Khotbah Rabu Mei - Juni 2005 

Gereja Pantekosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 11 Mei 2005

MELIHAT DAN PERCAYA

Kita akan meneruskan studi kita dari Injil Lukas

9:7 Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.
9:8 Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.
9:9 Tetapi Herodes berkata: "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

Kita bertemu dengan satu nama lagi yang tidak asing, yaitu Herodes. Nampaknya Herodes ini adalah nama turun temurun. Jadi ada Herodes Agripa, Herodes Aktipas, ada Herodes I, ada Herodes tua, ada Herodes muda. Kalau perempuannya dikasih nama Herodiah. Jadi ada kata Herod-nya. Nampaknya sejak dulu, saudara-saudara, nama Herodes ini selalu berhubungan dengan kebencian kepada hamba Tuhan, kebencian kepada Tuhan sendiri. Kalau kita kembali kepada Injil Matius pasalnya yang ke-2. Injil Matius

2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
2:2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.

Waktu Yesus masih kecil, masih umur sekitar dua tahun, Dia mau dibunuh oleh Herodes ini. Kalau saudara maju sedikit, Matius

2:20 "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati."

Ayat 19 lebih jelas lagi, setelah Herodes mati. Jadi waktu Yesus masih bayi, itu Herodes juga namanya, Herodes Tua. Mati. Kalau kita membaca Lukas tadi, ketemu lagi Herodes. Ini Herodes Muda, yang usianya lebih kurang sama dengan Yesus ini, 30-an tahun. Jadi nampaknya Herodes-Herodes ini selalu berhubungan dengan kebencian kepada orang kristen, kepada anak Tuhan. Nah saudara-saudara, kalau kita kembali melihat - sekali lagi - Matius pasalnya yang ke-2 tadi, ayatnya yang ke-2 dan 3,

2:2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.

Pertanyaan datang, kenapa musti terkejut? Kalau Herodes terkejut, tidak aneh. Tapi sampai penduduk Yerusalem itu terkejut. Kenapa? Kurang lebih begini saudara, kenapa sampai terkejut. Kedatangan raja Yahudi itu sebetulnya ditunggu-tunggu oleh orang Israel, karena kejamnya Herodes ini. Kejamnya Herodes ini, Herodes ini punya istri sepuluh. Salah satu istrinya namanya Cleopatra. Salah satu istrinya yang bernama Maria Me, itu punya anak dua, Aristobulus dan Alexander. Saking dia takut kehilangan singgasana, anaknya dua itu, Aristobulus dan Alexander, dibunuh. Bahkan istrinya yang melahirkan dua anak itu juga dibunuh. Jadi ada beberapa istri Herodes dibunuh oleh Herodes sendiri.

Nah, orang yang sekejam begini tiba-tiba mendengar berita, di manakah raja orang Yahudi yang baru lahir? Bukan begini ngomongnya, di manakah bakal raja orang Yahudi? Bukan. Ini, di manakah raja orang Yahudi yang baru lahir? Terkejut penduduk ini, karena apa? Sudah bisa dibayangkan kejamnya, kejinya Herodes ini. Sedangkan istri sendiri dibunuh; anak sendiri, darah dagingnya pun dibunuh. Apalagi kalau sudah mendengar ini, pasti menerka habis-habisan kepada orang-orang di Yerusalem itu. Bahkan kalau saudara membaca ayat 16, mengerikan.

2:16. Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.

Pokoknya dia nggak tahu, anak laki, perempuan, dua tahun ke bawah, dibunuh. Kejam, ya. Kalau sekarang kita membaca Lukas pasal 9:7, Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi dan diapun merasa cemas. Herodes yang pertama terkejut. Herodes ini cemas, kenapa? Herodes ini adalah Herodes yang membunuh Yohanes Pembaptis, beberapa pasal yang lalu. Dia yang memenggal kepala Yohanes Pembaptis karena permintaan Herodiah, istri dari adiknya, Filipus. Jadi dia kesengsem terus, teringat-ingat. Mimpipun jadi mimpi jelek tentang Yohanes Pembaptis, karena dia yang bunuh Yohanes Pembaptis.

Dan itu sebabnya ketika Yesus kedengaran mulai bekerja - menyembuhkan orang sakit, menolong orang yang lemah, menyembuhkan orang buta, bahkan yang mati dibangkitkan - cemas dia. Jangan-jangan ini adalah Yohanes yang telah bangkit dari antara orang mati. Karena ada orang menyampaikan begini, ayatnya yang ke-7, ada orang yang mengatakan bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.

Jadi Yesus ini disalahpahami, dikiranya yang kesatu adalah Yohanes Pembaptis. Sebetulnya Herodes ini mengasihi Yohanes Pembaptis. Karena dikatakan suka dengar dia khotbah di penjara. Pagi-pagi dia datang ke penjara, dia dengar khotbahnya Yohanes Pembaptis. Keras luar biasa khotbahnya: Kembalikan istri adikmu, haram kamu mengawini istri adikmu, berzinah kamu. Keras sekali. Tapi dia tahu Yohanes Pembaptis orang suci. Jadi dia senang mendengar. Ada ayat dalam Ibrani 1:9, bunyinya begini tentang Yesus,

1:9 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu."

Banyak di antara kita yang cinta kebenaran, cinta Yesus, tapi tidak benci kejahatan. Yesusnya mau, kejahatan juga oke. Nggak akan masuk surga, saudara. Saudara cinta Yesus tapi tidak cinta kebenaran. Sebaliknya ada orang kristen yang benci kejahatan tetapi dia juga tidak mencintai kebenaran. Dia juga tidak suka kebenaran. Kejahatan dia benci tapi kebenaran dia tidak suka.

Yang ketigalah yang baik, orang yang mengasihi kebenaran dan membenci kejahatan. Kalau orang mengasihi kejahatan dan membenci kebenaran, saya nggak usah ngomong lagi. Jadi soal mengasihi Tuhan, tidak boleh maju mundur. Entar mengasihi, mengasihi apa tidak ya? Entar ke Yohanes Pembaptis mengasihi, entar ke Herodiah, dunia. Mengasihi lagi Yohanes Pembaptis, entar dunia lagi. Maju mundur, bimbang di antara dua pihak.

Dan orang kristen yang paling celaka adalah orang kristen yang ditarik oleh dua tenaga, tenaga kebenaran dan tenaga kejahatan. Dia ada di tengah. Dia tidak tahu memilih. Pada murid-murid sekolah alkitab juga saya tekankan hal ini. Tidak boleh ragu-ragu mengasihi kebenaran. Yang kedua, ayat 8,  Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali. Memang Yohanes Pembaptis disebut datang dengan kuasa Elia. Jadi dia dianggap Elia, Yesus ini.

Yang ketiga, saudara-saudara, dikatakan bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit, seorang dari salah satu nabi. Kalau saudara membaca Injil Matius, maka ada satu nama lagi yang tidak disebut di sini, saudara-saudara. Kita buka Matius 16. Itu yang didengar Herodes. Yang didengar murid-murid tambah satu. Matius

16:13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
16:14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia - Nah, ini yang tidak ada dalam Lukas, Yeremia - atau salah seorang dari para nabi."

Saudara-saudara, Yesus disalahpahamkan dengan empat hal.

Yang pertama, Yesus disalahpahami sebagai Yohanes Pembaptis. Kekristenan juga begitu, seringkali disalahpahami sehingga banyak jemaat yang menganggap kristen itu artinya dibaptis. Saya percaya bahwa orang kristen yang percaya kepada Tuhan pasti dia akan dibaptis. Haleluyah, saudara? Tetapi jangan saudara berkata kalau sudah dibaptis itu sudah stop, sudah berhenti. Bahwa kekristenan adalah baptisan air, tidak cukup.

Yang kedua ada yang mengatakan bahwa Yesus itu Elia. Elia itu mendatangkan api turun dari langit, menghentikan hujan selama tiga setengah tahun, menurunkan hujan setelah tiga setengah tahun. Dia pernah berjalan empat puluh hari empat puluh malam sampai ke Bukit Horeb, dengan tidak pernah berhenti sedikit pun - oleh kekuatan firman Allah dan air Roh Kudus. Luar biasa.

Demikian juga kekristenan. Kekristenan, saudara-saudara, adalah kuasa. Tetapi tidak cukup dengan kuasa. Banyak yang saya dengar, di jemaat sini, orang yang sakit, orang yang batuk darah, orang yang kencing darah, setelah didoakan dia sembuh. Saya baru dengar. Tadi malam saya baru dengar satu ibu bersaksi di Jakarta. Dia salah satu singer, suami istri. Ini ibu tiba-tiba lagi mandi dia memegang payudaranya dan dia merasakan ada benjolan sebesar biji salak. Dan dia dengar bisikan iblis, itu adalah kanker, itu adalah kanker.

Tapi dia baru mendapatkan pelajaran alkitab, bahwa iblis musti dilawan, kemalasan musti dilawan, setan musti dilawan, godaan dari setan yang melemahkan musti dilawan. Jadi dia berkata, demi nama Yesus Kristus, aku usir segala setan kuasanya, aku usir. Itu hari kamis, kenaikan Yesus, dia alami. Hari jumat dia temukan itu. Dan dia lapor sama suaminya hari sabtu.

Suaminya tumpang tangan bersama-sama, dalam nama Yesus. Ini jemaat biasa lho. Dalam nama Yesus. Apa yang terjadi? Kemarin dia bersaksi, hari kamis, itu benjolan hilang. Ada kuasa di dalam Kristus. Ada haleluyah, saudara? Tapi jangan saudara anggap bahwa kalau sudah punya kuasa, kalau sudah dibaptis, sudah habis. Ada juga yang salah paham, yaitu menganggap Kristus itu sebagai salah satu nabi. Dan nabi ini pekerjaannya bernubuat. Gereja kita percaya nubuat. Tapi gereja kita tidak percaya kalau nubuat harus tiap minggu. Tidak. Kadang-kadang Roh Kudus turun, saudara-saudaraku. Beberapa kali kita mengalami. Ada karunia Roh. Yang berbahasa Roh dibawah, yang menyalin ada di balkon atas. Kadang-kadang yang berdoa di balkon atas, bahasa Roh, nubuatan datang dari bawah. Tidak kenal, tidak janjian.

Tapi kita tidak boleh berhenti di sana. Kita tidak boleh berhenti di sana. Kalau kita berhenti kepada nubuatan-nubuatan, nanti kita jadi Pondok Nabi, yang di Bandung itu. Karena mereka tidak suka alkitab lagi, yang mereka suka cuma nubuatan. Sedangkan di Surabaya, ada dokter suami istri dan dua anak perempuannya, itu percaya nubuatan. Kalau baca alkitab itu dibagi dengan koin. Dalam nama Yesus, taruh. Dalam nama Yesus, taruh. Dalam nama Yesus, taruh. Sudah lima tepak, dia buka, apa firman Tuhan hari ini? Kalau berdoa sama-sama di meja makan. Satu ibu rumah tangga, istri dokter loh, dia berdoa begini: Tuhan, apa yang harus saya masak? Masa sih cuma masak harus tanya sama Tuhan. Lalu anaknya yang perempuan bernubuat. Demikianlah firman Tuhan, hai anakku, masaklah sayur asem. Ini terjadi, bukan bikin-bikinan saya.

Saya pernah menginjil ke Dili. Di Dili diadakan berbagai gereja berkumpul. Tapi saya diajak untuk bezuk dengan bapa jendral Theo Safei itu, kristen dia. Waktu itu dia pangkolakops di Dili. Diajak ketemu dia di satu jemaat dari gereja Bethany. Begitu sampai itu ... sudah ditutup, saudara. Semua ditutup. Saya tanya, kenapa harus ditutup? Ini dokter dan istrinya juga. Sudah dinubuatkan Yesus akan datang bulan oktober. Ah, masa? Oh, bapa nggak tahu ya? Nggak, saya nggak tahu.

Kemarin, puji Tuhan, ada hamba Tuhan bernubuat, tanggal 28 oktober Dia akan datang. Jadi kalau saja dia datang, saya sudah siap. Jual piano, jual semua, jual rumah, jual tanah. Kenapa? Yesus sudah mau datang minggu depan. Kalau memang Yesus datang, mau ngapain jual piano? Duitnya mau diapain? Nggak perlu lagi Tuhan piano, nggak perlu lagi jual tanah. Tapi ternyata dari tahun 50 sampai sekarang selalu ada yang nubuat, nubuat, nubuat, nubuat itu palsu, bohong. Itu sebabnya kekristenan kita tidak boleh cuma sampai nubuat.

Lalu yang keempat, diambil dari Matius 16 tadi, dianggap Yesus itu salah satu nabi, yaitu nabi Yeremia. Kenapa? Karena satu kali Yesus melihat Yerusalem, menangislah Yesus, meratapi Dia: Yerusalem, Yerusalem, berkali-kali Aku ingin mengumpulkan kamu seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya, tapi kamu tidak mau. Dia meratap, Dia menangis. Ketika Lazarus mau dibangkitkan, Maria dan Marta menangis, Yesus juga menangis. jadi dikenallah Yesus, mungkin ini nabi Yeremia. Karena nabi Yeremia disebut the weeping prophet atau nabi yang meratap.

Kalau saudara baca dari Kitab Nabi Yeremia, habis Kitab Nabi Yeremia ada kitab ratapan. Itu bukan ratapan ibu tiri, ratapan anak tiri tapi itu adalah ratapan atau nudub atau keluh kesah dari nabi Yeremia. Jadi Yesus dianggap nabi Yeremia.

Gereja kita terkenal sebagai gereja menangis. Kalau kita sembahyang, belum menangis, rasanya nggak plong. Itu sudah berkat Tuhan. Gereja kita disebut gereja air mata. Saudara-saudara, kita menangis, kita meratap. Banyak jemaat yang dari rumah beban terlalu berat, nggak bisa ngomong lagi. Di gereja, dia bisa lampiaskan sama Tuhan, dia boleh menangis. Pulang, plong hati. Tapi janganlah menangis untuk otomatis. Saya tidak suka nangis otomatis, sebab cai mah bisa bikin. Itu nangis cai mah. Nangis otomatis. Saudara, kita nggak boleh ikut Yesus hanya sampai kepada Yeremia, nangis-nangis terus.

Dalam Kristus ada baptisan, dalam Kristus ada kuasa, dalam Kristus ada nubuatan, di dalam Kristus ada air mata sampai air mata sukacita, selalu ada. Tetapi kekristenan lebih dari itu. Dalam Kristus ada penghiburan, dalam Kristus ada kekuatan, dalam Kristus ada kemenangan. Mari kita kembali kepada Lukas. Kita melihat lagi ayatnya yang ke-8,

9:8 Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.
9:9 Tetapi Herodes berkata: "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.

Kalimat ini kurang tepat. Dalam bahasa Inggris, ... dia berusaha melihat Dia. Sangat disayangkan, Herodes sampai matinya nggak bertobat, saudara. Dia cuma sampai ingin melihat Yesus. Berbeda dengan apa yang terjadi dengan Injil Yohanes pasal 12. Dalam Yohanes pasal 12 di sana kita melihat  ada beberapa ayat, yaitu ayatnya yang ke-20,

12:20 Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani.
12:21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus."

Sama juga. Tuan, kami merindukan melihat Yesus. Dua-dua ingin melihat Yesus. Tapi Herodes cuma lihat doang kalau orang-orang Yunani ini ingin melihat dan percaya kepada Yesus. Orang majus ingin bertemu, ingin melihat dan  menyembah Yesus. Tapi Herodes ingin bertemu, ingin melihat untuk membunuh Yesus.

Wai bagi kita, kalau kita ke gereja hanya untuk melihat, hanya untuk ngelongok, hanya untuk melihat, seperti apa Yesus itu, seperti apa gereja itu. Kita tidak pernah mengalami, kita tidak pernah ada kerinduan untuk menyembah Tuhan. Sangat disayangkan. Tetapi saya yakin, pada petang hari ini kita semua ingin melihat dan menikmati Yesus. Ada haleluyah, saudara-saudara? Kita akan teruskan nanti minggu depan. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Rabu, 25 Mei 2005

MENYINGKIR

Lukas

9:10 Sekembalinya rasul-rasul itu menceriterakan kepada Yesus apa yang telah mereka kerjakan. Lalu Yesus membawa mereka dan menyingkir ke sebuah kota yang bernama Betsaida, sehingga hanya mereka saja bersama Dia.
9:11 Akan tetapi orang banyak mengetahuinya, lalu mengikuti Dia. Ia menerima mereka dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.
9:12 Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi."
9:13 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Kamu harus memberi mereka makan!" Mereka menjawab: "Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini."
9:14 Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok."
9:15 Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk.
9:16 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak.
9:17 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul.

Dalam ayat ke-10 kita melihat,

9:10 Sekembalinya rasul-rasul itu menceriterakan kepada Yesus apa yang telah mereka kerjakan. Lalu Yesus membawa mereka dan menyingkir ke sebuah kota yang bernama Betsaida,

Mari kita perhatikan kata "menyingkir". Di dalam bahasa alkitab, kata menyingkir ini, menjauhkan diri dari sesuatu tempat, adalah bahasa rohani yang patut kita pelajari baik-baik. Kalau saudara-saudara mengingat Yesus lahir di Betlehem lalu marahlah Herodes, membunuh anak-anak dua tahun ke bawah. Tuhan berbicara kepada Yusuf dan Maria untuk pergi menyingkir ke Mesir. Kita buka dalam Matius 

2:13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia."
2:14 Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,
2:15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."

Jadi Tuhan Yesus sudah mengerti apa artinya istilah menyingkir. Dalam percobaan pembunuhan kepada Yesus, Tuhan suruh - melalui malaikat-Nya - Yusuf, Maria, kamu menyingkir. Di dalam Matius pasal 10, di sana kita juga melihat, saudara-saudara, hal yang luar biasa, yang Tuhan ajarkan kepada kita. Ayatnya yang ke-22,

10:22 Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
10:23 Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain - Ini juga bentuk lain dari kata menyingkir. Larilah ke kota yang lain. 

Jadi ada orang suka salah anggapan. Begitu ada ancaman di satu kota, dia bilang, dengan iman saya akan hadapi problem, tidak akan terjadi apa-apa. Ada masanya kita seperti Daniel, nggak bisa lari lagi dari kandang singa. Ada masanya kita seperti Sadrakh, Mesakh, Abednego, nggak bisa lari lagi dari api. Ada ayat yang berbunyi, kamu percaya kepada Yesus, nanti kamu akan dapat aniaya, ada. Tapi kalau kita ada kesulitan, ada kesusahan di dalam satu suasana, menyingkir. Kalau kita dagang es sudah tidak laku, tidak bisa, menyingkir. Dagang yang lain. Kalau kita sudah begini, begini, menyingkir. Ada banyak hal kata menyingkir ini.

Di dalam Amsal, isi ayatnya saya ingat: Kalau kamu lihat ada keributan, menyingkir, menyingkir. Jauhi keributan itu dari pada kita ikut-ikutan pada keributan orang. Menyingkir, menyingkir. Mungkin ini saya bisa pakai, Keluaran

22:28 "Janganlah engkau mengutuki Allah dan janganlah engkau menyumpahi seorang pemuka di tengah-tengah bangsamu.
22:29 Janganlah lalai mempersembahkan hasil gandummu dan hasil anggurmu. Yang sulung dari anak-anakmu lelaki haruslah kaupersembahkan kepada-Ku.
22:30 Demikian juga harus kauperbuat dengan lembu sapimu dan dengan kambing dombamu: tujuh hari lamanya anak-anak binatang itu harus tinggal pada induknya, tetapi pada hari yang kedelapan haruslah kaupersembahkan binatang-binatang itu kepada-Ku. - Istilah lain, singkirkan dari orangtuanya, bawa kepada-Ku -
22:31 Haruslah kamu menjadi orang-orang kudus bagi-Ku: daging ternak yang diterkam di padang oleh binatang buas, janganlah kamu makan, tetapi haruslah kamu lemparkan kepada anjing."

Ada hal-hal yang saudara bisa makan, ada hal-hal yang kita harus singkirkan. Kalau ternak kita itu domba dimakan singa, katanya, dimakan oleh binatang buas, masih ada sisa, hanya lehernya saja digigit, jangan dimakan. Singkirkan dari keluargamu. Anakmu yang laki-laki, yang pertama, tujuh hari atau domba boleh sama induknya tetapi setelah hari kedelapan, singkirkan. Bawa kepada-Ku. Yesus juga pada hari ke delapan, Dia disunat, disingkirkan dari kebiasaan-kebiasaan, dipisahkan. Terpisah. Ini hukum dari firman Allah. Di dalam Mazmur

1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.

Kalau saya pakai salinan bebas, saya bisa baca begini: Berbahagialah orang yang menyingkir dari jalan nasehat orang fasik, yang menyingkir dari jalan orang berdosa, dan yang menyingkir dari kumpulan pencemooh. Jadi kata penyingkiran-penyingkiran ini, saudara-saudara, adalah bahasa alkitab. Mari kita baca ke belakang di Kitab Wahyu. Kitab Wahyu pasalnya yang ke-11, kita membaca mengenai dua saksi Allah.

11:1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
11:2 Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."
11:3 Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

Di dalam ayat ke-2, bahwa Bait Allah akan diinjak oleh orang kafir empat puluh dua bulan lamanya. Dalam ayat ke-3 dikatakan, dua saksi akan bersaksi seribu dua ratus enam puluh hari. Ini jumlahnya sama, ini tiga setengah tahun. Di dalam ayat yang lain, satu masa dan dua masa dan setengah masa adalah tiga setengah tahun. Empat puluh dua bulan adalah seribu dua ratus enam puluh hari. Sekarang kita baca Wahyu

12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
12:5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.

Anak mau dimakan oleh naga, nanti saya terangkan. Dirampas, dibawa ke Tuhan. Arti lain disingkirkan. Ayat ke-6,

12:6 Perempuan itu - Gereja Tuhan - saudara dan saya - lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

Kita ketemu lagi kata ini. Jadi begini saudara, kalau kita mulai dari zaman Tuhan Yesus disalib sampai kedatangannya Yesus yang kedua kali, itu adalah dua ribu tahun. Kalau saudara ingat, Tuhan Yesus disalib pada usia 33.5 tahun plus dua ribu, kurang lebih 2033.5 kalau tepat tanggalannya. Sekarang kita sudah sampai 2005, sudah tinggal 25 tahun lagi, kalau tepat tanggalannya.

Nah, di sini kita melihat bahwa sebelum kedatangan Tuhan Yesus, dua saksi bersaksi empat puluh dua bulan lamanya. Dia bersaksi kepada orang Yahudi, kepada orang Israel. Karena orang Israel sampai sekarang belum mau percaya Yesus. Nah ini dua saksi ini, Musa dan Elia, dia bersaksi nanti, akan turun lagi dari langit. Lalu seribu dua ratus enam puluh hari ini, saudara-saudaraku, dikatakan, dua saksi seribu dua ratus enam puluh hari.

Tetapi empat puluh dua bulan juga adalah masa antikris. Di sinilah tiga setengah tahun dengan masa antikris ini, saudara-saudara, diinjak-injak, dunia dikuasai oleh antikris selama tiga setengah tahun ini, dikuasai oleh antikris. Kemana kita? Wahtu 12, ayat yang tadi kita baca, kita disingkirkan. Kenapa? Pada saat di sini, ini ada tujuh kejadian yang terjadi disini. Ada tujuh kejadian, termasuk penyiksaan gereja, mengandungnya gereja, melahirkanlah seorang anak laki-laki. Begitu anak laki-laki ini lahir, naga, liong, antikris, mau makan. Punya anak, dibawa, disingkirkan ke arats Allah. Tapi mamanya - jemaat, saudara dan saya - disingkirkan ke padang gurun, juga seribu dua ratus enam puluh hari.

Jadi ketika antikris menginjak-injak seluruh dunia, tiga setengah tahun, saudara disingkirkan. Itu sebabnya saya katakan, bahwa kata menyingkir ini adalah bahasa alkitab. Mulailah dari sekarang, kalau ada orang ribut, menyingkir; kalau orang mengajak berbuat dosa, menyingkir. Amsal pasal 1. Saudara, nanti kita kembali kepada Wahyu 12. Tapi kita buka dulu Amsal

1:8 Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu
1:9 sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu.
1:10. Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut;
1:11 jikalau mereka berkata: "Marilah ikut kami, biarlah kita menghadang darah, biarlah kita mengintai orang yang tidak bersalah, dengan tidak semena-mena;
1:12 biarlah kita menelan mereka hidup-hidup seperti dunia orang mati, bulat-bulat, seperti mereka yang turun ke liang kubur;
1:13 kita akan mendapat pelbagai benda yang berharga, kita akan memenuhi rumah kita dengan barang rampasan;
1:14 buanglah undimu ke tengah-tengah kami, satu pundi-pundi bagi kita sekalian."
1:15 Hai anakku, janganlah engkau hidup menurut tingkah laku mereka, tahanlah kakimu dari pada jalan mereka,
1:16 karena kaki mereka lari menuju kejahatan dan bergegas-gegas untuk menumpahkan darah.
 
Menyingkir, jangan ikut-ikutan. Kalau kita kembali kepada Wahyu 12, mari kita pelan-pelan baca. Ayat 1,

12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Seorang perempuan, dia berselubungkan matahari tapi dia berdiri di atas bulan. Dia sedang mengandung dan di atas kepalanya ada dua belas bintang, mahkota. Matahari selalu bicara dari Allah Bapa. Bulan adalah Yesus. Dua belas bintang adalah Roh Kudus. Perempuan ini adalah gereja yang dipenuhi oleh kemuliaan Bapa, berdiri di atas pengajaran-Nya Yesus, dan pikirannya dipenuhi dengan hal-hal yang dari Roh Kudus. Dia mengandung. Mari kita baca ayat ke 2,

12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

Gereja ini sedang dalam penderitaan. Saudara mau dim    uliakan oleh Tuhan? Saudara mau diselubungi oleh kemuliaan Tuhan? Amin? Saudara mau berdiri di atas perjanjian firman Allah? Saudara mau pikiran saudara dipenuhi dengan pikiran-pikiran Kristus? Mau? Saudara harus siap menderita. Karena gereja ini yang mulia ini, dia sedang menderita. Menderita untuk melahirkan. Perempuan ini, gereja Tuhan yang akan melahirkan. Tapi ada satu hiburan, dia hidup dalam kemuliaan Tuhan. Ayat ke 3,

12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

Saya mendapat kesulitan untuk menggambarkannya ini. Naga ini berkepala tujuh. Bayangin saudara, kepalanya tujuh dan bertanduk sepuluh, tapi badannya satu. Saya mau tanya, naga berapa kakinya? Kalau gambar-gambar yang ada, memang naga ini kakinya empat. Tapi yang bahaya dari naga ini ekornya. Kenapa? Karena alat kelamin dari naga itu ada pada ekornya. Kalau kita baca ayat ke-3, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh.

Ayat ke-4, Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi.

Bintang bicara dari dua perkara. Satu, hamba Tuhan. Satu, jemaat Tuhan. Kita baca dulu yang hamba Tuhan. Kitab Daniel

12:3 Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya

Ada haleluyah, saudara-saudara? Sekarang mengenai jemaat. Filipi

2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

Naga ini ekornya menyeret sepertiga bintang di langit. Dari tiap tiga hamba Tuhan, satu jatuh. Dari tiap tiga jemaat, satu jatuh. Dan kejatuhan di akhir zaman adalah kejatuhan gara-gara penyelewengan seksual. Karena alat kelamin dari naga itu ada pada ekornya. Kita jangan melihat dunia, jangan. Kita melihat di dalam gereja.

Banyak orang kristen sudah ikut Tuhan, sudah penuh Roh Kudus, sudah bawa persepuluhan, itu jatuh. Menikah dengan orang islam, jadi istri kedua, jadi istri simpanan. Dan dia tidak rasa dosa. Dan dia tidak rasa salah. Demikian juga bapa-bapa. Ada yang menyimpan istri rahasia, ada yang menyimpan PIL ... pria idaman lain, ada yang menyimpan WIL  ... wanita idaman lain. Bahkan saya harus menghentikan satu staf di sekolah alkitab karena dia memelihara BIL ... bencong idaman lain. Jadi aneh tapi nyata. Nggak di luar negeri, nggak di Indonesia, nggak jauh, nggak dekat.

Jadi saudara, kalau saudara saat ini sedang duduk di rumah Allah, dalam keadaan yang baik. Dan Tuhan mau supaya kita menjaga diri. Jangan jadi golongan yang terseret oleh ekor naga. Tadi Wahyu 12 tadi, menyingkir. Disingkirkan. Ke? Padang gurun, seribu dua ratus enam puluh hari.

Kejatuhan-kejatuhan di akhir zaman adalah kejatuhan karena dosa seksual. Dosa seksual inilah yang akan dipakai antikristus untuk menjatuhkan hamba Tuhan, untuk menjatuhkan jemaat biasa. Tapi mari kita saling dukung, saling berdoa. Kita yakin setiap kita berdoa, Tuhan kasih vitamin. Setiap kita bedston, Tuhan kasih obat kuat. Setiap kita ikut doa malam, Tuhan kasih kita imunisasi. Sehingga kalau datang penyakit polio dosa, datangnya polio yang ... polio sekarang yang bahaya itu bukan polio yang bikin kaki nggak bisa jalan. Yang bahaya itu polio yang bikin orang kristen nggak bisa jalan benar di hadapan Tuhan. Ini yang bahaya. Kita kembali kepada Lukas 

9:10 Sekembalinya rasul-rasul itu menceriterakan kepada Yesus apa yang telah mereka kerjakan. Lalu Yesus membawa mereka dan menyingkir ke sebuah kota yang bernama Betsaida, 

Kata kota ini agak menyesatkan, karena di dalam bahasa Inggris. Yang tidak ada di sini adalah privately, secara private, sendiri. Into a deserted place, tempat padang gurun, tempat yang seperti desert, seperti gurun, namanya Betsaida. Di alkitab itu ada Betsaida, ada Bethesda. Bethesda ini lain ya, tempat kolam. Tetapi Betsaida ini adalah tempat yang gersang. Satu kota yang gersang tapi Tuhan membawa murid-murid-Nya untuk bicara secara private, secara pribadi dengan murid-murid-Nya di tempat yang gersang, di tempat yang sepi. Kita buka Matius 24. Dalam Matius 24, di sana kita melihat juga ayat yang lain, tetapi kejadian yang lain, tetapi hampir sama. Ayat yang ke-3,

24:3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. 

Di sini kita ketemu dalam bahasa Inggris, kata private lagi - berbicara secara pribadi, secara private. Kembali kepada Lukas. Tadi kita sudah membaca bahwa Betsaida ini satu kota yang adanya di tempat yang gersang. Ayo, kita mau jujur, saudara dan saya nggak suka tempat yang gersang. Amin? Saya nggak suka. Saya senang kalau ada kebun. Kita semua senang taman.

Tapi mari, saya akan bicara tempat yang gersang. Dalam bahasa Inggris itu deserted place, yaitu tempat desert, tempat padang gurun, padang belantara. Boleh saya bicara begini, saudara, padang gurun itu lambang cobaan, hal-hal yang kita tidak enak, hal-hal yang kita tidak suka alami, enggak enaklah. Tapi kenapa kadang-kadang, sering Tuhan bawa kita ke tempat yang begituan, ke tempat yang gersang?

Kalau melalui ayat ini, saya cuma tahu satu hal, sebab Dia ingin bicara secara private, secara pribadi. Kalau kita dilimpahi berkat terus, terima berkat, terima berkat, kita suka malas berdoa, malas ke gereja. Tuhan ngomong, kita sudah nggak bisa dengar. Kadang-kadang Tuhan bawa ke tempat yang gersang. Kita rasa haus, kita rasa kurang, kita rasa ngap-ngapan ... nah, kita cari Tuhan. Barulah kita bisa dengar suara Tuhan. Maka, kalau saudara mau dimuliakan tadi, penuh dengan kemuliaan matahari - Sang Bapa, berdiri di atas bulannya perjanjian Tuhan Yesus Kristus, kepala kita dipenuhi dengan pikiran-pikiran Kristus.

Tapi ingat, dia sedang hamil, menderita kesakitan, mau bersalin. Selalu sejajar - ada kemuliaan, ada kesakitan. Salib, ada mahkota. Saya pernah melihat satu lambang gereja, mahkota lalu di dalamnya ada salib, salib di dalam mahkota, mahkota di dalam salib. Kalau kita mau senang, mau mahkota, kita musti setia pikul salib. Kalau saudara mau dengar suara Tuhan private, saudara musti rela di bawa ke tempat yang kita tidak suka.

Yesus berkata sama Petrus: Petrus, waktu kamu muda, kamu ikat pinggangmu dan kamu berjalan ke mana yang kamu suka. Tapi kalau kamu sudah tua, kamu biarkan orang lain mengikat pinggangmu dan kamu akan mengulurkan tangan dan orang itu akan membawa kamu ke tempat yang kamu tidak suka.

Tapi Tuhan mau bicara secara private. Musa disingkirkan dulu empat puluh tahun ke padang gurun, Tuhan bicara secara private: Hai Musa, tanggalkan kasutmu, karena tempat engkau berdiri itu adalah suci. Elia disingkirkan dulu ke padang gurun, masukkan ke dalam gua, dia minta-minta mati. Kenapa? Supaya Tuhan bisa bicara langsung sama dia. Roti dan air, roti dan air, sampai dia dapat kekuatan yang baru. Yeremia pun demikian. Rasul Paulus, kalau saudara baca dalam Galatia pasal 1:15, dia langsung begitu sudah ketemu Yesus di jalan Damsyik, dia ke tanah Aram tiga tahun. Ngapain? Tuhan Yesus mengajar secara private kepada dia. Stefanus, waktu mau mati, dia bilang, aku melihat Yesus berdiri di sebelah kanan Allah Bapa. Orang-orang lain nggak lihat, cuma dia. Private.

Maka dalam Matius pasal 6, jikalau kamu berdoa, masuklah ke dalam kamarmu dan tutuplah pintu di belakangmu supaya Bapamu yang di surga bisa melihat apa yang tersembunyi. Orang lain tidak lihat kita berdoa tapi Bapa di surga tahu. Di mana? Di tempat yang private. Sendirian.

Sebetulnya saudara yang berpuasa juga sedang private dengan Tuhan. Walaupun saudara kerja di toko, walaupun saudara sedang melayani, tapi saudara sedang berpuasa, selalu akan ada suara dari Tuhan berbisik kepada saudara, selalu akan ada kekuatan. Saya tidak panjangkan firman Allah. Kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Rabu, 01 Juni 2005

MENERIMA YESUS

Kita akan kembali membuka Lukas 

9:10 Sekembalinya rasul-rasul itu menceriterakan kepada Yesus apa yang telah mereka kerjakan. Lalu Yesus membawa mereka dan menyingkir ke sebuah kota yang bernama Betsaida, sehingga hanya mereka saja bersama Dia.
9:11 Akan tetapi orang banyak mengetahuinya, lalu mengikuti Dia. Ia menerima mereka dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.
9:12 Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi."
9:13 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Kamu harus memberi mereka makan!" Mereka menjawab: "Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini."
9:14 Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok."
9:15 Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk.
9:16 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak.
9:17 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul.

Kita baca ayat 11, Akan tetapi orang banyak mengetahuinya, lalu mengikuti Dia. Ia menerima mereka dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.

Kita mendapatkan kata, dua kata, yaitu mengetahui dan mengikut Dia. Perkembangan kerohanian seorang kristen adalah ditentukan oleh seberapa dalam pengetahuan dia tentang Yesus. Pengetahuan dia tentang Tuhan Yesus menentukan tingkat kerohanian kita. Di Tiongkok, zaman dulu, pada zaman Kong Hu Cu, itu Kong Hu Cu dikenal sebagai guru yang baik.

Satu kali dia bertamu di satu rumah dan diterima oleh pemilik rumah dengan menyajikan air teh. Air teh di Tiongkok itu ada tiga macam - air teh yang biasa, air teh yang lebih baik, dan air teh yang terbaik. Karena Kong Hu Cu waktu itu, dia datang memakai pakaian petani, maka wanita ini menyuguhkan teh nomor tiga. Waktu dia mulai bicara, baru tahu Kong Hu Cu ini bicara dengan bahasa mandarin yang tinggi sekali, seperti seorang terpelajar. Maka ibu ini lekas-lekas ambil teh ini, masuk ke dalam, dia ganti dengan teh yang nomor dua, teh yang lebih baik. Belum bicara, barulah tahu ibu ini, yang di hadapan dia ini guru yang besar itu. Jadi dia lari lagi ke dalam - belum diminum ini tehnya - dia ganti lagi tehnya dengan teh yang nomor satu.

Coba perhatikan ilustrasi ini. Waktu dia belum tahu siapa orang ini, dia kasih teh nomor tiga. Waktu dia mulai tahu, bahwa dia ini orang yang terpelajar, dia kasih teh nomor dua. Tapi ketika dia tahu orang ini adalah guru besar, dia ganti, kasih teh nomor satu. Jadi tingkat pelayanan ibu ini tergantung dari seberapa dalam pengetahuan dia tentang orang ini, tentang Kong Hu Cu.

Demikian juga dengan kita. Kalau kita mengetahui sejauh mana kita mengenal Tuhan, sejauh itulah nanti kita akan mengikut Dia. Sejauh mana kita mengenal Yesus? Sejauh itulah kita harganya kita mengikut Dia. Kita buka, saudara-saudara, di dalam Injil Yohanes

20:11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,
20:12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.
20:13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
20:14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."
20:16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
20:17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."
20:18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Yang pertama, dia kira Yesus itu adalah penjaga taman. Yang kedua, baru dia kenal Dia Yesus, maka dia sebut Rabuni artinya guru. Tapi yang terakhir dia bilang, aku sudah melihat Tuhan. Peningkatan pengetahuan Maria Magdalena tentang Yesus itu meningkatkan dia punya iman. Pada waktu dia menilai Yesus ini penjaga taman, dia tetap sedih. Dia kira mayat Yesus dicuri, jadi dia sedih. Tetapi ketika dia mendapatkan visi bahwa Dia adalah Yesus, Rabuni, wah, dia senang sekali, dia bersukacita. Tapi ketika Yesus berkata, jangan pegang Aku, Aku belum pergi kepada Bapa, pergi kepada saudaraku.

Dia lari dan berkata - dia tidak berkata begini: Aku sudah melihat penjaga taman. Dia tidak berkata: Aku sudah melihat Yesus. Dia tidak berkata: Aku sudah melihat Guru. Yang semuanya orangnya sama. Tapi dia bilang: Aku sudah melihat Tuhan. Coba kita belajar. Peka, dalam situasi yang mengelilingi kita. Siapa kita itu? Siapa Tuhan itu? Ketika tsunami datang, semua orang, semua agama, semua kalangan, semua negara, berkata, ini Tuhan. Karena kebodohannya, di satu siaran radio berkata, ini Amerika, katanya, meledakkan nuklir di bawah pantai Meulaboh. Kita curiga benar, sedikit- sedikit Amerika. Yang meledakkan di Poso, koran kemarin, Amerika.

Kembali kepada firman Allah. Pengetahuan kita tentang Yesus akan menentukan seberapa dalam pengiringan kita kepada Dia. Filipi pasal 3. Dalam Filipi pasal 3, di sana Rasul Paulus berkata kepada jemaat di Filipi

3:3 karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah.
3:4. Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi:
3:5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
3:6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
3:9. dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
3:11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Pengenalan Paulus kepada Yesus menentukan pengiringannya. Yang kedua, kita akan belajar tentang mengikut Dia. Oleh karena kita mengenal siapa Kristus, itu akan menentukan kita akan mengikut Kristus. Dalam Markus pasal 10, cerita tentang Bartimeus akan sedikit membuka wawasan kita. Markus

10:46 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.
10:47 Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
10:48 Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"
10:49 Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau."
10:50 Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.
10:51 Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!"
10:52 Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Yang pertama dia mengenal Yesus sebagai Anak Daud: Yesus, Anak Daud, kasihanilah hamba. Yang kedua, dia mengenal-Nya sebagai rabuni, sekali lagi kita lihat, guru. Tapi yang ketiga, Dia adalah dianggap Tuhan. Karena apa? Karena dia mengikuti kemanapun Yesus pergi dalam perjalanannya.

Saudara-saudara, ada perubahan yang besar dari Bartimeus. Dia biasanya duduk di pinggir jalan, minta-minta. Tapi setelah dia kenal Yesus, dia mulai mengikuti Yesus. Jadi jalannya Yesus. Banyak orang kristen sampai sekarang masih di pinggir jalan. Dia sudah dibaptis tapi dia belum ikut Yesus. Dia hanya di pinggir jalan. Yesus berkata, Akulah jalan kebenaran dan hidup. Banyak kali kita hanya di pinggir jalan, meminta-minta berkat sama Tuhan, meminta-minta pertolongan, meminta-minta belas kasihan dari Tuhan.

Setiap kebaktian kita hanya minta kepada Tuhan. Tapi setelah kita dibukakan mata rohani kita, ketika kita seperti Bartimeus yang dibuka mata rohani kita. Kita kenal Dia bukan seperti Anak Daud, nabi. Kita kenal Dia bukan hanya Guru tapi sebagai Tuhan. Maka kita akan berjalan mengikuti Dia. Ada haleluyah, saudara? Akulah jalan kebenaran dan hidup, Yohanes 14:6, tidak seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. Jangan di pinggir jalan, tapi masuklah di Jalan. Ikutilah Kristus sebab Dia adalah jalan, kebenaran dan hidup.

Kita kembali kepada Injil Lukas dan kita melihat ayat berikutnya. Ayat 11, Ia menerima mereka dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.

Kita ketemu kata yang indah, yaitu menerima. Yesus menerima mereka. Pertama kali Yesus mengajak murid-muridnya menyingkir ke sebuah tempat yang bernama Betsaida. Yang saya katakan pada rabu yang lalu, tempat yang sunyi, tempat yang padang belantara. Diam-diam diajak, tapi karena orang tahu, orang mulai mengikuti Dia. Tapi Tuhan tidak menolak dia, Tuhan tidak menolak mereka. Dia menerima, ayat 11 dikatakan, Ia menerima mereka dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Dia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan. Saudara datang sekarang dengan berbagai-bagai keperluan. Saya tidak tahu keperluan saudara.

Saya tidak tahu apa yang saudara butuhkan dari Tuhan. Saya harap saudara jangan malu-malu menceritakan apa kebutuhan saudara dari Tuhan karena Tuhan pasti menerima saudara. Apa yang saudara minta dari Tuhan, kita akan terima. Dengan itu Dia akan berkata-kata, Dia akan berfirman kepada saudara tentang Kerajaan Allah. Dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.

Mari kita renungkan ketika Dia mau dilahirkan di Betlehem. Tidak ada satu penginapan mau menerima Dia. Setiap natal kita merenungkan Tuhan Yesus lahir. Maria dan Yusuf mencari tempat penginapan karena istrinya mau melahirkan.

Tidak ada tempat menginap yang mau menerima dia. Hanya satu kandang, yaitu kandang domba, membuka tempat dirinya bagi kelahiran Yesus. Maka sekarangpun terbalik, Yesus membuka diri-Nya kepada domba-domba, yaitu saudara dan saya. Dia mau menerima kita. Dia datang kepada orang Yahudi, tidak mau menerima-Nya. Kita melihat gambaran yang indah dalam Yohanes

1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Saudara-saudara, Dia datang kepada orang Israel, orang Yahudi, tapi tidak diterima, malah disalib. Tapi kepada siapa saja yang mau menerima Dia termasuk saudara dan saya pada sore hari ini, kita diberikannya otoritas, hak untuk disebut, untuk menjadi anak-anak Allah. Ada amin, saudara-saudara?

Jadi sekarang kita melihat, kata menerima ini adalah kata timbal-balik. Kalau kita menerima Dia, Dia menerima kita. Kalau kita mengaku Dia, Dia mengakui kita. Kalau kita menolak Dia, Dia menolak kita. Matius 

10:40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.

Saya baca dalam bahasa Inggris. Dia yang menerima kamu, menerima Aku. Dan barangsiapa yang menyambut Aku, dia menerima Dia yang mengutus Aku. Ayat 41,

10:41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Kalau saudara bertamu, entah ke toko, entah ke mana. Yang punya toko, yang punya rumah, belum apa-apa sudah ngeluarin air. Silakan minum. Itu artinya saudara diterima. Tapi kalau saudara sudah ngobrol lama, sudah ngalor-ngidul, lama, tenggorokan sudah seret, tidak ada aqua yang keluar - itu bukti bahwa saudara tidak diterima. Tinggalkan saja, karena saudara tidak diterima.

Kalau kita bertamu lalu orang itu menyediakan air, itu artinya kita diterima. Tapi kalau dia tidak menyediakan air, artinya kita tidak diterima. Jadi kalau kita menyediakan air bagi seorang kecil saja, air putih, itu kata Tuhan, dia sudah menerima Aku. Dia akan diterima oleh Bapa-Ku. Dia akan diterima oleh Tuhan. Kita lihat satu lagi. Markus 10. Dalam Markus 10 betapa luar biasanya firman Tuhan kalau kita terbuka kepada Dia. Ayat 28,

10:28 Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!"
10:29 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
10:30 orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.
10:31 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Mari kita bandingkan ayat 29 dengan ayat 30. Kita lihat

10:29 Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
10:30 orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang,

Tidak disebut kata bapa lagi. Dalam ayat 29 ada kata bapa. Tapi dalam ayat ke-30, tidak lagi disebut. Kenapa? Karena Yesus sendiri yang akan menjadi Bapa kita - Dia yang akan menerima kita, karena kita mau menerima Dia.

10:31 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Dia jiwa baru. Dia kenal Tuhan baru tiga tahun. Tapi cara dia menerima Yesus, cara dia menerima firman, cara dia menerima nasehat, cara dia menerima perintah dari firman Allah, itu persentasenya 90%. Saya kasih ilustrasi. Dibanding dengan jemaat yang sudah tahunan ikut Tuhan tapi penerimaannya kepada firman Allah ini 10%.

Saudara tidak akan masuk surga karena ke gereja. Tidak ada itu. Saudara akan masuk surga karena saudara menerima Dia. Menerima Dia itu bukan cuma di gereja. Menerima Dia itu waktu kita berdoa menerima Dia. Dengan kita tidak menganggap remeh orang lain. Kita menghargai sesama kita. Kita tidak meremehkan orang lain. Itu sudah menerima. Sebagai ayat yang terakhir kita buka Matius 25. Di sana dikatakan beberapa kebenaran dari firman Allah. Matius

25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
25:37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
25:44 Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. - Saudara tidak menerima orang lain, saudara tidak menerima Yesus -
25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."

Papa saya dulu kalau habis khotbah, saya tidak lupa, dia suka nyanyi begini: Yesus t'rima saya ... Yesus t'rima saya ... Tiada lain Juru Selamat ... Yesus t'rima saya. Maukah saudara dengan hati terbuka berkata kepada Yesus sore hari ini: Tuhan, terimalah saya, terima di dalam Kerajaan-Mu, terima di dalam hati-Mu, terima. Dan Tuhan akan menjawab: Aku akan menerima kamu kalau kamu menerima sesamamu. Kalau kamu menerima orang lain, juga engkau menerima Aku. Kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Rabu, 08 Juni 2005

TUHAN MAHATAHU

Selamat sore, selamat bertemu lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan meneruskan studi kita dari Injil Lukas pasal 9. Kita akan membaca ayatnya yang ke-11,

9:11 Akan tetapi orang banyak mengetahuinya, lalu mengikuti Dia. Ia menerima mereka dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.
9:12 Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi."
9:13 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Kamu harus memberi mereka makan!" Mereka menjawab: "Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini."
9:14 Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok."
9:15 Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk.
9:16 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak.
9:17 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul. 

Di dalam ayat ke-12, dimulai dengan satu kalimat, when the day began to whereaway, pada waktu hari mulai malam. Bahasa Inggris memakai kata pada waktu hari sudah mulai suntuk, hari sudah terpakai habis, sudah pada akhir dari hari itu.

Tapi kita mau lihat saja dari bahasa Indonesianya, hari mulai malam. Saudara-saudara, istilah malam di dalam alkitab penuh dengan arti. Istilah malam ini penuh dengan arti. Kebanyakan pada waktu malam itulah, saudara-saudara, problem datang, kesukaran, kesulitan, percobaan, godaan, tantangan, datang pada waktu malam. Kalau kita melihat, saudara-saudara, Kejadian

15:9 Firman TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati."
15:10 Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua.
15:11 Ketika burung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya.
15:12 Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan.

Jadi selalu malam ini berhubungan dengan sesuatu yang menakutkan, sesuatu yang mengancam, sesuatu yang mengerikan. Padahal dia baru membuat persembahan kepada Tuhan, baru membuka persembahannya bagi Tuhan. Disuruh Tuhan, ambil lembu umur tiga tahun, ambil kambing domba umur tiga tahun, semuanya serba tiga tahun.

Biasanya kemajuan seorang kristen itu kelihatan dari tiga tahun, dari dia kenal Tuhan sampai tiga tahun itu kelihatan dia. Dia bakal jadi apa, itu kelihatan dari tiga tahun. Kalau dalam tiga tahun pertama, dia ragu, ke sananya juga ragu. Kalau tiga tahun pertama dia mantap, ke sananya juga mantap. Kalau tiga tahun pertama dia goyah, ke sananya juga tetap goyah.

Ingat, Tuhan Yesus itu bekerja juga selama tiga tahun setengah di dalam dunia. Jemaat kalau tiga tahun itu sudah mantap, tiga tahun dia bisa tanam kaki di kebaktian, ke sananya nggak takut lagi. Jadi ada arti dari angka tiga, tiga, tiga, tiga. Puasa saja tiga hari tiga malam. Yunus di dalam perut ikan tiga hari tiga malam. Tiga, tiga, tiga. Bapa, Putra, Roh Kudus, tiga. Tubuh, jiwa dan roh, tiga.

Tetapi setelah korban ini, justru datang burung buas, burung-burung yang najis, mau menajiskan persembahan dari Abraham. Begitu juga kita. Asal kita mau maju di dalam Tuhan, asal kita mau mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang kudus. Persembahan yang tertinggi, yang Tuhan mau itu bukan uang tetapi tubuh kita. Tubuh kita dipersembahkan kepada Tuhan. Hidup kudus, hidup bersih, hidup benar di hadapan Tuhan. Kalau manusia bisa di pelecehin, tapi kalau Tuhan nggak bisa. Hidup benar, hidup kudus di hadapan Tuhan, justru datanglah burung-burung buas. Nampaknya burung ini burung bangkai, dia bisa mencium ada binatang yang darahnya dari jauh dia mau datang, mau menajiskan, mau makan.

Tetapi ayat 11 berkata, Abraham mengusirnya.

Saudara dan saya diberikan hak otoritas oleh Tuhan untuk mengusir segala perkara-perkara yang mau menajiskan hidup kita. Ada haleluyah, saudara? Akan ada selalu burung buas. Akan ada selalu orang yang akan membuat kita najis. Tetapi mari kita usir demi nama Tuhan. Seperti Abraham, dia usir burung-burung buas ini pergi, tidak menajiskan persembahannya.

Tetapi ayat 12, menjelang matahari terbenam tertidurlah Abraham dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan. Saya sedang berbicara tentang malam, berbicara tentang hal-hal yang mengerikan, hal-hal yang menakutkan.

Firman Tuhan kepada Abraham: "Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yang bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya.

Orang Israel akan dijajah empat ratus tahun lamanya, dikasih tahu dulu sama Tuhan. Tetapi diawali dengan malam yang gelap. Jadi ketika waktu malam inilah banyak persoalan-persoalan di dalam kehidupan orang-orang kristen. Itu haruslah kita bisa mengatasinya karena kita bertanggung-jawab atas diri kita sendiri.

Sampai rasul Paulus bilang, jangan sampai aku yang mengajar orang, aku sendiri hilang. Jadi kita semua bertanggung-jawab atas keselamatan diri kita sendiri. Di dalam Matius 25, saudara-saudara, kita juga melihat ada satu kasus, kejadian yang justru terjadinya pada tengah malam. Dalam Matius 25, di sanapun kita membaca mengenai lima gadis yang pandai, bijaksana dan yang bodoh.

25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
25:2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
25:3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

Jadi yang membedakan yang pandai dan yang bodoh itu cuma ada minyak apa tidak di dalam lampunya. Dia ada minyak tapi sudah tinggal sedikit, sumbunya sudah sedikit ini yang bodoh. Tapi yang pandai, dia isi minyak dengan penuh. Itu yang membedakan yang pandai dan yang bodoh. Tapi perhatikan saudara ayat ke-5,

25:5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
25:7 Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.

Mari perhatikan, saudara. Sepuluh gadis ini pegang pelita. Sepuluh gadis ini ketiduran. Sepuluh gadis ini bangun sama-sama. Sepuluh gadis ini mempersiapkan, membereskan peralatannya, pelitanya. Tapi yang bodoh, begitu nyalakan api, nggak nyala, sudah habis.

Saya ingin terus terang sama saudara. Kalau saudara malas sembahyang, saudara punya minyak habis. Mungkin terlalu keras saya bicara, tapi ini kebenaran. Karena justru waktu kita berdoalah, Tuhan isi minyak di dalam buli-buli. Waktu kita malas berdoa, dulu doa malam ikut, akhirnya tidak. Terus bedston, akhirnya bedston juga tidak. Tinggal tunggu waktunya saja.

Pada waktu tengah malam, saudara kelabakan. Api tidak menyala karena tidak ada minyak. Jadi biar cape, biar lemas, kadang-kadang saya sakit, mari paksakan diri untuk berdoa. Waktu kita berdoalah, Tuhan isi minyak. Belum bisa bedston, di rumah sembahyang, berhubungan. Biasakan sembahyang. Belum bisa ikut sembahyang malam, belajar bedston.

Dan saya bangga sama Tuhan karena gereja kita bedston paling banyak dari seluruh gereja di Jawa Barat. Tapi saya bangga sebab dari kaum muda, remaja sampai yang tua, ikut sembahyang. Karena yang untung saudara. Minyak. Coba pintu kalau tidak diminyaki, saudara, lama-lama bunyi.

Orang kristen kalau kurang minyak, lama-lama ribut, ngomel ke sana, ngomel ke sini, marah ke sana, marah ke sini, ngomel ribut satu sama lain karena tidak ada minyak. Supaya nggak bunyi, kasih minyak engselnya. Lancar. Karena ada minyak, itu pelita kita terang. Tapi justru datangnya ini pada waktu malam, yang membedakannya itu.

Sekarang kita buka Roma. Roma 13. Yang saya aneh itu, begitu mudah kita ini lupa sama Tuhan, begitu gampang. Kalau salah orang, kita ingat terus sampai mati. Tapi sama Tuhan, kita gampang lupa. Roma 

13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!
13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
13:11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.
13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
13:14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya. - Atau hawa nafsunya -

Malam lagi, kita melihat yang menjadi, saudara-saudaraku, hal-hal yang tidak baik. Kalau kita kembali kepada Lukas. Ayatnya yang ke-12,

9:12 Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi." 

Ada satu hal yang lucu di sini. Tanpa sadar kita juga sering melakukannya, yaitu kita menyuruh Tuhan. Kita mengaku Tuhan itu Pemimpin. Kita mengaku Dia pemimpin tapi dalam tingkah laku hidup kita sehari-hari, kita suruh-suruh Tuhan.

Saya suka pengen ketawa kalau dengar orang  yang berdoa begini: Ya Tuhan, Tuhan, Engkau adakan kegerakan; Tuhan, Engkau selamatkan; Tuhan, Engkau ... loh, Tuhan kok disuruh? Ya Tuhan, Engkau adakan kedahsyatan. Nyuruh Tuhan. Sama dengan murid-murid-Nya. Begitu lihat banyak orang, lima ribu orang laki-laki saja, belum perempuan, belum anak-anak, keder juga lihatnya, saudara.

Bayangkan, dia dua belas orang sama Yesus, tiga belas, dikelilingi lima ribu orang, sudah malam. Enak saja main perintah sama Yesus. Karena mereka nggak berani kasih pergi, nggak akan diturut. Kalau Yesus suruh pergi pasti bisa. Yesus, suruh mereka pergi. Cari penginapan dan makanan, cari restauran. Kita nggak punya makanan.

Jadi Tuhan itu bukan hamba kita. Bukan kita yang suruh Tuhan tapi Tuhan yang menyuruh kita. Bisa bilang amin apa nggak? Kita musti bicara seperti Yesaya: Ya Tuhan, akulah hambamu. Suruhlah aku. Coba saudara perhatikan. Istilahnya saja, Suruhlah! Tuh dia sudah menyuruh suruh Tuhan menyuruh orang banyak itu pergi, supaya pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar, untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi." 

Saya tertarik dengan istilah tempat yang sunyi. Boleh saya kasih kata-kata mutiara, justru di tempat yang sunyilah kadang-kadang bahkan seringkali Tuhan bikin mujizat. Di tempat yang sunyi.

Musa tidak dipakai oleh Tuhan waktu dia di istana. Tapi ketika dia pergi di tempat yang sunyi, di tanah di padang gurun, dia ketemu Tuhan. Maka kata Tuhan, jikalau kamu berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapa-mu yang tersembunyi. Bapa-mu melihat doamu. Tempat yang sunyi. Di dalam Kisah Rasul

8:26. Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi.

Tetapi justru di tempat yang sunyi inilah mujizat Tuhan terjadi. Mujizatnya apa, saudara? Ada mujizat terjadi di jalan yang sunyi. Apa? Sida-sida dibaptis. Menteri keuangan dari ratu Kandake dibaptis. Dan ada lagi mujizat yang lebih besar, yaitu ayat 39,

8:39 Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus - diraibkan, diangkat - dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.
8:40 Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.

Nggak pakai pesawat terbang atau helikopter, tiba-tiba diangkat oleh Roh Kudus, diraibkan. Umpamanya dari sini ke Sukabumi. Habis dia baptis, belum ngomong terima kasih, Filipus sudah diangkat. Tahu-tahu ada di Sukabumi, menginjil lagi di sana. Justru di tempat yang sunyi.

Maka sebetulnya kalau saudara-saudara disunyikan oleh Tuhan, disendirikan oleh Tuhan. Pasti saudara pernah merasa, walaupun saudara dari keluarga besar, ada anak, ada istri, ada suami, ada mantu, ada cucu, rame. Tapi pasti sekali atau dua kali dalam hidup saudara merasa sendiri. Saudara merasa sunyi, saudara merasa, aduh saya sendiri. Pasti. Tapi ketahuilah, jika saudara disendirikan, itu Tuhan mau proses hidup kita.

Sebab kalau di tempat yang rame, Tuhan ngomong apapun kita nggak bisa dengar. Tapi kalau lagi di sunyi, Dia bicara apa, kita bisa dengar suara-Nya. Kita buka I Samuel

3:1 Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering.
3:2 Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya.
3:3 Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah.
3:4 Lalu TUHAN memanggil: "Samuel! Samuel!", dan ia menjawab: "Ya, bapa."
3:5 Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil; tidurlah kembali." Lalu pergilah ia tidur.
3:6 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuelpun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali."
3:7 Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya.
3:8 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Iapun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu.
3:9 Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: "Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.
3:10 Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar."

Tempat tabut itu ada di ruang Mahasuci, saudara - tempat paling sunyi. Di halaman, rame. Ruang suci, agak rame. Di tempat tabut itu paling sunyi. Di situlah Samuel tidur. Pelitanya nggak dipadamkan. Sudah malam tapi dia tidak mau padamkan pelita. Di tempat yang sunyi itulah Tuhan bicara, sampai empat kali, saudara.

Yang saya kagum sama Samuel ini ketaatannya luar biasa. Dipanggil sekali, dia lari sama Eli. Dia belum kenal Tuhan. Bapa panggil saya? Tidak. Kedua kali dipanggil, dia lari lagi sama Eli. Bapa panggil saya? Tidak. Ketiga kali, dipanggil lagi, lari lagi sama Eli. Dia tidak ada pikiran begini, saya lagi dipermainkan. Tidak. Dia balik lagi sama Eli. Baru Eli tahu, itu Tuhan.

Sekarang saya belajar dari Eli. Dalam hal ini, di cerita ini, Eli nggak iri. Nggak iri Tuhan nggak ngomong sama dia. Karena memang Tuhan sudah tidak berkenan sama dia. Tapi Eli tidak iri. Itu Tuhan. Saya mau tanya, saudara mau mendengar suara Tuhan? Dia di sini, di sini di dalam hati. Kalau terlalu ramai kita tidak bisa dengar suara Tuhan. Kita disunyikan sama Tuhan. Tenang. Nanti Dia bicara, di tempat yang sunyi.

Nah, sekali lagi kita kembali kepada Lukas pasal 9. Di sana kita melihat protes dari murid-murid-Nya. Di sini kita berada, ayat 12 akhir, di tempat yang sunyi. Lukas

9:13 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Kamu harus memberi mereka makan!" - Bahasa Inggris  berkata, berilah kepada mereka sesuatu untuk dimakan. Kamu yang harus beri makan. Lalu mereka bilang - Mereka menjawab: "Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini."
9:14 Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok."

Sampai di sini kita berhenti dulu. Kamu beri makan, kata Yesus. Kami cuma punya lima roti dan dua ikan. Keperluannya terlalu banyak. Laki-laki saja lima ribu orang. Apa cukup lima roti dan dua ikan?

Mungkin di sini ada bapa ibu yang sedang memerlukan uang untuk sekolah anak, untuk uang pangkal, untuk apa saja. Keperluannya besar tapi uang yang ada di dompet cuma bisa untuk beli lima roti dan dua ikan. Keperluannya besar tapi kemampuannya sedikit. Mungkin kebutuhan saudara sudah sampai di sini. Saudara mau ngomong apa? Dalam rumah tangga, dalam keluarga, kebutuhan sehari-hari, aduh, susah Tuhan. Tapi Tuhan yang kita sembah lebih dari kaisar.

Dia punya tanda tangan di atas bukit Golgota. Ketika Dia disalib, Dia berkata, sudahlah genap, artinya sudah lunas, Maka itu sebabnya dalam Matius 6, Dia berkata, jangan kamu kuatir dari hal makan, dari hal minum, dari hal apa yang akan kamu akan pakai. Bapa-Mu di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Jangan takut ekonomi, jangan takut apapun juga, jangan takut. Dan sekali lagi saya mau katakan, jangan takut. Karena Yesus kita Kaisar di atas segala kaisar, Raja di atas segala raja, Tuhan di atas sekalian Tuhan. Kalau Dia berkata beri mereka makan, itu tentu ada maksudnya. Saya mau bandingkan dengan apa yang ditulis oleh Yohanes. Di dalam Yohanes pasal 6, ceritanya sama. Tapi kalimatnya berbeda. Yohanes

6:5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?"
6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.

Ada  haleluyah, saudara? Dia cuma coba. Kamu kasih makan. Dia cuma mencobai. Karena Tuhan tahu apa yang Dia mau perbuat. Masa kita kuatir? Kita kan ciptaan Tuhan. Nanti pada saatnya saudara memerlukan, pasti ada. Kita dari kecil saja dipelihara Tuhan. Tuhan pelihara. Tuhan punya burung gagak kok yang bawa roti, apa yang jadi keperluan saudara.

Saya mau kasih kesaksian, yang saya dengar tadi malam dari satu jemaat kami. Saya pernah berkhotbah begini: saudara-saudara - di Jakarta ini - kalau Tuhan tidak memberikan apa yang kita mau, apa yang menjadi kehendak kita, kadang-kadang kita kecewa. Tapi Tuhan sudah tahu apa yang akan terjadi kalau kita terus jalan, terus begitu. Dia saksi, itu khotbah masuk di hati dia.

Waktu pemilu, saudara-saudara, KPU minta dia bikin kartu pemilihan umum. Biayanya satu kertas itu, pemilu, tujuh ribu lima ratus. Tapi dia masukkan lima puluh enam ribu. Bayangin untungnya berapa. Satu kertas saja itu harganya tujuh ribu lima ratus dari percetakan. Tetapi dia jual sama KPU, lima puluh enam ribu. Seribu orang saja sudah berapa. Rakyat Indonesia yang pemilu ada berapa juta? Dia sudah bayangkan untungnya kaya apa. Sudah oke, ketua KPU sudah oke. Jadi. Tapi ditunggu, ditunggu, ditunggu, ditunggu, ditunggu, ditunggu, nggak ada yang pesan, nggak ada yang telepon. Sampai pemilu. Dia kecewa. Ratusan milyar.

Tapi sekarang dia bilang, saya berterima kasih. Sebab semua yang nyetak-nyetak kertas dipanggil sama kejaksaan. Semua dipanggil. Ada sekretaris, dipanggil karena korupsi. Semua dipanggil. Jadi ternyata Tuhan itu sudah tahu lebih dulu. Jadi dia bilang, saya tidak dapat itu borongan karena Tuhan sudah tahu ujungnya bakal celaka. Maka kalau Tuhan tidak kasih apa yang kita minta, jangan marah dulu. Karena Tuhan melihat, kalau kita dikasih kita bakal lupa sama Tuhan atau bagaimana.

Jadi Tuhan sudah tahu apa yang Dia akan lakukan. Saudara mungkin pulang dari kebaktian belum tahu apa yang saudara harus lakukan. Tuhan sudah tahu, Tuhan mempersiapkan hal yang terbaik.

Ingat anggur di Kana? Pemimpin pesta bilang begini, orang lain biasanya kasih anggur yang baik dulu. Baru kalau sudah lama, tambah lama, anggurnya campur air, yang kurang baik dikeluarin. Tapi tuan punya anggur sampai yang lebih baik masih ada sampai sekarang. Sudah akhir pesta, kok anggurnya masih lebih baik? Itu nubuatan, saudara. Tambah kita lama di dalam Tuhan, kita tambah dewasa. Tuhan akan kasih anggur yang lebih menarik bagi kita, akan ada sukacita yang besar bagi kita. Kita tundukkan kepala, kita berdoa. Yang ada keperluan taruh tangan di dada saudara. 

-- o --   

Rabu, 22 Juni 2005

HUBUNGAN PRIBADI DENGAN TUHAN

Lukas

9:18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?"
9:19 Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit."
9:20 Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah."
9:21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.

Sore hari ini, kita akan berbicara mengenai pribadi kepada pribadi. Kalau kita menelepon di Amerika, umpamanya kita tidak ada uang, kita bisa telepon dari telepon umum dan kita minta telepon collect call. Collect call adalah telepon yang dibayar oleh yang kita telepon.

Tetapi ada satu lagi untuk telepon itu adalah person to person, pribadi kepada pribadi. Karena urusan kita penting lalu kita berkata pribadi kepada pribadi. Sore hari ini kita akan belajar apa yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus, pribadi kepada pribadi.

Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.

Perhatikanlah bahwa Tuhan Yesus itu pernah menjadi seorang pribadi atau berpendirian. Pada satu kali, Dia secara pribadi ingin ketemu dengan Bapa di surga, Dia menyendirikan diri lalu Dia berdoa. Saya sangat kagum kepada Tuhan Yesus karena begitu mudahnya Dia punya aktifitas, begitu banyak Dia menolong orang, begitu lelah Dia, begitu cape Dia tapi Dia selalu mengambil waktu pribadi untuk berdoa kepada Bapa, pribadi lepas pribadi. Antara Yesus - Anak, kepada Bapa-Nya.

Saudara-saudara, kadang-kadang kita sebagai orang kristen menganggap bahwa kalau kita berusaha di dalam Tuhan, bahwa kalau kita ini aktif dalam Tuhan, bahwa kalau kita ini rajin dalam Tuhan, aktifitas luar - seperti saya - menginjil ke sana, menginjil ke sini, lalu KKR di sana, KKR di sini ... itu yang Tuhan mau? Memang Tuhan mau itu tapi tidak itu yang terutama. Yang terutama dari Tuhan adalah kalau kita menyendirikan diri, pribadi lepas pribadi.

Kenapa saya katakan begini? Ketika datang murid-Nya, Dia bertanya, menurut kata orang, siapa Aku ini? Jawab mereka, Yohanes Pembaptis, Elia atau salah satu nabi yang telah bangkit. Lalu Yesus bertanya, ayatnya yang ke-20, menurut kamu pribadi, siapa Aku ini? Jawab Petrus: Mesias dari Allah.

Jadi yang sebelas murid tidak tahu, apa dan siapa Yesus itu. Tapi seorang pribadi yang namanya Petrus, dia mengenal Yesus adalah Mesias dari Allah.

Kembali lagi kepada pemikiran tadi bahwa Tuhan Yesus itu sering, sangat sering, melepaskan diri dari kesibukan dan menyendiri untuk pribadi kepada pribadi. Di dalam Mazmur pasalnya yang ke-78. Banyak sekali Mazmur 78, tetapi kita akan belajar dari sejarah. Dari beberapa sejarah ini, bahwa Tuhan berbicara sangat indah pemazmur ini. Dimana anak-anak Tuhan ini memberontak kepada-Nya. Lalu Tuhan kembali lagi menegur. Ayat 10, mereka tidak berpegang kepada pengajaran Tuhan. Ayat 11, mereka melupakan pekerjaan-Nya di hadapan nenek moyangnya, mereka berada dalam dunia keajaiban, dan sebagainya. Ditudungi mereka dengan awan pada siang.

Ayat 17, mereka mencobai Allah. Ayat 22, mereka tidak percaya kepada Allah. Ini umat Israel. Ayat 24, menurunkan kepada mereka hujan. Ayat 25, setiap orang makan roti, hujan daging, Ia menjatuhkan ke tengah perkemahan mereka, mereka makan. Mereka belum merasa puas. Maka bangkitlah amarah Tuhan. Sekalipun demikian, ayat 32, mereka masih saja berbuat dosa, tidak percaya kepada perbuatan-Nya. sebab itu Dia membuat hari-hari mereka habis dalam kesia-siaan. Ayat ke 35, mereka teringat bahwa Allah gunung batu tapi mereka memperdaya Dia. Ayat 36,  berani nipu kepada Tuhan, hati mereka tidak tetap kepada Dia, mereka tidak setia kepada perjanjian-Nya.

Ayat 38, Dia bersikap penyayang. Berapa kali mereka memberontak; ayat 40, mereka tidak ingat kepada kuasa Tuhan. Ayat 42. Ayat 50, Dia membiarkan murka-Nya berkobar, dibunuhi semua anak sulung, anak selir, dan sebagainya.  Saudara perlihatkan ini bahwa ini adalah hubungan Tuhan pribadi dengan bangsa. Mereka murtad, ayat 57. Mereka menyakiti hati Tuhan, sampai Tuhan itu gemas, ayat 59. Dia membiarkan umat-Nya dimakan pedang. Anak-anak teruna mereka dimakan api. Lalu terjagalah Tuhan, Ia memukul mundur lawan Tuhan. Ayat 72, Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hati-Nya dan menuntun mereka dengan kecakapan tangan-Nya.

Bayangkan saudara-saudara, bahwa Tuhan itu menggembalakan kita dengan ketulusan hati-Nya. Hanya kita saja yang kalau ikut Tuhan tidak tulus hati. Contohnya, ditolong, lupa lagi, memberontak lagi. Ditolong lagi sama Tuhan, sampai Tuhan gemas. Ditolong, lupa lagi, nipu sama Tuhan. Nampaknya Tuhan punya hubungan dengan satu bangsa itu naik turun. Nanti dia dekat - saya pernah khotbah hari minggu, Tuhan itu tidak berubah. Dia setia - kalau kita dekati Dia, kita dekat sama Dia. Tuhan tidak berubah. Jadi saudara-saudara, betapa pentingnya hubungan pribadi dengan pribadi, antara kita dengan Tuhan.

Kalau kita membaca ayatnya yang ke-18, sekali lagi, pada suatu kali Yesus berdoa seorang diri. Berdoa seorang diri. Ada kalanya kita berdoa secara kelompok di gereja. Ada kalanya kita berdoa tiga orang, dua atau tiga berkumpul. Tapi ada kalanya kita berdoa seorang diri. Berkali-kali Tuhan Yesus memberi contoh kepada kita bagaimana Dia disendirikan. Disendirikan. Betapa seringnya kita tidak percaya kepada Dia. Kita tidak percaya Tuhan Mahamelihat. Kita cuma ngomong saja di mulut, saya percaya. Tapi dalam praktek hidup sehari-hari, kita penuh kekuatiran, kita penuh kebimbangan, kita penuh ketakutan, kita memakai kepintaran kita, kita memakai kekuatan kita.

Itu sebabnya kita banyak terbentur dalam banyak persoalan, karena kita tidak percaya. Seperti tadi Mazmur berkata, firman Tuhan tapi lupa sama Tuhan. Ngomong mau setia tapi tidak setia, ngomong mau maju tapi tidak maju, dan sebagainya. Lalu datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.

Saudara mau datang kepada Tuhan? Jangan memperalat hujan, diperalat, apapun juga. Tapi Tuhan sudah datang kepada kita 2.000 tahun yang lalu. Tugasnya kita sekarang datang kepada Tuhan.

Lagu pantekosta dulu, Ku datang Tuhan ... Datang pada-Mu. Bukan kami datang Tuhan, Ku - Pribadi ... datang Tuhan, Sucikan hati saya ... Di dalam darah-Mu ... Jiwaku perlu Tuhan. Jiwa kita, satu pribadi. Tiap hari ku perlu ... Ku datang pada-Mu ... Berkatilah ku. Ku, pribadi. Kita bisa berdoa secara keluarga tapi kita bisa berdoa secara kelompok. Tapi akhirnya nanti, pribadi. Walaupun dia suami istri tetapi kalau salah satu sudah mau meninggal, urusannya sudah tinggal pribadi. Tidak lagi kita bisa memakai iman suami, memakai iman istri untuk menghadapi kematian. Akhirnya kepada pribadi. Tuhan berbicara kepada pribadi.

Maka datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Ini pelajaran besar. Bukan Tuhan yang musti datang kepada kita. Dia sudah datang 2.000 tahun yang lalu. Tapi kita musti datang kepada-Nya. Nyanyian dulu yang kuno, Datang pada-Hu, Datang pada-Hu, Yesus mau berikan Damai sepenuh, Kalau jiwamu lelah dan bertanggungan berat, Datang, datang, datang pada-Hu. Hu itu Tuhan. Datang pada Tuhan, bukan sama manusia. Datang sama Tuhan. Jangan nanti sudah benjol, baru  datang sama Tuhan. Sudah tidak tahu harus berbuat apa, datang sama Tuhan. Dokter kanker bilang begini, kalau ibu-ibu, siapa saja, curiga di dadanya ada benjol, terasa sakit, periksa cepat sama dokter. Kalau itu kanker masih bisa tertolong, operasi cepat. Jangan sudah stadium empat, sudah engap-engapan, baru cari dokter. Sudah nggak ada obatnya.

Nah, banyak kali kita gitu, kaya orang Israel. Sudah babak belur, sudah hancur-hancuran, baru cari Tuhan. Kalau masih mampu, masih kuat, kita tinggalkan Tuhan, apa itu Tuhan. Tapi kalau sudah babak belur, baru kita cari Tuhan. Saya yakin saudara tidak berbuat demikian. Tapi ini pelajaran alkitab. Lalu Dia bertanya kepada mereka. Yang pertama, pribadi, Dia berdoa. Yang kedua, murid-murid-Nya mencari-Nya. Yang ketiga, datanglah pertanyaan. Pertanyaan dari Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya.

Saya mau tanya, apakah saudara berani menjawab pertanyaan dari Dia? Apakah jawabmu? Kalau Tuhan tanya sama kita, apa jawaban kita? Apa bisa kita menjawab? John Newton, yang menciptakan lagu Anug'rah heran sungguh indah ... S'lamatkan orang dari dosa ... Dulu aku buta serta ku tersesat ... S'karang balik dan lihat. Waktu dia mau meninggal, dia ngomong begini: saya tetap orang yang paling berdosa dan Tuhan adalah Juru Selamat. Tidak bisa lupa itu. Nanti Tuhan tanya. Mari kita akan lihat bagaimana Tuhan bertanya.

Sekarang Dia bertanya kepada murid-Nya, menurut kata orang banyak, siapakah Aku ini? Kita mulai dari Markus

4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"

Saya mau pinjam mulut Yesus sore hari ini. Kalau Dia tanya sama saudara, mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya? Apa jawaban saudara sama Dia? Jangan sama saya, saya bukan juru selamat. Kalau sama Yesus. Kalau Yesus bertanya sama saudara, mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya? Ini murid. Takut dan tidak percaya. Jadi ada hubungan antara takut dan tidak percaya. Jadi kalau saya bikin begini, saudara. Ini adalah iman. Ini adalah takut. Jadi kalau takut ini adalah kebalikan iman, maka ini adalah tidak percaya. Tidak percaya. Saudara jangan salah ya, murid dan Yesus itu ada di perahu yang sama. Ada di perahu yang sama, ada di perahu yang sama.

Jadi murid-murid di depan, Yesus ditaruh di belakang. Di perahu yang sama. Dia ada di gereja yang sama, Dia ada di rumah yang sama. Tapi muridnya tidak percaya, muridnya takut. Kalau saudara ikut Tuhan tapi penuh ketakutan, itu artinya saudara tidak percaya. Sebab yang percaya, dia tidak akan takut. Kalau kita takut, kalau kita grogi, kalau kita banyak kuatir, itu artinya saudara tidak percaya Tuhan. Saudara cuma beragama kristen tapi tidak punya Kristus di dalam hati kita. Punya kalung salib tapi tidak ada salib di hati kita. Menyanyi damai tapi tidak ada damai di hati kita, penuh ketakutan.

Maka Tuhan Yesus tanya, mengapa kamu begitu takut? Aku ada bersama dengan kamu, kenapa kamu merasa takut? Mengapa kamu tidak percaya? Jawab sendiri. Ada banyak Tuhan bertanya. Kita lihat Markus

4:13 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?

Dia tanya, tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau kamu nggak mengerti perumpamaan ini bagaimana kamu bisa mengerti perumpamaan yang lain? Tuhan punya pelajaran itu ada kelas satu, kelas dua, kelas tiga, kelas empat, kelas lima, kelas enam. Kalau pelajaran kelas satu SD saja kamu tidak mengerti, bagaimana nanti kamu akan mengerti kalau Aku sudah mengajar pelajaran kelas enam? Jangan jawab sama saya. Saya bukan Juru Selamat. Jawab sama Tuhan. Kenapa kamu takut? Kenapa? Kenapa kamu tidak mau mengerti?  Markus 10. Dalam Markus, saudara-saudara, indah sekali. Ayatnya yang ke-49,

10:49 Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau."
10:50 Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.
10:51 Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?"

Orang buta itu menjawab, saya ingin melihat. Tapi kalau saya pinjam mulut Yesus sekarang, bertanya sama saudara. Yesus sore hari ini, Tuhan kita, Pencipta alam yang tidak ada jadi ada, yang miskin dibikin kaya, yang kaya dibikin miskin, itu Tuhan: Apa yang saudara-saudara, yang sedang kebaktian hari rabu ini, mau Yesus perbuat bagi saudara? Jangan jawab sama saya. Yesus kok yang tanya. Banyak pertanyaan. Mau minta apa sama Yesus? Jangan sama Ko Yoyo. Ko Yoyo mah mati, manusia biasa. Kalau mati, dia jadi bangkai, dimakan belatung. Minta sama Yesus. Ada haleluyah? Minta sama Yesus.

Saya tidak bisa sembuhkan orang sakit. Saya tidak bisa menolong orang yang berdosa, Yesus bisa. Maka Dia tanya, apa yang saudara mau Tuhan perbuat untuk saudara? Ada 1.001 macam keinginan saya. Ceritakan sama Tuhan. Yohanes pasal 1. Dalam Yohanes pasal 1, Tuhan Yesus juga bertanya. Ayat 38,

1:38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?"

Saudara cari apa ikut Yesus? Saudara ingin apa ikut Yesus? Jangan jawab sama saya. Apa yang kamu cari? Apa yang kita sedang cari selama hidup kita yang pendek di dunia ini?

Nah saudara, saya umur 57 beda ketika saya umur 17, empat puluh tahun yang lalu. Saya 57 nanti agustus. Tapi empat puluh tahun yang lalu, saya 17 tahun. Jadi saya sudah melewati kurun waktu 40 tahun dari usia 17 tahun. Nah, Tuhan bertanya sama saya, apa yang kamu cari? Kita sekarang mau bikin rumah. Kalau tahun depan rumah itu sudah selesai, berapa tahunkah kita mau tinggal di rumah itu? Berapa lamakah kita bersama-sama?

Saya bersyukur sama Tuhan, dua anak saya sudah menikah. Yang satu sudah menurunkan cucu. Yang satu lagi bakal. Berapa lama lagi saya bersama dengan saudara? Kita tidak lama lagi. Apa yang kamu cari? Jangan jawab sama saya. Masih kita melihat beberapa ayat. Yohanes 11. Dalam Yohanes 11, saudaraku, Tuhan Yesus juga bertanya. 

11:33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
11:34 "Di manakah dia kamu baringkan?"

Lazarus sudah mati, empat hari di kuburan, tubuh menjadi busuk empat hari itu. Tapi Yesus bertanya, di mana kamu baringkan? Siapa diantara saudara, banyak persoalan yang sudah jadi mayat? Kacau deh hidup saya. Yesus tanya sore ini, di mana kamu taruh persoalanmu yang sudah mati, pengharapanmu yang sudah mati, kerinduanmu sama Tuhan yang sudah mati, keinginan kepada Tuhan itu yang sudah mati? Di mana dibaringkan? Tuhan tanya. Dia Mahatahu. Jadi Dia tanya, di mana, coba kasih lihat sama Saya, di mana Lazarus dibaringkan? Karena semua orang tahu, kalau orang mati di kuburan. Tapi di mana? Kasih lihat, kasih tahu sama Saya, di mana kamu baringkan dia?

Saudara, banyak yang hilang dalam hidup kita. Yesus bertanya, Roh Kudus bertanya, di mana dia hilang? Di mana hilangnya? Di mana mayatnya? Di mana kamu baringkan? Aku mau pergi membangkitkan. Banyak Yesus bertanya, tapi apakah jawab kita? Apakah yang kita mau? Jawab kepada Dia.

Yang terakhir, kita lihat dalam Yohanes 

20:11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,
20:12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.
20:13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
20:14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" 

Kalau Yohanes pasal 1, apa yang engkau cari? Sekarang, siapa yang engkau cari? Mengapa kamu menangis?

Artinya Tuhan tahu menghargai air mata kita. Dia tidak tega melihat kita menangis. Itu sebabnya gereja kita dikenal sebagai gereja yang menangis karena kita beri kebebasan kepada jemaat untuk mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan. Siapa yang engkau cari?

Jadi saudara-saudara, coba bertanya pribadi kepada pribadi. Jawab pertanyaan ini, menurut kata orang, siapa Aku ini? Tidak mengertikah kamu perumpamaan ini? Kalau kamu tidak mengerti ini bagaimana kalau Aku cerita perumpamaan yang lain? Siapakah, apa yang kamu cari? Apa yang engkau mau Aku perbuat bagimu?

Buat saya seluruh pertanyaan itulah paling indah. Dia yang akan menghapuskan air mata kita. Dunia ini memang lembah air mata. Betapa berbahagia kita punya Juru Selamat yang sangat memperdulikan kita, Juru Selamat yang sangat memperhatikan kita. Walaupun Dia bertanya, Dia bertanya itu untuk menolong. Apa, kata-Nya. Saudara perlu kesembuhan? Ngomong. Saudara perlu kekuatan? Bicara sama Dia. Saudara perlu pertolongan? Bicara sama Dia. Saudara perlu berkat secara materi? Bicara sama Dia. Saudara perlu pekerjaan? Apapun. Kalau ada kesedihan, adukan sama Tuhan, ceritakan kepada Dia. Dalam Lukas tadi, Dia bilang begini. Lukas

9:21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.

Ada pelajaran pribadi, ada pelajaran umum. Saya khotbahkan sama saudara, saya nggak akan khotbahkan dalam KKR. Ini berisi pelajaran pribadi, pribadi kepada pribadi. Saudara jangan kasih tahu sama orang. Orang itu belum ngerti. Kalau kamu kasih tahu sama orang, dia ketawa, dia mengejek kamu. Jangan bilang. Dengan keras. Perhatikan itu. Sekali lagi kita baca. Roma

11:22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.

Itu kemurahan. Tapi kalau kita kaya Mazmur 78 tadi, sudah ditolong, kurang ajar lagi. Ditolong, meninggalkan lagi, Ditolong, melupakan lagi. Ditolong, kasih angin surga. Saya percaya secara pribadi. Saudara boleh percaya, boleh tidak, itu urusan saudara. Saya percaya, kemiskinan itu bukan dari Tuhan. Tuhan mau saudara hidup berkelimpahan, diberkati, lebih dari cukup. Terserah saudara. Dalam cerita orang Israel, saya akan beri tiga tempat. Waktu Israel di Mesir, dia dijajah. Waktu dia berjalan ke padang belantara, dia dalam perjalanan. Waktu dia sampai tanah perjanjian, dia sampai kepada tujuannya. Perhatikan baik-baik.

Waktu dia di Mesir, dia banyak kekurangan. Kurang ini, kurang itu, kurang ini, kurang itu, jadi tidak cukup. Ketika sampai ke padang gurun, mereka dicukupin sama Tuhan. Ada roti manna tiap hari. Apapun, daging dikasih. Pokoknya cukup.

Tapi begitu sampai tanah perjanjian, lebih dari cukup. Yang diperlukan sepuluh, Tuhan kasih lima belas. Yang diperlukan lima belas, Tuhan kasih dua puluh. Waktu di Mesir kurang terus, tidak cukup. Saudara ada tiga pilihan, saudara boleh hidup di Mesir, boleh hidup di perjalanan, di padang gurun, atau saudara hidup di tanah perjanjian. Saya bisa khotbah tapi pilihan ada pada saudara.

Saudara mau hidup di Mesir, kurang terus, kurang terus, tidak cukup terus. Terserah. Atau saudara mau hidup di perjalanan, Tuhan cukupkan apa adanya. Apa yang kita perlu, dia ada. Apa mau lebih dari cukup, berkelimpahan? Tuhan nggak pernah pilih kasih. Dia cinta orang Israel lebih dari kita, nggak. Dia cinta saya, karena duduk di atas, saudara dibawah, nggak. Dia cinta. Pribadi kepada pribadi. Pribadi kepada pribadi.

Akulah pokok anggur yang benar, dan kamulah carang-carangnya. Setiap carang yang tidak berbuah - setiap carang, setiap pribadi - yang tidak berbuah, dipotong, dibuang ke dalam api. Tapi setiap carang yang berbuah, dibersihkan. Pohonnya sama loh, satu ... Yesus.

Tapi ada yang berbuah, ada yang tidak berbuah. Yang tidak berbuah, Tuhan tidak sayang. Dikerat dia, dibakar di dalam api. Yang berbuah, Dia bersihkan. Pisaunya, guntingnya sama. Tapi yang satu dibuang, yang satu dibersihkan supaya dia berbuah lebat.

Pada sore hari ini saya ngomong kepada Tuhan, supaya Tuhan bersihkan supaya saudara-saudara berbuah. Tahun ini, ini tahun lebih baik dari tahun yang lalu. Tahun yang akan datang lebih baik dari tahun ini. Siapa ada keperluan, silakan dia maju ke depan. Kita berdoa.   

-- o --   

Rabu, 29 Juni 2005

HARGA MENGIKUT YESUS

Haleluyah. Lukas

9:22 Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. 

Sore hari ini saya beri judul firman Tuhan adalah "Harga Mengikut Yesus." Kalau saudara mau ke Singapura, ada harga yang saudara harus bayar. Belum pergi saudara sudah musti bayar harga fiskal satu juta. Nggak bisa protes lagi. Belum tiket pesawat. Ada harga yang harus kita bayar. Apalagi kalau kita pergi ke surga.

Saudara berani pinjam uang ke bank, harganya saudara musti berani bayar, musti sanggup bayar. Sebelum pinjam uang, sudah tahu, mampu apa tidak, ketelen apa tidak ini, untuk membayar cicilannya. Ada harga. Apalagi kalau kita ikut Yesus itu ada harga. Dia katakan pertama dalam ayat 22, Anak Manusia harus menanggung.

Kata menanggung, kita ketemu kata puscho, mengalami. Waktu dulu kita masuk SD harus dikuris semua, mau nggak mau, nangis nggak nangis, harus antri, dikuris. Harus dialami. Demikian juga kematian itu harus kita alami. Orang kaya, orang miskin, mampu tidak mampu, kita akan mengalami kematian. Rela atau tidak rela, mau atau tidak mau, kita harus meninggal. Bahkan saya sangat sedih sekali dua hari ini, karena tiga tokoh Indonesia meninggal. Dua itu justru saya sangat kagum. Saudara Ekki, 46 tahun, meninggal. Bapak Ruslan Abdul Gani, dia saksi sejarah kemerdekaan, umur 90 tahun. Bapak Saleh Afif pernah menjadi menteri pada zaman Pak Harto. Semua musti alami.

Satu kali nanti kematian juga akan datang kepada saudara dan kepada saya. Entah umur berapa dia datang tapi kita akan alami. Dengan gambaran itu, Tuhan Yesus dikatakan akan mengalami banyak penderitaan dan ditolak. Apodokimazo. Namanya sih bagus tapi pengalamannya nggak enak, ... ditolak. Kita susah-susah mencari Dia, menerima Dia tapi Yesus bilang, Aku akan ditolak, Anak Manusia itu. Coba lihat Yohanes

1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Saudara dan saya yang menerima. Tapi orang Yahudi dulu menolak. Jadi memang sudah dituliskan bahwa Tuhan Yesus akan ditolak. Mari kita kembali kepada Injil Lukas ayat ke 22, Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus  - satu keharusan - menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua - yang berusia lanjut -, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, - yang nggak enak itu - lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."

Bahasa Inggris juga dibunuh. Tetapi dalam bahasa Yunaninya dipakai kata apekteino, jadi brutal lagi. Apekteino lebih brutal karena apekteino ini artinya dibantai. Mari saya kasih ilustrasi. Di Perancis dulu kalau ada penjahat dihukum mati, dia dipenggal kepalanya. Tapi masih ditanya, apa keinginanmu yang terakhir sebelum kamu mati? Kamu ingin apa? Makan? Makan apa? Apa saja yang dia minta musti dikasih. Saya ingin makan sayur ini. Tapi kebanyakan nggak bisa makan lagi. Apa pesan anda kepada keluarga? Apa keinginan anda yang terakhir? Diminta. Masih sopan. Diikat, dipakein baju, ditaruhlah lehernya di pisau guillotine itu, ditutup mukanya. Algojonya tutup, nggak dikasih lihat. Begitu sudah, ya, dilepas itu pisau. Potong itu kepalanya.

Itu masih sopan. Yesus mah dibantai. Yesus dibantai, saudara. Allah, Yesus sendiri yang tidak bersalah, Pencipta langit dan bumi, datang kepada milik-Nya. Milik-Nya menolak, orang Yahudi, Israel. Tapi kepada barang siapa yang menerima Dia, kepadanya diberikan hak untuk menjadi anak Allah. Tapi ingat, kita juga bisa menolak-Nya. Menolak, karena kita tidak mau melakukan Firman Allah. Menolak, karena kita tidak mau dipimpin oleh Roh Kudus. Menolak, karena kita bandel, karena kita keras hati. Menolak Tuhan karena kita tidak mau iring kepada Dia. Banyak penolakan-penolakan yang bermacam-macam.

Tapi mari, saya akan gambarkan sedikit demi sedikit seperti apa penderitaan Yesus. Sehingga ditulis di dalam bahasa Yunani ini, Dia dibantai. Kita buka Yesaya 53. Di dalam Yesaya 53, di sana saudara melihat dengan komplit apa yang terjadi pada Tuhan Yesus ketika Dia disalib. Ini nubuatan yang terbesar di dalam Perjanjian Lama tentang Tuhan Yesus yang mati disalib.

53:1 Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
53:2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
53:3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
53:6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
53:8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
53:9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
53:10 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
53:11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
53:12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak

Sangat mengharukan keadaan Tuhan Yesus. Inilah harga dari keselamatan. Ini adalah Dia membayar hutang yang bukan hutang Dia. Dia membayar hutang yang bukan hutang Dia. Kita dibebaskan dari hutang yang seharusnya kita harus bayar. Hutang maut, hutang dosa, hutang kematian.

Apa maksud saya cerita ini? Cuma susah sedikit-sedikit, tahan saja. Yesus menderita sampai kita nggak bisa bayar. Boleh saya terus terang sama saudara bahwa gambar Tuhan Yesus yang disalib itu hanya pintar-pintarnya orang melukis saja. Dia lukis wajah Yesus, yang sedang miring kepalanya, mahkota duri, keluar tetesan darah, lobang paku, tapi kulitnya mulus, dan masih dikasih kain penutup, kain sedikit di bawah.

Itu gambar tidak sesuai sama alkitab. Orang disalib itu ditelanjangi. Tidak ada satu kulit dari Yesus yang mulus. Dia diikat, dan orang mencambuk Dia 40 kali. Dan cambuknya itu terdiri dari paku-paku tetapi dengan cabang tiga. Dan di depan cabang ini adalah seperti jangkar, seperti pancing. Sehingga kalau dia dicambukkan, saudara-saudara, pegangannya dipegang, dicambukkan oleh tentara Roma, itu tiga ini masuk di dagingnya, lalu ditarik begitu saja. Empat puluh kali. Ini sudah seperti dicincang bagian belakang dari Tuhan Yesus. Saya ingat satu ayat di dalam Mazmur. Dalam Mazmur

129:1 Nyanyian ziarah. Mereka telah cukup menyesakkan aku sejak masa mudaku--biarlah Israel berkata demikian--
129:2 mereka telah cukup menyesakkan aku sejak masa mudaku, tetapi mereka tidak dapat mengalahkan aku.
129:3 Di atas punggungku pembajak membajak, membuat panjang alur bajak mereka.

Ini yang diramalkan, dinubuatkan tentang Yesus. Punggung-Nya itu seperti dibajak. Saudara lihat sawah dibajak, begitulah punggung Yesus sudah kaya bubur daging. Belum dibalun. Balun itu tongkat panjang, dua meter, diikat pakai tali, terus diputar sekeras-kerasnya dipukulkan ke punggung. Heran, alkitab katakan, tidak ada satu tulang Yesus yang patah. Ketika Dia disalib, supaya Dia tidak menderita, supaya orang cepat mati, tulangnya dipatahkan. Tapi ketika orang datang ke sana, Yesus sudah meninggal. Jadi kaki-Nya tidak dipatahkan.  Maaf, kita punya gambaran tentang Yesus itu salah, sangat jauh; Dia sangat dihina. Dengan diludahin saja muka-Nya, ditelanjangin di depan umum.

Maka saya sekarang tidak heran, ketika pelacur-pelacur, menurut sejarah gereja, mengambil debu dari pinggir jalan, lempar ke muka Yesus, waktu Dia pikul salib itu. Bayangkan, jubah-Nya yang ungu ditarik, dirobek jadi empat, dibagi-bagi oleh tentara ... Dia tidak pakai apa-apa lagi.

Kalau kita ikut Yesus masih banyak ngomel, masih banyak nuntut, masih banyak ini, masih banyak itu, padahal Dia menderita karena kita. Rasul Paulus menulis dalam Filipi pasal 1, dia menulis dengan jelas pesan kepada jemaat di Filipi. Pasal 1:29

1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

Menderita karena Dia. Kembali kepada Lukas 9. Sekarang kita mengerti apa maksud dari ayat firman Allah, Anak Manusia harus menanggung, harus mengalami banyak penderitaan dan ditolak, apodokimazo, ditolak, lalu dibunuh, dibantai. Tetapi yang menggirangkan kita, Dia dibangkitkan pada hari ketiga. Ada haleluyah, saudara?

Nah, kata egeiro, Dia dibangkitkan pada hari ketiga. Saya mau berhenti di sini agak lama. Datang pertanyaan, siapa yang membangkitkan? Apa Yesus bangkit sendiri? Siapa yang membangkitkan? Karena waktu  Yesus mau mati, Dia bilang begini, Ya Bapa kepada-Mulah Aku menyerahkan roh-Ku. Dikatakan, "di" itu ada orang lain yang membangkitkan, bukan Dia sendiri.

Saudara disuapi - saudara diam, orang suapi saudara. Dibaptis, saudara diam, ... orang lain yang baptis. Ini dibangkitkan. Siapa yang bangkitkan? Firman Allah cuma punya satu ayat yang menjawab itu, yaitu dalam Roma

8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Sekarang saudara mengerti yang lebih dalam lagi, bahwa yang membangkitkan Yesus, kalau saya baca sendiri untuk saudara, Dan jika Roh Dia - Dia ini Bapa -, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia - Roh Kudus -, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana.

Sekarang kita dapat rahasia bahwa yang membangkitkan Yesus adalah Roh Kudus. Bayangkan, begitu Rasul Paulus mengetahui rahasia ini, dia punya sukacita seperti apa. Kenapa saya ngomong begini, karena Paulus juga pernah dipukuli, dianiaya tapi nggak mati-mati. Dia mengalami hal yang mirip dengan Tuhan Yesus. Kita buka surat II Korintus

4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
4:8. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.
4:10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
4:11 Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.
4:12 Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.
4:13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.
4:14 Karena kami tahu, bahwa Ia - Roh Kudus -, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia - Roh Kudus - akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.
4:15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.

Haleluyah. Roh Kudus yang membangkitkan Yesus adalah Roh Kudus yang sama yang sudah dan akan membangkitkan saudara-saudara dan saya di dalam segala hal, di dalam segala perkara, hal-hal yang membuat sengsara, membuat kesulitan di dalam kehidupan kita, Dia sanggup membangkitkannya. Kita kembali kepada Lukas dan kita lihat di sana ayat berikutnya. Ayat 23,

9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku

Barang siapa yang mau mengikut Aku. Sudah memikirkan untung ruginya, berani membayar harganya dia mengikut Tuhan. Banyak orang kristen setengah jalan. Setahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun, lima tahun, mundur, terhilang lagi. Dia ikut-ikutan, bukan mengikut Yesus. Opizo artinya mengikut dengan penuh pengertian. Opizo itu mengikut dengan penuh pengertian. Kita walaupun belum sampai ke sana tapi mari kita buka dahulu Lukas

9:57 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: "Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
9:58 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
9:59 Lalu Ia berkata kepada seorang lain: "Ikutlah Aku!" Tetapi orang itu berkata: "Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku."
9:60 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana."
9:61 Dan seorang lain lagi berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku."
9:62 Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."

Jadi mengikut Yesus bukan seperti istri Lot. Dia jalan keluar dari Sodom tapi nengok. Dia bajak tapi nengok ke belakang. Ini bajak akan belok, nggak lurus. Mengikut Yesus itu harus sudah dipertimbangkan harganya, harus sudah dipikirkan. Di kota Malang dulu ada satu pendeta tua di gereja protestan, tapi bahasa Tionghoa. Saya dengar kesaksian ini dari oom Lay Cing Song almarhum. Pendeta ini mau pindah ke Jakarta. Karena dia pikir, dia sudah cukuplah, cukup lama di Malang dan dia ingin meningkatkan dia punya pelayanan. Jadi dia mau pindah ke Jakarta. Dia minta sama organisasi. Organisasinya bilang oke kalau ingin pindah ke Jakarta.

Pindahlah dia. Tukar dengan pendeta baru yang masih muda di Malang. Dia pindah. Begitu sampai di Jakarta, satu hari, dua hari, tiga hari, meninggal. Dia tidak pernah pikir, istrinya jadi menderita, anak-anak jadi menderita. Bayangkan, dari kota dingin ke kota panas. Biasanya yang halus, sopan di Jawa Timur, dengan yang kasar. Sampai tiga hari meninggal.

Kalau kamu membajak sawah, jangan nengok ke belakang. Mengiring Yesus dengan sudah dipikirkan dulu. Saya mau ikut Yesus tapi saya mau pamitan dulu sama orang tua. Saya mau ikut Yesus tapi izinkan saya menguburkan dulu bapa saya meninggal. Itu harganya mengikut Yesus itu begitu mahal.

Saya mau mengikut Yesus, kemana Engkau pergi. Tetapi saya mau lihat dulu urusan-urusan saya, beres-beres dulu, baru saya ikut Tuhan. Mengikut Yesus keputusanku ... Mengikut Yesus keputusanku ... Mengikut Yesus keputusanku ... Ku tak ingkar ... Ku tak ingkar. Salib di depan dunia di b'lakang ... Salib di depan dunia di b'lakang ... Salib di depan dunia di b'lakang ... Ku tak ingkar ... Ku tak ingkar.

Sebetulnya nyanyian itu panjang, sampai dua belas bait. Penciptanya adalah anak raja di India. Agama Hindu, India sangat ketat, nggak boleh pindah agama. Tapi anak raja ini, putra mahkota ini, dia terima Yesus, dia percaya Yesus. Dia dicari oleh bapanya untuk dibunuh.

Menteri-menteri yang sayang sama dia cepat kejar dia, bapamu mau bunuh kamu. Kamu balik lagi ke agamamu yang dulu, supaya kamu nggak dibunuh. Dia bikin lagu ini. Mengikut Yesus keputusanku, Mengikut Yesus keputusanku, jadi saudara yang ambil keputusan. Ku tak ingkar, Ku tak ingkar, jangan ngomel, jangan mundur lagi. Salib di depan dunia di b'lakang. Anak raja, saudara, semua ada. Dia boleh kawin berapa istri. Dia jadi calon putra mahkota. Tapi dia tinggalkan, dia mengikut Kristus. Sebagai ayat terakhir kita baca dulu Ibrani pasal 11. Ibrani 11, kita membaca bagaimana Nabi Musa dituliskan mengikut Yesus. Aneh, ya, dia hidup di Perjanjian Lama, tapi dia sudah dituliskan mengikut Yesus. Mulai dari ayat 23,

11:23 Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja.
11:24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,
11:25 karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.
11:26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus - Padahal Yesus belum lahir -  sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.
11:27 Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.

Maaf, kalau saya bilang orang yang nengok ke belakang, orang yang mundur, dia belum lihat itu yang di depan itu ada apa. Dia belum lihat itu kemuliaan Tuhan. Coba periksalah sore hari ini iman saudara. Apa saudara mengikut Yesus atau ikut-ikutan? Saya berdoa, saya berharap, semua kita pengikut-pengikut Yesus yang sejati, pengikut Yesus yang bukan hanya mau senang tapi di tengah-tengah kesukaran tetap kita mengikut Yesus. Kita menyanyi satu nyanyian, saya serahkan kepada yang bertugas. 

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________