Khotbah Rabu November - Desember 2006

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 08 November 2006

GARAM DUNIA

Selamat sore, selamat berbakti, bertemu dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan mengikuti lagi pelajaran Injil Lukas 

14:34 Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?
14:35 Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

Tuhan Yesus berkata mengenai garam. Hidup kita tidak bisa dipisahkan dari garam. Masakan yang tidak pakai garam tidak enak. Biar masakannya memakai penyedap masakan tetapi kalau tidak ada garam, tidak enak. Sebelum saya membicarakan tentang garam, kita buka lebih dahulu Injil Matius

5:13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Dalam Injil Lukas, Tuhan Yesus sedang bicara tentang garam. Kalau garam itu sudah hilang asinnya, ia tidak ada gunanya lagi - baik untuk ladang, baik untuk pupuk tapi akan dibuang dan diinjak-injak orang. Di dalam Injil Matius, Yesus tiba-tiba berkata: Kitalah garam dunia. Kitalah - saudara dan saya, garam dunia.

Dengan cerita tadi garam hilang asinnya, kita ini jangan sampai kehilangan pengaruh kita, asin kita. Kita tidak disuruh oleh Tuhan, kamulah pendeta-pendeta, kamulah penginjil-penginjil, kamulah gembala-gembala sidang. Tidak. Kita disebut garam. Garam yang harus asin. Saudara dan saya tidak boleh kehilangan pengaruh.

Saya kasih ilustrasi. Sekarang gereja-gereja di desa ditutup. Pokoknya yang sepuluh orang, lima belas orang, dua puluh orang, ditutup. Kita dapat laporan mungkin sudah tiga-empat puluh gereja GPdI di Jawa Barat ini ditutup oleh rakyat dan sebagainya karena jemaat kecil tapi nyanyinya ribut dan sebagainya. Alasan macam-macam. Nah, apa yang harus kita lakukan? Saya pernah ditanya oleh pendeta-pendeta, bagaimana kita harus melakukan? Saya bilang, jadilah garam!

Kita ada di masyarakat, kita musti jadi garam buat masyarakat itu. Sampai masyarakat bisa tahu ada kita. Ada kita orang kristen yang lain dari mereka. Meraka suka judi, tapi kok saudara tidak suka judi? Saudara tidak suka berjudi, kok lain? Saudara sudah menjadi garam di masyarakat itu. Orang lain minum bir, minum minuman keras, tapi saudara tidak - saudara sudah menjadi garam! Saudara tidak menginjili mereka. Tetapi kalau ada ronda malam, kalau ada siskamling, saudara ikut siskamling. Ikut siskamling, saudara tidak bersaksi dengan jelas Yesus, tidak. Tapi dengan tindakan saudara, dengan kata-kata saudara, dengan mengalahnya saudara, dengan senyum saudara, dengan kebaikan saudara ... saudara jadi pengaruh, saudara jadi garam.

Karena Yesus berkata: Kamu garam dunia. Jadi di mana kita ada, di Indonesia atau di luar negeri, kita harus punya pengaruh. Garam lain dengan gincu. Kalau gincu ditaruh di air, dia berubah warna. Air jadi merah tapi rasanya sama, tawar. Tapi kalau garam ditaruh di air, air tidak berubah. Tetap putih tapi rasanya berubah; dia jadi asin.

Itu sebabnya ketika Tuhan mau hukum Sodom Gomora, Abraham sampai berkata: Kalau ada sepulu orang benar, Tuhan masih mau hukum apa tidak? Tuhan bilang: Kalau ada sepuluh orang benar, Aku tidak akan hukum Sodom Gomora. Sodom Gomora hidup dalam seks bebas, homoseks dan lesbian. Tapi bisa diselamatkan kalau ada sepuluh orang yang benar. Kalau ada sepuluh garam dunia, dosa yang besar yang busuk di kota Sodom Gomora bisa tidak dihukum oleh Tuhan karena ada sepuluh orang benar. Ada sepuluh garam dunia.

Ketahuilah bahwa saudara itu sangat berpengaruh di tempat di mana saudara berada. Karena saudara bisa mempengaruhi orang. Masyarakatnya tidak berubah, warnanya tidak berubah. Tapi mereka rasanya itu bisa berubah.

Saudara-saudara, pemerintah dunia bisa mengusir kita keluar dari kota, hanya dianggap orang miskin. Tapi tahukah saudara, Tuhan Yesus tetap menghargai orang miskin. Asal kita mau menjadi garam.

Di keluarga kita, kita jadi garam. Di keluarga kita, kita ada pengaruh. Di sekitar masyarakat, kita ada pengaruh. Ini maksudnya garam itu.

Garam punya kegunaan. Saya pernah dengar, mempunyai kegunaan seratus empat puluh empat ribu macam kegunaan. Kita sebut saja beberapa, saya tidak tahu bagaimana kegunaannya sampai seratus empat puluh empat ribu macam. Daging kalau tidak mau busuk, balur dengan garam, kalau tidak mau bau. Ikan balurkan dengan garam. Kalau saudara potong apel, sebentar saja hitam. Supaya tidak hitam, bagaimana? Saudara potong apel cepat masukkan di air garam, baru dihidangkan. Dia tidak akan hitam karena ada garam. Luka ditaruh garam.

Orang-orang, hamba Tuhan di daerah Poso, di daerah Tentena, kalau jalan kaki lewat rawa, lewat hutan, kadang-kadang ada lintah yang lompat. Tapi kebanyakan lintah itu masuk di kaos kaki. Nah, untuk menghilangkan lintah itu, mereka isi sepatu mereka dengan garam. Aneh ... tidak ada satu lintah yang nempel ketika ada garam di sepatu.

Saudara pernah tahu pengejut, kalau orang baru meninggal karena serangan jantung, mendadak nggak ada nafas, itu masih bisa ditolong kalau memakai pengejut jantung. Strum. Dikejutkan sampai jantungnya berdenyut lagi, bisa hidup lagi. Itu adalah aliran listrik 220 volt, dia musti lewat satu tabung berisi garam, itu listrik. Setelah lewat tabung itu, listrik itu tidak membunuh tetapi menghidupkan. Jadi dia dikejutkan dengan aliran listrik itu, orang itu tidak mati. Betapa hebatnya garam ini. Kegunaannya. Kita tidak pernah pikir begitu hebat sampai seratus empat puluh empat ribu. Saudara tahu itu pesawat ulang alik yang ke angkasa itu, mengelilingi bumi beberapa hari, Columbia itu. Itu antara mesin dengan tempat orang-orang itu ada garam ditaruh. Supaya tidak pecah, pakai garam. Betapa kegunaan garam itu luar biasa.

Zaman firman Allah ini diberitakan, orang itu tidak ada garam. Orang bikin garam itu diambil dari Sodom Gomora. Sodom Gomora itu disebut ada Laut Masin. Dalam Kitab Kejadian

14:1 Pada zaman Amrafel, raja Sinear, Ariokh, raja Elasar, Kedorlaomer, raja Elam, dan Tideal, raja Goyim, terjadilah,
14:2 bahwa raja-raja ini berperang melawan Bera, raja Sodom, Birsya, raja Gomora, Syinab, raja Adma, Syemeber, raja Zeboim dan raja negeri Bela, yakni negeri Zoar.
14:3 Raja-raja yang disebut terakhir ini semuanya bersekutu dan datang ke lembah Sidim, yakni Laut Asin.

Ada Lembah Sidim Laut Asin ... itu Laut Mati sekarang, Laut Asin. Mereka mengambil pasir-pasirnya, batu-batu, koralnya itu asin sekali. Itu dibungkus dengan kain dan itulah menjadi garam. Kalau mereka masak sayur, direndamlah dengan itu, asinnya turun. Sudah cukup rasanya, sudah. Ini bisa dipakai terus. Tetapi karena dipakai tiap hari, dua minggu, tiga minggu ... nah, si garam ini hilang asinnya, kurang. Sudah habis asinnya. Tinggal pasirnya. Tidak ada gunanya lagi ini. Buat pupuk nggak bisa. Dengan apa dimasinkan lagi? Nggak bisa. Lalu orang itu membuang di depan pintu rumah. Supaya jadi tempat untuk diinjak-injak. Yang asin tadi, sudah tidak ada asinnya, diinjak orang.

Seperti itulah kita kalau kita orang kristen sudah tidak punya semangat lagi. Kita tidak punya lagi kemauan. Kita tidak punya lagi kasih. Kita tidak punya lagi pengharapan. Kita mungkin banyak kesulitan, kita mungkin banyak kesusahan, tapi jangan hilang pengharapan! Karena pengharapan tidak akan pernah mengecewakan. Dalam Roma 5, kita membaca apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma. Dia berkata demikian, ayat 3-5,

5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Jangan hilang pengharapan. Karena kalau saudara hilang pengharapan, saudara pasti kecewa. Jangan hilang pengharapan karena pengharapan tidak akan pernah mengecewakan.

Ini ada satu janda, hamba Tuhan. Dia umur 58, seumur dengan saya. Sudah 2 kali menikah. Pertama dia menikah, meninggal suaminya. Lalu dia menikah dengan satu hamba Tuhan di Jawa Barat, meninggal juga. Janda ini mungkin sudah nggak mikir kawin lagi. Tapi tiba-tiba ada orang Belanda senang sama dia. Dilamar. Dia lagi bingung, terima nggak ... terima nggak. Kalau seorang wanita 58 tahun masih ada yang bogoh umur 65 tahun, orang Belanda, maka kita tidak boleh hilang pengharapan yang masih muda. Yang masih muda tidak boleh hilang pengharapan. Kalau saudara tidak hilang pengharapan, tidak akan mengecewakan. Jangan hilang pengharapan. Amin? Puji Tuhan. Kita kembali kepada garam tadi, kita buka Markus 

9:50 Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain."

Di sini kita melihat garam dihubungkan dengan hidup dalam perdamaian. Saya mau gambarkan satu segitiga. Pertama, kita harus berdamai dengan Tuhan. Kedua, kita harus berdamai dengan diri sendiri. Ketiga, kita berdamai dengan orang lain. Ada yang sudah berdamai dengan Tuhan tapi dia nggak bisa berdamai dengan orang lain. Suka dendam. Hendaklah kamu  memiliki garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain. Justru dengan orang lain ini penting. Kalau dengan Tuhan kita yakin bisa. Kita dalam keadaan yang kurang, Tuhan yang lebih. Tapi dengan sesama ini yang berat.

Kalau saudara suka berdamai dengan Tuhan, saudara harus belajar berdamai dengan orang lain. Kalau dua ini sudah, puji Tuhan, saudara sudah dua per tiga. Ada satu lagi, kita seringkali tidak berdamai dengan diri kita sendiri. Kita menghukum diri kita. Kita menyalahkan diri kita. Kita menyudutkan diri kita. Kita menginjak-injak diri kita. Kita tidak pernah menghargai diri kita. Padahal Tuhan menghargai kita. Kita tidak mengampuni diri kita. Padahal Tuhan sudah mengampuni kita. Kita merasa terbuang. Padahal Tuhan tidak pernah membuang kita. Kita merasa orang yang tidak diperhatikan. Padahal Tuhan selalu memperhatikan kita.

Maka pada sore hari ini, apa artinya garam? Yaitu kalau kita sudah berdamai dengan Tuhan, berdamai dengan orang lain, dan berdamai dengan diri sendiri. Hidup saudara akan tenang. Saya suka dengar macem-macem. Sekarang saya sudah cuek. Saya tidak mau hati saya diracuni lagi dengan marah, dengan kesal, nggak. Silakan saja dia mau ngomong apa. Dia mau ngomong apa, silakan. Puji Tuhan, saya bilang. Dia menjelekkan saya, ah, puji Tuhan. Memang saya jelek kok. Tapi Tuhan sayang. Ini contoh.

Sekarang saya sudah belajar. Tuhan, saya mau mengampuni diri saya sendiri - kegagalan saya, kealpaan saya, kelalaian saya, Tuhan sudah ampuni. Masa saya nggak ampuni diri saya? Tuhan sudah menolong saya, Tuhan sudah mengasihi saya, Tuhan sudah membela saya, masa saya mau tetap saja di bawah, diam, menyalahkan diri sendiri?

Maka itu pada sore hari ini, mari, jadilah kita menjadi sebuah ciptaan yang baru mengerti tentang kehidupan kekristenan. Tidak usah kita khotbah kepada tetangga. Tidak. Dengan kasih senyum saja, dengan kasih selamat pagi saja, dengan kita bagaimana kabar, apa kabar ... saudara dengan berbuat baik saja saudara sudah jadi garam. Dengan menolong orang yang sedang bekerja saudara tolong, sambil ngobrol, bukan ngobrolin orang. Ngobrol cerita macam-macam. Orang itu rasa teduh bersama dengan saudara. Saudara sudah jadi garam.

Maka kapan saja saudara ada keperluan, orang itu tidak akan ragu-ragu menolong saudara karena dia lihat saudara pengaruhnya itu baik bagi dia. Sekian renungan firman Allah. Kita akan berdiri bersama-sama.  

-- o --   

Rabu, 29 Desember 2006

KEHILANGAN

Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama dan kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Kita akan meneruskan pelajaran dari Injil Lukas 

15:8 "Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?
15:9 Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
15:10 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."

Saudara, zaman dahulu wanita seringkali memakai perhiasan di lehernya, yaitu berupa dirham-dirham yang ada sampai sepuluh sebagai hiasan. Dari 10 dirham ini tiba-tiba pada satu hari hilang satu. Karena hilang satu, dia cari. Pada zaman dulu kalau sampai 1 dirham itu hilang, maka wanita itu dinilai kurang baik. Tidak bisa menjadi calon istri yang baik karena soal dirham yang kecil saja hilang bagaimana dia bisa melayani sebagai istri nanti di dalam rumah tangga. Satu-satunya jalan, wanita ini harus mencari dirham itu supaya bisa ditemukan kembali.

Nah, Tuhan Yesus sedang berbicara mengenai satu kata, yaitu kehilangan.

Kita seringkali banyak bicara tentang kehilangan uang, kehilangan kesempatan, kehilangan berkat materi. Baru-baru ini bapak Paulus Harianto kehilangan anak. Kita berulang-ulang berbicara tentang kehilangan dari hal-hal yang materi. Tapi kita lupa kalau jiwa kita hilang, kalau seorang jiwa terhilang, itu adalah satu kehilangan yang sangat ... sangat mahal harganya. Markus    

8:36 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.
8:37 Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Tuhan Yesus sedang berbicara mengenai satu kehilangan. Bayangkan satu gadis saja katanya sampai dia hilang satu dirham, dia harus cari begitu rupa karena dia tidak bisa nanti dianggap menikah sebagai gadis kalau dirhamnya ini hilang. Maka dia cari sampai dapat. Tetapi Yesus membandingkan di dalam ayatnya yang ke-10, 

15:10 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."

Yang ditemukan kembali. Sebelum kita mencari jiwa ... orang lain, kita mencoba menyelamatkan orang, lebih dulu kita musti yakin kita ini sudah selamat. Tidak usah jawab sama saya apakah saudara yakin saudara sendiri sudah diselamatkan? Apakah kita masih menganggap kita ini masih terhilang, kita belum yakin hidup kita ini kalau mati masuk sorga? Yesus sedang berbicara bahwa kehilangan nyawa tidak ada gantinya. Apa harga di dunia, seluruh dunia dia miliki semua kekayaan dia miliki tetapi nyawanya hilang, kehilangan nyawa?

Tuhan Yesus sedang mengajar kepada kita untuk menghargai nyawa. Itu sebabnya orang kristen tidak boleh menggugurkan kandungan karena itu bicara nyawa, itu bicara satu kehidupan. Itu sebabnya saya hanya bisa berdoa tidak bisa bilang apa, kita sudah minta maaf tapi orang itu tetap tidak mau kebaktian, saya hanya bisa berdoa: Tuhan, tolong supaya dia tahu betapa berharganya nyawanya. Sampai Tuhan bilang: Apa yang bisa digantikan untuk mengganti nyawanya?

Umpamanya tahun 2006 ini hanya tinggal sebulan lagi, saudara belum pernah bawa satu jiwa untuk Tuhan. Saya baptis orang sudah banyak tapi kita tidak tahu siapa yang bawa jiwa orang ini sampai percaya kepada Tuhan Yesus sampai mau dibaptis. Saya yakin orang yang membawa orang-orang itu kepada Tuhan Yesus akan mengalami satu kebahagiaan lebih dari pada si perempuan itu menemukan lagi dirhamnya.

Nah, sekarang kita mau melihat apa yang dilakukan oleh wanita mengenai mencari dirham ini. Setiap kali kita ketemu dengan wanita di dalam alkitab, itu bicara tentang gereja atau jemaat atau saudara dan saya. Semua saudara dan saya dianggap wanita di dalam Tuhan. Ingat Efesus 5:22-23, hei istri tunduklah kepada suami seperti kepada Kristus. Hei suami, kasihilah istrimu seperti kepada Kristus mengasihi jemaat. Jadi jemaat dianggap sebagai wanita, entah dia laki-laki entah dia perempuan, pokoknya jemaat adalah wanita.

Nah, kita akan lihat apa yang dilakukan wanita ini setelah dia tahu bahwa dirhamnya itu hilang.

15:8 "Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya.

Dalam bahasa Inggris, dirham ditulis silver coin. Seperti uang 500an yang receh. Tapi ini silver, berarti perak. Dan perak di dalam firman Allah bicara penebusan. Pada waktu Rut menemui Boas, Rut yang di Bethlehem menemui Boas, dia berkata sama Boas begini: Kembangkanlah sayap tuan untuk melingkupi saya. Lalu Boas bilang begini: Harus ada sesuatu yang ditebus. Nanti aku akan ketemu dengan penebus. Coba kita lihat dalam kitab Rut 

3:9 Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."

Kenapa harus ditebus? Karena Rut bukan orang Israel. Dia orang Moab. Untuk dia dijadikan orang Israel, harus ditebus. Rut membayangkan kita. Kita orang dunia, kita orang berdosa. Untuk menjadi orang sorgawi, kita perlu ditebus oleh Tuhan Yesus, amin saudara? Dan harga tebusan tidak boleh kurang. Kita lihat ayat berikutnya.

3:10 Lalu katanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.
3:11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.

Kita orang baik, kita berbuat baik tidak cukup. Musti ditebus. Semua di Bethlehem tahu kamu itu orang baik. Mereka menilai kamu itu walaupun janda tapi engkau itu orang baik. Tapi tidak cukup. Harus ditebus. Itu sebabnya Rut bilang, minta dia ditebus. Rut

4:1 Boas telah pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana. Kebetulan lewatlah penebus yang disebutkan Boas itu. Lalu berkatalah Boas: "Hai saudara, datanglah dahulu ke mari, duduklah di sini." Maka datanglah ia, lalu duduk.
4:2 Kemudian dipilihnyalah sepuluh orang - Sama dengan 10 dirham - dari para tua-tua kota itu, dan berkata: "Duduklah kamu di sini." Maka duduklah mereka.
4:3 Lalu berkatalah ia kepada penebus itu: "Tanah milik kepunyaan saudara kita Elimelekh hendak dijual oleh Naomi, yang telah pulang dari daerah Moab.
4:4 Jadi pikirku: baik juga hal itu kusampaikan kepadamu sebagai berikut: Belilah tanah itu di depan orang-orang yang duduk di sini dan di depan para tua-tua bangsa kita. Jika engkau mau menebusnya, tebuslah; tetapi jika engkau tidak mau menebusnya, beritahukanlah kepadaku, supaya aku tahu, sebab tidak ada orang yang dapat menebusnya kecuali engkau, dan sesudah engkau: aku." Lalu berkatalah ia: "Aku akan menebusnya."
4:5 Tetapi kata Boas: "Pada waktu engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, isteri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di atas milik pusakanya."
4:6 Lalu berkatalah penebus itu: "Jika demikian, aku ini tidak dapat menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri. Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya."
4:7 Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar: setiap kali orang hendak menguatkan sesuatu perkara, maka yang seorang menanggalkan kasutnya sebelah dan memberikannya kepada yang lain. Demikianlah caranya orang mensahkan perkara di Israel.
4:8 Lalu penebus itu berkata kepada Boas: "Engkau saja yang membelinya." Dan ditanggalkannyalah kasutnya.
4:9 Kemudian berkatalah Boas kepada para tua-tua dan kepada semua orang di situ: "Kamulah pada hari ini menjadi saksi, bahwa segala milik Elimelekh dan segala milik Kilyon dan Mahlon, aku beli dari tangan Naomi;
4:10 juga Rut, perempuan Moab itu, isteri Mahlon, aku peroleh menjadi isteriku untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu di atas milik pusakanya. Demikianlah nama orang itu tidak akan lenyap dari antara saudara-saudaranya dan dari antara warga kota. Kamulah pada hari ini menjadi saksi."

Saudara sekarang tahu betapa tingginya harga penebusan itu. Musti ada saksi 10 orang. Kalau saksinya itu cuma 9, nggak sah. Musti 10. Sekarang kita tahu kenapa perempuan ini mencari dirham yang satu itu. Karena kalau tidak 10, dia dinilai tidak baik. Banyak hal yang dia tidak bisa kerjakan. Dia tidak bisa ditebus, orang tidak mau menikah dengan dia. Maka kata saya, silver atau perak adalah lambang penebusan. Di atas Bukit Golgota, Yesus menebus saudara dan saya.

Apa sih arti menebus? To buy back ... membeli kembali. Asalnya penebusnya datang. Kamu yang menebus dong, ada 10 saksi. Boleh saya tebus. Tapi termasuk Rut juga, Rut harus ditebus. Pada zaman dulu kalau suami mati, adiknya harus mengawini Rut. Karena tidak ada lagi anak maka nama itu Mahlon Kilyon harus terbawa kepada Rut. Oh, dia nggak mau. Nanti milik pusakaku rusak.

Boas, dia tidak pikir milik pusakanya, dia tebus tanah dari Naomi, dia tebus kekayaan tanahnya semua, dia tebus termasuk Rut akan menjadi istrinya.

Yesus, Dia meninggalkan pusakanya yang di sorga. Dia nggak peduli dengan kekayaan, dengan Nama. Dia tinggalkan Nama yang hebat indah itu, Dia menjadi manusia, Dia mengasihi kita. Sampai Dia mati di atas Golgota hanya untuk menebus. Markus 8:37 tadi berkata: Apakah yang bisa dipakai untuk menebus nyawa? Tidak ada. Hanya darah Yesus!

Itu sebabnya jangan merayakan natal dengan daging. Jangan merayakan natal hanya untuk show. Tapi rayakan natal dengan satu pengertian, seperti Rut datang kepada Boas: Tebuslah saya!

Puji Tuhan, saudara dan saya sudah ditebus. Sampai nyanyian berkata: Yesus Penebusku ku tinggal tetap ... Seperti pohon tumbuh dekat sungai. Jadi saudara dan saya tidak ada lagi yang patut kita kuatirkan. Persoalan-persoalan kecil, kesulitan dalam hidup ini tidak bisa dibandingkan dengan kemuliaan yang akan kita terima. Dalam Roma   

8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

Kita sekarang banyak menderita. Ada yang sakit dan macam-macam. Ada yang ditinggalkan anak. Dan memang dunia ini lembah air mata. Tetapi itu tidak bisa dibandingkan dengan kemuliaan. Kemuliaan yang akan kita dapat itu, kita akan dapat karena kita sudah ditebus. Saya akan baca lebih lanjut. Saudara perhatikan bahwa bukan kita saja yang menantikan. Alam juga, ayat 19

8:19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.
8:20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,

Jadi kita manusia telah takluk kepada kesia-siaan. Bukan kehendak kita tapi kehendak Tuhan bahwa dunia ini menjadi sia-sia. Maka nama kita itu manusia, 50 persen dari sia-sia, sudah nempel sama kita, nama kita manusia. Hidup di dunia ini sia-sia. Salomo berkata, semua sia-sia. Kita cari kekayaan sampai kita kaya sia-sia karena kita ujung-ujungnya mati. Kenapa begini sia-sia? Bukan kehendak kita tetapi kehendak Tuhan yang sudah menentukan hal ini.  

8:21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.
8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.
8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

Kata pembebasan tidak tepat. Bahasa Inggris, redemption, artinya penebusan tubuh kita. Kita sekarang mengeluh, kita banyak susah. Itu sebetulnya kita sedang menanti penebusan penuh. Harga sudah dibayar di atas bukit Golgota. Tetapi kita belum jadi istri. Boas sudah membayar harga tebusannya tapi waktu itu Rut belum jadi istri tapi sudah ditebus. Sama dengan sekarang kita, Yesus sudah mati diatas bukit Golgota, Dia sudah menebus saudara. Tetapi kita belum jadi istri. Kita masih bertunangan. Tapi puji Tuhan, akan ada penebusan yang akan membebaskan tubuh kita. Ayat 24,

8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?
8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.
8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Ini ada pengharapan. Kamu ngareupin apa sih, kan sorga nggak kelihatan? Justru karena tidak kelihatan, kita berharap. Karena kalau sudah kelihatan kita mau ngareupin apa lagi? Sudah kelihatan. Tapi karena belum lihat, kita berharap. Kita mempunyai pengharapan. Badan kita akan ditebus. Badan kita akan dirubah. Kalau kita kembali kepada Lukas 15, Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita.

Ini yang dilakukan oleh wanita ini: Menyalakan pelita!

Mari saudara-saudara, kita kembali dua ribu tahun yang lalu. Belum ada listrik. Belum ada lampu. Baru ada pengumuman besok ada pemadaman PLN setengah jam, sudah banyak yang ngomel.

Saudara, mari kita bandingkan diri kita dengan mereka yang ada di kena lumpur Lapindo. Mereka tidak punya rumah lagi. Pemerintah ngulur-ngulur waktu. Mereka bisa beringas. Saya dalam hati berdoa: Tuhan, kalau sampai ada revolusi sosial, kalau orang miskin sudah mulai ngamuk karena dia lapar, dia cari di kota-kota besar. Menurut Rendra: Ketika perutku lapar, di gudangmu aku dapati beras. Kalau hal itu terjadi kita tidak tahu harus berbuat apa. Jadi berhentilah ngomel. Syukuri berkat Tuhan. Apa artinya padam setengah jam dibandingkan mereka yang di Lapindo sudah 6 bulan rumah terendam semua, anak-anak tidak bisa sekolah? Waktu meledak tentara mati, cuma diganti 2 juta satu orang. Begitu murah harga nyawa.

Kita sedang ada pada persimpangan jalan. Itu sebabnya saya memohon kepada saudara, hargailah nyawa saudara. Minta kepada Tuhan supaya Dia menebus kita. Minta kepada Tuhan supaya Dia menolong kita. Sekarang tidak ada tempat yang aman di dunia. Termasuk di Amerika. Inggris tidak aman, Austalia tidak aman. Hanya di kaki Tuhan Yesus, di situ hati kita bisa teduh! Di situ hati kita bisa mendapat tenang. 

Dua ribu tahun yang lalu tidak ada lampu. Jadi ketika seseorang hilang, rumah tidak ada lampu, dia menyalakan pelita. Amsal berkata: Hati nurani manusia adalah pelitanya Tuhan. Yang pertama kita harus nyalakan adalah hati nurani kita. Banyak orang sudah tidak punya hati nurani lagi. Hati nuraninya tidak lagi merasa susah melihat dosa. Orang melihat dosa sekarang sudah biasa.

Kalau dia tidak ke gereja, sebetulnya hati nuraninya itu, pelitanya itu sudah mau padam. Tapi hati nurani itu adalah pelitanya Tuhan. Kalau saudara masih punya hati nurani, puji Tuhan, berarti saudara punya pelita menyala.

Berikutnya Dia katakan, menyapu rumah. Saya katakan, kenapa dia menyalakan pelita? Karena gelap, karena ruangan itu gelap. Di mana tidak ada firman, hidup kita gelap. Di mana kita jauh dari firman, hidup kita kacau, hidup kita gelap. Tapi setelah pelita nyala, peribahasa bilang, when the light comes in, it will scare the shadow away, ketika terang ada dia akan menakuti, menakutkan kegelapan. Saya masih mau bicara dalam pelita dulu. Kita buka Yohanes

1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
1:5. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Ketika saudara menyalakan pelita, kegelapan tidak bisa menguasai saudara. Kalau kita kembali kepada Lukas dikatakan di sana, setelah dia menyalakan pelita, dia menyapu rumahnya. Kenapa musti disapu? Kenapa rumahnya disapu? Supaya ketemu itu koinnya, dia pakai sapu. Dia tidak pakai lampu, semua tidak bisa lihat. Tetapi dia pakai sapu ke dalam-dalam yang gelap supaya dia bisa temukan. Menyapu rumah itu serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya. Yang ketiga, dia mencari dengan cermat.

Banyak orang mencari sama Tuhan tapi asal-asalan carinya. Banyak orang ke gereja tapi asal datang saja. Cari Tuhan dengan cermat. Cari Dia dengan sungguh. Hanya mereka yang mencari Dia dengan sungguh akan mendapatkan Tuhan. Hanya dia yang sekolah dengan sungguh akan dapat ilmu. Hanya dia yang berusaha dengan sungguh akan sampai kepada hal yang besar-besar. Jadi segala sesuatu kita harus kerjakan dengan cermat sampai menemukannya.

15:9 Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.

Inilah dasar dari rayon. Dasar dari kebaktian rayon itu ayatnya di sini. Dia sudah menemukan dirham yang hilang, dia panggil tetangga. Mari, kamu bersukacita sama aku karena dirhamku yang hilang telah kutemukan.

Saudara yang tergerak untuk membuka rumahnya untuk rayon, saudara cari tetangga. Ayo, kita kebaktian di rumah saya. Karena dosa saya sudah diampuni, karena Yesus sudah baik sama saya. Apa yang dulu hilang, damai sejahtera, sekarang saya sudah temukan kesenangan di dalam Yesus. Ayo kita sama-sama kebaktian. Dia tidak panggil yang jauh-jauh. Dia panggil tetangga. Inilah kebaktian rayon. Jadi kebaktian rayon itu alkitabiah. Nggak usah sampai puluhan ratusan nggak usah. 10-20 orang kumpul. Nggak usah nyanyi keras-keras ... sampai ditutup sama hansip. Jangan. Pelan-pelan aja nyanyi, tidak usah keras-keras. Yang penting kita bersaksi. Dirhamku yang hilang sudah ketemu, damai saya yang hilang hidup saya yang dulu muyung sekarang sudah ditemukan. Apa saudara nggak ada beban menolong tetangga-tetangga? Ngobrol sama tetangga. Nanti kita rasa senang. Ini dasar kebaktian rayon.

15:9 Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya

Saudara yang seiman, sahabat. Yang saudara seiman: Ayo kita bikin kebaktian rayon, renungan pendek di rumah kita. Tapi ada tetangga. Tetangga itu yang dekat. Kalau tetangga ini cuma sebelah rumah. Ingat, tetangga itu orang pertama yang akan menyiramkan air kalau rumah kita kebakaran. Berikutnya.

15:10 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."

Bertobat itu berbalik, 180 derajat. Jadi begitu orang berdosa yang sudah jalan ke neraka, dia berbalik 180 derajat, datang kepada Tuhan, ada suka cita di sorga! Saudara musti percaya walaupun kita tidak lihat. Kita harus percaya bahwa sorga tidak berhenti tiap hari ada sukacita karena setiap hari orang datang bertobat kepada Tuhan Yesus. Amin, saudara? Bersukacita kalau melihat orang tetangga kita sampai mau terima Yesus sampai menangis mau terima Tuhan, sampai nangis karena bahagia. Aduh, senang sekali. Luar biasa. Kita punya sukacita itu, saudaraku, luar biasa.

Kalau saya punya kesedihan yang luar biasa karena orang sudah datang di kebaktian, minta kawin diberkati, udah punya anak ke gereja juga nggak. Ketemu saya kaya orang asing. Sugan nanya atuh ko Yoyo. Padahal saya ngawinkan dia cape-cape kudu pake jas, tangan pegal musti gini. Tapi orang itu kaya tidak ada perasaan. Sedih saya. Gereja jadi permainan. Pernikahan jadi permainan. Untuk ngapusi Tuhan. Tidak bisa, Tuhan tidak bisa dipermainkan.

Pada hari ini saudara tahu arti kehilangan dan apa arti ditemukan. Bayangkan itu Yusuf dan Maria waktu kehilangan Yesus, 3 hari 3 malam, dia cari nggak tahu di mana Yesus. Tidak ada damai. Tapi waktu dia ketemu Yesus ada di Yerusalem, di rumah Allah, dia merasa sukacita.

Saudara, tempat gereja ini tempat saudara menemukan Yesus. Pendeta mah siapa saja yang khotbah tapi yang penting saudara bisa menemukan Yesus. Kebaktian itu kalau minggu mulai jam 4 sampai setengah enam, satu jam setengah. Dalam satu jam setengah itu saudara tunggu ... apa lagi dengar firman, apa lagi berdoa, apa lagi menyanyi ... saudara dijamah oleh Tuhan, hati saudara merasa sukacita, hati saudara merasa dikuatkan, itu artinya saudara ketemu dengan Tuhan. Tiba-tiba saudara menangis dengar firman Allah. Saudara juga bingung kenapa saya menangis. Ada sukacita, ada kekuatan, ada kemenangan.    

Semoga Yesus bisa ditemukan oleh saudara malam hari ini. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Rabu, 06 Desember 2006

UANG BUKAN JAWABAN

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Kita akan meneruskan pelajaran kita dari Injil Lukas 

15:11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Bagian pertama dari cerita anak terhilang itu kita akan awali dengan bagaimana injil Lukas menulis. Injil Lukas selalu menuliskan hal-hal yang tidak ditulis oleh injil yang lain. Salah satu keistimewaan injil Lukas itu selalu mengadakan perbandingan; dia selalu memperbandingkan dua ekstrim, perbandingan. Contohnya: Lazarus yang miskin dengan orang kaya ... jadi dia bandingkan ini. Hakim yang lalim hakim yang kejam, dia bandingkan dengan janda yang miskin. Dua cerita ini tidak ada pada injil yang lain. Bahkan Lukas 15 mengenai Anak Terhilang tidak ada di dalam injil yang lain juga.

Dia perbandingkan bagaimana ada dua anak. Yang satu anak bungsu, yang satu anak sulung. Nah, kita mulai dengan anak bungsu, banyak perbandingannya yang dia tulis. Anak bungsu ini dia minta bagian dari papanya, minta warisan. Saya tidak bisa cerita sedalam-dalamnya, kesempatan yang lain kita cerita yang dalam. Dia minta warisan. Lalu papanya itu kasih uang.

Saya ingin beritahukan kepada saudara pesan dari cerita ini. Uang, kekayaan bukan jawaban! Tidak semua soal bisa dibeli dengan uang. Seorang anak Tuhan di Jakarta sekarang sedang menderita sakit yang luar biasa. Dia tidak bisa kencing. Dia pergi ke Tiongkok, di Tiongkok main hantam saja suntik sana suntik sini sampe bocor. Akhirnya dia tidak bisa kencing. Tersiksa sekali. Air kencingnya harus dibuang keluar perut, pakai kantong. Dokter Singapura sudah tidak bisa apa-apa. Sekarang kita hanya bisa berdoa buat orang itu. Dia punya uang ratusan milyar, trilyunan ... gampang sekali buat dia. Tapi untuk mengobati diri sendiri padahal dia punya pabrik obat besar, dia tidak mampu. Tidak semua hal bisa dibeli dengan uang. Kekurangan kita adalah kita menganggap semua asal ada uang semuanya beres.

Sama dengan si bungsu ini. Dia bilang, kalau saya punya uang, dia tidak perlu bapa, dia tidak perlu nasehat ayah, dia tidak perlu kehangatan rumah, dia jalan sendiri. Dia bilang, kalau ada uang semua beres. Lalu anak ini menjual warisannya dan dia hidup dengan berfoya-foya. Ditulis dalam bahasa Indonesia, berfoya-foya. Di dalam bahasa Inggris, anak terhilang ini membelanjakan uangnya dengan cara yang terhilang. Anak yang hilang memakai uangnya dengan cara yang salah.

Kita belajar yang kedua sekarang. Walaupun kekayaan kita besar tetapi kalau pengelolaan kita salah, kalau pengelolaan kita keliru?

Ada satu orang di Jakarta, dia tidak kebaktian di gereja kami. Tapi setelah dapat problem, dia kebaktian di gereja kami. Dia punya uang 5 M. Dia tidak mengerti tentang batu bara tapi dia main beli saja batu bara di Kalimantan dari seorang ibu haji. Ketika sudah dikirim uangnya, batu bara tidak ada. Ibu hajinya ada. Ini mana batu baranya? Saya sudah kirim. Ada buktinya ini. Mana saya belum terima? Sudah satu tahun lebih uang hilang, batu bara tidak ada. Dia bukannya tidak punya uang, bukannya dia tidak berusaha. Dia berusaha tapi salah mengelola uang.

Seorang bendahara yang pandai, dia bukan hanya bisa menyimpan uang tapi dia bisa mengembangkan uang itu. Dia kembangkan uang yang terbatas itu menjadi tidak terbatas dengan berniaga ... mengembangkan uang. Sama dengan orang yang punya 5 talenta dia tidak hanya punya 5 tapi dia kembangkan jadi untung 5 sampai dia dapat 10. Yang 2 talenta dia tidak diam saja dengan 2 talenta, dia kembangkan ini sampai dia dapat untung 2 jadi 4. Yang satu talenta, dia tidak mau mengembangkan.

Nah saudara, kesalahan dari anak bungsu ini dia dapat uang, dia tidak kembangkan tapi dia belanjakan. Biar kekayaan kita segunung kalau dibelanjakan akhirnya habis.                 

Saya baru pulang dari Banjarmasin. Di sana kami KKR eks Cianjur. Di sana mengadakan KKR. Saya dengar cerita. Ada haji, dia beli mobil Rolls Royce. Dia kaya, dia jual batu bara, dia beli mobil yang besar itu, dia beli ada 5, dia beli mahal. Tapi katanya sekarang dia sedang mau jual, kenapa? Karena pemerintah melarang orang yang tidak punya izin menggali batu bara. Jadi satu-satu mobilnya dijual murah-murah, akhirnya habis. Biar kekayaan kita sagunung tapi kalau kita mengelolanya salah, membelanjakannya salah, kita akan berakhir seperti si bungsu ini.

Di dalam ayatnya ke-15: Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.

Saudara, hari depan kita memang Tuhan jamin. Hari depan kita ada jaminan. Tetapi harus kita taruh tanda tanya. Saudara ingat Firman Tuhan: Belajar dari semut! Semut itu dia rajin, dia bisa mengumpulkan makanan waktu musim panas. Sedikit demi sedikit. Karena apa? Di hari depan ada tanda tanya. Musim hujan dia tidak bisa keluar kandang, dia tidak bisa cari makanan. Demikian juga kita. Pengkhotbah berkata, kalau kamu mau bersenang-senang silahkan tetapi ada masanya hari di mana engkau bilang aku tidak mau lihat hari ini, hari yang celaka. Ada nasib yang buruk. Itu hidup.

Nah, anak-anak ini dia tidak pernah berpikir akan ada kelaparan. Dia belanjakan semua apa yang dia punya, dia pakai semua apa yang dia punya, dia tidak peduli akan ada kelaparan. Pas uangnya habis, ada kelaparan. Bayangkan saya katakan tadi, tidak semua kita bisa beli dengan uang. Bahkan sekarang uang sudah habis, ada bala kelaparan.

Jadi dia kembali kepada pelajaran dasar bahwa untuk  hidup dia harus kerja. Ini kan waktu banyak uang dia lupa. Sekarang dia mengerti.  

15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu.

Saudara, kata majikan di dalam bahasa Inggris itu citizen, penduduk. Filipi 3:19 dan 20 berkata, kita bukan warga negara dunia tapi kita warga negara surga. Ada haleluyah, saudara? Tetapi anak ini yang kaya mulai menghambakan diri kepada orang dunia. Seorang kristen dia harus punya tangan selalu memberi. Bukan meminta. Sekarang anak ini mulai meminta. Padahal satu citizen, satu penduduk dunia. Kalau saudara baca dalam kitab Wahyu, ada satu masa yang sulit kepada seluruh penduduk yang suka tinggal di dunia. Yakobus 4 berkata: Allah bermusuhan dengan orang yang cinta dunia. Dalam Yohanes 16:22 dikatakan dunia membenci kamu karena dia sudah membenci Aku lebih dulu. Dunia menganiaya kamu tapi jangan takut Aku sudah mengalahkan dunia. Wai bagi kita anak Tuhan orang kristen kalau tiba-tiba kita membuka tangan kita meminta justru kepada orang dunia, meminta pertolongan bukan dari Tuhan lagi tetapi dari orang dunia. Ini cara orang hidup terhilang.

Selanjutnya, Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.

Kata ladang dalam bahasa Inggris, ladang-ladang. Tak pernah seumur-umur disuruh. Dia malah nyuruh papanya: Pa, minta warisan. Sekarang dia disuruh orang. Kita salah kelola uang, kalau kita salah kelola apa yang Tuhan percayakan kepada kita, bukan berkat yang datang tapi laknat, bukan kekayaan yang datang tapi kemiskinan, bukan kelebihan yang datang tapi kekurangan, bukan kita jadi boss menyuruh orang tapi kita disuruh-suruh sama orang. Karena kita salah mengelola berkat itu. Apa yang terjadi? Disuruhlah ke ladang-ladang. Jadi kalau ke ladang, ladangnya cuma satu. Ini ladangnya banyak ... ke ladang-ladang. Disuruh-suruh. Tapi tidak dikasih makan karena sedang dalam musim kelaparan. Berikutnya.    

15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.

Nggak ada yang kasih makan. Itu kejamnya dunia. Saudara lagi ada uang, banyak teman saudara datang. Ada uang, saudara lagi mampu ... lalat hijau pada datang. Tapi waktu saudara mau tahu yang mana teman saya yang sebetulnya, lagi susah itu ada nggak yang ngedeketin kita? Lagi kita nggak punya apa-apa, ada yang nemenin kita nggak, ada yang menghibur kita? Nolong dia nggak bisa tapi memberi kekuatan, ada nggak? Itu teman yang sebenarnya.

Karena dia disuruh kerja di ladang-ladang, lapar. Waktu di rumah bapanya, tidak ada kamus lapar. Selalu kenyang. Tapi sekarang lapar. Jadi dia cari sampah-sampah, kotoran-kotoran yang jadi makanan babi. Karena lagi zaman kelaparan, tidak bisa dikasih ubi yang baik, babi dikasih sisa-sisa makanan. Bayangin anak raja, anak cukong, anak presiden sampai mau memakan ampas makanan babi. Sstt, nggak boleh. Kejamnya iblis, kejamnya dunia itu begitu.

Maka saya berkata di Jakarta, jangan sampai kita berutang dah. Jangan sampai kita pinjam uang panas. Bank saja kalau mau kasih kredit angin surga.  Saudara terlambat bayar bukan angin sorga yang datang tapi angin ribut yang datang. Tukang debt collector, tukang tagih utang datang. Saudara dimaki-maki, saudara rumah mau dijabel mau diambil. Itu jahatnya orang dunia, jahatnya sistim dunia.

15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.

Dia mulai membandingkan. Dia bandingkan kelaparan dengan kelimpahan makanan. Saudara mau tinggal di Bethlehem artinya rumah roti, tidak akan ada kekurangan. Selalu ada makanan. Biar sedikit tapi ada. Bethlehem itu bisa bicara tentang Yesus, Bethlehem itu bisa bicara tentang gereja. Jangan tinggalkan Bethlehem. Jangan tinggalkan kebaktian. Jangan tinggalkan rumah Bapa. Berikutnya.   

15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,

Untuk kali pertama anak bungsu ini mengenal dosa. Waktu pertama dia minta duit dia tidak kenal dosa. Untuk pertama kalinya anak ini mengenal Tuhan. Aku sudah berdosa kepada Tuhan, kepada sorga. Waktu kita di dalam kesulitan, waktu kita di dalam keadaan yang keliru, kita ditinggalkan beban banyak, barulah kita ingat sorga. Waktu kita susah, waktu kita menderita, baru kita ingat Tuhan. Tapi kadang-kadang kalau kita lagi senang semuanya ada, uang cukup, semuanya sehat, semuanya ada, kita lupa sama Tuhan.

Lalu dia berkata,

15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Perhatikan 3 kata: Berlari, merangkul, mencium. Bapanya tidak berubah, tetap cinta. Betapapun anak ini sudah salah, cinta bapa itu tidak pernah berubah. Cinta mana yang bisa dibandingkan dengan cinta Bapa? Cinta suami, cinta istri? 

15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.

15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.

Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik. Kalau Tuhan menolong kita, Dia menolong dengan cepat dan lekas. Tidak seperti manusia. Ada bisa tolong juga, dia bilang nanti lah. Kalau Tuhan menolong kalau Dia mengampuni ... lekas. Ketika kita minta ampun, secepat itu Dia mengampuni kita. Ketika kita datang kepada Dia, seketika itu Dia berlari kepada kita. Lekas bawa jubah yang terbaik. Tuhan selalu memberi yang terbaik. Bukan yang baik bukan yang biasa tapi yang terbaik. Dia selalu cepat menolong memberi yang terbaik. Kenapa seringkali kita kurang baik kepada Tuhan?  

Setelah itu dia katakan: Pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.

15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Lukas 15 ayat 1 sampai ayat 7 itu adalah domba yang hilang. Ayat 8 sampai ayat 10, itu dinar yang hilang. Ayat 11 sampai ayat 24, anak yang hilang. Domba, dinar dan anak yang hilang. Waktu domba yang hilang, gembala keluar rumah mencari. Waktu dinar hilang, wanita mencari di dalam rumah. Waktu anak terhilang, bapa tidak mencari tapi menunggu. Dia menunggu.

Kita tidak bisa memaksa orang ke gereja. Orang yang ninggalin gereja tidak mau ke gereja lagi saya sebagai bapa rohani menunggu. Dia menantikan saudara, Dia tunggu saudara.

Belum pernah ada pesta dalam rumah itu tapi sekarang diadakan pesta karena anakku yang mati telah hidup, yang hilang telah kembali. Mereka mulai bersukacita. Jadi sukacitanya Tuhan, sukacitanya Bapa, itu kalau yang mati hidup, yang hilang kembali. Itu sukacita. Saya yakin bukan hanya bapanya yang bersukacita tapi anak yang hilang yang kembali juga bersukacita. Ada amin saudara?

Nah, kalau saudara kembali kepada Tuhan bukan hanya Tuhan yang bersukacita. Saudara sendiri akan mengalami sukacita, akan dikembalikan kepada saudara itu sukacita. Saya tergerak ingin membaca buat saudara apa kata-kata dari Daud waktu dia berdosa kepada Tuhan. Mazmur   

51:12 Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
51:13 Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
51:14 Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!

Pada waktu dia berdosa, satu hal yang dia hilang, yaitu sukacita. Tidak ada sukacita, tidak ada hal-hal yang menyenangkan hati dia. Itu sebabnya dia bilang, nomor satu Tuhan, kembalikan restorasi sukacita yang dulu pernah ada, kembalikan kepada saya. Kalau saudara baca dari ayat 1, itu adalah pengakuan dosa, kasihani aku ya Allah menurut kasih setiamu.  

51:4 Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
51:5 Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

Dia minta ampun atas dosanya, selingkuh dengan istri orang, dia minta ampun. Waktu dia minta ampun, dia berkata: Tuhan, kembalikanlah kesukaan, sukacita selamat yang datang dari pada-Mu. Saya tidak panjangkan firman Tuhan.   

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________