Khotbah Rabu September - Oktober 2003

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 03 September 2003

Anak Allah

Kita buka alkitab kita. Lukas pasal yang ke 3 kita membaca ayat 23 sampai ayat ke-38, 

3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, - terus kita baca tokoh-tokohnya saja yang saudara kenal. Ayatnya yang ke 29 - anak Eli, 
3:24 anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf, 
3:25 anak Matica, anak Amos, anak Nahum, anak Hesli, anak Nagai, 
3:26 anak Maat, anak Matica, anak Simei, anak Yosekh, anak Yoda, 
3:27 anak Yohanan, anak Resa, anak Zerubabel, anak Sealtiel, anak Neri, 
3:28 anak Malkhi, anak Adi, anak Kosam, anak Elmadam, anak Er, 
3:29 anak Yesua, anak Eliezer, anak Yorim, anak Matat, anak Lewi, - Ayat 31 -
3:30 anak Simeon, anak Yehuda, anak Yusuf, anak Yonam, anak Elyakim, 
3:31 anak Melea, anak Mina, anak Matata, anak Natan, anak Daud, 
3:32 anak Isai, anak Obed, anak Boas, anak Salmon, anak Nahason, 
3:33 anak Aminadab, anak Admin, anak Arni, anak Hezron, anak Peres, anak Yehuda, 
3:34 anak Yakub, anak Ishak, anak Abraham, anak Terah, anak Nahor, 
3:35 anak Serug, anak Rehu, anak Peleg, anak Eber, anak Salmon, 
3:36 anak Kenan, anak Arpakhsad, anak Sem, anak Nuh, anak Lamekh, 
3:37 anak Metusalah, anak Henokh, anak Yared, anak Mahalaleel, anak Kenan, 
3:38 anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.

Saudara yang ikut kebaktian hari minggu yang lalu, saya berbicara mengenai Set adalah pengganti dari Habel. Dan kalau saudara melihat kalau Yesus turun dari Set, ayat 38, anak Enos, anak Set, Anak Adam, anak Allah. Jadi Yesus disebut anak Allah. Ayatnya yang ke 23, Dia disebut anak Yusuf menurut anggapan orang. Tetapi ketika naik lagi keatas, terus, sampai kepada anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah. Jadi Tuhan menurunkan Yesus itu tidak sembarangan. Dia memakai keturunan-keturunan orang yang berdoa. Coba kita lihat dulu Kejadian pasal 4. Saudara pegang Lukas pasal 3 tadi. Kita buka Kejadian pasal 4. Dalam Kejadian 

4:25 Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: "Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya." 
4:26 Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN.  

Coba kita kembali kepada Lukas pasal 3 ayat 38, Yesus dianggap anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah. Ini menarik sekali. Didalam ayat 23, Dia disebut anak Yusuf, dari Lukas 3. Tetapi naik ke atas sampai kepada Enos, anak Set, baru anak Adam. Padahal Adam mempunyai anak yang lain, Kain. Yesus tidak turun dari keturunan Kain, tetapi Yesus turun dari keturunan Habel. Karena Set ini diberikan Tuhan untuk menggantikan Habel. Dari Habel turunan ini datang Enos, dia seorang yang berdoa. Maka saudara lihat dari Yusuf ini baru turunlah Yesus. Jauh diatas Adam baru disebut Dia anak Allah. Kalau Tuhan Yesus turun tidak sembarangan. Dia diturunkan dari keluarga-keluarga yang tahu berdoa. Tahu apa artinya doa. Nah, kalau demikian, jikalau saudara berkeluarga, kalau saudara menikah, masuk dalam pernikahan, barulah saudara mengetahui bibit, bobot, bebet, babat, bubut.

Saudara yang pertama harus tahu bibitnya. Siapakah yang kita akan menikah. Jangan setelah pernikahan banyak kesusahan. Setelah pernikahan banyak kesulitan. Setelah menikah banyak persoalan. Persoalan kepercayaan, persoalan didalam rumah. Itu sebabnya kalau kita melihat soal silsilah ini, kita akan lihat betapa Tuhan menurunkan Yesus itu melalui Set pengganti Habel. Dia tidak turunkan melalui Kain yang pembunuh. Tapi Dia menurunkan Yesus melalui orang yang berdoa. Nah, kita masuk didalam Lukas pasalnya yang ke 4. Dalam Lukas  

4:1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. 
4:2 Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar. 
4:3 Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti." 
4:4 Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja." 
4:5 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. 
4:6 Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. 
4:7 Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu." 
4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" 
4:9 Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, 
4:10 sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, 
4:11 dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." 
4:12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" 
4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik. 

Ayat 1 dengan judul "Pencobaan di Padang Gurun". Saya ingin saudara tahu, bukan saja kita yang dicobai. Tetapi Tuhan Yesus sudah dicobai pertama kali. Tiga kali Yesus dicobai dalam kejadian ini, dengan tiga macam pertanyaan, tiga macam ajakan. Yesus menang diatas semuanya ini. Ayat ke 1, Yesus yang penuh dengan Roh Kudus. Bahasa Inggris, Yesus sedang penuh dengan Roh Kudus. Jadi ketika Yesus sedang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari Sungai Yordan. Lalu dibawa oleh Roh ke padang gurun. Mari kita belajar, yang pertama adalah penuh dengan Roh Kudus. Yang kedua adalah dipimpin, dibawa oleh Roh Kudus. Mari saya akan memberikan satu ilustrasi terlebih dahulu, supaya saudara mengerti. Saudara adalah anggota gereja dari GPdI di Cianjur. Istilahnya adalah gereja lokal. Saudara bertumbuh, bergaul, bergerak, diberi makanan, digembalakan di gereja lokal ini. Sedikit banyak saudara harus mengerti bagaimana cara Tuhan bekerja dalam gereja lokal. 

Di dalam gereja lokal kita punya Tuhan Yesus, kepala gereja, dengan Roh Kudusnya. Dia akan menata gereja lokal melalui gembala sidang. Melalui saya, gembala sidang. Gembala saudara bukan A.H. Mandey di Jakarta. Kalau saudara punya gembala A.H. Mandey, saudara tidak kebaktian disini tapi kebaktian di Ketapang. Gembala saudara bukan Oom Rompas di Sukabumi. Kalau gembala saudara Oom Rompas, saudara tidak kebaktian disini. Saudara kebaktian di Sukabumi. Gembala saudara bukan Paulus di Ciranjang. Karena kalau gembala saudara Paulus di Ciranjang, saudara tidak kebaktian disini. Kenapa? Karena Tuhan akan memelihara jemaat melalui gereja lokal, melalui jemaat lokal. Di dalam gereja lokal lah kita bertumbuh, bertambah, menjadi dewasa, menjadi besar dan sebagainya. Salah kita, kalau gembala setempat membuat satu acara, saudara tidak pergi dengan saya. Tetapi pendeta lain diluar kota membuat acara, saudara ikut acaranya itu. Saudara salah, saudara keliru. 

Saudara tidak menghormati hierarkinya dari gereja lokal yang Tuhan menghormati hierarkinya kepada gembala sidang. Didalam Kitab Wahyu ada tujuh jemaat. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh. Dibawah ini ada jemaat, jemaat, jemaat, jemaat. Lalu Tuhan berfirman, tuliskanlah ini kepada malaikat jemaat ini. Malaikat itu gembala. Malaikat ini, malaikat ini, malaikat ini, malaikat ini, malaikat ini, malaikat ini, malaikat ini. Tuliskanlah kepada malaikat. Jadi Yesus sebagai kepala, Dia bicara kepada gembala dulu. Nah, kalau saudara-saudara ada terhisap didalam jemaat yang pertama, saudara akan belajar melalui gembala saudara, apa yang Yesus ajarkan di dalam jemaat ini. Tidak bisa dan tidak masuk akal, saudara belajar jadi jemaat ke tujuh. Tapi saudara mau digembalakan oleh jemaat ke satu. Tidak boleh. Liar itu. Liar. 

Saudara harus mengerti hierarkinya. Lah, bagaimana saudara makan di Moy Tung, bayar di Kwong Moy? Saudara pesan makanan di Moy Tung, duduknya di Kwong Moy. Mau makan apa? Oh nggak, saya sudah pesan di Moy Tung. Engke sakeudeung deui dianteurkeun. Bagaimana orang yang di Kwong Moy punya perasaan? Kadang-kadang saya itu, kalau toh belum pernah dikasih tahu, tapi sudah berpuluh-puluh kali  saya kasih tahu. Gembala setempat bikin acara, saudara tidak ikut saya. Tapi pendeta lain bikin acara, saudara ikut dia. Saudara sudah melanggar hierarkinya gereja lokal. 

Mari kita belajar dari Yesus. Yesus penuh dengan Roh Kudus. Yesus tidak lebih rendah dari Roh Kudus. Kalau saya gambarkan, Tuhan yang kita sembah itu dalam segitiga sama sisi, Bapa = Yesus = Roh Kudus. Yesus sama dengan Roh Kudus, sudutnya sama, 60 derajat. Tidak lebih besar, tidak lebih kecil. Tapi lihat Yesus, berani menundukkan diri kepada hierarkinya, dalam istilah saya, gereja lokal. Kenapa? Dia tunduk kepada Roh Kudus ketika Dia dibawa, dipimpin oleh Roh. 

Omong kosong orang dipimpin Roh Kudus kalau dia tidak dibawah otoritas gembala, otoritas gembala jemaat. Sebagai jemaat, saudara. Beberapa waktu yang lalu ada pendeta nyelonong sama jemaat saya. Nginap di jemaat saya, tanpa ijin. Padahal kami sudah punya kamar spesial kalau ada pendeta. Itu di sekolah alkitab ada kamar tamu. Nyelonong sama jemaat. Saya kirim Pak Onesimus untuk tegur. Minta maaf. Tapi tetap nginap. Ini supaya jemaat tahu. Itu pendeta tidak sehat. Kalau nyelonong masuk di rumah jemaat, nginap tanpa kasih tahu sama gembala. Siapa pun dia. Saya tegur. Apa saya mau tulis surat sama pusat, supaya bertindak? Dia tidak ngomong. Minta-minta maaf sama Pak Onesimus, tapi tetap nginap. Ini pendeta seperti ini brengsek. Dia bukan hamba Tuhan. Saya sudah tegur melalui pengurus wilayah. Kenapa? Jemaat bukan saya punya, Tuhan punya. Tapi Tuhan memakai cara kerja dengan gereja lokal. Wibawa gembala itu dihormati sama Tuhan. Terbukti Yesus saja tunduk kepada pimpinan Roh. 

Apa Yesus lebih rendah dari Roh Kudus? Tidak. Tapi saat itu, didalam pekerjaan lokal ini Dia harus tunduk pada Roh Kudus, Dia taat, Dia dibawa. Lalu dibawa oleh Roh, dipimpin oleh Roh ke padang gurun. Ketempat yang Dia tidak suka. Siapa suka ke padang gurun? Tidak ada yang suka. Yesus yang penuh Roh Kudus kembali dari Sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus. Dimana? Dari Sungai Yordan. Ketika Dia di Sungai Yordan, Dia berdiri baru saja dibaptis, Roh Kudus ada diatas kepala Yesus. Dinaungi Dia oleh Roh Kudus, seperti burung merpati. Berikutnya, Dia dipenuhkan dengan Roh Kudus. Tetapi berikutnya lagi, Dia dipimpin, Dia tunduk pada Roh Kudus. Jadilah jemaat yang sehat. Sehat dalam berpikir, sehat dalam bertindak. Saya tidak bisa salahkan jemaat, jiwa baru yang tidak mengerti. Didatangi pendeta, ya dibuka saja pintu, mau nginap, suami istri. Pendetanya saja brengsek. Tidak menghormati. 

Saya hormat sekali sama oom Max Rombot. Oom Max Rombot itu bersahabat sama Bapak Samuel Rahmat sudah puluhan tahun. Tapi asal mau ke sini, telepon, selalu telepon sama saya. Yo, saya mau ke ko Asam. Ya sudah datang saja, oom. Sudah kenal kan, nggak usah ijin-ijin. Tapi dia selalu begitu. Yo, saya mau undang ko Asam. Yo, saya mau kesana. Itu pendeta, hamba Tuhan. Masa saya mau bilang, nggak boleh. Kan silakan saja. Siapa sih, jemaat kan Tuhan punya bukan saya punya. Tapi cara kerjanya sehat. Sampai sekarang lho. Padahal oom Max itu lebih tua dari saya. Dia 70, saya baru 55. Tapi selalu kalau mau kemana-mana dia telepon. Karena Yesus selalu menundukkan diri kepada Roh Kudus. Dipimpin oleh Roh menundukkan diri. Coba kita dengar apa kata-kata Yesus kepada murid-muridnya setelah Dia bangkit. Yohanes pasal 21 ayatnya yang ke 18.

21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." 

Saudara, perlu saudara tahu, Yesus nggak pernah tua. Waktu Yesus mati tuh umur tiga puluh tiga setengah tahun. Tetapi dia mengerti apa yang ada dalam keadaan manusia. Kalau kamu sudah tua, kamu akan mengulurkan tangan dan orang lain. Orang lain disini adalah penolong yang lain. Roh Kudus akan membawa kamu ke tempat yang engkau tidak suka. Ini Roh Kudus mula-mula bernaung diatas Yesus. Kemudian saudara-saudaraku, Dia memenuhkan Yesus dengan Roh nya. Lalu Dia memimpin Yesus, bukan ke surga, ke padang gurun. Ini saya kagok nih ngelihat ngegantung begini. Seharusnya pakai kawat baja daripada pakai besi. Di padang gurun, saudara, bayangkan di padang gurun. Saudara yang pernah ke Mesir, lewat Mesir, padang gurun. Apa, seperti apa itu padang gurun? Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai iblis. Masa Roh Kudus bawa Yesus, memimpin Yesus ke padang gurun selama 40 hari? 

Waktu orang Israel ada di padang gurun, padang belantara, mereka ada 40 tahun. 40, 40, 40, adalah angka percobaan, angka testing. Bagi saudara yang berpuasa, jangan kaget, setelah saudara menang dalam berpuasa 40 hari itu dikatakan, Ia lapar. Waktu 39 hari, Yesus belum lapar. Tapi setelah 40 hari, Ia lapar. Tiba-tiba iblis berkata kepada-Nya, Jika Engkau anak Allah suruhlah batu ini menjadi roti. Nampaknya di dekat-dekat Yesus itu ada banyak batu, besarnya seperti roti tawar, seperti roti, tidak terlalu besar. Dimana waktu Yesus sedang berpuasa. Nampaknya Yesus berpuasa mungkin Dia berbaring sudah 40 hari. Mungkin Dia di gua tapi ditulis di padang gurun, iblis datang. Dan iblis berkata, Kalau Engkau anak Allah. Iblis nanti akan tanya sama saudara dan sama saya, kalau kamu anak Tuhan. Kalau kamu betul-betul anak Allah, jadikan batu ini jadi roti. Saya tanya saudara, bisa nggak Tuhan Yesus bikin roti dari batu? Bisa nggak? Bisa. Tapi karena yang menyuruhnya ini iblis, Dia pernah berkata, Aku ini Roti Hidup. Maka 39 hari Dia tidak makan, Dia tidak lapar. Dia roti hidup. 

Tapi waktu 40 hari ditulis lapar, itu kemanusiaannya yang lapar. Dia lapar sebagai manusia. Jadi omongan bisa ceng li, tapi selama omongan yang ceng li itu yang ngomongnya bukan Tuhan, hati-hati. Lalu Yesus jawab, jawaban Yesus ini kita mau belajar. Dia berkata, saudara-saudara, Ada tertulis, saya ulangi, ada tertulis manusia hidup bukan dari roti saja. Bahasa Inggris, sudah tertulis, saya ulangi, sudah tertulis ... manusia hidup bukan dari roti saja. Ini ada yang hilang, saudara, kalimat ini. Dalam bahasa Inggris bunyinya begini, sudah tertulis manusia tidak akan hidup oleh roti saja tetapi oleh setiap perkataan Allah, setiap Firman Allah. Nah, ini hilang. Kenapa hilang? Saya tidak tahu. Kenapa tidak ditulis dalam bahasa Indonesia? Saya tidak tahu. But every word of God, tetapi oleh setiap Firman dari Allah. Percobaan pertama menyangkut kepada tubuh. Karena waktu itu Yesus lapar. Jadi percobaan yang pertama datang kepada tubuh. Karena Yesus sedang lapar. Berikut dalam ayat yang ke 5,  

4:5 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. 
4:6 Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. 
4:7 Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu." 
4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" 

Yang kedua, saudara-saudara, perhatikan ayat ke 5. Iblis membawa Yesus ke tempat yang? Ke tempat yang? Hati-hati, saudara. Iblis selalu membawa kita ke tempat yang tinggi-tinggi. Kedudukan-kedudukan yang tinggi, ujian-ujian yang tinggi. Yesus selalu berkata, rendahkanlah hatimu, rendahkanlah dirimu, pilihlah tempat yang rendah. Belajarlah kepadaKu karena Aku rendah hati. Tetapi iblis selalu membawa kepada tempat yang tinggi. Saudara yang pernah ke Yerusalem, naik bis dari sebelah sana, sebelah kiri ini adalah lembah Kidron. Ini adalah ujung dari Bait Allah, masih ada. Nah, disinilah ke tempat yang tinggi. Nanti itu yang ketiga, tempat yang tinggi. Diperkirakan itu ada di satu gunung, di tempat yang tinggi. Lalu dia memperlihatkan kepadaNya semua kerajaan. Perhatikan saudara, ada kalimat dalam sekejap mata. Dalam sekejap mata. All the kingdom of the world in a moment of time. Dalam sekejap mata dia bisa kasih lihat kerajaan dunia. 

Saya mau balik, iblis hanya bisa memberikan kerajaan dunia sekejap mata. Pak Harto yang begitu hebat, 32 tahun, jatuh juga. Napoleon jatuh juga. Raja-raja di dunia jatuh juga. Semua yang kaya di dunia, seperti Salomo, jatuh juga. Iblis memperlihatkan dengan sekejap mata kerajaan dunia. Saya mau balik, kerajaan dunia yang bisa diberi oleh iblis hanya sekejap mata. Beberapa pendeta yang umurnya dibawah saya. Saya hitung-hitung lebih dari 30 orang, sudah meninggal. Dibawah saya umurnya, 48, 45, 50, 51, 52, baru -baru ini 53, dibawah saya. Ini sebetulnya saya ini sedang mempersiapkan diri. Kapan waktu saya, saya tidak tahu. Saudara, rasanya tidak lama lagi. Hidup didunia hanya sekejap mata. Dan itu ditawarkan. Iblis itu sampai bilang begini, saya kasih nih dunia kepada siapa saja yang saya mau. Kita lihat dunia ini seperti apa? I Yohanes pasal 2, dibelakang. I Yohanes 

2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 
2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 
2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. 

Coba bayangkan, iblis menawarkan kepada Yesus dunia yang sedang lenyap. Kalau kapal, dia sedang karam. Kan kapal karam tidak langsung, pelan-pelan. Kapal sudah karam. Kalau bank, bank sudah mau jatuh, mau bangkrut, mau pailit, belum bangkrut kan. Tidak ada bank bangrut dalam satu hari. Dia mau berusaha dulu, yang pemilik bank nya supaya banknya tidak bangkrut. Tapi dunia sedang karam, seperti kapal. Sedang amblas. Kalau kita seperti masuk rawa, pelan-pelan tapi pasti dunia ini masuk, sedang tenggelam, sedang lenyap. Ini dunia yang sedang lenyap ditawarkan sama Yesus. Betapa bodohnya iblis. Aku beri semua dunia, kembali kepada Lukas. Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan, ayat 6, kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. Segala kuasa, perhatikan ayat 6, itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku. Apa betul iblis ini ngomong? Semuanya ini telah diserahkan kepadaku. Kita buka Matius 28, ayat terakhir ini. Dalam Matius 28 ayat 18, sama-sama kita baca,

28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 

Bisa bilang amin? Iblis bilang segala kuasa ada padaku. Aku bisa kasih kekayaan sama mereka. Siapa saja yang aku mau. Bohong. Dusta. Yesus berkata, segala kuasa di langit dan di bumi telah diberikan kepadaku. Jadi kalau saudara sampai sore hari ini masih mengikuti Yesus, ketahuilah kita tidak salah pilih. Kita sedang mengikuti Seorang yang menguasai dunia ini. Mari kita berdiri bersama-sama. 

-- o --      

Rabu, 10 September 2003

Jangan Mencobai Tuhan

Lukas

4:9 Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,
4:10 sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,
4:11 dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
4:12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

Ini adalah percobaan yang ketiga, Yesus dibawa ke bumbung Bait Allah. Kalau saya boleh gambarkan sedikit seperti apa itu. Kalau ini adalah Lembah Kidron, Kidron Valley, dimana orang-orang membuang sampah, dan darah-darah persembahan orang dari Tembok Yerusalem, ... saya gambarkan manusia seperti ini, maka sekarang yang ada ini adalah kuburan dari orang Yahudi. Jaman dulu itu orang membawa korban, korbannya darah domba itu dibuangnya ke Lembah Kidron, sekarang tempat pembuangan sampah. Dan ini juga disebut Gehena, diesebut tempat penghukuman, dan sebagainya.

Nah, di sini ada satu dinding yang masih berdiri samapai sekarang, Dan ini dipercaya Yesus dibawa kesini, dan ditantang untuk menjatuhkan diri dari sini. Saudara bisa bayangkan ini manusia saja seperti ini jaraknya bagaimana dengan ada ini. Jadi coba kamu jatuhkan dari bumbung Bait Allah, ketinggian, saya sedang bicara ketinggian, ya, kita tempat belum tahu apa betul apa nggak. Tapi jatuhkanlah diri-Mu dari atas karena iblis bilang begini: 

4:10 sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,
4:11 dan mereka akan menatang - Menatang itu dengan dua tangan begini - Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." 

Coba kita lihat ayat yang sebenarnya, Mazmur 
91:11 sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
91:12 Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.

Coba saudara perhatikan jerat dari iblis luar biasa; dia katakan, jatuhkanlah diri-Mu. Sedangkan ayat Firman Allah tidak berkata soal menjatuhkan diri. Ayat Firman Allah berjanji, ya, Tuhan, malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkannya kepada-Mu untuk menjaga Engkau disegala jalan-Mu.

Contoh, saya kembali kepada Lukas 4. Saudara percaya Tuhan melindungi saduara? Sekarang saudara naik pohon kelapa, saya percaya Tuhan melindungi saya. Lompat dari kepala. Itu yang disebut mencobai Tuhan. Ini sudah satu jalur, jalurnya ke kidul semua. Saudara naik sepeda motor. Saya percaya Tuhan lindungi saya, saudara naik motor kesana. Bisa tabrakan, bisa dikutuk orang, ditangkap polisi. Itu yang dikasih gelar, dikasih nama 'mencobai Tuhan.'    

4:12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

Itu datang dari kitab Ulangan   

6:16 Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu.

Kalau saya berdiri di pinggir jurang, ini jurang. Berapa jarak saudara mau berdiri mendekati tidak jatuh. Berapa jatuh. Apakah kita tidak leibh baik berdiri jauh dari jurang, supaya kita tidak jatuh. Jangan kita mencobai ... coba, kok saya tidak jatuh. Tuh, nggak apa-apa ... tuh nggak apa-apa.  

Kemarin malam saya baru keluarkan dua pengerja baru dirumah saya. Satu laki-laki, satu perempuan. Brengsek. Malam itu juga saya suruh pulang. Dua-duanya saya sayang. Tapi mau mencobai. Sudah tahu mereka sudah kelas dua, dan sudah tahu Taurat, tidak boleh ngobrol. Kalau pengerja lain. Ini sudah jadi siswa, kelas dua. Ngobrol didapur. Dia tidak tahu saya dikamar mandi, semua yang dia ngobrol saya dengar. Coba-coba marah nggak oom Yoyo. Coba. Saya sudah dikritik sekarang sama eks Cianjur, oom sudaha kurang keras sekarang. Tidak seperti dulu, dulu keras sekali. Jadi banyak yang coba-coba. Tuhan itu baik, Tuhan itu sabar, tapi jangan dicobai. Berdosa lagi, minta ampun lagi. Berdosa lagi, minta ampun lagi. Coba, coba sekarang saya berdosa, dihukum nggak sama Tuhan? Dihukum nggak sama Tuhan? Coba, coba, saya berdosa nih sekarang. Tuhan hukum nggak yah? Tuhan hukum nggak? Itu mencobai Tuhan. Maka iblis bilang tuh, coba, coba, kalau kamu betul anak Tuhan, coba jatuhkan diri. Pastikan selamat? Coba, coba, coba. Tuhan Yesus tahu. Aku tidak mau. Jangan mencobai Tuhan Allahmu. Pake alasan ulangan, mau tanya ulangan, ngobrol. Kenapa? Karena kepercayaan saya. Saya kan bisa suami istri pergi keluar kota, dua, tiga hari. Ke Australi tiga hari. Pengerja semua bebas disana. Tidak ada yang mengawasi. Saya percaya. Tapi kalau kepercayaan saya dipakai salah. Coba.

Tuhan percaya satu taman. Adam, Hawa, kamu pelihara, kamu jaga, yang satu jangan dimakan yah. Coba. Mati nggak yah? Coba kita makan. Ambil buah. Ular bilang, nggak, ambil aja. Tuhan nggak marah, nggak mati, kamu jadi seperti Allah. Coba. Ada ayat, jangan kau sentuh hamba-Ku yang diurapi. Jangan disentuh hamba-Ku yang diurapi. Kita mau menyentuhnya? Coba. Mari kita lihat satu ayat. Didalam Ibrani pasal 6 lebih dahulu. Ibrani pasal yang ke-6, kita mulai baca ayat yang ke 4. Dengar baik-baik.

6:4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,
6:5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.
6:7 Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah;
6:8 tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran. 

Nggak mungkin. Saudara sudah dengar Firman Allah, sudah dibaptis, sudah tahu Roh Kudus. Belajar Firman sudah tahu, kenal. Murtad, balik lagi kepada kebiasaan yang lama. Apa kata Firman? Yang ada cuma kutuk dan pembakaran. Kita lihat Ibrani

10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.
10:28 Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi.
10:29 Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia?
10:30 Sebab kita mengenal Dia yang berkata: "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan." Dan lagi: "Tuhan akan menghakimi umat-Nya."
10:31 Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup. 

Jadi Tuhan yang kita sembah ini, bukan Tuhan yang bisa dipermainkan, dicobai. Coba, coba, coba, kamu lompat dari bubungan Bait Allah. Coba, coba. Kan ada Firman, malaikat akan menatang Engkau? Engkau tidak akan jatuh. Padahal ayatnya berbunyi, kalau kamu jalan tidak akan terantuk. Tuhan akan memelihara dengan malaikatnya. Iblis tuh terbalik. Coba naik ke atas, ke tempat yang tinggi, dan jatuhkanlah diri-Mu. Tapi saya ingin kasih tahu sama saudara. Inilah politik iblis. Iblis selalu membawa saudara ketempat yang tinggi untuk dijatuhkan.  Ia akan puji saudara. Dia akan tinggi-tinggikan saudara. Dia akan angkat-angkat saudara. Tapi setelah itu dia banting saudara. Apa dia bilang sama Yesus? Coba kalau Engkau anak Allah, jatuhkan diri-Mu. Inilah politik iblis. Menjatuhkan kita. Coba kita lihat lebih dahulu, Lukas pasal 10. Kita lihat dulu. Lukas  

10:13 "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
10:14 Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. 

Nah saya akan gambar. Hai Khorazim, satu lagi, hai Betsaida. Ini dua adalah kota yang paling luar biasa. Kota Yahudi. Karena mujisat Yesus paling banyak di dua kota ini. Tapi dari dua kota ini tidak pernah ada yang bertobat sama Yesus. Tidak pernah ada. Mujizat paling banyak, tapi tidak ada yang bertobat. Yahudi. Tidak ada yang bertobat. Sekarang Tirus dan Sidon. Ini dua kota, kota kafir. Tapi masa penghukuman, katanya, kalau mujizat yang Aku adakan di Khorazim dan Betsaida, Aku bikin di Tirus dan Sidon. Ini dua kota sudah bertobat. Kata Yesus. Maka pada waktu penghukuman, Tirus dan Sidon ini masih lebih ringan. Nah, saya ingin saudara melihat dalam bahasa Inggrisnya. Dikatakan tolerable, masih bisa ditoleransi. Tapi dua kota yang diatas, tidak bisa ditoleransi lagi. Satu, kota Yahudi. Dua, sudah tahu punya kitab. Tiga, punya nabi-nabi. Empat, tahu hukum Taurat. Lima, mengalami mujizat-mujizat yang besar, tapi nggak ada bertobat. 

Lihat saudara, yang Tuhan perlukan, yang Tuhan tuntut, bukan mujizat. Bukan orang buta melek, orang lumpuh berjalan. Kita kagum kalau ada orang lumpuh berjalan, buta melek. Tapi yang dituntut Tuhan, bertobat. Apa yang saya gambarkan dengan dua kota, nanti kita sampai kepada Lukas 10. Dalam Bible Study akan lebih dalam lagi. Jakarta sudah sampai disini. Tapi itu kata tolerable. Kalau yang salahnya Tirus dan Sidon, Aku masih toleransi. Tapi yang salahnya Khorazim dan Betsaida. Sudah punya Kitab, tahu Tuhan, tahu Taurat, lihat mujizat. Tapi nggak bertobat. Kalau yang salahnya murid kelas satu, masih toleransi. Baru masuk, belum ngerti. Masih bisa dimaafkan. Kalau yang salahnya murid kelas dua, tidak bisa ditoleransi lagi. Dulu waktu kelas satu sudah mau dikeluarkan. Masih minta maaf, saya masih maafkan. Sekarang tidak ada lagi toleransi. Cape hati. Buat apa kita memelihara problem di rumah. Buang saja problem. 

Allah bilang, kenapa kamu, Sarah, menangis? Karena ada Hagar, ada Ismail. Sakit hati saya, tiap hari menghina. Hagar dikeluarkan, Ismail dikeluarkan. Kalau jiwa baru yang salah, belum ngerti. Jiwa baru ribut, belum ngerti. Masih ada toleransi. Tapi kalau majelis jemaat, gembala, pendeta, bikin salah. Nggak ada toleransi. Orang biasa nyolong ayam, tiga bulan. Kalau polisi? Tidak ditoleransi lagi. Maka waktu doa Sodom Gomora, Abraham bilang, Tuhan kalau ada 50 orang benar, Tuhan hukum nggak? Kalau ada 50 orang benar, Aku masih toleransi. Tidak akan dihukum. Tapi karena nggak ada. Maaf Tuhan jangan marah, kalau 40? Kalau ada 40 orang benar, Aku toleransi. Biar yang lain yang jutaan itu berdosa, homo seks dan lesbian, asal ada 40 orang benar, Aku tidak bakar ini. Tapi karena nggak ada. Tuhan jangan marah, 30? Nggak ada. 20? Tuhan jangan tersinggung, jangan marah, maaf, maaf, maaf, kalau ada 10? Lihat Tuhan bilang, kalau ada 10, Aku masih toleransi. Tapi karena nggak ada, karena nggak ada. 

Jadi siswa, jadi pengerja sudah ada peraturan dari saya. Kalau pimpin pujian siswa tidak boleh panggil siswi berdoa, tidak boleh. Siswi kalau dipanggil berdoa sama siswa, jangan mau maju. Itu peraturan saya. Kalau sesama siswi, dipanggil, boleh. Jemaat yang kenal, yah boleh. Tapi jangan siswa panggil siswi. Siswi panggil siswa, nggak boleh. Itu peraturan dari saya. Dilanggar juga? Coba. Tuhan mah baik, aduh, sabar. Tapi kalau dicoo terus irungna. Coba. Maka katanya, jangan mencobai Tuhan. Kapan saudara boleh mencobai Tuhan? Hanya satu. Mengenai perpuluhan. Di seluruh alkitab kita tidak boleh mencobai Tuhan. Coba, coba, kira-kira Tuhan hukum nggak? Tapi yang Tuhan suruh, cobailah Aku. Itu dalam persepuluhan. Dalam persepuluhan, cobailah Aku. Kalau Aku tidak buka jendela-jendela surga. Hah, mau dibikin kaya sama Tuhan, nggak mau. Bodo sendiri, rugi sendiri. Mau diberkati Tuhan, nggak mau. Mau dibikin hidup berkelimpahan, nggak mau. Coba. 

Ada ayat berbunyi begini, janganlah kamu tinggalkan kebaktian tapi rajinlah, seperti orang-orang yang lain suka meninggalkan kebaktian, jangan seperti itu. Biasakanlah datang kebaktian, berkumpul. Itu Ibrani 10:25. Saudara coba, nggak kebaktian, malas. Coba. Silakan. Nanti saudara akan lihat. Hidup kita kering, tidak ada sejahtera, tidak ada damai, kita jalan seperti tidak ada kompas. Usaha kita, mungkin kita punya uang banyak, tapi nggak ada sukacita, nggak ada damai. Nggak ada kekuatan, nggak ada kemenangan. Mana ada sih orang di luar, jauh dari Tuhan, bisa hidup tenang? Nggak ada. Coba. Mama mau ke pasar yah, awas jangan dekat-dekat kompor. Iya ma. Awas, jangan dekat-dekat kompor, panas itu, hati-hati. Awas, mama mau ke pasar. Mama ke pasar. Katanya mama bilang panas, coba panas nggak yah kompor? Coba. 

Hanya di dalam persepuluhan, saudara, disuruh oleh Tuhan, coba sama Dia. Tapi diluar itu, jangan. Karena buktinya sudah terlalu kasat mata, terlalu jelas. Lukas pasal 4. Kembali kita akan lihat lebih jauh. Ada tertulis: Jangan engkau mencobai Tuhanmu. Ayat 13 ini saya harap saudara mengerti ayat 13 ini. Karena tidak ditulis dalam tiga Injil yang lain. Sesudah iblis mengakhiri semua pencobaan itu, dalam Injil Matius ditulis, ia mundur dari pada-Nya. Tapi dalam Lukas ditulis, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik. Bahasa Inggris, mencari waktu, kesempatan, waktu kesempatan. Mencari waktu kesempatan. Dia cari kesempatan, dia tunggu, kapan dia bisa lagi mengganggu, menggoda Yesus. Kalau Yesus digituin sama iblis, siapa saudara, siapa saya? saudara bisa hari ini, kemenanganlah, kemenanganlah, oleh darah Yesus, kemenanganlah, harap pada Tuhan iblis mundurlah. Tapi dia mundur nggak jauh-jauh. Dia cari waktu yang baik. Dia datang lagi, dia goda lagi. 

Kita senang. Oleh percaya kemenanganlah. Bangun tidur kuterus mandi. Baru nanak nasi dia sudah goda lagi. Sudah mengganggu lagi. Nah di mana saudara? Iblis itu, aduh, betul-betul cong ti, betul-betul tukang ngebohong, ngebokong. Kita lagi lengah, masuk. Kita lengah, tahu-tahu sudah di dalam hati. Kita sudah jadi cemburuan. Kita sudah jadi nggak mengampuni. Kita sudah jadi coba-coba. Ingat yah, saudara, satu hal. Ingat ya. Ingat satu hal. Saudara boleh lupa saya. Tapi jangan lupa ini. Kalau ada manusia menyakiti saudara, dia bukan musuh kita. Musuh kita itu Iblis. Iblis musuh kita. Awas iblis musuh kita, awaslah iblis musuh kita, dia jalan sini sana, dia buka suaranya, awas iblis musuh kita. Tapi iblis juga punya alat. Kita bisa jadi alat Tuhan. Bersaksi. Iblis juga punya alat, manusia. Yang ngomongin kita, yang ngejelekin kita, yang menindas kita, yang lempar kita punya nama, mengolok kita di depan orang. Bikin kita panas. Terpancing kita. Mau pakai kekerasan, lawan. Sebab kira rasa tidak salah, tidak terbukti. Saat itulah kita keliru. Ingat, mereka bukan musuh kita. Manusia bukan musuh kita. Bukan. Coba Efesus pasal 6. Dalam Efesus pasal yang ke 6, kita melihat satu dua ayat di sana. Ayat 10, Perlengkapan Rohani,

6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; - Jadi dia nggak berani terang-terangan ngelawan kita. Pakai tipu muslihat -
6:12 karena perjuangan kita - pergumulan kita, bahasa Inggris - bukanlah melawan darah dan daging - darah dan daging itu manusia -, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Jadi musuh kita bukan darah dan daging. Ini kan darah dan daging. Coba kenapa saya pukul? Karena pada waktu saya pukul, saya rasa sakit. Kenapa rasa sakit? Karena ada darah. Kenapa orang mati tidak rasa sakit? Karena darahnya berhenti. Tidak ada nyawa lagi. Nyawa ada dalam darah. Kenapa kita emosi? Ada darah. Kenapa kita naik darah? Memang ada darah. Kenapa kita darah tinggi? Karena ada darah. Kenapa orang mati tidak darah tinggi? Kenapa orang mati tidak gula darah? Karena dia sudah tidak ada darah. Musuh kita bukan daging dan darah. Musuh kita adalah penguasa-penguasa di udara. Saya kasih kesaksian dari Cho Yong Gi. Ini saya dengar di Korea. Dia khotbah di Korea. Saya duduk sebelah dia. Saya disuruh doa saja,dia khotbah. Saya duduk sebelah dia. Gerejanya yang kaya begini, saudara, mungkin ada 300, 400, segede-gede gini mah, di dalam dia kompleks dia punya tanah. Aduh, banyak sekali gereja. Gereja yang dia punya tuh, muat 700 ribu. 700 ribu jemaatnya. Lagi Korea bikin olimpiade, kalah pawainya sama jemaat dia. Satu stadion kan cuma 100 ribu, tempat dia 700 ribu. 

Dia khotbah begini. Satu kali dia kesel sama istrinya. Nggak tahu kenapa ini istrinya, kelihatannya jadi jelek. Bahasa Ibraninya, goreng patut. Ah kenapa pamajikan saya teh jadi goreng patut kieu .. kenapa istri saya jadi jelek begini? Jelek, jelek, jeung piseubeuleun .. nyebelin. Aduh, kesel, kesel, hayang nyabok weh .. pengen nampar saja. Kenapa? Dia pakai satu istilah, saudara-saudara, dia jadi ugly. Ugly tuh serem, lihat istrinya tuh. Dia tahu itu salah. Dia tahu itu dosa. Maka dia berpuasa. Tuhan kenapa saya begini? Istri saya kan musti sayang. Tapi kenapa istri saya piseubeuleun, meureukeudeuweng? Kenapa dia itu jadi beungeutna piseubeuleun .. mukanya jadi nyebelin? Ikan lohan lebih menarik. Kenapa?

Apa yang terjadi saudara? Dia puasa. Satu hari saja dia puasa, sorenya dia buka. Tuhan sudah jawab. Lagi dia sembahyang di tempat tidur, dari telinganya keluar seperti cocok botol, ting, bunyi begitu. Menurut dia bunyi. Ting. Seperti ada cocok botol terbuka. Dia kaget, dia buka mata. Pas buka mata, istrinya masuk, dari luar ke kamar. Begitu dia lihat istrinya, dia kaget, saudara. Istrinya kelihatan cantik sekali. Kok nggak ada yang bilang amin? Nggak ada yang bilang haleluyah? 

Jadi ibu-ibu, kalau ibu-ibu lihat suami ibu sudah kelihatannya kurang sreg sama anda, musuh anda bukan suami. Lekas berdoa sama Tuhan, hancurkan itu kuasa di udara. Supaya tirai jelek yang ada di muka kita ini dicabut sama Tuhan. Kita kelihatan lagi, cakep lagi, didepan istri kita. Dan suami melihat kita tertarik kembali. Karena musuh kita bukan suami, musuh kita bukan istri. Musuh kita adalah iblis. Musuh kita bukan istri. Musuh kita bukan suami. Musuh kita bukan menantu. Musuh kita bukan mertua. Tetapi iblis. Awas iblis musuh kita. Ayat 13,

6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 

Saya punya pekerjaan belum selesai. Bapak Matius Oey sudah selesai. Saya punya tugas belum selesai, tapi akan sampai pada satu masa dimana semuanya akan berakhir. Saya akan selesai nanti. Saya ingin menyelesaikan tugas pekerjaan dengan tegak berdiri di ladang Tuhan. Bukankah kita semua ingin menyelesaikan tugas kita sebagai umat Tuhan dengan baik? Jangan sampai kita mati di meja judi. Telah meninggal dunia dengan tenang di meja judi. Pulang ke rumah Bapa, dari meja judi langsung ke rumah Bapa. Kira-kira diterima nggak? Dari meja tupok. Begitu sampai surga, sebutkan siapa namamu? Cap sah tai poh. Mau nyebut haleluyah jadi cap sah tai poh. Karena sudah terlalu suka judi. Nggak bisa diterima. Out.

Apa yang saudara harus selesaikan, coba selesaikan. Hari ini ada satu ibu yang berulang tahun. Saya sudah ikut merayakan ulang tahun dari Bapa Matius Oey, beberapa kali. Tapi akhirnya selesai. Belum selesai, mari kita selesaikan segala sesuatu. Antara kita sama Tuhan, mungkin masih ada yang belum selesai, selesaikan. Ada tugas-tugas yang Tuhan berikan kepada kita, kita sudah janji sama Tuhan, kita belum, selesaikan. 

Mungkin ada hubungan kita sama sesama orang kristen, nggak enak, nggak baik, nggak ngomong. Itu nggak bagus. Selesaikan. Kalau kita semuanya selesai, nanti kita berdiri tegaknya di hadapan Tuhan pun, enak, genah, tidak ada beban, tidak ada hutang, tidak ada salah. Hutang uang kan bisa dibayar, tetapi kalau hutang, kita harus kasih maaf. Kita nggak kasih maaf, kita harus minta maaf. Kita nggak minta maaf. Ayat 14, 

6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 

Ketika kita dengar orang mulai ngomongin kita, terang-terangan atau melalui orang lain. Kita dengar orang mulai fitnah, mulai ngomongin kita, terang-terangan atau ngerasani. Demi nama Yesus kita berkata, ini bukan musuh saya. Musuh saya adalah kuasa setan. Musuh saya adalah iblis. Bukan orang yang ngomong itu yang jadi musuh saya. Musuh saya adalah iblis. Musuh saya adalah setan. Setelah saya jadi Majelis Daerah, saudara-saudara. Bulan Maret saya jadi MD, sekretaris Majelis Daerah. Ada satu hamba Tuhan marah sama saya. Saya tidak jawab. Dia cerita sama pendeta lain, cerita sama pendeta lain. Lebih dari 10 orang pendeta ngomong sama saya. Pendeta itu marah sama Oom Yoyo. Demi nama Yesus, saya bilang dalam hati, dia bukan musuh saya. Musuh saya adalah iblis. Musuh saya adalah setan. Saya tetap mencintai dia. Saya tetap mengasihani dia. Dia bukan musuh saya. Saya harus cuci otak. Demi nama Yesus, dia bukan musuh saya. Datang lagi satu eks Cianjur. Oom, dia marah sekali sama Oom. Oom dianggap begini, begini, begini.

Demi nama Yesus, dia bukan musuh saya. Musuh saya adalah iblis. Dia adalah sahabat saya. Dia tetap teman saya. Dia adalah atasan saya. Dia baik, dia baik, dia baik, dia baik. Dia bukan musuh saya, dalam nama Yesus. Lima bulan. Lima bulan. Satu hari, dia muncul di rumah saya. Ada haleluyah, saudara-saudara? Dia muncul baik-baik, tenang, baik-baik, ngobrol, haleluyah, kasih tangan. Terima kasih Tuhan. Dia sudah lihat, saya tidak salah. Saya tidak ngomong, saya tidak bela diri. diam saja. Musuh kita bukan manusia. Musuh kita Iblis. Ngomong di depan kita, ngomong disamping kita, ngomong melalui orang. Kan banyak juga kepoh. Ci, Ko, Cim, dia teh ngomong begini, begini, begini. Biasanya kalau kepoh, suka nambah. Hati-hati. Kalau titip uang bisa berkurang. Kalau titip omongan bisa nambah. Hati-hati. Musuh kita bukan manusia. Musuh kita adalah Iblis. Tuhan memberkati saudara. Kita tundukkan kepala.

-- o -- 

Rabu, 17 September 2003

Galilea

... sebagai murid-muridnya Tuhan Yesus, supaya kita juga kembali ke Galilea kita dengan penuh kemenangan. Ada orang kristen yang menang diatas dunia tapi dia kalah dengan dua hal yang lain. Ada yang menang dengan dunia dan daging, tapi dia kalah oleh iblis. Ada yang menang dengan iblis, menang dengan dunia, kalah oleh daging. Menang oleh daging, menang dengan iblis, kalah oleh dunia. 

Kalau saudara hanya menang dua pertiga  dari tiga hal ini, saudara tidak bisa masuk surga. Kita musti menang dari hal ketiga hal ini. Kita akan buka alkitab kita dalam Yehezkiel 

14:14 biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Daniel dan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 

Dalam ayat ini disebut ada tiga tokoh, yaitu Nuh, Daniel dan Ayub. Ayub menang atas iblis. Karena Ayub dicobai oleh iblis mulai dari kekayaan, seolah-olah dia bangkrut, lalu sakit, seolah-olah dia tidak bisa ada obatnya. Kemudian keluarganya, seolah-olah istrinya mau pisah dari dia. Jadi iblis mengoncang tiga hal ini, yaitu bisnisnya, kekayaannya, rumah tangganya, keluarganya, serta kesehatannya. Tetapi Ayub menang diatas iblis ini. Tokoh berikutnya adalah Nuh. Nuh menang diatas dunia. Karena dunia waktu itu dihukumkan, dan Nuh dengan bahteranya, saudara-saudara, ada di atas dunia. Dunia semua karam oleh air mati. Nuh dengan keluarganya selamat. Yang ketiga adalah Daniel. Daniel menang diatas daging. Karena waktu dia disuruh makan makanan dari raja, dia tidak makan. Dia makan dia punya diet sendiri, ayapannya sendiri, makanannya sendiri. Dan ketika dicoba 10 hari, yang makan makanan kerajaan loyo, Daniel dan teman-temannya itu lebih sehat, lebih segar, lebih gemuk, dikatakan oleh Firman Allah. 

Nah, tiga orang ini menggambarkan menang diatas dunia, menang diatas daging, menang diatas iblis. Kembali kita ke ayatnya yang ke Lukas 4 tadi. Lebih dulu kita baca ayatnya ke 3. Lukas

4:3 Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti."
4:4 Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja." 

Di sini Yesus menang di atas daging, yang pertama, karena disuruh makan. Yang kedua ayat ke-7, 

4:7 Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu."
4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" 

Dia menang diatas iblis, soal penyembahan. 

Yang ketiga, terakhir. Ayat 9,

4:9 Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,
4:10 sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,
4:11 dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
4:12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
 
Saudara-saudara, ini terbalik. Yang kedua, Yesus menang diatas dunia. Karena ditawarkan dunia dengan segala kemuliaannya. Baru yang ketiga, iblis lari dari Yesus, dan sebagainya. Nah, barulah masuk ayat yang ke 14 ini, yang kita sedang baru belajar ini. 
4:14 Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. 

Kita baca dulu ayat 1, 

4:1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, - Galilea - lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.

Coba saudara lihat, ini Galilea, Sungai Yordan. Ini Galilea. Roh membawa Dia ke padang gurun. Berpuasa 40 hari, 40 malam, menang diatas iblis. Dibawa lagi oleh Roh kembali ke Galilea. Nah, kita punya pikiran yang bodoh. Kenapa musti dibawa kesana, kalau akhirnya balik lagi kesini. Kenapa nggak di Galilea saja 40 hari 40 malam. Di tes di Galilea saja. Saudara, inilah yang saya mau terangkan kepada saudara bahwa Roh Kudus itu jalannya kita tidak tahu. Jalan Roh Kudus kita tidak bisa sangka. Jalan Roh Kudus kita tidak bisa ngerti. Jalan dan caranya Roh Kudus itu sangat tidak bisa diraba, tidak bisa dikira-kira, kemana yah habis ini Roh Kudus itu? 

Dalam Yohanes pasal 3, seorang guru agama, namanya Nikodemus. Datang kepada Tuhan Yesus dan berkata, bertanya, apakah yang wajib dia lakukan. Ayat ke 2, 

3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya."
3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh." 

Jadi Roh Kudus ini kita tidak tahu dari mana Dia datang? Kemana Dia pergi? Yesus di Galilea, baru dari baptisan air dibawa ke padang gurun oleh Roh Kudus. Suatu kejutan, surprise. Mau apa disana? 40 hari 40 malam berpuasa, setelah itu dites, dicobai. Diijinkan oleh Roh Kudus. Silakan dites. Dan apa yang terjadi? Setelah menang, dibawa balik lagi kesini. Mari saya ingin berbicara tentang Galilea. Galilea, disana ayatnya yang Lukas pasal 4 ayat ke 14: Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. 

Saya mau bicara dua hal tentang Galilea, sore hari ini. Dan saya tahu, saya punya khotbah akan dibaca di seluruh dunia. Pertama, Galilea adalah kalau orang, orang Galilea itu adalah orang-orang Marhaen, orang-orang yang putus asa, orang-orang yang patah semangat, orang-orang yang hancur hati, orang-orang yang miskin, orang-orang yang tidak punya hari depan, orang-orang yang menderita, orang-orang yatim piatu, orang-orang yang tertinggal. Orang-orang "bodoh", orang-orang yang ketinggalan status sosialnya. Itu gambaran dari orang Galilea. 

Tempat Galilea - saya mohon saudara perhatikan baik-baik. Tempatnya Galilea, itu adalah gambaran rumah sendiri. Rumah sendiri, yang saya maksudkan rumah, bukanlah bangunannya, tapi home. Kalau bangunannya itu house, kalau rumahnya itu home. Nah, peribahasa berkata, tidak ada tempat yang seindah rumah sendiri. Saudara bisa bilang amin? Nggak peduli apakah itu rumah orang kaya, istana, ataukah rumah itu hanya gubuk biasa, sederhana dari kayu, lantainya dari tanah, nggak ada listrik. Tapi orang yang pernah hidup di rumah itu akan berkata, nggak ada tempat yang seindah, sebaik rumah sendiri. Saya masih ingat, kami tinggal di rumah 8x3 meter. Orang begitu masuk dari gang sebelah kiri ini, begitu masuk, yang dia lihat kamar mandi dulu dan wc. Kedua, dapur. Baru ketiga ruang makan, merangkap ruang tamu, merangkap ada meja setrika, merangkap di situ ada tangga naik ke loteng. Di loteng dibagi dua kamar. Kamar mama dan papa, dan kamar saya dan Paulus. Walaupun demikian, saudara, tidak ada tempat yang seindah rumah sendiri. 

Mungkin kita ingat sarung bantal kita, warnanya tidak bagus. Bantal kita sudah peot, kasur kita, kita sumpek kamar kita. Tapi buat anak-anak, buat keluarga, tidak ada tempat yang seindah rumah sendiri. Nah, apa maksudnya saya bicara ini? Pertama, kita bicara dulu orangnya, orang Galilea. Orang Galilea adalah orang yang tertekan, orang yang diinjak, orang yang terhancur, orang yang tidak mengerti, orang yang tertinggal, orang yang bodoh, dan sebagainya. 

Maka hati saya terhibur, saudara, ketika Yesus dibawa kembali oleh Roh Kudus, justru ke Galilea, bukan ke Yerusalem. Yerusalem itu kota besar. Dan kota besar itu disana justru Yesus disalib. Tapi Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke Galilea ... untuk menemukan orang-orang yang hancur hati, dan sebagainya. Kita akan baca beberapa ayat mengenai bagaimana perlakuan Tuhan kepada orang-orang yang rendah ini. Kita lihat yang pertama dalam Mazmur   

34:19 TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. 

Bisa bilang amin? Orang kalau sedang patah hati, sedang remuk jiwanya, biasanya tidak ada orang yang mau nemenin. Tapi heran Tuhan kita ini, justru Dia mau menemani orang yang remuk jiwanya. Mazmur 51. Dalam Mazmur 51, saudara-saudara, di sana, kembali lagi, karena ini pengalaman saya. Yang saya beri ini pengalaman saya. Mazmur  

51:19 Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. 

Nggak akan Tuhan menghina. Nggak akan Tuhan ngejek, ngenye, sama seorang yang hancur hatinya, remuk jiwanya. Nah, Yesaya yang berbeda dengan Daud. Berbeda tahunan. Berbeda dengan Yesus 700 tahun. Yesus juga menulis dalam Yesaya 57. Dalam Yesaya pasal 57, dia menulis apa yang dikatakan Firman Allah. Apa yang dikatakan Tuhan kepada dia. Yesaya  

57:15 Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.

Saudara senang? Saudara girang punya Yesus yang kembali lagi ke Galilea? Dibawa kembali oleh Roh Kudus, kembali kepada orang Galilea, yaitu mereka yang tertekan jiwanya. Siapa saudara-saudara yang sore hari ini, petang hari ini sedang remuk redam, sedang menderita, sedang kacau, sedang tidak tahu harus berbuat apa - ada berita yang baik: Tuhan Yesus mau menemani saudara, Tuhan Yesus mau datang di rumah saudara, di cela-cela air matamu, ditengah keluh kesahmu - Dia tidak mau menghina saudara, Dia mau menemani saudara. 

Nah, sekarang saya mau bicara Galilea sebagai rumah sendiri. Tidak ada tempat di dunia yang paling enak selain rumah sendiri. Saya yakin saudara ngalami ini. Saudara tidur di hotel mewah pun, tidur dirumah orang, nggak gampang tidur nyenyak dalam malam pertama. Lain kalau di rumah sendiri. Biar dari dipan. Maaf, biar ada tumila, eh, kalau rumah sendiri mah ... baunya kita sudah kenal, bau apek apanya kita sudah kenal. Semuanya kita sudah tahu, sudah hafal. Ini rumah sendiri. Selimut, seprei, bantal. Da lain bantal kita sama bantal di hotel, sama bantal dirumah orang, baunya lain. Lain sama rumah sendiri. 

Ini Galilea. Balik lagi ke Galilea. Balik lagi ke Galilea. Murid pertama Yesus, Dia dapat di Galilea. Di rumah sendiri. Biar dari rumah kita dari pintu, pinggir jalan cuma semeter setengah, sudah denger mobil, lihat beca parkir, ribut tiap malam, eh, karena rumah sendiri, enak aja. Tahu saudara, bahwa kita punya rumah sendiri. Dalam Filipi pasal 3 kita akan membaca. Filipi  

3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,

Dalam Yohanes 14, satu kali lagi. Injil Yohanes  

14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 

Saudara, dunia ini bukan tempat kita ... dunia ini hanya tempat persinggahan sementara! Roh kita itu bersaksi dengan Roh Kudus, bahwa ini dunia bukan tempat tinggal kita. Kita belum betah kok tinggal disini. Kita punya rumah. Maka setiap kali ada, sebetulnya lagu itu bukan untuk orang meninggal, karena orang meninggal sudah nggak dengar. Sudah meninggal, dia nggak dengar yang kita nyanyi. Tapi yang masih hidup, yang dengar bukan kita menyanyi? Rumahku ada di dalam surga. Nggak perlu kita nyanyi untuk orang mati. Dia sudah sampai di surga. Dia sudah sampai di rumahnya. Ditempat suci dan mulia. Dia sudah tahu, yang meninggal sudah sampai. Kalau hatiku sedih dan susah. Galilea ini, orangnya. Kalau hatiku sedih dan susah - Galilea - kuingat rumahku di Surga. 

Bahasanya yang lain, Tuhan mempersiapkan mansion, rumah besar. Nanti saudara masuk surga, jangan laha-loho, ieu teh imah saha ~ Ini rumah siapa? Jangan. Masuk! Itu rumahmu. Masuk, itu rumah kita. Tidak ada tempat sebaik rumah sendiri. Tidak ada tempat sebaik, seindah rumah kita. 

Saudara boleh keliling dunia, saudara boleh pergi kemana saja, tapi tidak ada tempat seindah rumah sendiri. Teman-teman kita, jemaat yang lain, mungkin saudara, famili, keluarga kita yang sudah mendahului kita. Mereka tidak menangis seperti saya, mereka senang. Mereka senang. Saya katakan ini dengan air mata supaya memberi keyakinan kepada saudara, kesungguhan, tidak ada rumah. Tidak ada rumah. Mari, Kisah Rasul pasal 1. Dalam Kisah Rasul pasal 1, kita melihat apa yang dikatakan oleh Sabda Tuhan disana. Kisah Rasul  

1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." 

Jadi Yesus akan kembali lagi ke Galilea. Akan kembali lagi. Hanya "Galilea yang kedua kali". Dimana Dia naik, nanti Dia akan turun lagi di tempat yang sama ... di daerah Galilea. Tetapi secara rohani, Dia datang untuk saudara, untuk saya. Dia datang untuk jemaatnya. Dia datang untuk mempelainya. Dia datang untuk kita sekalian. Hai Yesus, orang indah dari Galilea. 

Waktu saya masih di Beji, ada satu hamba Tuhan Ambon. Dia nyanyi, suaranya bagus sekali. Dari Demak dia. Sekarang sudah tua. Dia nyanyi, Orang indah dari Galilea, mari tumpangkan tangan-Mu, kuperlu Kau dalam hidupku, Orang indah dari Galilea. 

Saudara-saudara merasa tersendiri, merasa disendirikan, merasa berat hati, sore hari ini, Orang indah dari Galilea, Yesus, mau menemani saudara. Saudara kembali kepada Lukas 

4:15 Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia. 

Bahasa Inggris berkata, Ia mengajar di sinagog-sinagog mereka, di rumah-rumah ibadat mereka. Jadi dikunjungi orang-orang Galilea ini dirumah ibadatnya. Disanalah Tuhan mengadakan - boleh saya katakan - rawatan rohani. Saya adalah gembala sidang dan gembala-gembala kecil berusaha untuk bisa menolong jemaat, untuk bisa melayani jemaat. Sebisa saya, sebisa kami, sebisa kita. Alamat kami akan diberikan, nomor telepon diberikan. Memudahkan jemaat untuk mengenal. Telepon pada siapa, minta tolong, minta pelayanan, dan sebagainya. 

Tapi perawatan yang sebenarnya, hanya bisa dilakukan oleh Tuhan Yesus. Dan Dia melakukannya tidak dipinggir laut .... di sinagog-sinagog, di tempat-tempat ibadah, di gereja. Disinilah saudara dirawat. Itu sebabnya saya pesan, saudara hidup mungkin sudah senang, saudara hidup tidak kekurangan secara materi. Tapi jangan lupa, check up setiap minggu, check up kesehatan rohani saudara. Minggu dengan Rabu, check up. Doa dengan pelajaran alkitab. 

Karena apa? Karena kita perlu perawatannya Tuhan. Kita perlu. Dan apa yang terjadi? Semua orang memuji Dia. Bahasa Inggris: Semua orang memuliakan Dia atau Dia dimuliakan oleh semua orang. Saya yakin, kalau saudara-saudara ketemu dengan Yesus, setiap kebaktian kita ketemu dalam doa, dalam pendengaran kita kepada Firman Allah ... setiap orang, setiap kita, pasti akan memuji, membesarkan Dia. Siapa yang ada keperluan, yang ada beban berat, silakan maju kedepan. Kita berdoa bersama-sama. 

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________