Khotbah Rabu September - Oktober 2008

Gereja Pentakosta di Indonesia - Cianjur

Jalan Hasyim Asyari 75, Cianjur 43214. Tel (62-263) 261161 - Indonesia

Rabu, 03 September 2008

BERJAGA-JAGA

Selamat sore, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita akan meneruskan pelajaran Injil Lukas. Lukas  

21:34 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
21:35 Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.
21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."
21:37 Pada siang hari Yesus mengajar di Bait Allah dan pada malam hari Ia keluar dan bermalam di gunung yang bernama Bukit Zaitun.
21:38 Dan pagi-pagi semua orang banyak datang kepada-Nya di dalam Bait Allah untuk mendengarkan Dia.

Di dalam ayat perikop ini, kita diajar untuk berjaga-jaga. Berjaga-jaga itu sama dengan waspada, sama dengan hati-hati. Supaya kita menjaga diri kita. Sebelum kita menjaga sesama kita, kita harus menjaga diri kita. Kita buka dulu Kejadian 

4:8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
4:9 Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?

Jadi seorang kakak, dia harus menjaga adiknya. Kita kembali ke Lukas 21, sebelum kita bisa menjaga saudara kita, sebelum kita bisa menjaga adik kita, menjaga papa kita, menjaga anak kepada orang tua kita, yang pertama Tuhan Yesus berkata: Jagalah dirimu. Bahasa Inggris, ambil perhatian kepada dirimu supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora. Bahasa kata sarat dengan pesta pora dalam bahasa Inggris dipakai istilah weight down. Jadi kalau zaman dulu orang mau dihukum mati, dia dipasangin tali, pakai batu berat, dicemplungin di laut. Jadi dia biar mau berenang, kebawa oleh batu itu, berat, masuk ke laut dan mati di laut.

Nah, dengan adanya batu, orang itu mati ke dasar laut, itu namanya weight down, berat ke bawah. Weight down oleh karena pesta pora. Jadi jagalah dirimu supaya jangan sarat. Dipakai kata sarat tetapi dalam bahasa Inggris, weight down - dengan pesta pora, kemabukan, serta kepentingan duniawi. Ada tiga hal. Satu, pesta pora. Dua, kemabukan. Yang ketiga, kepentingan duniawi. Dalam bahasa Inggris, urusan-urusan dunia. Ini tiga yang bisa membawa kita weight down, tenggelam. Yang bisa membuat kita sarat dengan hal-hal yang mematikan. Yang keempat, supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Hari Tuhan yang harusnya jadi berkat bagi kita malah menjadi jerat. Hari Tuhan menjadi jerat karena kita tidak waspada, karena kita ditenggelamkan oleh pesta pora, kemabukan, urusan-urusan dunia.

Kita akan berbicara mengenai pesta pora ini.

Yang pertama, hal pertama yang harus kita waspada, yaitu pesta pora.

Dalam bahasa Inggris dipakai kata pesta yang berlebihan. Kalau saudara ada keluarga menikah, harus ada pesta. Anak kita menikah harus ada pesta. Tidak dilarang. Yang dilarang kalau pesta pora, pesta yang berlebihan. Berlebihan dengan pesta, berlebihan dengan sesuatu, yang sebetulnya tidak perlu. Yang seharusnya kita berdukacita, tetapi kita bersukacita.

Mari saya kasih ilustrasi mengenai kapal Titanic. Kapal Titanic berangkat dari Inggris ke New York. Kapal Titanic ini, sejarah mengatakan, disebut kapal yang paling besar yang anti tenggelam. Yang tidak pernah bisa salah, modern, dan paling aman. Tetapi mereka mulai berpesta di kapal ini. Berpesta, berpesta pora. Kapal tidak tahu bahwa ada gunung es. Gunung es ini, saudara, besar tapi tidak kelihatan di laut. Sebab namanya saja gunung es, jadi cuma kelihatan kecil. Kapal yang besar ini tidak sengaja dia tabrak ini gunung es dan bocor. Lalu kapal ini terbalik. Bukan begini tetapi berdiri dan pelan mulai tenggelam.

Ketika dia mulai tenggelam, pemain musik, pemain biola ganti lagu. Dari lagu dunia berubah menjadi lagu rohani. Karena mereka tahu tidak ada lagi harapan untuk selamat. Tidak ada satupun yang selamat. Semua mati. Di es yang dingin, di laut yang dingin itu mereka mati. Kenapa sampai nakhoda pun tidak waspada? Karena mereka pesta pora. Seharusnya nakhoda itu jaga baik-baik. Walaupun ada pesta tapi dia harus jaga kapal itu, terus perhatikan. Kita lihat hal yang kecil yang tidak berbahaya tetapi sebetulnya ada gunung yang besar. Maka tenggelamlah. Sampai difilmkan.

Baru-baru ini orang menyelidiki di mana kapal Titanic itu tenggelam. Dan orang mencari harta karun. Ada yang mendapat arloji emas, ada yang mendapat kalung emas, banyak sekali, sebab orang-orang kaya yang naik kapal itu. Ada yang mendapat cincin emas. Itu emas masih di mayat mereka. Mayat mereka sudah jadi tulang belulang tapi emas masih tergantung. Hidup seperti sia-sia. Seharusnya mereka selamat. Seharusnya mereka bahagia. Kapal paling modern.

Satu pesawat yang suka dipuji-puji orang di dunia, Singapore Airlines. Tidak pernah celaka, layanannya nomor satu di dunia. Diakui memang. Singapore Airlines paling mahal tiketnya tapi paling bagus pelayanannya. Dipuji dia setengah mati. Paling nomor satu. Lupa kepada Tuhan. Hanya muji saja Singapore Airlines. Waktu di Taiwan dia mau berangkat. Padahal gampang saja, dipandu. Yang mandunya salah ngomong. Seharusnya dia pakai landasan ini, dia pakai landasan B. Landasan B itu ada banyak beton, lagi diperbaiki. Pilot tidak lihat. Pilot percaya kepada pemandu. Dia tidak sangka pemandu akan salah. Dia begitu yakin. Ketika sudah jalan, tabrak itu beton-beton. Banyak yang mati. Kita tidak bisa menyombongkan diri.

Satu pesawat lagi, Quantas, dari Australia. Memang itu tidak pernah celaka. Tidak pernah ada pesawat jatuh. Tidak pernah. Juara ke satu di dunia. Maka dari Hong Kong dia terbang, hanya karena tabung gas meledak, jatuh. Satu kilometer jatuh. Orang sudah pucat, orang sudah nangis, ada yang kencing-kencing di tempat, takut.

Itu yang dikatakan oleh Tuhan, hati-hati jangan sampai kita berpesta pora.

Yang kedua dikatakan, supaya kamu jangan sarat atau weight down oleh kemabukan. Kemabukan adalah minum yang lebih. Mabuk bukan hanya mabuk anggur, bukan hanya mabuk minuman keras. Ada mabuk pujian, ada mabuk kedudukan, ada mabuk harta, ada mabuk perkara-perkara yang lain, ada mabuk minum minuman keras.

Saya yakin yang dimaksud Yesus bukan hanya minuman keras. Tapi orang itu mabuk. Mabuk harta dunia, mabuk ini, mabuk itu. Dia tidak ingat hari Tuhan sudah dekat. Yang seharusnya jadi berkat malahan jadi jerat. Jangan sampai kita mabuk. Umpamanya Tuhan berkati kita. Kita begini, kita begitu, kita bisa begini, kita bisa begitu.

Kita mabuk. Ada juga orang mabuk dengan kebencian. Salah satunya contoh di Alkitab adalah nabi Yunus. Dia mabuk dengan kebencian. Dia mengabarkan berita keselamatan kepada orang Niniwe. Tetapi dia bencinya luar biasa sama orang Niniwe. Dia ingin supaya orang Niniwe itu dihukum, dihancurkan. Tetapi Tuhan penuh belas kasihan. Orang yang jahat seperti Niniwe ini diampuni oleh Tuhan. Seratus dua puluh ribu orang nggak bisa bedakan mana tangan kiri, mana tangan kanan. Nggak bisa bedakan mana kebenaran, mana yang salah. Tuhan ampuni karena mereka bertobat, berdoa, berpuasa kepada Tuhan. Tapi Yunus ini mabuk dengan kemarahan, mabuk dengan kebencian, mabuk dengan dendam. Dia marah sama Tuhan, dia tunggu Niniwe ini dibongkar-balikkan sama Tuhan. Sebab Tuhan sudah bilang, Aku ampuni. Marah dia. Ayo kita buka Yunus 

4:1 Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.
4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.
4:3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup." - Orang mabuk marah. Sampai dia lebih baik mati dari pada hidup. Orang sudah mabuk kemarahan -
4:4 Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?" - Kalau pakai bahasa kita: Pantas tidak engkau marah? -
4:5. Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu. - Padahal Tuhan sudah ngomong: Aku sudah ampuni kota itu. Tapi karena marahnya, lebih baik aku dicabut nyawa. Dia tunggu Niniwe ini hancur. -

4:6 Lalu atas penentuan TUHAN Allah - Tuhan kasih pelajaran - tumbuhlah sebatang pohon jarak.

Bahasa Indonesia memakai pohon jarak. Bahasa Indonesia lama memakai pohon alhaerani. Kalau pohon jarak, saya kira tidak terlalu rimbun, ya. Tetapi bahasa Indonesia lama, alhaerani. Bahasa Inggris cuma berkata, satu tanaman. Dalam satu hari jadi besar. Pernah saudara tanam pohon dalam satu hari jadi besar? Pernah? Pernah nggak? Tidak. Sama seperti Tuhan menciptakan Adam, dalam satu hari sudah dewasa, apa susahnya Dia membuat satu pohon langsung besar?

... melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.

Yunus bersukacita karena apa? Karena pohon itu. Coba saudara perhatikan. Dia tidak bersukacita karena Tuhan yang menanamkan pohon itu, yang menumbuhkan pohon. Dia tidak bersukacita karena satu orang bertobat. Dia bersukacita karena pohon itu. Ini yang saya bilang salah satu kemabukan.

Ketika kita diberkati, yang kita bicarakan adalah berkat. Kita tidak bicara yang memberi berkat. Dia senang dengan pohon ini. Aduh, rimbun. Berapa banyak kita senang dengan diri kita sendiri? Senang dengan penghasilan kita. Senang dengan pencapaian kita. Kita tidak senang dengan Tuhan. Kita tidak senang lihat orang berdosa bertobat. Kita lebih senang mati dari pada hidup. Dipancing sama Tuhan. Ayat 7,

4:7 Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.

Kalau Dia mau bikin layu satu pohon, Dia nggak pakai banyak-banyak ulat. Satu ulat saja. Satu ulat saja pohon jarak ini layu. Itu hebatnya Tuhan. Soal mati hidup itu di tangan Tuhan. Tuhan seolah-olah nyindir sama Yunus. Tuhan, saya lebih baik mati dari pada hidup. Tuhan kasih lihat kehidupan, pohon tumbuh. Tuhan kasih lihat kematian, kirim satu ulat ... mati itu pohon. Dalam dua hari Dia demonstrasikan antara hidup dan mati.

4:8 Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup." - Perhatikan -
4:9 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati."
4:10 Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.
4:11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"

Wawasan kita seringkali ke dalam terus. Ini sudah saatnya kita punya wawasan keluar. Pandangan mata kita harus keluar. Kalau dalam doa malam, doa bedston, saya perhatikan yang berdoa, selalu ke dalam: Tuhan tolong jemaat yang sudah lama tidak kebaktian. Apa yang menjadi sebab kami tidak tahu. Tolong Tuhan kembalikan mereka. Ke dalam terus. Kita nggak pernah berdoa keluar. Tuhan pakai saya untuk memenangkan jiwa. Pakai saya untuk membawa jiwa. Pakai kami semua untuk membawa jiwa. Tuhan selamatkan keluarga saya yang belum selamat. Tuhan selamatkan teman saya, teman sekolah dari kecil. Hanya satu yang kurang, dia orang baik tapi belum kenal Tuhan. Tuhan pakai saya untuk membawanya.

Seratus dua puluh ribu adalah bayangan cinta Tuhan kepada orang terhilang. Adalah bayangan pencapaian Tuhan kepada orang-orang yang terhilang. Satu saja sudah berharga. Apalagi seratus dua puluh ribu. Beda dengan Yunus. Dia lihat ke dalam ... dendam bangsanya, dendam dirinya sama orang Niniwe. Saudara, ini saatnya kita melihat keluar.

Visi saya belum tercapai. Saya ingin lihat kebaktian kita bisa satu hari minggu bisa tiga kali, bisa empat kali dalam satu hari minggu. Orang Cianjur harus masuk keluar gereja. Kebaktian pertama keluar, kebaktian kedua masuk. Kebaktian kedua keluar, kebaktian yang ketiga sudah masuk. Kebaktian ketiga keluar, kebaktian keempat masuk. Kapan itu bisa terjadi kalau hati kita semua hanya berdoa ke dalam terus? Tuhan tolong, mereka yang sudah lama tidak kebaktian. Kita tidak tahu mereka pindah karena apa, kan kita tidak tahu. Kita minta yang sudah di dalam Tuhan kembali. Kita tidak mencapai keluar.

Marilah capai keluar. Marilah mencari jiwa-jiwa di luar. Supaya kita tidak mabuk kedudukan, tidak mabuk kekayaan, tidak mabuk tuak, tidak mabuk pujian, dan kita tidak mabuk kemarahan. Amin?

Kita melihat yang ketiga: Urusan-urusan dunia. Kembali kepada Lukas 21. Dipakai istilah, kepentingan-kepentingan duniawi. Bahasa Inggris, kekuatiran dari dunia, urusan-urusan dunia atau kekuatiran.

Orang Indonesia sudah mulai berpikir sekarang, tapi sudah terlambat. Cara berpikirnya sudah terlambat. Bayangkan satu tahun mobil bertambah lima ratus ribu. Setengah juta loh ... satu tahun. Motor lebih banyak lagi. Ini kita bilang Jakarta. Kita lihat Cianjur saja udah nggak betah. Jalan itu-itu juga. Pada tahun 57-58, saya umur 9 dan 10, ini jalan Warujajar itu ada pohon kenari, ada pohon ki hujan besar, pohon-pohon besar, tinggi. Sepinya luar biasa. Apalgi Lembur Tengah itu, jalannya sepi sekali. Sepi. Kalau jam delapan pagi, jalan masih ada uap di Cianjur itu, keluar asap. Dengan bertambahnya kendaraan, monoksida itu bertambah. Nggak sadar kita. Udara jadi kotor, nafas kita jadi nggak sehat. Kita nggak sadar.

Orang di Saguling bikin bendungan, kena matahari panas. Hawa panas dibawa oleh angin ke Cianjur. Kita jadi kota panas sekarang. Dulu kita sama dengan Cipanas, dingin. Sama dengan Sindanglaya. Orang-orang ini mulai ngomong, nanti kalau nggak berubah, begini-begini terus ini Jakarta tahun 2014, mobil bisa keluar nggak bisa pulang. Macet. Jakarta sama Puncak menjadi tempat parkir terbesar di dunia.

Mari kita bandingkan dengan Singapura. Singapura sekarang sudah membangun lapangan terbang yang ketiga.

Waktu dia pertama bikin lapangan terbang yang pertama, sudah dipuji. Terbaik di dunia. Tapi baru berjalan beberapa tahun, dia sudah bikin rencana bikin lapangan terbang yang kedua, terminal dua. Waktu bikin terminal dua, Jakarta bikin. Sekarang sudah dibikin terminal tiga. Dan saya pernah lihat ini. WC nya saja mewah kaya begitu WC. Luar biasa. Kita lagi baru terkagum-kagum, mereka sudah rencanakan bikin terminal keempat. Kalau kita? Soekarno-Hatta saja terus, Soekarno-Hatta terus, Soekarno-Hatta. Dan kita punya prestasi kecemplung terus itu pesawat, jatuh, tabrakan. Terus begitu.

Karena apa? Urusan kekuatiran, kepentingan-kepentingan dunia. Jika kupandang ini dunia .. Bikin hatiku selalu gelisah .. Tapi kuingat sabda Yesus .. Bikin hatiku selalu bersuka. Bisa bilang amin, saudara? Kalau mata kita memandang kepada urusan-urusan dunia, kesibukan-kesibukan dunia, kekuatiran-kekuatiran dunia, firman Allah yang ada di dalam hidup kita jadi bantut. Matius 13, di sana Tuhan Yesus berbicara mengenai satu perumpamaan. Ayatnya yang ke-22,

13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Jadi kekuatiran dunia dan kekayaan. Orang ingin cepet kaya, kuatir ini, kuatir nggak dapat bagian, kuatir nggak makan, kuatir, takut ini, takut itu, buka toko kuatir ... justru membunuh firman. Yesus berkata di dalam Matius pasal 6, jangan kamu kuatir dari hal apa yang kamu makan, apa yang kamu minum, apa yang kamu pakai. Sebab kalau kamu kuatir itu biasa dilakukan oleh orang-orang kafir. Kamu itu anak-anak Allah. Kamu lebih dari bunga bakung. Kamu lebih dari pada burung di udara.

Kalau kita kuatir, kalau kita diikat dengan tiga hal ini - Lukas 21 bilang - kamu sarat, keberatan, sarat, terlalu berat. Kalau pedati itu sarat dengan muatan, sapinya aja susah nariknya. Sarat. Lift saja, begitu kelebihan orang, dia nggak mau jalan. Terlalu berat. Keluar satu orang, baru dia naik.

Demikian juga  rohani kita. Bukan artinya kita nggak boleh dagang, bukan artinya kita nggak boleh cari uang. Boleh. Bukan artinya nggak boleh pesta. Boleh pesta. Bukan artinya saudara nggak boleh dapat kedudukan. Boleh.

Bukan saudara nggak boleh urus urusan-urusan dunia. Bagaimana kita kan hidup di dalam dunia? Boleh. Tapi jangan mabuk. Jangan sarat. Jangan sampai urusan gereja itu terhalang oleh urusan dunia. Urusan Tuhan terhalang oleh urusan manusia. Urusan yang kekal terhalang oleh urusan yang sementara.

Kembali kepada Injil Lukas ayat 34 bagian akhir, supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.

Hari minggu itu disebut hari Tuhan, dominggos. Minggu itu datang dari kata dominggos. Harinya Tuhan. Sabtu dari sabatos, hari istirahat.

Dominggos harinya Tuhan. Minggu. Tapi yang dimaksud di ayat ini, harinya Tuhan, itu waktu Tuhan datang kedua kali. Yang kedua Dia datang secara pribadi.

Yang punya Gudang Garam, lagi kaya-kayanya, umur lagi hebat-hebatnya, 62 tahun, lagi sehat-sehatnya, punya dokter pribadi, punya helikopter pribadi. Jenazahnya dari Singapura pakai helikopter dibawa ke Kediri. Sampai di Kediri dikelilingin dulu di seluruh kota Kediri. Dia bagi-bagi uang. Semua uang angpao yang ada dibagikan kepada rakyat, saking kayanya. Siapa yang nyangka, masih muda, gagah, kumis baplang, meninggal dunia? Itu harinya Tuhan.

Tapi kalau kita siap sedia, kalau kita hidup di dalam Tuhan, harinya Tuhan datang kita bukannya celaka, menjadi berkat bagi kita. Kita bicara seperti Paulus: Hidup adalah Kristus, kalau mati adalah untung. Haleluyah. Itu sebabnya harus waspada. Jaga diri kita baik-baik. Kita selalu ingat peribahasa itu. Peribahasa itu tidak bisa saya lupa. Peribahasa ini diberikan oleh Pendeta Krukseng. Waktu muda, katanya, kita pakai kemudaan kita, pakai kesehatan kita untuk cari duit. Sudah tua kita pakai duit yang kita dapat itu untuk cari sehat. Bulak-balik dekok.

Waktu muda, sekolah jadi dokter, sekolah jadi insinyur, cari uang. 30 tahun, 40 tahun hebat. Mulai 50-60 tahun mulai uang yang dia dapat, dia pakai untuk ke dokter. Karena harta yang paling baik adalah kesehatan. Kalau saudara sehat musti bilang kamsiah sama Tuhan, terima kasih sama Tuhan. Nggak usah kaya kita, nggak usah. Kita baca ayat 35, Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.

Jadi harinya Tuhan bukan hanya untuk orang kristen, untuk semua orang. Ini harinya Tuhan yang pertama. Kedatangan Tuhan yang kedua kali. Tapi kita juga bisa sebut harinya Tuhan kematian yang menimpa seluruh penduduk dunia. Orang di dunia tidak ada yang anti mati. Semua pasti mati. Tinggal kapan saja. Jadi kita nggak boleh ngarasulah. Dulu saya ngarasulah, waktu anak saya baru lima belas bulan kok meninggal? Aduh, saya ngarasulah sama Tuhan. Tuhan, kenapa begini? Tiap hari ke kuburan selama tiga bulan. Sampai saya sadar, saya ini siapa dibanding sama Tuhan?

Tuhan mau ambil siapa saja, maunya Dia. Kita tinggal waspada. Papa saya 52 tahun, mama saya 83 tahun, anak saya 15 bulan. Mau protes? Sekarang tinggal kita saja waspada tiap hari. Ya Tuhan Gembalaku .. Pimpin saya di perjalanan .. Sampai di Yerusalem baru .. Di tempat kediaman-Mu .. Ya Tuhan Gembalaku .. Pimpin saya di perjalanan .. Sampai di Yerusalem baru .. Di tempat kediaman-Mu. Jiwa kita sangat rindu kepada Tuhan. Jiwa kita menanti Yerusalem baru di mana Tuhan tinggal. Jiwa kita menanti itu.

Minggu ini banyak pekerjaan saya. Besok saya harus khotbah, tiga kali khotbah di Bandung. Dua kali di kaum bapa se-Jawa Barat, satu kali di kaum ibu se-Jawa Barat. Perjamuan kudus. Jadi besok pagi-pagi saya harus pergi lagi. Hari senin saya di Jakarta. Bapa Hendro ngajak makan. Dia goyang kepala, aduh, nggak rasa ya Ko Yoyo udah 60 tahun. Rasanya nggak percaya. Sebab saya kenal dia tahun 86. Dua puluh dua tahun yang lalu. Jadi hidup tidak berubah tapi sekarang saya perlu kursi. Kalau nggak kuat saya duduk. Di Jakarta juga begitu, mereka siapkan kursi. Tapi Tuhan mau pimpin hidup kita. Jika hari itu tiba bukan menjadi jerat tetapi menjadi berkat. Ayat 36,

21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

Berjaga-jagalah. Seperti ronda malam, tidak boleh tidur, dia berjaga. Dan senantiasa berdoa supaya kamu beroleh kekuatan. Ini kurang tepat. Supaya kamu dianggap layak. Haleluyah. Kalau saudara berjaga dan berdoa maka Tuhan akan menganggap saudara layak. Kita harus menjadi orang yang layak. Tuhan tidak cari orang kaya. Tuhan tidak cari orang berbakat, tidak cari orang pintar, tidak cari orang pandai, tidak cari orang yang cantik, tidak cari orang berkedudukan tinggi. Yang Dia cari orang yang layak.

Lihat pemungut cukai, berdoa dan berkata di luar Bait Allah: Oh Tuhan, kasihanilah aku. Dia nggak berani lihat ke atas. Tuhan, kasihanilah aku orang berdosa. Lain dengan orang Farisi: Oh Tuhan, saya bersyukur kepada-Mu, saya tidak seperti dia, saya bukan penggarong, saya bukan penjahat. Saya hidup benar. Saya membayar perpuluhan, berpuasa dua kali seminggu. Saya begini, saya tidak seperti pemungut cukai ini.

Tuhan nggak lihat itu. Yang Dia lihat yang layak. Ada pemungut cukai ini rendah hati, mengaku dosa ... diampuni; orang itu pulang dibenarkan sama Tuhan. Lain dari orang Farisi tadi. Siapa yang meninggikan diri akan direndahkan. Siapa merendahkan diri akan ditinggikan. Maka berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa supaya kamu dianggap layak untuk luput. Jadi siapa yang luput ini adalah orang yang berlayak.

Pada waktu Saigon mau dikuasai oleh Vietkong, banyak orang-orang Vietnam yang pro Amerika berlari di kedutaan besar Amerika. Helikopter dikirim. Dan orang itu berlari mau masuk ke helikopter itu. Yang diutamakan oleh tentara Amerika orang-orang muda, anak-anak kecil. Sebab mereka masih punya hari depan. Tapi orang tua mereka anggap, sudahlah, sudah cukup umur, nggak usah ikut lagi. Saya tidak tahu berapa orang yang ikut. Lebih banyak yang tertinggal.

Saudara berjaga dan berdoa. Waspada. Saudara pun akan diizinkan masuk ke helikopternya Tuhan untuk luput sebab sebentar lagi bom diledakkan. Sebentar lagi Vietkong dari utara, dari Hanoi turun ke Saigon. Semua dibantai, semua ditawan yang pro-pro ke Amerika itu. Tapi mereka yang luput, bergantung di gantungan helikopter. Dia sudah terbang, tentara baru tahu ada yang bergantung. Ya, sudah terpaksa diangkat. Saudara, mari kita bergantung kepada Tuhan Yesus. Di dunia ini tidak ada satu hal yang bisa kita percaya untuk kita bergantung.

Kekayaan bukan jaminan. Kedudukan bukan jaminan. Harta dunia bukan jaminan. Kenalan baik bukan jaminan. Sahabat bukan jaminan. Manusia berpangkat bukan jaminan. Kita punya jaminan hanya Tuhan. Siapa mau didoakan maju ke depan. Kita berdoa.

 -- o --

Rabu, 10 September 2008

DENGAR DAN SIMPAN DI DALAM HATI

Lukas  

21:37 Pada siang hari Yesus mengajar di Bait Allah dan pada malam hari Ia keluar dan bermalam di gunung yang bernama Bukit Zaitun.
21:38 Dan pagi-pagi semua orang banyak datang kepada-Nya di dalam Bait Allah untuk mendengarkan Dia.

Kita baca Yohanes 

9:4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.

Kalau kita bandingkan dengan Lukas tadi, pada siang hari Yesus mengajar. Lalu dalam Yohanes 9 dikatakan, kita harus bekerja selama masih siang. Maka tahulah kita yang dimaksudkan siang hari bisa diartikan secara hurufiah tetapi bisa diartikan juga secara rohani, yaitu pada waktu masih ada kesempatan. Sebetulnya saya hampir tidak bisa datang karena kepala saya pusing. Tadi pagi badan lemas, bagian belakang kepala ini nyut-nyutan. Saya sudah minta ibu Ita untuk mewakili saya. Tetapi saya malu sama Tuhan. Malu, kok cuma segini aja kok nggak mau khotbah. Saya sekarang banyak merasa malu sama Tuhan. Saya tidak bekerja seperti seharusnya saya bekerja.

Selagi hari siang masih ada kesempatan. Amin? Pada siang hari Yesus mengajar. Kalau saudara perhatikan firman Allah, Yesus lebih banyak mengajar dari pada berkhotbah. Kalau saudara perhatikan hari minggu pagi, itu pengajaran. Hari rabu ini pengajaran. Juga di Jakarta kalau hari selasa jam 16:00, pengajaran. Kalau yang jam 17:30 khotbah. Entah sampai tahun berapa, entah sampai usia berapa, saya dipercayakan terus.

Tetapi siang di sini adalah mumpung masih bisa, mumpung ada kesempatan, mumpung lagi sehat. Maka bagi anak muda, mumpung masih muda, belajar. Mumpung masih kuat, kerja. Kita masih muda, buta tulang, buta daging, masih tahan hujan, kerja. Sebab ada masanya kita tidak bisa bekerja lagi. Ada masanya kita tidak bisa lagi bekerja. Saudara yang mampu sekolah, sekolah. Orang tua yang mampu membiayai, biayai anak. Sebab ada kalanya kita tidak bisa lagi membiayai. Saudara yang masih bisa ke gereja, ke gereja.

Sebab ada masanya, seperti encim Loui yang berusia 98 tahun. Dia masih sadar, tapi mata sudah tidak bisa lihat. Dia masih bisa jalan, tapi pendengaran sudah berkurang. Dia tidak bisa lagi ke gereja. Dia rindu, dia ingin kebaktian tapi tidak mampu lagi dia ke gereja. Makanya kata siang di sini, saudara harus salin dengan kata ketika kita masih bisa bekerja, ketika masih ada kesempatan. Kita buka Galatia

6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman

Selama masih ada kesempatan, itulah siang. Selama masih ada sekolah, sekolah. Selama kita bisa belajar, belajar. Selama gereja terbuka, ikut kebaktian. Sebab ada masanya gereja bisa ditutup, gereja bisa roboh, gereja bisa dirusak orang. Tetapi firman Allah yang ada di dalam hati kita tidak bisa dirusak orang. Itu sebabnya ketika kita masih mampu, ketika masih bisa, Yesus katakan dalam Galatia 6 tadi ... ketika masih ada kesempatan bagi kita,  marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Pada tahun 57, Indonesia pecah. Sulawesi Utara mau memisahkan diri. Dan adalah pemberontakan Permesta, adalah singkatan dari Perjuangan Semesta. Jadi Manado itu punya tentara sendiri dan perang sama pusat. Pada saat perang saudara itu, ada keluarga-keluarga yang harus mengungsi ke gunung. Ada satu bapa, dia mau mengungsi ke gunung. Orang sudah lari semua dari desa, naik ke gunung karena peperangan. Perang saudara. Kakak sama adik bisa lain. Yang kakak ikut Permesta, adik ikut pusat, bisa bunuh-bunuhan waktu itu.

Jadi ketika mereka mau mengungsi ke gunung, bapa ini dia tahu dia masih punya beras. Beras ada kira-kira ada 50 kg. Dia bungkus  5 kg, 5 kg, dan dia panggil orang-orang: Ini buat kamu masak nanti. Ini bawa beras 5 kg, nanti di gunung masak. Oh, tidak ada waktu, oom. Tidak ada waktu. Maaf oom, tidak ada waktu. Mereka lari. Sadarlah bapa ini. Dia ingin berbuat baik tapi orang sudah tidak bisa lagi menerima perbuatan baik dia. Karena waktunya sudah lain. Waktunya waktu mengungsi. Maka bapa ini dia ngomong, dia bersaksi: Saudara kalau mau berbuat baik jangan tunggu nanti waktu mengungsi. Waktu ada kesempatan, kita berbuat baik. Ada haleluyah?

Kalau kita mampu berbuat baik, berbuat baik untuk semua orang tetapi terutama untuk saudara kita seiman. Puji Tuhan. Kita kembali kepada Lukas 21 dan kita membaca ayat 37, Pada siang hari Yesus mengajar. And in the day time He was teaching in the temple ... Dia sedang mengajar dalam Bait Allah, di dalam sinagoga. Tetapi pada malam hari Ia keluar dan bermalam - Bahasa Inggris bilang tinggal - di gunung yang bernama Bukit Zaitun.

Ada waktunya kita kerja. Ada waktunya kita beristirahat. Ada waktunya kita bekerja, pada waktu siang. Tapi Tuhan sudah jodohkan dengan malam waktu kita beristirahat. Tetapi Yesus ini mempunyai satu cara untuk beristirahat, agak unik. Dia pergi ke gunung yang bernama Bukit Zaitun. Saudara-saudara, zaitun, buahnya saja, minyaknya jadi obat. Sudah sejak dulu minyak zaitun menjadi obat. Sejak dulu zaitun menjadi makanan kesehatan. Minyak zaitun, dulu belum ada PPO, belum ada minyak kayu putih. Minyak zaitun.

Kalau orang berjalan 10 km, 15 km, itu biasa orang zaman dulu jalan. Orang jalan masuk ke rumah kita harus disiapkan dua hal. Yang pertama, air untuk basuh kaki. Yang kedua, minyak zaitun. Minyak zaitun ini, karena sudah berjalan 10 km, betis kan jadi pegel, paha jadi pegel, itu digosokkan oleh tamu itu karena itu disediakan oleh yang punya rumah. Digosokkan kepada betis. Dan hanya dalam beberapa menit saja kelelahan itu hilang.

Jadi, malam ini adalah bayangan istirahat. Nah, Yesus tahu beristirahat. Dan Dia beristirahat, ditulis, di gunung. Gunungnya disebut Zaitun. Bukit Zaitun. Dia beristirahat di gunung. Bukan berarti saudara kalau istirahat musti naik ke Puncak. Tidak. Ini gambaran. Seperti tadi siang adalah gambaran kesempatan, malam adalah gambaran kita istirahat. Tetapi istirahatnya Tuhan justru di gunung, di tempat yang tinggi yang namanya Zaitun. Air selalu bicara firman Allah. Minyak selalu bicara Roh Kudus. Kalau kita sudah bekerja, kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita, kita pakai.

Tahu nggak saudara bahwa kesempatan dari Tuhan untuk saudara dan untuk saya itu sama? Satu hari dua puluh empat jam, satu jam enam puluh menit, satu menit enam puluh detik. Semua kesempatannya kita sama. Tetapi yang menggunakan kesempatan itu lain-lain. Seperti firman Allah katakan, Rasul Paulus tadi katakan, selama masih ada waktu, masih ada kesempatan, kita pakai. Tuhan tahu bahwa itu membuat kita lelah. Itu sebabnya Dia berikan satu cara ... kita harus naik ke gunung, ke tempat yang tinggi. Di sana gunung itu namanya Zaitun. Ini adalah air, firman Allah. Kalau saudara sudah berjalan cukup lelah, cape, ... kaki saudara perlu dibasuh oleh firman Allah. Perjalanan hidup kita perlu dibasuh.

Dulu ada lagu begini Saya ingin bertemu dengan Yesus .. Saya ingin memandang wajah-Nya .. Saya cape berjalan .. Dalam dunia yang fana .. Saya ingin bertemu dengan Dia. Waktu itu saya masih kaum muda, nggak masuk lagu ini. Sekarang setelah saya melewati usia 60 tahun, perjalanan saya sudah 3X20 tahun. Dua puluh tahun pertama, Tuhan panggil saya di ladang Tuhan. Dua puluh tahun kedua, Tuhan mulai memakai saya menginjil. Sampai dua puluh tahun ketiga. Pertanyaan saya, apakah Tuhan izinkan saya sampai dua puluh tahun keempat? Apakah hanya setengah dari dua puluh tahun itu? Apa hanya seperempat? Tetapi kalau ditanya kepada jiwa saya sekarang ini, saya sudah cape. Kalau saudara tanya jiwa saudara dengan jujur, jiwa saudara akan bicara, kita lelah. Mari kita dengar kesaksian dari Rasul Paulus. II Korintus

5:1 Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar - Maksudnya tubuh kita -, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. - Perhatikan ayat ke-2 -
5:2 Selama kita di dalam kemah ini - Maksudnya badan -, kita mengeluh - Nggak pendeta, nggak jemaat, nggak rasul, nggak nabi, mengeluh -, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,
5:3 sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang.
5:4 Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh - Kenapa mengeluh? - oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup.
5:5 Tetapi Allahlah - Elohim lah - yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.
5:6 Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan,
5:7 --sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat--
5:8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.
5:9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.
5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Dua kali disebut kata 'mengeluh.' Dua kali juga disebut kata 'tabah.' Saya tanya saudara, saudara bisa aminkan jiwa kita sebetulnya mengeluh? Mengeluhnya itu gini, kata rasul Paulus: Nggak usah mati lagi Tuhan, saya nggak usah mati. Nggak usah ngalamin mati, langsung saja ganti tubuh ini dengan tubuh kebangkitan. Itu maksudnya. Karena beratnya tekanan itu. Tapi di dalam Kristus, kami senantiasa tabah. Kalau tidak ada tekanan, tidak perlu tabah. Kalau tidak ada desakan, kalau tidak ada yang menjepit kita, nggak usah kita mengeluh, tidak usah juga kita tabah.

Tetapi jiwa ini tidak bisa dibohongin. Memang selama kita masih hidup di dalam dunia ini, kita mengeluh oleh karena beratnya tekanan. Tekanan rumah tangga, tekanan keluarga, tekanan dari luar, tekanan suasana, tekanan situasi dan kondisi. Berapa banyak macam tekanan menekan kita dari segala arah. Tapi Paulus itu nggak suka pake angin sorga, janji-janji; dia kenyataan saja. Tabahlah. Tabah, saudara. Saudara mau tabah? Kalau kita tabah, Tuhan pasti memberkati kita. Jangan hidup dengan penglihatan, ayatnya yang ke-7, sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, karena iman, bukan karena melihat.

Kalau saudara lihat, baca koran, tegang. Lihat televisi, stress. Dengar selebritis-selebritis tambah kacau kita, bingung. Tapi kita harus berjalan dengan iman. Walaupun tekanan berat tapi kita berjalan dengan iman. Coba ikuti kata-kata saya: Hanya iman yang membuat saya mengatasi persoalan. Haleluyah? Hanya iman.

Iman datang dari firman Allah. Kesegaran orang yang jalan 10 km untuk segar kembali, dibasuh dulu sama firman, dibasuh dulu sama air. Baru Roh Kudus sebagai minyak zaitun. Menyembuhkan segala hal yang tidak enak, disejukkan. Roh Kudus bukan main-main, Dia obat di atas segala obat, jamu di atas segala jamu. Ini Roh Kudus.

Kembali kepada Lukas. Sekarang kita mengerti kenapa Yesus pada malam hari keluar bermalam di gunung yang bernama Bukit Zaitun. Karena Dia sedang - sebagai manusia, menerima kembali kekuatan. Karena kalau baterei itu habis, Dia sudah bekerja waktu siang, sorenya baterei musti dicharge lagi, yaitu dengan naik ke gunung, bertemu dengan Bapa, dicharge lagi.

Yang ketiga, ayat 38,

21:38 Dan pagi-pagi semua orang banyak datang kepada-Nya di dalam Bait Allah untuk mendengarkan Dia.

Kalau kata pagi-pagi kurang tepat. Kalau bahasa Inggris, early in the morning. Antara jam enam, setengah tujuh. Ketika orang justru mau kerja, itu jam enam itu orang mau kerja, mau sekolah itu jam enam-setengah tujuh. Mereka bisa berbelok justru ke sinagoga untuk mendengarkan Dia, mendengarkan firman Tuhan. Pagi-pagi semua orang banyak datang kepada-Nya di dalam Bait Allah untuk mendengarkan Dia. Dengar peribahasa ini: Hanya orang yang menemukan air firman Allah dan minyak zaitun Roh Kudus yang bisa memberitakan hal-hal yang menarik bagi banyak orang. Sehingga orang banyak itu tidak ingat pekerjaannya, bisnisnya ... tetapi justru datang ke Bait Allah hanya untuk mendengar firman Allah. Markus

8:1 Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata:
8:2 "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.
8:3 Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh."

Bayangkan tiga hari tidak makan. Tiga hari. Mereka cuma bawa makanan bekal saja dari rumah. Tidak ingat kerja, tidak ingat menanam, tidak ingat ke laut. Tiga hari mereka ikut Tuhan Yesus. Ayat 2, Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak punyai makanan. Apa kata Matius 6:33? Cari dulu Kerajaan Allah, maka segala sesuatu akan ditambahkan kepadamu. Ada haleluyah? Ini dibuktikan oleh Tuhan Yesus. Bukan satu jemaat, bukan satu orang, bukan satu keluarga. Banyak orang. Mereka lupa toko, mereka lupa perusahaan, mereka lupa pekerjaan, mereka lupa pertanian. Mereka hanya dengar firman Allah.

Tetapi saya mau kasih tahu: Firman Allah tidak akan mengecewakan saudara. Dan apa yang terjadi? Saudara sudah tahu. Hanya mujizat bagi mereka. Tujuh ketul roti dengan beberapa ekor ikan. Ayat 5,

8:5 Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh."
8:6 Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak.
8:7 Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan.
8:8 Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul.

Amin, saudara? Jangan takut kekurangan. Saudara duduk di gereja ini Tuhan hitung. Jangan takut kekurangan. Saudara pasti kenyang. Siapa yang berlapar, berhaus akan kebenaran, dia akan dikenyangkan. Mazmur

81:11 Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh.

Amin? Terserah saudara. Mulut itu bicara iman. Kalau mulut saudara, saudara buka seperti lobang celengan, nggak gede ... ya Tuhan kasih juga receh. Sebab yang besar-besar, mau dikasih emas, nggak masuk ... lobang celengan mulutnya. Buka lebar-lebar. Pakai iman yang besar. Kalau saudara yakin saudara sembuh, saudara akan sembuh. Saudara yakin saudara mampu, saudara mampu. Saudara yakin saudara bisa, saudara bisa. Buka lebar-lebar. Dan Tuhan janji, Aku akan mengisinya, memenuhinya. Ada haleluyah saudara?

Ini pengajaran. Kalau pengajaran tidak akan berubah. Diajar di mana, siapa yang diajar sama. Nah sekarang kita tanya, yang Tuhan kasih itu apa? Apa sampah? Apa makanan basi? Sampai Dia berani orang yang buka mulut dikasih penuh. Coba kita lihat ayat 17,

81:17 Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya."

Saya selalu makan kalau pagi havermut. Havermut itu datang dari gandum. Campur dengan madu, asal ada enak manislah. Dikatakan di sana, gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung. Jadi saudara, nggak heran kenapa Yesus malam naik ke gunung, sebab di sana ada madu dari gunung batu. Bukan madu yang hanya di atas pohon tapi di atas batu gunung. Kalau orang naik ke gunung, susah, berat, engap. Tapi ketika kita menemukan madu di atas gunung yang terbaik, saudara lupa kesusahan saudara.

Apa selama ini Tuhan Yesus menjadi gandum yang terbaik? Apa selama ini Yesus menjadi madu yang dari gunung buat saudara? Apa saudara kebaktian hanya ikut-ikutan? Atau saudara berbakti: Tuhan, saya ingin menikmati madu yang dari gunung. Mazmur 

147:14 Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.

Bisa bilang haleluyah? Saya salin dalam bahasa Inggris, Dia membuat damai di dalam daerahmu dan memenuhi kamu dengan gandum yang terbaik. Bukan cuma dikenyangkan dengan gandum yang terbaik tapi Tuhan mengawali daerah saudara dengan damai. Tanah saudara, daerah saudara itu dikelilingi dengan damai. Saudara musti percaya, rumah saudara dikelilingi oleh Tuhan dengan damai. Saudara musti percaya keluarga saudara, pabrik saudara dikelilingi oleh Tuhan dengan damai.

Kalau saudara tinggal di Cianjur, saudara harus percaya juga Tuhan melindungi kota Cianjur dan dijaganya dengan damai. Tetapi soal kasih makan nggak sembarangan; Dia kasih makan kepada saudara gandum yang terbaik. Kembali kepada Lukas

21:38, dan pagi-pagi semua orang banyak datang kepada-Nya.

Pagi menjadi gambaran sesuatu yang baru. Nggak akan ada malam, nggak ada siang kalau tidak ada pagi. Jadi pagi itu selalu gambaran awal yang baru. Apakah saudara mengawali pekerjaan saudara, mengawali rencana saudara dengan mendengarkan Firman? Dengan membaca Firman? Sebab orang-orang ini datang ke Bait Allah untuk mendengarkan Dia. Kata 'mendengarkan' di dalam bahasa Yunani dipakai kata akouo. Akouo itu mendengar dan simpan di dalam hati. Kebanyakan kita seringkali dengar tapi kita keluar gereja udah lupa. Akouo adalah mendengar dan simpan dalam hati.

Maka ayat 38, pagi-pagi, awal dari segala sesuatu, semua orang banyak - senang saya membaca semua orang banyak - datang kepada-Nya di dalam Bait Allah untuk mendengarkan Dia. Dan kata mendengar di situ datang dari kata akouo. Mereka tidak dengar begitu saja. Mereka dengar dan simpan di dalam hati. Untuk bikin Yesus tinggal dalam hati kita selama-lamanya, kita musti simpan Firman Allah. Dengar dan simpan di dalam hati. Mazmur 

119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Your Word ... perkataan-Mu, adalah lampu bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Saudara ingin jalan saudara terang? Saudara ingin kaki saudara tidak terantuk? Firman Allah obatnya. Mari kita berdiri.

-- o --

Rabu, 24 September 2008

PASKAH

Lukas  

22:1 Hari raya Roti Tidak Beragi, yang disebut Paskah, sudah dekat.
22:2 Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan, bagaimana mereka dapat membunuh Yesus, sebab mereka takut kepada orang banyak.
22:3 Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu.
22:4 Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka.
22:5 Mereka sangat gembira dan bermupakat untuk memberikan sejumlah uang kepadanya.
22:6 Ia menyetujuinya, dan mulai dari waktu itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus kepada mereka tanpa setahu orang banyak.

Saudara-saudara, dalam yang ayat ke-1 disebut Hari Raya Roti Tidak Beragi, yang disebut Paskah, sudah dekat. Hari Raya roti yang tidak beragi itu hari raya ketiga dari paskah. Jadi sebetulnya hari raya Israel itu ada tujuh. Pertama, Paskah. Paskah ini terdiri dari tiga hari raya dan ini Hari Raya Roti Tidak Beragi. Yang kedua, hari Pentakosta, berdiri sendiri. Dan hari raya yang ketiga ini, Hari Raya Pondok Daun-daunan, terdiri dari tiga juga.

Jadi saudara lihat di sini nampak Hari Raya Roti Tidak Beragi yang disebut Paskah. Jadi Paskah itu ada dalam tiga bagian. Sama dengan Allah kita, ada tiga bagian: Allah Bapa, Putra, Roh Kudus. Demikian juga paskah ada dalam tiga bagian. Hari raya pertama, Hari raya kedua, Hari raya ketiga. Yang penting kita tidak lihat itu, tetapi kita lihat bahwa hari paskah disebut sudah dekat.

Paskah di dalam bahasa Ibrani dipakai kata pesakh, yang artinya melewati. Jadi kalau ini umpamanya rumah saudara, dia melewati. Inilah yang disebut paskah. Apa yang melewati? Malaikat kematian, malaikat el-maut. Malaikat kematian melewati saudara; dia tidak masuk di rumah saudara, tapi dia lewati rumah saudara. Untuk mengerti itu kita harus ingat kembali, yang pertama dalam kitab Keluaran

12:29 Maka pada tengah malam TUHAN membunuh tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir, dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai kepada anak sulung orang tawanan, yang ada dalam liang tutupan, beserta segala anak sulung hewan.
12:30 Lalu bangunlah Firaun pada malam itu, bersama semua pegawainya dan semua orang Mesir; dan kedengaranlah seruan yang hebat di Mesir, sebab tidak ada rumah yang tidak kematian.
12:31 Lalu pada malam itu dipanggilnyalah Musa dan Harun, katanya: "Bangunlah, keluarlah dari tengah-tengah bangsaku, baik kamu maupun orang Israel; pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, seperti katamu itu.

Tetapi kalau kita membaca ayat sebelumnya. Keluaran 

12:12 Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.
12:13 Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu - Dari sanalah kata pesakh itu, kata melewati. Aku akan lewat dari pada kamu -. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.
12:14 Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.

Kembali kepada Lukas 22. Kita sekarang mengetahui, pada waktu Keluaran 12 itu, diharuskan orang memotong satu anak domba. Anak domba yang pertama yang dikurung, satu tahun umurnya, tidak boleh cacat. Darahnya harus dipercik ke tiga tempat, ambang pintu dan jenang pintu. Setiap rumah yang malaikat Tuhan lihat ada tanda darah dari domba tadi, dia lewat, dia pesakh. Kalau saudara lihat ini adalah segi tiga. Sedangkan waktu Yesus disalib, Dia dipaku di tiga tempat. Tangan dua, kaki. Jadilah segi tiga.

Itu sebabnya Anak Domba Allah darah-Nya tercurah bagi kita supaya kita tidak kena hukuman kematian. Barangsiapa percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Saudara harus bersorak gembira, karena saudara harus mati tetapi di dalam Yesus kita diselamatkan oleh karena darah Anak Domba itu. Amin?

Dulu saya pikir-pikir, agama apa yang paling benar? Saya anak pendeta. Saya tanya-tanya kepada ajengan, bagaimana itu islam. Saya tanya-tanya bagaimana hindu. Saya tanya bagaimana budha. Semuanya hampir mirip-mirip. Tapi guru saya bilang begini: Agama yang tanpa penumpahan darah, itu agama yang tidak disukai oleh Tuhan. Kita buka kitab Kejadian

4:1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."
4:2 Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.
4:3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;

Kita lihat di sini bahwa Kain mempunyai kerinduan untuk mempersembahkan hasil dari tanahnya. Kain memiliki keinginan. Di dalam bahasa Inggris, semua ada prosesnya. Setelah proses ada hasil dari tanah itu, Kain ingin memberi persembahan kepada Tuhan. Di hatinya Kain, betul. Tetapi ayat ke-4,

4:4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan - Bahasa Inggris, respect - Habel dan korban persembahannya itu,
4:5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
4:6 Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?

Kain hatinya baik, mau mempersembahkan korban kepada Tuhan. Semua agama di dunia mengajarkan hal yang baik. Tidak ada agama yang mengajarkan membunuh; semua mengajarkan hal yang baik. Tetapi Habel mempersembahkan lemak domba. Nggak mungkin dia bisa mempersembahkan lemak domba kalau tidak disembelih dulu itu domba. Maka ada tanda darah. Apa kata firman Allah? Tuhan respect kepada persembahan dari Habel.

Agama di dunia banyak, hampir seratus lebih. Macam-macam. Semuanya berbuat baik. Semuanya punya hati ingin berbakti kepada Tuhan, ingin memberi kepada Tuhan. Tetapi saya yakin, yang diindahkan Tuhan adalah yang ada tanda darah, domba yang disembelih. Ketika Yohanes Pembaptis, ...  Yohanes

1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah - Dia tidak sebut: Lihatlah Yesus. Tetapi - Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

1:36 Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"

Kalau orang Israel mendengar istilah Anak Domba, mereka ngerti, yaitu anak domba yang dikorbankan pada waktu Keluaran 12, hari Paskah. Dan ketika hari paskah itu, paskah yang pertama anak domba disembelih, darahnya ditaruh di jenang pintu itu. Maka malaikat el-maut pesakh atau melewati.

Semua kita manusia selalu ingin menyembah sesuatu. Di dalam hati kita manusia ada satu kamar yang tidak bisa diisi oleh uang, oleh pangkat, kedudukan, pekerjaan, titel; dia hanya bisa diisi oleh kekekalan, oleh Tuhan. Dan orang bikin agama. Ada yang menyembah batu. Ada yang menyembah pohon beringin. Ada yang menyembah Gunung Kawi. Ada yang menyembah sapi seperti di India. Satu menganggap yang lain salah; orang islam menganggap Ahmadiyah salah, dan sebagainya.

Tapi mari kita pegang ini: Sesuatu yang dilandasi darah pasti ada pengampunan. Ibrani 9. Dalam Ibrani pasal 9, di sana Rasul Paulus bercerita tentang korban ini. Ibrani

9:11 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --
9:12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.
9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,
9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
9:15 Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.
9:16 Sebab di mana ada wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu.
9:17 Karena suatu wasiat barulah sah, kalau pembuat wasiat itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat itu masih hidup.
9:18 Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah. - Itu Perjanjian Lama -
9:19 Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat,
9:20 sambil berkata: "Inilah darah perjanjian yang ditetapkan Allah bagi kamu."
9:21 Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secara demikian dengan darah.
9:22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

Bisa bilang amin haleluyah? Maka sejak itu saya yakin bahwa saya tidak salah mengikut Yesus. Karena tanpa penumpahan darah, tidak ada pengampunan. Dua ribu tahun yang lalu - menurut sejarah Italia, menurut sejarah dunia -, ada seorang yang bernama Yesus disalib. Banyak orang mau menghilangkan fakta ini, yaitu fakta Yesus disalib. Fakta. Yesus disalib, mati dan bangkit itu fakta, bukan dongeng. Sejarah Italia baca ini. Pada tahun sekian, ada yang bernama Yesus disalibkan pada zaman Pontius Pilatus. Dalam I Korintus

15:1 Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
15:2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
15:3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
15:4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
15:5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
15:6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
15:7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
15:8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.

Yang lihat Yesus bangkit itu bukan satu dua orang. Lebih dari lima ratus. Berarti itu fakta. Fakta sejarah. Saudara bisa bayangkan sekarang ya. Yang nyalibkan Yesus itu dulu orang Italia, tentara Roma. Pontius Pilatus itu orang Roma, tentara Roma. Herodes itu orang Romawi, karena waktu itu Israel dijajah. Yang mencambuki Yesus itu mereka. Mereka yang mencambuki sampai daging Yesus terkelupas, itu mereka. Tapi yang heran sekarang, 99.9% penduduk Italia katolik, percaya kepada Yesus. Walaupun ada beda sedikit, dia percaya kepada Maria.

Tetapi saudaraku, asalnya membunuh Yesus tapi sekarang malah percaya kepada Yesus. Tiga per empat penduduk dunia kristen. Belum katolik. Hanya kristen saja tiga per empat penduduk dunia. Kita adanya di Indonesia sih, minoritas. Coba kita ke Singapura, besar di sana. Coba kita ke Amerika, mayoritas. Partai Kristen Demokrat bisa menentukan siapa yang jadi presiden. Coba kita ke Inggris, coba kita ke Eropa, coba kita ke Rusia. Walaupun ada komunis tetapi tidak bisa membunuh. Coba sekarang ke Tiongkok. Sejarah gereja menyatakan, kemajuan orang kristen di Tiongkok sekarang luar biasa.

Dalam sepuluh tahun, orang kristen dari sepuluh juta menjadi enam puluh juta. Ada haleluyah? Coba di Indonesia. Kita bertahun-tahun kita di sini, susah untuk naik sejuta saja. Susah. Tapi di Tiongkok, saudara, ditekan, mereka maju; dari sepuluh juta menjadi enam puluh juta. Mereka berani mengundang Billy Graham. Billy Graham sudah khotbah di Tiongkok. Tapi Billy Graham tidak boleh khotbah di Indonesia. Ditolak sama orang islam. Itulah keadaan kita sekarang. Tapi saya harus yakin, saudara harus yakin, bahwa kita ada di jalan yang benar. Amin, saudara?

Mari kita kembali kepada Lukas 22 dan kita membaca ayat ke-2, Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan, bagaimana mereka dapat membunuh Yesus, sebab mereka takut kepada orang banyak.

Di sini kita melihat satu keanehan, satu ironi. Satu ironi yang kita harus ambil pelajaran. Di situ ditulis, imam-imam dan ahli-ahli Taurat. Kata ahli Taurat di sana, namanya saja ahli. Kalau ahli, tidak ada yang tersembunyi. Mereka tahu. Kita mau melihat beberapa ahli Taurat. Ahli Taurat itu tahu tentang Taurat. Yang pertama, kita buka Matius

2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
2:2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
2:5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."

Jadi ahli Taurat itu tahu, siapa Yesus itu tahu. Tapi dalam Lukas 22, mereka cari jalan untuk membunuh Yesus. Yang kedua, kita lihat Yesaya

9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
9:6 Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Berarti dia tahu sebab ahli Taurat baca kitab Nabi Yesaya. Dia tahu akan ada seorang anak yang lahir. Dia tahu; siapakah Yesus itu mustinya dia tahu. Mari kita melihat Matius 23. Dalam Matius 23, apa pekerjaan dari ahli Taurat ini yang dinilai oleh Tuhan Yesus. Matius 

23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. - Ayat 25 -
23:25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. - Ayat 27 -
23:27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. - Ayat 29 -
23:29 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh

Empat kali Tuhan Yesus berkata, celakalah hai kamu ahli Taurat dan orang Farisi, celakalah hai kamu ahli Taurat dan orang Farisi. Apakah mungkin gara-gara Yesus ngomong begini, mereka mau bunuh Yesus? Yesus nggak salah. Karena kebencian dari imam-imam kepala dan ahli Taurat mencari jalan bagaimana mereka dapat membunuh Yesus.

Saya mau tanya sama saudara, seorang ahli Taurat ada hubungan dengan membunuh apa tidak? Tidak boleh. Ahli Taurat itu hanya membuka kitab. Semestinya dia seperti orang Majus: Yesus akan lahir, aku sudah lihat bintangnya di timur. Mereka datang untuk menyembah. Mustinya begitu.

Tapi ahli Taurat di depan Herodes, wah Dia lahir di Betleham ... tapi dia nggak mau nyembah Yesus. Malah Lukas 22:2, mau membunuh Yesus. Yang aneh lagi, ironi lagi, dia takut, mereka takut kepada orang banyak. Ada ayat di dalam Amsal: Takut kepada orang adalah satu jerat. Yesus, dia nggak takut. Yesus yang berkuasa, Anak Allah yang hidup, Pencipta langit dan bumi ... dia nggak takut. Tapi manusia, dia takut. Banyak kali kita seperti itu. Tuhan, kita nggak takut. Manusia, kita takut. Padahal ahli Taurat, orang Farisi yang tahu Alkitab.

Nah, keanehan ini, ironisnya ini, selalu berulang. Kan ada peribahasa, sejarah selalu berulang. Pengkhianatan selalu berulang. Bukan hanya Yudas. Ada juga satu pengkhianatan Brutus terhadap Yulius Caesar. Paling dipercaya. Mengkhianat. Selalu berulang. Apalagi cerita sejarah Tiongkok. Kaisar-kaisar dikhianati oleh orang yang dipercaya. Kaisar di Tiongkok nggak ada yang lebih umurnya dari lima puluh tahun. Nggak ada. Semuanya lima puluh tahun ke bawah. Meninggal, meninggal, meninggal, meninggal. Intrik-intriknya itu ngeri, saudara. Sejarah selalu berulang.

Jadi kalau saudara mengalami hal yang seperti itu, ingat, Yesus pun mengalami. Kalau saudara dikhianati orang, Yesus pun mengalami. Bahkan di dalam Mazmur ada ayat: Orang yang makan sehidangan dengan aku, dia yang mengkhianati aku. Sebagai ayat terakhir, Yohanes

13:21 Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
13:22 Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.
13:23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
13:24 Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"
13:25 Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?"
13:26 Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
13:27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."

Hati-hati perjamuan kudus. Kalau kita main-main dengan perjamuan kudus, kita anggap dia roti biasa, kita anggap dia anggur biasa, saudara ambil itu, ... saudara bisa kerasukan. Tapi kalau kita mengambil perjamuan kudus dengan hati yang bersih, hati yang rendah, yang tahu bahwa kita nggak bisa hidup tanpa Tuhan, kita hidup hanya oleh kemurahan-Nya saja, perjamuan kudus itu mendatangkan berkat yang sangat besar.

Sekian renungan firman Allah.   

-- o -- 

Rabu, 08 Oktober 2008

BENDAHARA

Haleluyah. Selamat sore, selamat berbakti lagi dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Kita buka Injil Lukas  

22:1 Hari raya Roti Tidak Beragi, yang disebut Paskah, sudah dekat.
22:2 Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan, bagaimana mereka dapat membunuh Yesus, sebab mereka takut kepada orang banyak.
22:3 Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu.
22:4 Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka.
22:5 Mereka sangat gembira dan bermupakat untuk memberikan sejumlah uang kepadanya.
22:6 Ia menyetujuinya, dan mulai dari waktu itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus kepada mereka tanpa setahu orang banyak.

Ini adalah ironi dari Injil. Saya katakan ironi karena justru murid yang paling dipercaya untuk memegang uang, yaitu Yudas. Murid Yesus ada berapa, saudara? Ada 70 murid. Tapi ada 12 yang disebut rasul tapi juga disebut murid. Dari 12 murid itu paling pintar itu Yudas. Nah, Yudas ini lulusan fakultas ekonomi - kalau disamakan sekarang - dari universitas di Yerusalem; dia ahli ekonomi. Itu sebabnya Tuhan Yesus percayakan dia pegang uang. Uang kalau di tangan ahli ekonomi, dia bisa bertambah. Kalau bukan ahlinya ekonomi, ada 2 hal, uang itu tetap aja segitu-gitu juga; dia mah cuma pegang uang. Dia mah tidak ada pikiran untuk bagaimana ini menambah kas Yesus itu, nggak ada. Dan yang jelek, orang ini memegang uang justru mengambil mencuri uang yang dipercayakan kepadanya.

Jadi ada 3 kemungkinan: yang pandai, punya uang dipercaya pegang uang, dia pikir bagaimana caranya menambah ini. Saya kasih ilustrasi. Di Majelis Daerah ada kita bangun panitia pembelian tanah untuk membeli tanah seharga mungkin hampir 10 milyar di daerah Bandung. Saya pilih pengusaha-pengusaha, 10 orang. Pada waktu mereka rapat pertama, laporan mereka: Kita sudah dapat 1 milyar. Kaget saya. Di mana itu 1 milyar? Kita semua ini masing-masing menyumbang 100 juta. Satu ketuanya itu dia punya pikiran itu panjang sekali. Kita bikin malam dana. Kita undang orang-orang. Orang boleh bersaksi nggak usah dengar khotbah. Tapi dana sudah masuk. Itu seorang ahli ekonomi.

Maka Yesus tidak salah memberikan uang sama Yudas karena Yudas ini sarjana ekonomi. Ahli ekonom. Lain sama Petrus. Petrus ini cuma tukang tangkap ikan di Maleber. Dia ngitung ikan pintar tapi ngitung uang nggak bisa. Pegang ikan pintar. Biar licin bagaimana dipegang sama Petrus, ikan itu tidak lari. Maka Tuhan tidak percayakan sama Petrus, Tuhan percayakan sama Yudas. Sebab arti nama Yudas itu terpuji. Baik. Iskariot saya cari arti namanya tidak ada. Namanya itu terpuji. Ini jangan nyalahin Yesus ini. Yesus tahu orang ini mempunyai kapasitas untuk berbuat baik untuk memegang uang dari Yesus punya keuangan. Lukas                  

8:1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
8:2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
8:3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

Jadi tidak ada lelaki yang menyumbang, perempuan semua. Perempuan-perempuan ini dari perempuan yang rendah Maria Magdalena yang kerasukan setan sampai perempuan yang menengah, Susana, sampai perempuan yang paling tinggi isterinya Khuza, Yohana, itu mengumpulkan kekayaan. Nah, ini harta musti ada yang pegang. Yang pegang ini Yudas. Harta loh ... kekayaan. Bukan uang. Kekayaan mereka bawa untuk penginjilan Yesus. Nah, inilah harus ada yang pegang. Nah, Yesus percayakan sama Yudas.

Jadi ada 3 macam bendahara. Satu, bendahara yang aktif, dia dipercayakan dia selalu mikir bagaimana apa bisa bikin bazar, apa bisa bikin buku jual kepada jemaat, ... dia pikirannya itu hidup. Yang kedua, yang monoton, pegang duit saja. Masuk berapa keluar berapa, begitu saja. Dan yang jelek ini seperti Yudas, dia suka ngambil dari uang yang seharusnya dia jaga, dia suka ngambil. Yohanes

12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Tuhan nggak salah pilih Yudas karena dia ahli ekonom, karena dia punya pikiran 300 dinar ini kalau disumbangkan sama orang miskin, banyak orang miskin bisa tertolong. Pikirannya ekonom kan. Tetapi firman Allah bilang, dia ngomong begitu bukan karena dia memperhatikan orang miskin tetapi karena dia seorang pencuri. Kalau 300 dinar itu tidak dikasih untuk beli minyak untuk buat kaki Yesus, dia pegang itu 300 dinar. Nah, kalau dia pegang 300 dinar itu, dia bisa mencuri. Seringkali kita seperti Yudas. Kita buka I Korintus                   

4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.
4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.

Kita disebut orang - ayat 1 - sebagai hamba Kristus yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Kalau dalam bahasa Inggris, jadi bendahara-bendahara dari firman Allah. Apa firman Allah yang saudara sudah dengar, saudara pelihara saudara jaga di dalam hati kita? Sebagai bendahara, kita kumpulkan firman Allah di dalam hati kita.

Nah, kita kebaktian ini seperti kaya ngumpulkan air, stok di dalam hati kita sebagai bendahara. Kalau kapan-kapan - kita tidak minta - kapan-kapan terjadi keributan, gereja tidak boleh ada, gereja ditutup - ini sudah banyak, ketika tidak bisa lagi kita kebaktian. Aduh, kalau kita bandingkan dengan orang kristen di Cina, ini Alkitab itu digunting ayat per ayat itu digunting dipotong-potong lalu digulung. Nah, waktu kerja ketemu ditukar, besok ketemu ditukar lagi. Maka tidak heran dalam 10 tahun orang kristen di Tiongkok dari 10 juta, 10 tahun jadi 60 juta. Kenapa? Karena reservoirnya sudah penuh. Nggak ada gereja nggak ada pendeta tapi ada Alkitab, dia isi dengan firman Allah. 

Maka cerita Yudas ini sangat dalam, bisa ke sana bisa ke bawah. Bukan cerita hanya tentang uang. Bisa korupsi waktu. Pegawai negeri seharusnya sudah kerja pakai alasan baru lebaran. Datang jam 11 pulang jam 2. Dia kira itu sudah lumrah Tuhan akan mengerti; dia sudah korup waktu, tidak bisa dipercayai. Kembali kepada Lukas    

22:3 Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu.

Kalau orang kristen dia buka pintu kepada setan, setan masuk. Kalau kita tutup pintu, setan tidak bisa masuk; kita dilindungi dijaga oleh Tuhan. Tapi kalau kita sendiri yang buka pintu pagar, buka pintu rumah kita, setan silahkan masuk, masuk dia. Kalau dia masuk, dia atur kita. Seperti pencuri mobil dia bawa mobil kemana dia mau. Paulus pernah menasehati sidang jemaat di Efesus. Efesus        

4:27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

Siapa yang dicobai oleh setan tapi menang terus dalam Injil? Tiga kali dicobai tapi Dia menang? Yesus. Kita lihat sekarang bagaimana menangnya. Kembali kepada Lukas 4. Ini percobaan yang pertama.

4:3 Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti."
4:4 Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja."
 
4:7 Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu."
4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"

Menang lagi. Yang ketiga,
4:11 dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
4:12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

Menang lagi. Tapi perhatikan ayat 13.

4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Menunggu apa? Kesempatan. Itu Iblis. Maka Paulus berkata, jangan kasih kesempatan kepada Iblis. Nggak mungkin anak kita kena narkoba, nggak mungkin kecuali dia buka kesempatan kepada narkoba. Kaya umur anak pendeta, umur 40 tahun kena narkoba. Dia sudah dilepaskan, terlepas dari narkoba. Tetapi saudara musti tahu kalau orang untuk terlepas dari narkoba biayanya 100 juta. Untuk memisahkan dia dari narkoba itu 100 juta biayanya. Dan ketika dia sembuh, ketika dia tidak lagi kena narkoba, dia ada pada keadaan yang sangat berbahaya. Karena kalau dia berkumpul lagi sama teman-temannya yang sudah narkoba, dosis yang biasa dia pake, nggak cukup lagi. Maka ada istilah OD, over dosis. Dia OD, langsung pingsan. Bawa ke rumah sakit. Saya doakan melalui telepon tapi dia meninggal. 40 tahun. Dengan bakat musik yang pintar. Anak pendeta. Itu kita karena buka kesempatan kepada Iblis.

Maka saudara, tutup pintu kepada Iblis, bisa bilang amin? Saudara, kita suka terbalik, kita nutup pintu sama Yesus. Coba kita buka Wahyu

3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Kenapa Yesus musti mengetok? Pertanyaan saya. Karena pintunya tertutup. 

3:20 ...; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Nah, kita seringkali menutup pintu kepada Yesus, dibiarkan Yesus ketuk pintu. Ayo baptis, kata Yesus, Dia ketuk pintu. Sudah terima Tuhan belum? Kita acuh saja. Cuek saja sama Yesus. Ayo, firman Tuhan, ayo terima baptisan, ayo rajin ke gereja. Dia ketuk pintu, kita acuh. Tapi begitu Iblis ketuk pintu, lalu kita dugem ... dunia jadi gempar dugem itu, dunia gemerlap. Kenapa? Kita buka pintu kepada Iblis. Lukas  

22:3 Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu.
22:4 Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka.

Mari kita umpamakan kita ada di dalam pengadilan. Kita dituduh membunuh seseorang. Tetapi kita terangkan bahwa pada saat itu kita di dalam rumah, ada rampok datang, dia mau bacok, kebetulan kita lagi potong apa, dia mau bacok, kita berkelit kita tusuk. Dia kena dia mati. Membunuh kita. Tapi itu membunuh tidak direncanakan. Karena saudara mempertahankan diri. Nah, itu bisa bebas dari hukuman. Yang berat, yang merencanakan. Dia perhatikan orang ini jam berapa keluar dari rumah, kapan dia pulang. Pembunuh bayaran dia tahu bagaimana kebiasaannya. Dia suka ada di mana. Kalau dia pakai mobil, dia suka pilih jalan kemana, jam berapa di rumah itu agak sepi, itu dia rencanakan.

Ini Yudas, jauh-jauh hari merencanakan. Jauh-jauh hari dia memang mau jual Yesus. Memang orang kalau mencuri selalu kurang. Nggak puas. Saudara tahu nggak Yesus dijual 30 keping perak, kalau uang kita sekarang 200 ribu. Masa Yesus dijual 200 ribu? Kita lihat apa yang dikatakan oleh Yesus kepada Yudas dalam Yohanes     

13:27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan IblisMaka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." - Bahasa Inggris, apa yang engkau rencanakan -
13:28 Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.
13:29 Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.
13:30 Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.

Kalau kita di dalam kebencian, jangan ambil perjamuan kudus. Kalau kita dalam permusuhan, jangan ambil perjamuan kudus. Sebab kalau saudara tetap ambil perjamuan kudus, itu perjamuan kudus tidak mendatangkan berkat tetapi mendatangkan laknat. Yudas ambil roti, makan, dalam perjamuan paskah. Begitu makan dia kerasukan setan. Loh, seharusnya orang yang makan tubuh Yesus itu terpengaruh oleh Yesus. Berdoa menangis sukacita damai sejahtera. Tetapi kenapa dia kerasukan setan makan perjamuan? Hatinya rencananya jahat. Kalau rencana di dalam hati kita ada kejahatan ada dosa, jangan ambil perjamuan kudus. Dari pada bahaya. Kenapa? Sebab Alkitab mengajar itu. Dalam I Korintus

11:26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.
11:27 Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.
11:28 Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.

Maksudnya menguji diri itu periksa dahulu hati kita apa kita benci seseorang, apa kita dendam kepada seseorang. Sebab kalau kita lagi dendam kita makan perjamuan kudus, kita tambah kemasukan setan, tambah dirasuk setan. Periksa dulu diri. Kalau kita ada kebencian, aduh Tuhan ampuni saya, dalam nama Yesus saya mengampuni orang itu. Terima kasih Tuhan, bersihkan hati saya, ... baru boleh ambil. Berikut,

11:29 Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. - Tuh, perjamuan kudus mendatangkan hukuman.
11:30 Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal. - Gara-gara makan perjamuan kudus bisa meninggal ... karena dia salah.

11:31 Kalau kita menguji diri kita sendiri, - Bahasa Inggris, menghakimi diri kita, menyalahkan diri kita, bukan menyalahkan orang lain. Menyalahkan diri kita, menghukum diri kita. Tuhan, saya orang bersalah, minta ampun, bersihkan hati saya sebelum saya terima tubuh dan darah kristus - hukuman tidak menimpa kita. - Bisa bilang amin?
11:32 Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia.
11:33 Karena itu, saudara-saudaraku, jika kamu berkumpul untuk makan, nantikanlah olehmu seorang akan yang lain.
11:34 Kalau ada orang yang lapar, baiklah ia makan dahulu di rumahnya, supaya jangan kamu berkumpul untuk dihukum. Hal-hal yang lain akan kuatur, kalau aku datang.

Kembali kepada Lukas. Iblis merasuk Yudas setelah Yudas menerima roti dari Tuhan. Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, ini kita sudah tahu bahwa setelah dia menerima roti dari Yesus.

22:4 Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala - Rencananya dia mulai kerjakan - dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka.
22:5 Mereka sangat gembira dan bermupakat untuk memberikan sejumlah uang kepadanya.

Aduh, saudara, janganlah membuat musuh Yesus gembira. Janganlah membuat orang yang membenci Yesus gembira. Eh bermufakat lagi Yudas ini sepakat bermufakat untuk memberikan sejumlah uang kepadanya. 

22:6 Ia menyetujuinya, dan mulai dari waktu itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus kepada mereka tanpa setahu orang banyak.

Saudara, tadi saya bilang dia merencanakan. Tapi dia menunggu kesempatan, gerak-geriknya sama seperti Iblis. Dan Iblis suka tunggu kesempatan. Maka di dalam Efesus tadi, jangan beri kesempatan kepada Iblis. Iblis suka tunggu kesempatan. Sekarang Iblis masuk sama Yudas. Eh Yudas bergerak seperti Iblis; dia cari kesempatan. Ketika dia dirasuk oleh Roh Kudus, kita akan bergerak seperti Yesus, amin? Kita akan berkutat seperti Yesus, kita akan penuh kasih bahkan pengampunan bahkan penuh pengertian. Tetapi kalau yang merasukinya roh setan, kita cari kesempatan.      

22:6 ... ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus kepada mereka tanpa setahu orang banyak.

Jadi ia itu diam-diam membikin satu komplotan untuk menyerahkan.

Saya lebih baik jadi keledainya Tuhan dari pada jadi bujangnya dosa. Nggak apa jadi budak asal budaknya Tuhan Yesus.  Dari pada kita jadi raja, rajanya raja setan. Saudara cinta kepada Yesus? Jangan jual Dia, jangan tinggalkan Yesus karena Yesus tidak pernah tinggalkan kita Yesus tidak pernah tinggalkan .. Yesus tidak pernah tinggalkan .. Yesus tidak pernah tinggalkan ..  Tuhan Yesus sertaku.  

Dia tidak pernah meninggalkan kita kecuali kita meninggalkan Yesus. Dia nggak bisa paksa. Dia nggak bisa tarik, jangan dong. Tuhan nggak mau dicintai secara terpaksa. Saya beritahu kepada saudara, Yesus kita bukan orang yang suka meninggalkan kita. Lukas  

22:4 Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka.

Ini kata menyerahkan nggak enak. Di dalam bahasa Inggris bukan menyerahkan, mengkhianati. Betray. Jadi rencana pengkhianatan itu dia sudah jauh-jauh hari, dia sudah punya rencana untuk mengkhianati.

Saudara, kita mau lihat sekarang rencananya Tuhan bagaimana. Kalau rencananya Yudas dia mau mengkhianati Yesus, kita mau lihat rencananya Tuhan kepada kita bagaimana. Ini ayat terakhir. Yeremia

29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan - Atau rencana - apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Itu rancangan Tuhan. Di pikiran Tuhan selalu setiap hari setiap pagi setiap siang setiap sore setiap malam ketika saudara tidur tidak sadar apa-apa, Tuhan punya rancangan, Dia ingin membahagiakan kita. Dijauhkan kiranya kita punya rancangan seperti Yudas yang suka mengkhianati. Apa berhenti di situ? Tidak. Kita baca ayat 12,

29:12 Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, -  Seperti saudara malam hari ini datang kebaktian - maka Aku akan mendengarkan kamu;

Saudara boleh berdoa saudara pribadi. Tidak usah dipimpin satu bapa maju ke depan berdoa. Tapi saudara sendiri bisa berdoa pribadi sebab pada waktu saudara berdoa minta apapun saja, Dia mau mendengar. Itu yang ada dirancangkan Tuhan. Bahkan ayat selanjutnya, ayat 13,  

29:13 apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; - Ini Dia sebut sampai dua kali saudara - apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,
29:14 Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. --

Tuhan beserta dengan saudara. Mari kita berdiri. 

-- o -- 

Rabu, 15 Oktober 2008

SEMUA SUDAH DIPERSIAPKAN OLEH TUHAN

 

Kita akan meneruskan studi kita dari Injil Lukas

22:7 Maka tibalah hari raya Roti Tidak Beragi, yaitu hari di mana orang harus menyembelih domba Paskah.
22:8 Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya: "Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan."
22:9 Kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkannya?"
22:10 Jawab-Nya: "Apabila kamu masuk ke dalam kota, kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia ke dalam rumah yang dimasukinya,
22:11 dan katakanlah kepada tuan rumah itu: Guru bertanya kepadamu: di manakah ruangan tempat Aku bersama-sama dengan murid-murid-Ku akan makan Paskah?
22:12 Lalu orang itu akan menunjukkan kepadamu sebuah ruangan atas yang besar yang sudah lengkap, di situlah kamu harus mempersiapkannya."
22:13 Maka berangkatlah mereka dan mereka mendapati semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah.

Di dalam hari raya orang Israel itu ada tujuh hari raya. Dari tujuh hari raya ini diperas menjadi tiga hari raya besar, yaitu: Paskah, Pentakosta, dan Pondok Daun-daun atau Tabernakel. Dari hari raya paskah yang pertama itu terbagi lagi tiga. Dari tiga ini salah satunya disebut Hari Raya Roti Tidak Beragi. Roti kalau nggak pakai ragi, dia berkembang apa tidak? Tidak. Dan roti kalau tidak beragi kerasnya luar biasa dan disebut roti kesukaran. Sebab gigitnya aja susah. Roti kesukaran.

Waktu kami di sekolah alkitab Beji, kita selalu membeli roti itu. Itu roti selalu keras kaya batu. Kalau kita mau makan roti itu musti direndam dulu ke air gula manis, baru kita bisa makan. Itu dijual, bahkan penjualnya jadi hamba Tuhan, sekolah alkitab juga. Kerasnya luar biasa. Itu murid-murid kalau beli roti itu, minta roti tidak beragi. Yang jual roti sudah tahu ... oh, ini dari sekolah alkitab, ya. Dikasihlah roti itu. Murah. Kenapa kita beli roti itu? Karena makan satu aja bisa kenyang. Bisa kenyang sampai siang, sampai sore bisa kenyang. Makanya kita suka makan itu. Kita buka I Korintus

5:6 Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan? - Jadi adonan itu dia bisa berkembang kalau dia ada ragi -
5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi - Kita adalah roti yang tidak beragi -. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Sekarang saudara punya gambaran. Yang disebut pesta roti yang tidak beragi adalah - kalau menurut Korintus tadi - roti tanpa ada ragi yang lama, yaitu ragi keburukan dan ragi kajahatan.

Kata keburukan itu seperti iri hati, seperti dendam ... itu ragi. Sekarang kita kembali kepada injil Lukas

22:7 Maka tibalah hari raya Roti Tidak Beragi, yaitu hari di mana orang harus menyembelih domba Paskah.

Supaya saudara ngerti benar, kita musti lihat Keluaran 12 sekali lagi, bagaimana orang Israel pertama kali merayakan paskah. Keluaran 12, kita membaca bagaimana orang Israel itu harus makan domba, roti yang tidak beragi. Ayatnya yang ke-6-8,

12:6 Kamu harus mengurungnya - anak domba itu - sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
12:7 Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
12:8 Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.

Saya mau tanya sama saudara, kita hidup di daerah Sunda banyak makan lalaban. Daun yang jadi obat, daun yang manis apa daun yang pahit? Yang pahit. Jadi paskah harus dimakan dengan roti yang tidak beragi - tanpa kebusukan, tanpa kejahatan - dan dengan sayur yang pahit. Itu akan menjadi obat.

Itu sebabnya pada waktu kita makan perjamuan Tuhan, saudara yang datang hari rabu tapi tidak pernah datang hari minggu. Saya sedang pikir apakah sebulan sekali kebaktian hari rabu ini harus ada perjamuan kudus juga. Kebaktian kaum muda juga, apa sebulan sekali harus ada kebaktian perjamuan kudus dipimpin oleh ketua pengurusnya. Kebaktian kaum ibu juga harus ada perjamuan kudus. Sebab ini penting sekali. Diingatkan kita, sebab dengan ini kita bisa kuat. Karena harus makan dengan sayur pahit.

Apa akhirnya, akhir dari paskah ini? Mereka keluar dari Mesir. Mereka lepas dari penjajahan. Mereka mendapatkan kelepasan dengan mujizat yang besar. Siapa di antara saudara malam hari ini sedang menghadapi problema, persoalan seperti kita dijajah, seperti kita diikat oleh persoalan ini? Ada persoalan rumah tangga, ada persoalan keluarga, ada persoalan anak, ada persoalan orang tua, ada persoalan hutang-piutang, ada persoalan apa ... seperti kita dijajah?

Perhatikan pelajaran ini. Sebab akhirnya kita akan mendapatkan kebebasan melalui mujizat Tuhan itu, haleluyah? Sebelum mujizat, orang Israel keluar dari Mesir lewat Laut Kolzom, laut besar, sebelum mujizat itu, ada apa, saudara? Ada paskah dulu baru mujizat. Kita salah. Nah, kita salah, kita maunya mujizat dulu baru saya mau terima Yesus, baru saya mau terima korban Yesus, baru saya mau percaya Yesus. Salah. Terima dulu Yesus, alami dulu Yesus, makan dulu roti tidak beragi, alami dulu hidup jauh dari kebusukan, jauh dari kejahatan, alami dulu kemenangan, alami dulu kelepasan ... baru mujizat turun.

Dan kalau Tuhan bikin aturan tidak ada orang bisa merubah. Nggak ada pendeta, nggak ada rasul, nggak ada nabi yang bisa boleh rubah. Nggak bisa. Kalau Tuhan bilang paskah dulu baru mujizat, dia turun. Kalau Tuhan bilang, cari dulu Kerajaan Allah dengan segala kebenarannya maka segala kebutuhanmu akan ditambahkan ... nurut. Jangan cari dulu kebutuhan sehari-hari. Sebab Tuhan tidak akan berbuat apa-apa. Cari dulu Kerajaan Sorga.

Beberapa waktu yang lalu, kira-kira lima belas atau dua puluh tahun yang lalu, saya punya teman di Singapura, namanya Alex. Dia toko arloji. Sekarang dari toko arloji kecil menjadi sekarang toko yang besar, dimodalin oleh pemerintah. Uangnya uang rakyat, pajak dari rakyat dijadikan toko arloji. Ada tiga toko arloji di Singapura yang dibiaya pemerintah. Pajak itu dikembalikan kepada rakyat jadi modal. Jadi Singapura nggak pernah kekurangan modal. Singapura tidak jatuh. Tidak. Malaysia pun nggak jatuh. Indonesia yang hancur sebab manajemennya manajemen amburadul.

Apa yang terjadi? Dia sekarang sudah punya toko arloji. Satu kali saya lihat arloji, saya putar. Kok ini tanggalnya nggak berubah-berubah? Saya putar-putar. Putarnya salah, ke belakang. Begitu saya putar ke belakang, berubah. Saya nggak bisa dong minta supaya tanggalnya berubah kalau saya putar ke kanan. Nggak bisa. Sudah dari pabriknya begitu. Putar harus ke belakang, baru tanggal berubah.

Nah, demikian juga dengan firman Tuhan. Pabriknya dari surga sudah bilang: Paskah dulu, alami Yesus dulu, alami dulu pengorbanan Yesus, baru mujizat, baru Tuhan tolong. Ini kita mau Tuhan tolong dulu, kita bertobat nggak. Kita terima Yesus tidak. Dibaptis nggak mau. Ikut Yesus nggak mau. Tapi saya mau mujizat Tuhan. Banyak orang mau dong ikut Yesus kalau begitu. Mujizat saya terima, Yesusnya nggak mau.

Saya mau bilang sakit hati bukan sakit hati benci marah, bukan. Sakit hati kita secara rohani, ya. Gereja kita dipakai ngadon kawin. Nggak di Jakarta, nggak di Cianjur. Sudah kawin, nggak ada aja. Tuhan, tolong Tuhan. Tuhan, apa yang harus saya buat? Diam saja, Tuhan bilang. Diam saja, jangan berbuat apa-apa. Kalau yang dari aslinya sudah bilang jangan bikin apa-apa, ya sudah saya diam saja. Masa kita musti tarik rambutnya. Saya datangi rumahnya, hai ingat kamu kawin teh sama saya. Ingat atuh ke gereja. Masa musti begitu?

Ada yang bersaksi di sini. Saya bernazar kepada Tuhan, kalau Tuhan kasih anak saya ini, saya mau kebaktian hari rabu. Dikasih sama Tuhan anak. Paling kuat tiga bulan hari rabu kebaktian. Sekarang kemana nggak tahu. Yang saya ngeri, Tuhan ambil lagi itu anak. Sebab itu anak nazar. Saya takut kalau anak itu diambil lagi, bagaimana perasaannya? Jadi apa dulu, saudara? Tidak beragi dulu baru ada mujizat.

Kembali kepada ayat ke-7, Maka tibalah hari raya Roti Tidak Beragi, yaitu hari di mana orang harus menyembelih domba Paskah.

Saudara sudah tahu, tadi saya sudah terangkan walaupun tidak terlalu dalam saya sudah terangkan. Ayat 8,

22:8 Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya: "Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan."

Dan Ia menyuruh. Bahasa Inggris, tidak ada kata menyuruh ... Ia mengutus. Tuhan Yesus mengutus Petrus dan Yohanes sambil berkata: Pergi, sediakanlah paskah bagi kita supaya kita makan.

Ini gambaran kebaikan dan kemurahan Tuhan dan kepercayaan Tuhan. Ada dua murid yang gede ambek ... cepat marah. Tuhan kasih nama Yohanes itu anak boanerges, anak halilintar, anak geledek, pemarah. Kalau Petrus itu pemarah. Petrus yang cepat ngeluarin pedang, pancung telinganya imam waktu di Getsemani. Tapi Tuhan utus.

Ini membawa penghiburan bagi kita. Oke, adat kita tidak baik. Adat kakurung ku iga, nggak bisa rubah, keras. Tapi kalau Tuhan mau pakai, Dia bisa mengutus saudara, walaupun adat saudara jelek, adat kita deh jelek. Satu anak geledek, satu hayang kapuji wae ... ingin kepuji saja. Petrus. Yesus belum ngomong, dia udah ngeduluin. Yesus belum ngomong, dia ngeduluin. Gila kedudukan. Kita lihat dalam Markus 

10:35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!"
10:36 Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?"
10:37 Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu."

Saudara lihat salah satunya Yohanes. Gila kedudukan. Memang dia suka nyandar di dada Yesus. Memang dia dikasihi oleh Yesus. Tapi dia gila kedudukan. Kita kembali kepada Lukas.

Sekarang saya tanya saudara, apa latar belakang Petrus? Nelayan. Apa latar belakang Yohanes? Nelayan juga. Apa latar belakang Paulus? Ahli Taurat dan pembunuh orang kristen. Tapi kalau Tuhan mau utus, Dia bisa pakai siapa saja Dia mau. Dia bisa pakai. Siapa saja, Dia bisa pakai. Itu sebabnya jangan sekali-sekali saudara lihat ke dalam: Ah, saya banyak kekurangan. Ah, saya tidak baik. Ah, saya tidak bagus. Ah, saya kurang ini. Ah, saya kurang itu. Pandanglah kepada Tuhan Yesus. Karena pada saat kita lemah, pada saat itulah kita kuat. II Korintus 

12:10 Karena itu - Paulus berkata - aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Kenapa dia bilang dia lemah? Karena dia tidak mampu mengatasi dirinya sendiri. Baru dia tahu dia banyak kekurangan.

Kembali kepada Lukas 8, Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya: "Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan." 

Kita sudah dengar Tuhan Yesus berkata, marilah datang kepada-Ku hai kamu yang bertanggungan berat, Aku akan memberikan sentosa kepadamu. Ada haleluyah? Tetapi ada masanya Tuhan tidak suruh saudara datang. Ada masanya Dia utus saudara. Pergilah dan persiapkanlah. Saudara dan saya menjadi seperti Yohanes Pembaptis. Matius

3:1 Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:
3:2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
3:3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."

Ada amin? Ada haleluyah? Ada masanya Tuhan mengundang saudara: Marilah datang kepada-Ku hai kamu yang bertanggungan berat, Aku akan memberikan sentosa. Tapi jangan jadi bayi terus, harus bertumbuh. Dan sekarang, Dia berkata: Pergilah, persiapkanlah.

Saya ingin berbicara mengenai Tuhan bicara mengenai persiapkan. Persiapkan perjamuan. Bahasa Inggris, persiapkanlah paskah bagi kita supaya kita bisa makan. Saya ingin bicara dari hati ke hati. Hari minggu kita semua sudah dengar.

Paskah itu saudara makan. Siapkanlah paskah, kata Yesus, supaya kita makan.

Supaya di dalam Tuhan kuat, banyaklah makan paskah, banyaklah makan perjamuan Tuhan. Itu sebabnya mungkin mulai bulan depan, rabu pertama harus ada perjamuan kudus. Sebab perjamuan Tuhan bukan untuk hari minggu saja. Bahkan dulu zaman gereja pertama pantekosta, tiap hari mereka makan perjamuan Tuhan. Di rumah-rumah. Suami melayani keluarga. Tiap hari. Sebab mereka tahu ketika makan perjamuan Tuhan, mereka dikenyangkan.    

Tapi Tuhan bilang, persiapkan. Jadi kalau kita mau masuk perjamuan Tuhan, kita musti mempersiapkan diri, ada haleluyah?

Nah, sekarang diutus. Yang diutus bukan orang baik, bukan orang yang lemah lembut, bukan ... justru orang yang kasar, orang pemarah, anak geledek. Suruh persiapkan. Lalu mereka jawab begini. Kata mereka kepadanya: Di manakah Engkau kehendaki kami persiapkan diri? Dengan lain kata, Petrus dan Yohanes menganggap mereka akan berbuat mempersiapkan, aku akan mempersiapkan. Oh, Yesus akan senang kalau saya mempersiapkan, aku akan mempersiapkan paskah untuk Tuhan.

Yesus bilang begini, 

22:10 Jawab-Nya: "Apabila kamu masuk ke dalam kota, kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia ke dalam rumah yang dimasukinya,
22:11 dan katakanlah kepada tuan rumah itu: Guru bertanya kepadamu: di manakah ruangan tempat Aku bersama-sama dengan murid-murid-Ku akan makan Paskah?
22:12 Lalu orang itu akan menunjukkan kepadamu sebuah ruangan atas yang besar yang sudah lengkap, di situlah kamu harus mempersiapkannya."
22:13 Maka berangkatlah mereka dan mereka mendapati semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah.

Zaman dulu wanita bawa air di atas kepala. Tetapi saya lihat dalam bahasa Inggris dipakai kata carry. Kalau carry dengan tangan. Dia bawa air. Ikuti orang itu. Jangan ditanya, ikuti saja. Nanti kalau dia masuk rumah, ikuti dia. Dan ketemu dengan yang punya rumah, tanya sama dia: Di mana Guru saya mau mempersiapkan paskah? Tapi aneh saudaraku, Petrus dan Yohanes pergi ... masuk rumah, ditanya yang pemilik rumah itu: Di manakah Guru dan murid-Nya akan makan paskah?

Pada waktu Abraham disuruh pergi, dia tidak tahu dia pergi kemana, dia harus pergi kemana, ke arah timur ke arah barat, apa kotanya ... tidak dikasih tahu. Pergilah dari rumah orang tuamu ke satu tempat yang akan Ku tunjuk kepadamu. Dan ketika sampai di sana, Tuhan berikan tempat. Berarti kalau kita taat kepada perintah Tuhan untuk pergi mengikuti firman-Nya, selalu semuanya sudah dipersiapkan.

Maksud Yesus lihat ruangan itu sudah siap atau belum sebab Aku tahu semuanya sudah lengkap. Saudara disuruh lihat, apa siap atau belum? Tetapi Yesus berkata, engkau akan lihat satu ruangan yang semuanya sudah lengkap.

Mari kita bicara hari depan. Hari depan saudara, kita tidak tahu apa-apa. Hari depan kita tidak tahu hidup di mana kerja apa. Kita tidak tahu. Jangan paksa Tuhan. Saya mau kerja ini, saya mau kerja itu, jangan paksa Tuhan. Ikuti saja Tuhan Yesus. Persiapkan saja karena semuanya sudah dipersiapkan oleh Tuhan dan lengkap.

Apa saja saudara perlu semuanya sudah dipersiapkan oleh Tuhan. Bapak yang tadi itu meninggal nggak mungkin Tuhan panggil kalau rumahnya belum disiapkan oleh Tuhan. Maka nggak mungkin saudara meninggal kalau rumah saudara belum siap. Nanti kalau rumah saudara sudah siap di sorga, Tuhan panggil, ayo rumah sudah selesai. Mau kesana apa nggak? Mau ke sorga apa tidak? Kita harus yakin Tuhan mempersiapkan. Yohanes

6:5 Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?"
6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya.

Yesus tahu apa yang hendak dilakukan-Nya. Jangan ribut soal makan sebab Dia lebih perhatian dari pada kita sendiri soal makan. Jangan harap pendeta, jangan harap orang kaya. Haraplah kepada Tuhan karena Dia tahu apa yang Dia akan buat. Yohanes

14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Saya akan menggambar dunia ... yang difoto oleh pesawat ulang alik Colombia dari ketinggian sekian ribu kilometer. Dan di dunia inilah kita hidup. Di dunia inilah ada satu tempat namanya Cianjur. Yang kita repot dengan makanan repot dengan kesulitan, di sini. Kita lupa siapa yang bikin alam semesta ini.

Maka peribahasa Tionghoa, di atas langit ada langit. Dia tahu apa yang Dia akan kerjakan. Kalau Dia suruh pergi kita pergi, karena apa? Semua sudah dipersiapkan. Saudara senang dengar firman Allah? Kalau makan perjamuan Tuhan, persiapkan diri saudara. Sebab ketika saudara makan perjamuan, saudara makan dapat kekuatan dari Tuhan.

Mari pemain gitar.   

-- o -- 

Rabu, 22 Oktober 2008

WAKTUNYA TUHAN VS WAKTUNYA MANUSIA

Lukas

22:14 Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya.
22:15 Kata-Nya kepada mereka: "Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita.
22:16 Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah."
22:17 Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: "Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu.
22:18 Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang."
22:19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku."
22:20 Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.
22:21 Tetapi, lihat, tangan orang yang menyerahkan Aku, ada bersama dengan Aku di meja ini.
22:22 Sebab Anak Manusia memang akan pergi seperti yang telah ditetapkan, akan tetapi, celakalah orang yang olehnya Ia diserahkan!"
22:23 Lalu mulailah mereka mempersoalkan, siapa di antara mereka yang akan berbuat demikian.

Pada sore hari ini pelajarannya agak lebih berat. Agak lebih - kalau kopi itu kopinya lebih kental. Itu sebabnya kita harus memperhatikan supaya kita mengerti. Perikopnya ini disebut Penetapan Perjamuan Malam. Dalam bahasa GPdI sekarang, tidak ada lagi istilah perjamuan suci atau perjamuan kudus tapi perjamuan Tuhan.

Ayat 14, Ketika tiba saatnya, ...

Dalam bahasa Inggris, ketika jamnya sudah datang, ketika saatnya telah tiba. Kalau belum saatnya, tidak akan terjadi.

Saudara nggak bisa menuai padi yang baru ditanam sebulan, nggak bisa. Belum saatnya. Sudah ada bulir tapi masih hijau. Belum saatnya, belum waktunya. Kalau sudah kuning, kalau sudah mulai lihat ada burung-burung terbang mencuri, nah, itu sudah saatnya tuaian dituai.

Saya ingin bicara sedikit saja mengenai saat ini, mengenai waktu, mengenai masa dan ketika ini. Kita melihat ke Pengkhotbah 3, saudara akan melihat apa yang ditulis oleh Alkitab mengenai saatnya ini. Ayat 1-8,  

3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. - Jadi kita nggak bisa lawan ini ketentuan dari Tuhan. Semuanya ada masanya, ada waktunya. Segala sesuatu untuk saudara dan saya ada waktunya. Kalau belum waktunya, saudara mau usaha gimana, nggak bisa. Kalau sudah waktunya Tuhan, saudara nggak pernah pikir. Saudara dapatkan apa yang saudara rindukan apa, yang saudara cita-citakan. Segala sesuatu ada masanya, ada waktunya -. Ayat ke-2,
3:2 Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;
3:3 ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun;
3:4 ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;
3:5 ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk;
3:6 ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang;
3:7 ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;
3:8 ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.

Ada waktunya. Segala sesuatu ada masanya. Allah kuasa melakukan .. Segala perkara .. Allahku maha kuasa .. Dia ciptakan seisi dunia .. Atur segala masa .. Allahku maha kuasa. Waktunya Tuhan yang atur. Kita nggak bisa mempercepat Tuhan atau memperlambat Tuhan ... nggak bisa. Ada waktunya Tuhan. Di dalam bahasa Alkitab bahasa Yunani, ada dua macam waktu. Yang pertama dipakai kata chronos, ini adalah waktu dari manusia. Yang kedua adalah kairos ini adalah waktunya dari Tuhan Yesus. Waktunya dari Tuhan adalah kairos.

Saya ingin ajarkan kepada saudara, terangkan kepada kita bahwa waktunya Tuhan dan waktunya kita itu sangat beda. Karena chronos ini ada artinya cepat. Kalau saudara punya arloji sport, itu ada chronometer, ada tachimeter. Itu dari chronogram. Ini arloji sport, pak. Waktu kemarin ada balap mobil di Singapura, semua toko arloji Singapura nggak boleh jual yang lain arloji. Harus jual arloji sport. Merk boleh apa saja. Tapi arloji sport. Sebab ada balap mobil. Nah, saudara tahu itu waktu, sampai ganti ban hanya enam detik, tujuh detik, delapan detik, sembilan detik. Isi delapan puluh delapan liter bensin, ganti empat ban hanya sembilan detik, delapan detik. Waktunya manusia itu cepat selalu. Chronos.

Nah, kalau saudara ikut Tuhan pakai waktu kita, bahaya. Saudara nggak akan ngerti Tuhan. Saudara nggak akan ngerti aja Tuhan. Karena saudara mau ikut waktunya kita. Kitanya mau cepat terus. Mau cepat, mau cepat, mau cepat, mau cepat, mau cepat. Mau cepat kaya, mau cepat sukses, mau cepat ini, mau cepat itu. Berbeda sekali waktunya Tuhan dengan waktunya kita. Kita mau baca beberapa ayat. Di dalam Yohanes 2, di sana dikatakan oleh Tuhan Yesus sendiri. Ayatnya yang ke-1,

2:1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." - Ini apa chronos apa kairos? Chronos, dia mau cepat-cepat. Saya punya anak pintar sulap. Saya punya anak, anak Tuhan, Dia berkuasa. Lekas, mereka habis anggur. -
2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."

Waktu-Ku belum tiba. Saatnya belum tiba. Belum, belum waktunya. Menurut Maria, aduh tolong, ini sudah waktunya.

Tadi malam kami dengar kesaksian yang luar biasa di Jakarta. Dua puluh menit dia bersaksi, dan dia minta izin. Boleh, saya bilang. Boleh karena dia yang punya bangunan tempat kita kebaktian. Dia cerita, dia bersaksi sambil menangis. Bagaimana dia punya toko, dia punya restauran, pinjam uang ke bank. Akhirnya sudah tidak bisa tutup sana, tidak bisa tutup sini, dia gadaikan rumahnya.

Rumahnya itu tiga puluh dua milyar. Tanahnya saja dua hektar, kaya istana. Itu pernah ditawar orang, ditaksir orang, tiga puluh dua milyar. Sekarang bank paksa dia untuk dilelang dua belas milyar. Karena dia sudah putus asa, dia cerita, saya sudah hampir putus asa. Dia nggak berani ngomong sama istrinya. Karena istrinya pernah stroke, sembuh. Dua puluh satu hari, bayangkan, nggak sadar orang di rumah sakit. Kita cuma doa, kita cuma doa. Dia orang GKI. Tapi begitu dia sadar, tiga minggu, dia turun dari tempat tidur, jalan ke kamar mandi, normal.

Suaminya ini takut istrinya kena lagi stroke dengar berita itu. Jadi dia nggak cerita. Dari bulan Februari 2008. Kalau dia pegang firman Tuhan yang saya khotbahkan hari natal 2007, dia tidak usah terlalu bingung karena saya sudah beri nama tahun 2008, tahun Pintu yang Terbuka. Apa yang terjadi? Begitu sudah hari yang terakhir harus dilelang, ya sudah. Ketemu satu orang, direktur Panin. Direktur Bank Panin ini pernah nangis di depan saya. Suami istri nangis di depan kita karena dia punya tekanan. Dia punya bank, tidak tahu harus berbuat apa. Istri saya yang ngomong sama dia, gini, gini, gini. Akhirnya dia tertolong.

Sekarang berapa puluh tahun kemudian, dia menolong saudara kita ini. Kamu jangan pikir apa-apa. Saya sudah ambil putusan menolong bapa. Dan rumahnya tidak jadi dilelang dan tidak boleh dilelang selama-lamanya. Padahal sudah masuk pengadilan. Kenapa dari Februari Tuhan belum tolong? Belum waktunya. Bisa mengerti, saudara? Maret, April, aduh udah nggak bisa apa-apa lagi. Ada yang telepon mau kasih pinjam duit, minta ini. Banyak. Bank nawarin ini. Banyak sekali. Tapi angin surga semua, mau nyekek.

Tapi kalau sekali saja sudah tiba saatnya Tuhan buka jalan, tidak ada satu tangan yang bisa tutup jalan. Itu sebabnya, cobalah kita belajar jalan ikut waktunya Tuhan. Paling susah kita ini nunggu. Pekerjaan yang paling berat itu menanti. Dari Februari sampai sekarang Oktober, bayangkan saudara. Akhirnya hari selasa kemarin jam sepuluh pagi Tuhan bekerja dan satu kali Dia kerja, semua beres. Hebat Tuhan itu, saudara. Tapi saudara musti ikut Tuhan jangan pakai chronos. Jangan pakai waktunya mau cepat, mau cepat, mau cepat. Cilaka, kalau mau cepat saja. Kita membaca Yohanes

11:1 Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.

Lazarus artinya Tuhan sudah menolong aku. Ia, Yehova, sudah menolong aku. Tetapi dia sedang sakit. Jadi kalau saudara orang kristen, ada sakit, jangan ngarasulah, jangan ngambek. Lazarus saja yang dikasihi oleh Yesus, diizinkan sakit.

11:2 Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya.
11:3 Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit."

Siapa dia itu? Lazarus. Saya mau tanya saudara: Saudara yakin nggak Tuhan mengasihi saudara? Tapi saudara bisa sakit. Jangan saudara kira yang dikasihi Tuhan tidak akan sakit. Memangnya kita terbikin dari plastik dan besi? Besi saja bisa karatan, kok. Daging ini kan daging berdosa, bisa sakit. Cape sedikit, sakit. Saudara dikasihi oleh Tuhan tapi saudara bisa sakit. Kalaupun saudara sakit jangan saudara anggap Tuhan tidak mengasihi saudara. Sakit atau sehat, Tuhan tetap mengasihi saudara. Karena itu Maria dan Marta berkata: Ya Tuhan, ya Guru, dia - Lazarus - yang Engkau kasihi, sakit. Coba dengar jawaban Yesus ini. Sepele sekali, ayat 4,

11:4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."
11:5 Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.
11:6 Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;

Yesus itu suka ngahajakeun. Orang lain sampai kirim utusan cepat-cepat, cepat-cepat. Saya paling nggak suka yang lambat-lambat. Saya suka cepat-cepat. Cepat. Yesusnya cuek, ngahajakeun. Nggak ketolong lagi. Setelah Dia dengar berita ini, Dia sengaja. Saudara ingin lebih cepat, Yesus sengaja memperlambat. Makanya jangan paksa Yesus cepat, nanti Dia cepat. Yesus segera tolong .. Besar kuasa-Nya .. Jika ku lemah .. Yesus datanglah .. Dia tolong segera. Amin, saudara? Tapi jangan minta Tuhan cepat, Tuhan cepat, Tuhan cepat, cepat, cepat. Jangan. Disengaja dua hari lagi. Apa yang terjadi?

11:7 tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Mari kita kembali lagi ke Yudea."
11:8 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?"
11:9 Jawab Yesus: "Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini.
11:10 Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya."

Yang hitungan Yesus cuma dua belas jam. Bukankah satu hari itu dua belas jam? Kita tahu satu hari satu malam itu dua puluh empat jam. Dua belas jam siang, dua belas jam malam. Tapi dalam penilaian Yesus satu hari hanya dua belas jam. Perhatikan baik-baik, perhatikan. Manusia bilang, satu hari satu malam dua puluh empat jam. Yesus bilang, satu hari dua belas jam. Mari kita maju ke Yohanes

9:4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.
9:5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."

Haleluyah? Jadi yang dinilai oleh Yesus, waktu masa itu bukan cepat-cepat. Dua belas jam. Di mana kita masih bekerja, di mana kita masih bisa mampu. Tadi Pak Albert Sumlang bilang, saya ingin memenangkan satu saja jiwa. Ada kerinduan. Tuhan akan memberikan satu masa, di mana dia mulai bekerja. Siapa tahu hanya dengan tiup saxophone orang bisa dapat berkat, orang bisa bertobat. Bukankah satu hari dua belas jam? Kenapa kok dua belas jam yang berikutnya dia nggak bisa kerja? Bekerjalah selagi hari siang. Kita buka Roma

13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
13:11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.
13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari - Berapa jam? Dua belas jam. Itu masanya. Masa kita bekerja itu waktu siang hari. Dua belas jam, yaitu hidup sopan, hidup dengan pengertian -, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
13:14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus - Tuhan Yesus sekarang sebagai baju - sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Amin, haleluyah? Apa maksudnya dua belas jam satu hari? Hanya dua belas jam yang dinilai oleh Tuhan. Kalau saudara bekerja di dalam dua belas jam, yang malam, hidup tidak sopan, hidup dalam percabulan, hidup dalam dosa ... Tuhan tidak hitung itu. Satu hari cuma dua belas jam. Kita kembali kepada Yohanes 

11:17 Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur.

Ayo, kita jujur. Kalau sudah dikubur empat hari, telat apa nggak? Telat dong. Terlambat. Walaupun Dia tidak memperpendek dua hari, tidak sengaja Dia tinggal dua hari lagi Yesus, tetap dia sudah dua hari di kuburan. Jadi sudah empat hari sudah di kuburan.

11:18 Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya.
11:19 Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.
11:20 Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
11:21 Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
11:22 Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."
11:23 Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."
11:24 Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."
11:25 Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
11:26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
11:27 Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."

Saudara-saudara, yang ditanya oleh Yesus, dijawab oleh Marta kaya si Bolot. Ditanya A, jawabnya B. Tuhan menyatakan diri, Aku adalah kebangkitan dan hidup, dia bilang Engkau Mesias. Ini yang saya takutkan. Kita khotbah, mengajar jemaat, tapi nggak ngerti. Perhatikan dulu ya jawabannya, ayat 21, perhatikan. Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.

Kalau  lima hari yang lalu ada di sini, Lazarus - problemnya ini kan Lazarus - tidak akan mati. Yesus bilang, saudaramu akan bangkit. Ini saya sedang bicara masalah waktu. Apa jawab Marta? Ya Tuhan, aku percaya saudaraku akan bangkit di akhir zaman. Tuh imannya itu. Yang satu imannya pada waktu masa yang lewat. Yang kedua imannya kepada masa yang akan datang. Marta tidak percaya Yesus berkuasa menolong hari ini.

Sampai Yesus bilang, Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa yang percaya kepada-Ku walaupun dia sudah mati, walaupun usahanya sudah mati, walaupun penyakitnya sudah tidak ada harapan, walaupun anaknya seperti tidak ada harapan, walaupun persoalan tidak ada harapan, kalau engkau percaya kepada-Ku, Dia akan bangkit. Ya Tuhan, saya percaya Dia akan bangkit pada hari yang akan datang. Banyak orang kristen percaya Yesus.

Aduh dulu, brur, oh dulu luar biasa. Dulu kesembuhan. Dulu berkat-Nya luar biasa. Nanti kita akan tertolong. Nanti. Tidak, Tuhan mau tolong sekarang. Hari ini, hari rabu ini. Ini kita bicara waktu.

Coba kita baca ayat 27, jawaban dari Marta tadi. Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."

Apa hubungannya dengan kebangkitan? Yesus sedang bicara, Lazarus akan bangkit. Aku percaya Engkau Mesias, Anak Allah yang akan datang. Yesus sudah datang, kok. Dia yang akan datang ke dalam dunia. Makanya jangan heran, Marta itu cepat marah. Waktu masak buat Yesus, sibuk, dia marah. Anak bungsu padahal dia bisa tegor cicinya, Maria. Dia ngamuk-ngamuk sama Yesus. Karena memang rohaninya cetek. Yesus ngomong ke mana, dia ngomong ke mana. Yesus ngomong ke kiri, dia ngomong ke kanan. Ayat 28,

11:28 Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: "Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau."
11:29 Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus.

Saya belajar dari Marta. Marta sepertinya tidak suka dekat dengan Yesus. Dia panggil Maria karena dia tahu Maria kan yang duduk di kaki Yesus. Ayo cepat, Guru memanggil engkau.

11:30 Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia.
11:31 Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini - Sama nggak sama Marta ngomongnya? Sama nggak? Sama! - saudaraku pasti tidak mati."

Banyak orang kristen berdoa seperti itu. Dia berdoa seolah-olah Tuhan itu nggak bisa bikin apa-apa. Dia berdoa seperti Tuhan itu nggak mampu berbuat apa-apa. Aduh, kalau kemarin, aduh kalau kemarin mah coba, nggak akan mati.

11:33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
11:34 "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"
11:35 Maka menangislah Yesus. - Ayat ini Yohanes 11:35, ayat terpendek di Alkitab dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Inggris: Jesus wept. Yesus menangis. Banyak orang menilai, ayat 36, -
11:36 Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!"
11:37 Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?"
11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.

Banyak teman-teman saya, rekan hamba Tuhan, pendeta-pendeta yang berkata kepada saya: Kenapa Yesus musti menangis? Dia yang menyapukan air mata, Dia sendiri menangis. Dia yang berkata di dalam Lukas pasal 6:11, kepada ibu janda yang antar anaknya ke kuburan itu: Berhenti dari menangis. Mengapa Dia sendiri menangis? Menurut saya, sebab dipakai dua kali kata masygullah hati Yesus. Satu kali Dia dikecewakan oleh Marta. Marta ngga percaya; Marta percayanya kalau Engkau ada di sini. Ketika Dia bilang sama Marta, Aku kebangkitan dan hidup ... Dia akan bangkit pada hari yang akan datang.

Dia taruh harapan sama Maria. Pasti Maria lain sebab Maria sering duduk di kaki Yesus. Ya Yesus, kalau Engkau ada di sini. Saudara, masygullah hati Yesus. Itu yang pertama.

11:33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: 

Di sini ada kekurangan di dalam ayat ini. Kalau dalam bahasa Inggris begini bunyinya: Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama Dia menangis - jadi orang Yahudi juga menangis - maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu. Itu tidak ada kata terharu. Dalam bahasa Inggris, Dia terganggu, rasa terganggu, masygul, kesal, kok nggak ngerti-ngerti ini orang.

Maka menangislah Yesus.

Ketika orang lihat Dia menangis, orang Yahudi itu ngomong: Lihat, betapa besar kasih-Nya kepada orang-orang itu, katanya. Tetapi beberapa orang mengkritik: "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?"

Dari bahasa Marta, dari bahasa Maria, dari bahasa orang-orang, Yesus mengambil penilaian bahwa mereka semua meyakinkan diri mereka bahwa Yesus terlambat. Karena kalau Yesus datang sebelum empat hari yang lalu. Bahkan orang itu berkata, tidak dapatkah Ia bertindak sehingga orang ini tidak mati?

Jadi untuk membangkitkan, mereka nggak percaya. Maka masygullah Yesus. Dua kali. Jadi saya yakin Yesus menangis karena kecewa dengan jawaban orang-orang itu. Sudah nggak usah ditanyakan lagi, pasti Dia mengasihi kita. Yang pertama, dia yang Engkau kasihi sakit. Sudah. Tapi Dia berkata, Aku kebangkitan dan hidup, ... nggak ada yang percaya. Marta nggak percaya, Maria nggak percaya, orang Yahudi di situ nggak percaya juga. Ayat 38,

11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan - Marta lagi keluar -, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."

Semua juga tahu kalau empat hari mah bau. Jadi pikiran Marta pikiran manusia biasa. Sudah empat hari, sudah terlambat, sudah bau, sudah basi. Kemarin ada pendeta ke rumah, hari senin. Disuguhin mangga. Ya terlalu masak ini mah, ko Yoyo. Terlalu masak.  Yeuh, bersyukur kepada Tuhan masih ada mangga. Nggak ada terima kasihnya. Terlalu masak tapi habis. Coba atuh berterima kasih kepada Tuhan.

Tuhan, sudah empat hari, sudah terlalu masak, sudah bau, bau bangkai. Manusia itu nggak bisa jauh dari BB. Masih hidup bau badan, sudah mati bau bangkai, bau busuk.

Pikirannya ceng li, bo ceng li. Yang fair. Memang bau. Tapi Tuhan kita Tuhan yang nggak biasa. Makanya saudara sebagai manusia biasa harus belajar kairos, waktunya Tuhan. Empat hari menurut Marta terlambat, menurut Maria terlambat, menurut orang Yahudi terlambat. Menurut Marta lagi sudah bau. Sampai Yesus ngomong lagi, ayat 40,

11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu - Itu bicara pribadi, saudaraku. Dia nggak bicara kepada Maria, Dia nggak bicara kepada orang-orang - kepada Marta! Bukankah Aku sudah berbicara kepadamu -: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

Marta tidak lebih hebat dari saudara dan saya. Kalau saudara percaya, saudara akan melihat kemuliaan Allah. Kalau saudara penuh keyakinan saudara, akan melihat kemuliaan Allah.

11:41 Maka mereka mengangkat batu itu - Marta tidak lagi banyak omong -. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu - Nah ini yang kita kurang. Kita tuh kurang mengucap syukur. Repot, marah-marah, kurang mengucap syukur. Aku mengucap syukur kepada-Mu, ini di tengah-tengah kematian -. karena Engkau telah mendengarkan Aku. - Belum sembahyang tapi Dia yakin, Yesus yakin, Tuhan Engkau mendengarkan Aku.

11:42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."

Dia sengaja sembahyangnya begitu. Tuhan, Aku bersyukur Engkau mendengarkan Aku. Dan Engkau selalu mendengarkan Aku. Tapi Aku berdoa begini karena oh ini orang-orang di sekelilingnya supaya mereka tahu bahwa Aku diutus oleh Engkau, karena Engkau Tuhan selalu mendengarkan Aku.

11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"
11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

Saudara, badannya kakinya masih terikat. Orang meninggal dulu diikat. Ini diikat pakai kain kapan terus sampai sini. Ini mukanya ditutup sama kain peluh seperti handuk. Itu belum dibuka, tapi sudah keluar. Jadi kira-kira dia jalannya begini ... lompat-lompat, iya. Karena kakinya masih diikat. Dia keluar dari kuburan begitu. Sekarang saudara mending mana, mending saudara lihat yang mati keluar dari kuburan begini atau saudara melihat orang yang hidup ada di peti  mati? Kalau yang lompat-lompat itu keluarga saudara, saudara senang apa tidak?

Biarpun diikat, biarpun masih pakai kain kematian, biarpun masih pakai kain belum dibuka, tapi dia sudah keluar. Dan dia keluar tanpa lihat pintu keluar sebab ininya masih tertutup. Hebatnya Tuhan. Itu waktunya Tuhan. Sampai Yesus berkata: Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi. Ceritanya hanya sampai situ, saudara, tapi gemparnya luar biasa.

Saudara mau ikut Tuhan dengan kairos, waktunya Tuhan? Amin? Ikut ikutlah Tuhan sekarang .. Ikutlah selamanya .. S'gala kesusahan Dia tanggung .. Dia pimpin sampai sorga. Walaupun saya udah ingin berangkat, berangkat terus ke sorga, kalau belum waktunya? Nggak mau pulang? Mau jadi bebegig ... orang-orangan di sawah terus di dunia?

Saya masih ingin ngomong tapi waktunya sudah sampai untuk berbuka puasa. Kita tundukkan kepala.

-- o -- 

Rabu, 29 September 2008

MENGINGAT

Kita kembali akan melihat Injil Lukas  

22:14 Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya.
22:15 Kata-Nya kepada mereka: "Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita.
22:16 Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah."
22:17 Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: "Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu.
22:18 Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang."
22:19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku."
22:20 Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.
22:21 Tetapi, lihat, tangan orang yang menyerahkan Aku, ada bersama dengan Aku di meja ini.
22:22 Sebab Anak Manusia memang akan pergi seperti yang telah ditetapkan, akan tetapi, celakalah orang yang olehnya Ia diserahkan!"
22:23 Lalu mulailah mereka mempersoalkan, siapa di antara mereka yang akan berbuat demikian.

Dalam ayat ke-14 pertama kali murid Yesus disebut rasul-rasul-Nya.

Rasul di dalam bahasa Yunani adalah apostolos. Kita bukan rasul, kita semua bukan rasul. Tapi rasul dalam bahasa Yunaninya apostolos. Saya ulangi lagi. Kita - saya dan saudara -, bukan rasul. Tapi arti dari rasul adalah apostolos. Arti dari apostolos ini yang bisa sama dengan kita, yaitu utusan. Jadi kalau kita baca sekarang: Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan utusan-utusan-Nya.

Sekarang saya mau tanya saudara, apa kita ini merasa kita ini utusan Kristus apa bukan? Saudara merasa kita ini utusannya Tuhan apa tidak? Sebab utusan Tuhan bukan hanya pendeta. Ibu rumah tangga biasa bisa jadi utusan Tuhan. Bapa rumah tangga bisa jadi utusan Tuhan. Anak-anak muda, pemuda-pemudi remaja bisa jadi utusan Tuhan. Termasuk anak sekolah minggu tanpa disengaja bisa menjadi utusan Tuhan. Tapi mereka bukan rasul. Sebab arti dari rasul itu apostolos, artinya yang diutus, utusan-utusan.

Maka tadi saya katakan pertama kali Yesus ini menyebut, disebut, ditulis, Dia duduk dengan rasul-rasul-Nya, dengan utusan-utusan-Nya. Sebab apa? Inilah perjamuan terakhir. Dia tidak akan makan bersama-sama lagi dengan murid-murid-Nya seperti paskah. Indahnya itu di dalam ayat ke-15,

22:15 Kata-Nya kepada mereka: "Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita.

Yesus tahu di hadapan Dia itu penderitaan. Jadi kalau saudara jadi orang kristen mau senang, mau enak-enak, jangan jadi orang kristen. Karena kalau kita jadi orang kristen, lambangnya saja salib. Lambangnya itu menderita. Nah, menderita ini lain dengan susah. Yusuf menderita, tapi dia jadi Perdana Menteri. Daud menderita, dia jadi raja. Paulus menderita, dia jadi rasul. Yesus juga menderita, Dia jadi Raja segala Raja. Lain dengan susah. Kita tidak boleh susah tapi harus berani menderita. Mau nggak mau harus mau. Dalam Filipi

1:19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.
1:20 Sebab yang sangat kurindukan - Jadi sama Yesus merindukan, Paulus merindukan - dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.
1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
1:22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.
1:23 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik;
1:24 tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.
1:25 Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman,
1:26 sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.
1:27 Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,
1:28 dengan tiada digentarkan sedikitpun oleh lawanmu. Bagi mereka semuanya itu adalah tanda kebinasaan, tetapi bagi kamu tanda keselamatan, dan itu datangnya dari Allah.
1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

Beda ya dengan susah. Kalau susah itu nggak punya duit, itu susah. Susah makan, susah hidup sampai musti ngebohong. Untuk dapat sesuap nasi kita musti ngebohong orang kristen. Jual nama hanya untuk sesuap nasi. Tapi kalau menderita, saudara hidup benar. Difitnah orang, dijelek-jelekin orang. Saudara hidup betul jujur disangka korupsi. Menderita kita, bukan susah. Ada yang harus kita derita. Kalau kita kembali kepada Lukas tadi, sekarang murid-murid-Nya kaget sebab Dia bilang Aku rindu makan Paskah ini bersama dengan kamu.

Bahasa Inggris memakai kata desired, jadi sudah lama Aku rindu, jadi sudah lampau. Aku sudah lama rindu makan paskah bersama dengan kamu, sebelum Aku menderita. Di dalam setiap memperingati hari natal, ingat saudara, ada keseimbangan. Bukan pestanya, ya. Saya paling marah kalau natal dibikin pesta. Jangan. Dalam kesukacitaan natal Yesus datang, baiklah kita prihatin karena waktu natal juga, itu adalah awal dari pengorbanan Yesus di salib. Waktu Yesus disalib sebaliknya jangan sedih-sedih, jangan nangis-nangis. Justru pada waktu Yesus disalib kita kembali bahwa ada sukacita, yaitu dosa kita diampuni. Ada haleluyah?

Jadi pada waktu kelahiran Yesus boleh sukacita, boleh senang. Sukacita seluruh sorga dan dunia karena hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat. Boleh sukacita tapi sukacita yang di dalam. Bukan sukacita mulut, makan. Bukan. Bukan sukacita pesta, bukan sukacita pertunjukkan, bukan sukacita show off.

Kemarin hari selasa panitia dua puluh lima tahun persekutuan doa di Jakarta: Pak, kita sudah siapkan ini. Mungkin yang makan kira-kira tujuh ratus sampai seribu orang. Kita mau pakai meja. Saya bilang, saya dengar you rapat itu ya, sudah empat kali rapat, urus makan saja, yang diurusin. Nggak ada kata Yesus, nggak ada kata Firman, nggak ada acara rohaninya. Makan saja. Diam mereka.

Jadi kalau saudara sudah mau natal atau apa, makan saja yang dipikirin. Materi saja. Yang dilahirkannya tidak pernah kita pikirkan. Kita tidak pernah berdoa: Ya Tuhan, apa yang harus aku perbuat.

Kemarin ada satu ibu. Dia ada myom, pendarahan. Dia menangis karena sukacita. Dia pegang firman Allah, dia yakin firman Allah ya dan amin. Myom itu hilang, lenyap, pendarahannya berhenti. Eh, kemarin hari selasa satu ibu lagi, dapat juga kesembuhan. Dia sudah ke Jerman. Saya sudah bilang, kamu tidak usah ke Jerman. Kamu buat apa ke Jerman? Sudah di sini, paskah, kamu panitia kok malah ke Jerman. Kakak saya dokter. Ke Jerman satu bulan. Pulang nggak ada apa-apa, nggak sembuh nggak apa. Sembuhnya ya di kebaktian lagi.

Jadi Yesus yang sumbernya kita suka tinggal-tinggalin. Yesus sumber berkat, kita tinggalin. Dia sumber kesembuhan, kita cuekin. Dia sumber segala sesuatu, kita lupa. Berikutnya kita lihat,

22:16 Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah."

Sampai Dia dapat kegenapan dalam Kerajaan Allah. Aku tidak akan makan lagi perjamuan Tuhan ini, perjamuan kudus paskah ini, sampai datang masa Kerajaan Allah datang. Kita buka dulu Lukas  

16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.

Kata menggagahi itu tidak enak. Pressing, menekan ingin cepat masuk.

Jadi masa Taurat sudah habis pada zaman Yohanes Pembaptis. Sejak itu, katanya, Taurat itu hanya sampai Yohanes Pembaptis. Dari Yohanes Pembaptis, Kerajaan Allah diberitakan. Di Sungai Yordan dia berteriak-teriak: Bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah karena Kerajaan Sorga sudah dekat. Tidak lagi ngomong Taurat. Taurat tidak lagi dibicarakan. Dia tidak berkata: Bertobatlah karena Taurat. Tidak. Bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat. Berarti belum datang. Kerajaan Allahnya belum datang.

Maka kalau kita kembali kepada Lukas 22:16, Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah."

Memperoleh apa, saudara? Kegenapannya. Di mana kegenapannya? Dalam Kerajaan Allah. Kerajaan Allah waktu itu belum datang. Kerajaan Allah itu digenapi waktu Yesus disalib. Itu sebabnya waktu Yesus disalib, Dia bilang yang terakhir: Sudah selesai. Bahasa Indonesia lama, sudahlah genap. Bahasa Indonesia baru, sudah selesai. Saat itulah Kerajaan Allah.

Sekarang siapa yang makan perjamuan Tuhan? Kita umat Tuhan. Jadi, Aku tidak akan makan lagi, katanya Yesus bilang, sampai genap Kerajaan Allah. Jadi Dia sedang bicara tentang salib. Aku tidak akan makan lagi pesta perjamuan paskah ini sama-sama kamu sampai genap ini. Kenapa tadi saya bilang, kita sering banyak lupa. Bukan hanya saudara, saya juga termasuk. Kita sering kali lupa kepada Tuhan. Lupa kepada Dia itu Sumber segala sesuatu. Sehingga caranya Tuhan makan paskah ini, perhatikan, ayat 17,

22:17 Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: "Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu.

Karena ini hanya tiga belas orang, cawan itu cawan biasa, diisi anggur tanpa alkohol. Inilah cawan minuman perjanjian dalam darah-Ku, minumlah. Memang ini kebiasaan di Timur, satu cawan minum, dikelilingkan. Ini darah-Ku. Berikut kita baca,

22:18 Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang."

Yohanes Pembaptis berkata, bertobatlah kamu Kerajaan Allah sudah dekat. Kapan Kerajaan Allah datang? Ketika Yesus disalib, Kerajaan Allah turun ke dalam dunia ini. Ayatnya yang ke-19,

22:19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku."

Kenapa Dia bilang peringatan? Kita suka lupa. Kita se-Indonesia dipersatukan oleh Sumpah Pemuda, kemarin 28 Oktober 1928. Delapan puluh tahun yang lalu. Nggak ada islam, nggak ada kristen, nggak ada hindu, nggak ada budha, nggak ada Jawa, nggak ada Sunda, nggak ada Manado, nggak ada Maluku, nggak ada Padang, semua bersatu.

Kenapa tiap tahun musti diperingati? Kita suka lupa. Coba sekarang saya mau tanya saudara: Kita sudah merdeka berapa tahun? Lupa. Musti dihitung dulu ya. Kita lupa perjuangan pahlawan-pahlawan kita. 10 November, hari pahlawan. Bung Tomo dulu diingat, sekarang sudah dilupakan. Padahal Bung Tomo yang menggelorakan itu hari pahlawan. Makanya ada hari pahlawan. Sekarang dilupakan.

Makanya Paulus bilang, aku ada sebagaimana aku ada. Karena dia andalkan anugerah saja, aku ada sebagaimana aku ada. Ada sukacita tetapi ada juga keterharuan. Ingat jasa dari yang memperjuangkan. Makanya saya - tidak dibenarkan - tapi saya bisa mengerti, orang Tionghoa suka bawa makanan dan berdoa untuk orang tua. Saya mengerti. Tidak benar. Tapi maksud dia, dia mau berbakti sama orang tua, mau berterima kasih. Walaupun seharusnya waktu mereka masih hidup. Maka selalu ada istilah u hau.

Jika kamu makan Perjamuan Tuhan, ingatlah ini untuk mengingat Aku. Masa sih Yesus, Raja segala Raja, musti merengek sama saudara: Ingat Aku. Ingat Aku. Kadang-kadang kita yang merengek sama Tuhan Yesus Tuhan .. Dengar doaku .. Janganlah Engkau lalui .. Berkati aku. Kita merengek. Kita lupa, Tuhan juga sebenarnya menanti sampai kita ingat kepada Tuhan. Saudara mau mengingat Tuhan? Saudara mau simpan nama Tuhan Yesus dalam hati saudara? Bilang sama Yesus: Yesus, Engkau ada di hati saya. Ayat berikutnya,

22:20 Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.
22:21 Tetapi, lihat, tangan orang yang menyerahkan Aku, ada bersama dengan Aku di meja ini.
22:22 Sebab Anak Manusia memang akan pergi seperti yang telah ditetapkan, akan tetapi, celakalah orang yang olehnya Ia diserahkan!"
22:23 Lalu mulailah mereka mempersoalkan, siapa di antara mereka yang akan berbuat demikian.

Tiba saatnya Yesus berterus terang. Di meja ini, kata-Nya, tangan orang yang menyerahkan Aku ada bersama dengan Aku di meja ini. Mejanya itu berbentuk tapal kuda, telapak kuda. Di meja ini ada tangan orang yang menyerahkan Aku. Memang Aku akan mati tapi celakalah orang yang karena dia Aku akan diserahkan.

Banyak pelajaran dari ayat ini. Anak Manusia akan pergi atau meninggal, memang ayatnya ke-22, seperti yang telah ditetapkan. Akan tetapi celakalah orang yang olehnya Dia diserahkan.

Saya mau pakai yang paling halus, kenapa Yudas menyerahkan Yesus, saudara, kenapa? Kenapa dia jual Yesus, kenapa?

Peribahasa Jepang bilang begini: Kurang satu paku, tapal kuda bisa lepas. Kalau kurang satu tapal kuda, kuda yang lari bisa jatuh. Kalau kuda yang lari bisa jatuh, pesan yang dikirim tidak akan sampai. Semua hanya gara-gara satu paku, pesan tidak bisa sampai. Hanya karena hal-hal yang kecil, hanya satu. Maka Daud pintar sekali, dia bilang Satu hal telah kuminta kepada Tuhan .. Itulah yang kuingini .. Diam di rumah Tuhan seumur hidupku.

Biarlah saudara hanya minta satu dari Tuhan: Saya mau ikut Tuhan setia sampai mati. Siapa yang menang di atas maut? Yesus. Bintang film-bintang film yang zaman saya masih muda sudah pada berangkat. Koesno Soedjarwadi, Citra Dewi, Suzanna, pada meninggal semua. Kita pikir dong, kalau yang di atas kita beberapa tahun sudah meninggal, giliran kita. Berbahagialah orang yang sudah kenal Tuhan Yesus karena di dalam Yesus tidak ada lagi penghukuman yang ada hanyalah keselamatan. Ayat 23,

22:23 Lalu mulailah mereka mempersoalkan, siapa di antara mereka yang akan berbuat demikian.

Then they began to question among themselves. Jadi di antara mereka saling bertanya, siapa ya yang Yesus maksudkan di antara kita? Siapa ya yang dimaksudkan Yesus di antara kita? Ada satu ibu di Jakarta, dia pemimpin pujian. Baik sekali, rohani, pandai sekali, orang meniru dia. Pimpin pujian semangat, kadang-kadang menangis di mimbar karena ada urapan. Tapi satu kali nggak kebaktian. Seminggu nggak datang, dua minggu nggak datang, tiga minggu nggak datang, empat minggu nggak datang.

Kemana ya dia? Dia pemimpin pujian, loh. Oh, kata satu bapa, dia kira oom nyindir dia. Kenapa nyindirin dia? Dia telepon saya, katanya, aduh saya disindir sama pak Awondatu dari mimbar. Hah? Disindir? Yang dengar kan tiga ratus orang, saya bilang, masa saya nyindir dia? Nyindir soal apa? Itu, nggak ikut SOM. Aduh, saya bilang, orang kaya gitu mah nggak perlu lagi SOM. Sampein sama dia. Jauh panggang dari api, rarasaeun sorangan kitu. Begitu disampaikan minggu depannya, broer, saya datang lagi. Kunaon atuh. Batur ngomong kamana, disangkanya kepada dia.

Dua belas orang ini, siapa ya kira-kira? Apakah saya? Apakah saya? Kalau dibaca di Injil yang lain, mereka bertanya sama Yesus, apakah saya, Tuhan? Jujur sekali mereka. Apakah saya, Tuhan? Apakah saya, Tuhan? Apakah saya, Tuhan? Begitu Yudas bilang, apakah saya, Tuhan? Yesus bilang, seperti kamu katakan. Jadi Tuhan buka pintu untuk pertobatan. Ketika Dia bilang, betul kamu orangnya. Tapi Dia buka pintu pertobatan. Kalau Yudas waktu itu berlutut: Tuhan, ampuni saya.

Dia belum terima tiga puluh keping perak, dia bisa batalin. Tuhan, ampuni saya. Dia peluk Yesus, dia cium Yesus. Ampun Yesus, ampun Yesus, saya mau bertobat. Pertobatan terlambat. Dan setelah Yesus disalib, dia baru bertobat. Itu uang juga dia nggak terima, dilemparkan lagi. Tiga puluh keping perak. Dikembalikan. Gantung diri.

Jadi waktu kita makan perjamuan Tuhan nggak boleh sembarangan. Kita mengingat Yesus. Kaum bapa ada ketuanya. Kaum ibu ada ketuanya. Kaum muda ada ketuanya. Gereja ada gembalanya. Tapi pemimpin gereja katolik sedunia itu Paus. Tapi pemimpin orang kristen sedunia itu Yesus. Dia kepalanya. Aneh, kalau kita bertindak lupa kepala. Kepala nggak suruh, kita ngomong.

Umpamanya, di sini ketua kaum muda bapak Onesimus. Tiba-tiba ada anak muda bersaksi di depan: Saudara-saudara, nanti hari natal kita bikin pertunjukkan ini ya. Kita bikin acara ini. Ngomong nggak sama bapak ketua. Dia kasih pengumuman. Nggak pada tempatnya. Petrus pernah begitu. Yesus jangan disalib. Jangan, ini acara saya, Kamu jangan disalib, Yesus. Jangan, Kamu jangan disalib. Nggak usah. Masa Letnan merintah Jenderal?

Di Jakarta ada orangnya yang kasih pengumuman itu siapa. Kebaktian pertama, siapa. Kebaktian kedua, siapa. Yang lain saya nggak kasih tugas. Itu sudah melawan otoritas. Lancang. Kalau orang yang tidak disuruh, kasih pengumuman, jangan. Jangan mengerjakan yang tidak disuruh. Kerjakanlah yang disuruh.

Yesus sekarang menyuruh saudara, engkau adalah utusan-Ku. Baca ayat 14, Yesus duduk makan bersama-sama dengan utusan-utusan-Nya, rasul-rasul-Nya. Saya tidak peduli saudara sekolah apa, saya tidak peduli tingkatan saudara apa, saya tidak peduli. Tapi saya hormati saudara sebagai utusan-utusan Tuhan. Yesaya 6:1-9a,

6:1 Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.
6:2 Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang.
6:3 Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!"
6:4 Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap.
6:5 Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam."
6:6 Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.
6:7 Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni."
6:8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"
6:9 Kemudian firman-Nya: "Pergilah, 

Kalau Tuhan bertanya pada sore hari ini, siapa yang akan Ku utus? Tuhan tidak suruh saudara ke alun-alun, saudara khotbah di alun-alun, di depan mesjid Agung, tidak. Ada orang belanja, bersaksi tentang Yesus. Itu kesaksian hebat. Ada orang belanja di warung, kita sedikit banyak bersaksi tentang Tuhan. Di sekolah kita bersaksi tentang Tuhan. Kita utusan Tuhan. Jangan minder. Jangan kita merasa kecil diri. Kita ini utusan Tuhan. Kalau Tuhan mengutus, Dia jamin. Penginapan, apapun, Dia jamin. Utusan Tuhan kok. Haleluyah?

Dulu ada satu, sekarang sudah pindah ke Singapura. Orang di Jakarta, orang gereja protestan: Pak Awondatu, saya utus bapa bertemu dengan dokter ini di Singapura. Ini uang buat bapak, 5.000 dolar Singapura, berobat di sana. Ketemu dia, saya sudah telepon. Dan bapa tidak usah bayar lagi. Nginap, tidur di mana saja. Dia utus saya pergi untuk ketemu dokter. Tiket disediakan, uang jajan disediakan. Malah waktu pulang dia masih beli arloji untuk istri saya di airport.

Saudara-saudara, utusan jangan takut kurang, jangan takut susah. Kita patut menderita tapi tidak usah susah Apa guna keluh kesah .. Apa guna keluh kesah .. Anak Tuhan jangan bersusah .. Apa guna keluh kesah. Mari kita berdiri.

-- o -- 

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________