Khotbah Rabu November - Desember 2003

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 12 November 2003

Tempat yang Sunyi

Lukas

4:42 Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.
4:43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."
4:44 Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

Didalam ayatnya yang ke 42: Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Istilah tempat yang sunyi adalah istilah yang kebanyakan kita tidak suka. Orang lebih senang dengan tempat yang ramai. Kalau saya umumkan doa puasa dengan ulang tahun, maka jemaat akan lebih banyak dipesta ulang tahun daripada di doa puasa. Maka saya itu tidak heran kalau kebaktian minggu lebih banyak dari kebaktian rabu karena seringkali mereka anggap kita cari Tuhan itu pada waktu kita ada waktu. 

Kita senang kebaktian hari minggu  karena lebih banyak orang. Tidak suka dengan kebaktian subuh. Tapi Juru Selamat kita, Tuhan Yesus, Dia suka dengan tempat yang sunyi. Kalau Dia selesai mengadakan kesembuhan, baik di Kapernaum maupun di rumah mertua Petrus, hari siang Dia pergi ke tempat yang sunyi. Kadang-kadang pada waktu hari siang ini, kita ini mencari tempat yang ramai tetapi Tuhan Yesus mencari tempat yang sunyi, mencari tempat dimana tidak banyak orang.   

Nanti Desember kita akan merayakan natal, lagunya adalah Malam Kudus. Seringkali kita tidak belajar dari Malam Kudus itu. Nah saudara, pada waktu saya mengikuti MUBES, sangat ramai sekali. Tetapi didalam Roh saya, saya melepaskan diri dari keramaiana itu dan saya mencari tempat yang sunyi, bersama dengan Tuhan. Ditengah keramaian, saya mencari tempat yang sunyi bersama dengan Tuhan. 

Nah, pada satu kali kebaktian, setelah selesai kebaktian saya kembali ke hotel, dan saya tertidur, saya bermimpi. Saya bermimpi melihat saya berlutut seperti orang sembahyang mencium tanah. Ada tikar berwarna emas didepan mimbar. Saya berdoa berlutut didepan mimbar itu. Saya lihat dari sana, saya lihat diri saya sendiri sedang berdoa. Mimbarnya kosong. Sampai selesai MUBES, sampai selesai pulang, saya nggak tahu apa ini artinya.   

Sampai tadi pagi pulang dari Jakarta, ... bangun pagi harus ke Sekolah Alkitab karena di Sekolah Alkitab ada tamu dari Finlandia. Ada 4 hamba Tuhan dari Finlandia: 3 pendeta, 1 bisnisman. Yang salah satu pendeta bilang sama saya, dia baru tahu bisnisman ini orang kaya setelah dia kenal satu tahun. Jadi selama satu tahun dia kenal ini bisnisman kristen ini, dia tidak tahu bahwa orang ini orang kaya. Tetapi dia bilang sama saya, dia ada karunia bernubuat, seperti orang melihat gitu, ya. Saya duduk bersama pendeta Siahaan, ngobrol di kantor. Sedang ngobrol, bisnisman ini berdiri, kepenuhan Roh Kudus. Berbahasa. Lalu pendeta Immanuel mulai angkat tangan sembahyang, menangis keluar air mata. Bisnisman ini berdiri lagi dan mulai mendoakan pendeta Siahaan. Lalu Siahaan didoakan karena dia ada tuli telinga sebelah lalu dia berjalan sama saya, dia mulai bernubuat. 

Kurang lebih dia ngomong itu begini: 'Aku akan jadikan kamu pilar dan yang Aku pake kamu sekarang ini baru permulaan saja.'  Beberapa kalimat terakhir itu hilang. Kemudian dia duduk. Tiba-tiba dia ngomong lagi. Saya bisa lihat sekarang kuasa Tuhan sedang turun keatas kamu. Saya bisa lihat. Kamu akan dipakai lebih daripada hari-hari yang lampau. Kamu akan jadi pilar, dan sebagainya, dan sebagainya. 

Setelah selesai, baru saya cerita, saya bermimpi. Mimpi saya begini begini begini ... yang tadi saya cerita sama saudara. Pendeta ini bilang, saya ngerti. Dan dia berbahasa Roh. Dan dia bilang begini: Kamu berdoa seperti orang islam ... nungging begini. Dan itu artinya kamu harus membawa banyak orang islam orang muslim berlutut dikaki Tuhan ... menghadap mimbar. Mimbar adalah Firman. Wah, saya baru nangis. Dan murid-murid sekolah mendapat berkat luar biasa. 

Dan saudara tahu keadaan yang terbesar didunia adalah orang muslim. 1.3 milyar diseluruh dunia  Dari 5 orang, 1 adalah orang islam. Menjadi ladang yang besar. Seluruh acara televisi di Amerika diarahkan kesana. Maaf, hal ini kita nggak akan bisa lihat, nggak akan kita bisa ngerti ditempat yang rame; kita musti pergi ketempat yang sepi, ketempat yang sunyi. 

Saya musti blak-blakan, saya musti terus terang. Semua acara yang saya bikin, saya bikin untuk semua jemaat. Bedstone, itu untuk semua jemaat. Doa malam itu untuk semua jemaat. Kenapa dibikin dirumah saya, supaya karena jumlahnya masih bisa tertampung dirumah saya. Kalau jumlahnya sudah membludak, kita bikin di gereja.

Saya yakin yang dimaksud tempat yang sunyi adalah tempat dimana kita berkumpul dengan Tuhan. Saudara bisa melayani ditoko tetapi saudara ada ditempat yang sunyi - saudara berhubungan dengan Kristus. Saudara bisa masak didapur, saudara bisa berhubungan dengan Kristus.

...   

Maka itu saya katakan, kita tidak bisa mengerti Tuhan di tempat yang rame. Saudara masih ingat cerita ini. Pada waktu Maria pulang dari Bait Allah, dari Yerusalem pergi ke rumahnya. Sudah 1 hari, baru ketahuan Yesus tidak ada. Bayangin saudara, sudah satu hari ketahuan Yesus tidak ada. Carilah mereka. Tidak ketemu. Tiga hari cari baru ketemu, dimana? Di Bait Allah, di tempat yang sunyi. Di agama apa saja ada satu kelas, di persilatan juga ada satu kelas di mana guru besar, guru yang ilmunya tinggi itu bukan di tempat yang rame, ... di tempat yang sunyi. Kita bicara bukan kristen, agama apa saja, yang jenggot panjang itu sudah meninggalkan duniawi dia tinggal di gua-gua, dia tinggal di gunung-gunung, ditempat yang sunyi. Sama dengan Yesus. Dia ada di tempat yang sunyi. Kisah Para Rasul 

8:26 Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi.

Ada haleluyah? Jalan itu jalan yang sunyi. Tuhan itu bukan cuma Dia ke tempat yang sunyi, tapi Dia tahu hamba-hamba-Nya juga ada di tempat yang sunyi. Apa yang kita pelajari di sana? 

8:27 Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.

Ternyata dia ditaruh di tempat yang sunyi karena ada tugas tertentu. Mari kita tinggalkan tempat yang sunyi, saudara lihat kedepan. Kenapa kita terima percobaan? Kenapa Tuhan ijinkan kita mengalami problem percobaan? Kenapa? Kenapa ada anak-anak Tuhan dapat kesulitan, kenapa? Dan saya disini bukan hakim yang akan berkata, oh itu sebabnya ini ... oh itu sebabnya ini - tidak! Tapi saya ingin katakan, Tuhan mau menyendirikan kita supaya Dia bisa mendapat perhatian dari kita. Karena selama ini kita terlalu sibuk dengan dagang, terlalu sibuk dengan bisnis, mungkin terlalu sibuk anak, terlalu sibuk dengan perkara-perkara yang lain tapi kita tidak suka memperhatikan Tuhan. 

Satu kali, kalau saudara-saudara suka tempat yang sunyi, kalau saudara suka menyendiri bersama dengan Tuhan, dan saudara suka bersatu, bersekutu dengan Tuhan, saya rasa problem-problem seperti ini tidak perlu Tuhan pakai untuk menarik kita. Tuhan sedang minta perhatian kita, bahwa Dia itu ingin berhubungan dengan kita, Dia ingin ada satu hubungan yang dekat dengan kita. Yesus itu Dia tahu, karena pelayanan-pelayanan, ... Dia pergi ke gunung ketempat yang sunyi. Mau apa kesitu? Bukan tidur, tapi berhubungan dengan Bapa. Lukas

4:42 Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. 

Bahasa Inggris tidak berkata tempat yang sunyi, istilah bahasa inggris 'deserted place', tempat padang gurun, ditempat hutan, ditempat yang memang tidak ada orang ... deserted place. Kalau saya baca ... yang tadi kita baca, itu juga perjalanan di padang gurun, deserted palce, tempat dipadang gurun. Ternyata Tuhan membentuk umat-Nya, membentuk hamba-hamba Tuhan, itu tidak bisa dipisahkan dari gurun, dari padang gurun yang sepi. Karena disinilah Tuhan membentuk hamba Tuhan dan membentuk umat Tuhan. Wahyu 

12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. 

Kalau saudara baca disini ada perempuan, itu bayangan gereja. Matahari lambang dari Allah Bapa, bulan lambang Tuhan Yesus, dan bintang lambang dari Roh Kudus. Perempuan ini adalah gereja yang sudah dimuliakan, dia ada dikelilingi oleh matahari, kemuliaan Allah Bapa, dia berdiri diatas landasan Tuhan Yesus Kristus - bulan. Bulan memantulkan sinar matahari, Yesus memantulkan sinar dari Bapa. Yang melihat Yesus, dia mengerti Bapa. Lihat bulan, bulan itu memantulkan cahaya Bapa. Kalau kita lihat Yesus, memantulkan cahaya Bapa. Roh Kudus bintang-bintang ada diatas kepalanya. Pemikirannya dari gereja ini pemikiran dari Roh Kudus. 

12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. 
12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. 
12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. 
12:5 Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. 
12:6 Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. 

Padang gurun lagi, saudara lihat, dipakai untuk melindungi gereja. 

12:13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu. 
12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. 

Inilah yang diributkan oleh sekte Hari Kiamat di Bandung. Koran Kompas menulis tentang Mangapin Sibuea. Dia di Beiji angkatan 13, jadi saya pikir apa ada hubungannya. Dia angkatan 13, saya angkatan 14 dan 15. Bapak Yohanes Siahaan teman baiknya Mangapin Sibuea ini. Sibuea ini pendeta gereja pantekosta, gereja kita, di Dayeuhkolot, dulu. Nyeleweng. Jalan kaki dari Dayeuhkolot ke Sukabumi, jalan kaki saudara, sama satu nabi namanya nabi Wawan. Kalau disini ada yang namanya Wawan bukan berarti dia nabi. Boleh cari di Alkitab tidak ada nabi Wawan. Lalu dia berkata sama oom Rompas, saya dan nabi Wawan diutus oleh Tuhan Yesus untuk memperingatkan sama oom Rompas - ini tahun 87, ... bahwa Yesus tidak lama lagi akan datang pada 5 Oktober 87. Dia masuk ke Bandung ke walikota, ke bupati, camat ke lurah kasih tahu, di Dayeuhkolot akan keluar air dan Bandung akan ditutup dengan air. Ini tahun 87, saya masih ingat. Dinasehati sama MD, sadarlah brur, brur sudah salah, brur sudah sesat. Tadi pendeta Siahaan berkata, bahwa pendeta Mangapin Sibuea itu menganggap penglihatan lebih tinggi dari Firman. Salah. Firman lebih tinggi dari penglihatan. Harus diatur oleh Firman.

Nah, mereka bikin kebaktian itu jam 12 malam ditengah sawah. Dipecatlah oleh gereja kita. Nah, itu koran Kompas bilang tahun 99, salah. Dia dipecat oleh GPdI dan masuk gereja lain, dipecat lagi tahun 99 karena pelajaran sesat ini. Nah saudara, sekarang ini yang 283 orang, datang dari Irian, datang dari Ambon, datang dari Palu, datang dari Nusa Tenggara Timur sudah tidak punya apa-apa karena disuruh jual. Nggak boleh punya mobil nggak boleh sekolah. Buat apa kita punya mobil, jangan jadi kaya. Tapi dia sendiri kemana-mana pake mobil. Heran saudara. 

Pada jam 12 malam, 10 November, dia bilang akan kiamat. Di Alkitab sudah jelas, Yesus bilang tidak ada yang tahu. Ini pendeta Sibuea ini, saya tahu. Eh, betul diangkat ... dua truk ke kantor polisi. Lihat, sekolah alkitab boleh sama, alkitab boleh sama, orangnya bisa beda. Gereja bisa sama - pantekosta, dengar khotbah yang sama tapi saudaram, bisa berbeda orangnya. Ada yang suka tempat sunyi, ada yang tidak suka. Waktu saya masih belajar, mau ujian, saya belajar subuh bangun jam 4 untuk belajar. Sepi. Nggak mungkin kita belajar di pinggir jalan raya, belajar aljabar. Nggak bisa. Kita akhiri disini dulu.          

-- o -- 

Rabu, 19 November 2003 

Jangan jadikan Tuhan berhala

Lukas

7:1 Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. 
7:2 Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun. 
7:3 Maka kata saudara-saudara Yesus kepada-Nya: "Berangkatlah dari sini dan pergi ke Yudea, supaya murid-murid-Mu juga melihat perbuatan-perbuatan yang Engkau lakukan. 
7:4 Sebab tidak seorangpun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi, jika ia mau diakui di muka umum. Jikalau Engkau berbuat hal-hal yang demikian, tampakkanlah diri-Mu kepada dunia." 
7:5 Sebab saudara-saudara-Nya sendiripun tidak percaya kepada-Nya. 
7:6 Maka jawab Yesus kepada mereka: "Waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu. 

Saudara-saudara, nampak didalam kehidupan kita bahwa sunyi dan tersembunyi tidak disukai oleh kita. Kita biasanya senang yang ramai karena banyak orang. Tetapi kembali lagi saya ingatkan, bukan tempat sunyinya yang kita harus perhatikan tapi ada Yesus apa tidak. Saudara masih ingat Lukas 2 bukan, ketika Yusuf dan Maria turun dari Yerusalem, hari raya paskah dirayakan 7 hari. Begitu ramai. Puluhan mungkin ratusan ribu orang ada di Yerusalem. Hari raya besar sampai dari luar negeri datang. Saking ramainya mereka pulang ... sibuk, nggak tahu udah jalan 1 hari, Yesus ketinggalan. Yesus ketinggalan di belakang. Saking ramainya! 

Kita seringkali kehilangan Yesus karena "keramaian." Saya katakan minggu lalu bahwa di MUBES didepan orang ribuan, 12.000 katanya yang datang, apa 1.200 utusan itu, ... saya menyendirikan diri saya ditempat yang sunyi. Mematikan perhatian saya kepada hal-hal yang duniawi. Dan Tuhan melindungi kami. Saudara, sebetulnya sebelum berangkat sudah ada pencuri masuk di rumah dengan golok. Tetapi waktu saya di Hotel di Puteri Bali, bintang 4-5 hotel, malam pertama pagi kami terbangun, kami kaget karena pintu hotel terbuka. Untung kami slot. Bila kami tidak pakai rantai itu, mungkin orang itu sudah masuk. Tuhan lindungi. Seolah-olah Tuhan berkata, tanpa Aku kamu tidak bisa berbuat apa-apa. Tanpa Aku, kunci itu tidak ada gunanya. Jadi faktornya adalah Yesus.

Kembali kepada tempat yang sunyi tadi, kita seringkali tidak suka dan kita maunya rame. Itu sebabnya banyak pengerja tidak tahan di Kapten Musa karena tempatnya sunyi, tidak bisa kemana-mana. Banyak pengerja senangnya bebas, praktek di Jakarta bisa keluar maunya dia, bisa pulang maunya dia, pegang kunci sendiri. Itu bukan tempatnya di Cianjur. Lukas 

4:42 ... Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.  

Ini adalah satu hal yang kita tidak boleh lakukan. Karena mereka ingin menahan Dia, saking karena berkat Yesus itu. Menahan Dia karena ada Yesus ada kesembuhan, menahan Dia dengan arti ingin memonopoli Yesus. Sudahlah, kalau Yesus sama-sama dengan kami, kita bikin partai .. Partai Kebangkitan Yesus. Marilah Yesus jadi pemimpin partai kami. Di dalam ayat yang lain, mereka ingin jadikan Yesus Raja. Mereka mengelu-elukan dengan daun palma. Mubaraklah, hosana Yang datang didalam nama Tuhan. Luar biasa.  Tetapi sebetulnya mereka ingin menguasai Yesus, mereka ingin dapat keuntungan dari Yesus, mereka mau menahan Yesus supaya jangan meninggalkan mereka - untuk keuntungan mereka! Tidak mau peduli orang lain ... untuk mereka sendiri. 

4:43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." 

Ini pesan sebetulnya untuk calon hamba Tuhan. Tetapi saudara jemaat tidak ketinggalan, saudara boleh bisa tahu, tidak dilarang untuk tahu. Kebanyakan hamba Tuhan itu saudara-saudara, kalau sudah disatu tempat, dia merasa disitu tempatnya itu sudah enak, sudah. Asal saudara tahu, kalau saya menginjil, itu bukan dapat uang, jangan salah. Kalau ko Yoyo diundang sana diundang sini, dia dapat uang. Salah. Kebanyakan saya mengeluarkan uang. Malam dana. Itu mereka ngundang saya karena saya bisa menggalang dana dan sekaligus nyumbang. Nah, saya pikir kalau saya nginjil-nginjil gitu kan rugi secara ekonomi. Rugi dong. Keluar uang. 

Kemarin ada eks Cianjur bersaksi angkatan VII dari Manado, bersaksi dikebaktian kamu. Dia ketemu, ya keluar uang. Nggak pernah ada eks Cianjur datang sama saya kasih uang - nggak pernah. Selalu kami yang keluar uang. Terus. Jadi kalau dalam soal ekonomi rugi. Tetapi saya ikut apa yang Yesus katakan, untuk itulah Aku telah diutus. Kalau saya mau nggak mau, saya diam aja di Cianjur. Sudah. Udah senang, dua aja kebaktian udah cukup. Nggak usah kemana-mana. Jakarta-Cianjur, Jakarta Cianjur udah tenang, udah senang. Kalau mau diukur secara senang materi, udah cukup, nggak usah kemana-mana lagi. Nggak usah jadi apapun, nggak usah. Senang, cukup. 

Sejak dari tahun 76, ada satu keluarga yang bernazar, bapak mau kemana saja keluar negeri, saya yang beli tiket. Dia pindah keluar negeri, ada lagi orang lain ... sudah senang, buat apa saya nginjil? Tapi lihat Yesus. Dia tidak serakah. Dia tinggalkan Surga, Dia tidak mau diam di Surga enak-enak ongkang-ongkang kaki. Dia tinggalkan Surga demi kita orang berdosa yang sudah celaka, yang sudah sekarat mau masuk dineraka. Yesus dikirim untuk menyelamatkan kita. Sekarang eh ada orang yang mau menahan Dia, mau ngangkangi - nah, itu lebih tepat -, mau ngangkangi Yesus, mau nguasai Yesus. Jangan kemana-mana Yesus. Sudahlah disini saja Yesus. Disini saja sudah. Mau dapat keuntungan dari Yesus. Ini keliru. 

Hal yang sama di dalam Yohanes

6:22 Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. 
6:23 Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya. 
6:24 Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.
- Kedengarannya luar biasa - mencari Yesus -. 
6:25 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?" 
6:26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. 

Kamu cari Aku bukan karena tanda, bukan karena kuasa, tapi karena kamu sudah kenyang makan roti. Wai, bagi kita kalau kita ke gereja hanya untuk supaya diberkati secara materi. Wai, kalau kita kebaktian supaya toko kita rame, wai kalau kita ke gereja supaya diberkati, dan sebagainya. Apalagi hari-hari ini di sana-sini orang menjerit ekonominya terjepit. Sana kurang sini kurang, nggak peternakan nggak perkebunan, nggak toko - semua menjerit. Aduh ini, aduh itu; ini kurang itu kurang. Lalu kita mulai mencari Yesus untuk menutupi kekurangan kita itu. Yesus dah yang tolong supaya toko saya rame lagi. Sama saja Yesus dengan Gunung Kawi. 

Nah saudara, diseluruh hidup kita, jangan lupa satu ayat ini. I Yohanes 

5:20 Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. 
5:21 Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.

Kok kita sudah tahu hal yang benar, sudah kenal Tuhan yang benar - dikatakan waspada terhadap berhala. Maksudnya apa? Maksudnya begini. Jangan kita datang di kebaktian ketemu Tuhan yang benar, seperti kita ketemu berhala. Mari kita lihat orang ke Gunung Kawi mau apa? Mau jadi kaya. Orang ke Gunung Jati di Cirebon mau apa? Mau jadi kaya. Orang mandi kembang di Cipanas ... ada jemaat kami yang saya baptis di Jakarta. Udah mandi kembang di Cipanas, ada dukunnya. Udah 3 kali mandi kembang, disuruh telanjang di sungai, dimandiin kembang ... supaya kaya. Waduh, ini macet itu macet dagangan macet, lari ke ... tuh di Warung Kondang ada, di Pabuaran ada, di Sindang Barang ada. Mau kaya.

Satu ibu dulu ngadu sama saya, pak dulu saya itu pak, karena suami saya nyeleweng, saya suka ke dukun di Cipanas. Minta satu obat supaya suami saya tidak nyeleweng. Saya bilang, nggak bisa. Dukunnya namanya siapa? Ini disini. Oh,  saya mah kenal dia, saya tahu, dia suka beli perkutut dulu sama saya. Itu dukun istrinya tiga. Sekarang ibu mau minta tolong sama dukun yang istrinya tiga supaya suami ibu supaya sadar. .. nggak bisa. Dukunnya aja istrinya tiga. Betul ya. Diam. 

Nah, sekarang kita datang ke gereja cuman ngomong-ngomongnya aja beda ... Yesus sama Tuhan nggak ada patung sekarang, nggak ada jimat .. Yesus Tuhan - tapi minta juga kaya, minta juga uang, minta juga kelimpahan materi - sama dengan berhala! Maka, anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.

Jangan jadikan Tuhan berhala. Kita datang hanya untuk senang, kita datang hanya untuk kesembuhan, kita datang untuk kesehatan, kita datang hanya untuk supaya dirumah ada berkat dan sebagainya. Jangan. Tapi datanglah kepada Tuhan untuk belajar kebenaran. Dan kembali lagi kepada Lukas

4:43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." 
4:44 Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

Jadi Dia berkeliling, memberitakan injil Kerajaan Allah dalam rumah-rumah ibadat di Yudea. Apa sih yang dimaksud Kerajaan Allah? Saya akan pakai secara cepat saja, Roma 

14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. 

Bukan makanan dan minuman, bukan roti, bukan ekonomi tetapi sejahtera, kebenaran oleh Roh Kudus. Saudara, Yesus kasih damai tapi beda, Roh Kudus juga kasih damai. Beda itu. Kita mau lihat dulu damainya dari Yesus. Yohanes 14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. 

Ini damai dari Yesus. Roma 14:17, Roh Kudus juga mempunyai damai. I Tesalonika  

5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. 

Ternyata Allah Bapa, Dia juga punya damai. Jadi baik Bapa, baik Yesus, maupun Roh Kudus, berita yang pertama itu adalah berita damai. Ini saya mendahului hari natal. Waktu malaikat turun, ini banyak undangan natal, siswa-siswi banyak diundang, sampai ke Amerika diundang iya betul, Amerika Kentucky Fried Chicken. Damainya apa? Dikatakan disana waktu Yesus ... damai diatas bumi diantara orang yang berkenan kepadanya. Jadi waktu Yesus datang saja, yang Dia bawa itu damai. Kita nyanyi kalau hari natal, damai dibumi. Herannya itu hari natal, semua jemaat mau nyanyi. Itu yang saya senang kalau hari natal. Kaum bapa juga berseragam, beli batik. Kalau nggak beli batik ... pinjam, pokoknya ada batik.  

Kembali lagi kita kepada damai ini, damai ini dirayakan. Nah, baik Bapa maupun Yesus maupun Roh Kudus, Dia memberitakan damai. Nah saudara, produksi daripada Kerajaan Allah ini diproduksi oleh Roh Kudus, yang pertama kebenaran, yang kedua damai, yang ketiga sukacita didalam Roh Allah, didalam Roh kudus. Yesus pun memberi sukacita. Mintalah kepadaKu ... kita buka lagi Yohanes   
16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. 

Yesus kasih sukacita tapi Roh Kudus juga kasih sukacita. Dalam perjanjian lama, Yesus belum ada, Roh Kudus belum dinyatakan seperti sekarang, ... ada Nehemia 8:11 Bersukacitalah karena kesukaan dari Tuhan adalah kekuatanmu. Bapak memberi sukacita. Yesus memberi sukacita. Roh Kudus memberi sukacita. 

Kebenaran. Yesus juga kebenaran. Allah Bapa juga memberi kebenaran. Kita buka 3 ayat. Yohanes  

14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. 

Yohanes 15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Yohanes

16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. 
16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; 
16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; 
16:10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; 
16:11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. 
16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. 
16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. 

Yohanes 17:17. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. 

Jadi Roh Kudus, Firman, Yesus, Bapa juga adalah kebenaran. Kita punya ketigaan Allah tapi tiga-tiganya beritanya sama. Dia memberitakan damai, Dia memberitakan kebenaran, Dia memberitakan sukacita. 

Sebab pada waktu Yesus lahir, yang pertama disebut adalah damai di bumi. Ketika malaikat naik pulang ke surga, apa yang terjadi dengan gembala ini? Ada sukacita yang luar biasa. Ketika orang Majus lihat bintang, apa yang terjadi? Sukacita yang luar biasa. Setelah itu baru mereka belajar kebenaran dari Yesus. Setelah itu mereka merasakan nikmatnya damainya bersama dengan Yesus. Kita masuk Lukas  

5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. 

Yesus berdiri di mana saudara? Dipantai danau Genesaret. Danau ini punya 4 nama, yang pertama adalah  Genesaret, yang kedua adalah Galilea, yang ketiga adalah Tiberias, sedangkan yang keempat adalah Kineret. 

Genesaret artinya adalah gagal. Galilea adalah berkat atau keberhasilan. Tiberias adalah angit ribut. Kineret adalah pujian atau nyanyian, kenapa? Karena Kineret itu artinya kecapi, jadi lambang dari pujian. Tahukah saudara bahwa hidup kita ini adalah berganti-ganti diantara hal ini. Kadang kita mengalami kegagalan .. Genesaret, kadang-kadang kita mengalami berkat .. Galilea, kadang-kadang kita mengalami angin ribut .. Tiberias, kadang-kadang kita mengalami nyanyian pujian .. Kineret. Dari danau yang sama. Tapi jangan takut saudara. Didalam empat nama ini, empat-empatnya ada Yesus! 

Kita mulai dari Genesaret, kenapa gagal? Karena saat itu, dua perahu ditambat di tepi pantai sudah semalam-malaman mencari ikan tapi tidak ada satupun yang didapat. Gagal. Tadikan saya katakan jangan takut dalam kegagalan. Karena kalau ada Yesus, yang gagal jadi berhasil. Ternyata apa yang terjadi saudara? Dan ini mungkin kalangan pendeta-pendeta, GPdI mungkin tidak bisa setuju dengan pikiran saya. Dengan pendapat saya. Mungkin musti memerlukan beberapa waktu, beberapa masa waktu dulu .. baru bisa mengerti jalan pikiran saya. 

Ketika Genesaret ini mereka punya perahu kosong, lalu Yesus pijak lalu berkhotbah dari perahu yang kosong. Setelah selesai khotbah saudara tentu ingat Yesus bilang, tolong sorong ketempat yang dalam. Tidak masuk akal. Karena menurut ilmu nelayan, waktu pagi ikan itu ditempat yang cetek, malam ditempat yang dalam. Ini terbalik. Yesus suruh sorong ketempat yang dalam. Dan apa yang terjadi? Lakukan .. lakukan. Semalam-malaman saya sudah cari ikan, kata Petrus, nanti kita studinya rabu depan. Semalam-malam saya sudah tangkap tapi tidak menangkap seekorpun. Tapi karena Engkau yang suruh, saya tebarkan jala. 

Nah perhatikan saudara, waktu Dia menebarkan jalan, Lukas    

5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 
5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. 

Disini saya ingin memberitakan hal yang baru. Kalau gereja kita ini dianggap perahu, gereja kita tidak cukup menampung ikan-ikan yang akan Tuhan kasih. Cianjur saja terlalu banyak ikan. Kita memerlukan isyarat, kasih sama teman kita diperahu yang lain. Ingat saudara, yang dikasih ikan itu perahu kita. Tapi nampung nggak bisa, terlalu banyak. Dikasih isyarat, perahu yang lain, gereja yang lain. Tampung ini jiwa-jiwa. 

Maka saya katakan, pikiran saya mungkin lain sama orang lain. Di sekolah alkitab kami, ada guru dari GMIM, bapak Arlens Kauntu. Ada Ibu Vera. Walaupun dia murid saya dulu, tapi dia tidak masuk gereja saya. Kita kalau doa malam semalam suntuk, kita suka doakan gereja-gereja lain. Dan janganlah susah kalau kita lihat gereja lain maju. Tapi berterima kasihlah Tuhan pake gereja lain. Karena kalau Tuhan bisa pake gereja lain, Tuhan bisa pake gereja kita. Kalau Tuhan bisa pake gereja kita, Tuhan juga bisa pake gereja lain. Wawasan kita musti luas tidak boleh picik. 

Ikan terlalu banyak. Sekarang saya kasih tahu saja. Kalau di Cianjur hari ini ada seribu orang yang bertobat, gereja kita nggak mampu nampung. Belum dia pakai suaminya keluarganya ikut kebaktian. Nggak akan dapat .. ini banyak. Berdesak-desak sampai dibawah pakai kursi, pakai tingkat yang diatas. Sudah penuh juga. Tapi mungkin visi saya ini belum bisa diterima. Kalau belum bisa diterima ya sudah, pegang aja dulu di dalam hati saudara. Karena disini juga yang diberi isyarat adalah teman-teman, yang lagi gagal perahu kosong. Itu teman-teman juga lagi ditambat nggak dapat ikan. Cepat ... 

Jadi visi kita bukan perahu siapa, jangan. Visi kita adalah dapat ikan sebanyak-banyaknya. Perahu ... nomor dua! Nah, inilah yang mungkin bikin Simon Petrus langsung berlutut di kaki Yesus: Ya Tuhan, aku ini saya tinggalkan ..  saya orang berdosa. Saudara, kalau kita sudah sembahyang: Duh Tuhan, berkatilah gereja-gereja lain. Dengan tulus. Berkatilah supaya mereka maju, berkati Tuhan. Dengan tulus. Jangan heran kalau justru Tuhan memberkati gereja kita. Karena Dia akan lihat ketulusan kita. Tuhan akan lihat, oh ini jemaat tidak memikirkan diri sendiri. Saya bisa bayangkan kalau sudah pukat robek, dua perahu saja sudah hampir tenggelam. Tetapi ini kalau yang satu belum datang akhirnya apa yang terjadi, ini perahu Petrus juga tenggelam, ikan tidak dapat.

Maka daripada kita mempertahankan perahu kita, ini ikan saya, ini ikan oeh, ini ikan ngai, saya punya, saya punya, tenggelam nanti kita. Lebih baik panggil perahu yang lain. Hampir tenggelam tapi tidak.

Kalau saudara baca ayat ke 7, ... lalu bagian 2, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Tapi tidak tenggelam. Ada haleluyah saudara? Mana lebih mending, 1 perahu menarik ikan lalu tenggelam perahunya, apa 2 perahu hampir tenggelam tapi ikannya dibawa. Lebih baik yang kedua. 

Sejak saat itu, visi saya sudah lain. Wah, gereja ini maju, brur. Puji Tuhan. Aduh, gereja itu sekarang buka sekolah, sudah buka SMP, puji Tuhan. Ada yang buka sekolah ... Yayasan Kabar Baik itu kenapa ketinggalan sekarang? Haleluyah. Puji Tuhan. Ada saingan ya, pak? Haleluyah. Sekolah Alkitab belum ada yang nyaingin di Cianjur. Puji Tuhan. 

-- o -- 

Rabu, 10 Desember 2003

Menurut Yesus

Lukas

5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. 
5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 
5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. 

Dalam ayat 2, Tuhan Yesus melihat ada 2 perahu ditepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.

Nah, ayat 3: Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon. Simon itu buluh yang ditiup angin kesana kemari. Saya tidak pernah memberi nama anak yang diserahkan kepada Tuhan dengan kasih nama Simon ... nggak pernah. Peter saya kasih pernah, Lukas Luki pernah, Yohanes. Tapi Simon saya tidak pernah beri nama karena artinya adalah tidak berpendirian. Seperti pohon bambu kalau saudara lihat tertiup angin ... kekiri dan kekanan, jadi tidak berpendirian. Ternyata Yesus masuk kedalam salah satu  perahu itu, yaitu perahu Simon dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Sore hari ini mari kita merenungkan tentang menurut Yesus. 

Jangan saudara kira menurut Yesus itu gampang. Menurut gembala sidang saja susah. Apalagi menurut Tuhan Yesus. Saya sudah berapa kali sudah bilang di kebaktian kursi didepan ini adalah kursi yang terbaik. Saya ngomong kaya lempar garam di laut. Orang tetap aja duduk dibelakang. Saya sembahyang, saya bilang Tuhan kenapa sih susah benar orang ini. Bisikan itu kurang lebih begini: Kalau mereka nggak bisa nurut kamu yang kelihatan, apalagi menurut Aku yang tidak kelihatan. Kursi saudara bisa jadi berhala. Saudara nggak mau pindah dari kursi saudara. Kursi itu sudah jadi berhala, nggak boleh orang lain duduk di kursi saudara.  

Tapi perhatikan kata menurut ini. Dia masuk kedalam salah satu perahu. Jadi bicara perahu adalah bicara ekonomi, bisnis. Nelayan itu diperahu. Nah, kalau di gereja saja saudara nggak bisa nurut, gimana ekonomi saudara. Saya juga nggak yakin saudara bawa perpuluhan. Menurut Firman Allah. Kalau disuruh maju saja kedepan nggak nurut. Sudah dua kebaktian saya tunggu. 

Apalagi yang disuruh Yesus ini nggak masuk akal. Dia naik kedalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Jadi perahu ini dipakai tempat untuk Yesus jadikan mimbar untuk mengajar orang banyak. 

Seringkali saudara kita tidak memakai hikmat dan saudara lihat disini bahwa Tuhan Yesus menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Saya sedang berbicara tentang menurut Tuhan, menurut Yesus. Ternyata menurut itu punya tingkatan. Dorong perahu ke tempat yang dalam. Nampaknya Simon lulus, dia dorong perahu ke tempat yang dalam. Selesai Dia berbicara selesai Dia khotbah, Dia berkata kepada Simon: Bertolaklah ketempat yang dalam.  

Maka saya katakan saudara, menurut itu sangat penting karena tidak mungkin Yesus menyuruh Petrus pergi ketempat yang dalam untuk cari ikan kalau dia tidak menurut yang pertama. Dia masuk ketempat Simon. Ingat, Simon itu buluh yang terkulai. Tapi selesai Dia pakai itu perahu, Dia bilang: Sekarang bertolaklah ketempat yang dalam.  Lebih jauh Yesus berkata: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Kalau tadi dorong sedikit menjauh keluar dari pantai, sekarang bertolaklah ketempat yang dalam.Ada protes dari Simon.

5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 

Kata yang pertama adalah Guru. Itu dia bilang Guru, Simon ini menjawab ... menempatkan dirinya sebagai murid. Telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga. Kalau saya pakai bahasa saya, Simon itu ngomong begini: Sudah dari setengah tujuh sampai subuh saya cari ikan tidak dapat apa-apa. Perhatikan apa yang Simon bilang: Kami bekerja keras. Kerja keras itu halal. Saudara sudah bekerja keras ... halal. Walaupun dia gagal walaupun dia tidak punya ikan tapi dia bukan seorang yang malas, dia pekerja yang keras. Tahu kerja keras. Mungkin kita belum ada apa-apa, tapi biar Yesus mau datang dan masuk didalam perahu kita, siap mengisi perahu kita ini dengan limpah. Sebab yang pertama kali kita harus tahu, bekerja keras. Kerja keras minus Yesus memang tidak  dapat apa-apa. 

Kita lihat apa yang dikatakan oleh Petrus: tetapi ... Ini kata tetapi yang positif ... karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga. Dia belum tahu mujijat. Dia baru ketemu Yesus waktu itu. Belum ngobrol, baru diperintah-perintah saja sama Yesus. Coba bawa perahu .. dia menurut. Sekarang dibawa lagi ke pertanyaan yang kedua , suruhan yang kedua: Coba sekarang ketempat yang dalam. Pikirannya ini nalarnya ini jalan. Karena waktu pagi ikan ada ditempat yang cetek, malam ikan ada ditempat yang dalam. Kenapa sekarang Yesus pagi-pagi justru harus ketempat yang dalam. Bukankah menurut ilmu pengetahuan ikan itu ada ditempat yang cetek kalau pagi?  

Itulah Firman Tuhan. Firman Tuhan kadang-kadang berlawanan dengan pikiran kita, berlawanan dengan pikiran kita, berlawanan dengan pengalaman kita. Tapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga. Dia menanya tapi dia kalahkan dia punya ingin tahu itu dengan iman ... karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga. 

5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 

Dalam rumah tangga ada orang kuncinya. Entah itu kepala rumah tangga, entah siapa, di dalam rumah itu ada key man, ada orang kuncinya. Nah, Tuhan selalu datang kepada orang kunci. Karena orang kunci ini bisa mempengaruhi rumah tangga. Berbahagialah kita kalau di dalam rumah tangga kita ada orang kunci yang rohani - semua anggota keluarga itu jadi rohani. Semua didorong untuk kebaktian, semua didorong untuk aktif dalam Tuhan, semua didorong untuk mencintai Tuhan. Karena key man-nya, orangnya itu orang rohani. Jadi ketika Petrus, aku akan melakukannya juga, ternyata yang melakukan itu mereka. Lebih dari 1 orang. 

5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 

Sebetulnya sederhana sekali kalau kita ikut Tuhan. Nah, nanti saya tidak ingin pesta natal tanpa Yesus. Ribut, ngambek, pundung, dibelakang-belakang ngomong. Suka-cita. Penuh damai. Saling mengisi, saling mendukung saling mengangkat, saling menghibur, saling kerja. Tapi sekarang .. ada berkat, kita tidak bisa maju sendiri. Perlu teman. Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, ... 

Kalau mereka tangkap satu saja ikan gede, satu saja ikan besar, itu Petrus pasti dia bilang itu mujijat. Yesus beri lebih dari yang kita perlukan. Ada haleluyah? Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

Mana mungkin, kata-Nya, anggur yang baru ditaruh pada kirbat kulit yang lama - nggak bisa. Kalau anggur baru ditaruh pada kirbat kulit yang lama, ini kirbat kulit nggak tahan. Anggur yang baru harus ditaruh pada kirbat kulit yang baru agar tidak koyak. Kenapa kalau koyak, kalau robek? Anggurnya akan ter-spill, bocor, keluar. Kalau dikatakan disini mulai koyak, tentu ada satu dua ikan yang lepas. Kenapa? Saya hanya mau pakai ... ayat 8
5:8 Ketika Simon Petrus ...

Disebut Petrus sekarang. Tapi masih ada Simon nya. Apa artinya ini? Petrus adalah batu karang tapi masih ada Simon ... buluh. Tapi masih kebawa angin ... agak goyang sedikit. Makanya begitu sudah dapat ikan juga masih ada yang koyak, karena jalanya masih jala yang lama. 

Kita lompat kepada Yohanes

21:6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. 
21:11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. 

Ada haleluyah? Berkat tetap sama besar tapi jala sudah nggak koyak lagi. Saya mau buka satu rahasia untuk saudara didalam Amsal 

10:22. Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. 

Saya pakai sederhana: Berkat Tuhan menjadikan kaya tanpa susah payah. Nah, waktu jala itu koyak, itu menggambarkan ada berkat Tuhan besar tapi masih ada susah payah, masih ada problem, masih ada air mata disana sini, masih ada kasus. Berkat Tuhan ada. Tapi setelah Yesus bangkit Yohanes 21, berkat Tuhan ada, jala tidak koyak - baru ini digenapi. Tuhan memberikan kita kekayaan, tidak ada lagi susah, tidak ada lagi apa, karena apa? Mental kita sudah kuat. Nah, kalau kita sekarang Tuhan jadikan kaya, apa saudara masih ikut PA, apa saudara masih setia ke gereja? Itu kan Tuhan yang tahu isi hati kita. 

Kenapa kalau kita ditanya sama orang, jawaban kita itu suka begini. Aduh, rumahnya bagus, ko. Ya, ini titipan Tuhan. Motornya bagus. Titipan Tuhan. Duh, mobilnya baru ya? Titipan Tuhan. Aduh, anaknya kasep sukses lagi jadi insinyur jadi dokter. Titipan Tuhan lah. Kita merendah. Tapi kenapa kalau mobil kita itu penyok rusak, kita bilang musibah.    

5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." 

Ayo siapa yang bisa membanggakan diri, ini semua karena saya. tapi begitu diambil sama yang punyanya ditarik kembali kita bilang itu musibah. Kenapa kalau kita sembahayang sekllau kita minta  ditambah titipannya. Sudah ada uang, sudah ada kekayaan sudah cukup, tapi kalau kita sembahyang oh Tuhan, tambahkanlah berkat-Mu. Lukas

5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." 

Dalam bahasa Inggris bilang begini: Maka tersungkurlah Petrus dilututnya Yesus. Soal jala mau dipenuhi ikan. Tapi kita sudah seharusnya datang tersungkur dilututNya dan kita harus mengakui semua itu cuma titipan. Karena apa? Waktu kita lahir kita tidak bawa apa-apa. Memang ada yang diberi titipan agak banyak, diberi titipan sedikit. Yang diberi titipan sedikit tidak boleh ngambek sama yang diberi titipan banyak, yang diberi titipan banyak nggak boleh menghina yang diberi titipan sedikit. Cuma titipan kok. Jadi tempat saya dimana? Dilutut-Nya Yesus! Tersungkur dan dia berkata, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." 

Kok Yesus bikin mujijat, kok dia bisa lihat saya ini orang berdosa. Ini hebatnya Tuhan. Yesus nggak bilang kamu berdosa. Nggak. Dia kasih berkat limpah. Dibilang, kalau orang ada di lutut Yesus, lebih banyak berkat dia terima, dia lebih merasa lebih tidak layak lagi. Dia bilang, saya ini orang berdosa. 

5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; 

Kata takjub itu di dalam bahasa Inggris, dipakai kata 'tidak bisa berkata-kata,' astonished. Jadi dia melongo, tidak bisa berkata-kata. Bayangkan dari begitu banyak orang di situ, cuma Petrus yang ngomong, tinggalkan saya Tuhan.  

5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." 
5:11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. 

Saya katakan sama jemaat bawa satu jiwa saja setiap tahunnya. Nggak usah banyak satu tahun 1 saja dulu. Tapi terus dia nggak lepas dapat ... sampai dibaptis sampai terima Yesus. Gereja nggak bisa dijalanin sama satu orang, sama pendeta tok. Saudara musti berfungsi. Ikan pasti diberi tapi ada masanya saudara harus menjala jiwa. Kita berdiri bersama-sama.  

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________