Khotbah RABU NOVEMBER - desemBER 2009

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 04 November 2009

MORAL

I Tesalonika   

4:1 Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.
4:2 Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus.
4:3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,
4:4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,
4:5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah,
4:6 dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu.
4:7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.
4:8 Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu.

Dalam perikop ini, rasul Paulus memberi satu nasehat yang sangat gamblang, terus terang dan jujur, yaitu untuk kita setelah di dalam Tuhan kita diselamatkan, belajar hidup dalam kekudusan. Baik dalam perkataan maupun dalam pikiran, baik dalam angan-angan hati maupun rencana, semua harus dikurung oleh satu seperti sarang, yaitu kekudusan.

 

4:1 Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. 

 

Anak bayi belum tahu artinya kekudusan. Tetapi nanti setelah dia dewasa, dia tahu yang mana yang baik yang mana yang tidak baik, yang mana yang boleh yang mana yang tidak boleh. Yang mana yang hak yang mana yang kewajiban. Karena dia sudah tumbuh dewasa. Dari mana kedewasaan itu? Dari makanan yang dia terima dari kecil. Mula-mula susu lalu mulai bubur, terus makanan agak keras tambah seledri sedikit, terus tambah menjadi nasi tim, akhirnya sudah besar kasih nasi. Nasi masih pakai telor masih pakai susu sedikit tetapi akhirnya dia dikasih makanan keras dikasih daging, dia berani makan cabe karena sudah dewasa. Nah, seperti itulah keadaan kita dengan Tuhan.

 

Pada waktu Paulus menulis surat ini dia menganggap jemaat Tesalonika sudah dewasa, menuju kepada kedewasaan. Ini saatnya orang Tesalonika musti tahu apa yang boleh, apa yang tidak boleh, apa yang hak apa yang menjadi kewajiban. 

 

Salinan lain, finally ... should abound more and more.

 

Abound itu berkelimpahan. Terus-terusan. Ini maunya Tuhan, Saudara diberi kelimpahan terus-terusan. Tapi kalau saya bilang kelimpahan, itu bukan cuma berkat, bukan cuma uang tapi karakter juga. Kita bertambah baik. Dulu iri hati dulu sirik, sekarang tidak. Dulu dendam dulu marah tidak memaafkan, sekarang mengasihi. Karena bertambah. Dulu mengasihi, sekarang lebih lagi. Bisa mengampuni musuh. Persoalan besar dianggap sepele. Karena sudah dewasa, sudah kuat di dalam Tuhan.

 

Dulu kita ikut Tuhan untuk uang: Oh Tuhan, berkati toko saya, berkati rumah tangga. Sekarang tidak. Saudara ikut Tuhan karena Tuhannya. Soal uang, soal berkat sehari-hari saudara sudah percaya, pasti Tuhan akan izinkan, pasti Tuhan akan berikan. Tapi yang penting buat saudara sekarang adalah Tuhannya. Ini yang dimaksud bertambah-tambah itu.      

 

4:1 Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah.

 

Tapi kadang-kadang kita kalau mau nyenangin manusia, kita bisa mengecewakan Tuhan. Jadi buat saya lebih baik mengecewakan manusia tapi kita menyenangkan Tuhan. Kita nggak usah dipuji sama manusia tapi dipuji oleh Tuhan. Galatia

 

1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

 

Jadi betapa pentingnya kita berkenan kepada Tuhan, menyenangkan hati Tuhan. Kembali lagi kepada I Tesalonika 

 

4:1 ... Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah.

 

Bahasa Inggris, menyenangkan Allah, menyenangkan hati Tuhan. Coba bagaimana usaha saudara menyenangkan hati Tuhan? Saya dulu kan pernah khotbah begini, mungkin jemaat sudah lupa. Saya ingin punya jemaat ini adalah jemaat yang menginjil dan jemaat yang bersaksi. Jemaat yang membawa jiwa. Jemaat yang mengajak teman untuk datang kepada Yesus.

 

Yang kedua, saya ingin mempunyai jemaat yang memberi. Tahu memberi waktu untuk Tuhan, tahu memberi persembahan kepada Tuhan, tahu memberi menolong orang-orang yang berkekurangan, orang-orang yang lemah, orang-orang yang susah. Saya ingin mempunyai jemaat yang beriman, tidak bergantung sama orang, tidak sebentar-sebentar minta sama orang tapi beriman kepada Tuhan. Dan saya ingin mempunyai jemaat yang bersaksi yang menginjil. Selama ini kan kita masih di tempat saja.

 

Mungkin tahun 2010 kita mau berkembang, kita mau mengunjungi jemaat-jemaat di desa-desa di tempat-tempat yang kecil. Mungkin kita ke Pangalengan di mana saudara-saudara kita yang kena gempa. Kita beri apa yang kita bisa beri. Memberikan nasehat, memberikan kekuatan. Sebulan sekali nggak apa-apa. Kaum ibu boleh, kaum bapa boleh. Sebab kita harus bertambah. Kita tidak boleh kurang dari tahun 2009. Tahun 2010 harus lebih aktif dari 2009. Tahun 2009 menjadi jemaat melongo saja. Tahun 2010 ingin menjadi pemrakarsa, ingin menjadi pelaku. Nggak suka nyanyi tapi ikut nyanyi.  

 

Dalam setiap kebaktian itu kalau buat saya, saya gembala, saya rindu kebaktian itu harus selalu ada kesaksian. Mungkin saudara bilang, ya yang bersaksi dia lagi dia lagi. Lebih baik ada yag bersaksi dari pada orang yang ngomongin itu tidak pernah bersaksi. Lebih baik dia lagi dia lagi bersaksi tapi ada kesaksian dari pada orang yang ngeritik tapi yang ngeritik itu tidak pernah bersaksi. Saya yakin ribuan pertolongan Tuhan yang saudara alami tapi apa saudara saksikan?  

 

Dalam setiap kebaktian harus ada nyanyian pujian dari jemaat. Karena bakat kan dari Tuhan, kita kembalikan sama Tuhan.

 

4:1 ... Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.

 

Dulu kalau mau nyanyi asal tapi sekarang nggak. Kita latihan dulu yu supaya besok minggu itu kita mantap nyanyinya. Nyanyi yang bagus. Berdoa dahulu.  Tapi itu loh kerinduan saudara untuk memberi kepada Tuhan lagu nyanyian. Coba nanti saudara rasakan, Tuhan kasih kenikmatan, Tuhan kasih kemudahan yang luar biasa besar.  

 

4:2 Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus.

 

Ini adalah yang wajib. Bahasa Indonesia pakai petunjuk tapi dalam bahasa Inggris pakai kata perintah-perintah.

 

Kalau petunjuk-petunjuk itu anak kita dikasih nasehat langsung waktu umur 8 tahun dia dikasih nasehat langsung, nasehat yang untuk orang dewasa terus dikasih sama dia, dia nggak kuat, masih umur 8 tahun. Tapi kan sesuai dengan umur, ini jangan, itu jangan, ya. Ini lakukan, itu lakukan. Nanti dia tambah besar lagi, ada lagi. Tambah besar dia petunjuknya tambah berat.

 

Demikian juga kita. Lagi sekolah minggu tidak ada petunjuk Sorga sorga mulia .. Anak manis masuk ke sorga .. Tapi kalau sudah kaum muda apa dinyanyikan lagi itu lagu? Tidak. Sesuai dengan umur. Kalau sudah menikah bukan itu lagi yang diajarkannya. Demikian juga dengan jemaat Tesalonika. 

 

4:3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,

 

Ini nasehat pertama bagi orang yang sudah dewasa di dalam Tuhan. Ini adalah kehendak Allah. Bukan kehendak orang tua, bukan kehendak sekolah, bukan kehendak gereja tapi ini adalah kehendak Allah.

 

Saudara itu sudah dikuduskan, sudah disucikan sama Tuhan. Bukan pekerjaan saudara tapi saudara dikuduskan. Pengudusanmu hargai. Ternyata berhubungan dengan perkawinan, dengan pernikahan. Itu dia katakan, supaya kamu abstain ... menjauhi amoral seks.  

 

Kalau bilang moral, ada beberapa moral. Satu, mulai kejujuran integritas, itu moral kita. Setelah kita jadi anak Tuhan, kita musti bicara jujur. Bicara moral yang benar. Integritas. Tuhan pakai orang jujur. Ya di atas yang ya, tidak di atas yang tidak, kata Yesus. Lain dari itu dosa. Kita pakai moral kejujuran. Kalau kita sudah mulai belajar moral kejujuran, nanti musim hujan tidak akan ada payung yang hilang.

 

Jadi kita mau jujur. Dalam hal keuangan jujur. Dalam hal apa saja jujur. Saudara jujur itu diberkati Tuhan.

 

Di Amerika ada satu tukang kuda, dia biasa jualan kuda. Satu kali ada orang kaya anaknya minta dibeliin kuda. Datang ke situ, kebetulan ini orang kristen yang jual kuda ini. Kuda berapa nih? 250 dolar. Kuda poni. Saya belinya 200 dolar pak tapi saya ingin untung 50 dolar. Jadi, bayar 250 dolar. Sudah seminggu, ini yang jual kuda ini dia buka buku, ternyata dia beli kuda bukan 200 dolar, 150 dolar. Kan udah jadi udah beli, dia nggak usah datang, sudah benar dong, sudah nggak salah biarpun dia salah ngomongnya tapi sudah untung 100 dolar. Tapi dia datangin itu orang: Pak, saya minta maaf. Satu minggu yang lalu bapak beli kuda dari saya 250 dolar kemahalan pak. Kelebihan 50 dolar. Saya belinya 150 dolar di pembukuannya. Saya cuma mau untung 50 dolar, kemahalan, saya kembalikan. Saya sudah rela kok beli 250 dolar. Nggak, kemahalan bapak beli. Saya mau kembalikan sama bapak. Akhirnya diterima. Terima kasih, ya.

 

Orang bilang, itu tolol. Orang bilang bodoh. Duit di tangan kok masih dikembalikan. Tapi apa yang terjadi? Ini orang yang beli kuda ngomong ke mana-mana: Lu mau beli kuda, beli sono, jujur. Dalam sebulan dia bisa jual kuda 30-40 ekor. Dan belum pernah terjadi. Karena orang terkenal ini jujur. Dari satu orang itu ngomong, itu orang jujur, masa sudah seminggu beli dikembalikan duit 50 dolar. Jujur.  

 

Yang kedua, belas kasihan. Orang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho digebuk. Jatuh. Datang ini Lewi. Lihat itu begitu luka-luka bukan ditolong, dilewati, jangan-jangan dia juga digarong. Datang imam. Lihat itu, dilewatin lagi. Orang yang seperti itu kalau istilah sekarang, tidak bermoral. Pak Rorong aja jatuh di selokan, tukang becak masih mau tolong. Tapi ini imam ini Lewi, nggak ada belas kasihan. Datang orang Samaria yang secara dasar bermusuhan dengan orang Yahudi. Jadi dia turun dari keledai, dia tolong orang ini, dia bebat dia angkat ditaruh di keledainya, bawa ke penginapan jamin pakai uang. Moral belas kasihan.

 

Satu lagi moral pengudusan. Ini adalah kehendak Allah, hendaklah kamu menjauhi sexual immorality. Di situ dipakai percabulan. Kita kan bingung percabulan apa. Amoral yang berhubungan dengan seksual.

 

Kemarin saya khotbah di Jakarta, ibu-ibu mau apa pakai celana ketat, maksudnya apa ibu-ibu pakai celana ketat itu supaya apa? Nggak ada yang bisa jawab. Cuma ketawa-ketawa saja mereka. Hendaklah moral berpakaian juga. Itu nggak usah diajarin. Roh Kudus nanti memberikan rasa lega kalau kalau kita berpakaian itu sopan. I Timotius 


2:8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

 

Dalam salinan lain, kata tanpa perselisihan dipakai kata tanpa ragu.

 

Apa laki-laki tugasnya? Tangan harus ditadahkan. Tapi tangan ini musti benar, tangan ini musti suci, bukan tangan yang mencuri, bukan tangan yang pemarah baru berkelahi. Tangan yang suci. Di segala tempat. Di mana-mana, katanya. Tanpa marah dan tanpa ragu. Sebab banyak bapak-bapak sembahyang menadahkan tangan tapi hatinya ragu: Benar nggak ini Tuhan tolong? Ini menadahkan tangan nggak ada artinya kalau hati kita ragu. Menadahkan tangan nggak ada artinya kalau hati kita marah. Menadahkan tangan nggak ada artinya kalau tangan ini berlumuran dengan perbuatan yang tidak baik. Baru wanita, ayat 9,

 

2:9 Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,

 

Gemuk itu cantik kalau tahu cara berpakaian yang tepat. Kurus juga bisa cantik kalau berpakaiannya tepat. Nah, sekarang kalau sudah kurus, dia pakai baju ketat ... jadi mumi. Saudara semua laki-laki dan perempuan harus tahu, batas itu namanya kepantasan. Saya tadi hampir ke gereja tanpa kaos kaki karena kaos kaki tidak ada di sepatu, saya pakai saja sepatu. Sebetulnya saya kalau nggak pakai kaos kaki nggak dosa kan. Tapi nggak pantas. 

 

2:9 Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, 

 

Nah ini kita nggak mau sederhana saja. Kita maunya istimewa.

 

Ada peribahasa bilang begini, kesederhanaan adalah kemewahan yang tertinggi. Orang lebih sederhana lebih dihargai. Sederhana teh bukan pakai pakaian jelek. Sederhana teh nggak menyolok. Masa bawa ransel ke gereja, itu nggak sederhana. Duduk dengan sopan. Di sini ada rambut berkepang-kepang, ini di dalam bahasa Inggris seperti Mbah Surip, gimbal-gimbal. Kan repot. Cucinya repot pakainya repot. Zaman dulu begitu wanita. Bukan itu, bukan luar.  

 

2:9 ... jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,

 

Emas kalau Tuhan berkati, pakai. Sederhana, nggak apa-apa tapi jangan berlebihan maksudnya. Sebab kerohanian tidak bisa diukur dari banyaknya emas, mahalnya pakaian. Apa dandanan yang diminta Tuhan?  

 

2:10 tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah.

 

Kaya dengan perbuatan baik.


2:11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.

 

Bahasa Inggris, biarlah seorang wanita belajar di dalam keteduhan dengan semua kepatuhan. Dua kata, teduh dan patuh. Bukan berdiam diri. Belajar di dalam keteduhan tenang dan kepatuhan. Pertama kepada Tuhan, kedua kepada suami. Teduh dan patuh.


2:12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.

 

Bahasa Inggris, Dan aku tidak mengizinkan seorang wanita mengajar atau meninggikan diri - otoritas - di atas seorang laki-laki. Tetapi supaya dia ada di dalam keteduhan.

 

Lain kan dalam bahasa Indonesia. Kalau bahasa Indonesia kayanya dilarang perempuan nggak boleh ngajar. Tapi  jangan otoritas itu melebihi si suami. Tapi belajarlah di dalam keteduhan.  


2:13 Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
2:14 Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.
2:15 Tetapi perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal ia bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan segala kesederhanaan.

 

Siapa di sini yang pengantin baru sudah sedang menunggu bayi, ada? Sudah berapa bulan? Ini pakai ayat ini, I Timotius 2:15. Nggak akan rasa menderita waktu melahirkan. Nggak sakit. Diselamatkan. Asal bertekun dalam iman, setia datang kebaktian. Dan kasih, tidak ada yang dia benci, semuanya dia sayang. Dan pengudusan yang tadi dalam Tesalonika, pengudusan ini. I Tesalonika, ini dikhususkan untuk laki-laki sebetulnya ya,

 

4:3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,
 

Sexual immorality. Sebab ayat ke-4 bilang,

 

4:4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,

 

Bahasa Inggris bukan istrimu sendiri tetapi his own vessel. Vessel itu kaya pot. Pot bunga, vas kembang. Jadi seorang laki-laki haruslah mengambil vas kembangnya sendiri. Jadi istri itu kaya vas kembang. Kalau vas kembang diisinya apa, saudara? Kembang. Kalau kita laki-laki mengambil vas kembang, isinya juga isi kembang. Namanya juga vas bunga. Untuk bunga. Untuk sesuatu yang kita hormati, honour. Pengudusan dan penghormatan. Jadi pegangnya begini saudara: Ini vas kembang saya. Jadi bunganya harumnya dekat hidung. Harumnya untuk suami. Masa saudara kawin dengan satu wanita, itu wanitanya wangi buat orang lain buat saudara bau? Sebab dekat, vas kembang itu dipeluk.


4:5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah,

 

Kalau dasarnya nafsu, cepat bosan. Masih pacaran saja sudah bosan, cari yang lain. Sebab nafsu. Tapi kalau dasarnya kasih, jangan sampai jatuh ini vas kembang, pecah nanti. Pegang erat-erat. Balon aja dipegang erat-erat apalagi ini vas kembang. Dan isinya bunga tadi. Nggak ada loh orang yang memuja pria itu kaya bunga. 

 

4:5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah,

 

Zaman dulu orang yang tidak mengenal Allah itu memperlakukan wanita seperti makan sate. Buang. Itu orang yang tidak kenal Tuhan. Tapi setelah kita kenal Tuhan, sudah dikuduskan oleh Tuhan, sudah dewasa di dalam Tuhan maka kita menikah itu bukan karena hawa nafsu tapi karena kasih sayang ketika usia tua lanjut, keinginan seksual sudah tidak ada, tapi kasih sayang terus ada. Kalau dasarnya hawa nafsu, maka ketika kegairahan tidak ada, dia akan cari di luar. Maka itu haruslah seperti pot bunga ibu-ibu, wanita-wanita.


4:6 dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu.

 

Kalau kita sudah dewasa di dalam Tuhan penuh dengan kasih sayang, pengudusan yang kedua itu bukan dalam hal moral tapi dalam perbuatan baik. Kepada sesama kita, kita berbuat baik. Saya suka ngomong: Jangan lihat jeleknya teman kita, jangan lihat kekurangannya. Lihat kelebihannyalah. Jangan menipu, jangan diperdayakan. Jadi tugas kita berbuat baik dan tidak menipu. 

 

Tuhan itu bukan hanya Pemberi berkat tapi dia Pembalas, saudara. Kalau saudara berbuat baik, Dia balas. Tidak ada yang bisa ngehutangi Tuhan. Saudara berbuat baik pakai sendok kecil, Dia berbuat baik pakai sendok besar. Itu Tuhan. Saudara menolong orang lain, Dia balas. Saudara rajin kebaktian, Dia balas. Saudara setia, Dia balas. Apa yang saudara berbuat baik sama sesama, Tuhan balas. 

 

4:7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.

 

Kemarin ada suami istri datang ke rumah: Om, saya minta diberkati lagi. Karena waktu saya kawin, kami kawin dulu, tidak diberkati. Anak-anak kami sudah jadi tapi rasanya pernikahan saya ini belum berkenan di hadapan Tuhan. Minta diberkati. Silahkan. Anak sudah kerja di mana-mana. Suami istri ini merasa pernikahannya ingin diberkati lagi sama Tuhan. Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar melainkan apa yang kudus.

 

Jadi saudara jadi kristen ini maksudnya apa? Bukan untuk melakukan yang cemar, bukan untuk melakukan perbuatan yang tidak baik, bukan untuk menjelekkan orang, bukan untuk ngomongin orang tetapi untuk melakukan yang kudus, untuk berbuat yang baik, untuk menolong sesama untuk melayani sesama. Dari kata-kata kita harus selalu baik. Pikiran kita baik. Rencana kita baik, semua baik, itu panggilan Tuhan bagi kita. 

 

4:8 Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu.  
 

Mari kita berdiri.

 

                                                                                                       -- o --             

Rabu, 09 Desember 2009

WASPADA

I Tesalonika   

5:1 Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,
5:2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.
5:3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman - maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin - mereka pasti tidak akan luput.
5:4 Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri,
5:5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.
5:6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
5:7 Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam.
5:8 Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.
5:9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,
5:10 yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.
5:11 Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.

Kesebelas ayat ini disimpulkan dalam satu kata, yaitu kita diminta untuk berjaga. Berjaga atau lebih tepat waspada.

5:1 Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,

Baru saja Paulus berbicara tentang kedatangan Tuhan. Dua minggu yang lalu kita sudah bicara ini. Kedatangan Tuhan. Kalau orang yang meninggal tidak usah susah, seperti tidak punya pengharapan, tapi kita akan dikumpulkan Tuhan beserta-Nya. Lalu di dalam pasal 5 tentang zaman. Kita belajar satu hal di sini. Satu, ada yang perlu ditulis. Dua, ada yang perlu dan tidak perlu ditulis.    

Kebaikan orang perlu kita tulis di hati kita. Tapi kesalahan orang tulisnya di air. Saudara tulis kesalahan itu di air, akan hilang. 

Tulislah hal-hal yang baik di hati kita, kenangan-kenangan yang baik, perkara-perkara yang baik tapi tidak perlu ditulis kesalahan orang, kejelekan orang, kekeliruan orang, perlakuan orang kepada kita. Kalau mau tulis, tulis di air. Hanyutkan. 

Nah, apa yang tidak perlu ditulis kata rasul Paulus tentang masa zaman dan waktunya karena semua orang Tesalonika sudah pada tahu, 

5:2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.

Saya itu iri kepada jemaat Tesalonika bagaimana Paulus itu mendidik jemaat Tesalonika sampai dia tahu benar-benar. Bukan cuma dengar, tahu benar-benar bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada waktu malam. Hari Tuhan itu mengagetkannya seperti tidak tahunya kita dia datang seperti pencuri. Bukan Tuhan itu pencuri. Kedatangannya hari Tuhan itu datang seperti pencuri.

Apa yang seperti pencuri? Diam-diamnya itu.

Nah, kedatangan Tuhan ada dua. Yang pertama, kedatangan Tuhan untuk seluruh dunia, itu yang dikatakan oleh Alkitab Dia akan datang kembali kali yang kedua. Yang kedua, kedatangan Tuhan secara pribadi. Yang kita sangka sudah tidak lama lagi meninggal malah panjang umur. Yang segar bugar, yang sehat tiba-tiba meninggal. Seperti itulah kedatangan Tuhan itu yang datang secara pribadi.

Nah, saya dan saudara sebetulnya kita harus bersiap sedia, kedua-duanya ini kita musti siap sedia. Tapi yang utama ini yang pribadi dulu, musti siap. Kita secara pribadi kalau besok mati ini kita sudah siap belum menghadap Tuhan?

Maka ini saya iri sama jemaat Tesalonika mereka tahu benar-benar, oh kedatangan Tuhan datang seperti pencuri. Lukas

2:25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
2:26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
2:27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
2:28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
2:29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi - Maksudnya pergi ini meninggal - dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
2:30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
2:31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
2:32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."

Ini orang siap. Kembali kepada Tesalonika. Begitu dia pegang Yesus, dia menengadah: Tuhan, sekarang saya sudah siap untuk pergi. Sebab Tuhan sudah ngomong sama dia, kamu tidak akan mati sebelum kamu melihat bayi Yesus. Jadi ketika dia lihat Yesus sebab Roh Kudus ada di atasnya, dia mengenal inilah jalan keselamatan, dia pegang dia gendong: Bapa, saya siap.

Saudara musti berani ngomong begitu. Kapan saja Tuhan panggil saya, saya siap. Yang bikin saya menyedihkan banyak jemaat nggak mau siap, mustinya udah mau siap. Bebenah diri untuk menemui hal ini, I Tesalonika

5:3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman - maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin - mereka pasti tidak akan luput.

Ini orang yang nggak siap. Berarti semua ngomongnya damai, semua sejahtera. Sekarang lagi zaman pembangunan, membangun mal-mal, membangun ini. Kayanya teh nggak ada apa-apa, ya. Padahal Tuhan itu sudah kasih tanda. Banjir, gempa, tsunami, itu tanda dari Tuhan. Dunia ini sudah tua supaya kita eling supaya kita bersiap-siap. Sementara kita hidup, sementara kita berniaga, sementara kita melakukan hidup sehari-hari, secara rohani kita jaga diri kita siap.   

Itu kata tiba-tiba. Jadi sekarang kita tenang, besok? Tiba-tiba.

Makanya disebut oleh orang Jawa, dunia itu mayapada. Orang Budha juga ngomong, orang Hindu juga. Maya itu bukan sesungguhnya. Tapi anehnya kita berjuang hidup untuk yang tidak sesungguhnya, untuk yang maya, untuk yang relatif singkat ini. Tapi untuk yang kekal, kita nggak siap. Kita musti siap.

Saudara siap meninggal? Kalau belum waktunya meninggal biar kita minta-minta mati: Tuhan, angkat roh saya. Kaya Elia. Lebih baik saya mati. Kalau belum waktunya, tetap saja. Saya tidak tahu seperti wanita sakit bersalin itu seperti apa. Mendadak mau melahirkan sakit bersalin. Itu ditulis di sini seperti itu, katanya yang tidak siap itu. Dan dikatakan pasti binasa.

Kan saya tidak rela dong kalau jemaat saya kebaktian tiap minggu, tiap rabu kamis, sabtu beston ... ongkoh kebaktian tapi pasti tidak selamat, saya nggak rela. Saudara musti selamat. Dan untuk selamat itu harus siap sedia. Yang belum dibaptis, baptis. Nanti, nanti. Nunggu apa? Baptis, serahkan diri sama Tuhan. Untung ada, rugi tidak ada. Serahkan diri sama Tuhan, itu jaminan yang paling hebat. Maka rayakan natal ini dengan penyerahan hidup kita sama Tuhan, saya mau siap Tuhan. Yang sudah dibaptis, cari Roh Kudus. Yang sudah dapat Roh Kudus belajar mendalam dalam firman Allah. Terus berkesinambungan.

Badan ini badan sementara mah sakit sedikit, susah duduk, susah berdiri, namanya juga tubuh jasmani yang bakal tua yang rusak. 

5:4 Tetapi kamu, saudara-saudara - Ini yang siap - , kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri,

Nah, bagi kita yang siap, bagi kita yang tidak hidup dalam kegelapan, kita hidup di dalam terang, kita hidup di dalam kebenaran dari Tuhan, kita memakaikan kebenaran dari Tuhan menjadi pakaian pribadi kita, Tuhan kasih tahu kan Simeon tadi: Kamu tidak akan mati sebelum kamu lihat Yesus! Saya punya keyakinan satu, saudara: Orang yang siap di dalam Tuhan, Tuhan kasih tahu kapan dia akan mati, Tuhan kasih kode. II Timotius 4, Paulus sendiri berkata,   

4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.

Tuh, dikasih tahu sama Tuhan: Kamu tidak akan lama lagi akan Aku panggil. Wah, paling senang dah kalau Tuhan sampai kasih tahu kamu tidak akan lama lagi akan meninggal. Aduh, senang dah.

Sampai sekarang saya bingung itu Goh Sue Gwe, saudara. Bingung saya sampai sekarang. Saya mau duduk sila, sebentar lagi saya mau meninggal. Dia duduk sila. Sebentar lagi saya mau meninggal. Dia siap-siap. Duduk sila. Meninggal. Pasti diberi tahu.

Bapaknya Albert Sumlang waktu mau meninggal: Panggil pendeta-pendeta semua. Dia sakit di tempat tidur. Sudah datang seluruhnya. Bapak nyanyi semua ya  lagu ini. Lagu kematian. Dikiranya sudah lagi hun-hun. Jadi nyanyilah pendeta-pendeta. Sementara nyanyi dia pulang ... meninggal. Pulang.

Pendeta Wakkary dari Medan. Saya masih ingat tidurnya di rumah ko Asam sama Ci Uyan tinggal di Cikidang waktu itu. Ngobrol, pakai piyama dia. Habis di sini mau ke mana, om? Ah, saya mau keliling Jawa Barat, nanti habis itu saya terus mau pulang. Saya kira pulang ke Medan. Lagi duduk, meninggal. Dikasih tahu. 

4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Ini yang kita perlu lakukan: Memelihara iman. Jangan robah lagi, jangan mundur lagi. Tetap maju, tetap setia dipelihara dijaga iman itu, disirami oleh Roh Kudus. Kasih makan oleh firman Allah setiap kebaktian dijaga, sampai kita mencapai garis akhir.

4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Saudara rindu nggak kedatangan Tuhan? Sekarang lagu-lagu sekarang nggak ada lagu rindu, ya. Kalau zaman papa saya, masih banyak lagu rindu Ku rindu Yesus lebih dari s'mua .. Sebelum kusaksikan pada yang lain .. Sepanjang hidupku .. Kurindu pada-Nya .. Kurindu Yesus lebih dari s'mua ..

Soal penyerahan, anak Tuhan zaman dulu lebih baik dari pada yang sekarang. Yang mereka rindukan cuma Yesus, bukan rumah bukan gedung bukan duit bukan mobil bukan toko bukan kekayaan, bukan intan permata ... bukan, Yesus yang aku rindukan. Kembali lagi kepada Tesalonika

5:5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.

Jadi Tuhan pisahkan yang siap dan yang tidak siap itu dengan terang dan gelap. Karena kita yang siap adalah anak-anak terang, anak-anak siang. Terang kita perlukan waktu malam. Kita bukan anak-anak malam atau anak-anak kegelapan. Malam itu lawannya dari siang, kegelapan lawannya dari terang. Yohanes

8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

Bagaimana saya tahu bahwa saya ini ada di dalam Yesus? Ketika jalan saudara terang, tidak jalan dalam gelap. Yesus berkata: Akulah terang dunia barang siapa ikut Aku, dia tidak akan berjalan dalam kegelapan. Maksudnya ayat ini, dia tidak akan ngalami yang susah-susah, tidak ngalami kegelapan. Melainkan dia akan mempunyai terang hidup. Jadi selama hidup dia terang terus. Karena dia ikut Yesus. Yesus yang sama berkata dalam Matius 

5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
 

Ayat 15 untuk orang di dalam rumah, ayat 16 disebut juga orang tetapi di luar rumah. Ayat 15 bicara tentang pelita tapi ayat 16 dia bicara tentang saudara. Jadi orang dunia ini dalam kegelapan, dia melihat sama saudara karena saudara jadi terang. Ketika mereka susah, mereka gelap, saudara menjadi harapan mereka. Sebab saudara mempunyai terang.

Kalau kita sebagai orang kristen tidak beda dengan orang dunia, tadi kan Tesalonika bilang, kamu adalah anak-anak terang, anak-anak siang. Kamu bukan anak-anak malam dan bukan anak-anak kegelapan. Raja Salomo berkata di dalam Amsal 4, dan dia bedakan antara gelap dengan terang begitu jelas  

4:18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.
4:19 Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung.

Kenapa saya tersandung? Kenapa saya begini? Dia tidak ngerti. Karena gelap. Tapi kalau kita mau hidup benar di hadapan Tuhan, kita jalan sebagai anak terang, itu terangnya kita itu mulai dari pagi sampai siang jam 12. Mulai rembang pagi masih dingin-dingin tapi sudah ada terang. Tambah lama terang. Jam 10 pagi saja sudah bisa jemur pakaian, sudah bisa keliling, terangnya sudah kuat. Tapi yang dimaksud Tuhan kamu akan terang sampai jam 12 siang rembang tengah hari ... itu rembang yang paling panas. Nggak ada yang tesembunyi.

Dan kalau saudara bayangkan waktu matahari ada di atas, kalau saudara tancapkan satu tiang, lurus, nggak ada bayangan. Pas jam 12, tiang itu nggak ada bayangan. Begitu jam 1, bayangannya mulai. Tambah sore tambah panjang bayangan. Waktu rembang pagi fajar tiang itu panjang bayangannya. Begitu naik, bayangan tambah pendek. Naik tambah tinggi bayangan tambah pendek. Begitu rembang tengah hari bayangan tidak ada. Karena anak terang. Tidak ada bayangan. Tidak ada kegelapan. Dalam Yakobus

1:18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

Jadi anak Tuhan juga ada tingkatannya. Tingkatan pagi, tingkatan jam 6 pagi, jam 7 pagi, jam 8 pagi, jam 9 pagi, jam 10 pagi, jam 11 siang. Begitu jam 12 tengah hari, itu yang diminta. Pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung, buah pertama di antara semua ciptaan-Nya.  

1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Tidak ada bayangan jam 12 tengah hari. Dari pagi ke sorenya Tuhan nggak berubah, kita yang berubah. kita yang mencla-mencle. Dia pasti mau memberkati kita, mau menyembuhkan kita, mau menolong kita, mau memberikan penghiburan, mau memberikan kekuatan, mau memberikan damai sejahtera. Dunia nggak kasih apa-apa sama kita. Hanyalah Yesus sendiri .. Yang jadi penghibur hati .. Harta dunia keindahan. ,. Tidak memberi kepuasan .. Hnayalah Yesus sendiri.

Zaman dulu orang kristen begitu tuh. Zaman tahun 60-70. Saudara mau pakai celana panjang yang mahal atau saudara pake celana yang sederhana, nggak merubah Tuhan punya cinta. Makanya untunglah kalau kita mengenal Tuhan. Saya rasa sudah cukup, kita akan berdoa.  

                                                                                                       -- o --   

 

                                                                                                           __________________________ 

                                                                                                        

                                                                                                           (Kembali ke Halaman Utama)

                                                                                                           __________________________