Khotbah Rabu November - Desember 2004

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 03 November 2004

SAHABAT

Lukas

7:1 Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.
7:2 Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
7:3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
7:4 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong,
7:5 sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami."
7:6 Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
7:7 sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
7:8 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
7:9 Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"
7:10 Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

Kita mau melihat perikop ini, yaitu bagaimana Yesus menyembuhkan hamba atau budak dari seorang penghulu laskar, perwira yang ada di Kapernaum.  

7:1 Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.

Kapernaum terdiri dari dua kata: Kapher atau Kphir yang artinya rumah dan Nahum yang berarti Penghiburan; jadi Kapernaum berarti rumah penghiburan.

Saudara, tidak ada tempat di dunia - yang normal ini - yang seindah rumah kita. Biar kita pernah tidur di hotel mewah, biar kita tidur di rumah teman yang rumahnya milyaran - tidak ada tempat yang seindah rumah kita sendiri. Biarpun bantal kita warnanya sudah nggak tahu warnanya apa ... agak coklat agak kuning agak keabu-abuan, mungkin bantal kita sudah peot, tempat tidur cuman ditutup sama samping saja kain, kasur sudah kempes, nggak pakai AC, baunya sudah khas bau apek, tetapi heran itu rumah kalau rumah sendiri adalah home sweet home.

Memang ada orang yang punya rumah tidak betah di rumah karena selalu ribut dan sebagainya tapi secara umum, yang normal saya katakan tadi, rumah adalah tempat yang enak bagi kita. Waktu anak dan mantu saya serta cucu saya kembali dari Amerika setelah 4 tahun di sana, cucu saya itu di Bali untuk 3 mingguan lah; dia stress ini cucu, dia nangis berkali-kali: Saya ingin pulang ke rumah saya di Portland. Dia tahu kota Portland. Pingin ke rumah Portland. Akhirnya setelah beberapa lama baru. Karena dia punya tempat tidur khusus, bantalnya khusus dia sudah tempat itu walaupun  cuman ada dua kamar, tapi itu memang sudah dia punya rumah.

Nah, pertanyaannya sekarang, apakah rumah saudara menjadi rumah penghiburan, apakah rumah tangga kita adalah rumah penghiburan di mana anak cucu menantu kalau datang di rumah, ah, biar makan nasi sama pete pake ikan asin nasinya panas ... rasanya enak sekali. Tapi saya ingin katakan kepada saudara, sayang rumah kita nggak bisa terus. Sebelum kita masuk ke surga, rumah di dunia ini tidak bisa seperti ini. Secara umum.

Nah, di dalam rumah ini di dalam Kapernaum ini, ada seorang perwira yang mempunyai seorang budak yang sangat dihargainya. Bahasa Inggris bukan dihargai - tapi yang disayangi oleh dia. Zaman dulu itu budak itu kalau sampai dibunuh juga nggak ada apa-apa, nggak diprotes ke pengadilan, namanya saja budak, sudah dibeli. Tapi budak ini khusus disayang sama perwira ini. Dan hamba ini sedang sakit keras dan hampir mati.

Kebetulan pulangnya TKI dari Malaysia meninggalkan cerita yang sampai saya ingin tulis di surat kabar Kompas, betapa menderitanya rakyat kita TKI. Ada yang ditempeleng, ada yang diinjak-injak, ada diperkosa, ada disetrika, ada yang tidak dibayar; mereka itu lebih rendah dari anjing. Anjing makan disiapkan. Mereka minta makan minta gaji diwawancara di televisi dibentak-bentak, siapa yang suruh kamu kerja di sini? Waktu pulang ditipu oleh orang Indonesia sendiri. Jadi kasihan sekali. Itu namanya tenaga kerja, sebetulnya itu seperti budak. Kita harus menaruh kasih sayang sama mereka. Sampai di Soekarno-Hatta diperas lagi. Paspornya 40 ringgit dijual 140 ringgit. Ditipu lagi sama supir taksi. Ludes. Kasihan.

Jadi ini Lukas ini istimewanya ini saudara. Coba saudara bayangkan injil Lukas selalu membandingkan yang paling di sebelah kiri, yang paling di sebelah kanan; yang paling di sebelah atas yang paling di sebelah bawah.

Nah, perwira ini yang paling di sebelah kiri, paling tinggi dia ... dibandingkan oleh dia dengan seorang budak yang paling ... Lukas pernah bicara mengenai hakim yang lalim ... yang paling tinggi, dengan janda yang miskin. Lukas juga bercerita tentang orang kaya yang paling kaya dengan Lazarus yang paling miskin. Lukas juga berbicara tentang orang Parisi yang paling berdoa paling hebat di gereja dengan satu pemungut cukai  yang paling berdosa, berdoa.           

Jadi ketika kita lihat cerita ini, kita melihat perbandingan yang paling ini.   

 7:2 Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, - Gambaran ini dikontraskan perwira paling tinggi; budak paling susah, paling menderita - yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.

Bayangkan TKI sampai diusir. Di Batam di usir-usir tidur di emperan. Makanya saudara jangan kaget kalau kejahatan bertambah karena memang inilah keadaan Indonesia, sedang sulit dalam ekonomi. Nah, hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.

7:3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.

Kita lihat ada 3 kubu. Hubungan dari perwira ini dengan tua-tua Yahudi sangat dekat, sampai dia bisa berhubungan dekat. Ini lagi yang paling lagi. Perwira ini orang Italia, penjajah, yang paling kiri. Orang tua-tua ini adalah golongan kanan dari orang Yahudi, paling anti penjajahan. Jadi saudara bisa bayangkan, secara umum saja orang Yahudi tidak suka orang Italia karena orang Roma ini menjajah orang Israel. Tetapi saudara lihat yang paling ini, yang paling kiri, penjajah, dengan yang paling ini kanan adalah orang tua-tua Yahudi.

Anehnya, perwira ini bisa memohon, bisa meminta tolong sama tua-tua Yahudi. Orang Yahudi itu saudara, tidak ada orang yang baik selain Yahudi, itu menurut prinsip mereka. Di dunia ini bangsa yang nomor satu bangsa Yahudi, kata mereka. Kami adalah bangsa pilihan Tuhan, kata mereka; kami menguasai perekonomian dunia, kami menguasai pemilihan presiden di Amerika, kami menguasai ... pokoknya Yahudi ini paling merasa super. Tidak mau mengakui kehebatan, kebaikan orang lain. Tetapi saudara lihat sekarang perwira ini dia punya hubungan baik dengan tua-tua Yahudi ini sampai dia bisa suruh orang ini minta tolong kepada grup yang ketiga, yaitu Yesus dan rombongannya.   

7:4 Mereka - Ini tua-tua Yahudi - datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong, ...

Bayangkan tua-tua Yahudi, yang sebetulnya notabene anti kepada Romawi, itu memaksa seolah-olah dengan sangat, dia bilang sama Yesus: Itu orang layak ditolong, itu orang layak ditolong. Bahkan di dalam bahasa Indonesia bukan meminta tetapi beg; beg itu kaya ngemis, aduh memohon, tolong, tolong.  

Orang Yahudi ini meminta-minta sama Yesus: Tolong datang, layak orang ini ditolong. Karena apa katanya? Ia mencintai bangsa kami. Jadi kalau saya urut dari depan, penghulu laskar ini memang mempunyai yang pertama adalah kasih, dan kasihnya ini bukan hanya kepada satu pribadi, budak - tapi kepada bangsa yang notabene dijajah oleh Roma. Jadi kalau seorang dia punya kasih, dia akan mengasihi sama antara satu orang apa banyak orang, budak atau tua-tua Yahudi, dia tetap aja mengasihi, baik kepada orang yang tinggi atau orang biasa ... karena dia mengasihi.

Yang kedua saudara, dia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadah kami. Yang kedua, dia mempunyai perhatian dalam hal memberi. Memberi yang paling tinggi dalam kekristenan adalah membangun rumah ibadah. Memberi yang kedua adalah untuk orang-orang miskin. Memberi yang ketiga untuk hamba-hamba Tuhan, dan seterusnya. Tapi yang terutama, membangun rumah ibadah.

Yang ketiga. 7:6 Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
     
Saudara, tadi perwira ini kenal dengan tua-tua Yahudi tapi ada juga sahabat-sahabat, orang-orang dekat dia. Dia berkata, Tuan tidak usah datang bikin susah. Jadi yang ketiga, perwira ini punya kerendahan hati. Dia sepertinya malu hati, rendah hati, karena dia rasa tidak layak. Dikatakan di sana,

7:6 ... jangan bersusah-susah sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahklu.   
7:7 sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.

Yang keempat, dia punya iman. Yesus nggak usah masuk rumah saya dah. Pokoknya katakan saja sepatah kata. Jadi Firman jauh lebih penting dari kunjungan. Bagi perwira ini, Firman Yesus lebih penting dari pada kunjungan Yesus. Firman saja, karena Firman itu adalah Dia sendiri. 

7:8 Sebab aku sendiri seorang bawahan, Padahal ayat 2 disebut dia perwira tapi dia tidak bilang saya komandan, saya seorang bawahan - dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."

Yang kelima, dia mengerti tentang otoritas. Ya Tuhan pasti punya otoritas, nggak usah masuk rumah saya. Katakan saja sepatah kata. Lalu ayat 9

7:9 Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"
7:10 Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

Nah, ini adalah 5 syarat bagaimana kita mau mendapat apa yang kita rindukan dari Tuhan seperti perwira ini, yaitu ia memiliki kasih, dia memiliki perhatian dalam memberi, ia rendah hati, ia beriman, dan ia mengerti tentang otoritas. Orang yang mengetahui otoritas itu walaupun dia suami istri, istri mau membeli sesuatu, dia tanya dulu suami. Bukan izin tapi dia menghormati otoritas. Anak mau membeli sesuatu walaupun satu keluarga dia tahu papa mama nya sayang sama, dia tapi dia bicara dulu sama papa mama, boleh nggak saya beli ini. Itu otoritas. Menghormati otoritas.    

Walaupun dia rumahnya gubuk tapi karena dia kepala RT, dia lurah, kita hormati. Itu menghormati otoritas. Walaupun polisi diolok-olok prit jigo-prit jigo tapi kalau dia bilang begini, stop - berhenti kita, karena menghormati otoritas.

Sekarang saya akan terangkan gambaran arti penggalian arti yang rohani. Kalau saudara membaca ayat 2 tadi, dia adalah seorang perwira yang punya seorang hamba yang sangat dihargainya, perwira ini melambangkan dalam cerita ini Tuhan Yesus. Hamba atau budak itu melambangkan kita. II Timotius.  

2:1. Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.
2:2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.
2:3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. - Jadi kalau kita prajurit, pasti Yesus komandan kita, Dialah perwira kita -.
2:4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 

Yesus adalah Komandan kita, Yesus adalah perwira, kalau kita prajurit. Kembali lagi kepada injil lukas, perwira ini punya satu budak tetapi budak ini sangat disayanginya. Saudara, kita dihadapan Tuhan sebetulnya tidak lebih dari budak yang sedang antri menghadapi maut di neraka. Tetapi oleh karena kasih sayangnya Tuhan, saudara itu disayang Tuhan. Banyak umat Tuhan itu nggak sadar ini, nggak tahu bahwa kita ini disayang sama Tuhan. Jadi begitu dekat sampai sakitnya kita sakitnya budak ini sampai si penghulu ini si perwira ini, penghulu laskar ini datang kepada Yesus.

Sekarang kalau perwira ini digambarkan sebagai Yesus, Dia menjadi Juru Syafaat datang kepada Bapa. Bapa tidak usah datang di rumah saya, Allah nggak usah turun ke bumi. Tapi katakan sepatah kata saja. Bukankah Yesus adalah Firman? Jadi Yesus adalah Sepatah Kata, Firman, yang dikirimkan oleh Allah kepada dunia ini. Yohanes         

1:1 Pada mulanya adalah Firman - Yaitu perkataan; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Pada mula adalah Firman. Yesus berkata: Bapa tidak usah turun ke dunia, kirim saja sepatah kata. Dia menjadi Firman itu yang dikirimkan kepada dunia ini, kepada dunia perbudakan di dunia: Ada yang diperbudak oleh dosa, ada yang diperbudak oleh kebiasaan, ada yang diperbudak bukan oleh dosa tidak berdosa tapi dia diperbudak oleh kesibukan, dia diperbudak oleh tugas-tugas sehari-hari. Contohnya Marta.

Yesus ada di rumah tetapi dia diperbudak oleh kesibukan, nggak ada waktu untuk Yesus. Kita ini kaya budak. Baru malam mau tidur, udah pagi; baru pagi mandi baru sarapan, udah siang, musti buka toko; siang rasanya baru berapa jam berdiri sudah disuruh jam makan siang; baru makan siang belum selesai, kita musti jaga toko lagi; udah selesai jam 4-5 udah sore. Kadang-kadang lupa mandi. Saking sibuknya kita. Kita diperbudak oleh waktu. Inilah keadaan kita.

Tapi puji Tuhan, perwira kita, Yesus Kristus, punya hubungan baik - Dia punya sahabat-sahabat. Kamulah sahabat-Ku, kata Yesus, dalam Yohanes 15. Saudara senang disebut sahabat Tuhan? Aku tidak memanggil kamu lagi hamba. Yohanes          

15:14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.
15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.

Saudara, kita disayang. Dulunya budak tapi sekarang disebut sahabat. Teman baik. Kemana Yesus pergi kita harus ada bersama-sama ... karena kita sahabat-Nya. Tapi sebaliknya, di mana kita ada, Tuhan juga ada bersama dengan kita. Jadi sebetulnya bapak ini tidak sendirian. Saya tidak kecil hati kalau orang meninggal, dia selamat kok.

Saudara bisa terima Yesus nggak usah rasa sakit dulu, nggak usah pake sakit dulu baru mau terima Yesus, nggak. Kita lagi sehat justru kalau terima Yesus untungnya double, karena selama kita hidup, Tuhan memberi kesempatan kepada kita untuk mengerjakan hal-hal yang baik bagi Dia. Sampai di sini pelajaran kita.

-- o --                        

Rabu, 10 November 2004

YESUS BERKUASA ATAS TUBUH KITA

Lukas

7:11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
7:12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
7:14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"
7:15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
7:16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya."
7:17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

Dalam perikop pendek ini, kita membaca cerita garis besarnya adalah Yesus membangkitkan satu anak muda yang sudah mati di Nain. Zaman dulu orang Yahudi dengan orang Islam itu sama: mayat tidak boleh dikubur lewat dari 24 jam. Nah, di dalam ayat ke-11 kita membaca: Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Saya sudah ke sana mungkin 3 kali, dia ada dari satu dataran yang agak naik sedikit, padang rumput, dataran, di belakangnya ada bukit ... tapi di situlah kota Nain.

Dan kita mendapatkan kata kota, itu jangan saudara bayangkan seperti sekarang. Jadi kota Nain itu satu tempat yang kecil dan Nain berarti padang rumput. 

Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.

Bayangkan saudara, Yesus, murid-Nya, orang banyak yang berbondong-bondong - jadi tidak terhitung, banyak sekali orang mengikuti Yesus masuk ke kota Nain.   

Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar.

Dekat pintu gerbang, ada orang mati yang diusung ke luar. Nampaknya tidak boleh orang mati itu dikubur di dalam pintu gerbang; orang mati itu harus ada di luar kota. Seperti kita di Cianjur ditaruh di Pasir Hayam. Tapi saya pernah lihat kuburan-kuburan seperti kuburan islam di Pasarean, itu di dalam kota. Zaman dulu tidak boleh ada di dalam kota; orang yang mati harus di kubur di luar kota.

Nah, kenapa harus di kubur di luar kota? Karena sejak dulu, istilah luar kota adalah bicara tentang penderitaan, tentang penyangkalan diri, bicara tentang kematian. Kita buka Ibrani

13:12 Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri.
13:13 Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya.

Jadi, di luar pintu gerbang selalu berbicara mengenai penderitaan, penyangkalan diri dan sebagainya. Jadi, pada waktu anak muda ini dibawa ke luar kota karena dia mau dikubur, itu ketemu dengan rombongan Yesus. Anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.

Coba saudara bayangkan. Yesus, murid-Nya dan banyak orang ikut berbondong-bondong masuk ke dalam kota. Ini ada orang mengiringi janda yang mau menguburkan anaknya. Dikatakan banyak orang dari kota itu. Kalau ayat 11, orang banyak menyertai Yesus; ayat 12, banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.

Nampaknya janda ini seorang yang mungkin suaminya dulu dikenal, terkenal sehingga yang mengantar begitu banyak dari kota Nain. Nah, kalau saudara memperhatikan di dalam Alkitab, ... anak laki-laki satu-satunya, itu disebut berkali-kali. Kenapa? Yesus sendiri disebut Anak Tunggal dari Bapa. Di sini kita lihat ada orang mau menguburkan anak laki-laki satu-satunya dari janda ini.

Jadi kita lihat sekarang penderitaannya. Kalau orang di Israel itu meninggal suaminya, wanita ini tergolong teraibkan, jadi orang yang sangat sangat menderita. Belum lagi menderita ini selesai, ada anaknya yang meninggal, anak satu-satunya. Dalam kitab perjanjian Lama, saudara juga membaca ada satu ibu janda yang anaknya harus digadaikan karena tidak bisa bayar hutang. Abraham mempunyai anak sebetulnya satu yang perjanjian, yaitu Ishak; Ishak mempunyai anak menurut perjanjian itu Yakub. Jadi yang satu-satunya. Nah, di dalam Yohanes ada ayat berbunyi begini      

3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Jadi istilah anak satu-satunya, anaknya yang tunggal, itu bicara dari pengharapan. Coba saja ibu di sini punya anak cuma satu, laki-laki. Tambah kita tua, tambah kita tidak mampu mencari uang, maka pengharapan kita adalah kepada anak laki-laki. Apalagi dia janda. Pada zaman dulu, wanita itu lebih banyak di rumah dari pada di luar rumah, dia janda, dia harus bekerja membesarkan anak. Tentu saja yang dia harapkan dari anak ini adalah sesuatu yang positif, sesuatu yang baik.

Dalam cerita ini, judulnya saya mau beri nama, Yesus berkuasa atas tubuh. Dia bukan hanya berkuasa di atas dosa tapi Dia juga berkuasa atas tubuh kita. Banyak orang yang berkata, nabi besar sudah muncul - padahal Yesus lebih dari nabi, Dia mempunya kuasa menghidupkan orang mati, membangkitkan orang mati. Sudah beberapa kali: Lazarus, ... banyak yang dibangkitkan oleh Tuhan Yesus. Kembali lagi kita mau melihat apa motif yang terakhir yang kita hadapi, itu maut. Tidak ada yang ditakuti oleh manusia di akhir zaman selain maut. Dalam I Korintus    

15:53 Karena yang dapat binasa ini - Badan kita - harus mengenakan yang tidak dapat binasa - Tubuh rohani -, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.
15:54 Dan sesudah yang dapat binasa - Tubuh kita - ini mengenakan yang tidak dapat binasa - Tubuh dari Tuhan yang baru - dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.
15:55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Maka dikatakan oleh Firman Allah dalam I Korintus ini, maut itu akan ditelan, akan dikalahkan. Dan satu orang yang sudah mengalahkan maut adalah Yesus. Kalau kita sudah menerima Tuhan Yesus sebagai juru Selamat kita, maka ayat tadi itu akan terjadi, maut tidak bisa lagi berkuasa atas kita. Memang badan kita mati tapi Tuhan bicara tentang maut yang lebih bahaya, yaitu kematian yang kedua, kematian di dalam api neraka.

Ada peribahasa bilang begini: Yang lahir cuma sekali, dia matinya dua kali; tapi yang lahir dua kali, matinya cuma sekali. Apa maksudnya? Yang lahirnya satu kali, itu semua kita dilahirkan oleh ibu kita, cuma satu kali ... matinya nanti dua kali - mati tubuh ... dikubur badan kita, dan yang kedua adalah mati di api neraka ... menderita siang dan malam.  

Tapi kalau kita lahir dua kali, lahir oleh ibu, yang kedua dilahirkan kembali oleh Firman dan Roh Kudus, kita mati cuma sekali, yaitu mati tubuh. Dibalik itu, nanti setelah kematian kita dapat tubuh yang baru. Jadi hidup kita tidak berhenti di Pasir Hayam, hidup kita di dalam Kristus mulai sekarang kita akan hidup sampai selama-lamanya. Di dalam Yohanes       

11:25 Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
11:26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Kalau saya tadi belum terangkan bahwa ada yang mati kedua kali, ini kata-kata Yesus membingungkan. Sebab Yesus berkata, orang yang percaya kepada-Ku akan hidup walaupun ia sudah mati. Mati di sini adalah mati yang pertama. Tapi dia akan hidup dengan hidup yang kedua, mati yang cuma satu kali. Dikatakan ayatnya ke 26, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.

Kan kita semua akan mati. Yang dimaksud oleh Yesus itu mati yang kedua, tidak akan mati ke neraka, tapi akan hidup sampai selama-lamanya.

Nah, kalau sekarang kita kembali kepada Lukas, maka di dalam injil Lukas kita mengerti apa artinya ayat ke-12,

7:12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.

Saudara, saya pernah berkata kepada saudara, injil Lukas adalah injil yang paling senang membandingkan: anak yang terhilang dibandingkan dengan kakaknya yang di dalam tapi kakaknya di dalam terhilang, anak yang di luar kembali ke rumah bapanya; Lazarus yang miskin dibandingkan dengan orang kaya, jadi selalu membandingkan. Hakim yang lalim dibandingkan dengan janda yang miskin. Semuanya di injil Lukas. Orang yang berdoa di Bait Allah orang Parisi dengan pemungut cukai yang berdoa cuma pukul-pukul dada, dibandingkan.

Sekarang juga kita lihat dia membandingkan. Dua rombongan. Rombongan yang pertama mau masuk ke Nain, yang kedua mau keluar dari Nain. Nain tadi saya katakan artinya adalah padang rumput. Yang satu mau ke dalam padang rumput, yang satu ke luar dari padang rumput. Ini mengajak kita melihat apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus dalam Yohanes   

10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.

Jadi, di mana ada Yesus, di situ ada padang rumput, di situ ada makanan bagi domba. Sekarang Nain artinya padang rumput. Orang mati di luar mau dibawa ke luar dari padang rumput. Kalau saudara lalu dari firman Tuhan, saudara tidak beda dengan pemuda ini, dibawa keluar dari padang rumput. Saudara grup yang mana, grup yang mau masuk ke padang rumput atau grup yang mau keluar dari padang rumput. Itu saudara yang musti jawab. Grup kita adalah grup kebangkitan atau grup kematian dengan air mata yang menangis; grup kita adalah grup Yesus atau kebangkitan dan hidup ... atau grup kita grup air mata, membawa hukuman ... orang yang tanpa harapan, sudah mati. Ayat 12 dari Lukas 

7:12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"

Ini Yesus lihat janda itu ... Yesus mengerti kesusahan kita. Mungkin teman kita nggak ngerti, pendeta tidak mengerti kesulitan kita. Yesus jauh lebih mengerti kepada diri kita sendiri tentang kesulitan kita. Justru Yesus ini Juru Selamat yang punya belas kasihan. Belas kasihan adalah bahasanya Yesus.

7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"

Dalam salinan bahasa Tionghoa, saudara boleh baca di sana, Yesus tidak berkata jangan menangis tapi dia berkata, berhenti dari menangis. Wahyu 

14:13. Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."

Dia yang menyapukan air mata, Dialah yang sanggup memerintah, berhenti menangis. Dia yang mengatakan berhenti menangis, Dialah yang akan kita ketemu di surga karena saudara, Tuhanlah satu-satunya yang sanggup berkata, berhenti menangis. Hanya Yesus yang sanggup berkata kepada kita di dalam persoalan percobaan kita untuk kita berhenti menangis. Jangan sampai kita terus dikuasai oleh kesusahan kesedihan tapi Tuhan Yesus berkata: Berhenti menangis.

Apa yang terjadi? Kembali kepada Lukas  

7:14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"

Di sini tersimpul rahasia yang kalau saudara tidak hati-hati baca, lewat begitu saja. Kita lihat ayat 14. Sambil menghampiri usungan itu, Ia menyentuhnya. Jadi pada zaman dulu mayat itu saudara itu terbuka tidak ditutup dalam peti, terbuka ... karena hanya di bawah 24 jam. Jadi pakainya adalah peti mati tapi terbuka. Dia belum bicara bangkit, belum. Dia sentuh dulu, Dia jamah. Saudara mungkin bertanya kenapa saya tidak dapat jawaban dari Tuhan. Kenapa saya belum dapat jawaban dari Tuhan. Saudara langsung ingin mujizat. Saudara musti disentuh dulu. Kalau saudara belum mengalami sentuhan Yesus, saudara musti menjamah atau dijamah, disentuh atau menyentuh Yesus, baru mujizat akan terjadi.

Nah, kita datang kebaktian selalu kita minta mujizat, Tuhan tolong saya. Tuhan tidak kerja begitu. Dia musti menghampiri dulu problem kita, yaitu peti mati yang terbuka. Ini problemnya janda ini. Dia perintahkan stop menangis tapi Dia datangi ini peti dan janda. Baru Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"

Setelah disentuh, pengusung ini berhenti. Saudara, kalau kita ada salah dalam Tuhan - apa saja kekeliruan, namanya saja manusia, saudara ingin dapat pertolongan, ini 2 hal harus saudara kerjakan. Pertama kita mengalami sentuhan dari Tuhan, yang kedua saudara musti berhenti dari perjalanan yang hanya membawa kita kepada maut. Berhenti!. Berhenti dari berbuat dosa, berhenti dari bercabang hati, berhenti dari hal-hal yang Tuhan tidak kehendaki. Stop. Berhenti. Jadi bukan hanya menangis yang harus berhenti, perjalanan ke kuburan juga harus berhenti. Yang mengusung langsung berhenti. 

Lalu Tuhan Yesus bilang, "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"

Hari-hari ini di seluruh dunia khususnya Indonesia, anak muda "banyak yang mati" dia hidup tapi tidak punya hari depan. Inilah yang disebut generasi narkoba. Baru ditangkap di daerah Tangerang, satu ruko yang memproduksi ekstacy 10.000 pil per hari. 10 hari sudah 100.000; 100 hari sudah 1 juta. Generasi yang mati. Hidup mereka jadi beban orang lain, jadi beban orang tuanya. Orang kalau sudah kena narkoba, apa yang ada di rumah dia jual. TV dia jual. Karena dia perlu uang untuk beli narkoba.

Kita kembali lagi kepada firman Tuhan. Yesus berkata, "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" Heran ayat ke 15: Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.

Perhatikan ini kalimatnya. Maka orang yang tadinya mati sekarang duduk dan mulai berkata dan Ia, Yesus, memberikannya kepada ibunya. Orang yang mati itu tidak bisa berkata. Yang pertama ketika Yesus bilang bangkit, yang pertama dia duduk. Dalam Efesus 1, pengalaman pertama kita dengan Kristus adalah duduk.   

1:19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,
1:20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 

Sekarang kita buka Efesus

2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan--
2:6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,

Efesus 1 bilang, Yesus didudukkan; Efesus 2 bilang, kita dapat tempat sama dengan Yesus. Berarti orang yang bangkit dari kematian dosa itu, dia duduk dulu ... dia mempunyai kedudukan setara bersama dengan Yesus. Orang yang dibaptis, saudara buka Roma 5, mati bersama dengan Kristus di dalam air, bangkit bersama dengan Kristus ketika dia keluar dari air.

Begitu saudara percaya kepada Yesus, dengan segenap hati menerima Yesus, saudara punya, yang pertama kehidupan bersama dengan Tuhan, ada haleluyah saudara? Yang kedua, dalam Lukas 7 kita kembali, ia mulai berkata-kata. Orang kristen yang hidup dia selalu berkata, dia berkata-kata, dia bersaksi - itu tanda orang kristen yang hidup, dia tidak malu bersaksi, dia tidak bisu, dia mulai berkata-kata. Itu tanda dari orang yang hidup. Kalau sudah dijamah oleh Yesus, nggak bisa berhenti ... maunya bersaksi kepada orang lain, ingin mengajak orang datang kepada Tuhan. Lalu yang terakhir, Yesus memberikan kepada ibunya.

7:16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya."

Kalau saudara ditolong Tuhan, doa saudara didengar dijawab, itu bahasa alkitab: Tuhan melawat kita. Tuhan mengunjungi saudara. Kita buka kitab Kejadian

50:22 Adapun Yusuf, ia tetap tinggal di Mesir beserta kaum keluarganya; dan Yusuf hidup seratus sepuluh tahun.
50:23 Jadi Yusuf sempat melihat anak cucu Efraim sampai keturunan yang ketiga; juga anak-anak Makhir, anak Manasye, lahir di pangkuan Yusuf.
50:24 Berkatalah Yusuf kepada saudara-saudaranya: "Tidak lama lagi aku akan mati; tentu Allah akan memperhatikan kamu - Bahasa Inggris memakai kata visit you, melawat kamu - dan membawa kamu keluar dari negeri ini, ke negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub."
50:25 Lalu Yusuf menyuruh anak-anak Israel bersumpah, katanya: "Tentu Allah akan memperhatikan kamu - God will surely visit you, Tuhan akan mengunjungi ... melawat kamu - ; pada waktu itu kamu harus membawa tulang-tulangku dari sini."

Saya mau baca di dalam bahasa Indonesia yang lama dalam kitab Kejadian ini, bahasa Indonesia lama lebih jelas. 

50:24 Maka kata Yusuf kepada saudara-saudaranya: "Bahwa aku hendak mati; maka sesungguhnya Allah akan mengunjungi kamu - Ini bahasa Indonesia lama lebih tepat - dan kamu akan dibawanya keluar dari dalam negeri ini, naik ke tanah yang telah dijanji-Nya kepada Ibraham, Ishak dan Yakub pakai sumpah."
50:25 Maka disuruhlah oleh Yusuf akan bani Israel bersumpah, katanya: "Bahwa sesungguhnya Allah akan mengunjungi kamu; pada masa itu tak akan jangan kamu membawa akan tulang-tulangku."

Saudara, jangan lupa, dalam segala problem, walaupun kematian sekalipun, Tuhan akan mengunjungi kita. Sekian renungan firman Allah, saya kembalikan kepada yang bertugas.     

-- o --   

Rabu, 07 Desember 2004

KERAGUAN

Selamat sore, selamat bertemu lagi di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Lukas

7:18 Ketika Yohanes mendapat kabar tentang segala peristiwa itu dari murid-muridnya,
7:19. ia memanggil dua orang dari antaranya dan menyuruh mereka bertanya kepada Tuhan: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?"
7:20 Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus, mereka berkata: "Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya kepada-Mu: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?"
7:21 Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta.
7:22 Dan Yesus menjawab mereka: "Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
7:23 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku." 

Cerita ini adalah ketika Yohanes sedang di dalam penjara. Yohanes ini maksudnya adalah Yohanes Pembaptis. Dia memanggil dua orang dari antara murid-muridnya dan menyuruh mereka bertanya: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang yang lain?

Saudara, kita akan berbicara mengenai keragu-raguan, ragu-ragu. Siapa Yohanes Pembaptis ini? Dia adalah yang membaptiskan Tuhan Yesus; dia sendiri yang baptis Tuhan Yesus. Coba kita baca dalam injil Yohanes

1:19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?"
1:20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias."
1:21 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!"
1:22 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?"
1:23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."

Di dalam ayatnya yang ke-26, 

1:26 Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
1:27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak."

1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Nah saudara, mari kita pelajari 2 pribadi ini. Kita kembali kepada Lukas

1:24 Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri,

Jadi Yohanes Pembaptis. Lalu kita baca ayat 39

1:39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
1:40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
1:42 lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
1:43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Kalau saudara membaca balik lagi ayatnya 36

1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.

Jadi Yohanes Pembaptis itu dikandung 6 bulan, Maria itu baru mengandung Yesus. Jadi Yohanes Pembaptis itu 6 bulan lebih tua dari Yesus. Mereka itu Elisabeth sama Maria ini family. Jadi tidak mungkin dia tidak kenal Yesus, tidak mungkin Yohanes Pembaptis tidak kenal kepada Yesus masa anak-anak. Kalau kita membaca lagi Yohanes 

1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Dia tahu itu Yesus.  

1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
1:30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.

Secara kelahiran Yohanes Pembaptis datang lebih dulu tetapi secara rohani Yesus sudah lebih dulu ada sebelum aku, kata Yohanes Pembaptis. Yesus sudah ada sebelum aku. Padahal dia lahir 6 bulan lebih dulu. Tapi Yohanes Pembaptis bilang, Yesus mendahului aku.

1:31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, ...

Masa tidak mengenal; sejak kecil mereka bersama-sama. Yang maksudnya tidak mengenal, tidak mengenal siapa Yesus ini sebenarnya.

1:31  ..., tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."
1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.

Jadi waktu Yesus dibaptis oleh Yohanes, Yohanes sendiri sudah melihat ada burung merpati atau Roh Kudus turun di atas, yaitu kita baca dalam Matius 

3:13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

Inilah hubungan Yohanes Pembaptis dengan Yesus sudah begitu erat, sudah begitu tahu kenal tetapi namanya manusia saudara, kembali kepada Lukas 

7:19 ia memanggil dua orang dari antaranya dan menyuruh mereka bertanya kepada Tuhan: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?"

Dia ragu-ragu, bimbang, ... apa ini Yesus Mesias apa bukan? Kalau seorang Yohanes Pembaptis bisa bimbang, siapa kita? Kalau Elia bisa bimbang dan minta mati, siapa kita? Kalau Yohanes - bukan Yohanes Pembaptis sekarang, murid Yesus bisa salah menyembah dua kali dalam kitab Wahyu, dia menyembah malaikat bukan Tuhan, siapa kita?

Biasanya ada 4 hal yang membimbangkan kita, yang paling umum itu adalah soal ekonomi. Kok, ekonomi saya begini ya? Saya udah ke gereja, saya udah berdoa, saya udah berpuasa, gembala minta maju ke depan saya sudah ke depan, ... saya udah berdoa sesungguh-sungguhnya, saya udah minta mujizat dari Tuhan, tapi kok, ekonomi saya masih morat-marit? Datanglah keraguan. Apa Yesus ini benar King of kings, apa Yesus itu betul Tuhan di atas sekalian tuan? Itu dicontohkan oleh istri Ayub. Dalam satu hari Ayub 4 bisnisnya amblas dirampok orang, dibakar habis, hartanya ludes. Baru laporan datang, sudah datang lagi laporan yang kelima, anaknya sepuluh lagi pesta ulang tahun kecelakaan, roboh rumah ... mati semua.   

Ayub tabah, Ayub kuat tapi istri Ayub sudah ragu sama Tuhan. Apa dia bilang? Sudahlah kutuk Tuhan dan kamu mati. Istri Ayub saya tidak bisa salahkan karena dia tidak tahu apa yang terjadi antara Tuhan dengan iblis, sedang seolah-olah bertaruh, seolah-olah. Iblis bilang, kalau Ayub dikasih miskin, kalau Ayub dikasih sakit, kalau Ayub dikasih susah pasti dia ngarasulah sama Tuhan. Tapi ternyata tidak.

Yang kedua, yang bisa membawa kita ragu adalah justru kekayaan. Berapa banyak jemaat kita yang bersaksi di sini, saya diberkati Tuhan, saya sudah janji saya akan kebaktian minggu dan rabu. Saya lewat oh, lagi sibuk, tokonya rame. Ragu terhadap Tuhan. Sama seperti Demas; ketika ditawari jadi kepala rumah berhala, dia tinggalkan rasul Paulus. Ragu tentang Yesus.   

Yang membuat kita ragu lagi, yang ketiga adalah sakit. Katanya Yesus Tabib di atas segala tabib, tapi kenapa saya sakit tidak sembuh-sembuh? Ragu.

Dan yang keempat, saudara memang kebebalan, kebodohan. Nggak ngerti pengetahuan firman Allah. Apakah ikut Yesus itu hanya sakit sembuh? Apakah ikut Yesus itu karena ekonomi diberkati? Jangan deh. Kita ikut Yesus karena Yesus. Kita ikut Yesus karena kita cinta Dia; kita ikut Yesus karena kita tahu Dia menebus dosa kita; kita ikut Yesus karena Dia mengampuni dosa kita dan memberikan kita hidup yang baru.    

Saudara, kelihatan di antaranya salah satunya ini adalah Yohanes Pembaptis, dia ragu karena dia dipenjara. Dia pikir bahwa Yesus akan melepaskan dia dari penjara, tapi kok dia tidak dilepaskan malah nanti akhirnya kepalanya dipenggal. Tapi waktu itu dia sudah berani, sudah ngerti siapa Yesus. Ayat 20.

7:20 Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus, mereka berkata: "Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya kepada-Mu: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?"
7:21 Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta.

Yesus jawab begini. Dia bilang, pergilah, katakan kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar. Hari minggu kita dengar firman Allah apa yang kita tidak lihat, apa yang kita tidak dengar, apa yang tidak timbul dalam hati - itu yang disiapkan Tuhan bagi orang yang mengasihi Dia.

Sekarang nampaknya Yohanes Pembaptis mundur kepada - saya pakai istilah - Taman Kanak Kanak rohani lagi. Ceritakan apa yang kamu lihat, apa yang kamu dengar. Iman yang tepat mata tertutup tapi mata bisa melihat; telinga bisa tuli tapi telinga tetap dengar juga. Dia nggak perlu lihat, dia nggak perlu dengar. Sekarang kok Yohanes Pembaptis  turun kepada derajat yang rendah. Katakan apa yang kamu lihat, apa yang kamu dengar?

Ada beberapa hal disini saudara. Satu, orang buta melihat; yang kedua, lumpuh - jalan; kusta - tahir; tuli - mendengar; mati - dibangkitkan; yang miskin diberikan kabar baik.

Enam hal diberikan oleh Yesus dan kita mau belajar 6 hal ini.

Yang pertama orang buta melihat. Markus     

4:10 Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.
4:11 Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,
4:12 supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun."

Mata melotot tapi dia tidak lihat ... ini orang Yahudi. Mata melotot tapi tidak percaya Yesus. Bahkan Yesus sendiri disalibkan oleh orang Yahudi. Seringkali orang muslim itu salah paham kepada kita; kita diidentikkan dengan Yahudi padahal orang Yahudi itu paling menghina orang kristen. Dia tidak percaya Yesus. Kalau kita ke Israel silahkan datang dolarnya datang silahkan tapi Yesusnya kami nggak percaya. Kemarin saya lihat baptisan air 1.500 orang di sungai Yordan oleh Benny Hinn. Bayangkan berapa juta dolar masuk ke Israel. Oh, welcome ... welcome. Dibikinkan ... ini di sini Yesus dibaptis, di sana Yesus disalib. Tapi percaya ... saya tidak. Itu orang Yahudi.

Kalau kita mau membaca surat Roma 
 
11:8 seperti ada tertulis: "Allah membuat mereka tidur nyenyak, memberikan mata untuk tidak melihat dan telinga untuk tidak mendengar, sampai kepada hari sekarang ini."
11:9 Dan Daud berkata: "Biarlah jamuan mereka menjadi jerat dan perangkap, penyesatan dan pembalasan bagi mereka.
11:10 Dan biarlah mata mereka menjadi gelap, sehingga mereka tidak melihat, dan buatlah punggung mereka terus-menerus membungkuk."

Ini orang Yahudi sekarang - lagi buta. Mata melotot tapi tidak melihat Yesus. Bahkan Yesus itu disalibkan. Tetapi ingat, yang melotot mata tidak melihat bukan hanya orang Yahudi, kita pun bisa mengalami hal itu. II Petrus  

1:5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan,
1:6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan,
1:7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
1:8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.
1:9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.

Nggak tahu tugas. Nggak tahu tugas yang sesungguhnya apa. Lupa ... karena kekayaan. Lupa, ragu ... karena kesusahan. Lupa, ragu ... karena sakit nggak sembuh; lupa ragu kepada Tuhan. Lupa tujuan kita itu apa. Lihat kiri lihat kanan, lihat kiri lihat kanan. Buta dan picik karena tujuan yang utama kita lupa. Maka itu Ibrani 12 berkata begini

12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

Lakukannya bagaimana? Mata tertuju kepada Yesus. Jangan lihat kiri lihat kanan. Terus tertuju kepada Yesus. Percobaan boleh ada tapi mata terus sama Yesus. Ikut Yesus terus. Mata sama Yesus. Lihat kepada Yesus. Dia yang mengadakan dan menyempurnakan iman kita.

Yang kedua, orang lumpuh berjalan. Markus

2:1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.
2:2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,
2:3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.

Inilah orang lumpuh; ke gereja musti digotong, ketemu Yesus musti digotong. Nggak kepalang yang gotong 4 orang. Itu empat orang ajakin, ayo ke gereja, ayo maju. Itu lumpuh. Kalau orang sehat rohani, jalan sendiri ke gereja. Hujan nggak hujan, ada orang ngomongin atau tidak, dia mah lihat Yesus. Orang ngomongin ini ngomongin ini, dia mah nggak peduli, cuek ... aku mau cari Yesus. Kalau saudara punya telinga dengar sana dengar sini, dengar orang ngomong ini, ...  kapan saudara jadi dewasa?

Maju maju maju dalam Tuhan ... Hancurkanlah kuasanya setan. Setan itu mau bikin saudara lumpuh, mau bikin saudara tidak usah ke gereja, mau bikin saudara harus digotong-gotong, dijemput-jemput, ditelepon-telepon. Saudara, yang menyelamatkan saudara bukan jemaat lain, bukan pendeta - yang menyelamatkan saudara Tuhan Yesus! Carilah Yesus. Nggak peduli orang mau ngomong a,b,c, - nggak peduli ... cari Yesus saja!

Orang lumpuh ini tidak bisa dibawa lalu mereka membuka  atap.  

2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!

Ceritanya selesai, berdirilah dia. Ada orang lumpuh digotong orang. Lihat, Yesus nggak ngomong soal 4 orang itu, Yesus ngomong sama yang lumpuh. Pribadi antara orang lumpuh dengan Yesus: Anak-Ku, dosamu sudah diampuni. Sore hari ini saudara ke gereja, jangan cari pendeta, jangan cari karena orang lain - cari Yesus, karena Dia yang bisa membangkitkan yang lumpuh!

Ketiga, orang kusta tahir. Saya pendekkan saja, kusta adalah lambang dosa, tahir itu bukan kesembuhan tapi pengampunan. Jadi dosa kita diampuni. Kedatangan Yesus mengampuni kita dari dosa; melepaskan meluputkan kita dari dosa. Yesus bukan datang untuk orang kristen - Dia datang untuk semua manusia, baik yang kenal Dia atau tidak kenal Dia. Yang kenal Dia terima Dia; yang menolak Dia, ya sudah, itu urusan dia.

Yang keempat, tuli mendengar. Saya mau buka satu ayat saja. Markus    

10:46. Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.
10:47 Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"

Nah, kata didengarnya itu datang dari bahasa Yunani "akouo", artinya mendengar dan menyimpan di dalam hati. Karena ada orang kristen dengar firman Allah minggu depan ditanya, lupa dia; dengar sabda Tuhan kemudian dia lupa apa yang diberitakan. Jadi yang tuli mendengar.

Yang kelima, orang mati bangkit. Efesus 

2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

Ayat 1 ini kurang lengkap, bahkan kurang tepat. Bahasa Inggris saya baca: And you He made alive ... dan kamu Dia sudah hidupkan yang dulunya mati di dalam pelanggaran dan dosa. Jadi ada satu kalimat yang hilang, Ia menghidupkan kamu. Jadi kalau saya baca: Dia menghidupkan kamu yang dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa.

2:3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
2:4. Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, ...

Jadi kalau kita percaya kepada Yesus, kita ini yang sudah dianggap mati oleh Tuhan karena dosa, dibangkitkan oleh karena Kristus.

Yang keenam, adalah kepada orang miskin ... diberitakan kabar baik. Yang terakhir, Matius

5:3. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Kita berdiri bersama-sama.

-- o -- 

Rabu, 15 Desember 2004

pertobatan

Selamat sore, selamat bertemu lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Lukas 

7:23 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."
7:24 Setelah suruhan Yohanes itu pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?
7:25 Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian indah dan yang hidup mewah, tempatnya di istana raja.
7:26 Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.
7:27 Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.
7:28 Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya."

Kita akan masuk pada bagian-bagian yang agak lebih mendetail, lebih dalam. Kita akan melihat ayat 23

7:23 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."

Dalam bahasa Inggris bunyinya agak lain. Dalam bahasa Inggris berkata: Dan berbahagialah dia yang tidak tersinggung karena Aku, yang tidak kecewa. Bahasa Inggris memakai kata tersinggung karena Aku.

Waktu kita baru jiwa baru, baru kenal kepada Tuhan Yesus, kita membayangkan ikut Yesus itu jalannya dari emas, melewati kebun bunga, mendengar suara burung berkicau, mendengar suara air terjun di taman; kita menganggap langit akan biru terus, semua yang kita perlu dengan mudah kita akan dapat. Lalu kita menganggap semua saudara-saudara di dalam Tuhan adalah seperti malaikat, semua orangnya baik-baik, tidak pernah fitnah, tidak pernah marah, tidak pernah tersinggung. Tetapi setelah kita lebih mendalam iring Tuhan, kita melihat kebenaran-kebenaran - saya lebih baik pakai istilah fakta-fakta - yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. 

Sebagai contoh. Pada waktu orang Israel keluar dari tanah Mesir, lewat laut Kolzom, sampai ke seberang dengan selamat dan tentara-tentara dari Firaun mati, alkitab katakan mereka menyanyi dan menari, menyanyi bersahut-sahutan penuh dengan kemenangan dan suka cita. Bahkan tiga hari tiga malam mereka menyanyi karena mereka bayangkan 400 tahun dijajah Mesir sekarang terlepas. Tetapi baru tiga hari, mereka mengalami satu kekecewaan, yaitu mereka mendapatkan satu air di Mara yang sangat pahit. Dan itu membuat mereka kecewa sehingga mereka mulai bersungut-sungut. Kalau 3 juta orang menyanyi kita senang mendengarnya tapi 3 juta orang bersungut-sungut ... tidak sesuai dengan fakta. Bilangan  

16:1 Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang
16:2 untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan.
16:3 Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: "Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan TUHAN ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah TUHAN?"
16:4 Ketika Musa mendengar hal itu, sujudlah ia.
16:5 Dan ia berkata kepada Korah dan segenap kumpulannya: "Besok pagi TUHAN akan memberitahukan, siapa kepunyaan-Nya, dan siapa yang kudus, dan Ia akan memperbolehkan orang itu mendekat kepada-Nya; orang yang akan dipilih-Nya akan diperbolehkan-Nya mendekat kepada-Nya.

Dan seterusnya. Jadi kita melihat dalam perjalanan orang Israel ada pemberontakan, ada orang-orang yang tidak suka kepada Musa. Bilangan  

14:1 Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu.
14:2 Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!
14:3 Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?"
14:4 Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: "Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir."
14:5 Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah Israel yang berkumpul di situ.
14:6 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya,
14:7 dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya.

Menurut I Korintus 10, apa perjalanan Israel adalah menjadi gambaran dari perjalanan orang-orang kristen di akhir zaman. Jadi begitu kita keluar dari dosa, begitu kita keluar dari Mesir, lewat laut Kolzom ... dibaptis dengan air, sampai di seberang penuh dengan kemenangan, dosa dan dunia di belakang, di depan kita adalah surga - kita anggap semuanya sudah jadi baik. Tapi saudara, saya sudah baca 2 pasal mengenai pemberontakan kepada Musa - ada kekecewaan di dalam iring kepada Tuhan! Saudara masih ingat istri Ayub; sampai istri Ayub bilang, sudahlah kamu kutuk saja Tuhan lalu mati. Ada kekecewaan.

Jadi itu lagu, tak pernah kecewa mengiring Yesus, mungkin itu diciptakan oleh orang yang belum betul-betul mengenal sikon yang sebenarnya ikut Yesus itu. Ternyata Yohanes Pembaptis sampai nanya, apakah Yesus ini betul Mesias, rabu yang lalu, apakah kami harus masih menunggu orang lain? Kecewa. Tapi Tuhan Yesus berkata, berbahagialah orang yang tidak tersinggung - orang kecewa itu biasanya tersinggung dulu -  ... dan menolak Aku. Kata menolak Aku tidak ada sebetulnya. Berbahagialah orang yang tidak tersinggung atau tidak kecewa karena Aku. Yohanes       

6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
6:61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
6:62 Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?

6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Kenapa? Karena kecewa kepada Yesus. Saya beritakan ini supaya kita menjadi pintar, menjadi dewasa rohani kita. Kalau kita minta sesuatu sama Tuhan, sudah lama kita minta belum dikasih, belum dikabulkan, jangan sampai kita kecewa, jangan sampai kita ngarasulah sama Tuhan, jangan sampai kita bersungut. Dari pada kita bersungut lebih baik kita mengucap syukur dan tetap sabar. Karena Tuhan Yesus berkata, berbahagialah orang yang tidak kecewa karena Aku.

Ada banyak hal yang akan mengecewakan kita. Saya sebagai gembala sidang bisa menjadi hal yang mengecewakan saudara: mungkin anak saya, mungkin istri saya, mungkin cara ibadah, mungkin cara saya mendidik bisa membuat saudara kecewa. Tapi Yesus berkata, berbahagialah kalau kita tidak kecewa, amin saudara? Berbahagia. Jadi kalau kita kecewa, kebahagiaan itu tidak akan kita alami. Kebahagiaan akan kita alami kalau kita belajar untuk bisa menerima situasi apapun, untuk bisa menerima apa yang Tuhan sediakan bagi kita.

Nah, satu kali saudara, mereka bertanya sama Musa: kalau kami jalan ikut engkau, keluar dari Mesir, kami mau makan apa? Tuhan bilang, jangan takut, tiap hari Aku akan beri manna. Manna itu saudara, kalau dikumpulkan terlalu banyak jadi busuk. Saudara bawa selimut malam-malam taruh di luar, nanti turun seperti embun, berwarna putih kaya  ketumbar, kalau dimakan manis. Tiap hari mereka kumpulkan. Bayangkan, selama 40 tahun mereka nggak makan yang lain, mereka cuma makan manna.

Tapi mereka bosan sama manna: aduh, kami ingin makan daging. Pingin makan daging, ngomel sama Musa: masa tiap hari makan manna, nggak ada variasi ... saya ingin makan daging. Tuhan kasih burung puyuh dan burung puyuh terbangnya begitu rendah. Saking rakusnya saudara ... sebetulnya burung puyuh itu ditangkap, dipotong, dibakar, dimasak tapi saking rakusnya Israel, sampai burung puyuh dimakan mentah-mentah. Sampai dikatakan di alkitab, daging burung puyuh itu masih nyelap di giginya. Saking rakusnya. Marah Tuhan, sampai dibantai sama Tuhan, mati.  Sampai disebut, di mana Tuhan murka jika orang makan kelewat batas ... mentah-mentah dimakan. Rakus.

Manna ini tidak dikenal. Ketika dia turun dari langit, orang Israel itu berkata begini: Manna? Artinya manna itu, "apakah itu"? Apa ini, yang turun ini apa? Bahasa Ibraninya, manna? Manna itu artinya, apakah ini, apakah itu. Tidak tahu. Manna. Tapi dengan "apakah itu", yang mereka tidak tahu, mereka hidup 40 tahun di padang gurun.

Manna ini dia putih bundar tetapi di dalamnya ini seperti ada madu. Manis. Manna ini saya gambarkan adalah iman, madu ini saya gambarkan adalah Firman S'perti madu di gunung ... S'perti madu di gunung ... Dia manis s'perti madu di gunung. Tapi terbungkus dengan sesuatu yang berwarna putih, yang saya artikan itu adalah iman. Saudara tanya sama saya, ko Yoyo, iman itu apa sih? Kalau saya bilang percaya, ... lebih dari percaya. Apa iman itu? Tidak tahu. Tapi dengan iman, yang kita tidak tahu itu, kita menerima firman. Dan di dalam firman ini, di dalam iman ini, kita mengalami manisnya firman Tuhan, ada haleluyah?

Kalau tidak manis firman Tuhan, mana mau saudara datang tiap rabu dengar firman? Saudara tidak akan mau, tidak menarik. Masa saudara mau datang ke kebaktian kalau kebaktian tidak menarik, kalau sesuatu di dalam firman Allah tidak menarik hati kita? Pasti ada yang menarik. Nah, apakah itu? Iman itu apa? Dengan iman itulah kita membaca firman, dengan iman itu kita menemukan madu yang manis.

Nah, madu ini saudara, kalau badan kita panas dia bikin dingin; kalau badan kita dingin dia bikin panas. Sama dengan firman. Ketika kita mulai dingin, dia bikin hangat; kalau kita mau marah, dia bikin dingin.

Mereka hidup selama 40 tahun dengan manna, firman Allah. Saya gambarkan ini iman. Sebab Yesus bilang, nenek moyangmu makan manna dan mereka mati tapi Aku adalah Roti Hidup. Iman satu kali akan mati, iman satu kali akan berhenti tetapi kemanisannya Tuhan Yesus itu tidak akan berhenti sampai selama-lamanya.

Nah, kita baca ayat 24. Lukas    

7:24 Setelah suruhan Yohanes itu pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes

Belum pernah Yesus bercerita tentang Yohanes. Yohanes sering berbicara tentang Yesus. Ingat ya, minggu lalu Yohanes Pembaptis berkata: Inilah Anak Domba Allah yang mengangkut dosa seisi dunia. Lihatlah Anak Domba Allah. Dia bercerita kepada orang tentang Yesus. Sekarang, Yesus bercerita kepada orang lain; Dia bilang begini:

7:24 ... "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?
7:25 Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian indah dan yang hidup mewah, tempatnya di istana raja.
7:26 Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.

Perhatikan kata-kata Yesus. Pertama, untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Buluh itu bambu, bambu yang digoyangkan oleh angin ke sana ke mari. Yesus sedang berbicara bahwa Yohanes ini sedang bimbang antara percaya Yesus ini Mesias atau bukan; dia bimbang. Maka dikatakan, untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?

Itu membayangkan saudara bahwa Yohanes Pembaptis sedang ada di dalam kebimbangan. Salah satu murid Yesus yang namanya Petrus, itu dulu namanya Simon, juga artinya itu buluh yang tertiup ke sana ke mari, tertiup oleh angin dan sedang ragu, sedang takut, sedang bimbang.

Lalu berikutnya dia katakan:

7:25 Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? - Dia sedang bercerita bahwa Yohanes Pembaptis tidak berpakaian halus. - Orang yang berpakaian indah dan yang hidup mewah, tempatnya di istana raja.
7:26 Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.

Jadi Yohanes Pembaptis itu lebih dari pada nabi. Nah, kalau ada orang yang lebih dari pada nabi, itu bisa bimbang seperti buluh yang tertiup ke sana ke mari, di sini kita lihat satu hal yang sangat indah. Yesus itu mengerti bahwa Yohanes Pembaptis sedang bimbang. Tahu Dia tapi Dia tidak marah kepada Yohanes Pembaptis, kenapa kamu bimbang? Tidak. Dia cuma bilang, berbahagialah orang yang tidak bimbang, yang tidak kecewa karena Aku. Apa maksudnya Tuhan berkata?

Saudara mungkin bisa bimbang, saudara mungkin bisa kecewa, saya mau kasih tahu Tuhan mengerti. Tadi malam saya berkhotbah di Jakarta Tuhan itu Juru Selamat pribadi lepas pribadi dan Dia tetap siap siaga sedia untuk menolong saudara, apa keperluan saudara.

Jadi ketika saudara bimbang, Dia tahu. Bahkan di dalam Yohanes 6 ketika murid-murid Yesus mundur, ayat sebelumnya, Yesus tahu siapa yang percaya dan siapa yang tidak. Jadi bimbang. Itu manusiawi. Orang yang lebih dari pada nabi sekalipun bisa bimbang.  

7:27 Karena tentang dia - Yohanes - ada tertulis - menurut nubuatan Yesaya: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, - Yang pertama, Yohanes Pembaptis disebut Utusan. Ini utusan bukan sembarang utusan - utusan Tuhan! Kadang Tuhan yang ngutus bisa bimbang. - ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Jadi utusan ini mempersiapkan, menyediakan jalan, dia bagian protokol, menyediakan jalan, bagi untuk kedatangan Yesus.  
7:28 Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan - Semua manusia - tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes,

Jadi Yohanes ini adalah paling tinggi, paling besar dari semua orang yang pernah dilahirkan oleh wanita mana, dia lebih besar. Bahkan dia lebih besar dari Henokh yang diangkat hidup-hidup, dia lebih besar karena Henokh dilahirkan juga. Dia lebih besar, pokoknya dari semua orang yang dilahirkan oleh perempuan. Lihat, segala umat manusia dia lebih besar. Tetapi kata Tuhan Yesus, ... yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya."

Zaman Yesus adalah zaman Kerajaan Allah. Ketika Yesus datang, bukan lagi Taurat tetapi saudara adalah zaman Kerajaan Allah. Yang kecil di dalam kerajaan Allah, itu jauh lebih besar dari  ... Apa yang Yesus sedang ceritakan?

Yohanes Pembaptis nabi, dia nabi besar, dia utusan Allah, dia yang menyediakan jalan untuk Tuhan. Tidak ada yang lebih besar dari dia di seluruh dunia yang dilahirkan oleh wanita. Tetapi yang terkecil dalam kerajaan Allah zaman Yesus, itu jauh lebih besar dari pada Yohanes, kenapa?

Sebab waktu Yohanes memberitakan ini, itu sedang zaman Taurat. Dan kerajaan Allah itu adalah injil. Maka injil itu jauh lebih besar dari pada Taurat, haleluyah? Yesus lebih besar dari Musa dan kita akan lihat dalam injil Lukas  

16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah - Injil -  diberitakan dan setiap orang menggagahinya - Bahasa Inggris, berjuang untuk masuk -  berebut memasukinya.
16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.

Jadi saudaraku, satu titik pun dari Taurat tidak akan batal. Sekarang dalam Zaman Kerajaan Allah, injil jauh lebih besar dari Taurat. Jadi dikatakan sekarang saudara, kita percaya kepada Yesus.

Ada firman yang berkata yang terdahulu jadi terkemudian, yang terkemudian jadi terdahulu. Taurat datang duluan injil belakangan; sekarang di depan Taurat nggak dipakai lagi.

Barang siapa yang percaya kepada Dia tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Boleh percaya boleh tidak. Saudara bisa berdoa dan saudara bisa tidak berdoa. Lukas 

7:29 Seluruh orang banyak yang mendengar perkataan-Nya, termasuk para pemungut cukai, mengakui kebenaran Allah, karena mereka telah memberi diri dibaptis oleh Yohanes.

Orang banyak itu mengakui kebenaran Allah, itu benar, karena mereka sudah lewat keluar dari baptisan air. Kenapa kadang-kadang pendeta itu bawel, yang belum dibaptis terima baptisan. Karena injil ini akan jauh lebih mudah dimengerti setelah saudara dibaptis. Kalau saudara belum dibaptis seperti ada katarak, kelihatan tapi samar-samar. Begitu saudara dibaptis -  Yohanes Pembaptis sendiri begitu baptis Yesus, langit itu terbuka; mereka lihat langit terbuka lalu keluar Roh Kudus merupakan diri seperti burung merpati.

Sebelum Yesus dibaptis tidak ada fenomena seperti itu. Datang suara dari langit. Jadi kalau saudara-saudara setelah dibaptis itu langit akan terbuka, firman akan terbuka, pengertian akan terbuka, apapun yang di dalam kita itu akan terbuka ... karena kita sudah lewat baptisan.

Ketika orang Israel keluar dari Mesir lewat Laut Kolzom, tiba-tiba ada tiang awan menaungi mereka pada waktu siang. Jadi nggak kepanasan di padang pasir. Malam-malam padang pasir berubah jadi dingin, tiang awan berubah jadi tiang api. Obor sekalian menghangatkan. Lagi kedinginan dikasih hangat, lagi kepanasan dikasih dingin. Tiap hari. Selama 40 tahun.

Nah, kalau kita membaca berikutnya lagi  
7:30 Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka, karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes.

Di sini dikatakan mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes. Kalau kita baca Matius, Yohanes Pembaptis yang tidak mau membaptis mereka. Matius 

3:4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.
3:5 Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.
3:6 Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.
3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Di sini Yohanes Pembaptis menolak orang Farisi itu dibaptis karena nggak ada pertobatan kok mau dibaptis. Kalau kita baca dalam injil Lukas, jelas sekali orang Farisi dan ahli Taurat tidak percaya atau menolak maksud Allah terhadap diri mereka karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes karena Yohanes membuka kedok mereka, harus mengeluarkan buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Ayat 31 untuk rabu depan.

Kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________