari Manado. Nabi itu Abraham itu adalah orang Yahudi. Kenapa Allah begitu bangga, Dia berkata: 'Aku ini Allah Abraham.' 

Ternyata Abraham ini mewakili saudaraku, ketaatan iman dari seorang yang mengenal dan dikenal oleh Allah. Pertama kali dalam Kejadian 11 dan 12, Allah berkata kepada Abram waktu itu, 'Pergilah kamu, keluarlah dari kaum keluargamu, keluarlah dari Urkasdim dari tanahmu dari ibumu ... keluarlah kesatu tanah yang akan Kutunjukkan kepadamu.' Berarti Abraham saudaraku, disuruh pergi ke satu tempat yang dia belum tahu. Ini juga siswa-siswi bisa mengerti hal ini. Kalau praktek mereka takut karena mereka belum tahu. Lihat Abraham, ya saya pergi Tuhan. Kemana? Pokoknya pergi aja dulu.

Pelajaran yang pertama: Abraham taat kepada panggilan Allah. Amin, saudara? Dan dia taat dan dia pergi, kenapa? Dia yakin Allah yang dia sembah adalah Allah yang menjamin perjalanan hidupnya! Bisa bilang amin? Ini yang pertama yang diwakili oleh Abraham: Akulah Allah Abraham karena Allah menjamin perjalanan hidup dari Abraham dari Urkasdim yang di Irak sekarang itu, dia pergi keluar saudaraku, sampai di Tanah Perjanjian. 

Tes yang kedua. Abraham nggak punya anak sampai umur hampir 100 tahun belum punya anak. Istrinya sudah jadi 90 tahun. Alkitab katakan Abraham sudah mati pucuk, bahasa sekarang impoten. Dan ditulis oleh alkitab bahwa Sarah istrinya sudah mati jalan atau adat perempuan ... sudah tidak haid lagi. Bagaimana satu bapak umur hampir 100 tahun yang sudah impoten, dipasangkan dengan satu nenek lincah umur 90 tahun yang sudah tidak haid lagi lalu Tuhan berkata: Tahun depan kamu akan punya anak, dari istrimu yang sah ini, dari Sarah. Wah, ketawa saudara-saudara. Sarah ini di dapur ketawa. Dia tutup pakai serbet, heuheuy ... deudeuh. Urang nini-nini rek boga anak, Tuhan teh kumaha. Sampe apa terjadi? Saya pendekkan cerita, karena bukan itu yang kita akan bicara, justru Abraham punya anak Ishak, yang arti namanya tertawa. 

Maka di sini kalau ada yang memakai nama Ishak tapi cemberut aja kerjanya, lekas ganti nama, lekas ganti nama sama Herodes. Saudaraku, kalau kita punya nama Ishak, kita harus suka tertawa. Ada haleluyah, saudara?  Sarah mentertawakan Tuhan dengan janji-Nya tetapi akhirnya Abraham mempunyai anak. Keistimewaan Abraham yang kedua, dia menjadi bayangan Allah menjamin hidup dan keturunan kita! Ada haleluyah, saudara?

Yang ketiga dites lagi. Itu anakmu yang sudah 17 tahun bawa ke gunung Moria, serahkan dia. Dia serahkan. Korban itu harus disembelih. Tapi heran pas diangkat pisau, Tuhan sediakan domba, datanglah istilah Jehovah Jireh, Allah menyediakan. Maka dengan bangga Allah berkata: 'Akulah Allah Abraham.' Pelajarannya Abraham itu tokoh iman percaya. 

Pertanyaan saya, yang saya renungkan sendiri, apakah Tuhan merubah impotennya Abraham dan ketertutupannya dari peranakannya Sarah itu hanya untuk sekali saja ... apakah Tuhan mengembalikan potensi itu untuk beberapa kali? Nampaknya Tuhan mengembalikan potensi kepada Abraham itu kembali normal, kenapa? Karena ini nggak sabar ini Sarah. Ah, masa iya sih saya nenek-nenek ini bisa punya anak. Tuh, saya punya fan poh namanya Hagar. Sudah dari itu. Karena dia masih muda 18 tahun, coba. Karena si Sarah bilang, masa si aki-aki 100 tahun bisa. Nggak percaya saya. Hamil Hagar. Berarti potensi yang Tuhan beri kepada Abraham itu potensi yang orang Jepang bilang ... ruarrr biasa. Ada haleluyah, saudara?

Kalau Tuhan mau memberikan potensi yang baru dalam kelahiran baru kepada saudara dan saya, Dia beri potensi yang luar biasa kepada kita. Saudara bisa mampu mengerjakan yang tidak mungkin asal kita percaya kepada Tuhan. Saya yakin Sarah itu menyesal. Kenapa? Karena ternyata anak Hagar ini, Ismail, bikin pusing sampai Abraham berkata: 'Duh Tuhan, Ismail jangan disuruh keluar dong, dia anak saya juga, dia anak sulung saya'. Nggak, kata Tuhan, bukan itu anak perjanjian, anak perjanjian-Mu adalah Ishak. 

Kita lari kepada tokoh yang kedua, Ishak. Akulah Allah Ishak. Apa Ishak terkenalnya? Dalam Kejadian    

26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 
26:13 Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. 

Yang bikin kita ini kagum ternyata Ishak diberkati kaya, makin hari makin kaya, sehingga dia jadi sangat kaya pada waktu jaman kelaparan, lagi jaman paceklik. Ayat 1-2-3, Kejadian 26, itu bala kelaparan yang kedua kali.  Sudah kejar mengejar itu bala kelaparan. Baru kelaparan yang tahun pertama saja, tanah sudah kering, dihantam lagi kelaparan yang kedua ... tambah kering. Tapi heran, sampai Allah bangga menjadi Allahnya Ishak. Menabur ditanah yang sama. 

Maka kan saya suka khotbah, saudara kalau mau diberkati Tuhan, nggak usah kita pindah ke Jakarta, ke Bandung, nggak usah ke Singapur, ke Hongkong. Sekarang orang nggak mau ke Hongkong karena ada SARS, nggak mau ke Singapur karena ada SARS. Pesawat-pesawat bangkrut kosong. Ada satu orang teman saya dari Hongkong ke Jakarta sendirian. Naik pesawat 7-8 pramugari dia sendirian aja. Pindah-pindah satu jam di kursi itu, terus 20 menit di WC duduk. Nggak ada yang ribut. Makanan ditawarin: 'Mau nambah, mau nambah?' Cuman sendirian karena orang takut SARS. Kita nggak takut SARS karena SARS bagi kita Saya Anak Raja Segala Raja. Amin, saudara? 

Apa pelajaran yang dari Ishak? Pelajaran dari Ishak, Allah sanggup menjamin bisnis saudara! Jangan cuma ngomong haleluyah, harus punya iman sampai itu meresap di dalam hati kita. Tuhan itu bukannya Tuhan yang cuma menyelamatkan kita dari dosa saja, Dia menyelamatkan kita juga dari hutang piutang, Dia bisa memberkati toko, warung, jualan, pabrik. Semua kita akan diberkati.   

Ditengah-tengah paceklik, ditengah-tengah Indonesia lagi sedang  di dalam keadaan yang miskin, utang banyak. Sekarang 2004, IMF tidak lagi membantu, CGI tidak lagi membantu. Indonesia sudah diambang kehancuran tapi kita tidak usah takut karena kita punyai Tuhan yang luar biasa. Kita bisa bisnis ditempat yang sama, dagang yang sama, dikota yang sama di Cianjur, yang belinya juga orang yang sama - tapi heran, kalau Tuhan memberkati, jadilah kita kaya - makin hari makin kaya. Akhirnya kita sangat kaya.

Tuhan tidak marah saudara jadi kaya. Tuhan juga tidak tersinggung saudara jadi kaya. Malahan Tuhan bangga,  Tuhan senang, Tuhan mau saudara itu kaya dan diperkaya. Yang Tuhan tidak mau kalau waktu kita kaya, kita mulai sombong; waktu kita kaya, kita menganggap remeh orang miskin; waktu kita kaya, kita jadi lihatnya keatas terus. Jadi orang kalau lihat kita, yang lihatnya dia lubang hidung saja karena kita lihatnya keatas terus. Kita tidak pernah lihat kebawah. Yang Tuhan marah, kalau kita kaya mulai kita lupa sama Tuhan. Yang Tuhan marah kalau kita kaya mulai kita tidak kebaktian; yang Tuhan marah kalau kita kaya, mulai kita jadi si Inul; kalau kita kaya, kita mulai saudaraku lupa kepada Tuhan, semua hanya duniawi. 

Kalau ditanya kenapa nggak kebaktian, sibuk. Kenapa nggak ke gereja, sibuk. Nanti kalau Tuhan gebuk, baru kita tahu. Maka daripada kita digebuk, jangan ngomong sibuk. Biarlah kita lebih rajin kepada Tuhan. Tambah diberkati, eh, tambah lipat lutut, sembahyang. Eh, tambah jadi boss, eh, dia akan berlutut ... tambah sembahyang di gereja, ikut bedstone. Tambah diberkati, tambah ada waktu untuk puasa; tambah diberkati eh, dia datang di doa malam; tambah diberkati, eh, dia tambah rajin kepada Tuhan. Tuhan bilang tambah lagi bonus, kasih dia berkat ... sama malaikat departemen berkat. Tambah berkat, dikasih berkat lagi. 

Malaikat yang saya punya mencurahkan ... grojoin berkat. Yang kedua yang membanggakan Tuhan Aku Allah Ishak, karena dia sanggup memberkati umat-Nya ditengah-tengah zaman kekeringan, ditengah-tengah musim paceklik, ditengah-tengah jaman kelaparan. Saya bicara kepada bapa-bapa, ibu-ibu yang bisnis, yang berusaha,  yang dagang, yang bingung dari bulan ke bulan anak sekolah kita ikut sekolah, anak sekolah kita udah mulai mikir uang pangkal. Jangan takut. Sejauh saudara punya Allah Ishak, Dia akan menolong kita, Dia memberkati kita. 

Tetapi kita harus masuk kepada yang ketiga: 'Akulah Allah Yakub.' Kalau Tuhan berkata: 'Akulah Allah Abraham', cengli. Aduh, cengli Tuhan. Abraham, bapa segala orang percaya - cengli. Dia mau menyerahkan anaknya, dipersembahkan kepada Tuhan ... cengli Tuhan jadi Allah Abraham. Dia tinggalkan rumah bapa ibunya, tanah airnya semua, Dia berjalan ke tempat yang belum dia tahu ... cengli. Luar biasa Abraham ya. Sampai Tuhan bangga, Dia berkata: 'Aku Allah Abraham.' 

'Aku Allah Ishak' ... cengli. Ishak itu menanam di tempat kering. Menanam di tempat musim kemarau, menanam benih di tempat yang orang bilang tidak mungkin jadi. Diberkati sama Tuhan 100 kali lipat. Saya belum katakan sama saudara, 100 kali lipat di Alkitab bukan 1.000X100 jadi 100.000 ... bukan. Kalau saudara mempunyai uang 100.000,  di dalam Alkitab artinya 100 X 100.000. 100X100 itu artinya dari 100 kali lipat. 10.000 kali lipat. Jadi bukan 100 kali lipat, 10.000 kali lipat. Cengli Tuhan. Memang Ishak itu berani ya, dia dengar-dengaran sama Tuhan sampe dia kaya .. tambah hari tambah kaya sehingga dia jadi sangat kaya. Padahal dia sudah kaya dia bikin mezbah untuk berdoa kepada Tuhan, memanggil nama Tuhan. Cengli Tuhan. 

Tapi ini yang wo tidak ngerti ini Tuhan. Yang ngai nggak ngerti, kenapa Tuhan mau bangga menjadi Allah Yakub? Yakub tidak ada prestasi satu juga. Namanyapun artinya penipu. Kalau Yakub itu hidup jaman sekarang namanya ditambah Yakub Astuti ... Yakub Asli Tukang Tipu. Bahasa Ibrani kuno namanya cong ti po.  Di sini nipu  di sana nipu, bapa sendiri ditipu. Tangan dikasih lem, pakai kulit kambing, rambut pakai wig. Nggak ada jenggot dibikin jenggot palsu, suara digede-gedein: 'Selamat siang papa.' Papanya sudah buta. Siapa ini? Saya Esau. Bapanya: 'Suara sih suara Yakub tapi badan badan Esau.' Memang Esau badannya berbulu. Berilah kepada saya, itu hak kesulungan. Sama kakaknya dia sudah tukar dengan lihai, dengan licin, dengan licik ditukar, saudara, dengan kacang merah. 

Di mana di dunia hak kesulungan yang miliar-miliar harganya, ditukar dengan kacang jogo ... dengan kacang merah? Aduh, panas-panas pakai daging, itu baru pulang dari berburu lapar: 'Koko Esau, koko Esau, mau kacang merah nih'. Waduh, hayo sini ... sini ... sini. Aduh, kamu pintar masak.' 'Tukar dong'. 'Tukar pakai uang?' 'Nggak mau, pakai hak kesulungan.' Esau ini karena sudah lapar, dia nggak mikir lagi hak kesulungan. 'Sini ... sini, hak kesulungan ambil aja.' Dia makan sampai habis .. ketipu. Dan memang Yakub ini suka nipu. Dia nipu sana ... nipu sini. 

Tuhan, apa nggak salah Tuhan berkata: "Aku Allah Yakub." Tukang tipu. Apa Engkau Allahnya tukang tipu? Roma  

9:10 Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa leluhur kita. 
9:11 Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, --supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya-- 
9:12 dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda," 
9:13 seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau." 
9:14. Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil! 
9:15 Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati." 
9:16 Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah. 

Kalau Tuhan bilang: 'Aku mengasihi Yakub', apa saya bisa protes?  Di sinilah kita mulai punya Tuhan yang bo cengli - untuk keuntungan kita. Masa ya Engkau bangga jadi Tuhannya Yakub, tukang tipu. Tapi Tuhan berfirman: 'Aku mengasihi Yakub dan membenci Esau.' Sebelum mereka lahir, sudah dikasih tahu, anakmu itu ada dua, kakak dan adik. Kakak akan jadi hamba adik. Dan Aku mengasihi adiknya Yakub daripada kakaknya Esau, mau apa? 

Di sinilah inti dari Injil. Tuhan mengasihi yang brengsek seperti Yakub! Penipu seperti Yakub, jahat, kotor, najis tapi Tuhan bilang: 'Aku mengasihi dia'. Karena apa? Yakub mewakili saudara dan saya! 

Siapa yang Dia pilih menjadi rasul Paulus? Apakah orang yang tidak pernah salah? Paulus ini pembunuh, dia kejar-kejar orang kristen. Masuk keluar rumah dengan surat kuasa penuh dari imam besar, lari ke Damaskus untuk mencari orang kristen, ditangkap ... di penjara. Stephanus, hamba Tuhan, dirajam sampai mati, dia nonton dengan tidak berkedip. Tolak pinggang, dia lihat Stephanus dirajam ... tidak ada belas kasihan. Ini Paulus. Dia cari orang kristen, dia sangat benci orang kristen sampai  di dalam darah daging sumsumnya, dia tidak suka sama orang kristen. Lho,  kenapa Tuhan panggil jadi rasul? Begitu di Damaskus, dia dipukul oleh cahaya Tuhan, dia jatuh dan buta tiga hari. Dia bertanya: 'Siapakah Engkau, Tuhan?' 

Suara dari Surga berkata: 'Akulah Yesus yang kamu kejar-kejar.' Sadar dia, bahwa selama ini dia melawan Tuhan. 'Pergi ke Jalan yang Lurus, ketemui seorang bernama Ananias dan Aku akan kasih tahu kepadamu apa yang dia akan kasih tahu kepadamu apa yang engkau harus lakukan.' Tuhan berkata sama Ananias: 'Hai Ananias, sebentar lagi ada Saulus yang mengejar orang kristen. Dia akan datang, dia buta sekarang ... dia sedang puasa. Doakan sama dia karena Aku akan pakai dia menjadi alat  di dalam tangan-Ku'. Ananias protes: 'Tuhan, apa Engkau tidak tahu Dia ini pembunuh, Dia ini perusak. Berapa banyak keluarga kristen dibunuh dipenjara. Stephanus keluarga kami, Stephanus teman kami dirajam tidak ada belas kasihan. Tuhan masa engkau begitu?' 'Aku akan bikin dia menjadi alat  di dalam tangan-Ku'. 

Petrus. Petrus sudah rusak. Sumpah tiga kali, aku tidak kenal Yesus ... aku tidak kenal Yesus, aku tidak kenal Yesus. Dia sampai marah bersumpah, bersumpah: 'Aku tidak kenal Yesus'. Padahal beberapa hari sebelumnya dia berkata: 'Engkaulah Kristus Anak dari Allah yang hidup'. Dan waktu Yesus sudah bangkit, Dia bilang sama Maria Magdalena: 'Kasih tahu kepada saudara-saudaraKu dan kepada Petrus, bahwa Aku sudah bangkit. Dia bertemu dengan murid-muridNya  di dalam satu ruangan tapi kepada Petrus saudara, Dia datang secara pribadi: 'Hei Petrus, apakah engkau mengasihi Aku?' 

Kalau saya jadi Petrus, saya sudah nggak bisa jawab. Mau ngomong apa lagi. Sudah salah. Mungkin murid yang lain berkata: 'Apa Tuhan nggak salah memakai Petrus. Dia kan sudah sumpah tiga kali aku tidak kenal Yesus.' Kalau Tuhan mau pakai Petrus, kita mau protes? 

Siapa yang dipakai penginjil pertama oleh Yesus? Seorang perempuan bejat, namanya tidak diketahui tapi dikenal dia sebagai perempuan Samaria. Timba air juga diam-diam jam 12 siang, supaya nggak kelihatan orang. Malu. Orang Samaria. Di sumur Yakub. Dia timba di sumur Yakub, yang dibanggakan oleh Tuhan. Dia timba eh, ada laki-laki. Ganteng, kasep, umur 30 an tahun. Orang mana? Dilihat dari hidung-Ny,a mata-Nya - Dia orang Yahudi. Hai, perempuan, beri Aku minum. Siapakah Engkau? Engkau orang Yahudi, kan Yahudi dengan Samaria tidak berbicara. Kalau engkau tahu siapa yang berbicara kepadamu, niscaya engkau sudah kasih minum sama Dia. Kamu punya air apa, timbapun Kamu tidak punya. Kalau engkau minum air ini, engkau akan haus pula tapi kalau engkau minum air yang akan Aku berikan kepadamu, engkau tidak akan haus pula. Karena dari dalamnya akan mengalir terpancar air hidup sampai kepada hidup yang kekal. 

Berilah Tuan aku minum, berilah aku air itu. Baik, panggil kemari 5 suamimu. Kaget. 'Saya belum bersuami'. Kenapa? Karena Yesus ganteng. Saya belum bersuami. 'Tepat katamu', kata Yesus. 'Lima orang sudah jadi suamimu'. Dan sekarang sudah bercerai. Dan yang sekarang yang ke-enam belum kawin tapi sudah samen-leven,  tapi sudah hidup bersama. Panggil kemari. Udah terbuka. 'Tuan, Engkau adalah seorang Nabi'. Kami diajarkan oleh leluhur kami nanti ada Mesias. 'Akulah Mesias'. 

Lari ini perempuan, saudaraku, ke kota Zikhar. Dia berkata: 'Hei,  di sana ada Satu Orang yang ceritakan dosa-dosaku, yang ceritakan kebusukanku, yang ceritakan perbuatanku, yang ceritakan rahasia yang paling dalam diriku. Dia cerita. Bukankah dia Mesias? Alkitab katakan dalam satu hari, penduduk Zikhar percaya kepada Tuhan Yesus Kristus!  

Siapa yang dipakai? Satu perempuan yang bejat. Siapa yang memberitakan kebangkitan Yesus? Perempuan lagi. Maria Magdalena. Kenapa Tuhan nggak pakai Yohana, kenapa Tuhan nggak pakai Susana, kenapa Tuhan seperti tidak ada lagi alat, yang Dia pakai ini wanita yang bekas kerasukan setan, wanita gila? Saya hanya jawab: Kalau Tuhan mau pakai, siapa mau protes?   

Anak terhilang. Pulang terhuyung-huyung dengan kurus kering. Dia berkata : 'Bapa, tidak patut aku dipanggil anak. Jadikan saja aku kacung, sudah cukup'. Bapanya nggak jawab: 'Ambil pakaian yang terbaik. Pakai sama dia. Sepatu baru pakaikan, cincin yang baru. Bikin pesta. Karena anakku mati sudah hidup, yang hilang sudah kembali'. Kakaknya datang, marah .. tidak mau masuk rumah. 'Pah, kenapa papa terima ini anak yang kurang ajar. Sudah main sama perempuan pelacur-pelacur bapa terima, kasih lagi pesta, apa bapa nggak terlalu berlebihan?' Wei, kata bapanya, .. anakku, apa yang aku punya kamu punya. Semua yang milikku ini milikmu'. Ceritanya hanya sampai disitu. 

Tapi yang saya mau cerita saudara adalah Tuhan mengasihi orang yang bejat, yang rusak, yang ngaco, yang kacau, supaaya dia menjadi baik  di dalam Tuhan. Yang ini harus kita buka. Lukas       

19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. 
19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." 
19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." 
19:9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. 
19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." 

Yang kacau, yang bejat, yang rusak seperti Saulus, diperbaiki oleh Tuhan .. jadi Paulus. Yang rusak seperti Petrus diperbaiki saudaraku, menjadi rasul terbesar. Satu kali khotbah, 3.000 orang bertobat. Yang rusak-rusak seperti anak terhilang, diperbaiki .. dikembalikan dikasih pesta. Apa maksudnya pak pendeta khotbah ini malam ini? Saya punya dua maksud.  

Maksud yang pertama. Jangan minder datang sama Tuhan. Ah, oeh mah kieu keneh lah. Ah, saya mah masih keneh rusak. Lekas datang sama Tuhan! Serahkan kasus saudara, serahkan persoalan saudara - nanti Tuhan pasti buka jalan. Kalau ku hidup suci ... Tidak turut dunia .. Ku tahu Tuhan .. Pasti buka jalan .. 

Yang kedua. Kalau ada diantara kita sebagai umat Tuhan sudah lama  di dalam Tuhan dan saudara melihat satu flek, satu kekurangan saudara. Memang paling susah orang bisa lihat kekurangannya. Orang pandai melihat kekurangan di orang lain tapi sukar melihat kekurangan diri kita sendiri. Tapi kita ada Roh Kudus. 

Saya senang kepada Roh Kudus karena Dia sering memperlihatkan kepada saya kekurangan saya. Dia memperlihatkan kepada saya borok-borok saya, kebusukan kejelekan saya. Kalau saudara-saudara diperlihatkan itu oleh Tuhan, jangan minder dan berkata begini: 'Aduh, kalau begitu mah saya akan mundurlah dari Tuhan karena saya sudah sekian tahun  di dalam Tuhan, nggak maju-maju saya. Nggak bisa maju saya, kurang ini kurang itu'. 

Ingat saudara, kita ikut Tuhan nggak bisa pakai usaha kita. Kita berusaha supaya hidup suci, nggak bisa. Kita musti serahkan sama sang Juru Selamat. Kenapa? Waktu ini Yakub lari-lari terus kesana kemari, nipu sana nipu sini, lari-lari terus dia takut sama Esau dengan 400 tentara, akhirnya dia ketemu Tuhan ... ketemu malaikat-Nya di sungai Yabok. Tuhan musti tangkap dia dulu: 'Aduh, kamu kenapa sih lari terus'. Saya minta berkat Tuhan. 'Tidak'. Patahkan dulu pahanya Yakub. Dia jalan begini saudara. Kenapa? Tuhan sengaja. Karena dia jalan begini, dia nggak bisa lari lagi. Musuh datang, dia nggak bisa lari lagi. Esau datang dengan 400 tentara mau bunuh, dia nggak bisa lari lagi. 

Akhirnya dia setelah ketemu Tuhan, ketemu malaikat Tuhan, dia kasih lima persembahan. Persembahan kesatu,  persembahan kedua, persembahan ketiga, persembahan keempat, persembahan kelima. Kalau kamu ditanya sama Esau, siapa kamu? Kami adalah hambamu, ini persembahan dari adikmu. Kedua juga begitu. Kalau mereka bunuh kamu terima saja, tawan kamu terima saja. Kedua juga begitu. Inilah persembahan ... keluar istri anaknya kasih. Sudah lima. Jadi saudara bisa bayangkan ini luar biasa Roh Kudus punya susunan. 

Begitu Esau dengan 400 tentara mau bunuh adiknya karena ketipu dia, dia marah. Begitu lihat orang, dia nggak kenal: 'Siapa kamu?' Bawa hadiah. 'Saya utusan dari adikmu. Saya mempersembahkan ini'. Belum habis, dia belum ngomong, dia belum buka, sudah datang rombongan kedua. 'Siapa kamu?' 'Saya utusan dari adikmu'. Rombongan ketiga: 'Siapa kamu?' 'Saya utusan dari adikmu'. Memberi persembahan banyak. Rombongan keempat, rombongan kelima. 'Siapa kamu?'

Di belakang rombongan, paling belakang, dia lihat ada satu orang jalan. 'Siapa dia?'

'Akulah Yakub'.

Saudara, saat itu Esau tidak bisa marah. Dia jadi kasihan lihat adiknya, berjalan seperti ulat. Maka ada ayat  di dalam Yesaya: 'Jangan kamu takut, hai ulat Yakub!' Maka Allah itu bangga. Dia berkata: 'Aku Allah Yakub'. Kalau saudara banyak kekurangan, jatuh bangun jatuh bangun terus, Tuhan Yesus mau berkata malam hari ini: 'Aku Allah-Mu, Aku bisa atasi permasalahanmu, Aku bisa atasi kekurangan-kekuranganmu, Aku bisa atasi!'

Dia bukan hanya mengampuni dosa, tetapi Dia memberi kekuatan kepada kita untuk hidup di atas dosa, untuk hidup lebih tinggi dari dosa. Kita tidak lagi di bawah dosa tetapi kita bisa menguasai ... kita ada di atas dosa. 'Aku adalah Allah Yakub.' Anak Manusia datang bukan mencari yang benar tetapi mencari yang hilang. Siapa diantara saudara merasa Firman ini untuk saudara, berkatalah sama Tuhan Yesus: 'Terima kasih Tuhan, Engkau menjadi Allah Yakub berarti Engkau mau menjadi Allahku! 

Malam hari ini, kita mau perbaiki Mezbah kita di hadapan Tuhan. Paskah tahun ini diiringi dengan satu perubahan. Biar kita berjalan seperti ulat ... tetapi ulat bersama dengan Tuhan!                

-- o --   

Rabu, 23 April 2003

TUHAN SANGGUP MEMATIKAN JUGA MENGHIDUPKAN

Selamat sore, selamat bertemu berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Hari kemarin pada setengah sembilan pagi, saya sudah kembali dari negeri Belanda dan sudah dilayani delapan kebaktian selama tiga hari. Pada hari jumat kita adakan KKR paskah, hari sabtu diadakan KKR paskah, tapi pagi hari dari jam 10.00 sampai jam 20.00 diadakan seminar .. 3 kali seminar, dan diikuti oleh sembilan gereja, sampai di Jerman dan Tuhan sudah memberkati kebaktian-kebaktian itu. Hari minggu kita bisa layani tiga kebaktian lagi dan Puji Tuhan sekarang saya ada ditengah-tengah saudara. Kita akan kembali melihat Lukas

2:25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, 
2:26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. 
2:27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, 
2:28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: 
2:29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, 
2:30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 
2:31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, 
2:32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." 
2:33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. 
2:34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 
2:35 - dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri -, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." 

Ini adalah masa-masa kecil dari Yesus ketika Dia 2 tahun. Sebelumnya sudah disunat. Lalu sekarang kita melihat di Yerusalem ada seorang yang bernama Simeon. Saudara bisa bayangkan begini. Yesus ini dibawa kesana, gembala-gembala dikasih tahu Yesus lahir, orang majus dikasih tahu Yesus lahir, tapi Simeon tidak. Simeon hanya dijanjikan bahwa dia tidak akan mati sebelum dia melihat Yesus itu sebagai Mesias, akan dia lihat sendiri baru dia akan mati. Jadi ketika hal ini mengajak kita berpikir sedikit, berpikir sejenak. Ada kalanya Yesus itu dinyatakan kepada kita dengan berbagai cara. 

Kita tahu sekarang kita bisa mengenal Yesus, mungkin jalannya diajak temen. Diajak temen, dibawa kegereja, dia denger  Firman Allah dan saat itu juga dia percaya. Tapi ada orang yang sudah kegereja, bertahun-tahun ke gereja masih belum mau di Baptis. Jadi aneh ya, kita aneh. Ini orang sudah bertahun-tahun ke gereja tapi belum mau dibaptis. Buat saya, bukan soal dia belum mau, buat saya Tuhan belum menyatakan diri kepadanya. 

Kok ada jiwa baru yang dibawa satu kali saja ke gereja, langsung dia percaya, langsung terima baptisan, kemajuannya itu cepat sekali. Langsung ikut doa, langsung ikut puasa. Yang satu ini sudah bertahun-tahun ikut kebaktian, tidak mau dibaptis. Boro-boro ikut doa malam, dia merasa puas dengan dirinya sendiri. Jadi, nampak  di sini Tuhan mempunyai berbagai cara. 

Jadi, Yesus sudah lahir tetapi Simeon tidak tahu. Simeon tidak merasa, tidak ada yang kasih tahu bahwa Yesus sudah lahir karena Dia ada di Bait Allah. Jadi ia masih menantikan. Kata menantikan  di sana, saudara-saudara, menyatakan bahwa dia belum melihat apa yang dijanjikan. Jadi masih menantikan. Berarti Yesus bisa ada disekitar kita. Tetapi bagi satu saudara, dia mungkin masih menantikan. Bagi satu saudara yang lain Dia sudah jadi  jawaban, seperti gembala. Bagi satu saudara yang lain Dia memang Juruselamat seperti Yusuf dan Maria.

Jadi, saudara-saudara, ada berbagai cara Tuhan menyatakan diri-Nya kepada kita.   

2:26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. 

Ini godaan saudara. Coba kalau saudara ada pesan dari Roh Kudus: Saudara tidak akan mati sebelum Yesus datang, jadi saudara akan hidup sampai Yesus datang. Ini bisa tergoda, orang yang lemah imannya, dia bisa makan seenaknya, berbuat dosa seenaknya, karena dia sudah dapat janji Tuhan tidak akan mati. Mari sekarang saya mau terangkan ini supaya kita terbuka wawasan kita. 'Apa yang dijanjikan' ... ini janji Tuhan - itu akan digenapi kalau kita ada pada .. saya mau pakai kata garis 'Janji Tuhan'. 

Contoh.  Di dalam Perjanjian Lama ada ayat berbunyi begini: 'Sampai turunan yang ketujuh Aku akan berbuat baik kepadamu'. Turunan sampai turunan yang ketujuh akan dijaga Tuhan, sampai turunan yang ketujuh akan diberkati  oleh Tuhan, dan sebagainya .. sampai turunan yang ketujuh. Berarti, ini satu kita, punya anak .. punya cucu .. terus.  di dalam garis ini, berkat Tuhan selalu ada. Nah, sekarang tiba-tiba turunan yang ke-5, dia tidak mau jadi anak Tuhan, dia tidak mau jadi orang kristen; dia keluar, dia tidak percaya Yesus. Saya mau tanya kepada saudara: 'Apakah Janji Tuhan masih untuk sampai turunan yang ke-7?' Tidak! Sekarang dia ada anak ini ke- 7, ini  di dalam jalannya Tuhan, nah, ini masih berlaku .. Janji Tuhan masih berlaku kepada kita karena dia ada dalam garis perjanjian. 

Jadi, kalau Tuhan janji mau memberkati kita sampai turunan yang ke-7, kitanya musti ada di garis perjanjian, nggak boleh ngaco. Kalau kita ngaco mah nggak kena, nggak dapat janji Tuhan. Coba. Contoh yang ke-2. Buka dulu Matius 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah. 

Bahasa Inggris berkata roh, the spirit is willing, roh berkehendak. Tapi daging lemah. Nah, saudara sekarang sudah punya kehendak. Saya punya kehendak .. ada'will ' saudara. Saya punya kehendak untuk berdoa, apa kehendak untuk berdoa itu sudah menyelamatkan kita? Nggak! Saudara cuman pengen berdoa, saudara ingin berdoa, saudara berkehendak untuk berdoa, apa saudara itu cukup menyenangkan hati Tuhan? Tidak! 

Lain antara kehendak dengan yang dikerjakan. Tuhan nggak cari kehendak. Saudara cuma mau sembahyang, mau kegereja, mau berbakti .. tapi diam dirumah. Mau berdoa, nggak sembahyang-sembahyang. Lain antara apa yang kita tahu tentang Firman Tuhan. Kita bisa tahu seluruh isi Alkitab, bisa mengerti teori, tetapi kalau nggak dipraktekkan, apakah teori itu ada manfaat sama kita? Nggak ada! 

Biarpun saya mengajar saudara, tetapi saya tidak mempraktekkan yang saya ajarkan, ini Firman Tuhan nggak akan jadi berkat buat saya. Jadi, lain kehendak, lain yang dikerjakan. Memang hati, spirit, roh berkehendak, kata Yesus, tetapi tubuh kamu ini .. pekerjaannya lemah. Jadi kembali lagi kepada ini, janji Tuhan, 7 turunan kalau kita semua ini turunan semua tujuh-tujuhnya itu  di dalam garisnya Tuhan. 

Nah, ini saya katakan tadi percobaan. Orang dijanjikan kamu nggak akan mati, kalau belum lihat Mesias. Apa Simeon langsung naik kegunung, jatuhkan diri dari gunung, ah, saya nggak akan mati .. jatuhkan diri? Saya rasa dia mati, lho. Orang jatuh dari gunung tinggi 100 meter, mati saya rasa. Karena bukan itu yang dimaksud Tuhan. Kalau kamu hidup normal, ikut kepada melakukan Firman, menjalankan Sabda Tuhan, kamu nggak akan mati karena Aku mau kasih kado, yaitu kamu nanti lihat dulu penghiburan untuk bangsa Israel yaitu, Mesias. 

Dengar, sekarang tuh saudara kebaktian. Tuhan, bukankah Firman-Mu berkata: 'Saya akan diberkati?' Betul.  Tapi ada ayat berkata 'Hendaklah engkau setia'. Nah, kalau kita nggak setia lalu kita nuntut Tuhan memberkati kita .. era atuh. Kita minta Tuhan berkati saya .. berkati saya - tapi kita nggak setia. Jadi, pasti Tuhan  memberkati kalau kita setia, ada haleluyah saudara?

Sejauh anak terhilang  di dalam rumah, terpelihara dia. Tapi sejauh dia diluar rumah, dia nggak terpelihara. Ini saya baru ada yang kasih buku. Ini buku di foto copi tapi baru di kasih hari selasa kemarin. Ini adalah satu hamba Tuhan, dia menceritakan bagaimana kira-kira isi hati Tuhan kepada kita. Jadi isi hati Tuhan itu kira-kira bagaimana sama dia, itu dia dapat dari Roh Kudus lalu dia tulis menjadi buku. Saya senang .. saya dapat berkat,  baru tadi saya baca setengah halaman, tapi saya baca ya: 

Jangan takut dengan kasih Tuhan. Aku, .. kalau saya bilang Aku itu, artinya Tuhan, kamu itu berarti anak, kita semua. Aku tidak menyukai semua yang ada  di dalam kamu sekarang, karena Aku sangat benar dan Aku memiliki kamu ditanganKu. Kadang-kadang Aku menjamah bagian-bagian hidupmu yang peka, yang kamu mau Aku tidak ikut campur dalam urusan itu. Sedikitnya untuk sebentar saja kalau Aku jamah itu kamu nggak suka. Kamu merasa tekanannya terlalu besar. Kadang-kadang baru Aku pegang, kamu sudah mengibaskan tanganmu. Tidak menyukai tanganKu. Tetapi nanti pada akhirnya, kamu balik lagi kepada tanganKu. Padahal waktu itu kamu pergi dan balik, kamu sudah kehilangan rasa tenang, rasa kuat dan rasa damai yang ada  di dalam Aku bersama dengan kamu. 

Akhirnya, perlahan-lahan kamu belajar untuk tunduk kepada-Ku dan kepada jalan-jalan-Ku. Pada mulanya engkau menurut tapi masih menggerutu tetapi akhirnya engkau bersuka-cita dengan melakukan kehendak-Ku. Masih ada bagian-bagian hidupmu yang Aku mau miliki, tetapi apakah engkau mau menyerahkannya sekarang? Karena Aku tidak menyukai kelemahan-kelemahanmu itu. Aku belum menjamah bagian-bagian hidupmu yang tersembunyi itu. Aku menghargai kehendak bebasmu (free will). Tetapi Aku mau menanti undanganmu. 

Aku sanggup menyembuhkan luka-luka yang halus dari hari-hari yang sudah lewat. Tetapi jamahan-Ku lain dengan jamahan manusia, jamahan manusia menyakitkan hatimu tetapi jamahan-Ku akan menyembuhkan kamu. Percayalah kepadaKu, apa saja yang Aku jamah dan perbaiki dalam hidupmu, itu semuanya demi kebaikanmu. Walaupun Aku memakai disiplin, itu adalah karena Aku mengasihi engkau. Engkau tidak usah memakai tameng atau topeng dari Aku karena Aku tidak pernah mengundurkan diri dari engkau, tetapi tetap mau memegang engkau  sampai engkau rileks dipegang dan siap mau menerima Aku. 

Kenapa kamu tegang, hai anak-Ku? Kenapa engkau menyembunyikan dari Aku - apa yang sebetulnya milik-Ku? Aku mengasihi engkau. Setiap bagian hidupmu Aku mengasihi. Aku tidak mengasihi kamu model yang lama, kehidupanmu yang lama. Tetapi yang Aku kasihi adalah pribadimu walaupun engkau sekarang banyak salah, banyak kegagalan. Aku mau meyakinkan kepadamu tentang kasih sayang-Ku. Tidak ada yang tersembunyi dari penglihatan-Ku. Aku menunggu sampai engkau mau mengijinkan Aku menjamah bagian-bagian hidupmu yang kamu tidak mau Aku tahu. Supaya Aku datang dan memperbaikinya. 

Ini isi hati Tuhan. Jadi, sepanjang kita ada  di dalam garis perjanjian, kita akan mengalami janji Tuhan, ada haleluyah? Selama kita ada  di dalam garis ini, turunan keberapa .. anak cucu buyut kita, pasti semuanya ikut Tuhan, semuanya diberkati, kecuali kalau kita keluar. Seperti anak terhilang kan keluar dari rumah, dia nggak dapat berkat Tuhan ... miskin, ya. Jadi, apa yang kita punya kehendak, itu lain dengan apa yang kita mampu. Saudara berkehendak tapi belum mampu. 

Maka, kita harus rendah hati untuk datang kepada Tuhan mohon bimbingan-Nya. Ini juga membawa saya jadi mengerti dan membantu saya dalam menggembala karena tidak semua kita cepat menangkap, tidak semua kita cepat maju, ada yang lamban menangkap, ada yang lamban maju tetapi hati-Nya Tuhan tetap mencari saudara, supaya saudara mau dibuat maju oleh Tuhan, ada haleluyah? 

2:27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus.  

Ini yang membedakan Simeon dari orang-orang yang lain. Saudara tentu akan mengerti kalau saudara-saudara  saya ajak lebih dahulu membandingkan dengan ... Saudara ingat Yesus masuk di Bait Allah, lihat ada orang dagang, jual merpati, jual domba kambing, sampai tukar uang .. money changer. Karena paskah itu dirayakan sampai 7 hari. Indonesia paskah hari minggu sudah, di Belanda ada paskah ke-2, jadi senin masih libur. Makanya senin itu sebetulnya saya masih disiapkan kebaktian, saya bilang nggak mau, saya mending pulang. Masa cuma 3 hari? Ya sudah, memang jatahnya 3 hari kok. 

Apa yang terjadi saudara-saudaraku? Orang datang di paskah itu 7 hari pesta besar. Wah, festival. Jadi ada orang datang ke Bait Allah untuk dagang, ada orang datang ke Bait Allah untuk ketemu orang, ada orang datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Saya yakin saudara-saudara sekalian datang ke Bait Allah dibimbing dipimpin oleh Roh Kudus. Dibawa dipimpin untuk berpuasa, untuk berdoa. 

Jadi, saudara-saudara inilah Simeon, ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Nampak sekali ada hubungan yang erat antara Roh Kudus dengan Bait Allah. Sekarang kita buka Lukas   

2:49 Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" 

Jadi, tenyata bukannya Roh Kudus yang ada hubungan dengan Bait Allah, tetapi juga Yesus, Tuhan kita, selalu senang ada  di dalam Bait Allah! Saudara-saudara, kalau saudara senang ada  di dalam Bait Allah, rindu selalu berbakti  di dalam Bait Allah. Jangan kebaktian di gereja begini .. berpangku tangan .. itu non aktif, tetapi kalau saudara buka alkitab ikut, mengikuti apa yang di Bait Allah, berdoa, saudara begini di Bait Allah berdoa, saudara menyukai Bait Allah. 

Ada dua pribadi, yaitu Roh Kudus dan Yesus, suka ada  di dalam Bait Allah. Tentu saudara ingat mazmur 27:4, tidak usah dibuka, yang sudah saya buat nyanyian : Satu hal telah kuminta kepada Tuhan .. Itulah yang kuingini .. Diam dirumah Tuhan seumur hidupku .. Menyaksikan kemurahan Tuhan .. Dan menikmati Bait-Nya .. Dan menikmati Firman-Nya. Nah, ini raja Daud juga menyenangi Bait Allah. Saya dapat laporan, wah kebaktian nggak ada ko Yoyo, rame ..  rame. Nggak ada ko Yoyo mah ngobrol digereja ge. Orang itu nggak ngerti keindahan Bait Allah, Bait Allah tambah saudara ngobrol, suara Tuhan nggak kedengaran. Ruang bawah sama ruang ini aja udah beda, diruang bawah saudara mau ngobrol sampe ka ongkeg, silahkan. Tapi  di dalam Bait Allah ini jangan. Ini tempat dimana Roh Kudus ada. Kenapa saya kalau bedstone, kenapa berdoa dibelakang sana?  Di sini.

Jadi saudara-saudara, kita harus tahu bagaimana di Bait Allah ini ada Roh Kudus ada Yesus. Jadi, saudara tuh jangan sampai ah, Tuhan gak ingat sama saya. Nggak. Begitu saudara ada digereja saja, Dia itu ada. Menolong,  mau menolong kepada kita. Kembali kepada ayatnya. Lukas      

2:27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, 
2:28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: 

Tuh, tadi kan saya sudah bilang, jangan begini saudara kalau ke gereja, berpangku tangan. Kalau begini non aktif. Tapi Dia menyambut, menyambut Yesus, lalu menatang. Saudara lihat saya menatang bayi, Yesus masih bayi waktu itu .. ditatang, sambil memuji Allah, katanya: 'Sekarang Tuhan, biarkan hambamu pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan Firman-Mu sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari padaMu yang telah Engkau sediakan dihadapan segala bangsa. Yaitu terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu Israel'.

Mungkin sudah terbawa umur saya saudara, ya, saya sudah umur 55 ini. Jadi waktu di Belanda, saya lihat ada orang pameran lukisan. Luar biasa itu lukisan, duh bagus amat. Pulang dari Belanda, di Jakarta kemarin saya lihat ada lagi yang pameran lukisan. Tapi dipesawat diputar saudara, diputar film bagaimana negara ini, bagaimana negara itu. Nah, kalau sudah di film  diputar, bagaimana negara ini bagaimana negara itu, yang dikasih liat yang bagus-bagus. Coba saudara, kaya cengeng saja saya nonton begitu aja nangis saya. Aduh, kok pemandangan bagus amat, di pesawat kok saya nangis sendirian. 

Karena mungkin jiwa saya sudah rindu kesana. Apalagi kalau kita sedang hidup, tiba-tiba banyak problem, banyak pikiran, banyak persoalan, wah, rasanya kita ingin pindah, ingin cepat-cepat saja meninggalkan dunia ini, ingin masuk di tempat itu. Luar biasa. Mungkin kebawa umur. Ada mungkin yang sudah umur 70 tahun masih betah di dunia, masih makan vitamin, masih belajar goyang si Inul, 70 tahun goyang si Inul pararotong meureun tulang. Tapi saya udah nggak disitu. Bertahun-tahun kan saya sudah ngomong, saya bilang sama guru saya: Aduh oom, hati saya mah sudah  di sana. Banyak orang kirim sms, pendeta-pendeta: 'Selamat ya, terpilih jadi sekretaris MD, selamat ya'. Saya bilang: 'Aduh, biar ketua majelis pusat, itu nggak ada apa-apanya buat saya mah'. Emangnya apa, apakah dengan jadi sekretaris MD, saya dapat tempat di Surga? Nggak, bukan itu! 

Jadi, waktu Simeon menatap Yesus, dia lihat Yesus keselamatan, dia berkata: 'Ya Tuhan, sekarang saya siap mati'. Biarkan hambamu ini pergi dalam damai sejahtera. Jadi matinya bukan mati ngeres, bukan mati dendam, bukan mati karena sakit hati, bukan mati karena mikirin anak, bukan mati karena pusing mikirin hutang, tapi dia mati dengan damai sejahtera. Ini kematian yang Tuhan mau. Kita meninggal dalam damai sejahtera, dengan tenang. 2:30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 

Saudara suka nyanyi itu kan Mataku tertuju pada-Mu. Dia bilang tidak begini: 'Karena mataku telah melihat Mesias' - nggak! Dia bilang: 'Mataku telah melihat keselamatan'. Ini yang ditekankan  di dalam agama kristen, yaitu keselamatan di dalam Yesus. Kalau saudara sudah mendapat keselamatan dalam Yesus, udah hidup yang lain mah cuma bonus. Hidup yang lain mah hanya biasa aja, bonus. Saudara umur 50 tahun, 60 tahun, saudari Sun Lan 50 tahun meninggal, itu bukan urusan dihadapan Tuhan sih. Papa saya umur 53 tahun, 52 tahun bukan urusan.

Yang penting kita meninggal dalam Yesus, ada haleluyah saudara? Meninggal dalam damai sejahtera. Papi mertua saya sudah meninggal tapi sudah bukan urusan, dia sudah ada  di dalam Yesus. Senang. Udah senang dah. Kalau ada telepon dari Sorga kesini, saya telepon semenit aja, saya bilang: Papi, ayo kesini, ke Cianjur, saya udah ada cucu, papi lihat dah, sebentar aja. Papa, mama, lihat cucu. Mungkin: Oh, syukur-syukur. Tapi udahlah. Senang  di sini .. di Surga. Barangkali mau 5 menit kesini? Euh. Surga mah senang, tempat yang bersukacita  di dalam Tuhan. 

Maka Simeon ini berkata : 'Biarkan hambamu pergi dalam damai sejahtera'. Saya suka ingat teman-teman  saya pendeta, yang sudah pada meninggal. Pendeta Warlela meninggal, Hendrik Manitik meninggal .. udah duluan, di Jakarta meninggal. Teman-teman saya sekelas sekolah Alkitab meninggal udah duluan. Teman saya di Bangka ada satu kelas juga.    
2:30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 
2:31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, 
2:32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.

Sekarang itu Israel berarti juga dua: Israel rohani dan Israel jasmani. Tetapi saudara-saudara, lihat ngga, Yesus itu dikirim untuk menjadi kemuliaan bagi kita, bagi umat! Sembahyang pake dalam nama Yesus, anak kita kawin tumpangi tangan, 'turunlah berkat anugerah dari Tuhan Yesus Kristus. Saudara pulang, mau ke gereja, digereja pertama nyanyi di gereja, doa pertama 'kami masuki acara kami kebaktian ya Bapa, dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Pulang 'turunlah berkat dari anugerah dari Tuhan Yesus Kristus'. Sakit maju kedepan, yang doakan  dalam nama Awondatu nggak ada .. dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Mau tidur sembahyang, 'berikanlah perlindungan, jauhkan dari kebakaran rumah dan sebagainya'. 

Kalau kita lagi tidur, saudara, nyamuk nempel juga kita nggak sadar, tapi kita berdoa supaya Tuhan lindungi dalam nama Yesus. Marilah kita serahkan anak-anak kita kedalam Nama ini supaya dia dilindungi, supaya tidak salah pilih, supaya tidak salah kaprah, supaya tidak salah, bukannya jadi generasi narkoba bukan generasi SARS, bukan generasi yang sakit-sakitan, bukan generasi gagal, bukan generasi pengaco - tapi generasi bagi kemuliaan Tuhan. Ada haleluyah saudara-saudara?

Tuhan, anak-anak saya, saya ngerti saya orang tua, dia bukan milik saya, dia milik Engkau, tapi biarlah hidupnya menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan. Jangan ngerakeun, jangan mempermalukan nama Kristus, jangan yah. Dulu waktu saya masih main band, dipanggung. Bapanya pak Onesimus tuh, bapa mertuanya pak Samuel Rahmat, maju ke panggung saudara, celana saya ditarik: 'Yo, inget ya, kamu anak pendeta. Ya, ampun, meni era. Tapi cuek we da harita mah da keur lolong. Hayang keneh maen band. Inget ya, kamu itu anak pendeta .. jangan bikin malu.  Tapi Puji Tuhan saya nggak bikin malu .. bapa yang nunjuk itu juga saya yang baptis. Haleluyah.

Jadi, saudara-saudara, mari kita hidup bagi kemuliaan nama Tuhan.  

2:33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. 

Ini bukti bahwa Yusuf dan Maria tidak memiliki Yesus. Cuma dipinjam kandungannya, cuma dipinjam keluarga ini untuk menurunkan Yesus. Buktinya, waktu ada Simeon ngomong gini, 'amat heran'. Dipakai kata marvel, wah,  ajaib, amat heran.

2:34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 
2:35 --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." 

Saya akan bagi saja ini  di dalam .. secara gamblang saja, secara cepat saja .. tidak usah detail. Yesus dinubuatkan akan membangkitkan dan menjatuhkan orang di Israel. Saya pake Israel  di sini .. Israel. Jadi Dia bisa bangkitkan, bisa jatuhkan orang-orang yang ada di Israel. Kalau saya ganti Israel ini menjadi jemaat, jadi umat Tuhan .. Tuhan Yesus sanggup membangkitkan dan menjatuhkan. Dalam bisnis, jatuh bisnis kita, Yesus bisa bangkitkan, kok. Kalau kita sombong, biar kita hebat, Tuhan bisa jatuhkan. Teringatlah saya kepada puji-puji dari Ibu Hana. Ini harus dibuka karena ini ayat terakhir. 1 Samuel  

2:1. Lalu berdoalah Hana, katanya: "Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu. 
2:2 Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita. 
2:3 Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji. 
2:4 Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan. 
2:5 Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu. 
2:6 TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana. 
2:7 TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga. 
2:8 Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan. 

Jadi, saudara-saudara Tuhan sanggup membangun, Tuhan sanggup menjatuhkan! Sekian dahulu pelajaran kita, kita berdiri bersama-sama. 

-- o -- 

Rabu, 30 April 2003

PEDANG 

Kita akan kembali sama-sama buka Lukas 

2:34 Lalu Simeon memberkati mereka - Yang dimaksud dengan 'mereka'  di sini adalah: Yusuf dan Maria - dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan .

Sudah kita pelajari, bagaimana Tuhan bisa membuat orang kaya menjadi miskin, orang miskin menjadi kaya. Nah, sekarang kita mau lihat ayat 35 - dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri -, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." 

Kalau saudara perhatikan, ayat ini dimulai dengan satu garis, dan ditutup setelah kata sendiri dengan satu garis itu dalam tanda kutip, - dan satu pedang akan menembus jiwamu sendiri -, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang. Dalam bahasa Inggris, berbunyi: "Ya, sebuah pedang akan menghancur-luluhkan kedalam jiwamu juga dan pikiran banyak orang akan dinyatakan." 

 Di sini kita melihat nubuatan dari Simeon, dikatakan satu pedang. Kalau Firman Allah bicara pedang, ada beberapa macam pedang. Yang pertama akan kita lihat adalah: 

1. Pedang Firman Allah 

Efesus 6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 

Yang pertama kita dapat  di sini adalah Pedang Roh. Kalau sekarang pedang ini sudah jarang dipakai, sudah jarang terkenal. Tapi jaman dulu pedang ini sangat dikenal karena termasuk keperluan dari setiap orang. Tidak jauh saja, tadi yang memimpin pujian ini dari Langoan. Kalau kita ke Manado, itu kalau kita lihat dipinggir jalan orang jalan bawa pedang bawa golok, itu sudah biasa. Karena mereka biasa pagi masuk ke kebun di hutan, mereka kerja di kebun, pulang-pulang sore mereka pulang kerumah, selalu ada pedang selalu ada golok. Nah, jaman dulupun demikian, kata pedang ini dipakai oleh Tuhan untuk menerangkan sesuatu kepada kita. 

Yang pertama adalah pedang Roh. Kalau pedang Roh saudara-saudara, saya nggak tahu urusan saudara, saya nggak kenal kesusahan saudara, saya nggak kenal kesulitan saudara, saya nggak kenal kesalahan saudara, tapi waktu saudara dengar Firman Allah, tiba-tiba ada kata-kata Sabda Tuhan yang kena dihati saudara, yang nenghibur saudara, yang menegur saudara, yang menolong saudara, yang mengangkat saudara, yang memberikan pengertian kepada saudara, yamg menunjuk salah saudara, yang menolong untuk kita mengerti - itu adalah pedang Roh. Pedang dari roh. Jadi adalah Firman Allah, pedang roh ini adalah Firman Allah.

Rasul Paulus juga berkata,  di dalam Ibrani:    

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. 
4:13 Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab. 

Kalau saudara di x-ray, saudara-saudara akan ketahuan foto jantung saudara, foto paru-paru saudara, foto limpa saudara, usus saudara. Kalau diotak kita ada kanker di x-ray kelihatan. Nah, Firman Allah itu seperti x-ray, Dia lewat baju, dia melewati daging kulit, melewati tulang, memisahkan sum-sum dengan tulang, tahu membedakan pikiran dan hati orang. Ini pedang Roh, pedang dari Tuhan, yaitu Firman Allah. Nah, pedang jaman dulu itu berbentuk seperti ini kurang lebih 30 cm, saya gambar secara sederhana saja. Ini yang dimaksud pedang pada waktu jaman dulu saudara, tajam dikedua sisinya dan ini pegangannya saya mau bikin, ini dipakai oleh tentara Roma pada waktu peperangan supaya dia bisa berperang dengan bagus. 

Pedang ini punya tiga gerakan, yaitu gerakan kekanan, gerakan kesamping dan gerakan menusuk kedepan. Kalau saudara gabungkan ini, saudara akan lihat tiga dimensi, tiga sudut. Pada waktu paskah di Mesir, dipintu harus dibubuh darah, yaitu diambang dan dua jenang pintu,  di sini dan  di sini. Kalau kita hubungkan ini juga, kita lihat ada segitiga. 

Jadi pedang roh ini dia saya mau katakan ini Doa, ini Puasa, ini Puji-pujian. Jadi, ada gerakan untuk kita mau menang  di dalam Tuhan, belajar berdoa, berpuasa dan memuji Tuhan dalam puji-pujian. Puji-pujian itu tusukan kedepan untuk maju kedepan, kita harus memakai puji-pujian. Tentara Israel menang diatas Yerikho karena dia menyanyi, Yesus lahir malaikat menyanyi. Jadi puji-pujian adalah tanda dari kemenangan.

2. Pedang diri kita sendiri

Pada waktu Yesus ditangkap, Petrus cabut pedang lalu memotong telinga orang yang namanya Malkus karena dia mau bela Yesus. Yesus bilang: "Sarungkanlah pedangmu, yang suka main pedang aka mati dengan pedang." Jadi, kita belajar sekarang satu hal: Jangan pakai pedang ini tapi pakailah Pedang Roh, ada haleluyah saudara-saudara? Kalau kita mau mengatasi satu problem persoalan, apa di keluarga, apa dalam perusahaan, apa secara secara keuangan, apa mau nasehati anak atau apapun juga, jangan pakai pedang kita, jangan pakai kekuatan kita, nanti ini membalik ke kita. Siapa main pedang, kata Yesus, dia mati sama pedang. Kalau kita pakai pedang ini, nanti berbalik kepada kita. Kita akan dirugikan oleh pedang kita sendiri. Sudah sarungkan saja pedang itu, pakailah pedang Roh. Kalau pakai pedang, Roh tidak pernah gagal, selalu berhasil, biar Roh Kudus yang kerja bukan kita.

Seorang bisa nurut, selamat kepada Tuhan Yesus, itu bukan karena pendeta, bukan karena kita manusia, nggak bisa didorong nggak bisa disuruh nggak bisa dipaksa. Biar Roh Kudus, karena kalau Roh Kudus yang menyuruh,  tidak ada yang bisa tahan, dia akan selalu bertekuk lutut dikaki Tuhan karena namanya saja Pedang Roh. 

Nah, pedang roh ini apa? Ini yang kita sedang pelajari, yaitu Firman Allah. Jadi, sekarang Firman Allah bukan hanya menghibur, tetapi sebagai senjata. Tiga kali iblis datang sama Yesus, "Coba kalau betul kamu anak Allah, jadikan ini batu jadi roti." Saya mau tanya sama saudara: "Bisa nggak Yesus jadikan batu jadi roti? Bisa nggak?" Bisa .. tapi karena yang nyuruhnya setan, Dia berkata begini: "Ada tertulis, .. - berarti Dia pake Firman .. ada tersurat, manusia tidak hidup dari roti saja melainkan dari Firman Allah." Dia pakai Pedang Roh, dia pakai Sabda Tuhan! 

"Coba Kamu naik ke bumbung Bait Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari atas, karena ada tertulis katanya: Malaikat-malaikat akan menatang Kamu diatas tanganNya." ... dijawab sama Yesus: "Ada tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan Allahmu". Pakai Firman Allah lagi. Lalu dibawa ke gunung yang tinggi oleh setan ini dikasih lihat dunia, tuh .. dunia ini aku kasih kepadaMu asal Kamu mau nyembah aja kepada aku. Yesus bilang: "Ada tersurat: Bahwa semua orang harus menyembah hanya kepada Tuhan." Pakai Firman lagi. Iblis lari. Jadi kalau kita mau menang, Yesus aja pakai Firman Allah, kita juga harus pakai Firman Allah. 

Firman Allah bilang: Berdiam diri, biar Tuhan yang berperang - kita berdiam diri. Kalau Tuhan bilang kita sabar - kita sabar. Kalau Tuhan bilang kita maju, ya kita maju. Tuhan bilang tahan .. ya tahan. 

Jadi, ada dua pedang ini, nanti ada pedang malaikat, ada pedang Tuhan, ada pedang Gideon, dan sebagainya, tapi kita belajar ini saja dulu. Pedang Roh dan Pedang Diri Kita Sendiri, pedang rohani dan perang jasmani. 

3. Pedang Salomo 

Pedang Salomo semua sudah tahu ceritanya ini. Salomo ini saudara-saudara, malam-malam didatangi sama Tuhan, masih muda dia. Tuhan bilang begini: "Salomo, minta apa saja kepadaKu sekarang, apa saja kamu minta Aku kasih." Kalau Salomo waktu itu barangkali minta 'saya ingin ketemu si Inul', bisa saudara-saudara ketemu, tapi Salomo nggak minta itu. Kalau Salomo bilang 'saya ingin kaya', langsung dikasih kaya. 

"Saya mau minta Tuhan beri saya hikmat'. Bahasa asli, hati yang berbudi, bahasa lebih tua lagi 'hati yang mendengar'. "Oh, baik, Aku kasih kata Tuhan. Tapi walaupun kamu nggak minta kekayaan, Aku pasti kasih kekayaan." Maka sampai sekarang nggak ada Raja yang bisa melebihi Salomo. Hanya satu Yesus. Nggak ada didunia ini yang lebih kaya dari Salomo. Brunei Darussalam kwaci dibanding Salomo. Kaya. Mau naik ke singgasananya saja, 12 singa dari emas, emas 24 karat, bukan kosong dalamnya .. isi. Paling kaya.

Eh, malam minta dikasih, pagi-pagi udah datang dua wanita bawa satu orok. Dua-duanya ngaku ini anak dia: "Tuan, ini anak saya." Saudara sudah tahu ceritanya. Ini anak saya. Lalu Salomo mengangkat ambil pedang, dia bilang begini: "Sini bayi ini, aku mau belah dua. Sebelah buat kamu, sebelah buat kamu. Ini yang paling adil.

Nah, ibu yang palsu, wanita yang bukan mamanya bilang: Adil .. adil .. cengli .. cengli, supaya perempuan itu nggak dapat, saya juga nggak dapat karena memang ibu itu anaknya sendiri mati, dia curi dari orang lain. Tapi ibu yang asli bilang begini: Aduh, jangan. Jangan Baginda, jangan dibunuh anak ini, jangan. Kasih aja sama dia udah, kasih saja sama itu ibu, nggak apa-apa dah. Biar saya nggak dapat asal anak saya hidup .. jangan dibunuh. Oh, tahu Salomo, ini ibu yang asli, ambil anak ini, kasih sama yang asli, ini ibu penjara. 

Apa ini pedang Salomo? Hikmat. Jangan tukang tahu disuruh bangun rumah. Tukang nge-cat disuruh betulin listrik. Biar sampe nonggeng, dia nggak bisa .. malah salah-salah dia bisa mati ngeureunyet. Da abdi mah biasa ngecet atuh, ari kudu ngaleureusken listrik mah, nu mana positif .. nu mana negatif da sarua geuning. 

Dulu saya ada pengerja namanya Suwono, aduh ... Coba ambil kabel, ambil kabel. Kabel itu saudara ada cucukannya, yang satu  di sini kabel ini nggak ada cucukannya. Ayo masukin sana, yang ini bawa sini. Maksud saya, ini dulu dong kasih saya baru itu cucuk, nggak, dia cucuk dulu sana. Masuk, ini kabel yang ujung pegang ama dia, aduh .. sakit. 220 volt. Saya tempeleng dia .. dag .. jatuh, kalau nggak saya juga ngeureunyet. Kalau nggak ditempeleng, udah jatuh dia. Dia sampai keluar keringat, da 220 volt, monyet ge paeh. Karena kurang tahu. Inilah hikmat. 

Saya lihat di Canada pada tahun 1976, aduh saudara, lihat kemana aja, kekiri kekanan itu padang gandum, lihat orang juga nggak ada, liat gandum aja. Waduh, saya lihat traktor mulai memetik gandum. Dari sini metik,  langsungnya gandum naik ke traktor, itu gagang-gagangnya jadi sampah, rapi sekali. Si yang punyanya mah jalanin traktor saja,  di sini dapet 4 meter kesana 4 meter kesini dapet. Di Perancis orang metik anggur pakai tangan. Gadis-gadis Perancis petik anggur, taruh di tempatnya.

Coba sekarang kita nggak pakai hikmat. Tukar sekarang. Kita nuai gandum dipetikin satu-satu, sabaraha bulan eta tah, gandum di Canada sabaraha bulan baru abis? Sekarang kita nuai anggur pakai traktor .. hancur anggurnya. Jadi kita musti tahu tempatnya siapa? Kiper tuh dibawah gawang. 

Kemarin saya ke Jakarta, saya setir sendiri .. supir sakit. Udah jalan udah 11 km, sepatu ketinggalan. Saya pikir ini pengerja-pengerja gimana nih, sudah tahu saya mau pergi, sudah tahu saya ini kurang tenaga, sudah tahu saya setir sendiri, cape. Cing atuh bantuan saeutik. Masa saya pake jas, pake dasi .. pake sandal khotbah? Jadi, hikmat saudara-saudara, kemampuan kita memakai kepandaian. 

Coba berapa banyak sarjana yang nganggur? Sarjana hukum, sarjana ekonomi nganggur. Naha encek Bun Tuan mah baheula bukan sarjana bukan apa, beunghar, kacang asin cap Beringin. Golkar belum ada, dia mah udah pake beringin. Dulu ada tukang kacang. Saya masih kecil. Kacang asin, malam-malam. Kacang asin dibungkusin jam 9 malam, sekarang senangnya luar biasa. Biar tombak bagus, kalau nggak dipake majal, pisau nggak dipakai tumpul. Kalau pengetahuan nggak dipake, juga tumpul. Bagaimana pakainya? Dengan hikmat!              

Tiga saja dulu ini. Kita kembali kepada Lukas untuk melihat apa maksud Firman Tuhan dalam Lukas 2:35 --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri-

Menurut Ibrani 4:12 tadi, memang pedang itu bisa memisahkan sum-sum dengan tulang, urat-urat dan sebagainya. Tahu mengetahui pikiran manusia. Jadi jiwa  di sini saudara-saudara, adalah tempatnya, adanya emosi, adanya keinginan, adanya kerinduan, adanya kemauan - itu adanya dijiwa. Kalau saya pakai tiga kotak ini, ini tubuh, jiwa dan roh. Roh ini yang paling bawah. Tubuh ini dari luar, roh ini dari dalam jadi ketemunya  di sini .. di jiwa. 

Betul rasul Paulus bilang 'jangan terlalu punya cita-cita tinggi, over, tetapi sesuaikan dengan iman yang ada padamu'. Memang Bung Karno bilang: "Gantungkanlah cita-citamu setinggi bintang dilangit." Tapi kalau cita-cita kita terlalu tinggi, kita nggak liat kemampuan, cita-cita kita terlalu tinggi, nanti salah-salah bukan bintang dilangit yang kita dapat tapi bintang tujuh nomor enam belas, da rieut wae, pusing, kenapa? Karena terlalu tinggi. 

Saya dulu cuma cita-cita begitu masuk kelas satu sma mau masuk ke kelas dua, ditawarin sama guru, guru itu baik sekali karena saya maen band : "Kamu mau masuk Sosbud atau Paspal?" Paspal teh aljabar yang mau jadi dokter, jadi insinyur. Kamu mampu. Ya, saya mampu, cuma mampunya saya teh kalau dipaksakan, aduh, karena saya main band. Atau kamu mau ambil Sosbud, sosial? Karena ini sudah diatur sama Tuhan, ah, saya bilang saya Sosbud aja lah, sosial aja. Sos juga sama Bud itu dibedakan, sosial aja. Jadi kalau masih sampai nggak bisa sekolah seminggu, masih bisa kita ngejar, cuman nyatet aja. Aduh, kalau Paspal mah susah. Nggak bisa jadi dokter cuman katanya kalau Sos mah. Nggak apa-apalah. 

Jadi ditanya mau jadi apa? Ya, kalau nggak sarjana hukum jadi KKO. Waktu dulu Marinir itu nggak ada .. KKO. Cuma begitu udah kelas tiga SMA, ada yang nanya, ini jemaat yang nanya, mertua perempuan saya, waktu itu belum jadi mertua : Yo, engke lamun nggeus sakola rek kamana? Ya, lamun teu jadi sarjana hukum, jadi KKO. Meuning sarjana hukum. Sarjana Hukum, kita liat papa saya mama saya kan nggak bisa bayar sekolah. 

Jadi saudara-saudara, mama itu teken batin betul-betul, semuanya dipres untuk adik saya supaya sekolah jadi insinyur. Saya sudah jadi pendeta, semua lari sama dia semua, sampai dia jadi insinyur. Saya tahu diri karena anak paling besar jadi talenan, udah nggak bisa. Jadi KKO, teu bisa ngojay, nggak bisa barenang. Lha, pasukan katak tapi teu bisa berenang atuh meureun jadi eta meureun jadi kodok goreng. Nggak bisa, saya nggak bisa berenang. Ya sudah, apalagi, ya sudah. 

Tahun 1967 saya sakit, 1967 saya ke Bandung, ada guru papa saya, bapa Patterson khotbah. Saya sakit-sakit ke Bandung ikut, sendiri dari rumah ke Bandung naik bis. Sampai di Bandung masuk di oom Deboer dengar khotbah, eta khotbah teh kaya cerita saya punya kehidupan. Wauh nempo ge heunteu, kakara harita ngadenge, kenapa dia cerita yang saya punya kehidupan? Dia tanya: "Siapa anak muda  di sini yang mau jadi hamba Tuhan?" Itu nggak rasa air mata bercucuran. Angkat tangan saya. Maju kedepan. Iya ari maju mah kedepan. Kedepan saya maju teh. Disitu saya terpanggil, 13 november 1967. Januari 1968 sekolah alkitab. Mawa koper ge koper besi, saudara. Tapi cita-cita saya nggak terlalu tinggi. Tuhan yang baik itu diangkat, pelan-pelan yah banyak salah banyak kekurangan tapi Tuhan angkat. Sampai kaya begini sekarang itu, karena Tuhan angkat.

"Siap nggak kamu Maria, nanti ada pedang menusuk jiwamu sendiri?" Kapan itu? Waktu umur 12 tahun hilang Yesus. Kemana? Cari-cari satu hari nggak ada, ada-ada di Bait Allah. Marah Maria: "Kenapa Kamu nggak bilang-bilang sama mama sama papa? Tidak tahukah bahwa seharian mama papa mencari Kamu?" Ngomongnya teh menyinggung perasaan, Yesus teh: "Tidak tahukah engkau bahwa Aku harus rada dirumah BapaKu?" Meureun Yusuf teh berkata: "Bukankah aku bapa, harus ada dirumah bapaku?" Menyinggung, menusuk perasaan, menusuk jiwa tapi bagusnya Maria itu dia simpan. Coba kita lihat ayat:       
2:48 Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau." 
2:49 Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" 

Coba we saudara punya anak punya incu 12 tahun, kita pake nama si Joni aja: "Joni kamu teh kemana? Ema teh nyari kamu teh kemana?" Si Joni teh nembalan: "Tidak tahukah kamu bahwa aku harus ada dipasar?" Naha bedegong-bedegong teuing anakna teh, manggil ka ema kamu, manggil ka papa kamu. Tapi itu yang tertulis, pedang menusuk jiwa. Nggak marah.  

2:50 Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. 
2:51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. 

Kapan lagi menusuk? Waktu perkawinan di Kana, air jadi anggur. Habis anggur ribut Maria: "Yesus bikin sulap,  ini mereka kehabisan anggur. Yesus bilang: "Apa kena mengena, apa urusannya engkau dengan Aku? WaktuKu belum sampai." Karena dia udah belajar waktu umur 12 tahun, dia lari sama pembantunya: "angan takut yah. Apa saja yang Dia bilang, kamu lakukan." 

Kapan lagi ditusuk hatinya? Waktu Yesus disalib. Waktu Yesus disalib saudaraku, waktu rusuk Yesus ditusuk, itu mama siapa yang melahirkan, yang nggak rasa dia sendiri ditusuk? Waktu anak saya yang pertama meninggal aja, duh Tuhan, kalau bisa dia hidup saya mati dah. Kasihan, dia mati didepan saya. Menusuk. Apa maksudnya pedang menusuk hati? Supaya kentara pikiran orang banyak, katanya ayatnya tadi yang ke 35, yaitu supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." 

Ternyata berpikir itu  di dalam hati, yah. Pikiran dan hati dalam bahasa Yunani sama, kardio. Sekarang kalau kita tahu, kardio ini adalah hati, tapi memang apa yang terjadi dihati, itu akan terjadi dipikiran .. mengganggu pikiran. Kalau hati senang, pikiran cerah, wajah juga cerah. Hati susah, pikiran bingung, semrawut, wajah juga jadi semrawut. Pikiran dengan hati itu ada hubungan. Pikiran pusing kenanya jantung, pikirannya takut ngeri, berdebar.  

Ada hubungan selalu, apa yang terjadi dihati .. terjadi dipikiran; terjadi dipikiran terjadi dihati. Namanya aja sama,  kardio. Hanya Firman Allah yang membuka pikiran kita. Maka kalau ada keluarga yang belum  di dalam Tuhan, nggak bisa dipaksa. Didoakan saja. Nanti pedang Firman Allah akan membuka pikirannya, membuka hatinya sampai dia terbuka. Yesus kan mengetuk pintu, tok .. tok .. tok .. punten. Yah, seminggu mah belum dibuka, sebulan belum dibuka, setahun belum dibuka. Kalau terus .. terus diketuk? Batu aja kena tetesan air lama-lama juga legok. Maka kalau Firman Allah juga datang kepada kita, pasti satu kali hati kita akan terbuka dan pikiran kita akan dicerahkan.  

2:36 Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, 
2:37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. 
2:38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. 

Mari saya ajak saudara melihat apa yang dikerjakan oleh Hana ini. Hana ini satu nabi, nabiah. Dan dia, sejak suaminya meninggal, tidak kawin lagi tetapi tinggal  di dalam Bait Allah siang dan malam. Saya juga jadi bingung apa dia dipelihara oleh Bait Allah. Nampaknya pekerjaannya hanya berdoa dan berpuasa. Sama dengan gambar yang didepan saudara-saudara, dia siang-malam berdoa dan berpuasa tapi dia tidak punya puji-pujian. Nanti dia lihat anak ini .. nanti dia lihat Yesus ayat ke 38: Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur. 

Berterima-kasih, memuji Tuhan, ada puji-pujian. Jadi ketika Yesus dilihat, ada puji-pujian. Yesuslah yang membuat hati kita bisa memuji Tuhan, amin saudara? Yesuslah yang bisa membuat hati kita bersuka-ria, bukan gereja bukan pendeta, YESUS. Firman-Nya yang bisa membuat kita bersuka-cita. Didukung oleh apa? Didukung oleh Doa dan Puasa. 

Mari saya akan gambarkan, apa yang ada  di dalam ruang suci. Dalam ruang suci ada kaki dian dari emas, meja roti pertunjukkan, diatasnya mezbah dupa. Ini kaki dian dari emas, bicara kebaktian umum. Meja roti, ini PA .. Pelajaran Alkitab. Ini adalah praise and worship .. pujian dan penyembahan. Sama segitiga. Dimanapun adanya, selalu puji-pujian diatas. Kenapa? Aku duduk diatas puji-pujian, kata Tuhan. Jadi kalau saudara mau supaya  kebaktian kita diberkati, waktu kita kebaktian itu Firman Allah itu diberkati, jangan lupa memuji Tuhan. Nyanyian apa saja, lagu apa saja yang memuji Yesus, nyanyikan dengan sunguh-sungguh, pui Dia. Nanti saudara akan rasa lain, saudara akan rasa, sebelum Tuhan duduk dipuji-pujian, nanti Yesus duduk dihati saudara.  Hati saudara yang gelisah, hati saudara yang susah, hati saudara yang lelah, dengar, hati saudara yang kalah, begitu Tuhan duduk, mana bisa sih kalah terus, hati kita akan jadi pemenang, ada haleluyah, saudara-saudara? 

Itu sebabnya itu puji-pujian diatas. Sebagai ayat terakhir, kita lihat dulu Mazmur 

100:1 Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! 
100:2 Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! 
100:3 Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. 
100:4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! 
100:5 Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Umpama sore hari ini saudara tidak ada problem, tidak ada percobaan, saudara memuji Tuhan, Tuhan berkati. Tapi umpama malam hari ini saudara sedang ada dalam problem, sedang suntuk .. tidak enak hati, tapi saudara tetep memuji Tuhan, Tuhan kasih berkat dua kali ganda. Karena saudara-saudara sedang tidak suka, sedang tidak senang tetapi saudara-saudara masih tetap mau memuji Tuhan, mau mengangkat suara kepada Dia, Tuhan lihat ini suatu korban. Karena dikatakan 'bawalah korban pujian syukur'. 

Jadi, saya tidak panjangkan Firman Allah. Kita mau datang sama Tuhan dan kita mau berikan persembahan kita, puji-pujian yang terbaik kepada Tuhan. Haleluyah. Kita berdiri bersama-sama.    

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________