KHOTBAH RABU MEI - JUNI 2011

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 11 Mei 2011

MELAYANI UNTUK KEMULIAAN TUHAN

Selamat sore selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

I Petrus.

Khotbah ini berjudul Melayani untuk Kemuliaan Tuhan.

Jadi baik kita ke gereja untuk kemuliaan Tuhan. Bukan untuk keuntungan kita. Kita menyanyi untuk kemuliaan Tuhan. Bawa renungan untuk kemuliaan nama Tuhan. Berdoa untuk kemuliaan nama Tuhan. Apapun yang kita lakukan itu harus dan tidak ada pilihan lagi - untuk kemuliaan nama Tuhan.

Di dalam perikop ini, melayani untuk memuliakan nama Tuhan.

4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
4:8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.
4:9 Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut.
4:10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.
4:11 Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Di dalam perikop ini seperti tenunan; satu ayat dengan ayat yang lain itu saling terkait, tidak ada yang berdiri sendiri. Di dalam bahasa Indonesia, dikatakan,

4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat.

Saudara, hidup kita ada kesudahannya. Semua di dunia ini ada kesudahannya. Bupati ada kesudahannya. Presiden ada kesudahannya. Acara ada kesudahannya. Kebaktian ini ada kesudahannya. Kita bisa ngomong macam-macam. Tapi dalam ayat ini Injil bilang, kesudahan segala sesuatu - ini menunjuk kepada hari kiamat - di mana segala sesuatu berhenti tidak ada lagi -  sudah dekat.

Mari kita belajar dari hal ini, kenapa kita memberikan tenaga pikiran perhatian kita untuk hal-hal yang akan hilang, yang akan lenyap. Daud berkata: Satu hal telah kuminta kepada Tuhan. Nggak banyak dia minta, cuma satu hal. Dia raja, ngomong apa saja dia bisa. Orang datang. Hormat. Datang. Apa saja. Tapi dia tahu itu semua akan berakhir.

Ada orang yang menyambut segala sesuatu yang berakhir itu dengan tepuk tangan, ada orang yang menyambut segala sesuatu yang berakhir dengan kesedihan. Contoh, pertandingan sepak bola. Bagi orang yang sudah menang dia tunggu kesudahannya supaya cepat-cepat berakhir. Begitu selesai dia sorak karena menang. Yang lain itu begitu selesai kesudahannya dia nangis karena kalah.

Nanti di akhir zaman juga nggak jauh berbeda seperti ini. Pada waktu kesudahannya, pada waktu akhir hidup, pada waktu kita sampai ke akhir hidup, pada hari kesudahannya itu, apa kita bersorak sebagai pemenang atau kita menangis sebagai orang yang kalah? Kita buka dulu II Timotius

4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, - Berarti dia menang - aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Di dalam ayat ke-6, tidak disebut mengenai diriku. Di dalam salinan lain, karena Aku sudah siap untuk dicurahkan. Artinya sudah selesai. Maka saya waktu hari minggu itu saya ajarkan lagu kepada saudara, itu lagu sudah selesai. Mengajarkan kepada kita hidup tanpa beban Aku berjalan tanpa beban .. Semua sudah diselesaikan ..

Ini bagi kita sudah selesai. Sudah bukan masalah lagi kita, karena Tuhan yang sudah menyelesaikannya. Tapi dunia ini belum selesai, dunia ini masih jalan. Segala sesuatu ada kesudahannya. I Yohanes

2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Hidup kita yang jasmani akan berakhir. Ada kesudahannya. Dunia ini akan ada kesudahannya. Walaupun segala sesuatu dilestarikan, manusia sendiri membantu kesudahannya: Hutan ditebangi, sungai dicemari; manusia yang cemarkan. Keseimbangan alam dihilangkan. Sekarang di Sumatera di Lampung, gajah merusak rumah rakyat karena rakyatnya yang salah. Habitat gajahnya tempat dia makan daun-daunnya sudah diambil dibikin ladang sama orang-orang. Maka dia tidak ada makanan lagi cari ke kampung. Harimau masuk kampung, curi kambing, curi ternak, karena apa? Hutannya ditebangi. 

Segala sesuatu ada akhirnya. Kita itu jangan ngomong begini, bagaimana nantilah. Tapi balikin, nanti bagaimana. Sebab orang kalau sudah ngomong bagaimana nanti, mengatasinya tidak baik. Kalau nanti bagaimana, aman. Kalau bagaimana nanti, nggak aman. Dia terangkan dengan baik, bumi ini dengan segala keinginannya akan lenyap. Dengan lain bahasa, menuju kepada kesudahannya.  

2:17 ..., tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Badan sudah hancur tetapi hidup saudara tidak berakhir. Saudara tahu nggak saudara tidak akan mati. Badan boleh mati tapi saudara yang hidup yang sebenarnya - zoe itu -, nggak akan mati. Selama-lamanya. Makanya dari pada bagaimana nanti lebih baik kita hidup selama-lamanya dengan menuruti perintah-perintah Yesus. Kematian itu bukan sesuatu yang menyeramkan bagi anak Tuhan tetapi sesuatu yang ditunggu-tunggu. Begitu priit, hore, menang kita, ada amin saudara? Kalau saudara takut mati artinya saudara masih berdosa.

Saudara kira yang bagaimana nanti itu nggak diperhitungkan sama Tuhan? Dihitung. Segala sesuatu ada akhirnya. Ini kebaktian sebentar lagi berakhir.  

Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Jadi dia kasih nasehat.

4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

Salinan lain, karena itu seriuslah. Itu yang pertama. Therefore, be serious. And watchful ... berjagalah. Di situ dipakai jadilah tenang. In your prayers ... di dalam doa-doamu.

Orang yang berdoa, dia ada di dalam pelayanan akhir zaman. Orang yang serius ikut Tuhan, ada di dalam pelayanan akhir zaman. Orang yang berjaga dia ada di dalam pelayanan akhir zaman. Kenapa tiga hal ini? Karena segala sesuatu ada akhirnya. Tapi orang yang serius tidak berakhir. Orang yang berjaga tidak berakhir. Orang yang berdoa tidak berakhir. Sampai di dalam kerajaan sorga tidak berakhir.  

4:8 Tetapi yang terutama - Saudara, kita harus mencapai yang terutama ini, sebab ini di atas segala sesuatu, di atas pelayanan, di atas kelelahan untuk Tuhan, di atas segala perbuatan kita untuk Tuhan itu. - : kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

Kasih itu ada 2 macam, yang sungguh sama yang pura-pura.

Yang pura-pura dulu saya kasih contoh. Herodes. Dia panggil orang Majus: Mari sini, coba kamu dulu selidiki ya, dimana Yesus lahir. Setelah kamu ketemu, balik lagi ke saya karena saya akan datang untuk menyembah Dia. Apa dia mengasihi? Oh pura-pura, karena dia membunuh.

Kedua, Salome. Salome ini anak Herodian sama Herodes. Dia menari untuk menyenangkan Herodes. Padahal itu pura-pura sebab ibunya sudah punya rencana. Senang Herodes. Sudah minum minuman keras, anaknya itu menari. Istilah sekarang dahsyat. Lalu apa yang terjadi? Mabok itu raja. Panggil: Nak, kamu minta apa? Setengah kerajaan minta, papa kasih. Ngomong, kamu minta apa? Kaget, yang diminta kepala Yohanes Pembaptis. Tuh, itu kasih pura-pura. 

Kasih yang pura-pura di mana? Di Roma

12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

Jangan pura-pura. Kasihi dengan sungguh-sungguh. Ini akhir zaman. Harus kita punya kasih yang tulus. Ada ketaatan pura-pura, ada ketaatan yang sungguh, bedanya di mana? Ada yang ngawas atau tidak ada yang ngawas kalau sungguh-sungguh dia tetap kerja. Ada yang liat absen atau tidak liat absen, dia tetap masuk kantor. Tidak seperti anggota DPR tanda-tangan masuk ada, orangnya tidak ada. Supaya dia terima gaji tapi dia nggak ikut rapat. Ini zaman kepura-puraan. Iblis dia pura-pura menjadi malaikat padahal dia Iblis. II Korintus 

11:14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang.
11:15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.

Pura-pura jadi malaikat padahal Iblis. Serigala berbulu domba. Kelihatannya di mana? Di kakinya. Serigala kakinya cakar. Kelihatan di mananya? Di mulutnya giginya tajam karena gigi domba itu sama dengan gigi manusia. Rata. Kalau gigi binatang buas serigala tajam untuk merobek daging. Domba merobek rumput. Jadi domba kerjaannya merobek atau membuka rumput yang hijau, dia mencari makanan dari dalam, itu domba.

Kalau golongan serigala suka daging. Segala sesuatu kedagingan, dinomorsatukan kedagingan. Kalau teori, teori. Kedagingan dulu, nomor satu daging.

4:8 ... kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain,

Kita saling memberi. Artinya kita memberi kasih sama orang itu, orang itu memberi kasih kepada kita. Ada sesuatu yang kita beri. Ini yang tertinggi. Dan ini yang paling Iblis tidak suka. Iblis tidak suka persatuan, Iblis tidak suka kalau saudara itu happy di dalam persatuan saling mengasihi saling menghormati saling mengangkat. Bukan menghina, bukan menekan, bukan menjatuhkan ... itu Iblis tidak senang. Iblis maunya jemaat itu ribut, saling mengata-ngatai, saling menjelekkan, saling cakar.

4:8 ..., sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

Amsal

10:12 Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.

Petrus memakai ayat ini karena dia tahu dia dosanya paling banyak. Petrus ngaku mau mati untuk Yesus ... faktanya nol. Tidak akan meninggalkan Yesus ... faktanya nol. Aku akan mati untuk Yesus berjuang mati-matian untuk Tuhan, satu kali Yesus tetap Yesus ... faktanya nol. Maka dia menempatkan diri sebagai orang yang paling banyak dosanya. Jadi yang dia tunjuk kasih menutup dosa yang banyak bukan kasih manusia - kasihnya Yesus yang menutup banyak dosa.

Bagaimana kasih kita bisa menutup banyak dosa? Kasih Allah yang menutupi. Kita harus mengasihi satu sama yang lain itu dengan kasih Allah yang sudah menutup dosa kita, sudah sewajarnya kita menutup dosa teman-teman kita, karena apa? Karena mereka punya salah juga bisa ditutup oleh kasihnya Tuhan.

Allah itu sangat besar hanya dimiliki oleh beberapa organisasi gereja. Allah itu sangat besar lebih dari agama. Allah itu sangat tak terduga, tak terhingga.

Pengalaman Petrus itu juga dialami oleh Paulus. I Timotius   

1:16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.
1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

Kalau Paulus saja rasul ngomong begitu, Petrus saja sudah pernah jatuh. Jatuhnya Petrus itu lebih dalam dari jatuhnya Yudas, lebih dalam dari jatuhnya Paulus karena Paulus ngegebukin orang kristen malah bunuh Stephanus dia tidak tahu. Belum tahu kebenaran. Petrus sudah  tahu: Engkaulah Kristus Anak Allah yang hidup ... tapi dia tinggalkan Yesus. 

4:9 Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut.

Salinan lain, ramah tamahlah. Maka saya kurang suka dengan istilah rumah sakit. Bahasa Inggris hospital suster-susternya dibayar untuk jadi ramah. Pasien marah dia musti ramah karena dia dibayar untuk ramah. Tidak boleh judes.  

Karena Tuhan udah bayar kita dengan darah-Nya yang mahal supaya kita hospitable.

Ada orang yang wajahnya selalu tersenyum manis untuk dilihat. Kalau kita lihat wajahnya dia kalau ketemu seperti tanda keset di depan rumah: Welcome. Tapi ada orang yang wajahnya mungkin dia lagi sakit gigi cemberut seperti tanda di depan rumah: Awas anjing galak.

Saudara dan saya adalah harus saling kasih mengasihi, ramah tamah seorang dengan yang lain.

Kalau kita mengerti berterima kasih kepada Tuhan, banyak hal yang kita bisa berterima kasih. Jangan bersungut-sungut. Berterima kasih.

Kita berdiri.  

-- o --   

Rabu, 08 Juni 2011

HAL BICARA

Selamat sore selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

I Petrus 

4:11 Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Dulu saya anggap berbicara itu gampang, ngomong saja. Dari kecil kita sudah belajar bicara kan. Justru kalau anak nggak bisa bicara itu aduh. Tapi nampaknya setelah menjadi orang kristen, berbicara ini sesuatu seni. Seni berbicara. Sampai disamakan dengan orang yang menyampaikan firman Allah.

Nah orang yang menyampaikan firman Allah itu nabi, rasul, raja juga hakim-hakim. Nah, kita orang biasa disuruh  bicara seperti orang yang menyampaikan firman Allah. Jadi intinya itu hati-hati kalau berbicara itu. Dalam amsal dikatakan, bodohlah orang yang memperlihatkan amarahnya seketika, yang menyatakan marahnya seketika, bodohlah orang itu. Saya sering terpukul kalau membaca Amsal Salomo tentang bicara.

Dalam peribahasa, berbicara itu perak berdiam diri itu emas. Tetapi di dalam Tuhan, jadikanlah kita punya cara berbicara itu sebagai emas. Sebab kita menyampaikan firman Allah yang suci, firman Allah yang kudus. Ampun kalau kita disebut harus berbicara seperti sedang membawa firman Allah. Jadi dimanapun kita bicara, tentu yang dimaksudkan di sana ... oracle ... oracle ini juru bicara. Corongnya. Juru bicaranya Allah.

Nah kadang-kadang kita tidak menaruh rem atas mulut kita. Kalau kita marah kita ngomong, ada curiga kita bicara. Prasangka kita bukan prasangka baik tapi prasangkanya prasangka buruk. Kalau kita tidak berbuat salah, kenapa harus marah? Karena nanti yang dinilai di dalam pengadilan Tuhan itu ada beberapa tahta. Ada 5 tahta saya pernah bicara, ada tahta anugerah ada tahta dimana yang dihakimi juga bicara kita.

Saya lagi belajar mungkin sudah 3.5 tahun, orang lain ngomong apa tentang saya, saya tidak mau jawab dah. Dari saya, saya tidak mau ngomong jelek tentang orang itu; saya selalu berbicara baik. Saya nggak mau orang yang bersalah bawa-bawa saya ke neraka, saya tidak mau. Matius 

12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
12:37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."

Jadi saya ambil pelajaran begini. Kalau omongan saya bakal nggak benar belum tentu betul belum tentu tepat, diam. Kalau saya yakin ini benar, yang saya dengar itu betul, saksinya ada, baru saya sampaikan.

Orang Sunda kan punya peribahasa, dari pada ka bau-bau sungut, diam saja. Kenapa Petrus ketahuan sampai dia katakan, kamu harus berbicara seperti corongnya Allah, di dalam surat Petrus tadi? Sebab waktu itu dia bicara tanpa pikir: Yesus, aku siap mati untuk Engkau. Asal saja ngomong. Yesus, orang lain boleh menyerahkan meninggalkan engkau tapi aku Petrus tidak akan.

Nah, itu biasanya penyakit dari siswa-siswi kelas 1 ... ngomong dulu pikir belakangan. Mati hidup untuk Tuhan. Siap mati syahid untuk Tuhan.

Sekarang jadi gembala di daerah Bogor namanya Pdt Lazarus Winarno, dia satu kelas di bawah saya di Beji.  Dia khotbah. Berapi-api khotbahnya: Saudara-saudara sekalian, kita akan menghadapi Antikris. Bersiap-siaplah saudara penuhlah dengan Roh Kudus karena kita hadapi Antikris. Dia tidak tahu guru khotbah yang terkenal itu Pdt Gideon Sutrisno itu dia dengar itu khotbah. Sebab dari ruang makan itu kedengaran khotbahnya.

Jadi masuk pelajaran kedua, dia ngomong begini: Saya tadi dengar khotbah yang berapi-api dari satu orang yang mau menghadapi Antikris. Wah, kita semua murid ini melirik sama dia dong, bangga dia kan. Tapi itu guru bilang, silahkan kamu saja sendiri yang ketemu Antikris, saya tidak mau, katanya.

Dia salah khotbah. Setelah dia belajar Firman Allah, oh iya, kita tidak akan ketemu Antikris kita diangkat kita penuh dengan Roh Kudus kita diangkat diselamatkan dipindahkan ke padang belantara. Satu masa, dua masa dan setengah masa. Disimpan. Antikris 3.5 tahun disini, kita gereja Tuhan yang penuh dengan Roh Kudus. yang tahu berbahasa baru setelah dipenuhkan Roh kudus bukan hanya bahasa baru bahasa karunia lidah tapi cara ngomong cara bicara juga lain itu dibawa ke padang gurun.

Nah, jadi kalau kita kembali kepada I Petrus

4:11 Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Tentu ini bukan orang dunia, tapi orang di dalam jemaat orang kristen yang sudah tahu. Jadi tidak boleh ada orang dilarang bicara, tidak. Biarkan kalau mau bicara. Tapi biarlah dia bicara seperti corong.

Yang kedua, jika ada orang yang menyampaikan firman. Minister. 

Jika seorang melayani. Seperti tadi saudara yang membawakan renungan, itu melayani. Melayani pekerjaan Tuhan. Pendek tapi ada isi. Sebab ini renungan bukan khotbah. Hendaklah dia melayani.

4:11 ..., baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Jadi ada dua pelayanan. Satu berbicara satu pelayanan, melayani dengan tenaga. Bahasa bebasnya begini, pakailah dengan kekuatan yang disupply oleh Allah. Ini ada laptop. Laptop itu tidak pakai strum dia menyala ada baterainya. Dia nyala tapi sebentar2 redup lalu nyala lagi. Tapi lama-lama dia kasih kode, kalau dalam 5 menit tidak cepat memakai listrik, ini laptop mati. Asal masukkan bukan tenaga baterai lagi, laptop itu menyala dengan tenaga supply dari listrik, supply dari PLN.

Kekuatan kita itu kaya baterai, ada capenya ada lelahnya ada jenuhnya sampai Elia minta mati karena jenuh.

Jangan saudara sangka kerja di ladang Tuhan itu tidak ada jenuhnya. Jenuh banyak tapi kalau kita robah cara kita melayani dengan kekuatan yang disupply oleh Tuhan, tidak ada jenuh, nggak ada cape. Karena bukan kekuatan kita.

Kalau kita memakai dengan supply, saudara tidak pernah mau pakai itu. Coba kalau kebaktian doa, doa pakai otak kita. Itu kekuatan batre. Tapi kalau saudara berdoa dalam Roh Kudus, saudara tidak ngerti tapi itu disupply oleh Tuhan kekuatan saudara di dalam hati saudara tiba-tiba ada kekuatan yang baru.

Cari Roh Kudus saudara, tidak usah doa 10 hari. Memang di GPdI ada itu kebiasaan seluruh Indonesia musti 10 hari sembahyang cari Roh Kudus. Seolah-olah cuma 10 hari itu Roh Kudus datang. Setelah Kisah Rasul 2, mereka berdoa 10 hari ketuangan Roh Kudus. Kisah Rasul 8-9-10 orang dipenuhkan Roh Kudus nggak usah doa lagi 10 hari. Ada yang lagi Petrus berkhotbah, orang itu penuh Roh Kudus ada, pada waktu ditumpangi tangan oleh Paulus orang penuh Roh Kudus.

Jadi fasilitas itu, supply itu dikasih. Kalau tidak ada strum, umpamanya, nah batre saudara sudah penuh, masih bisa kerja lagi lebih jauh kalau sudah dicharge oleh Roh Kudus.

Saya banyak dapat berkat kalau baca Akitab, saudara. Kadang-kadang satu ayat itu saya diam bisa-bisa saya renungkan sampai di jalan apa ini, sampai nanti Dia supply, haleluyah? Karena keperluan saya itu untuk bicara. Sebab saya harus tiup terompet untuk umat Tuhan.

Ada tujuannya ayat 11 tadi.

4:11 ..., supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Ingat loh segala macam pelayanan - apakah khotbah apakah pimpin pujian apakah singer apakah sangkur paduan suara main tamborin saudara apapun juga - tujuannya satu, supaya Allah dimuliakan. Mari periksa ke dalam apakah pelayanan kita memuliakan Tuhan melalui Yesus Kristus. I Korintus

10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Pak, saya kerja di toko ... demi kemuliaan Tuhan. Saudara senyum sama langganan, saudara tidak tahu langganan itu siapa, bisa saja garong bisa saja pencopet tapi saudara senyum, saudara berprasangka baik karena saudara dibayar untuk senyum. Sebab kalau pembantu di toko itu cemberut, siapa yang mau masuk toko itu. Senyum, itu iklan terbaik. Tapi tahukah saudara bahwa saudara senyum itu bukan untuk saudara bukan untuk pemilik toko bukan untuk orang yang saudara senyum tapi untuk kemuliaan Allah.

Makan juga. Jadi kalau saya menilai orang bukan puasanya ... lagi bukanya. Memuliakan Allah nggak lagi bukanya. Katanya, katanya ... kalau udah buka, berebutan, ada yang ingin terjun ke dalam bubur. Berebutan. Padahal perut kita itu tahan 8 hari nggak dikasih makan. Tidak usah berebutan, nggak akan habis. Makan sedikit-sedikit. Berkali-kali saya suka ingin ikut, habis Om, habis Om. Jadi kalau kita ambil temannya bubur itu, ingat orang lain. Misal ada orang ulang tahun kasih rendang, jangan kita mata rendang 3-4-5 potong ... itu Tuhan tidak dimuliakan.

Nah, bagian akhir dari I Petrus 4 tadi kepemilikan saudara. 

4:11 ... Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin. 

Salinan lain, dominion ... dominasi. Jadi siapa yang berdominasi dalam hidup kita itu harus Tuhan. Siapa yang berdominasi dalam pelayanan kita? Harus Tuhan. Maka tadi seperti renungan, saya tidak boleh melayani orang kaya dengan senyum yang lebar tapi orang susah mau kasih tangan sama saya, saya tidak kasih senyum, nggak boleh saya. Sebab dominion yang menguasai saya harus Tuhan. Maksudnya dari renungan tadi, kita jangan lihat muka orang kalau masuk di gereja.

Nah, kepemilikan ini saudara harus sadari, kepemilikan dari Tuhan. Kita dengar doa raja Daud. I Tawarikh

29:10 Lalu Daud memuji TUHAN di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: "Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.
29:11 Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala.
29:12 Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.

Ada 12 macam kita tidak dikasih sedikit juga. Kita dikasihnya itu karunia menikmati. Bukan kepemilikan, kepemilikan Tuhan punya. Ini hidup saya ini juga Tuhan punya. Nggak ada sesuatu yang Tuhan percayakan kepada kita, itu kita punya. Kalau saudara berkata itu saya punya, saudara melanggar firman Allah.

Raja Daud bilang, punya-Mulah kekayaan, kemasyhuran, kebesaran. 12 macam.

29:13 Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu.
29:14 Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu.

Maka pertobatan itu ada 3 macam.

Pertobatan pertama di pikiran. Rasul Paulus berkata, milikilah pikiran Kristus. Ini pikiran aja yang jelek ini. Firman Allahnya mah baik ininya yang jelek pikirannya jelek curiga marah sakit hati dendam ... ini yang jelek. Rencana yang baik dan jahat itu di pikiran.

Kalau ini lulus ada pertobatan kedua di hati. Orang yang bertobat di hati, ia seperti Yesus. Dimaki dia diam, ditempeleng dia diam.

Ini yang ketiga saya nggak berani ngomong, takut saudara marah. Kecuali saudara janji dulu tidak akan marah. Sebab ini akan menyinggung saudara.  

Pertobatan ketiga itu di dompet. Lihat waktu Kisah Rasul 2, Roh Kudus turun, orang nggak sayang uang dia jual tanah, ambil harga tanah, taruh di kaki rasul-rasul, dia jual tanah, dimakan bersama dinikmati bersama tidak ada yang kurang tidak ada yang lebih semuanya berkeseimbangan.

Yang pertama pikirannya mereka bersatu, naik ke loteng Yerusalem. Kedua hati mereka, hati mereka penuh dengan sukacita. Akhirnya lari ke dompet.

Zakheus begitu dia bertobat, ya Tuhan, setengah dari harta hamba dia nggak pernah ikut kebaktian nggak pernah ikut KKR, nggak pernah ikut PA tapi tiba-tiba dia bilang, setengah dari harta hamba, aku berikan kepada orang miskin. Tiba-tiba orang miskin terpancar di matanya, tiba-tiba dia punya kasih kepada orang miskin, tiba-tiba dia mengasihi orang miskin, tiba-tiba dia mengasihi orang susah. Dan kalau ada yang saya tipu, saya bayar ganti 4 kali lipat. Ini orang yang pedit bisa ganti 4 kali lipat. Dari mana itu kejujuran? Karena dia sudah bertobat di hatinya. Larinya ke dompet.

Maka saya tidak bisa paksa, saudara yang tidak membawa perpuluhan terkutuklah ... oh, nggak. Sebab yang bawa perpuluhan, mereka yang akan diberkati; yang tidak bawa ya mereka yang tidak diberkati. Jadi tidak ada masalah dengan saya. Sebab Daud berkata tadi, siapakah aku ini ...

29:14 Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu.

Jadi Tuhan, aku bisa memberi ini karena Engkau. Ini raja yang ngomong.

Dikatakan, Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu.

Jadi kepemilikan ingat loh, anak saja saya nggak bisa miliki. Ini anak saya, nggak bisa, Tuhan bilang, Aku ambil. Mau apa? Saya nangis-nangis gimana, Tuhan bilang, semua anak sulung milik-Ku, itu ada ayatnya. Anak sulung milik-Ku.

Maka dari Jakarta itu pulang sekolah dari Amerika kerja di bank. Gaji pertama dia bawa, ini milik Tuhan. Selain perpuluhan, loh. Mana ada orang kerja di bank dalam 6 bulan naik pangkat sampai 3 kali. Karena dia menghormat Tuhan. Ya Tuhan, punya-Mulah segala-galanya.

Saya mau tanya sama yang berpuasa, kalau hari ini tiba-tiba Tuhan ngomong: Nyawamu akan diambil sebentar malam, saudara masih ingin buka puasa?

Tapi walaupun kita seperti Lazarus diremehkan orang kaya, begitu kita tutup mata, dibawalah Lazarus oleh malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya matinya memang di kuburan San Diego Hills, yang satu kuburan satu milyar, coba. Kita minta untuk bangun gereja satu milyar ... susah. Biar di San Diego Hills, kalau salah sama Tuhan langsung ke bawah ke neraka.

Mumpung kita masih hidup itu anugerah Tuhan kesempatan untuk kita introspeksi kita perbaiki.

Umpamanya kalau Yesus datang ke rumah saudara, diumumkan sama saya, besok Tuhan Yesus akan masuk di rumah saudara. Saudara bebenah nggak di rumah? Bebenah. Semua majalah-majalah yang tidak baik disingkirkan, itu BBM dibuang dulu, meja disiapkan. Kue juga pesan sama Ibu Elly, tolong kue, Yesus mau datang.

Kepemilikan itu Tuhan punya. Apa sih yang bukan Tuhan punya? Perpuluhan Tuhan punya. Hidung kita saja Tuhan punya. Itu jantung ... siapa punya kalau bukan Tuhan.

Yang terakhir,

4:11 ... Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Apa arti Amin? Bukan restoran Amen di Cipanas, bukan Amin itu orang satu duit, si Amin, bukan. Amin ini kaya orang ngomong benar .. benar, betul .. betul, begitulah seharusnya. Kalau ada orang ngomong, ini rakyat yang susah, saudara-saudara besok datang kami akan bagikan beras bagi orang-orang yang susah. Iya .. iya .. setuju. Begitulah Amin.

Jadi begitu Petrus bilang segala kemuliaan dan dominasi kuasa sampai selama-lamanya, Yesus sendiri yang bilang: Amin.

Kita berdiri bersama-sama.

  -- o --   

Rabu, 15 Juni 2011

BERSUKACITA DI TENGAH ANIAYA

Selamat sore selamat bertemu dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

I Petrus 

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

Salah satu yang sering menjadi keanehan di dalam kekristenan adalah orang kristen itu menderita. Dan banyak orang tidak mau jadi kristen karena ada kata menderita ini. Dan terus terang saja bahwa mayoritas kristen tidak mau menderita, belum mau, tidak mau tersinggung, tidak mau ditegur, tidak mau apalagi dibentak ... tidak ada yang mau dah. Hati panas. Justru kita harus belajar itu sekarang menderita sebagai orang kristen. 

Salinan lain, menderita demi kemuliaan Allah.

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, ...

Saudara harus tahu kita ini dikasihi. Pertanyaannya: Apakah kita mengasihi Tuhan? Bukan itu. Apakah kita mengasihi orang yang menganiaya kita, yang merugikan kita, yang mencela kita, yang salah paham kepada kita? Itu yang harus kita tanyakan. 

4:12 ..., janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

Salinan lain api siksaan itu, api pemurnian. Orang tukang kamasan itu untuk membuat emas itu murni dibakar sama api supaya sanga-sanga yang tidak baik turun dari emas dipisahkan supaya dia dapat emas yang murni. Hanya api yang bisa memurnikan. Jadi ini yang kita tidak boleh salah paham. Kalau kita orang kristen menderita ingat itu bukan nyala api siksaan sebetulnya, tapi nyala api pemurnian.

Mari kita dengar cerita wayang.

Saya diajak nanti nonton di Candi Prambanan, Sendratari Ramayana. Saya bilang, nggak usah, saya sudah tahu ceritanya dulu tahun 68 di Pandaan di Jawa Timur. Waktu itu guru papa saya dan guru saya juga almarhum WW Patterson nonton Sendratari itu. Habis menonton, dia bilang begini: Saya melihat Injil dalam cerita ini.

Rama punya istri Sinta. Sinta diculik sama Rahwana. Rama itu Yesus, dia bilang, Sinta itu gereja, Rahwana itu Iblis, diculik itu. Kita dulu kan anak buah Iblis, diculik. Tapi diserang negeri Alengka itu oleh Rama. Nggak bisa mati ini Rahwana sebab punya ajian Pancasona dan Rawarontek.

Jadi bagaimana caranya? Diinjak, katanya. Ada dua anak kembarnya dibunuh sama Rahwana jadi gunung. Nah, dia itu diinjak sama Hanoman, gunung ini bergerak, jadi dia kejepit. Nggak mati tapi nggak bisa keluar. Karena dia nggak mati keluarlah gelembung-gelembung. Ini gelembung-gelembung ini mempengaruhi orang-orang  yang berbuat jahat itu karena dipengaruhi oleh Rahwana ini. Dalam cerita Ramayana.

Tapi mari kita lihat. Dewi Sinta itu dibawa menghadap Rama. Rama tidak mau. Dan Sinta tau jadi Rama ini cemburu kan. Allah juga cemburuan adanya. Pasti sudah diapa-apain sama Rahwana. Jadi kebiasaan zaman dulu itu bikin kayu tinggi-tinggi, Sinta berdiri di atas, bakar api menyala-nyala, Sinta langsung lompat ke dalam api. Itu disebut api pemurnian. Kalau dia sudah disentuh sama Rahwana kebakar. Tapi begitu dia mau masuk api, dewa sambar. Begitu dewa sambar, dia turun di depan Rama dalam singgasana emas. Wah, Rama senang sebab Sinta nya masih suci.

Jadi saudara, kita ingin dihadapkan oleh Roh Kudus kepada Yesus sebagai perawan yang suci. Kita pernah diculik oleh Setan tapi Setan tak pernah bisa memiliki kita. Maka orang yang suka marah, cepat tersinggung, ngamuk, sakit hati, dendam, unjuk rasa ... itu kena gelembungnya Rahwana. Tapi Sinta biar api menyala dia tidak takut karena dia tahu dia benar, kok. Maka Petrus bilang, jangan kamu berpikir heran. Aneh.

4:12 ... akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

Api pemurnian. Saudara kalau mau beli mobil ... kita coba dulu, di try dulu di rem, di gas.

Jadi sebelum saudara jadi pengantin sorga, saudara harus dicoba. Makanya kita walaupun kita sudah terima Yesus yang kita tiap kebaktian itu ditata sama firman Allah itu karakter kita. Justru ini yang ngomong yang karakternya paling jelek murid Yesus, itu Petrus. Sombong, ingin nonjol, hayang kapuji, mau mati bersama Yesus. Orang lain boleh meninggalkan Yesus, saya tidak akan. Sompral. Yesus ada di gunung,  saya bikin rumah tiga; ngomong dulu mikir belakangan.

Jadi Petrus ini menceritakan pengalamannya juga.

 4:12 ..., seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

Ingat mulai hari ini ada kalau ada ujian, kok susah ya, kok begini ya jangan nanya begitu lagi. Ingat itu testing dari Tuhan. Kalau zaman dulu kalau ulangan nggak lulus di her, diulang, sampai diusahakan dia bisa lulus. Jadi teman2 yang nggak bisa sekaligus lulus, diuji lagi di her. Boleh. Belajar lebih giat.

Ada jemaat yang anaknya sudah mau jadi dokter, seorang puteri: Opa, bantu doa ini nilainya kurang. Musti belajar lagi. Bukunya tebal begini. Kurang berapa? 0.1. Mau jadi dokter, 0.1 kurang musti ujian lagi, supaya 0.1 itu bisa dilewat.

Jadi bedanya cuma 0.1 tapi kalau belum sampai kepada ukuran Kristus, saudara musti dites terus. Makanya dari pada dites nggak lulus-lulus lebih baik dites sekali tapi lulus.

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

Nah, kita berpikir sebaliknya. Dulu kita tangan terbuka minta terus, sekarang tangan tertutup memberi. Jadi percobaan Tuhan itu dibaliknya itu ada berkat. Jadi kalau saudara umpamanya ini persoalan percobaan ini berat, sebaliknya ... ini ada berkat. Cuma berkat itu tercover, tertutup.

Coba orang nambang emas, yang dia liat emas? Bukan. Yang dia lihat itu hitam lumpur batu kasar coklat tapi bukan itu yang dia cari; yang dia cari emas. Diayak berkali-kali.

Bersukacita sampai batas yang paling top. Kalau nyanyi paling keras nyanyinya. Bersukacita. Justru waktu kita menderita. Di sini rahasia kekristenan yang luar biasa itu, di tengah penderitaan kita bersukacita.

Kisah Para Rasul

5:26 Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka.
5:27 Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka,
5:28 katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami."
5:29 Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.

5:39 tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." Nasihat itu diterima.
5:40 Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan.
5:41 Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.
5:42 Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.

Dipukuli karena memberitakan kabar baik. Kita lihat reaksinya, ayat 41. Dengan gembira itu bukan karena dapat berkat bukan karena sembuh dari penyakit, bukan karena selamat dari kecelakaan, bukan karena luput dari rampok. Dia bersukacita justru karena dipukuli karena nama Tuhan. Tidak ada yang bisa membunuh sukacita dari Tuhan. Jadi sukacita itu yang memberi mereka kekuatan.

Jadi kalau ada susah ada apa, bersukacita. Kalau saudara bersukacita, itu tanda saudara sudah dewasa. Habis saya dirugikan, habis saya dihina, nama baik saya dicemarkan. Yesus saja dicemarkan lebih-lebih dari itu tidak pernah balas. Yesus saja dirugikan lebih dari itu tidak pernah Dia balas. I Korintus

6:7 Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan? 

Ini dasar kekristenan yang dikatakan oleh Paulus. Ada saja persoalan antara sesama kita, sudah merupakan kekalahan. Biar saudara nyanyi Kumenang kumenang .. Bersama Yesus Tuhan ... tapi ada aja masalah satu dengan yang lain, itu sudah satu kekalahan.

Dimana kita harus menang? Mengapa kamu tidak rela dirugikan? Mengapa kamu tidak ikhlas menerima ketidakadilan? Mengapa kamu tidak lebih suka dirugikan? Kan tadi murid-murid Yesus dipukuli tidak ada salah, loh. Kalau zaman sekarang masih bisa ngadu sama hakim, menuntut nama baik dipulihkan. Mengapa mereka bersukacita?

Maka dasar kekristenan itu kalau kita disuruh milih, saya lebih disuruh milih saya yang dirugikan dari pada saya merugikan orang lain. Lebih baik saya yang diperlakukan tidak adil dari pada saya memperlakukan orang tidak adil. Lebih baik saya ketipu dari pada saya menipu. Di situ kedewasaan saudara. Kita kan belum sampai kepada kalau orang meminta baju luarmu, beri baju dalam. Ketika orang suruh kamu jalan satu mil, jalan dua mil. Belum kan? Seorang menampar pipi kirimu, kasih pipi kananmu, kan belum kita. Kita baru diminta menderita karena Kristus.

Pada tahun 78 saya diundang ke NTT. Di NTT kami naik pesawat terbang, goyang luar biasa. Pesawat itu penumpangnya cuma 10 orang. Baling-balingnya satu lagi. Sampai mendarat di kota Rote. Saya kira Rote itu saudara, aduh besar. Ba'a Rote. Pesawat mendaratnya itu di lapangan terbang cuma satu saja, kaya sawah tapi kaya lapangan kecil. Maka saya diarak. Kotanya itu kaya dari jalan Warujajar sini sampai ke Lembur Tengah, itu saja kotanya. Di dalam truk. Dikalungi bunga dalam truk. Rumah juga bisa dihitung, selamat datang ... selamat datang.

Akhir dari KKR, baptis 13 jiwa. Yang ke-13 itu satu ibu. Dia mundur maju, mundur maju. Pendetanya Yeremi Salan bilang: Brur Yoyo, tunggu sebentar; dia lagi mikir dulu sebab dia islam. Suaminya ancam kalau kamu dibaptis menjadi kristen, cerai kita. Akhirnya dia dibaptis.

Akhirnya dia dibaptis. Habis dibaptis esoknya saya dengar dia dicerai sama suaminya. Tapi apa dia nangis? Ngga. Dia bersukacita. Baru-baru ada orang dari sana, saya tanya, itu ibu yang itu masih tetap dalam Tuhan? Masih tetap dalam Tuhan. Itu aniaya. Itu dirugikan, diancam karena Tuhan. Kembali lagi,   

4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

Kalau ini penderitaan Kristus, ini penderitaan Kristus sebagai kotak. Kita main puzzle. Adalah gambar di sini Yesus lagi disalib. Tapi puzzle. Disebarin dulu. Kita pasang-pasang. Ini kemana ini gambarnya. Masuk. Nah, saudara dan saya itu satu puzzle saja, saudara bagian ini, saya bagian disini. Modelnya macam-macam tapi ini klop-klop. Sudah jadi semua ada kelihatan gambar Yesus disalib. Maka disebut partaker, pengambil bagian.

Jadi kalau kita menderita itu terima kasih Tuhan, saya dapat bagian dari gambar yang besar penderitaan Kristus itu aku dapat bagiannya. Apakah di tengah, apakah di ujung, apakah di sudut,  apakah di kiri, apakah di kanan, apakah di atas, apakah di bawah - tapi bagian dari gambaran Kristus itu. Ada haleluyah?

Dalam ayat ini 3 kali disebut bersukacita bergembira dan bersukacita. Tapi dalam salinan lain, bersukacita itu sampai topnya. Sekarang Tuhan memenuhi kegembiraan sampai full. Kalau saudara bergembira di dunia ini waktu saudara dapat kesusahan karena Kristus saudara bersukacita melawan persoalan dengan senyum yang dari Kristus, nanti waktu Yesus dimuliakan sukacita saudara itu juga full.

Maka dalam Yohanes 16 Dia berkata, minta. Sampai sekarang kamu tidak pernah minta. Minta supaya sukacitamu penuh. Kenapa kita tidak ada sukacita, kenapa gara-gara satu hal kecil sukacita kita hilang? Maaf saya pakai istilah ini, kita rugi sendiri.

4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

4:14 Berbahagialah kamu.

Salinan lain, saudara diberkati.

Banyak orang minta berkat tanpa mau menderita. Yesus tidak mau begitu. Kamu menderita mau nggak menderita karena Kristus? Begitu kita rela menderita karena Kristus kita tetap pegang salib Tuhan, kamu diberkati. Kejadian

26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.

Ini waktu kelaparan; seluruh dunia kelaparan. Saudara lihat Ishak diberkati tapi polanya tidak bisa berubah: Harus nabur. Saudara nabur baik, tuaiannya baik. Saudara nabur dalam hawa nafsu, tuaiannya maut kematian. Saudara menabur dalam roh, saudara akan menuai kehidupan. Saudara menabur benih, saudara menuai pohon menuai gandum. Tahu saudara gandum itu bisa berapa satu benih saja ada yang keluar 100, ada yang 60, ada 30, baru dari satu benih kalau beras.

Bahkan ada satu jemaat saya dia suka tumbuh-tumbuhan, dia tanam bunga, dia ambil bunga dia lihat ada benih 280 kecil-kecil, dia petik satu-satu. Ditanam. Jadi semua. Dan dari benih yang kecil itu jadi lagi bunga dan buah yang masing-masing buah itu ada 280 biji. Dari satu benih yang kecil. Tapi tabur.

Jadi selama kita hidup di dunia, tabur tuai itu terjadi. Kita curiga sama orang, orang curiga sama kita. Kita ngelicikin orang, orang ngelicikin kita. Bagaimana taburan. Tuhan berkati saya, Tuhan, kenapa dia diberkati, kenapa saya nggak Tuhan? Saudara tidak pernah nabur. Kita ada sawah, ada 8 kotak. Nggak ditanam. Apa ada padi? Tidak ada padi. Mau kotor-kotor dulu tabur. Nandur. Begitu jadi saudara bersuka. Mazmur

126:5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
126:6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Saudara senang ayat 5 atau 6? Saya senang ayat 6 karena ayat 6 itu kita sudah ngalami dulu yang pertama. Sudah mencucurkan air mata terus bersorak sorai.

Tapi ayat 6 berkata orang yang menabur dengan menangis, kenapa dia menangis? Pasti ada kesusahan, pasti ada tantangan tapi ininya loh tidak berhenti ... sambil menabur. Nangis sedih tapi nabur terus. Pasti. Itu kata pasti luar biasa, loh. Kita begitu masuk saja di Pertamina mau isi bensin ... Pasti Pas. Nah, kalau Tuhan ngga ada Pasti Pas ... Pasti Lebih. Pasti pulang dengan sorak sorai sambil membawa berkas-berkasnya dengan dia.  

Maka saudara jangan lupa menabur. Nabur mangga metik mangga, nabur pepaya metik pepaya. Coba di satu buah pepaya ada berapa benih? Ada yang penah ngitung bijinya? Padahal itu benih pohon pepaya. Tuhan itu ajar, loh.

Saudara nggak bisa mengalahkan Tuhan soal memberi. Saudara tambah menabur, Tuhan tambah diberkati. Saudara tambah memberi, Tuhan tambah berkati. Saudara tambah kopet, Tuhan tambah kopet. Karena Tuhan itu orang Yahudi, jangan coba-coba. Tetapi begitu saudara memberi menabur, saudara pasti pulang dengan haleluyah sorak sorai. Berat badannya, berat jalannya, kenapa? Ada banyak gandum, dia bawa dengan sorak sorai.

Orang Sunda di Pasirnangka itu tidak ada yang ngajar perpuluhan tidak ada yang ngajar. Begitu papa saya masuk di Purwakarta tahun 57, ada beberapa orang, datang ke Cianjur bawa ayam satu ... ini persembahan. Papa saya musti ke Pasirnangka. Kita ada sedekah bumi, jadi kita nggak matikan itu belum, mereka belum kuat. Jemaat bawa sedekah bumi, bawa padi ke gereja, ada kelapa, semua. Om suruh bawa. Jadi papa saya kadang-kadang bawa ayam, bawa kelapa persembahan dari orang-orang Pasirnangka. Kalau berjuang aduh, saya senang lihat mereka karena orang Sunda tapi anak Tuhan. Ini mereka diajar kalau sudah dapat hasil, ada peribahasanya, jangan makan dulu sedekah bumi, bawa dulu ikatan yang pertama dibawa ke gereja. Nggak ada yang ngajar loh buah sulung. Jadi papa saya ngajarnya gampang.

Ketika diajar perpuluhan mereka bukan uang yang bawa. Kalau mereka kerja di sawah orang dapat 10 ikatan, satu ikatan bawa ke Cianjur, kalau piara ayam bertelur 10, 1 dibawa ke Cianjur. Zaman dulu itu.

Jadi jangan anggap remeh orang Sunda. Orang Sunda yang kristen banyak. Kita pernah bikin KKR di Pasirnangka seluruh gereja bikin di sana. Di sana ada 2-3 Gereja - Kerasulan Pusaka, Kerasulan Lama, Kerasulan Baru. Saya diperkenalkan sama rasulnya: Pak pendeta, ini ada rasulnya. Loh. Dia jabat tangan pakai tangan kanan, tangan kirinya merokok. Baru ada rasul ngerokok, saudara, maka saya tau dia rasul jarum super. Kita bertemanlah.

Jangan susah. Tiga kali lipat: Bergembira, bersukacita, bersukacita. Engkau diberkati. Baca ayat terakhir.

4:16 Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.

Susah-susah cari Roh Kudus. Tidak. Ketika kita dapat aniaya karena nama Kristus, bersukacita, berarti Roh kemuliaan ada di atas kita.

Mari kita berdiri bersama-sama.

________________________ 

   (Kembali ke Halaman Utama)

   _________________________