Khotbah Rabu November - Desember 2005

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 16 November 2005

ORANG SAMARIA YANG MURAH HATI

Lukas

10:25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"
10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
10:28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
10:29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
10:30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
10:36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
10:37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

Iman terbagi dua:

1. Apa yang kita tidak usah perbuat.

Anugerah keselamatan, menerima Yesus sebagai Juru Selamat ... ini kita hanya percaya saja.

2. Apa yang harus kita perbuat.

Apa yang harus kita perbuat sesudah kita percaya. Jujur, setia, berbuat baik terhadap sesama.

Ayat 25. Guru apa yang harus aku perbuat?

Filipi

2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Kebaktian, berdoa, berpuasa adalah mengerjakan keselamatan. Karena kita selamatlah maka kita berdoa.

Kita harus

1. Mengasihi Tuhan dengan segenap hati. Melakukan segala sesuatu dengan segenap hati. Apapun juga, siapapun juga.

2. Mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa.

3. Mengasihi Tuhan dengan segenap akal budi.

4. Mengasihi Tuhan dengan segenap kekuatan.

-- o -- 

Rabu, 07 Desember 2005

ESOK HARI

Lukas

10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.

Mengapa uang dua dinar baru diberikan pada keesokan harinya?

Matius 

Esok hari menjadi gambaran hari depan kita. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada hari esok.

Pemilik penginapan adalah para hamba Tuhan. Penginapan adalah gereja.

Ada pendapat yang menyatakan bahwa 2 dinar melambangkan Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB). Lainnya berkata 2 dinar adalah Firman Tuhan (FT) dan Roh Kudus (RK). Hamba-hamba Tuhan diberi PL dan PB serta FT dan RK untuk merawat. Kalau ada yang kurang dari dua dinar ini, Yesus akan mengganti saat Dia kembali.

Matius berkata, cukup sehari kekuatiran kita. Kita tidak diberi pengetahuan tentang hal itu. Tapi puji Tuhan, dengan PL & PB serta FT & RK, Tuhan memberi kecukupan ... asal kita mau dirawat. 

Siapa di antara Lewi, Imam, dan Samaria yang menjadi sesama? Samaria. Kerohanian kita diukur tinggi rendahnya dari perbuatan kita terhadap orang yang jatuh. Ketika kita menjauhi orang yang jatuh kita punya alkitab hanya di bibir saja tapi tidak dilakukan. Orang Samaria ini dia tidak kenal yang ditolongnya, dia terancam digarong tapi orang Samaria ini mau menolong.

Orang Samaria ini menjadi gambaran Yesus. Kita adalah orang yang berdosa itu, kita orang yang terbuang, kita yang jatuh; kita sudah jauh dan dimurkai oleh Tuhan. Tapi puji Tuhan ada Dia yang baik hati.

Orang Samaria ini sepertinya "campuran," - orang Israel dan orang non-Israel. Demikian juga Yesus adalah "campuran"; Dia Tuhan tapi Dia juga manusia. Yesus menunggangi keledai, yang adalah gambaran Kerajaan Allah. Dia turun dari keledai supaya kita yang berdosa ditinggikan. Dia turun dari Kerajaan Allah supaya kita ditolong. Hanya Yesus yang bisa menolong.

Lukas    

10:36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
10:37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

Perintah-Nya adalah:

1. Pergi

Ada kalanya kita datang mendengarkan Firman Tuhan, ada kalanya kita pergi mengabarkan Injil. Jangan terlalu banyak makan saja tapi kurang bersaksi. Saatnya kita pergi. Untuk apa kita pergi?

2. Perbuatlah demikian.

Kita tidak akan masuk surga kalau hanya mendengar Firman Tuhan saja. Matius 7:21-23. Kristus adalah ukuran kita, bukan hamba Tuhan. I Yohanes 2:15-17 Roh kita akan tinggal selama-lamanya, di surga atau di neraka. Orang yang melakukan FT akan selamat di dalam Kerajaan Surga. Surga hanya untuk yang berbuat, bukan hanya yang pergi saja.

Matius 21:28

Anak Tuhan yang pertama (sulung) adalah Israel. Yang kedua adalah orang kafir (gambaran kita). Tapi yang baik adalah yang terakhir. Tuhan sayang orang kafir walau awalnya tidak mau tapi akhirnya yang kafirlah yang mau pergi. Sudah berapa banyak kehendak Tuhan yang kita lakukan dan sudah berapa banyak kehendak Tuhan yang belum saya lakukan?

Yakobus 2:14-22; 25-26.

Iman menjadi sempurna bila kita mau berbuat. Kita kebaktian adalah perbuatan iman kita. Pelacur dan pemungut cukai mendahului karena mereka mau bertobat. Ada tindakan perbuatan iman untuk mau menolong orang lain!

II Korintus 5:10-11. 

-- o --   

Rabu, 14 Desember 2005

DUDUK DI KAKI YESUS

Lukas 

Ada banyak kisah tentang kakak beradik: si sulung & si bungsu dalam kisah anak terhilang, Yakub & Esau, Maria & Marta.

10:38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.

Dalam sebuah perjalanan, selalu ada tempat perhentian. Di sini ada sebuah kampung. Kampung identik dengan tidak berpendidikan. Namun ada nilai tambah di kampung di tempat kecil, kejujuran lebih mudah ditemui di kampung.

Matius 2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."

Marta menerima Dia.

Marta menerima Yesus di rumahnya. Maria menerima Yesus jadi Guru. Istilah duduk di kaki Yesus adalah belajar. Bagaimana kita menerima Yesus dalam kehidupan kita, sebagai Tamu atau sebagai Guru?

Marta: Menerima, Sibuk, Melayani, Mendekati Yesus (tapi hanya untuk mengkritik Tuhan).

Markus 10:45
Wahyu 2:1-3

Tuhan tahu Marta melayani tapi saat itu bukan waktunya untuk Tuhan memperhatikan Marta. Saat itu ada hati yang mau mendengarkan perkataan Yesus.

10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."

Ayat 40. Marta menyalahkan Tuhan. Orang yang bersungut-sungut akan selalu ada 2 kambing hitam:                            

1. Tuhan,

2. Manusia. Contoh: Istri Ayub dan Hawa.

Jangan ada seorangpun yang menganggap kita dilupakan Tuhan. Tuhan tidak pernah melupakan kita, kitalah yang sering melupakan Tuhan.

10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,

Di luar Marta tampak sibuk melayani. Di dalam, Marta kuatir & menyusahkan diri dengan banyak perkara.

Matius 23:37 "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

Seperti induk ayam ingin melindungi anaknya, induk ayam tidak minta dilayani oleh anaknya. Demikian juga Yesus. Dia mati supaya kita hidup. Dia ingin Maria mengerti hal ini. Tampaknya ada pelayanan kepada Tuhan yang:                

1. Menyusahkan diri kita,

2. membuat kita diberkati.

Maria telah memilih bagian yang terbaik: duduk diam di kaki Tuhan, belajar ... sampai kita nanti mengerti maksud dan tujuan Tuhan. Khotbah baik, bersaksi baik, nyanyi baik tapi bukan itu yang terbaik. Yang terbaik duduk di kaki Tuhan dan berdoa, itu yang terbaik. Karena waktu kita berdoa Tuhan membuka hati kita.

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________