Khotbah Rabu Maret - April 2004

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 03 Maret 2004

Sabat

Lukas 

6:1 Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.
6:2 Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
6:3 Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
6:4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?"
6:5 Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

Pada perikop ini, kita akan mempelajari apa yang dimaksud Sabat dalam Firman Tuhan. Seperti saudara tahu, bahwa hari kita ini ada enam. Orang Ibrani, dia memanggil hari pertama ini ehad, hari kedua itu mereka bilang snain, hari ketiga mereka bilang selos, hari keempat arba, hari kelima saya nggak tahu, tapi hari keenam mereka bilang sabato, baru hari ketujuh ini dominggos, kata Latin. 

Saudara, sekarang kita tahu ini, minggu senin selasa rabu ... itu sabato jadi sabtu. Tapi sabato hari keenam ini mereka tidak boleh bekerja. Orang Yahudi karena dibawah Taurat mereka tidak boleh bekerja tetapi sebelumnya ini mereka harus memasak dua kali lebih banyak supaya hari ketujuh ini mereka boleh istirahat dan tidak boleh bekerja sama sekali. Jadi dihadapan kita adalah kata sabato ini. Yaitu dimana orang-orang Israel Yahudi tidak boleh bekerja ... mereka harus istirahat, tidak boleh bekerja, tidak boleh masak, tidak boleh apa-apa. Itu secara kasarnya. Secara umumnya demikianlah.

Pada waktu Tuhan Yesus masuk ke dalam dunia, itu masih ada dalam jaman Taurat. Ketika dia sudah punya murid:

6:1. Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.

Saudara bayangkan saja padi. Bulir gandum yang sudah menguning dipetik lalu digiling sama tangan. Setelah digiling sama tangan, dimakanlah oleh murid-murid ini. Tetapi beberapa orang Farisi yang ada disitu, mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari sabat. Lalu Yesus menjawab, tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar? Bagaimana saat itu yang terjadi? Mari kita lihat ceritanya dalam I Samuel   

21:1 Sampailah Daud ke Nob kepada Ahimelekh, imam itu. Dengan gemetar Ahimelekh pergi menemui Daud dan berkata kepadanya: "Mengapa engkau seorang diri dan tidak ada orang bersama-sama dengan engkau?"
21:2 Jawab Daud kepada imam Ahimelekh: "Raja menugaskan sesuatu kepadaku, katanya kepadaku: Siapapun juga tidak boleh mengetahui sesuatu dari hal yang kusuruh kepadamu dan yang kutugaskan kepadamu ini. Sebab itu orang-orangku telah kusuruh pergi ke suatu tempat.
21:3 Maka sekarang, apa yang ada padamu? Berikanlah kepadaku lima roti atau apapun yang ada."
21:4 Lalu jawab imam itu kepada Daud: "Tidak ada roti biasa padaku, hanya roti kudus yang ada; asal saja orang-orangmu itu menjaga diri terhadap perempuan."
21:5 Daud menjawab imam itu, katanya kepadanya: "Memang, kami tidak diperbolehkan bergaul dengan perempuan, seperti sediakala apabila aku maju berperang. Tubuh orang-orangku itu tahir, sekalipun pada perjalanan biasa, apalagi pada hari ini, masing-masing mereka tahir tubuhnya."
21:6 Lalu imam itu memberikan kepadanya roti kudus itu, karena tidak ada roti di sana kecuali roti sajian; roti itu biasa diangkat orang dari hadapan TUHAN, supaya pada hari roti itu diambil, ditaruh lagi roti baru.
 

Nah, inilah yang terjadi pada saat Daud kelaparan. Nah, disini ruang suci ini ada 3 alat, yaitu kaki dian dari emas, dimana menyala untuk menerangi tempat ini. Disini ada meja roti pertunjukkan, yang terdiri dari 12 roti. Dan memang ini tidak boleh dimakan oleh orang sembarangan. Disini ada mezbah dupa. Ini roti ini tidak boleh sembarangan karena namanya saja sudah lechem panim. Lechem panim artinya roti yang kudus atau roti yang dihadapkan kepada Tuhan. Nggak boleh diangkat kalau nggak ada gantinya. Jadi kalau memang sudah hari ini datang imam mau mengganti roti, dia bawa roti baru 12 roti itu diangkat ... diganti roti baru. Ini harus selalu ada dihadapan Tuhan. Maka disebut dia lechem panim, rotinya Tuhan, roti yang kudus.

Nah, ketika tentara-tentara Daud datang, Daud minta makan karena lapar. Apakah ada roti? Yang saya tertarik itu Daud minta 5 roti. Di dalam cerita Tuhan Yesus kan 5 roti dan 2 ikan mengenyangkan 5.000 orang. Dia minta 5 roti. Tapi dikasih 12 roti. Sisanya 12 keranjang ingat ya 12 keranjang itu juga roti.

Nah, kalau kita melihat disini pada pembicaraan tadi, imam itu kewalahan karena dia nggak punya roti. Ada cuma ada ini roti suci. Lalu dia tanya begini: Apa tentaramu itu bersih dari perempuan? Maksudnya kalau tentara-tentara jaman dulu masuk dalam peperangan, tidak boleh berhubungan dengan istri. Tidak boleh bersetubuh dengan istri. Mereka dalam peperangan itu memang perang suci. Tidak boleh. Oh kita tidak, semuanya tahir, semuanya sudah didoakan, semuanya tahir. Kalau begitu boleh, silahkan makan. Ada kekecualian karena darurat itu. Setelah mendengar cerita ini, kita lihat sekarang cerita dari Lukas 6 kembali.

6:3 Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
6:4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?"

Saudara-saudara, secara manusia, ini bukan makanan kita. Roti ini roti yang suci. Kita tidak tahir untuk makan roti ini. Tidak boleh kita. Saya berpikir, orang yang dalam di dalam Firman Tuhan, ia akan lebih rendah hati. Bukan tambah sombong, ia akan rendah hati. Karena dia kenal diri! Saya ini nggak layak makan Firman Allah ini. Ini cuma makanan imam. Tetapi setelah jaman Yesus, saudara dan saya bukan orang biasa lagi. Kita lihat 1 Petrus 1, dibelakang. Di dalam 1 Petrus 

1:13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.
1:14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Ini pentahiran. Kita tidak boleh sembarangan di dalam kehidupan rohani kita. Ayat 18,

1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Sekarang kita masuk pasal 1 Petrus pasal 2 ayatnya yang ke 9,

2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat - Imamat itu imam-imam - yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

1 Petrus 1:13, Kekudusan-Nya, penyucian-Nya, pentahiran-Nya. Sekarang ayat ke 9 dari pasal 2 adalah rotinya boleh dimakan. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus. Sekarang saudara dan saya diberi hak untuk makan roti yang suci ini. Amin, saudara-saudara? Tetapi perhatikan murid-muridnya dalam Lukas tadi. Pasal ke 6, kembali Lukas. Murid-murid itu menggiling dengan tangannya. Dia menggiling dengan tangannya sebelum memakannya. Dia giling dengan tangannya. Tangan didalam Firman Allah selalu bicara pelayanan. Saudara, Firman Allah kita tidak akan mengerti, kalau kita diluar pelayanan. Kita akan mengerti seperti apa Firman Allah, kalau kita tahu menggiling gandum ini. Maka kita akan mengerti apa artinya, nikmatnya, manisnya gandum itu, Firman Allah itu, kalau kita tahu menggiling dengan tangan pelayanan.

Kita lihat Mazmur 147. Di dalam Mazmur 147, disana Pemazmur menulis satu ayat yang luar biasa.

147:14 Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.

Mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. Bagaimana gandum kita bisa makan? Dia harus dipetik. Setelah dipetik harus digiling. Setelah digiling dijadikan tepung. Setelah jadi tepung dibikin roti. Setelah jadi roti baru kita nikmati, kita makan. Demikianlah Firman. Firman ini harus dikerjakan dengan tangan yang menggiling - dengan tangan pelayanan kita. Itu sebabnya saudara-saudara, sampai Rasul Paulus berkata, jangan kamu cape melayani Tuhan. Jangan kamu lelah, semua kelelahanmu itu tidak sia-sia, selalu ada balasannya dari Tuhan. Mazmur 

81:17 Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya."

Ada haleluyah? Ini janji Tuhan. Kalau saudara belum mengalami kekenyangan, kenikmatan dari Firman, saudara-saudara, bukan arti Tuhan melupakan saudara. Tetapi kita harus memetik gandum itu di ladang. Karena dipetiknya pada hari Sabat, pada hari sabato, artinya istirahat. Bekerja tidak usah kerja, tetapi Firman harus .... Biarpun hari sabat, Firman tidak pernah perei. Biarpun secara tubuh kita lelah, tetapi Firman Tuhan tidak pernah berhenti. Sayang banyak jemaat tidak punya hari sabat dihatinya. Dihatinya penuh dengan curiga, penuh dengan kemarahan, penuh dengan cemburuan, nganggap orang itu musuh, nganggap orang lain itu saingan, karena dia tidak merasa sabat, dia merasa gelisah, dia rasa dikejar-kejar, kenapa? Saya rasa sebabnya cuma satu - dosa!

Ketika Adam dan Hawa berdosa, nggak ada yang kejar mereka lari. Masuk ke dalam semak-semak bersembunyi. Ketika Tuhan datang mereka kira Tuhan pasti marah dan mereka akan dihukum dan mereka akan dicambuk. Padahal Tuhan datang bukan marah. Tuhan datang justru menolong - ketelanjangan mereka itu ditutupi. Seringkali kita begitu. Kita tidak ada rasa tenang, kita nggak ada rasa teduh, tidak ada rasa sabat. Dan di tangan kita tidak ada gandum, tidak ada Firman di dalam pelayanan. Kita tidak menikmati Tuhan, tidak mengalami Kristus maka hidup kita dijajah oleh perasaan negatif, hidup kita dijajah oleh perasaan-perasaan yang bukan dari Kristus. Itu bukan kehendak Kristus. Itu sebabnya orang Farisi itu selalu curiga. Kenapa kamu makan ini padahal orang lain nggak? Selalu nyalahkan orang. Tidak ada tenang tidak ada keteduhan. Selalu gelisah.

Nah, sekarang saya di dalam jemaat. Saya nggak boleh pilih-pilih orang jadi teman saya. Oh, ini manis saya sama mereka, yang ini saya nggak suka. Saya musti sayang semua. Nggak boleh orang suruh sama saya, musti musuhin ini, musti baik sama ini tapi yang ini musti ... nggak bisa. Siapa saya, memangnya saya yang punya surga? Memangnya saya yang selamatkan manusia? Tidak. Maka saya mau belajar, pada siapapun saya harus manis, pada siapapun saya harus baik. Saya mau jadi sabat. Sabat ini kalau ditambah ha ... jadi sahabat. Maka orang yang belum ada sabat nggak mungkin dia jadi sahabat. Karena dia selalu gelisah dia selalu curiga. Orang dekat sedikit berteman sama dia, dia curiga, jadi saingan. Selalu nggak baik.

Jadi pada sore ini kita harus belajar dari Firman Allah. Lalu ayat ke 5, Yesus bicara begini      
6:5 Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

Supaya saudara tahu, Katolik ajaran beda sama kita, Advent beda, Yesus Sejati beda. Bedanya dimana? Sekarang saya terangkan. Sudah kalau Katolik kita sudah tahu, dia kalau Yesus menolak saudara dalam keselamatan ada ibu Maria. Malahan Maria kadang-kadang lebih dihormat sampe di Jakarta ada sekolah Katolik namanya Bunda Mulia. Nggak ada Yesus Mulia itu nggak ada. Sekolah Yesus Mulia, nggak ada. Bunda Mulia. Atau Putera Mulia nggak ada. Selalu Bunda Mulia. Jadi Maria itu didudukkan sama dengan Yesus, itu pelajarannya. Kalau kita tidak - Yesus di atas semuanya. Pada waktu hari pentakosta, Maria justru cari Roh Kudus.

Sekarang Advent. Advent itu percaya sabat maka dia hari sabtu kebaktian. Tidak boleh jemaatnya dagang tidak boleh jemaatnya masak. Sabat. Tetapi Yesus Sejati dia dua-dua dipakai, Yesusnya dipake anugerah dipakai, sabat juga dipakai. Maka Yesus Sejati kebaktian juga sabtu, bukan hari minggu. Dan menurut gereja Yesus Sejati, dialah yang paling komplit karena Yesusnya dipakai sabatnya dipakai. Padahal disini ayat ke 5 Yesus sudah berkata: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat." Yang lebih besar itu hari sabatnya apa Tuhannya?Tuhan! Tapi banyak gereja membesarkan hari sabatnya. Nah, ini kekeliruan dari banyak gereja. Tapi kita tidak usah urus kekeliruan mereka dan kita harus mengerti kenapa kita tidak kebaktian sabtu. Sabtu ini saya pakai untuk bedston karena sabat yang sebetulnya saudara, sudah diberikan oleh Kristus Yesus di dalam hati kita. Di dalam hati kitalah Dia sudah memberikan sabat yang sebenarnya. Efesus

2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera.

Sabat diajarkan oleh Taurat. Tapi Tauratnya sudah dibatalkan oleh Tuhan Yesus, sabatnya sudah tidak ada lagi. Jadi kita tidak usah memelihara hari sabat tapi sabat yang sebetulnya itu ada didalam Kristus. Begitu kita terima Tuhan Yesus, kita akan menerima sejahtera menerima sabat. Walaupun angin ribut lho, kita tenang kita teduh. Kalau orang nggak punya sabat, nggak ada angin ribut perahunya enak tenang tapi di dalam hatinya ribut ... banyak curiga banyak nggak percaya sama Kristus, banyak takut, banyak kuatir, itu belum punya sabat. Orang yang punya sabat itu kaya Yesus. Angin ribut perahunya goyang, Dia mah tidur. Dia punya sabat, Dia punya keteduhan, Dia punya ketenangan. Ini yang saya ingin kalau saudara kebaktian itu ketemu sama Yesusnya ketemu intinya jangan teorinya. Ketemu Yesusnya.

Jadi sembahyang itu juga bedston ... cari sampai kita itu ketemu dengan Kristus di dalam doa. Sampai kita bisa, ini bukan saya suruh, sampai keluar air mata, kontak dengan Tuhan Yesus ya sudah, amin itu plong kita. Pulang hati lega. Jangan pikiran ini ngelantur. Di atas percobaan itu ada kecerahan ada berkat daripada Tuhan, ada langit yang biru. Dan pesawat tidak goyang, tenang aja. Itu yang Tuhan mau. Kita menghadapi dunia yang goncang kita tenang kita teduh, kita tidak repot ... kita memiliki sabat. Sebagai ayat yang terakhir. Matius   
11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Nah, ini kata kelegaan di dalam bahasa Inggris, itu sabat. Aku akan memberi sabat, Aku akan memberikan kelegaan, anapausis, bahasa Yunaninya. Aku akan memberi sabat kepadamu. Memang ada beban ada tugas

11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Nah, ketenangan ini sekali lagi disalin dengan kata sabat. Jadi Yesus memiliki dua kali ganda sabat dari Taurat.

11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Sekarang saya tidak mau punya banyak teori, sekarang saya kembalikan sama saudara. Saudara mau percaya diri sendiri apa saudara mau percaya Yesus. Yesus kasih dua kali ganda sabat. Taurat dia dapat. Aku Tuhannya dari hari sabat. Didalam Kristus dua kali sabat ... Ketenangan, keteduhan. Tapi aneh orang kristen banyak nggak ada tenang. Curiga aja. Nggak maju-maju rohaninya itu. Situasi itu dicurigai terus. Orang yang baik dicurigai, keadaan yang baik dicurigai. Orang kristen sekarang nggak berani bersaksi tapi berani ngedamprat, nih orang kristen sekarang. Bersaksi mah nggak berani nggak becus. Tapi ngedamprat orang berani.

Sabat di hati. Aneh saya. Padahal Tuhan punya dua kali ganda sabat, dua kali ganda ketenangan, dua kali ganda keteduhan. Maksudnya sabat itu bukan berarti kita saudara nggak ada kemau, bukan. Bukannya letoy, bukan. Tapi walaupun ada percobaan, walaupun ada peperangan walaupun ada tantangan walaupun ada kesulitan, hati kita ini ... damai. Bening, tenang. Kita nggak dijajah sama rasa curiga, nggak dijajah oleh rasa dendam nggak dijajah oleh rasa benci. Peaceful, tenang.

Memang ada tugas. Kuk dipikul, jadi enteng. Pada sore hari ini puji Tuhan, Tuhan kita adalah Tuhan yang menjawab doa kita. Betapa senangnya kita kalau kita berdoa, kita mendapat jawaban dari pada Tuhan.     

-- o -- 

Rabu, 10 Maret 2004

TANGAN

Lukas 

6:1 Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.
6:2 Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
6:3 Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
6:4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?"
6:5 Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."
6:6 Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
6:7 Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.
6:8 Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri.
6:9 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?"
6:10 Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.
6:11 Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

Pada sore ini kita akan melihat perbedaan antara agama kristen dengan pengikut Kristus. Beberapa kali saya katakan bahwa orang kristen pasti ke gereja tapi orang yang ke gereja  belum tentu kristen. Saya ulang orang yang mencari Tuhan pasti ke gereja tapi orang yang ke gereja belum tentu mencari Tuhan.

Nah, kebanyakan dari kita ini masih bermental beragama kristen. Kata kristen ini sebetulnya adalah kata-kata olokan. Jaman dulu mula-mula di Antiokhia, itu orang-orang yang non-kristen itu mengolok pengikut Kristus disebut si kristen. Jadi ketika berkata kristen, itu diolok orang itu. Sebetulnya orang suka tanya sama saya, bapak agama apa? Agama kristen bukan? Oh, bukan, saya bukan kristen. Bingung dia. Bapa pendeta? Iya, tapi saya bukan kristen. Bapak apa? Saya pengikut Yesus. Disini kita akan lihat, ada orang beragama wah begitu ketatnya beragama, sampai orang tolong orang lain disalahin. Jadi kalau orang berbuat baik itu salah. Itu kan pikiran picik. Kalau dia bisa nyakitin orang, kalau dia bisa bikin kecewa orang ... kalau dia bisa tolong orang bisa berbuat baik sama orang, itu salah. Jadi dia bangga bukan karena dia berbuat baik, dia bangga kalau dia tidak berbuat baik ...  demi agama.

Saudara lihat. Pada satu hari sabat yang lain. Minggu lalu kita sudah belajar bahwa Yesus berkata, Akulah Tuhan dari hari sabat. 

6:5 Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

Ini sudah lewat.

6:6 Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.

Pian sui. Mati sebelah tangan kanannya. Itu sebabnya saudara di dalam alkitab itu ada beberapa kali dikatakan Tuhan atau malaikat Tuhan mengangkat tangan kanan. Dan kalau saya boleh bacakan katakan beberapa ayat, di dalam Sabda Tuhan, tangan kanan Tuhan itu mendatangkan kuasa yang besar. Itu sebabnya saya suka bilang, kalau lagi menyanyi, mari kita menyanyi lagu angkat tangan kanan saudara, karena ini ada artinya.

Kita pegang dulu Lukas 6, kita mau lihat apa yang dikatakan oleh Mazmur

118:15 Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
118:16 tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

Memang ada orang yang kidal dia memakai tangan kidal. Menantu saya itu kidal cucu saya juga kidal ya, menulis kidal. Tetapi pada umumnya semua kita mengganggap tangan kanan adalah tangan yang dominan. Kasih tangan anak kecil dia kasih tangan kiri, salahnya di Indonesia itu dimarahi. Eh, jangan kasih tangan kiri dong, kasih tangan bagus. Seolah-olah tangan kiri ini tidak bagus. Tapi memang pada umumnya tangan kanan itu tangan yang baik, tangan yang positif.

Nah, sekarang orang punya tangan kanan ini pian sui, tangannya tidak berfungsi. Ada tangan tapi nggak ada pekerjaan, ada tangan tetapi tidak ada fungsinya. Sangatlah menyedihkan kalau kita mempunyai anggota tubuh ... ada anggota tubuhnya tetapi sudah tidak berfungsi. Ada telinga tapi sudah tidak bisa mendengar lagi, tuli; ada mata tapi sudah agak rabun tidak bisa melihat; ada lidah tapi sudah mati rasa tidak bisa bedain manis pahit, nggak bisa bedain pahit.

Sekarang ada banyak orang punya hati tapi nggak punya hati, nggak punya perasaan. Dia punya hati tapi nggak punya perasaan. Ke gereja mah ke gereja tapi banyak yang sudah mati sebelah. Tapi banyak yang sudah mati sebelah bukan cuma tangan.

Di dalam cerita orang ini, mati tangan kanannya. Tangan kanan bicara dari tangan yang dominan. Saya mau kasih pake istilah arti tangan dari pelayanan, tangan yang dominan. Tapi orang ini ada kerinduan, dia ada di Bait Allah. Berapa banyak di antara kita yang punya kerinduan melayani Tuhan ada di Bait Allah? Kita suka ke gereja suka kebaktian tapi kita tidak berfungsi, kita tidak berkarya, kita menjadi jemaat yang pasif. Padahal dimohon supaya kita menjadi jemaat yang aktif.

Dalam rapat yang pertama yang kedua majelis pusat, ketua umum kita, bapak Mandey, itu memohon kepada semua pendeta-pendeta dari pusat sampe di daerah supaya mengaktifkan jemaat supaya jemaat itu menjadi jemaat yang aktif, jemaat yang punya tanggung jawab. Sebagai contoh. Minggu lalu saya sudah bilang ini jam terlalu cepat 5 menit. Nggak dibetul-betulin. Sampe sekarang tadi saya lihat masih terlalu cepat 5 menit. Jadi punya kuping tapi nggak berfungsi, punya mata tapi nggak berfungsi. Punya tangan tapi nggak berfungsi, punya hati tapi nggak ada kemauan. Orang yang kaya begini memang sangat nggak bisa diharapkan.

Tapi Tuhan Yesus cinta ini orang. Dia tiba-tiba mendekati orang ini. Tetapi saudara lihat, ya. Tuhan Yesus datang mendekat orang ini mau menolong. Dia ini diawasin. Ada mata-mata orang yang mengawasi, jangan sampe Yesus berbuat sesuatu di hari sabat - nah, ini orang beragama. Karena memang pada hari sabat kan nggak boleh kerja. Minggu lalu kan kita sudah baca hari sabat itu nggak boleh kerja, nggak boleh  masak, nggak boleh apa. Jadi menurut dia kalau sampe Yesus menyembuhkan orang sakit itu sudah dianggap kerja. Maka dia lihat Yesus ini melangar hari sabat apa tidak. Kita kan sekarang sudah tahu Tuhan Yesus ayat 5, Tuhannya hari Sabat. Tapi pada saat itu orang lebih cinta agamanya hari sabat itu daripada cinta seorang yang menolong orang lain. Sekarang juga demikian. Daripada menolong orang, lebih suka unjuk rasa; daripada produktif lebih baik unjuk rasa.

6.000 orang pegawai dari PT DI di Bandung saudara padahal dia bisa bekerja dengan tenaga yang begitu besar membuat satu perusahaan yang baik, mereka lebih senang unjuk rasa. Daripada nolong pemerintah lebih baik kita bikin pusing pemerintah - itu. Ada yang mau golput nanti. Daripada kita ikut pemilu lebih baik golput; daripada kita membantu pemerintah, lebih baik kita menyabot pemerintah. Itu adalah orang-orang kaya begitu. Karena ini orang beragama, dia ngawasin ... dia memata-matai orang lain. Apa nanti, ... ada apa dengan Orang ini? Padahal Yesus tahu.

Lalu Yesus berbuat cerdik sekali Tuhan Yesus. Ayat 7     
6:7 Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.

Sekarang kan banyak orang cinta gereja cintanya, cinta merknya. Cinta merk gereja fanatik merk gereja sampe keluarga sendiripun kalah. Dia fanatiknya fanatik kepada merk gereja. Di Inggris dulu ada ibu. Dia mau melahirkan. Sudah mau melahirkan, dokter sudah mau tolong mau melahirkan, dokternya katolik. Begitu tahu ini ibu orang protestan, tidak ditolong. Gara-gara dia ... kenapa jadi protestan? Kita kan Katolik, kenapa jadi protestan, kalau begitu saya nggak bisa nolong. Apa saudara kalau ada orang yang jatuh dari sepeda motor, mau tolong tanya dulu: Ko, islam apa kristen? Saya mau nolong tapi tanya dulu, islam atau kristen? Oeh kristen. Kristennya gereja apa? Saya gereja Bethel. Bethelnya apa? GBI apa GBIS? Saya GBI. GBI itu macam-macam, ko, Mawar Saron apa mawar berduri  apa ... keburu mati dia, saudara. Mengerti maksud saya.

Karena kita mempunyai fanatisme. Kalau kita mau ngomong agama, siapapun ... tidak punya agamapun ... mungkin dia tidak suka kepada Yesus, kalau dia memang sedang celaka, kita mau nolong, nolong. Dia butuh pertolongan. Tapi sekarang banyak orang kristen, saudara, tahu ada orang butuh pertolongan, dia jual mahal. Disitu protestan, saya katolik, kok. Situ butuh saya. Saya kalau angkat telepon, bisnisman, saudara, punya perusahaan, punya toko. Angkat telepon saya, jam sepuluh malam. Suruh datang dia, tolong, saya besok subuh-subuh musti naik pesawat terbang, you datang jemput saya. Iya, pak. Dia datang. Dia nggak nolak. Tapi kan saya nggak pernah pakai itu. Nggak pernah. Saya bisa bayar sendiri. Kenapa saya musti cari tenaga orang. Tapi kadang bisa nolong seperti itu.

Tetangga sebelah, yang pernah kita tolong, kita kasih makan, bisa nggak nolong. Keluarga sendiri, bisa nggak nolong. Satu she, satu shio, bisa nggak nolong. Tapi orang luar bisa nolong. Itu yang diceritakan Tuhan Yesus. Oorang Lewi, pendeta nggak bisa nolong. Lalu ada lagi, orang yang beragama, nggak bisa nolong. Ternyata orang Samaria, yang notabene musuhnya bangsa Israel, kok bisa nolong? Itulah piciknya agama.

Biar mata Gus Dur ...  dia terbuka matanya. Ini Al Qaeda, saudara, Al Qaeda. Sekarang, baru orang islam di Indonesia terbuka matanya. Dulu tahun 91, dibela-bela Al Qaeda. Sampai fotonya itu, Osama Bin Laden, dipawai-pawaikan di Jakarta. Dilukiskan di ... Bego! Bego, saudara. Kenapa? Karena Al Qaeda juga membom mesjid di Pakistan. Baru sekarang sadar, jahat ya Al Qaeda. Mesjid di Irak dibom juga. Yang mati tuh pemimpin agama Irak. Itu Al Qaeda tuh. Tuh lihat agama. Satu agama saja, tapi lain aliran. Karena mereka kerja-sama sama Amerika, dibom. Itu piciknya agama.

Nah, ketika Yesus masuk ke dalam dunia, Dia memperkenalkan diri, sesuatu yang lebih dari hanya agama. Yaitu satu kehidupan yang baru. Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak binasa melainkan beroleh hidup. Nah, sekarang adalah kehidupan. Mengikut Yesus itu memiliki satu hidup. Kalau saudara nanti dapat berkat, kapan-kapan, berjuang, mau ikut saya ke Manado.

Yang paling dekat sekarang ke Manado murah, 600 ribu, pergi, 600 ribu, balik. Tidur, hotel, jangan takut, makan, semua beres. Saudara nggak usah makan, nggak usah, pokoknya pesawat aja. Karena kita makan, jemaat sana suka kasih makan. Biar makannya itu-itu lagi ... babi, kambing, sea food, ayam. Saudara pergi saja. Dan sebagainya, dan sebagainya.  Tapi saudaraku, diatas atapnya pelabuhan di Manado, pelabuhan udara, diatas atapnya dari satu bangunan itu ada tulisan "Sifou Timou Tumouw Tou." Ini bahasa daerah, ... Manado, bahasa daerah, yang artinya "Orang yang hidup, menghidupkan orang lain." Ini diambil dari kata-kata yang berdasar kristen dari Dr. Sam Ratulangi, pendirinya Manado. Sifou timou tumouw tou ~ orang yang hidup, menghidupkan orang lain.

Banyak lho orang yang hidup hingga putus asa, banyak. Tapi saudara datang bersaksi sama dia, bersaksi sama dia sampai semangat hidup kembali. Mau hidup. Mau hidup seperti biasa saja dulu sebagai manusia saudara bisa datang di kebaktian, terima Yesus, dan dia mau terima Yesus. Dan dia hidup. Saudara sudah menghidupkan orang. Nah, inilah Yesus. Dia lihat ada satu orang, nggak mati. Cuma tangannya sebelah mati. Dia datang untuk menghidupkan tangan yang mati. Orang beragama protes. Kita lihat ayat 8,

6:8 Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri.

Sebelum ada mujijat, selalu ada ketaatan. Saudara tidak akan menemukan mujijat, bahkan saudara tidak akan mengalami mujijat, pertolongan Tuhan, kalau kita tidak taat dulu kepada Tuhan. Maka itu saudaraku, kita harus belajar taat kepada Firman Allah. Biar sedikit-sedikit, biar pelan-pelan, kita belajar nurut. Karena apa? Karena dibalik ketaatan, barulah Tuhan memberikan mujijat. Bisa bilang amin, saudara-saudara? Dia bilang dulu sama orang ini, karena nampaknya dia duduk: Bangun! Dia bangun. Berdiri. Berdiri. Dibawa ditengah-tengah. Ditengah-tengah sinagoga. Saudara-saudara yang pernah ke Israel, sudah lihat sinagog, yah. Kira-kira begitu. Gedenya ya kira-kira sebesar gedung ini. Ditaruh ditengah-tengah. Nah, ini orang-orang Farisi lihat. Ditaruh ditengah-tengah. Ditanya sama Yesus. Begini, ayat 9,

6:9 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?"

Saudara-saudara perhatikan sekarang. Minggu lalu saya katakan, pada waktu hari sabat, orang dilarang memasak. Dilarang kerja. Nggak boleh ini, nggak boleh itu. Itu Torat. Itu Sabat. Yesus nggak nanya, apakah yang dilarang orang pada hari sabat? Nggak! Pintarnya Yesus. Saya kagum. Dia nanyanya gini: Apa yang diperbolehkan orang pada hari sabat? Ini nggak bisa dijawab. Yang diijinkan orang apa? Berbuat baik atau berbuat jahat, katanya. Nggak bisa jawab, karena mereka memikirkan yang di agama ini - bukan kristen - agama Yahudi sebelumnya itu, apa yang nggak boleh. Nggak boleh ini, nggak boleh itu. Sekarang Yesus nanyanya yang nggak dia pikir - apa yang boleh pada hari sabat, berbuat baik boleh nggak? Atau berbuat jahat boleh nggak? Karena nggak bisa jawab, ayat 10.

6:10 Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" - Bahasa Inggris, stretch your hand. Batek. Ayo, ulurkan, paksa, ulurkan tanganmu. Tuhan Yesus nggak pegang. Tuhan Yesus nggak jamah. Tanganmu ulurkan. Diulurkan oleh orang itu. - Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.

Saya mau tanya sama saudara, orang pian sui ini senang apa nggak? Kita nggak usah, sakit selesma aja didoakan cespleng, ilang, terus bersaksi ... itu luar biasa. Aneh, kok bisa ilang? Heran ya? Senang. Tapi ada yang nggak senang, siapa? Orang beragama! Saudara jangan kenal Yesus cuman sebagai beragama kristen. Musti lebih. Karena kita bukan kristen. Kristen itu ejekan. Kita itu pengikut Yesus. Walaupun orang sebut kita kristen, itu urusan mereka. Tapi kita pengikut Kristus. Kita harus memiliki hidup. Mungkin ada di antara saudara yang dapat problem dari suami saudara. Suami itu mati padahal sedang hidup. Percaya, Tuhan nanti menghidupkan suami saudara yang 'sedang mati' ~- mati rasanya, mati pengertiannya, mati visinya. Mungkin ada yang menghadapi istri yang sednag 'mati' ... nggak mau kebaktian. Suami-suami harus  berdoa percaya sama Tuhan, nanti Tuhan membuat mujijat, istri itu disembuhkan oleh Tuhan.

Saya mau selalu bicara dari tangan. Tangan kanan ini adalah tangan pelayanan, tangan yang dominan. Kita mau lihat dahulu Ibrani  

12:12 Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah;
12:13 dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.
12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

Saya mulai dari tangan, ayat 12

12:12 Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah.

Berarti waktu kita mengikut Kristus, ada jemaat satu dua orang mungkin satu kelompok jemaat sedang lemah tangannya. Pelayanannya lemah. Nggak pian sui ini mah. Lemah. Bukan Yesus yang sembuhkan tapi saudara. Tolonglah tangan yang lemah itu diangkat. Satu kali nabi Musa memimpin peperangan antara Israel dan Amalek. Dia lihat dari gunung di atas bukit, lihat Israel sama Amalek itu perang. Kalau dia angkat tangan sama Tuhan, Israel menang. Menang. Apalagi terus dikejar. Tapi kalau Musa lelah, lemah, turun tangannya, Israel tuh diserang ... mundur. Angkat lagi tangannya, Israel menang lagi. Sedangkan nggak kuat Musa tuh lama-lama begini. Nggak kuat. Hari sudah sore, seperti belum ada yang kalah belum ada yang menang nih perang.

Akhirnya nggak kuat, tangannya mulai turun. Ketika tangan mulai turun, itu Israel mulai didesak, mulai kalah. Dan dua orang membantu. Namanya Harun dan Hur. Harun ini masih kokonya Musa. Hur ini, saya tidak tahu siapa. Tapi Harun dan Hur begitu lihat Musa lelah tangannya, dia langsung duduk di sebelah Musa, ditopang tangan Musa. Ditopang. Diangkat. Jadi, sebetulnya bukan Musa yang ngangkat tangan, ini temannya. Kiri kanan. Tahan tangan Musa ke atas, menanglah Israel itu. Sampai selesai perang, menanglah Israel. Musa ini pemimpin, saudara. Pemimpin seperti saya. Seperti suami-suami, kepala-kepala keluarga itu bisa seperti Musa, bisa lemah. Tangan penyerahannya, permohonan doa, bisa lemah. Minta tolong sama Tuhan, bisa lemah. Cuman sangat disayangkan, saudara.

Kadang-kadang kalau saya lagi lemah, lagi nggak ada daya, orang datang sama saya bukan ngangkat saya keatas. Tapi datang sama saya, cekik saya. Disini mah nggak ada, di tempat lain. Sudah tahu pak Awondatu kerjanya banyak kerjanya cape, sudah guru, sudah gembala, sudah penginjil, musti bikin majalah Kerajaan Allah, musti ngajar di sekolah alkitab, sekarang jadi majelis daerah, sekretaris lagi. Super sibuk. Sekarang duduk di majelis pusat. Sudah tahu banyak kerjaan, masih dicekik juga. Saudara nggak cekik dengan tangan, mungkin, tapi dengan omongan.

Saya mau ajak saudara melihat Mazmur, ayat ini selalu menguatkan saya. Mazmur  

37:23 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;
37:24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

Kenapa bukan kakinya? Kenapa bukan pinggangnya? Kenapa tangannya? Karena sekali lagi tangan ini bicara dari pelayanan. Orang melukis dengan tangan, menggambar dengan tangan, mengetik dengan tangan, bikin kue dengan tangan. Mengusap piaraan saja anjing dengan tangan, cucu dengan tangan. Periksa kain di pasar megang dengan tangan, milih duku dengan tangan, duren pake tangan. Sudah tahu ada durinya dipegang pake tangan. Apapun - kerja di sawah, ah, mau pake tangga pesawat ... tangan dulu kan pegang. Turun dari tangga, tangan dulu pegang. Jadi tangan ini diperlukan di dalam pekerjaan Tuhan. Maka tangan yang lesu itu dikuatkan.

Puji Tuhan, Tuhan kita itu baik. Dari ayat ini saya belajar banyak hal.  Tuhan menetapkan langkah orang. Langkah itu kan kaki. Yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Tuhan sudah tetapkan. Dia hidup berkenan tapi masih bisa jatuh. Mungkin tidak jatuh dalam dosa tapi jatuh dalam kekuatiran, jatuh dalam kebimbangan, jatuh dalam ngomong negatif terus, jatuh dalam ketakutan, jatuh dalam was-was hari depan, jatuh dalam apa, jatuh dalam kurang percaya sama Tuhan - itu sudah kejatuhan.

Tapi dikatakan tidak sampai tergeletak karena Tuhan akan menopang. Kata menopang itu saya ingat Musa tadi, ketika tangannya diangkat itu, ditopang tangannya sama Harun dan Ur. Wah, saudara, berbahagia kalau saudara punya sahabat, punya suami atau istri yang bisa menopang kita pada waktu kita lelah, pada waktu kita letih. Senang dan bangga kita. Bukan untuk kita terus ditopang, tapi kita sudah kuat lagi kita bekerja. Tapi kadang-kadang kita kan nggak tahan bekerja karena cape. Kembali pada Lukas    

6:11 Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

Bahasa Inggris, mereka berunding, apa yang kita bisa lakukan untuk menyakiti Yesus. Nih, roh agama. Bahayanya kita kalau cuma ikut Yesus hanya agama kristen - tapi bukan pengikut Yesus yang sesungguhnya. Sore hari ini saya berdoa supaya saudara menjadi pengikut Yesus yang sesungguhnya. Bukan hanya agama saja karena agama itu sangat sempit; agama ini sangat mendiskreditkan Yesus. Masa orang sembuh marah. Meluaplah amarah mereka, bahasa Inggris, fill with rage. Mau balas dendam rasanya. Penuh dengan kemarahan. Heran, Yesus berbuat baik marah. Ini lho roh agama. Orang ke gereja marah, ini roh agama. Orang dipenuhkan Roh Kudus marah, ini roh agama. Orang mau dibaptis, marah, mau diceraikan. Itu roh agama!

Dulu di Bogor ada satu ibu mau terima baptisan hari minggu. Dia bilang sama suaminya hari jumat, pa, saya mau dibaptis. Apa lu mau dibaptis ...di pentakosta? Nggak. Saya sayang sama papa tapi saya lebih cinta sama Yesus. Kalau lu dibaptis, lu liat. Hari Sabtu ditanya lagi, mau dibaptis? Ngomongnya kalem, mungkin jadi. Uh, marah. Minggu pagi, dia pake baju putih. Ngapain? Kan mau dibaptis. Lu lihat dah. Baptisan di halaman. Lagi nyanyi, datang suaminya bawa baju istrinya, baju luar atau baju dalam, dibawa dina beca. Hei lu, liat, teriak di depan jemaat, di depan pendeta. Nih, lu liat nggak? Taro itu baju di depan gereja. Jadi dibaptis nggak? Jadi, pa. Bener? Bener. Injak ... Jadi dibaptis? Jadi ... dibakar. Nggak nyala. Nggak nyala. Sampai 10 kali. Sudah setengah korek api, nggak nyala. Sampai gemetar, dia nangis.

Saudara-saudara, kalau mau jadi pengikut Kristus, bukan hanya beragama. Kita beragama, jangan banyak pikir. Jadilah pengikut Kristus. Nanti Tuhan Yesus urus semua urusan. Pokoknya beres. Tuhan yang akan bereskan semua. Kita berdiri bersama-sama. Kita masuk di dalam doa.   

-- o --   

Rabu, 31 Maret 2004

Hasil Doa Yesus semalam-malaman - (1/3)

Lukas 

6:12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
6:13 Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
6:14 Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
6:15 Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
6:16 Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Kita akan lihat pada perikop ini, bagaimana Tuhan Yesus memanggil ke 12 muridnya. Perlu kita tahu bahwa kalau Tuhan memanggil kita, Tuhan bukan memanggil kita sebagai robot. Tidak, Tuhan tidak memanggil kita sebagai robot. Karena kalau Tuhan memanggil kita sebagai robot, Adam dan Hawa tidak akan jatuh. Adam dan Hawa sama dengan boneka yang kita putar dengan kunci lalu bisa jalan. Kalau Adam dan Hawa dibikin seperti robot, tidak ada kemauan, tidak mempunyai hak pilih maka dia akan berkata, Puji Tuhan aku cinta kepada Yesus, aku cinta kepada Tuhan ... sebagai robot, tidak ada perasaannya.

Nah, Tuhan memanggil kita bukan menjadi robot - Tuhan memanggil kita dengan hak-hak yang bebas. Nah, pada waktu itu, Yesus memanggil ke 12 rasul tetapi sebelumnya pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa. Jadi sebelum Dia memilih, sebelum Dia memanggil, Dia pergi dulu ke bukit. Pertama, Dia berjalan ke bukit. Bukit adalah satu bagian bukan gunung tetapi cukup tinggi. Kalau disini kita suka bilang Gunung Mananggel ya, di dekat yayasan, itu sebetulnya bukan gunung karena belum ada kawahnya tapi baru disebut bukit. Bisa disebut gunung Gede karena ada kawahnya. Tapi bukit saudara, bukit adalah satu tempat yang agak tinggi, dia tidak terlalu tinggi tapi agak tinggi. Nah, Yesus pergi dulu ke bukit.

Saudara, orang yang suka berdoa adalah mereka yang lebih dulu rohaninya naik ke bukit. Jadi bukan di tempat yang biasa, di bawah - tetapi dia naik ke bukit. Satu keadaan satu posisi yang lebih tinggi. Kita buka terlebih dahulu Wahyu  4:1. Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.

Tuhan nggak bisa kasih tahu kepada Yohanes apa yang Dia mau kasih tahu kalau Yohanes tidak naik kemari, naik kepada posisinya Tuhan, naik kepada posisinya Kristus. Jadi kalau Yohanes ada disini, Tuhan bilang, naik ke sini, naik ke posisi yang lebih tinggi, nanti Aku akan memberi tahu kepadamu apa yang akan terjadi sesudah ini.

Jadi betapa penting kita meningkatkan kerohanian kita sebelum kita mengerti apa yang dimaksud oleh Firman Allah tentang kehendak daripada Tuhan, itu harus dimulai dengan keangkatan kita, naiknya kita kepada tempat yang tinggi. Sekali lagi kita membuka kita Wahyu  

13:17 dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Nah, kalau saudara melihat angka ini 666, maka kita tidak akan mengerti ini apa maksudnya, apa artinya rahasia dari 666 ini. Tetapi kalau kita meningkat setingkat lebih tinggi kepada posisinya Tuhan, maka kita akan bisa sedikit mengerti apa maksud itu. Di dalam ayat
13:15 Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh. -
Ini bukan Tuhan, ini antikris. Memberi nyawa kepada patung binatang.
13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Jadi dipakai kode sama Tuhan nama angka manusia itu 666. Sekarang kita melihat bahwa manusia atau Adam diciptakan pada hari yang ke 6. Dan Alkitab terdiri dari 66 buku. Ada 2 meja pertunjukkan yang terdiri dari masing-masing 6 roti di dalam meja pertunjukkan itu. Jadi kita lihat angka 666 di dalam Alkitab. Nah, apa maksudnya bayangan angka manusia ini 666? Saudara, saya baru dari Eropa. Sekarang negara Eropa sudah hampir 15 negara lebih yang memakai satu mata uang, Euro. Lira disingkirkan, uang Perancis tidak ada, uang Belanda tidak ada, Golden semua tidak ada. Sekarang memakai satu, Euro. Saya sudah baca tahun 58, waktu saya umur 10 tahun, dari majalah Pusaka Rohani, bakal ada satu mata uang. Jadi sekarang sudah terjadi.

Nah, sekarang dunia dikuasai oleh komputer. Nulis komputernya itu begini: COMPUTER. Kalau kita menulis abjad A,B,C,D, ... Z - 26 abjad, maka C adalah abjad yang ke tiga, kita kalikan angka manusia. manusia dibikin pada hari keenam, itu adalah 18. O adalah abjad yang ke lima belas. 15 juga kita kalikan angka manusia, itu 90. M adalah angka yang ketiga belas, 13 x 6 = 78. P abjad yang ke 16, berarti dia 96. U adalah abjad ke 21, 21 x 6 = 126. T adalah abjad ke 20 x 6 = 120. E abjad ke 5 x 6, 30. Dan R adalah abjad yang ke 18 x 6 = 108. Ini saudara kalau dijumlah semuanya itu 666.

Saya tadi main organ kaya ada suara manusia ini patung seperti bisa berbicara komputer. Saya sudah pernah main catur dengan komputer. Komputernya bisa ngomong. Saya salah langkah, dia bilang wrong move, salah jalan katanya. Sekarang rolet, orang suka main rolet, yang judi itu. Main judi. Makanya rolet itu disebut permainan setan, terdiri dari 36 nomor: 1, 2, 3, sampai 36. Coba aja saudara hitung di rumah, 1+2+3+4, terus sampai tambah 36, itu sama dengan 666.

Kita tadi baca ayat 18 biasa-biasa saja, bilangannya ialah 666. Sekarang Tuhan sudah bukakan .... bahwa di seluruh dunia sekarang sudah dikuasai oleh komputer. Di Amerika sekarang, chips itu sudah ditaruh di telapak. Kaya buat handphone, sim card, dan kuning-kuningnya itu, sudah ditaruh di telapak tangan. Jadi kalau bayar uang belanja-belanja, pakai itu aja. Credit card bisa dicuri, credit card bisa lupa tapi kalau di tangan ... biar cebok juga nggak akan hilang. Ini saya dapat berita dari tante Brodland. Keluarganya sendiri.

Sekarang, secara di sisi yang lain. Tadi kan antikris. Sekarang di sisi yang lain, di sisi Kristus, juga mau meningkatkan ilmu pengetahuannya, isi hatinya kepada gereja. Maka Dia mau memilih 12 rasul, memilih murid-Nya, Dia naik dulu ke bukit. Posisinya Dia naik ke bukit. Jadi saudara, saya tidak bisa paksa sih orang sembahyang. Segala sesuatu yang dipaksa itu bukan dari Tuhan. Orang yang terpaksa sembahyang, dipaksa sembahyang, nggak baik. Dan dia tidak akan rindu sembahyang kalau memang rohaninya tidak naik ke bukit. Nggak akan ada kerinduan untuk sembahyang, nggak akan ada kerinduan untuk berhubungan dengan Tuhan, itu nggak ada kerinduan; nggak ada kerinduan untuk baca alkitab, nggak ada kerinduan untuk doa, nggak ada kerinduan untuk kebaktian, nggak ada kerinduan untuk mendekatkan diri sama Tuhan - nggak ada. Nggak bisa disalahkan karena posisinya di bawah. Maka Yesus sendiri sebelum memilih murid, Dia naikkan posisinya ke atas bukit. Coba kita lihat Matius   

5:1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
5:2 Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:

Mengajarpun, Yesus harus naik ke atas bukit. Mari saya kasih ilustrasi. Ada anak yang suka dekat sama orang tua karena ada maunya. Pegang-pegang tangan mamanya  ... ma, pengen beli balon. Tapi ada anak yang dekat sama mamanya bukan ada maunya, dia memang ingin dekat sama mamanya. Ada balon tidak ada balon itu bukan urusan dia. Dia cuma ingin dekat sama mamanya. Dia nggak mau jauh dari mamanya. Mamanya nggak ada sedikit aja, dicari, dimana ini. Karena dia ingin dekat sama mamanya, bukan pisang bukan balon bukan coklat. Tapi ada anak yang dekat-dekat sama mamanya karena ingin duit jajan karena ingin uang.

Orang kristen pun begitu. Ada yang dekat sama Tuhan karena ada percobaan ada problem ada maunya tapi ada yang dekat sama Tuhan memang dia mau dekat. Dia mau dekat sama Tuhan bukan karena ingin uang, bukan karena ingin berkat, bukan ingin sembuh bukan karena ingin sehat, bukan karena ingin tokonya diberkati - bukan. Saya ini ingin dekat sama Tuhan. Karena Tuhan pencipta saya. 

Maka pada saat yang pertama, Dia naik ke bukit. Setelah Dia naik ke bukit, maka langkah yang ke dua barulah Dia berdoa. Dan ketika Dia berdoa, Dia bukan berdoa satu dua jam biasa, dia berdoa semalam-malaman. Dan ketika Dia berdoa semalam-malaman itu memang lebih susah daripada berdoa semalam-malaman dengan beberapa teman. Saya sudah mengalami beberapa kali doa semalam-malaman sendirian. Waktu gereja masih yang lama, umur 20an umur 30an, sering saya berdoa semalam-malaman. Dari jam 10 sampai jam 4 jam 5. Badan masih kuat. Memang berat doa semalam-malaman sendirian tetapi memang khasiatnya memang lain. 

Kita akan mulai lihat. Berdoalah Yesus, berdoa semalam-malaman. Mari kita tanya pada diri kita sendiri. Semalam-malaman ini Yesus ngomong apa, ngomong apa saja Yesus? Kita aja ngomong 10 menit sudah habis bahan. Semalam-malaman. Dia ngomong apa saja? Mari kita kembali kepada Lukas 

6:12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.

Continued all night. Sepanjang malam terus menerus Dia berdoa kepada Allah. Kata berdoa di sana diambil dari kata Yunani "proskuneo." Artinya memanggil orang untuk mendekat, untuk menolong mengangkat beban yang dia pikul. Saudara dari pasar bawa banyak sayur, naik beca, turun di depan rumah. Di rumah pintu terbuka tapi nggak ada orang, saudara menjerit kepada pembantu saudara, Minah .. Minah .. sini. Teriak. Waktu itu si Minah dipanggil bukan untuk dikasih uang bukan untuk disuruh tapi untuk membantu dia mengambil barang-barang bawaan ini. Nah, besok pagi-pagi Yesus mau melantik murid, mau memilih murid - itu bukan pekerjaan yang enteng. Jadi dia datang kepada Tuhan, Dia minta bimbingan dari Tuhan, dari Bapa-Nya. Dia minta pertolongan meringankan beban.

Waktu Yesus berdoa di Taman Getsemani, sampai keluar itu keringatnya itu darah. Saking bebannya berat itu sampe darah. Di sini Dia menghadapi satu doa dan Dia memerlukan proskuneo, memanggil Tuhan untuk datang menolong Dia. Apa maksudnya saudara berdoa? Memanggil Tuhan untuk menolong saudara! Bisa bilang amin? Kita kalau berdoa itu meminta supaya Tuhan menolong kita. Karena kita tidak mampu, kita tidak kuat, kita tidak tahu. Tolong Tuhan, saya tidak mengerti. Nah, ini salah satu arti dari kata doa adalah proskuneo. Dalam doa semalam-malaman ini. Lalu dalam ayat 13, 

6:13 Ketika hari siang, - Ternyata Dia bangun tidak pagi tapi berdoanya itu sampai siang - Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul.

Mari kita melihat terlebih dahulu Markus

6:7 Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, 

Jadi Yesus memilih 12 rasul dari 12 murid. Di tempat lain, Dia disebut memilih 12 murid. Sebetulnya Dia saudaraku, adalah mempunyai 70 murid. Dari 70 murid ini, Dia memilih 12 rasul. Betapa beratnya memilih murid inilah disini. Dari 70 murid, diambil 12. Dihitung ditimbang bagaimana ini, dia baik. Nggak mungkin dong saya akan memilih orang yang akan tidak loyal sama. Nggak mungkin dong. Masa saya akan memilih umpamanya gembala kecil yang akan ngelawan saya? Saya nggak akan pilih. Nggak mungkin saya akan memilih orang yang bakal ngebantah saya, nggak mungkin. Tapi bisa saja saya salah pilih. Tapi nggak mungkin saya memilih yang saya tahu udah melek-melek saya tahu orang itu suka nyusahin saya lalu saya pilih dia - nggak mungkin.

Jadi pada waktu dia pilih, saudara pehatikan ya, Yesus itu pilih dua orang dua orang. Dipasang-pasangin. Ini satu rahasia yang indah sekali. Ayo kita lihat Lukas 6 kembali. Dalam Lukas 6 ini, Dia memilih muridnya itu 2 orang 2 orang.

Yang pertama Petrus dan Andreas, ini dipasangin sama Tuhan Yesus. Ini pasangan pertama. Nanti kita akan pelajari kenapa sampai Tuhan memilih Petrus sama Andreas. Kenapa bukan Petrus sama Markus itu umpamanya, ya. Nanti kita lihat. Yang kedua, Yakobus dan Yohanes. Yang ketiga, Filipus dan Bartolomeus. Supaya saudara tahu, Bartolomeus ini adalah Natanael. Natanael itu dirubah namanya sama Yesus, kapan saya tidak tahu tapi yang saya tahu Natanael disebut Bartolomeus. Berikutnya, Matius dan Tomas. Yang kelima, Yakobus anak Alfeus dan Simon orang Zelotis. Yang terakhir siapa? Yudas dan Yudas. Ini luar biasa. Saya tidak akan beri semua, rahasia itu. Ini modal saya di seminar-seminar. Tapi saya akan berikan gambaran-gambaran sedikit saja.

Inilah hasil dari doa semalaman-malaman Yesus itu memilih dari 70 murid dipilih 12 jadi rasul. Kita lihat yang pertama, Petrus dan Andreas. Saudara semua sudah tahu dah Petrus mah meureukeudeuweung, cepat marah, emosional, main bacok - ini Petrus. Ngomong duluan, mikir belakangan. Wah, Yesus kemana Engkau mati, disana Petus akan mati. Rawe-rawe rantas, malang malang putung ... ini Petrus. Yesus nggak nyuruh, dia udah kerjain. Lagi Yesus bangkit, dia yang terjun ke dalam air, itulah Yesus itulah Tuhan. Dan ini Petrus yang berangasan. Tuhan pasangin sama Andreas yang supernya super sabar. 

Kita akan lihat Yohanes, disana kita melihat ayat bagaimana Petrus dibawa oleh Andreas kepada Tuhan Yesus   
 
1:35 Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.
1:36 Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"
1:37 Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.
1:38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"
1:39 Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.
1:40 Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.
1:41 Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)."
1:42 Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

Orang berangasan Tuhan Yesus pasangin dengan yang sabar. Hebat ini Tuhan Yesus. Luar biasa. Tidak pernah di dalam Alkitab tertulis Petrus marah kepada Andreas. Andreas bisa ngelonin Petrus. Oke Petrus berangasan Petrus nggak sabar, Petrus cepat marah. Tapi saudara lihat, Petrus membawa 3.000 jiwa sekaligus khotbah, 3.000 jiwa bertobat, dalam Kisah Rasul 1. Memang dia kalau ngomong suka duluan, pikir belakangan. Tapi kok Tuhan pakai? Sampai bayangannya saja ... Yesus nggak pernah gitu lho, bayangannya Petrus kena orang sakit, sakit sembuh. Berangasan, haweuk, bukan tugasnya, dia pengen semuanya diambil sama dia jadi tugas dia. Ingat di dalam Matius 17, diatas bukit kemuliaan, tiba-tiba Petrus berkata: Ya Tuhan, biar saya bikin 3 pondok, satu untuk Elia, satu untuk Yesus, satu untuk Musa. Sejak kapan dia bisa bikin pondok? Kalau bikin perahu mungkin tapi bikin pondok? Kapan dia sekolah STM, nggak tahu. Tapi ngomong duluan. Tapi heran Tuhan, Dia pasangin sama Andreas.

Ingat saudara 5 roti dan 2 ikan mengenyangkan berapa ribu? 5.000. Itu yang nemukan 5 roti dan 2 ikan itu Andreas. Andreas yang nemukan. Jadi Andreas bisa cocok sama orang yang berangasan Petrus, Andreas bisa cocok sama anak kecil. Dia jadi kam chong, dia jadi kayu manis. Yang terakhir, sebelum kita buka. Yohanes

12:20 Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani.
12:21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus."
12:22 Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus.

Filipus sebetulnya bisa pergi langsung kepada Yesus tapi Filipus pergi memberitahukannya kepada siapa, saudara? Andreas. Jadi memang Yesus ini luar biasa; Dia pasangkan Petrus yang keras dengan Andreas yang sabar. Pasangan yang lain saya terangkan pada rabu yang akan datang.  

-- o -- 

Rabu, 7 April 2004

Hasil Doa Yesus semalam-malaman - (2/3)

Selamat sore, selamat ketemu berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita tetap meneruskan studi kita dari Injil Lukas. Kita mau setia sampai nanti Tuhan panggil kita. Injil Lukas pasalnya yang ke 6. Lukas pasal 6:14, kita mempelajari pasangan-pasangan dari murid-murid yang dipasangkan oleh Tuhan. Pertama, ayat 14, 

6:14 Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus.,

Yakobus dan Yohanes. Kita melihat dua orang ini, Yakobus dan Yohanes. Dipasangkan oleh Yesus sebagai pasangan dari murid-murid-Nya. Nah, Yohanes dan Yakobus, kita mau lihat pertama, tentang dua orang ini dalam Injil Markus pasalnya yang ke 10. Dalam Injil Markus pasalnya yang ke 10, kita membaca ayat 35. Kita melihat dua orang murid ini sangat ambisi.

10:35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!"
10:36 Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?"
10:37 Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu."
10:38 Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?"
10:39 Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.
10:40 Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan."
10:41 Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes.

Dua orang ini, saudara-saudara, adalah kakak-beradik, anak-anak dari Zebedeus, yang disebutkan dalam bahasa Indonesia lama, dia adalah anak-anak Zabdi. Anak-anak Zebedeus ini dijodohkan oleh Tuhan karena memang dia bersaudara, kakak-beradik, anak-anak Zabdi. Karena Yakobus disebut pertama, kemungkinan besar Yakobus adalah kakaknya dan Yohanes adalah adiknya. Kalau saudara baca tadi di dalam ayat 35, mereka itu sudah menjadi murid. Mereka memanggil Yesus sebagai guru. Jadi mereka sudah jadi murid. Tetapi mereka mempunyai ambisi yang sama, yaitu untuk duduk di sebelah kiri atau kanan Yesus. Jadi kalau ini Yesus, maka mereka berambisi ingin menjadi duduk di sebelah kiri atau kanan Yesus. Duduk di sebelah kiri atau kanan Yesus. Ini kiri, ini kanan dari Yesus. Begitu beraninya mereka meminta karena mereka sangat berambisi.

Tetapi saudara-saudara lihat bahwa karena permintaan dua orang ini, di dalam ayat ke 41, kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Dengan lain perkataan, Yakobus dan Yohanes tidak terkenal atau tidak disukai oleh murid-murid yang lain. Ini beberapa hal yang kita melihat ini. Perlu saudara tahu, Yakobus ini bukanlah adik Yesus, penulis surat Yakobus. Bukan. Tetapi dia anak Zebedeus, murid Yesus yang menjadi kakak-beradik dengan Yohanes. Nah, kalau saudara membaca Yohanes pasalnya yang ke 21, ayatnya yang ke 20,

21:20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"

Ini ayat ada yang hilang kata-katanya. Di dalam bahasa Inggris, saya salin, maka Petrus melihat sekeliling dan melihat satu murid yang Yesus kasihi, mengikuti ... yang juga pernah bersandar pada dada Yesus ketika makan bersama dan berkata:"Tuhan, siapakah yang akan menyerahkan Engkau?" Jadi yang ditulis dalam ayat ke 20, Yohanes sendiri menulis tentang dirinya sendiri. Dia memang biasa duduk bersandar di dada Yesus. Pakai kata breast, dada. Jadi Yohanes ini, dia senang duduk ngelendot di dada Yesus. Kolokan sekali. Dia ngelendot. Dan Tuhan Yesus tidak larang. Dia biasa bersandar. Dan ini terjadi setelah kebangkitan. Dia biasa duduk bersandar pada dada Yesus. Jadi permohonan dia untuk duduk di kiri kanan Yesus, yang pertama ini memang tidak menyenangkan murid-murid yang lain.

Tapi salah satu dari dua orang ini, yaitu Yohanes. Dia memang suka, senang, duduk di sebelah kanan Yesus, bahkan bersandar di dada-Nya. Coba saudara bayangkan, kalau saya duduk disini, saya berdiri seperti ini, orang itu, Yohanes itu, duduk dan bersandar di dada Yesus. Kita akan melihat keindahannya. Dari dua saudara ini, Tuhan Yesus bilang - kembali lagi kepada Markus 10, Tuhan Yesus bilang kepada mereka dalam Markus 10:38,

10:38 Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?"

Yesus sedang berbicara tentang sengsara, bukan tentang baptisan air. Karena Dia sudah dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Disini Dia bilang, Aku akan dibaptis dengan baptisan yang harus kuterima dan cawan yang harus kuminum. Saudara, kita baru merayakan paskah. Saudara ingat, bahwa Tuhan Yesus meminum cawan dosa umat manusia - dosa saudara, dosa saya. Penyakit yang paling busuk, penyakit TBC, lepra, semua, itu diminum oleh Yesus. Kamu bisa nggak itu? Saya akan dibaptis dengan baptisan yang lain. Nanti kita akan bicara tentang baptisan ini dalam Injil Lukas pasal 12. Bisa, katanya, dua orang murid ini bisa. Nah saudara-saudara, salah satunya yaitu Yakobus ini matinya di penggal. Yakobus ini mati sahid dipenggal oleh Herodes.

Tetapi Yohanes, Yohanes ini, dia mati tua. Usianya meninggal secara normal pada usia 100 tahun. Dia menulis lima buku: Injil Yohanes, Surat 1 Yohanes pasal pertama, Surat 2 Yohanes, Surat 3 Yohanes dan  Kitab Wahyu. Kakaknya, Yakobus dipenggal oleh Herodes. Saudara bisa baca itu dalam Kisah Para Rasul. Jadi mereka sudah bilang, dapat, kenapa? Ada lebihnya apa Yohanes ini sampai dia tidak mati sahid. Dia digoreng hidup-hidup dalam minyak panas, menurut sejarah gereja, tapi dia tidak mati. Akhirnya dia dibuang di Pulau Patmos. Malahan dia melihat Kitab Wahyu. Mari kita belajar, saudara. Ternyata Yohanes ini mencintai Yesus lebih dari pada kakaknya, Yakobus. Maka itu Tuhan Yesus pasangkan, supaya yang kurang bisa dibimbing sama yang lebih.

Dan sudah dari sananya barangkali, selalu adik ini melebihi kakak. Kain dan Habil. Kain membunuh Habil, karena Habel melebihi kakak. Anak terhilang itu yang bungsu. Ketika kembali, yang kakaknya marah. Karena kelihatannya adiknya ini dikasih lebih sama bapa. Yakub dan Esau. Yakub dijadikan Israel, disayang sama Tuhan; Esau tidak dapat apa-apa. Kelihatannya adik, dari sini cerita ini, selalu melebihi kakak. Ternyata Yohanes ini, Tuhan sudah lihat didasar hatinya. Mungkin modalnya baik, hatinya baik, karena dia ngelendot di dada Yesus. Sedangkan Yakobus, tidak. Tidak pernah. Maka cara matinya pun berbeda.

Saya tidak menghakimi. Saya tidak menghakimi, karena Yesus sendiri matinya disalib. Jadi saya tidak menghakimi. Selain dari Yesus, saudara, anak-anak Tuhan, umat Tuhan yang mengasihi Tuhan, itu meninggalnya indah. Meninggalnya bukan meninggal yang menderita tetapi meninggalnya saja jadi bagus. Kita buka Mazmur. Mazmur 116 adalah mazmur tentang kematian, tentang maut. Tetapi kita membaca apa yang dikatakan disana.

116:2 Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya.
116:3 Tali-tali maut telah meliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan.
116:4 Tetapi aku menyerukan nama TUHAN: "Ya TUHAN, luputkanlah kiranya aku!"
116:5 TUHAN adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang.
116:6 TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku.
116:7 Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.                                                                                                             116:8 Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung.
116:9 Aku boleh berjalan di hadapan TUHAN, di negeri orang-orang hidup.

Ini berbicara tentang surga. Berarti Tuhan membedakan orang-orang yang meninggal di dalam Tuhan dengan orang-orang yang meninggal secara keliru. Nah, kalau saudara-saudara melihat beberapa ayatnya, yaitu ayatnya yang ke 15 sekarang dari Mazmur 116, tadi saya katakan, adalah ayat tentang kematian.

116:15 Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.

Jadi kalau saudara cinta kepada Tuhan Yesus seperti Yohanes, bersandar di dada Yesus, lebih dari kokonya - maka akan ada satu keindahan yang dianggap berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihiNya. Didalam bahasa Inggris dipakai kata precious in the sight of the Lord. Mahal. Mahal di dalam pemandangan mata Tuhan, mati daripada segala kekasihnya. Meninggalnya saja sangat mahal, dinilai oleh Tuhan. Betapa sayangnya Tuhan. Tetapi itu akibat dari kita mengasihi Tuhan lebih dahulu. Di dalam Amsal 

8:17 Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.

Saudara perlu mendapatkan gambaran yang benar. Yang pertama itu Tuhan. Tuhan mengasihi kita. Kita dikasihi. Yang pertama, bukan kita mengasihi Tuhan tetapi Tuhan mengasihi kita. Yang barusan kita baca adalah reaksi kita. Reaksi kita kepada Tuhan, kita mengasihi. Lalu apa reaksi Tuhan? Nah ini yang saya katakan, reaksinya yang kedua, Dia mengasihi lagi. Jadi ada kasih yang pertama dan kasih yang ke dua. Ada dobel porsi kepada kita. Nah, kasih-Nya yang kedua inilah yang dialami oleh Ayub, yaitu dengan berkat dua kali ganda. Aku mengasihi kepada orang yang bereaksi mengasihi aku, dan orang yang rajin mencari aku. Mungkin saudara tidak sadar. Saudara asal biasa saja ke gereja, masuk keluar gereja. Asal saja saudara datang, sembahyang, puasa, saudara nggak tahu.

Tapi dinilai oleh Tuhan bahwa kerajinan saudara, kebaktian saudara, mencarinya saudara kepada Tuhan, sampai saudara bisa bersandar di dadanya Yesus. Nah, kalau saudara bersandar di dada Yesus, anggota tubuh pertama yang nempel di dada Yesus itu telinga. Dan dia akan mendengar denyut jantung dari Yesus. Ini Yohanes. Saudara akan mendengar isi hatinya Tuhan, kalau saudara dekat dengan Yesus. Saya selalu ingat lagu sekolah minggu jaman Cibeber dulu. Papa saya bikin pertunjukan. Yang nyanyinya Zus Nancy ... Yesus kembang mawar sharon - dia pegang bunga mawar - Engkau jantung hatiku. Bagaimana kita tahu bikin Yesus jantung hati kita kalau kita nggak dengar Dia punya denyut jantung?

Maka dalam pasangan ini, Yakobus adalah yang lemah, Yohanes yang kuat. Maka dipasangkan oleh Tuhan, walaupun mereka kakak dan beradik, koko dede, tapi nampaknya dede lebih kuat rohaninya. Maka dipasangkan oleh Yesus. Supaya koko yang agak lemah dapat kekuatan. Kita kembali lagi kepada Injil Lukas pasalnya yang ke 6 tadi.

Kita akan melihat pasangan yang ketiga, yang dipasangkan oleh Yesus adalah Filipus dan Bartolomeus. Ini indah sekali. Pasangan yang ketiga, jadi sudah enam orang sekarang, pasangan yang dipasangkan oleh Tuhan Yesus dari murid-murid-Nya semuanya enam pasang adalah Filipus dan Bartolomeus. Filipus dan Bartolomeus. Saudara mungkin bertanya, siapa ini Bartolomeus?

Sebelum dia jadi Bartolomeus, nama dia sebetulnya Natanael. Jadi ini nama dulunya, Natanael. Dirubah oleh Tuhan jadi Bartolomeus. Filipus ini, saudara-saudara adalah ... mungkin saya nanti harus tulis buku mengenai 12 murid Yesus ini. Indah sekali. Mohon perhatian saudara. Ini Filipus, dia orang murid yang paling polos dari semua 12 murid Yesus. Filipus orang yang paling polos. Dan daya tangkap Filipus kepada Firman Tuhan agak kurang tajam, agak kurang cepat. Dan ini mengajar kepada saya untuk sabar kepada murid-murid sekolah alkitab dan jemaat yang rada kurang cepat menangkap maksud Firman Allah. Baik itu soal persepuluhan. Baik itu soal mengalah. Baik itu soal sabar. Baik soal hidup dalam doa. Baik itu dalam hal iman. Itu banyak orang nggak mengerti, kurang cepat mengambil pengertiannya. Karena mungkin saya terlalu cepat. Makanpun saya selalu terlalu cepat. Karena kadang-kadang pikiran saya sudah dimana, gitu, orang yang saya ajak ngomong nggak bisa nangkap maksud saya itu kemana. Itu salah.

Ini diwakili oleh Filipus. Coba kita lihat lucunya Filipus ini, polosnya Filipus ini, dalam Injil Yohanes pasal 14. Dalam Injil Yohanes pasal 14 ini saudara bisa melihat lucunya Filipus ini. Kita membaca ayatnya yang ke-4

14:4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
14:5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
14:8 Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."

Jadi dia nggak ngerti apa yang dikatakan oleh Yesus dalam ayat ke 6, Aku jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorangpun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Ayat 9 Yesus berkata,

14:9  ... "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? - Berarti memang dia agak lamban menerima kebenaran dari Tuhan - Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
14:10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? - Sampai dibeujeur beaskeun, dijelaskan oleh Tuhan Yesus.

Balik lagi kepada pelajaran mula-mula. Masa sekian lama, tiga setengah tahun kamu bersama-sama dengan Aku, kamu belum tahu siapa Aku? Agak lambat. Tetapi saya katakan tadi, Filipus ini polos. Polos. Dia tidak berani mengambil keputusan sendiri. Ini ada positifnya, ada negatifnya. Tidak berani mengambil keputusan sendiri. Dalam Yohanes pasal 12. Yohanes 

12:20 Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani.
12:21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus - karena kelihatan orangnya polos. Bukan kepada Petrus yang jagoan. Tapi kepada Filipus -, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus."

Bukan dibawa sama Yesus ini orang-orang ini, malah dibawa sama Andreas. Saudara ingat ya, banyak kali kita bawa jiwa dibawa sama pendeta. Oh sakit? Bawa sama pendeta saya, pasti sembuh. Kita lupa yang nyembuhkan bukan pendeta, tapi Yesus! Hayulah ke gereja saya. Hayulah sama pendeta anu, pendeta anu. Wah, pendeta ini mah yahud. Kita lupa. Ini Filipus. Kami ... - udah jelas, ... kami mau lihat Yesus, pak Filipus, saya teh pengen lihat Yesus. Pengen lihat Yesus. Dibawa ke Andreas. Jadi agak kurang nangkap, kurang berani gimana, kurang pe-de. Ini Filipus. Tapi saya senang, kenapa? Karena orang seperti ini juga dipilih oleh Yesus. Berarti Dia juga memilih orang-orang yang seperti Filipus.

12:22 Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus.

Padahal kalau Filipus bawa sama Yesus, sami mawon sego rawon. Tapi Filipus ini, inilah, orangnya polos tetapi agak kurang bisa menangkap. Kita lihat yang terakhir tentang Filipus dalam Yohanes pasal 6. Dalam Yohanes pasalnya yang ke 6, kita melihat polosnya dari Filipus ini. Diajak ngobrol sama Tuhan Yesus, saudara-saudara, Yohanes pasal 6, kita mulai membaca ayatnya yang ke-5, 

6:5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?"
6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.
6:7 Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja."

Jadi orangnya sudah takluk duluan. Dikatakan oleh Yesus, dimana kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan? Yah Yesus, dua ratus dinar pun kita nggak akan cukup orang sebanyak ini. Laki-laki aja lima ribu orang, belum perempuan, belum anak-anak. Jadi belum apa-apa bertindak, udah kalah duluan. Belum dagang, geus sieun heula. Belum bertindak, udah takut dulu. Kaya lelaki mah, belum ngelamar, sudah takut ditolak. Bogoh, cinta, tapi nggak berani ngelamar. Kenapa? Takut ditolak. Ini Filipus. Nah, Tuhan Yesus tuh baiknya luar biasa, dia dijodohkan dengan Natanael atau Bartolomeus. Siapa Natanael ini? Orangnya tulus hati. Orangnya jujur, paling jujur di seluruh Israel. Kita lihat Yohanes 

1:43 Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"
1:44 Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus.
1:45 Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."
1:46 Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"
1:47 Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"

Yang ini polos, yang ini asli, tidak ada kepalsuan. Nah, yang polos ini, makanya saudara kita harus belajar, yang polos ini yang secara kepandaian kurang, justru yang cari jiwa. Yang mengajak bapa Natanael - Bartolomeus -  untuk kenal Yesus. Jadi karena Natanael ini dianggap anak rohaninya Filipus, yang polos tadi, Yesus pertemukan mereka. Ini kamu sepasang ini nggak boleh kemana-mana ya, kamu berpasangan sama ini. Saya suka kalau ke Jakarta pagi-pagi, saya suka ketemu orang-orang gereja kita lagi jalan pagi. Berpasangan. Sudah berpasangan tuh laki-laki sama laki-laki, perempuan sama perempuan. Tapi asal saya lihat jalan berdua terus, hopeng siang ho, sobat dalit. Itu pasti ada kurang, ada lebihnya, ada saling mengisi. Sehingga mereka bisa cocok.

Arti dengan demikian, kita belajar satu hal, kita tidak boleh minder kalau kita kurang pandai. Karena Yesus memilih Filipus. Jadi yang Filipus bersaksi kepada Natanael, ini dipertemukan. Nah, harap dengan dua pasang ini kita dapat berkat, belajar pada sore hari ini, bahwa Tuhan Yesus memanggil murid-murid-Nya, bukan yang super tetapi mereka yang banyak kekurangan, banyak problem, yang ambisi dan sebagainya. Tetapi oleh Tuhan Yesus dipanggil, diangkat menjadi murid-Nya. Seperti gambaran kita pada sore hari ini, kita berbagai-bagai latar belakang, tetapi Tuhan Yesus mengasihi kita. Dia memanggil dan mau menjadikan kita murid-murid-Nya. Kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Rabu, 21 April 2004

Hasil Doa Yesus semalam-malaman - (3/3)

Kita mau melihat pasangan-pasangan lagi dari murid-murid Yesus ini. Lukas 6:14, Simon yang diberi nama Petrus dan Andreas sepasang, sudah. Yakobus dan Yohanes sepasang, sudah. Filipus dan Bartolomeus, rabu yang lalu. Sekarang kita melihat Matius dan Tomas. Matius dan Tomas.

Kenapa Tuhan Yesus menjodohkan atau memasangkan Matius dan Tomas? Sekarang negara kita lagi demam pasangan presiden mana, berpasangan dengan wakil presiden mana? Ada yang kirim sama saya sms nggak tahu siapa, kalau anda setuju presidennya Wiranto, wakil presidennya SBY, teruskanlah sms ini  kepada sepuluh orang. Kalau dikasih ongkosnya lima ribu, boleh juga. Tapi nggak. Ya, kita hapus saja itu sms. Saya sudah khawatir Akbar Tanjung akan jadi calon presiden. Puji Tuhan, ternyata tidak akbar lagi sekarang. Jadi Golkar sendiri sudah tahu yang mana yang baik. Tinggal cari pasangannya. Susah benar, saudara.

SB Yudhoyono sama Yusuf Kalla sudah cocok tapi partainya kecil. Yusuf Kalla sudah dilarang nggak boleh dari Golkar, dicalonkan oleh, susah, susah, susah. Megawati sama Hamzah Haz, lagi rapat sekarang. Dan rapatnya cukup repot. Jadi sekarang ini berpasangan-pasangan sedang jadi problem. Tapi Tuhan Yesus tuh hebat kalau masangin orang. Banyak sekali yah ini, kasus-kasus kita ini, persoalannya di dalam murid-murid itu adalah karakter, saudara. Jadi Tuhan tuh lebih banyak mengerjakan diri kita itu di dalam segi karakter. Ada karakter orang yang pemalu, penakut, seperti Markus. Sompral kaya Petrus. Sombong, sompral kaya Petrus. Cepet marah kaya Yohanes. Tersinggung, urusan kecil marah. Padahal rasul, murid Yesus. Itu karakternya dikerjakan.

Jadi kita tidak bolah kecil hati karena Tuhan Yesus sabar kepada karakter-karakter ini. Pasangan yang kelima ini adalah Matius dan Tomas. Kita mau lihat Injil Matius lebih dahulu. Injil Matius 

4:18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
4:19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
4:20 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
4:21 Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
4:22 dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

Itu adalah dua pasang pertama dari murid-murid Yesus. Dan kalau saudara melihat bagaimana Injil Matius menyembunyikan dirinya sendiri. Menyembunyikan Matiusnya sendiri. Padahal inilah Injil yang pertama, yang dituliskan oleh seorang bekas pemungut cukai, yaitu Matius, ya. Dulu namanya adalah Lewi. Dulu adalah seorang yang bernama Lewi. Nah, kalau saudara-saudara melihat betapa Injil Matius adalah paling pertama yang membuka Injil. Kita bisa lihat sebagai apa Matius ini pada mula pertamanya. Dia sebagai orang apa? Betapa pentingnya murid yang pertama ini. Kalau saudara tahu, Kitab Wahyu adalah buku yang terakhir dari Injil, itu ditulis oleh Yohanes. Itu ditulis oleh Yohanes.

Jadi kita melihat bahwa Perjanjian Baru ditulis oleh murid-murid Yesus yang mengalami atau bersama-sama dengan Yesus ketika mereka tiga setengah tahun bersama dengan Yesus di dalam kehidupan mereka masing-masing. Kita buka sekarang Markus pasal 2. Di dalam Injil Markus pasal 2, kita melihat beberapa orang lagi ditulis di sana. Ayat 13, 

2:13 Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.
2:14 Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.
2:15 Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
2:16 Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
2:17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Jadi saudara lihat, yang dimaksud dengan Lewi anak Alfeus adalah Matius. Sebelum dia jadi Matius, namanya itu Lewi. Lewi anak Alfeus, seorang pemungut cukai.

Pada zaman Tuhan Yesus, ada dua kelompok orang yang paling tidak disukai, yaitu saudara-saudaraku, satu, pemungut cukai; dan kedua, adalah perempuan sundal. Dari antara dua ini, pemungut cukai dan perempuan sundal, pemungut cukailah yang lebih tidak disukai oleh orang Israel. Saudara tahu kan, orang Yahudi itu tukang ngitung uang. Kopetnya, meditnya luar biasa. Saya sudah pernah ketemu orang-orang medit di gereja-gereja. Kemarin baru kubur orang. Salah satu jemaat, dia jemaat Bethani, tapi karena dia ikut dengan berdasi, aktifis. Pernah ke sini, ikut family camp tiga kali. Meninggal dia, umur 56 tahun. Jadi saya khotbah di tempat pemberangkatan jenazah.

Tapi orang Karawang sudah ada janji tidak tertulis, tiap sangseng itu dibikinnya siang. Jam 12, jam 1. Nggak pernah pagi. Kenapa? Karena mereka tahu orang-orang Tionghoa di sana kalau siang itu toko tutup, jualan lagi sepi. Toko apa saja di Karawang kalau siang itu sepi. Maka mereka bersetuju, kalau ada yang meninggal, hendaklah sangsengnya itu siang. Lagi sepi, dagang nggak mau rugi. Tetapi ada kelepasan di Cianjur, bahkan di Cianjur hari minggu. Di pasar banyak yang tutup. Luar biasa. Jadi orang Cianjur jauh lebih baik dari orang Karawang. Kalau di Karawang, saya nggak berani ngomong begini.

Nah, mereka, orang-orang ini, adalah itungan sekali, orang Yahudi itu. Jadi uang itu itungan sekali. Dikatakan disini, pemungut cukai itu tidak disukai. Baru kedua perempuan sundal. Nah, pemungut cukai ini, ingat saudara, Zakheus. Zakheus juga pemungut cukai. Yesus masuk rumahnya tuh diolok, disindir. Bukan sama orang luar, sama orang dalam. Sama pengikut Yesus sendiri. Ini yang mengikuti Yesus banyak sekali, ayat 15, Markus pasal 2. Tetapi kita mau lihat, siapa Matius ini? Lewi. Dan Lewi ini, pemungut cukai, diklasifikasikan sebagai orang berdosa. Kalau saudara membaca ayatnya yang ke-17. Saudara membaca ayat 15,

2:15 Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
2:16 Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
2:17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Jadi Lewi ini dikategorikan, klasifikasi sebagai orang yang berdosa. Jaman sekarang kalau di gereja ada yang berdosa, bagaimana reaksi saudara? Sedikit banyak akan sinis, haha, hehe dibikin-bikin. Tapi di hati kita mungkin kita kritik. Kok dia kristen, kok berdosa? Lain dengan Yesus. Ketika Dia datang ke dunia, Dia menolong orang berdosa. Mau mengangkat orang yang jatuh. Mau menolong orang yang lemah. Menyapukan air mata orang yang menangis. Membangkitkan orang mati. Mengangkat tangan yang lemah lesu. Itu Yesus kita, saudara. Maka pengajarannya besar sekali di sini. Dan bukan kebetulan, ini adalah pasangan yang kelima. Lima ini adalah bayangan lima luka Yesus. Satu, dua, tiga, dua kaki, empat, lima. Iya kan?

Coba kalau kita salah, orang sinis. Yang asalnya temen bisa jadi sinis sama kita. Dibawalah satu perempuan yang ketangkap basah berbuat zinah, dibawa pagi-pagi. Yesus, ini menurut Engkau bagaimana? Yesus nggak jawab, Dia diam saja. Dipaksa-paksa, bagaimana Yesus, bagaimana Yesus? Akhirnya Yesus berkata, siapa yang tidak berdosa hendaklah dia lempar batu lebih dulu? Berarti Tuhan Yesus kategorikan semua kita sebagai orang berdosa. Nah, kalau kita sesama orang berdosa, bahasa bis kota saja sesama bis kota dilarang saling mendahului. Saling mendahului, mepet-mepet, nggak boleh. Masa kita sesama kristen, saling sinis, saling mendengki? Ini contoh soal yah, contoh soal. Saya tidak bilang, saudara berbuat itu. Tidak. Contoh. Bahwa kita tidak usah berbuat begitu.

Jadi Lewi ini, pemungut cukai, dikategorikan sebagai orang berdosa. Walaupun dia ini anak Alfeus. Alfeus ini tokoh. Nggak sembarangan orang bisa punya kedudukan pemungut cukai, tukang pajak, nggak mungkin. Pasti dia anak boss. Sekolahnya susah, harus banyak koneksi. Apa yang terjadi? Gol, Lewi bisa jadi kepala pemungut cukai, bisa jadi pemungut cukai. Maka terkenal dia, Alfeus. Yang kedua itu Bartimeus. Bartimeus bukan pemungut cukai tapi dia ini Bar. Bar itu sebenarnya anak Timeus. Timeus itu orang terkenal, tapi anaknya buta. Maka digelar saja, ini anak Timeus, Bartimeus. Kita anggap Bartimeus itu nama, padahal bukan. Bar itu anak, Timeus itu nama marganya. Harap sampai disitu kita bisa mengerti. Jadi ketika Tuhan Yesus memilih Lewi, Dia memilih orang yang tinggi, orang berpangkat. Orang yang di pemungut cukai kan orang sekolah tinggi, berpangkat. Tapi kategorinya orang berdosa di dalam pemandangan Allah.

Saudara-saudara, mungkin saudara dinilai oleh orang lain sebagai orang berdosa. Tapi terima kasihlah kepada Tuhan karena Tuhan tahu segala macam kita. Ada haleluyah? Di dalam 1 Korintus 15, kita mau belajar dari Rasul   Paulus. Apa yang Rasul Paulus katakan menurut Firman yang dia sampaikan? 1 Korintus 15:6, kita mulai baca ayat 5,

15:5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
15:6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
15:7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
15:8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

Ko Yoyo, masa orang itu adatnya jelek sekali, aduh. Orang itu adatnya keras, jelek sekali, gede ambek, wahhhh, mau menang sendiri, aduh. Kasih karunia Allah menyelamatkan orang itu. Biar orang itu jelek, jahat. Saya kasih tahu, kasih karunia. Jangan sampai ada di antara saudara yang menganggap dosa saudara nggak bisa diampuni. Dosa yang tidak bisa diampuni adalah dosa yang menghina Roh Kudus. Di luar itu saudara mengaku kepada Yesus, Yesus adalah teman orang berdosa. Aku datang untuk menyelamatkan orang berdosa. Kalau saudara datang dengan hati yang rendah, dan berkata, Tuhan Yesus, saya minta ampun. Mohon ampun dari segala dosa. Maka Firman Allah katakan, Ia setia mengampuni dosa kita.

Dan darah-Nya yang suci menyucikan kita dari segala dosa. Dari karakter kita, dari cara hidup kita yang lama, itu diwakili oleh Matius. Cara hidupnya sebagai pemungut cukai. Dia dipasangkan dengan Tomas. Sekarang kita mau melihat, siapa Tomas? Kita mau lacak hidupnya Tomas ini, di dalam Firman Allah. Mulai dari Injil Yohanes. Injil Yohanes pasalnya yang ke 14. Yohanes 14, kita membaca mulai ayatnya yang ke-1,

14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.
14:4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
14:5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Tomas mewakili orang-orang yang selalu ingin tahu, ingin kejelasan. Padahal ayat 4 sudah dikatakan, kemana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ. Dia tahu, kemana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ. Yesus masa ngomong bohong. Tetapi ini lihat, Tomas, dia bertanya dia ingin kejelasan. Dia ingin kejelasan. Maka di sini Tomas ada berhubungan dengan sedikit, saudara-saudara, kebimbangan. Apa iya? Kemana jalannya, saya nggak tahu kok? Kemana? Nah, itu diwakili oleh Tomas. Kalau saudara membuka dalam Injil Yohanes pasalnya yang ke 20

20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."
20:26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Tomas juga bukan hanya bimbang, dia mewakili orang yang percaya setelah lihat bukti, setelah ada bukti. Ini ada orang kristen macam-macam. Ada orang kristen Tomas. Ada orang kristen Natanael, Bartolomeus. Tetapi Tomas di sini mewakili orang yang ingin kejelasan, orang yang bimbang, kemana jalannya Tuhan? Ini murid-murid bukan satu orang. Kami sudah lihat Tuhan. Yesus bangkit kok. Tomas ingin kejelasan. Kalau belum jari saya dicucukkan ke bekas pakunya dan tangan saya dimasukkan ke bekas lukanya, lambungnya, kalau tombak cukup besar, tanganku bisa masuk, aku belum mau percaya. Jadi Tomas menempatkan diri sebagai orang dunia. Kalau aku lihat bukti, baru aku percaya.

Yang terhebat, aku percaya walaupun nggak lihat bukti. Ada haleluyah? Yang paling be sai, sudah lihat bukti tetap nggak percaya. Tapi Tomas ini di tengah. Dia percaya setelah dia lihat bukti. Jadi saudara lihat Tuhan Yesus, menjodohkan Tomas, disebut kedua berarti dia orang kedua, dengan Matius. Matius ini orang pandai. Dia ahli pemungut cukai, dia orang pandai. Nah, karena dia pandai, dia mempunyai wibawa, dia bisa menagih pajak, dan sebagainya, dia ada wibawa. Dia dijodohkan dengan orang yang bimbang. Orang yang bimbang, sebentar-sebentar bimbang, sebentar-sebentar bimbang, itu dijodohkan dengan yang berwibawa. Luar biasa Tuhan Yesus itu. Nah sampai di sini pasangan itu. Lalu kita kembali kepada Lukas pasalnya ke 6. Kita melihat pasangan yang terakhir. Pasangan yang terakhir. Belum, belum terakhir yah.

Pasangan yang kelima, mungkin ini yah. Yakobus anak Alfeus, tadi Lewi anak Alfeus. Sekarang Yakobus anak Alfeus. Kita masih Lukas ini. Dipasangkan dengan Simon yang disebut Zelot atau kaum Zelotis. Saudara mungkin nggak mengerti apa arti Zelot? Zelot itu orang yang fanatik. Yakobus anak Alfeus dan Simon yang disebut orang Zelot. Berarti ada Yakobus adik Yesus, ada Yakobus anak Alfeus. Tadi Matius, Lewi anak Alfeus. Sekarang saudara lihat Yakobus anak Alfeus dijodohkan dengan Simon yang disebut orang Zelot. Bukan Simon Petrus, ya.

Sekarang kita lihat Yakobus anak Alfeus. Saya tidak tahu apa ini kakak beradik. Tetapi dia dipasangkan dengan Simon orang Zelot. Orang Zelot, orang yang fanatik. Yakobus ini mewakili orang yang so so. So so itu ya dikenal tidak, tidak dikenal juga tidak. Dia menengah. Dia sama dengan Susana. Tapi dia bukan orang yang terkenal seperti Matius, dia bukan orang yang seperti Natanael, dia bukan orang yang seperti Matius terkenal, tapi juga orang berdosa. Tidak. Dia orang yang so so, biasa-biasa. Yakobus anak Alfeus ini orang yang biasa-biasa. Jadi so so lah, begitulah. Kebanyakan di gereja kita ini ada yang so so. Karena saya melihat ada yang nyanyi semangat, tapi ada yang so so. Rajin kebaktian tapi ditanya khotbah naon? Teuing. So so. Dia tidak tahu. Puasa, ngilu puasa. Naon anu dipuasaan? Ceuk ko Yoyo kudu puasa, pokokna asal puasa weh saya mah. So so. Dia tidak sungguh-sungguh tetapi dengan main-main. Dia so so. Ini murid juga ada yang seperti ini. Kalau saudara baca, dia ... Yakobus anak Alfeus.

Dia dijodohkan dengan Simon Zelotis, orang yang fanatik. Ada yang fanatik di Jakarta sekarang sudah jadi pendeta. Dia pimpin puji-pujian, sebelum jadi pendeta, dia pimpin puji-pujian. Ya, namanya orang budha. Orang budha masuk di kebaktian, nggak tepuk tangan. Saudara tepuk tangan kalau nyanyi untuk Tuhan Yesus. Saudara bukan tepuk tangan untuk saya tapi untuk Tuhan Yesus. Orang budha, malu dia. Diem aja. Turun dari mimbar ini bapa: Ko, tepuk tangan itu begini. Dipegang tangannya. Fanatik, fanatik. Ada yang fanatik gereja. Waduh, gereja Pantekosta. Pantekosta heranlah, pantekosta heranlah, ya api pantekosta heranlah. Ngai mah mun teu nyanyi lagu eta teu reusep, kudu aya lagu eta. Ada yang fanatik pendeta. Kudu pendeta eta anu khotbah. Lamun heunteu pendeta eta, memble. Ada yang fanatik gereja. Ada yang fanatik bangunan. Ada yang fanatik baju, ari ka gereja kudu make baju beureum. Kunaon beureum, PDI lain? Lain, darah Yesus menyucikan dosa. Waduh, macam-macam orang fanatik.

Nah, waktu saya di Belanda, banyak gereja saya kunjungi. Cara nyanyinya, cara-cara nyanyi. Tapi ada satu gereja namanya pendetanya David Koh. Itu satu-satunya gereja yang saya rasa di gereja sendiri. Nyanyinya lagu pantekosta. Tepuk tangan pakai musik, doa, nangis, doa dalam bahasa Roh, ada. Itu satu-satunya, asa di gereja sendiri. Kita bukan fanatik, tapi itu rasa di rumah sendiri ...

Itu Tante Lenny Mandey, kalau makan musti ada kecap manis di meja. Yang lain boleh macam-macam masakan berubah, tapi kecap manis harus ada. Fanatik betul. Saudara punya fanatik sendiri, ya. Bisa fanatik ini, bisa fanatik itu, macam-macam. Makan telur, harus telur ayam kampung. Saudara tahu nggak bahwa ayam kampung itu disebut ayam negeri kalau di Amerika? Pek bawa ayam kampung ka Amerika, dia jadi ayam negeri. Macam-macam. Sekali GPdI, tetap GPdI. Ada banyak fanatik ini, fanatik ini. Tadi di radio saya dengar, Gus Dur akan menjadi calon tunggal, satu-satunya dari PKB untuk menjadi presiden. Ketika ditanya Gus Dur sama wartawan, kan ada peraturan yang calon presiden musti sehat. Dia bilang apa? 2-3 minggu lagi saya akan melihat. Dia punya iman luar biasa. 2-3 minggu lagi saya akan melihat. Kembali lagi pada pelajaran kita bahwa Yakobus dan Simon Zelot disini, yang fanatik ini digabung dengan ... yang so so. Kita sambung ayat 16.

6:16 Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Kalau saudara membaca sebelum Wahyu, ada surat Yudas. Itu Yudas itu, adik Yesus, Yehuda. Tapi Yudas disini adalah Yudas anak Yakobus dan Yudas Iskariot. Saya tidak tahu, kenapa Tuhan Yesus, taruh Yudas Iskariot itu dibelakang sekali. Yudas Iskariot, belakang sekali, dengan Yudas anak Yakobus, ini hanya untuk membedakan. Tapi namanya sama. Kalau di Israel sudah tidak ada lagi nama Yudas itu. Yang ada Yuda, kependekan dari Yehuda. Jadi kalau ada anak yang diserahkan, anak laki, kalau saya kasih nama Yehuda, orang senang. Mau pakai nama Yehuda. Bagus. Pake nama Yuda, singa dari Yuda? Oh, mau. Tapi kalau kita pakai s, mau pakai Yudas? Padahal sama, Yehuda, Yuda, Yudas itu sama. Yehosua, Yosua, Yesus itu sama. 

Kita lihat ada dua macam Yudas. Nama bisa sama tapi karakter beda. Mungkin ini contoh soal yang Yesus berikan. Contoh soal. Yang pertama adalah Yudas anak Yakobus atau Yehuda. Semua, dua nama ini adalah artinya terpuji. Kenapa Yudas Iskariot ditaruh paling belakang? Karena dia dipercaya oleh Tuhan Yesus sebagai bendahara, sebagai pemegang keuangan. Rasul Paulus berkata bahwa kita sebagai pengikut Kristus, diumpamakan sebagai bendahara-bendahara, pemegang uang. Bendahara itu, saudara, bukan cuman pegang uang. Dipercayakan orang, you pegang uang, ya. Bukan. Dia kalau bisa, dia pandai itu, dia memperbanyak uang yang dipercayakan dengan jalan ditaruh di bank. Kalau jaman dulu itu diperniagakan. Dia bendahara yang pandai ini.

Seperti dikasih lima talenta dia kerjakan lima, jadi sepuluh. Kalau bendahara yang baik. Sabaslah hai kamu hamba bendahara yang baik. Dikasih talenta dua, dia kerjakan, dia jalankan, dapat untung dua, jadi empat. Nah, yang dikasih satu, dia cuma pegang saja. Dipercaya cuma satu. Taruh saja ditanah, sama. Taruh saja ditanah. Bendahara yang baik itu memperbanyak jumlah yang dipercaya. Di dalam Korintus, saudara-saudara. Kita lihat surat Korintus, 1 Korintus lebih dahulu kita lihat. I Korintus 

4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. - Saya baca dalam bahasa Inggris. Let a man so consider us, biarlah orang-orang memperhatikan kita, as servant of Christ, sebagai hamba-hamba Kristus, and steward, bendahara, of the misteries of God, dari rahasia Allah. Ayat 2,
4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai. 

Bukan dipercaya tetapi setia. Maka Tuhan Yesus berkata, kamu setia dengan hal yang kecil, pasti kamu akan setia dengan hal yang besar. Itu sudah hukum dari surga. Kalau orang tidak bisa setia dengan soal kecil, Tuhan nggak bakal kasih dia dengan soal besar. Karena dia nggak bisa setia. Soal kecil aja dia nggak bisa setia. Contoh soal ini, contoh. Saya nggak tahu udah ngomong berapa puluh kali, tapi ini contoh. Saya bukan marah, tapi hanya contoh. Pemimpin pujian, saya sudah ngomong berkali-kali, kalau mengundang orang berdoa, jangan berhenti lagi, jangan. Kita nyanyikan nyanyian ini koornya sekali lagi lalu ibu itu maju ke depan. Sementara kita nyanyi, jadi nggak keburu-buru. Sementara nyanyi belum selesai, ibu itu kan bisa mikir dulu, mau doa apa. Jangan kaya tadi. Sampai salah-salah sembahyang, gugup, soalnya keburu-buru. Setia dong dalam soal kecil, diturut. Supaya nanti kalau Tuhan percayakan yang besar, kita bisa.

Dari yang kecil, dari yang kecil. Kita setia dengan yang kecil, Tuhan pasti kasih yang besar. Setia dengan perpuluhan yang kecil, seratus perak, dua ratus perak, setia. Nanti seratus jutapun Tuhan berkati, asal kita setia. Kalau sekarang kita main kopet, skaker pelit, berarti kita tidak setia. Nah, saudara, dua nama ini adalah terpuji.

Yudas Iskariot ini, saudara, kenapa disebut bendahara? Karena dipercaya. Tetapi dia, kalau saudara membaca Yohanes 12, keluar duit itu susah amat. Padahal duit bukan duit dia. Keluarnya susah amat. Tapi ngeritik orang yang memberi kepada Yesus dengan limpahnya. Yohanes.

12:1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
12:2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.
12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
12:7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
12:8 Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."

Saya mau ingatkan sama saudara. Berapa kira-kira uang yang Yudas ambil dari kas yang dipegangnya? Besar dia punya korupsi? Tidak, saudara. Kecil! Saya tidak percaya, uang yang diambil Yudas itu jumlahnya besar. Sedikit sekali. Tapi sering. Kenapa, saya berani katakan sedikit? Karena Yesus saja dia jual cuman 30 keping perak. Bayangkan ini orang kasih minyak 300 dinar, gaji satu tahun. 30 keping perak, kalau uang kita seratus ribu, saudara. Masa Yesus dijual uang seratus ribu? Dia sudah rasa gede itu seratus ribu. Karena apa? Karena dia sudah biasa nyolong sedikit-sedikit, yang kecil. Maka ditaruh paling belakang sama Yesus. Kalau Yesus jalan kemana, makan, dia harus bayar. Dia bendahara. Tapi kalau dapat sumbangan dari ibu, sumbangan dari mana, Yudas yang pegang. Jadi saudaraku, siapa tidak setia dalam yang kecil, Yesus pun dijual.

Tapi kalau setia dalam hal kecil, Tuhan nggak salah kasih surga. Maka Yudas ini, nama ini terpuji, betul-betul terpuji. Tapi ini tidak terpuji. Nah, yang tidak terpuji disuruh ditemani oleh yang betul-betul terpuji. Nama boleh sama, karakter bisa beda. Al Copone itu dulu sekolahnya ... Sebelum dia menggarong bank, dia curi uang cicinya dulu. Kakaknya perempuannya, uangnya dicuri. Lima sen, sepuluh sen, untuk beli ..., dari situ, mulai dari yang kecil. Saudara tahu, bocor yang besar itu mulai dari bocor yang kecil. Maka saya selalu ingin kalau ada kerusakan kecil, lekas perbaiki. Jangan jadi besar. Kalau ada urusan kecil, lekas atasi, jangan nanti jadi urusan besar. Lekas atasi, lekas. Dari yang kecil. Tahu nggak, yang menilai saudara tuh Tuhan sendiri, bukan saya.

Saya juga dinilai sama Tuhan. Saya setia nggak? Itu Tuhan yang nilai. Tuhan yang kasih poin. Nggak usah saudara cari-cari kejelekan saya, nggak usah. Tuhan tahu kejelekan saya, Tuhan tahu kelemahan saya. Tuhan tahu kekurangan saya. Tapi Tuhan juga tahu kerinduan saya. Tuhan juga tahu keinginan saya. Tuhan juga tahu kemauan saya, ingin melayani Dia, ingin kerja sebaik-baiknya, Tuhan tahu. Mulai dari yang kecil.

Matius saja, pemungut cukai bisa kok. Kalau sekarang dia paling pinter dari semua 12, karena dia sarjana ekonomi, lulusan Universitas Yerusalem. Ada seorang dikasih lima talenta. Saudara dikasih suara yang bagus, nggak dipake nyanyi. Saudara dikasih bisa mengarang lagu, tidak dipakai lagi, nanti Tuhan tanya. Saudara bisa main musik, tidak dipakai untuk Tuhan, Tuhan tanya. Saudara bisa bikin deklamasi, ini sudah mau hari paskah nih, nanti Tuhan tanya. Semua ditanya, dari yang kecil.

Kemarin saya terharu melihat kejadian yang disiarkan di televisi. Dengan cerita ini saya mau tutup renungan ini. Seorang ibu punya suami. Suaminya itu lumpuh apa kakinya buntung gitu, karena kecelakaan. Jadi suaminya tuh di roda, di kursi roda, nggak bisa jalan aja. Ibu ini dari pagi sampai sore, dia kerja, jadi tukang cuci, jadi apa, jadi apa, untuk nyekolahin anaknya. Karena suaminya nggak bisa kerja apa-apa. Cuci pakaian. Kok orang dunia bisa ya. Setia dengan yang kecil. Sampai orang kristen, nggak boleh digeunggeureuhkeun, ngambeuk. Adat kakurung ku iga. Setia. Suami juga nggak bisa apa-apa, dia nggak menghina, dia nggak ngolok, dia nggak nunjuk-nunjuk, dia nggak maki-maki.

Semoga cerita ini, Firman Allah, menyentuh hati saudara yang paling dalam. Dan saudara mau berjanji kepada Tuhan, mau mengerjakan hal-hal yang kecil dengan setia. Supaya nanti Tuhan sendiri yang akan membuat saudara besar. Kita berdiri bersama-sama.  

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________

 

       

1