Khotbah Rabu September - Oktober 2002

      Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 04 September 2002

KALAU KITA MEMPUNYAI YESUS

Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Pada sore hari ini kita akan meneruskan kembali pelajaran kita dari injil Lukas dan kita akan melihat dari masih Lukas

1:39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. 
1:40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. 
1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, 
1:42 lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. 
1:43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? 
1:44 Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. 
1:45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." 

Hal ini sangat indah karena Maria mulai mengunjungi Elisabet. Maria baru saja diberitahu dia akan mulai mengandung Yesus dan Elisabet sudah lebih dulu mengandung 6 bulan dari Yohanes Pembaptis. Jadi pada saat ayat ke 38 ini saudara-saudara, berangkat Maria langsung berjalan kepegunungan. Begitu dapat menerima berita bahwa dia memulai mengandung bayi Yesus, dia ada tenggang waktu, beberapa waktu kemudian, saya tidak tahu apa ini setengah bulan apa satu bulan tetapi nampaknya dia belum mengandung terlalu lama, ya. Berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Nampaknya bagi saya, Maria ini berjalan seorang diri. Dan perhatikan kalau saya gambar untuk saudara: dia berjalan ke pegunungan. Jadi nampak dari Nazaret, saudara-saudara,  satu jalan yang naik kepegunungan. Tentu seorang ibu muda berjalan sendirian menuju ke pegunungan, sebuah kota di Yehuda, disitu ia masuk ke rumah Zakharia, memberi salam kepada Elisabet, satu hal yang tidak mudah, karena dia jalan naik gunung. 

Saya baru pulang dari Blitar, dan di Blitar oleh-oleh selalu dibawa ketempat rumah peninggalan Bung Karno. Saya dibawa di satu ruangan, rumahnya besar sekali, inilah kamar dari Bung Karno. Saya disuruh berdiri didekat ranjang dimana Bung Karno biasa tidur, saya difoto di sana. Kemudian saya berkeliling melihat peninggalan-peninggalan Bung Karno. Saya melihat satu foto waktu Bung Karno di kubur. Yang foto ini orang Belanda, wartawan Belanda, memotret Bung Karno lagi dikubur. Ribuan orang melayat dia dikubur dan foto yang jadi, ada cahaya dari kuburan itu, cahaya keatas. Memang orang-orang sana menganggap Bung Karno ini sakti,  katanya, ya. Saya jalan lagi, jalan lagi, saya melihat tulisan Bung Karno. Tulisan Bung Karno besar-besar sebagai pesan kepada rakyat Indonesia. Dia menulis begini, kurang lebih: Sudah kita mengetahui semua, katanya, bahwa tidak ada sesuatu pahala, tidak ada sesuatu berkat, yang bisa didapatkan jatuh dari langit - tulisan tangan - tetapi harus melalui perjuangan, harus melalui satu penderitaan, harus melalui satu perjuangan, baru kita mendapatkan sukses yang sebenarnya.

Karena nampak di sini Maria menaiki pegungungan, sesuatu yang dia berjuang, dia tidak diam di dalam rumah menunggu kehamilannya tetapi dia berjalan. Nah, ini pelajaran pertama bagi kita: Kalau kita punya Yesus di dalam hati kita, 'kita mengandung Yesus, kita memiliki Yesus' di dalam hati kita, kita ini tabu menjadi non-aktif. Kita harus aktif, bahkan aktif kita ini nanjak, mendaki, berjuang. Tidak ada sesuatu berkat yang benar yang didapati jatuh dari langit, ya. Tidak ada sesuatu berkat yang benar itu yang akan jatuh sebagai satu hadiah Sinterklas. Tidak! Bung Karno bilang: Harus diperjuangkan, ini sesuai dengan Firman Allah bahwa semua kita harus berjuang dari usaha yang tidak kenal lelah, kata Amsal Sulaiman, sampailah orang kepada hal yang besar-besar. 

Jadi berkat yang besar, perkara yang besar, uang yang besar, apapun yang besar itu datang, dihasilkan oleh perjuangan yang berat, oleh 'satu perjuangan yang luar biasa'. Nah, di sana ia masuk kerumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet, dia langsung masuk ke rumah Zakharia. Kenapa dia masuk kesini? Karena dia sudah dikasih tahu sama malaikat Gabriel, bahwa dia punya sepupu Elisabet sedang mengandung pada hari tua. 

Coba, indah nggak? Elisabet mengandung pada waktu hari tua, usianya sudah lanjut dia mengandung. Tidak mungkin lagi mengandung karena mandul tapi mengandung, sudah bulan ke enam. Kamu belum menikah, belum kenal laki-laki, belum dijamah laki-laki, pun kamu bisa mengandung. Tentu saja dua wanita ini ingin berbagi pengalaman. Maka sang Maria ini dia berjalan naik ke pegunungan. Inipun pelajaran bagi kita: Jangan orang tua yang mendekati orang muda. Orang muda yang musti mendatangi orang tua. Orang yang lebih muda biarpun berat mendaki, mendatangi orang yang lebih lanjut usianya. Bertukar pengalaman, bertukar pikiran. Mahkota orang tua itu rambutnya - pengalaman, mahkota orang muda itu kekuatannya. Dia mendaki sampai dirumah Zakharia. Dia langsung masuk karena orang sendiri. Orang dalam. Masuk di dalam rumah dan ketemu dengan, saudara-saudaraku, Elisabet, memberi salam.       

Nah, salam inilah yang dikenal, mungkin kita dalam bahasa Ibrani, shalom. Tapi Alkitab ini ditulis dalam bahasa Arami, kadang-kadang Yesus berbicara di dalam bahasa Aram. Mari saja kita pakai bahasa yang tertulis di sini, bahasa salam. Salam ini datang dari bahasa Arab yang sudah di Indonesiakan, bahasa Ibraninya shalom, bahasa Arabnya salam, yang sudah diIndonesiakan salam, memberi salam, memberi hormat, memberi shalom. 

Nah, saya ingin terangkan, inilah yang dimaksud shalom yang sebenarnya. Ketika dia memberi shalom, memberi salam, Elisabet punya bayi, Yohanes Pembaptis itu, meloncat di dalam kandungannya itu. Dan ini menjadi kesaksian karena dikatakan di dalam ayat 41     
1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, 

Ini shalom yang sesungguhnya, shalom yang menghasilkan kepenuhan Roh Kudus, shalom atau salam yang ada hubungan erat dengan Roh Kudus. Bukan shalom lalu ngerumpi. Bukan shalom, salam punten ngomonging orang,  bukan shalom apa salam lalu cerita yang macam-macam, yang tidak ada hubungannya dengan Tuhan. Tapi shalom, salam ada hubungan dengan kepenuhan Roh Kudus. Dikatakan, Elisabet penuh dengan Roh Kudus. 

Ini luar biasa. Sejak dia penuh dengan Roh Kudus, dia menjerit, dia berseru, dia berkata   

1:42 lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.  
1:43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? 

Kalau Elisabet hamil 6 bulan Maria dikasih tahu oleh Gabriel bahwa Elisabet hamil tapi Maria mengandung Yesus Elisabet tidak tahu apa-apa. Tetapi inilah saya katakan, dia memberi shalom tadi, dia memberi salam, ada hubungan dengan Roh Kudus yang ada di dalam Elisabet sehingga dia mengenal siapa ini yang datang Maria ini :  Ini ibu Tuhanku, aduh, diberkatilah engkau, ibu Tuhanku.

Kalau kita hidup dekat dengan Tuhan, kita akan tahu orang yang baik dan kita akan tahu orang yang tidak baik. Karena Roh Kudus memberi kesaksian. Mari kita buka dulu 1 Yohanes 5:6  
5:6. Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. 

Roh. R besar, Roh Kudus, Dia akan memberi kesaksian di dalam hati kita: Ini ini benar, ini ini tidak benar. Saya sudah lapor sama Tuhan dan saya sudah minta ampun sama Tuhan: Tuhan, saya minta maaf, minta ampun atas kegagalan saya sebagai gembala sidang. Baru-baru ini saya sudah sembahyang. Saya minta ampun sama Tuhan atas kegagalan saya mendidik jemaat sehingga jemaat itu gampang sekali tertipu dengan perkara-perkara yang sangat-sangat kecil tertipu. Saya tanya jemaat yang di Sukabumi hari minggu kemarin, mereka ajak saya makan: Apa ada ini yang antri Pera-Pera? Nggak oom Yoyo, kita nggak ada satupun. Saya pernah masuk tapi saya begitu masuk saja, saya tidak ada sejahtera. Kita mau keluar tidak boleh keluar. Kita mau ngomong tidak boleh ngomong. Tapi saya sudah tahu, oom, Roh Kudus di dalam hati saya, baru terima baptisan, jiwa baru, berkata bersaksi bahwa ini tidak benar, saya keluar. Jadi di Sukabumi tidak laku. Yang paling laku di Cianjur. 

Sudahlah kalau yang antri itu orang islam, orang budha - kita nggak peduli. Tapi ini jemaat saya. Hanya diiming-iming oleh ember plastik, gayung plastik, kobokan plastik, tiap hari 3-4 kali satu hari. Jadi saya bilang: Tuhan mereka nggak salah, jemaat saya nggak salah, saya yang salah Tuhan, saya nggak bisa meyakinkan mereka bahwa di dalam Yesus kita punya segala-galanya. Saya gagal meyakinkan mereka. Dua, tiga hari ini saya bilang, aduh Tuhan, saya minta maaf, saya harus mengajar bagaimana, saya harus bagaimana menerangkan mereka? Bukan jemaat biasa, jemaat yang seharusnya jadi tokoh, ikut-ikutan. Saudara tidak salah, saya anggap ini kegagalan saya. Karena kalau ada shalom yang sebenarnya Roh Kudus memberi kesaksian bahwa ini tidak benar. 

Tidak ada yang kasih tahu kepada Elisabet bahwa Maria in mengandung. Tidak ada. Tapi Roh Kudus memberi kesaksian: Ini ibu dari Tuhanku! Jadi saya memandang lebih jauh lagi saudara. Bagaimana kalau jaman antikris? Karena antikris, saudaraku, memberi uang, memberi emas, memberi tanah, memberi rumah. Asal kita mau tinggalkan Yesus, dia kasih rumah, dia kasih tanah, dia kasih emas, dia kasih pekerjaan, dia kasih kekayaan -  asal kita mau ninggalkan Yesus saja. Kamu kristen susah kerja, ikut saya, tinggalkan Yesus, saya kasih kerjaan, gaji gede.

Saya bilang, aduh bagaimana Tuhan, baru sama barang plastik saja sudah gugur, sudah antri. Coba renungkan begini. 138 ribu TKI antri beras, saudara-saudara, di Malaysia. Tidak dapat beras, jual anak, jual bayi 2 juta. Kenapa itu Pera-Pera nggak dagang di sana? 83 penyakit bisa sembuh? Penyakit jantung saja susah obatnya, ini 83 penyakit. Pakai ikat pinggang saja 83 penyakit sembuh dan kita percaya. Roh Kudus tidak ada bersaksi. Atau mungkin begini Roh Kudus bersaksi tapi telinga kita sudah tidak bisa dengar. Jadi saya kembali, saudara tidak salah, saya yang salah. Saya bilang: Tuhan, saya sudah gagal membina jemaat saya. Saya minta ampun. Saya kira jemaat saya sudah dewasa. Saya kira Tuhan, jemaat saya sudah kokoh, sudah kuat imannya, tapi ya ampun, masih terbawa dengan hal-hal yang sangat taman kanak-kanak sifatnya. Tapi ya sudah. Yang sudah mah sudah, kalau saudara sudah dapat ember pake ember itu untuk cuci pakaian, sudah dapat gayung silahkan pakai. Tapi ini dari saya, saya mah da tidak ada tertarik sedikitpun. Dengarnya aja ... 

Karena beberapa waktu yang lalu itu pegawai-pegawai berkumpul di depan gereja sini, ada 10 orang pakai seragam, saya bilang: Orang mau jual apa di depan gereja saya? Saya nggak tahu apa-apa. Jadi kenapa ya di Sukabumi kurang laku, di sini laku? Kalau soal PT QSAR, di Sukabumi yang banyak ketipu. Jadi hati-hati saudara, kalau sudah pakai iming-iming, coba tanam modal di sini, tanam 10 juta, dalam 1 bulan kita bisa dapat 12 juta, sudah bohong itu. Lebih dari bunga bank, aduh. Udah pinjam  saya 10 juta, nanti dalam 1 bulan kita bagi hasil 2.5 juta - 2.5 juta. Aduh, angin surga, jangan percaya.    

Kembali lagi kepada Roh Kudus yang memberi kesaksian. Di dalam I Korintus 2, di sana rasul Paulus juga berkata tentang kesaksian dari Roh Kudus. 

2:10 Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh - Apa katanya saudara? - menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. 
2:11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. 
2:12 Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. 

Banyak yang Tuhan kasih sama kita, cuma kita tidak tahu. Karena apa? Kita tidak mau mendengar suara Roh Kudus yang di dalam hati kita. Berikut.

2:13 Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.

Kemarin perjamuan kudus di Jakarta, biasa mereka perjamuan kudus dan langsung membawa persepuluhan. Saya daftar orang yang bawa persepuluhan, masing-masing yang ada handphone saya ucapkan terima kasih melalui sms. 90% balas sms saya : Bukan oom yang musti berterima kasih, tapi kami yang musti berterima kasih sama oom. Kami mendapat bimbingan sehingga suami yang dulu jauh sekarang dekat dengan Tuhan. Firman Allah yang diberitakan oleh oom, membuat saya tegar, kuat, menghadapi godaan. Kalau sedang ada di gudang-gudang di Tanjung Priok. Saya terhibur. Berarti saya tidak salah menceritakan hal-hal yang rohani kepada mereka yang menafsirkan secara roh. 

Ada satu ibu : oom, ada satu gereja sekarang puasa Daniel, katanya. Cia cay 3 minggu, menurut oom bagaimana? Saya bilang Daniel nggak cia cay dan Daniel hanya coba makan sayur hanya 10 hari bukan 3 minggu. Dia bilang, yang dipakai ayatnya Daniel 10, oom ayat 1 dan 2. Dalam Daniel 10 ayat 1 dan 2 Daniel berkabung 3 minggu, tidak minum anggur, tidak makan daging berarti daging biasa dia makan. Dia puasa dan tidak mandi 3 minggu. Mau ikut Daniel, saya bilang, nggak mandi 3 minggu, nggak makan 3 minggu? Oh iya, ya, baru saya lihat. Makanya, jangan ikut-ikutan. Kenapa kita nggak ikut Yohanes Pembaptis, dia makan belalang. Aya simeut, tewak, hakan. Hanya makan belalang.

Apa kata Roma 14? Makan daging atau makan sayur nggak bikin kita lebih dekat kepada Tuhan, nggak bikin kita lebih jauh dari Tuhan karena semua makanan mah larinya ke jamban. Yang bikin kita dekat kepada Tuhan mah iman kita kepada Firman Allah. Itu yang bikin dekat kita kepada Tuhan. Hanya kita seringkali ditawarkan  hal yang rohani, kita mah memilih yang plastik. Padahal Tuhan kasih yang rohani, yang luar biasa berkatnya, berkelimpahan. Puji Tuhan.  

Jadi duh Tuhan, saya bilang, saya teh sayang beuneur sama jemaat saya, Tuhan. Saya teh nggak mau jemaat saya itu ditipu makanannya, apa uangnya ditipu. Aduh, mereka cari uang, aduh, ditipu orang seenaknya aja. Ari meuli nanaon mani ka nawar siga orang Arab, nawar-nawar, da ari ieu mah euweuh nawarna. Dibeli langsung. Bersaksi deuih. Ayat 14.   
2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. 
2:15 Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. 
2:16 Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

Sekarang saya ngerti papa saya punya pikiran, dulu saya nggak ngerti. Kalau cap go meh papa saya nggak keluar kamar, dia berdoa dikamar, dia nyanyi. Dulu mah boro-boro aya televisi, radio ge euweuh. Nyanyi ditempat tidur. Dug .. dug .. dug .. liong, barongsay. Mama kan Tionghoa, saudara-saudara, saya kan anak masih kecil hayang lalajo. Hayo, ngajak. Duduk di toko gigi Restu sekarang, dulu toko gigi Kim San. Duduk disitu atau di Ai Lie, di loteng nonton. Wah, nonton liong, reuseup da anak-anak. Papa kamana mah? Papa mah eumbungeun, nggak mau. Bertahun-tahun kita nggak ngerti kenapa papa nggak mau. Sekarang saya mengerti, dia mah menilai hal-hal yang rohani, dia mah tidak tertarik dengan hal-hal yang seperti itu. Sekarang saya mengerti, oh benar juga. Hanya sekarang cap go meh nya dirubah. Orang yang jasmani tidak suka yang rohani. Heg yang diluar, nanaonan eta teh ceunah puasa abus ka gereja unggal rabu nanaonan? Duduk dengar, nanaonan? Nggak ngerti. Sembahyang ceurik poe sabtu bedstone apa-apaan. Nggak tahu, dia nggak ngerti. Sekarang kita yang udah ngerti merasa kasihan kepada mereka. Aduh, kalau mereka tahu bahwa di dalam Yesus itu ada damai.    

Malaikat bilang sama Lut: kalau kamu keluar dari Sodom Gomorah, entong ngalieuk deui. Sodom Gomorah, jangan nengok ke belakang. Aku siapkan kelepasan, Aku siapkan kemenangan, Aku siapkan keselamatan, Aku siapkan nanti berkat asal kamu jangan nengok ke belakang. Lut nurut. Anaknya dua nurut. Tapi istri Lut, dia ingat yang dibelakang, dia nengok, dia jadi tiang garam. Saudara mungkin berkata: Ai (Kalau) tiang garam teh naon ko Yoyo? Kalau sekarang mah meureun euweuh tiang garam teh meureun nya, saudara teh kalau nengok ke belakang teh kalau istri Lut hidup jaman sekarang, begitu nengok ke belakang dia jadi badannya teh jadi tarasi,  asin bau da lain daging deui, geus jadi tarasi, karena begitu menengok ke belakang dia jadi pilar jadi satu tiang tapi tiangnya tiang garam. 

Kita nggak disuruh jadi tiang garam, kita disuruh jadi garam dunia. Garam dunia itu produktif. Sayur kalau nggak ada garamnya nggak enak. Kasih garam, enak, gurih. Produktif. Daging supaya nggak busuk kasih garam gurundul, tidak busuk. Kalau saudara di rumah banyak ular, kelilingin rumah saudara pakai garam, lain jimat ini,  pakai garam, kelilingin rumah saudara, ular tidak akan masuk. Sakit gigi saja kungkurahan ku cai uyah, mati jaram-jaramnya, karena garam itu ada obat. Tapi kalau tiang garam, non-aktif, tidak produktif, dia tidak bisa jadi apa-apa.

Nah, oom Rompas waktu dibawa ke tiang garam di Sodom, ini teh garam Yo? Iya oom, ieu gunung tapi garam,  bukan dari batu. Teu percaya. Diletak. He-euh asin nya. Iya, pan garam. Apa kita kalau ada sayur asem, kita bawa gunung garam ini ke .. sayur asem. Tidak. Apa sayur asem dibanjurkeun? Tidak ada gunanya kalau sudah jadi tiang garam. 

Kembali lagi kepada Lukas. Sekarang saudara mengerti dalam Lukas

1:42 lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. 
1:43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? 
1:44 Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. 

Saudara-saudara, saya akan tuliskan ini salam atau shalom, sampai kepada telinga. Ini saya gambar telinga. Begitu sampai kepada telinga, masuk dipendengaran, ada hubungan dengan sesuatu yang di dalam. Saat itu dia bilang rahim. Anaknya Yohanes Pembaptis itu melompat. Saya ingin bicara sedikit mengenai 'rahim', secara rohani  sebagai hal yang terakhir sebelum kita berdoa. Di dalam I Tesalonika

2:5 Karena kami tidak pernah bermulut manis--hal itu kamu ketahui--dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi--Allah adalah saksi-- 
2:6 juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. 
2:7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. 

Bagaimana dia punya anak kalau belum melahirkan. Ini ada rahim.

2:8 Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi - Sekarang lompat ayat 11
2:11 Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, - 

Sekarang tidak lagi rahim tetapi hati. Saya gambar hati. Jadi saudara-saudaraku, kalau begitu yang dimaksud rahim bagi perempuan secara rohani adalah hati. Begitu shalom salam berita Firman Allah masuk ditelinga kita, saya mau tanya: Apa ada sesuatu yang melompat dihati saudara atau tidak? Jangan dijawab, saudara sendiri yang jawab. Apa ada sesuatu yang melonjak di dalam hati saudara, 'rahim' saudara, apa tidak? Kalau saudara-saudaraku pulang sebentar dari kebaktian dengan suka-cita, ada sesuatu yang dibangkitkan, ada sesuatu yang disadarkan, ada sesuatu yang dihidupkan - saudara sudah kena dengan jalur ini, shalom kepada telinga, adapun iman datang dari pendengaran, pendengaran dari Firman Allah, iman itu, bayi, Yohanes Pembaptis - dia lompat. 

Nah, pada sore hari ini kiranya salam dari Tuhan melalui mulut hamba Tuhan, saudara tidak salah terima dan menilai bahwa Tuhan marah tetapi saudara harus menerima dengan suka cita dan menilai bahwa Tuhan peduli kepada kita. Mari kita berdiri bersama-sama.       

-- o --   

Rabu, 18 September 2002

BERBAHAGIA DIBERIKAN KEPADA ORANG PERCAYA

Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan meneruskan studi kita dari injil Lukas 1:45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." 

Salah satu dari kata berbahagia, saudara-saudara, adalah diberikan kepada orang yang percaya. Nampaknya percaya ini dikategorikan pada kategori yang paling bawah seringkali. Mari kita buka I Korintus                    

13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Yang paling besar diantaranya ialah kasih. Jadi nampak di dalam susunan kehidupan kristiani, iman ini ditaruh dipaling bawah, baru harap, baru kasih. Saudara lihat, ya. Karena ditaruh dipaling bawah, bukan berarti iman ini paling tidak penting - justru segala sesuatu yang ditaruh dibawah, itu justru yang paling penting. Contohnya bangunan ini. Bangunan ini bisa dibangun sampai lima tingkat karena fondasinya, karena alasannya sangat kokoh, sangat kuat. Fondasi. 

Nah, tentu kita baru memperingati satu tahunnya jatuhnya WTC, yang diserang oleh teroris. Gedung dua itu jatuh saudara, tapi fondasi tidak pernah berubah. Bahkan dalam 7 tahun kedepan, mereka akan bangun gedung yang sama, difondasi yang sama. Jadi orang bisa hancurkan bangunan tapi tidak bisa hancurkan dasar. Bolehlah saya katakan bahwa percaya ini adalah dasar, ya. Kalau saudara kembali kepada Lukas 1:45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya. Maka mari kita mau belajar sedikit saja dari hal tentang percaya ini, saudara-saudara, bahwa di dalam alkitab, kita diminta untuk hidup sebagai orang-orang yang percaya. 

Mari kita buka lebih dahulu Roma

4:16 Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, -- 
4:17 seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" --di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, ... - Nampak sekali kita dengan jelas bahwa percaya adalah dasar dari kehidupan Abraham. Kita baca terus dengan pelan-pelan - ... yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.   
                                                                        

4:18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, ... - Umpamanya harapan ini tidak ada dasarnya, harapan ini seperti bangunan diruntuhkan, runtuh dia hancur. Tidak ada dasar lagi untuk berharap, katanya, namun Abraham berharap juga dan percaya. Lalu iman ini menjadi fondasi. Fondasi ini tidak bisa hilang, dia percaya. Imannya tidak menjadi lemah - ... namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan:  "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 

4:19 Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. 
4:20 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, 
4:21 dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. 
4:22 Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. 
4:23 Kata-kata ini, yaitu "hal ini diperhitungkan kepadanya," tidak ditulis untuk Abraham saja, 
4:24 tetapi ditulis juga untuk kita; sebab kepada kitapun Allah memperhitungkannya, karena kita percaya kepada Dia, yang telah membangkitkan Yesus.

Jadi saudaraku, Abraham percaya Allah membangkitkan orang mati, kita percaya bahwa Allah membangkitkan Yesus. Jadi memang percaya ini tidak gampang tetapi dia harus menjadi dasar dari iman kita.

Saya baru kembali dari Belanda dan Jerman, melayani di lima kota delapan kebaktian semuanya. Saya sudah kirim sms sama pak Onesimus entah diumumkan apa tidak, saya sudah mohon doa kebaktian-kebaktian itu. Di sana saya ketemu - ini kita bicara 10 tahun, saudara - ketemu dengan satu ibu, yang saya tidak kenal. Dia jabat tangan saya: 10 tahun lalu saya orang islam  di Indonesia. Saya bertobat mendengar kaset bapak sendirian dirumah. Bapak khotbahnya sangat keras menempelak dosa dan saya rasanya orang yang dituju oleh Firman Tuhan itu. Jadi di depan kaset yang sedang ... saudara yang ada keperluan maju kedepan, bertobat terima Yesus sekarang, dia berlutut. Dia terima Yesus sebagai Juru Selamat dan dia pindah ke Belanda. Di Belanda dia cari gereja, dia beriman sampai sekarang. 

Di kota Den Haag, saya diajak oleh orang-orang jemaat makan tapi lewat satu gang dirumah Pecinan itu. Disatu gang itu, oom lihat kekiri, katanya. Waktu saya lihat ke kiri, mesjid ada. Yang saya sedih mesjid itu bukan dibangun,  gereja dibeli .. dibikin mesjid. Karena gereja-gereja di Belanda khusus untuk orang-orang Belanda itu sudah kosong. Ini kita bicara 10 tahun. 10 tahun yang lalu, 11 tahun saya kesana, tidak ada mesjid. Dan saya ketemu dengan anak rohani kami yang sedang ada dalam problem rumah tangga yang sangat berat. Tiga tahun dia alami persoalan. Ini wanita. Dulu dia bantu saya di Jakarta. Dia pindah kesana, menikah dengan Indo Ambon,  ya. Menikah, ternyata suaminya baik, agak cacat karena lehernya dulu kena kecelakaan, jadi kalau nengok susah. Kawin, punya anak satu perempuan; waktu saya kesana anak ini baru 2 tahun, jadi sekarang anak itu sudah 13 tahun. Pintar sekali bahasa inggrisnya dan bahasa perancisnya umur 13 tahun. Tetapi 3 tahun terakhir suaminya ini tergoda; suaminya tergoda oleh wanita yang sudah bersuami. Ini wanita yang sudah bersuami,  menggoda ini suami. Tentu saja luka ini anak rohani kami ini, luka batinnya. Asal datang di Indonesia nangis ngadu sama saya. Saya bilang sabar, tahan. Nah, ini perempuan yang menggoda punya suami, digoda oleh teman perempuan ini  - jadi pabaliut. 

Masih kristen. Ini kita bicara iman 10 tahun. Saya ketemu. Saya bilang, kalau saya datang, semua harus ketemu saya. Ketemu mereka. Panggil suaminya: Kamu duduk di sini, duduk sebelah istrimu. Malu malu. Duduk. Anaknya senang. Saya tanya sama anaknya : Kamu senang nggak kalau papa sama mama balik? Karena mereka baru cerai dengan sah karena si istri ini tidak tahan. Wah, saya senang. Berarti ada titik terang. Saya tanya dua pendeta, iya sudah berubah. Si perempuan sudah tidak mengganggu lagi. Perempuan sudah mundur, sudah ditegur. Dia sendirian sekarang. Wah, saya senang .. ada titik terang. 

Saya cerita ini, saya memihak Firman Allah; saya tidak memihak si A, tidak memihak si B, tapi saya hanya cerita untuk sauadara punya gambaran. Saya tanya si suami, you mau kembali nggak? Mau. Sampai dia telepon, katanya, sama anak rohani saya. Kamu nggak dengar khotbahnya pak Awondatu begitu jelas, saya mau kembali. Anak saya tanya, kamu senang nggak papa mama balik? Oh senang, manggut. Ternyata persoalannya di anak rohani kami ini, saudara. Dia sudah mau kembali, anak senang, bertobat, terima sekarang, mengampuni. Oh,  tidak gampang ... tidak gampang. Saya sudah tunggu sampai bulan Mei, 2 tahun lebih, tapi saya disia-siakan. Saya direndahkan begitu rupa. Jadi? Jadi nggak mau balik? Oh, saya tidak mau disakiti dulu. Tidak saya, nggak mau. Dia musti bertobat dulu. Hari berikutnya dia cerita : Ini begini pak, ini ada orang mulai simpati sama saya. Tujuh tahun lebih muda tapi orangnya baik. Bukan duda, punya pekerjaan. Dia perhatiin saya, 3 tahun berturut-turut dia perhatiin saya. Wah, ini wanita bagus memang. Jadi sekarang saya ini .. dia tinggal tunggu saya ya atau tidak, dia tinggal tunggu saya. Wah, kalau saya bilang sudah begitu ceritanya, udah lain. Itu mah cerita Ramayana. 

Kalau cerita ini saudara, mengenai iman percaya. Doanya sebetulnya Tuhan dengar. Dia berdoa, dia berpuasa minta sama saya supaya suami dikembalikan. Sekarang suami kembali, dengan sungguh-sungguh suami kembali,  merendahkan diri datang dikebaktian - istri tidak mau balik. Siapa bilang percaya itu gampang. Percaya ini memang tidak gampang. Orang islam terima Yesus. Sampai sekarang saya tetap  di dalam Tuhan. Tapi gereja dijual, dibikin mesjid. Iman tidak gampang. Nah, apa yang bikin saya senang? Kalau saudara dan saya sore ini ada dirumah Tuhan - ini harus kita berterima kasih. Berarti kita masih ada iman, masih bisa percaya kepada Tuhan. 

Karena 11 tahun yang lalu saya khotbah di satu gereja di Amsterdam. Bapak pendeta Sondakh sangat disayang oleh jemaat. Kebaktiannya Kabar Mempelai. Saya diundang khotbah di sana. Jadi saya tanya: Mana itu gereja yang 11 tahun yang lalu saya khotbah? Sudah nggak ada oom, sudah bubar! Ha? Gereja yang besar dengan jemaat yang banyak, yang tahu menghargai Firman - Kabar Mempelai. Kenapa bubar? Oom Sondakh begini oom, oh Firmannya khotbahnya baik sekali, tapi istrinya oom. Kenapa? Istrinya lari sama keponakannya. Jadi waktu saya KKR, saya ketemu dengan pemain gitarnya. Brur masih kenal saya, saya pemain gitar di gerejanya pendeta Sondakh. Oh saya kenal, saya ingat muka. Dia cerita sampai keluar air mata: Brur, kalau lihat istri pendeta ketemu di jalan, brur nggak anggap .. nggak akan sangka dia istri pendeta. Jorok sordeh, katanya. Saya ngomong sordeh karena kebawa-bawa. Jorok .. pakaiannya wih .. rambut awut-awutan ..  merokok - yang sebelas tahun yang lalu itu istri pendeta. Gimana bapak gembala? Bapak gembala disayang tetapi dia tidak tahan untuk jadi gembala karena di Kabar Mempelai, tidak bisa atasi istri, dia harus mundur. Bubar gereja. Coba. Percaya apa nggak.

Jadi kalau saudara sudah lewat 10 tahun ikut Tuhan, masih di dalam Tuhan - itu anugerah Tuhan. Elimelekh bawa dua anak, saudaraku, ke Moab. 10 tahun di Moab di tes. Nggak mau kembali, mati. Tapi lekas Naomi kembali dari Moab. Ini tesnya Tuhan itu 10 tahun. Kalau kita bisa ikut setia kepada Yesus 10 tahun dengan sungguh-sungguh saja, lewat 10 tahun itu aduh, puji Tuhan dah. Tapi jangan setia hanya 10 tahun, setialah sampai mati kita terima kepada Yesus. Ini kita sedang bicara tentang iman percaya. 

Anak-anak rohani, kita mau lihat satu ayat lagi mengenai percaya. Ibrani 11. Tadi saya khotbah jam 10 di Cimahi Ibrani 11 ini, pada kaum wanita dan kaum bapa se Jawa Barat. Ibrani 11 
11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. 

Salah satu anggota Al Qaeda ditangkap di Indonesia. Ternyata dia tangan kanannya dari Osama bin Laden. Diperiksa oleh Amerika mengaku dia, dia mau menghancurkan kedutaan-kedutaan besar Amerika di daerah Asia Tenggara. Mengaku dia. Ingat saudara Desember berdarah, waktu sekitar 18 gereja 18 kota diledakkan pada malam natal oleh bom, dari Batam Sukabumi Semarang terus Surabaya - itu Al Qaeda. Pengakuan dari dia. Da dia mah raja tega, nggak peduli, bunuh .. bunuh aja. Di bom saja. Pengakuannya dari siapa, dari ini orang ini yang diperiksa di Amerika. Diapun mengaku bahwa Al Qaeda mau membunuh presiden Megawati. 

Kasih informasi dong CIA ini sama Indonesia: Hei intelijen Indonesia, ini loh informasi dari kami: Hati-hati presidenmu itu jaga karena ada yang mau nembak. Ini pengakuan. Amerika begitu baik kasih tahu. Orang Indonesia mah nggak percaya. Hamzah Haz mah nggak percaya. Dia bilang mah nggak percaya di Indonesia ada Al Qaeda, katanya. Saya baca kemarin koran di Singapura saya baca koran Filipina, semuanya ngaku bahwa mereka dikirim dari Indonesia tapi wakil presiden kita bilang mah nggak ada di sini mah. Aduh, jangan dah kita punya anak mah dikasih nama Hamzah Haz mah, jangan dah. Ini bagaimana seluruh dunia sudah bilang di Indonesia itu sarangnya, dia bilang nggak ada. Dia bilang di Pakistan ada, betul ketangkap di Pakistan. Di Afghanistan ada, betul ketangkap. Di Filipina ada, betul ketangkap. Sekarang di Indonesia ada, nggak ada di sini mah. Siapa bilang percaya ini gampang. Wah, susahnya luar biasa.  

Kembali kepada Lukas, ya. Kita mau lihat apa yang dikatakan oleh injil Lukas lebih jauh. Lukas

1:45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." 

Nah, bagian terakhir ini tolong pegang seumur hidup saudara. Jangan lupa : Apa yang dikatakan Tuhan akan terjadi, itu pasti terlaksana! Bisa bilang amin saudara-saudara? Lambat atau cepatnya bukan urusan saya, bukan urusan kita; kapan dan waktunya, itu bukan urusan kita tetapi saudara-saudaraku, akan terjadi. 

Saya akan beri dua ayat untuk ini. Satu dalam Matius 24, satu lagi nanti dalam Kisah Para Rasul. Kita lihat dulu Matius

24:3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" 
24:4 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! 
24:5 Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. 
24:6 Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. 
24:7 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. 
24:8 Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. 
24:9 Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, 
24:10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. 
24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. 
24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. 
24:13 Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. 

Saya baca-baca salinan aslinya, bertahan dalam apa? Bertahan dalam iman. Jadi bunyinya begini: Tetapi orang yang bertahan di dalam iman atau bertahan dalam mempertahankan imannya, ia akan selamat. Ada haleluyah saudara? 

Lari kepada Kisah Para Rasul

1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" 
1:7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." 

Jadi dikatakan apa di sini? 'Masa dan ketika' nggak usah kita tahu. Ini senjata saya, kalau ada pendeta tanya-tanya, menurut pak Awondatu, Yesus datang kira-kira tahun berapa? Masa dan ketika, engkau tidak usah tahu. Ada pendeta bilang ini sudah lewat tahun 2000, kok Yesus belum datang, ya. Masa dan ketika, kita tidak perlu tahu. 

Pada tahun 88, di Tasikmalaya saya ditanya satu jemaat gereja Bethel, ada pendeta dari Jakarta katanya, khotbah di sini, tahun 88 ini katanya Yesus akan datang karena dia ambil dari tahun 48, itu kelahiran Israel, tambah 40 tahun, 88. Saya bilang: Masa dan ketika kita nggak tahu dan kita tidak perlu tahu. Saudara nggak usah sembahyang, puasa, doa malam, bertanya: Tuhan, kapan Engkau datang? Nggak usah. Masa dan ketika engkau tidak perlu tahu. Tapi apa yang harus kita kerjakan? Penuhlah dengan Roh Kudus karena kamu Aku akan pakai jadi saksi. Itu saja. Mari kita bersaksi selama hidup. 

Ini ada satu hamba Tuhan lagi di Jakarta. GPdI. Lebih muda dari saya, jauh lebih muda dari saya. Baru dia jadi hamba Tuhan. Minggu lalu stroke, padahal dia baru menggembalakan kurang dari 10 tahun. Stroke di Jakarta. Jadi sementara Tuhan kasih waktu, kasih kekuatan kesehatan sama kita, mari kita pakai untuk bersaksi. Saudara tentu masih ingat khotbah saya: Waktu kita kuat kerja .. kerja - sebab nanti ada waktunya kita nggak kuat lagi kerja; kalau saudara masih punya kemauan sekolah, mampu orang tua .. sekolah - sebab nanti ada waktunya kita tidak lagi bisa sekolah; saudara bisa berbakti .. berbakti serajin-rajinnya - sebab nanti ada waktunya kita ingin berbakti, kita tidak bisa lagi. Mungkin penyakit, mungkin sakit, mungkin jarak, mungkin halangan, mungkin peperangan, mungkin kesulitan, dan sebagainya.

Kapan Yesus datang? Masa dan ketika kita nggak usah tahu. Ayo kita kembali kepada Lukas. Haleluyah. Puji Tuhan. Tambah menarik. Sekarang kita masuk kepada nyanyian Maria ayat 46 sampai ayat 55. Ini dalam bahasa Inggris adalah Magnificat. Ini ada judulnya ini, Magnificat. Lagu ini judulnya Magnificat dari Maria, ya. 

Jadi setelah dia ketemu dengan keluarganya Elisabet dan Elisabet bilang : aduh, bayi saya sampai melompat-lompat, kehendak Tuhan pasti terjadi, lalu Maria bernyanyi dengan otomatis mengucapkan syukur,  dengan rasa syukur. Di Amsterdam ada suami istri, dia bisa bahasa Indonesia. Ko Yoyo .. orang Belanda panggil saya ko Yoyo aneh kedengarannya, kedengaran enak sekali .. ko Yoyo, saya kalau lemah aduh, udah pusing di Belanda ini - bukan pusing percobaan, bukan .. pusing mikirin gereja. Dan sudah lemah, katanya, saya ke Cianjur. Di Cianjur saya ikut kebaktian minggu, kebaktian rabu, kebaktian kaum muda, ikut bedstone .. aduh, dia bilang, bersaksi dia di depan orang lain .. the best lah, katanya, di Cianjur. 

Saya dapat pompaan baru. Sudah pompaan baru, saya pulang lagi ke Belanda. Tapi udah pulang ke Belanda, dia mau ngomong sama siapa? Mau bercerita sama siapa. Dia ada orang Bandung, ngomong sama saya : pak Awondatu, itu bapak itu mau ungkapkan perasaannya. Jadi kami ambil satu waktu, satu jam; kita ngobrol makan bersama dirumahnya dan dia cerita. 

Maria pun demikian. Dia ingin melampiaskan ucapan syukurnya, ucapan terima kasihnya. Beberapa waktu yang lalu, ada yang baca puisi di sini. Ibu Sambas baca puisi untuk mengucapkan syukur pada waktu ulang tahun saya,  dia baca puisi. Pada waktu natal baca puisi. Saudara mungkin bisa nyanyi, saudara nggak usah jadi penyanyi nggak usah suara bagus. Tapi saudara tergerak, ah ingin menyanyi nih, untuk membalas cinta Tuhan. Bahkan istri saya bilang : Aduh ko Yoyo, Benny suaranya bagus ya. Kita nggak tahu ada Broery Marantika di sini,  saudara-saudara, ya. Saya nggak tahu suaranya itu begitu bagus. Belum istrinya. Belum kalau berdua mau nyanyi,  belum dengan anaknya. Kita tidak tahu. Saudara, kita nggak usah punya suara bagus kaya pak Benny. Nggak usah. Kalau saudara ingin mengungkapkan perasaan saudara, suka-cita saudara, silahkan ya. Di Belanda saya perbaiki lagu-lagu saya, karena rusak semuanya lagu-lagu saya di Belanda, udah rusak tapi saya senangnya disalin kedalam bahasa Belanda. Saya mau nyanyi bahasa Belanda sekarang, saudara tidak ngerti. Jadi udahlah bahasa Indonesia saja. 

Kembali lagi. Magnificat, puji-pujian yang spontan datang, itu lebih baik saudaraku. 

1:46 Lalu kata Maria - berarti langsung, jadi spontan - : "Jiwaku memuliakan Tuhan, 
1:47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, 
1:48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, 
1:49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. 
1:50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. 
1:51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; 
1:52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; 
1:53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; 
1:54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, 
1:55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." 
1:56 Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya. 

Dia mulai berkata: Jiwaku memuliakan Tuhan. Bahasa Inggris memuliakan itu magnify, jiwaku membesarkan Tuhan. Saya sudah pernah khotbah, saya rasa ini dalam satu kebaktian bahwa kata magnify itu ada kita temukan dalam kaca suryakanta, kaca pembesar. Kalau kacamata saya ini bukan kaca mata pembesar saudaraku, ini kaca tidak membesarkan huruf yang saya baca, tapi dia mengembalikan fokus mata saya. Kalau saya buka, kabur saya, difokuskan lagi oleh kacamata ini. Saya bisa baca ini huruf. Huruf nya tidak jadi gede. Kalau kaca pembesar iya. Ada 2 cara kalau saudara mau baca mata sudah kabur. Either one, salah satu, saudara pakai kaca mata atau saudara pakai kaca pembesar tanpa kacamata, hurufnya dibesarkan. 

Nah, magnify adalah membesarkan. Jiwaku, katanya, membesarkan Tuhan. Kalau saya salin dalam bahasa Inggris: Jiwaku sungguh-sunggguh membesarkan Tuhan. Ini adalah kata-kata nubuatan yang ke 70 dalam perjanjian baru. Jadi ini indah sekali. Membesarkan Tuhan. 

Waktu saya di Frankfurt, sudah 11 tahun di sana, ada pendeta dari Bandung yang sudah jadi pendeta di sana, terima saya di kebaktian. Ko Yoyo, kebaktian cukuplah, ada kebaktiannya tengah minggu hari kamis cukup, kebaktian kita rabu ini lebih banyak. Memang mereka orang kerja. Tapi habis kebaktian, ada sepasang suami istri ingin bicara dengan saya. Akhirnya janjian besok. Sarapan. Ngobrol. Cerita tentang pekerjaan Tuhan. 

Secara umum, ada yang  suka membesar-besarkan perkara kecil. Perkara tetek bengek, urusan kecil, urusan yang sebetulnya sudah harus bisa dilupakan - itu digede-gedein. Tapi Tuhan yang besar dibikin kecil : pertolongannya kita nggak lihat; Tuhan menolong kita, kita nggak rasa; kalau digereja nyanyi, kita mah diam tutup mulut, biar orang nyanyi. Kadang-kadang kita nonton orang nyanyi lihat, ehm si itu gitu nyanyinya. Kita ketawa cekikian, ehm si itu begini nyanyinya, kita sendiri nggak nyanyi - kita tidak membesarkan Tuhan. Makan direstoran nggak mau sembahyang, era ah loba jelema. Malu kita mengaku Tuhan. Tuhan yang besar itu jadi kecil. Kalau kita jalan di Jakarta kita berani pakai kalung salib tapi kalau kita jalan didaerah yang rasanya tidak mendukung, kita nggak mau pakai kalung salib. Kristennya? Kristen lain? Simpatisan, can .. can kristen, karek simpatisan - padahal sudah dibaptis, sudah penuh Roh Kudus. Saya mah simpatisan, can kristen.

Maria lain: Jiwaku membesarkan Tuhan. Jadi pesan saya saudara sebelum kita akhiri: Coba besarkanlah Tuhan dengan cara saudara. Saudara maju kedepan bersaksi saja, sudah membesarkan Tuhan. Saudara maju nyanyi saja, sudah membesarkan Tuhan. Saya kasih dengan ilustrasi tutup saja. Banyak pengerja yang sudah kerja di rumah kami. Ada yang baik, ada yang sangat baik, dan ada yang kurang baik, bahkan ada yang tidak baik. Tentu yang tidak baik saja keluarnya sudah dengan tidak hormat walaupun sampai sekarang suka tulis surat, suka kirim. Waktu saya ketemu dia, dia peluk saya minta-minta ampun, nangis nangis: Oom, ampun segala salah saya selama saya di Cianjur, dia nggak jadi pendeta; oom, maafkan saya. Nah, saya ketemu dia, saya nggak ngomong apa-apa, saya diem saja. Saya cuma ngomong begini: Kamu taruh kotoran di muka saya. Gitu aja, saya ngomong sama dia. Aduh, oom ampun saya. Tapi ada yang baik. Yang baik ini rata-rata praktek 6 sampai 7 tahun. Jadi saya punya paket itu jalan, bisa jalan. 

Saudara Yakub, saudara Pita Simanjuntak dan beberapa, itu sampai kami bawa ke Singapura, kami bawa ke Australia suruh bikin paspor dan ongkosnya ongkos dari kami. Mengapa? Menurut saya mereka berhak, karena apa? Karena pelayanannya itu membesarkan Tuhan, memuliakan Tuhan. Pekerjaannya sungguh membesarkan Tuhan. Cuma kita mau bawa ke Israel juga tetapi saudara-saudara keburu itu dolar naik, 1 dolar jadi 15 ribu. Wah, nanti saja dulu dah, kita rem dulu. Saya tidak sayang uang kalau lihat orang hamba Tuhan yang betul-betul kerja jujur, kerja sungguh, mengasihi kelurga kami, taat kepada saya, bukan hanya waktu saya ada di rumah tetapi dimanapun saya ada diluar rumahpun dia tetap taat dia kerja baik, kita nggak akan sayang uang. Pernikahannyapun kita bantu. 

Nah, sekarang saya balikkan antara Tuhan dengan saudara. Kalau saudara baik, kalau saudara taat kepada Tuhan, kalau saudara kerja buah-buah tangan saudara itu baik, masa Tuhan sayang berkat? Nggak. Dia pasti memberi apa yang saudara suka, Dia pasti memberi kerinduan keinginan saudara itu! Kalau sampai sekarang cita-cita saudara belum tercapai, itu bukan salah Tuhan, itu bukan hutangnya Tuhan, bukan. Coba mari kita lihat barangkali jiwa kita tidak memuliakan Tuhan. Atau saya pakai istilah yang lebih enak, jiwa kita kurang memuliakan Tuhan. Tapi saudara lihat Maria kenapa sampai dipakai demikian kandungannya dipakai untuk mengandung Yesus? Sekarang tidak salah pilih, langsung lalu Maria berkata, magnificat, magnify,  jiwaku memuliakan Dia. 

Saya lihat satu film, film Irlandia, bagaimana Irlandia diinjak-injak oleh Inggris sehingga orang-orang Irlandia itu pada tahun 30-40 an itu kelaparan. Sampai saudaraku, satu anak laki umur 15 tahun, itu makan potato chips kentang goreng bekas pamannya; pamannya makan nggak habis mungkin tinggal 3-4 potong, dia makan dengan rakus karena memang kelaparan. Dia jilat koran itu, pembungkus itu dia jilat. Waktu saya lihat film itu, karena diambil dari sejarah, kejadian yang sebetulnya : Oh Tuhan, saya punya anak nggak pernah jilat koran Tuhan. Saya rasa anak saudarapun tidak pernah jilat koran untuk makan. Banyak hal yang kita bisa syukuri kepada Tuhan; banyak perkara, banyak hal yang mungkin kita tidak lihat, kita tidak rasa - yang patut kita syukuri kepada Tuhan. 

Saya ingat satu ibu menghibur anaknya tanggal 5 Desember. Kaos kaki ditaruh supaya Sinterklas isi sesuatu. Tapi ibu ini miskin, dia tidak bisa kasih apa-apa. Kecewa, sang anak nangis sama mamanya: Sinterklas tidak lewat, tidak kasih apa-apa di kaos kaki saya. Ibunya hibur: Anakku yang baik, syukurlah pada Tuhan atas kakimu yang bisa masuk dikaos kaki ini. Banyak hal kita bisa berterima kasih, mengucap syukur. Kita masih sehat. Kita masih hidup saudara. Oh, banyak hal. Kalau saya lihat orang kristen di sana, di Amsterdam, satu pendeta bilang sama saya begini: Aduh, pak Awondatu, rasanya saya nggak tahan saya ingin balik kembali ke Indonesia. Lihat ini orang orang kristen di Belanda ini apatis; khotbah mah khotbah sebodo amat, dosa mah dosa tetap. Masih banyak yang kita patut syukuri, saudara-saudara. Kita ada di negara ini tidak apa-apa sehat, nggak pernah kita jilat koran untuk makan. Kita akan berdoa untuk saudara. Mari kita berdiri.

-- o -- 

Rabu, 25 September 2002

DIA MEMPERHATIKAN KERENDAHAN HAMBA-NYA

Selamat sore, selamat berbakti di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Ayo, kita lihat lagi injil Lukas 

1:46 Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, 
1:47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, 
1:48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, 
1:49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. 

Ini adalah magnificat atau nyanyian pengagungan Allah yang dinyanyikan oleh Maria setelah Maria bertemu dengan Elisabeth. Di dalam Rabu yang lalu, kita sudah bicara dari ayat 46 dan sekarang kita lihat ayat 47 dan seterusnya. Dikatakan di sana: Dan hatiku bergembira karena Allah, Juru Selamatku. Bahasa Inggris tidak memakai kata hatiku tetapi rohku - my spirit had rejoiced in God, my Saviour. Jadi saudara-saudara, roh bersuka-cita untuk kepada Allah, Juruselamat kita.

Nah, saudara-saudara agak sulit memang membedakan orang kristen yang bersuka-cita karena Tuhan dan yang bersuka-cita karena berkat Tuhan. Dan nampaknya kebanyakan orang kristen, dia bersuka-cita karena berkat Tuhan - dimana kalau berkat Tuhan ini kurang dia terima, kurang juga suka-citanya. Kalau uang kurang dia punya maka diapun kurang lagi suka-citanya. Ini orang-orang yang suka-citanya kurang atau hanya terhadap berkat Tuhan. Kalau sakitnya disembuhkan suka-cita ia, tapi kalau sakitnya belum disembuhkan dia tidak bisa bersuka-cita. Nampaknya sukar sekali mencari orang-orang kristen seperti Ayub; walaupun di dalam susah dia tidak cari gampang keluar tetapi dia tetap iring di dalam Tuhan. 

Nah, kalau saudara-saudara saya gambarkan Amerika, ini adalah Amerika Utara lalu ini adalah Amerika Selatan. Pada jaman dahulu, orang-orang dari Eropa itu mencari Tuhan, mencari God, mencari Tuhan - dia pergi ke Amerika Utara. Tetapi orang Spanyol dia mencari gold, mencari emas, dia ke selatan. Ini pelajaran bagi kita. Saya baru khotbah kemarin tentang God atau Gold. Nanti kalau mungkin ada kesempatan minggu saya akan khotbahkan ini. 

Tetapi orang yang mencari Allah di Amerika ini sekarang jadi negara adi kuasa, yaitu negara Amerika Serikat. Mereka tidak cari emas - mereka cari Tuhan, tetapi karena mereka cari Tuhan, lihat, Tuhan kasih Amerika Serikat negara paling kaya di dunia sekarang ini. Di uang dolarnya saja ada tulisan 'In God We Trust' - Kami percaya kepada Tuhan, kami bergantung kepada Tuhan. Sekarang yang cari emas ke selatan justru tidak ketemu emas: Di sini ada Argentina, di sini ada Chili, di sini ada Brasil, di sini ada Columbia, dan sebagainya - ini negara-negara miskin, yang hutangnya paling besar di dunia, Mexico, dan sebagainya.   

Jadi orang mencari emas dan orang mencari Tuhan, Tuhan bedakan. Nah, kalau kita kebaktian tidak mencari Tuhan, nanti dalam kesusahan kelihatan. Apalagi jaman antikris nanti, antikris menawarkan emas - bukan ember plastik, saudara-saudara. Dan emasnya bukan emas bohong-bohongan, emas beneran. Bahkan dikatakan dalam kitab Wahyu kalau tidak punya tanda dari antikris tidak bisa belanja. Orang kalau nggak kuat kekristenannya,  kalau rohnya tidak mempunyai jangkar - celaka dia, gampang hanyut, dibobodo, dibebenjokeun, gampang hanyut, ya.

Di dalam Ibrani 6, di sana kita melihat satu ayat 17. 

6:17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, 
6:18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. 
6:19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, 
6:20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

Wah, kalau saya baca saudara memang susah mengerti. Tapi kalau saya gambar, saudara akan gampang mengerti. Saudara-saudara, ini adalah kemah sembahyang dimana ini ruang suci, ini ruang maha suci. Diruang maha suci ada tabut perjanjian, tertutup oleh tirai, tidak terlihat dari sini. Di sini saudara-saudaraku, ada lima tiang menutup bagian depan, di sini adalah kaki dian dari emas, di sini meja roti pertunjukkan dan di sini mezbah dupa. 

Tadi dikatakan, kalau kita mempunyai jangkar pengharapan, jangkar itu harus dilabuhkan katanya sampai kebelakang tirai, yaitu kesini - yang paling dalam dari Tuhan. Kalau ini halaman adalah tubuh; ini (ruang suci, peny.) adalah jiwa, maka ruang maha suci bayangan dari roh. Jadi kalau katakan rohku, Maria berkata, my spirit had rejoiced, hatiku bergembira karena Allah - ini bukan hatiku bergembira tepuk-tepuk ha ha ha, tidak. Mungkin saja Maria menangis ngomong begini, mungkin waktu dia menyanyi bergembira itu keluar air mata. Karena yang dimaksud gembira di sini bukan gembira kulit, bukan gembira seperti anak dikasih es krim. Bukan. Tetapi gembira orang dewasa, gembira dari spirit kita, roh yang paling dalam, yang menjangkau jangkarnya itu masuk sampai di ruang maha suci. 

Berikut. Lukas 1 lagi. Ayat 47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku. Sebelum Yesus lahir, Tuhan juga mendapat gelar disebutkan oleh Maria sebagai Juruselamat, ya. Tuhan Allah kita disebut Juruselamat oleh Maria sendiri. Nanti kita akan ketemu kata Juruselamat ini sudah saya terangkan di dalam injil Lukas pasal 2 nanti kita akan lihat. Tetapi kita akan lewat dulu masuk ayat 48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Hamba di sana dipakai kata maiden, hamba perempuan yang bekerja kepada satu nyonya besar. Tuhan sudah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Rabu yang lalu saya katakan rata-rata pengerja kami yang berhasil itu, dia prakteknya sampai lebih kurang 6-7 tahun; sudah tahu pahit dan manisnya, sudah tahu karakter dari GPdI Cianjur, sudah tahu dari pintu depan sampai di belakang apa yang harus dan apa yang tidak boleh dikerjakan. 

Nah, kadang-kadang saudara-saudara, pengerja-pengerja itu mempunyai keperluan-keperluan yang kita sendiri tidak tahu, ya. Siapa yang akan mengira bahwa saudara Yakub itu .. kita tahu akan kawin tapi dia sedang memerlukan seorang istri - kita tidak tahu. Sekarang maiden di sini adalah hamba perempuan jaman dulu, yang kerjanya ini saudara, dia cuma lihat saja sama nyonyanya. Dia nunggu perintah. Nggak boleh muka cemberut, oh nggak boleh; cemberut, saudaraku, apkir. Nggak boleh cemberut lihat sama nyonyanya. Tunggu perintah, lihat sama induk semangnya, dia tunggu perintah. Ini posisi maiden, pembantu rumah jaman dulu - sangat rendah sekali. Tetapi ini dipakai oleh Maria dalam nyanyian ini, Tuhan, Engkau sudah memperhatikan kerendahan dari pembantu rumahMu, pelayanMu. 

Nah, dalam Mazmur, kita akan lihat satu dua ayat. Mazmur  

123:1 Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga. 
123:2 Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita. 

Ada haleluyah, saudara? Nah, ini posisi diketahui oleh Maria, karena Mazmur sebelum Perjanjian Baru. Posisi ini tahu. Maria tahu ini mazmur. Jadi dia bilang : Tuhan, saya kan hamba perempuan, seolah-olah dia bilang begitu, saya kan kerjanya cuman melihat tangan nyonya saja. Tapi sekarang diperhatikan oleh Tuhan. Bayangkan saudara-saudara, inilah Tuhan kita yang sangat baik. Dia memperhatikan kerendahan bukan kehebatan, lho. Dia memperhatikan kerendahan dari hambaNya. Lukas pasal 1 kembali, kita membaca ayat 48 : sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, 

Orang Arab memakai kata Maria untuk anak-anaknya. Orang Islam memakai kata Maria untuk anak-anaknya. Orang Yahudi, orang Israel, tentu kita tidak usah ragu lagi, merekapun memakai kata Maria untuk anak-anak perempuan. Orang kristen diselidiki, nama Maria adalah nama yang paling banyak dipilih oleh ibu-ibu diseluruh dunia untuk memberi nama kepada putrinya. Bahkan ada satu gereja yang menyebut Maria cukup banyak setelah Yesus. Jadi Maria sekarang dikenal oleh 3 agama besar dunia: Agama Yahudi, agama Kristen, dan agama Islam. Nama Maria kita tidak bisa bilang ini nama kristen - tidak, karena di dalam orang Arabpun ada Mariam, sama Maria.

Sekarang seperti nubuatan: Mulai hari ini segala keturunan akan menyebut aku berbahagia. Bahasa Inggris tidak disebut berbahagia tapi diberkati. Duh saudara, ternyata jaman dulu mah orang itu menilai berkat itu bukan dari materi, orang jaman dulu menilai berkat itu memang dari roh, dari sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata - itu di dalam hati, nggak bisa diungkap. Itu kalau orang sudah bahagia, dan itu sebabnya gereja juga urusannya adalah urusan roh. 

Nah, karena ini PA kalau PA musti blak-blakan, kan PA namanya. Saya, saudarapun bisa, kita bisa tahu, hari minggu ada yang bersaksi di sini pendeta tua. Ini pendeta itu saya tunggu-tunggu supaya dia datang. Sampai saya cerita di sekolah alkitab, saya kenal seorang pendeta SD aja nggak lulus. Ini orangnya. Hari minggu itu. Disekolah alkitab disuruh pulang karena nulis aja b.., orang lain kan kalau disekolah alkitab kan musti cepat. Jadi oom Brodland bilang : sudah brur pulang saja, nangis dia. Saya ingin jadi hamba Tuhan, jangan suruh saya pulang. Biar saya tidak duduk dikelas diluar, nggak apa-apa, tidak tidur di asrama nggak apa-apa, asal jangan disuruh pulang. Jadi kasihan diterimalah terus, sampai selesai. 

Jadi secara dunia 'bodoh', tapi saudara akan mengerti kalau dengar kesaksiannya saja saudara yang sudah mengerti soal roh udah tahu ini dalam. Ngomongnya kan dalam. Dia bicaranya itu enteng enak. Saya bangun 3 gereja GPdI pulau Endao - emang itu pulau paling selatan Nusantara panjangnya 8 kilometer cukup kecil tapi dia bangun 3 gereja. Jadi yang saya saksikan sama murid itu .. siswa yang untung siswa yang datang kebaktian siswa dengar : wah, oom Yoyo tidak bohong, oom Yoyo betul dia bersaksi. Orangnya ada, saya dengar kesaksiannya. Tuhan seperti baca hati saya : aduh, Tuhan kalau bisa ini orang datang. Datang. Bahkan disekolah alkitab saya sebut namanya Habel Enang. Dia ngomong nama saya Habel Enang. Sekolah alkitab nulis nggak bisa tapi dia selamatkan satu pulau. Satu pulau, saudara, semua bertobat. Dia dianiaya tapi raja dipulau itu sakit. Nggak baik-baik. Dia doain - sembuh. 

Dengan lain perkataan saudara, kalau seorang Habel Enang Tuhan bisa pakai, saudara juga bisa. Kitapun bisa dipakai Tuhan asal kita mau, asal kita mempunyai kedalaman. Nah, dikatakan di sana: Sesungguhnya orang akan menyebut aku diberkati, blessed. Bahasa Indonesia memakai kata bahagia. Memang orang yang diberkati oleh Tuhan, itu pasti bahagia, itu pasti akan bahagia. 

Saya kasih ilustrasi. Adik saya Paulus, waktu kerja pertama di perusahaan minyak, gajinya sebulan 400 ribu - tetapi ini 20 tahun lalu. Gaji pertama 400 ribu. Saya bilang: Bawa perpuluhan sama pendetamu oom Srioto dulu di Bandung, bawa. Ah, dia bilang 400 ribu ge teu mahi, komo tuh mere perpuluhan 40 ribu mah, leuwih teu mahi deui atuh. Eh, Lus, ingeut sakola sama mama disekolahkan sama kita disekolahkan pake uangnya Tuhan lho, kamu bisa jadi insinyur. Ah, 400 ribu, 40 ribu, euh nggak mau .. Bulan kedua naik dia punya gaji .. 500 ribu. Tuh Yo, heunteu bayar perpuluhan ge naek gaji. Bulan ke tiga naik 600 ribu. Yo, teu kudu mere perpuluhan, gaji mah naek. Bulan ke empat 700 ribu. Yo, teu kudu mere perpuluhan gaji naek. Bulan ke lima 800 ribu, dia nggak bilang lagi Yo, ... nggak.

Kenapa ya, kunaon nya gaji teh 800 ribu sabulan asa gancang beak: Eungke .. nanti gigi bolong, mobil penyok, genteng bocor, si Ida geuring, istrinya, si Bian sakit, motor tubrukan .. beak wae duit teh. Baheula mah Paulus teh ngetik, kuli ngetik di Bandung teh. Sapoe 2 ribu tapi asanya teh ada berkat, asanya teh nggak habis-habis tuh sehari 2 ribu teh. Saya bilang bawa perpuluhan. 

Dia nggak jawab tapi diam-diam dia bawa. Gaji yang 400 ribu, yang dia belum bawa perpuluhan dia bayar, yang 500 ribu dia bayar, yang 600 ribu dia bayar, yang 700 ribu dia bayar. Dia bawa semua, dia bayar perpuluhan. Begitu semua perpuluhan selesai, dia kasih beres bulan keberikutnya, gajinya bukan 900 ribu saudara, gajinya 2 juta langsung. Ada haleluyah? Begitu gaji 2 juta, bulan berikutnya istrinya yang islam minta dibaptis, mau terima Yesus, sampai sekarang jadi anggota kaum wanita di GPdI Kopo Permai. Kakaknya dia masih karena orang jawa islam, kakaknya dia kedudukan didepartemen perhubungan: Ida, kembali ke agama mu yang dulu. Kembali. Ini  saya kasih hadiah, dikasih mukena untuk sembahyang. Coba. Tapi Ida menolak: Saya sudah diberkati di dalam Tuhan Yesus. Saya sudah dapat kebahagiaan. 

Ternyata saudara-saudaraku, antara 2 ribu dan 800 ribu ini jauh bedanya. Dua ribu tapi dengan berkat Tuhan rasanya geunah dihati; 800 ribu tanpa sonder berkat Tuhan rasanya kurang terus. Makanya saudara, kalau kita masih kopet di dalam pekerjaan Tuhan, kopet di dalam hal-hal keuangan kepada Tuhan, itungan - saudara nyeukek diri saudara sendiri, saudara memencet selang berkat sendiri - tidak akan mengalir. Saudara menghentikan berkat saudara sendiri. Itu sebabnya saya ingin katakan kepada saudara : berkat itu, bless itu, datang dari ketaatan kita kepada Firman!

Ayat 49 : karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Jadi berkat itu datang karena perbuatan-perbuatan yang besar dari Tuhan, ya. Sakit disembuhkan - itu perbuatan Tuhan. Anak sekolah lulus, naik kelas - itu perbuatan Tuhan. Toko diberkati  - itu perbuatan Tuhan. Apa kita nggak hitung itu perbuatan Tuhan sebagai berkat bagi kita? 

Seperti Maria. Maria mah pinter menghitung berkat Tuhan. Hitung berkatmu satu satu .. Bilang s'mua janganlah lupa .. Hitung s'mua satu persatu .. Nanti kau lihat berkat Hu atas smua. Kita nanti akan lihat berkat Tuhan atas semua. Kalau kita sudah mulai lihat berkat Tuhan satu satu. Begitu bangun teh dari tidur .. tek, belum sembahyang. Begitu bangun, istri ada masih hidup sehat .. berkat Tuhan; suami masih can sikat gigi ge .. hirup we pokokna mah .. berkat Tuhan, ya; anak-anak .. mah, menta makan .. mah, hayang mandi .. sehat seger .. berkat Tuhan.

Banayak kita harus hitung berkat Tuhan. Ayat 49: karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. 

Nah, ini terbalik. Bahasa Inggris: Kuduslah nama-Nya. Beda dengan namaNya adalah kudus. Beda. Kuduslah namaNya, Holy is the name. Saya ingin mengajak saudara melihat satu ayat di dalam II Timotius 2:19. Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan." 

Jadi ada dua dalil yang diletakkan Allah, dasar, meterai. 

Satu: Tuhan kenal umat-Nya. Ini dari pihak Tuhan. Apa maksudnya Tuhan kenal umat-Nya? Kalau saudara jadi umat Tuhan, saudara nggak usah takut berkat, bener, nggak usah takut berkat nggak ada, rejeki nggak ada .. nggak usah antri. Aduh, bareung jeung orang dunia, ngantri aduh, nggak usah. Saudara nggak usah nutur-nutur berkat, nggak usah. Di dalam Tuhan, berkat nutur-nutur kita. Amin? 

Karena Tuhan kenal umat-Nya. Tuhan kenal saya, Tuhan tahu keperluan saya, Tuhan tahu apa yang saya perlu. Kalau saya kirim sms itu, kebanyakan yang bales sms, selalu ada omongan begini : Kiranya pak Awondatu diberkati dalam kesehatan bapak. Berarti dia mendoakan saya di dalam kesehatan. Maka bapak pendeta dari Rengasdengklok dia bilang: Brur, kenapa .. brur bilang ada gula tetapi saya lihat kok brur sehat, nggak ada apa-apa khotbah, kelihatannya cape kesana kemari tetapi kok kelihatannya seger sehat. Saya ini aduh sampai kemarin 200, tekanan darah pagi-pagi 200. Saya bilang nggak usah takut, saya mah nggak pernah mikirin, mati kapan bagaimana, nggak usah pikir. Tuhan kenal kok umat-Nya. Itu dasar pertama. Jadi kalau saya tahu Dia kenal saya, Dia kenal keperluan saya, Dia kenal karakter saya, Dia tahu saudara, tenang aja. 

Tapi ada yang kedua. Ini berat: Orang yang menyebut nama Tuhan, berarti kita nih, harus jauh dari kejahatan. Kenapa musti jauh dari kejahatan? Pan Tuhan kita suci namaNya. Kalau kita dekat dari yang jahat, Allah yang suci jauh dari kita. Kalau kita menjauhi kejahatan, ah, Dia senang berteman dengan kita : oh, karena kamu menjauhi kejahatan, Aku mau mendekatkan diri kepadamu. 

Ibrani 1:9. Ini ayat bicara tentang Tuhan Yesus. Penulis surat Ibrani juga rasul Paulus menulis tentang Yesus Allah itu, ayat 8
1:8 Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran. 
1:9 Engkau mencintai keadilan - bahasa Indonesia lama kebenaran - dan membenci kefasikan - membenci kejahatan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu." 

Yesus diurapi, kenapa? Karena Dia mengasihi kebenaran dan membenci kejahatan. Banyak orang kristen, dia mengasihi kebenaran tapi sayang tidak membenci kejahatan, tidak membenci dosa. Yang kedua, banyak orang kristen benci dosa, dia tidak suka dosa, dia tidak bisa kompromi dengan dosa, dia tidak bisa selingkuh, dia tidak bisa yang bisik-bisik bohong-bohong ngerasanin-ngerasanin dari belakang nggak bisa, dia nggak bisa bohong, dia nggak bisa dusta, janji pagi ditagih nanti sore, janji sore ditagih nanti pagi - dia nggak bisa. Dia benci dosa.  Sayangnya dia tidak mengasihi kebenaran. Kegerejanya malas, baca alkitab malas, berdoa malas, untuk hal-hal yang rohani dia malas, dia tidak suka.

Tapi Yesus, Dia mengasihi kebenaran sekaligus Dia membenci kejahatan. Jadi kalau diempanin kebenaran weuh, mani ka senang benar, diempanin yang nggak bener dipancing-pancing dia - nggak mau. Nggak ah saya mah,  nggak ikut, saya mah nggak mau. Tapi kalau ditawarkan yang benar, yang suci, yang kudus - wah, dia mau. Harus begitu.

Sebagai ayat terakhir kita membaca Filipi 4:8 
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 

Tuh, yang baik-baik, yang benar-benar, yang suci-suci, yang kudus-kudus - itu harus kita pikirin, kita renungkan dari hari ke hari.
4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu. 

Saya yakin Tuhan yang sama, Tuhan yang setia, yang bersama-sama dengan Maria - Diapun bersama-sama dengan kita pada sore hari ini dan pada setiap kesempatan dari saudaraku punya kehidupan. 

-- o --   

Rabu, 02 Oktober 2002

RAHMAT ALLAH AKAN TURUN-TEMURUN

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Mari kita kembali melihat injil Lukas dan melihat ayat-ayat selanjutnya. Nyanyian pujian Maria atau Magnificat kita sudah sampai kepada ayat 48, sekarang kita baca ayat 49

1:49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. 
1:50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. 

Mari kita akan lihat sore hari ini mengenai turun-temurun. Artinya tidak berhenti di satu masa atau satu jaman ayah kepada anak tetapi rahmat Tuhan adalah akan turun-temurun tidak ada henti-hentinya, ya.

Mari kita buka lebih dahulu saudara-saudaraku kitab Keluaran 

20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, 

Jadi saudara-saudara, kalau sampai kita melawan kepada kehendak Tuhan, maka nampaknya Tuhan akan membalas kepada kita sampai kepada generasi yang keempat: Anak, cucu, buyut - kalau kita sendiri tidak iring Tuhan dengan sungguh. Tetapi kalau saudara membaca ayat 50 dari Lukas 1, kembali kepada Lukas, di sana dikatakan rahmat-Nya turun-temurun kepada orang yang takut akan Dia. 

Kata turun-temurun adalah bahasa Inggris generasi kepada generasi. Gereja kita baru mengalami 3 generasi, yaitu generasi dari pendeta Ayaweila, pendeta sebelum ayah saya, lalu generasi kepada jaman ayah saya, dan generasi saya. Pekerjaan Tuhan beserta dengan pendeta Ayaweila, beserta dengan ayah saya dan juga beserta dengan saya. Hitungan generasi di dalam alkitab itu adalah 40 tahun. Nah, kalau saudara ingat Israel mempunyai tiga raja yang utama. Yang pertama adalah Saul, memerintah 40 tahun; kemudian Daud, juga memerintah 40 tahun; dan yang ketiga adalah Salomo juga memerintah 40 tahun. Berarti satu generasi di dalam Alkitab dihitung oleh Tuhan adalah 40 tahun. 

Nah, nabi Musa pada waktu dia lari dari Mesir, Musa dia berusia 40 tahun, berarti dia satu generasi di Mesir. Dia lari ke Midian dan dipadang pasir itu di Midian dia tinggal 40 tahun. Jadi Musa tunggu 40 tahun sebelum dia dipanggil oleh Tuhan menjadi nabi. Setelah dia menjadi nabi, dia memimpin Israel selama 40 tahun. Jadi dia meninggal pada usia 120 tahun, pada 3 generasi. Nah, orang yang seperti Musa, dia akan melihat 3 generasi, generasi Firaun - generasi waktu dijajah orang Israel, generasi waktu dia dibuang kepadang gurun dan generasi keluaran - waktu orang Israel keluar dari Mesir. 

Raja Israel ada 3 : Saul 40 tahun, Daud  40 tahun, Salomo juga 40 tahun memerintah, ya. Jadi saudara-saudara,  generasi itu adalah 40 tahun. Nah, pada waktu Salomo dilantik didatangi oleh Tuhan, Tuhan itu ngomong begini : seperti Aku beserta dengan bapamu, Aku akan beserta kamu. Jadi seperti Tuhan bersama dengan Daud pada generasi 40 tahun, Tuhan juga akan bersama dengan Salomo pada generasi yang berikutnya. 

Nah saudara-saudara, dikatakan di sana ayat 50, dan rahmat-Nya .. turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Bahasa Inggris, diatas : Dan rahmat-Nya turun temurun diatas orang yang takut akan Dia. Mari kita akan lihat beberapa berkat dari orang yang takut akan Tuhan. 

Pertama kita akan lihat Amsal

1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. 

Berkat yang pertama dari orang yang takut akan Tuhan, dia akan mendapatkan hikmat. Dan hikmat ini jauh lebih tinggi dari kepandaian sekolah seperti orang bertitel dokter, insinyur, dan sebagainya. Saya baptis letnan kolonel sudah, saya baptis saudara-saudaraku orang pandai dokter sudah, doktor saya sudah baptis banyak, insinyur saya baptis, ya, sarjana hukum, hakim saya sudah baptis, ya. Jadi hikmat itu jauh lebih tinggi daripada segala kepandaian dunia.

Mari, kita lihat dalam Mazmur

37:27 Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya; 
37:28 sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan. 
37:29 Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa. - Coba lompat kepada Mazmur 34 -
34:9   Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! 
34:10 Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! 

Yang kedua, orang yang takut akan Tuhan tidak akan kekurangan.  Kalau saudara ikut Yesus ada kekurangan, bukan salah Tuhan. Maaf. Karena tadi orang fasik turun-temurun tidak dipelihara Mazmur 37, tapi orang yang takut akan Tuhan, tidak akan kekurangan. Dua ayat ini saya perbandingkan satu dengan yang lain. Ini yang kedua, bagaimana berkat dari orang yang takut akan Tuhan. 

Berkat yang ketiga, kita akan lihat saudara-saudaraku di dalam Ayub                                                                        

1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. 
1:2 Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. 
1:3 Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar.  

Jadi saudaraku lihat, orang yang takut akan Tuhan memang diberkati dengan luar biasa. Kisah Rasul 10, di belakang perjanjian baru. 

10:1 Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. 
10:2 Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah. 

Yang ketiga dan digabung dengan yang keempat, orang yang takut akan Allah itu biasanya suka memberi dan suka berdoa. Ini dua hal ini tidak dapat dibantah. Boleh kita bantah tapi tidak terbantahkan. Zakheus orang yang kikir, begitu ketemu Yesus, dia jadi suka memberi. Jemaat mula-mula Kisah Rasul 2-4, jemaat dipenuhkan Roh Kudus, langsung mereka suka memberi. Jadi kalau ada jemaat yang masih kikir, hitung-hitungan sama Tuhan, kadar rasa takut akan Tuhannya belum tebal, ya. Takut akan Tuhan membuat seorang suka memberi sedekah. 

Di jemaat kami di Jakarta ada orang India. Dia baru masuk dua bulanlah. Dia bawa istrinya. Dia datang selasa, dia datang minggu. Bawa istrinya minta didoakan masih muda. Kemarin dia kasih uang 10 juta. Saya tergerak ingin gabung di gereja ini di gereja bapak. Saya sudah ikut gereja lain dua tahun tapi saya tidak mengerti, tapi saya gabung di gereja ini. Saya sumbang uang 10 juta ini untuk perbaikan tempat kebaktian di Jakarta ini. Kalau mau dipasang karpet, kasih tahu saja sama saya, saya ingin supaya gereja ini lebih gagah sedikit, lebih bagus sedikit. Tidak kenal orang India. Tapi ingin memberi suami istri ini. Karena dia sudah ketemu dengan Yesus. Dia ikut Yesus dua tahun tetapi saudara-saudaraku mungkin dia mengalami kecewa dan seterusnya. Jadi takut akan Tuhan saudaraku dia adalah membawa kita akan menjadi suka berdoa. 

Saudara, saya ingin bicara sedikit mengenai suka berdoa. Makanan yang dibawah itu dikhususkan untuk yang berpuasa berbuka. Yang tidak puasa tidak usah ikut makan - itu teorinya. Nah saya, seringkali tidak ikut puasa tapi ikut makan. Dengan saya ikut makan, tidak mungkin Tuhan akan memberkati saya seperti yang puasa dan buka. Mengerti maksud saya, ya. Saudara memang kalau bubur banyak, makanan banyak, silahkan yang tidak puasapun mau makan, silahkan. Kita senang makan sama-sama. Tetapi soal jawaban dari Tuhan, itu lain antara orang yang berdoa biasa dan berdoa dengan berpuasa, itu lain. Mari kita perhatikan Kisah Rasul 10 tadi sekali lagi ayatnya yang ketiga :Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"     

Coba saya tanya saudara, ayat ke 3, dalam satu apa, saudara? Penglihatan. Jadi orang yang takut akan Tuhan, dia akan memiliki penglihatan atau visi. Apa artinya visi? Apa visi itu bermimpi? Bukan. Apa artinya penglihatan, visi? Visi itu pandangan jauh kedepan, begitu saudara - itu visi. Pandangan jauh kedepan atau saya kasih tanda visi itu sesuatu yang akan terjadi, yang Tuhan perlihatkan kepada saudara, kejadiannya belum terjadi tapi Tuhan perlihatkan. Waktu saya ke Blitar, saya difoto kamarnya Bung Karno: Nah, di sinilah Bung Karno suka tidur dulu, ini dikasurnya. Bapa kalau mau difoto di sini. Saya difoto. Kesengsem kali, habis difoto dua malam berikutnya kok mimpi ketemu Bung Karno. Jabat tangan segala saudaraku, pakai baju putih-putih Bung Karno. Itu kesengsem, itu bukan visi. Itu kesengsem. Kadang-kadang saya ketemu Rita, jemaat, Rita yang sudah meninggal, saya ketemu 2-3 kali. Saya ketemu ibu saya, saya ketemu mertua saya. Kesengsem. Saya ketemu anak saya, dulu itu paling sering, waktu baru 1-2 tahun, ketemu si Melvin terus. Asal ketemu ngegedein, asal ketemu ngegedein, pakai topi, ada di taman bunga, wah kesengsem. Itu bukan visi. 

Visi adalah pandangan jauh kedepan. Jadi bukan begini saudara, ini bukan visi nih. Saudara lihat kebawah, ini bukan visi, ini cuma melihat yang ada di depan saja. Visi itu dia melewati gunung, melewati problem, melewati percobaan, dia jauh kedepan. Saudara masih ingat selasa yang lalu, saya gambarkan mengenai jangkar. Dari halaman tetapi saudara punya hati, saudara punya iman itu sampai diruang maha suci - itu visi. Tertutup tirai tapi kita punya iman itu sampai di sana. Makanya Gus Dur itu secara jasmani dia buta tapi dia punya visi. Pemimpin yang sekarang masih, saudaraku, pada melek semua tapi nggak ada visi. Begitu lihat amplop, buta. Ah, cilaka dah sekarang, negara kita harus kita banyak doakan, saudara-saudara. 

Ini saya sedang cerita mengenai visi. Nah, ini Kornelius ini bukan orang Yahudi, tapi ditulis takut akan Tuhan. Nah, sekarang saya bilang Kornelius bukan kristen, apakah dia kristen? Bukan; apakah dia agama Yahudi? Bukan. Tapi kenapa Tuhan kasih lihat kepada dia penglihatan, visi? Nah, saya punya ini sekarang banyak macam-macam, saudara, desas-desus. Saudara tidak boleh gampang-gampang percaya tanyalah sama saya, ya. Sekarang desas-desus banyak. Nih, desas-desus pertama. Zaenuddin MZ dibaptis oleh pendeta Awondatu. Nah, desas-desus pertama. Yang telepon dari Jawa Tengah. Pendeta juga. Pada istri saya: Apa betul Zaenuddin MZ sudah bertobat dibaptis oleh pak Awondatu? Nggak ada, belum tahu, ketemu juga belum. Sekarang desas-desus yang terakhir: Gus Dur akan dibaptis di gereja di Solo. Ini hanya desas-desus. Nah, ini bukan visi, ini orang iseng, ya.

Visi tidak ada hubungannya dengan perjodohan. Aduh, pak Awondatu gimana ya, saya teh asal saya sembahyang teh ngelihat dia terus. Gimana ya? Asal saya tutup mata saja, kelihatan terus. Apa itu visi? Bukan, eta mah bogoh, bukan visi. Orang mah kalau bogoh mah, saudaraku, lihat kemana juga kelihatan terus tapi kalau visi dia lewat gunung percobaan, dia lewat gunung air mata, dia lewat segala kesulitan hidup, dia lewat semua. Saudara Roy, dia kasih sms dari Irian: Ko Yoyo, di sini ada eks Cianjur namanya anu. Orangnya bagaimana? Saya bilang, Roy lihat saja sendiri. Ya orangnya sih cukupanlah, baik, tapi lihatlah sendiri, orang mah berubah. Cobalah, lihatlah sendiri. 

Visi saudara, melihat, visi. Mari saya kasih ilustrasi supaya saudara lebih ngerti apa artinya visi. Saya sudah cerita berkali-kali tapi mungkin saudara tidak menangkap. Ada orang positif, ada orang negatif. Yang satu namanya bapa positif, yang satu bapa negatif. Dua-duanya minum coca cola. Dua duanya coca colanya tinggal separoh. Yang negatif teh ngomong begini: Aduh euy, coca cola teh masih keneh separoh, banyak euy bari jeung keurung (mengerutkan keningnya, - peny.). Masih keneh separo. Yang positif: Heu-euh, coca cola saya tinggal separoh. Jumlah coca cola mah sama. Setengah gelas, tapi orang yang nggak ada visi, dia anggap itu jadi beban, coca cola saya masih loba masih setengah. Yang positif mah tinggal setengah. 

Saya kasih ilustrasi lagi. Ada satu orang di Amerika, dia stir mobil. Begitu stir mobil, dia lihat ada orang jalan kaki dipinggir jalan. Jalan kaki, sepatunya sebelah. Kasihan dia. Stop, naik, lifted, naik. Kenapa kamu punya sepatu hilang? Bukan pak, saya nemuin satu sepatu. Jadi yang si supir mah nganggap teh dia kehilangan sepatunya sebelah tapi yang jalan kaki mah saya nemuin sebelah sepatu daripada ciakah, saya pakai sebelah. Dua penglihatan, lain melihat. Sekali lagi satu bapak sama anaknya naik mobil, lewat bangkai anjing. Bapaknya bilang, ih ada bangkai anjing. Anaknya bilang bukan pa, itu kucing. Anjing, nak. Kucing, pa. Anjing. Kucing. Papanya balik lagi: Yu, kita lihat, balik lagi. Memang bangkai anjing. Anaknya bisa salah lihat, itu teh kaya kucing. 

Ini visi. Ayat 3.     
10:3 Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"

Perhatikan kata jam 3 petang. Ayo kita buka Kisah Rasul 3. Dalam Kisah Rasul pasal 3 kita membaca ayatnya yang ke1. Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. 

Jadi jam 3 petang itu memang waktu sembahyang. Jadi penglihatan atau visi diberi hanya kepada orang yang berdoa, diberinya itu jam 3 petang, waktu sembahyang saat itu. Nah, mari saya ajak saudara lihat jam. Kalau kita menghitung jam, saudara-saudaraku, adalah dari jam 12. Kita ngitung tuh dari jam 12. Maka disebut jam 3. Jam 3 petang ini. Jadi kita hitung dari jam 12, kita perjanjian baru bahasa Indonesia. Orang Yahudi nggak gitu. Orang Yahudi ngitungnya dari jam 6. Jam ke sembilan. Nah, sembilan ini, saudara-saudara, adalah angka yang terbesar. Angka kelimpahan. Kalau 10 sudah ada 1 sama 0. Paling besar 9. Roh Kudus memberi 9 buah karunia Roh. Tuhan Yesus waktu mulai di salib jam 9 pagi. Roh Kudus turun jam 9 pagi. Saudara dikandung oleh ibu saudara 9 bulan - 9x30 hari, 270 hari, 2+7+0, 9; 9 x 4 minggu 36 minggu, 3+6, 9. Apa di sini ada yang dikandung oleh ibu 12 bulan? Bisa lumutan saudara-saudara, waktu kita keluar. 9 bulan.

Kalau saudara-saudara tahu dalam satu tahun sebetulnya orang sekolah itu cuma 9 bulan apalagi di orang Yahudi. 365 hari dikurangi 52 kali hari sabat, 300. Belum hari-hari besar itu hari-hari raya - sembilan bulan mereka kerja dan sekolah. Jadi sembilan adalah angka yang terbesar. Kali berapa saja sembilan hasilnya sembilan. 9x7, 63, 6+3, 9; 9X6, 54, 5+4, 9; 200x9, 1800, 1+8+0+0, 9. Tambah ribuan, jutaan kali 9 jumlah angkanya pasti 9. Makanya nomor handphone saya 0817788888  itu jumlahnya 9. Orang tergila-gila, aduh jual sama saya, jual sama saya. Boleh saya bilang, tukar sama satu gereja baru. Nggak mau. Ya udah ngak mau, nggak bisa. 

Nah, jam 3 petang itu jam ke 9. Dihitung dari jam 6 itu jam ke 9. Visi, waktu sembahyang. Maka orang yang berdoa ya, anehnya ini saya ya, saya bilang ini jemaat, apalagi doa malam, dia nggak dengar suara Tuhan dikuping: Yayah, Yayah ... nggak, tapi kok dia bisa rasa Tuhan jawab kok doa saya. Begitu amin itu dia lega hatinya, saya yakin Tuhan jawab doa saya. Kesaksian hari minggu: Roh Kudus bicara. Kok dia bisa yakin, dia nggak dengar ngomong Roh Kudus. Nggak. Tapi di hatinya, Dia bicara, Roh Kudus bicara. Nanti saudara akan alami itu. Dalam suatu penglihatan, visi, dia lagi berdoa. Ayo Kisah Rasul 10: Dalam satu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"

Saya ini agak sulit saudara, malaikat panggil nama dia Kornelius. Saya lagi tanya sama Tuhan: Kalau orang, jemaat saya ganti nama, yang nanti disebut nama yang pertama, apa nama yang kedua? Karena Kornelius itu adalah nama Italia, bukan nama Yahudi. Kornelius. Nah, sekarang Petrus sebelumnya disebut Simon sebelum diganti jadi Petrus, Natanael dipanggilnya Bartolomeus, Lewi jadi Matius, Salomo jadi Yedijah, tapi nggak terkenal Yedijah padahal Tuhan yang kasih nama Yedijah. Nggak terkenal, tetap Salomo. Nah, Sadrakh, Mesakh Abednego itu nama dari orang Babel, sebetulnya Misael, Hananya .. tetapi nempel ini Sadrakh, Mesakh,  Abednego padahal itulah nama Babel. Jadi yang mana kira-kira nama ini. 

Saya cuma ambil pendek begini, yang saudara akan tahu, saudara akan ngerti, ya. Kornelius .. saya cuma ingat papa saya, cuma satu hal. Dia kalau mau baptis, dia suka nyanyi: Namaku di sanalah .. di Ciraden dulu, ya saya selalu terkesan. Ko Alim yang dipasar memang tukang renang, selalu disuruh periksa dalamnya bagaimana. Berenang. Padahal dia bukan orang GPdI, berenang. Wah segini, masuk, dideket gua. Jadi dulu itu satu oplet, dua oplet ke Ciraden, aduh, hayeuh-hayeuhan, cari yang sepi, yang tenang airnya. Baptis di sungai. Nyanyi Namaku di sanalah .. Dalam buku kehidupan kekal ..  Darahnya yang sucikan se'gnap dosaku .. Saya tahu namaku di sanalah.

Saudara, kita nggak hidup terus didunia. Satu kali nanti kita akan rebah, entah bagaiama, tapi kita hembuskan nafas yang terakhir, menyelesaikan tugas sebagai manusia yang fana, di dunia yang fana, kita menghembuskan nafas yang terakhir. Tapi kehidupan tidak berhenti di sana, apakah nama saudara tertulis dalam kerajaan surga? Itu urusannya sekarang waktu kita masih hidup. Hayu kita bebenah, jauhkan diri dari segala yang tidak baik, tetap takut akan Tuhan, supaya berkat yang pertama, kita akan mempunyai hikmat. Dua, kita tidak akan kekurangan. Tiga, kita akan menjadi orang yang suka memberi. Empat, kita akan suka berdoa dan karena itu Tuhan memberi visi kepada kita - hal-hal yang masih jauh Tuhan akan beri tahu kepada saudara. Asal kita takut akan Tuhan. 

Saya tidak panjangkan Firman Allah, tapi saya ingin berdoa untuk saudara. Siapa ingin ada keperluan silahkan maju kedepan. Kita masuk dalam doa. Haleluyah.       

-- o --   

Rabu, 09 Oktober 2002

IA MEMPERLIHATKAN KUASA-NYA DENGAN TANGAN-NYA

Selamat sore, selamat bertemu berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan teruskan kembali pelajaran kita dari injil Lukas, masih di dalam Lukas

1:51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; 
1:52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; 
1:53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; 
1:54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, 
1:55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." 

Inilah bunyi dari nyanyian Maria pada bagian-bagian dari ayat 51. Di sana dikatakan bahwa Ia, Tuhan, sudah memperlihatkan kuasanya. Bahasa Inggris : kekuatannya .. dengan perbuatan tanganNya. Kata perbuatan tidak ada tetapi sebetulnya Ia memperlihatkan kekuatan-Nya dengan tangan-Nya, Ia sudah mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya. Kita akan melihat pada bagian ini satu pokok lagi yang luar biasa. Di pertama dikatakan Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya. Mari kita lihat kuasanya dengan tangan-Nya. Saya garis bawah kata tangan, ya, karena pada waktu pertama Tuhan membuat Adam, saudara-saudara, Dia pakai tangan. 

Dia menciptakan Adam dari tanah liat, Dia bentuk dengan tangan sesuai bentuknya seperti Dia, ya. Jadi Dia itu seorang pematung yang baik. Dia membuat dengan tangan-Nya. Dan kalau saudara-saudara melihat dahulu dengan sabar Mazmur 118, di sana kita melihat ada satu-dua ayat dari Sabda Tuhan yang luar biasa. 

118:15 Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan, 
118:16 tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!" 

Tiga kali disebut tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan. Dia tidak bikin yang kecil-kecil tetapi Dia membuat yang besar-besar. Dia tidak membuat hal-hal yang lemah tetapi dia membuat hal-hal yang kuat dengan tangan Tuhan, ya. Tangan Tuhan ini yang membuat, saudara-saudaraku, Maria menyanyi dan dia berkata, ayat 51

1:51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya. 

Kalau saudara-saudara mengerti salinan Inggris .. di rumah saudara bisa melihat bahwa kata tangan di dalam bahasa Inggris tidak ditulis dengan hand tangan tetapi arm, kedua tangan. Jadi Tuhan menolong, bekerja, menyatakan kuasanya dengan kedua tangan. Mazmur bilang dengan tangan kanan saja Dia sudah menyatakan keperkasaan-Nya. Tangan kanan Tuhan mengadakan mujijat yang luar biasa. Kita lebih dulu akan melihat dulu saudaraku perjanjian lama kembali, yaitu di dalam Amsal 

3:13 Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, 
3:14 karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. 
3:15 Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya. 
3:16 Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. 

Bisa bilang haleluyah. Inilah tangannya Tuhan, saudara-saudara. Di dalam tangan kanan-Nya ada umur panjang, ditangan kiri-Nya kekayaan dan kehormatan. Saudara punya kedudukan itu lebih tinggi dari anak raja, saudara itu punya janji dapat kekayaan dan kehormatan - nggak usah antri, nggak usah antri saudara akan langsung dapat posisi nomor satu. Karena ini janji Tuhan. Tangan kanan mengadakan keperkasaan, sekarang tangan kanan memberi panjang umur, tangan kiri memberi kekayaan dan kehormatan, haleluyah? 

Kalau kita sebagai anak Tuhan ada problem dalam keuangan - bukan salah Tuhan .. bukan salah Tuhan. Kalau Indonesia sekarang punya hutang banyak .. mungkin Indonesia adalah negara terpuruk didunia sekarang ini  karena hutangnya nanti pada tahun 2004, 140.000 trilyun. Satu trilyun itu 1.000 milyar. Bayangkan 140 ribu trilyun utang Indonesia. Kalau kita lihat kesitu, wah kasihan anak cucu kita. Tapi kalau kita lihat kepada Firman Allah ditangan kiri-Nya ada kekayaan dan kehormatan, ditangan kanan-Nya ada panjang umur. Jadi walaupun utang banyak Indonesia bagi anak-anak Tuhan umur panjang dipelihara dalam kelimpahan, ada haleluyah? Ini tangan kanan Tuhan dan tangan kiri-Nya, ya.

Nah, sekarang kita lihat lagi rahasia yang besar mengenai tangan Tuhan ini di dalam Yohanes 10, di sana Tuhan Yesus sendiri berkata mengenai tangan-Nya, tangan luar biasa dari Tuhan kepada umat-Nya. Yohanes 10:28.  
10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. - Ini kata Yesus - 
10:29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. 

Ada haleluyah saudara? Saya yakin Tuhan Yesus kalau khotbah pakai kegerakan seperti saya. Pakai kegerakan. Kalau dia bilang makan, mungkin kegerakannya begini. Burung di udara, mungkin dia tunjuk begini. Rumput di padang, Dia tunjuk ke sana .. Dia pakai kegerakan. Itu saya latih juga sama murid-murid. Harus ada kegerakan. Yang jadi singer juga saudaraku daripada kaku begini terus, peganglah mimbar peganglah mikrofon ya atau tepuk tanganlah menari dan goyang begini ya .. Puji Tuhan. Pakai kegerakan. Yesus juga pakai kegerakan kira-kira dia khotbah begini: Seorangpun tidak ada yang bisa merampas mereka dari tanganku. Kira-kira begitu, ya. Lalu 29 Tetapi Bapa-Ku lebih besar dari padaKu, dan seorangpun tidak bisa merampas domba-domba itu dan tangan Bapa-Ku. 

Saya pernah bilang apa kepala kita ditangan Yesus, kaki kita ditangan Bapa? Apa kepala kita ditangan Bapa, kaki kita ditangan Yesus? Jawabannya ayat

10:30 Aku dan Bapa adalah satu. Jadi Dia gerakkan kira-kira tangan-Nya .. Aku dan Bapa adalah satu. Ada haleluyah? Saudara dan saya ada pada tangan yang aman. Ini tangan- Nya Tuhan. di dalam Ibrani  

13:1 Peliharalah kasih persaudaraan! 
13:2 Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat. 
13:3 Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini. 
13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. 
13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." 
13:6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" 

Perhatikan ayatnya yang kelima: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau. Dalam bahasa Indonesia, tidak sekali-kali membiarkan engkau dan meninggalkan engkau. Tetapi dalam bahasa Inggris dipakai satu kata yang sangat kuat, yang sangat keras, yang sangat harganya itu luar biasa. Dia berkata begini, ya: I will never leave thee nor forsake thee. Leave thee, meninggalkan engkau. Tapi forsake itu mengkhianati. Forsake itu menyangkal. Dalam salah satu salinannya, itu seperti satu orang tua yang kesel sama anaknya. Anaknya yang sedang dituntun, dia tepiskan tangannya itu. Karena anaknya ini bandel, dia nangis terus .. bandel, dia tidak mau pegang lagi tangan anaknya. 

Orang tua kan bisa begitu? Dia tepiskan tangannya, tidak mau lagi pegang tangan anaknya. Nah Tuhan bilang, Aku nggak akan begitu sama engkau. Ada haleluyah, saudara? Berarti Dia akan pegang tangan kita terus; Aku tidak akan meninggalkan kamu dan tidak akan forsake, tidak akan menepiskan tangan kepada saudara. Tuhan kita luar biasa. Tuhan kita punya sayang kita, kita tidak ngerti sayangnya Tuhan sampai dimana kita nggak ngerti  karena kita seringkali menilai Tuhan dengan penilaian manusia, kita menilai Tuhan ingat sama kita itu seperti orang lain ingat sama kita. Tuhan kan bukan manusia. Orang lain bisa meninggalkan kita, orang lain bisa forsake, dia bisa tepiskan tangan .. sudah dipegang tangan, ditepiskan .. saya nggak mau dimintain tolong. Tuhan nggak. Maka pantas Maria menyanyi : Dia menyatakan kekuatannya dengan kedua tangan-Nya. Ada haleluyah saudara? 

Saya masih ada 10-20 ayat tentang tangan Tuhan tapi nggak ada artinya kalau itu tidak masuk di dalam hati kita. Tuhan ini luar biasa. Dia tidak akan tepiskan saudara, Dia tidak akan mengkhianati saudara, Dia tidak akan meninggalkana saudara. Orang bikin hitam atas putih perjanjian jual-beli perdagangan bisa bohong. Sekarang yang nipu bebas, yang ditipu masuk penjara sekarang ini zamannya. Yang mengadukan bahwa ada satu hakim yang disogok sama dia, dia yang masuk penjara yang ngakunya; hakimnya nggak. Ini jaman sekarang. Saudara mengadu bahwa saudara ditipu, saudara yang ngadu bisa disalahkan diputar balik. Sudah uang hilang, harga diri hilang. Ini jaman sekarang. Tapi puji Tuhan kita punya Tuhan, dengan dua tangannya sangat kokoh kuat, Dia tidak akan pernah berpaling dari kita meninggalkan kita, Dia tidak akan pernah mengibaskan tangan.   

Sekali-kali Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan pernah meninggalkan engkau. Sekali saja Aku tidak pernah. Waktu saya renungkan aduh Tuhan, saya mah nggak pernah  bisa mikir sampai dimana kasih-Mu ini. Sekali-kali Aku tidak akan membiarkan .. tidak akan meninggalkan engkau. Kita seringkali memanggil Tuhan untuk memihak kita dan membungkamkan orang lain. Tuhan mah nggak. Dia sama membela kita Dia juga membela orang lain, Dia cinta kita Dia cinta juga orang lain yang mau jadi umat-Nya. Kita seringkali mau memonopoli Tuhan untuk urusan kita dan 'mencelakakan' orang lain. Tuhan mah nggak begitu. Dia selamatkan orang Yahudi Dia selamatkan juga orang Samaria; Dia selamatkan murid-murid, Dia selamatkan juga seorang pelacur. Dia selamatkan seorang pemungut cukai Matius, Dia selamatkan juga saudaraku Zakheus. Dia selamatkan eks pembunuh Paulus, Dia selamatkan wanita yang tidak betul perempuan Samaria, dipakai untuk jadi penginjil. Ini Tuhan. 

Jadi jangan saudara kecil hati. Tangan Tuhan luar biasa. Biar saya tambah saja satu ayat lagi dalam Yesaya 59, tiba-tiba Tuhan ingatkan saya ayat ini Yesaya

59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 
59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. 

Jadi kalau Tuhan menyembunyikan diri bukan salahnya Tuhan, salah kita. Ada yang mau ngaduk-ngadukan saya sama jemaat, ada. Pakai surat. Saya mah nggak ladenin, robek saja. Siapa saya mau nilai jemaat. Si anu begini .. begini - bukan urusan saya. Saya mah harus jaga diri aja. Supaya tangan Tuhan yang tidak kurang panjang itu selalu menolong pada saatnya. Supaya walaupun saya baru berdoa saja, menurut Yesaya 58, baru saja mau ngomong, Tuhan bilang Aku ada. Tangan Tuhan ini luar biasa. 

Nah, sekarang saya mau tanya: Waktu anak terhilang pulang, dia jatuhnya kepada apa saudara? Kepada pelukan papanya. Tangannya terbuka .. Menunggulah .. Tangan itulah yang penuh kasih, dipaku diatas bukit Golgota, supaya segala perbuatan kita yang salah oleh tangan kita, diampuni oleh karena tangan yang tidak pernah bersalah, dipaku diatas bukit Golgota - tangan yang luar biasa, tangan yang menjamah orang buta melihat.

Wahyu 1. Ini pas saya sedang mengajar pasal ini pada murid-murid kelas 2. Ayat 17.

1:17 Ketika aku melihat Dia - Yohanes melihat Yesus - , tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, 
1:18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. 
1:19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini. 
1:20 Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."

Siapa diantara saudara sore ini tersungkur seperti orang mati? Mungkin berbeda dengan Yohanes, dia lihat Yesus tersungkur, tapi saudara mungkin tersungkur karena sudah eungap, sudah tidak ada kekuatan lagi, sudah susah mau mengangkat kaki untuk berjalan, berkejaran dengan waktu rasanya terlalu sempit - saat ini Yesus mau datang kepada saudara, Dia mau meletakkan tangan-Nya pada kita. Dan Dia akan berkata : jangan takut, Aku Yesus yang Awal yang memulai, Aku Yesus yang Akhir yang menyempurnakan. Kalau Dia mengawali baik, pasti Dia mengakhiri baik; kalau Dia mengawali dengan sukses pasti Dia mengakhiri dengan sukes; kalau Dia mengawali dengan segala mujijat dari Tuhan pasti semuanya juga akan diselesaikan dengan baik.

Nah, pada sore hari ini apakah nyanyian Maria ini menjadi pengalaman saudara. Kita kembali pada Lukas    
1:51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; 

Saudara mau diberkati terus, mau tetap aman, mau tetap diberkati - tetaplah rendah hati, tetaplah dibawah jangan kita lupa sama Tuhan, jangan kita tinggi hati karena Tuhan akan mencerai-beraikan, Dia pisahkan, Dia cerai-beraikan berantakan orang-orang yang tinggi hati di cerai-beraikan bukan hanya keluarganya saja -  usahanya, pekerjaannya, mata pencahariannya dicerai beraikan karena dia tinggi hati. Salah satu tanda orang tinggi hati, dia tidak akan kebaktian, dia tidak perlu Tuhan, dia bisa mengatasi dengan kekuatan sendiri : ah, kebaktian itu nomor dua; ah, kebaktian itu nomor tiga, yang penting saya punya usaha, yang penting saya punya karir, yang penting saya punya pekerjaan, yang penting saya punya ini, yang penting saya punya ini .. 

Saudara-saudara, biarlah kita nomor satukan .. kita balik, justru yang penting adalah Tuhan, yang penting adalah Alkitab, yang penting adalah Yesus, yang penting adalah doa, yang penting adalah puasa, yang penting adalah Firman, yang penting adalah mengalah, yang penting adalah rendah hati, yang penting adalah .. sudah tenang saja .. nanti saudara akan lihat roti mu dan air mu Berbakti berbakti berbakti .. Soal utama .. utama itu nomor satu .. Haleluyah .. Tuhan memberkati .. Rotimu dan airmu .. Semua penyakit dilalukan.

Nomor satu itu berbakti. Kalau saudara bikin nomor dua, janji-Nya tidak akan kita ketemukan, saudara-saudara. Berbakti kepada Tuhan, tangan Tuhan dikedangkan diatas hidup saudara. Saya ingin mendoakan saudara silahkan saudara-saudara maju ke depan, yang ingin dijamah oleh tangan Tuhan langsung, biar dia maju kedepan. Haleluyah.

-- o -- 

Rabu, 16 Oktober 2002

MENURUNKAN ORANG BERKUASA DARI TAHTANYA

Lukas                                                                                                                                                                           

1:52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; 
1:53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; 
1:54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, 
1:55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." 

Kita kembali lihat ayat 52: Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya. Bahasa Inggris berkata Ia sudah menurunkan orang-orang yang hebat dari tahta-tahta mereka tetapi meninggikan orang-orang yang rendah. Mari kita buka Amsal 16, kita membaca ayat 18 : Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. Sifat dan karakter ayat ini hampir sama karena di dalam ayat yang ke 52 Lukas, Ia menurunkan orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah. Dikatakan orang-orang yang rendah. Rendah di sana tidak disebut orang rendah hati tetapi orang yang lowly. Maksud saya orang yang lowly di dalam bahasa Inggris itu bukan berarti orang miskin. Tidak. Orang kaya pun bisa lowly. Orangnya itu rendah. Sebaliknya, orang miskin bisa sombong. Jadi maksudnya yang dimaksud Firman Allah, rendah di sana lowly di sana, lebih berhubungan dengan kondisi hati. Sering saya lihat orang miskin sombong, ya. Sudah miskin sombong lagi. Susah dikasih tahu, ya.

Di dalam bahasa yang lain, Dia menurunkan orang-orang yang tinggi hati. Ada delapan contoh. Saya tidak usah cerita satu-satu tapi saya bacakan saja. Contohnya satu: Firaun - Tuhan turunkan; dua: Korah, Datan dan Abiram mau meninggikan diri - Tuhan turunkan; tiga: Haman yang mau membasmi orang Israel - Tuhan turunkan. Nah saudara-saudara, ini ada lagi yang heran yang luar biasa mungkin saudara nggak dengar. Begitu bom meledak di Bali, tentu saja ini kan teroris. Tapi yang aneh komando jihad membubarkan diri. Ada haleluyah? Sieun da, sieun, geus kanyahoan ayeuna mah. Membubarkan diri. Sekarang komando jihad kerjanya harus kembali ke mesjid, mengajar dan membantu hal-hal yang sosial, bukan kelaskaran lagi. Diumumkan sama pengacaranya berkali-kali tidak ada, disuruh pulang semua ke masing-masing, ya. Diseluruh Indonesia hanya ada 10.000 tentara dari laskar komando jihad membubarkan diri, ya. Saya rasa Tuhan memberi rasa ketakutan yang luar biasa. Keempat: Nebukadnezar - Tuhan turunkan sampai dikatakan makan rumput; raja Belsyazar - Tuhan turunkan; raja Amasia - Tuhan turunkan; raja Uzia - Tuhan turunkan. 

Tetapi yang kita mau baca coba sekarang Mazmur 33. Dalam bahasa Indonesia lain ini isinya, tapi dalam bahasa Inggris bunyinya jelas sekali. Mazmur

33:10 TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa.

Dalam bahasa Inggris, Tuhan menggagalkan rancangan orang yang sombong. Saya baca dalam bahasa Inggris, dikatakan di sana ...  Jadi rancangan bangsa-bangsa yang sombong, yang tinggi hati,  yang keras - itu diturunkan. Jadi saudara-saudara, kita lihat ayat 52 ini: Ia menurunkan orang yang berkuasa dari tahtanya tetapi sebaliknya Dia meninggikan orang-orang yang rendah, orang-orang yang lowly. Dia bisa saja kaya, bisa saja orang kebanyakan, bisa saja orang sederhana, bisa juga orang miskin - tetapi selama dia lowly, selama dia rendah, selama dia punya karakternya mengalah. Sebab ada orang yang serengeh seuri .. seuri tapi keras tidak mau mengalah - itu tanda lain dari kesombongan, ya. Nggak mau ngelehan. Pegang prinsip. Saya pegang prinsip. Saya mau nanya prinsip apa sih yang bener di dunia kecuali prinsipnya Tuhan?

Jadi saudara-saudara, ada orang salah tapi tetap pegang prinsip salahnya. Kaya Hamzah Haz. Di Indonesia nggak ada teroris, katanya. Amerika sudah bilang ada. Nggak ada. Malaysia bilang ada - nggak ada, keukeuh. Singapura bilang ada lho teroris di Indonesia - nggak ada, ceuk Hamzah Haz teh. Kata  Filipina ada - nggak ada. Beledug aja. Cicing we Hamzah Haz teh ayeuna mah. He-euh nya, aya nya. Tah. Ini keukeuh, keukeuh bari jeung salah, salah bari jeung keukeuh. Jadi saudara kalau dikasih tahu, mari kita merendahkan diri. Lihat ayat 53 ini luar biasa: Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar. Kata melimpahkan dalam bahasa Inggris: Ia mengenyangkan orang yang lapar dengan hal yang baik. Haleluyah.  

Saudara-saudara, mari kita pegang janji Tuhan ini. Mungkin kita tidak berpendidikan seperti orang pintar yang lain, kita sekolah hanya sampai SD, hanya sampai SMP, ya, mungkin hanya sampai SMA sudah nggak dianggap sekarang. Bahkan di luar negeri, orang Indonesia lulusan universitas pun sudah nggak dianggap. Sekolahnya jauh ketinggalan. Karena sudah salah sekolah di Indonesia, sudah keliru. Taman Kanak Kanak diajarin bahasa Inggris aja ini sudah salah besar tapi keukeuh. Eta keukeuh tea. Kudu sakola hayang laku mah taman kanak-kanak harus diajarkan bahasa Inggris. Saudara-saudara apa yang terjadi? Sekarang umpamanya kita sudah tidak dianggap oleh dunia tetapi kalau kita mau berlapar kepada Tuhan, kita mau berlapar kepada kebenaran, kita mau berlapar kepada hal-hal yang baik - kita akan dikenyangkan dengan segala yang baik. Haleluyah. Dan Dia menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa.

Jadi kalau saya gambar kata-kata dari Maria ini. Dia menurunkan orang yang tinggi, Dia menaikkan orang yang rendah. Begitu terus kalau saudara baca. Orang yang lapar dikenyangkan, orang yang kaya jadi kosong jadi hampa. Saudara lihat sekarang ada salib, ada cross yang kita lihat di sana. Selamanya kalau saudara lihat ayat 52  Ia menurunkan orang yang berkuasa dari takhtanya. Dari atas diturunin kebawah, ya. Dia meninggikan orang yang rendah, Dia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa. Baru dia datang kepada 

1:54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya. 
1:55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." 

Ternyata prinsip ini saudara-saudara, prinsip ini, itu karena dikatakan di dalam ayatnya yang ke 54b : karena Ia mengingat rahmat Tuhan. 

Mari pelan-pelan ya, saya ajak saudara buka kitab Kejadian 
48:17 Ketika Yusuf melihat bahwa ayahnya meletakkan tangan kanannya di atas kepala Efraim, hal itu dipandangnya tidak baik; lalu dipegangnya tangan ayahnya untuk memindahkannya dari atas kepala Efraim ke atas kepala Manasye. 
48:18 Katanya kepada ayahnya: "Janganlah demikian, ayahku, sebab inilah yang sulung - Manasye - , letakkanlah tangan kananmu ke atas kepalanya." 
48:19 Tetapi ayahnya menolak, katanya: "Aku tahu, anakku, aku tahu; ia juga akan menjadi suatu bangsa dan ia juga akan menjadi besar kuasanya; walaupun begitu, adiknya akan lebih besar kuasanya dari padanya, dan keturunan adiknya itu akan menjadi sejumlah besar bangsa-bangsa." 

Biar saya pakai kegerakan supaya saudara-saudara mengerti maksud saya. Waktu Yakub sudah tua Yakub itu buta. Rabun, sudah tidak bisa lihat. Dia sudah jadi opa, dia sudah jadi engkong. Datanglah Yusuf. Yusuf punya anak dua. Satu kokonya namanya Manasye, adiknya namanya Efraim. Suruh kui di depan engkong. Ayo kui. Manasye itu kui di depan dekat paha Yakub di sini, supaya diberkati oleh tangan kanan Yakub, sebab ia anak sulung. Koko dia. Yang adiknya Efraim, ditaruh sama Yusuf di kaki kiri Yakub, supaya diberkati tangan kiri - berkat kedua. Second. Karena dia tahu Yakub sudah buta, dia tidak bisa lihat. Eh, waktu didoakan, Yakub itu doanya begini. Disilangkan. Lihat gambar dipapan tulis. Disilangkan. Begitu mau ngomong berkat, lari Yusuf : jangan begitu papa, ditarik lagi ini tangan. Ini anak yang pertama ini, Manasye ini ini, kokonya; yang ini Efraim. Aku tahu, katanya Yakub, aku tahu, papa tahu. Memang anak ini akan besar akan jadi pintar akan diberkati Tuhan tapi Efraim ini, akan lebih besar, akan jadi lebih hebat, akan jadi lebih besar. Saudara lihat palang, ya.

Nah, sampai disitu. Negara-negara didunia sekarang saudara perhatikan, yang benderanya memakai palang begini, itu diberkati Tuhan. Australia begini. Coba saudara perhatikan. Inggris begini, Irlandia begini. Saya tanya kenapa mereka punya bendera begini? Mereka keturunan Efraim dan Manasye. Orang Irlandia, orang Inggris. Uang mereka orang Inggris, poundsterling, paling gede didunia - paling tinggi. Satu poundsterling, 13.500; 1 dolar, 9.000 sekarang. Poundsterling 13.500. Diberkati Tuhan. 

Nah sekarang dengar baik-baik. Saya omong ya sekarang. Siapa yang terdahulu, dia akan jadi yang terkemudian, siapa yang mau menjadi besar dia harus jadi kecil. Ada haleluyah, saudara-saudara? Siapa meninggikan diri, dia akan direndahkan; siapa merendahkan diri dia akan ditinggikan. Palang, prinsip salib.

Nah sekarang, saudara boleh main-main, belajar pikir-pikir, renungkan sedikit, sendirian, lihat dirumah, lihat dimana, lihat dimana saja, di rumah, ditoko, diwarung, dimana, saudara lihat apa saja - saudara lihat ada palang. Musti ada palang. Palang, palang, palang, palang. Tiang, palang. Palang. Pesawat terbang, salib, palang. Ini pesawat terbang, prinsip pesawat terbang kan salib, palang. Apa ada pesawat terbang yang modelnya begini, bulan bintang? Nggak ada. Moal hibeur-hibeur. Palang. Ada haleluyah, saudara-saudara? Apa ada pesawat terbang modelnya begini? Yin Yang? Nggak ada. Palang. 

Lihat kursi, prinsip palang. Palang, palang, palang, semua palang. Kursi saudara duduk, meja, palang. Mesin jahit, palang, semua. Mobil, ada. Buka piano, buka, ada tulangnya, palang. Bangunan ini, palang semua. Saudara buka ini, palang semua. Badan kita sendiri, palang. Maka ini menjadi gambaran bahwa, dari lahir sampai mati, orang nggak bisa jauh dari kayu palang. Ada haleluyah, saudara-saudara? Luar biasa. Ini palang. Kalau nggak palang, nggak bisa berdiri. Palang, palang. Stopan lampu, semua, jalanan, perempatan, semua palang. Saya lagi kecil diajarin sama guru ngegambar saya, bapak Hadi Prayitno, kelas empat SD: Yohanes, kamu ada bakat menggambar, nanti sama bapak diajarkan ya. Kalau mau menggambar ini begini lho, ini gunung dua, ini sawah, dan kamu bikinlah sawah seperti ini. Jadi sawah. Palang, palang, palang. Salib di mana-mana.  

Kembali kepada Lukas 1:56 Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya. 

Nah saudara, waktu Elisabet dikunjungi oleh Maria, Elisabet punya kandungan itu umur enam bulan. Datanglah Maria, waktu itu baru saja dikasih tahu, Yesus dikandung oleh kandungannya. Tinggallah dia di sana tiga bulan, maka kandungan Maria tiga bulan, Elisabet menjadi sembilan bulan. Jadi perbedaan antara Yesus dengan Yohanes Pembaptis, itu enam bulan secara lahiriahnya. Maka sejak ayat 56, berikutnya sekarang, lahirlah Yohanes Pembaptis. Karena setelah tiga bulan tinggal di sana, memang sembilan bulan bagi Elisabet.

1:57 Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. 

Ini ada satu ajaran yang luar biasa unik, luar biasa dalam. Ayat 58.

1:58 Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. 

Nampaknya Elisabet sembunyi, tidak memberitahu bahwa dia hamil kepada keluarganya, kepada sanak-sanaknya, kepada teman-temannya, tetangga-tetangganya. Dia tidak kasih tahu. Nanti begitu melahirkan, baru dia kasih tahu. Saya sudah punya anak sekarang. Saudara lihat satu prinsip lagi nggak? 

Rasul Paulus pegang prinsip itu empat belas tahun. Lihat surga, dia nggak ngomong, diem. Padahal dia udah lihat surga, dia udah denger bahasa di surga. Aduh, nggak halal aku ngomong. Dia sudah denger. Dia sudah naik langit yang ketiga. Dulu ada orang yang bersaksi, di sini, dia tahu Yesus tinggal di langit yang ke tujuh. Saya jadi bingung, ya. Karena saudaraku, langit ini cuma hanya sampai langit ke tiga. Dia yang ke tujuh. Wah mungkin dia musti makan bintang tujuh nomor 16 baru mengerti langit itu sampai langit ke tiga. Dan Paulus sudah tahu, sudah naik di sana. Dia nggak bangga. Empat belas tahun dia diam. Ini hamil. Udah bertahun-tahun mandul, pada usia tua, sekarang hamil. Ingin dong ngasih tahu, saya hamil, saya bakal punya anak, saya hamil. Diem dia. Diem. 

Jadi kelihatannya, orang yang mateng secara rohani, nggak suka gosip. Haleluyah? Paling juga dia ngomong, bahwasanya tuk selamanya kasih setianya, bahwasanya tuk selamanya, paling ge eta. Aya naon, aya naon? Bahwasanya tuk selamanya kasih setianya. Naon eta teh haharewosan? Bahwasanya tuk selamanya kasih setianya. Saya tahu ada jemaat yang muter-muter cerita sama pendeta lain, nah sekarang ilang jejaknya. Kita tanya kepada rumput yang bergoyang, rumput udah gundul. Kemana dia? Orang Cianjur mah da gampang dibobodo. Roh Kudusnya nggak dipake. Ketika tetangga-tetangganya mendengar. Aduh, tatangga teh pan cuman sebelah rumah, nggak tahu dia hamil. Tahu teh udah ea..ea...ea..ea.. Eh, siapa tuh? Elisabet punya anak! Aduh luar biasa, mereka bersuka cita. Saudara-saudara, dan bersuka citalah mereka bersama-sama dengan dia.

Dua hal yang kita harus belajar dalam pelajaran ini. Yang pertama, orang yang dewasa secara rohani itu nggak banyak omong, nggak banyak gosip, nggak banyak teori, ya. Yang penting ada hasil, ada yang ea, itu yang penting; ada buah, ada anak yang dilahirkan, ada jiwa yang dimenangkan untuk Tuhan. Itu yang penting. Entong ngan nomong teori, tapi nggak ada jiwa yang dibawa. Ngatur, ngomong, kritik. Buah? Nggak ada hasilnya, nggak ada buahnya. Yang kedua, kita lihat dalam Roma 12. Dalam Roma 12 ayatnya yang ke 15, kita baca bersama-sama : Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! 

Begitu tetangganya dengar,  wah Elisabet ini baru punya anak, bersukacita. Nggak gosip! Kunaonnya bisanya? Aneh nya? Kenapa ya? Geus kolot eta teh, naha kunaon boga anak? Jangan-jangan .. jangan-jangan. Nggak begitu, saudara. Bersukacita semua. Waduh ni punya anak, mujijat datang, bersukacita. Ikut bersukacita. Menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar. Bahasa Inggris: memperlihatkan rahmat-Nya. Kembali lagi kepada Lukas 1:59 : Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, 

Saudara ingat, kenapa ya Yohanes Pembaptis dan Yesus disunat, orang kristen nggak disunat? Sebab Yesus dan Yohanes Pembaptis masih dibawah Taurat waktu lahir. Setiap hari kedelapan disunat, ya. Itu menurut Taurat. Lalu setiap habis disunat, dikasih nama. Nah, ini orang-orang mau kasih nama. Saudara masih ingat, Zakaria lagi bisu, karena dia tidak percaya. Ayat 60, 

1:60 tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." 
1:61 Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." 

Ini usul tetangga. Atuh kasih nama teh yang sesuai sama nenek moyang kita, ya. Kalau orang-orang Korea : Kim, Cho, itu orang Korea. Kim, Cho itu adalah orang Korea, Cho, nah itu Cho Yonggi, Kim Yung Il, Kim Yung Nam, Sam. Nah, itu orang Korea. Masa kamu orang Korea, nama teh Udin? Nggak cocok, nggak ada. Kalau Udon, ada di Jepang, Udin di Indonesia. Nggak cocok. 

Apalagi kamu Yohanes. Yohanes nggak ada dalam silsilah dari keluarga kita. Antara Elisabet dan Zakaria, nggak ada Yohanes. Namanya pake ini dong. Saya suka dikritik kalau kasih nama. Saya kasih nama suka panjang-panjang. Saya kasih nama si Melvin, anak saya pertama, Melvin Yohan Christian Awondatu. Kapanjangan teuing sih tah, jadi meninggal. Aduh sedih, lain dihibur urang teh, disalahkaeun. Jadi anak saya teh meninggal karena saya kasih nama terlalu panjang, ceunah. Pan jadi saya teh beban. Ah, begitu si Revi keluar, diperpanjang lagi namanya, Yohanes Rafael Karel Hugh Awondatu, Johnny Rev ditambahan, hirup geuning? Umur panjang, jangkung deuih. Helga lahir, Helga Louis Lauren Awondatu. Ini Elisabet tiba-tiba ngomong:  Yohanes. Elisabet istrinya nih, ini suaminya bisu. 

1:62 Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. 

Lalu Ia meminta batu tulis. Nah saudara, jadi jaman dulu tuh masih jaman saya kelas SD, masih pake batu tulis nulis, pake grip. Batu tulis. Udah nulis dihapus pake lap basah, nulis lagi, ya. Dina sabak baheula mah, namanya batu tulis, bawa ka sakola. Jadi ini teh masih jaman batu tulis, saudara. 

1:63 Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya. 

Nah ini. Nggak ngomong si suami teh ka istri, da teu bisa ngomong atuh. Istri tiba-tiba ngomong : Yohanes. Nanya kepada bapanya, coba bapanya tulis? Yohanes lagi. Memang suami istri kalau dua-duanya dibawah kehendak Tuhan, saudaraku, sehati. Ngigo na ge bisa bareng, martabak, bisa bareng, saudaraku. Si istri pengen martabak, suami ingin martabak, ya. Jangan seperti lagi family camp. Ayo istri tulis, kawin tanggal berapa? Tanggal 16. Suami? Tanggal 23. Bingung. Kok bisa suami istri lupa? Istri bilang tanggal 16, suami bilang tanggal 23, beda seminggu. Heran Elisabet mah sama Zakharia - Yohanes. Aduh ampun. Makanya saudaraku, ini teh gara-gara dua-duanya ini suka ikut family camp. Pasti ini, saudara. Jadi mereka sehati, sejiwa. Memberi nama juga satu hati, Yohanes. Dan merekapun heran semuanya.

1:64 Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. 

Ingat, Zakharia asalnya bisa ngomong. Karena dia tidak percaya, dia jadi bisu. Setelah dia ditanya, siapa nama anaknya, dia tulis : Yohanes. Berarti dia yakin, percaya betul, terbuka lagi. Mungkin ada diantara kita seperti Zakharia. Dulu suka ngomong, suka bersaksi, suka menyanyi untuk Tuhan, suka bersaksi, suka berkarya, suka ajak orang datang di gereja. Tapi sekarang bisu, nggak bisa ngomong. Malam hari ini Tuhan bisa sembuhkan lagi. Supaya habis kebaktian, saudara sudah bisa ngomong lagi. Saudara bisa lagi berbicara, mengajak orang datang di gereja lagi. Kursi banyak yang kosong. Masih banyak yang kosong, bisa diisi oleh jiwa-jiwa. Masih bisa, kita masih banyak, seluruh kota Cianjur penuh Roh, masih banyak orang yang belum kenal Tuhan. 

Kalau saya lihat, aduh, ini anak-anak muda dari mana ini teh. Oh ini teh anak si ini, aduh ini teh anak si eta? Aduh, ini anak si A. Coba, geus galalede ayeuna mah. Nggak lama lagi juga saya mah udah memberkati lagi. Ko Yoyo aya waktu? Ieu rek kawin. Ko Yoyo aya waktu? Rek kawin. Ko Yoyo, ke minggu depan saya rek kawin. Ko Yoyo, minggu depan anak saya dikawinkeun. Begini terus. Ko Yoyo, ieu rek nyeurahkeun anak. Banyak begitu sekarang, nanti. Mari kita buka mulut untuk Tuhan Yesus. Sekian renungan Firman Allah. Nanti kita akan sambung pada minggu-minggu berikut.

-- o -- 

 Rabu, 23 Oktober 2002

Berkata-kata dan Memuji Tuhan

Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Lukas 

1:65 Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. 
1:66 Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia. 

Kita mulai dari ayat 64 minggu yang lalu: Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. 

Kita akan lihat dua gabungan kata ini, yaitu berkata-kata dan memuji Allah. Seringkali kita mempunyai tendensi antara berkata-kata dengan memuji Allah ini dua hal yang berbeda. Yaitu kita memuji Tuhan dirumah Tuhan tetapi kata-kata kita tidak memuji Tuhan. Zakharia begitu terbuka mulutnya terlepas lidahnya: Lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Menarik sekali kalau kita lihat Lukas juga menulis di dalam Kisah Para Rasul

2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, - Sekali lagi yang betul itu bukan pantekosta tetapi pentakosta - semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 
2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 
2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 
2:5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. 
2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. 
2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? 
2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita : 
2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, 
2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, 
2:11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." 

Jadi berkata-kata dengan memuji Allah - itu tidak terpisahkan. Saya akan buktikan kepada saudara. Kembali kepada injil Lukas, bagaimana saudara-saudara, Lukas 1:64 lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. 

Apa reaksi akibat dari dia berkata-kata dan memuji Allah; dari bisu berkata-kata lalu memuji Allah? Apa reaksinya? 1:65 Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, - Tentu bukan ketakutan jelek - ketakutan yang kudus, ketakutan yang suci - dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. 

Saudara bisa bayangkan. Ini salah satu asalnya mereka tinggal disatu rumah tetapi gara-gara mereka berkata-kata dan memuji Allah, itu keadaan menjadi membuat geger diseluruh pegunungan Yudea - lebih dari satu bukit. Jadi buah tutur. Jangan sampai kita jadi buah tutur karena kita kabur meninggalkan hutang; jangan sampai kita jadi buah tutur terkenal suka ngomongin orang, suka mengata-ngatai orang; buah tutur pinjam uang nggak bayar; buah tutur nipu; buah tutur selingkuh; buah tutur dan 1001 macam yang lain. 

Tetapi kiranya segala kata-kata kita yang memuji Allah itu menjadi buah tutur yang baik. Coba saudara lihat rumah dan daerah pegunungan. Itu jauh. Rumah itu ini umpamanya rumah. Pegunungan. Bayangkan saudara. Satu jemaat kita di Jakarta orang India, jiwa baru, itu persis ada di Bali ketika bom meledak. Ketika bom meledak dia ada di Bali. Dia katakan sama saya: Saya hampir ke situ, oom. Hampir ke jalan itu. Tapi seperti ada yang menghalangi. Setelah bom meledak, dia dengan istrinya lihat kesitu. Saudara bisa bayangkan, umpamanya bom meledak di sini, itu panjangnya itu 5 meter ya, dalamnya itu sampai 3 meter di dalam tanah. Ini bom meledak di sini,  itu pengkolan Lok Thian rumah itu, kaca-kaca itu pecah. Bayangin kaca toko di Lok Thian itu pecah. Jadi saudara bisa bayangkan orang yang berdiri jarak 50 m dari bom musti mati, kalau nggak tuli. Bayangkan kaca jaraknya sampai 1 kilometer pecah. Nah, ini kekuatan bom. 

Begitu juga ini. Berkata-kata dan memuji Allah itu luar biasa kekuatannya. Tadi diputar satu film Saul dengan Daud. Diperlihatkan Saul yang cemburu, yang marah, dia ngomong begini, dalam film sih ya: Sudah anakku diambil sama Daud, katanya, dikawin. Yonatan pun jadi temannya Daud. Rakyatku juga diambil simpatinya. Apalagi yang kurang kalau bukan mahkotaku nanti diambil. Dikejar-kejarlah Daud itu. Tapi pada waktu dia kerasukan setan, Daud mainkan kecapi, nyanyikan Mazmur 23. Heran saudara-saudara, itu keinginan untuk membunuh jadi hilang. Orang yang mau dibunuh itu ada di depan dia. Main kecapi, hilang keinginan membunuh. Saudara lihat itu kuasa memuji-muji Allah. Nah, salahnya kita apa? Salahnya kita, kita pisahkan ini, berkata-kata lain, memuji Allah lain. Kita pisahkan dua hal ini. Di gereja kita memuji Allah. Di luar kita ngomong lain, nggak apa-apa. Dua hal yang berbeda. Tidak! Antara berkata-kata dengan memuji Allah harus jadi satu. Harus jadi satu. 

Saya pernah katakan, orang yang terima Yesus nggak mungkin medit. Nggak mungkin. Itu hanya contoh. Orang yang terima Yesus nggak mungkin maunya musuhan, ribut. Nggak mungkin. Orang yang betul-betul ikut Yesus sungguh-sungguh, nggak mungkin pindah-pindah gereja terus, muter, dari gereja sini puter kesono. Di gereja sono ngomongin pendeta sini, terus dia pindah lagi ke sono, ngomong di sono ngomongin pendeta orang. Itu udah nggak bener. Maka saya belum pernah mengunjungi rumahnya, dari pertama saya sudah nggak mau. Dan betul, perasaan saya nggak salah. Sakit, silakan saja, saya doa dari jauh. Antara berkata dengan memuji Allah, dua hal tidak boleh dibedakan. Adiknya Yesus namanya Yakobus, ngomongnya sama. Kita lihat Yakobus. Dalam Yakobus pasalnya ke 3. Surat Yakobus, setelah Ibrani itu ada Yakobus saudara. Pasalnya yang ke 3. Saya telen aja semua omongan, sekarang saya bisa ngomong. Karena Tuhan yang bela. Ayatnya yang ke 9. Yakobus  

3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, 
3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. 
3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? 
3:12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar. 

Hari-hari ini saya lagi tergila-gila dengan teh. Teh Tiongkok. Ada kawan saya ini, memang dia rajanya teh, ya. Dia beli, baru telephone dari Tiongkok kemaren: Saya baru beli, pak, teh satu kilo 20 juta. Wah, itu udah kaya emas. Itu teh kaya apa, ya? Mungkin kalau minum teh itu, saudaraku, kita bisa ketawa seminggu. Karena 20 juta satu kilo, satu ons nya berarti 2 juta, tiga ons 6 juta. Luar biasa. Waduh, bapak beli berapa, pak? Saya beli 6 kilo. 120 juta, pak? Nggak, yang lain harganya murahan. Di sini teh bedanya dimana? Dia cerita, saudara, karena dia suami istri pake kursi roda, pergi ke Tiongkok. Teh itu ternyata rasanya berbeda oleh karena tanah. Teh yang dia beli mahal itu, tumbuhnya bukan di pegunungan biasa, tapi di pegunungan yang mengandung marmer. Begitu dipetikin saja, itu orang Amerika, orang Eropa, bangsa calo-calonya, udah nunggunin, ngeupeul-ngeupeul duit, katanya. 

Jadi si petani teh itu udah nggak bisa .. kita kalau bisa kebagian satu, dua ons aja udah bagus. Karena udah larinya ke Amerika. Teko nya pun demikian. Saya udah beli teko kira-kira sepuluh teko, macem-macem. Saya aneh, saudara-saudara, ini teko, saya seduh teh yang sama di teko ini, enak. Saya seduh teh yang sama di teko yang satu lagi, nggak enak. Nggak enak seperti di sini. Saya bilang, kenapa ya? Itu kondisi tanah. Jadi tanah yang baik, menghasilkan teh yang baik, menghasikan teko yang baik dari tanah yang baik. Mata air yang baik, pasti akan mengeluarkan sesuatu yang baik. Nah, Tuhan Yesus berkata dalam Markus pasal 7, saudara-saudara.  

7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, 
7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. 
7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang." 

Mari saudara lihat kedepan. Bayangkan saudara, Zakharia ini bisu itu 9 bulan. Dari saat dia tidak percaya, di sini  kita pakai kebebalan, bebal dong seorang imam lihat malaikat di Bait Allah nggak percaya mujijat. Bodoh dong. Saya sekarang hamba Tuhan memberitakan Injil lalu saya nggak percaya mujijat, bodoh dong saya, bebal. Selama 9 bulan. Pasti dia sedih, dia nangis sama Tuhan. Selama 9 bulan hatinya yang bebal, hatinya yang kurang percaya,  hatinya yang tidak percaya, dikerjain sama Tuhan. Dibikin lembut persis nyanyian tadi Lembutkan hatiku. Dilembutkan sama Tuhan, diairi lagi. Dia pasti tiap hari nangis karena sudah tidak bisa melayani .. dia bisu. Tuli. Nangis dia. Setelah hatinya jadi baik :
hendaklah beri nama Yohanes, terbuka lidahnya. Apa yang keluar? Berkata-kata dan memuji Allah. Sembilan bulan yang lalu dia tidak percaya. Imam, pendeta bisa begini. Sembilan bulan dia nggak percaya. Yang lalu. Sembilan bulan kemudian memuji Allah berkata-kata. Ini yang saya inginkan.

Memang jarak jauh, jarak lama. Udahlah kita pakai minimal setahun. Saya ingin saudara dalam setahun itu kita itu bertumbuh, dalam setahun itu kita berubah, dalam setahun itu kita ayo dong perlihatkan buktikan. Bukan sama saya, sama Tuhan bahwa kita ini percaya kepada Dia, bahwa kita ini mengasihi Dia, bahwa kita ini berkata-kata dan memuji Allah itu gabung sama-sama. 

Saya itu nggak bisa begini saudara. Di depan orang nih: Oh ya .. baik .. ya .. ya, udah dia pergi terus saya ngomong gini .. - saya nggak bisa. Aduh, rasanya dosa. Kalau di depan: Ya .. baik .. ya .. baik. Waktu dia pergi saya ngomong gini. Aduh, saya nggak ada harga diri. Kalau saya nggak senang, saya kasih lihat, saya diem saja. Tapi kalau saya senyum saya baik, itu orang itu harus percaya itu keluar dari hati saya. Saya simpati sama anda. Puji Tuhan. 

Yang tidak akan bisa ditipu itu anak kecil. Karena anak kecil perasaannya peka, saudara-saudara. Nah, kalau anak kecil satu tahun dua tahun berani peluk saya cium saya, bahkan ada yang pernah gigit hidung saya, saya sampai mau nangis sama Tuhan: Aduh Tuhan, saya dapat lotere besar. Kita nggak bisa kaya orang dunia. Orang dunia bisa: Ya .. baik .. ya .. ya, 3 hari kemudian kirim pembunuh bayaran, tembak. Nggak bisa. Harus satu antara kata dengan perbuatan puji-pujian ini. 

Nah, saya ingat ada satu lagi ayat di dalam kitab Mazmur 25. Saya harap ini jangan lupa saudara-saudara. Saudara jangan lupa ini karena saya sudah alami ini jadi saya berani khotbahkan ini. Ayat 17 mulai.  

25:17 Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku! - Berarti pemazmur sedang dalam kesulitan -
25:18 Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku. 
25:19 Lihatlah, betapa banyaknya musuhku, dan bagaimana mereka membenci aku dengan sangat mendalam. 
25:20 Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu. 
25:21 Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau. 
25:22 Ya Allah, bebaskanlah orang Israel dari segala kesesakannya!

Jadi ditengah-tengah kesesakan kesulitan kesukaran, ada banyak orang membenci, ada banyak orang tidak senang kepadanya, ya: Aduh Tuhan - ini pemazmur bilang - jaga ketulusanku. Dia itu mazmur, lagi nyanyi ini mazmur 25 itu nyanyi, itu bermazmur: Jaga ketulusan dan kejujuranku - Maksudnya apa yang di dalam itu, itu  yang keluar - kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau. 
25:22 Ya Allah, bebaskanlah aku.

Bahasa Inggris ayat 21: Let integrity and uprightness preserve me - biarlah integritas dan kejujuran itu preserve me, memelihara aku. Supaya daging nggak busuk kasih garam, taruh dikulkas yang dingin - itu namanya preserve. Bisa masaknya tiga hari lagi yang akan datang, dagingnya nggak bau karena didinginkan, diawetkan,  dikasih garam. Coba haneutkeun heula sayur, geur haneutkeun geus tiis, masukkin dikulkas, supaya nggak basi. Tidak basi. Preserve, ya. Kasih dingin. 

Kenapa orang di Eskimo, orang Eskimo itu panjang-panjang umurnya? Karena dia tinggal ditempat di es. Rumahnya igloo namanya, dibikin dari es. Saudara nggak akan bisa di kutub utara ada orang Eskimo bikin dari bata merah, terus pesen ka toko Jakarta betonan. Nggak bisa. Igloo. Baju mereka tebal. Tapi karena mereka tinggal dirumah es sudah biasa, awet badannya, dagingnya itu awet. Tubuhnya awet. Merah terus orang Eskimo. Lain dengan orang Arab. Orang Arab pan dipadang pasir terus, panas terus. Kirain kita dia udah umur 70 tahun padahal masih 40 tahun tapi udah kelihatan tua. Karena apa? Karena kena panas terus. 

Aduh, saya pernah cium ada orang Beduin bau sekali. Saya bilang pakai bahasa Inggris sama guide, kok dia bau ya? Bapa, buat dia sih nggak bau karena mau mandi dimana .. padang pasir? Mau mandi dimana heg, kesangan unggal poe. Euweuh cai. Bau-bau udah biasa aja. Maka kalau ada yang pake minyak wangi dipadang pasir, itu orang arab pasti kelenger saudara karena belum biasa dengan itu bau minyak Avon .. nggak biasa mereka. Kalau bau domba itu biasa, ya. 

Saya selalu ingat saudara-saudaraku, itu ada sayembara: Siapa yang bisa tahan satu jam bersama dengan domba badot, dimasukkan satu jam? Mula-mula orang Sunda masuk. Masuk. Baru lima menit keluar, muntah, saudara. Bau sih. Kedua orang Jawa. Masuk. Muntah orang Jawa .. 10 menit tapi keluar juga nggak tahan, muntah. Lalu yang ketiga orang Arab. Begitu orang Arab masuk, saudaraku .. baru 5 menit, domba badotnya yang keluar, dia muntah .. dombanya yang muntah. 

Kembali lagi kepada renungan kita. Saudara mau punya lapang hati? Nah, kalau saudara punya lapang hati, kita teh disayang Tuhan. Digituin sama orang, digituin sama orang: Aduh Tuhan, jaga saya punya ketulusan dan kejujuran. Jaga hati saya Tuhan jaga .. jaga. Nah, Daud itu punya anak namanya Salomo. Amsal 4    
4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. 

Saya mau baca dalam bahasa Inggris nya. Bukan sok Inggris tapi supaya saudara ngerti apa: Keep your heart with all your diligence - peliharalah hatimu dengan segala kerajinan, katanya. For out of its spring .. dari situlah keluar mata air, spring keluar .. the issues of life, urusan-urusan hidup, itu dari situ dari hati. 

Maka kalau saudara ingin supaya urusan hidup kita beres, hati kita musti beres. Kita ingin supaya urusan toko,  urusan jualan, urusan bisnis, urusan kesehatan semuanya beres - hati kita musti beres. Jaga hati! Maka itu bapanya tadi bilang: Duh Tuhan, saya ingin supaya saya ini tulus, supaya antara berkata-kata dengan memuji Allah itu sama. Yu, kembali lagi kepada Lukas 1 ayat 65. Saya tidak tahu kenapa dalam alkitab saya, ayat 65 ini 65 nya itu ditulis dengan huruf tebal, saya tidak tahu kenapa.
1:65 Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, - disekeliling rumah itu - dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. 
1:66 Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia. 

Kata merenungkannya dalam bahasa Inggris, terus menerus bertanya, terus menerus bertanya. Orang-orang itu terus menerus dalam hatinya bertanya: Ini anak jadi apa ini, jadi apa anak ini nanti? Bahasa Inggris: Ini anak macam apa anak ini, what kind of child will this be? Nanti dia jadi apa? Karena tangan Tuhan menyertai dia.

Maka saya yakin. Mungkin saudara sudah tidak bisa punya anak lagi tapi kita bisa punya cucu. Tuhan itu beserta kita sejak anak kita itu dikandungan. Sejak anak kita dikandungan itu, tangan Tuhan itu beserta dengan kita dengan anak kita. Sekolahnya dimana dia bakalan jadi apa, udah ditulis sama Tuhan. Kita mulai dari Mazmur

139:13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. 
139:14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. 
139:15 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; 
139:16 mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, - mudigah - dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. 

Ada haleluyah saudara? Belum jleg eeeaaa .. belum .. belum dilahirkan, sudah ditulis hari-harinya. Sayapun saya punya hari sudah ditulis berapa lama saya akan hidup, sudah ditulis. Saya sedang mempersiapkan diri supaya pada hari itu datang, saya sudah siap. 

Yang kedua Yeremia 1. Kita terharu sekali mendengar kata-kata Tuhan kepada Yeremia  

1:4 Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: 
1:5 "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." 

Sekarang saya mengerti kenapa Mother Teresa masuk kerumah-rumah pelacuran, masuk ke universitas-universitas. Dia bilang: Mahasiswi-mahasiswi yang hamil, pelacur-pelacur yang hamil, mohon jangan digugurkan kandungan anda. Tapi berikanlah anak itu kepada saya. Saya siap menampungnya untuk memelihara. Siapa tahu diantara anak-anak itu menjadi orang besar, kita tidak tahu. 

Saya ada 4 tokoh yang saya lupa namanya - harus lihat di internet, yang waktu dikandungan baru sebulan dikandung, mamanya itu mau gugurkan karena kesulitan ekonomi. Tapi suaminya bilang: Jangan! Jadi orang besar. Ini pengenalan Tuhan yang pertama. Sebelum dibentuk, Aku sudah kenal engkau. Sebelum hari-harimu ada,  Aku sudah tulis untuk menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. 

Maka saya senang mendoakan anak-anak itu yang datang tiap perjamuan kudus maju kedepan. Saya senang sekali. Karena saya yakin mereka jadi sesuatu kok .. yang besar. Mungkin orang tuanya nggak yakin tapi saya yakin. Mereka akan jadi seseorang yang besar. Karena mereka dilahirkan di dalam keluarga anak Tuhan,  keluarga kristen. Sekarang kita sudah lahir, sekarang kita sudah hidup. Kita lihat lagi Amsal    

4:18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. 
4:19 Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung. 

Kalau saudara jadi anak terang, dilahirkan saja Tuhan sudah tahu; dikandungan saja Tuhan sudah pilih, begitu lahir juga ah, sudahlah .. tenanglah. Saudara hidup saja tambah lama hidup saudara tambah jadi terang, sampai kepada siang yang sempurna, katanya. Kalau orang fasik mah jadi gelap. Ayo kita akhiri dari Lukas 1 ini, kembali kepada ayat 66 : "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia. 

Sadar atau tidak sadar, tahu atau tidak tahu, dirasa atau tidak dirasa - sebetulnya sore ini tangan Tuhan menyertai saudara. Mari kita berdiri bersama-sama.

-- o --   

Rabu, 30 Oktober 2002

NYANYIAN PUJIAN ZAKHARIA

Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Lukas 

1:67 Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: 
1:68 "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, 
1:69 Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, 
1:70 --seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus-- 
1:71 untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, 
1:72 untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, 
1:73 yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, 
1:74 supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, 
1:75 dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. 
1:76 Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, 
1:77 untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, 
1:78 oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, 
1:79 untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera." 
1:80 Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel. 

Kalau pertama-tama kita membaca dalam ayat yang ke 46 adalah nyanyian dari Maria, disebut Magnificat dari Maria. Maka sekarang kita akan melihat nyanyian dari Zakharia. Nyanyian dari Maria penuh dengan puji-pujian tetapi nyanyian dari Zakharia berisi dengan nubuatan. Apakah yang disebut nubuatan? Nubuatan adalah satu keterangan, satu kata-kata atau kalimat, keterangan, yang diberikan mendahului kejadiannya. Jadi kejadiannya di sini tetapi dia sudah memberitahu, mengatakan sesuatu yang akan terjadi, jauh sebelum hal itu terjadi. 

Saya beri contoh. Nabi Yesaya bernubuat tentang datangnya Tuhan Yesus itu tujuh abad, tujuh ratus tahun, ya. Yesaya tidak kenal Yesus, dia tidak tahu siapa Yesus, tapi dia bernubuat, mengatakan sesuatu yang akan jadi. Tujuh ratus tahun sebelumnya. Nah, nyanyian ini dimulai dengan ayat yang ke 68, di sana dikatakan: Terpujilah Tuhan. Terpujilah Tuhan. Bahasa Inggris memakai kata diberkatilah nama Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya, dan membawa kelepasan baginya. 

Dalam alkitab saya, dia ada kekurangan satu hal, di dalam ayat ke 68: Terpujilah Allah Israel sebab Ia melawat Umat-Nya dan menebus umat-Nya. Jadi, yang pertama adalah melawat dan menebus. Ini memang nyanyian luar biasa, penuh dengan artian rohani. Saya rasa Tuhan melawat itu sering sekali. Kepada Adam dan Hawa di Taman Firdaus, Dia melawat waktu Adam dan Hawa berdosa. Waktu Adam dan Hawa tidak berdosa, belum jatuh, Allah biasa melawat, Allah biasa mengunjungi. Tetapi kunjungan-kunjungan-Nya yang terakhir adalah kunjungan yang luar biasa, yaitu kunjungan yang didatangkan dengan tambahan, di sini dikatakan membawa kelepasan, tetapi dikatakan membawa penebusan, penebusan. Saudara-saudara, kita baca dahulu Markus pasal yang ke 10 kita membaca ayatnya yang ke 45: Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." 

Mari saudara lihat kedepan. Kata tebusan di dalam bahasa Yunani itu adalah antilutron. Antilutron, ini kata tebusan. Tetapi harga dari tebusan, itu lutron, harga tebusan. Umpamanya saudara menebus di pegadaian sesuatu yang saudara sudah gadai, ada harga yang harus saudara tebus. Umpamanya tiga ratus ribu. Maka tiga ratus ribu itu harga dari tebusan, itu lutron. Tetapi kata tebusan di sana tidak dipakai kata lutron tetapi dipakai kata antilutron. Apa bedanya lutron dengan antilutron? Mari saudara perhatikan ke depan. 

Lutron, apa saudara, lutron? Harga tebusan, ya. Tapi antilutron itu begini. Ini saudara yang harus dihukum, ini yang mau menebus. Dia tidak bayar dengan uang, dia tidak bayar dengan emas dan perak. Tetapi antilutron itu berarti bertukar tempat. Tempat saudara diisi oleh dia, tempat dia diisi oleh kita. Jadi antilutron artinya berpindah tempat dari orang terhukum menjadi bebas, yang menebus dari bebas menjadi orang terhukum. Supaya saudara mengerti harga tebusan saudara itu sangat mahal. Markus 10:45 tadi, Ia datang bukan untuk dilayani. Dia datang untuk melayani saudara, melayani orang berdosa dan memberikan nyawanya sebagai tebusan, antilutron, barang, sesuatu yang bisa ditukarkan, bagi orang banyak .. seluruh dunia ini. Ini kata dari tebusan itu.

Nah, kembalilah kita kepada Injil Lukas pasal 1 dan di sana baru kita membaca ayat 69: Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud. Ia membangkitkan - di sini -  menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan di dalam keluarga Daud. Tanduk menjadi lambang kuasa, ya. Tanduk selalu menjadi lambang kuasa. Dimana-mana diseluruh alkitab, terlalu banyak ayatnya, tetapi tanduk adalah lambang dari kuasa. Saya ingin mengajak saudara-saudara membaca satu ayat saja di dalam Mazmur 18:3 Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! 

Di sana saudara ketemu ada tanduk keselamatan. Apa maksudnya tanduk keselamatan? Di depan ada mezbah korban, di depan Tabernakel dan di empat sudut dari mezbah korban ini ada tanduk. Ia ada di halaman. Kalau ada orang yang dengan tidak sengaja sedang kapak pohon, lepas kapaknya kena kepala orang, orang itu mati. Menurut Hukum Torat, gigi ganti gigi, mata ganti mata, nyawa ganti nyawa. Dia harus mati. Tapi karena dia tidak sengaja, dia boleh lari, melarikan diri dan sampai ke tanduk mezbah ini. Kalau dia bisa memegang tanduk ini, dia selamat. Dia tidak boleh dihukum, dia bebas, dia tidak bisa didakwa, tidak bisa keluarga korban meminta darahnya untuk dia dibunuh kembali. Tidak bisa. Karena dia tidak sengaja membunuh itu, dan inilah yang dimaksud dengan tanduk keselamatan. 

Kembali lagi kepada Lukas pasal 1:69 Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu. 

Maksudnya apa? Berapa kali kita memerlukan keselamatan, silahkan saudara berlari kepada Tuhan Yesus. Ada haleluyah, saudara-saudara? Berapa kali saudara memerlukan dia perhari, silahkan saudara lari kepada Dia. Lari saja, manusia mah nggak bisa dipercaya, saudara. Kita minta tolong kepada manusia, kita percaya kepada manusia, kita yakin kepada manusia, ternyata orang yang kita yakini malah mencurigai kita. Lebih baik saudaraku kita datang saja kepada Tuhan dan menyerahkan segala persoalan kita segala problem kita. Dulu kita mungkin kurang mengerti kenapa ada orang minta mati, kenapa Elia minta mati. Tapi ketika saudara merasakan pahitnya hidup merasakan beratnya tekanan beratnya beban, saudara bisa mengerti kenapa orang minta mati, kenapa orang bosan hidup. Karena tekanan terlalu berat. 

Nah, itu sebabnya dihalaman pertama saja belum masuk ruang suci belum masuk ruang maha suci, dihalaman pertama yang disediakan oleh Tuhan justru tanduk keselamatan. Kapan saja kita grogi kapan saja kita bimbang kapan saja rakyat Israel ada ketakutan, dia boleh lari pada tanduk keselamatan dan dia pegang itu maka dia bebas dari segala tuntutan-tuntutan darah.

Ayat 70 seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus. 

Saudara, kita menemukan kata 'sejak purbakala.'

Nah, ini agak tidak enak kita membaca kata purbakala. Sebab di dalam bahasa Inggris, tidak ada itu kata purbakala. Yang ada adalah sejak dunia dijadikan. Memang itu purbakala tapi tidak boleh ditulis purbakala. Harus sejak dunia dijadikan. Di dalam bahasa Yunani Aionon. Aion ini saja sudah alam. Dunia dijadikan sejak purbakala, ya, sejak dunia dijadikan, ya. Nah, aionon ini disalin memang artinya jaman purba. Tetapi maksudnya bukan purba tetapi sejak dunia dijadikan. Mari kita pelan-pelan melihat Kisah Para Rasul 3. Inipun tulisan Lukas   

3:21 Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. 

Di sana ada kata jaman dahulu. Juga dipakai kata aionon. Jaman dahulu di sana, dipakai kata juga sama, yaitu aionon. Kisah Rasul 15:18 yang telah diketahui dari sejak semula. Seharusnya: Yang telah diketahui dari sejak dahulu. Inipun dipakai kata aionon, yaitu sejak awal bumi ini. Nah, sekarang saudara akan mengerti kalau saudara buka kembali Lukas 1, dan melihat ayat 70 seperti yang telah difirmankannya sejak purbakala, sejak awal kejadian bumi oleh mulut nabi-nabinya yang kudus. 

Saya tidak ada waktu untuk menerangkan mulut nabi yang kudus tapi kita lepas saja kepada ayat 71. 
1:71 untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita.  

Supaya kita selamat dari ancaman musuh-musuh kita. Saya mau tulis 7 keuntungan dari keselamatan. Kalau saudara menerima Yesus dan saudara diselamatkan oleh Tuhan, saudara, yang pertama adalah mendapatkan bebas dari musuh. Dibebaskan lebih tepat, bebas dari musuh. Berkat yang kedua kalau saudara menerima Yesus,  bukan saudara masuk agama kristen istilahnya ya, itu terlalu cetek - saudara menerima Yesus sebagai juru selamat maka saudara mendapatkan kemurahan Allah. Belas kasihan atau kemurahan dari Tuhan. Ketiga, kalau saudara menerima selamat dari Tuhan, saudara-saudara akan mendapatkan dibenarkan atau pembenaran oleh iman. Yang keempat kalau saudara-saudara menerima Kristus menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat pribadi, saudara akan mendapatkan damai dengan Allah, berdamai dengan Tuhan. Yang kelima, kalau kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat pribadi, saudara mendapatkan kesucian dan kebenaran, kekudusan dan kebenaran. Keenam, kalau kita menerima Kristus sebagai Juru Selamat, saudara akan rekonsiliasi itu, dipertemukan kembali ya, .. berhubungan .. hubungan yang dikembalikan dengan Tuhan. Kalau ini hanya berdamai dengan Tuhan tapi yang keenam, saudara boleh berhubungan mempunyai hotline, saudara bisa minta,  saudara bisa mohon kepada Tuhan, ya. Dan yang terakhir yang ketujuh kalau kita terima Yesus, saudara akan mendapatkan terang dan pimpinan.

Coba kita akan pelan-pelan melihat satu persatu dari yang pertama. Tujuh keuntungan jikalau kita menerima Yesus sebagai jurus Selamat dan kita diselamatkan. Pertama, bebas dari musuh. Kalau saya bilang musuh selalu ada dua. Selalu harus saudara ingat, yaitu musuh dari luar dan musuh dari dalam. Daud punya musuh dari luar adalah Goliat tapi musuh dari dalam adalah Saul. Dua-duanya menghalangi Daud dari mahkota, dari kursi kerajaan. Yesus punya musuh dari luar orang Farisi, Saduki, Herodiani, guru-guru agama, guru-guru Taurat. Dari dalam ada Yudas nya. Rasul Paulus dari luar dia dapat musuh orang Yahudi; dari dalam saudaraku ada yang menusuk dia dari belakang - Himenius dan sebagainya, ya, Alexander dan sebagainya. 

Jadi musuh selalu ada dua. Dari luar dan dari dalam. Yang paling bahaya saudaraku saya tulis di dalam Suara Pembaruan, yang paling sukar dilewati yang sukar diatasi adalah musuh dari dalam. Goliat musuh dari luar satu hari selesai. Tapi Saul bertahun-tahun menjadi duri dalam kehidupan raja Daud. Jadi yang berat memang musuh dari dalam. Musuh dari dalam membuat saudara punya kecepatan iring Tuhan itu agak tertahan, saudara punya kapasitas kerja akan tertahan. Istri bisa menjadi musuh dari dalam, suami bisa menjadi musuh dari dalam, kesibukan bisa menjadi musuh dari dalam, perusahaan, toko bisa menjadi musuh dari dalam, ya. Perasaan dengki bisa menjadi musuh dari dalam, hal-hal seperti itu. 

Dari luar. Serangan dari luar, teroris sudah ketahuan. Orang jahat ya mau ngebom gereja dan sebagainya. Saya baru terima di saya punya internet bahwa FBI memberitahukan bahwa target teroris di Indonesia berikutnya adalah pesawat terbang Garuda. Jadi dimohon seluruh pesawat Garuda diperiksa baik-baik kalau barang masuk dan sebagainya. Karena ini target teroris. Sekarang Indonesia baru eungeuh, baru mau belajar. Sudah dibilangin ada teroris nggak mau percaya saja, ya. Sekarang sudah. Nah, itu dari teroris ini dari dalam, nggak kelihatan yang mana. Universitas Kristen Indonesia berhenti tadi lagi belajar. Ada teroris bilang ada bom ditingkat dua, katanya, di fakultas teknik. Bapak siapa? Nggak usah tahu, anjing, katanya. Yang teleponnya begitu. Tentu saja kalau yang ngomongnya anjing, pasti itu monyet, saudaraku, yang ngomong. Jadi kita bisa tahu bahwa ada musuh dari dalam ada musuh dari luar. Ada musuh dari luar, ada musuh dari dalam. 

Ayat 1:71 untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita. Ini harus saudara sadari ada orang yang membenci kita. Ini Firman Allah yang bilang. Mari sekali lagi saya ajak saudara melihat injil Yohanes

16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.

Ada orang yang merasa bahagia dengan membenci kita, merasa senang dengan menganiaya kita. Tetapi Tuhan sendiri sudah bilang: Tenang saja, Aku sudah mengalahkan mereka. 

Mari kembali kepada injil Lukas

1:72  untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus. 

Saudara bertanya: Seperti apa itu perjanjian yang kudus? Kita akan lihat kitab Kejadian

1:14 Berfirmanlah Allah: Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun.

Ada 15 perjanjian, saudara-saudara. Agak sukar saya menerangkan lima belas-lima belasnya ini. Saudara lihat saja ya salah satunya dari janji yang kudus ini. Kalau saya beri semua saudara bingung nanti cape. 

Yang pertama adalah .. bolehlah saya sepintas lalu .. dari ayat 14 ini kita baca 

1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. 
1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. 
1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 

Inilah janji pertama, yaitu bersifat solarik, bersifar solar, udara. Yang kedua bersifat edenik, taman Eden. Dan saudaraku, ada lagi yang bersifat secara umum beranak-pinaklah, bertambah-tambahlah .. itu terus ya .. kuasai bumi .. itu perjanjian daripada Tuhan untuk kita, ya. Pokoknya ada 15. Saya tidak ada waktu tetapi salah satunya adalah Tuhan memberikan juga seluruh alam ini bagi saudara-saudara untuk saudara kerjakan.

Jadi tadi saya mau nangis waktu nonton satu petani teh dari Sukabumi mengadu ke DPR. Dia bilang satu kilo teh sekarang masa kami harus jual Rp 1.250. Petani. Nah, untuk saudara punya bandingan, teh Taiwan 3 ons. Saudara-saudara itu ada dijual di Jakarta Rp 350.000. Tiga ons. Ini petani teh 1 kilo Rp 1.250. Jadi sebelum kami mati, kami mau melawan dulu, dia bilang. Seribu dua ratus lima puluh ini lebih murah dari harga solar .. harga bensin, katanya. Lalu sekarang mau dipajak ada PPn dan PPh. Yang dilaporin sih pake jas pake dasi, yang ngelaporin pake compang-camping bajunya, saudara. 

Salahnya dimana? Tapi sebetulnya solar udara, taman edenik, perjanjian - itu semua Tuhan beri .. janji untuk saudara. Untuk saudara nikmati. Kita akan terima itu berkatnya kalau kita menerima Yesus. Ini janji pertama keuntungan pertama. Kemurahan dari Allah dan sebagainya.

Jadi berkat-berkat daripada Tuhan ini adalah yang luar biasa. Nanti rabu depan kita akan selesaikan mengenai 7 keuntungan ini ya supaya saudara mendapatkan berkat-berkat yang komplit. Saya kembalikan kepada yang bertugas.       

-- o --   

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________