KHOTBAH RABU MARET - APRIL 2010

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 03 Maret 2010

JAUHKAN DIRI DARI KEJAHATAN

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. I Tesalonika 

5:22 Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

Sebelum saya teruskan, saya ingin membaca dari bahasa Inggris. Dalam bahasa Inggris dikatakan, abstain from every form of evil. Abstain artinya tidak ada di situ. Abstain artinya dia tidak milih yang mana-mana.

Jadi kejahatan itu punya banyak bentuk. Sebab, dikatakan dalam Alkitab, abstain from every form of evil atau jangan ikut-ikutan dari segala jenis bentuk kejahatan. Sebelum kita belajar tentang apa yang disebut kejahatan, kejahatan itu ada tiga macam. Satu, kejahatan kita terhadap Tuhan. Dua, kejahatan kita terhadap sesama. Tiga, kejahatan kita terhadap diri kita sendiri.

Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan. Abstain from every form of evil. Yang dimaksud oleh firman Allah itu ada tiga macam kejahatan. Saya ulangi. Yang pertama, kejahatan terhadap Tuhan. Kita nggak rasa salah. Kita rasa itu betul tapi di hadapan Tuhan itu satu kejahatan. Dua, kejahatan terhadap sesama. Ketiga, kejahatan terhadap diri sendiri. Kita nggak sadar kita mencelakakan diri sendiri.

Yang dimaksud dalam ayat ini adalah kejahatan dalam lingkungan. Tidak dari ketiga-tiga ini tapi jenis kejahatan dari lingkungan di luar kita.

Kejahatan ini ada bermacam-macam. Maka dikatakan abstain from every form, bentuk dari setiap bentuk kejahatan. Yang kecil saja ya, kita melawan orang tua. Itu kejahatan. Nggak boleh. Kita nggak hormat sama orang tua. Di hadapan Tuhan itu satu kejahatan. Sampai ada ayat di Amsal yang bilang begini, jangan kamu senang kalau lihat orang lain jatuh. Orang lain jatuh jangan kamu senang. Supaya Tuhan tidak pindahkan marahnya Tuhan dari orang itu kepada kita.

Kita nggak sadar kita senang lihat orang lain jatuh, senang lihat orang lain gagal, rugi, kita mentertawakan di dalam hati ... kita pindahkan marahnya Tuhan dari orang itu kepada kita. Tapi yang dimaksud dalam ayat ini adalah bentuk-bentuk kejahatan. Kalau kita bilang kejahatan itu ada di segala bidang. Berita koran ada yang baik tapi ada yang jahat. Radio. Di radio ada berita baik, ada berita yang jahat. Dalam artian begini. Saudarakan ingin dapat hiburan, televisi. Ada acara yang baik tapi ada acara yang tidak baik.

Terus terang, saudara, acara-acara yang sampai jauh malam, yang banci-bancian itu, tidak baik bagi anak-anak kita. Ada berita yang baik, pengetahuan, mengenai gempa. Mayoritas yang di dunia itu kebanyakannya tidak baik. Kalau kita membaca dulu Matius 6, dalam doa dari Tuhan Yesus. Dia ajarkan kita berdoa. Ayat 9-13,

6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Salinan lain, si jahat. Jadi ini Iblis yang dimaksud. Jadi Iblis selalu dihubungkan dengan kejahatan. Saya tadi katakan dalam segala bidang ada yang baik ada yang jahat. Tapi mayoritas banyak yang jahatnya. Kalau kita tidak punya filter firman Allah, kita bisa terpengaruh. Saya ajar kepada saudara saya beri visi kepada saudara pada tahun 2010 adalah tahun jalan yang baru, jalan yang terbuka jalan yang lain jalan keluar, itu visi yang Tuhan beri sama saya untuk jemaat saya di Cianjur di Jakarta di Karawang yang ikut kebaktian-kebaktian saya.

Kalau saudara mengisi hati kita dengan firman Allah itu saya tahu Tuhan akan buka jalan, aku tahu Yesus pasti buka jalan, jalannya terbuka, Yesus pasti buka jalan. Tetapi kalau di berita-berita di televisi, gempa di sana gempa di sini, orang kelaparan, orang mencuri ini orang mencuri itu merampok, anak gadis diperkosa, itu bisa membutakan kita, bisa menguatirkan kita. Hal-hal yang jahat. Hal yang jahat itu bukan cuma bunuh curi berzinah berdosa judi minuman keras ... itu terlalu kasar. Kita akan lihat satu kejahatan di dalam Yakobus  

4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Kita tahu kalau saya begini, itu berbuat baik tapi kita nggak lakukan, kita non aktif. Kejahatan. Nolong orang baik tapi kita tidak lakukan. Umpamanya sementara kita jalan ada pemain barongsay pingsan, kita nggak mau tolong dah. Kita bisa bawa dia ke rumah sakit tapi kita nggak berbuat. Salah satu yang menggagalkan kita masuk sorga, itu kejahatan. Matius     

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Bernubuat sudah bisa, usir setan berhasil. Mengadakan banyak mujizat tapi membuat kejahatan. Ditolak oleh Tuhan. Apa nubuat itu jahat? Apa mengusir setan itu jahat? Tidak. Tapi ada sesuatu yang Tuhan lihat bahwa orang-orang yang bernubuat, orang-orang yang mengusir setan ini, itu dia berbuat kejahatan. Jadi segala bentuk kejahatan kita musti abstain. Mazmur 1, dari kata berbahagia pertama-tama yang kitab Mazmur tulis itu kata berbahagia. Bukankah berbahagia itu kita cita-citakan.  

1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

Perhatikan saudara tiga gerakan tingkah laku kita. Ayat satu, berjalan. Ayat dua, berdiri. Ayat tiga, duduk. Masa berjalan, berdiri dan duduk saja nggak boleh? Boleh. Tapi kalau mau bahagia,

1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

Dalam surat I Timotius

4:6 Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.
4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.
4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
4:9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
4:10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.
4:11 Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu.
4:12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
4:13 Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.
4:14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.
4:15 Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.
4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Yang saudara harus awasi siapa? Diri sendiri. Nggak usah repot-repot urusan orang. Sebab masih banyak sekarang orang kristen ini mulutnya tidak bertobat. Suka ngurusin urusan orang, ceritain kelakuan orang tapi dia tidak lihat dia tidak mengawasi diri sendiri.

4:16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu.

II Timotius

2:21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

Jadi orang kristen masih harus kerja saudara, kita menyucikan diri kita, memeriksakan diri kita, mengawasi diri kita.

2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
2:23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
2:25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,
2:26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

Dalam Matius 6 Iblis disebut si Jahat.

3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

Contoh, firman Tuhan bilang tidak boleh bercerai tapi saudara bercerai. Sudah dengar Firman Tuhan dari pendeta ini tidak boleh bercerai tapi saudara cerai, keukeuh. Saya cuma bilang saja, jangan begitu. Apa nggak bisa kembali.

Kemarin saya diundang makan sama pendeta Jerry Stott bawa beberapa jemaat. Ada jemaat bilang: Om, Benny Hinn mau cerai sama istrinya. Saya tanya Jerry Stott: Sudah tahu belum? Saya dengar sedikit tapi belum tahu. Tahunya di mana? Di Facebook. Benny Hinn minta doa dari semua orang kristen supaya rumah tangganya tidak pecah. Setelah 35 tahun kawin, mereka mau cerai.

Ini politik si Jahat ini si Iblis, dia senang melihat keluarga hancur. Iblis. Tapi Tuhan senang lihat keluarga itu, orang Manado bilang baku baku sayang. Si Jahat ini macam-macam. Segala bentuk kejahatan. Efesus    

6:1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.

Ini bukan orang tua jasmani tapi di dalam Tuhan. Bukan hanya jasmani tetapi rohani.

6:1 ..., karena haruslah demikian.

Bahasa Inggris, ... karena hal ini benar.

Walaupun papa mama belum kristen, belum mau percaya, firman Tuhan bilang: Menurut, dengar-dengaran, hormat pada orang tua. Tambah tua orang tua itu, tambah kita harus hormat tambah kita harus sayang. Sekali saja saudara sayang sama mereka, pintu berkat Tuhan terbuka, rezeki Tuhan mudah bagi saudara. Ini ada janji. Janjinya bukan hanya uang:   

6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu - ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:

Yang pertama, orang tua di dalam Tuhan - bapa rohani, ibu rohani, itu orang tua dalam Tuhan. Yang kedua, orang tua sendiri. Hormatilah ayah dan ibumu, ini adalah satu perintah yang penting.

Bahasa Inggris, ini perintah yang pertama. Jadi dari 10 hukum taurat, yang pertama. Dikatakan, hormatilah ayah dan ibumu. Karena perintah ini ada janjinya, yaitu

 

6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.
6:5 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,

 

Nah, apa saudara punya ketaatan kepada majikan saudara di dunia, kerja di kantor, kerja di bank, kerja di toko, kerja di mana saja, ketaatan saudara itu sama nggak dengan ketaatan saudara kepada Kristus? Jadi artinya begini. Kalau saudara kerja, ini omong kosong ya, jangan taruh di hati, umpamanya saudara kerja kepada satu perusahaan sampai perusahaan itu percayakan laci dia dipercayakan sama saudara, bon dia percayakan sama saudara. Saudara kerja jujur, bukan cuma bos yang sayang sama saudara, Bos di sorga juga melihat. Kejujuran saudara kepada majikan Tuhan nilai sebagai kejujuran saudara kepada Dia. 

 

Tapi umpama - saya bilang ini omong kosong - umpama saudara nggak jujur 100 ribu saja dari sekian bon yang berjuta beratus juta yang dipercayakan kepada saudara, saudara nggak jujur 100 ribu saja, aduh cacatnya saudara bukan cuma di depan bos, sampai di sorga saudara cacat. Maka dikatakan oleh Paulus, jauhkanlah abstain dari segala jenis kejahatan. Berikut,  


6:6 jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah,

 

Saudara kira mau menjadi hamba Kristus itu musti ke sekolah alkitab? Bukan. Itu hanya salah satu jadi hamba Tuhan ke sekolah alkitab. Saudara kerja di kantor, kerja dimana pun di perusahaan mana saudara kerja tapi jujur, itu saudara disebut hamba-hamba Kristus,

 

Beberapa tahun lalu ada sopir taksi mengembalikan uang 20 ribu US Dolar. Ada orang kelupaan. Sopir itu balik mencari-cari. Orang itu sudah nangis- nangis. Ini uang, pak. Waduh senang. Dia dikasih hadiah. Bukan hadiahnya yang penting tapi hatinya. Hatinya plong dia tidak mencuri, dia dapat hadiah dia langsung pulang sebab setoran kan cuma ratusan ribu, dia dikasih hadiah jutaan. 200 juta itu 20.000 USD. Dia dikasih hadiah 20 juta. Coba kalau dia tidak jujur 200 juta, hidupnya tidak benar.

Kalau orang di luar jalur kehendak Tuhan, biar dia kerja di mana, hatinya tidak akan ada damai karena dia sudah salah. Dia harus kembali kepada jalan itu kalau hatinya berubah.  

6:7 dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.

Saudara kerja di bank, saudara kerja di toko cita, saudara kerja di toko emas, yang kerja di toko beras saudara kerja di mana saja, saudara jadi pembantu rumah tangga, saudara jadi karyawan saudara jadi karyawati, saudara dikatakan saudara harus kerja dengan rela. Sebab dinilai oleh Paulus ini sebagai pelayanan kepada Yesus.

Jadi memuliakan Tuhan, yang disebut hamba Tuhan itu bukan pendeta saja, karyawan-karyawati kerja jujur kepada majikan dia disebut hamba Tuhan. Yang dengan rela. Bukan di depan mata orangnya, dengan rela melayani. Bukan pagar makan tanaman. Tetapi melayani dengan sungguh. Dikatakan, seperti melayani Tuhan dan bukan manusia.

Contoh yang paling pas mah Yusuf. Yusuf mah kerja di mana saja dianggap sebagai dia kerja sama Tuhan. Dia kerja di Potifar sebagai budak sampai Potifar diberkati, sampai Potifar percaya kunci uang semua. Sampai difitnah dia masuk penjara dia di penjara tetap kerja seperti pada Tuhan. Sampai akhirnya dia menjadi Perdana Menteri.  

Dalam kasus perceraian, yang paling banyak dirugikan adalah kaum wanita. Kalau kaum wanita ditinggal oleh laki-laki diceraikan, dia tidak salah. Tapi yang saya maksud itu kalau bercerai itu kehendak dua belah pihak, ini salah. Kalau bercerai itu karena yang laki-lakinya tidak bertobat, saudara tidak ada dalam posisi yang salah.

Amsal Salomo berkata, Tuhan bela janda-janda. Ada satu pasal khusus di dalam Timotius khusus untuk janda. Rasul Paulus pun memilih 7 orang terpuji khusus untuk melayani janda-janda dan anak yatim piatu. Saudara yang jadi janda karena suami meninggal tapi masih ada keluarga, nanti keluarga harus menolong saudara. Kalau ada janda yang tidak punya sanak family sanak keluarga umurnya di atas 60 tahun, itu gereja bisa bantu. Dia seorang diri, nggak punya apa-apa, nggak ada keluarga, nggak ada apa, gereja tidak bantu satu kejahatan.    

6:8 Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.

Saudara melakukan yang baik di dunia. Baik karyawan karyawati maupun majikan berbuat yang baik, dia akan menerima hal yang sama. Yang sama itu apa? Yang baik dari Tuhan. Apakah dia seorang budak karyawan karyawati atau dia orang bebas, seorang majikan. Baik majikan maupun karyawan-karyawati diberkati Tuhan. Hebatnya Tuhan. Karyawan karyawati diberkati tapi majikannya juga diberkati. Ya maju terus aja karena majikannya baik karyawannya baik karyawan jujur majikan jujur, ya Tuhan berkati. Yang kerja seperti kerja kepada Tuhan, majikan seperti melayani Tuhan ya diberkati. Saya nggak heran. 

6:9 Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.

Maaf, kalau saya duduk di atas ini bukan berarti Tuhan memperhatikan saya lebih dari saudara, nggak. Tuhan perhatikan saya dan perhatikan saudara sama. Tuhan menyayangi saya dan menyayangi saudara sama. Dia membela saya dan membela saudara sama. Mungkin cinta saya kepada Tuhan dan cinta saudara kepada Tuhan yang beda, semangat saya kepada Tuhan dan semangat saudara kepada Tuhan yang beda. Cara menikmati Tuhan saya dengan cara menikmati Tuhan dari saudara mungkin itu yang beda. Tapi yang dari pihak sana kepada saudara adalah sama.

Contoh. Bubur yang kita akan makan adalah sama. Cuma apakah yang makan itu puasa atau tidak puasa, itu yang membedakannya. Sebab ada yang makan untuk buka puasa, sebab ada juga yang makan ikut makan. Tapi beda. Biar saudara makan buburnya yang sama dari Tuhan beda itu, refleksi cinta saudara sama Tuhan beda. Karena yang satu tidak puasa yang satu puasa. Pengkhotbah 

5:3 Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu.
5:4 Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya.
5:5 Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?
5:6 Karena sebagaimana mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak. Tetapi takutlah akan Allah.

Kiranya cukup sekian kita mau menjauhkan diri dari segala kejahatan. 

-- o -- 

Rabu, 10 Maret 2010

PENEBUS

I Tesalonika 

5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Ini ayat 23 ini adalah salam untuk mengakhiri surat. Biasanya Paulus menulis salam. Tetapi dalam salinan lain, tidak ada kata salam tetapi berkat dan nasehat. Kita seringkali mau berkat tanpa nasehat. Kita mau pakai berkat itu semau kita. Tapi Tuhan memberi berkat tapi juga nasehat.

Ayat 23 itu dimulai dengan kata semoga. Saya paling tidak suka kata semoga. Tidak ada di dalam bahasa Inggrisnya kata semoga. Kalau semoga kan belum tentu. Betul? Mudah-mudahan, semoga, kiranya, sama itu. Semoga, kiranya itu nggak ada dalam bahasa Inggris. Lebih positif: Sekarang.

5:23 Sekarang biarlah Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan biarlah seluruh roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara tanpa cacat sampai kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Jadi kalimat salam ini berkat ini dimulai dengan kata sekarang. Generasi gereja yang sekarang ini, anak-anak muda, tidak tahu sama sekali lagu zaman dulu. Tetapi lagu-lagu gereja zaman dulu itu pendek-pendek memang, nggak ada refrainnya tapi dalam-dalam artinya. Ada satu lagu bunyinya begini: Sekarang sekarang .. Biar Tuhan berkatkan hatimu .. Jangan tunggu sampai besok .. Serahkan semua .. Biar Tuhan berkatkan hatimu. Itu lagu lama yang paling positif yang saya tahu.

Sekarang, sekarang. Biar Tuhan memberkati kita sekarang. Nggak usah tunggu sampai besok. Serahkan semua persoalan kepada Dia biar Tuhan memberkati kita sekarang, berkati hati kita.

Dimulai dengan kata, sekarang biarlah Allah damai sejahtera. Jadi yang punya damai ini, yang punya peace ini cuma Allah. Sebab Dia disebut Allah dari damai sejahtera. Saudara kalau nggak mau mengikuti Tuhan, nggak akan ketemu damai sejahtera. Atau saudara ikut Tuhan tapi pakai maunya kita, kita tidak akan mengalami damai sejahtera.

Tapi Paulus itu positif ya, dia berkata: Sekarang semoga Allah dari damai sejahtera.

Tidak ada kata sendiri tetapi dalam bahasa Inggris ada. Sekarang biarlah Allah dari damai sejahtera sendiri menguduskan kamu. Masa dikuduskan lagi, kan kita sudah diampuni dosa. Soal pengudusan itu ada banyak macam. Contoh, begitu kita percaya kepada Tuhan, kita menerima Yesus sebagai Juru selamat dengan sepenuh hati. Kita berkata: Ya Yesus, kami mengundang Engkau masuk di dalam hati. Jadilah Tuhanku, jadi Juru selamatku. Mulai sekarang Engkau bertahta dalam hatiku. Ampuni dosaku, segala kesalahanku. Sudah. Saat itulah dosa saudara diampuni.

Tetapi kata kudus disini, kata menguduskan, datang bukan dari kata holy. Tapi datang dari kata sanctify. Contoh yang paling tepat adalah doa makan: Bapa, kami berterima kasih untuk makanan yang ada di hadapan kami. Sebelum kami makan, kuduskanlah. Kata kuduskanlah, apa makanan itu berdosa? Nggak. Jadi kata kuduskanlah disitu tidak ada hubungan dengan mengampuni dosa. Kuduskanlah, sanctify makanan ini dengan firman-Mu. Dalam nama Yesus kami terima makanan ini. Amin.

Seringkali karena kita sibuk dalam pekerjaan, kita makan serampangan, doa kita sudah tidak sungguh-sungguh lagi waktu makan. Asal tutup mata saja, tidak sungguh-sungguh lagi, tidak ada itu kata kuduskanlah makanan kami. Dengan kata menguduskan makanan itu, sekarang saudara mengerti kata dikuduskan, menguduskan, Allah itu menguduskan kita. Bukan mengampuni dosa. Dia sudah lakukan itu dua ribu tahun yang lalu. Tapi Allah dari damai sejahtera ini menguduskan. Sebelum pengudusan yang kedua ini, Dia mau memberi damai sejahtera.

Jadi pengudusan ini ada hubungan dengan damai sejahtera. Kalau saudara dikuduskan oleh Tuhan yang adalah pohon, yang adalah damai sejahtera disebut juga Dia adalah pohon penghiburan, maka kita akan mengalami damai.

Nah, damai ini nggak ada di toko. Damai ini nggak ada di outlet-outlet. Damai ini tidak ada di sisa eksport. Damai ini tidak ada di mal-mal. Damai ini tidak ada di supermarket. Damai ini tidak ada di dalam dunia, tidak ada dalam kesenangan, tidak ada dalam pakaian yang mahal, tidak ada dalam rumah yang mewah, tidak ada dalam mobil yang banyak, tidak ada dalam emas yang berkilo-kilo kita punya. Sorry, damai tidak ada di sana.

Damai hanya ada di dalam Tuhan. Tuhan dari damai sejahtera sendiri. Jadi kita tidak boleh takut kalau di sanctify, dikuduskan oleh Tuhan. Bukan soal dosa, bukan; Dia mau menguduskan kita. Sama seperti Rut. Rut itu disuruh ketemu Boas oleh Naomi. Padahal Boas sudah bilang sama Rut waktu kerja. Jangan kemana-mana, kamu kerja di ladang sini saja, ambil semaunya kamu. Jangan kemana-mana. Tapi satu kali Naomi bilang, kamu harus ketemu pribadi dengan Boas. Lalu Naomi bilang begini, mandilah. Lebih baik kita baca, ya. Rut

3:1 Lalu Naomi, mertuanya itu, berkata kepadanya: "Anakku, apakah tidak ada baiknya jika aku mencari tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia?
3:2 Maka sekarang, bukankah Boas, yang pengerja-pengerjanya perempuan telah kautemani itu, adalah sanak kita? Dia pada malam ini menampi jelai di tempat pengirikan;
3:3 maka mandilah dan beruraplah, pakailah pakaian bagusmu dan pergilah ke tempat pengirikan itu. Tetapi janganlah engkau ketahuan kepada orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum.
3:4 Jika ia membaringkan diri tidur, haruslah engkau perhatikan baik-baik tempat ia berbaring; kemudian datanglah dekat, singkapkanlah selimut dari kakinya dan berbaringlah di sana. Maka ia akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan."
3:5 Lalu kata Rut kepadanya: "Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan."

Jadi sudah kerja di ladang Tuhan, sudah kerja di ladang Boas, sudah. Tapi sekarang kamu harus ketemu bos itu pribadi. Rasa damai itu hanya dialami oleh pribadi. Rasa damai yang saya alami tidak bisa dirasa oleh saudara. Rasa damai yang saudara alami nggak bisa dirasa sama orang lain. Pribadi. Maka Naomi - dalam cerita ini lambang dari Roh Kudus - menasehati kepada Rut - lambang dari gereja -, mandi. Itu lambang penyucian, sanctify. Bersihkan dari semua kotoran, dari bau-bauan. Berurap minyak, minyak wangi. Pakai baju yang terbaik.

Ingat anak terhilang? Bapanya bilang, bawa ke sini jubah yang terbaik.

Ketemu di sana. Caranya, kamu nggak boleh ketemu sebelum dia makan. Jadi pertemuan ini ada pada makan malam. Mari saya akan kasih ilustrasi. Dalam hari raya orang Israel itu ada tiga hari raya besar. Tiga hari raya besar ini yang pertama adalah paskah, yang kedua adalah pentakosta, dan ketiga hari raya pondok-pondok. Kalau kita bagi sebagai orang makan, ini makan pagi  ... paskah, makan siang ... pentakosta, ini makan malam ... hari raya pondok-pondok.

Naomi bilang sama Rut, malam ini Boas itu dia akan menampi jelai. Dan dia akan makan malam di sana. Jadi pertemuan itu ada di sini, makan malam. Tidak ada lagi apa-apa. Jadi pertemuan jemaat dengan Yesus itu di hari pondok-pondok. Hari raya pondok-pondok belum terjadi. Paskah sudah, Yesus jadi domba paskah. Pentakosta sudah, kita dipenuhkan Roh Kudus. Tapi hari raya pondok-pondok ada di depan kita, itu saat dimana kita seperti Rut harus bertemu dengan Yesus sebagai Boas.

Dan yang diminta oleh Roh Kudus kita mandi. Membersihkan diri dari yang tidak baik. Membersihkan diri dari perkara-perkara yang fals-fals, buang semua. Lalu pakai minyak urapan, berurap. Kita musti dipenuhkan Roh Kudus. Jangan sibuk hanya dengan cari uang saja. Tapi kita musti dipenuhkan Roh Kudus. Berurap. Pakai baju yang terbaru. Yesaya berkata, kebenaran kita seperti kain yang kotor. Baju yang baru apa? Baju kebenaran dari Tuhan. Kalau Tuhan sudah mengampuni, apa baju yang baru? Kain kasa yang halus dari Tuhan. Apa kain kasa itu? Perbuatan saudara yang baik. Wahyu 

19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

Sejak sekarang kita harus berbuat benar, bertindak benar. Sejak sekarang hati kita harus direset. Kalau mobil saudara sudah jalan ribuan kilometer atau ratusan kilometer, saya suka lihat ada tulisan reset. Pijit, nol lagi. Mulai lagi dari mula-mula. Nol itu semua tidak ada angka. Nol lagi. Reset. Hati kita musti direset. Dulu sudah berapa ribu kilometer dengan dunia, sekarang direset ulang, diperbaiki. Mulai. Perbaiki, mandi, berurap, pakai baju yang baik. Apa pakai baju yang baik? Berbuat benar. Sebab perbuatan kita yang benar itu semacam tabungan atau celengan bagi pakaian kita nanti bertemu dengan Tuhan.

Yang pagi, makan pagi, kita tidak bisa gabung semua. Yang masih punya anak sekolah, setengah tujuh dia sudah pergi sekolah. Tidak bisa sarapan sama-sama. Papa mama, mungkin papa mandi, mama siapkan sarapan, anak sekolah. Siang, anak pulang sekolah, papa masih di pekerjaan. Nggak bisa makan sama-sama. Tapi makan malam semua ada di rumah. Anak sudah di rumah, papa mama sudah di rumah. Itu sebabnya Naomi bilang, bertemu Boas waktu makan malam.

Saudara nggak sadar saudara lagi kebaktian ini saudara sedang membuat, menabung, menenun perbuatan baik, kain lenan halus. Saudara sedang menenun. Tunggu sampai Boas tidur. Perhatikan di mana dia tidur. Jangan ketahuan siapapun. Hubungan gereja, jemaat dengan Kristus itu adalah satu rahasia. Efesus 5. Dalam Efesus 

5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.
5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
5:26 untuk menguduskannya - Kita ketemu lagi kata sanctify. Bukan penebusan dosa disini. Sanctify -, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya - Naomi bilang kamu harus mandi dengan air dan firman. Bahasa Inggris, air yaitu firman. Saudara sekarang dengar firman Allah, saudara sedang mandi. Saudara sedang menyucikan diri kita. Amin? -,
5:27 supaya dengan demikian Ia - Yesus - menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang - Pakai baju yang paling baik - tanpa cacat - karena sudah mandi - atau kerut - Karena sudah pakai minyak - atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus - Kudus di sini memakai kata holy - dan tidak bercela.
5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
5:29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,
5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya.
5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
5:32 Rahasia ini besar, - Jadi hubungan Kristus dengan jemaat itu rahasia. Sebab Naomi bilang, jangan kasih tahu siapapun juga. - tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

Saya akan buktikan dalam satu pokok saja bahwa hubungan kita dengan Kristus itu sebetulnya hubungan rahasia. Bukan hubungan gelap tapi rahasia itu orang tidak ngerti. Satu pokok saja. Matius 

6:5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu - kamar pribadi -, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Bahasa Inggris, in the secret place, tempat rahasia. Ada kalanya kita berdoa bersama dengan jemaat di gereja. Ada kalanya kita berdoa bersama keluarga, doa makan. Tapi yang dimaksud di sini berdoa pribadi, satu orang. Saudara diminta berdoa kepada Bapa yang tersembunyi. Hebat. Buat saya ini dahsyat. Kita nggak lihat Dia sebab tersembunyi. Bahasa Inggris bilang, in the secret place, di tempat yang rahasia.

Dulu kita bisa dengar suara Tuhan saja dengan telinga kita. Coba cari Aku. Kita bingung, Dia di mana. Di tempat yang tidak kelihatan, rahasia. Kita baca lagi,

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi - In the secret place -. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi - Ini memakai kata secret lagi, rahasia lagi - akan membalasnya kepadamu.

Lihat, ya. Tuhan ada di tempat yang rahasia, secret place. Tetapi kalau kita berdoa kepada Bapa di kamar tertutup, hanya kita saja yang tahu, kita dengan Tuhan, maka yang rahasia di dalam kita, keinginan yang tak terucapkan, kerinduan, doa yang kelewatan, itu Dia lihat. Lihat ayat yang ke-6, Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi. Tersembunyi itu rahasia. Jadi ganti dengan rahasia. Maka Bapamu yang melihat yang rahasia akan membalasnya kepadamu. Saudara boleh berdoa, tidak ada orang tahu tapi Tuhan tetap balas. Karena Dia melihat yang rahasia itu.

Maka saya suka katakan berkali-kali, rahasia doa adalah doa di dalam rahasia. Berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat rahasia. Maka segala rahasia kita, keperluan kita, orang lain nggak tahu, Dia lihat. Maka saya bilang ini ayat luar biasa.

Kita tahu sekarang mengenai mandi itu. Rut bayangan siapa? Bayangan kita, bayangan gereja. Selesai makan. Jadi itu Boas langsung suka berbaring, belum tidur, dia baru berbaring. Waktu berbaring, selimutnya besar panjang, angkat selimutnya, masukkan kakimu kesana. Kamu ikut berbaring.

Nanti dia akan mengatakan apa yang engkau harus lakukan. Tugasnya Rut hanya nurut saja. Apa yang mama katakan, saya nurut. Dia berbuat seperti yang Naomi katakan. Ingat air menjadi air anggur? Yesus disuruh sama mamanya, mereka kehabisan air anggur. Jawabannya ketus, hai perempuan, apa kena mengena engkau dengan Aku? Waktu-Ku belum sampai. Jadi Maria itu bilang sama semua pelayan-pelayan, apa saja yang Dia katakan, turut. Jadi seperti Naomi bilang sama Rut, sama seperti Maria bilang kepada pelayan-pelayan.

Rahasia berhasil itu menurut. Apa yang Dia suruh turut. Apa yang diperintahkan-Nya, turut. Dan saudara sudah tahu hasilnya. Boas bilang, siapa kamu, karena gelap. Siapa kamu? Aku adalah hambamu, kembangkanlah sayap kemurahanmu kepada kami. Boas sudah tahu sebab dia salah satu penebus di kelompoknya orang Israel. Dia jawab begini, diberkatilah engkau, hai anakku. Karena kasihmu sekarang lebih besar dari pada pertama kali aku lihat.

Yang pertama kasihnya Rut itu hanya kepada gandum karena dia perlu makan, dan jelai. Tapi sekarang perhatiannya kepada pemilik dari gandum. Sekarang kita harus rajin memetik gandum. Tapi nanti saudara akan tertarik pemilik firman, Yesus yang menjadi pemilik, Boas kita, Dia akan melihat kasih saudara sama Dia tambah besar. Kamu tidak mengejar laki-laki muda. Pendek cerita, saya mau nebus kamu tapi mau ngomong dulu sama penebus yang lain. Ayat 7,

3:7 Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah ia untuk membaringkan diri tidur pada ujung timbunan jelai itu. Kemudian atanglah perempuan itu dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas dan berbaringlah ia di situ.
3:8 Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.
3:9 Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."

Saudara saya mau tanya, saudara suka nyanyi lagu ini nggak? Yesus penebus-Ku .. Ku tinggal tetap. Maka Boas ini lambang Yesus.

3:10 Lalu katanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.
3:11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.

Engkau perempuan baik-baik. Ingat apa? Perbuatan-perbuatan yang baik, itu jadi kain lenan. Seluruh kota Betlehem tahu kamu itu perempuan baik-baik, nggak centil. Kamu itu perempuan baik-baik. Ini penilaian Boas.

3:12 Maka sekarang, memang aku seorang kaum yang wajib menebus, tetapi walaupun demikian masih ada lagi seorang penebus, yang lebih dekat dari padaku.
3:13 Tinggallah di sini malam ini; dan besok pagi, jika ia mau menebus engkau, baik, biarlah ia menebus; tetapi jika ia tidak suka menebus engkau, maka akulah yang akan menebus engkau, demi TUHAN yang hidup. Berbaring sajalah tidur sampai pagi."
3:14 Jadi berbaringlah ia tidur di sebelah kakinya sampai pagi; lalu bangunlah ia, sebelum orang dapat kenal-mengenal, sebab kata Boas: "Janganlah diketahui orang, bahwa seorang perempuan datang ke tempat pengirikan."
3:15 Lagi katanya: "Berikanlah selendang yang engkau pakai itu dan tadahkanlah itu." Lalu ditadahkannya selendang itu. Kemudian ditakarnyalah enam takar jelai ke dalam selendang itu. Sesudah itu pergilah Boas ke kota.

Sekarang masih subuh. Rut itu memakai selendang. Selendang ini dia bilang tadahkan. Dikasih enam takar jelai. Enam takar jelai, manusia diciptakan pada hari ke enam. Enam adalah angka manusia. Tapi enam takar jelai bicara tentang firman Tuhan hanya diberikan selama enam ribu tahun. Sekarang diberikan kepada Rut. Gereja yang hidupnya dekat dengan Yesus, gereja yang mau mendalam di dalam Tuhan, dia akan dapat berkat yang besar. Pegawai Boas itu ribuan hanya Rut yang dikasih enam takar jelai.

Semuanya dalam rahasia. Itu sebabnya kadang-kadang saya mau sampaikan firman tapi rasanya saudara belum mampu menampungnya. Kita masih tertarik dunia. Kita masih senang dengan dunia. Kita masih senang dengan hal-hal yang materialistis. Saya mau tanya, ibu-ibu yang suka pakai selendang kalau ke undangan, buat apa itu selendang? Pamantes, hiasan. Kalau saudara menyenangkan hati Tuhan, hiasan itu bisa menjadi penampungan berkat Tuhan. Tadahkan. Tapi ini Boas yang ngomong, ini Yesus yang ngomong. Siapa memberi dia akan diberi. Rut memberi dirinya. Rut memberi semangatnya. Rut memberikan hari depannya. Rut menyerahkan hidupnya. Dia diberi. Pertama jelai dulu, enam takar jelai. Lalu berikutnya ayat ke-16,

3:16 Setelah perempuan itu sampai kepada mertuanya, berkatalah mertuanya itu: "Bagaimana, anakku?" Lalu diceritakannyalah semua yang dilakukan orang itu kepadanya
3:17 serta berkata: "Yang enam takar jelai ini diberikannya kepadaku, sebab katanya: Engkau tidak boleh pulang kepada mertuamu dengan tangan hampa."
3:18 Lalu kata mertuanya itu: "Duduk sajalah menanti, anakku, sampai engkau mengetahui, bagaimana kesudahan perkara itu; sebab orang itu tidak akan berhenti, sebelum diselesaikannya perkara itu pada hari ini juga."

Ini yang saya senang. Ini orang punya sifat. Tunggu saja. Kita menanti. Sebab dia tidak pernah berhenti. Dia selalu menyelesaikan segala urusan pada hari yang sama. Keenam ribu itu hari keenam. Itu hari terakhir. Sebab hari ketujuh sudah istirahat. Pada hari yang keenam ini segala pertanyaan saudara, segala persoalan saudara, segala permasalahan saudara akan dijawab pada saat yang tepat oleh Boas kita, yaitu Yesus. Pasal 4,

4:1 Boas telah pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana. Kebetulan lewatlah penebus yang disebutkan Boas itu. Lalu berkatalah Boas: "Hai saudara, datanglah dahulu ke mari, duduklah di sini." Maka datanglah ia, lalu duduk.
4:2 Kemudian dipilihnyalah sepuluh orang dari para tua-tua kota itu, dan berkata: "Duduklah kamu di sini." Maka duduklah mereka.
4:3 Lalu berkatalah ia kepada penebus itu: "Tanah milik kepunyaan saudara kita Elimelekh hendak dijual oleh Naomi, yang telah pulang dari daerah Moab.
4:4 Jadi pikirku: baik juga hal itu kusampaikan kepadamu sebagai berikut: Belilah tanah itu di depan orang-orang yang duduk di sini dan di depan para tua-tua bangsa kita. Jika engkau mau menebusnya, tebuslah; tetapi jika engkau tidak mau menebusnya, beritahukanlah kepadaku, supaya aku tahu, sebab tidak ada orang yang dapat menebusnya kecuali engkau, dan sesudah engkau: aku." Lalu berkatalah ia: "Aku akan menebusnya."
4:5 Tetapi kata Boas: "Pada waktu engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, isteri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di atas milik pusakanya."
4:6 Lalu berkatalah penebus itu: "Jika demikian, aku ini tidak dapat menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri. Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya."
4:7 Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar: setiap kali orang hendak menguatkan sesuatu perkara, maka yang seorang menanggalkan kasutnya sebelah dan memberikannya kepada yang lain. Demikianlah caranya orang mensahkan perkara di Israel.
4:8 Lalu penebus itu berkata kepada Boas: "Engkau saja yang membelinya." Dan ditanggalkannyalah kasutnya.

4:9 Kemudian berkatalah Boas kepada para tua-tua dan kepada semua orang di situ: "Kamulah pada hari ini menjadi saksi, bahwa segala milik Elimelekh dan segala milik Kilyon dan Mahlon, aku beli dari tangan Naomi;
4:10 juga Rut, perempuan Moab itu, isteri Mahlon, aku peroleh menjadi isteriku untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu di atas milik pusakanya. Demikianlah nama orang itu tidak akan lenyap dari antara saudara-saudaranya dan dari antara warga kota. Kamulah pada hari ini menjadi saksi."
4:11 Dan seluruh orang banyak yang hadir di pintu gerbang, dan para tua-tua berkata: "Kamilah menjadi saksi. TUHAN kiranya membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan Lea, yang keduanya telah membangunkan umat Israel. Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem,
4:12 keturunanmu kiranya menjadi seperti keturunan Peres yang dilahirkan Tamar bagi Yehuda oleh karena anak-anak yang akan diberikan TUHAN kepadamu dari perempuan muda ini!"

4:13 Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi isterinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki.
4:14 Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: "Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel.
4:15 Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki."
4:16 Dan Naomi mengambil anak itu serta meletakkannya pada pangkuannya dan dialah yang mengasuhnya.
4:17 Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya: "Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki"; lalu mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud.
4:18 Inilah keturunan Peres: Peres memperanakkan Hezron,
4:19 Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab,
4:20 Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
4:21 Salmon memperanakkan Boas, Boas memperanakkan Obed,
4:22 Obed memperanakkan Isai dan Isai memperanakkan Daud.

Dari Daud turun Yesus. Hebat ini. Cerita ini hebat buat kita. Kita kembali kepada I Tesalonika

5:23, Sekarang biarlah Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan biarlah seluruh roh, jiwa dan tubuhmu.

Ini Alkitabiah. Jadi jangan saudara ngomong tubuh, jiwa, dan roh. Itu istilah manusia ... tubuh, jiwa, dan roh, tubuh disebut dulu. Tetapi Alkitab menulis roh dulu ... roh, jiwa, dan tubuh. Jadi Tuhan kerja dari roh, mempengaruhi jiwa, mempengaruhi tubuh. Iblis bekerja dari bawah: Tubuh dia kuasai supaya jiwa terganggu, rohnya dimatikan. Jadi Tuhan bekerja dari dalam, roh dulu. Biar luarnya belum beres tapi roh dulu diperbaiki, setelah itu jiwanya, baru terakhir bagian luarnya diperbaiki.

5:23 Sekarang biarlah Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan biarlah seluruh roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara tanpa cacat sampai kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Dia yang memanggil saya adalah setia. Dia juga pasti menggenapi firmannya. Jadi Tuhan sudah panggil saudara sebagai anak Tuhan. Panggilan Tuhan bagi kita seumur hidup.

Kita berdiri bersama-sama.   

-- o --   

Rabu, 24 Maret 2010

SAUDARA

I Tesalonika

5:25 Saudara-saudara, doakanlah kami.
5:26 Sampaikanlah salam kami kepada semua saudara dengan cium yang kudus.
5:27 Demi nama Tuhan aku minta dengan sangat kepadamu, supaya surat ini dibacakan kepada semua saudara.
5:28 Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu!

Dalam bahasa Indonesia tidak ada kata amin. Dalam bahasa Inggris ada kata amin.

Pertama kita akan mempelajari kata 'saudara-saudara'. Kata saudara di sini tidak sama dengan orang yang pidato, saudara-saudara sekalian. Sama yang khotbah, saudara-saudara, tidak sama. Sebab kita berkata saudara hanya sapaan saja ya yang sopan. Kalau orang Tionghoa bilang ni men, anda, saudara sekalian. Tetapi dalam bahasa aslinya, disalin dalam bahasa Inggris dipakai kata brethren. Brethren ini saudara sekandung, dilahirkan dari ayah dan ibu yang sama. Itu kata saudara di sini.

Maka yang bersaksi ke depan yang menyanyipun sore selalu berkata, saudara-saudara sekalian saya mau menyanyi. Tapi mungkin jemaat tidak tahu bahwa yang dimaksud Alkitab kata saudara itu saudara sekandung. Kita akan lihat sejak kapan kita disebut saudara sekandung. Kita baca dulu surat Galatia 

4:4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.
4:5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

Yang diaku anak siapa? Kita semua.

4:6 Dan karena kamu - Kita sekalian - adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
4:7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

Saudara punya warisan kalau saudara diaku sebagai anak oleh Allah. Lalu dia bandingkan dengan hidup dulu  sebelum kita jadi anak Allah.  

4:8 Dahulu, - Berarti berbeda dengan sekarang, sekarang kita sudah tahu kita adalah anak. Jadi saudara dan saya ini saudara. Menurut firman Allah, saudara sekandung dalam Injil. Tapi dibandingkan dengan dulu - ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.
4:9 Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?
4:10 Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun.
4:11 Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia.

Sekarang kita adalah anak-anak Allah. Roh Kudus diberikan di dalam hati kita, sadar atau tidak sadar, tahu atau tidak tahu, itu Roh berseru di dalam diri kita kepada Allah, ya Abba ya Bapa. Apa maksudnya Abba? Abba itu boss, Abba itu raja, Abba itu cukong, Abba itu orang kaya. Apa artinya Bapa? Bapa itu seperti bapa kita, ayah. Ya Abba, ya Bapa. Orangnya sama nggak? Sama. Kalau saya tanya sama saudara, siapa bapa saudara? Saudara jawab apa? Abba atau boss. Kalau saya tanya, boss saudara siapa? Bapa kita. Sekarang kita pakai boss dan bapa kita. Siapa bapa saudara? Boss. Siapa boss saudara? Bapa kita.

Dari ayat ini saja kita sudah terhibur bahwa Bapa kita itu boss dan Boss itu adalah Bapa kita. Jangan takut soal ekonomi, jangan takut kekurangan karena Bapa kita itu adalah boss. Dan Boss yang paling kaya di dunia itu adalah Bapa kita. Yohanes 1. Dalam Yohanes 1 di sana dikatakan oleh firman Tuhan bahwa Yesus itu sebetulnya ditolak oleh orang-orang yang Dia miliki. Dia ditolak. Ayat 11-13,

1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya - Yaitu orang Yahudi, orang Israel -, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya - Siapapun dia - diberi-Nya kuasa - Bahasa Inggris, hak - supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Saya lahir jadi manusia itu karena keinginan ayah saya menikah dengan ibu saya. Lahirlah saya. Tetapi di dalam Kerajaan Sorga kita dilahirkan, disebut anak bukan dilahirkan oleh keinginan laki-laki - ayat 13 bagian akhir - melainkan dari Allah. Jadi sekarang orang bisa ngerti kenapa sih orang kristen ngomong: Saya anak Tuhan. Bukan kita yang ngomong. Firman Allah bilang, kamu adalah anak Tuhan.

Ada satu lagu kan suka nyanyi kita Oh betapa senang .. Jadi anak Tuhan. Saudara itu musti alami bahwa saudara itu senang bukan cuma nyanyi. Saudara itu harus mengalami kita ini senang menjadi anak Tuhan. Terjamin. Saudara senang jadi anak Tuhan? Haleluyah. Kembali kepada I Tesalonika. Sekarang saudara mengerti yang seperti apa yang disebut saudara-saudara. Boleh saya tambah satu saja lagi. I Korintus

5:9 Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul. - Dilarang -
5:10 Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini.
5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara - Ini yang dimaksud orang kristen -, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

Keras ya. Kenapa keras begini Paulus bilang? Karena kualitas saudara itu tinggi sekali di hadapan Tuhan. Haleluyah? Kualitas orang kristen itu harus hidup kudus, hidup suci, nggak boleh kikir, nggak boleh jahat, nggak boleh nipu, nggak boleh memfitnah, nggak boleh. Kalau orang itu nggak bisa robah, jangan bergaul. Kenal boleh tapi jangan bergaul. Dan duduk makan bersama pun nggak boleh. Maksud saya jangan sampai nanti di undangan, saudara ada orang kawin, saudara makan. Saudara lihat di sebelah saudara duduk orang dunia, saudara jengkat (pergi). Nggak boleh.

Sebab ayat yang ke-10 itu bukan tentang orang dunia. Kalau dengan orang dunia, kita sudah tahu, nggak apa-apa, kamu harus baik kepada semua orang. Tapi orang kristen yang mengaku saudara tapi cabul, tapi memfitnah, tapi ngebohong, tapi menipu ... itu jangan kamu makan sehidangan. Sudah nggak usah diteruskan lagi. Kita kembali kepada I Tesalonika 

5:25 Saudara-saudara, - Kita sudah mengerti sekarang. Kalimat yang kedua: - doakanlah kami.

Doakanlah kami. Saya mau tanya sama saudara, ada berapa pihak di sini? Saya pihak pertama. Saudara-saudara pihak kedua. Ada berapa pihak? Tiga. Lihat, saya pihak pertama. Saudara-saudara, doakanlah kami hamba-hamba Tuhan. Sebab hamba-hamba Tuhan, kami ini, manusia biasa. Bisa salah, bisa marah, bisa tersinggung, bisa lelah. Maka Paulus bilang, doakanlah kami. Apa saudara suka mendoakan saya dan hamba Tuhan lain?

Waktu saya di Kisaran, saya bertemu dengan satu orang Batak tapi papanya Tionghoa, mamanya Batak. Dia cuma hidup bawa mobil. Dari Bandung dia beli mobil dia bawa, setir sendiri. Sampai di Medan dia jual. Dia bisa untung 2-3 juta, kadang-kadang kalau bagus bisa untung 5 juta. Itu saja bisnisnya. Om Awondatu ya ini ya? Iya. Dia ngomong-ngomong, dia cerita. Akhirnya dia ngomong begini: Om, om punya nama ada di daftar doa saya. Kaget. Maksudnya apa? Saya punya daftar nama dua ratus pendeta. Nama om nomor dua. Saya doakan setiap pagi. Tuhan tolong hamba Tuhan ini, tolong pendeta Awondatu. Semua sampai dua ratus pendeta. Itu dia lakukan tiap hari.

Tingkat rohani seseorang hanya bisa dikenal dari doa. Maka surat ke Tesalonika ini bukan kepada jemaat anak kecil tapi kepada jemaat yang dewasa. Yang tahu mendoakan pendeta. Yang tahu mendoakan hamba Tuhan. Doakanlah kami. Hai saudara-saudara, doakanlah kami. Saya mau pinjam kata-kata rasul Paulus: Jemaat di Cianjur doakanlah kami. Nggak ada yang mau kan? Doakanlah kami. Memang nggak pernah sembahyang, nggak pernah nyembahyangan ko Yoyo. Doakanlah kami, doakan saya. Kolose

4:2 Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.
4:3 Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan.

Bertekun dulu dalam doa pribadi. Maksudnya bertekun itu tetap berdoa. Bertekun, terus sembahyang. Lagi senang berdoa, lagi susah berdoa. Siang malam berdoa. Banyak untung berdoa, kurang untung tetap berdoa. Sehat berdoa, sakit pun berdoa. Itu bertekun. Tetapi sisipkanlah doa untuk kami. Untuk saudara ketahui, saya paling sering mendapat firman Tuhan yang untuk dikhotbahkan, yang buat saya itu istimewa, itu waktu bedston. Atau, waktu doa semalam suntuk. Kadang-kadang saya dapat lagu dari Tuhan. Ini nggak ada habisnya. Luar biasa Tuhan itu. Tapi itulah, doakanlah kami. Saudara mau mendoakan saya? Roma 

12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.
12:10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara - Cara mengasihi kita mesti seperti saudara satu kandungan - dan saling mendahului dalam memberi hormat.
12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

Pak pendeta, saya tuh nggak bisa doa. Saya nggak tahu doa itu ngomongnya bagaimana? Kan saya sudah ngomong, lebih baik hati tanpa kata-kata dari pada kita ngomong tanpa hati. Sering saya berdoa nggak bisa ngomong, nggak tahu ngomong apa. Saya diam aja. Saya bilang haleluyah, haleluyah ... tahu-tahu nangis aja karena hadirat Allah turun. Karena Dia lihat ada anak-Nya mau ketemu Dia. Amin? Masa saudara berdoa Tuhan tolak. Tidak. Ini anak mau ketemu Aku.

Kita kebanyakan berdoa kepada Bapa sebagai ayah: Bapa kami dalam sorga. Ya Bapa kami, tolonglah kami. Ya, Bapa. Itu saja. Kita lupa Dia itu boss. Kalau saudara bahwa Dia itu Abba, Dia itu boss, doa saudara jadi lain. Sampai Yesus bilang begini, saudara: Sampai saat ini kamu belum pernah minta apa-apa kepada-Ku. Nantang Yesus itu. Sampai saat ini kamu belum pernah minta apa-apa. Selama tiga setengah tahun, Dia bilang sama murid-murid-Nya, engkau mengikuti Aku, tapi engkau nggak pernah minta. Mintalah, supaya sukacitamu penuh.

Agama paling besar di dunia kan kristen. Dua pertiga dunia ini kristen. Bayangin dua pertiga dunia, sekitar empat milyar, minta sama Tuhan dan Dia bisa menjawab. Bukankah Dia itu boss? Haleluyah. Ada yang minta pekerjaan, Dia kasih. Ada yang minta jodoh, Dia kasih. Ada yang minta tolong, Dia tolong. Semua. Kembali lagi kepada Tesalonika. Kita mau saling mendoakan. Ayat 26,

5:26 Sampaikanlah salam kami kepada semua saudara dengan cium yang kudus.

Ciuman orang Yahudi itu mirip dengan Arab. Orang Arab cium saya, kanan, kiri, kanan. Anak Tuhan, orang kristen, ya. Kalau di Amerika, laki-laki dengan laki-laki kalau ketemu di gereja saling peluk. Ibu-ibu dengan ibu-ibu saling peluk. Kalau di Belanda laki perempuan peluk cium. Tetapi cium yang kudus bahwa kita ini saudara kandung. Haleluyah. Kalau saudara kandung, koko sama cici dengan cium yang kudus.

Nah, itu sebabnya waktu Yudas menyerahkan Yesus, dia pakai ciuman. Sebab memang sudah biasa. Tentara Roma nggak tahu, yang mana Yesus, yang mau kita tangkap yang mana. Yudas bilang karena dia sudah disogok. Yudas bilang, nanti yang saya cium, itu Dia. Yang saya cium pertama. Sebab murid yang lain juga dia cium. Tapi begitu dia cium Yesus, Yesus bilang: Dengan ciumankah kamu menyerahkan Aku? Kamu mengkhianati Aku dengan ciuman?

Kita kan nggak usah pakai ciuman, nggak usah. Saling mengasihi saja, saling menghargai, yang muda hormat sama yang tua. Yang kuat tolong yang lemah. Saling bersatu saja sudah cukup.

Tapi zaman dulu cium artinya bersekutu. Kamu sekutu saya, saya sekutu kamu. Kamu saudara saya, saya saudara kamu. Dinyatakan dengan cium. Tetapi sebelumnya ia berkata: Sampaikanlah salam kami kepada semua saudara. Bukan jemaat. Saudara! Sampaikanlah salam kami kepada semua saudara. Bahasa Inggris memakai kata greet. Greeting itu ada hormat, ada selamat, ada salam, itu bercampur. Greeting. Itu kalau saudara sekandung. Salam tapi dalam salam itu ada hormat, ada doa kepada saudara-saudara melalui cium yang kudus. Ayat 27,

5:27 Demi nama Tuhan aku minta dengan sangat kepadamu, supaya surat ini dibacakan kepada semua saudara.

Dulu itu surat Tesalonika itu dibacakan. Dia bawa surat kepada satu saudara. Ada yang nggak datang? Yang datang dibacain, ini ada surat dari rasul Paulus, begini, begini, begini. Yang nggak datang siapa? Kita datangin rumahnya, ini ada surat dari rasul Paulus, begini, begini, begini. Apa itu? Greeting itu, berkat itu, bless itu. Haleluyah. Sebab dia pakai nama Tuhan.

Demi nama Tuhan, bukan hanya untuk mengusir setan. Demi nama Tuhan bukan hanya untuk menutup doa - Kami alaskan doa kami ini dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Tetapi demi nama Tuhan juga untuk memberkati orang lain. Ada haleluyah, saudara? Jangan minta orang lain menghormat sama kita tapi kita menghormat sama orang lain. Sebab siapa tabur hormat, dia akan dapat hormat dari Tuhan. Ayat 28,

5:28 Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu!

We with you. Lalu ada kata amin. Siapa masih ingat amin artinya apa? Amin itu artinya seharusnya demikian. Anugerah bersama dengan kita. Saudara bilang apa? Amin ... seharusnya demikian. Saya turun, anugerah ikut sebab bersama dengan saya. Saya mundurkan kursi, anugerah ikut. Saya berdiri, anugerah ikut. Mari kita berdiri. Anugerah heran .. Sungguh Indah .. S'lamatkan orang dosa .. Dulu aku buta .. Serta ku tersesat .. S'karang balik .. Dan lihat.

Saudara-saudara, apapun masalah saudara, apapun persoalan saudara, anugerah Tuhan cukup bagi kita. Dengan anugerah kita hadapi semua, dengan anugerah kita diselamatkan, dengan anugerah kita dijadikan saudara, dengan anugerah kita dijadikan anak. Jangan lupa, Bapa kita di sorga adalah seorang Boss dan Boss itu adalah Bapa kita.  

-- o -- 

Rabu, 14 April 2010

SALING MENGHARGAI DAN BEKERJA SAMA

Selamat sore selamat berbakti di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan meneruskan kembali pelajaran kita.

Surat II Tesalonika dikirimkan kepada jemaat di Tesalonika karena setiap jemaat yang ditulisi surat oleh Paulus itu bermasalah. Contoh. Jemaat di Korintus bermasalah dengan perpecahan. Masing-masing merasa diri benar, masing-masing merasa diri paling hebat. Pecah kepada empat bagian. Jemaat di Galatia ada masalah juga, yaitu iman perlu tambahan. Lalu diteruskan dengan jemaat Efesus. Jemaat di Tesalonika ini iman bagus, kasih cukup, usaha pengharapannya baik tapi mereka kemasukan ajaran sesat, yaitu pelajaran tentang kedatangan Tuhan.

Kedatangan Tuhan yang mereka anggap sudah dekat sehingga banyak yang jual barang-barang ... sampai ada yang jual tanah. Sebetulnya kita sebagai orang kristen kalau tahu Yesus sudah mau datang tidak perlu jual ini jual itu bukan? Kan kalau kita sudah tahu Yesus mau datang, uangpun tidak ada artinya kalau Yesus sudah datang,

Tapi inilah. Maka setiap jemat yang dikirim surat sampai dua kali itu masalahnya cukup berat. Seperti jemaat Korintus itu ya ada perpecahan ada perzinahan ada berpihak-pihak, mereka yang sok tahu sok pintar sok ngerti. Padahal masih anak-anak, kata Paulus. Sampai dikirim II korintus juga. I Timotius, II Timotius melengkapi anak yang masih muda masih 16 tahun ini dilengkapi dengan firman Allah menghadapi segala sesuatu.

Jadi Tesalonika ini maka Paulus juga mengirimkan surat sampai dua kali. Nampaknya surat yang kedua ini kita mulai baca. II Tesalonika 

1:1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika di dalam Allah Bapa kita dan di dalam Tuhan Yesus Kristus.
1:2 Kasih karunia - Atau anugerah - dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

Khusus dalam ayat kesatu belum pernah saya membaca terjemahan yang sebaik ini. Jadi terjemahan ayat satu diambil dari bahasa Inggris begitu tepat sesuai kata perkata bahkan koma perkomapun itu sama. Jadi tidak ada suatu yang harus diterangkan lebih dalam. Tetapi anehnya di dalam surat ini tetap yang menuliskan surat ini tiga orang.

I Tesalonika

1:1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu.

II Tesalonika

1:1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika di dalam Allah Bapa kita dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. 

Jadi surat ini dibikin mungkin oleh tiga orang. Kemungkinan besar - saya tidak tahu - Paulus cuma ngomong. Dan Timotius yang menulis. Timotius dan Silwanus mungkin bergantian menulis. Maka Paulus merasa bahwa surat ini bukan dari dia tetapi dari tiga orang yang bersama. Dari ayat ini kita belajar apa artinya saling menghargai, apa artinya bekerja bersama-sama.  

Yang pertama, kita mau belajar bagaimana kita saling menghargai. Orang yang menghargai tidak akan menjelekkan temannya sendiri. Apalagi satu penggembalaan, satu gereja, satu jemaat nggak mungkin dia menjelekkan temannya sendiri. Apalagi kalau yang salahnya dia lalu nyalahin orang, itu paling jelek sekali itu. Tapi kita harus tahu menghargai orang.

Yang kedua, kita harus belajar bekerja sama. Jadi satu kesebelasan saudara mungkin nggak ada bintangnya nggak ada yang jagoannya main tapi mereka bisa bekerja, itu kesebelasan lebih kuat dari kesebelasan manapun juga yang punya bintang.

Kita mungkin jemaat kecil tapi kalau kita tahu bekerja sama. Kalau saya sudah bawa bola sudah di depan gawang ada satu back tapi di samping saya ada teman saya lagi lari dan dia itu tukang bikin gol, saya musti tahu diri walaupun saya mungkin bisa memasukkan gol tapi saya tahu diri. Saya umpan kepada dia karena kalau dia yang masukkin, udah pasti masuk karena dia jago. Saya bekerja membawa bola tapi saya tahu dia harus bekerja golkan itu bola.

Jadi setiap kita ini jangan hawek semuanya mau sama kita, nggak bisa. Maunya sama kita, nggak bisa. Bakatnya saja lain. Karakternya lain, kuncirnya saja lain. Nah, kita bekerja sesuai dengan kemampuan kita, dengan bakat kita. Sekarang tukang kue disuruh bikin menggiling kopi dia mungkin nggak ngerti. Tapi kalau disuruh bikin kue. Beda tangan beda pegangan.

Jadi mari kerja sesuai keahlian. Jangan semuanya satu orang, semuanya mau sama saya, semuanya mesti sama saya ... nggak bisa. Saya aja nggak mampu kok sendirian. Saya perlu saudara, saya perlu bantuan. Saya nggak bisa sendiri.   

Sekarang di Tanjung Priok Satpol PP berantem dengan massa. Jadi saudara bahaya sekali kalau massa itu marah. Sudah nggak ada aturan. Tapi luar biasa sekali kalau massa itu bisa bekerja sama. Jadi Paulus tahu bekerja sama. Silwanus. Ini Timotius dah yang kirim surat. Saya nggak bisa nulis lagi. Matanya sudah rabun Paulus. Ngomong saja baca. Jadi Paulus menghargai karyanya Silawanus, karyanya Timotius. Jadi kita harus kerja itu sebagai satu kolega, satu badan. Jangan sendiri-sendiri. Satu badan. Jadi tubuh Kristus. Kita bekerja bersama-sama.

Tangan itu pekerjaannya lain dengan kaki. Telinga pekerjaannya lain dengan mata. Mata kerjanya lain dengan hidung. Hidung lain dengan lidah. Lidah itu tidak hanya untuk bicara tapi untuk mencicipi rasa. Dalam lidahpun ada bagian-bagiannya: Ada bagian yang merasa asin, ada bagian yang merasa manis, ada bagian yang merasa asam, ada bagian yang merasa pahit. Jadi masing-masing ada bagiannya. Sebab satu tubuh.

Nggak yang kanan lebih penting dari yang kiri, yang kiri lebih penting dari yang kanan, nggak. Menurut kepala semua ini aku perlukan semua. Yesus kan kepala, tubuh adalah jemaat, semua itu Aku perlukan. Jadi kalau Yesus mau menjangkau sesuatu, dia pakai jemaat yang sanggup menjangkau. Kalau Dia mau pergi ke satu tempat, Dia suruh gereja pergi, Dia suruh gereja jemaat yang mau dijadikan kaki.

Nah yang ketiga, bekerja bersama. Jadi jangan kita nonton doang. Yang kerja orang lain, kita cuma nonton.

Nah, kebanyakan jemaat umumnya aktifis itu disebut aktifis karena dia aktif bekerja. Kalau yang tidak aktif kita sebut non aktifis; dia hanya jemaat bisa, non aktifis. Jadi ada jemaat yang setia kebaktian tapi nggak mengambil bagian dalam pelayanan di gereja. Nggak ada yang datang: Om, boleh nggak saya jadi ikut grup besuk, ikut gup mengunjungi, nah itu aktifis namanya.

Satu kali Israel berperang, Ketika berperang, ada dua tiga suku dia nggak mau ikut perang karena dia punya domba banyak, nggak mau nyeberang perang. Saya lupa Musa atau Yosua nanti dibilang sama nabi ini: Patutkah kamu di sini duduk enak-enak sementara saudaramu berperang?

Jadi maksud kata-kata itu, kalau perang, perang bareng sama-sama, kalau enak kita duduk sama-sama. Ini bekerja bersama-sama. Di dalam Amsal 6:6, belajarlah kepada semut, Salomo berkata. Semut ini dia mempunya dua keistimewaan, yaitu bekerja sama dan bekerja bersama-sama.  

Dia bisa menggotong tapi sama-sama kerja. Ada yang ngedorong nasi dari bawah, ada yang menarik nasi dari atas, ada yang dari samping. Yang bawah nggak bilang, saya berat di sini, kamu enak aja. Nggak. Kerja bersama-sama. Itu dari insting loh, saudara. Nggak seperti kita manusia bisa berpikir. Kalau binatang itu pakai insting. Bekerja sama dan bekerja bersama-sama.

Sebab gereja yang maju, gereja yang bludak, gereja yang penuh sesak, itu gereja yang ngerti apa itu kerja bersama-sama dan apa itu kerja sama. Nggak perlu orang pintar, nggak perlu ada orang kaya di gereja ini supaya mbludak asal jemaat itu tahu kerja sama dan bekerja bersama-sama.

Lalu surat ini dituliskan dalam ayat 1 ... kepada jemaat orang-orang Tesalonika ...

Sekarang tidak disebut lagi orang-orang sebetulnya, sebab jemaat itu artinya orang-orang. Jadi seharusnya kepada jemaat Tesalonika di dalam Allah Bapa kita dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kenapa dia musti bilang dalam Allah Bapa? Kan Allah di dalam Kristus kan sama? Kalau dia bilang dalam Tuhan Yesus Kristus tidak mengurangi artinya. Tapi kenapa dia sebut di dalam Allah Bapa, in God our Father and the Lord Jesus Christ ... dan Tuhan Yesus Kristus. Untuk itu kita mau lihat Yakobus

1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Jadi kata Bapa di sini lebih berkonotasi bukan bapa sama anak. Bukan. Tapi bapa di sini lebih berkonotasi sebagai sumber, biang. Sumbernya segala kebaikan itu dari Bapa.

Jadi kalau saya lihat orang kristen kelakuannya nggak baik, ngomongnya nggak baik, ngomongnya nggak jujur, ngomongnya bohong melulu, puter balik cerita, saya tahu dia bukan dari Tuhan, kok. Sebab orang yang datang dari Tuhan akan menghasilkan yang baik. Omongannya nggak akan fitnah, nggak akan jelekin temen, nggak akan marah-marah. Dinasehati diterima. Karena segala pemberian yang baik datang dari atas. Bapa. Bapa apa tadi? Bapa segala terang, sumber segala terang. Iblis bapa sumber segala dusta, segala kegelapan. Aneh bukan kalau kita menyebut diri anak Bapa yang terang tapi ngomongnya bohong. Aneh. Ngomongnya seperti bapa kegelapan.

Kita kembali lagi kepada II Tesalonika tadi, konotasinya kepada sumber. Disebutkan Allah Bapa siapa? Kita. Dia disebut Bapa kita. Bukan Bapaku, bukan Bapa gua. Kalaupun kita lihat di sebelah sana ada yang duduk sesama kristen, kita nggak suka sama dia. Nggak boleh kita bilang, saya nggak suka sama dia. Dia punya Bapa sama dengan Bapa kita. Kita bilang sama Tuhan Allah Bapa, orang itu juga berhak bilang Allah Bapa. Sebab Yesus ajarin kalo sembahyang, sebutlah Bapa kami yang di dalam sorga.

Hidup saudara kan Bapa yang punya. Kita nggak bisa nentuin rambut putih atau hitam, nggak bisa, kecuali disemir. Jadi Bapa ini sekali lagi konotasinya kepada sumber. Kalau saudara perlu perangko, kemana saudara? Kantor pos. Karena di sanalah perangko itu dijual. Berikut,   

1:1 ... dan di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Jadi di dalam ayat ini kita tahu bahwa Bapa dan Tuhan Yesus Kristus ini berbeda tapi sama. Saya gambar dulu, ya. Dalam gambar ini kita akan lihat segitiga yang sama sisi. Karena segi tiga ini sama sisi maka sudutnyapun sama 60 derajat ...  sebab panjang sisinyapun sama tapi dengan yang lain. Kalo saya tulis Bapa itu di atas maka anak atau Yesus itu di bawah kiri, itu bukan arti Bapa lebih tinggi dari Yesus. Lalu Roh Kudus di sini berarti Roh Kudus itu pangkatnya nomor tiga, tidak.

Bapa adalah Allah maka disebut Allah Bapa. Yesus adalah Allah menurut Alkitab Dia tidak berdosa. Roh Kudus adalah Allah. Tapi Bapa bukan Yesus, Yesus bukan Roh Kudus, Roh Kudus bukan Bapa. Tapi ketiganya adalah Allah.

Maka ketika Paulus berkata: Salam kepada jemaaat Tesalonika di dalam Bapa disebut Bapa itu kerjaannya bagiannya adalah Sumber ... menyediakan segala sesuatu, segala terang. Dan dari Tuhan Yesus Kristus. Ketika dia bilang Tuhan Yesus Kristus, itu berarti Tuhan Yesus Kristus ... Bapa, Putera, Roh Kudus. Tuhan kita. Nah, Yesus disebut Tuhan atau Tuan itu sama, yaitu kita punya Master, kita punya dunungan, kita punya kepala. Roh Kudus yang sekarang bekerja sebab Yesus sudah di sorga. Yang bekerja di dunia sekarang Roh Kudus. 

Jadi seperti Paulus, Silwanus dan Timotius, surat Tesalonika itu ditulis oleh tiga orang, oleh Paulus, Silwanus dan Timotius. Yang ngomong Paulus, yang menulis Silwanus, yang ngirimkan Timotius. Jadi kurang lebih seperti itulah kira-kira yang dimaksudkan oleh firman Allah. Beda tapi sama. Kepala tangan dan kaki kan beda tapi satu di dalam tubuh. Apa yang dia tujukan? Ayat ke-2.   

1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.

Kasih karunia atau anugerah sebetulnya.

Jadi kalau kita ngaku kristen rabu datang minggu datang sembahyang doa datang tapi nggak ada damai hati kita karena kita belum mengerti arti kata anugerah. Kita bisa kenal Yesus bukan karena kita. Karena anugerah Allah. Saudara bisa kebaktian ke gereja sore ini karena anugerah Tuhan. Jangan lupa anugerah Tuhan. Kita bisa ada sebagaimana kita ada anugerah Tuhan.

Kasih karunia datang dari kata charis yang berarti pesona. Salahnya kita, kita tidak terpesona kepada Yesus. Kita masih terpesona kepada hal-hal duniawi, terpesona kepada selebriti-selebriti, kita terpesona untuk menjadi kaya dalam sesaat, caranya korup no problem. Sekarang ada pejabat kaya dilacak dari mana nih uang. Anak dari sma perempuan sudah punya duit 2 milyar sebab bapanya yang taruh untuk cuci uang, money laundry. Dia masih terpesona dengan uang yang banyak. Dan banyak orang Manado kristen perempuan kawin sama orang islam di Jakarta karena terpesona dengan kedudukan, terpesona dengan kemewahan, terpesona dengan pujian, terpesona dengan kegagahan kegantengan calon suami. Walaupun akhirnya diceraikan mereka tetap saja terpesona dengan dunia.

Kita sewajibnya terpesona hanya kepada satu Pribadi, yaitu Yesus. Sebab hanya Yesuslah selain Bapa sumber segala terang tadi, Yesuslah yang turun ke dalam dunia yang memberi damai kepada kita, ada haleluyah? Yohanes  

14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Berarti Dia ke sorga tidak bawa damai lagi, damai-Nya ditinggal buat saudara. Jadi kalau kita sebagai orang kristen kita tidak mengalami damai, bukan salah Tuhan, salah kita sebab damai-Nya Dia tinggalkan di dalam dunia.

14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Damai Kutinggalkan jadi bekal kamu hidup dalam dunia. Nah, kita hidup dalam dunia susah terus. Hidup di dalam dunia kita marah-marah terus, ngarasulah ini ngarasulah itu, nyalahin dia nyalahin ini padahal yang salah kita ... nggak ada damai kita. Ke gereja ke gereja tapi nggak ada damai. Bekalnya nggak dibuka bekalnya nggak dipakai. Ditekankan lagi oleh Yesus, Aku berikan kepada-Mu. Dan supaya kamu tidak salah paham, yang Aku berikan ketiga kali Kuberikan kepadamu itu tidak sama seperti yang diberikan dunia.

Jadi kalau saudara kepanasan saudara masuk ruangan ber-AC terus duduk ada yang kasih es cendol gula merah aduh, nikmat ... kita juga damai. Tapi bukan dari Tuhan. Sebab damai dari Tuhan tidak dirasa di lidah tidak dirasa di kulit, dirasanya di dalam hati.    

14:27 ... Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Kata jangan itu berarti larangan. Saudara dilarang gelisah, loh. Nggak boleh gentar hati saudara. Kembali lagi kepada II Tesalonika

1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
1:3 Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu,

Jemaat lagi ketipu oleh ajaran sesat. Paulus lagi jauh bapa rohani tidak ada, tertipu ada ajaran sesat. Tapi lihat, Paulus hadapi dengan ucapan syukur. Apapun yang saudara sedang hadapi, persoalan masalah apapun, belajarlah kita menghadapinya dengan ucapan syukur. Orang yang mengucap syukur dia menang sebelum perang.

Orang Israel keluar dari Mesir menyeberang Laut Kolzom sampai di seberang 3 hari mereka nyanyi memuji kepada Tuhan. Nyanyiannya benar, lagunya benar, pujian kepada Tuhan betul tapi tempatnya salah. Mereka harus menyanyi justru sebelum nyeberang ke Laut Kolzom ketika dikejar oleh Firaun mereka itu nangis mereka gelisah, mereka nyalahin Musa ... lebih baik kita kembali kita dijajah lagi. Tapi Musa disuruh Tuhan angkat tongkat terbuka. Nah, di situ baru nyanyi.

Nyanyian yang dinyanyikan setelah percobaan selesai kurang harganya. Buktinya setelah 3 hari mereka nyanyi mereka sampai di Mara minum air pahit  marah-marah. Karena mereka tidak belajar mengucap syukur di dalam keadaan yang pahit. Nyanyinya benar, tempatnya salah. Jadi kalau kita senang kalau kita bahagia sementara semuanya ada baik, nggak ada harganya. Tapi kalau segala sesuatu kurang tidak masuk dalam ukuran kita, tidak masuk dalam pengharapan kita, tidak masuk dalam apa yang kita rindukan tapi kita mengucap syukur terima kasih Tuhan, haleluyah, terima kasih hari ini, terima kasih pagi ini Tuhan, Engkau bangunkan saya. Terima kasih saya sehat. Berikan kekuatan supaya saya bisa ke Bandung dan sampai di Bandung  ketemukan saya dan jadikan saya berkat. Tuhan terima kasih saya ketemu dengan ketemu dengan ini terima kasih Tuhan. Kalau bisa saya ketemu dengan ini ...   

Di Tiongkok ada gempa lagi 6.9 skala richter. 400 orang meninggal baru ditemukan. 8.000 orang luka-luka. Jadi firman Allah sudah mulai digenapi. Ada gempa di sana sini. Itu tanda Yesus tidak lama lagi akan datang.

Saudara harus mengucap syukur loh sebab dikatakan wajib. Yang bayar pajak saja disebut wajib pajak. Besar kecilnya terserah saudara ngitung pajak tapi untuk membayar pajak, wajib. Jangan bilang ah, saya nggak mau duit saya dicuri sama si Gayus. Memang 140 trilyun dicuri oleh pejabat. Duit rakyat. Maka rakyat marah itu normal. Kalau dia sampai ngamuk benci sama pemerintah nah, itu salah pemerintah sendiri nggak jujur.

Saudara wajib mengucap syukur. Kita berdiri.  

-- o --   

 _________________________ 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________