Khotbah Rabu November - Desember 2001

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 07 November 2001

BELAJAR DARI YESUS TIDAK GAMPANG

Selamat sore saudara, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita buka Efesus   

4:19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. 

Dari ayat 17 sampai ayat 19 adalah gambaran bagaimana kita hidup diluar Kristus. Bagaimana kita hidup dahulu sebelum kita mengenal Yesus. 

4:20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 

Jadi dulu kita menurut ayat 17, tidak mengenal Allah. Kita mempunyai pikiran yang sia-sia. Ayat 18 bilang pengertian kita saja masih jelek. Hidup kita jauh dari persekutuan dengan Allah karena ternyata didalam hati kita penuh dengan kedegilan tanpa kita sendiri tahu. Jadi kalau saudara sekarang lihat kenapa ini ada komando jihad - bodoh sekali. Saudara lihat bodoh sekali. Peristiwa September tanggal 11 di Amerika sudah hampir bikin bangkrut perusahaan penerbangan Amerika. Kenapa ? Karena Amerika ini perusahaan penerbangannya itu sangat laku. Jadi dia tidak perlu turis. Orang Amerika sendiri bepergian kemana-mana dengan pesawat terbang. Jadi tidak ada pesawat terbang yang kosong. Biasanya itu 3/4 - 80 persen 85 persen keatas itu penuh di Amerika sendiri dari kota ke kota.

Nah, saudara bisa bayangkan 200 juta rakyat Amerika yang sudah punya uang cukup bepergian kemana-mana tiap hari incomenya itu perusahan penerbangan sangat besar. Sekarang begitu dihantam dengan adanya teror begitu seluruh penerbangan di Amerika jatuh miskin. 100.000 pegawai diberhentikan, sudah hampir gulung tikar. Satu teman saya bilang ada orang punya saham jual ke publik sudah harganya satu saham saja sudah 80 dollar sekarang tinggal 20 sen. Tidak ada orang mau beli. Kalau sekarang di Amerika saja sudah kondisi begitu di Indonesia seperti apa ? 1.500 trilyun kita punya hutang. Jadi setiap rakyat Indonesia punya beban satu tiap orang 7.550.000, satu orang. Begitu kita punya anak brojol keluar anak itu dia sudah punya utang 7.550.000  X 200 juta, itu hutangnya Indonesia. Tapi sombongnya bodohnya mau bikin jihadlah mau bikin sweepinglah. Saya dengar orang-orang textile di Bandung sudah pada lari keluar negeri. Perusahaan-perusahaan Amerika sudah tidak mau disini. Ngapain kita nolong katanya buaya. Kita ditolong dia malah menggigit. Jadi Indonesia ini sudah hancur.

Nah, saudara sekarang lihat aduh bodoh amat ya. Nah, kita lihat ini mereka aduh bodoh amat ya kenapa udah negara kita ini sudah miskin banyak hutang kok sok sombong mau sweeping-sweeping segala, komando jihad segala. Tadi ribut komando jihad sama mahasiswa islam. Nah, mereka sama mereka ribut. Lebih bodoh lagi. Hanya salah saja baca shalawat pukul-pukulan mereka, bentur-benturan -  bodoh sekali. 

Nah, saudara seperti kita bisa lihat mereka itu bodoh, itu kita sekarang bisa lihat waktu kita diluar Tuhan juga dulu kita bodoh. Aduh iya ya waktu saya diluar Yesus kok saya begitu ya, kok bodoh amat saya - karena mata kita sudah dibukakan oleh Tuhan. Karena kita sudah terbuka pengertian kita kalau nggak kita tidak ada bedanya sama orang-orang yang tidak benar. Waktu itu dulu kita angap kita benar. Nah, sudah, itu sudah saya terangkan sampai ayat 19. Tetapi sekarang dalam ayat 20 dikatakan tetapi kamu - saudara dan saya bukan demikian. Kita punya guru baru: Kamu telah belajar mengenal Kristus. Perhatikan itu kata belajar saudara. Jadi kita itu nggak bisa satu minggu terus jadi jagoan jadi pintar - nggak bisa. Satu tahun aja susah seorang Kristen jadi. Nggak bisa. Seorang guru Sekolah Alkitab bilang sama saya Tuhan itu membuat satu hamba Tuhan itu 20 tahun. Jadi Dia nyetak satu hamba Tuhan itu sampai matang 20 tahun. Kalau hamba Tuhan saja 20 tahun jemaat berapa tahun. Jadi ayat 20 itu yang harus kita garis bawahi adalah kata belajar

Kenapa kita bisa lihat itu Tiger Woods main golfnya luar biasa dia punya stick kaya ada matanya. Coba saja saudara bayangkan lobang dari jarak dia punya pukulan itu 165 Meter. Dia pukul bola berhentinya 1 jengkal dari lobang. Hebat itu Tiger Woods. Tapi waktu saya baca bukunya,  setiap hari dia pukul 10.000 bola dari pagi sampai sore. Dari jam 8.00 sampai jam 4.00 apalagi kalau sudah mau menghadapi pertandingan. Kenapa? Belajar! Belajar! Oh, salah pukulan ini. Belajar. Sampai dia menemukan satu pukulan yang matang. Jadi kalau saudara sebagai anak Tuhan kita masih gagal ikut kekristenan, kita teh masih ada salah, itu nggak boleh kita kecil hati karena ayat 20 bilang kita belajar. Ada amin saudara-saudara? Kalau belajar kan masih salah, masih ada salah namanya juga salah belum bisa sekaligus betul, belum - salah. Sedang orang pasang antena televisi saja nggak bisa sekaligus jadi, dia mesti belajar dulu kemana arahkan antenanya ini begitu. Apalagi kita mengikut Kristus. Petrus aja mesti belajar. Paulus saja belajar. Yohanes saja belajar. Apalagi kita! 

Jadi ini saya mau dorong saudara supaya saudara tahu bahwa mungkin saudara-saudara kesal sama diri sendiri. Kenapa saya itu nggak seperti orang lain, orang itu kok maju. Kalau saudara kesel sama diri sendiri itu bagus berarti saudara masih ingin maju. Yang saudara nggak boleh itu kesel lihat orang lain. Karena kadang-kadang apa yang orang itu kerjakan kesalahan dia nanti bisa kita temukan dalam hidup kita sendiri. Jadi kita musti belajar. Maka kalau kita lihat remaja-remaja saudaraku, pemuda-pemuda kumincir, ya ingatlah waktu kita masih muda.  Jadi mereka sedang mencari bentuknya. Kalau saudara lihat anak muda sekarang remaja-remaja gerak geriknya gitu seperti sukar diatur ya itulah sedang mencari bentuk sedang belajar menghadapi hidup. Coba saudara perhatikan anak ayam yang baru menetas dia belajar dia ikut mamanya. Mamanya patuk cacing, dipanggil anak-anaknya belajar tuh ... semuanya dalam proses belajar.

Mari kita buka Matius 11 kita melihat satu ayat yang indah sekali yang pernah Yesus bilang yang membuat kita tidak boleh putus asa. Dia bilang begini   

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan - apa saudara - belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Ayat 28 mulai dengan satu panggilan ayo kesini yang letih lesu oleh karena beban dosa datanglah kepadaKu Aku akan memberikan kelegaan. Setelah kita ketemu Yesus lalu kita dapat kelegaan, kita dapat penghiburan, kita dapat ketenangan - ada satu proses yang baru yaitu proses belajar. Belajarlah kepadaku karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Dari proses belajar dari Yesus ini ada hubungan yang sangat dekat dengan ketenangan jiwa. Coba renungkan sok kenapa jiwa kita nggak tenang resah gelisah? Kita nggak mau belajar dari Tuhan. Coba kita belajar dari Yesus. Gelombang lautan perahu diangkat gelombang Yesus mah tidur. Kita belajar dari ini. Kenapa Yesus bisa tenang ya ? Waktu gelombang angin ribut orang kebakaran jenggot, Petrus bilang: Apa Engkau tidak peduli kita binasa? Yesus mah tenang Dia tidur.

Kita belajar dari ini. Datang satu perempuan berzinah kedapatan ketangkep basah berzinah. Dibawa sama Yesus. Hai Yesus coba menurut Hukum Taurat musti dirajam nih awewe kieu teh, coba menurut Yesus bagaimana? Yesus bilang yang nggak ada dosa yang nggak ada salah lempar batu lebih dulu. Belajar dari Yesus kita. Kita nggak menghakimi orang. Kita nggak lempar batu sama orang. Kita nggak ngerajam orang. 

Kemarin hari Selasa ada satu teman saya main golf saudara namanya Haji Muhammad Hamid. Orang Tionghoa masuk Islam. Waktu dia masuk Islam dia kawin istri kedua. Setelah itu dia kenal Yesus. Dia tinggalin aja islam dia ikut Yesus. Tapi dia masih beristri dua. Nah, dia rasa dia harus ada tanggung jawab begini. Kemarin ikut kebaktian pak Awondatu saya mau ikut kebaktiannya pak Awondatu. Aduh puji Tuhan pak saya senang bapak mau datang di kebaktian saya. Datanglah dia di kebaktian bawa istrinya. Saya mah tidak mau tahu itu istri ke satu atau istri ke dua. Dia datang di kebaktian. Wah, dia ikut nyanyi senang puji Tuhan, istrinya juga puji Tuhan. Habis kebaktian ada satu ibu ngoceh: Uh, itu yang dia bawa itu kebaktian istri pertama. Kalau kebaktian dia bawa istri pertama kalau arisan dia bawa istri kedua. Padahal ini ibu ini saya nolong ini ibu saya doakan suaminya sampe dibaptis di Cianjur karena suaminya digondol kalongwewe. Suaminya digondol kuntilanak ini ibu datang di kebaktian minta tolong doakan saya,  saya doa saya doa sampai suaminya datang di kebaktian tertarik bisa lepas itu wanita dan bisa dibaptis disini. Sekarang setia datang tiap Selasa kebaktian hari Minggu kebaktian hari Selasa. Mbok ya kalau liat suami orang lagi begitu jangan menghakimi dong. Dia sendiri dapat kemurahan  sama Tuhan. Suaminya dilepaskan mestinya dia begini aduh Tuhan kalau Engkau sudah menolong suami saya terlepas dari wanita,  tolong juga ibu bapa ini supaya juga terlepas dari wanita itu. Amin saudara ? Bukannya ngomel ngomong yang nggak nggak. Kenapa? Belajar dari Yesus!  

Yesus tahu ini baru ketangkep berzinah Yesus tahu ini berdosa makanya Dia bilang: Hei,  jangan berdosa lagi ya. Tapi kita belajar dari Yesus. Kalau kamu nggak berdosa ambil batu dulu lempar dia. Orang lain bilang saya disiplin orang bilang saya keras. Orang sieun ceunah kalau kapanggih ko Yoyo. Kenapa anak-anak nggak? Karena saya belajar dari Yesus. Yesus itu dikelilingi anak-anak. Jadi waktu  saya belum dapat cucu, saudara Husni Husada bilang: Kunaon Yo, nggeus hayang boga incu? Sampai istrinya Samuel Susanto, Inge, itu marah sama satu staff karena anaknya tiga perempuan itu dekat sekali sama saya. Selalu saya cium. Tapi ada satu staff ngomong begini: Tuh, awas, ada Oom Yoyo tuh. Dianggap bebegig urang teh. Ampun eta. Coba saudara, da paling murni ketawa mah anak-anak. Paling murni ketawa. Nyium ge ditempelkeun bari leho kamana oge. Tapi murni itu hatinya. Kenapa? Kita belajar dari Yesus. 

Saudara tahu 5 roti dan 2 ikan itu. Siapa yang bawa? Anak kecil! Anak kecil yang bawa 5 roti dan 2 ikan dikasih kepada Andreas dan Andreas bawa kepada Yesus. Sampai Yesus bilang jangan halangi anak-anak itu datang kepadaKu. Nah kita belajar dari Dia. Dicari Yesus waktu umur 12 tahun. Dimana dia terhilang tidak ada di sana sini. Tiga hari tiga malam Yusuf Maria cari Yesus tidak ada. Ketemunya di Bait Allah. Marah Maria: Hai kemana saja Engkau Yesus? Tidak tahukan aku mencari Engkau 3 hari perjalanan. Aku mencari Mu tidak bisa dapat. Kemana saja? Apa Yesus bilang? Tidak tahukah engkau bahwa Aku harus ada dirumah bapaKu. Nah belajar lagi dari Yesus. Saudara sekarang ada dirumah Tuhan. Sedang belajar FA. Mungkin bagi orang bodoh bagi orang tidak ada gunanya. Tapi tahukah saudara-saudara datang di kebaktian ini saudara sedang belajar dari Yesus karena Yesus selalu ada di rumah Tuhan. Kita belajar. Tidak tahukah Engkau bahwa Aku harus selalu ada dirumah Tuhan. Duduk di rumah Tuhan. Bicara dengan orang-orang. Kita belajar dari Yesus. Jadi visi saya itu waktu belum bangun gereja ini sudah jalan dulu. Sebetulnya saya bikin atas itu untuk kaum muda. Jadi kaum muda jangan bikin kebaktian disini tapi diatas bebas. Ada alat musik sendiri disana. Karena buat kaum muda keringatan nggak apa-apa. Lantai bawah itu untuk fellowship orang ngobrol kumaha cageur ngobrol heg ngobrol sing seubeuh dibawah. 

Begitu didalam masuk gereja ssst. Kenapa Yesus marah waktu di Bait Allah orang dagang. Dia marah. Dia balikkan meja. Dia balikkan tempat penukar uang. Karena orang ribut. Eta domba sabaraha ...Geus modalna we .... Rasanya nggak enak yah kalau kita duduk digereja, masuk di kebaktian ngobrol terus. Cuan se teh jadina sabaraha. Dibawah ngobrol heg. Dari cuan se sampai cuan cia silahkan ngobrol. Tapi kalau sudah masuk gereja diam. Kenapa ? Sebelum mulai kebaktian baca jadi itu suasana kebaktian itu ada. Hikmat. Doa. Tuhan sebentar lagi kebaktian dimulai. Urapi hamba-hamba Tuhan dan pemimpin pujian yang melayani. Baik yang bawa FA ... kiranya menjawab keperluan. Bukannya ngobrol. Ari enggeus hayang ngobrol ? Di handap. Heg dihandap mah. Nah, saudara mengerti jadi rumah Tuhan itu tempat ibadah. Ada tersurat kata Yesus bahwa tempat rumahKu akan disebut tempat rumah doa. Saudara masuk gereja - doa, bukan ngobrol. Kita belajar lagi dari Yesus.  

Apa lagi yang kita belajar dari Yesus. Yesus  jalan diatas air saudara. Lalu Petrus bilang kalau betul Engkau Tuhan ijinkan saya jalan sama dengan engkau. Khotbah ini terlalu dalam tapi saya harus kasih sama saudara kalau saudara bisa mengerti. Mari kita dudukkan posisi kita seperti Petrus. Angin sakal perahu nggak maju-maju tiba-tiba ada Yesus jalan diatas air. Kalau betul Engkau Tuhan kata Petrus coba suruh saya jalan diatas air sama seperti Engkau. Pernah nggak terpikir saudara bahwa omongan Petrus ini sepertinya omongan bodoh. Karena kalau itu bukan Tuhan dia kecemplung. Tapi dia nanya kalau Engkau Tuhan saya mau jalan diatas air. Nah karena kita mau belajar dari Yesus Yesus bilang begini silahkan Petrus mari jalan dan Petrus jalan. Yesus itu nggak sedikitpun menahan kuasanya, berkatnya dari kita. Nggak. Jadi saudara minta apa saja Tuhan suka kasih. Tapi apa yang bikin Petrus tenggelam ? Yang bikin Petrus tenggelam itu adalah kekuatiran. Apa Tuhan nggak bisa berkati kita ? Bisa. Tapi apa yang membuat kita belum diberkati ? Kekuatiran kita.

Zus Po Keng ada di RS karena kekurangan ini karena kekurangan itu memikirkan ekonomi, memikirkan utang memikirkan pinjaman memikirkan apa. Nah, itu menghantam kesehatan. Tuhan Yesus bilang jangan kamu kuatir dari hal makan, dari hal minum, dari hal pake. Jangan kuatir. Kalau Tuhan Yesus  sudah bilang jangan kuatir lalu kita masih kuatir kita dosa. Kita belajar lagi dari Yesus. Yesus bilang jangan kuatir. Dan itu larangan. Kita masih kuatir kita dosa. Banyak saudara lebih kurang ada 70 hal yang kita bisa belajar dari Yesus. Kalau saudara baca tentang Yesus kita  bisa belajar dari Yesus. Tapi dalam Efesus ini ada hal-hal yang khas, hal-hal yang khusus yang kita belajar dari Yesus. Mari kita lihat saudaraku dari Efesus ini apa yang kita belajar dari Yesus ini yang dituliskan oleh Rasul Paulus itu dalam  

4:21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,

Mula-mula kita mendengar tentang khotbah Yesus. Dengar orang bersaksi saya dengar tentang Yesus berkuasa.  Kaum muda menyanyi kaum ibu menyanyi kaum bapa menyanyi paduan suara sekolah alkitab menyanyi saya sedang mendengar tentang Yesus karena semua cerita tentang Yesus. Yang khotbah cerita tentang Yesus coba saudara renungkan yang puji-pujian nyanyiannya tentang Yesus. Yang bersaksi aduh saudara Tuhan itu baik Tuhan Yesus sudah tolong saya - tentang Yesus. Kaum wanita kaum pria nyanyi tentang Yesus. Tidak ada kaum wanita nyanyi cubit-cubitan.  Nggak ada. Tapi semua bicara tentang Yesus. Ada haleluyah saudara? Nah, sedikit demi sedikit dari nyanyian, dari lagu, dari renungan sembahyang saja nanti bapa ini berdoa nanti ibu ini berdoa, yang lain kan dengar kata dengar doanya oh Tuhan Yesus Engkau baik - kita belajar tentang Yesus. Yang pertama dengar dulu tentang dia. Baru yang berikutnya dikatakan: Dan menerima pengajaran. Lama-lama yang kedua kita mulai menerima pengajarannya. Oh jadi ikut Yesus itu begini. Haleluyah. Ikut Yesus itu begini. Kita menerima pengajaran.

Waktu di sekolah minggu masih ngapalin-ngapalin ayat-ayat buat ingat. Kamulah terang Dunia ... Matius 5:14.  Kamu adalah garam dunia ... lagi di sekolah minggu diapalin kita belum ngerti. Tetapi dari dihafal dari mendengar mulai kita menerima pengajaran. Tahunya bagaimana ya kalau kita menerima pengajaran: Kalau makan sudah mulai sembahyang. Berdoa sebelum makan. Moal era eta teh - ngomong nih orang kita yang lama tuh didalam ngomong - moal era ieu teh di restoran. Tapi yang baru sudah bilang kita kan belajar dari Yesus. Saya mau berdoa sebelum makan. Terima kasih Tuhan. Berdoa di restoran. Sudah menerima pelajaran. Bilang saja selamat pagi sama tetangga sudah menerima pengajaran, karena ada ayat berbunyi hormatilah sesama manusia.  Mulai kita menerima pelajaran. 

-- o --   

Rabu, 14 November 2001

MENERIMA YESUS, KITA MENYERAHKAN PRINSIP

Selamat sore saudara. Kita lihat Efesus

4:21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 
4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 

Minggu lalu kita sudah belajar sedikit tentang ayat ke 20 bahwa kita belajar dari Tuhan Yesus. Kita belajar apa yang Yesus katakan. Jangan saudara anggap belajar dari Yesus itu gampang. Belajar dari Yesus itu sukar karena omongan pendeta saja susah masuk. Berkali-kali saya ngomong di mimbar ini pagi siang malam saya ngomong, kalau mimpin pujian, mau suruh orang berdoa : Nanti ibu A, bapa B maju ke depan berdoa sambil menunggu kita nyanyi. Ini nggak dilakukan. Saya tegur masih lagi dilakukan. Disebut bodoh bagaimana, disebut tolol marah. Disebut bandel disebut ngaco, saya ngomong. Kalau saya nggak ngomong ya dia ulangi lagi. Sengaja barangkali. Padahal baru sembahyang didepan saya sesenggukan nangis mau berubah. Apanya yang berubah pengerja kaya begini. Jadi jangan saudara sangka pengajaran Yesus itu gampang dipelajari. Omongan pendeta saja susah terimanya, apalagi pengajaran Yesus. Saya nggak peduli biar dia anak pendeta kalau perlu saya suruh pulang - pulang, kalau bandel. Tapi sembahyang sudah janji, berlutut di kaki saya mau berubah nangis-nangis. Apanya yang berubah, nggak ada yang berubah. Jadi susah sekali. Saya ngomong berkali-kali disini dimimbar ini kalau pimpin pujian suruh orang doa, jangan suruh orang tunggu, orang itu jalan kita diam. Tapi nyanyi - nanti ibu A, Zus B maju kedepan untuk berdoa, nyanyi lagi. Yang pendeknya, koornya. Nggak dilakukan. Saya ngomong dari samping. Disengajain lagi.  Kedua kalinya. Mau nyoba saya kali ya. Mau disuruh pulang besok barangkali.

Jadi kita lihat sekarang ayat 21. Susah bener saudara ikut pelajaran Tuhan Yesus. Ikut gembala sidang saja susah. Yesusnya belum kelihatan mau belajar apanya dari Yesus ya. Nurut sama Hamba Tuhan saja susah. Karena kamu telah mendengar tentang Dia. Jadi selama ini kita, hari Minggu, hari Rabu, Minggu pagi, PA - dimana pun saudara : dikematian, orang ulang tahun, menyerahkan rumah, kita dengar FT - kita sudah mendengar tentang Dia. Jadi kita sudah mendengar tentang Dia. Maka saya ingin yang melayani disini, yang  bisa dipercaya yang melayani di mimbar ini - yang sudah capable, yang sudah nggak macam-macam lagi, yang sudah nggak bisa salah. Karena kebaktian ini bukan kebaktian main-main, bukan latihan. Kalau latihan di sekolah alkitab. Kalau ini saya mohon yang dipilih itu orang yang matang. Kalau orang-orang yang bandel, orang-orang yang bego ... Orang yang matang. 

Kita belajar mendengar tentang Dia. Sejak sekolah minggu kita belajar mendengar tentang Yesus. Tapi kita mendengar tentang Dia dan menerima pengajarannya - itu satu hal yang berlainan. Ayat 21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran. Ini lain antara mendengar dan menerima pengajaran.  Saya mau ulangi untuk saudara supaya jangan kaget. Ikut Yesus itu tidak gampang saudara. Bukan hura-hura. Tepuk-tepuk tangan. Keplak-keplok haleluyah. Loncat-loncat. Saya akan kasih lihat dari ayat alkitab banyak murid Yesus tidak lagi bisa tahan ikut  Tuhan - setelah Tuhan memberi satu pengajaran. Mari kita lihat Yohanes  

6:12 Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang." 
6:13 Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. 
6:14 Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia." 
6:15. Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia - apa saudara - raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri. 

Jadi Yesus itu mau dibikin raja saudara karena dia bisa bikin 5 roti dan 2 ikan mengenyangkan 5000 orang sampai kenyang. Ayatnya yang berikut, saudara-saudara, adalah ayat yang ke-18

6:18 sedang laut bergelora karena angin kencang. 
6:19 Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. 
6:20 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Aku ini, jangan takut!" 
6:21 Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui. 
 
Coba, coba saudara perhatikan. Ada 2 kejadian. Satu kejadian 5 roti dan 2 ikan mengenyangkan 5000 orang. Jadi kejadiannya sore jam 3.00, jam 4 - 5 sore seperti kita sekarang. Itu kejadiannya 5000 orang dikasih makan sampai kenyang dengan 2 ikan. Ada ikan ada roti - 5000 orang, saudara. Belum pernah kita terima pesta di Yayasan Kabar Baik 5000 tamu, belum pernah. 1000 saja kita sudah kewalahan. Ini 5000 orang dan dikasih roti sama Tuhan dengan mujijat. Dibagi ada terus roti ada terus. 5000 orang makan roti 5000 orang makan ikan. Belum habis. Herannya, malamnya Yesus jalan diatas air. Wah, ini betul luar biasa.  Ini nabi luar biasa. Jadi mereka mau bikin Yesus jadi raja. Tetapi dari ayat ke 22 saudara lihat sampai ayat 24  
6:22. Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. 
6:23 Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya. 
6:24 Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. 

Saya mau tanya saudara kenapa mereka mencari Yesus ? Kenapa ? Ayo, kenapa mereka mencari Yesus? Karena kagum! Aduh, kemarin itu 5.000 orang kenyang 5 roti dan 2 ikan. Apalagi murid Yesus. Jalan diatas air itu Yesus yang sama.  Maka kita  kalau doa malam, kita suka nyanyi Tak ada yang sama Tak ada yang sama ... Kalau sudah nyanyi itu yang saya ingat waktu Yesus jalan di atas air. Tak ada yang sama seperti Yesus. Kagum dia. Dicari. Seberang. Belum makan sudah cari Yesus. Tapi dari ayat 25 sampai ayat 59, Yesus memberikan pengajaran. Apa yang menjadi akibat? Kita baca ayat 60 

6:60 Sesudah mendengar semuanya itu - (pengajaran),  banyak dari  - apa saudara - murid-murid - bukan jemaat biasa, murid - Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?" 
6:61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? 
6:62 Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? 
6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. 
6:64 Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. 
6:65 Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya." - Saya baca pelan-pelan ayat 66
6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. 

Bukan orang-orang luar saudara. Murid tidak lagi mau ikut Yesus. Mendengar tentang Yesus berbeda dengan menerima pengajaranNya. Oh, kalau Yesus bikin mujijat - haleluyah, tapi waktu Yesus bikin pecut cemeti Ia pukul itu meja-meja terbalik itu money changer ngamuk Dia di Bait Allah - tidak ada yang suka sama Yesus. Nah, saya tidak tahu saudara punya mental itu dimana ? Apakah mental kita ini hanya sampai mendengar tentang Yesus atau mental kita ini sampai menerima pengajaran Yesus. Saya berdoa supaya sore hari ini kita adalah golongan-golongan dari yang bermental menerima pengajaran Yesus. Ada haleluyah, saudara ? Ada satu jemaat dalam Kisah Para Rasul yang gampang sekali menerima pengajaran Tuhan. Dalam Kisah Rasul 17 di sana kita akan membaca satu cerita yang luar biasa  

17:10 Tetapi pada malam itu juga segera saudara-saudara di situ menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di situ pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi. - Dengar ayat 11 - 
17:11 Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian. 

Sebetulnya saya itu ada kerinduan tapi entah ini bisa tercapai atau tidak karena saya banyak keluar kota juga ya. Saya itu ingin ada kebaktian tiap hari di Cianjur. Maksudnya kebaktian tiap hari itu begini. Rabu mah Rabu kebaktian biasa. Kamis kaum muda. Minggu pagi kebaktian umum. Minggu sore kebaktian. Tapi kan ada Senin tuh. Senin kan kosong. Saya ingin tuh Senin itu diisi jam 5 sampai jam 6 dengan pelajaran Alkitab. Tidak usah jalan kolekte. Jadi saudara datang untuk ditaburi Firman. Selasa ya itu karena saya ke Jakarta Selasa. Tapi saya bisa bikin Selasa di sini ada kebaktian karena ada kebaktian Kaum Bapa ada kebaktian kaum Ibu. Jumat kan kosong tuh. Kalau saya lagi ada di Cianjur kalau tidak ada kaum Bapa bikin aja kebaktian kaya gini. PA. Diselidiki FA itu. Kenapa? Orang yang nyelidik FA itu hatinya lebih baik. Itu di ayat 11 Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati.

Maka itu saya bilang lebih baik kita terima saudara. Karena kalau kita terima FT itu, hati kita lebih baik. Jadi begitu saya baca murid Yesus banyak yang mundur, sekarang saya tidak heran. Mereka cuma ikut Yesus tapi nggak pernah nerima ajaran Yesus. Mereka cuma lihatnya yang 5 roti dan 2 ikan saja. Maunya kesembuhan, maunya sakitnya sembuh, tokonya diberkati, anaknya kawin bahagia,  sakit disembuhkan - itu saja cari Yesus. Tidak menerima pengajaran. 

Maaf, saudara-saudara, kalau sampai disitu saja pengenalan tentang Tuhan, sangat sangat terlalu cetek, sangat terlalu cetek. Kalau kita hanya dengar kenal Yesus hanya mau sembuh saja. Oh, saya kenal Yesus luar biasa waktu saya kenal Yesus saya sakit disembuhkan loh. Hanya itu saja kita kenal Yesus. 5 tahun 10 tahun saya kenal Yesus saya punya sakit disembuhkan. Apa itu aja. Aduh waktu itu saya punya toko saudara, sudah mau bangkrut tapi waktu saya kenal Yesus toko saya tertolong. Hanya itu saja? Aduh, puji Tuhan sama Yesus ini anak-anak saya dari kecil sampai sukses jadi mahasiswa sampai lulus semua karena Tuhan Yesus. Apa itu saja? Apa itu saja ikut Yesus itu hanya sakit disembuhkan, hanya ekonomi ditolong, apa bukan kita mau menerima pengajaran itu?

Sebagai illustrasi. Sekolah Alkitab kami ada suami istri dua. 4 putri semua masuk Sekolah Alkitab. Bapak Sitompul dan istrinya dan putri-putri nya itu semua jadi hamba Tuhan. Ada rasa bangga kita. Satu putrinya bersaksi karena dia lain dari yang lain. Lain dari saudara-saudaranya. Dia bilang saya ada roh berontak, waktu dia bersaksi. Kenapa ? Karena waktu dia masih dikandung satu bulan ibunya sudah mau gugurkan dia. Apa maksudnya menggugurkan anak ? Anak itu tidak diterima. Dosa. Kandungan sudah sampai 2 bulan tetap mau digugurkan tapi tidak sampai keguguran - sampai dia lahir. Jadi waktu dia lahir dia itu sudah ditolak waktu dia masih dikandungan ibunya. Nah, anak itu bertumbuhnya sudah tidak baik. Karena sejak dikandungan dia sudah ditolak oleh orang tuanya. Tidak disukai kehadirannya karena mungkin anak terlalu banyak ekonomi kurang.

Jadi saya seringkali berpikir apa mungkin si A ini kok adatnya  karakternya ini tidak berubah-ubah atau mungkin karena dia tidak diterima sejak waktu di kandungan? Jadi selalu ada kasus kalau anak itu dari kandungannya tidak diterima. Lain kalau anak itu sejak dikandungan sudah ditunggu-tunggu. Nah, ini timbul mujijat ibu yang saya bilang mengandung anak kembar tiga sudah melahirkan anak 2 wanita, 1 laki-laki. Suaminya telpon kepada saya berterima kasih kepada Tuhan yang sudah selamatkan. Nah, ke tiga anak ini diterima karena walaupun kembar karena mereka sudah ingin punya anak. Mandul kata dokter istrinya tidak bisa punya anak tapi mujijat Tuhan terjadi dia malahan sekaligus melahirkan tiga. Nah, saya yakin 3 anak itu akan bertumbuh sebagai anak yang baik mentalnya suka cita, karena apa ? Dia diterima.

FT itu bukan cuma Alkitab. Yohanes 1:1 bilang

1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 

Jadi kalau saudara menerima Firman, itu sama dengan saudara menerima Yesus. Zakheus menerima Yesus didalam rumahnya itu sama dengan kita menerima Firman didalam hidup kita - menerima. Maka pada waktu Yesus dalam Wahyu 3 berkata 

3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; - Dia seperti ditolak karena diluar pintu. Dia masih mengetuk. Barangsiapa mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, - artinya mau menerima Aku. Pintu dibuka, maka Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. 

Saya akan gambar prototipe dari rumah orang Yahudi itu selalu persegi karena ini mengikuti empat kota segi empat dalam kitab Wahyu. Rumah orang Israel tidak ada yang model macam-macam. Begini saja. Empat segi. Pintu depannya saya gambar. Ini pintu depan saya bikin sederhana. Dari pintu ini tidak ada handle untuk buka dari luar. Tidak ada handle pegangan. Tidak ada. Dari dalam ada tulak pintu tutup pintu supaya pintu tidak dibuka. Jadi handle ada didalam untuk buka pintu, tapi dari luar tidak ada handle untuk buka, jadi yang mengetuk pintu tidak tahu ini pintu buka ke kiri atau ke kanan. Saya pakai titik-titik ...  disini ada tangga. Tangga ini dipakai orang naik saudara untuk ke atas sotoh rumah. Disotoh rumah ini mereka kalau malam duduk-duduk lihat bintang. Kalau siang mereka jemur gandum. Gandum mereka jemur disini, pakaian mereka jemur disini. Inilah kehidupan orang di Palestina.

Nah, Yesus sekarang berdiri dimuka pintu. Saya gambar. Dengan tongkat-Nya, Dia berkata Tengoklah Aku berdiri dimuka pintu sambil mengetuk. Kenapa dia bilang tengok ? Karena disini ada jendela. Maka orang yang mau melihat kepintu ini siapa dia diluar dia akan naik kesini dan dia akan nengok dari jendela siapa yang didepan pintu. Tengoklah Aku,  Aku berdiri di muka pintu sambil mengetuk. Kita tidak bisa lihat dipintu siapa yang mengetuk. Naik ke tangga. Buka jendela. Lihat. Oh, Yesus. Kitanya di dalam. Tanggung jawab kita mau buka atau tidak. Buka, itu artinya kita menerima Dia. Saya mau bandingkan dua ayat ya, saudara harap sabar. Yang pertama Lukas 19. Jadi yang saya katakan tadi Senin itu ada PA itu umpamanya saya Senin itu ada di Cianjur nggak ke mana-mana, ya pake telpon-telponan atau hari Minggunya saya tahu Senin saya ada di sini: Besok ada PA saudara jam 5 yang mau datang silahkan datang. Nggak jalan kolekte jangan takut. Lukas

19:1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. 
19:2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. 
19:3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. 
19:4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. 
19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." 
19:6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. 
19:7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." 
19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." - dst. 

Sekarang kita buka Wahyu 3. Ini jemaat Laodekia. Justru jemaat Laodekia yang suam yang sudah mau diludahkan sama Tuhan, mendapat penawaran dari Tuhan. 

3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. 

Saya mau baca sekali lagi tapi saudara jangan lihat alkitab, lihat gambar. Saya baca, saudara lihat gambar.

3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Dua ayat ini Lukas 19 mengenai Zakheus dan Wahyu 3:20 ada persamaannya. Orang yang mau lihat siapa yang berdiri di luar, dia harus naik ketangga untuk lihat siapa yang berdiri di luar. Zakheus naik kepada pohon ara untuk melihat siapa Yesus itu. Jadi harganya sama. Begitu orang itu naik  ke pohon ara, atau orang ini naik ketangga untuk lihat siapa Yesus - sama. Orang itu harus naik ke tangga untuk lihat Yesus, Zakheus karena pendek dia harus naik di pohon ara untuk lihat Yesus. Yesus tidak lihat Zakheus naik di pohon ara. Sebelum Zakheus naik di pohon ara, Dia sudah lihat hati Zakheus itu terbuka. Maka Dia lekas-lekas bilang: Zakheus turun, Aku mau makan dirumahmu.    

Nah, saudara baca tadi dalam Lukas 19 maka Zakheus turun dan menerima. Dengan apa saudara - menerima, bahkan dengan sukacita. Maka saya katakan menerima Yesus itu tidak gampang, Karena apa ? Karena waktu dia menerima Yesus, orang Yahudi bersungut-sungut. Justru orang yang ngiring-ngiring Yesus abring-abringan ngolok sama Yesus: Kok, Yesus masuk dirumah orang berdosa ? Makanya saudara kita harus belajar ingat  lagi Rabu yang lalu. Belajar dari Yesus. Perempuan berjinah saja diampuni.  Ulah ngutuk orang. Handle tidak ada dari luar. Yesus nggak bisa dobrak cuma ngetuk.  Aku berdiri dimuka pintu sambil mengetuk. Mau buka? Buka saudara. Maka selalu hamba Tuhan umumkan siapa yang mau terima baptisan. Ada yang baru kenal Tuhan satu tahun dibaptis.

Ada yang sudah bertahun-tahun hari Minggu saya masih lihat di kebaktian tapi saya tahu dia belum dibaptis tapi kebaktian. Saya rasa orang yang datang di kebaktian belum dibaptis dia belum menerima Yesus. Dia masih suka dengar, belum menerima. Ayo kita lihat lagi Efesus 4. Sekarang saudara pasti terbuka lihat itu ayat. 

4:21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia - Amin saudara-saudara ? Nah ini yang paling berat yang ketiga - dan menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 

Jadi saudara, kebenaran ini prinsip. Saudara punya prinsip saya punya prisnsip. Bahkan ada orang bisa mati demi prinsip. Coba saudara renungkan,  kok ada orang Arab dalam usia 25, 28 tahun rela membajak pesawat di Amerika - mereka enam orang - dan menabrakkan pesawat itu untuk bunuh diri. Coba kita pikir kok dia mau mati umur masih 26, umur 28 tahun belum menikah, apakah tidak ada kerinduan berkeluarga ? Disebarkan fotonya ganteng-ganteng. Kenapa mereka mau mati. Mereka punya prinsip. 

-- o --   

Rabu, 28 Desember 2001

ORANG BENAR HIDUP OLEH IMAN

Selamat sore saudara, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Efesus

4:21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus. 

Menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus. Jadi di dalam Firman Allah, di dalam Alkitab ada empat kali ayat yang berbunyi: Orang benar hidup oleh iman. Orang benar hidup oleh iman. Ini ditulis sampai empat kali di dalam seluruh Alkitab. Dalam kitab Perjanjian Lama, Habakuk 2:4, tiga di dalam Perjanjian Baru, di dalam Galatia 3 atau 2, dalam Roma pasal 1 dan Ibrani pasalnya yang ke 12. Jadi kalau ada orang benar ini maka tentu saja ada satu hal yang disebutkan kebenaran. Kebenaran disini ada menurut kebenaran manusia, ada yang menurut kebenaran dari Tuhan. Contoh begini: Osama bin Laden ngebom Amerika. Menurut orang Afganistan Taliban, itu perbuatan jagoan, perbuatan yang benar, menurut mereka membunuh orang yang tidak bersalah sampai 5.000 orang, bunuh diri dengan menabrakkan pesawat itu menurut orang Taliban dan sedikit orang Islam di Indonesia - itu benar.

Baru ada pengakuan dari seorang pemimpin DI, Darul Islam di RCTI di SCTV bahwa yang ngebom-ngebom pada bulan Desember tahun yang lalu itu di gereja adalah mereka dari DI, Darul Islam. Dia ngomong mengaku menurut mereka ngebom gereja itu benar, yaitu ukuran kebenarannya ukuran kebenaran manusia. Tetapi ngebom gereja untuk orang kristen itu salah. Untuk orang yang bermartabat, bermoral - itu salah. Jadi yang mana yang benar ? Osama bin Laden di Pakistan disebut pahlawan disini juga disebut pahlawan. Tapi orang Islam disini yang benar yang lurus dia menulis di Suara Pembaharuan. Bagi orang Islam yang benar ini tidak boleh bawa-bawa foto orang kecuali nabi Muhammad. Jadi kebenaran yang manusia ini adalah kebenaran yang saya mau katakan semu. Karena bisa saja benar disini tetapi tidak benar di sana. 

Sebetulnya tgl 14 November yang lalu saya harus ke Amerika, terus ke Canada. Tiga hari sebelumnya saya tiba-tiba sakit. Kalau saya sudah merasa ini sudah dari Tuhanlah. Tuhan sudah melarang berangkat pergi. Tapi saya masih merasa saya nggak berangkat itu nggak benar. Seharusnya saya berangkat karena kebaktian sudah disiapkan sampai di Canada. Jadi menurut saya nggak benar - sampai minggu yang lalu, saya lihat paspor saya sudah tinggal lima bulan lagi berlakunya, dan kalau paspor sudah tinggal lima bulan berlakunya tidak bisa dipakai ke Amerika. Jadi ternyata Tuhan yang benar. Kebenaran kita yang salah. Sekarang kita mau belajar mengenai kebenaran yang nyata dalam Yesus, dalam ayat 21 ini. 

Jadi kebenaran yang kita bilang benar, itu kita mesti tinggalkan, kita musti ikut kebenaran yang didalam Yesus. Oke. Kita mulai. Mau belajar kebenaran dalam Yesus. Saya kasih ilustrasi dulu. Tadi sore saya masih kirim keseluruh 300 lebih yang terima SMS mengenai kelahiran anak dari Lius Pongoh. Jam 2.15 siang tadi Lius Pongoh istrinya yang melahirkan seorang anak laki-laki. Kenapa saya harus kirim SMS ini? Supaya jadi bukti bagi saudara karena hari Selasa tadi malam masih didoakan istrinya sama saya tolong oom katanya besok dia akan melahirkan, tolong didoakan. Baik saya doakan. Habis amin saya bilang ini anaknya lelaki nih. Oh, nggak oom, perempuan. Kata dokter perempuan, sudah di cek perempuan. Jadi menurut ilmu kedokteran kebenaran dokter - perempuan. Jadi keluarga Senggono mertuanya sudah tahu perempuan. Lius Pongoh sudah tahu perempuan. Ayah ibunya semua sudah tahu perempuan. Ibunya yang mau melahirkan juga sudah tahu ini anak perempuan karena kata dokter ini perempuan sudah di scan. Sudah apa ini - perempuan. 101% perempuan. Saya nggak tahu habis sembahyang doa amin: Ini anaknya lelaki, saya bilang. Nggak oom perempuan, kata dokter. Oh, ya? Jadi pertama yang kirim SMS ini mertuanya, bapak Senggono sampai  3 X kirim SMS. Terus Lius Pongoh sampai 3 X: Oom anak sudah lahir, LAKI-LAKI. Dia tulis laki-laki besar.

Jadi kebenaran yang betul itu adalah kebenaran yang dari Yesus. Amin, saudara-saudara ? Walaupun dokter sudah bilang itu perempuan, sudah melalui USG segala itu perempuan. Jadi seluruh keluarga sudah siapkan sudah belikan pakaian perempuan. Sudah siapkan - perempuan. Tapi hamba Tuhan yang nggak tahu apa-apa yang cuma amin habis amin saya bilang ini anaknya laki-laki. Oh, nggak oom perempuan. Dibantah sama Lius Pongoh. Sekarang lihat dia laki-laki. Nah, ini sebagai contoh bahwa kebenaran ini, didalam manusia itu jadi semu. Kebenaran yang benar ini adalah dari Tuhan.  

Nah, kadang-kadang gembala sidang dianggap salah. Dianggap keliru. Nah, jemaat suka nilai gembala sidang, wah salah nih gembala sidang. Saya cuek. Mau dianggap salah nggak apa-apa asal saya berdiri diatas Firman. Nanti 3 bulan 6 bulan kemudian baru dia lihat baru jemaat lihat: Oh betul kalau begitu. Oh betul Pak Awondatu, betul ko Yoyo. Kadang-kadang istri salah paham sama suami, suami salah paham sama istri. Dianggap salah tapi nanti setelah kita akurkan dengan kebenaran dari FT, baru kita tahu ternyata yang benar itu adalah kebenaran yang dari Tuhan sendiri. 

Yesaya pernah menulis bahwa kebenaran manusia itu seperti lap yang kotor, seperti kain yang lara, seperti topo yang kotor; itu kebenaran kita. Jadi kalau kita mau pakai kebenaran kita, itu kaya topo yang kotor, kaya kain yang lara. Nah, topo yang kotor kita pakai untuk apa ? Sepatu saja kalau kita mau lap kita minta yang bersih. Coba lap yang bersih ini sepatu baru beli kok. Ini kena becek, minta lap yang bersih. Ini kebenaran kita seperti lap yang kotor. Mau dipakai apa tuh lap yang kotor? Jadi kebenaran kita kebenaran manusia adalah tidak bisa diandalkan didalam kehidupan kita manusia. Yang bisa diandalkan hanya satu kebenaran yang berdasarkan iman didalam Yesus Kristus. Nah, kita akan melihat beberapa contoh didalam Sabda Tuhan 'kebenaran-kebenaran' yang kita akan lihat didalam Alkitab. Kitab Mazmur      

37:5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; 
37:6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 

Inilah yang membuat saya berani karena orang boleh lempar sampah sama nama  kita, orang boleh ngejek dibelakang-belakang, didepan kita boleh manis seperti dodol garut tetapi dibelakang-belakang bisa pahit seperti empedu isi perut tetapi saudaraku saya tidak peduli. Karena apa ? Ini ada janji Tuhan. Kalau kita berlandaskan kebenaran Tuhan - maksudnya kita itu punya kebenaran adalah berlandaskan kebenaran Tuhan - boleh saja sekarang ini difitnah ya. Saya kasih ilustrasi. Di Amerika ada satu hamba Tuhan pendeta yang dituduh, masih muda ini pendeta, belum menikah - dituduh menghamili satu wanita. Dia tidak diberi kesempatan membela diri karena tuduhan sudah begitu positif kepada dia. Akhirnya dia dipecat dari gereja. Dipecat semua mengutuk dia dan dia hampir-hampir tidak boleh masuk gereja. Dia duduk paling belakang anak muda ini. Dia nggak melawan. Dia diam saja. Baru nanti setelah 1 tahun ketemu orangnya yang menghamili itu perempuan. Jadi perempun itu dia mengaku didepan hakim : Saya ini diancam sama si lelaki itu. Kalau kamu omong nama saya saya bunuh kamu. Jadi untuk cari aman dia pakai nama si pendeta ini. Saya hamil sama pendeta ini karena pendeta ini belum menikah. Dia ngarang cerita ketemunya disini sampai si pendeta ini kena sampah, kena kotoran. 

Nah, saudara bisa bayangkan satu tahun pendeta ini menahan aib menahan perasaan, sesuatu dosa yang dia tidak pernah kerjakan. Ayat ini boleh menjadi kita mengerti Tuhan memunculkan kebenaranmu seperti terang dan hakmu seperti siang - terang benderang. Jadi kalau ini kena kepada saudara, orang fitnah, ngomong macam-macam. Saudara aktif berdoa orang ngomong hayang kapuji. Saudara nanya sama saya, mungkin, ini mah contoh, bawa Alkitab 'Oom kalau ini teh ayat teh apa', ada yang ngomong 'heuh, cari muka !', umpama. Jangan kecil hati. Asal kita punya motivasi benar di dalam hati, di dalam Tuhan, satu kali nanti Tuhan akan munculkan kebenaran kita seperti terik matahari. Ada haleluyah, saudara-saudara? Itu sebabnya kita tidak usah bersandar kepada kebenaran kita sendiri, kita tidak usah bela, kalau kita bela diri berarti kita bersandar kepada kebenaran kita sendiri. Mari kita sandar saja kepada kebenaran dari Tuhan, yang Tuhan ajarkan sama kita. 

Datanglah seorang Farisi, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh orang Farisi mulai dari yang paling tua. Pagi-pagi bawa perempuan yang kedapatan berzinah: Nih, Yesus, kami sudah tangkap basah seorang perempuan yang berjinah. Tangkap basah. Saya waktu baca cerita itu, saya tuh tanda tanya, kenapa yang ditangkap cuma perempuan? Kenapa yang lelaki nggak ditangkap? Mungkin ini perempuan hanya dijebak, supaya ada alasan untuk menjebak Yesus. Sebab begini saudara. Menurut hukum Taurat, ini perempuan musti dirajam, dilemparin batu sampai mati. Menurut Yesus bagaimana nih perempuan? Dihadapkan pada kebenaran manusia. Sekarang menurut kebenaran Yesus, bagaimana nih perempuan, harus diapain? Karena menurut Nabi Musa, hukum Taurat, dia musti dirajam. 

Kalau Yesus bilang begini, saudara, kalau Yesus bilang begini: Harus dirajam! Musti. Menurut hukum Nabi Musa, dia memang harus dirajam. Mereka akan tuduh begini: Kalau begitu, Maria juga, ibu Mu itu harus dirajam. Karena orang Farisi tidak tahu, Maria hamil dari Roh Kudus, itu orang Farisi tidak tahu. Karena ibu Mu tuh, waktu kamu dikandungan, dia tuh hamil, belum kawin sama Yusuf, ibuMu hamil, kita engga tahu siapa bapanya, itu harus dirajam. Begitu. Kalau Yesus bilang, tidak usah dirajam, jangan, ampuni saja. Dia akan dituduh: Ini Yesus melawan hukum Musa. Yesus yang bisa dirajam. Pintar sekali mereka menjebak. Maka apa yang terjadi? Yesus tuh nggak jawab, diem aja. Dia cuma pake jariNya nulis-nulis aja ditanah. Karena nggak jawab, kesel nih, wah Yesus udah terdesak nih Yesus. Ayo dong jawab dong, harus dirajam apa nggak? Boleh dirajam apa nggak? Yesus tiba-tiba ngomong begini: Siapa yang tidak berdosa, hendaklah orang itu lempar batu lebih dulu.

Wah itu dalam sekali omongannya. Berarti, Tuhan Yesus bilang, silakan rajam. Dia tidak melawan hukum Musa. Silakan rajam. Tapi yang lempar batu musti yang tidak berdosa. Kalau saudara baca nanti dirumah, Yohanes 8, itu teh orang satu-satu mundur. Mulai dari orang tua, mundur teratur. Karena ketemplak hatinya : Waduh aku juga berdosa, aku juga bersalah, aku juga ini ada salah, aku juga keliru. Semua mundur. Akhirnya kosong, tinggal Yesus berdua sama perempuan itu. Perempuan itu nggak berani angkat muka karena dia sudah jadi terdakwa, tinggal divonis, mati aja. Akhirnya Yesus buka pembicaraan: Tidak adakah orang yang menghukum kamu ? Jawablah perempuan itu : Tidak ada, Tuan. Kalau begitu Akupun tidak akan menghukum. Kalau begitu Aku pun tidak akan menghukum. Coba saudara dengar kata-kata ini. Tadi Dia bilang yang tidak berdosa silakan hukum dia lebih dulu. Sekarang yang ngomongnya Akupun tidak akan menghukum orang yang tidak pernah berdosa. Orang yang tidak pernah berdosa, Dia tidak mau menghukum. 

Nah, sekarang orang rajam nggak pake batu, saudara, tapi pake omongan. Orang teh belum tentu salah, kita teh sudah vonis pake kata-kata: Wah, si A teh begini-begini di gereja, si ini teh gini-gini, terus udah main vonis aja. Kita udah merajam dengan kata-kata. Kalau di gereja kita nyanyi Nama Yesus Heranlah. Nama Yesus heranlah, cintaNya oh heranlah. Kita nyanyi dengan kata-kata, tapi pada sesama kita yang kelihatannya rada-rada miring, kita udah lempar kata-kata. Kita engga maki-maki, engga. Ngomongnya kita kalem, ah si itu mah memang begitu, yah si itu mah memang hayang kapuji, yah si itu mah menonjolkan diri. Ngomong kita udah kaya merajam orang. Dengan omongan tuh. Ngomong mah kalem, tapi racun. Belajar dari Yesus, kalau begitu Akupun tidak menghukum kamu. Ini kebenaran dari Yesus. Yesus engga pernah salah, engga pernah berbuat dosa.

Jadi orang yang sudah dibebaskan dari dosanya - saudara dan saya kan sudah diampuni oleh Tuhan - sudahlah kita tidak usah lempar-lempar batu, engga usah kita lempar kata-kata, sudahlah, hayu kita bareng-bareng saja. Kita maju di dalam Tuhan masing-masing kita, yah katanya Galatia 6, menolonglah beban sesama sendiri, kalau kita lihat orang itu sudah mau keteter karena bebannya terlalu berat, ayo kita gotong-gotong, tolong, bantu. Tanpa menanyakan dia ini siapa, bagaimana, apa - sudahlah. Urusannya jadi cepat beres yah, saudara, kalau kita sudah bisa ngarumas. Jadi loba nu bisa rumasa bisa tapi teu bisa ngarumasakeun. Orang Jawa bilang rumongso biso tapi ora bisa rumongso. Merasa bisa tapi tidak bisa merasa, itu loh bahasa Indonesia nya. Tapi kalau kita seperti Tuhan Yesus, memakai kebenarannya Yesus, nah sudah, jadi semuanya itu akan diukurkan apakah saya ini sudah suci, sudah tidak ada salah? Sampai saya berani melempar batu sama orang ? Wah saya juga banyak salah, yah sudahlah, banyak salah sudah. 

Ada juga yang suka lempar batu itu tuh di dalam doa. Ingat orang Farisi, saudara? Orang Farisi itu sembahyang bukan sama Tuhan, tapi nyindirin itu pemungut cukai. Jadi dia sembahyang begini, dia berdiri: Ya Tuhan, Allah, aku bersyukur kepadaMu, karena aku bukan orang lalim, aku bukan orang jahat, aku bukan penipu, aku bukan perampok, aku bukan pejinah, dan aku bukan pemungut cukai - karena dia lihat ada pemungut cukai - aku berpuasa dua kali seminggu, dan aku membawa sepersepuluhan. Lain sama pemungut cukai yang berdosa, dia nggak berani naik ke Bait Allah, dia cuma pukul-pukul saja dadanya: Duh, Tuhan kasihanilah saya orang berdosa. Udah dia orang berdosa dipeureukpeuk terus dilempari batu dirajam sama kata-kata orang Farisi ini.

Apa kata Tuhan Yesus: Hei, orang itu pulang - yang ke dua tuh - dibenarkan sama Tuhan, diampuni dia. Lain dari yang pertama, karena yang pertama itu penuh dengan ketinggian, penuh dengan kesombongan. Ternyata kita sudah bisa sekarang belajar dari kebenarannya Tuhan Yesus. Sekarang saya mau kasih satu ungkapan yang mengagetkan saudara. Di Surga itu nggak ada orang benar loh saudara. Boleh cari di Alkitab, di Surga tuh orang bener apa nggak ? Nggak ada. Kita mau lihat dulu ayatnya, supaya jangan sebut Ko Yoyo sesat, nanti dulu, Roma pasal 3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. 

Amin saudara-saudara? Jadi memang nggak ada yang benar manusia mah. Jadi di Surga nggak mungkin ada orang benar karena manusianya saja sudah nggak benar. 

Ayat 23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Nah, jawabannya, apa atuh Ko Yoyo, ari di Surga euweuh anu bener mah? Nah, begini, dengar. Di Surga nggak ada yang bener, tapi di surga banyak orang yang dibenarkan. Haleluyah. 

Ayat 24 ini bunyinya: Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma -dengan gratis- karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Jadi begini. Saya orang berdosa. Ko Yoyo ini orang berdosa, nggak bener. Tapi oleh Yesus dibenarkan dengan cuma-cuma, gratis. Mau nggak dibenarkan nih, Yo? Mau, Yesus. Oleh darah Yesus saya dibenarkan. Si Atiauw juga tidak bener, mau nggak dibenarkan sama Yesus ? Atiauw bilang, saya mau. Put On. Put On, kamu juga nggak bener, mau engga dibenerkan sama Yesus? Mau, oleh darah Yesus. 

Tah, baik Ko Yoyo, si Atiauw dan si Put On tilu-tilu na teu bener, tapi mau dibenarkan. Nah, di Surga semua. Saya nggak boleh ngomong : Ah si Atiauw, buuk ngan tilu lambar. Nggak bisa, karena kita sama-sama nggak benar. Karena kita masuk Surga oleh karena dibenarkan. Jadi itu, saudara, sekarang nih di dunia ini kita belajar. Entong sok nunjuk ka batur, entong sok ngukur urang jeung batur, ulah, kan kita sudah dibenarkan sama Tuhan. Sama-sama bobrok kita teh, sama-sama kita teh kena panyakit dosa, kita dibenarkan, diperbaiki oleh Tuhan, sudah. Kita semuanya sama-sama selamat. Dulu sama-sama cilaka, oleh Yesus kita sama-sama selamat, sudahlah, kita teh sama-sama nganyahokeun. 

Wah, sekarang mah geus umur 54 jalan ayeuna yeuh saya. 53 jalan 54 mikir ge geus beda. Geus beda. Udah nggak berani saya. Mungkin dalam ruangan ini dosa saya paling gede, nggak ada yang tahu. Ditimbang-timbang sama Tuhan, sebetulnya teh, Yo, di jemaat teh kamu teh cuma khotbah, tapi kalau ditimbang dosa, kata Tuhan, dosa kamu teh paling gede di gereja. Nah, Tuhan bilang begitu mau apa? 

Nah jemaat teh nggak boleh begini. Denger Firman Allah teh rada pedes yeuh, wah disikat urang euy ku ko Yoyo, disikat urang. No, no, no, no - saya mah tidak pernah nyikat orang, saya mah bawa Firman Allah. Kalau saudara merasa disikat, saudara sendiri yang merasa tersikat. Sarua weh jeung nu naek oplet, si supir teh kesel naek angkot, pelecus teh bau hitut, duh saha anu hitut. Terus turun weh di terminal eta, malayar, turun, kesel. Tah anu hitut tadi can mayar. Datang satu bapa, eunggeus tadi anu sarebuan. Kanyahoan tah si bapa anu hitut. Padahal dia udah tau dia bayar mah tenang aja. Si supir pinter, nu hitut tadi can mayar, yang kentut tadi belum bayar. Oh. marah si bapa, tadi anu duit ribuan. Kanyahoan manehna hitut tadi. Jadi kalau ada yang suka marah-marah kalau dengar Firman Tuhan, pulang marah-marah, aduh saya disikat, dia yang kentut, saudara-saudara. 

Kita mau belajar dari kebenarannya Yesus. Tuh kalau mau belajar mah, saudara, dari anak kecil. Aduh, anak kecil mah nya, murni pisan. Hari Minggu kemaren saya teh, biasa kalau mau khotbah suka turun dulu, suka ke WC dulu saya, supaya nanti jangan di tengah-tengah khotbah ingin ke belakang, jadi saya teh ke WC dulu. Anak-anak teh nya geus nyaho yeuh oom Yoyo turun, ceup we jarareumpe. Kaluar dari WC teh saya teh jeumpe pura-pura, hei anak-anak semua sini 20 urang aya, cium dulu oom Yoyo, deureugdeug teh semua, wah nyiumin saya, diciuman saya teh, ada satu anak, ingus masih leho, cret, aduh kadieu. Itu anak kecil, saudara, murni, apa adanya. Nah, kata Tuhan teh kita harus seperti anak kecil, apa adanya, murni. Saya sekarang ini mau dituker ceunah sama gereja di Jakarta, nu rebuan jemaatna, ada dua ribu. Mau nggak tukar sama di Cianjur? Saya bilang nggak mau! Nggak mau. Diditu mah jemaat na ge bararandel atuh di Jakarta, mijah. Di Cianjur mah balalageur. Balalageur di Cianjur mah, rek naon dituker-tuker, geus weh didieu. Ko Yoyo teh jangan di Cianjur atuh. Lah, memangnya da saya mah disini. Udah dah beli rumah di Jakarta kita bantu, di situ tuh, di Jakarta, di Sunrise Garden. Na naek mobil di Sunrise Garden ke tempat kebaktian dua jam setengah karena macet, ah udahlah di Cianjur. Di Cianjur mah ka Jakarta dua jam, jadi masih keneh untung lamun hees di Cianjur, ngan dua jam ka Jakarta. Ti Sunrise Garden ka dinya ka kebaktian dua jam setengah, macet. Mending keneh di Cianjur. Jadi Tuhan mah nggak pernah salah. Aduh saya teh nangis, Tuhan, saya teh udah diminta oleh tiga jemaat, diminta pindah ke Jakarta, boleh nggak? Tuhan bilang nggak usah. Coba atuh belaan saya kalau nggak usah teh, gimana buktinya? Nah, Tuhan kasihlah Yayasan Kabar Baik. Oh itu bukti, Tuhan teh bela. 

Di Bandung ada satu jemaat, anak Gereja Bethel Tabernakel. Badan cacat, saudara-saudara, malu sekolah juga saya teh cacat, tapi dia jadi ahli kimia. Tuhan bukakan satu rahasia sampai dia bisa bikin hazeline. Jadi kalau saudara lihat ada hazeline snow, nu cap gunung es tea, itu buatan dia. Seluruh Jawa Barat dikuasai sama dia. Jawa Tengah minta, Jawa Timur minta. Ko, udahlah ekspor ke Jawa Timur ti Jawa Barat, mobil-mobil mah keun kita siapin, produksi di gedekeun, digeuder. Jawa Tengah, Jawa Timur minta hazeline snow teh ceunah laku pisan. Sembahyang dulu dia mah, teu siga urang sarakah pisan. Dia mah nggak, sembahyang dulu: Tuhan boleh nggak saya teh, ini teh mau mengembangkan usaha ke Jawa Timur, Jawa Tengah ? Dapat suara Tuhan: Nggak usah. Jawa Barat saja cukup, Aku pelihara kamu sampai tua. Dia dengar-dengaran. Udah nggak pusing, oeh mah Jawa Barat aja, produksi nggak bisa ditambah segini aja. Maka dia punya produksi abis aja tiap bulan, terus tiap bulan keluar, seluruh Jawa Barat teh hazeline snow. Batur geus make ieu, geus make itu, geus make tiga warna, buuk geus siga kamoceng, nu beureum, nu hejo, dia mah hazeline snow laku terus, ka kampung-kampung, diberkati Tuhan. Cukup di Jawa Barat. 

Nah, saya juga prinsip begitu.Di Cianjur cukup buat saya. Ada pendeta yang lebih muda dari saya, gerejanya besar, syukur, puji Tuhan, haleluyah. Moal ditukeur saya mah. Heg di Jawa Barat, cari di Jawa Barat kebaktian hari Rabu banyaknya kaya gini, puasa deuih. Nggak ada! Di Cianjur. Makanya saya mah jatuh cinta, jatuh cinta Cianjur teh. Mana ada doa semalam suntuk di Jawa Barat, ada nggak ? Nggak ada. Parasea terus, ribut. Cianjur mah heunteu, ngan ukur batuk. Batuk hungkul di kebaktian, urusan anu sejen mah euweuh. Maka saudara, saya ingin beritahu kepada saudara-saudara, marilah kita belajar bersama-sama kebenaran dari Yesus ini. Ada haleluyah saudara-saudara? 

Coba saya ini belon umumkan ini, sudah mau umumkan sekarang. Kemaren ada haji-haji katanya mau buka websitenya ko Yoyo boleh nggak? Sabodo teuing nya arek muka mah, tapi saya tidak mengkristenkan orang lho, anda sendiri, haji sendiri yang buka. Jadi websitenya GPdI Cianjur dibuka oleh haji. Haji pengen tahu, kristen teh seperti apa. Saya tidak tanya-jawab lho yah. You mau baca, mau marah-marah - terserah, tapi saya nggak mau dengar. Saya mah di website saya mah khotbah saya Rebo, khotbah saya Minggu ada semua. Orang Jakarta sekarang sudah mulai buka, seluruh dunia sekarang bisa buka. Saya belum masukkan ke GPdI. Kalau sudah masukkan ke GPdI, seluruh Indonesia tahu, wah udah ribuan yang buka. Ribuan aja orang yang buka. Jadi Firman Tuhan yang saya khotbah sekarang, bukan cuma buat saudara - seluruh Indonesia tahu nih khotbah ini. Besok mereka sudah tahu, karena nanti saudara Ming Sien akan masukan sebentar malam di internet, besok mereka buka, saya mau tahu nih pelajaran Rabu apa nih, diikutin semua. Jadi sama juga saya punya jemaat kan banyak. Tetep we ti Cianjur, karena ini sudah dinubuatkan: Dari kota Cianjur akan keluar katanya Firman Tuhan - itu pendeta yang bernubuat. Saya nggak pernah tahu bakal ada Sekolah Alkitab nggak pernah tahu. Itu pendeta yng bernubuat juga belum lihat Sekolah Alkitabnya seperti apa sampai sekarang. Dia udah nubuat. Maka mari kita belajar kebenaran dari Kristus. 

Yang terakhir. Yohanes 8 saudara kita mau baca yang terakhir. Disana kita membaca satu ayat   

8:30 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya. 
8:31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 
8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." 
8:33 Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" 
8:34 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. 
8:35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. 
8:36 Jadi apabila Anak itu - Yesus - memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."  

Berbahagialah kita pada sore hari ini karena kita sudah mempunyai Yesus - Sang Kebenaran itu. Kita mau belajar kebenaran yang dari Yesus setiap hari dan kalau kita belajar ini, saudaraku, dengan hati terbuka - lambat atau cepat kita akan menjadi seperti Tuhan Yesus sendiri.

Saya kembalikan kepada yang bertugas.
  

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________