Khotbah Rabu Mei - Juni 2007

Gereja Pantekosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 02 Mei 2007

HAL KERAJAAN ALLAH

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita membuka kembali Injil Lukas 

17:20 Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,
17:21 juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu."
17:22 Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya.
17:23 Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut.

Kita tidak menilai gereja dengan kebendaan, kita tidak menilai seseorang, kita tidak menilai satu badan, kita tidak menilai siapapun dengan kebendaan. Karena yang dimaksud Kerajaan Allah tidak datang dengan tanda-tanda lahiriah. Berikutnya.

Dikatakan, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini. Kalau nggak bisa datang dengan lahiriah, nggak bisa kita ngomong: Lihat, ia di sana. Nggak bisa. Karena dia tidak datang dengan secara lahiriah. Ada kata lahir. Orang kalau dilahirkan, kelihatan.

Nah, Kerajaan Allah itu tidak dilahirkan. Nggak bisa kelihatan. Makanya disebut orang rohani. Tidak bisa orang berkata: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana. Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu. Kata di antara, dalam bahasa Inggris, within you, ada di dalam kamu. Di mana Kerajaan Allah? Di dalam kita. Kita tidak bisa lihat.

Sama dengan sakit perut. Kalau saudara sakit perut, kita rasa ada sakit perut tapi kita nggak bisa lihat sakit perut. Kita tahu kita kembung tapi saudara nggak bisa lihat kembung itu seperti apa. Kita bisa dengar suara angin, tapi kita nggak bisa lihat. Angin itu ada tapi kita nggak bisa lihat. Nah, Kerajaan Allah itu ada, saudara, amin? Tapi tidak bisa kita lihat. Kebahagiaan itu ada, bisa dirasa, tapi tidak bisa dilihat. Kebahagiaan yang dari Tuhan bukan karena materi. Kebahagiaan yang dari Tuhan itu bukan karena kita umur panjang. Tidak. Kebahagiaan yang ada dari Tuhan itu nampak dari ada di dalam hati kita. Kita tidak bisa lihat tapi ada.

Apa katanya Tuhan Yesus? The Kingdom of God indeed is within you, sesungguhnya Kerajaan Allah itu ada di dalam kamu.

Contoh. Kita kesal, kita sedih, kita susah, kita bingung ... itu kita tidak ada Kerajaan Allah. Tapi kalau kita bersuka cita, ada damai, ada tenteram, ada tenang, itu Kerajaan Allah. Apa yang dimaksud Kerajaan Allah itu? Saya tahu, nggak bisa kelihatan, bisa dirasa tapi apa yang dimaksud Kerajaan Allah? Kita buka Roma

14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Kalau Kerajaan Allah itu makanan dan minuman, kelihatan dong. Kata Tuhan Yesus, Kerajaan Allah tidak kelihatan, tidak datang secara lahiriah, tak nampak. Tapi ada 3 hal yang utama dalam Kerajaan Allah itu. Yang pertama, soal kebenaran. Dua, soal damai sejahtera. Dan tiga, soal sukacita oleh Roh Kudus.

Kalau saudara-saudara menabung di bank, eh tiba-tiba dapat undian, dapat mobil, saudara senang nggak? Senang. Saudara melahirkan anak, ingin lelaki dapat lelaki, ingin satu dikasih dua, senang, kita suka cita. Saudara dapat berkat dari Tuhan. Kita cita-cita ingin punya rumah, saudara bisa punya rumah. Anak kita yang kita bela, dia sekolah.

Nah, senang itu nggak bisa dibandingkan dengan suka cita dalam roh. Kesenangan yang ada di dalam hati kita. Damai sejahtera yang ada di dalam kita, dalam Yesus, kebenaran yang ada di dalam kita ... itu tidak bisa dibandingkan dengan kesenangan ini.

Saya pernah lihat gereja Cho Yong Gi. Gereja Cho Yong Gi, tujuh tingkat. Setiap tingkat itu kira-kira seribu jemaat. Tujuh tingkat jadi tujuh ribu. Kebaktian satu hari tujuh kali. Empat puluh sembilan ribu. Jemaatnya ada tujuh ratus ribu. Gedungnya ada tiga. Senang kita lihat. Tapi itu tidak ada hubungan dengan Kerajaan Allah yang di dalam hati. Allah tidak tinggal di satu bangunan yang dibikin oleh orang, yang ada pabriknya. Nggak. Tuhan yang kita sembah, Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus nggak tinggal di satu bangunan, nggak tinggal di satu gereja. Nggak.

Dia tinggal di dalam hati kita, yaitu bangunan yang dibikin oleh Tuhan. Makanya begitu kita merasa ada kebenaran, belajar hal yang benar. Oh, ini itu nggak boleh. Oh, ini nggak benar. Oh, ini nggak baik ini. Tuhan bukakan. Oh, yang ini yang benar. Kita belajar kebenaran. Sebenarnya Tuhan sudah kasih lilin di dalam hati kita. Dia sudah kasih tahu. Kenapa orang yang mencuri selalu mencurinya waktu malam? Karena hatinya sudah ngomong, mencuri itu salah. Oh, ini nggak benar. Oh, ini perkeliruan. Jadi bukan ikut Tuhan Yesus bukan ini boleh, ini nggak boleh, ini boleh. Bukan. Kita sadar sendiri. Oh, ini ya, nggak benar ini. Oh, ini nggak bisa. Oh, ini boleh, ini benar.

Lalu yang kedua, damai. Damai juga nggak bisa dibikin-bikin. Nggak bisa. Kalau memang kita sedih, sedih. Tetapi di tengah kesedihan, ada perasaan itu tenang, ada perasaan tenteram, ada perasaan yang teduh Dunia ini bukan Firdaus .. Dunia ini bukan Firdaus .. Hanya di kaki Tuhanku .. Di situ hatiku tentram. Damai. Damai sejahtera.

Saya baru diberkati Tuhan. Ada satu keluarga bayarkan tujuh belas orang, tiga pasang hamba Tuhan dan adik-adiknya yang lain. Saya diajak ke Tiongkok. Dulu pernah saya ke Tiongkok, ke Guilin, ke Guangzhou sama Peking. Tapi entah mungkin sepuluh tahun lalu. Sekarang saya lihat perubahan yang sangat luar biasa. Saya ke Beijing. Beijing sudah berubah. Bayangkan orang tinggal di Beijing dan daerah sekitarnya semua itu lima ratus juta. Orang semua kerja seperti dikejar-kejar waktu. Lalu kami ke Shanghai. Di Shanghai ini kota paling indah di dunia. Itu bangunan tingkat sampai 140 tingkat.

Saudara orang Tionghoa musti bangga sebagai orang Tionghoa. Karena negara saudara sekarang diberkati Tuhan. Mari kita renungkan ini. Renungkan. Pada tahun 1910-1920, nenek moyang kita saking menderitanya di Tiongkok itu, mereka naik perahu. Dari satu daerah jalan kaki ke pinggir pantai. Mereka lari ke selatan. Ada yang ke Malaysia, ada yang ke Philipina, ada yang ke Kalimantan, ada yang ke Sulawesi, ada yang ke Singapura, ada yang ke Sumatera, ada yang ke Jawa, termasuk engkong saya, Tan Goan Ceng.

Saya waktu di Tiongkok, nggak tertarik sama bangunan-bangunan tinggi, kehebatan orang, nggak tertarik. Saya lagi mikirin Tuhan punya rencana itu luar biasa. Dua negara yang saya sedang doakan, yaitu India dan Tiongkok. India dan Tiongkok punya penduduk 2,1 milyar, digabung, 800 juta sama 1,3 milyar. Besar itu jiwa-jiwa. Orang yang dari Tiongkok itu datang ke sini, termasuk engkong saya. Engkong saya itu sembahyang tepekong macan. Tapi engkong saya dengan anugerah Tuhan, dia percaya kepada Tuhan Yesus. Dia menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Dia dibaptis oleh Oom Wellem Kastanya di Cibadak dan anak-anaknya semua jadi kristen, termasuk ibu saya, anak paling bungsu perempuan. Tan Kun Nio, anak yang kedua, perempuan, itu kawin sama oom Sore. Ibu saya, Tan Coan Nio, kawin. Ini baru satu keluarga. Saya terus ingat Ai Li Popo, ... terima Yesus. Terus tukang gigi Kim San terima Yesus, percaya. Tan An Lok dengan hormat saya sebut. Engkongnya dari istri saya. Semua sampai ke bawah bisa percaya kepada Yesus. Yang di Jawa Timur percaya kepada Yesus.

Waktu PP 10 tahun 50, dan PP 60 tahun 60, orang Tionghoa yang di desa tidak boleh ada di desa, harus pulang. Nggak boleh dagang di kota nggak boleh dagang di desa karena peraturan pemerintah. Maka mereka pulang. Dan ketika mereka pulang ke Tiongkok, mereka membawa benih Injil itu. Bisa bilang amin? Mereka pulang membawa benih Injil. Sekarang orang kristen di Tiongkok, seratus dua puluh juta. Indonesia kalah. Di Indonesia orang kristen berapa? Memang dibatasi nggak boleh ini, nggak boleh itu di sini. Di sana, gereja itu di bawah tanah. Nggak boleh terbuka, diam-diam.

Tetapi ada seratus dua puluh juta dalam sepuluh tahun. Dari dua puluh juta sampai seratus dua puluh juta dalam sepuluh tahun. Sekarang diberkati. Saya yakin itu diberkati oleh karena di sana ada anak Tuhan. Oleh karena ada Kerajaan Allah. Waktu saya masuk di Xiamen. Xiamen sekarang kota yang besar. Lalu saya tanya, di mana kampung dari keluarga Tan? Dia bilang, ini semua daerah orang Hokkian. Inilah daerah keluarga orang she Tan. Ini kampungnya. Sudah bukan kampung lagi. Sudah kota besar. Ada stadion yang besar.

Jadi rencana Tuhan itu luar biasa. Dia bikin susah dulu di Tiongkok. Orang lari ke selatan. Di Selatan kenal Kristus Yesus, pulang kembali oleh peraturan pemerintah, balik kembali ke Tiongkok. Di sana mereka beranak pinak. Saya sedang cerita kepada saudara, Tiongkok sekarang bukan Tiongkok yang dulu. Luar biasa. Saya ingin beritahu kepada saudara, itulah hebatnya Kerajaan Allah. Dia di dalam kita. Terakhir dibilang suka cita dalam Roh Kudus. Sukacita saya ini kalau lihat orang percaya sama Tuhan Yesus, saya seperti dapat lotere.

Jadi saya mohon sama saudara, kalau saudara berdoa di mana saja, kapan saja, doakanlah RRC, doakanlah India. Di sana masih banyak jiwa-jiwa yang diberkati. Sampai di Beijing, tour leader namanya Simon. Simon, - dia bisa bahasa Indonesia - you orang kristen ya, namanya Simon? Oh, saya bukan kristen, saya Kung Cang Tang, partai komunis. Oh, saya tahu juga lagu kung cang tang, saya bilang. Mau cu si i hau? Oh iya betul. Tapi sekarang saya rubah, Cu Yesu i hau. Sampai di Shenzhen, anak muda laki-laki, tour leader. Saudara-saudara, nama saya Paulus. Kristen lagi nih.

Paulus, you anggota gereja mana? Oh, saya tidak masuk gereja. Kenapa pakai nama Paulus, itu nama kristen, saya bilang? Ya, nama saya A Pau. Alkitab saya, saya kasih. Istri saya kasih. Biar dia baca. Karena dia lihat majalah Selekta, dia ingin baca. Dia sudah ke Indonesia tiga kali. Dia haus sekali tentang apa yang dibaca. Kita kasih Alkitab.

Dulu saya ke Guilin. Di Guilin ada Miss Yaw, penterjemah. Waktu usia lima tahun dia ada di Semarang ikut papanya. PP 10 ke Tiongkok. Rencana Tuhan luar biasa. Di Tiongkok, dia jadi tour guide kami. Tour guide, tour guide, dia ngomong. Saya bilang, suami di mana? Saya benci suami saya. Saya mau ceraikan suami saya. Pahit sekali. Kapan bisa ke Indonesia? Kalau you bisa ke Indonesia, pulang nanti kita sama-sama kumpulin uang untuk you bisa pulang. Dia datang di Indonesia. Dia datang, dia dengar khotbah saya waktu itu di Petojo. Di Petojo kebaktian dua kali. Yang pertama, dia dengar firman Allah. Kebaktian kedua, saya bilang, siapa yang mau terima Tuhan Yesus maju ke depan. Dia maju ke depan, dia menangis.

Rabunya dia ke Cianjur dan dia dibaptis di sini. Istri saya kasih kalung salib. Saya tidak lupa dia ngomong, saya mau pulang lagi ke Tiongkok dan saya tidak jadi ceraikan suami saya. Haleluyah? Saya nggak ngomong soal kawin, saya nggak ngomong soal cerai. Tapi Kerajaan Allah yang mengajar dia kebenaran. Saya nggak usah paksa-paksa saudara. Kalau Kerajaan Allah di dalam hati saudara, Kerajaan Allah itu yang berfungsi. Kalau saudara sakit kepala, saudara makan obat. Obat itu berfungsi. Tiba-tiba sakit kepala saudara hilang.

Kalau saudara batuk, saudara minum obat batuk. Dengan obat kita minum, tidur nyenyak, pagi sudah sehat. Kita nggak pikir sembuh-sembuh, ada obat. Begitu kita terima Yesus, bukan kita yang mau jadi benar. Bukan. Yesus yang benerin. Saya selalu perhatikan saudara Roy kalau betulkan saya punya komputer kalau kena virus. Dia masukkan apa nggak tahu. Dia yang benerin, di dalam itu ada mesin. Ini yang mencuci. Ini Ko Yoyo, yang cuci semua, anti virus. Kita lihatin, tahu-tahu ada dua puluh enam virus tapi udah hilang.

Saya nggak usah congkel-congkel di komputer. Nggak usah. Cukup dimasukkan itu cd anti virus. Bersihlah komputer saya. Kalau hidup kita nggak benar, kalau hidup kita kotor, tidak usah susah-susah, terima Yesus. CD Yesus masukkan dalam hidup kita, Yesuslah yang membuang virus-virus semua yang lain. Saya ingat punya teman namanya Akmal Sani. Dia haji orang Padang tapi dia jadi pendeta. Sebelum dia jadi pendeta, dia jadi haji, dia taruh susuk di kepalanya. Emas susuknya. Nggak tahu kemana, hilang.

Tapi waktu berdoa di Beji, di sekolah alkitab, tiba-tiba susuk itu keluar. Terima kasih sama Tuhan, ini susuk keluar. Dia nggak cabut-cabut, dia tidak pijit-pijit, dia tidak ambil silet. Dia cuma sembahyang, susuk itu keluar. Bukan kita yang membenarkan diri. Tuhan yang membenarkan kita. Tuhan yang menyembuhkan kita. Saudara senang ikut Tuhan Yesus? Dikatakan oleh firman Allah sekarang, Matius

6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Kalau kita sudah tahu Kerajaan Allah tidak kelihatan, tapi kita bisa rasakan Kerajaan Allah ada di dalam kita, apa kata firman Allah? Cari dulu Kerajaan Allah dengan segala kebenarannya. Cari dulu, utamakan dulu Tuhan. Maka apa yang kamu makan, minum, pakai, segala tetek yang penuh dengan bengeknya itu akan ditambahkan kepadamu. Ada amin, haleluyah? Apa yang kurang akan ditambahkan. Ini saudara-saudara, sepertinya mustahil tapi saya sudah alami. Bayangin saya dari kecil, papa saya tidak ada gaji. Waktu papa meninggal, tidak ada tanah, tidak ada uang yang dia tinggalkan. Yang dia tinggalkan cuma Alkitab. Sampai saya diberkati sampai sekarang, itu artinya kita nggak usah kuatir dari hal besok. Ayat 34,

6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Apalagi saudara ada usaha, apalagi saudara ada toko, apalagi saudara ada jualan. Ada saja jalan yang dibuka sama Tuhan! Ada saja pintu yang terbuka! Saya lagi pikir ada pekerjaan apa yang saya bisa cari untuk saudara Roy. Tiba-tiba dia undang saya, dia sudah bangun rumah. Ada amin, saudara? Kita kebaktian, kebaktian tiba-tiba saudara Benny ngundang, dia bangun rumah. Tuhan itu tidak berdusta. Cari dulu Kerajaan Allah, utamakan yang rohaninya, maka segala apa yang kita perlu, makanan, minuman, pakaian akan ditambahkan. Akan menjadi satu bonus bagi kita.

Saudara lagi lahir, saudara nggak tahu nama saudara siapa. Saudara nggak tahu saudara itu laki-laki apa perempuan? Saudara nggak tahu saudara telanjang. Tapi tangan Tuhan yang nggak kelihatan kasih makan saudara, kasih susu saudara, sampai saudara besar, sampai saudara sekolah, sampai saudara menikah. Sampai saudara berkeluarga. Sampai saudara punya anak. Tuhan nggak pernah tinggalkan!

Itu maksudnya Kerajaan Allah, nggak kelihatan mata tapi ada, saudara. Dan Dia ada di dalam kita. Saudara sudah punya itu Kerajaan Allah, tenang hidup. Kita berdiri bersama-sama.    

-- o --

Rabu, 30 Mei 2007

JANGAN PERCAYA TAKHAYUL

Haleluyah. Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Sore hari ini kita kembali akan melihat Injil Lukas 

17:23 Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut.
17:24 Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.
17:25 Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.
17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
17:27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.

Kita belajar sampai ayat situ dulu. Dalam ayat ke-23, Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! 

Siapa yang berkata? Dan orang akan berkata kepadamu. Biar dia pendeta, ngaku pendeta besar, ngaku nabi, ngaku rasul, tapi dia tetap orang. Nah, nanti di akhir zaman akan banyak orang berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana. Artinya apa? Lihat, saya sudah lihat Yesus ada di sana. Kemudian dia berkata lagi: Lihat, ia ada di sini. Dia akan ngomong bukan dari firman ... cuma dari penglihatan. Saya lihat Yesus kemarin, Ia ada di sana. Saya lihat Yesus kemarin, Dia ada di sini. Saya lihat Yesus ada di sana. Saya lihat Yesus ada di sana. Saya lihat di daerah Sulawesi Tengah ada mujizat. Anak kecil bisa menyembuhkan orang, ada di majalah. Saya lihat ada di sana. Apa kata Yesus? Dia bilang: Jangan kamu pergi ke situ. Bahasa Inggris, jangan kamu ikut mereka.

Saya baru dari Temanggung. Dua puluh tahun saya tidak ke Temanggung. Temanggung jemaat yang besar. Satu jemaat kurang lebih seribu orang, punya tujuh puluh lima cabang. Setiap cabang gerejanya sebesar begini. Jemaatnya kalau kita hari minggu penuh bagian bawah, itu jemaat per cabang. Tujuh puluh lima cabang. Saat itu digembalakan oleh Pendeta Yu Cin Goan, Titus Yuwono.

Oleh karena ada satu ajaran yang menyesatkan, oleh karena orang percaya kepada yang salah. Ketika almarhum sudah meninggal, terpecahlah gereja itu menjadi enam gereja. Masih ada yang jadi GBI, ada yang jadi GBT, ada yang jadi Bethany, ada yang jadi tetap GPdI, tapi ada yang bikin sendiri gereja. Jemaat semua dari seribu itu berpencar-pencar jadi enam gereja. Nah, kebetulan saya diundang oleh tiga gereja.

Tiga gereja ini mengundang saya hari yang sama. Hari pertama saya di gereja pantekosta. Jam setengah sepuluh saya kebaktian di gereja lain. Asalnya dari gereja pantekosta. Namanya juga gereja pantekosta, tapi terpecah. Di situ saya rasa ada urapan Tuhan. Mereka nyanyi sungguh-sungguh, nggak gengsi-gengsian nyanyi, sungguh-sungguh nyanyi. Di situ saya nyanyi dengan menangis. Dan saya lihat kesungguhan umat Tuhan menyanyi. Dan malamnya, jam tujuh, saya khotbah di anaknya pendeta Yu Cin Guan. Dia punya toko besar, sudah berhasil. Tapi dia tinggalkan toko. Istrinyapun sehati. Mau jadi pendeta 100%. Kira-kira ada enam puluh orang jemaatnya.

Yang saya sedih, semua orang itu saya kenal. Baik itu kebaktian pertama, kebaktian kedua, kebaktian ketiga, pernah dia menjadi satu. Ini yang Yesus katakan, jangan kamu ikuti mereka kalau ada orang bilang, lihat Dia ada di sana, lihat Dia ada di sini. Jangan kamu pergi!

Sekarang ada gereja di Semarang. Dia anggap gerejanya itu adalah bahtera keselamatan. Siapa yang meninggalkan gereja saya ini, kata dia, dia dikutuk oleh Tuhan. Kalau dia mau selamat, dia musti jadi anggota gereja saya ini. Jadi Benny Hinn, Awondatu, Yusuf Roni, A.H. Mandey, karena nggak jadi anggota gereja dia, terkutuk semua. Termasuk Rasul Paulus, termasuk Yesus mungkin, nggak jadi anggota gereja dia, semua terkutuk. Harus jadi anggota saya, baru selamat. Ini gereja adalah bahtera keselamatan.

Apa kata Tuhan Yesus? Jangan kamu ikuti mereka. Itu Yesus sudah ngomong. Dua ribu tahun yang lalu Dia sudah ngomong bakal banyak yang sesat. Bakal banyak orang yang tidak memberitakan firman yang benar.

Jadi ukuran orang banyak, satu gereja banyak jemaatnya, itu bukan ukuran. Jemaat yang besar dengan tujuh puluh lima cabang, bisa pecah oleh karena tidak dewasa. Begitu oom Yu Cin Guan meninggal, sudah. Tapi bukan itu yang kita mau bicara. Di dalam ayat 24, Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit - di bawah langit maksudnya - yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. Saya mau tanya sama saudara, kecepatan kilat itu berapa? Bisa dihitung, berapa? Satu menit? Terlalu lama. Setengah menit? Lima detik? Lama.

Satu detik. Itu kilat. Menurut Matius, dari timur ke barat. Seperti kilat memancar. Jadi kalau tidak ada kilat memancar, jangan percaya. Orang bilang Yesus ada di sana, Yesus ada di sini. Di Jakarta pernah ada orang kristen punya rumah, temboknya bocor. Ketika temboknya bocor, berbentuklah wajah Yesus, kan ada corannya itu air. Wah, mobil mercy masuk situ, semua ingin lihat, difoto, masuk majalah Tempo, ... Yesus ada di sana. Ada satu pendeta di Jakarta, dia ikut ke sana, dia lihat. Ada orang tanya sama saya, mau lihat nggak? Saya bilang, nggak. Yesus bilang, jangan pergi ke situ.

Satu bulan, macet, mau masuk. Orang kristen, katolik, semua mau lihat, betul apa tidak. Memang mirip. Tapi lama-lama musim hujan lewat, musim panas datang, kering. Hilang. Di Manado ada juga. Sama seperti itu tembok. Karena hujan juga membentuk wajah Yesus. Itu satu tubuh. Seperti ada Yesus berdiri dengan jubah. Disembah.

Saya yakin saudara, kalau tiba-tiba di tembok ini ada gambar kaya Yesus, saudara bedston pagi datang semua. Ada Yesuslah di tembok, ada penampakan. Karena orang Indonesia paling percaya Nyi Roro Kidul, ... yang aneh-aneh. Banyak orang yang begitu, percaya yang takhayul-takhayul. Bayangkan itu Hamengku Buwono X takluk sama Mbah Marijan. Mbah Marijan suruh turun, dia bilang tidak. Saya tidak mau taat sama kamu, saya taat sama bapamu. Bapamu bilang saya harus jaga gunung Merapi. Nggak bisa apa-apa. Percaya Mbah Marijan itu titisan dari dewa dari gunung Merapi, ada hubungannya dengan Nyi Roro Kidul. Suka percaya takhayul.

Nah, Yesus tahu, awas, nanti di akhir zaman akan ada banyak takhayul. Lihat, dia ada di sana. Lihat, ada di sini. Jangan pergi ke situ. Bisa bilang amin, saudara? Karena seperti kilat memancar dari timur ke barat, dari bawah langit satu ke langit yang kain, demikianlah Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.

Berarti kedatangan Yesus akan secepat kilat. Dia tidak berlambatan datang. Waktu Dia naik ke sorga, Dia pelan. Dia naik ke sorga, Dia pelan, sedikit demi sedikit, sampai Dia hilang. Tapi waktu Dia datang kedua kali, kaya kilat memancar. Sekejap saja. Bayangkan komunis seluruh dunia, hancur hanya dalam satu tahun oleh Tuhan, termasuk Tiongkok. Tiongkok cuma nama saja negara komunis. Tapi sekarang sudah kapitalis. Cuma teori saja. Hancur dalam satu tahun.

Sekarang ada dunia yang lain, agama yang lain yang besar, mengancam orang kristen. Tapi kalau Tuhan memancar dari timur ke barat, dalam satu detik, Dia bisa hancurkan segala sesuatu hanya dalam sekejap mata. Amin? Apalagi problem saudara, yang saudara bilang: Aduh, problem saya terlalu besar, terlalu banyak, susah. Kalau saudara percaya Yesus, seperti memancar dari timur ke barat, itu kedatangan Tuhan membela saudara. Eh, kok sudah hilang problem. Eh, kok sudah hilang percobaan. Itu hebatnya dari Tuhan Yesus. Tetapi ada satu syaratnya

17:25 Tetapi Ia - Yesus - harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.

But first He must suffer many things and be rejected by this generation. Jadi Yesus ditolak oleh generasi waktu itu, yaitu generasi orang Yahudi. Maaf, kalau saya katakan sekarang Roh Kudus juga ditolak, oleh siapa? Oleh gereja. Karena Yahudi menjadi lambang dari gereja. Tidak semua gereja. Ada orang gereja pantekosta percaya kepenuhan Roh Kudus, percaya berbicara dalam berbagai bahasa Roh. Percaya Allah masuk di dalam hatinya. Percaya bahwa Tuhan bisa mempengaruhi hidupnya. Tapi ada orang pantekosta nggak percaya bahkan nggak mau percaya ... dia tidak percaya Roh Kudus.

Nah, seperti Yesus ditolak oleh orang Yahudi, demikian juga Roh Kudus sekarang ditolak oleh gereja. Ditolak, dia nggak percaya. Tapi kalau doa untuk orang sakit, dia mau didoakan. Kalau saya tanya, apa saudara percaya kalau didoakan sembuh? Saya percaya. Dia tidak tahu, yang menyembuhkannya Roh Kudus. Oom, tolong, saya ada persoalan di dalam usaha, mata pencaharian. Saya tanya, percaya Tuhan akan jawab doamu, akan beri jalan keluar? Saya percaya, oom. Dia tidak sadar bahwa yang menolong dia itu Roh Kudus. Kita buka Kisah Rasul

3:21 Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.

Kristus harus ada di mana? Di sorga. Siapa yang kerja sekarang di dunia? Roh Kudus. Siapa yang ngundang saudara doa waktu pagi? Roh Kudus. Siapa yang menggerakkan saudara untuk datang kebaktian? Roh Kudus. Siapa yang memberkati saudara? Roh Kudus. Siapa yang menolong kita? Roh Kudus.

Sekarang ini zaman Roh Kudus. Tapi anehnya, seperti waktu perjanjian Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Yesus ditolak oleh orang Yahudi sampai disalib ... sekarang Roh Kudus juga ditolak oleh gereja. Gereja nggak mau Roh Kudus. Dia lebih percaya duit. Pokoknya kalau ada duit saya mau. Tidak mau percaya Roh Kudus.

Berikutnya kembali kepada Lukas. Dia harus mengalami penderitaan dulu dan ditolak oleh angkatan atau generasi ini.

17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:

Jadi Yesus akan datang kembali kalau Kisah Rasul 3:21, Dia harus ada di sorga, sampai masa pemulihan. Yang memulihkan adalah Roh Kudus - memulihkan gereja, memulihkan keluarga, memulihkan orang yang bermusuhan, dipulihkan menjadi damai. Orang yang pahit ... suami kepada istri, istri kepada suami, dipulihkan menjadi berdamai - baru Yesus datang. Baru Kristus datang. Tetapi ketika Dia datang, sama seperti zaman Nabi Nuh, sebelum Dia datang, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan.

Dua puluh lima tahun yang lalu, saya khotbah di sini beberapa kali. Kalau saudara mau jaya, usaha saudara yang terus mayeung, bukalah restoran. Kalau saudara buka restoran, rumah makan, sampai akhir zaman saudara tidak akan kelaparan, karena yang saudara buka restoran. Karena orang akhir zaman suka makan dan minum. Orang di akhir zaman, akan makan dan minum.

Yang kedua ini, kawin dan dikawinkan. Bahasa Indonesia lama lebih tepat, kawin mawin, kawin nggak sekali. Sudah kawin, lihat cewek yang lain, ah saya mau kawin lagi.

Makan dan minum ini juga beda. Kalau kita makan bakmi kadang-kadang separo saja sudah kenyang. Maka pada zaman dulu, orang-orang Italia, orang-orang Roma, jenderal-jenderal Roma - mohon maaf, saya mohon maaf sama saudara - mereka kalau makan, mereka siapkan bulu merak. Dia makan ayam besar, daging, digerogot begini. Makan digerogot. Nggak pakai apa-apa, minum anggur. Sudah kenyang, ke belakang. Dia ke WC, pakai bulu merak, muntah. Balik lagi, makan lagi. Begitu bisa sampai empat, lima kali. Itu adalah tanda akhir zaman.

Ini sudah mulai ini di Jakarta sudah ada. Di Taiwan - maaf - sampai ada yang menggoreng bayi. Saya lihat di internet. Restoran menyediakan daging bayi. Bayi yang mati, tidak dikubur, dijual. Masih segar. Dikasih lihat. Manusia itu katanya bertuhan, tapi bagaimana ya, bayi dimakan? Apa bedanya sama si Sumanto tuh? Ini kejahatan di akhir zaman.

Jadi kita harus lihat tandanya. Mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.

Kita mulai dengan zaman Nuh dulu. Pada zaman Nuh, orang makan, minum, kawin dan mengawinkan, lalu orang membuat bahtera.

Kita renungkan saja, bahtera Nuh kurang lebih seperti ini, dibikin tiga tingkat. Tingkat satu, tingkat dua, dan di tingkat dua ini ada pintu, tingkat tiga. Lalu di sini ada jendela. Di tingkat tiga ada jendela. Orang itu, binatang-binatang masuk melalui pintu ini. Ini dibikin tiga tingkat karena ini menjadi lambang Bapa, Putra - Yesus, dan Roh Kudus. Yang jadi pintu siapa? Yesus. Karena dalam Yohanes 10:9, Dia berkata: Akulah pintu.

Ini nggak ada jendela, nggak ada apa. Cuma ada jendela. Jendela ini cuma ada menghadap ke atas, cuma satu. Ini nggak ada pintu, nggak ada apa-apa. Jadi kalau dia naik, masuk dalam bahtera, tidak tahu dia ke timur atau ke barat, nggak tahu. Tapi dia tahu, Nuh tahu, bahwa kalau dia di dalam bahtera dia selamat. Orang yang tidak masuk bahtera dia celaka. Tetapi Nuh tahu, dikasih tahu sama Tuhan, seratus dua puluh tahun bahtera itu dibikin. Seratus dua puluh tahun Nuh menginjil. Percaya sama Tuhan. Tuhan akan menghukum dunia. Mari, naiklah ke dalam bahtera.

Loe gila Nuh. Mana ada orang bikin kapal di atas gunung? Bikin kapal mah di pinggir laut supaya didorong, naik ke laut. Kenapa kamu bikin kapal di atas gunung? Ini disuruh Tuhan. Lekas masuk. Disebut gila. Jadi cuma Nuh, istrinya, tiga anak lelakinya, tiga anak menantunya. Besan saja nggak percaya. Masuk delapan orang dalam bahtera. Dan bayangkan, saudara, tidak ada kaca depan, tidak ada kaca belakang, tidak ada kaca samping. Pintunya saja ditutup sama Tuhan. Jadi dia lihat hanya ke atas.

Kita juga sedang ada dalam bahtera keselamatan Tuhan. Kita tidak tahu kemana kita pergi. Yang kita tahu, kita pasti selamat. Kita tidak bisa lihat kanan, lihat kiri, kita nggak tahu mundur atau maju. Tapi Tuhan bilang ada jendela di atas. Maka Nuh itu tiga kali dia lepaskan burung merpati melalui jendela ini. Dia lepaskan burung merpati. Yang pertama, merpati itu kembali. Kembali ke tempat Nuh. Kenapa kembali? Karena air masih penuh, pohon masih terendam, nggak ada tempat untuk hinggap.

Satu minggu kemudian, dia lepas lagi burung merpati. Kembali lagi. Tetapi di mulutnya, diparuhnya itu ada pohon daun zaitun. Berarti pohon sudah kelihatan. Tapi dia nggak bisa hinggap. Dia petik daun zaitun, bawa sama Nuh. Ketiga kali dilepas lagi dan merpati itu tidak kembali.

Ini pelajaran. Ini zaman Bapa, Putra dan Anak. Dari zaman Adam jatuh sampai zaman Abraham, itu dua ribu tahun. Dari zaman Abraham kepada zaman Yesus dua ribu tahun. Dari zaman Yesus sampai kedatangan-Nya yang kedua kali juga dua ribu tahun. Ini kerajaan seribu tahun damai.

Ini kita sebut zaman Bapa. Ini zaman Anak. Ini zaman Roh Kudus. Merpati lambang apa, saudara? Roh Kudus. Karena waktu Yesus dibaptis, turunlah Roh Kudus merupakan diri seperti burung merpati. Jadi kalau Nuh melepaskan merpati tiga kali, Tuhan juga melepaskan Roh Kudus tiga kali. Dia lepas pada zaman Bapa, dua ribu tahun pertama. Roh Kudus dilepas tetapi Dia kembali sama Bapa. Zaman kedua, dilepas, Dia kembali tapi di mulut-Nya ada daun zaitun. Kenapa? Sebab Yesus mendamaikan manusia dengan Tuhan. Karena zaitun adalah lambang perdamaian. Kalau ada pesta olah raga, yang dilepas burung apa? Burung merpati. Nggak pernah burung gagak.

Pada waktu zaman Roh Kudus, sekarang kita sudah 2007. Dari Yesus mati sampai kedatangan-Nya yang kedua kali, itu dua ribu tahun. Jadi Yesus mati, 33, jadi sampai dua ribu tiga puluh tiga. Kalau hitungan tepat. Karena kita tidak tahu kapan Dia datang. Roh Kudus dilepas tapi Dia tidak kembali lagi. Karena apa? Karena di sini Dia sudah punya tempat hinggap, pohon. Di sini Dia sudah punya tempat hinggap - di hati kita!

Sekarang saudara mau pilih mana, Tuhan yang di sorga, Tuhan Immanuel yang di sisi kita, apa Tuhan Roh Kudus yang di dalam kita?

Maka saya bilang, kalau kita penuh dengan Roh Kudus, kita ini sangat beruntung. Sangat beruntung. Bahkan hampir-hampir kita non-aktif. Dia yang perang ganti kita. Dia yang ngurusin urusan kita. Kalau kita jalan, Dia yang bimbing. Kalau kita salah jalan, Dia ngomong, itu salah. Kalau kita dagang keliru, jangan dagang itu. Kalau kita jalan terus mau tupok kui, mau pasang togel, salah, jangan. Kalau kita mau ke sana, nggak bisa. Maaf, ya. Kalau kita mau ke tempat perempuan nakal, Roh Kudus bilang: Bukan tempat kamu itu. Penuh Roh Kudus. Kalau mau selingkuh, kalau mau nyeleweng, Roh Kudus bilang salah. Kamu tidak akan dapat damai kalau selingkuh, lekas kembali. Itu hebatnya Roh Kudus.

Saya nggak pernah mau undang lagi saudara maju ke depan. Saya pikir Roh Kudus tidak perlu asisten. Dia bisa memenuhi saudara di tempat saudara duduk. Di Jakarta, memang saya undang ke depan karena dari berbagai gereja, macam-macam aliran, ada katolik, ada GKI. Ada orang GKI suami istri penuh Roh Kudus. Di depan ada orang gereja pantekosta tapi dari Tangerang, dua-duanya penuh dengan Roh Kudus. Pegangan tangan penuh Roh Kudus. Belum sembahyang saya. Di sebelah situ ada orang lagi, penuh Roh Kudus, berbicara bahasa Roh. Nikmat sekali.

Saya mau kasih kesaksian. Dulu saya di Yasdi saya khotbah mengenai Roh Kudus. Siapa yang mau dipenuhkan Roh Kudus, maju ke depan. Banyak orang maju. Tapi ada orang katolik, suaminya namanya Joni. Joni mau maju, ditarik sama istrinya. Jangan, apa-apaan lu maju. Apa-apaan Roh Kudus-Roh Kudus. Istrinya katolik. Jangan. Jadi Joni nggak maju. Tapi Roh Kudus penuhkan dia. Dari jauh dijamah. Nangis dia. Haleluyah, haleluyah. Nangis. Istrinya bilang: Jon, kenapa Jon? Joni kenapa, Jon? Lu kenapa? Nggak bisa berhenti dia, terus berbahasa Roh.

Apa yang terjadi, saudara? Istrinya datang sama saya: Ko Yoyo, saya juga pengen Roh Kudus. Itu hari jumat. Minggu sorenya dia datang ke sini. Waktu itu mimbar di situ. Tiga wanita yang belum penuh Roh Kudus didoakan. Istrinya ngomong bahasa Jepang, saya tahulah dia bahasa Jepang. Disuruh berhenti saja nggak berhenti-berhenti. Asalnya dia bilang: Apa-apaan lu ke depan, jangan. Dia kira kesurupan. Kalau penuh Roh Kudus itu kaya kesurupan, kaya kuda lumping begitu, saudara. Nggak. Kita dipenuhi oleh Tuhan. Kita dipenuhi oleh damai. Kita dipenuhi oleh Roh Kudus.

Minggu depan kita akan lihat istri Lot, ya. Sekarang kita sudah tahu, di akhir zaman orang makan, minum, kawin dan mengawinkan sampai kepada kita masuk dalam bahtera. Kita berdiri bersama-sama.

-- o --

Rabu, 27 Juni 2007

TANDA-TANDA AKHIR ZAMAN

Haleluyah. Selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan meneruskan pelajaran kita dari Injil Lukas 

17:28 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
17:29 Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
17:30 Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.
17:31 Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali.
17:32 Ingatlah akan isteri Lot!
17:33 Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.
17:34 Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.
17:35 Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan."
17:36 (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.)
17:37 Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."

Di dalam ayat ke-28 kita membaca: Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot.

Pada saat itu, Tuhan Yesus mau menerangkan seperti apa kedatangan Yesus yang kedua kali. Coba saudara renungkan. Dua ribu tahun yang lalu Yesus mengajar ini sama murid-murid-Nya. Murid-murid sudah mati sekarang. Tetapi Dia pesan ini kejadian akhir zaman akan jadi seperti zaman nabi Nuh dan zaman Lot. Orang yang diajar sama Yesus itu sudah mati. Jadi sebetulnya Tuhan Yesus mengajar ini, mata-Nya sudah jauh melihat ke zaman akhir, ke zaman kita sekarang ini.

Jadi kita yang dituju oleh nubuatan ini, yang dituju oleh Yesus. Haruslah kita ini yang memperhatikan kata-kata ini! Karena murid-murid-Nya sudah meninggal. Rasul-rasul sudah tidak ada lagi. Bapa-bapa gereja saja sudah tidak ada lagi. Yang lahir tahun 1900 saja sudah hampir tidak ada lagi. Jadi kenapa ini ayat diajarkan sama Yesus kepada murid-murid-Nya? Mata-Nya Dia sudah lihat jauh. Kebaktian kita ini, Dia sudah lihat jauh-jauh waktu. Kita belum lahir, Dia sudah lihat kebaktian ini, bahwa pada hari ini, tanggal sekian, bulan sekian, tahun sekian, akan ada sekelompok orang berkumpul dan akan mendengarkan firman Tuhan. Dan sekarang untuk merekalah pesan ini, yaitu untuk saudara dan saya.

Dia berkata begini: Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot.

Yang pertama ada pada zaman nabi Nuh. Yang kedua ada pada zaman Lot. Nuh dengan Lot, dia hidup di zaman yang berbeda. Nuh itu sebelum Abraham. Lot itu pada masa Abraham. Nuh itu jauh pada awal-awal pertama. Lot itu ada zaman setelah Abraham. Kalau kita membaca kembali apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, ayat 26,

17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
17:27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.

Ada dua tanda pada zaman nabi Nuh, yaitu orang makan dan minum. Ini tanda di akhir zaman, kata Tuhan Yesus. Dan yang kedua itu kawin dan dikawinkan. Kawin mawin, bahasa Indonesia lama lebih tepat, kawin mawin. Jadi kawin tidak satu kali, dia senang kawin berkali-kali. Itu tanda orang di akhir zaman. Perceraian dianggap lumrah. Orang yang sudah kawin dua puluh lima tahun, dua puluh enam tahun, cerai begitu saja tidak ada beban sekarang ini. Itu sudah tanda akhir zaman.

Tetapi dalam zaman Lot, mereka juga makan, minum ... sama sudah ditulis. Mereka membeli dan menjual. Yang ketiga kita lihat, di zaman Lot membeli dan menjual atau jual beli. Kemudian perhatikan ayat berikutnya, mereka menanam dan membangun.

Jadi kalau saya ringkaskan, yang pertama adalah soal makanan di akhir zaman. Yang kedua, soal perkawinan. Yang ketiga, soal bisnis. Dan yang keempat, soal saham atau pembangunan. Menanam bukan hanya menanam pohon tetapi menanam saham, menanam modal.

Dan empat hal ini justru yang sekarang ini paling digembar-gemborkan. Tuhan taruh nomor satu adalah soal makanan, minuman. Luar biasa sekali sekarang soal makanan. Dulu pada tahun 60-an, kami mengungsi ke rumahnya mertuanya oom Rompas karena kami lagi bangun gereja. Ini lagi dibangun. Kebaktian dirumahnya Ma Idang di jalan Cikidang. Dan kami mengungsi di rumahnya Ibu Gan Cun Nio ... itu ada keong racun. Oh, mama saya paling, awas itu beracun, keong racun itu, kasih garam. Kita kasih garam, dia jatuh, lalu dibuang.

Saya tidak tahu bahwa pada tahun 90-an, keong yang sama, itu jadi makanan paling mahal di Perancis. Bahkan ada orang berbudi daya keong. Lalu setelah itu dipak, dikirimkan ke Perancis. Dan orang Perancis paling suka makan keong. Dan keong ini harganya mahal sekali. Jadi betul apa kata Tuhan, orang akan berbicara makan dan minum.

Yang kedua perkawinan, kawin-mawin. Sekarang orang nggak sabar nunggu, ingin cepat kawin. Sama seperti lagu zaman dulu, zaman saya main band, ada Oslam Husein nyanyi sama si Alwie ... Eh mama .. Saya mau kawin .. Kawin sama siapa? .. Sama siapa saja. Sama siapa saja nggak penting, pokoknya kawin. Itu tahun 60-an. Sekarang sudah 2007, sudah empat puluh tahun. Apa yang dinyanyikan oleh Oslam Hussein, nggak ketinggalan, sekarang orang pakai perkawinan jadi mainan. Perkawinan yang kudus, pernikahan yang kudus jadi mainan. Orang tidak menghargai perkawinan sebagai sesuatu yang sakral, sesuatu yang sangat dihormati, sesuatu yang sangat kita takut kepada Tuhan. Karena ini adalah salah satu sakramen kudus di dalam gereja, yaitu kita menikah.

Dan kita tidak bisa cerai lagi, hanya maut yang memisahkan kita berdua dengan istri dan atau suami kita. Tetapi lihat harganya perkawinan sekarang, diobral murah. Pada tahun 50 di Amerika, sepuluh orang menikah, satu cerai. Pada tahun 90-an, tiap tiga perkawinan satu cerai. Sekarang di Amerika, rata-rata ya, tentu ada orang kristen yang baik. Rata-rata sekarang ini, satu perkawinan dua cerai. Jadi perceraian lebih banyak dari yang menikah.

Waktu saya di Belanda, pendeta Belanda bilang begini sama saya: Jangan khotbah tentang homoseks, ya, sebab homoseks sudah diijinkan oleh pemerintah Belanda. Aduh, saya bilang, ini kebenaran firman Allah mau disunat, nggak boleh khotbah mengenai homoseks. Homoseks termasuk lesbian, termasuk kepada kawin-mawin. Lelaki sudah tidak suka dengan perempuan, dia senang sama lelaki. Perempuan tidak suka sama lelaki, dia senang sama sesama perempuan. Itu dosa yang paling Tuhan benci, najis. Sampai tempat tidur harus dibakar. Orangnya yang berbuat juga harus dibakar. Sampai begitu waktu zaman Taurat. Tuhan tidak suka.

Lihat sekarang, orang yang lesbian, orang yang homoseks, wah, di televisi jadi hebat. Orang yang kawin cerai laku. Saudara lihat ada satu selebritis, muka sih sudah biasa, mukanya muka pasaran. Tapi kawin cerai sampai tiga kali. Dia bangga. Dia anggap kawin itu semacam hobi. Dia anggap seperti mengumpulkan koleksi. Itu sudah mulai dari zaman perempuan Samaria. Dia ngoleksi suami, sampai suaminya lima. Dia tidak tahu harganya kudusnya perkawinan. Jadi itu akan kembali lagi di akhir zaman.

Lalu Yesus bilang zaman Lot orang membeli dan menjual. Jual beli akan luar biasa.

Baru-baru ini ribut Amerika dengan Tiongkok, ribut. Sebab sekarang yang polusi udara, yang bikin udara kotor di seluruh dunia, satu negara yang paling kotor, pabriknya banyak justru di Tiongkok. Kedua, Amerika. Jadi Amerika marah-marah, Tiongkok ini mengotori udara. Di dunia paling parah, pabrik-pabriknya wah kotor sekali ini Tiongkok. Balas Tiongkok, ini perusahaan siapa punya? Ini perusahaan Amerika punya. Kenapa Amerika bikin perusahaan di Tiongkok? Bikin pabrik di Tiongkok? Karena tenaga kerja murah. Jadi kamu jangan ngomel sama kami, pabrik ini justru pabrik kamu. Wah, ramai ini semua.

Tetapi inilah orang, menanam dan membangun. Menanam saham. Membeli dan menjual. Di mana-mana. Saya nggak suka perhatikan, tapi akhir-akhir ini di televisi ada menanam dan membangun. Menanam saham. Orang paling kaya di dunia itu umur sebelas tahun, dia sudah belajar beli saham. Jual saham, untung. Sampai sekarang. Dia tidak punya bisnis, handphone saja dia tidak pakai. Dia tidak pake handphone, dia tidak punya kantor, tapi dia paling kaya di dunia. Matanya jeli. Kalau lihat ada kesempatan, ini barang lagi naik di sini, di sini lebih murah. Dia beli yang murah di sini, jual di sana.

Handphone saja dia nggak pakai, tapi dia paling kaya di dunia. Menanam saham. Lain dengan Yesus. Yesus bilang, taruhlah hartamu di sorga di mana tidak ada gegat dan karat, di mana tidak ada pencuri membobol rumah.

Ada teman saya dari Bandung dia cerita, wah teman saya sekarang lagi punya toko emas. Dia sewa satpam 2 orang. Saya bilang, satpam biar 4 orang satu toko, nggak ada gunanya. Seperti di toko emas ABC di jalan Pasir Koja. Yang ngerampoknya 8 orang, senjata lengkap dan yang punyanya nggak ditanya, nggak ditanya keluarin emas, nggak, ditembak saja dor kepalanya. Emas-emasnya diambil. Datang orang nggak salah apa, tembak, dor. Mau apa saudara?  

Tapi ini akhir zaman, orang menanam dan membangun. Lihat pembangunan sekarang, tidak kesamping. Ke atas. Apa yang dikatakan Tuhan? Roh Babylonia ketika Nimrod mau membangun gedung bertingkat tinggi, sekarang sudah. Malaysia mempunyai Twin Tower terkenal. Indonesia tidak mau kalah, dia mau ikut, dia mau bikin lagi. Nggak punya duit tapi dia mau bikin tertinggi di dunia. Ini di Jakarta mau bikin.

Tapi diduluin sama George Bush. George Bush bilang: Kami merdeka pada tahun 1776. Maka gedung di tempat di mana yang dihantam waktu 2001 itu,  kami akan bangun satu gedung. Tingkatnya seribu tujuh ratus tujuh puluh enam meter, paling tinggi di dunia. Indonesia? Belum bangun sudah disaingi sama Amerika. Inilah pembangunan zaman sekarang. Saya itu sedih lihat sawah-sawah. Dibeli sama orang, dibangun pabrik. Dulu kalau saya lihat Karawang itu hijau, gudangnya sawah, hijau, sekarang hampir nggak. Pabrik-pabrik Honda, semua Korea, semua Jepang di situ. Dulu kita ini ekspor beras, sekarang kita impor beras. Lihat Vietnam. Vietnam dihancurkan dalam peperangan dengan Amerika. Tapi kita impor beras dari Vietnam. Vietnam nggak bikin mobil. Dia nggak mau bikin motor. Dia nggak bikin pabrik. Tapi dia bikin pertanian.

Tapi orang di akhir zaman akan menanam dan membangun. Jadi saya yakin menanam ini bukan menanam pohon. Menanam modal dan membangun. Nggak sadar, tidak lama lagi akan dihukum. Kita baca terus.

Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom, turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. But on the day that Lot went out of Sodom it rained fire and brimstone from heaven and destroyed them all.

Maaf saudara, dalam bahasa Inggris bukan hujan api dan hujan belerang. Brimstone itu batu-batu yang menyala. Bukan hujan api tapi batu-batu yang menyala itu menghukum, turun ke atas Sodom Gomora, waktu itu setelah Lot keluar ... membinasakan semua ini. Membinasakan apa terjadi pada zaman Nuh dan pada zaman Lot ini.

Jadi sekarang katanya Tuhan, seperti zaman Nuh dan zaman Lot, demikian juga kedatangan Tuhan yang kedua kali, maka Tuhan tidak akan lagi menghukum dengan banjir tetapi dengan api. Dikatakan bahasa Indonesia selalu memakai kata belerang. Saya tidak suka dengan kata belerang, tetapi brimstone. Karena dari langit dan membinasakan mereka semua, destroyed, menghancurkan mereka semua.

Mari kita belajar dari sejarah. Kita belajar dari tsunami di Aceh. Tsunami di Aceh hanya dalam hitungan detik, nggak sampai satu menit, dua ratus empat puluh ribu orang mati di delapan negara, yang paling besar di Indonesia. Apa susahnya Tuhan mau menghancurkan dunia? Dia hanya pakai satu tsunami saja. Hanya satu tsunami yang lebih kecil saja, Pangandaran habis. Satu tsunami kecil lagi, gempa sedikit, Yogya habis, Bantul semua habis.

Hanya dengan satu lumpur Lapindo saja, tidak ada satu insinyur dunia yang sanggup menghentikannya. Panggil ahli dari Jepang, dibayar mahal sama Bakrie. Tolong hentikan. Diselidiki. Maaf, katanya, dia baru berhenti nanti setelah empat puluh tahun. Nangis presiden, sampai nangis. Tapi nangisnya presiden nggak bisa menutupi nangisnya rakyat, empat belas ribu orang. Rumahnya tenggelam, pekerjaan ambles semua, anak keleleran, tidur tidak tahu di mana. Belum kiamat loh, saudara. Belum kiamat.

Jadi hari ke depan ini kita musti waspada. Dekatkan diri kepada Tuhan, karena hanya Dia yang melindungi kita. Hanya Dia yang menolong kita. Hanya Dia yang menyeberangkan kita pada waktu banjir. Hanya Dia yang menolong kita pada waktu orang tidak bisa menolong.

Saudara mau nggak beli rumah tingkat 3, kaya begini nih tingkat 3, ... besarnya seperti ini, 6 juta rupiah. Saudara mau nggak? Ini saya ngomong bener, loh. Saya kok pikir-pikir aduh saya kalau beli bisa nggak ya saya beli 1 apa 2 gitu, rumah kaya begitu, 1,2,3 sekalian, siapa tahu nanti jadi beres. Murah saudara. Dan itu kira-kira 4-5 kilo meter rumah-rumah dijual di Porong. Dijual. Tingkat 3. 6 juta. Betul saudara. Enam juta rupiah. Tapi kosong semua rumah. Debu di sana sini. Di depan itu rel kereta api, sebelah kanan rel kereta api itu tanah 8 meter. Nah, di sebelah tanah 8 meter itulah lumpur Lapindo. Ini kosong, saudara. Kosong. Maka saya nggak bohong saudara punya uang 6 juta, beli rumah di sana. Murah. Kenapa saya pakai contoh itu.  

Ketika api Tuhan turun, ini semua tidak ada gunanya lagi. Kita tidak bisa makan minum di dekat lumpur Lapindo. Kita tidak bisa kawin-mawin di dekat lumpur Lapindo. Kita tidak bisa membeli, menjual. Nggak laku, rumah tiga tingkat enam juta, nggak laku, sama tanahnya, loh. Menanam dan membangun tidak ada lagi. Baru Lapindo. Belum Hari Tuhan.

Maka elinglah saudara, saya pakai kata eling. Eling itu waspada, sadar. Jangan kemaruk. Kemaruk pangkat, kemaruk harta, kemaruk kedudukan. Ngeri saya sekarang melihat hari-hari ini, ngeri. Saya nggak usah ngeliat dunia, liat gereja saja saya sudah ngeri sekarang. Lihat keadaan gereja sekarang, ngeri. Nggak tahu mau ke mana ini gereja. Berat.

Kalau saya bilang, kata berpegangan kepada tali. Tapi saya mau pakai bahasa sunda, urang teh kudu muntang ... musti berpegangan. Muntang itu nggak ada yang lain, hanya satu itu tali. Urang kudu muntang. Hanya pegang tali kasih dari Yesus. Pegang itu, saudara-saudara, karena ini adalah akhir zaman. Berikut ayat 30,

17:30 Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.
17:31 Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali.

Karena apa? Kerusakan ini yang datang dari Tuhan, itu jalannya cepat. Jadi kalau saudara kembali dulu ke rumah, nggak keburu. Kalau saudara turun dulu dari loteng ke bawah, ambil barang, nggak keburu. Saya mau gambar itu rumah zaman dulu. Kalau ini gunung, rumah-rumah orang zaman dulu itu kaya ruko sekarang. Terus ini sampai kepada tempat pelarian. Sekarang itu ruko. Luar biasa. Tuhan nggak nulis ruko tapi Dia sudah bilang. Orang itu kalau malam dia suka duduk-duduk di atas sotoh rumah, loteng. Nah, ini disebut peranginan, cari angin. Mereka kan nggak ada AC. Mereka duduk-duduk di sana, bisa ngobrol sama tetangga sebelah.

Ketika ada itu hukuman dari Tuhan, yang ada di peranginan jangan turun ke bawah, ... nggak keburu. Tetapi larilah. Karena ini nyambung bangunan, mereka berlari di atas bubungan ini, berlari sampai ke gunung. Untuk melarikan diri dari segala kehancuran ini. Orang yang ada di ladang, jangan dulu pulang ke rumah, nggak keburu. Lari ke gunung. Mari kita buka Matius

24:15 "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel--para pembaca hendaklah memperhatikannya--

Apa ini Pembinasa keji? Pada tahun 70, Jenderal Titus itu meratakan Yerusalem. Dia bakar semua Yerusalem sampai Bait Allah semua dirobohkan. Karena sudah dinubuatkan oleh Yesus. Tetapi ini yang disebut ini Daniel. Daniel tidak mungkin menubuatkan Titus. Dia pakai huruf P besar, Pembinasa keji. Pembaca hendaklah memperhatikannya apa yang ditulis oleh Daniel itu.

24:16 maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.

Saya perhatikan pemuda-pemudi, remaja, sebelum ada acara kebaktian hari minggu, mereka suka latihan hari sabtu. Mereka latihan dulu, nyanyinya apa. Sebelum penyanyi Kineret itu nyanyi, anak-anak sekolah minggu, latihan dulu di rumah gurunya. Latihan dulu, sudah latihan, baru ada pertunjukannya. Jenderal Titus itu seperti latihan. Orang yang tinggal di Yudea, berarti di Yerusalem waktu itu, harus melarikan diri ke pegunungan.

24:17 Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya,
24:18 dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.
24:19 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.

Karena dia menyusu bayi, nggak bisa lari cepat. Dan sejarah menyatakan Jenderal Titus pakai pedang - maaf bicara - dia potong perut orang yang hamil. Dia potong perut. Bayi-bayi dibunuh, tidak ada belas kasihan. Tetapi ini baru latihan. Ini gambaran dari jahatnya, kejamnya, kejinya antikristus di akhir zaman ini. Berikutnya,

24:20 Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.

Itu untuk Titus. Tetapi untuk antikristus berdoalah begini, saudara: Tuhan, jangan sampai pada waktu Engkau datang, saya ini nggak siap. Jangan jadikan saya ini lima perawan yang bodoh, punya pelita tapi tidak ada minyak. Ke gereja, ke gereja tetapi tidak siapkan minyak, tidak mempunyai Roh Kudus sehingga pelita itu padam. Nah, pelita itu menyala kalau ada minyak. Pelita itu kasih. Ketika kasih tidak mempunyai Roh Kudus, padam. Tapi kalau ada Roh Kudus, pelita kasih itu akan menyala. Kita kembali kepada Lukas.

Dalam Lukas itu dikatakan, ingatlah akan istri Lot. Saya yakin semua saudara sudah tahu cerita istri Lot. Lot sudah berangkat. Istri-istri saya mau tanya, kalau bikin KTP, ditanya di KTP pekerjaannya apa? Turut suami. Suka begitu. Ini istri Lot, di KTPnya nggak turut suami. Suami sudah keluar dari Sodom Gomora. Sudah dibilang, jangan nengok. Jadi suami bagaimana, dia mau nengok, istri saya ikut apa nggak, ya? Nah, dari situ kita ambil pelajaran, keselamatan tidak ada hubungan dengan suami atau istri.

Istri nggak bisa ngomong sama Tuhan: Tuhan, itu suami saya itu yang selamat. Tuhan, itu suami saya. Kalau dia masuk sorga, masa saya nggak? Itu suami saya. Saya istrinya dia. Maaf anak-Ku, suamimu ikut Aku. Tapi kamu ikut diri sendiri. Nah, ini istri Lot. Ingat istri Lot. Orang sudah pada keluar. Dia sudah keluar dari Sodom, dia nengok ke belakang.

Ini pesan akhir zaman dari Roh Kudus: Jangan nengok ke belakang. Yang sudah tinggal sudah. Kalau kita sukses dulu, puji Tuhan. Sudah, jangan diingat-ingat lagi. Kalau kita gagal dulu, ya sudah, jangan diingat-ingat lagi.

Dulu kita suka begini, suka begitu, ya sudah, sudah jangan diingat-ingat lagi. Lihat keluar. Biar sodom Gomora, dunia, tinggal di belakang. Kita sedang ikut Yesus. Saudara mau ikut Yesus? Jangan nengok lagi ke belakang, jangan mundur lagi. Jangan nengok. Nengok saja sudah jangan. Ingat istri Lot. Apa peribahasanya? Peribahasanya bicara begini: Istri Lot sudah keluar dari Sodom Gomora tapi Sodom Gomora tidak keluar dari hatinya.

Saudara ke gereja, saudara bukan orang dunia, saudara datang di gereja, kebaktian tapi keduniawian masih tinggal di hati kita.

Mungkin saya salah sama Tuhan. Sebulan ini saya ini lagi nunggu-nunggu, Tuhan, apa saya sekarang sedang disiapkan oleh Tuhan mau dipanggil? Sebab kok badan saya ini nggak enak terus. Tapi saya musti terima tamu. Orang datang. Masa kita bilang, jauh-jauh datang itu ditolak. Tapi badan saya nggak enak. Tuhan, apa Engkau mau ambil saya ini?

Seperti sekarang, saya nggak makan siang tapi saya nggak lapar. Makan pagi saya tidak makan, hanya karena ada tamu tadi di Yayasan. Ya sudah temenin dia. Lidah saya pahit. Dada saya suka sakit, taruh koyo. Dicabut koyo, jadi gatal sekarang. Kenapa saya badan jadi begini?

Tuhan, apa saya Tuhan mau minta saya pulang? Saya harus siapkan diri. Sebab kematian itu nggak pilih orang, nggak pilih umur, nggak pilih jemis kelamin. Oh, tahun 2006 yang pada mati perempuan semua ya, kata Tuhan. Perempuan pada mati semua. Tahun 2007 musim lelaki yang mati semua. 2008 banci yang mati. Nggak. Dia nggak lihat jenis kelamin.

Saya itu sampai sekarang masih ginggiapeun anaknya pendeta Paulus Haryanto. Anaknya tinggi kasep, dari kecil mengalah terus. Anaknya putih. Tetapi setelah dia besar, tinggi besar, badan besar. Dia menikah. Saya tidak hadir. 13 hari menikah, dia meninggal. Waktu saya lihat jenazahnya, biru. Baru menikah .. meninggal. Sampai saya bilang: Aduh, Tuhan, kok gini ya rencana Tuhan. Bisa kecewa kita. Tapi orang tuanya begini, mamanya begini, sudah, sudah senang, oom, dia sudah senang. Saya sudah pasrah. Kita orang beriman harus begitu.    

Maka saudara, biar kita hidup sehari-hari, biar lagi dagang, kita itu musti siap selalu. Kapan Tuhan panggil, saya nggak lagi berdosa. Saya lagi bener, saya lagi ikut Tuhan sungguh-sungguh.

Ngeri kalau kita lihat cerita ini. Tapi jangan takut, yang jaga saudara justru yang menulis buku ini. Tuhan Yesus Kristus yang memberikan. Itu memberikan warning supaya kita siap.

Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. Bahasa Inggris, siapa yang mencari untuk menyelamatkan hidup justru dia akan kehilangan, tapi siapa yang seolah-olah kehilangan hidup dia akan memilikinya.

Saya tidak bisa terangkan lebih jauh, tapi saya mau cerita satu cerita. Yang cerita ini mama saya, dan ini kejadian betul diaminkan oleh satu ibu yang sama-sama kita ke Tiongkok. Lalu saya tanya cerita ini yang mama saya cerita, bener apa nggak? Bener. Jadi mama saya itu hari minggu, jemput anak-anak sekolah minggu mau ke gereja. Dia jemput satu keluarga yang punya lima anak sekolah minggu. Tante, saya mau jemput ini anak-anak. Keluar suaminya, marahin mama saya. Kamu nggak tahu ini zaman perang? Kamu nggak tahu ini sekarang di mana-mana perang? Mau ke gereja, ke gereja apanya? Mau mati? Kalau anak saya mati, siapa tanggung jawab? Maaf, oom. Mama saya bilang maaf. Dia jalan. Nangis berjalan.

Sampai di kebaktian, oh betul, wah Inggris datang dan bom. Karena di situ banyak Jepang. Sembunyi semua anak sekolah minggu sembunyi dikolong-kolong kursi, saudara. Di sebelah gereja itu ada sumur. Itu bom jatuh ke sumur, nggak meledak. Sampai sudah perang lewat, sudah, bangun semua, anak-anak sekolah minggu selamat tidak ada apa-apa. Syukur, puji Tuhan. Ayo pulang, diantar satu-satu pulang. Waktu diantar pulang, lewat rumah dari keluarga ini. Semua mati, saudara. Mama saya nangis. Karena anak yang dia mau jemput itu ada di situ. Mukanya kelihatan, dia nggak mau lihat lagi. Papa mamanya mati, anak lima mati semuanya kena bom.

Siapa mau menyelamatkan nyawa, dia kehilangan. Tapi siapa berani kehilangan nyawa untuk Tuhan, dia akan mendapatkan nyawa. Saya tidak panjangkan firman Allah. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________