Khotbah Rabu Maret - April 2005 

Gereja Pantekosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 02 Maret 2005

TEMPAT BERTEDUH

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita kembali akan melihat injil Lukas

Lukas

8:22 Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan Ia berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang danau." Lalu bertolaklah mereka.
8:23 Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka berada dalam bahaya.
8:24 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Guru, Guru, kita binasa!" Iapun bangun, lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itupun reda dan danau itu menjadi teduh.
8:25 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Di manakah kepercayaanmu?" Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?"

Perikop ini perikop yang sudah sangat biasa saudara dengar sejak dari sekolah minggu sampai saudara sekarang kita banyak mendengar cerita ini. Tetapi saya yakin kita jarang mendengar cerita ini kalau kita baca dari injil Lukas karena dalam injil Lukas ada beberapa hal yang tidak ada tetapi ada beberapa hal yang ada. Di dalam ayat ke-22

8:22 Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.

Di dalam bahasa inggris, sebelum kata "pada suatu hari", ada kata 'maka terjadilah', 'maka kejadianlah', 'terjadilah satu kejadian'.

Pada suatu hari yang tertentu, Yesus naik ke dalam perahu dengan murid-murid-Nya, dan Dia berkata: "Marilah kita menyeberang ke sisi yang lain dari danau." Lalu mereka mulai berlayar. Ini dalam bahasa Inggris. Dalam ayat 22 pertama ada perkataan, now it happened, sekarang terjadilah.

Jadi sejarah hidup kita manusia adalah rangkaian-rangkaian dari kejadian-kejadian. Ada kejadian yang menyenangkan hati kita, ada kejadian yang mengkhawatirkan hati kita, ada kejadian yang menyukakan hati kita, ada kejadian yang menakutkan kita, ada kejadian yang sama sekali kita belum pernah alami, ada kejadian yang jadi pengalaman yang baru bagi kita, dan sebagainya.

Nah, kejadian ini terjadi pada suatu hari. Saudara perhatikan kalau di dalam alkitab ada istilah 'pada suatu hari'. Karena di dalam bahasa inggris, ada satu hari tertentu, pada suatu hari. Ini hati-hati kalau ketemu ini perhatikan,  rahasianya besar, pada suatu hari.

Di dalam kehidupan kita masing-masing akan ada pada suatu hari. Kalau kita lebih dahulu membaca kitab Ayub

1:5 Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

Tetapi ayat keenam,

1:6 Pada suatu hari

Jadi ada satu hari yang tertentu yang akan kita alami walaupun itu hari mungkin menyenangkan. Ketika saudara menikah, ketika saudara mempunyai cucu, ketika saudara mendapatkan menantu, ketika saudara mendapatkan berkat, ada satu hari. Kalau kita kembali ke perjanjian baru dan membaca Markus 

6:19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
6:20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
6:21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya -

Ada satu hari yang ditunggu oleh Herodias untuk membunuh hamba Tuhan. Ditunggu-tunggu.

Ada ayat di dalam kitab Mazmur berbunyi begini, hari ini hari ini harinya Tuhan ... Jadi walaupun itu hari kita menghadapi gelombang, itu hari kita menghadapi sukacita, itu hari kita menghadapi kekuatiran, kalau kita paketkan semua, itu adalah harinya Tuhan. Nggak boleh kita memilih hari. Itu sudah dipaketkan Tuhan. Pada suatu hari.

Nah, kalau saudara mempunyai iman hari ini harinya Tuhan, maka saudara tidak akan mengatakan hari minggu lebih baik dari hari ini atau khususnya orang Tionghoa kalau mau menikah dia pilih hari. Kalau hari ini hari baik, kalau hari ini hari tidak baik. Tapi kalau dagang tiap hari. Kalau nafas tiap hari, kalau makan tiap hari. Tapi kalau buat pernikahan wah jangan pilih ini hari tidak baik. Saya tidak tahu dia ngitung dari mana.

Tapi kalau kita orang kristen kita tahu setiap hari adalah baik bagi Tuhan. Karena dia bikin hari yang pertama, baiklah adanya. Hari yang kedua baiklah adanya. Hari yang ketiga baiklah adanya. Sampai enam hari dia bikin bumi ini baiklah adanya. Waktu Dia membuat manusia Dia lihat amat baiklah adanya. Jadi walaupun ada problem, walaupun ada percobaan ini adalah hari dari harinya Tuhan.

Kita kembali kepada Lukas

8:22 Pada suatu hari. 

Nah ini satu kejadian pada suatu hari. Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan Ia berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak - bahasa inggris menyeberang. Marilah kita menyeberang, ke seberang danau." Lalu bertolaklah mereka.

Kalau saya baca dalam bahasa inggris, let us cross. Cross ini memang menyeberang tapi cross juga berarti salib. Kalau saudara lihat dari atas danau Galilea, itu seperti kecapi. Kalau Yesus berkata dari sini, mari kita menyeberang, ke sana - ada sesuatu yang di cross, yaitu danau ini diseberangi, dicross. Dari kata itulah datang salib.

Nah, Tuhan Yesus berkata, let us cross, marilah kita menyeberang. Jadi kalau kita mau menyeberang ke surga, kita harus mau memakai cross, kita harus memakai salibnya Tuhan. Saya mengingat kalau menulis raja itu bahasa mandarinnya wang, tulisan Tionghoanya begini. Garis pertama ini di atas itu langit, garis yang di bawah itu bumi. Untuk menyambungkan langit dan bumi, Tuhan memakai cross, salib - jadilah wang. Jadi yang disalib itu adalah Raja segala raja. Kalau nggak ada salib, saya lupa lagi, itu jadi kuli. Kalau tidak ada tanda salib, jadi kuli. Tetapi kalau ada salib, jadi wang, jadi raja. Jadi kalau kita ini sebagai anak raja.

Lalu dikatakan Yesus, marilah kita cross, marilah kita menyeberang. Ada sesuatu yang dicross. Jadi pada hari ini saudara duduk di kebaktian menjadi umat Tuhan, saudara ada pada jalan yang benar dan salib adalah jalannya raja. Ada haleluyah? Ketika Yesus disalib, ditulis di atasnya: Inilah Yesus orang Nazaret, Raja orang Yahudi. Dipakai untuk ngejek. Tetapi sebetulnya ya dan amin, Dia memang adalah Raja. Mari kita baca terus 

8:22  ... "Marilah kita bertolak ke seberang danau." Lalu bertolaklah mereka.

Yang mengajak Yesus. Dan kalau kita di dalam kekristenan selalu dilambangkan dengan bahtera atau perahu. Gerakan oikumene di Indonesia memakai salib di atas perahu. Jadi gereja ada sebagai bahtera. Nah yang saudara perhatikan kalau orang masuk rumah tangga, orang kirim bingkisan atau apa uang, ditulisnya begini: Selamat menempuh bahtera rumah tangga. Jadi nggak disebut perahu rumah tangga, nggak disebut kapal rumah tangga tapi bahtera rumah tangga. Mengingatkan kita kepada nabi Nuh. Nabi Nuh mempunyai bahtera, satu istri, tiga orang anak, tiga orang mantu, semuanya jadi delapan. Tapi bahtera ini bicara dari kehidupan kita.    

Lalu bertolaklah mereka. Yesus ada di perahu yang sama dengan murid-murid-Nya. Ayat 23.

8:23 Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur.

Ketika Yesus tertidur membayangkan bagi kita betapa dinikmatinya perjalanan itu oleh Yesus sampai Yesus tidur, Yesus santai dalam perahu murid-murid ini. Perhatikan ayat berikutnya. Sekonyong-konyong. Tiba-tiba. Kisah para Rasul

2:1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;

Ada 2 hal yang datang tiba-tiba. Yang pertama itu percobaan, angin ribut. Kembali kepada Lukas 8, ia datang tiba-tiba

8:23 ... Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka berada dalam bahaya.

Yang pertama problem itu selalu datang tiba-tiba. Dia ngebokong. Nggak kasih telegram, nggak kasih telepon, nggak kasih tahu, nggak kirim sms, tiba-tiba dia datang. Tapi jangan kecil hati, pertolongan dari Tuhan juga tiba-tiba. Kisah Rasul 2, tiba-tiba turunlah Roh Kudus.

Jadi saudara, jangan kagetan kita kalau di dalam dunia ada keributan yang tiba-tiba karena pertolongan dari pada Tuhan juga tiba-tiba. Berikutnya kita membaca lagi

8:23  ... sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka berada dalam bahaya.

Ketika angin ribut itu, bahasa Yunaninya peirasmos. Ribut. Di dalam bahasa inggris dikatakan, windstorm. Windstorm itu seperti angin puyuh, nggak karuan. Jadi ini percobaan luar biasa. Peirasmos datang sehingga mereka ada di dalam keadaan bahaya. Bahaya dipakai kata lailaps. Lailaps artinya saudara ada di bawah bahaya, saudara ditekan oleh bahaya. Jadi angin ribut begitu besar sampai mereka itu ada di dalam di bawah pengaruhnya angin ribut, di bawah bahaya. Tertekan.   

Mereka lupa bahwa Yesus juga ada di dalam perahu yang sama. Kalau rumah tangga saudara goncang, ada angin ribut - ingat, Yesus ada di sana! Kalau saudara punya bisnis sedang ada kegoncangan, ingat Yesus bersama karena Dia santai Dia tidur, kita yang repot. Dia mah santai, kita yang repot. Ini kita ada di bawah tekanan bahaya. Lailaps. Ditekan. Nah, musuh selalu mau menekan kita supaya kita nggak bisa bangun. Musuh mau menekan kita supaya kita tidak bisa berlari, dia tekan kita. Lailaps. Lalu saudara, berikutnya.

8:24 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Guru, Guru, kita binasa!"

Saya kurang setuju dengan istilah guru karena di dalam bahasa inggris dipakai kata master. Seseorang sudah melewati SI, S2, S3 ... dia dapat MTh, Master Theology. Kalau orang sudah jago catur mendapat gelar Grand Master. Itu sudah luar biasa. Maka dikatakan oleh muridnya, ini Master, seorang yang tahu segalanya. Saudara senang Yesus tahu segalanya?

Tadi kita menyanyi Yesus di atas segalanya. Tetapi sore hari ini kita mendengar bahwa Yesus itu Master, tidak ada sesuatu yang membingungkan Dia. Dia master, Dia sudah ahli dalam segalanya. Dan baguslah murid ini datang kepada Yesus, membangunkan Dia. Nggak bisa lari lagi ke mana-mana, di sekelilingnya gelombang, dari atas angin. Gelombang sudah masuk ke dalam perahu. Maka satu-satunya jalan membangunkan Yesus.

Saya itu tertarik dengan kata membangunkan Yesus karena Dia lagi tidur. Tetapi saya mau pakai istilah ini supaya saudara lebih mengerti. Banyak orang kristen tidak menghidupkan, tidak membangkitkan jawaban yang ada di dalam hatinya. Yesus itu jawaban. Yesus jawaban dalam hidupku. Tapi Dia sepertinya non-aktif. Dia sepertinya diam, Dia sepertinya "tidur", Dia diam.

Kalau saya gambar perahu ini, kalau saudara baca dalam injil yang lain, Yesus tidur di buritan, di belakang. Yesus tidur di bagian belakang. Tapi kita ingat kalau perahu itu kemudinya itu justru yang di dalam air itu di belakang. Kapal laut yang besar, itu kemudinya itu di belakang. Jadi Yesus tidur di belakang bukan tidak ada bangku. Dia yang menguasai perahu ini. Mau ke kanan ke kiri Dia menguasai bisa.

Lalu dibangunkanlah oleh murid-murid-Nya: Guru, kita binasa. Lalu di ayat injil yang lain, Guru tidak pedulikah Engkau kami binasa? Jadi dalam ayat ini mereka sudah begitu pesimis: Guru kita binasa. Dalam bahasa inggris lebih cengli, We are perishing, kita sedang mau binasa, kita lagi menuju kepada kebinasaan.

Saudara, jangan takut kita binasa kalau di perahu kita ada Yesus, amin saudara? Kata orang, wah binasa dia, cilaka dia nggak ada lagi yang menolong dia. Guru, kami binasa, kita binasa. Diapun bangun. Yesus bangun. Lalu menghardik angin itu. Kata menghardik dalam bahasa Yunani dipakai kata epitimao. Epitimao adalah kalau Yesus usir setan, Dia hardik Dia tengking - itu artinya epitimao. Dia menengking. Jadi Dia ngomong bukan pelan Dia berteriak, Dia tengking.

Nah, ada tiga macam angin ribut. Yang pertama adalah angin ribut karena alam. Pada waktu Yesus mengajak menyeberang, kenapa murid-Nya mau? Karena mereka tahu bahwa ini musim bukan musim angin ribut, musim yang tenang.

Tapi yang kedua ada angin ribut yang disebabkan oleh kita keluar dari kehendak Tuhan. Contohnya, nabi Yunus. Disuruh ke Niniwe, dia pergi ke Tarsis. Tuhan kirim angin ribut. Itu Tuhan punya, Tuhan yang kirim, Tuhan yang kasih angin ribut. Jadi angin ribut ada yang karena alam, ada yang karena Tuhan sengaja kirim karena untuk menyadarkan satu hamba-Nya.

Angin ribut yang ketiga adalah angin ribut yang disebabkan oleh kuasa kegelapan. Nampaknya yang ketiga inilah yang sedang dialami karena Dia harus memakai epitimao, menengking seperti menengking setan. Kenapa? Karena ini angin ribut sepertinya mau menenggelamkan ini perahu. Karena dia tahu di dalam perahu itu ada Yesus.   

Ada yang bertanya: Oom, umpama Yesus nggak keburu bangun, oom. Yesus nggak keburu bangun, keburu datang ini gelombang sampai Dia tenggelam, bagaimana? Jawabannya begini: Kalau Yesus bisa jalan di atas air, Yesus juga bisa tidur di atas air, amin saudara? 

Jadi buat Yesus mah gelombang mau besar mau kecil tapi persoalannya murid: Guru kita binasa; dia takut. Berdirilah Yesus dan Dia tengking epitimao. Dia menghardik - nah ini yang tepat.

 ..., lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itupun reda dan danau itu menjadi teduh.

Ketika nabi Yunus naik kapal, Tuhan kirim angin ribut sampai yang punya kapal ... ini dosa siapa sih? Yunus yang kena. Saya ini hamba Tuhan. Saya disuruh Tuhan pergi ke Niniwe. Jadi bagaimana ini? Lemparkan saja saya ke dalam laut nanti ini laut tenang. Begitu masuk ke laut, itu laut jadi tenang. Ketika kita kembali ke jalan Tuhan, segala problem jadi tenang. Ketika kita tahu bahwa ini angin ribut gara-gara kita, kita harus tahu mau tenggelam ke dalam laut kembali ke jalannya Tuhan, tidak lari dari kehendak Tuhan dan semua keributan jadi tenang.

Nah, di sini semua ada dalam kehendak Tuhan. Yesus yang ngajak nyeberang. Iblis tidak suka, dia mau tenggelamkan. Lalu Dia tengking. Haleluyah? Dan angin dan air itupun reda dan danau itu menjadi teduh.

Betapa indahnya kalau kita bisa menikmati keteduhan. Betapa rindunya hati kita ketika kita mendapatkan Kristus di mana hati kita bisa berteduh. Ketika kita memikirkan usaha kita, pekerjaan kita, apapun yang menjadi pemikiran kita, semua bimbang ... begitu kita duduk di kaki Tuhan. Mazmur  

91:1 Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa
91:2 akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."

Ayat ini agak kurang tepat bunyinya. Dalam bahasa inggris bunyinya begini, Dia yang tinggal di dalam tempat yang rahasia dari yang Mahatinggi, akan tinggal di bawah bayangan yang Mahakuasa. Kalau kita ada di bawah pohon, kan kita berteduh di dalam bayangan pohon. Kalau kita di dalam Tuhan, kita berteduh di bawah bayangan-Nya.

... akan berkata. Itu kurang tepat. Bahasa inggris, Aku akan berkata tentang Tuhan, Dia adalah tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercayai. Kita akan berteduh pada bayangan dari yang Mahakuasa. 

Lukas 
8:25 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Di manakah kepercayaanmu?" - Bahasa inggris, di manakah imanmu? Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?"

Jadi sampai saat itu murid-murid belum tahu siapa Yesus yang sepenuh-penuhnya. Sebagai ayat terakhir, sebagai ilustrasi terakhir, kita mau melihat injil Yohanes 

20:11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,
20:12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.
20:13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
20:14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."
20:16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
20:17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."
20:18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Jadi yang pertama dia mengenal Yesus seperti penjaga kubur, penjaga taman; dia belum tahu siapa Yesus sebenarnya. Tetapi kemudian dia mulai terbuka, dia berkata: Guru, Rabuni. Artinya Guru. Tetapi akhirnya dia bersaksi kepada murid-murid: Aku sudah melihat - bukan penjaga taman, bukan rabuni bukan guru - tapi aku sudah melihat Tuhan. Nah, pada saat murid-murid di dalam Lukas 8, siapa Orang ini? Angin dan lautpun menurut kepada perintah-Nya?

Kalau kita belum kenal Tuhan sepenuh-penuhnya, kita akan bilang mustahil Dia bisa sembuhkan sakit saya, mustahil perusahaan saya Dia bisa perbaiki, mustahil Tuhan bisa tolong. Mana mungkin sih Orang ini bisa menghentikan angin dan ombak? Karena kita belum kenal.

Tuhan sanggup memberi apa yang saudara anggap Dia tidak sanggup beri, Dia sanggup. Tuhan sanggup menyembuhkan penyakit yang saudara bilang mungkin Tuhan tidak sanggup lagi.

Maka ketika ada angin ribut, ketika lailaps ada ... kita di dalam bahaya - artinya Tuhan, Dia mau menghardik segala problem kita. Mari kita berdiri bersama-sama.        

-- o --   

Rabu, 16 Maret 2005

PILIHAN

Kita akan membuka alkitab kita dalam injil Lukas kembali

8:26 Lalu mendaratlah Yesus dan murid-murid-Nya di tanah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea.
8:27 Setelah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari kota itu menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, tetapi dalam pekuburan.
8:28 Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku."
8:29 Ia berkata demikian sebab Yesus memerintahkan roh jahat itu keluar dari orang itu. Karena sering roh itu menyeret-nyeret dia, maka untuk menjaganya, ia dirantai dan dibelenggu, tetapi ia memutuskan segala pengikat itu dan ia dihalau oleh setan itu ke tempat-tempat yang sunyi.
8:30 Dan Yesus bertanya kepadanya: "Siapakah namamu?" Jawabnya: "Legion," karena ia kerasukan banyak setan.
8:31 Lalu setan-setan itu memohon kepada Yesus, supaya Ia jangan memerintahkan mereka masuk ke dalam jurang maut.
8:32 Adalah di sana sejumlah besar babi sedang mencari makan di lereng gunung, lalu setan-setan itu meminta kepada Yesus, supaya Ia memperkenankan mereka memasuki babi-babi itu. Yesus mengabulkan permintaan mereka.
8:33 Lalu keluarlah setan-setan itu dari orang itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas.
8:34 Setelah penjaga-penjaga babi itu melihat apa yang telah terjadi, mereka lari lalu menceritakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya.
8:35 Dan keluarlah orang-orang untuk melihat apa yang telah terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan mereka menjumpai orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu duduk di kaki Yesus; ia telah berpakaian dan sudah waras. Maka takutlah mereka.
8:36 Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu memberitahukan kepada mereka, bagaimana orang yang dirasuk setan itu telah diselamatkan.
8:37 Lalu seluruh penduduk daerah Gerasa meminta kepada Yesus, supaya Ia meninggalkan mereka, sebab mereka sangat ketakutan. Maka naiklah Ia ke dalam perahu, lalu berlayar kembali.
8:38 Dan orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu meminta supaya ia diperkenankan menyertai-Nya. Tetapi Yesus menyuruh dia pergi, kata-Nya:
8:39 "Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu." Orang itupun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya. 

Saya ingin berbicara mengenai pilihan pada malam hari ini. Di dalam ayat ke-26,

8:26 Lalu mendaratlah Yesus dan murid-murid-Nya di tanah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea.

Ayatnya yang ke-22 berkata, Yesus mengajak, "Marilah kita bertolak ke seberang danau." Lalu bertolaklah mereka.

8:26 Lalu mendaratlah Yesus dan murid-murid-Nya di tanah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea.
8:27 Setelah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari kota itu menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, tetapi dalam pekuburan.

Orang ini bukan orang bodoh, orang ini adalah seorang laki-laki, yaitu orang yang menduduki sebuah kota. Tetapi karena dia dirasuk oleh setan maka dia mempunyai kelainan, yaitu orang ini tidak berpakaian dan tidak tinggal di rumah tetapi di kuburan.

Saudara, kita dilahirkan dengan satu pilihan bebas. Termasuk Adam dan Hawa itu disuruh pilih. Boleh memilih tapi Tuhan bilang, Aku sudah kasih fasilitas yang baik, yaitu Taman Eden. Sekarang Aku taruh kamu di sini. Peliharalah taman ini, kasih nama binatang-binatang, boleh makan semua makanan buah boleh dipetik tapi yang satu itu jangan. Jadi Tuhan memberi pilihan, mau turut atau tidak. Dalam waktu itu Hawa memilih tidak menurut. Dan itulah sebabnya kita sekarang ada di dalam keadaan sebagai orang berdosa karena Ibu Hawa tidak menurut.

Yesus pernah mengajar ada pilihan, 2 pilihan: Ada jalan sempit ada jalan lebar. Jalan sempit ini cuma sedikit orang yang masuk tetapi jalan ini membawa kepada kehidupan. Jalan lebar banyak orang masuk di sana tetapi jalan ini membawa kepada maut, membawa kepada kematian.

Yosua dia memberikan dua pilihan kepada orang Israel: Kepada siapa kamu mau berbakti hari ini? Apakah kamu mau berbakti kepada dewa-dewa dari bangsa ini? Tapi kami dan keluarga kami, kami hanya mau beribadah kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi.

Jadi baik dari alkitab maupun secara dunia, semuanya saudaraku adalah pilihan-pilihan. Ada seorang sutradara film yang kristen, dia kanker lalu didoakan dalam satu KKR, itu kanker sampai copot, kanker di badannya itu daging lebih itu sampai copot. Dan dia bersaksi di Istora Senayan: Tuhan Yesus sudah menyembuhkan saya. Tapi waktu dia meninggal, dia meninggal sebagai seorang muslim.   

Dunia ini terbuka untuk dipilih. Abraham pernah berkata kepada Lot: Silahkan kamu mau pilih, kamu ke timur, aku ke barat; kamu ke barat aku ke timur; kamu ke depan aku ke belakang. Kamu pilih dulu. Semuanya serba pilihan. Kita mau hidup suci atau hidup tidak benar; kita mau hidup dengan baik atau tidak baik - pilihan! Mulut kita kita mau pakai memuji Tuhan atau memfitnah orang, mengata-ngatai kita pilih kata-kata yang busuk atau kata-kata yang baik - semuanya adalah pilihan!

Dia orang kota tapi karena dia dikuasai oleh iblis, pilihannya ternyata tidak baik, yaitu yang pertama dia tidak berpakaian. Kalau dibilang tidak eling, kok dia bisa jalan sama Yesus. Dia bisa jalan sama Yesus mendekati Yesus. Nggak mungkin kalau nggak eling; dia eling. Jadi waktu itu dia sudah berpakaian dengan satu kesadaran. Gambarannya begini saudara ya. Waktu Hawa berdosa, Adam dan Hawa itu kehilangan pakaian kemuliaan; mereka telanjang. Orang yang jauh dari Tuhan itu terdapat bertelanjang. Orang yang tidak suka dengan Tuhan dia memilih tidak berpakaian.

Maka saudara, seorang kristen seharusnya sewajarnya berpakaian dengan patut, berpakaian dengan sopan. Tidak usah berlebih-lebih, modern silahkan tapi jangan berlebih-lebih. Berpakaianlah dengan sopan. Saya tidak pernah melarang  saudara mewarnai rambut saudara, saya tidak pernah melarang seperti zaman gereja pantekosta dulu nggak boleh dikriting. Kalau ada gadis dikriting saja, disikat habis-habisan. Sampai baju nggak boleh pakai baju merah, musti pakai baju putih kalau ke gereja. Tapi saya nggak peduli. Mau pakai baju merah seperti pemadam kebakaran, silahkan saja. Tetapi pada kepatutannya, pada halnya yang baik.

Karena dari cara kita berpakaian, nama Tuhan bisa dipermalukan bisa dipermuliakan. Nah ini saudara ciptaan Tuhan yang tidak berpakaian mengingatkan kita kepada Adam dan Hawa yang tidak berpakaian setelah diusir, setelah jatuh dalam dosa. Di dalam II Korintus  

5:1 Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.
5:2 Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,
5:3 sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang. 

Sebetulnya kita dihadapan Tuhan masih telanjang. Tetapi oleh karena kasih karunia Kristus Dia memberikan pakaian, pakaian yang baru. Itu sebabnya pada waktu  ini adalah pra-paskah - waktu Yesus disalib Dia disalib hampir telanjang, dipermalukan - supaya kita yang telanjang itu diberikan pakaian kemuliaan diberikan pakaian dari Kristus. Sehingga saudaraku kita ingat anak terhilang waktu pulang ke rumah bapaknya, diapun bertelanjang. Maka saat pertama yang diambil oleh bapaknya justru jubah yang menutupi ketelanjangannya.

Itu sebabnya saudaraku keadaan bertelanjang ini tidak berpakaian ini menjadi gambaran seorang yang di luar Kristus. Maka saya katakan kita tidak bisa bilang dia tidak eling karena kalau dia tidak eling bagaimana dia bisa datang sama Yesus? Kalau dia dikuasai betul oleh setan begitu rupa saudara, setan akan membawa dia jauh dari Yesus. Tetapi ketika dia melihat Yesus dia datang ke sana dan mendekatkan dirinya kepada Yesus.

Yang kedua, dia tidak suka tinggal di rumah. Orang yang kerasukan setan ini punya rumah, rumahnya di kota lagi. Tapi setelah dia dikuasai setan, dia tidak suka tinggal di rumah. Ada orang punya rumah, waktu belum punya rumah sembahyang-sembahyang minta rumah, sudah dikasih rumah bukan menjadi tempat tinggal tetapi dijadikan terminal, kebanyakan dia tinggal di luar rumah. Dia beredar-edar dari satu rumah ke rumah yang lain, dari satu tempat ke tempat yang lain; dia jarang tinggal di rumah. Di dalam Amsal    

7:6 Karena ketika suatu waktu aku melihat-lihat, dari kisi-kisiku, dari jendela rumahku,
7:7 kulihat di antara yang tak berpengalaman, kudapati di antara anak-anak muda seorang teruna yang tidak berakal budi,
7:8 yang menyeberang dekat sudut jalan, lalu melangkah menuju rumah perempuan semacam itu,
7:9 pada waktu senja, pada petang hari, di malam yang gelap.
7:10 Maka datanglah menyongsong dia seorang perempuan, berpakaian sundal dengan hati licik;
7:11 cerewet dan liat perempuan ini, kakinya tak dapat tenang di rumah,
7:12 sebentar ia di jalan dan sebentar di lapangan, dekat setiap tikungan ia menghadang.

Yang mencari wanita sundal itu orang yang meninggalkan rumah. Wanita sundalnya tidak bisa tenang tinggal di rumah. Jadi ketika istilah kini tidak bisa tinggal di rumah, itu sangat mencolok sekali. Kenapa? Karena orang yang dirasuk setan ini punya tanda, dia tidak suka rumah.

Asal ada yang meninggal kan gereja kita selalu menyanyijkan lagu Rumahku ada di dalam surga ... di tempat suci dan mulia ... Kalau hatiku sedih dan susah ... Kuingat rumahku di surga. Kita memerlukan sebuah rumah. Walaupun kita lahir di dunia, kita bukan dari dunia dan dunia bukan tempat tinggal kita. Saya belajar dari orang-orang Indonesia yang sudah pindah ke Australia pindah ke Amerika pindah ke Belanda, jadi warga negara Australia, jadi warga negara Amerika, jadi warga negara Belanda tapi keukeuh kalau ngomong: Aduh, pak Awondatu saya sudah 10 tahun nggak pulang ke Indonesia. Tapi tinggal di Belanda. Kalau pulang itu dia mengakui Indonesia tanah airnya. Yang tinggal di Amerika juga jawab gitu, aduh saya sudah kangen ke Indonesia sudah 8 tahun nggak pulang. Lho, kan sudah warga negara, kenapa musti pulang? Mustinya di tempat dia warga negara itu jadi tempat tinggal dia. Sama dengan yang di Australia, aduh saya sudah sudah 20 tahun ini di Australia, belum pulang-pulang ke Indonesia. 

Waktu PP 10 dulu, orang-orang Tionghoa disuruh pergi dari Indonesia. Istilahnya apa? Con Tongsan. Con itu pulang, Tongsan itu Tiongkok ... pulang ke Tiongkok. Jadi walaupun kita di Indonesia, ini orang Tionghoa masih dianggap walaupun lahirnya di Indonesia sudah ganti nama jadi Gunawan, Saleh, tapi tetap aja dia bilang Tongsan itu adalah tempat dia Con.

Demikianlah dengan kita juga. Ketika, saudara-saudaraku, rumah kita ada di surga, saudara-saudara, kita boleh hidup di dalam dunia, kita boleh punya rumah, punya pabrik, tapi kita harus yakin rumah kita tetap di surga. Maka Yohanes 14 berkata, di dalam rumah Bapaku ada banyak tempat kediaman, kata-Nya. Kalau Aku sudah bikin rumah yang baik bagi-Mu, Aku akan datang kepada-Mu dan menjemput kamu supaya di mana Aku ada di situ kamu juga ada.

Orang yang tidak anggap Yesus, dia tidak suka tinggal di rumah, dia nggak suka surga. Kalau kita baca Pengkhotbah, begitu orang mati, tidak ada hubungannya lagi dengan orang hidup. Tidak ada. Bahkan ada ayat yang berbunyi, lebih baik seekor anjing yang hidup dari pada seekor singa yang mati. Anjing sama singa mah nggak bisa dibandingin, saudara. Hanya satu kali pukul itu anjing, dimakan oleh singa. Serigala saja dimakan. Tapi kalau singa mati, lebih baik anjing yang hidup. Jadi begitu orang meninggal, mati, tidak ada lagi hubungan. Kemungkinan kita bermimpi orang yang sudah meninggal - saya nggak tahu nih dua tahun, tiga tahun terakhir ini banyak mimpi ketemu dengan jemaat-jemaat yang sudah meninggal. Heran saya.

Dan kalau saya mimpi gereja, nggak gereja baru ... gereja yang lama. Mimpi nyapu gereja, mimpi ngepel gereja. Yang lama terus. Heran saya, saudara. Mimpi ketemu yang sudah meninggal. Kebanyakan orang yang setia-setia itu ketemu. Yang setia kebaktian itu ketemu, dalam mimpi. Wajahnya cerah, sukacita.

Tetapi manusia yang sudah mati tidak ada hubungan dengan yang hidup. Maka sangatlah bodoh, kalau kita mau mengadakan hubungan dengan yang sudah mati. Maka itu Gentayangan, Uka-Uka, saudara, itu mah cuma kita dipermainkan kembali oleh permainan kebohongan. Gentayangan, segala rupa. Tidak ada hubungan. Nah inilah manusia, lebih senang dengan kua miah. Bintang meramal - itu urusan-urusan kuburan.

Pada waktu paskah Yesus mati lalu bangkit, segala kuasa maut dan kuasa dosa sudah dikalahkan, ada haleluyah? Jadi buat apa kita ke kuburan lagi, mencari setan yang sudah dikalahkan oleh Yesus. Lebih baik kita cari Yesus yang penuh dengan cinta. Itu Maria Magdalena, Maria ibu Yesus dan Salome datang mencari Yesus di kuburan. Siapakah yang kamu cari kata malaikat, Dia tidak ada di sini, mengapa engkau mencari Orang yang hidup di antara orang mati? Dia tidak ada di sini, Dia sudah bangkit!

Jadi tempat kita bukan di kuburan. Kalau saudara mau mengingat membersihkan kuburan tabur bunga, nggak apa-apa. Jadi saudara kalau di kuburan itu nggak usah ngomong. Umpamanya papa: Pa, gimana, pa? Lagi susah keuangan pa, tolong. Nggak akan hubungannya. Tidur aja dia nggak dengar apalagi mati. Jadi kita ke kuburan itu dengan satu kesadaran. Sekarang saya mengubur orang lain, nanti orang lain mengubur saya.

Inilah orang-orang yang tidak ada Tuhannya. Kita kembali pada Lukas   

8:28 Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku."

Ini yang ngomong bukan manusianya tapi setan yang ada di dalam dirinya. Bayangkan saudara setan ketika lihat Yesus langsung tersungkur, dia pakai badan orang itu. Langsung tersungkur. 6.000 setan langsung tersungkur.

8:29 Ia berkata demikian sebab Yesus memerintahkan roh jahat itu keluar dari orang itu. Karena sering roh itu menyeret-nyeret dia, maka untuk menjaganya, ia dirantai dan dibelenggu, tetapi ia memutuskan segala pengikat itu dan ia dihalau oleh setan itu ke tempat-tempat yang sunyi.

Yang keempat, orang yang dirasuk setan ini tidak bisa diikat. Kalau saudara pegang alkitab saudara, alkitab ini terdiri dari 2 perjanjian: perjanjian lama, perjanjian baru. Tetapi kata perjanjian itu di dalam bahasa inggris dipakai kata testament, wasiat. Maka alkitab zaman dulu disebut wasiat yang lama, wasiat yang baru. Baru berubah perjanjan lama. Tapi saya lebih senang dengan kata wasiat karena wasiat itu sesuatu janji yang terikat, yang mengikat. Tuhan terikat dengan janji-Nya kepada kita bahwa Dia akan mengampuni dosa kita menebus kita dari segala dosa dan Dia terikat dengan janji-Nya: Barang siapa yang percaya kepada Dia tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Amin? Tapi sayangnya banyak umat Tuhan tidak mau terikat. Dilepaskan saja.

Contoh. Pernikahan itu satu ikatan. Orang menikah terikat. Begitu dia menikah dengan satu lelaki menikah dengan satu wanita, dia terikat menurut alkitab sampai kematian yang memisahkan mereka berdua. Tapi sekarang perkawinan seperti sudah tidak dihormati lagi. Ada seorang ibu yang punya anak dua wanita nggak keberatan anaknya dua-duanya dikawin oleh satu lelaki. Bahkan waktu saya baca surat Efesus, zaman itu zaman waktu rasul Paulus, ada laki-laki menikah kelima kali dengan wanita yang sudah menikah ketujuh kali. Jadi cuman ngomong doang, tidak ada ikatan. Pakai hukum besi, tangan besi, rantai besi - diputusin aja. Karena sudah kerasukan setan, nggak mau terikat. Saya punya istri, saya punya suami tapi tetap aja dia tidak mau terikat, dia mau semaunya dia sendirian.

Saya anggota jemaat tapi saya tidak mau terikat dengan gereja pantekosta. Saya tidak ada hutang-piutang, tidak mau terikat, tidak mau ada urusan. Filipi.    

4:15 Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu.

Filipi hutang apa? Tidak ada. Orang Filipi nggak hutang apa-apa sama Paulus. Tetapi lihat keterikatan mereka! Lihat keterikatan mereka dengan cinta kasih Kristus. Saya terikat dengan cinta kasih Kristus - saya ingin memberi, saya ingin menolong, saya ingin mengunjungi rasul Paulus, saya ingin memberi selimut, saya ingin menolong dia, saya ingin mengirimkan makanan karena keterikatan saya dengan Kristus.

Jadi ketika saudara memberi persembahan, ketika saudara membawa persepuluhan, itu saudara menandakan keterikatan saudara dengan Kristus. Itu dari keyakinan. Sampai Paulus lagi di penjara tidak ada yang mengingat sama dia. Cuma jemaat Filipi. Sampai dikatakan terikat hutang-piutang. Biar dia penjara tetap aku musti bayar hutang. Maka rasul Paulus berkata, aduh, cintamu padaku seperti urusan orang hutang piutang. Keterikatan.

Lukas  8:29, dikatakan orang ini selalu diseret-seret oleh iblis ke tempat yang sunyi. Tempat yang sunyi dalam bahasa inggris adalah padang gurun. Apakah tandanya padang gurun? Kering. Tidak ada keberhasilan, tidak ada berkat, tidak ada sukacita. Kering. Yesaya

35:1. Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga;

Lihat itu janji Tuhan. Berarti di dalam Tuhan tidak ada padang gurun, tidak ada padang yang kering.

35:2 seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita.

Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Rabu, 30 Maret 2005

KITA BERHARGA DI MATA TUHAN

Selamat sore, selamat bertemu lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan meneruskan pelajaran dari Injil Lukas. 

8:28 Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku."
8:29 Ia berkata demikian sebab Yesus memerintahkan roh jahat itu keluar dari orang itu. Karena sering roh itu menyeret-nyeret dia, maka untuk menjaganya, ia dirantai dan dibelenggu, tetapi ia memutuskan segala pengikat itu dan ia dihalau oleh setan itu ke tempat-tempat yang sunyi.
8:30 Dan Yesus bertanya kepadanya: "Siapakah namamu?" Jawabnya: "Legion," karena ia kerasukan banyak setan. -
Legion itu jumlahnya adalah enam ribu. Bayangkan satu orang dirasuk setan oleh enam ribu setan. -                                8:31 Lalu setan-setan itu memohon kepada Yesus, supaya Ia jangan memerintahkan mereka masuk ke dalam jurang maut.
8:32 Adalah di sana sejumlah besar babi sedang mencari makan di lereng gunung, lalu setan-setan itu meminta kepada Yesus, supaya Ia memperkenankan mereka memasuki babi-babi itu. Yesus mengabulkan permintaan mereka.
8:33 Lalu keluarlah setan-setan itu dari orang itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas.

Kita lihat dulu nasib dari babi dan setan ini. Tentu saja kalau babi masuk ke air, dia mati lemas karena tidak bisa berenang. Tetapi yang menarik adalah ayat-31, setan-setan itu memohon kepada Yesus supaya Ia jangan memerintahkan mereka masuk  ke dalam jurang maut. Nah, kalau kita membaca di dalam Kitab Wahyu

9:1 Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.
9:2 Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.
9:3 Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajeng di bumi.
9:4 Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.
9:5 Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.
9:6 Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.
9:7 Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,
9:8 dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa,
9:9 dan dada mereka sama seperti baju zirah, dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan.
9:10 Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.
9:11 Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion.

Jadi jurang maut ini dikuasai oleh seorang raja yang namanya dalam bahasa Ibrani itu Abadon dan di dalam bahasa Yunani itu Apolion. Dalam bahasa Ibrani, dia dipakai kata Abadon. Dan di dalam bahasa Yunani dipakai nama Apolion. Sekarang kita akan melihat lebih jauh Lukas 19. Dalam Lukas 19, kita membaca ada satu ayat yang kita akan merasa kaget di sana. Lukas 19 ayat yang terakhir di sana, ada guru-guru agama ingin membinasakan Yesus. Ayat 47,

19:47 Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,

Saudara perhatikan ada satu kata orang-orang pemuka agama mau membinasakan Yesus. Kata membinasakan dalam bahasa Yunani dipakai kata apolumi. Apolumi. Jadi inilah pekerjaan dari iblis, yaitu dia ingin selalu membinasakan. Kenapa? Karena waktu dia mau masuk ke babi juga, dia bilang, jangan dulu kami di suruh ke tempat  ke jurang maut. Kenapa? Karena dia tahu tempatnya itu bukan di dunia, tempatnya bukan di hati manusia ... tempat iblis itu ada di jurang maut. Karena dia suka membinasakan.

Mari kita buka Maleakhi pasal 3. Ketika saudara membawa persepuluhan. Maleakhi

3:10 Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Kita cuma baca sampai situ. Baca sampai situ, sudah selesai. Tetapi ayat 11 berkata,

3:11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, ...

Nah belalang pelahap inilah Abadon dan Apolion, yang menurut Kitab Wahyu, namanya dalam bahasa Ibrani Abadon  atau Apolion. Apa pekerjaan belalang itu? Apolumi ... membinasakan. Membinasakan. Jadi kalau saudara membawa persepuluhan kepada Tuhan dengan jujur dan setia, maka akan ada jaminan dari Tuhan untuk membinasakan pengganggu-pengganggu, belalang-belalang perusak; belalang-belalang yang mau merusakkan usaha kita itu, dirusakkan dulu oleh Tuhan, dihancurkan.

Itu sebabnya ada dua arti pada sore hari ini. Kita bisa luput dari kehancuran, kita bisa dilindungi tetapi juga, saudara-saudara, kita bisa mendapatkan perlindungan dari pada Tuhan. Walaupun kita umat Tuhan, kita bisa habis harta kita kalau kita tidak menghormati Tuhan. Kitab Yoel 

1:4 Apa yang ditinggalkan belalang pengerip telah dimakan belalang pindahan, apa yang ditinggalkan belalang pindahan telah dimakan belalang pelompat, dan apa yang ditinggalkan belalang pelompat telah dimakan belalang pelahap.

Ini keadaan Israel waktu mereka di luar Tuhan. Sisa dari apa yang dimakan - bahasa Inggris, dikunyah - oleh belalang pelahap, masih ada sisanya, datang belalang pengerip. Belum habis, datang lagi, datang belalang pindahan. Datang lagi belalang pelompat. Datang lagi belalang pelahap. Tidak habis-habisnya usaha itu hancur. Sudah pakai modal apa, rugi terus. Dagang terus rugi. Kenapa? Karena tidak bawa perpuluhan.

Jangan saudara sangka orang kaya itu medit. Tidak. Kadang-kadang orang susah juga medit. Medit skaker. Tidak suka bawa persepuluhan. Apa persepuluhan itu? Sepuluh persen dari hasil. Umpamanya saudara beli kopi satu karung. Satu karung saudara beli kopi Rp 200.000. Saudara jual dapatlah Rp 230.000. Untungnya Rp.30.000. Rp.3.000 itu saudara bungkus, bawa kepada Tuhan - itulah persepuluhan saudara. Kecil sekali.

Tapi nanti saudara akan lihat, karena saudara menghormati Tuhan, tidak akan ada belalang. Kenapa? Karena belalang ini adalah suka menghancurkan, suka membinasakan. Karena orang-orang terkemuka, guru agama mau membinasakan Yesus. Namanya mirip apolumi dengan apolion. Apolion ini perusak artinya. Apolumi mau membinasakan. Yohanes pasal 10:10, kita akan melihat kembali apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus.

10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; - Dipakai lagi apolumi. Jadi bukan hanya guru agama yang mau membinasakan Yesus. Pencuri, yaitu iblis, juga ia senang menghancurkan, membinasakan orang-orang kristen, orang-orang anak-anak Tuhan - Aku - Yesus - datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Ayo kita sama-sama kembali lagi kepada Lukas 8, karena kita baru menerangkan ayatnya yang ke-31, setan itu datang, memohon kepada Yesus supaya Ia jangan memerintahkan mereka masuk ke dalam jurang maut. Kenapa? Karena memang tempatnya iblis itu di jurang maut. Dan saya ingin ingatkan kepada saudara, jurang maut bukan tempat kita. Tempat kita di surga. Jangan mau ditipu oleh iblis. Jangan mau dijatuhkan oleh iblis, sehingga kita mau ikut ke jurang maut. Ayat 32,

8:32 Adalah di sana sejumlah besar babi sedang mencari makan di lereng gunung, lalu setan-setan itu meminta kepada Yesus, supaya Ia memperkenankan mereka memasuki babi-babi itu. Yesus mengabulkan permintaan mereka.

Ada 2.000 babi. Iblis minta izin untuk masuk kepada babi-babi itu. Babi itu ada di lereng gunung. Bukan di atas, bukan di bawah, agak sedikit ke atas tapi masih di lereng. Mari kita bongkar rahasianya orang Yahudi. Menurut orang Yahudi, babi dan anjing itu haram. Kenapa ada dua ribu babi di gunung? Haram, nggak boleh. Boro-boro memelihara babi, mikir tentang babi saja sudah nggak boleh. Ini orang Yahudi. Kita buka Matius 7:6. Dalam Matius pasal 7:6, Tuhan Yesus berkata begini, ayat 6

7:6 "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."

Mutiara itu saudara, cincin emas itu saudara ... jangan ditaruh di hidungnya anjing, jangan taruh didekat babi mutiara. Dia tidak tahu harga mutiara. Dosa, dia tidak peduli saudara punya harga mutiara mahal. Dia tidak peduli. Jadi babi itu tidak boleh. Karena orang Yahudi ini munafik. Di kota besar bilang, harap babi tidak boleh. Awas ya, tidak boleh makan babi. Tapi sampai di lereng gunung, ada dua ribu babi. Nggak sedikit ini. Yesus saja hanya cerita tentang seratus ekor domba, hilang satu, dicari oleh gembala. Cuma seratus ekor domba yang digembalakan oleh satu gembala. Ini dua ribu babi. Bisnis besar. Dan babi zaman dulu beratnya 350 kg perbabi. Sekarang daging babi berapa sekilo? Rp 36.000. Rp.36.000 x 350 x 2.000, heg itung sorangan, nepi ka subuh ... silakan hitung sendiri, sampai subuh. Rp.36.000 x 2.000 x 350 berat badan. Berapa milyar? Bisnis besar ini.

Haram tinggal haram, tapi bisnis besar. Nah, berapa banyak orang sudah tahu narkoba itu bahaya. Keukeuh we ngajual narkoba ... tetap saja menjual narkoba. Habis untungnya besar. Beli Rp.40.000 jual Rp.150.000. Disuruh beli kaset rohani mani hararese ... susah, itungan. Dijual Rp 15.000 disebut mahal. Hayang na mah di bere ... kepinginnya di kasih. Tapi kalau untuk narkoba duit Rp 40.000 rasanya senang, nggak kemahalan. Karena jual lagi Rp 150.000. Maka banyaklah yang tergiur, bapa-bapa, ibu-ibu. Tapi ketahuan saja. Karena berantai, berantai, ketahuan saja.

Jadi  waktu Tuhan Yesus disuruh setan ini, dua maksudnya Dia. Yang pertama, Dia mau melepaskan orang yang gila itu dari setan. Yang kedua, Dia mau buka kedoknya orang Yahudi, yang ngomong di kota Yerusalem suci, suci, suci tapi di belakangnya diam-diam beternak babi. Untung kita hidup dalam zaman babi sudah dihalalkan. Ada haleluyah, saudara? Babi sudah dihalalkan. Puji Tuhan.

Saudara lihat karakternya iblis. Babi di lereng gunung diam-diam. Tapi begitu dimasuki iblis, ayat 33,

8:33 Lalu keluarlah setan-setan itu dari orang itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas.

Bahasa Inggris memakai kata tenggelam dan binasa. Jadi babi itu dikasih contoh sama Tuhan. Manusia ini yang dirasuk setan, lagi dibawa ke jurang maut. Sedikit demi sedikit, nanti kalau mati dia pasti ke jurang maut. Satu jiwa, saudara, harganya lebih mahal dari dunia ini! Maka Yesus tahu: Keluar setan kamu, keluar setan dari dalam kamu. Kami minta izin, katanya; kami banyak, enam ribu orang, legion. Kami mau masuk kepada babi. Silakan, masuk saja. Begitu masuk, nggak tahan lihat Yesus ... larinya ke jurang maut.

Kalau saudara-saudara membaca kembali Wahyu

13:1 Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.

Tadi iblis bawa babi itu ke laut, ke danau, ke air. Ternyata iblis ini tinggal di satu lubang jurang maut, yaitu di dalam laut. Menurut ilmu pengetahuan, di lautan Atlantis ada Segitiga Bermuda. Segitiga Bermuda ini kalau kapal mana saja lewat, begitu sampai Segitiga Bermuda ini, hilang. Hilang saja. Dicari ke bawah, tidak ada bekas. Memakai kecanggihan, ilmu, difoto dari atas dengan komputer, internet, nggak ada. Hilang. Maka terkenal sampai sekarang ada Segitiga Bermuda.

Nah, pernah satu kapal besar, dia tidak pernah ke Segitiga ini, dia berlayar di sini, dia berlayar di sini. Tidak kena, hampir kena tapi tidak kena. Mereka melihat satu pesawat seperti piring terbang, dia masuk ke laut, saudara-saudara, dengan kecepatan tinggi, tidak ada muncratnya air pun tidak ada. Masuk. Beberapa saat kemudian, turun lagi, air tidak muncrat. Menurut guru saya, di situlah jurang maut. Itulah jurang kematian. Lubang yang tak terduga dalamnya. Di situlah jurang maut.

Kita tidak tahu di mana, sebab sampai sekarang orang tidak mengerti berapa kapal yang hilang di sana. Tidak ditemukan. Bangkainya tidak ditemukan. Kapal atlantis yang besar itu, Titanic, ketemu bangkainya. Tapi yang di sini nggak ketemu. Pesawat terbang lewat situ jatuh. Nggak ada bangkainya. Jadi kurang lebih kita sekarang sudah tahu tempat iblis itu dimana. Jurang maut yang tak terhingga dalamnya. Kita kembali kepada - nanti kita akan sampai juga ke sana, pelajaran itu - tapi kita akan lihat dulu ayatnya yang ke-34,

8:34 Setelah penjaga-penjaga babi itu melihat apa yang telah terjadi, mereka lari lalu menceritakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya.
8:35 Dan keluarlah orang-orang untuk melihat apa yang telah terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan mereka menjumpai orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu duduk di kaki Yesus; ia telah berpakaian dan sudah waras. Maka takutlah mereka.

Bahasa Inggris, orang itu berpakaian dan di dalam his right mind ... pikirannya sedang lurus, pikirannya tenang. Coba saudara lihat orang gila. Itu bertelanjang. Satu ibu, dia ngomong sendiri. Bapa-bapa, belum terlalu tua, ngomong sendiri, rambut hitam, ketawa sendiri, baju rombeng. Ketika Adam dan Hawa diusir dari Firdaus, mereka telanjang. Jadi Tuhan harus membunuh satu ekor domba. Kulitnya dipakai untuk menutupi ketelanjangan. Sekarang orang berpakaian itu tambah modern, katanya, tambah sedikit pakaiannya. Padahal tambah sedikit pakaiannya itu tambah gila karena orang gila sedikit pakaiannya.

Bayangkan sekarang kualitas Indonesia. Dulu kalau ada miss Indonesia-miss Indonesia, islam-islam marah. Kenapa? Mulainya pikirannya sudah benar. Karena pikirannya benar, berpakaian juga benar. Punya rasa malu. Entah dari mana, dia sudah bawa pakaian tertutup duduk di kaki Yesus dengan pikiran yang sehat, dengan pikiran yang tenang. Ayat 36,

8:36 Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu memberitahukan kepada mereka, bagaimana orang yang dirasuk setan itu telah diselamatkan.
8:37 Lalu seluruh penduduk daerah Gerasa meminta kepada Yesus, supaya Ia meninggalkan mereka, sebab mereka sangat ketakutan. Maka naiklah Ia ke dalam perahu, lalu berlayar kembali.

Kenapa ketakutan? Lalu Yesus diusir. Sebab ... Celaka, Yesus datang hari ini, tapi saya .... Saudara lihat nggak, sebetulnya Tuhan itu kasih tahu sama kita. Dia kasih lihat flu burung. Nggak nyerang manusia dulu, ayam dulu diserang. Tuhan kasih lihat, tuh ini ada penyakit, hati-hati. Ayam dulu diserang. Coba kalau flunya itu nggak nyerang ayam, langsung nyerang manusia. Flu jelema ... manusia. Bukan flu burung, flu manusa. Langsung mati kita. Tapi Tuhan itu sayang. Dia izinkan ini ayam dulu. Karena sudah terlalu banyak orang kristen terikat dengan ayamnya. Baheula mah hayam nu ditalian ku urang ... Dahulu ayam yang kita ikat. Ayeuna mah hayam nalian urang ... Sekarang ayam yang ikat kita.

Kapan ke gereja? Duh ieu hayam can diparaban ... ayam belum dikasih makan. Kapan ke gereja? Ieu anu rek meuli hayam geus datang ... Ini yang mau beli ayam sudah datang. Kapan ke gereja? Ieu hayam. Apalagi sekarang tahun ayam. Ada flu burung, ayam yang kena. Saudara, satu jiwa di hadapan Tuhan Yesus, satu jiwa berharga, lebih besar dari dua ribu babi. Ada haleluyah? Dia lebih senang menyelamatkan satu ini dari pada babi itu. Kalau Yahudi nggak. Biar haram tetapi karena dia bawa untung. Sekarang kita lihat negara Roma, 99,9% agama katholik. Gereja protestan nggak ada, boro-boro pantekosta, nggak ada. Katholik semua di Itali. Tapi ada mafia di Italia.

Bapa bisa tembak anak, anak bisa tembak bapa. Paman ditembak oleh keponakan, keponakan dibunuh oleh istri paman. Mafia ini. Setelah tembak, dor, bayar. Maka satu kepala mafia berkata begini, semua orang Italia itu khatolik; Injil sudah bisa masuk ke seluruh Roma tapi ternyata Injil belum bisa masuk ke dalam hati kita masing-masing.

Siapa yang menguasai pelacuran di Amerika? Mafia. Siapa yang menguasai peredaran candu di dunia? Mafia. Lain dengan Yesus. Yesus mah satu jiwa dihargai. Orang gila ini, dibikin beres.

8:37 Lalu seluruh penduduk daerah Gerasa meminta kepada Yesus, supaya Ia meninggalkan mereka, sebab mereka sangat ketakutan. Maka naiklah Ia ke dalam perahu, lalu berlayar kembali.
8:38 Dan orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu meminta supaya ia diperkenankan menyertai-Nya. Tetapi Yesus menyuruh dia pergi, kata-Nya:
8:39 "Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu." Orang itupun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya.

Dulu gila, sekarang menjadi saksi. Dulu gila, seperti Paulus, membunuhi orang kristen tapi Tuhan panggil, dia malah menyelamatkan orang kristen. Saudara-saudara, marilah pada sore hari ini kita tahu menghargai Tuhan. Kita tahu menghargai jiwa-jiwa jauh lebih dari pada uang, harta, kekayaan sehari-hari. Jiwa-jiwa jauh lebih penting dari pada kekayaan dunia. Kalau saudara mampu mengajak jiwa-jiwa, menjemput jiwa-jiwa dengan mobil saudara, walaupun mungkin untuk uang, saudara harus beli bensin satu liter lagi lebih banyak, pakailah itu, kerjakan itu, karena Tuhan akan memberkati berlipat kali ganda bagi kita sekalian.

Sampai di sini dulu, kita akan teruskan minggu depan.

-- o -- 

Rabu, 06 April 2005

MENANTI-NANTIKAN YESUS

Selamat sore, selamat bertemu dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan meneruskan studi kita, firman Tuhan dari Injil Lukas, masih pasal 8. Kita akan membaca perikop yang baru dari Yesus membangkitkan anak Yairus dan menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan. Kita mulai dari ayat 40,

8:40 Ketika Yesus kembali, orang banyak menyambut Dia sebab mereka semua menanti-nantikan Dia.
8:41 Maka datanglah seorang yang bernama Yairus. Ia adalah kepala rumah ibadat. Sambil tersungkur di depan kaki Yesus ia memohon kepada-Nya, supaya Yesus datang ke rumahnya,
8:42 karena anaknya perempuan yang satu-satunya, yang berumur kira-kira dua belas tahun, hampir mati. Dalam perjalanan ke situ Yesus didesak-desak orang banyak.
8:43 Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun.
8:44 Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya.
8:45 Lalu kata Yesus: "Siapa yang menjamah Aku?" Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: "Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau."
8:46 Tetapi Yesus berkata: "Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku."
8:47 Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia datang dengan gemetar, tersungkur di depan-Nya dan menceriterakan kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia dan bahwa ia seketika itu juga menjadi sembuh.
8:48 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"
8:49 Ketika Yesus masih berbicara, datanglah seorang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!"
8:50 Tetapi Yesus mendengarnya dan berkata kepada Yairus: "Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat."
8:51 Setibanya di rumah Yairus, Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut masuk dengan Dia, kecuali Petrus, Yohanes dan Yakobus dan ayah anak itu serta ibunya.
8:52 Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: "Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur."
8:53 Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati.
8:54 Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya: "Hai anak bangunlah!"
8:55 Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan.
8:56 Dan takjublah orang tua anak itu, tetapi Yesus melarang mereka memberitahukan kepada siapapun juga apa yang terjadi itu.

Kita mulai dari ayat 40, ketika Yesus kembali, orang banyak menyambut Dia sebab mereka semua menanti-nantikan Dia. Bayangkan saudara, semua orang menanti-nantikan Dia. Orang menanti-nantikan. Dalam bahasa Inggris, waiting for Him, for they were all waiting for Him. Jadi nggak ada satu kecualinya. Kalau ada seratus orang, seratus-seratusnya ini sedang menanti-nantikan, menunggu kehadiran Yesus ini.

Kita mau memperhatikan kata menanti-nantikan. Di dalam alkitab, kata menanti-nantikan ini sangat besar artinya. Kita lihat yang pertama dalam Mazmur 27. Dalam Mazmur 27 ada itu kata menanti-nantikan, saudara. Mazmur 27:14, dia berkata begini:

27:14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Saya mau baca yang bahasa Inggris, bunyinya begini: Nantikanlah Tuhan. Jangan susah, kuatkan hatimu - lalu ada ini, yang tidak ada dalam bahasa Indonesia - dan Dia akan menguatkan hatimu. And He shall strengthen your heart, dan Ia akan mengkuatkan hatimu. Baru dikatakan, nantikanlah, aku berkata akan Tuhan.

Jadi ada satu kalimat yang hilang. Nantikanlah Tuhan! Kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Dan Dia akan menguatkan hatimu. Ya, nantikanlah Tuhan. Jadi orang yang menunggu Tuhan, tidak akan dikecewakan. Yang saya sedih, jutaan orang nunggu mayat, saudara-saudara. Mayat bau. Kalau ada teka teki, orang yang tatarucingan sama saudara, agama ikan apa? Saya bilang katolik. Karena ikan paus itu yang paling besar. Jadi agama ikan, katanya katolik.

Paus, saudara-saudara, yang sekarang ini adalah paus yang luar biasa karena dia disebut, dinilai sebagai paus yang rendah hati. Bayangkan ya sama saudara, rendah hati. Dia datang ke mana-mana bawa berita damai. Ini Paus loh, belum Yesus. Kalau ke Israel, dia mendukung Palestina jadi negara. Tapi orang Israelnya dia tidak lupakan. Jadi dia di tengah terus. Dia ke sini sayang, ke situ sayang. Sampai sekarang diperkirakan dua juta orang yang akan lewat di situ. Cuma lihat mayatnya saja, dua juta orang. Kira-kira seratus presiden dan raja ada. Jadi itu terbalik.

Terbaliknya apa? Mayat menantikan orang. Mayatnya sudah di mana, rohnya sudah di mana. Tapi orang itu tunggu sampai tujuh jam, cuma lihat mayat, nangisin mayat. Dua juta orang nunggu, antri cuma mau lihat mayatnya. Tidak dapat apa-apa. Cuma mau lihat mayat saja. Bayangkan sekarang Yesus. Kalau saudara tunduk sama Tuhan, pasti Dia bilang, hatimu akan dikuatkan. Kita tidak akan kosong, karena yang kita nantikan bukan mayat, tapi Tuhan. Makanya dalam berita paskah itu, kamu mencari orang yang hidup di antara orang mati. Dia tidak ada di sini. Dia tidak ada di kuburan. Dia bukan mayat. Yesusmu itu sudah bangkit. Itu berita paskah. Bahwa Tuhan Yesus itu ada kuburannya, tetapi tidak ada mayatnya. Tuhan Yesus sudah bangkit.

Di dalam Lukas pasalnya yang ke-2, di sana kita membaca ada satu orang juga yang menanti-nantikan. Lukas

2:25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
2:26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
2:27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
2:28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
2:29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
2:30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
2:31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,

Coba, luar biasa, ya. Orok ... bayi saja sudah tahu dinanti-nantikan. Yang saya kagum itu, dia datang ke Bait Allah itu dibawa oleh Roh Kudus. Ingat loh saudara, Roh Kudus itu selalu mendorong kita datang di rumah Allah. Ada amin, saudara? Roh Kudus membawa Simeon dan Roh Kudus bersaksi. Bagaimana bicaranya, tapi Lukas menulis, Roh Kudus bersaksi sama Simeon: Karena kamu menantikan keselamatan itu, kamu tidak akan mati sebelum kamu lihat Mesias. Eh begitu dia lihat Bayi - nggak ada yang ngasih tahu ... nggak ada yang ngasih tahu -, waktu dia lihat Bayi, dia pegang, dia bilang: Tuhan - dengan mata berkaca-kaca -, sekarang saya rela pulang, rela meninggal dengan damai sejahtera. Saya sudah melihat selamat. Dulu Yohanes Pembaptis lihat Yesus: Lihatlah Anak Domba Allah. Simeon lihat bayi Yesus: Aku sudah melihat selamat.

Saudara, menanti-nantikan Tuhan, saudara akan mendapatkan keselamatan dari pada Tuhan. Haleluyah. Puji Tuhan.

Kita akan melihat beberapa ayat lagi, saudara-saudara, mengenai menanti atau menunggu kepada Tuhan. Tetapi kita tidak usah buka. Ceritanya saja saya akan sitir. Bagaimana gembala di padang sedang menunggu domba-domba, menantikan juga.

Tetapi saya ingin kita membaca apa yang dirasa oleh pohon-pohon, oleh gunung-gunung, oleh sungai-sungai. Apa yang dirasa oleh mereka? Jangan saudara anggap sungai, daun-daun itu tidak sedang ngomong, sedang berbicara. Dalam Roma

8:19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.
8:20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,
8:21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.
8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.
8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

Bagi keluarga yang ditinggalkan, meninggal, kita sedih dong. Bapa kita, ayah kita, suami kita, istri kita, anak kita meninggal. Sedih. Tapi buat yang meninggal, sebetulnya rohnya sudah menantikan pembebasan tubuh. Ini tubuh ini bikin berat. Bikin berat. Tambah kita tua bukan tambah sehat, banyak penyakit. Sebenarnya roh kita ini "sama-sama makhluk," sungai, pohon, semua itu kalau mereka ditaklukan kepada kesia-siaan tapi kita kepada satu kehidupan. Kita ini lagi menantikan Dia. Seluruh dunia ini sedang menantikan Yesus dinyatakan. I Yohanes 

3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Dalam bahasa Inggris, setiap orang yang menanti-nantikan dan mengharapkan kepada Dia itu menyucikan diri sama seperti apa yang Dia adalah suci. Kenapa saudara ke gereja? Mungkin kita belum bisa jawab. Tapi sebetulnya roh kita sudah punya jawaban - sedang menantikan Tuhan. Menantikan kedatangan Tuhan. Dia bisa datang secara dengan kematian, Dia datang. Semua mahluk sedang menantikan Tuhan. Puji Tuhan. Kita sudah sampai kepada pengertian ini. Kita membaca ayatnya yang ke-41 dari Lukas 8,

8:41 Maka datanglah seorang yang bernama Yairus. Ia adalah kepala rumah ibadat. Sambil tersungkur di depan kaki Yesus ia memohon kepada-Nya, supaya Yesus datang ke rumahnya,
8:42 karena anaknya perempuan yang satu-satunya, yang berumur kira-kira dua belas tahun, hampir mati.

Perhatikanlah saudara, bahwa Yairus ini dia punya satu-satunya anak perempuan berumur 12 tahun. Angka 12 adalah angka yang unik di dalam alkitab. Israel ada 12 suku Israel. Murid Yesus ada dua belas. Dalam Yohanes 11, Yesus berkata, bukankah satu hari dua belas jam? Surga mempunyai 12 pintu gerbang yang besar, dihiasi dari 12 mutiara, ukurannya adalah 12 stadi, 12 mil. Luar biasa ini angka dua belas.

Di dalam tulang rusuk belakang kita ini dihitung itu ada beberapa ruas. Di paling bawah dari tulang ekor, itu dihitung dua belas sampai ke atas, itu disebut tulang kenikmatan. Tulang kenikmatan. Kalau orang sudah cape kerja, panggik tukang pijat. Paling nikmat dipijat itu di bagian - bahasa Ibraninya - tunggir. Dua belas rusuk kenikmatan. Jarang ada tukang pijat mengurut hidung kita. Dua belas di sini disebut tulang kenikmatan, ini yang menopang seluruh tulang ini. Maka kalau orang jatuhnya terduduk sampai kena tulang ini, bisa lumpuh. Sum-sum itu ada di tulang belakang. Itu ada dua belas. Di usus kita ada usus dua belas jari. Jadi dua belas, dua belas, dua belas. Kalau saudara baca Lukas 8 ini, kita membaca ayat 43, Adalah seorang perempuan yang sudah 12 tahun menderita pendarahan

Jadi yang satu anak umur dua belas tahun. Satu ibu dua belas tahun menderita. Menderita. Jadi saudara lihat ini angka 12, angka luar biasa. Anak Yakub ada 12. Murid Yesus ada 12. Ada 12 mata air, ada tujuh puluh pokok kurma di dalam Kitab Keluaran 15. Jadi dua belas, dua belas, dua belas, terus, semua dua belas, dua belas, dua belas, dan sebagainya. Dan anehnya, anak Esau, itu dua belas juga. Jadi dari dulu, dua belas ini waduh luar biasa angka ini ya. Walaupun akhirnya satu namanya Yudas, jadi pengkhianat, tinggal sebelas. Tuhan ganti, sama Paulus supaya tetap dua belas.

Kita lihat Yairus ini. Ayat 41, kepala rumah ibadah. Kalau istana presiden ada pegawai namanya kepala rumah tangga presiden. Ini kepala rumah ibadah. Jadi dia yang ngatur, memasang lilin. Dia yang ngatur siapkan roti. Dia yang mengatur jubah semuanya. Dia yang ngatur tata cara ibadah di Bait Allah itu dia. Dia duduknya sama satu imam besar kepala. Tetapi sekarang dia tidak datang kepada imam besar, dia datang kepada Yesus. Kita lihat apa yang ditulis surat Ibrani pasal 4:14, judulnya saja Yesus sebagai Imam Besar,

4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Sekarang kita mengerti, kenapa Yairus datang sama Yesus? Kenapa dia tidak datang sama imam besar? Karena imam besar Taurat nggak bisa merasakan kesusahan Yairus. Tetapi dia datang kepada Imam Besar Agung, yaitu Tuhan Yesus. Mungkin orang lain tidak tahu, tapi dia digerakkan juga. Ingat tadi, Simeon digerakkan oleh Roh Kudus. Dia tahu, dia berlutut sama Yesus sebagai Imam Besar. Dan dia katakan, kalau bisa datanglah kerumahnya. Mohon kepada Yesus. Datang ke rumahnya.

Saudara, walaupun kita yang ke gereja tapi saudara bisa undang Yesus ke rumah saudara. Tuhan, rumah saya berantakan. Tuhan, tolong bikin beres. Tuhan tolong.

Tuhan kalau diundang ke rumah saudara, yang nggak beres, Dia beresin. Aduh Tuhan, perdagangan kok pemasukan, pengeluarannya nggak beres-beres, kok berat sebelah. Suruh Tuhan, minta tolong Tuhan masuk ke rumah, ke perdagangan, ke usaha saudara. Nanti Dia kasih penerangan di pikiran saudara, hati saudara. Saudara nanti di kasih tahu. Bikin begini, bikin begini, bikin begini, bikin begitu.

Kalau penghulu rumah sembahyang saja sudah tobat menghadapi anaknya yang sakit, dua belas tahun. Anak umur dua belas tahun sakit - datang sama Yesus! Ingat Zakheus? Hai Zakheus, turun, Aku mau mampir ke rumahmu. Wahyu

3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok - Saya mau tanya, pintu siapa? Pintu siapa? Pintu kita. Pintu rumah kita -; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Tetapi saya mau kasih tahu sama saudara, pintu zaman dulu nggak bisa dibuka dari luar. Tuhan Yesus mengetuk. Punten, lihat, Saya yang mengetuk pintu. Sore hari ini Dia mengetuk pintu hati saudara. Aku mau masuk di rumahmu. Aku mau makan.

Tapi saya ingin saudara mengerti, kalau Yesus ada di dalam rumah kita, Dia yang pecahkan roti. Dia mengenyangkan saudara. Bukan kita yang kasih makan Dia, Dia kasih makan kita. Dia yang memberikan makanan kita. Makanya waktu Dia mengetuk, tengok, Aku ada di depan pintu sedang mengetuk. Siapa yang membuka pintu, yang menerima Aku. Aku mau makan dengan dia, dia dengan Aku. Waktu Dia pegang roti, terbuka. Yesus menegur, kenapa kamu begitu bodoh? Bukankah Aku sudah cerita, begini, begini, begini. Terus Yesus hilang.

Apa kata murid-murid-Nya? Aduh, betapa hati kita terbakar tadi ketika Dia memecahkan roti. Saudara-saudara, kalau Dia memecahkan roti, ketika saudara mendengar firman Allah, bukan pendeta yang sedang berbicara, Yesus sedang memecahkan roti untuk saudara, keperluan saudara apapun juga. Saudara terbuka mata saudara, hati saudara berkobar dengan semangat, saudara-saudara akan lebih maju kepada Tuhan. Karena saudara baru tahu, Yesus itu tidak meninggalkan. Dia ada di perjalanan bersama dengan kita. Kita lesu, kita bingung, aduh tidak ada harapan tapi Yesus itu ada.

Kalau sore hari ini Yesus seperti mau lewat, mari kita mau bilang kepada Tuhan: Tuhan, mampir di rumah saya, masuk dalam rumah saya, masuk dalam keluarga saya, masuk dalam toko saya, masuk yang terutama dalam hati saya.

Berbahagialah orang yang mendengar firman Allah serta memegangnya. Tuhan akan memberikan kebahagiaan. Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Rabu, 13 April 2005

MENCARI TUHAN DENGAN RAJIN

Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita kembali melihat Lukas 

8:40 Ketika Yesus kembali, orang banyak menyambut Dia sebab mereka semua menanti-nantikan Dia.
8:41 Maka datanglah seorang yang bernama Yairus. Ia adalah kepala rumah ibadat. Sambil tersungkur di depan kaki Yesus ia memohon kepada-Nya, supaya Yesus datang ke rumahnya,
8:42 karena anaknya perempuan yang satu-satunya, yang berumur kira-kira dua belas tahun, hampir mati. Dalam perjalanan ke situ Yesus didesak-desak orang banyak.
8:43 Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun.
8:44 Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya.
8:45 Lalu kata Yesus: "Siapa yang menjamah Aku?" Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: "Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau."
8:46 Tetapi Yesus berkata: "Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku."
8:47 Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia datang dengan gemetar, tersungkur di depan-Nya dan menceriterakan kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia dan bahwa ia seketika itu juga menjadi sembuh.
8:48 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"
8:49 Ketika Yesus masih berbicara, datanglah seorang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!"

Ini terusan dari Yairus itu. Tetapi kita akan melihat bagaimana perempuan dari ayat 43, seorang perempuan yang sudah 12 tahun menderita pendarahan. Menurut kitab Taurat, saudara, seorang wanita seorang gadis yang sedang datang bulan maka - ini menurut Taurat - dia dianggap najis selama satu minggu. Tempat kursi tempat dia duduk dianggap najis, tempat tidur di mana dia tidur dianggap najis, dianggap tidak tahir. Dia tidak boleh dekat dengan suami, dengan laki-laki tidak boleh dekat.

Jadi selama 7 hari itu, selama satu wanita sedang mengalami periodenya maka dia tidak boleh dekat dengan suami,  dengan anak-anak apalagi orang luar. Karena selama satu minggu itu dia dianggap najis. Nanti setelah selesai, setelah dia ditahirkan satu minggu, baru dia bisa kembali ke pekerjaan semula dan pergaulan semula.

Jadi sangat repot zaman dulu. Apalagi ini sakitnya tidak berhenti selama dua belas tahun. Sangat menyedihkan untuk wanita ini. Suami tidak boleh dekat, anak tidak boleh dekat, dia pun tidak boleh dekat dengan orang lain. Jadi lebih kurang selama dua belas tahun, wanita ini tersingkir, wanita ini tersendiri, wanita ini kesepian, wanita ini seperti dibuang. Hanya kalau orang kusta harus dibuang di luar kota tapi wanita ini tetap boleh tinggal di rumah. Tapi kursi tempat dia duduk najis bagi orang lain. Tempat tidur, tempat dia tidur najis bagi orang lain. Jadi sangat menderita wanita ini. Bahkan kalau saudara baca, tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun.

Bahasa ini agak ada yang hilang. Kalau saya baca dalam salinan bahasa Inggris, seorang wanita yang sudah mengalami pendarahan untuk dua belas tahun, yang sudah membelanjakan semua ternaknya. Dia belanjakan ... ternaknya dijual, untuk tabib-tabib, untuk bayar dokter. And could not be healed by any, dan tidak ada dokter yang bisa menyembuhkan dia.

Di dalam dunia ini ada penyakit-penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter dan pengobatan. Kanker, leukemia, lalu Aids, Ebola. Bahkan sekarang ada Flu Burung. Jadi ada banyak hal penyakit yang tidak bisa diobati. Ada yang bisa dikendalikan tapi tidak bisa sembuh. Penyakit gula, dikendalikan bisa tapi sembuh nggak bisa.

Dan saya ingin beritahu kepada saudara, kesembuhan dari Tuhan sendiripun tidak kekal. Sebab satu kali manusia akan mati. Tapi kita akan lihat cerita ini, pengalaman dua belas tahun menderita. Dan yang sudah membelanjakan binatang-binatang, ternaknya, dijual untuk dokter-dokter, tabib-tabib, tidak ada yang bisa menyembuhkan. Ayat 44,

8:44 Ia maju mendekati Yesus dari belakang

Saudara lihat sekarang, ini wanita nekatnya luar biasa. Kan menurut hukum Taurat, dia tidak boleh dekat, sama suami saja tidak boleh. Apalagi ini Yesus sedang dikelilingi oleh banyak laki-laki. Dia menerobos mengikuti Yesus dari belakang. Kita melihat satu hal, yaitu dia rendah hati. Dia rendah hati, dia tidak datang dari depan tetapi dia datang dari belakang. Satu, dia rendah hati.

Yang kedua, saudaraku, dia menurut Yesus, imanmu. Dia mempunyai iman. Dia datang itu karena dia punya iman. Dia sudah putus asa kepada dokter. Tapi sekarang dia punya iman kepada satu pribadi yang namanya Yesus. Saya ingin memberitahu kepada saudara: Jangan kehilangan percaya kepada Tuhan Yesus. Karena apa yang tidak sanggup dikerjakan oleh manusia, oleh dokter, Yesus sanggup mengerjakannya.

Ada kalanya Dia mengerjakan itu seketika, ada kalanya memerlukan masa. Ada kalanya memerlukan, saudara-saudaraku, periode waktu, baru kesembuhan itu kelihatan. Ada kalanya seketika. Orang yang mati dibangkitkan, itu nggak bisa tunggu sampai satu minggu, pasti dikubur, seketika dia bangun, dan sebagainya.

Kita melihat wanita ini selain rendah hati, dia mempunyai iman. Dan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan dia memegang bagian bawahnya Yesus itu jumbai-Nya, ujungnya dari jubah-Nya. Dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya, and immediately her flow of blood stopped. Dipakai kata flow, bukan sampai hanya meleleh tapi flow. Saya bisa bayangkan wanita ini kurusnya luar biasa karena darahnya berkurang terus selama dua belas tahun.

Berapa susah dia menderita mendekati Yesus. Kemungkinan dia datang dari belakang karena selalu ketinggalan. Yesus itu berjalan, orang-orang mendesak-desak, dia ketinggalan. Sedangkan dia sehat saja tidak boleh dekat-dekat laki-laki apalagi dia sakit. Tapi akhirnya, entah bagaimana, dia bisa mendekati dari bawah, saudara. Karena kalau dia berdiri, dia tidak akan pegang ujung jubah Yesus. Mungkin karena dia sudah tidak kuat, dia berlutut, mungkin dia merangkak, mungkin dia merayap, hanya untuk memegang jumbai jubah Yesus. Dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya. Ayat 45,

8:45 Lalu kata Yesus: "Siapa yang menjamah Aku?" Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: "Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau."

Tiba-tiba saudara bisa bayangkan, Yesus lagi jalan, "Siapa ya yang menjamah saya?" Siapa yang menjamah Aku? Nggak ada yang jawab. Ingat, wanita ini juga di bawah. Petrus bilang: Lihat orang mendesak-desak Engkau. Ada yang pegang bahu, ada yang pegang dibelakangnya, kenapa Engkau bilang, siapa menjamah Aku?

Yesus bilang begini, saudara:

8:46 Tetapi Yesus berkata: "Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku."

Waktu saya diambil darah - darah saya mesti dibuang -, itu saya tidak rasa apa-apa. Nggak rasa apa-apa, cuma sakit sedikit. Orang yang lihat darahnya keluar, ngeri. Tapi saya lihat. Saya tidak rasa apa-apa. Bagaimana pak, pusing? Nggak. Kalau saudara makan, saudara rasa ada sesuatu yang masuk. Saudara minum, saudara rasa air. Maaf bicara, kalau saudara ke belakang, saudara rasa ada sesuatu yang keluar. Ibu-ibu yang melahirkan, dia merasa anak itu sudah lahir. Ketika bayi sudah lahir, ibu yang dapat kembar bilang, saya rasa masih ada ini sebab masih bergerak.

Merasa sesuatu ada yang keluar. Apalagi kalau saudara biasa taruh uang di dompet. Berasa kalau banyak yang keluar, itu dompet tambah kurus, tambah kurus, saudara rasa. Tapi kalau tidak ada yang keluar, masuk terus, itu dompet jadi gemuk. Jadi ada yang keluar.

Nah Yesus, saudara, dikatakan begitu banyak, tapi satu orang saja yang bisa membuat kuasa Yesus keluar. Sebab Yesus kalau didatangi jemaat biasa-biasa saja, ya datang saja, saudara tidak akan dapat apa-apa. Kalau saudara datang dengan iman, dan berkata kalau saya kebaktian, kalau saya didoakan, kalau saya dengar firman Allah, kalau saya puasa, kalau saya berdoa, aku akan disembuhkan, aku akan ditolong, aku akan diberkati. Lalu saudara-saudara akan mendapatkan kemenangan itu, kemenangan dari Tuhan. Yesus berkata ini, ayat 47,

8:47 Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia datang dengan gemetar, tersungkur di depan-Nya dan menceriterakan kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia dan bahwa ia seketika itu juga menjadi sembuh.

Kita lihat step atau langkah yang ketiga, wanita ini datang dengan gemetar. Saya tidak tahu, gemetar ini karena takut apa gemetar ini, saudaraku, karena memang dia baru sembuh. Dia gemetar karena memang baru bisa berdiri. Dia merasa sesuatu terjadi.

Saudara bayangkan sekarang, Yesus merasa ada kuasa yang keluar, kita bisa merasa ada sesuatu yang masuk. Tadi pagi saya harus berkhotbah di pertemuannya hamba-hamba Tuhan eks Cianjur. Banten, Bekasi, Jakarta, kumpul di gerejanya oom Rombot di Rawamangun. Salah satu eks Cianjur, siswi, istri pendeta, dia pimpin pujian. Baru kita menyembah, angkat tangan, saya pribadi rasa ada sesuatu yang menyegarkan hati saya. Roh Tuhan menjamah hati saya.

Memang, saya bilang, saya bisa rasa kok yang memimpin pujian ini ada di dalam doa, banyak sembahyang, mempersiapkan dengan sebaik-baiknya. Kita bisa rasa kok. Jadi nggak cemplang dia menyanyi. Pimpin pujian itu nggak cemplang. Kita bisa rasa. Baru mulai nyanyi saja sudah air mata mengalir. Saya yakin hadirat Allahpun dicurahkan waktu itu. Saya merasa ada sesuatu yang masuk. Mungkin murid-murid yang lain dia tidak rasa, pendeta di sebelah saya tidak rasa tapi buat saya, saya merasa ada sesuatu yang terjadi dalam hidup saya, dalam hati. Sekarang kurasa surga turun ... surga turun ... surga turun ... Sekarang kurasa surga turun ... Di dalam hatiku. Dulu saya nggak ngerti, saudara, apa maksudnya surga kok turun di dalam hatiku.

Sekarang saya ngerti, bahwa kuasa surga, hadirat surga, walaupun banyak problem, banyak percobaan itu tidak menghalangi hadirat Tuhan untuk kita nikmati. Tidak menghalangi hadirat Tuhan bekerja secara pribadi. Dulu waktu saya khotbah di full gospel dokter-dokter, istri saya melihat satu dokter yang mukanya keras luar biasa, dokter Lukas Hadi, almarhum sekarang. Badannya lebih tinggi dari saya, lebih gemuk. Dia dengar saya khotbah. Kepalanya botak. Istri saya lihat, dari matanya - dia pakai kaca mata - menetes air mata. Muka keras tapi dia merasa ada sesuatu. Inilah yang saya bilang, kalau bedstone, kalau doa malam, mungkin saudara cuma rasa satu, dua menit pribadi. Tetapi saudara bilang, ini yang saya tunggu. Ini yang saya tunggu dalam kebaktian satu jam setengah atau sampai dua jam.

Waktu saudara menyanyi, saudara bisa menangis. Waktu saudara menyanyi, saudara bisa menghadiri, ... ada mengalir kuasa Allah, membuat saudara sukacita secara pribadi. Orang lain kiri kanan mungkin nyanyinya asal-asalan. Tapi saudara tidak ada yang bisa menahan. Saudara merasa sukacita. Saudara merasa dijamah oleh Tuhan.

Karena orang banyak mendesak-desak Yesus tapi nggak ada yang bisa bikin Yesus nengok. Siapa yang pegang Saya? Padahal yang pegang ini cuma ujungnya aja jubah. Nggak pegang tangan. Cuma ujungnya saja jubah-Nya, pegang. Dia datang kepada Tuhan dengan gemetar. Lalu ia menceritakan kepada orang banyak.

Yang keempat, dia bersaksi. Apa yang terjadi? Dia bersaksi. Dan bahwa ia seketika itu juga menjadi sembuh.

Kelima, dia mengalami kesembuhan.

Yang keenam, Tuhan Yesus berkata kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

Ini juga agak kacau ini bahasa. Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat. Di dalam bahasa Inggris bunyinya begini: Daughter, anak perempuanku, ... jangan takut, imanmu sudah menyembuhkan kamu. Pergilah dengan damai. Imanmu sudah menyembuhkan kamu, pergilah dengan damai. Yang keenam, dia mendapatkan firman dari Tuhan.

Dan yang ketujuh, dia mendapatkan damai. Ini yang keenam ini luar biasa. Saudara perlu ini firman Allah, yang menunjukkan, yang meyakinkan bahwa kita sudah sembuh. Yang meyakinkan kita sudah ditolong Tuhan. Yang meyakinkan kita, kita di dalam kemenangan dari segala ujian.

Saya rasa tidak ada satu orang yang duduk di gereja malam hari ini yang belum pernah diuji oleh Tuhan. Dalam segala macam tantangan hidup yang membuat keringat keluar dari kelopak mata kita. Membuat kita harus tunduk, membuat kita tersungkur, seperti tidak ada tenaga lagi. Membuat kita seperti dibuang orang, seperti wanita ini dua belas tahun lamanya. Dia disingkirkan dari pergaulan, tidak ada yang mau kenal dia. Karena menurut hukum Taurat, dia harus jauh dari orang-orang lain.

Inilah yang dibuat oleh agama. Sampai pernah, saudaraku, departemen agama memikirkan apakah nanti penduduk Indonesia hanya ditulis nama saja? Nama, tanggal lahir, tidak usah ditulis agamanya apa. Ternyata agama tidak bisa mempersatukan manusia.

Di Ambon, islam sama kristen. Di Kalimantan, Madura sama Dayak, islam sama kristen. Yang ngebom, ngebom gereja ini orang Aceh. Semua yang ngebom, sampai istri pendeta di Semarang hilang satu kakinya, itu orang Aceh semua. Jadi kalau Tsunami sampai di sana, ya kita nggak tahu ada apa. Kalau sampai ada gempa di Nias, di Padang. Sekarang gempa di Padang, 7 skala richter itu sudah cukup besar. Gunung meletus lagi.

Makanya di Jakarta, saudara-saudara, itu jalanan bisa sepi, hari minggu kemarin. Karena mereka dengar sms, baca sms, Jakarta akan di guncang gempa. Jadi mereka pada ke luar negeri. Pasti itu gempa akan lewat di sini. Di Jakarta, Cianjur, mau? Bali. Biasanya gitu kalau jalur gempa itu Bali. Kalau Cianjur mah nggak dulu gereja kita mau belah-belah. Bali, terus naik ke Filipina, lalu ke Jepang, terus ke Tiongkok. Itu jalur gempa. Ada waktu-waktunya.

Sama, kita juga dalam hidup kita semua ada masanya kita kena problem seperti wanita ini. Tapi jangan kehilangan asa, pengharapan. Jangan kehilangan. Coba kita buka dulu I Korintus

13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Saudara, tinggallah tiga hal yang diperlukan, yaitu iman dalam bahasa Yunaninya pistis; pengharapan dalam bahasa Yunaninya elpis, dan kasih dalam bahasa Yunaninya agape. Dari tiga ini, saudara-saudara, wanita ini mempunyai dua, yaitu iman dan pengharapan. Bahkan imannya itu, saudara-saudara, diakui oleh Yesus - imanmu sudah menyembuhkanmu.

Jadi kita perlu iman kalau kita datang kepada Tuhan. Tuhan tidak bisa kita lihat, kita juga tidak bisa raba tapi kita bisa imani, Dia ada. Dia di dalam hati kita. Ada ayat berbunyi, dua atau tiga orang berkumpul karena nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka. Walaupun kita tidak bisa lihat Yesus, kita yakin Dia hadir di tengah-tengah kita.

Dan kalau saudara yakin Dia hadir, saudara tidak akan sembarangan kebaktian. Saudara tidak akan sembarangan doa. Dia ada di sini, di antara kita. Dua, tiga orang berkumpul, Dia ada. Kalau saudara maju ke depan berdoa, saudara tidak lihat saya lagi tapi saudara lihat Yesus yang ada di tengah kita. Ini yang dimiliki oleh wanita ini, iman.

Yang kedua itu pengharapan. Bayangin dua belas tahun sakit, dia nggak putus asa. Kemarin saya dengar di radio. Ada satu dokter bercerita bagaimana ada satu macam obat yang tidak dari kimia tapi dari tumbuh-tumbuhan untuk mencegah sakit gula. Kalau lagi makan pagi, makan itu  pil, makan siang, makan itu pil, malam nggak usah lagi. Cek dua bulan, kalau turun, satu kali satu hari.

Lalu ada yang tanya, kenapa banyak orang itu nggak turun-turun gulanya, nggak sembuh-sembuh? Karena mereka jemu makan obat. Mereka kesal, saban poe makan ubar, saban poe makan ubar ... tiap hari makan obat, tiap hari makan obat, ah sudahlah. Rek paeh, paeh, kumaha we ... mau mati, mati saja, gimana nanti. Nah itu, jadi mati. Karena dia sudah mau mati, rek paeh, paeh ... mau mati, matilah, ... ya sudah mati. Mati. Jadi gulanya naik tidak terkontrol, empat ratus, lima ratus. Saya baru cek gula saya, 111. Kenapa? Karena jemu. Coba ini dua belas tahun berusaha.

Saudara jangan jemu mencari Tuhan. Jangan bosan mencari Tuhan. Amsal 8. Di dalam Amsal pasal 8 di sana ada satu, dua ayat yang kita bisa baca di sana. Amsal

8:17 Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.

Bahasa Inggrisnya, and those who seek me diligently, siapa yang rajin mencari Aku. Hari rabu kebaktian, saya mencari Tuhan, nyanyipun Ku cari wajah-Mu. Hari sabtu dari pada tinggal di rumah, kita bedstone, ... cari Tuhan lagi. Hari minggu pagi dari pada jalan-jalan kaki, jalan-jalan kaki ke gereja, berbakti di gereja, mencari Tuhan. Minggu sore, kebaktian lagi mencari Tuhan. Apa janji Tuhan? Dia akan mendapatkanmu. Kalau kita sudah mendapat Dia, ada apa yang  terjadi? Dalam ayat 18,

8:18 Kekayaan dan kehormatan ada padaku - Amin, saudara-saudaraku? Jangan cari kekayaan - cari Yesus! Baru Yesus kasih kekayaan -, juga harta yang tetap dan keadilan.
8:19 Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan.
8:20 Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan,
8:21 supaya kuwariskan - Eh, ada warisan - harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka.

Nah saudara, ini berkat bagi orang yang mencari Tuhan dengan rajin. Saya yakin, saudara, saya tahu atau nggak tahu, saya lihat atau nggak lihat, tapi kalau saudara merajinkan diri kepada Tuhan ada satu mata dari surga yang menilai kerajinan saudara, yang menilai saudara punya pengharapan yang tidak pernah putus ini. Sampai akhirnya saudara-saudaraku akan mendapatkan Tuhan. Ada haleluyah?

Wanita ini mempunyai iman dan dia mempunyai pengharapan. Sekarang setelah dia disembuhkan tentu saja dia akan mempelajari kasih Tuhan. Pasti dia belajar. Karena dengan iman saya sudah disembuhkan. Saya sudah cari dokter. Ternak saya, saya sudah jual. Saya nggak baik-baik, nggak sembuh-sembuh. Pergi ke dukun, dan sebagainya, dan sebagainya. Tetapi sekarang saya setelah datang sama Yesus, baru cuma pegang jubahnya, saya sudah sembuh.

Saya cuma bagi orang kristen itu dua, yang pandai dan yang bodoh. Yang pandai itu dia mendekatkan diri kepada Tuhan. Dia nggak lihat percobaan. Dia nggak bilang, kenapa ya? Nggak. Dia datang sama Tuhan. Yang bodoh menjauhkan diri dari Tuhan. Sekarang kita musim dingin itu, dingin ya. Di situ ada api unggun. Aduh dingin ya. Ini api unggun. Tiris, tiris. Deketin apinya. Kalau kita kedinginan di dalam dunia, dekati Yesus. Pasti Dia kasih kehangatan. Tapi kalau kita menjauhkan diri dari api lalu ngomong tiris nya, dingin ya, terus jauh dari api, orang bilang ini si Kabayan. Saudara pernah dengar cerita Abunawas?

Abunawas itu, saudara, pernah bikin masakan, api unggun di bawah kastrolnya di atas pohon. Kapan matangnya itu nasi? Kalau api unggun di bawah, kastrolnya taruh di atas api, matang nasinya. Kalau kita mau dewasa dalam Tuhan, jangan ada jauh dari api. Dekatkan apinya. Dekatkan diri sama Tuhan, dewasa, matang.

Orang kristen itu matangnya oleh api, oleh percobaan, dan oleh api Roh Kudus. Dia tabah, dia tidak kehilangan pengharapan. Tadi saya lihat murid-murid, lebih dari seratus orang, saudara-saudara. Sudah jadi gembala sidang. Ada yang suami istri eks Cianjur, bawa anak. Ini anak ke berapa? Anak keempat. Hebat, saudara-saudara. Ari boga anak mah mani rajin pisan ... Kalau punya anak rajin sekali.

Jarang saudara, jarang saudara, saya dengar ada orang yang bersaksi, saya diberkati. Bisnis saya diberkati Tuhan. Saya dapat kelimpahan. Jarang. Jarang. Hampir nggak ada. Semuanya kalau bersaksi, kemarin saya ketabrak beca. Tapi puji Tuhan, becanya yang rusak, saya nggak. Super woman.

Tapi ini janji Tuhan: Siapa mencari Aku dengan rajin, dia mendapat Aku. Kalau mendapat Yesus, sudah jangan takut uang. Salahnya kita, kalau kita ke gereja, kita cari uang. Ya Tuhan, saya minta uang. Ya Tuhan, berkati saya. Salah. Cari Tuhan dulu. Ketemu Dia dalam doa, ketemu Dia dalam firman. Baru belakangan Dia kasih kekayaan. Bukan uang receh Dia kasih. Kekayaan. Banyak kali, saudara-saudara, kita ikut Tuhan memakai mentalnya si Oneng. Bener. Kita punya mental Bajaj Bajuri. Kita punya mental, mental si emak. Nggak boleh ada cucu pegang duit goceng, nggak boleh. Dibelain sampai musti bilang.

Anak Tuhan yang cari Tuhan nggak akan begitu. Dia pasti diberi kelimpahan oleh Tuhan, sampai saudara bisa menolong orang. Wai bagi kita kalau mental kita, mental begini termasuk hamba Tuhan. Mentalnya mental minta-minta. Ketemu orang, minta-minta. Mentalnya minta-minta.

Tuhan mah nggak lihat di Srengseng, di Srongsong, di Ciranjang, di Cianjur, kalau Tuhan mau berkati, Dia berkati. Apapun yang terjadi, Dia memberkati. Di Bandung ada satu ibu. Dia cuma bikin empal. Tiap pagi dibawa 4848, saudaraku. Delapan ratus empal, seribu empal ke Jakarta, belum yang di Bandung. Cuma bikin empal. Rajin dulu, cari Tuhan, baru Tuhan nanti kasih. Kita sering nggak ada hikmat. Usum hujan, jualan es ... musim hujan, jualan es. Nggak akan laku. Siapa yang mau beli?

Saudara, kalau kita cari Tuhan, kita nggak usah jerat-jerit. Tuhan yang pakai malaikat-Nya, Roh Kudus-Nya. Nggak usah muja, nggak usah nempelin kain merah.

Jadi saudara-saudara, kalau kita punya Tuhan Yesus, asal lihat toko kita, orang langsung belanja, sedikit banyak dia belanja. Itu Tuhan. Maka saya katakan, saudara, toko dengan Yesus dan toko tanpa Yesus, itu berbeda. Keluarga dengan Yesus dan keluarga tanpa Yesus, itu beda. Sekarang saudara puasa tanpa Yesus dan puasa dengan Yesus, beda. Kalau puasa tanpa Yesus, cuma lapar doang. Tapi kalau kita puasa dengan Yesus, nggak rasa lapar. Kita tuh rindu sama Tuhan, kita tuh rindu sama firman, kita rindu sama doa, kita nggak mikirin buka.

Pokoknya anak-anak Tuhan tidak boleh putus asa. Yang pertama, rendah hati. Yang kedua, ada iman. Yang ketiga, datang kepada Tuhan, bersaksi, sembuh, mendengar firman Allah, dan dia dapat damai sejahtera. Kenapa dia datang sama Tuhan? Karena dia mempunyai pengharapan. Sekian renungan firman Allah. Siapapun saudara, kalau datang kepada Tuhan sore hari ini dengan percaya dan iman, pasti Tuhan akan memberikan apa yang saudara cita-citakan.

-- o -- 

Rabu, 20 April 2005

IMAN, HARAP DAN KASIH

Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan membuka kembali injil Lukas 

8:49 Ketika Yesus masih berbicara, datanglah seorang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!"
8:50 Tetapi Yesus mendengarnya dan berkata kepada Yairus: "Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat."
8:51 Setibanya di rumah Yairus, Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut masuk dengan Dia, kecuali Petrus, Yohanes dan Yakobus dan ayah anak itu serta ibunya.
8:52 Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: "Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur."
8:53 Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati.
8:54 Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya: "Hai anak bangunlah!"
8:55 Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan.
8:56 Dan takjublah orang tua anak itu, tetapi Yesus melarang mereka memberitahukan kepada siapapun juga apa yang terjadi itu.

Ini terusan dari cerita Yairus ketika Yairus mengundang Yesus untuk masuk ke dalam rumahnya karena anak satu-satunya perempuan yang berusia 12 tahun itu sedang sakit keras, hampir mati kalau menurut ayat 42. Saudara ingat kembali ayat 42 karena anak perempuan yang satu-satunya yang berumur kira-kira 12 tahun hampir mati. Disambung kepada ayat 49,

8:49 Ketika Yesus masih berbicara, datanglah seorang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!"

Dari ayat ini kita belajar nampaknya maut atau kematian ini sudah menjadi satu hukuman atau akhir dari segala sesuatu. Sudah final. Kalau dia masih sakit masih ada harapan; kalau dia masih di ICCU masih ada harapan. Tetapi sekarang tiba-tiba keluarganya dengan hormat berkata, jangan kamu menyusahkan Guru lagi karena anakmu itu sudah mati.

Nampaknya kematian atau maut itu menjadi momok menjadi satu hukuman yang keras. Kalau orang masih hidup di ICCU masih boleh tinggal di rumah sakit tapi kalau sudah mati, dokter bilang: harap dikubur. Karena mati adalah akhir dari semua kehidupan manusia.

Di dalam pengkhotbah ada ayat berbunyi: lebih baik seekor anjing yag hidup dari pada seekor singa yang mati. Nah saudara, nampak kepada kita visi dari Tuhan Yesus yang luar biasa karena setiap kata 'wanita', setiap kata 'anak perempuan' apalagi berusia umur 12 tahun, itu menjadi gambaran dari gereja - menjadi gambaran dari saudara dan saya.

Ada jemaat yang sudah dewasa - maksudnya rohani bukan umurnya. Banyak orang yang umurnya sudah tua tapi anak-anak rohaninya. Ada anak muda yang masih remaja kaum muda tetapi dewasa rohaninya. Nggak bisa dinilai dari umur, ya. Nah saudara, wanita atau perempuan selalu bicara dari gereja. Dan nampaknya wanita ini yang tadi meleleh darah, sudah dewasa. Tuhan sembuhkan.

Sekarang problemnya ada anak perempuan umurnya 12 tahun. Kalau umur 12 tahun disebut anak akil balig, disebut yaladim, disebut anak yang baru menginjak remaja tapi dalam penanggalam Yahudi itu sudah dianggap sudah mulai memasuki ... suaranya sudah berubah. Kalau anak laki-laki suaranya berubah jadi besar, itu pada usia 12 tahun.

Jadi ini gambaran dari satu gereja yang masih muda; gereja yang mau beralih dari remaja, dari anak kecil sampai kepada remaja. Nah, inilah masa peralihan yang sangat gawat bagi orang-orang kristen. Itu masa peralihan itu pada waktu dia percaya tidak ada problem. Tetapi ketika kita sudah dibaptis di dalam Tuhan, itu peralihan. Sebelum kita masuk mengalami hal-hal dari Roh Kudus, hal-hal yang aneh dari Tuhan, hal-hal yang ajaib - itu ada peralihan! Nah, di peralihan inilah banyak problem. Banyak anak-anak Tuhan justru mati seperti anak perempuan itu. Di situ banyak problem. 

Ingat, murid ke-12 dari Yesus itu Yudas, yang menyerahkan Yesus. Jadi di sini persoalannya. Kenapa? Karena kalau kita doa malam itu kalau sudah jam 12 malam, lebih aja 1 menit, sudah satu hari yang lain. Nggak bisa bilang lagi malam, itu sudah dini hari, itu sudah pagi. Demikian juga ketika seorang lewat saja dari umur 12 tahun, dia tidak disebut lagi anak kecil tetapi yaladim, anak remaja. Yohanes 

21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

Yesus itu nanya pertama kepada Petrus. Pertama kali Dia tanya yang pertama: Apakah engkau mengawasi Aku? Dia pakai kata agape, bahasa Yunaninya, kasih yang paling tinggi, paling dewasa, penuh pengertian. Dijawab oleh Petrus: Ya Tuhan, aku mengasihi engkau. Dia memakai satu kata, yaitu fileo, kasih persaudaraan. Kasih persaudaraan ini lebih rendah dari agape. Belum bisa sampai ke sini. Lalu kata Yesus: Gembalakanlah domba-domba-Ku. Itu salah salinannya, saudara boleh tambah di situ, gembalakanlah anak domba-Ku, feed my lamb.

Jadi dikatakan, gembalakanlah anak domba-Ku. Feed my lamb, anak domba itu menjadi lambang adalah jemaat yang masih anak-anak, domba yang masih kecil, susah diurus. Sebentar lompat ke sana sebentar lompat ke sini, disuruh ke sini nggak mau, disuruh datang nggak mau; nanti kita lagi diam dia datang. Itu anak domba kecil-kecil. Masih harus dikasih makan, kata Tuhan Yesus.

Yang kedua kali, ayat 16       

21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

Feed my sheep. Ditanya yang kedua kali, Tuhan Yesus memakai kata agape juga. Apakah engkau mengasihi Aku? Lalu yang kedua kali Petrus jawab juga, fileo: ya Tuhan, saya mengasihi Engkau. Belum bisa yang seperti ini. Lalu Yesus jawab, gembalakanlah domba-Ku.

Yang ketiga kali Yesus sudah mengerti. Kalau saudara baca ayat ke 17,

21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Kenapa sih mesti nangis ditanya tiga kali. Nggak puguh-puguh nangis. Sebabnya begini. Tuhan Yesus ketiga kali, Dia tidak memakai lagi agape - Dia pakai kemampuannya Petrus, fileo: Apa engkau fileo kepada-Ku? Tentu saja seperti disindir, nangis Petrus. Memang Tuhan saya belum bisa mengasihi Engkau dengan agape ini, saya baru bisa mengasihi Engkau dengan fileo. Menarik sekali, Tuhan berkata: Gembalakanlah domba-Ku. Kenapa sampai dua kali domba-Ku? Karena domba yang pertama ini domba remaja. Bukan lagi anak tapi sudah remaja, dalam masa pertumbuhan. Baru yang ketiga kali, domba yang sudah dewasa. Bisa dikawinkan ... bisa punya anak.

Demikian juga jemaat Tuhan. Yang pertama anak domba. Jangan saudara anggap anak domba ini sekolah minggu, tidak. Banyak jemaat yang sudah dewasa masih seperti anak domba; rohaninya mesti diemong, mesti disusui. Suaranya aja beda. Jadi saudara, ini anak domba yang tadi saya katakan kadang-kadang tersesat karena mengikuti kupu-kupu. Karena menarik. Dia tidak ikut sama induknya.

Tapi begitu sudah remaja, sudah mulai ada perhatian, sudah dia tahu siapa bapaknya siapa ibunya, dia ikut terus ibunya. Mulai ada pertumbuhan, badannya bertambah, mukanya tidak lagi seperti anak domba lagi tapi mulai kelihatan. Lalu dia dewasa sudah ada tanduknya, dia mulai besar.

Apa maksudnya pelajaran alkitab, bible study seperti kita sekarang? Itu feeding, memberi makanan, supaya rohani kita ini bertumbuh, supaya kita tidak jadi anak kecil terus. Jadi anak-anak terus, gampang dibawa ke sana ke mari oleh pelajaran macam-macam. Orang-orang yang ikut-ikut begitu dia masih kecil, dia tidak ngerti. Dikasih tahu dia malah marah-marah karena belum ngerti. Kalau orang nggak ngerti masuk saksi Yehova, dia terima. Dia terima dia tanya jawab malahan sama saksi Yehova. Kalah jadi balad.

Tapi kalau orang sudah mengerti dia bisa bedakan yang mana benar yang mana rumput yang mana bukan. Yang mana rumput hijau, yang mana rumput kering. Itu sebabnya dibaringkannya aku pada tempat yang banyak rumputnya. Tuhan membaringkan itu domba yang masih remaja. Yang domba dewasa masa masih dibaringkan. Supaya dia bangun makan rumput terus badannya besar, supaya sehat, supaya bertumbuh. 

Nah, dari remaja itulah baru ketiga kali Dia bilang, gembalakanlah domba-Ku, yang sudah dewasa. Jadi penggembalaan dari Tuhan saudara tidak berhenti sampai di dunia. Sampai di surga, Tuhan tetap menjadi Gembala kita. Bukan hanya jadi "suami", tapi Dia juga jadi Raja segala raja dan menjadi Kepala. Di dalam kitab Wahyu dikatakan, Dia akan menggembalakan umat-Nya dengan makanan yang luar biasa. Itu nanti di surga. Bahkan memberikan kepada kita pengertian penggembalaan kepada kita. Kita kembali kepada injil Lukas      

8:49 Ketika Yesus masih berbicara, datanglah seorang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!"

Nah, saya katakan tadi anak ini adalah perpindahan dari yang nomor satu ke nomor dua. Mati.

Yesus pernah menegur satu jemaat. Wahyu

3:1 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!

Yang dimaksud dengan mati kalau di alkitab, itu bicara juga tentang kerohanian. Ada gereja yang aktif tapi mati. Dia nggak mau kenal apa itu doa, apa puasa, nggak mau tahu. Yang penting aktif, yang penting hebat. Tapi mati katanya, ini gereja Sardis. Lalu 

3:2 Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.

Jadi ada yang sudah mati tapi ada yang hampir mati. Siapa di antara saudara malam hari ini merasa ada yang mati di dalam dirinya sendiri hal yang rohani atau ada yang hampir mati. Lukas

8:50 Tetapi Yesus mendengarnya dan berkata kepada Yairus: "Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat."

Ini yang ngomong ini yang punya hidup - Yesus! "Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat." Dia tidak bilang anakmu akan hidup; Dia bilang anakmu akan selamat. Datang dari kata sozo, yaitu kehidupan dari Tuhan. Jadi kalau kita hanya baru selamat dari Tsunami, selamat dari kecelakaan, selamat dari penyakit, itu tidak ada hitungan itu. Tapi yang harus terbaik adalah selamat dari api neraka. Seharusnya masuk neraka, karena kita terima Yesus, kita selamat. Kita tidak kena neraka tapi kita masuk ke dalam surga, ada haleluyah saudara? Ayat 51    

8:51 Setibanya di rumah Yairus, Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut masuk dengan Dia, kecuali Petrus, Yohanes dan Yakobus dan ayah anak itu serta ibunya.

Saya minta perhatian saudara ekstra dalam ayat ini.

Tiba-tiba Yesus melarang orang-orang banyak itu masuk; Dia hanya bawa 3 murid saja, yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes. Tiga murid ini kalau saya gambarkan dia menjadi segitiga. Tiga murid ini yang dibawa oleh Tuhan Yesus ke dalam. Apa maksudnya cuma 3 murid? Kenapa murid yang lain nggak dibawa? Kenapa cuma papa mamanya yang dibawa masuk ke kamar?

Di sini kita belajar memilih teman. Hati-hati saudara memilih teman. Ada teman yang bukan bikin kita jadi kuat tapi bikin kita lemah. Omongannya negatif, ngomongnya negatif terus. Sampai kita lemah. Tapi ada ada teman yang bikin waktu kita lemah kita jadi terhibur, kita jadi kuat. Jadi Tuhan nggak bawa murid duabelas-duabelasnya; Dia cuma bawa tiga. Nah, kita buka I Korintus     

13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Tiga murid ini melambangkan 3 hal ini karena Petrus selalu mengajarkan tentang iman. Dan Yakobus selalu berbicara tentang Harap. Dan Yohanes disebut murid yang dikasihi oleh Yesus, menggambarkan tentang kasih. Bukan orangnya yang terbesar tapi maksudnya antara iman, harap dan kasih, yang terbesar ini kasih. 

Maksudnya begini. Iman ini kita perlu di dunia, iman kita perlu untuk dagang, iman kita perlu untuk bekerja, iman kita perlu untuk doa orang sakit. Tapi di surga kita ngak perlu lagi iman. Harap itu kita perlu di dalam dunia ini ya. Kita berharap pasti Tuhan tolong. Tetapi yang paling besar katanya adalah kasih karena harap ini di surga juga nggak dipakai. Kalau kasih sampai surga dipakai. Itu sebabnya Yesus berkata yang terbesar adalah kasih.

Nah, iman itu digambarkan dengan salib. Harap digambarkan dengan jangkar. Kasih dilambangkan dengan jantung hati. Inilah 3 modal dalam menghadapi sesuatu yang mati. Semangat saya sudah mau mati, ingat ini 3 hal: iman, pengharapan dan kasih. Pandang salib, lihat salib Yesus, iman berdiri.

Satu kali orang Israel saudara, bawel cerewet ngomel kerjaannya. Dari pagi sampai sore ngomel terus. Marah. Tuhan kirim ular tedung. Dipagut. Nggak lama, ... mati. Wah, mereka minta ampun sama Tuhan. Lalu Tuhan bilang sama Musa, ambil satu kayu, dipalang, taruh di situ ular tembaga, ular-ularan tapi dari tembaga. Siapa yang mau mati, hampir mati - asal sudah bisa lihat ular tembaga itu pada kayu palang itu, dia sembuh. Sudah mau mati asal lihat saja sehat.

Yesus di atas bukit Golgota Dia dijadikan dosa. Dia tidak berdosa tapi Dia dijadikan dosa. Dia seperti orang terkutuk disalib. Tapi kalau saudara hampir mati pandang Yesus saja, kita hidup. Apapun problem kita persoalan kita hampir hancur hampir mati - pandang salib Tuhan pandang Yesus, kita pasti menang. Dalam Ibrani 6 ada ayat berbunyi pengharapan kita itu musti seperti jangkar, musti seperti sauh, katanya. Maka lambang pengharapan itu jangkar. Kalau kasih itu lambangnya hati. Bisa dirasakan. Tiga hal ini tidak boleh hilang.

Nah, iman di dalam bahasa Yunaninya saudara sudah tahu ini adalah pistis, kasih itu agape tadi kita sudah belajar tapi banyak orang tidak tahu harap. Harap ini bahasa Yunaninya apa? Saudara ingat penyanyi dulu Elvis, tapi tulisnya v nya diganti sama p, elpis. Ini kata yang menerangkan kata harap. Jadi pistis, elpis dan agape. Tiga hal ini dibawa masuk sama Yesus. Dua papa mamanya itu memang problemnya. Kalau saudara hitung-hitung ya, 3 murid. Dua papa mama, ada lima. Yesus keenam. Sama yang mati tujuh. Sempurna rencana Tuhan. 7 itu selalu bicara sempurna. Kalau kerja Dia sempurna.

Hari pertama Tuhan bikin dunia Dia kerja, yang kedua ketiga keempat Dia bikin bumi. Hari keenam Dia bikin manusia. Hari ketujuh apa, saudara? Istirahat, sabat. Jadi 7 itu angka sempurna sudah selesai semua. Maka haripun minggupun 7. Kalau kita hari pertama itu senin, kalau dalam Tuhan hari pertama itu minggu. Selesai semua. Sabat. Lukas      

8:51 Setibanya di rumah Yairus, Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut masuk dengan Dia, kecuali Petrus, Yohanes dan Yakobus dan ayah anak itu serta ibunya.
8:52 Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: "Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur."

Sebetulnya Yesus sedang membuktikan banyak orang munafik. Kenapa? Ayat 52, semua orang menangis dan meratapi anak itu. Tetapi ayat 53, mereka mentertawakan dia. Coba saya mau tahu saudara yang lagi nangis, saya bilang tertawa sekarang. Nggak bisa saudara. Orang nangis terus tiba-tiba tertawa, nggak bisa. Kecuali sandiwara. Nggak bisa dari nangis langsung ketawa. Tapi di sini bisa. Tuhan Yesus bilang, kamu menangis ... air mata buaya. Ada orang disewa dulu dia bisa menangis. Sama di Manadopun kalau ada orang mati, meninggal, disewa orang menangis.

Tiba-tiba Yesus bilang, dia tidak mati dia tidur. Wah, ketawa. Tuhan buktikan ini munafik-munafik semua. Kamu nangis saja dibayar.

8:54 Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya: "Hai anak bangunlah!"

Bahasa inggris, little girl, arise! Hei gadis kecil, bangkitlah. Kalau saya hubungkan dengan wanita itu gereja, hei gereja yang masih remaja ini, baru mau mati, baru mau pindah kepada dewasa, bangkitlah! Asalnya malas, rajinlah. Asalnya mundur, majulah. Asalnya sakit, sembuhlah. Ayo bangkitlah. Arise. Lalu apa terjadi?  

8:55 Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan.

Kenapa Yesus suruh memberi makan? Ingat kepada, gembalakanlah anak domba-Ku, gembalakanlah domba-domba-Ku. Feed my lamb. Kasih makan. Bahasa Inggris, feed my sheep, kasih makan domba-domba-Ku. Untuk membuktikan anak ini sudah hidup, dia bisa makan. Jemaat yang hidup, dia suka makan firman Tuhan. Jemaat yang mati atau setengah mati atau tiga perempat mati, udah di ICCU, ... nggak bisa makan lagi. Tapi kalau dia baru sembuh, mamayu, uh makan. Dikasih makan mamayu. Ini kasih makan. Makanlah dia.

8:56 Dan takjublah orang tua anak itu, tetapi Yesus melarang mereka memberitahukan kepada siapapun juga apa yang terjadi itu.

Mungkin kita jadi bingung, kadang-kadang Yesus bilang sama orang yang sembuh di Gadara: pulang ke rumahmu dan kasih tahu orang tuamu bahwa kamu sudah sembuh. Di sini nggak: jangan ngomong, ya. Kepada orang lain, ceritakan. Di sini, jangan banyak bicara. Ada perempuan Samaria, perempuan Samaria bilang: kamu tahu ada Mesias ... Dia kasih tahu. Tapi dalam cerita yang lain, jangan kasih tahu Aku.

Nampaknya Tuhan melihat ada yang siap, ada yang belum siap. Sedangkan di dalam alkitab ada 10 perawan - 5 perawan pandai 5 perawan bodoh. Yang bijaksana ini siap. Nampaknya Yairus belum siap. Banyak orang-orang di luar yang munafik-munafik itu yang menangis terus tertawa. Bisa-bisa dia ketawa kalau bilang Yesus itu Mesias. Tetapi ketika Dia lihat perempuan Samaria yang hatinya terbuka, jujur, ceritakan memang suami saya sudah lima, saya banyak salah, saya banyak dosa, saya sudah jatuh dalam dosa - Tuhan Yesus lihat hatinya sudah siap. 

Apa saudara sudah siap kalau Yesus datang? Dengan seperti maut pada teman saya ini. Pendeta, umurnya baru 53 tahun. Kalau umur sudah tua sudah pasti. Ada pendeta yang sudah tua dulu, papa saya baru meninggal. Oom Rolin Pandey dari Subang: oom tinggal minta sama Tuhan bisa cari jiwa 1-2 orang lagi, terus oom mau ikut papa. Dia sudah siap menghadapi kematian.

Saudara, saya selalu bicara sama murid saya dan saya juga ingin bicara sama jemaat: Harus siap menghadapi sesuatu. Kita tahu resikonya apa, kita tahu apa artinya mengikut Yesus keputusanku. Tapi saya harap saudara semua kita siap supaya Tuhan menyatakan dirinya kepada kita siapapun.

-- o -- 

Rabu, 27 April 2005

OTORITAS

Kita kembali membuka Injil Lukas

9:1 Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.
9:2 Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang,
9:3 kata-Nya kepada mereka: "Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.
9:4 Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ.
9:5 Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka."
9:6 Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat. 

Dalam ayat 1, kita membaca Yesus memanggil kedua belas murid-Nya. Dalam pasal ini mulailah Yesus memanggil kedua belas murid-Nya. Dan dikatakan di sana, lalu memberikan tenaga. Dalam bahasa Inggris dipakai kata power, dan kuasa. Dalam bahasa Inggris, otoritas. Tenaga dalam bahasa Yunani dipakai kata dunamis. Sedangkan kuasa, tadi dalam bahasa Inggris adalah otoritas. Dalam bahasa Yunani eksosia atau eksosias, itu adalah otoritas.

Jadi Tuhan memberi kepada murid-Nya bukan hanya tenaga, bukan hanya power tetapi otoritas. Mungkin saudara-saudara lebih, sekarang musti lebih dewasa dalam kekristenan kita. Kita diberikan oleh Tuhan tenaga, kuasa, power dan juga otoritas atau eksosias.

Baik saya akan bedakan apa bedanya dunamis, tenaga ini, power ini sama eksosia. Dunamis ini, saudara-saudara, diberikan oleh Tuhan Yesus kepada murid-Nya berarti bukan dari murid-murid. Kalau kita mempunyai kuasa menyembuhkan orang sakit, diberikan talenta sama Tuhan mendoakan orang sakit, sembuh - itu bukan dari kita tapi dari Tuhan. Tuhan memberi. Karena dikatakan di sini, Dia memberikan kepada murid-murid-Nya ini kuasa.

Yang saya sangat sedih, banyak murid saya yang sudah keluar dari sekolah alkitab sudah kelas dua, tambah lama tambah loyo. Tidak suka doa, tidak ada lagi rajin berdoa. Sebab saya bisa ukur dari mimbar. Dia ngomong, dia pimpin pujian di mimbar, sudah nggak ada urapan. Itu karena dia tidak suka doa.

Kalau Tuhan tidak mungkin Dia kasih kuasa sama orang yang malas berdoa. Karena Dia melawan firman-Nya sendiri. Jadi ukurannya disuruh sembahyang, siapa saja asal eks sekolah alkitab sembahyang, saya bisa rasa, dia suka doa apa nggak, dia ada urapan apa tidak, dia ngambai apa ambai-ambaian. Kita bisa rasa, saudara, jadi kita tahu. Sebab kalau kita baru dekat sama api, terus kita dekat sama orang, orang akan bilang, kok anget bener badanmu. Saya baru dekat dari api. Kalau saudara buka lemari es, lama di lemari es, buka tutup, langsung saudara ketemu orang, kok dingin amat badan? Karena kita dekat lemari es. Begitu juga kalau kita dekat dengan Tuhan di dalam doa. Kita nggak rasa, orang lain rasa, orang lain tahu ... wah, ini orang suka berdoa, ini orang suka dekat dengan api Roh Kudus. Dia hangat. Doanya mengangkat.

Itulah yang suka saya sesalkan. Sudah keluar sekolah alkitab, sudah lulus, sudah saja. Nggak sembahyang lagi, nggak baca alkitab lagi. Saya saja sampai sekarang masih nyelidiki, siang, pagi, malam. Kadang-kadang jam dua belas, jam satu, saya masih ngetik karena saya menyelidik firman Allah, karena saya berhaus, berlapar, karena saya harus kasih makan banyak orang. Eh, murid-murid ini, sudah saja, asal dia sudah bisa punya makan, asal punya tempat tidur, asal bisa kawin punya anak, sudah. Nggak ada sukat, nggak ada kemauan. Tapi Yesus tidak. Pertama Dia panggil, sudah Dia panggil, Dia ajar ajak berdoa: Tidak bisakah kamu berdoa dengan Aku satu jam saja? Kalau kamu berdoa, sebutlah Bapa kami. Diajarin. Setelah itu baru Dia kasih kuasa, dunamis.

Mobil sehebat-hebatnya juga, dia nggak pakai dinamo nggak jalan. Nggak jalan. Orang kalau mau cari berlian, dulu di gunung, harus pakai dinamit. Diledakkan dulu, bikin terowongan. Baru bisa gali kedalaman di dalam tanah, diledakkan dulu. Datangnya dari kata dunamis.

Tapi kadang-kadang Tuhan juga, saudaraku, memperlihatkan kuasa-Nya, karena orang didoakan, rebah. Kadang-kadang orang didoakan, saudaraku, yang lumpuh berjalan. Ada kuasa Tuhan. Luar biasa, berjalan. Tapi selain kuasa, ada lagi yang kedua, otoritas. Kita nggak dikasih kuasa hebat tapi dia diberi otoritas, dalam nama Yesus. Jadi bukan kita, dalam nama Yesus!

Setiap kita sembahyang, kami alaskan doa kami dalam nama Yesus. Saudara buka toko, saudara buka pintu toko tutup lagi, berlutut di pintunya, sembahyang: Tuhan, berkati toko saya. Tuhan tolong berkati ... saya alaskan doa ini dalam nama Yesus. Saudara tidak perlu dunamis tapi saudara perlu eksosia. Tuhan, cucu saya sedang sakit, dia jauh dari tempat saya. Dia di Jakarta, saya di Cianjur. Tapi Tuhan, sembuhkanlah cucu saya. Saya mohon dalam nama Yesus. Itu eksosia, itu otoritas. Dari ibu rumah tangga yang sederhana, bukan pendeta besar, bukan pendeta yang bisa khotbah. Tapi saudara bisa pakai otoritas, saudara bisa pakai eksosia ini, dalam nama Yesus. Coba kita buka dulu Yohanes

14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Banyak kita, di antara kita itu meminta kepada Yesus. Sudah. Yesus, saya minta tolong. Yesus, tolong usaha saya. Yesus, tolong, saya ditipu ini, karena main hwei, arisan. Orang kabur, nggak bayar lagi. Yesus, tolong pekerjaan saya. Yesus, tolong toko saya. Cuma sampai gitu, amin. Ya, nggak begini. Sebab di sini dikatakan, jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku. Ini terjemahan yang paling tepat: Dalam nama-Ku.

Jadi jangan lupa, kalau sembahyang, saudara, bapa ibu, harus pakai nama Yesus. Walaupun kita berdoa kepada Yesus, kita selalu berkata ... Dalam nama Yesus, saya sudah mohon permohonan ini! Saudara nggak akan didengar kalau saudara ngomong, dalam nama Paus, Paus Benekditus XVI, saya minta, dalam nama Maria. Apalagi dalam nama Maria Mercedes, wah nggak laku. Saudara, hanya pakai dalam nama Yesus Kristus, saya alaskan doa ini.

Apa janji Tuhan? Aku akan melakukan-Nya, I will do it. Permintaan saudara akan dikabulkan. Kenapa? Ada eksosias - saudara diberi hak memakai nama Tuhan Yesus untuk kebutuhan saudara. Saudara bisa bilang amin, haleluyah? Yohanes

16:23. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.

Tadi kita minta sama Yesus. Sekarang saudara salah mungkin, umpamanya, salah ngomong, kita bilang: Bapa kami dalam surga, saya minta tolong ini. Saudara cuma ngomong bapa saja. Bapa, Engkau tolong toko saya. Engkau tolong anak saya sekolahnya. Engkau tolong mantu saya. Engkau tolong cucu saya. Engkau tolong pekerjaan saya. Tuhan tolong kerohanian saya supaya maju. Bapa tolong saya. Bapa tolong. Lalu diakhirnya tetap, saudara harus pakai, sekian doa saya, dalam nama Yesus. Apa yang terjadi? Dia juga akan membuat. Lalu ayat 24, Dia nyinggung ini,

16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku.

Saya juga aneh. Ternyata banyak murid minta sama Yesus tapi nggak pernah pakai dalam nama Yesus. Kamu minta banyak, karena Matius 7:7, mintalah maka kamu akan mendapat. Mereka minta, mereka minta, tapi tidak dapat-dapat. Karena mintanya nggak pakai nama Yesus, nggak pakai eksosias, nggak pakai otoritas. Mari mulai hari ini, jangan lupa memakai nama Yesus. Karena kalau saudara meminta, sampai sekarang - ayat 24 - kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Betapa baiknya Tuhan. Tapi karena kita kurang hati-hati, kita nggak lihat ini. Seringkali kita sembahyang: Terima kasih Tuhan, dengarlah doa kami, amin. Kita lupa, ... dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami alaskan. Semua doa dialaskan dalam nama Tuhan Yesus, amin. Pokoknya asal dalam nama Yesus, Dia buat untuk kita.

Kembali kepada Injil Lukas pasalnya yang ke-9 tadi. Kita akan membaca berikutnya, untuk menguasai setan-setan. Eksosias, otoritas ini diberikan oleh Tuhan untuk saudara mengatasi setan. Setan itu sampai sekarang dia masih kerja dan dia nggak senang lihat saudara senang. Setan tidak suka lihat saudara kaya; setan tidak suka lihat saudara diberkati; setan tidak suka lihat saudara sehat; setan tidak suka lihat rumah tangga saudara damai sejahtera. Hanya karena jam terbang sudah agak lama, kita tahu gerak-gerik setan.

Kalau di dalam rumah sudah mulai ada persoalan, problem. Jangan saudara bilang, ini suami kita persoalannya, ini anak kita. Bukan. Kita berperang bukan melawan daging dan darah - katanya Efesus 6 - tapi melawan setan, melawan iblis. Iblis tidak suka lihat saudara bahagia, iblis tidak suka lihat saudara bersukacita. Saya kalau duduk di atas suka lihat wajah jemaat satu persatu. Ada yang tiap rabu, kalau datang mukanya susah, mukanya muka kodim. Susah, nggak pernah happy, nggak pernah bahagia. Ada yang kelihatan bahagia cuma suka ketawa sendiri. Saya juga bingung. Ada apa? Dia suka senyum sendiri. Bingung juga saya. Tapi tahukah saudara, iblis tidak suka lihat saudara tersenyum. Iblis tidak suka lihat saudara bahagia. Iblis tidak suka lihat saudara bersukacita.

Iblis maunya saudara ada di bawah pemerintahan dia, iblis maunya saudara susah, iblis maunya saudara itu hancur, iblis maunya saudara gontok-gontokan, ribut satu dengan yang lain, tidak ada persatuan. Tuhan kasih obatnya, eksosias. Dalam nama Yesus ... kalau saudara berkata saudara mulai tengking. Dalam nama Yesus, saudara tengking. Dalam nama Yesus, saudara tengking. Dalam nama Yesus, saudara tengking.

Hari senin kemarin, saya KKR gereja-gereja sekabupaten Bogor di Cibinong. Siapa yang mau ke depan? Saya bilang, terserah saudara. Kalau mau ada altar call, saya undang saudara. Kalau tidak mau, nggak apa-apa. Mau. Ya, sudah maju ke depan. Ada satu ibu datang ke depan begini, begini. Saya sudah tahu itu daging. Jadi saya, saudara-saudara, saya tengking dalam nama Yesus. Pendeta-pendeta lain tarik dia ke belakang.

Tadi malam, kami ngobrol-ngobrol sama satu orang. Dia bilang: Oom, kalau orang berdoa ada yang suka goyang-goyangkan diri, itu Roh Kudus bukan? Bukan, ronggeng itu. Sarimin pergi ke pasar, nah itu dia. Tapi di gereja itu, oom,  hampir semua begini-begini. Nah itu, daging itu; iblis masuk begitu rupa sampai dia nggak tahu itu Roh Kudus atau bukan. Itu daging itu bukan Roh Kudus. Roh Kudus itu namanya saja Roh Kudus. Namanya saja kudus, suci, enak. Nah, banyak orang nggak mau kalau disembahyangin untuk penuh Roh Kudus karena takut, kaya kesurupan. Itu bukan Roh Kudus.

Jadi saya ingin beritahu kepada saudara, hati-hati ya. Roh Kudus itu lembut, baik, membuat kita ini mempunyai kuasa mengatasi setan-setan. Kalau setan adu sama kita, kita kalah.

Kadang-kadang kita kalau marah, kita bilang setan. Nggak pernah setan kalau marah, orang. Nggak pernah dia ngomong begitu. Tapi kalau kita marah, setan. Memang kita tahu, setan ini yang suka bikin kacau. Setan ini biang kerok. Damai, damai, baru pulang dari gereja, tiba-tiba ada keributan. Itu setan, biang kerok. Ingat, bukan manusia di dalam keluarga, bukan, ... setan. Tuhan kasih kuasa, dunamis, sama eksosia untuk mengatasi setan-setan, untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.

Banyak kali saudara anggap pendeta itu kaya suhu. Saya waktu di Cibinong, pendeta-pendeta - banyak se-Bogor - maju ke depan. Banyak maju, saya sebelah kanan. Itu semua jemaatnya itu nyeretnya ke kanan terus. Lihat manusia. Padahal Tuhan kasih kuasa itu bukan cuma sama pendeta. Kita lihat Markus

16:15 Lalu Ia - Yesus - berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Ayat 16 coba baca bersama-sama, tiga kata pertama -
16:16 Siapa yang percaya - Sudah. Sampai di situ renungkan -  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Dia tidak bilang, pendeta-pendeta - tidak. Dia tidak bilang, gembala-gambala sidang - tidak. Siapa yang percaya, termasuk jemaat, termasuk saudara dan saya. Yang dibaptis akan selamat. Ayat 17,

16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya.

Saudara nggak usah ikut tanda. Tanda mengikuti saudara. Sangat disayangkan sampai tiga ribu orang ke Singapura mau lihat Benny Hinn. Yang disembuhkan cuma satu orang Indonesia. Sampai diberitakan tadi malam di televisi. Yang disembuhkan cuma satu tapi yang datang tiga ribu orang ke sana. Seolah-olah Benny Hinn-lah satu-satunya yang bisa menyembuhkan. Padahal saudara juga bisa. Nggak ada yang berani ngomong amin. Aneh. Saudara juga bisa. Jadi kalau tetangga sakit, saudara diberi hak oleh Tuhan. Ada yang sakit, boleh saya sembahyang?

Istri adik saya, Paulus punya istri, itu dari islam, masuk ke kristen. Kakak-kakaknya sampai sekarang merayu dia, kembali ke agama islam. Karena orang di pemerintahan, nanti saya akan kasih ini, nanti saya akan kasih ini, ... saya akan kasih mobil, akan kasih rumah, akan kasih ini. Tapi Ida - istri adik saya - dia nggak mau. Karena apa? Dia pernah mendoakan keluarganya yang islam, kanker, dia doa ... sembuh. Asalnya orang nggak mau lihat dia. Tetapi dia doa dalam nama Yesus, bisa. Ida kan bukan pendeta, jemaat biasa.

Di Singapura ada beberapa orang jemaat yang ada uang, kumpul uang. Jemaat ini, sepuluh orang, pergi ke India. Di India mereka bikin kebaktian. Mereka bukan pendeta. Jemaat. Kasih lihat videonya sama saya. Orang lumpuh, jalan. Orang buta, melek. Orang di bawa di kursi, di doakan. Luar biasa. Itu orang buta yang saya kagum. Dan mereka bukan pendeta. Jemaat. Dia bilang, barangsiapa - berarti saudara juga! Mau ke pasar nih. Nggak salah tiap pagi kita doa, dalam nama Yesus, saya masuki hari yang baru. Wah, tenang deh sepanjang hari. Tenang. Beres.

Kalau saudara mau tidur: Tuhan, saya mau tutup malam hari ini. Saudara mengucapkan syukur sama Tuhan, saya masih boleh hidup hari ini. Ampuni kalau sepanjang hari tadi saya ada salah. Ampuni, sucikan dengan darah Yesus. Tuhan beri istirahat yang tenang, amankan rumah saya. Tuhan, tolong lindungi. Dalam nama Yesus saya berdoa. Tenang. Jadi Tuhan kasih eksosia dunamis ini bukan cuma sama pendeta, bukan cuma sama lulusan sekolah alkitab - saudara jemaat juga diberikan kuasa.

Kembali kepada Lukas, ayatnya yang ke-1 tetap. Menguasai setan dan meyembuhkan penyakit-penyakit. Bukan mendoakan supaya sembuh, tapi untuk menyembuhkan, to cure. Saya masih ingat ceritanya pendeta Hugh ketika satu dokter kristen bekerja di Afrika.

Di Afrika itu ada satu penyakit, kuman yang bergerak-bergerak sangat lincah. Dan banyak orang mati oleh karena itu. Dokter ini maju di sana. Dokter jangan ke sana, nanti bisa kena penyakit karena sedang mewabah, merajarela. Saya tidak takut, saya ada Yesus. Didemonstrasikan. Itu kuman dilihat, gerak, ... mengerikan. Coba taruh di tangan saya. Diperlihatkan. Kaget orang. Kuman mati semua.

Yang pertama mengatasi setan, yang kedua menyembuhkan penyakit. Tapi ada tugas yang ketiga, dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang. Tadi satu penyakitnya diobati, sekarang orangnya disembuhkan. Kata diutus itu apostolos. Saudara diutus untuk menyembuhkan orang sakit. Tadi penyakitnya diobati, saudara tumpang tangan itu mengandung kuasa. Cuma iblis suka membutakan kita, dia nggak rela kita tahu.

Yang berikutnya ini memberitakan kerajaan Allah. Saudara bingung, apa sih oom, Kerajaan Allah? Kerajaan Allah ini apa sih? Biar Alkitab yang berbicara, jangan saya yang ngomong. Roma

14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Saudara diutus untuk memberitakan kerajaan Allah. Apa itu kerajaan Allah? Kebenaran. Jadi kalau saudara sudah di dalam Yesus, kalau ngomong, omongan saudara yang benar dong. Omongannya bisa dipercaya. Jangan pagi, nggak ada sore, sore nggak ada malam, nggak bisa dipegang. Bicara, harus bisa dipercaya. Kebenaran.

Yang kedua, sejahtera. Omongan kita bawa damai. Saya kalau ngomong sama jemaat di gereja pantekosta, saya bisa tenang, saya bisa damai. Hari selasa kemarin malam, saya kebaktian di Jakarta. Ada toko sepatu Nusantara, istrinya masuk kebaktian. Dia dengar dari temannya, ngajak. Yu, itu pendetanya orang Cianjur. Anaknya toko Murah dulu, kebaktian juga. Jadi orang Cianjur yang ada di Jakarta, haraplah hubungi paguyuban orang Cianjur di tempat kebaktian. Orang-orang Cianjur di situ semua.

Bawalah berita yang damai. Jangan bawa berita yang menakutkan, mengerikan, berita desas desus, gosip - jangan. Beritakan kerajaan Allah, berita yang damai.

Yang ketiga, sukacita. Bagaimana kita bisa mau beritakan sukacita, ke gereja saja muka kita ... seram, cicing, gelap sekali, keur mah hideung, gelap. Memang puasa ini, saudara, konotasinya berduka. Puasa ini kita mendekatkan diri, menyangkal diri, konotasinya berduka. Tetapi waktu berbuka, kita tentu bersukacita. Waktu berbuka puasa itu bersukacita.

Tuhan itu cinta kepada umat-Nya, cinta kepada kita. Dia memberikan apa yang kita perlu pada waktunya, tepat waktu. Semuanya itu luar biasa. Kita kembali kepada Roma 14:17 tadi, sukacita oleh Roh Kudus. Kembali lagi kepada Roh Kudus. Kita baca lagi Lukas pasal 9, bukan hanya menyembuhkan, memberitakan kerajaan Allah, dan untuk menyembuhkan orang.

Ayat ke-3, kata-Nya kepada mereka: Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan. Saya mau mengajarkan iman pada sore hari ini. Itu Yesus ajarkan, jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat. Tongkat ini kan kebutuhan. Jalan dulu bukan aspal, jalan kaki, perlu tongkat. Kalau lewat rumput-rumput harus dites dulu, ada ular apa nggak, ditusuk pakai tongkat. Nanjak, ke atas, tongkat jadi penyangga. Kebutuhan. Atau bekal. Bekal kan kebutuhan? Tuhan Yesus bilang, jangan pusing dengan bekal. Atau roti, atau uang, atau dua helai baju. Sampai begitu. Saya tidak mau terangkan satu persatu, tapi saya mau rangkum semua.

Tuhan itu menjamin kita. Dia menjamin, saudara-saudara. Bukan hanya murid-Nya, kita semua Dia jamin. Di sini ada saksi, Bapa Husni, sudah dari tahun 45, dia lihat perang, dia lihat kekurangan. Ada di sini bapa, ibu yang tahu itu harga beras murah, beberapa benggol dulu. Sekarang bensin saja sudah mahal. Bahkan dolar sudah 9.820. Satu-satunya uang di dunia yang ada tulisan in God we trust, kami percaya kepada Tuhan, itu cuma dolar!

Berikutnya dikatakan di sana, dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah. Lihat jaminannya Tuhan. Dia menjamin apa? Sudah jangan bawa bekal, jangan bawa uang, jangan. Tapi, engkau pasti diterima.

Saudara dagang apapun, pasti diterima. Saya mau nawarkan kopi, mau nawarkan gula, mau nawarkan barang - diterima pasti. Itu jaminan Tuhan. Kalau kamu diterima di satu rumah, nah dikatakan, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Tinggal di situ. Ada jaminan. Kalau sudah diterima kan pasti dikasih makan dong. Diterima, dikasih makan, silakan tidur. Tapi jangan lama-lama. Sampai kamu pergi dari situ. Jaminan Tuhan ini ada.

Jangan bergantung sama yang punya rumah itu. Kamu tetap bergantung sama Aku. Aku jamin kamu diterima. Sejak saya baca ayat ini dulu, saya nggak takut, saudara. Saya nggak pernah harap orang kaya. Saya nggak pernah harap satu manusia. Harapan saya hanya kepada Tuhan. Tuhan selalu jamin.

Saudara dagang apa, saudara pergi kemana, akan ada teman, akan ada hopeng, akan ada sahabat. Saudara pasti diterima. Kalau sudah ada orang, cing cuo, silakan duduk ... itu diterima, saudara. Lain dengan cing tulungan, itu dia minta tulung ... tolong. Tapi kalau sudah cing cuo, silakan, dia menerima kita.

Kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka. Bahasa Inggris bukan peringatan - sebagai kesaksian terhadap mereka. Jadi kalau dulu pakai kasut diterima, sudah. Kalau tidak diterima, ya keluar lagi. Kebaskanlah debu di depan, untuk kesaksian bahwa saudara tidak bawa apa-apa. Yang saudara bawa cuma kasut saja. Kebaskanlah debu untuk menjadi kesaksian. Kita buka yang terakhir. Efesus

6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

Jadi kalau kasut kita, yaitu kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera, kita ditolak - nggak boleh dendam. Tetap kita harus bicarakan tentang damai, muka musti manis. Ditolak, jangan marah. Kasut dikebaskan, kita harus selalu membawa damai untuk kesaksian bagi mereka. Bikinlah seolah-olah Yesus berkata, bikinlah orang itu  menyesal: Kenapa ya saya nggak terima?

Tadi saya kasih seminar di Cipanas, dua session, kepada tiga wilayah gembala sidang. Salah satunya yang ikut session itu pendeta Max Rombot. Nanti bulan juli, genap dia lima puluh tahun melayani Tuhan. Dia dulu pengerja di Cianjur, pengerja papa saya. Pernah tikusruk, masuk got di depan toko kulit. Bajunya selalu putih-putih. Masuk ke Cipanas, jemaatnya cuma satu orang. Sudah satu orang, buta lagi. Tapi dia bertahan. Terus dia khotbah pada yang satu orang. Akhirnya istrinya, tante Gow, bertobat. Akhirnya, istrinya sekarang itu dari keluarganya sampai anaknya sudah di Amerika. Sekarang hidupnya bahagia, hidupnya senang. Dia nggak bawa apa-apa dari Manado tapi Tuhan pelihara, Tuhan jaga. Kakinya, kasutnya selalu membawakan Injil perdamaian. Kita berdiri, saudara.  

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________