KHOTBAH  SUSULAN

 

Gereja Pantekosta di Indonesia - Cianjur

 

Jl. KH Hasyim Asyari no. 75 Cianjur 43214. Tel. (62-263) 261161 - Indonesia         

Minggu pagi, 25 Juli 2010

PENDENGAR ATAU PELAKU FIRMAN

Selamat pagi, selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus.

Amsal

22:17 Pasanglah telingamu dan dengarkanlah amsal-amsal orang bijak, berilah perhatian kepada pengetahuanku.
22:18 Karena menyimpannya dalam hati akan menyenangkan bagimu, bila semuanya itu tersedia pada bibirmu.
22:19 Supaya engkau menaruh kepercayaanmu kepada TUHAN, aku mengajarkannya kepadamu sekarang, ya kepadamu.
22:20 Bukankah aku telah menulisnya kepadamu dulu dengan nasihat dan pengetahuan,
22:21 untuk mengajarkan kepadamu apa yang benar dan sungguh, supaya engkau dapat memberikan jawaban yang tepat kepada yang menyuruh engkau.

Mayoritas orang kristen adalah pendengar firman tapi tidak melakukannya. Mulai dengan kata, pasanglah telingamu. Salinan lain, cenderungkanlah telingamu dan dengarlah perkataan Amsal orang bijak. Dan terapkanlah ... apply, pada hatimu pengetahuan.

Cenderungkanlah telingamu. Miringkanlah telingamu dan dengarlah perkataan orang bijak,

Mayoritas kita lebih senang mendengar gosip, lebih senang mendengar berita yang buruk. Kalau ada berita yang buruk maka kita jadi sukarelawan sukarelawati untuk mengatakan menyambungkan berita buruk itu ke orang lain. Itu saya aneh, padahal kita orang kristen. Tapi kalau ada berita yang baik seperti firman Tuhan, kita tutup mulut kita tidak pernah menyampaikan kepada orang lain, kita tidak pernah teruskan firman Tuhan, kita nggak pernah teruskan perkataan orang bijak.

Jadi ayat 17 ini pokoknya dari segala sesuatu. Apakah kita ini suka meneruskan omongan manusia, apakah kita suka meneruskan perkataan firman Tuhan, mulai dengan telinga yang harus dimiringkan. Telinga itu bukan hanya dikasih anting, bukan hanya dibersihkan dari daki tetapi telinga itu harus dipakai agar tepat pada sasarannya. Dalam kitab Wahyu ada 7 jemaat. Kepada 7 jemaat ini Yesus berbicara sama, barang siapa yang bertelinga hendaklah ia mendengar. Sebab apa? Sebab dalam 7 jemaat ini banyak orang bertelinga tapi tidak mau dengar. Betapa pentingnya telinga kita, kita dengar kepada suara Tuhan.

Ingat Adam dan Hawa? Sudah dengar suara dari Tuhan, jangan ambil buah ini, jangan makan buah ini. Ada suara yang lain: Kamu boleh makan buah ini, dari Iblis. Kalau saya heran, Adam dan Hawa tidak mencenderungkan telinga kepada suara Tuhan tetapi kepada suara Iblis. Sampai dia jatuh dalam dosa. Jadi kejatuhan dalam dosa dimulai dari telinga kita, kita miringkan ke arah yang salah.

22:17 ..., berilah perhatian kepada pengetahuanku.

Berilah perhatian ... apply your heart to my knowledge.

Waktu saya di Tiongkok ada demonstrasi obat, besi dipanaskan sampai panas sekali sampai merah, orang pegang. Begitu pegang langsung ditaruh itu salep obat. Dan tidak apa-apa. Tidak melepuh tidak apa, sembuh. Apply.

Jadi saya ingat firman Allah. Firman Allah itu gunanya itu baru kita rasa kalau kita apply, kalau kita pake, kalau kita gosok. Ada hati yang luka, ada perasaan yang luka, ada cara hidup yang salah, ada cara hidup yang keliru. Salah dan keliru itu bukan saudara yang menentukan ... Firman Allah! Kalau Firman Allah bilang salah, biar saudara seribu kali bilang benar, Firman Allah bilang salah, itu salah. Sebab itu apply. Firman Allah itu kaya salep. 

Demikian juga dengan hidup kita. Perjamuan Kudus ini nggak ada artinya kalau kita tidak apply dalam hidup kita sehari-hari, kalau kita tidak nempelin, kalau kita tidak pake dalam hidup sehari-hari. 

22:17 ..., berilah perhatian kepada pengetahuanku.

Jadi pengetahuan yang kita dengar dari Firman Allah kita apply, kita pakai, kita praktekkan dalam hidup kita sehari-hari. Apply. Pakai.

22:18 Karena menyimpannya dalam hati akan menyenangkan bagimu, bila semuanya itu tersedia pada bibirmu.

Salinan lain, ... kalau kita simpan dalam hatimu.

Jadi kalau saudara pagi hari ini menyimpan Firman Allah dalam hati, Firman Allah berkata hal yang menyenangkan. Kenapa kita hidup tidak senang tidak nikmat tidak bahagia? Karena kita tidak simpan Firman di dalam hati, kita pegang cemburu di dalam hati, kita pegang kemarahan dalam hati, kita pegang kecurigaan dalam hati. Firman Firman, cemburu cemburu. Firman Firman, curiga curiga. Firman Firman, nggak percaya nggak percaya. Nggak nyambung. Tapi kalau saudara menaruh Firman dalam hati, ... satu hal yang menyenangkan, yang manis, kalau engkau menyimpannya dalam hati.

22:18 ..., bila semuanya itu tersedia pada bibirmu.

Dipakai kata fix. Kalau saudara mau menempelkan dua surat supaya tidak lepas dulu pake lem. Sekarang pakai jepretan. Nempel dah, nggak kemana-mana. Surat pergi, kertas itu ikut, karena sudah di klip, sudah di fix. Jadi firman Tuhan itu harus di klip, harus di fix di mulut kita. Bukan untuk membenarkan diri tapi untuk memperbaiki hati kita. Sebab II Timotius

3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Ini maksudnya kita ke gereja. Ini maksudnya ikut Yesus. Kalau ada salah dinyatakan itu salah, tapi segala hal yang salah diperbaiki. Kelakuan kita diperbaiki. Kita dididik dalam kebenaran. Jangan sebentar iya, sebentar nggak. Sebentar jalan sama-sama, sebentar nggak. Kita jadi orang kristen yang plin plan. Dan orang kristen yang plin plan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.  

Satu orang yang plin plan dalam Alkitab itu Herodes. Herodes itu merampas istri dari adiknya. Jadi adiknya itu Filipus punya istri namanya Herodiah. Herodiah ini agak genit, diambil sama Herodes jadi istri simpanan. Dia kira Tuhan nggak lihat kelakuannya. Jadi dia hidup berdosa. Tapi saat ketemu Yohanes Pembaptis, khotbah Yohanes Pembaptis selalu kembalikan itu perempuan itu haram bagimu beristrikan dia, kembalikan sama adikmu. Alkitab bilang, Herodes merasa bersalah, Herodes serba salah tapi kembali ke istana ketemu lagi Herodiah.

Jadi orang kalau sudah ditegur Firman Allah mengeraskan hati, ditegur firman Allah mengeraskan hati, akhirnya baal ... dia nggak rasa lagi dosa. Padahal itu dosa yang luar biasa tapi dia nggak rasa dosa lagi, itu dia rasa biasa. Saya yakin kebenaran firman Tuhan tidak berubah. Apa yang dia bilang dosa tetap dosa. Akhirnya apa? Dia tahu Yohanes Pembaptis orang suci, kita lihat dalam Markus

6:14 Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia."
6:15 Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu."
6:16 Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi."
6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
6:18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"
6:19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
6:20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
6:21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
6:22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!",

Saudara ingat, siapa yang suka ngomong begini? Yesus. Tuhan berkali-kali ngomong begini sama umat-Nya, tapi umat-Nya nggak berani minta. Lihat itu anak Herodes.

6:23 lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!"
6:24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!"
6:25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!"
6:26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.

Banyak pelajaran dalam hal ini kita bisa belajar. Kita plin plan di hadapan Tuhan, mendengar doa seperti Herodes, melakukan nggak. Senang dengar firman, melakukan nggak. Ke gereja dengar firman, pulang nggak dilakukan. Apa bedanya saudara dengan Herodes? Terombang ambing. Dosa ... kebenaran. Dan orang yang ditarik oleh dua kekuatan adalah orang yang paling celaka. Disini kebenaran ... Disini kejahatan. Disini kesucian ... disini dosa. Upah dosa selalu maut. Nggak bisa ditawar. Orang yang berdosa akan menemui maut. Lambat atau cepat, sadar atau tidak sadar, kematian yang menunggu. Itu Firman Allah. Dan Firman Allah kebenaran yang tidak berubah. Maut datang. Orang yang tidak bersalah, orang yang kasih nasehat, hamba Tuhan yang kasih nasehat, dipenggal kepalanya. Karena permintaan anak Herodiah.

Soalnya apa? Ini raja nggak ada wibawa. Terombang ambing. Perempuan itu bukan istrinya kok, kumpul kebo. Dia rasa nggak apa-apa. Tapi Tuhan di sorga lihat bahwa tidak halal cara hidup seperti itu. Harus dikembalikan.

Maka kalau kita merenungkan kembali firman dari Amsal 22 tadi,

22:18 Karena menyimpannya dalam hati akan menyenangkan bagimu, bila semuanya itu tersedia pada bibirmu.

Fix, nempel pada bibirmu,

22:19 Supaya engkau menaruh kepercayaanmu kepada TUHAN, aku mengajarkannya kepadamu sekarang, ya kepadamu.

Bukan sama uang, bukan sama kekayaan, bukan sama orang berpangkat, bukan sama polisi, bukan sama jenderal, bukan sama orang tua, bukan sama orang kaya. Saudara harus trust, bersandar hanya kepada Tuhan sebab Dialah yang memiliki segala-galanya. Kapan kita bisa bersandar kepada Tuhan? Kalau firman Tuhan kita apply seperti salep kepada luka di dalam hati kita.

22:19 ..., aku mengajarkannya kepadamu sekarang, ya kepadamu.

Bukan aku mengajarkan, aku sudah mengajarkan kepadamu sekarang hari ini kepadamu.

Jadi saudara nggak bisa lagi ngomong, saya belum dengar, saya belum diajar. Nggak bisa. Saudara sudah dengar hari ini pelajaran firman Allah. Kita sudah dengar firman Allah, bukan nggak boleh lagi ... nggak bisa. Orang yang lahir baru nggak bisa berbuat dosa. Yang melahirkannya Tuhan kok, disuruh juga nggak bisa. Nggak mau dia. Lain kalau belum lahir baru. Nggak ada saja dicari. Tapi kalau orang sudah lahir baru ditawarinpun dia tidak mau. Karena dia sudah dilahirkan dari sorga. Hari ini aku sudah menginstruksikan kepadamu.    

22:20 Bukankah aku telah menulisnya kepadamu dulu dengan nasihat dan pengetahuan,

Jadi dulu waktu kita sekolah minggu, dulu waktu kita kaum muda, kita itu sudah dinasehati oleh firman Allah. Coba ingat waktu kita sekolah minggu waktu kita masih muda, guru-guru sekolah minggu kita ngajarin. Sudah dinasehati. Jadi sekarang diingatkan kembali. 

22:20 Bukankah aku telah menulisnya ...

Nah, kata menulis ini dimana, kapan Tuhan menulisnya dulu itu. Kita buka II Korintus  

3:1 Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu?
3:2 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
3:3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia. 

Jadi di hati saudara, puluhan tahun belasan tahun yang lalu sudah ditulis hukum-hukum Tuhan itu.

Saudara itu surat terbuka bukan surat kaleng, bukan surat gelap. Orang itu baca kelakuan saudara. Orang baca tingkah laku saudara. Jelas benar orang baca. Nah, kalau orang baca jelas surat terbuka, itu ditulis firman Allah dalam hidup saudara, nggak usah dicari-cari orang itu mau ikut kebaktian, karena dia sudah membaca surat terbuka. Bukan ditulis oleh tangan, ditulis oleh Roh Allah. Iya, saya punya kelakuan salah, saya robah ah, perbaiki hidup. Sebab kata II Timotius 3 tadi, untuk memperbaiki hidup. Amsal  

22:20 Bukankah aku telah menulisnya kepadamu dulu dengan nasihat dan pengetahuan,
22:21 untuk mengajarkan kepadamu apa yang benar dan sungguh, supaya engkau dapat memberikan jawaban yang tepat kepada yang menyuruh engkau.

Kita ini ada yang nyuruh, saudara. Kita ini utusan. Yang menyuruh kita bukan orang tua bukan pendeta, yang menyuruh kita itu Tuhan. Dimana saudara bekerja, dimana saudara pergi, kita ini utusan nempel di punggung kita, UT ... Utusan Tuhan. Kalau saya dapat perkutut yang bagus suaranya, saya kasih tulisan UT ... Untuk Ternak. Kalau saudara ditulis UT ... Utusan Tuhan. Kemana saudara pergi dimana saudara bekerja, saudara utusan Tuhan. Senang jadi utusan Tuhan. Paling senang asal kita meng-apply firman Tuhan itu sebagai salep dalam hati kita.

Ada pusing sedikit, apply firman kesembuhan. Ada ketakutan sedikit, apply firman iman. Ada kebimbangan sedikit, apply firman ketetapan hati. Ada kesalahan, apply firman pengampunan.

Pada pagi hari ini kita akan masuk dalam perjamuan kudus. Kita mau apply darah Yesus dalam hidup kita, apply darah Yesus sekarang pada hati kita supaya kita pulang sebentar dengan hati yang lurus, dengan hati yang tegar, dengan hati yang kudus, dengan hati yang suci, dengan senyum di wajah saudara. 

-- o --  

 _________________________ 

 

(Kembali ke Halaman Utama)

_________________________